152 Atlet Ramaikan Wali Kota Indoor Archery Championship 2026

Wali Kota Indoor Archery Championship 2026

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, secara resmi membuka Wali Kota Indoor Archery Championship 2026 yang digelar di Aula Gedung 5 Lantai, Sabtu (17/1). Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pelepasan anak panah perdana oleh Sekda sebagai simbol dimulainya kompetisi. Dalam sambutannya, Zulhidayat menyampaikan apresiasi kepada PERPANI Kota Tanjungpinang, seluruh klub panahan, serta para orang tua atlet atas komitmen dan peran aktif dalam pembinaan atlet muda dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ditopang oleh disiplin latihan, konsistensi, dan komitmen semua pihak. “Bakat saja tidak cukup. Prestasi lahir dari disiplin berlatih, konsistensi, serta komitmen jangka panjang,” tegas Zulhidayat. Ia juga menyoroti olahraga panahan sebagai cabang olahraga yang memiliki nilai lebih karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter atlet. Panahan, lanjutnya, melatih fokus, ketenangan, kesabaran, serta pengendalian diri yang sangat penting dalam membangun mental juara. “Panahan bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang selaras dengan nilai-nilai agama dan budaya,” ujarnya. Zulhidayat menambahkan bahwa memanah merupakan perpaduan antara olahraga, olahrasa, dan olah jiwa yang membentuk mental kuat dan sikap sportif bagi para atlet. Di akhir sambutannya, Sekda berharap kejuaraan ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet panahan berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional. “Saya optimis, dari kejuaraan ini akan lahir talenta-talenta panahan yang membawa nama Tanjungpinang dan Bintan ke kancah yang lebih tinggi,” tuturnya. Kejuaraan panahan tingkat daerah ini diikuti oleh 152 peserta dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang yang tergabung dalam berbagai klub dan sekolah binaan. Para atlet bertanding dalam sejumlah kategori, mulai dari Pemula (SD kelas 1–3 dan 4–6), Pelajar (Barebow dan Compound), Standar Nasional kelompok umur U11, U13, dan U15, hingga kategori Umum divisi Recurve, Compound, dan Barebow, serta Barebow Ekshibisi. (Dinas Kominfo)

Atlet junior panahan DKI borong lima emas di Kejurnas Antar Club 2025

Muhammad Sakhi Athaillah

Atlet junior dari cabang olahraga (cabor) Panahan asal DKI Jakarta Muhammad Sakhi Athaillah berhasil menorehkan lima medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Club Tahun 2025. “Kompetisi ini tentunya sangat penting bagi saya untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding,” kata Sakhi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Sakhi tergabung di DAD Archery Club dan kejuaraan panahan diadakan di Supper Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah yang berlangsung mulai 9-19 Desember 2025. Sakhi berhasil mengukir prestasi dengan raihan lima emas dan satu perak. Pria yang baru berusia 13 tahun ini mengaku bersyukur berhasil meraih emas di kategori Recurve Putra U15 jarak 40 meter lewat nomor Kualifikasi Sesi 1 dengan nilai 353, Kualifikasi Sesi 2 dengan nilai 342. Total kualifikasi dengan nilai 695 Eliminasi Beregu Putra (Man Team), dan Eliminasi Individu. Sementara, medali perak diraih lewat nomor Eliminasi Beregu Campuran (Mix Team). Sakhi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan timnya di nomor beregu karena sudah bersama-sama berjuang mempersembahkan yang terbaik. “Untuk Mix Team saya berpasangan dengan Sossa Amourra Ariyanto. Sementara, di nomor Man Team saya berjuang bersama rekan saya Muhammad Fatih Al Banna dan Raqilla Irsyam Rosyadi,” ujarnya. Sakhi menuturkan, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mengikuti kompetisi tersebut mulai dari berlatih teknik dan fisik agar bisa meraih prestasi terbaik. “Semoga ke depan saya bisa bergabung di Tim DKI Jakarta dan menjadi juara di kompetisi panahan, baik yang berskala nasional dan internasional,” harapnya. Sementara itu, pengurus sekaligus pelatih DAD Archery Club Devi Syah Putra mengaku sangat senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Sakhi dan atlet-atlet dari DAD Archery Club. “Total kami berhasil meraih 14 medali emas, 11 perak, dan 13 perunggu. Perolehan emas kami sama dengan Juara Umum hanya selisih di perak saja,” katanya. Dalam kompetisi tersebut, lanjut Devi, DAD Archery mengikutsertakan sebanyak 38 atlet putra dan 32 atlet putri yang didampingi empat ofisial tim. Ia mengingatkan agar atlet yang sudah meraih prestasi untuk tidak cepat berpuas diri, sementara bagi yang belum menjadi juara juga tidak boleh menyerah. “Semua harus tetap giat berlatih karena tidak ada prestasi yang diraih secara instan, perlu ketekunan dan kerja keras,” ujarnya.

Persiapan World Archery Youth Championship 2025, 6 Atlet TC di Kudus

Enam atlet panahan Indonesia Junior U18

Enam atlet panahan Indonesia junior U18 menjalani training camp (TC) di Stadion Super Soccer Arena (SSA) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk persiapan World Archery Youth Championship 2025 di Winnipeg, Kanada. Keenam atlet panahan itu menjalani TC mulai hari ini, Senin (28/7/2025) hingga Kamis (14/8/2025). Sementara ajang World Archery Youth Championship 2025 akan dilangsungkan pada 17-24 Agustus 2025. Keenam atlet tersebut terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Yakni, Raz Azhar Azaqi (Banten), Hylmi Nauca Zaida (DIY), Malik Adzka Abdurrahman (Jateng), Fayola Jingga Naeva M (Jateng), Shafira Nurin Najwa (Jateng), Fathiyya Erista Maharani (Jateng). Kemudian ada dua pelatih yang mendampingi atlet. Keduanya yakni Denny (PB Perpani) dan Rahmat Sulistyawan (DIY). Pelatih Panahan Indonesia U18 Rahmat Sulistyawan mengatakan, enam atlet ini merupakan yang terbaik. Mereka memiliki track record di kejurnas junior yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. ”Kami sudah mulai berlatih hari ini untuk persiapan ke Kanada. Teknik dan fisik atlet terus kami asah. Untuk fisik saat ini lebih menjaga kebugaran karena waktu sudah mepet, kami tidak bisa meningkatkan kualitas fisik atlet melainkan hanya bisa menjaga fisik,” katanya, Senin (28/7/2025). Ia menambahkan, waktu latihan sudah disusun. Selama TC, nantinya atlet akan berlatih pagi hari dan sore hari. Perihal persaingan di ajang World Archery Youth Championship 2025 itu menurutnya merata. Kejuaraan itu bakal diikuti berbagai negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan negara lainnya. ”Pada kejuaraan junior seperti ini persaingannya merata. Tetapi biasanya negara Korea Selatan dan Turki permainannya bagus. Atlet dari dua negara itu dari kejuaraan ini bisa ke Olympic beberapa tahun yang lalu,” sambungnya. Ia meyakini anak didiknya dapat memberikan hasil terbaik di World Archery Youth Championship 2025. Dirinya berharap semua pihak dapat mendukung atlet panahan. Rencananya atlet panahan akan berada di Kanada pada 16 Agustus 2025 untuk melakukan latihan. Kemudian melakukan official training pada 17 Agustus 2025. ”Kami mulai bertanding 18 Agustus 2025,” imbuhnya. Sumber: Muria News

Ribuan Atlet Muda Ikut Kejuaraan Panahan Piala Kemenbud

Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan Indonesia

Sebanyak 1.243 peserta mengikuti Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan Indonesia. Digelar di Lapangan Baseball Japanase Club Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kompetisi yang diadakan Active Sport Center Indonesia (ASCI) ini berlangsung pada 10 – 12 Mei 2025. “Untuk ketiga kalinya, ASCI kembali mengadakan Kejuaraan Panahan. Sebelumnya Piala Kapolda Jawa Barat dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Jawa Barat, kini piala yang diperebutkan adalah Piala Kementerian Kebudayaan,” ucap Ketua Pelaksana Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan Tahun 2025, Ahmad Saugi, Minggu (11/5/2025). Pada kejuaran panahan ini, mempertandingkan berbagai kategori, di antaranya kategori Nasional dan kategori Horsebow. Menurut Ahmad Saugi, kejuaraan ini diikuti oleh 1.243 atlet maupun peserta yang berasal dari berbagai daerah di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Selatan. “Di Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Jawa Barat, ajang ini juga menjadi ajang seleksi untuk Kejurnas Junior,” terang. Ia menyatakan bahwa Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan ini akan menjadi ajang tahunan yang diselenggarakan ASCI. “Bukan hanya menjadi ajang meraih prestasi, namun juga sebagai ajang pembibitan atlet panahan,” terangnya. Kemudian, Dewan Pembina ASCI, Andang Ruhiat mengapresiasi terlaksananya Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan 2025 di Bogor ini. Ia melihat, kejuaraan panahan tidak hanya berkembang sebagai olahraga, tetapi juga ajang pelestarian panahan sebagai budaya Indonesia. “Harapan saya panahan dilestarikan sebagai budaya Indonesia. Oleh karena itu, ASCI menggandeng Kementerian Kebudayaan dalam ajang kejuaraan panahan ini,” tutur Andang Ruhiat. Pria yang juga menjabat sebagai Vice President Operasional PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini pun berkomitmen untuk terus melakukan pembibitan atlet panahan melalui ASCI. “Walaupun organisasi yang tidak besar, namun ASCI mampu membuat ajang berskala nasional yang tidak hanya ajang prestasi, namun juga sebagai pembibitan atlet muda dari anak usia sekolah dasar,” tandasnya. Sumber: Radar Bogor

Ratusan Pelajar dan Umum Ikut Kejuaraan Panahan 2025

Rahmat Mirzani Djausal

Kejuaraan Panahan Antar Pelajar dan Umum Piala Gubernur Lampung 2025 resmi digelar, sebanyak 243 Atlet dari tujuh provinsi unjuk Ketangkasan di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung menggelar Kejuaraan Panahan Antar Pelajar dan Umum Piala Gubernur Lampung 2025. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga pelajar di daerah, serta menjadi wahana pembibitan atlet potensial yang terarah dan berkelanjutan. Selain itu, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang persiapan atlet pelajar Lampung menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII tahun 2025. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan dari kejuaraan ini tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat karakter para atlet muda. “Dengan adanya kejuaraan tersebut akan lahir bintang-bintang baru panahan Indonesia, khususnya dari Provinsi Lampung,” katanya di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Kamis (24/4/2025). Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan adanya kejuaraan mampu memacu motivasi para pelajar dan atlet umum untuk terus berlatih, berprestasi, dan membawa nama harum daerah di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, Lampung harus bisa melahirkan atlet seperti Riau Ega Agatha dari Blitar yang menembus Olimpiade dan Diananda Choirunisa, srikandi panahan dari Surabaya yang juga berhasil menembus ajang internasional. Sumber: RRI

Timnas Panahan Indonesia Bertolak ke Amerika Untuk Kejuaraan Dunia

Pelepasan Tim Panahan Indonesia

Tim panahan Indonesia akan berjuang di seri Kejuaraan Dunia 2025. Untuk seri pertama, mereka akan berangkat ke Amerika Serikat. Tercatat ada delapan atlet panahan yang akan berjuang di kejuaraan Hyundai World Archery di Auburndale, Florida, Amerika Serikat. Kejuaraan tersebut akan berlangsung pada tanggal 8 – 13 April mendatang. Setelah itu, akan dilanjut dengan seri lain yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, 6-11 Mei 2025, Antalya, Turki, 3-8 Juni 2025, dan Madrid, Spanyol, 8-13 Juli 2025. Sementara putaran final akan berlangsung di Nanjing, Tiongkok, 17-19 Oktober 2025. Ketum Perpani, Arsjad Rasjid, yang mengumumkan keberangkatan tim Indonesia pada, Sabtu (5/4/2025). Ada harapan besar mereka akan mengharumkan nama Indonesia. “Timnas panahan akan mengikuti Hyundai World Archery stade 1 di Auburndale, Florida Amerika Serikat, yang akan berangkat pada 5 April 2025,” ujar Arsjad Rasjid. “Kita semua berharap timnas (panahan) dapat meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama bangsa, selama berjuang,” sambungnya. Dari delapan atlet yang berangkat, ada nama Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda Choirulnisa yang kerap mengiktui ajang-ajang internasional. Sebagai informasi, kontingen panahan Indonesia pernah menyabet emas, perak, dan lima kali meraih perunggu sepanjang keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia Panahan. Berikut daftar delapan atlet panahan, tiga pelatih, dan satu official yang berangkat ke Amerika: 1. Kyung Chul Lee 2. Hendra Setiawan 3. Rizki Ferdiansyah 4. Abdul Razak 5. Riau Ega Agata Salsabila 6. Ahmad Khoirul baasith 7. Alvianto Bagas prastyadi 8. Gusti fazli kertinegoro 9. Diananda choirulnisa 10. Syifa nurfifah Kamal 11. Ayu mereta dyasari 12. Fathya Erista Maharani

Kejuaraan Nasional Panahan Untuk Pembibitan Atlet Muda

Open Tournament Kejuaraan Nasional Panahan Piala Panglima TNI 2024, yang dihelat di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, selama tiga hari pada 1 hingga 3 November 2024, berlangsung semarak. Kejuaraan dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI ini berhasil menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah, yakni diikuti oleh sebanyak 240 atlet. Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan, kejuaraan ini untuk memajukan cabang olahraga panahan, sekaligus memperkuat pembinaan atlet di usia muda. “Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT TNI yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk kontribusi TNI dalam mendukung pengembangan olahraga, terutama panahan,” ujarnya. Menurut Anggara, kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh para kadet dan atlet junior sebagai bagian dari pembinaan, tetapi juga oleh masyarakat umum, yang menunjukkan keseriusan TNI mengawal dan memajukan olahraga nasional. Turnamen ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Barebow 5 meter untuk usia di bawah 11 tahun dengan 109 peserta, Barebow 50 meter kategori umum yang diikuti 90 orang, dan Recurve 70 meter kategori umum dengan 41 peserta. Seluruh peserta berasal dari klub panahan di Kalimantan Timur, serta kontingen dari Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi, yang menunjukkan kekompakan antara masyarakat sipil dan anggota TNI/Polri dalam mendukung olahraga panahan. Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) salut terhadap Open Tournament Kejuaraan Nasional Panahan Piala Panglima TNI 2024 yang digelar di Kaltim, karena hal ini selain untuk memacu semangat juga sekaligus untuk pembibitan atlet muda. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mendukung terselenggaranya turnamen ini, karena sebagai sarana pembibitan bagi atlet muda untuk peningkatan prestasi ke depan. “Kejuaraan seperti ini penting untuk memupuk minat olahraga di kalangan anak-anak sejak dini. Apalagi Kalimantan Timur dikenal memiliki atlet panahan berprestasi di berbagai ajang nasional,” kata Rasman. Ia berharap, semakin banyak kejuaraan olahraga yang diinisiasi oleh pemerintah maupun pihak lain demi mendorong pertumbuhan atlet potensial dan menjadikan panahan sebagai olahraga unggulan di Kaltim. Sumber: ANTARA

PON XXI: Arif Dwi Pangestu Bangga Bawa Tim Panahan DIY Raih Emas

Atlet panahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arif Dwi Pangestu, mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil membawa timnya meraih medali emas pada nomor recurve beregu putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Bersama dua rekan setimnya, Hendra Purnama dan Lisnawanto Putra Aditya, tim panahan DIY tampil gemilang di laga final melawan tim Jawa Barat. Mereka memenangkan pertandingan dengan skor akhir 6-2 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu (15/9). Setelah pertandingan, Arif menyatakan kebahagiaannya. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Medali emas ini sangat spesial karena terakhir kali kami meraih emas pada tahun 2012,” ungkapnya. “Pada PON 2020, kami hanya berhasil meraih medali perunggu. Namun, alhamdulillah, kali ini kami berhasil mencapai target medali emas,” tambahnya. Arif juga menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung cukup ketat. “Pertandingan tadi berjalan cukup imbang, tetapi karena kami saling mendukung satu sama lain, akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Semangat kebersamaan dan saling mendukung ini adalah kunci keberhasilan kami,” ujarnya. Lebih lanjut, Arif menyoroti perkembangan cabang olahraga panahan di Indonesia. Menurutnya, saat ini kompetisi panahan sudah semakin merata, dengan banyak daerah memiliki atlet-atlet berkualitas, yang membuat persaingan semakin ketat. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya. Ke depan, Arif berharap olahraga panahan Indonesia dapat kembali berpartisipasi di Olimpiade Los Angeles 2028. “Kami akan terus berusaha meningkatkan kemampuan kami agar bisa bersaing di kancah internasional, termasuk Olimpiade,” tutupnya.

MilkLife Archery Challenge 2024: Bibit-Bibit Atlet Panahan Potensial Lahir di Kudus

Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah menjadi saksi lahirnya bibit – bibit atlet panahan potensial yang diharapkan kelak mampu menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Melalui kejuaraan MilkLife Archery Challenge 2024 yang digelar selama empat hari mulai dari Kamis (22/8) hingga Minggu (25/8), tak kurang dari 357 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) beradu kemampuan melepaskan anak panah. Pada partai final turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus yang diadakan Minggu (25/8), berbagai keseruan tersaji di arena pertandingan. Para peserta yang terbagi dalam tiga nomor yang dipertandingkan yakni PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) KU 12 baik putra dan putri meningkatkan daya juang, konsentrasi dan mental demi meraih podium tertinggi. Di nomor pertandingan PVC KU 10 Putra, Rhymonda Felix Alviero dari SDIT Al-Ikhlas Tlogowungu Pati sukses menjadi jawara usai mengalahkan Yudhistira Putra W dari SDIT Umar Bin Khathab Juwana Pati dengan set point 6-0 (84-76). Sedangkan di sektor putri, hasil mentereng ditorehkan oleh Arista Adinda Zahrani dari SDN Tondokerto Pati yang membukukan set point 6-0 (81-65) atas lawannya Annisa Farzana Afia dari MI NU Banat Kudus dan berhak merebut titel kampiun. Beralih ke kategori PVC KU 12, di nomor putra, Muhammad Zahfa Rafi Arrosyid dari SDIT Umar Bin Khathab Kudus berhasil mengandaskan Muhammad Fahri dari SD 1 Bae Kudus dengan set point 7-1 (107-102). Sedangkan pada sektor putri, Ayudya Zaqiya dari MI NU Banat Kudus tersenyum lebar setelah memastikan diri menjadi juara dengan set point 7-3 (132-128) atas Fia Anatasya dari SD 1 Burikan Kudus. Atmosfer perebutan gelar juara yang lebih kompetitif terjadi di kategori Nasional (Standar Bow) KU 12. Di nomor putri, dominasi Shakila Queena Elrakha dari SDUT Bumi Kartini Jepara atas lawannya Cahaya Niva Sridewi dari SD Muhammadiyah 1 Wonogiri tak terbendung dengan mencetak set point 6-0 (87-73). Adapun di sektor putra, Chalief Danesh Barana Setya dari SDN Geritan Pati berhasil mengalahkan perlawanan Muhammad Kenzie Bushido dari SDIT Al Huda Wonogiri dengan perolehan set point 6-2 (115-111). “Saya senang banget bisa juara satu di kejuaraan ini. Pas final tadi, tantangannya memang dari kondisi lapangan yang tiba-tiba angin kencang. Lalu lawan saya juga nggak mudah, saya sudah ketemu dia dua kali di kompetisi sebelumnya. Jadi persiapannya harus lebih matang sebelum tanding. Semoga dari sini saya bisa menang terus,” bilang Shakila sambil menggenggam erat piala yang ia peroleh. Tak hanya aduan perorangan, MilkLife Archery Challenge 2024 sekaligus mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah. SD 1 Burikan Kudus menjadi juara beregu di kategori PVC KU-10 Putra dan PVC KU-10 Putri, SDIT Umar Bin Khathab Kudus (PVC KU-12 Putra, PVC KU-12 Putri dan Nasional KU-12 Putri), serta SDIT Al Huda Wonogiri (Nasional KU-12 Putra). Hasil ini membawa SDIT Umar Bin Khathab Kudus sukses meraih gelar Juara Umum kategori Nasional Ku-12. Legenda Panahan Indonesia, Lilies Handayani, bangga dengan torehan prestasi yang dicapai peserta dalam MilkLife Archery Challenge 2024 ini. Ratusan pelajar yang ambil bagian dalam turnamen tersebut merupakan angin segar untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga panahan Indonesia di panggung dunia pada masa mendatang. “Saya optimistis, dari ratusan peserta ini pasti ada yang bisa jadi atlet profesional dan menembus Pelatnas sehingga bisa membela Indonesia di kejuaraan level dunia. Saya akan sangat Ikhlas dan bersyukur bila ada yang bisa melewati prestasi saya di Olimpiade, 36 tahun yang lalu,” ujar Lilies yang merupakan salah satu anggota 3 Srikandi (peraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge 2024 bertujuan guna menumbuhkan kecintaan masyarakat Kudus dan sekitarnya terhadap cabang olahraga panahan, khususnya di level pelajar. Yoppy mengapresiasi tingginya antuasiasme peserta pada gelaran perdana turnamen panahan ini. “Setelah memasyarakatkan sepak bola putri dan atletik, kini kami mengajak seluruh warga Kudus dan sekitarnya untuk mengenal lebih dalam cabang olahraga panahan. Karena kami melihat olahraga ini memiliki potensi untuk mendulang prestasi di level dunia. Meski baru pertama kali, kami bersyukur antusiasme dari guru maupun peserta cukup baik dan melebihi ekspektasi. Semoga ini menjadi angin segar yang bisa dikembangkan ke depannya baik dari sisi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi,” ujar Yoppy. Ia melanjutkan, di level provinsi, prestasi panahan di Kudus dan sekitarnya masih berada di bawah Solo dan Semarang. Untuk itu, Yoppy berharap dengan digelarnya MilkLife Archery Challenge akan muncul bibit-bibit potensial yang bisa membawa Kota Kudus menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi, tak hanya di level Jawa Tengah namun juga di tingkat nasional. “Target utama kami, Kudus bisa memiliki regenerasi pemanah handal. Kami menyiapkan kaderisasi pemanah Kudus secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga bisa menembus tiga besar di provinsi, lalu lanjut ke tingkat nasional. Karena Solo dan Semarang sudah berpuluh-puluh tahun berada di tiga besar tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya. Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak menuturkan, dukungan Djarum Foundation dan MilkLife dengan menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge menjadi dorongan semangat bagi para pemangku kepentingan di cabang olahraga panahan untuk meningkatkan prestasi. Ia optimistis, kegiatan memasyarakatkan olahraga panahan akan berdampak positif terhadap lahirnya atlet-atlet yang kelak membela Indonesia. “Selama ini, Jawa Tengah merupakan barometer bagi olahraga panahan. Itu terlihat di tahun lalu jumlah atlet yang menghuni Pelatnas, ada enam dari Jateng. Kami berharap, dengan dukungan dari Djarum Foundation dan MilkLife, akan semakin banyak suplai atlet dari Jateng ke Pelatnas semakin meningkat yang akan mendorong prestasi cabang olahraga ini di level dunia. Untuk itu, kami meminta kepada penyelenggara agar kegiatan ini rutin diadakan,” ujar Abdul Razak. Gayung bersambut, Direktur Marketing Global Dairi Alami sebagai produsen susu MilkLife, Soegiono, mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge sejalan dengan visi mereka yakni menyehatkan anak Indonesia. Ia berharap dengan rutin menjalani berbagai kegiatan olahraga dan didukung oleh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang seperti MilkLife, akan melahirkan generasi penerus berprestasi. “Dalam upaya menyehatkan anak-anak Indonesia melalui produk susu berkualitas, kami berkomitmen bergandeng tangan bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggelar turnamen-turnamen yang positif bagi tumbuh kembang anak. Tak hanya menciptakan kesenangan tapi juga menyehatkan generasi masa depan serta melahirkan calon atlet kebanggaan Tanah Air, termasuk juga di cabang olahraga panahan yang mengawali prestasi … Read more

Jawa Tengah Juara Umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior

Jawa Tengah Juara Umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior

Kontingen Jawa Tengah tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2022, dengan 26 emas 16 perak dan 21 perunggu. Sementara posisi kedua ditempati DKI Jakarta, dengan mengumpulkan 12 emas 12 perak dan 6 perunggu, menyusul posisi III tuan rumah DIY, dengan 8 emas 7 perak dan 4 perunggu. Kejurnas berlangsung sejak 16 Oktober lalu di Lapangan Yonif Mekanis 403/WP Kentungan Yogyakarta dan diikuti 598 peserta dan 150 official dari 28 provinsi yang terdaftar di PB Perpani. Secara resmi Kejurnas Panahan Junior ditutup hari ini (Senin 24/10) ditutup oleh Ketua panitia sekaligus Ketua Umum Pengda Perpani DIY, BPH Kusuma Bimantoro. “Alhamdulillah kejuaraan ini telah terlaksana dengan baik, berkat dukungan dari berbagai pihak. Kami selaku panitia mohon maaf bila selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan,” kata Mas Suryo, sapaan Kusuma Bimantoro. Ia berharap, Kejuaraan Nasional Junior ini menjadi agenda rutin dan sebagai wadah untuk kompetisi para atlet panahan muda menuju jenjang internasional. Sementara Sekum Perpani DIY, KMT A. Tirtodiprojo, mensyukuri karena tim DIY mampu melampai target 7 emas. “Kita bersyukur, karena atlet kita tetap semangat hingga akhir lomba,” kata pria yang akrab disapa Joko itu. Kabid Binpres Pengda Perpani DIY, Danang Dwi Asmoro menuturkan banyak pengurus Pengda Perpani dari daerah lain memuji penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Junior di Yogyakarta ini. “Banyak yang mengatakan sukses penyelenggaraan kejurnas ini,” ujarnya.

Baggott Pemain Pertama Indonesia Tampil di Liga Profesional Inggris

Baggott Pemain Pertama Indonesia Tampil di Liga Profesional Inggris

Elkan Baggott mencatatkan namanya di buku sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang bermain di sepak bola Liga Inggris usai dirinya mendapatkan debut bersama Ipswich Town. Sebagaimana diketahui, Elkan Baggott merupakan produk akademi Ipswich Town. Ia bahkan sudah mendapatkan kontrak profesional pertamanya di Inggris dari klub berjuluk The Tractor Boys tersebut. Tak berselang lama, bek berusia 19 tahun itu kemudian memantapkan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Baggott juga sudah membela timnas senior ketika Piala AFF 2020 lalu. Meski sudah menjadi WNI, bek berpostur jangkung ini tetap melanjutkan kariernya di Inggris karena masih terikat kontrak hingga tahun 2023 mendatang. Sempat beberapa kali dipinjamkan, Baggott kemudian dipercaya memainkan banyak pertandingan di tim Ipswich Town U-23. Pemain yang lahir di Bangkok itu tampil impresif sehingga bisa promosi ke tim utama. 🇮🇩👏 Elkan Baggott will become the first ever Indonesian to play in English professional football this afternoon.#itfc pic.twitter.com/iq7q7IknFN — Ipswich Town (@IpswichTown) April 16, 2022 Elkan Baggott dipanggil ke tim utama karena stok bek yang dimiliki Ipswich Town menipis. Setelah beberapa kali masuk skuad tapi tak dimainkan, kini bek tengah timnas Indonesia ini menjadi starter. Pemain bertinggi 1,94 meter ini muncul jadi starting utama ketika Ipswich Town bertandang ke markas Rotherham United dalam lanjutan League One atau kasta ketiga Liga Inggris pada Sabtu (16/4/2022). Elkan Baggott tampil penuh 90 menit dalam laga tersebut. Hal itu kemudian membuatnya jadi pemain Indonesia pertama yang bermain di sepak bola profesional Inggris. Sementara itu, pertandingan antara Rotherham United melawan Ipswich Town berlangsung ketat. Sayangnya tuan rumah berhasil unggul tipis 1-0 dari tim Elkan Baggott. Hasil pertandingan itu membuat Rotherham United berada di ururtan ke-2 klasemen sementara League One. Sedangkan Ipswich Town tertahan di papan tengah atau urutan ke-10.

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Khairul Imam Zakiri merupakan salah satu Garuda Muda yang sedang menjalani pemusatan latihan/training camp di Spanyol sejak bulan Desember lalu. Namun, selain menjalani latihan seperti rekan-rekan lain, Zakiri ternyata memiliki peran lain bersama Timnas U-19. Peran ganda yang dimaksud adalah sebagai penerjemah pemain, pelatih dan ofisial bila menemui kesulitan berkomunikasi dengan orang disini. Seperti yang diketahui, Zakiri sudah cukup lama berada di Spanyol. Zakiri pernah merasakan ketatnya kompetisi Liga Spanyol. Ia tergabung bersama Gynnastica Ceuta, klub yang bermain di Division de Honor atau kasta tertinggi kompetisi U-19 Spanyol Grup 4. Ia juga pernah bermain di klub Spanyol seperti Real Valladolid dan Leganes, juga klub Ucam Murcia bersama Rendy Juliansyah. “Ya, saya cukup lama tinggal di Spanyol karena sekolah dan membela klub di sini jadi saya bisa berbahasa Spanyol. Saya senang Timnas U-19 dapat menjalani TC di sini,” kata Zakiri dalam laman resmi PSSI. Tak hanya lihai soal bahasa Spanyol, Zakiri juga cukup cemerlang saat melakoni TC kali ini. Pada laga uji coba internal terakhir, Minggu (10/1/2021), di Complex Esportiu Futbol Salou, Zakiri mencetak dua gol dan membawa timnya menang 2-1 atas tim ungu. Pemain kelahiran 19 Desember 2001 itu pun menyatakan bahwa ia bertekad untuk dapat terus berseragam Tim Nasional Indonesia. Meski ia sadar tidak mudah karena dibutuhkan kerja keras, disiplin dan selalu memberikan yang terbaik. “Saya bangga selalu dipanggil Timnas U-19 sejak 2019 hingga saat ini. Awalnya pada 2017 lalu saya sempat ikut seleksi Timnas U-19, namun saya belum dapat menembus tim utama. Hal tersebut menjadikan saya termotivasi untuk terus belajar dan tidak cepat puas,” tambah pemain kelahiran Jakarta tersebut. Biodata Nama: Khairul Imam Zakiri Tanggal Lahir: 19 Desember 2001 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Posisi: Pemain Tengah Klub Saat Ini: Club Gimnastica Ceuta (Spanyol)

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Pemain belakang andalan timnas Indonesia U-19, Elkan Baggott, dirumorkan menjadi incaran beberapa klub Liga Premier Inggris. Elkan tengah dirumorkan diincar oleh empat klub Inggris yaitu Manchester United, Everton, Leeds United dan West Ham United sebagai target transfer musim dingin. Leeds dinilai paling serius, karena membutuhkan pemain belakang, mengingat tiga bek mereka dalam kondisi tidak bugar. Kabar kepindahan sang pemain makin berhembus kencang setelah Elkan dilaporkan menolak perpanjangan kontrak di Ipswich Town yang akan berakhir pada Juni 2021 mendatang. Namun, menurut media lokal Ipswich bernama East Anglian Daily Times mengklaim jika Elkan akhirnya menolak tawaran-tawaran tersebut dan setuju dengan penawaran kontrak baru di Ipswich Town. “Leeds dan West Ham termasuk di antara mereka yang tertarik kepada Elkan Baggott. Namun, bertentangan dengan laporan Football Insider, Elkan Baggott diperkirakan tidak menolak tawaran perpanjangan kontrak dan negosiasi sedang berlangsung,” tulis East Anglian Daily Times. “The Blues dipahami tetap yakin kesekapatan akan dilakukan. Baggott dan perwakilannya saat ini sedang mempertimbangkan tawaran kontrak klub,” imbuhnya. Salah satu penyebab Elkan begitu diminati adalah performanya yang mampu meningkatkan penampilan Ipswich Town, khususnya Ipswich Town U-18 dan U-23. Dalam semua laga yang diikutinya setelah pulang dari pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia pada Oktober lalu, Baggott selalu memperoleh kemenangan. Saat menjalani debut bersama Ipswich Town Senior pada 6 Oktober 2020, pemain berpostur 195 cm itu membantu timnya menang 2-0 atas Gillingham FC. Bahkan ia turut mengantarkan Ipswich Town U-18 menembus putaran keempat dalam gelaran FA Youth Cup musim ini. Biodata: Nama: Elkan Baggott Tanggal Lahir: 23 October 2002 Tempat Lahir: Bangkok, Thailand Posisi: Pemain Belakang Klub Saat Ini: Ipswich Town (Inggris) Idola: Virgil van Dijk

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Elkan Baggott merupakan salah satu dari 46 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia. Pemilik nama lengkap Elkan William Tio Baggott itu menjadi satu-satunya pemain blasteran yang masuk ke dalam daftar pemain asuhan Shin Tae-yong. Pemain berpostur 194 cm tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan ayahnya merupakan pria berkewarganegaraan Inggris. Namun, ia juga sempat diberitakan akan dipanggil oleh Timnas Thailand karena ia lahir di Bangkok. Akan tetapi akhirnya Elkan memutuskan untuk membela Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dan bangga karena dapat membela tanah kelahiran ibunya tersebut. “Saya merasa bangga dan terhormat bahwa saya dapat mewakili negara saya dan saya ingin segera menyatu dengan tim dan memenangkan beberapa kompetisi dan piala.” Ungkap Elkan dalam video wawancara eksklusif bersama PSSI. “Semua keluarga terdekat saya tinggal di sini dan saya ingin membela negara saya (juga) membuat bangga negara dan kedua orang tua saya, itulah mengapa saya memilih Indonesia,” lanjutnya. Perlu diketahui, Elkan saat ini merumput di Inggris bersama klub Ipswich Town U-18. Pemain yang baru berusia 17 tahun tersebut nantinya akan menambah kekuatan pada sektor pertahanan timnas U-19 Indonesia. Saat ditanya harapan kedepannya, Elkan mengaku ingin terlebih dahulu fokus untuk lebih menyatu dengan tim dan memenangkan Piala AFC serta melakukan yang terbaik untuk Piala Dunia U-20. Elkan dan 45 pemain lain yang dipanggil pemusatan latihan kali ini memang diproyesikan untuk tampil di Piala AFC U-19 2020 pada 14-31 Oktober dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelum pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar sejak akhir bulan lalu, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong, memang sudah bergerak aktif mencari pemain keturunan. Beberapa nama sudah masuk list, sebelum akhirnya Elkan Baggott menjadi nama pertama yang dipilih. Menurut Shin, ada salah satu keunggulan Elkan yang menarik minatnya, yaitu terkait postur. “Setelah melihat Elkan, postur tubuhnya tinggi. Bagus. Saya pilih dia,” ujar Shin usai latihan perdana timnas (7/8/2020).

KONI Pusat Dan PB PRSI Tingkatkan Kerjasama Pembinaan Atlet

Anindya Bakrie mengakui membutuhkan peran KONI, untuk membangun prestasi akuatik Indonesia.

Jakarta, KONI Pusat atau Komite Olahraga Nasional Indonesia dan PB PRSI atau Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia sepakat untuk meningkatkan kerjasama membina atlet-atlet muda, khsususnya akuatik untuk kemajuan prestasi olahraga Indonesia. Demikian kesepakatan yang terungkap dalam pertemuan jajaran elit KONI Pusat dan PB PRSI di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Rabu, 13 November 2019. Jajaran PRSI diterima Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (purn) Marciano Norman dan Sekjen Ade Lukman. Perwakilan PB PRSI yang hadir Anindya N. Bakrie (Ketua Umum), Ali Patiwiri (Sekjen) Harlin Rahardjo (Waketum), Sarman Simanjorang (Waketum), Reva Deddy Utama (Binpres), Teguh Anantawikrama (Wasekjen), Zoraya Perucha (Kabid Humas), Agus Susanto (Humas). Akuatik sendiri dihuni beberapa cabang olahraga yakni renang, loncat indah, polo air, renang artistik dan renang perairan terbuka serta renang master. Agenda terdekat adalah membahas SEA Games 2019 Filipina, PON 2020 Papua dan Olimpiade 2020 Jepang. “Kita mendapat kehormatan dengan kunjungan dari PB PRSI pimpinan Anindya Bakrie. Kita berbagi ilmu bagaimana meningkatkan pembinaan prestasi olahraga khususnya akuatik. Beliau menyampaikan perkembangan atlet akuatik, sedangkan kita KONI memberikan masukan supaya ke depan, akuatik menjadi cabang olahraga yang bisa menyumbang medali emas, setiap mengikuti multi event atau single event,” ucap Marciano Norman. “Saya berharap akuatik bisa menyiapkan atlet-atletnya sedini mungkin dengan pola latihan yang baik. Kita rindu bagaimana di renang satu atlet bisa dapat enam emas atau lebih. Seandainya Indonesia punya atlet seperti itu maka Indonesia bisa mendapat tempat terhormat. Saya berharap PRSI tidak berhenti dan terus meningkatkan pembinaan olahraga akuatik kepada masyarakat, supaya banyak yang menekuni renang,” harap Marciano. Anindya Bakrie mengakui membutuhkan peran KONI, untuk membangun prestasi akuatik Indonesia. “Bisa silaturahmi dengan Ketum KONI sangat baik sekali karena PRSI merupakan bagian dari KONI dan tentu ingin beri kontribusi positif,” ujar Anindya Bakrie. Mengenai program pengiriman atlet ke luar negeri, seperti Amerika Serikat juga menjadi perhatian khusus untuk program jangka panjang. “Tadi Ketum KONI juga berpesan untuk fokus pada yang muda. Kita juga sedang mencoba kepada para perenang muda untuk punya kesempatan sekolah di luar negeri seperti Amerika Serikat. Seperti para perenang senior sebelumnya. Dengan berlatih di Amerika Serikat bisa meningkatkan kemampuan baik dari segi mental dan juga jam terbang yang sangat kompetitif,” ucap pria yang akrab disapa Anin. Dalam kesempatan ini, Anin berharap pada SEA Games 2019 Filipina kontingen akuatik bisa melebihi raihan SEA Games 2017 Malaysia. Pada SEA Games 2017 silam, cabang olahraga akuatik mampu menyumbangkan 25 medali untuk Indonesia dengan rincian 4 emas, 11 perak, dan 10 perunggu. “Untuk SEA Games 2019, ada 13 perenang, 13 atlet polo air putra, dan tiga atlet loncat indah. Pokoknya, mereka sudah berusaha yang terbaik dalam menyiapkan segalanya untuk bisa menyaingi pencapaian 2 tahun lalu,” ucap Anin. (*)

Pemerintah Minta Pelatih Harus Ikuti Perkembangan Teknologi Olahraga

Jakarta- Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) meminta para pelatih untuk mengikuti perkembangan teknologi olahraga.

Jakarta- Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) meminta para pelatih untuk mengikuti perkembangan teknologi olahraga. Hal itu dikatakan Chandra Bhakti selaku Plh. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora pada acara Pelatihan Pelatih Lisensi B Asian Shooting Confederation (ASC) Tahun 2019, di Hotel The Belleza Suites, Jakarta, Senin (13/5). Menurut Chandra, seorang pelatih harus ‘melek’ teknologi, terlebih saat ini dunia memasuki era revolusi Industri 4.0. “Artinya, pelatih harus mengikuti perkembangan teknologi sport. Pelatih yang masih mengunakan manual, maka mereka bisa tertinggal jauh oleh pelatih dari negara lain. Terlebih menembak dengan nomor event yang begitu banyak, sehingga harus semakin canggih dan mampu menjadi cabor (cabang olahraga) unggulan,” ujar Chandra. Pada acara Pelatihan Pelatih Lisensi B ASC ini, tercatat sebanyak 50 pelatih menembak turut berpartisipasi. Chandra pun berharap para pelatih dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. “Kami berharap sebanyak 50 pelatih dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Saya tahu masih banyak pelatih-pelatih yang kurang memahami fungsi pelatih. Karenanya, harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini, pemahaman para pelatih akan terus meningkat,” lanjutnya. Dijelaskannya, fungsi pelatih menjadi sangat penting dalam membina para atlet. “Kita tahu bahwa proses pembinaan atlet Indonesia ini masih jauh dengan harapan. Selama ini pembinaan prestasi yang kita pahami hanya mengirim atlet ke Pelatnas,” terangnya. “Sesungguhnya Pelatnas itu tidak akan menghasilkan hasil yang optimal apabila tidak dibarengi dengan pembinaan jangka panjang,” tegas Chandra. Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Siswanto, Ketua Harian PB Perbakin, mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi pelatih dalam rangka meningkatkan pelatih dari level nasional menjadi level Asia. “Dengan pelatihan ini, kami harapkan para pelatih mendapat pengetahuan yang cukup memadai untuk melatih di tingkat nasional maupun tingkat Asia,” tutur Siswanto. Diungkapkannya, pelatih memiliki andil besar terhadap prestasi atlet menembak dimana pelatih ibarat orang tua kedua untuk para atlet di dalam mencapai prestasi. “Pelatih harus bisa memahami karakteristik dan kebutuhan atlet serta harus memiliki insting dan feeling yang kuat terhadap atlet,” tukas Siswanto. (Adt)

Sinergi Kemenpora dan BPJS Ketenagakerjaan, Beri Perlindungan Pegawai dan Atlet Indonesia

Kemenpora dan BPJS Ketenagakerjaan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), di Media Center, Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, memberikan perlindungan bagi pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Kemenpora serta para atlet Indonesia dan ofisial. Sinergi itu tertuang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), di Media Center, Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/5). Menpora Imam Nahrawi menilai nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan langkah besar. Untuk itu, ungkap Imam, pihaknya ingin memberikan jaminan sosial kepada seluruh pekerja, atlet dan ofisial. “Ini bukan hal biasa. Yang pasti, kita tahu perjuangan para atlet sangat luar biasa. Bertahun-tahun para atlet ini berjuang, berlatih dan berkorban. Hal ini sekaligus mengantisipasi apabila nantinya mereka mengalami kecelakaan, kematian, serta tunjangan hari tua. Saya kira kita harus hadir untuk mereka,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Dikatakan Imam, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya juga sudah dilakukan. Bahkan, ia mendorong cabang olahraga untuk mendaftarkan atletnya menjadi peserta anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Kedepan, dukungan dan kerjasama diantara kedua belah pihak ini akan semakin banyak. Sedangkan untuk sumber pembiayaan bisa bersumber dari Kemenpora maupun pihak ketiga yang mendapatkan fasilitas bantuan dari Kemenpora,” lanjut menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. Disisi lain, Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada Menpora yang telah memberikan kepedulian terhadap perlindungan jaminan sosial kepad seluruh atlet Indonesia. “Nota kesepahaman ini adalah tindak lanjut dari kerjasama sebelumnya dimana kita telah melindungi para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games. Perlindungan ini diperluas lagi kepada para atlet yang ada di Indonesia,” cetus Agus. “Ini adalah sebuah payung hukum yang nanti diturunkan ke daerah, dan dalam kerjasama ini kita melakukan sosialisasi dan edukasi dalam upaya meningkatkan literasi tentang pentingnya jaminan sosial kepada seluruh pekerja di lingkungan Kemenpora dan para atlet,” tukasnya. (Adt)

Komunitas Olahraga Bersatu Bulatkan Tekad Bersama Jokowi Agar Atlet Terus Berprestasi

Joko Widodo (Jokowi) meminta para atlet untuk terus berprestasi mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional. (Adt/NYSN)

Tangerang- Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan perhatian lebih pada atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional, berupa bonus fantastis hingga pengangkatan menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Joko Widodo (Jokowi), calon presiden nomor 01, berharap atlet bisa terus berprestasi di berbagai ajang kompetisi internasional. Bahkan, ke depan, mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu berjanji akan memberikan bonus lebih besar lagi. “Saya senang masyarakat komunitas olahraga banyak atlet-atlet yang memberikan nama harum Indonesia dimata internasional,” ujar Jokowi. Jokowi hadir dalam deklarasi dukungan dari kalangan Komunitas Olahraga Bersatu, Pemuda, Influence, serta Penyandang Disabilitas, di Indonesia Convention Center (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Pagedangan, Tangerang, Banten, Minggu (7/4) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan sederet prestasi para pahlawan olahraga Indonesia dari berbagai cabang olahraga. Di antaranya, Rudi Hartono yang merupaka juara All England dan juara dunia. Lalu, Richard Sambera peraih juara di Asian Games 1990 (medali perunggu), kemudian Taufik Hidayat (medali emas Olimpiade). “Kita ingin semua atlet terus berprestasi. Kemarin Asian Games, kita berikan ke atlet untuk medali emas dapat bonus Rp 1,5 miliar. Kemudian medali perak dapat bonus Rp 750 juta. Medali perunggu Rp 500 juta. Itu untuk atlet di Asian Games dan Asian Para Games juga sama. Tidak dibeda-bedakan,” lanjut ayah tiga anak itu. Selain bonus, ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada atlet-atlet berprestasi dengan pengangkatan menjadi PNS (pegawai negeri sipil). “Para atlet juga mau diangkat sebagai PNS, sudah di data semua, dan sudah ada pengakatan. Perhatian pemerintah terhadap atlet tidak kurang. Pemerintah tinggal menunggu prestasi dari atlet-atlet Indonesia berikutnya,” tutur Presiden RI ke-7 itu. Sementara itu, Rudi Hartono, menyebut para atlet saat ini sudah mendapatkan penghargaan yang lengkap berupa bonus yang besarannya terus meningkat. “Paling penting adalah selain besarannya meningkat juga diberikan dengan cepat. Sehingga para atlet ini dihargai. Karena melalui olahraga bisa mengharumkan nama bangsa di luar negeri,” tukas maestro bulutangkis peraih 8 gelar All England di era 1960-an hingga 1970-an itu. (Adt)

286 Atlet Berprestasi Resmi Jadi ASN, Menpora: Selalu Berikan yang Terbaik Bagi Bangsa

Imam Nahrawi (Menpora) menyerahkan SK CPNS kepada 286 atlet berprestasi menjadi ASN di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/4). (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 286 atlet berprestasi resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenpora yang diserahkan Imam Nahrawi (Menpora), di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4). SK CPNS ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor 30 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil. Ini menjadi salah satu penghargaan yang diberikan pemerintah atas prestasi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa. Baik di ajang SEA Games dan ASEAN Para Games 2017, Asian Games dan Asian Para Games 2018, maupun Olimpoiade dan Paralimpiade. “Selamat datang di Kementerian Pemuda dan Olahraga, rumah baru yang nantinya akan kalian tempati sebagai tempat pengabdian dan perjuangan untuk meneruskan prestasi yang kalian pernah lakukan. Di tempat baru ini seluruh atlet dan masyarakat Indonesia menggantungkan harapannya untuk bersama-sama mengibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujar Menpora dalam sambutannya. Disebutkan Imam, pengabdian baru ini sangat berbeda saat berada di Pelatnas (pemusatan latihan nasional). Namun dari sisi ketepatan, kecermatan dan kedisiplinan, menurut Imam, hampir sama. “Saya tidak pernah khawatir ketika Presiden memberikan arahan bagi para peraih medali untuk diangkat sebagai PNS,” lanjutnya. Menteri kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 45 tahun silam itu, menilai para atlet penerima SK CPNS ini merupakan pribadi yang tangguh, karena telah mengorbankan segenap kegembiraan dan kesenangannya di masa indahnya hanya untuk mempersembahkan medali bagi merah putih. “Sebelumnya kalian masih bebas melakukan apa saja, tapi mulai sekarang kalian adalah CPNS yang berpihak kepada kebenaran dan keadilan, berpihak kepada tugas dan kewajiban sebagai pegawai negeri sipil,” tambah Imam. “Meski kalian sudah CPNS, kalian boleh kembali ke Pelatnas dengan beberapa persyaratan yang nantinya akan dikeluarkan oleh Biro Kepegawaian Kemenpora. Kepala Biro Kepegawaian akan mengkoordinasikan dengan baik seperti halnya para senior kalian yang ada di sini. Selagi kalian dibutuhkan di Pelatnas melalui seleksi yang baik, silahkan kembali, jangan pernah mengendorkan motivasi, kalian sudah diangkat sebagai PNS tetap harus memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” tutur menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. Sementara itu, Eko Yuli Irawan, Atlet Angkat Besi Indonesia, berharap SK CPNS yang diterimanya dapat memicu dirinya untuk terus berprestasi. “Semoga tetap konsisten dan olahraga Indonesia tetap maju kedepannya. Apresiasi ini tidak menyurutkan semangat kami. Di kejuaraan lainnya akan kami buktikan. Saya terus berjuang untuk Indonesia. Terdekat, ada SEA Games dan Olimpiade, tentu kami inginnya hasil yang terbaik,” ujar peraih medali emas Asian Games 2018 itu. Eko yang meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018, di Ashgabat, Turkmenistan, November 2018 itu, memotivasi atlet lainnya agar bisa mengukir prestasi, dengan cara berlatih serta mengikuti bimbingan dari tim pelatih. “Setelah menerima SK CPNS ini, semoga saya bisa membantu dan memberi kontribusi yang nyata, dan bisa memberikan ide ataupun gagasan,” tegas peraih lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007 itu. Senada, Liliyana Natsir, Atlet Bulutangkis Merah Putih yang telah menyatakan pensiun bersamaan dengan gelaran Indonesia Masters 2019, akhir Januari lalu, di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, berharap dirinya dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai ASN. “Semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Ini juga menjadi motivasi bagi atlet lainnya. Untuk adik-adik yang ingin jadi atlet, jangan ragu, raihlah prestasi. Saya harus komitmen nanti ketika menjalankan tugas,” tukas perempuan asal Manado, Sulawesi Utara, berusia 33 tahun itu. (Adt)

Pembinaan Usia Dini, Jadi Tolak Ukur Atlet Gapai Prestasi

Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki menyebut pembinaan atlet usia dini di semua cabor bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi. (rmoljateng)

Jakarta- Pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara intensif serta berkesinambungan di semua cabang olahraga (cabor) bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Hal itu dikatakan Yayuk Basuki, Anggota Komisi X DPR RI, saat menyaksikan Turnamen Sepak Bola Usia Dini Kelompok Umur (KU) 2006/2007 Piala Yayuk Basuki di Lapangan Gelora Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (28/3). “Semua cabang olahraga saya gerakkan, karena atlet berprestasi itu pasti muncul dari daerah kemudian berjenjang hingga tingkat atau kelas internasional,” ujar Yayuk, dikutip rmoljateng, pada Selasa (2/4). Dan, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perkembangan olahraga di Indonesia, legenda tenis kelahiran Yogyakarta, 30 November, 46 tahun silam itu, bahkan telah menggelar berbagai turnamen, seperti tenis meja, tenis, bulutangkis, serta voli. Dengan turnamen sepak bola, terlebih diikuti oleh para peserta yang datang dari beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dinilai Yayuk, akan menjauhkan mereka pada hal negatif. “Ini membuat tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk bermain ponsel, mengenal miras (minuman keras), bahkan narkoba. Ketika berbicara soal pembinaan atlet, wajib diarahkan ke sisi positif,” lanjut petenis Merah Putih yang pernah mencapai babak perempat final turnamen Grand Slam Wimbledon pada 1997 itu. Ditegaskan Yayuk, upaya yang dilakukan merupakan implementasi dari apa yang diserukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang gerakan revolusi mental yang salah satunya, bisa diawali dengan mendidik budi pekerti para atlet dengan olahraga. “Dengan dimulai dari olahraga, tentunya bisa membentuk mental-mental yang baik agar berprestasi,” tambah peraih penghargaan atlet terbaik versi SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) PWI Jaya pada 1995 itu. Turnamen sepak bola usia dini yang berlangsung sehari penuh itu diikuti 40 tim yang berasal dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Yayuk menjelaskan dengan adanya pembinaan dengan pendampingan wasit berlisensi diharapkan akan dapat memacu prestasi, disiplin dan sportifitas atlet sejak usia dini. “Terlebih turnamen ini kami laksanakan jelang gelaran ASEAN School Games, pada Juli nanti,” tukas peraih medali emas Asian Games tiga edisi (Seoul 1986/ganda putri, Beijing 1990/ganda campuran, Beijing 1990/ganda putri, Bangkok 1998/tunggal putri). (Adt)