Jepang Raja Sofbol, Timnas Putra Indonesia Pede Masuk Final Asia Cup 2018

Pemain Timnas softball putra Indonesia Alfan Sontiara memukul bola, saat mengalahkan Timnas Malaysia 11-1 pada babak penyisihan Asian Men Softball Championship di lapangan softball Senayan, Jakarta, Senin (23/4). (antarafoto.com)

Jakarta- Timnas Sofbol putra Indonesia enggan sekedar berpartisipasi pada kejuaraan Sofbol Asia 10th Asian Men’s Softball Championship 2018, di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, 23-28 April 2018. Mereka bertekad untuk menembus target final. “Timnas Sofbol Indonesia siap habis-habisan memberikan yang terbaik di Asia Cup 2018,” kata Asisten Pelatih Timnas Sofbol Indonesia, Leonardus Djarkasih di Jakarta, Sabtu (21/4), dilansir topskor.co.id. Meski persaingan di Asia Cup 2018 cukup ketat, kata Leonardus, Timnas sofbol putra tetap ditargetkan masuk final. “Persaingan pasti ketat di Asia Cup nanti, tapi kami mentargetkan jadi finalis,” tegasnya. Kejuaraan Sofbol Asia Cup 2018 diikuti 9 negara. Yakni, Filipina, Jepang, Indonesia, Taipei, Hongkong, Thailand, Singapura, India, dan Malaysia. Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) memang memasang target meraih medali perunggu di Asia Cup 2018 menyamai hasil empat tahun lalu di Singapura. Menurut Leonardus, Asia Cup kali ini dijadikan persiapan menghadapi SEA Cup di Thailand, akhir Juli 2018 dan SEA Games Filipina 2019. Secara terpisah, pemain senior Timnas Sofbol Filipina, Leo Barredo juga mengakui persaingan di Asia Cup 2018, cukup ketat. “Bukan Jepang saja yang merajai sofbol Asia, tapi Indonesia patut diperhitungkan. Banyak pemain-pemain muda yang berkualitas,” ujarnya. Pemain berusia 31 tahun ini memang sangat mengenal sofbol Indonesia. Dia pernah memperkuat salah satu klub sofbol Indonesia pada Kejuaraan Sofbol Makassar Open 2017. “Saya sudah dua kali ke Indonesia dan banyak kenal dengan pemain sofbol Indonesia. Dan, saya juga pernah memperkuat salah satu klub yang menjadi juara di Makassar Open 2017,” ungkapnya. (Art) Skuat Timnas Sofbol Putra Indonesia: Nelwan Yumame (Papua Barat), Ferryanto (Kaltim), Aditya Pratama Hamzah (Sultra), Abriansyah (Sultra), Aditya Aulia Rachman (Jatim), Ahmad Ronaldo (Lampung), Anggana Budiman (Jabar), Heri Hairuman (Jabar), Dikdik Fauzi Darmawan (Dki Jakarta), Maliqul Mulqi Kentanadaku (Sultra), Luki Fidel Pacellengi (Sultra), Hermansyah (Kaltim), Rahman Yakin (Sultra), Efrianto Tri Syahputra (Sultra), Elwin Nulmansyah (DKI Jakarta), Alfan Sontiara (Jabar), dan Roli Mahendra (Kaltim).

Sabet Perunggu di Rusia, Tim Panjat Tebing Indonesia Mulai Bersaing di Level Dunia

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo (merah) sukses naik podium ketiga, di nomor speed world record putra dalam event IFSC Climbing World Cup Moscow, Rusia 2018. Minggu (22/4). (sportesnews)

Jakarta- Timnas panjat tebing Indonesia membuktikan kualitasnya menembus jajaran elite dunia dengan meraih medali perunggu pada kejuaraan International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup Moscow, Rusia 2018, 21-22 April 2018. Dalam siaran pers Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menyebut Veddriq Leonardo, yang notabene atlet pendatang baru di pelantas, menunjukkan kemampuannya. Ia masuk semifinal nomor speed world record putra, usai mengalahkan rekan senegara, Pangeran Septo Wibowo. Sayang, saat menantang Vladislav Deulin dari Rusia di semifinal, Veddriq kalah dengan catatan waktu 6,21 detik dibanding 5,81 detik. Di partai lain, Muhammad Hinayah juga masuk semifinal berhadapan dengan Reza Alipourshena dari Iran. Reza menang dengan catatan waktu 5,71 detik, sedangkan Hinayah 5,81 detik. Veddriq pun harus berhadapan dengan Hinayah dalam perebutan juara ketiga. Veddriq menang setelah Hinayah melakukan false start. Sementara, juara pertama untuk men’s speed world record diraih Reza Alipourshena dengan catatan waktu 5,82 detik dan posisi kedua Vladislav Deulin yang mencatatkan waktu 6,81 detik saat partai final. Untuk nomor speed world record putri, satu atlet Indonesia Aries Susanti Rahayu berhasil masuk semifinal. Namun, ia dikalahkan Iuliia Kaplina dari Rusia. Ia pun berhak melakoni ajang perebutan juara ketiga, dengan melawan Elen Timofeeva dari Rusia yang pada semifinal dikalahkan Anouch Jaubert dari Prancis. Dalam perebutan juara ketiga, Aries harus mengakui keunggulan Elen yang mencatatkan waktu 7,61 detik, sedangkan Aries 8,47 detik. Posisi pertama direbut Anouch setelah lawannya yakni Iuliia melakukan False Start. Meskipun dinyatakan menang, Anouch meminta kesempatan untuk melakukan pemanjatan solo guna memuaskan dirinya. Ia berhasil mencatatkan waktu 7,32 detik dan mendekati rekor dunia. Hasil lebih baik diharapkan bisa ditorehkan saat tampil di IFSC World Cup berikutnya di China.  “Senang sekali Indonesia sudah mulai bisa berbicara di IFSC World Cup. Atlet-atlet kita sudah masuk di jajaran elite dunia,” kata Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza, dalam rilisnya. “Dengan meraih perunggu, kami sudah membuktikan bisa mengatasi lawan-lawan dari negara lain,” ujar Faisol. (Art)

Pecatur 19 Tahun Paksa Legenda Dunia Remis, Novendra Juara di Bangkok

Pecatur Indonesia yang baru berusia 19 tahun, Novendra Priasmoro, menjuarai Turnamen Bangkok Chess Open 2018. (net)

Jakarta- Target PB PERCASI mencetak Grandmaster baru, perlahan mulai menunjukkan hasilnya. Lewat atlet ranking kedua Indonesia, Novendra Priasmoro, 19 tahun, impian melahirkan GM baru sudah di depan mata. Novendra menjadi kampiun turnamen Bangkok Chess Club Open, di Thailand, yang berakhir Sabtu (21/4). Ia membukukan 8 poin tanpa terkalahkan dalam kejuaraan diikuti oleh 196 pecatur dari 37 negara itu. Ia meraih 7 kemenangan dan dua kali remis. Hasil yang diraih pecatur nomor dua nasional ini cukup spektakuler. Dalam perjalanan menjadi juara, ia antara lain mengalahkan unggulan pertama GM Hrant Melkumyan (rating 2669) dari Armenia. Ia juga menahan remis GM Nigel Short (2662). Situasi yang menegangkan dihadapi pecatur Indonesia di akhir turnamen. Pada partai tekahir, atau kesembilan, pecatur dengan rating 2449 itu, harus menghadapi pecatur legendaris asal Inggris, Nigel Short, yang pernah tiga kali juara di ajang ini. Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, berkisah, sejak malam sebelum pertandingan ia menginstruksikan agar Novendra lebih dulu menawarkan remis sekitar tiga sampai lima langkah. “Tujuannya untuk menghormati nama besar Nigel Short. Sebab, sangat tak mungkin Nigel Short yang akan menawarkan posisi remis duluan, kalau tak terpaksa benar,” kata dia, seperti tertuang dalam rilis PB Percasi. Dalam lomba terakhir itu, Novendra dengan dingin meladeni Nigel, yang memakai Pertahanan Prancis. Di partai sebelumnya, ia mampu mengalahkan GM Anton Smirnov(2546), dari Australia, yang memakai pembukaan sama. Nigel mengambil taktik berbeda dengan Smirov pada langkah kesembilan. Tapi, hingga langkah ke-13 posisinya tetap tak bisa unggul. Pada langkah ke-16, Novendra sempat berniat menawarkan remis. Tapi melihat banyak pecatur yang menonton partainya, ia mengaku malu melakukannya. Pertarungan pun terus berlanjut. Akhirnya, waktu yang menentukan datang juga, pada langkah ke-28 setelah melihat posisi lawannya begitu kokoh, Nigel memutuskan menawarkan remis. “I offer you draw,” ucap Nigel sambil menatap Novendra. Tanpa berpikir lagi Novendra langsung mengulurkan tangannya yang berarti menerima tawaran tersebut. “Tawaran ini memang yang saya tunggu,” cerita Novendra. “Remis kan udah pasti juara sendirian, jadi saya ga pakai berpikir lagi, langsung saya sambar tangannya.” Dengan hasil ini, Novendra membukukan 8 poin tanpa pernah terkalahkan. Ia mencetak 7 kemenangan dan dua kali remis. Sungguh suatu gelar juara yang membanggakan. Selain itu, remis dari Nigel memberikan tambahan rating 2,7 poin atau secara total Novendra mendapatkan tambahan rating sebanyak 25,5 poin. Sejak Desember 2017, Novendra mendapat dukungan penuh dari United Tracktors (UT), perusahaan yang menjadi “bapak angkat” nya. Ia menjadi salah satu pecatur muda yang diproyeksikan untuk segera meraih gelar Grandmaster. Dengan posisi teratas Novendra, program PB PERCASI pada 2018, mengukir prestasi gemilang di ajang internasional. Sebelumnya, dalam Asian Youth Chess Championship 2018 di Chiangmai, Indonesia merebut dua medali emas dan satu perunggu, dan seluruh enam pecatur yang dikirim mampu masuk 10 besar dalam berbagai kategori. Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto menyatakan rasa bangganya dengan prestasi yang diraih Novendra. “Semoga ini jadi penyemangat bagi pecatur lainnya, untuk tak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Bukti bahwa atlet-atlet catur kita layak didukung dunia usaha, karena talentanya memang luar biasa,” kata Utut. (Art)

Tekuk Satria Muda di GOR Soemantri, Pelita Jaya Paksakan Gim Ketiga

Center Pelita Jaya, Chester Jarell Giles, turut membantu timnya memenangkan laga kedua final (IBL) Pertalite 2017-2018 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelita Jaya (PJ) akhirnya sanggup memperpanjang laga babak final berlanjut hingga gim ketiga, setelah menang 94-78 atas Satria Muda Pertamina, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada partai kedua final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017-2018, Sabtu (21/4). Dengan hasil ini, potensi PJ mempertahankan trofi IBL tetap terbuka. Berlaku sebagai tuan rumah, PJ berinisiatif tampil agresif. Mereka bahkan leading 17-0 ketika laga baru berjalan empat menit. Pertandingan sempat terhenti pada menit kelima, karena Hardianus (Satria Muda) dan Xaverius Prawiro (Pelita Jaya) terlibat perselisihan. Pelita Jaya unggul telak pada kuarter pertama. CJ Gilles dan kawan-kawan mengakhiri kuarter pertama dengan skor 36-17. Tensi laga memanas karena Xaverius Prawiro dan Avan Seputra berseteru. Satria Muda sempat bangkit pada kuarter kedua berkat kecemerlangan Dior Alexandros Lowhorn. Namun, Pelita Jaya berhasil mempertahankan keunggulan dengan skor 57-40. Pelita Jaya kembali menjauhkan selisih angka pada kuarter ketiga. Tim asuhan Johanis Winar itu unggul 76-62. Perselisihan kembali terjadi saat kuarter keempat berjalan dua menit. Kali ini, Dior Alexandros berseteru dengan Valentino Wuwungan. Pelita Jaya akhirnya sukses mempertahankan keunggulan hingga kuarter empat berakhir. Mereka menang dengan skor 94-78. (Art)

Unggul Rangking Tak Jaminan, Putri Indonesia Runner-up Kualifikasi Fed Junior 2018

Tim Putri Piala Fed Junior Indonesia (merah), berfoto dengan tim Fed Junior Australia, usai kalah 0-2 di partai final Kualifikasi. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia harus puas menjadi runner-up kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania 2018 usai langkah gemilangnya terhenti di partai puncak. Pada Sabtu (21/4), tim putri Indonesia menyerah kepada Australia 0-2 dalam final di lapangan tenis Serawak Lawn Tennis Association, Kuching, Malaysia. Meski di atas kertas Indonesia punya komposisi pemain yang lebih baik, hal ini tak menjamin tim Merah Putih melenggang di zona Asia/Oseania. Di partai pembuka, tunggal kedua Indonesia, Janice Tjen, takluk dari Anastasia Berezov dalam pertarungan dua set berdurasi 55 menit yang berkesudahan 2-6, 0-6. Peringkat junior ke-213 dunia ini kalah straight set, dari lawan yang bertengger di posisi ke-417 itu dengan skor akhir 2-6 dan 0-6. “Saya agak capek hari ini, kaki terasa berat melangkah sepanjang pertandingan final tadi,” tutur Janice usai laga. Pada partai berikutnya, tunggal utama Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, juga tidak mampu mencetak angka penyeimbang usai kalah dari ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki, dalam pertarungan dua set satu jam 10 menit yang berkesudahan 4-6, 3-6. Meskipun menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018 mendatang bersama dengan Australia, Jepang dan Hong Kong, yang menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali Indonesia mencicipi babak dunia, Pada sembilan tahun lalu, 2009. Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. “Selamat pada tim atas raihan ini, saya bangga atas mereka karena capaian ini lebih baik dari 2009 lalu, saat itu di playoff kita hanya semifinal, sedangkan saat ini kita bisa sampai final,” kata Ketua Umum Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar, dilansir Antara. Meskipun menjadi runner-up, Rildo menilai permainan tim Indonesia sangat baik dan hanya kalah jam terbang dari tim Australia dan Jepang yang dihadapi Indonesia di fase grup. “Dari yang saya ikuti, dua kekalahan kita di kualifikasi Piala Fed Junior 2018, karena kalah jam terbang dari Australia dan Jepang. Karenanya setelah mereka pulang kami akan susun program untuk pemain bertanding di berbagai turnamen luar negeri dan dalam negeri,” ucap Rildo berharap. Setelah kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania ini, Rildo menyebutkan pihaknya akan memberi fasilitas “wild card” pada tim Indonesia yang terdiri dari Janice Tjen, Priska Madelyn dan Nadya Dhaneswara, dalam kejuaraan Indonesia Women`s Future berhadiah total 15 ribu dolar AS dalam waktu dekat. (Art)

Masuki Usia Perak ke-25, Klub Garuda Inginkan Baseball-Softball Jadi Sport Industri

Garuda Baseball-Softball Club merayakan ulang tahun yang ke-25, pada Sabtu (21/4), di kawasan, Senayan, Jakarta. (Ham/NYSN)

Jakarta- Usai melangsungkan turnamen Tee Ball pada 14-15 April lalu, Garuda Baseball-Softball Club merayakan ulang tahun yang ke-25, pada Sabtu (21/4). Klub yang berdiri sejak 1993 ini, merayakan ulang tahunnya yang bertepatan dengan hari Kartini, di Plaza FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Harapan demi harapan selalu disematkan, dalam setiap acara perayaan tahunan klub baseball-softball yang berasal dari dari kawasan Selatan Jakarta ini. Apalagi, kini usia klub sudah memasuki usia perak (silver anniversary). “Di usai kami yang ke-25 ini, kami fokus pada pembinaan atlet usia dini, dan prestasi. Yang Kedua, membangun hubungan baik serta kerjasama, antara klub Garuda dengan Pengprov Perbasasi DKI Jakarta, serta menjaga hubungan horizontal dengan klub-klub baseball di DKI Jakarta,” ujar Febrinaldy Darmansyah, ketua umum Garuda Baseball-Softball Club periode 2017-2018. Febrinaldy juga menginginkan jika kelak Baseball-Softball menjadi sebuah industri olahraga, seperti halnya cabang olahraga sepak bola. Namun, semua itu dijalankan segala proses yang tidak pendek, mengingat olahraga Baseball-Softball belum cukup populer. “Kita berharap olahraga baseball-softball menjadi sebuah industri olahraga. Tantangannya adalah agar khalayak umum mau menonton olahraga ini, dan harus memiliki bukti dari segala sisi, jika olahraga ini pun bisa sejajar dengan sepak bola, ” tambah pria kelahiran Jakarta 48 tahun silam. Hingga kini, Garuda tidak menggandeng sponsor dari pihak manapun dalam menjalankan aktifitasnya. Dukungan bagi klub di kawasan Lebak Bulus ini banyak berasal dari swadaya seperti swasta, maupun instansi terkait. “Support atas persiapan dan keberangkatan tim saat terlibat dalam sebuah event, selalu dilakukan secara swadaya. Dan hingga saat ini, kami masih mampu menghidupi kegiatan kami sendiri,” pungkasnya. (Dre/Ham)

Misi Balas Dendam, Tim Basket SMAN 13 Bungkam SMAN 6 Depok Dengan Skor Ketat

Tim Basket Putra SMAN 6 Depok (hitam) harus takluk dari SMAN 13 dengan skor ketat 28-29, dalam laga perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 13 Depok berhasil menaklukkan SMAN 6 Depok dengan skor 29-28 di laga perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (21/4). Ini menjadi misi balas dendam. Sebelumnya, tim basket SMAN 13 harus mengakui ketangguhan SMAN 6 di ajang semifinal Hexa Cup 2018. Saat it, SMAN 6 menang dengan skor 53-33. “Senang bisa memenangkan pertandingan ini. Apalagi kami mampu memimpin sejak awal-awal kuarter. Beberapa pemain juga mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Ari Adiska, Pelatih Tim Basket SMAN 13, Sabtu (21/4). Sejak wasit melakukan jump ball tanda permainan dimulai. SMAN 6 mengambil inisitif serangan, namun beberapa kali tembakan dari para pemain belum membuahkan angka. Hingga tembakan bebas dari small forward Ibnu Fajar Setiawan, membuat SMAN 6 mampu memimpin 1-0. Tak menyerah, SMAN 13 melalui pemain bernomor punggung 99, Bagas Nugraha Putra, mampu menghasilkan dua angka. Kedudukan menjadi 3-2. Angka SMAN 13 bertambah usai tembakan tiga angka dari pemain bernomor punggung 24, Bagus Kumala Aji, yang sukses bersarang dijaring lawan. Skor menjadi 6-3. Kedua tim masih terus berusaha menekan. Bagus kembali melakukan tembakan tiga angka hingga mengubah kedudukan menjadi 12-5 untuk SMAN 13 yang menuntaskan kuarter pertama dengan skor 15-5. Kuarter kedua, SMAN 6 berusaha mengejar ketertigalan. Namun, aksi ciamik dari pemain bernomor punggung 11, Ilham Ramadhan makin memperlebar angka SMAN 13 atas SMAN 6 menjadi 17-7, dan akhirnya mengunci kemenangan di kuarter ini dengan skor 17-8. Hingga berjalan lima menit, skor kedua tim di kuarter ketiga belum berubah. SMAN 6 mampu menambah 1 angka memalui Ibnu, skor menjadi 9-17. Namun, SMAN 13 kembali memanen angka usai Bagus menambah angka menjadi 20-13. Kuarter ini berakhir dengan skor 20-14 untuk SMAN 13. Memasuki kuarter keempat, pertandingan kedua tim makin panas. Percobaan tembakan tiga angka yang dilancarkan SMAN 13 melalui Bagas gagal. Angka bertambah usai pemain dengan nomor 13 dari SMAN 6, Dafanayudhistira menipiskan jarak menjadi 18-24. Begitu juga tembakan tiga angka dari Ibnu yang menipiskan kedudukan 25-26. Namun, SMAN 13 mampu membungkus kemenangan atas SMAN 6 dengan skor tipis 28-29. “Kemampuan pemain lawan bagus. Kami kurang percaya diri saat awal main. Tapi, kami berusaha menekan lawan. Untuk pertandingan selanjutnya masih banyak yang harus dibenahi,” ungkap Ilham, kapten tim SMAN 13. Sementara, Kevin Nuardy Erdiham, Pelatih SMAN 6 mengaku kekalahan anak asuhnya lantaran diengaruhi beberapa faktor. “Stamina pemain kami berkurang, karena paginya kami juga bertemu dengan SMAN 13 disemifinal ajang HEXA Cup 2018. Tapi, kami puas dengan penampilan mereka, meski stamina sudah terkuras,” tutur Kevin. “Kami terlalu over confidence. Jadi dipertandingan tadi tidak maksimal bermain secara teamwork. Apalgi diawal kami sudah ketinggalan jauh. Tapi, kami berusaha terus dan hasilnya di kuarter terakhir angkanya juga beda tipis,” timpal Ibnu, small forward SMAN 6. (Adt)

Taklukkan Merpati Bali, Surabaya Fever Kampiun Srikandi Cup 2017-2018

Surabaya Fever menunjukkan kekuatannya sebagai tim terbaik putri saat ini da menjadi juara Srikandi Cup 2017-2018. (srikandicup.com)

Cirebon- Surabaya Fever mengukuhkan diri menjadi juara Srikandi Cup 2017-2018 setelah menundukkan Merpati Bali pada final playoff di GOR GMC Cirebon, Sabtu (21/4). Fever menang dengan skor 61-47. Sebelumnya, Surabaya Fever menyapu bersih tiga seri di Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Sial bagi Merpati Bali, mereka justru selalu menjadi runner-up di tiga seri itu plus runner-up lagi di final playoff. Namun, tak seperti pada final tiga seri sebelumnya, kali ini Fever mendapat perlawanan yang ketat dari Merpati. Bahkan, anak asuh Wellyanto Pribadi sempat tertinggal 25-29 dari Merpati saat halftime. “Kami lengah. Banyak tembakan yang tak masuk dan para pemain juga kalah dalam offensive rebound,” ujar Wellyanto. “Persentasi tembakan kami juga sangat minim. Cukup mengejutkan juga kami bisa juara dengan kondisi seperti itu, ” sambungnya. Momentum yang sudah dibangun Merpati Bali kembali hilang saat kuartet ketiga bergulir. Bahkan Ranie Palma dkk. sempat tertinggal 0-14 dari Fever. “Kami melakukan 26 turnover, itu yang menjadi masalah. Seperti yang sudah terjadi di tiga kuarter sebelumnya, kami selalu kehilangan momentum di kuarter ketiga, “ujar pelatih Merpati Bali, Bambang Asdianto Pribadi. Nathasa Debby Christaline menjadi pemain terproduktif Surabaya Fever dengan raihan 15 poin. Adapun di kubu Merpati Bali, Yusranie Noory Assipalma tampil cemerlang dengan raihan 10 poin dan 10 rebound. (Art)

Rilis Pemain Timnas Putri U-16 Disiapkan, Stadion Atletik Jadi Venue AFF U-16 Wanita

Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere, akan merilis daftar pemain terpilih dalam event AFF U-16 Girls Championship 2018, pada Kamis (26/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Dua minggu jelang event AFF U-16 Girls Championship 2018, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere akan merilis daftar pemain terpilih, pada Kamis (26/4). Hingga kini, total pemain sudah mengerucut menjadi 24 nama, namun bongkar-pasang pemain dalam tim, masih menjadi kendala, terutama saat latihan. “Sulit mencari pemain putri U-16, karena tak ada kompetisi di sektor ini. Dan, saat didapat, kami harus ajarkan lagi dari awal,” ucap Rully pada Jumat (20/4). Solusinya, ia dan PSSI, mencoba melakukan kontak dengan pihak sekolah di berbagai daerah, termasuk sekolah nasional maupun internasional, untuk menyumbang pemain. Meski cara ini tidak cukup efektif, Rully sanggup mengumpulkan pemain, yang terhitung memiliki skill bermain bola, dalam level pemain putri remaja. Rencananya, rilis nama pemain Timnas Putri U-16, akan diumumkan pada Kamis (26/4). Lalu Carla Bio Pattinasarany dkk bertolak ke Palembang, dan menjalani sesi latihan perdana, pada Jumat (27/4) pagi. Dengan total skuad 24 orang, bagi Rully dirasa sudah cukup. Namun ia akan mencoret satu nama lagi, dalam kurun waktu sepekan kedepan, sebelum pengumuman. “Jumlah maksimal pemain yang didaftarkan 23 orang. Namun, sebagai tuan rumah, jika bisa membawa 23 pemain ya kenapa tidak. Tapi kalau cuma 20 orang kompeten, ya hanya 20 yang dibawa,” tambahnya. AFF U-16 Girls Championship 2018 dihelat pada 1 – 13 Mei 2018, dengan sistem setengah kompetisi. Menurut Pengurus Asprov PSSI Sumsel, Faisal Mursyid, kegiatan ini akan diikuti oleh 9 negara. Indonesia tergabung di grup B bersama tim Thailand, Kamboja, dan Laos. Lima negara lain berada di grup A, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Myanmar. “Kegiatan event ini, akan dilaksanakan di Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC),” ujarnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (20/4). Faisal melanjutkan, saat ini belum ada permintaan dari PSSI, untuk meminjam lapangan guna menggelar Training Camp (TC), bagi timnas yang akan berlaga. Namun, pihaknya telah mengantisipasi jika diminta untuk menyediakan lapangan untuk berlatih, maka Stadion cabor Baseball yang ada di kompleks JSC, menjadi pilihannya. “Andai itu pun tak memungkinkan, bisa memakai Stadion Bumi Sriwijaya. Sebab dua lapangan itu diproyeksikan untuk Asian Games 2018,” ungkap Faisal. Ia menuturkan, kegiatan ini jadi semacam agenda test event. Sebab, panitia yang terlibat saat ini, akan sama dengan panitia yang akan bekerja pada saat Asian Games 2018. “Kami berharap, panitia yang akan terlibat dalam Asian Games 2018 khususnya di cabang olahraga sepakbola wanita, agarbisa lebih siap,” pungkasnya. (Dre)

Takluk 1-2 Dari SSB Villa 2000 U-13 Putra, Pelatih Timnas Putri : Anak-anak Kurang Cerdas !

Melawan tim putra SSB Villa 2000 U-13 (oren), Timnas Putri Senior masih belum padu dan solid, sehinga akhirnya menyerah dengan skor akhir 1-2. (Ham/NYSN)

Sawangan- Timnas Putri Indonesia Senior kembali merumput kontra tim putra SSB Villa 2000 U-13, dalam laga uji coba, di komplek National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, pada kamis (19/4) sore. Uji coba kali ini Zahra Muszadalifah dan skuat, harus menerima kekalahan dengan skor akhir 1-2. Gol tunggal milik tim Srikandi Indonesia, diciptakan oleh Dwi Apriliani. “Kepercayaan anak-anak kurang, dan personality (mental individu) terlihat belum matang. Yang seharusnya passing, tapi malah meliuk-liuk, akhirnya bola lepas,” jelas pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, pada Kamis (19/4). Satia memastikan jika yang perlu diperhatikan oleh pemain adalah membaca kemampuan lawan. Momentum melakukan passing, shooting dan defending, masih sangat perlu untuk dipelajari. “Memilih dan menentukan keputusan, itu nanti yang akan kita tekankan. Hari ini ada beberapa hal seharusnya tidak perlu, malah dilakukan. Kiper juga gitu, ada lawan di tengah, malah dia oper kasih ke tengah,” tambahnya. Laga sparring kali ini dilakukan tiga babak dan tiap babak berjalan 30 menit. Babak pertama berjalan, Timnas Putri sudah tertinggal 1-0. Saat babak kedua dimulai, kembali Villa 2000 U-13 mampu merobek jala Kiper Timnas yang dijaga Norvince Boma. Beruntung, di babak pamungkas, Dwi Apriliani dapat mengurangi selisih skor. Sementara itu, Ibnu Wibowo selaku pelatih Villa 2000 U-13, mengomentari peforma anak asuhnya meladeni Laskar Kartini. “Soal mental saja, karena yang mereka hadapi levelnya sudah nasional, meski itu wanita. Sebelum bermain, pemain ada yang sempat down, tapi setelah tampil, justru santai,” cetus Ibnu. Menjelang laga uji coba melawan klub sepak bola putri asal Thailand pada 30 April nanti, Satia berharap akan ada uji coba dengan negara lain sebelumnya, mengingat Thailand pernah lolos ke putaran Piala Dunia Wanita. “Harus sadar, level kita sampai mana. Idealnya ada pra uji coba, sebelum match. Walau kalah 8-0, tapi tahu apa yang harus diperbaiki. Melawan Thailand itu, uji coba yang tak main-main,” pungkas pria 57 tahun tersebut. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2

Panggil Bek 18 Tahun, Timnas U-23 Siapkan 24 Pemain Di Anniversary Cup 2018 PSSI

Bek 18 tahun asal PSMS Medan, Firza Andika (11), akhirnya dipanggil Timnas U-23 masuk dalam skuad persiapan Turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas memanggil 24 pemain untuk persiapan menghadapi turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Turnamen ini akan dimulai pada 27 April hingga 3 Mei, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Selain Indonesia, turnamen yang juga ajang test event Asian Games ini diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara. Ajang ini menjadi persiapan, sekaligus tantangan bagi Garuda Muda jelang tampil di Asian Games mendatang. “Kami memanggil 24 pemain untuk persiapan mengikuti PSSI Anniversary Cup 2018. Ini turnamen bagus buat kami, apalagi diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara, yang merupakan tim kuat di Asia,” kata Luis Milla. “Saya memanggil tiga pemain senior yakni Andritany, Lerby, dan Spaso. Kami ingin pemain belajar dari turnamen ini, jadi bukan soal menang atau kalah. Namun saya dapat melihat sampai dimana level dan perkembangan permainan mereka,”tambah pelatih asal Spanyol itu. Sebagian besar pemain yang dipanggil untuk PSSI Anniversary Cup 2018, merupakan pemain yang juga pernah mengikuti pemusatan latihan sebelumnya yang dihelat pada bulan Januari, Februari dan Maret lalu. Seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Evan Dimas, M Hargianto, Septian David, Egy Maulana, Ilham Udin dan lain-lain. Bhayangkara FC merupakan klub penyumbang pemain paling banyak disusul oleh Bali United, Barito Putera, Persebaya, Persija, Selangor FA dan klub-klub lainnya. Pada pemanggilan ini, ada muka baru yakni pemain PSMS Medan, Firza Andika, yang juga pilar belakang Timnas U-19. Selain itu, striker senior Borneo FC, Lerby Eliandry juga dipanggil untuk menemani dua pemain senior lainnya yakni Andritany dan Ilija Spasojevic. Pemusatan latihan untuk PSSI Anniversary Cup dimulai pada 23 April nanti. Sebagai persiapan Asian Games 2018, Timnas U-23 menjalani program TC secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari, dalam setiap bulan. Hal ini memberi kesempatan pemain tampil di kompetisi bersama klubnya. Setiap TC, timnas U-23 selalu melakukan agenda ujicoba lokal maupun internasional. Pada ujicoba terakhir, M Hargianto dkk menang telak 3-0, atas tuan rumah Singapura. (Dre/Ham) Skuat Timnas U-23 Kiper 1. Andritany Ardhiyasa, Persija 2. Satria Tama, Madura United 3. Awan Setho Raharjo, Bhayangkara FC Belakang 4. Hansamu Yama Pranata, Barito Putera 5. Andy Setyo, PS Tira 6. Bagas Adi, Arema FC 7. Ricky Fajrin, Bali United 8. I Putu Gede, Bhayangkara FC 9. Gavin Kwan Adsit, Barito Putera 10. M Rezaldi Hehanusa, Persija 11. Firza Andika, PSMS Medan Tengah 12. Evan Dimas, Selangor FA 13. Zulfiandi, Sriwijaya FC 14. Muhammad Hargianto, Bhayangkara FC 15. Hanif Sjahbandi, Arema FC 16. Saddil Ramdani, Persela 17. Septian David, Mitra Kukar 18. Egy Maulana, Lechia Gdansk 19. Osvaldo Haay, Persebaya 20. Irfan Jaya, Persebaya 21. Febri Hariyadi, Persib Depan 22. Ilham Udin, Selangor FC 23. Lerby Eliandry, Borneo FC 24. Ilija Spasojevic, Bali United

Pelajar SKO Ragunan Ikut Kejuaraan Asia Remaja Angkat Berat di Uzbekistan, Sinyal Positif Pembibitan Junior

Dua atlet SKO Ragunan, Jakarta, mengikuti Kejuaraan Remaja Angkat Berat di Uzbekistan, 20-30 April 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Dua atlet pelajar Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, yakni Muhammad Fathir (56 Kg Putra) dan Juliana Klarisa (53 Kg Putri), akan bertanding di Kejuaraan Asia. Bertajuk ’19th Asian Youth Weightlifting Championship 2018′, mereka tampil di Uzbekistan, 20-30 April. Kejuaraan Asia yang diikuti 28 negara itu jadi kualifikasi Youth Olympic di Argentina, pada Oktober 2018. Mereka berhak tampil di Kejuaraan Asia setelah menjadi juara tingkat nasional di kelasnya. Fathir juara di kelas 56 Kg Remaja Putra pada Kejuaraan Satria Remaja di Yogyakarta, November 2017.Dan Juliana kampiun di kelas 53 Kg Remaja Putri di ajang yang sama. “Saya ingin kedua atlet ini memberikan prestasi untuk Indonesia. Mereka adalah bibit regenarasi angkat besi melapis seniornya seperti Eko Yuli Irawan, Triyatno dan lainnya,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat melepas keberangkatan dua atlet SKO Ragunan itu, di Lapangan Tenis Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4). Saat ini, jelas Isnanta, SKO Ragunan cabang olahraga (cabor) angkat besi tengah membina enam atlet yang terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Dan, salah satu atlet putri dikelas 48 Kg atas nama Yolanda Putri, kini tengah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018. “Dalam kurun waktu dua tahun berdirinya cabor angkat besi di SKO Ragunan telah menyumbangkan beberapa atlet andalannya untuk Indonesia. Saya harap ini menjadi sinyal positif sebagai pembibitan di Indonesia,” tutup Isnanta. (Adt)

Promo Piala Dunia 2018 Rusia, Legenda MU Teddy Sheringham Ke Jakarta 2 Mei

Legenda Manchester United, Teddy Sheringham, akan berkunjung ke Indonesia pada 2 Mei nanti, dalam rangka kampanye Piala Dunia 2018 Rusia. (goal.com)

Jakarta- Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia dipastikan dapat kembali dinikmati jutaan penggila bola di Tanah Air. PT Futbal Momentum Asia (FMA) berhasil meraih seluruh hak eksklusif di Indonesia terkait penyiaran Piala Dunia 2018. FMA mendapatkan hak eksklusif atas semua hak media, hak siar dan hak komersial terkait hajatan olahraga terbesar sejagat itu. Termasuk hak atas transmisi penyiaran di Indonesia dan kepulauannya. Cakupan tersebut termasuk spektrum lengkap dari platform media dan penyiaran. Tak terbatas kepada free to air televisi, pay-to view, satellite and TV cable, radio, juga termasuk platform zaman now, yakni ponsel, broadband dan internet protocol television. FMA juga mendapatkan hak semua pertandingan tiga turnamen FIFA, yaitu Piala Dunia, Piala Dunia Wanita U-17 dan Piala Dunia Wanita U-20 yang semua digelar pada 2018. Dengan kanal publikasi begitu lengkap, FMA yang mengakusisi Nine Sport akhir 2016 lalu siap mendulang rupiah dari momentum Piala Dunia 2018 dan perhelatan lain. Nine Sport merupakan promotor yang sukses membawa klub-klub Eropa tampil di Indonesia seperti Ajax Amsterdam, AS Roma, Juventus, Hamburger SV, Sevilla hingga mengakomodasi persiapan tim Indonesia bertanding di Eropa. Pemilik Nine Sport adalah Arief Putra Wicaksono, suami Gendis Siti Hatmanti, putri keluarga Cendana, yakni Bambang Trihatmodjo. Arief menjabat Chief Commercial Officer (CCO) di FMA. FMA belum menyebut nilai pembelian hak siar eksklusif Piala Dunia 2018. Sebagai ilustrasi, pada Piala Dunia 2014, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menggelontorkan dana US$ 54,1 juta membeli hak eksklusif siaran dari Federation Internationale de Football Association (FIFA). Lalu, VIVA mengganti biaya-biaya yang dikeluarkan PT Inter Sports Marketing sehubungan proses persiapan, negoisasi, dan eksekusi licence agreement US$ 4,44 juta dan membayar biaya konsultasi US$ 3 juta. Dalam keterangan resminya, Senior Vice President FMA Shanna Murady bilang, berkaca dari Piala Dunia 2014, Indonesia menjadi negara nomor satu di dunia dengan rating tertinggi dengan rata-rata 120 juta-150 juta penonton televisi kumulatif. FMA berharap, jumlah itu bisa pecah rekor di Piala Dunia 2018. Apalagi pembukaan hajatan empat tahunan ini akan bertepatan dengan Lebaran yang diprediksi jatuh pada 14 Juni 2018. Daya tarik sepakbola yang kuat membuat media televisi, radio dan penyiaran online, berlomba untuk memperoleh hak siar Piala Dunia 2018. Ini modal FMA jualan hak siar di Tanah Air. Maklum, mereka tak punya media televisi, online atau kanal lain. Sementar itu, legenda Manchester United Teddy Sheringham, dijadwalkan bakal mengunjungi Tanah Air pada awal Mei mendatang. Kehadiran Sheringham, adalah untuk melakukan kampanye Piala Dunia 2018 di Indonesia. Pemegang lisensi Public Exhibition Piala Dunia, PT Pesta Bola Indonesia, yang membawa Sheringham. Diharapkan dengan kedatangan pria asal Inggris membuat demam Piala Dunia ikut dirasakan masyarakat Indonesia. “Insya Allah Teddy Sheringham akan datang ke Indonesia tanggal 2 Mei. Ini sebagai kampanye Pesta Bola Public Exhibition Piala Dunia,” kata Deputi President Director Pesta Bola Indonesia Pongky Rivawanto, di Jakarta. Pesta Bola saat ini menjalin kerja sama dengan PT Futbal Momentum Asia yang memegang lisensi eksklusif di Indonesia atas hak media, siaran, dan komersial terkait Piala Dunia 2018 Rusia. (Ham)

Kuasai Hak Siar Eksklusif Turnamen Bergengsi di Eropa, FMA Targetkan Indonesia Jadi Raja Rating

Hak lisensi penayangan Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim 2018-2019 hingga 2020-2021, akhirnya dimiliki oleh PT Futbal Momentum Asia (FMA). (ham/NYSN)

Jakarta- PT Futbal Momentum Asia (FMA), sejak Maret lalu, resmi memiliki hak lisensi penayangan Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim 2018-2019 hingga 2020-2021. Hal ini disampaikan FMA dalam event peluncuran hak lisensi itu di Jakarta, pada Rabu (18/4). Perusahaan pemasaran olahraga ini meraih hak untuk melakukan sub-lisensi penayangan tiga ajang bergengsi itu di wilayah Indonesia. Lisensi ini meliputi hak penyiaran eksklusif penayangan TV analog, digital, TV berbayar, TV satelit, IPTV, serta streaming berbasis web dan aplikasi. Artinya FMA bisa melakukan perluasan penayangan cuplikan pertandingan, media sosial, public exhibition, siaran radio dan lain-lain. FMA pun boleh memilih partner menyiarkan pertandingan tiga event Turnamen di benua biru itu. Hak Eksklusif itu mencakup semua hak siar dan komersial, termasuk hak atas transmisi di Indonesia dan kepulauannya. Tak hanya hak siar televisi free to air, juga pay per view, satellite, cable, radio, ponsel, hingga broadband. Keberhasilan FMA dalam memiliki hak siar Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa ini melengkapi kinjera mereka. Pada Oktober 2017 lalu, FMA resmi menyandang status sebagai pemilik hak eksklusif lisensi media untuk Piala Dunia 2018 buat wilayah Indonesia. “Kami sangat gembira bahwa sekali lagi kami telah diberi kepercayaan untuk menghadirkan turnamen terbaik kelas dunia ke hadapan para pencinta sepak bola di Indonesia,” ucap David Khim, CEO FMA. “Laga Liga Champions yang biasa tayang pukul 02.00 dini hari WIB, mampu menarik minat 3 juta penonton. Ratingnya tinggi dan ini gambaran antusiasnya pencinta sepak bola Indonesia menyaksikan tayangan turnamen bergengsi klub Eropa ini,” tuturnya. Hal ini juga diakui oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewabroto, yang turut hadir dalam acara ini. Dalam kesempatan ini, Gatot sangat mendukung dan berharap FMA bisa menjadi penghubung antara fan dengan sepak bola itu sendiri di Indonesia. Selain itu, ia berharap FMA mendidik masyarakat untuk bijak memakai saluran penayangan pertandingan yang resmi. “Kemenpora juga mendapat hak menggelar nonton bareng Piala Dunia 2018 dan kami tahu seperti apa aturan serta regulasi untuk mendapatkannya, dan itu adalah hal yang tidak mudah,” kata Gatot. Dalam acara launching ini, FMA juga mengundang beberapa komunitas dari klub-klub besar Eropa yang ada di Indonesia. Komunitas itu di antaranya Indonesian Manchester United, Big Reds Indonesia, Pena Real Madrid Indonesia, Pena Barcelonista Indonesia, Chelsea Indonesia Supporter Club, Roma Club Indonesia, dan lainnya. (Dre)

Gagal Pecahkan Rekornas Hari Ke-3 FAI 2018, Ratu Renang Jatim Tetap Tampil Terdepan

Adinda Larasati Dewi mengukir catatan sebagai ratu renang di hari ketiga Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018, usai menjuarai nomor 200 Meter Gaya Bebas Putri. (istimewa)

Surabaya- Perenang Tuan Rumah kembali unjuk gigi dalam hari ketiga Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018, di Kolam Renang KONI Jawa Timur, Surabaya (18/4). Perenang remaja berusia 18 tahun, Adinda Larasati Dewi, lagi-lagi melesat jadi yang terdepan, meski gagal menajamkan rekornas di nomor 200 Meter Gaya Bebas Putri (2.03.01). Menyusul di posisi dua, Ressa Kania Dewi yang juga membela Jatim (2.05.04). Perenang Jawa Tengah, Sagita Putri Krisdewanti, harus puas di peringkat tiga (2.07.30). Sedangkan 200 Meter Gaya Bebas Putra jadi milik perenang Jawa Barat, Aflah Fadlan Prawira (1.52.78). Ia mengungguli Putra M Randa dari DKI Jakarta yang ada di posisi dua (1.52.98), dan perenang Bali, Agus Nuarta, di peringkat tiga (1.54.61). Gede Siman Sudartawa yang membela DKI Jakarta, menjadi raja di nomor 100 Meter Gaya Punggung Putra (55.67), disusul wakil Jawa Barat, Ricky Anggawijaya, yang ada di peringkat dua (56.68). Perenang ibukota lainnya, Dwiki Anugrah ada di peringkat tiga (58.59). Nomor 100 Meter Gaya Punggung Putri dikuasai perenang tuan rumah, yakni Nurul Fajar Fitriyati yang menjadi juara (1.03.74), lebih cepat dari perenang Jawa Barat, Yessy Yosaputra, yang ada di peringkat dua (1.06.07). Lalu Dewi Novita Lestari dari Bali ada di posisi tiga (1.07.10). Perenang Jabar Triadi Fauzi menjadi yang tercepat dalam nomor 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putra (24.66), unggul tipis dari salah satu wakil Jawa Timur, Glenn Victor, (24.76), sementara perenang Sumatera Barat, Abrian Adri Nyoman berada di peringkat tiga (25.55). AA Istri Kania Ratih yang membela DKI Jakarta menguasai nomor 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putri (28.35), unggul dari perenang Kalimantan Utara, Angel Gabriella Yus, yang ada di posisi dua (28.98), dan Sofie Kemala dari DKI Jakarta dipaksa menduduki peringkat tiga (29.00). Nama Aflah Fadlan Prawira dari Jawa Barat kembali menjadi yang teratas, kali ini di nomor 400 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra (4.33.74). Menyusul di posisi dua, perenang Jawa Barat lainnya, Athalarik Maulidio (4.39.87), dan Adityastha Rai Wratsangka dari DKI Jakarta, ada di peringkat tiga (4.43.07). Sebagai penutup memainkan partai final nomor 400 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri, yang dikuasai perenang Riau Azzahra Permatahani (5.04.90), dibuntuti dua perenang Bali, yakni Desak Made Sri Widyadari di posisi dua (5.21.49), dan Andini Carrisa Sugiarta di peringkat tiga (5.23.12). Bali masih merajai perolehan medali dengan 35 emas, 28 perak dan 21 perunggu. Posisi dua diduduki tuan rumah Jawa Timur, dengan 34 emas, 18 perak dan 27 perunggu. DKI Jakarta yang sudah mengoleksi 22 emas 30 perak dan 30 perunggu ada di peringkat tiga. Jawa Barat ada di posisi empat dengan 21 emas 19 perak dan 16 perunggu. Pada Kamis (19/4), merupakan hari terakhir pertandingan cabang Renang, akan memainkan partai final 200 Meter Gaya Kupu-Kupu, 50 Meter Gaya Bebas, 200 Meter Gaya Dada, serra 1500 Meter Gaya Bebas sektor Putra dan Putri, yang akan start Pukul 17.00 WIB. (art)

Dua Hari Berturut-Turut, Dara 18 Tahun Pertajam Rekornas Gaya Bebas Putri di FAI 2018

Perenang Jawa Timur berusia 18 tahun Adinda Larasati Dewi, menajamkan rekornas di nomor 800 meter gaya bebas putri dan menjadi rekornya yang kedua dalam FAI 2018. (istimewa)

Surabaya- Adinda Larasati Dewi, perenang Jawa Timur kembali menorehkan prestasi usai menajamkan rekornas di nomor 800 meter gaya bebas putri dengan catatan 8 menit 52,80 detik. Rekor nasional ini dibukukan Adinda pada laga hari kedua Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 di Kolam Renang Koni Jatim, Surabaya, Selasa (17/4). Lebih cepat dari rekornas lama milik Raina Saumi 8 menit 53,61 detik di Singapura 2016. Adinda menyisihkan Ressa Kania Dewi di peringkat dua 09 menit 03,75 detik. Ketiga Raina Saumi 09 menit 16,84 detik. Sehari sebelumnya, dara 18 tahun ini juga memecahkan rekornas di nomor 400 meter gaya bebas putri. “Senang sekali, sudah bisa pecah 2 rekornas. Pelatih bilang bagus dan juga terima kasih support dari kedua orang tua dan semua pihak yang berteriak di tribun penonton, membuat saya semangat. Doakan saja bisa buat rekornas lagi di nomor 200 meter gaya bebas,” ucap Adinda pada Selasa (17/4). “Alhamdulillah, kami bersyukur dihari kedua FAI ada lagi Rekornas baru tercipta lagi oleh perenang muda yang berusia 18 tahun. Artinya Adinda masih punya potensi untuk lebih maju dengan mendapatkan pembinaan yang lebih intensif dan terprogram dengan baik,” ujar Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie. Adinda juga berhasil menjadi yang tercepat di nomor 100 meter gaya bebas putri, nyaris memecahkan rekornas dengan catatan 57,12 detik. Rekornas 100 meter adalah 57,05 detik milik Patricia Yosita. Diikuti Ressa Kania 58,81 detik dan ketiga Sagita Putri (Jateng) 59,02 detik. Sementara, nomor 100 meter gaya bebas putra masih menjadi milik Triadi Fauzi dari Jawa Barat dengan waktu tercepat 51,07 detik. Kedua Erick Ahmad Fathoni 52,57 detik dan ketiga Putra M.Randa 52,87 detik. Nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra finish pertama Triadi Fauzi (Jabar) 53,69 detik diikuti Glen Victor (Jatim) 55,56 detik dan ketiga Adityastha (DKI) 56,27 detik. Pada nomor 50 meter gaya dada putra Indra Gunawan (Jatim) unggul 28,98 detik, lalu Gagarin Nathaniel Yus (DKI) 29,01 detik dan ketiga M.Fachri (Jabar) 29,18 detik. Nomor 50 meter gaya dada putri milik Margaretha Kretapradani (Jateng) 34,52 detik, kedua Mutiara Reshinta (Jatim) 34,77 detik dan ketiga Nurita 34,88 detik. Di 200 meter gaya punggung putra Ricky Anggawijaya (Jabar) jadi yang tercepat 02 menit 03,74 detik. Posisi kedua Farrel Tangkas (Jabar) 02 menit 05,27 detik dan ketiga Dwiki Anugrah (DKI) 02 menit 09,35 detik. Nomor 200 meter gaya punggung putri milik Nurul Fajar (Jatim) 02 menit 17,71 detik, kedua Yessy Yosaputra (Jabar) 02 menit 21,92 detik dan ketiga Azzahra Permatahani (Riau) 02 menit 23,66 detik. Pada nomor 100 meter gaya kupu–kupu putri finish pertama Intan Putri (Bali) 01 menit 04,21 detik, kedua Desak Made (Bali) 01 menit 04,38 detik dan ketiga Hanna Christina (Jateng) 01 menit 04,84 detik. Pada nomor 800 meter gaya bebas putra milik Fadlan Prawira (Jabar) 08 menit 19,80 detik, kedua Athalarik Maulidio (Jabar) 08 menit 27,20 detik dan ketiga Joe Aditya (DKI) 08 menit 30,81 detik. Pada Rabu (18/4), cabang renang masih memainkan beberapa partai final putra dan putri, diantaranya nomor 200 Meter Gaya Bebas, 100 Meter Gaya Punggung, 50 Meter Gaya Kupu-Kupu, serta 400 Meter Gaya Ganti Perorangan, yang akan start final mulai Pukul 17.00 WIB. Sedangkan babak penyisihan pukul 08.00 WIB pagi. Perolehan medali sementara, Jawa Timur di peringkat satu dengan koleksi 24 emas, 13 perak, 19 perunggu. Diikuti Bali (20-20-12) , Jawa Barat (16-10-11), DKI Jakarta (15-18-27), Jawa Tengah (10-11-6). (art)

Honda Dream Cup 2018 Berputar Hingga Oktober, Hadirkan Kelas Pebalap Usia 12 Tahun

Honda Dream Cup (HDC) 2018 menghadirkan kelas U-12 yaitu khusus untuk pebalap muda berbakat dengan usia maksimal 12 tahun. (net)

Jakarta- PT Astra Honda Motor (AHM) menggulirkan lagi ajang Honda Dream Cup (HDC) 2018. Pesta balap one make race terbesar di Tanah Air ini dijadwalkan berlangsung pada April hingga Oktober 2018. Dengan tema “Satu Hati Raih Impian”, HDC hadir sebagai ajang balap berstandar nasional yang digelar secara konsisten tiap tahun oleh AHM. Ajang balap ini memberi kesempatan pebalap berbagai daerah untuk merasakan suasana kompetisi balap sesungguhnya dengan regulasi berstandar nasional yang mengedepankan unsur keselamatan. Selain itu, HDC tahun ini pun jadi makin berbeda, seiring dengan semua fokus dukungan dan pembinaan balap diwujudkan pada kelas 150cc. Terdapat tujuh kelas yang dapat diikuti pembalap daerah untuk menunjukkan potensi dan keterampilan balap terbaiknya. Yakni Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Seeded, Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Pemula, Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U16, Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula Terbuka, Honda CBR150R Standard Seeded, Honda CBR150R Standard Pemula, dan Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U12. Kota Cimahi, Jawa Barat, berkesempatan menjadi pembuka HDC tahun ini pada 21 April 2018. Seri berikutnya digelar di Palangkaraya – Kalimantan Tengah (Mei), Pekanbaru-Riau (Juli), Medan-Sumatra Utara (Agustus), Surabaya-Jawa Timur, Makassar-Sulawesi Selatan (September), dan ditutup di Yogyakarta (Oktober). Selain ajang balap itu, one make race Honda lokal juga akan diadakan di dua provinsi yaitu Sumatra Barat dan Sulawesi Utara. Pada 2018 AHM berharap mimpi di dunia balap ini bisa diraih oleh siapapun sejak usia dini dengan dukungan ketangguhan sepeda motor Honda di lintasan balap HDC. HDC yang sudah memasuki tahun gelaran ke-14 ini melakukan penyegaran pada kelas yang dilombakan. Tahun ini, HDC menghadirkan kelas U-12 yaitu khusus untuk pebalap muda berbakat dengan usia maksimal 12 tahun. General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM, Agustinus Indraputra, mengatakan HDC digelar dengan semangat tinggi guna mewadahi dukungan bagi pebalap muda dan tim balap berbakat di berbagai daerah untuk menapaki prestasi balap yang semakin tinggi. “Kami menghadirkan kelas baru khusus untuk pembalap muda berbakat berusia maksimal 12 tahun untuk memberi ruang pembinaan kepada para pembalap muda yang potensial. Dengan semangat Satu Hati yang diwujudkan melalui Honda Dream Cup, kami yakin pertumbuhan potensi pembalap dan tim di daerah akan semakin meningkat dan mampu melahirkan pebalap berprestasi yang bisa menjadi kebanggaan daerahnya masing-masing,” ujar Indraputra, dalam rilisnya pada Selasa (17/4). (art)

Redam Problem Turn Over, Jadi Jimat Babak Final IBL Musim Ini

Pelita Jaya (PJ) Jakarta dan Satria Muda (PJ) Pertamina Jakarta melakoni laga final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017-2018 yang juga ulangan partai puncak musim lalu. (Pras/NYSN)

Jakarta- Event Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017-2018 segera masuk fase akhir. Dua tim yakni Pelita Jaya (PJ) Jakarta dan Satria Muda (PJ) Pertamina Jakarta bakal melakoni laga final yang juga merupakan ulangan partai puncak pada musim lalu. “Final tahun ini adalah rematch dari final tahun lalu. Tentu, ekspetasinya tinggi. Ada yang mau revenge, ada yang mau repeat,” tutur Direktur IBL, Hasan Gozali, pada konferensi pers final IBL 2017-2018 di Hotel Santika Premier Slipi, Jakarta, Selasa (17/4). Musim lalu, PJ sukses memutus periode puasa gelar juara mereka yang telah berjalan selama 26 tahun. Skuat besutan Johannis Winar itu tampil sebagai kampiun usai menekuk SM dengan skor 2-1. Menariknya, kemenangan terakhir PJ diraih di markas SM, BritAma Arena, Kelapa Gading. Musim ini, keadaan berbalik. Tak lagi seperti musim lalu, saat PJ hanya mendapat jatah satu laga kandang, kali ini mereka akan tampil di markas sendiri sebanyak dua kali. Berdasarkan jadwal yang dirilis IBL, gim pertama seri final musim ini akan dimainkan di BritAma Arena, Jakarta Utara, pada Kamis (19/4). Sementara itu, gim kedua bakal digelar di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) pada Sabtu (21/4) Sedangkan gim ketiga akan dimainkan di GMSB, Jakarta Selatan, pada Minggu (22/4), andai diperlukan. Soal kapasitas GMSB yang tak sebesar BritAma Arena, manajemen PJ bakal menggelar nonton bareng di luar venue dengan menggunakan layar besar. Kedua tim pun bertekad mengurangi catatan kesalahan atau turn over (TO) demi mencegah kesempatan lawan mencetak angka pada laga final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. “Bagi PJ, TO menjadi catatan khusus karena jumlahnya cukup tinggi pada musim reguler. Ddalam persiapan, kami selalu melatih agar tak mudah kehilangan bola dan posisi,” ujar pelatih PJ, Johannis Winar di Jakarta, Selasa (17/4). PJ punya catatan TO terburuk pada musim reguler IBL 2017-2018. Wayne Bradford dkk rata-rata melakukan 16,88 kali kesalahan per laga. “Pemain harus bisa menjaga bola dengan baik karena bola basket itu masalah momentum. Kami harus teliti dan selektif saat mengirim operan,” kata Ahang, sapaan Winar. Jika PJ menjadi yang terburuk untuk masalah TO, maka SM menjadi pencatat TO terburuk kedua musim reguler IBL 2017-2018 dengan 16 kali per laga. Pelatih SM Youbel Sondakh menyebut, itu karena pada musim reguler dirinya beberapa kali melakukan percobaan strategi. Namun, Youbel yakin hal tersebut tak terulang kembali di final karena menurut dia, SM tak lagi dalam masa coba-coba. “Di final, sama seperti play-off, semuanya sudah pasti. Jangan sampai sembarangan menerapkan strategi,” pungkasnya. (Pras)

Lakukan Olahraga ini Pada Malam Hari Agar Tubuh Lebih Bugar

Melakukan olahraga biasanya sering di lakukan pada pagi ataupun sore hari. Namun tahukah Sobat Muda NYSN, ternyata berolahraga juga dapat di lakukan pada malam hari loh! Olahraga dengan gerakan-gerakan ringan cukup efektif dilakukan pada malam hari, seperti senam. Senam seperti yoga dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan. Karena gerakannya yang sangat mudah dan hanya memerlukan kelenturan tubuh, yoga juga memiliki manfaat bagi tubuh. Berikut manfaat yoga di malam hari: 1. Membantu Pengeluaran Racun dari Tubuh Aktivitas yang padat seharian dapat meningkatkan racun dalam tubuh. Racun tersebut biasanya berasal dari polusi atau unsur radikal bebas yang tanpa disadari masuk ke tubuh. Olahraga ringan seperti senam dapat membantu proses melawan racun. Racun yang keluar dengan cara melakukan senam seusai beraktivitas, yang bisa dilakukan malam hari dapat membuat tubuh terasa bugar dan Aliran darah dapat menjadi lebih lancar. 2. Membantu Rileksasi Sudah tak dapat di pungkiri lagi, melakukan senam yoga dapat membantu tubuh agar lebih rileks. Suasana malam hari yang tenang menjadi waktu yang tepat untuk melakukan senam ini. Gerakan yoga yang identik dengan gerakan rileksasi sehingga dapat menenangkan pikiran dan tubuh yang terasa penat setelah beraktivitas seharian. Efek yang sangat terasa bagi tubuh setelah melakukan yoga adalah sistem pernafasan terasa lebih lancar. Tubuh yang rileks membantu pernafasan menjadi lebih lancar, tidurpun akan menjadi lebih terjaga. 3. Risiko Cedera Berkurang Senam di malam hari memberikan banyak waktu luang. Setelah beraktivitas seharian selesai, sehingga saat olahraga tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Resiko otot mengalami cedera pun akan semakin kecil. Jika melakukan senam sebelum melakukan aktivitas lain, maka pemanasan dan pendinginkan kerap dilupakan. Hal tersebut akan menyebabkan cedera. Waktu pemanasan dan pendinginan memang merupakan hal penting dalam olahraga khususnya senam. Senam di malam hari memang sangat baik untuk tubuh, akan tetapi ada beberapa hal yang tak boleh di lupakan saat melakukan aktivitas ini. Seperti, Jangan terlalu berlebihan. Kenali tubuh dan beri ketahuilah tanda untuk berhenti. Senam dalam jangka yang wajar dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat. Namun apabila senam dilakukan secara berlebihan apalagi pada malam hari tidak baik untuk tubuh, karena tubuh akan terasa semakin sakit atau pegal-pegal. Mengatur waktu yang tepat juga perlu di perhatikan. Menurut ahli kesehatan menganjurkan untuk melakukan olahraga, baik itu senam ataupun olahraga yang lainnya, maksimal 2 jam sebelum tidur. Senam yang dilakukan sebelum tidur akan membuat pembakaran terjadi di saat tidur. Waktu Senam yang terlalu dekat dengan jam tidur dapat mengganggu siklus tubuh. Hal tersebut akan mempengaruhi sistem pembakaran tubuh. Setelah melakukan senam di malam hari jangan lupa untuk minum air mineral. Asupan air dalam tubuh harus terjaga agar pendinginan pun menjadi semakin cepat. Tubuh juga akan terasa semakin nyaman setelah melakukan senam. Sumber: Kompas lifestyle

Seleksi Pemain Hingga Akhir Bulan, Timnas Voli Putri Masuk Pelatnas Asian Games

Nandita Ayu Salsabila (Jakarta Pertamina Energi), peman terbaik Proliga 2018 yang terpilh masuk dalam skuat seleksi timnas voli putri Asian Games 2018. (bolapsort.com)

Jakarta- Paska selesainya event Proliga 2018, pelatnas timnas voli putri akan bergulir pada pekan depan. Para atlet diberi kesempatan untuk melakukan recovery. Hal ini disampaikan oleh pelatih timnas voli putri, Muhammad Ansori. Menurut Ansori, rencananya atlet akan dikumpulkan di Sentul, Bogor, pada Senin (23/4). “Ada 18 atlet yang dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Paling banyak dari Jakarta Pertamina Energi, sekitar lima sampai enam atlet,” kata Ansori pada Senin (16/4). Dari 18 atlet itu, Ansori mengatakan, akan diseleksi lagi menjadi 14 atlet untuk menjadi tim inti di Asian Games 2018. Proses seleksi berlangsung dari pekan depan, sampai akhir April. “Kami harus segera memangkas pemain, karena status entry by name harus ada meski penutupannya baru akhir Juni nanti,” katanya. “Setelah itu, kami akan melakoni uji coba di dua lokasi. Tapi, saya belum tahu kelanjutannya seperti apa, yang jelas salah satunya kejuaraan Asia. Sementara untuk try in, kami berencana melakukan uji tanding dengan tim atau klub putra,” tambah Ansori. Soal target di Asian Games, Ansori tak ingin muluk-muluk. Dia patok lolos grup lebih dulu, lalu ke target yang lebih tinggi. “Kalau bisa melewati fase grup dulu, karena ada China, Jepang, Korea, dan Taiwan, itu berat-berat ya. Kami harus mencuri kesempatan dan mendapat peringkat yang terbaik,” ujar dia. (art) Pelatih/ofisial Tim Putri 1. M. Ansori 2. Walfidrus Wahyu Telagasari 3. Labib 4. Niko Dwi Purwanto Tim Putri 1. Amalia Fajrina Nabila 2. Aprilia Santini Manganang 3. Megawati Hangestri Pertiwi 4. Novia Andriyanti 5. Amasya Manganang 6. Wilda Siti Nur Fadilah Sugandi 7. Arsela Nuari Purnama 8. Asih Titi Pangestuti 9. Putri Andya Agustina 10. Rika Dwi Latri 11. Yola Yuliana 12. Nandita Ayu Salsabila 13. Hanny Budiarti 14. Yulis Indahyani 15. Berlian Marsheilla 16. Tri Retno Mutiara 17. Yolana Betha Pangestika 18. Khalisa Azila Rahma