Indonesia Raih 14 Medali di Gamma World MMA Championships 2025

GAMMA World MMA Championships 2025

Tim Nasional Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia yang diwakili oleh 17 atlet dan 5 official dari Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI) berhasil menorehkan prestasi pada ajang 5th GAMMA World Championships U18 & Senior 2025 yang berlangsung di Sao Paulo, Brasil, pada 16–22 Juni 2025. Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan mengatakan bahwa wakil Indonesia berhasil membawa pulang sebanyak 14 medali. Tim dapat beradaptasi dengan baik terhadap perbedaan suhu, lingkungan, serta zona waktu berbeda. PB Pertacami memastikan para atlet mendapatkan perawatan medis harian secara konsisten selama aklimatisasi dan kompetisi, seperti pemantauan kondisi tubuh, penanganan cedera ringan, stretching, hingga sport massage. “Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 14 medali, terdiri dari 2 Medali Emas, 7 Medali Perak, dan 5 Medali Perunggu. Kita patut bangga dengan pencapaian ini,” kata Tommy dalam keterangannya. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapan fisik dan mental para atlet yang luar biasa, hasil dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang diintensifkan kembali sejak Januari 2025,” imbuhnya. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di panggung dunia MMA amatir. Keikutsertaan di ajang tersebut juga dinilai tidak hanya bertujuan mempertahankan prestasi, tapi juga memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia melalui olahraga. “Prestasi ini adalah bukti bahwa pembinaan jangka panjang dan pendekatan ilmu keolahragaan membuahkan hasil. Kami bangga melihat bagaimana para atlet muda Indonesia tampil dengan semangat, disiplin, dan karakter juara di panggung dunia.” ujar Tommy. Berikut daftar peraih medali atlet Indonesia di 5th GAMMA World Championships U18 & Senior 2025: Medali Emas Bumi Magani Abraar Himara, U16 -54 kg Lintang Satya Putra, U16 +75 kg Medali Perak Roberkat Sinaga, U14 -38 kg Mervin Asido Gultom, U16 -50 kg Lukas Oliver Lubis Sedlak, U16 -58 kg Gibran Alfarizi, U18 -61.2 kg Gita Putri Sembiring, U16 -46 kg Manayra Maritza Hersianti Siagian, U18 -52.2 kg Yosua Pratama Purba, U21 Striking MMA -61.2 kg Medali Perunggu Defandra Alvano Saragih, U14 -38 kg Vallensia Fahira Hotmauli, Striking MMA -47.6 kg Jon Setiawan Saragih, Striking MMA -61.2 kg Dwi Ani Retno Wulan, MMA -56.7 kg Alfiandi, MMA -61.2 kg

Daftar Kota Penyelenggaraan DBL Musim 2025-2026

Kompetisi basket DBL akan kembali menyapa untuk musim 2025-2026. Turnamen antar pelajar tersebut akan hadir di 31 kota dan 22 provinsi dari seluruh penjuru Indonesia. Ribuan student athlete dari berbagai daerah kembali unjuk gigi di panggung basket paling bergengsi untuk level SMA. Format kompetisi di beberapa kota akan berbeda. Ada yang menggunakan sistem gugur, yang mana setiap tim hanya punya satu kesempatan, dan kekalahan bakal menjadi akhir dari perjalanan mereka. Sementara beberapa kota lain akan menerapkan sistem setengah kompetisi atau round robin, yakni membagi tim ke dalam beberapa grup di fase penyisihan. Setiap tim akan saling berhadapan dengan lawan di dalam grup yang sama, dan sederet tim terbaik berhak melaju ke babak playoffs. Peringkat ditentukan berdasarkan poin kemenangan di fase grup. Musim ini, pendaftaran di sembilan kota pertama resmi dibuka. Antusiasme tinggi langsung terlihat dari sekolah-sekolah yang kembali mempersiapkan tim terbaik mereka. Lantas, kota mana saja yang akan hadir dalam penyelenggaraan DBL musim 2025–2026? Berikut selengkapnya. Bali (Denpasar) – SISTEM GUGUR North Jakarta – SISTEM GUGUR East Java-South (Malang) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI West Sumatera (Padang) – SISTEM GUGUR West Jakarta – SISTEM GUGUR South Kalimantan (Banjarmasin) – SISTEM GUGUR East Java-North (Surabaya) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI Central Jakarta – SISTEM GUGUR East Java-West (Madiun) – SISTEM GUGUR West Java-West (Bogor) – SISTEM GUGUR West Java-East (Bandung) – SISTEM GUGUR Central Java-South (Solo) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI Central Java-North (Semarang) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI South Sulawesi (Makassar) – SISTEM GUGUR North Sulawesi (Manado) – SISTEM GUGUR South Sumatera (Palembang) – SISTEM GUGUR East Jakarta – SISTEM GUGUR West Nusa Tenggara (Mataram) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI East Java-East (Jember) – SISTEM GUGUR South Jakarta – SISTEM GUGUR Riau (Pekanbaru) – SISTEM GUGUR Yogyakarta – SISTEM SETENGAH KOMPETISI West Kalimantan (Pontianak) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI Aceh (Banda Aceh) – SISTEM GUGUR Banten (Tangerang) – SISTEM GUGUR Lampung (Bandar Lampung) – SISTEM GUGUR East Nusa Tenggara (Kupang) – SISTEM GUGUR Papua (Jayapura) – SISTEM GUGUR East Kalimantan (Samarinda) – SISTEM GUGUR Jambi – SISTEM GUGUR North Sumatera (Medan) – SISTEM GUGUR

Ajang FGT di Papua Diikuti Lebih Dari 300 Peserta

Freeport Grassroots Tournament

PSSI dan PTFI menggelar Freeport Grassroots Tournament (FGT) di Stadion Mandala, Jayapura, Papua pada 13-14 Juni 2025. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan kunci di banyak negara yang sepak bolanya telah maju meletakkan fondasi utama pada pengembangan sepak bola usia dini. “Saya mengapresiasi partisipasi PT Freeport Indonesia yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Erick Thohir. Ajang FGT di Papua ini diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan kedua setelah tahun lalu digelar di Gresik dan Jayapura. Selain itu, terdapat penambahan 10 SSB untuk kategori usia 12 tahun. Kegiatan ini total diikuti 20 Sekolah Sepak Bola (SSB). Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan Freeport Grassroots Tournament merupakan bentuk dukungan PTFI bersama PSSI terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia, khususnya di wilayah operasional PTFI. “Turnamen ini bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan permainan terbaik mereka serta memberikan pengalaman bertanding yang seru dan menyenangkan guna mengembangkan bakat dan minat mereka di dunia sepak bola,” kata Claus. Claus berharap ajang ini dapat membuka wawasan anak-anak Papua untuk menjadikan sepak bola sebagai cita-cita, sehingga mereka dapat menjadi pesepak bola profesional di masa depan. Ia menekankan pentingnya anak-anak bermain dan bertanding dengan gembira, serta memahami nilai-nilai sportifitas, fair play, dan saling menghormati (respect) sebagai bagian dari pembentukan karakter pesepak bola yang andal. Freeport Grassroots Tournament kedua ini melibatkan anak-anak dari usia U-10 dan U-12 dan dikelompokkan masing-masing menjadi 10 tim. Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh pelatih Timnas U-17, Nova Arianto bersama Legenda Timnas Indonesia Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Eduard Ivak dalam dan Titus Bonai, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Haris. Richard S. Yocku, Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua, Parson Horota & perwakilan manajemen PTFI, Kerry Yarangga. Penyelenggaraan tahun kedua ini juga menambah jangkauan peserta dengan memberi banyak SSB berpartisipasi. Diharapkan kegiatan ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Papua untuk dapat menunjukkan permainannya sekaligus memberikan kesempatan dan pengalaman berkompetisi dalam mewujudkan cita-citanya menjadi pesepak bola profesional. Pada akhir turnamen, tim pemenang mendapat hadiah sepatu sepak bola. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan untuk anggota tim dan mendorong keseriusan anak untuk terus berlatih sepak bola.

Ratusan Peserta Banjiri Festival Seneng Minton 2025 Seri 1

Gelaran Festival Seneng Minton Seri pertama

Gelaran Festival Seneng Minton Seri pertama kembali berlangsung di GOR Djarum, Jati Kudus, Jawa Tengah. Sejak Senin (23/6) sebanyak 345 siswa dari 24 SD dan MI se-Kabupaten Kudus berlomba menunjukkan kemampuan terbaiknya di festival yang akan berlangsung hingga Selasa (24/6). Antusiasme para peserta di festival yang digelar atas kerja sama Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Kudus dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation ini, dinilai sangat baik. “Antusias peserta sangat baik, karena menang Ini adalah sekolah pilihan kami yang memang sudah ada ekskul (ekstra kulikuler) bulu tangkis. Terus kami adakan festival ini sebagai tolak ukur apakah mereka sudah bisa melaksanakan ekskulnya dengan baik atau belum dan juga melihat perkembangan olahraga bulu tangkis disetiap sekolah yang ada. Antusias dan kulatias mereka sudah sejauh mana setelah kami laksanakan dua seri Festival Seneng Minton sebelumnya,” papar Yuni Kartika, Ketua PBSI Pengkab Kudus. “Dari hasil binaan eskul dan juga Festival Seneng Minton sebelumnya, dari kelas 3 SD ini sekarang sudah ada juga yang masuk masuk klub bulu tangkis. Artinya dari murid-murid yang ikut ekskul itu ada juga yang berlatih serius mau mendalami cabang olahraga bulutangkis itu sebenarnya tujuan kami,” papar Yuni. Sama seperti seri seblumnya, Perlombaan dibagi dalam 3 kategori yaitu Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3. Masing-masing tim terdiri dari 5 peserta dengan komposisi 3 laki-laki dan 2 perempuan. Terdapat 7 games yang harus diselesaikan oleh masing-masing peserta dalam satu tim. Yaitu Service To Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock, Zig Zag Run, Run dan Drive Target. Adapun para pemenang di tiap-tiap lomba akan membawa pulang Piala untuk sekolah & Piala untuk peserta, Prize Money (Juara 1 Rp 1.000.000, Juara 2 Rp 750.000, Juara 3 bersama Rp 500.000), Peralatan Badminton dari Hundred, Goody bag dr Milk Life, Kenko & Dua Kelinci dan Ice cream 5 Box dr Aice.

Veda Sapu Bersih Seri Mugello Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama tak menyangka meraih double winners atau dua kemenangan beruntun dalam seri keempat Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Mugello, Italia. Veda meraih kemenangan pertamanya pada balapan pertama di Mugello, Sabtu, 21 Juni 2025. Ia kemudian menyempurnakan akhir pekannya di kompetisi balap Eropa ini dengan memenangkan balapan kedua pada Minggu, 22 Juni 2025. Ia meraih kemenangan dramatis karena hanya berjarak 0,011 detik dari Hakim Danish di posisi kedua. “Saya tidak percaya, saya tidak menyangka,” kata pembalap asal Gunungkidul, dikutip dari laman resmi Red Bull Rookies Cup, Senin, 23 Juni 2025. “Tetapi sekarang saya tahu saya bisa melakukannya, akhir pekan yang fantastis. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sponsor, dan semua orang yang mendukung saya dan saya tidak sabar menunggu balapan berikutnya,” ujar dia menambahkan. Veda, yang memulai balapan dari posisi kedua (P2), meraih kemenangan keduanya di Red Bull Rookies Cup dengan cara yang tidak mudah. Ia memasuki lap terakhir dengan memimpin balapan, namun disalip oleh Danish pada tikungan terakhir sebelum garis finis. Pada trek lurus sebelum garis finis, Veda memanfaatkan kecepatannya dan mulai menyalip pembalap asal Malaysia itu ketika garis finis tinggal menyisakan beberapa meter. Dengan overtake yang sangat brilian, pembalap 16 tahun itu akhirnya mampu menyentuh garis finis lebih dulu, dengan waktu 0,011 detik lebih cepat dari Danish. Ketika ditanya apa yang terjadi pada detik-detik akhir sebelum menyentuh finis, Veda mengungkapkan perasaannya bahwa kesempatan untuk menang masih ada sebelum mencapai garis finis. “Itu adalah balapan yang sangat sulit. Saya mencoba melakukan hal yang sama seperti kemarin, untuk memimpin di akhir. Hakim melaju dari sisi luar di tikungan terakhir, tetapi saya yakin bisa menyalipnya. Saya bergerak untuk mengejarnya dan saya lebih cepat darinya, jadi saya hanya menunggu titik yang tepat untuk keluar dan menyalip,” ucap dia. Dua kali mengumandangkan “Indonesia Raya” di Mugello membuat Veda menutup seri keempat kompetisi yang banyak melahirkan pembalap hebat MotoGP ini di posisi ketiga dengan 92 poin. Ia terpaut 32 poin dari Brian Uriarte di posisi kedua dan 56 poin dari Danish yang memimpin klasemen. Adapun pembalap Indonesia lainnya Kiandra Ramadhipa tetap di posisi ke-15 klasemen sementara dengan 32 poin, meski ia finis lebih baik dari balapan pertama yaitu di posisi delapan. Seri kelima Red Bull Rookies Cup dimainkan pada 12-13 Juli di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Seri ini bertepatan dengan seri kesebelas MotoGP di tempat yang sama.

Wakil Jawa Tengah Juara Lead Junior Putri Kejurnas KU Panjat Tebing

Najiha Zahra

Wakil Jawa Tengah (Jateng), Najiha Zahra menjuarai nomor lead junior (18-19 tahun) putri dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Najiha berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Saya senang sekali karena bisa menang, prestasi ini menjadi penyemangat saya untuk berlatih lebih baik ke depannya,” kata dia usai menerima medali emas. Ia mengaku, pertama kali berlatih panjat tebing sejak 2013 dan setelah itu rutin berlatih untuk meningkatkan kemampuan karena ia memiliki target untuk menjadi wakil Indonesia sekaligus mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah dunia. “Saya mau terus berprestasi dan akan bekerja lebih untuk mencapai cita-cita,” ujar Najiha. Kemenangan itu cukup mengejutkan karena Najiha hanya menempati urutan kelima pada babak sebelumnya. Sementara itu, wakil Sulawesi Tengah (Sulteng) Kinaya Maulidyah berhasil merebut medali perak alias menempati peringkat kedua usai mengumpulkan skor 33+. Sedangkan medali perunggu diraih wakil Kalimantan Selatan (Kalsel) Syifa Nur Azizah setelah mendulang skor 32+. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Sumber: ANTARA

Jatim Kawin Gelar Disiplin Lead Youth Kejurnas Panjat Tebing 2025

Mayra Azalia (kiri layar) dan Alma Ariella

Provinsi Jawa Timur mendominasi di partai final nomor lead putri dalam lanjutan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Atlet muda yang mewakili Jawa Timur, Alma Ariella menjuarai nomor lead youth A putri. Sementara untuk nomor lead youth B putri, diraih oleh Mayra Azalia Nabila. Dalam pertandingan nomor lead youth A putri, Alma berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Aku tadi kurang yakin membaca jalurnya jadi agak sedikit kurang pintar dan tidak berhasil meraih top, sehingga ke depannya semoga bisa lebih baca jalur dengan lebih yakin,” kata dia usai menerima medali emas. Alma menambahkan, meski Jatim memiliki prestasi yang mentereng karena kerap juara umum di kejurnas, tetapi dirinya tidak merasa terbebani dan memilih untuk bertanding secara lepas atau tanpa khawatir memikirkan hasil akhir. “Ya tadi bertanding saja, menang atau kalah tidak apa-apa, yang penting usaha terbaik sudah dilakukan,” ujar siswa kelas x sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Gresik tersebut. Pertandingan dalam nomor lead youth A putri berlangsung ketat. Terbukti peraih runner-up asal Yogyakarta Naura Jinan Syarifah mendulang skor 36 atau hanya selisih sedikit dari Alma. Bahkan peringkat ketiga yang diraih oleh wakil Banten An Nisa Angelia Panuntun juga mendapatkan skor 36. Namun karena Nisa meraih urutan keempat dan Naura pertama dalam babak sebelumnya, maka wakil tuan rumah harus puas menduduki posisi ketiga. Sementara itu, untuk kategori Lead Youth B, gelar juara berhasil dikawinkan oleh Jawa Timur melalui Mayra Azalia. Ia mengungguli Indah Tiara Azzahra (Kalimantan Selatan) di posisi kedua dan Ibni Balqis Larasati Wardhana di posisi ketiga. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun).

Jaring Bibit Atlet, Kejurprov Biliar U23 Digelar di Majalengka

Kejurprov Biliar U23 di Majalengka

Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar U23 Jawa Barat digelar di Flaurel Pool n Cafe, Majalengka, Jumat (20/6/2025). Event ini yang diikuti 91 atlet dari 20 daerah ini memperebutkan Piala Bupati Majalengka. Kejurprov ini melombakan nomor 9 ball putra serta 10 ball putra dan putri. Ajang ini dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman. Bupati Eman menyebut kejurprov ini bagian dari rangkaian Hari Jadi Majalengka ke-535. Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet sejak dini. “Kami gelar banyak kegiatan, bukan cuma budaya, tapi juga olahraga. Salah satunya kejurprov biliar ini,” kata Eman kepada detikJabar, Jumat (20/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Eman juga mengapresiasi keikutsertaan atlet muda, bahkan ada peserta usia 10 tahun dari Bogor yang ikut bersaing. “Ini bisa jadi motivasi buat atlet-atlet muda Majalengka. Nikmati dan tekuni olahraga ini, siapa tahu jadi atlet profesional,” ujarnya. Eman juga menitipkan pesan agar atlet tidak hanya sekadar ikut, tapi juga punya target prestasi. “Berpartisipasi itu penting, tapi harus dibarengi prestasi. Jangan cuma ikut-ikutan,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Pengprov POBSI Jabar, Rudi Kadarisman mengapresiasi dukungan Pemkab Majalengka terhadap olahraga biliar. Ia menyebut event ini digelar untuk menjaring atlet muda potensial. “Tugas kami di pengprov adalah melahirkan atlet baru. Semoga dari Majalengka juga lahir atlet hebat yang bisa memperkuat Jabar di event nasional,” ujar Rudi. Sumber: detikJabar

Berstatus Sirkuit Nasional PBSI, Ribuan Atlet Siap Berlaga di FISIP UI Open 2025

FISIP UI Open 2025

Turnamen bulutangkis bergengsi, FISIP UI Open 2025 akan digulirkan tanggal 23 -29 Juni 2025. Turnamen ini akan menjadi ajang dari 1131 atlet muda berakat untuk unjuk gigi di cabang olahraga bulu tangkis. FISIP UI Open sendiri merupakan turnamen tahunan yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Di tahun kesembilannya, FISIP UI Open 2025 sudah diakui oleh PBSI sebagai bagian dari Sirkuit Nasional Tingkat C. Turnamen ini akan mempertandingkan beberapa nomor seperti usia dini, anak-anak, pemula, hingga remahak di bawah usia 17 tahun. Antusiasme peserta untuk turnamen ini sangat besar, karena tercatat 1131 atlet muda mendaftar untuk turnamen ini. Pihak penyelenggaran FISIP UI Open 2025 berharap bahwa turnamen ini bisa menjadi ajang untuk pembentukan karakter dan nilai-nilai sportivitas bagi atlet-atlet muda Indonesia. “Bulu tangkis adalah bagian penting dari identitas olahraga Indonesia. Melalui FISIP UI Open, kami ingin menciptakan ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya berkompetisi dan menumbuhkan keterampilan bermain, tetapi juga membentuk karakter, mental baik saat menang maupun kalah, sportivitas, dan semangat juang. Ini selaras dengan visi FISIP UI untuk mendukung pembangunan manusia Indonesia melalui pendidikan, termasuk lewat olahraga,” ujar Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Dekan FISIP UI. Selain itu, Ketua Pelaksana Sirkuit Nasional C FISIP UI Open 2025, Ravinoldy Boer, mengatakan, “FISIP UI Open 2025 menitikberatkan kompetisi yang sejalan dengan sportivitas dan supportivitas, dan pengembangan kedua hal ini sejalan dengan support system yang didapatkan oleh para atlet, misalnya dari orang tua, pelatih, ahli gizi, dan orang-orang terdekat yang mendampingi atlet. Turnamen ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda bulu tangkis Indonesia untuk berprestasi sekaligus memiliki nilai-nilai positif, di dalam maupun luar lapangan.” Pihak PBSI melalui sekjennya, Ricky Soebagja juga mengapresiasi digelarnya FISIP Open ini. Ia berharap dari turnamen ini akan muncul bibit-bibit atlet masa depan Indonesia. “Saya atas nama PP PBSI mengapresiasi FISIP UI yang konsisten mendukung pengembangan bulu tangkis melalui turnamen seperti ini. Ini menambah jam terbang atlet muda, menjadi ajang pembinaan, serta menciptakan suasana kompetitif yang sehat. iharapkan orang tua dan pelatih terus mendorong anak-anak untuk terlibat, karena bulu tangkis adalah cabang olahraga yang membanggakan bangsa dan negara,” imbuh Ricky. Sumber: Bola.net

Kejurnas Boling Junior 2025 Siap Dihelat di Jakarta

Kejuaraan Nasional Junior Boling 2025

Persatuan Boling Indonesia (PB PBI) siap menggelar Kejuaraan Nasional Junior Boling 2025, sebuah ajang penting yang menyatukan semangat pembinaan dan kompetisi di kalangan atlet muda. Turnamen ini akan digelar pada 1–5 Juli 2025 di pusat boling Jakarta, bekerja sama dengan Pengurus Provinsi PBI DKI Jakarta. Kejurnas Junior ini merupakan bagian dari kalender resmi tahunan PB PBI dan menjadi salah satu program strategis dalam menyiapkan atlet masa depan. Enam kategori akan dipertandingkan berdasarkan usia dan jenis kelamin, mulai dari Under 15 hingga Under 25, baik putra maupun putri. “Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga forum pembinaan berkelanjutan. Kami ingin membentuk atlet yang bukan hanya tangguh secara teknis, tapi juga berkarakter,” ujar Ketua Umum PB PBI, Agus Muhammad Bahron, Marsda TNI (Purn), dalam pernyataannya. PB PBI menekankan pentingnya sistem pembinaan berjenjang yang terstruktur dan merata. Turnamen ini juga menjadi ruang sinergi antar Pengurus Provinsi di seluruh Indonesia dalam mendorong olahraga boling ke jenjang yang lebih profesional. Kualifikasi usia ketat diberlakukan untuk menjaga sportivitas. Atlet kategori U-25, U-21, dan U-15 wajib menunjukkan dokumen sah seperti akta kelahiran atau KTP. Panitia akan melakukan verifikasi administratif untuk menjamin keadilan dan transparansi. Selama lima hari, para peserta akan berkompetisi melalui fase penyisihan, semifinal, hingga partai puncak. Panitia turut menyiapkan perangkat wasit bersertifikasi nasional untuk menjamin jalannya pertandingan yang adil dan profesional. Melalui Kejurnas ini, PB PBI tak hanya mengejar podium juara. “Kami ingin setiap atlet pulang dengan pengalaman, semangat, dan visi yang kuat terhadap masa depannya di boling,” ujar Agus Bahron.

IKASI Fokus Bina Atlet Untuk Berlaga di Junior dan Kadet Asia 2026

Anggar

Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) saat ini fokus membina atlet anggar junior untuk berlaga pada turnamen junior dan kadet Asia 2026 agar menambah jam terbang para atlet. “Komitmen kami untuk 2026 kami selenggarakan junior dan kadet Asia,” kata Ketua Umum PB IKASI Amir Yanto di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu. Untuk itu, IKASI mengadakan pemusatan latihan nasional untuk para atlet dan dalam jangka panjang mendidik atlet usia dini di sejumlah daerah di tanah air, termasuk di Bali. “Fokusnya di Bali kami didik atlet junior dan ke depan akan semakin bagus lagi,” ucapnya. Ia menjelaskan upaya itu dilakukan untuk menambah jam terbang atlet anggar tanah air karena pengalaman yang masih minim berlaga di kancah internasional. Selain itu, Indonesia saat ini juga sebagai tuan rumah Kejuaraan Anggar Asia 2025 yang berlangsung 17-23 Juni di Nusa Dua, Bali. Kurangnya jam terbang atlet anggar tanah air diakui oleh pelatih tim anggar degen Indonesia Muhammad Indra Haryana. Menurut dia, dalam tiga tahun terakhir atlet anggar Indonesia masih kurang berlaga di kancah internasional. Ia mengungkapkan dalam kurun waktu itu diperkirakan atlet anggar tanah air baru sekitar empat hingga lima kali berlaga di level internasional. Menurut dia, penting bagi atlet anggar berlaga di kancah dunia karena dapat mengasah kemampuan dan belajar dari juara dunia. “Idealnya untuk setahun itu seharusnya 20 kali pertandingan, 20-24 kali pertandingan untuk satu tahun,” ucapnya. Sementara itu, pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali, Indonesia menurunkan total 25 orang atlet hasil seleksi nasional dan telah menjalani pemusatan latihan nasional baik untuk kategori putra dan putri perorangan dan beregu. Ajang bergengsi di Bali itu juga sekaligus sebagai wadah menambah poin untuk berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028. Sumber: ANTARA

Sanggau Junior League 2025, Ajang Pencarian Bibit Atlet Sepak Bola

Sanggau Junior League 2025

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, secara resmi membuka turnamen sepak bola Sanggau Junior League 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kompi 642, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (19/6/2025). Turnamen ini diikuti oleh para pemain usia dini dari berbagai sekolah dan klub sepak bola se-Kabupaten Sanggau. Dalam sambutannya, Wabup Susana Herpena mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar pertandingan, melainkan momentum penting untuk konsolidasi, unjuk kemampuan, dan pencarian bakat-bakat potensial di dunia sepak bola, khususnya pada tingkat usia muda. “Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat sebagai ajang adu bakat dan prestasi serta pencarian bibit-bibit potensial atlet sepak bola, khususnya pemain usia dini,” ujar Susana. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa turnamen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan. Menurutnya, pembinaan atlet sejak dini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. “Banyak pemain sepak bola dunia yang terlahir dari turnamen-turnamen seperti ini. Yang penting adalah niat, konsistensi, kerja keras, dan disiplin. Jangan pernah pesimis,” pesan Susana menyemangati para peserta. Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia meminta agar semua pihak, baik pemain, pelatih, maupun pendukung, menjaga suasana kondusif dan tidak menimbulkan keributan, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Yang menang jangan sombong, dan yang kalah jadikan itu sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat lagi,” tutupnya. Turnamen Sanggau Junior League 2025 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola dari Bumi Daranante.

8 Pelajar Sulses Wakili Indonesia di Kejuaraan Renang Artistik se-Asia Tenggara

Skuad Indonesia Artistic Swimming Team

Sebanyak delapan pelajar putri asal Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih untuk memperkuat tim Indonesia dalam ajang bergengsi 47th South East Asean Age Group 2025 cabang Renang Artistik yang akan digelar di Singapura, pada 20–22 Juni 2025 mendatang. Kedelapan atlet muda berbakat ini merupakan bagian dari 25 nama yang masuk dalam skuad Indonesia Artistic Swimming Team, hasil seleksi dari Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2025 yang digelar oleh Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 29 Mei hingga 4 Juni 2025. Tim dari Sulawesi Selatan akan didampingi oleh dua pelatih, yakni Adhinda Monica Putri dan Chrisdina Dhanio. Pelatih Adhinda Monica Putri menyampaikan rasa bangga dan harapannya terhadap para atlet yang akan berlaga di level internasional ini. “Ini pencapaian yang luar biasa. Kami bangga bisa mengantarkan para atlet muda Sulsel untuk tampil membawa nama Indonesia di ajang Asia Tenggara,” ujar Adhinda, Kamis (19/6/2025). “Semoga ini jadi langkah awal bagi mereka untuk menorehkan prestasi lebih tinggi ke depannya,” tambahnya. Para atlet ini diharapkan tak hanya menjadi kebanggaan daerah, namun juga mampu mencetak prestasi gemilang di kancah Asia Tenggara dan menjadi generasi penerus olahraga renang artistik Indonesia. Berikut nama-nama delapan pelajar putri asal Sulsel yang akan mewakili Indonesia: St. Khofifah K Kelas: VIII Skill Sekolah: MTs Negeri 1 Makassar Mutmainna Rizka Fitriani Kelas: VIII.4 Sekolah: SMP Negeri 1 Makassar Afifah Alisya Ghaisyani Kelas: VII F Sekolah: SMP Negeri 1 Sungguminasa Nur Alyssa Kelas: VIII B Sekolah: SMP Negeri 6 Makassar Nurul Aini Fahira Kelas: VII.1 Sekolah: SMP Negeri 8 Makassar Shaquila Artanti Ardani Kelas: VI B Sekolah: SDN Sudirman 4 Makassar Aqilah Davana Kelas: VIII.2 Sekolah: SMP Negeri 47 Makassar Bellvania Ailsa Kelas: VI Sekolah: SD Bina Kasih Makassar (uca) Sumber: Harian Fajar

FPTI gelar Kejurnas Kelompok Usia persiapkan generasi emas Olimpiade

Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur ke-19

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) ke-19 di Tangerang, Banten, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan atlet-atlet muda untuk menjadi generasi emas Indonesia di Olimpiade mendatang. Ketua Umum FPTI Pengprov Banten Ronald Shandra menilai bahwa Kejurnas tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas para atlet muda, terutama dalam nomor speed youth B. Ia menyebut bahwa persaingan ketat dan peningkatan catatan waktu yang signifikan menjadi indikator positif perkembangan atlet usia dini. “Dari kejuaraan-kejuaraan Kelompok Umur yang sudah berjalan, kemarin terakhir tahun 2024 di Pinrang, sekarang ada di Tangerang, ini kualitas anak-anaknya sudah meningkat,” kata Ronald kepada ANTARA di Tangerang City Sport Climbing Center, Tangerang, Banten, Kamis. “Kalau mereka berlatih terus, kita optimistis generasi yang sekarang ini akan menjadi generasi emasnya Indonesia ini untuk di Olimpiade akan datang.” Ronald menambahkan bahwa para juara akan tetap menjalani pembinaan di daerah masing-masing. Untuk bisa masuk ke tim nasional, para atlet harus melalui proses seleksi bertahap. Beberapa peserta saat ini sudah masuk ke dalam timnas junior, namun untuk masuk ke tim senior diperlukan jenjang lanjutan. “Juara-juara ini tetap akan dilatih oleh daerahnya masing-masing dan di tempat pelatihannya masing-masing. Kalau ke timnas dan lain-lain itu memang akan mencapai ke sana. Tapi prosesnya masih ada butuh tahapan-tahapan lagi, tidak langsung masuk kepada tim nasional,” ujar Ronald. “Tapi ini sudah ada beberapa atlet di sini sudah di timnas junior sudah ada, tapi kalau timnas senior butuh tahapan lagi.” Sementara itu, Wakil Ketua IV KONI Kota Tangerang Arsani Maedi menyampaikan bahwa olahraga panjat tebing saat ini semakin diminati masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan 27 provinsi dalam Kejurnas tahun ini dari total 29 provinsi yang telah tergabung dalam FPTI. “Saat ini, dunia olahraga panjat tebing memang sedang digandrungi ya, maka terbukti, saat ini anggota federasi panjat tebing Indonesia di Indonesia itu ada 29 provinsi, yang mendaftar untuk tahun ini ada 27 provinsi,” kata Arsani. Kejurnas Panjat Tebing KU Tangerang mempertandingkan 18 nomor berlangsung pada 19–23 Juni di Tangerang City Sport Climbing Center. Sumber: ANTARA

Ini Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Junior 2025

Eng Hian

Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Junior edisi ke-25 akan diselenggarakan di GOR Manahan, Solo pada 18 – 27 Juli mendatang. Kejuaraan tersebut akan dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori beregu pada 18-22 Juli dan kategori perorangan pada 23-27 Juli. Untuk kategori beregu campuran, akan digunakan sistem poin 110 (relay) seperti halnya kejuaraan beregu World Junior Championships yang berlangsung pada 2024 di Nanchang Tiongkok. Menghadapi salah satu kejuaraan bulutangkis bergengsi level usia muda (U-19) itu, PBSI telah menetapkan beberapa nama yang akan menjadi andalan untuk memperebutkan gelar juara. “Indonesia mengincar satu gelar di sektor beregu dan satu gelar dari sektor perorangan. Dengan sistem poin 110, saya berharap Indonesia bisa berhasil kembali mengulang gelar juara yang diraih di WJC tahun lalu, sedangkan untuk sektor perorangan kita mempunyai peluang untuk mengambil gelar di sektor ganda putra,” tutur Kabid Pembinaan PP PBSI, Eng Hian dalam keterangannya. Indonesia sendiri menempatkan dua puluh atlet untuk laga beregu campuran dengan komposisi enam atlet tunggal dan empat belas atlet ganda. Sedangkan untuk kategori perorangan Indonesia mengirimkan tujuh wakil untuk masing-masing sektor yang komposisinya terdiri dari skuad tim beregu campuran ditambah dengan atlet-atlet dari perwakilan klub. “Untuk memperkuat soliditas tim beregu, maka akan diadakan training camp mulai tanggal 1 Juli sampai dengan keberangkatan sedangkan untuk perorangan, para atlet junior akan berlatih bersama mulai 18 Juli di Pelatnas PBSI Cipayung,” jelas Eng Hian. Berikut daftar atlet Indonesia yang akan turun di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Tunggal Putra M Zaki Ubaidillah Dendy Triansya Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Raditya Bayu Wardana Dennis Azzarya Arga Nugraha Sigfar Tunggal Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Kavitha Nadjwa Aulia Jolin Angelina Auberta Zerlina Christabel Calista Purwanto Shaafiya Yasmin Maitsaa Ganda Putra Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Raihan Daffa Edsel Pramono/ M. Rizki Mubarrok M Vito Annafsa/Grandly Alkatib Lumintang Anju Siahaan/Faizal Pangestu Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Akmal Nurrahman/Revand Harianto Ganda Putri Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang/Sheila Lidia Aurelia Syakira Putri/Atresia Naufa Candani Keyla Annisa Putri/Micha Leona Luthfia Wardoyo Yasintha Ristyna Putri/Selsi Josika Aura Zalfa Syafiya/Putri M Dwiwahyuningsih Ganda Campuran Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana Ikhsan Lintang/Rinjani Kwinnara Nastine Ghian Rizay Sofyan/Salsabila Zahra Aulia T. Steve Kurniawan/Leonora Kayla Frandrica Muhammad Mulky/Salma Mufida Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani Faizal Pangestu/Selsi Josika Sumber: Media Indonesia

Jaring Bibit Pesepakbola, Ajang SEAFT Indonesia 2025 di Banyuwangi Dimulai

SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi

Ajang bergengsi South East Asean Football Talent (SEAFT) Indonesia 2025 resmi dibuka dengan semarak di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pada Minggu (14/6/2025). Turnamen SEAFT Indonesia 2025 ini menjadi wadah bagi atlet muda sepak bola Asia Tenggara ini diikuti oleh 49 tim dari kategori U-10 sebanyak 11 tim, U-12 22 tim, dan U-13 sebanyak 16 tim. Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon, disusul dengan tendangan perdana yang menandai kick off pertandingan pertama. Stadion Diponegoro, Banyuwangi, yang telah dipoles khusus untuk ajang bergengsi ini pun semakin meriah dengan kehadiran suporter yang antusias menyambut kompetisi ini. Gelaran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, didampingi dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Ahmad Khairullah, serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) SEAFT Indonesia Banyuwangi, Toni Hartono. “Banyuwangi bangga bisa berkesempatan menjadi tuan rumah SEAFT 2025. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga kesempatan emas bagi pemain muda Indonesia untuk menunjukkan talenta mereka hingga di kancah Internasional,” kata Michael, saat sambutannya membuka acara, Minggu (24/6/2026). Michael mengatakan, ajang ini juga menjadi perhatian khusus pemantau bakat ASKAB PSSI Banyuwangi. Mereka akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk direkomendasikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bibit atlet nasional. “Oleh karena itu, ini kesempatan untuk menunjukkan bakat peserta. Bertandinglah yang baik dan sportif,” pesan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu. Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah, mengapresiasi ASKAB PSSI Banyuwangi yang telah menggeber turnamen internasional ini. Ia menegaskan dukungan penuh KONI bagi pengembangan sepak bola muda di Indonesia terkhusus di Bumi Blambangan. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk ASKAB PSSI. Belum lama dilantik tetapi sudah melakukan gebrakan dengan berhasil menggelar turnamen kelompok umur,” ucap Khairul. Khairul berharap, ajang serupa juga dapat terus terselenggara di Banyuwangi. Bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak atlet-atlet sepak bola berkualitas. Sementara itu, Ketua Panpel SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi, Toni Hartono, melalui Sekretaris Panpel, Yuliawan Bambang Sukianto, menjelaskan bahwa kompetisi si kulit bundar ini digelar selama dua hari, mulai Minggu 15 Juni sampai Senin 16 Juni 2025. “Total sebanyak 49 tim sepak bola akan bertanding dan memperebutkan juara 1. Tak hanya dari tim sepak bola lokal Banyuwangi saja, sebanyak 25 persen dari total peserta adalah dari luar kota,” jelas Yuliawan. Yuliawan memaparkan, peserta turnamen tidak hanya dari Banyuwangi, melainkan juga diikuti oleh tim sepak bola dari berbagai daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Bojonegoro, hingga klub asal Pulau Bali. Pada laga perdana hari ini, seluruh tim dari setiap kategori usia bertanding pada babak penyisihan grup. Setiap tim akan saling berhadapan dalam pertandingan round-robin di grup masing-masing untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya. “Di pertandingan hari pertama setiap kategori umur hanya sampai di babak penyisihan grup. Dan di pertandingan hari kedua Senin (15/6/2025) akan dilanjutkan sampai mendapatkan juara 1 di setiap kategori umur,” beber Yuliawan. Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi itu mengatakan bahwa pemenang dari setiap kategori umur, akan dikirimkan ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2025 di Jakarta. Apabila berhasil di tingkat nasional, mereka akan kembali bertanding di tingkat internasional di Bangkok, Thailand untuk U-13 dan Kuala Lumpur, Malaysia, untuk U-10 dan 12 pada bulan Oktober. “Untuk sang juara tentu akan mendapat Tropy SEAFT dan setifikat. Penghargaan juga akan diberikan kepada Top Score, pemain terbaik dan kiper terbaik,” terang Yuliawan. Dengan terselenggaranya SEAFT 2025 ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola muda di kawasan Asia Tenggara. Ajang ini tidak hanya menjadi momentum pencarian bakat, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya generasi emas sepak bola Indonesia di masa depan. Sumber: TIMES Indonesia

Exist Berjaya di Seri Kalimantan Barat

Sirkuit Nasional B Kalimantan Barat 2025

Usai sudah gelaran Sirkuit Nasional B Kalimantan Barat 2025. Turnamen yang berlangsung pada 9-14 Juni 2025 di GOR Terpadu Pontianak, Kalimantan Barat ini diikuti kelompok usia dini, anak-anak dan pemula. Exist Badminton Club akhirnya kembali menjadi juara umum setelah terakhir terjadi pada seri Sirkuit Nasional B Kepri 2025 bulan April lalu. Exist mendominasi dengan raihan 6 gelar juara dari 11 nomor yang dipertandingkan. Sementara 5 gelar lain, terbagi rata menjadi milik Istimewa Badminton Club, Apita Badminton Club, Jaya Raya Jakarta, Champion Klaten, dan Taqi Arena Badminton Academy Untuk seri Sirnas selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 21 Juni 2025. Sirnas berlevel A tersebut akan berlangsung di kota Solo, Jawa Tengah. Daftar Juara Sirkuit Nasional B Kalimantan Barat 2025: TAPA: Khoirul Dwi Fahmi [Jaya Raya Jakarta] TPA: Richardo Regino Mozes Munde [Exist] TUDA: M. Lazar Abrizam Adhyasta [Apita Badminton Club] TAPI: Diajeng Putri Hartini [Exist] TPI: Zaira Octavia Armi [Exist] TUDI: Aisyah Ayudia Safa Inara [Istimewa Badminton Club] GPC: Athaya Affan Zaidan/Yemima Febryanti W. [Exist] GAPI: Griselda Galafreya N./Neisya Syaza V. [Champion Klaten] GPI: Bernessa Nadea D./Hanifa Azzahrawani N. [Taqi Arena Badminton Academy] GAPA: Lorenzio Juvian C./Syahdad Alfadilla [Exist] GPA: Athaya Affan Z./Raynanda Laksmana [Exist]

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Gilas Malaysia, Indonesia ke Semifinal

Timnas putri U19

Timnas putri U19 berhasil lolos ke semifinal Piala AFF Putri U19, setelah menang 4-0 atas Malaysia pada laga terakhir Grup B di Stadion Phu Tho, Ho Chi Minh, Jumat. Tambahan tiga poin ini membuat Indonesia finis di posisi kedua klasemen akhir dengan koleksi empat poin. Indonesia yang sempat menghuni posisi juru kunci unggul satu angka dari Malaysia yang harus puas berada di posisi ketiga. Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-14 berkat gol Nasywa Salsabila. Pada menit ke-30 giliran Sydney Hopper yang membobol gawang Malaysia untuk menggandakan keunggulan Indonesia. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Jezlyn Kayla Azkah memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 berkat golnya pada menit ke-60. Allya Putri lantas menutup pesta Garuda Pertiwi Muda dengan golnya pada menit ke-63. Raihan ini mengulangi pencapaian timnas putri U19 pada 2023. Saat itu Indonesia juga mencapai semifinal sebelum disingkirkan Thailand yang menang 7-1. Pada semifinal, tim asuhan Akira Higashiyama akan berhadapan dengan tuan rumah Vietnam. Vietnam jelas tidak dapat dipandang sebelah mata sebab mereka sejauh ini belum kemasukan dan mengoleksi 16 gol di fase grup. Sementara itu, Indonesia datang ke semifinal dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Di laga perdana, Garuda Pertiwi Muda dipukul Thailand 6-1, lalu ditahan imbang 1-1 oleh Kamboja, sebelum akhirnya bangkit di laga terakhir lawan Malaysia.

Belasan Atlet MMA Indonesia Dilepas ke Dua Ajang Bergengsi Internasional

Pelepasan 17 atlet Mixed Martial Arts

Sebanyak 17 atlet Mixed Martial Arts (MMA) dari Kontingen Indonesia secara resmi dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo di Auditorium Wisma Kemenpora, Kamis (12/6). Para atlet yang terdiri dari 9 atlet junior dan 8 atlet senior ini akan berlaga pada dua ajang internasional bergengsi yaitu 5th GAMMA World MMA Championship (U18 dan Senior) di Sao Paulo, Brasil, pada 17–22 Juni 2025, dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, 23–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi menuju 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober mendatang. Dalam seremoni pelepasan, Menpora Dito secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada manajer tim sebagai tanda kepercayaan dan kehormatan negara kepada para atlet yang akan bertanding mewakili Indonesia. Dalam sambutannya, Menpora Dito memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia ( PB Pertacami) Tommy Paulus Hermawan dan seluruh jajarannya. “Saya mengapresiasi kerja cepat Pertacami. Kita lihat sekarang MMA Indonesia sudah masuk jalur pelatnas dengan sistematis, bahkan bersinergi dengan akademisi, yakni UNJ. Ini adalah langkah perdana dan terarah. Tidak lagi ambil dari cabor bela diri lain, tapi murni pembinaan MMA,” ujar Menpora Dito. Menpora Dito juga menegaskan bahwa MMA sebagai cabang olahraga semakin mendapat tempat, terbukti dengan masuknya ke Asian Youth Games 2025, dan harapannya dapat segera dipertandingkan di Asian Games hingga Olimpiade. Menpora Dito menyoroti prestasi sebelumnya di ajang GAMMA World Championship, di mana Indonesia telah berhasil merebut tiga medali emas dan sejumlah medali lainnya. Ia berharap kontingen kali ini mampu mempertahankan bahkan melampaui prestasi tersebut di Brasil. Untuk ajang di Bahrain, Menpora Dito menekankan pentingnya peran event ini sebagai pintu menuju panggung Asia. “Kami sangat fokus pada Asian Youth Games karena ini jalan panjang dalam menyiapkan anak muda Indonesia agar bisa berkiprah di dunia dan Olimpiade. Saya yakin, bila ini terus dikembangkan, Indonesia bisa menjadi kekuatan utama di MMA dunia,” tegasnya. Menutup sambutannya, Menpora Dito memberi pesan menyentuh dan penuh semangat kepada seluruh atlet. “Ingat, kalian hadir di Sao Paulo dan Bahrain bukan sebagai individu, tapi sebagai wakil resmi Merah Putih. Bertarunglah dengan penuh semangat, sportivitas, dan rasa bangga. Kami semua di sini menunggu kalian pulang membawa prestasi,” pesannya. Ketum PB Pertacami Tommy Paulus Hermawan menyampaikan dalam rangka menghadapi dua kejuaraan internasional bergengsi, sebanyak 40 atlet Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia telah menjalani program pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak awal Januari 2025. “Pelatnas ini dipusatkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari persiapan menuju:5th GAMMA World MMA Championship (U18 dan Senior) di Sao Paulo, Brasil, pada 17–22 Juni 2025, dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, 23–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi untuk 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober mendatang,” jelasnya. Menurutnya, para atlet yang terpilih merupakan hasil seleksi ketat berdasarkan kategori berat badan dan kelompok usia (junior dan senior). Selama lebih dari 6 bulan, mereka menunjukkan komitmen dan disiplin tinggi dalam mengikuti pelatnas, mengusung semangat untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. “Program pelatnas mencakup pelatihan fisik intensif, teknik menyerang dan bertahan, termasuk latihan pukulan, tendangan, serta strategi bertarung. Selain aspek teknis, persiapan mental juga menjadi prioritas, guna memastikan para atlet siap menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan internasional,” tutupnya.

53 Karateka Muda Wakili Indonesia Pada SEAKF 2025

Wakil Indonesia Pada SEAKF Championship 2025

Indonesia mengirim 53 atlet karate kategori Kadet, Junior, dan U21 untuk berlaga dalam Kejuaraan Asia Tenggara ke-12 (SEAKF Championship 2025) yang bergulir di Brunei Darussalam pada 17–19 Juni. Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) secara resmi melepas para atlet muda tersebut di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, yang dipimpin langsung Ketua Umum PB Forki, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Selain 53 atlet muda, Indonesia juga didukung 22 atlet senior yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan nasional secara terpisah di Bali sebagai bagian dari penguatan tim nasional menuju berbagai kejuaraan internasional. “Kami optimistis tahun ini bisa melampaui pencapaian sebelumnya. Persiapan memang padat, tapi mental dan semangat juang kalian adalah aset utama,” kata Hadi dalam keterangan tertulisnya. Pada SEAKF edisi 2024 yang digelar di Bangkok, Thailand, Indonesia meraih 10 medali emas, 8 perak, dan 13 perunggu serta menempati peringkat ketiga secara keseluruhan. Pencapaian tersebut menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi kontingen muda tahun ini untuk meraih hasil yang lebih baik. Hadi mengatakan para atlet yang dikirim merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai daerah di Indonesia dan telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam proses pelatihan. “Dari ratusan ribu atlet karate di seluruh Indonesia, kalian terpilih melalui proses seleksi nasional. Ini adalah kehormatan besar dan bukti kalian adalah yang terbaik,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, kekompakan tim, dan kekuatan spiritual menjelang kejuaraan. “Mintalah restu orang tua, terutama doa ibu. Itu kekuatan yang tidak terlihat, tapi sangat menentukan,” ujarnya. Sumber: ANTARA