Timnas Putra Indonesia Tutup ASBC 2025 dengan Kemenangan

Timnas Basket Putra - ASBC 2025 (4)

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada laga terakhirnya, mereka sukses mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 83-50 di GOR Manahan, Solo, Sabtu, 30 Agustus 2025 dan harus puas di peringkat kelima. Meski gagal menembus semifinal, Indonesia membuktikan diri masih punya daya saing kuat. Sejak tepis mula, anak-anak asuhan Rifki Antoloyn ini langsung memimpin tempo permainan. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis 19-14. Di kuarter-kuarter berikutnya, mereka melaju sangat cepat. Begitu memasuki kuarter kedua, margin semakin melebar dan tidak pernah lagi turun di bawah dua digit. Arab Saudi benar-benar kesulitan keluar dari tekanan pertahanan Indonesia. Kemenangan ini juga terasa spesial karena hampir semua pemain mendapat menit bermain yang merata. Rotasi luas yang diberikan pelatih membuktikan bahwa seluruh anggota tim mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan. Dari sisi produktivitas, Kenneth Leebron Huang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai mesin poin milik Indonesia. Pemilik nomor punggung itu mencetak 18 poin. Riovaldo Renjiro Leonardy juga tampil tajam dengan sumbangan 17 poin. Di paint area, Made Gandhi Wibisana Menara justru menjadi jangkar pertahanan berkat catatan 11 rebound. Salah satu pemain, Gablin Yomarlo Tobing, membagikan kesan pribadinya seusai laga. “So far, ikut ASBC ini seru sih, Kak. Tapi kalau sesuai target sih belum ya, target awal sih harus bisa bawa medali. Ternyata belum bisa tercapai, dan masih banyak evaluasinya,” ucapnya lewat wawancara WhatsApp. Dengan hasil ini, Indonesia resmi finis di posisi kelima 9th Asian School Basketball Championships 2025. Meski belum sesuai target, performa solid di laga terakhir ASBC 2025 memberikan modal berharga untuk turnamen selanjutnya. Sementara Arab Saudi harus puas menutup kompetisi di posisi keenam. Sumber: DBL

Srikandi Indonesia Raih Medali Perunggu ASBC 2025

Timnas Putri Indonesia - ASBC 2025

Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan manis. Bermain di Bronze Match, tim besutan Syafiq Ahmad Rizaldi itu berhasil mengalahkan Hong Kong 59-39 di GOR Manahan, Solo, Sabtu 30 Agustus 2025. Indonesia sempat tertinggal di awal pertandingan. Setelah dibuka dua tembakan gratis Komang Mariani Puteri Sekar Sari, Hong Kong justru unggul lima angka. Namun, Indonesia cepat bangkit. Tiga angka Kartika Hatta Mahanani menutup kuarter pertama dengan skor 14-10, untuk Indonesia. Di kuarter kedua, Indonesia sempat menjauh hingga 12 poin (25-13). Namun, Hong Kong tidak menyerah dan memangkas margin menjadi tiga angka saja di penghujung paruh pertama (25-22). Memasuki babak kedua, Indonesia tak ingin memberi celah. Dalam 20 menit sisa pertandingan, mereka menambahkan 34 poin, sementara Hong Kong hanya menambahkan 17 poin. Peluit akhir pertandingan pun memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 59-39, sekaligus medali perunggu ASBC 2025. Secara statistik, akurasi Indonesia masih belum maksimal. Dari 68 percobaan, hanya 21 yang berbuah poin (30 persen). Eksekusi tembakan gratis dari Indonesia juga cenderung rendah. Hanya melesat 9 dari 16 kali percobaan (56 persen). Namun, keunggulan mereka tetap cukup untuk mengunci kemenangan. Putu Kezia Angelie Setiawan kembali jadi motor utama dengan 19 poin. Yang mana 12 di antaranya berasal dari tembakan tripoin. Komang Mariani Puteri tampil dominan di paint area dengan 17 rebound, ditambah 3 assist dan 2 poin. Sementara Berlian Yesi Triutari menyumbang 10 poin dan 7 rebound. Kemenangan ini menegaskan langkah Indonesia yang mampu bangkit setelah gagal di semifinal. Srikandi Merah Putih resmi menutup 9th Asian School Basketball Championships 2025 sebagai pemilik medali perunggu.

ASBC 2025: Tim Putra & Putri Indonesia Gagal Raih Poin Penuh

Kenneth Leebron Huang

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra dan Putri Indonesia harus mengakui keunggulan lawan mereka pada laga perdana mereka di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025. Bertanding di GOR Manahan Solo pada Senin, 25 Agustus 2025, skuad putra Indonesia kalah dengan skor 96-82 atas China. Meski demikian, asa Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya masih ada. Mereka masih memiliki dua pertandingan sisa di fase grup. Paling dekat, Indonesia dijadwalkan bertemu dengan Thailand pada Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB. Pertandingan ini akan berlangsung di Sritex Arena, Solo, yang juga menjadi venue utama ASBC 2025. Sementara itu, Timnas Basket Putri Indonesia juga harus menelan pil pahit di laga perdana mereka. Bertanding di GOR Manahan Solo, Senin 25 Agustus 2025, skuad Indonesia juga takluk dari China dengan skor 66-53. Pada laga kedua, Timnas Basket Putri Indonesia akan bersua dengan Singapura, Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB, bergeser ke Sritex Arena, Solo. Partai ini bakal menjadi salah satu momentum kebangkitan sekaligus pembuktian bahwa skuad muda Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah ASBC 2025

Tim Indonesia Untuk ASBC 2025

Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang 9th Asian Schools Basketball Championships (ASBC) 2025 yang akan berlangsung di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Kejuaraan ini digelar di dua venue utama, GOR Sritex Arena dan GOR Manahan, menghadirkan tim basket pelajar dari berbagai negara Asia, yakni Arab Saudi, Malaysia, China, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan tuan rumah Indonesia. Adapun acara pembukaan secara resmi digelar di Solo Paragon Hotel dan Residences pada 24 Agustus kemarin. Sementara Pertandingan Penyisihan berlangsung 25–28 Agustus, Semifinal & Final 29–30 Agustus, dan Penutupan pada tanggal 31 Agustus. Acara ini dibawah langsung arahan Menpora RI Dito Ariotedjo, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono, dan Ketua Panitia Luhur Dewanthono. Ajang ini tidak sekadar kompetisi internasional di level Benua Asia, tetapi juga menjadi wadah solidaritas, integrasi, interaksi dan pertukaran budaya antarnegara Asia. Juga mempererat persahabatan pelajar Asia; serta meningkatkan kesatuan diplomasi negara-negara kawasan Asia melalui semangat sportivitas. Menpora RI menyatakan komitmennya untuk menjadikan event ini sukses. “Indonesia siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menggelar kejuaraan basket pelajar Asia, tetapi juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sport diplomacy dan menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai olahraga,” ujar Dito Ariotedjo. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono, menegaskan bahwa ajang ini penting untuk pembinaan atlet muda usia pelajar. “ASBC 2025 adalah kesempatan emas untuk mengasah mental juara dan memberi pengalaman bertanding internasional bagi atlet-atlet pelajar kita,” katanya. Dukungan itu membuat Ketua Panitia penyelenggara Luhur Dewanthono yang juga Tenaga Ahli Menpora, memastikan bahwa seluruh persiapan telah berjalan baik. “Opening Ceremony sudah mendekati 100 persen. Kami pastikan venue, keamanan, dan kenyamanan peserta sesuai standar internasional,” ujarnya. Kemenpora berharap kejuaraan ini membawa dampak positif bagi olahraga pelajar, pariwisata, dan citra Indonesia di mata dunia.

BAJC 2025: Ubed Raih Emas!

Mohammad Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, meraih gelar juara tunggal putra Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 (BAJC 2025) setelah mengalahkan wakil China Liu Yang Ming Yu pada final di GOR Indoor Manahan, Solo, Minggu, 27 Juli 2025. Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, tampil apik sepanjang pertandingan dan menang atas Liu dua gim langsung 21-12, 21-17 dalam tempo 43 menit. Kemenangan ini menandai pencapaian terbaik Zaki di level Asia sekaligus mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia dalam turnamen bergengsi kelompok usia junior tersebut tahun ini. Ubed menjadi pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia ketiga yang pernah meraih emas Kejuaraan Asia Junior, setelah Taufik Hidayat (1997) dan Ardiansyah (2001). Ubed menjadi satu-satunya penyumbang gelar juara bagi Indonesia pada ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025. Satu wakil lain, ganda campuran, Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine gagal juara setelah takluk dari unggulan Cina, Chen Jun Ting/Cao Zi Han. Sementara itu, dari sektor ganda putra, pasangan asal Cina, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong lebih dulu memastikan gelar setelah menang telak atas wakil Korea Selatan, Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo. Lalu ganda putri, pasangan asal Cina, Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian juga menjadi juara setelah mengalahkan pasangan asal Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan. Cina juga dipastikan meraih gelar juara pada sektor tunggal putri setelah Yin Yi Qing mengalahkan Liu Si. Hasil Lengkap Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Perorangan: MD: Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong: 11-21, 12-21 MS: Moh. Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu: 21-12, 21-17 WD: Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan vs Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian: 12-21, 10-21 WS: Liu Si vs Yin Yi Qing: 13-21, 13-21 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han: 12-21, 13-21

BAJC 2025: Ikhsan/Rinjani Takluk di Final

Podium Ganda Campuran WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025.

Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine kalah di final Badminton Asia Junior Championships 2025 dari Chen Jun Ting/Zi Han Cao. Ikhsan/Rinjani kalah 12-21 dan 13-21 dari wakil Tiongkok itu. Ikhsan/Rinjani kesulitan mengimbangi permainan cepat Chen/Zi yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi. Ikhsan/Rinjani mengaku sudah bermain dengan nyaman, tapi mereka merasa perlu meningkatkan banyak hal untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi. “Tadi lawan bermain bagus dan cepat. Variasi bola atas mereka juga bahaya jadi kita terpaksa buka bola terus,” ujar Ikhsan. “Mereka sudah menang percaya diri karena sudah menang di ganda putra dan ganda putri. Untuk pola mainnya mereka sudah tau satu sama lain, jadi susah untuk menyerang, karena mereka langsung membatasi dan untuk Zi Han Cao juga cepat bagus mencari bolanya,” ungkap Rinjani. “Final ini secara feeling permainan saya sudah nyaman, hanya kami kalah pola saja. Sebelumnya pernah bertemu Zi Han Cao dengan partner lamanya,” beber Ikhsan. “Untuk evaluasi ke depannya dipersiapkan lagi dari fisik, teknik, mental, dan pola mainnya karena lawan-lawan nanti juga sudah kami tahu hanya ditambah Eropa saja,” papar Rinjani.

BAJC 2025: Garuda Muda Siap Revans di Nomor Perorangan

simulasi pertandingan jelang WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025

Jelang berlangsungnya kejuaraan individu WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 , tim Indonesia melakukan latihan di Gor Indoor Manahan Solo. Pertandingan perorangan WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 sendiri akan digelar mulai Rabu (23/07/2025). Tim yang berlatih adalah Tim Junior Indonesia yang bermain di beregu campuran sebanyak 20 atlet dan juga 26 atlet junior tambahan yang mengikuti turnamen perorangan. Total ada 46 atlet Junior Indonesia yang akan berlaga di turnamen ini. Pertandingan beregu campuran telah berakhir hari ini dengan kemenangan tim China atas Thailand dengan skor akhir 110-90, Sementara itu Garuda muda terhenti di babak Quarterfinal oleh Korea dengan skor tipis 110-109. Hasil ini tentunya diharapkan menjadi motivasi agar bisa lebih baik lagi secara individu. “Saya berharap pencapaian di beregu dapat dijadikan bahan evaluasi dan kesiapan atlet dan pelatih di event perorangan serta dapat menunjukkan semangat, motivasi, dan kepercayaan diri yang lebih kuat lagi untuk dapat mengeluarkan seluruh kemampuan dan menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Kabid Binpres PBSI, Eng Hian . Di sektor tunggal putra, Indonesia akan menurunkan 7 wakilnya. Kepala pelatih tunggal putra pratama, Wiempie Mahardi mengatakan kondisi atletnya dalam keadaan siap bertanding dan berharap mendapatkan dukungan langsung dari penonton di Gor Indoor Manahan Solo dan juga melalui layar kaca dan live streaming. “Persaingan di sektor tunggal putra hampir merata, terutama pemain unggulan dari negara-negara seperti Cina, Thailand, Korea, India, Jepang, Hongkong, Chinese Taipei, dan Malaysia. Saya berharap atlet kita bisa tampil maksimal, tetap fokus dan tidak over percaya diri. Semoga bisa ada gelar juara untuk sektor tunggal,” ungkap Wiempie. Sementara itu di sektor ganda putra, kepala pelatih ganda putra pratama, Chafidz Yusuf mengatakan kondisi anak buahnya dalam keadaan baik dan tidak ada cedera. Evaluasi Chafidz untuk penampilan anak buahnya dalam kategori beregu campuran adalah penambahan kekuatan dan rasa percaya diri yang perlu ditingkatkan. Sedangkan dari sisi tehnik kinerja mereka cukup baik. “Untuk persaingan di sektor ganda putra cukup merata dan untuk lawan terkuat ada dari China dan Korea. Saya menargetkan minimal mereka masuk semifinal, tapi tentunya saya berharap mereka bisa menampilkan prestasi yang lebih baik lagi,” ucap Chafidz menutup perbincangan. Skuad Daftar Indonesia Tunggal Putra Moh. Zaki Ubaidillah Richie Duta Richardo Dendi Triansyah Denis Azzarya Radithya Bayu Wardhana Arga Nugraha Sigfar Fardhan Rainanda Joe Tunggal Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Kavitha Nadjwa Aulia Salsabila Amiradana Jolin Angelia Christabel Calista Purwanto Shaafiya Yasmin Maitsaa Auberta Zerlina Ganda Putra Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Pramudya Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka Raihan Daffa Edsel Pramono/Muhammad Rizki Mubarrok Akmal Nurrahman/Revand Harianto Anju Siahaan/Faizal Pangestu Ganda Putri Rinjani Kwinara Nastine/ Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang/ Sheila Lidia Keyla Annisa Putri/ Micha Leona Luthfia Wardoyo Aurelia Syakira Putri/ Atresia Naufa Candani Putri Melvina Dwiwahyuningsih/Aura Zalfa Syafiya Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri Ganda Campuran Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica Ghian Rizqy Sofyan/Salsabila Zahra Aulia Muhammad Mulky Aufa Atmaja/Salma Mufida Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani Faizal Pangestu/Anju Siahaan

BAJC 2025: Tim China Juara Beregu

Tim Junior China

Tim China keluar sebagai juara di ajang Badminton Asia Junior Championship 2025, yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Hasil final hari ini, Selasa (22/7/2025), di GOR Manahan, skuad muda China berhasil menundukkan Tim Thailand. Dalam pertandingan beregu campuran yang berlangsung menggunakan sistem rally point tersebut, China sukses menundukkan Thailand dengan total skor 110-90. Tim China membuka laga final dengan mulus. Pada match-1, tunggal putra Xiao Gao Bo berhasil memetik kemenangan 11-5 atas wakil Thailand, Patcharakit. Keunggulan China mampu dipertahankan hingga match-3, yang mempertemukan ganda campuran Li Hong Yi/Caoo Zi Han (China) vs Attawut Sreepeaw/Napapakorn (Thailand). Match ini ditutup dengan skor 33-29. Posisi Tim China sebagai pemimpin skor mulai tergeser pada match-4, yang mempertemukan ganda putri Chen Fan Shu/Tan Ke Xuan (China) vs Hathaithip/Napapakorn (Thailand). Melalui laga ini Thailand menyusul 38-44. Tim Thailand masih memimpin usai match-5, yang berakhir 45-55. Akan tetapi China bangkit pada match-6 melalui tunggal putra Liu Yang Ming, yang membuat timnya unggul tipis 66-65. China sanggup memelihara keunggulan mereka hingga pertandingan penutup alias match-10, yang mempertemukan tunggal putri Xu Wen Jing (China) vs Anyapat (Thailand). Laga ini selesai dengan total skor 110-90. Dengan kemenangan ini Tim China sukses mempertahankan gelar juara beregu campuran Badminton Asia Junior Championship, yang mereka raih pada edisi 2024 lalu. Ketika itu melalui sistem set poin, China menang 3-1 atas Korea Selatan. Sementara itu perjalanan tim tuan rumah Indonesia di ajang Badminton Asia Junior Championship 2025, harus terhenti di perempat final. Merah Putih menyerah dengan total skor 109-110 dari Tim Korea Selatan.

BAJC 2025: Dramatis! Indonesia Akui Keunggulan Korea Selatan

Moh. Zaki Ubaidillah

Drama hingga detik terakhir. Skuad bulu tangkis Indonesia harus harus mengakui keunggulan Korea Selatan usai kalah tipis 109–110 dalam Wondr Badminton Asia Junior Championships kategori beregu campuran di GOR Indoor Manahan, Senin (21/7/2025). Tak bisa dipungkiri, selisih satu angka ini menjadi luka bagi Ubed dan kawan-kawan. Mengingat seluruh partai berlangsung seimbang dan intens. Kendati demikian, Kapten Tim Moh. Zaki Ubaidillah atau yang kerap disapa Ubed ini tetap bersyukur. “Alhamdulillah, berjalan dengan lancar tanpa cedera untuk semuanya. Mungkin tadi kurang beruntung aja, rasa tegang pasti ada soalnya poinnya juga kejar-kejaran. Tadi pas saya main di fase kedua posisinya ketinggalan 3 poin lalu saya kejar biar bikin pede yang lain,” terang Ubed. Ubed mengatakan, kesedihan atas kekalahan ini pasti ada. Mengingat, tim Indonesia sudah berusaha mengejar dari awal. “Saya juga berusaha untuk menjauhkan poin sejauh mungkin tapi kembali tersusul pointnya. Sebagai captain saya mohon maaf karena belum bisa membawa tim sampai ke podium ataupun masuk final. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi belum dikasih rezeki,” lanjutnya. Sementara itu, tim Indonesia akan segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan individu. Ubed pun mendorong dirinya dan rekan-rekan untuk tak kalut dalam kesedihan. “Masih ada besok dan lusa, tinggal jaga fokusnya buat perorangan. Target saya pribadi pastinya juara dan bisa mengeluarkan semua kemampuan saya yang sudah saya lakukan saat berlatih,” ucap Ubed.

BAJC 2025: Sengit! Indonesia Juara Grup B usai Bungkam Malaysia

Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Pramudya

Tim bulutangkis Indonesia melaju ke babak perempat final dengan status juara Grup B pada ajang Badminton Asia Junior Championships 2025 . Kepastian itu didapat setelah skuad Merah Putih bungkam Malaysia dengan skor akhir 110-92 di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025). Tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, memulai perjalanan timnya dengan manis karena menang 11-5 atas Kong Wei Xang. Namun sayangnya di laga kedua, ganda putri Indonesia, Rinjani Kwinara Nastine/Riska Anggraini menelan kekalahan 20-22 dari Zi Yu Low/Dania Sofea. Meski demikian, Indonesia kembali memegang kendali pada gim ketiga yang mempertemukan Thalita Wiryawan kontra Oo Shan Zi. Tunggal putri Pelatnas PBSI itu menang 33-29 atas Shan Zi. Kemudian hasil manis juga didapat pada sektor ganda campuran yang dimainkan Steve Kurniawan/Luna Rianty Saffana. Steve/Luna menang tipis atas pasangan Malaysia, Loh Zheng/Noraqilah Maisarah dengan skor 44-43. Lalu, Indonesia kembali unggul di partai kelima yang dimainkan sektor ganda putra. Duet Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Pramudya meraih kemenangan atas Loh Zheng/Tan Zhi Yang dengan skor 55-52. Partai keenam kembali dimainkan oleh Ubed. Tunggal putra muda Pelatnas PBSI Cipayung itu kembali meraih kemenangan, yang kali ini membungkam Boon Le Lim dengan skor 66-60. Rinjani/Riska yang sempat kalah di gim kedua, kali ini berhasil menang atas Zi Yu Low/Dania Sofea dengan skor 77-67. Kemudian Thalita juga kembali meraih kemenangan, yang kali ini mengalahkan Eng Ler Qi dengan skor 88-73 di partai ke delapan. Indonesia mempertahankan tren positifnya di dua partai terakhir. Ganda campuran Indonesia, Devin/Rinjani menang atas Datu Anif Asrah/Dania Sofea dengan skor 99-81 di gim kesembilan. Kemudian laga terakhir dimainkan oleh sektor ganda putra. Devin yang kembali berpasangan dengan Ikhsan berhasil mengalahkan Irfan Shazmir/Ahmad Redzuan dengan skor 110-92. Indonesia pun menutup pertandingan dengan kemenangan, sekaligus melaju ke babak perempat final dengan status juara Grup B. Dibabak knock-out, Tim Junior Indonesia akan berhadapan dengan Korea di babak Quarter Final yang akan berlangsung besok (21/7) di Gor Indoor Manahan Solo. Sumber: Sindo News

BAJC 2025: Indonesia Raih Kemenangan Ketiga

Salsabila Amiradana

Indonesia memetik kemenangan ketiga pada Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2025 nomor beregu, Sabtu (19/7). Bertanding di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah, tim tuan rumah menundukkan Singapura dengan skor 110-66. Pemain tunggal putra Merah-Putih, Richie Duta Richardo memuji kekompakan tim dalam tiga laga terakhir pada kejuaraan bulu tangkis Asia level junior yang menggunakan sistem relay point ini. Richie, yang turun di partai kesembilan melawan Ding Han Jin, menilai performanya kurang maksimal sepanjang pertandingan meski mengakhiri laga dengan kemenangan 99-56. Ia juga merasa terbawa permainan Ding di awal pertandingan. “Sempat tertinggal, tapi saya coba lebih menenangkan diri lalu menambah fokus sehingga bisa mengurangi mati-mati sendiri,” jelasnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI. Ia juga berpendapat, dengan sistem relay point dengan total 110 poin ini, setiap pemain yang bertanding harus langsung siap sejak poin pertama. “Tidak boleh banyak coba-coba,” tegasnya. Richie, peraih medali emas PON 2024 Aceh-Sumut, juga menyampaikan, “Untuk kekompakan tim ini sangat bagus. Kami selalu menjaga komunikasi, banyak bareng-bareng di dalam dan luar lapangan.” Sementara, pemain tunggal putri Salsabila Amiradana menyampaikan rasa terima kasih telah dipercaya memperkuat tim Indonesia untuk kali kedua. Ia juga meluapkan rasa syukur atas kemenangan yang diraihnya melawan Zakaria Aaliyah, yang berakhir dengan skor 22-10. “Penampilan saya kemarin kurang baik dan saya bersyukur bisa menebus hari ini dengan permainan yang lebih baik,” kata pemain asal PB Djarum ini. “Memang belum ke performa maksimal, tapi saya bisa lepas dari tekanan yang ada,” Salsabila, menambahkan. Hampir serupa dengan Richie mengenai sistem relay point, Salsabila juga menekankan pentingnya kesiapan atlet sebelum memasuki arena pertandingan. “Poin 11 sangat cepat, keputusan yang diambil juga harus cepat dan tepat. Tidak boleh kebanyakan berpikir,” jelasnya, yang kemudian menyatakan, “Besok kalau dipercaya lagi saya harus menguatkan hati dan pikrian saya. Karena di pertandingan ini bukan main teknik atau fisik tapi juga mental,” pungkasnya. Berikut hasil pertandingan Grup B antara Indonesia dan Singapura: Ikhsan Lintang Pramudya/Devin Artha Wahyudi vs. Boon Jie Le Marco/Tan Jia Hui 11-5 Salsabila Amiradana vs. Zakaria Aaliyah 22-10 Rinjani Kwinara Nastine/Riska Anggraini vs. Zheng Yan Li/Teo Eng Ker 33-17 Moh. Zaki Ubaidillah vs. Ding Han Jin 44-20 Rinjani Kwinara Nastine/Devin Artha Wahyudi vs. Tan Jia Hui/Lim Ke Jia Khloe 55-25 Raihan Daffa Edsel Pramono vs. Muhammad Rizki Mubarrok Boon Jie Le Marco/Ng Ming Zhe 66-37 Thalita Ramadhani Wiryawan vs. Zakaria Aaliyah 77-43 (0:06) Aurelia Syakira Putri/Sheila Lidia vs. Lim Ke Jia Khloe/Lua Le En Jessie 88-45 Richie Duta Richardo vs. Ding Han Jin 99-56 Luna Rianty Saffana/Ikhsan Lintang Pramudya vs. Ng Ming Zhe/Zheng Yan L 110-66 Sumber: Djarum Badminton

BAJC 2025: Tuan Rumah Raih Dua Kemenangan

Dendi Triansyah

Tim bulu tangkis Indonesia membangun tren kemenangan pada hari pembuka Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2025 di nomor beregu campuran, Jumat (18/7). Seusai menundukkan Myanmar dengan skor 110-47, tim tuan rumah menang 110-72 atas Makau. Meski telah mengantongi dua kemenangan, PP PBSI menilai masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan dipelajari, khususnya kesiapan atlet sebelum memasuki arena pertandingan. “Para pemain tampil cukup baik saat menghadapi Chinese Macau. Meski sempat mengalami hambatan, itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan atlet, bagaimana pelatih mempersiapkan atletnya agar ketika masuk ke lapangan, mereka sudah benar-benar siap untuk bertanding,” papar manajer tim Indonesia Eng Hian melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Menurutnya, salah satu kendala dalam pertandingan perdana yang digelar di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah tersebut, adalah kesiapan mental sebelum bertanding. Sejatinya, para atlet sudah dalam kondisi siap, baik dari segi pemanasan, fokus, serta strategi. “Terlebih, sistem pertandingan kali ini menggunakan skor 11 poin, jadi jika sedikit saja kehilangan fokus, poin bisa langsung hilang dan itu sangat berpengaruh bagi tim,” katanya. “Dua pertandingan hari ini tentu menjadi bahan evaluasi kami agar ke depannya bisa tampil lebih baik lagi,” tambah pria yang juga menjabat selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI ini. Indonesia, yang termasuk dalam Grup B pada kejuaraan Asia level junior ini, bertemu dengan Singapura pada Sabtu (19/7). Secara garis besar, menurut Eng Hian, tim Merah-Putih akan menurunkan formasi yang lebih baik pada laga ini. “Kami juga akan memberi kesempatan lebih besar kepada atlet-atlet yang hari ini tampil baik dan berkontribusi positif bagi tim. Dari analisis kami, kekuatan Singapura kurang lebih mirip dengan Myanmar,” jelasnya. “Tadi kami bermain di Lapangan 1, yang menurut saya memiliki kondisi terbaik dibandingkan lapangan lainnya. Lapangan ini tidak terkena embusan langsung dari pendingin ruangan. Namun,, anak-anak tetap harus terus beradaptasi. Yang jelas, di setiap pertandingan kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik dan memaksimalkan setiap situasi,” demikian Eng Hian. Sumber: Djarum Badminton

BAJC 2025: Indonesia Unggul Kontra Myanmar

Moh. Zaki Ubaidillah

Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2025 di kategori beregu campuran mulai digelar pada Jumat (18/7) pagi di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah. Tim bulu tangkis Indonesia tampil di partai pembuka melawan Myanmar. Dalam kejuaraan Asia level junior yang menggunakan sistem relay point dengan total 110 poin ini, tim tuan rumah menang dengan skor 110-47. Pemain tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengawali kemenangan tim Merah-Putih, setelah mengalahkan Nyan Shaine Lin dengan skor 11-5. Ubed, sapaannya, kembali mengalahkan pemain yang sama di partai keenam dengan skor 66-32. “Dari awal sudah bilang ke tim untuk jaga kekompakan, sama jaga semangatnya juga, jangan mau kalah, dan juga nggak boleh ngeremehin lawan,” katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. “Untuk permainan hari ini, menurut saya, Alhamdulillah cukup bagus semua, bisa neken dari awal juga dan di partai selanjutnya bisa lebih pede juga,” Ubed, menambahkan. Seusai Ubed, Riska Anggraini/Rinjani Kwinara Nastine di nomor ganda putri, Thalita Ramadhani Wiryawan (tunggal putri), Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono (ganda putra), dan Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana (ganda campuran) melanjutkan tren kemenangan bagi Indonesia. Kemudian, Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (ganda putra) dan Theodorus Steve Kurniawan/Luna Rianty Saffana (ganda campuran), memastikan perolehan poin 110 untuk tim tuan rumah. Secara umum Ubed, kapten tim Indonesia, berpendapat, para pemain dapat bertanding dengan baik di laga pembuka. Adaptasi cepat dengan arena pertandingan pun dapat berjalan dengan baik, selebihnya hanya terkait penyesuaian dengan kondisi angin di lapangan. “Harapannya untuk pertandingan ke depannya semoga lebih baik lagi dan semoga bisa kompak dan bisa ambil gelar juara,” pungkasnya. Sumber: Djarum Badminton

Badminton Asia Junior Championships 2025 Resmi Digelar di GOR Manahan Solo

Badminton Asia Junior Championships 2025

Kejuaraan bulutangkis junior paling bergengsi se-Asia, Wondr Badminton Asia Junior Championships 2025, resmi diselenggarakan di Kota Solo, Jawa Tengah. Gelanggang Olahraga (GOR) Manahan dipilih sebagai venue pertandingan ini untuk pertama kalinya setelah melakukan renovasi. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung mulai hari ini, 18 Juli hingga 27 Juli mendatang dan akan diikuti oleh 17 negara dengan kategori pertandingan beregu campuran dan perorangan. Dalam kategori beregu campuran, setiap tim harus meraih 110 poin terlebih dahulu untuk dinyatakan sebagai pemenang. Format pertandingan beregu campuran ini mirip dengan Sudirman Cup, sedangkan kategori perorangan akan mempertandingkan lima sektor pada kelompok umur U-19. Sebanyak 322 atlet dipastikan akan berpartisipasi dalam turnamen ini. Persaingan di nomor perorangan diprediksi akan semakin ketat dengan keikutsertaan total 17 negara. Tuan rumah Indonesia menurunkan wakil terbanyak dengan 46 atlet dan menjadi unggulan keempat dalam turnamen tahunan ini. Negara-negara lain yang turut berpartisipasi antara lain China, yang berhasil menyapu bersih gelar juara pada edisi sebelumnya dengan 29 atlet, diikuti oleh Thailand (27 atlet), Malaysia (25 atlet), Chinese Taipei (21 atlet), Jepang (20 atlet), Sri Lanka (20 atlet), India (18 atlet), Singapura (18 atlet), Korea Selatan (16 atlet), dan Filipina (15 atlet). Sementara itu, Vietnam (15 atlet), Hong Kong (14 atlet), Myanmar (12 atlet), Uni Emirat Arab (11 atlet), Macau China (10 atlet), Kazakhstan (4 atlet), dan Brunei Darussalam (1 atlet) juga akan berpartisipasi. – Grup A: Thailand, Chinese Taipei, Jepang, Kazakhstan. – Grup B: Indonesia, Malaysia, Singapura, Macau China, Myanmar. – Grup C: China, Korea Selatan, Vietnam, Filipina. – Grup D: India, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Sri Lanka.

Inilah Hasil Drawing Badminton Asia Junior Championships 2025

GOR Indoor Manahan

Drawing resmi Badminton Asia Junior Championships 2025 untuk sektor beregu campuran telah dirilis. Indonesia tergabung di Grup B bersama rival kuat Malaysia. Sebagai tuan rumah, Indonesia punya tanggung jawab besar di turnamen yang bakal digelar di GOR Manahan, Solo, mulai 18 hingga 22 Juli 2025. Ini akan menjadi ajang pembuktian generasi muda bulutangkis Indonesia di mata Asia. Dalam pengundian, Skuad Merah Putih masuk ke Grup B, di mana mereka akan menghadapi lawan tangguh seperti Malaysia, serta tiga negara lain yakni Singapura, Macau, dan Myanmar. Persaingan dipastikan ketat sejak babak awal. Turnamen beregu ini akan menggunakan sistem skor relay 110 poin, format yang sama seperti World Junior Championships (WJC) 2024, menuntut konsistensi dan kekompakan dari seluruh sektor. 20 Atlet Muda Disiapkan untuk Nomor Beregu, 30 Lebih Tampil di Perorangan. Untuk sektor beregu campuran, PBSI menurunkan 20 atlet muda, terdiri atas 6 pemain tunggal dan 14 pemain ganda. Sedangkan di kategori perorangan, yang akan digelar pada 23–27 Juli 2025, Indonesia menurunkan total lebih dari 30 pemain, termasuk nama-nama dari klub unggulan di luar tim beregu. Distribusi sektor perorangan adalah sebagai berikut: Tunggal putra dan putri: masing-masing 7 wakil Ganda campuran: 7 pasangan Ganda putra dan putri: masing-masing 6 pasangan Dengan dukungan penuh sebagai tuan rumah, Indonesia diprediksi tampil agresif dan berambisi merebut gelar beregu, seperti yang diharapkan oleh publik dan pengurus pusat PBSI. Peta Persaingan Lengkap: Siapa Saja di Grup Lain? Selain Grup B yang dihuni Indonesia, berikut adalah susunan grup lengkap turnamen beregu Asia Junior 2025: Grup A: Thailand, Taiwan, Jepang, Kazakhstan Grup B: Indonesia, Malaysia, Singapura, Macau, Myanmar Grup C: China, Korea Selatan, Vietnam, Filipina Grup D: India, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Sri Lanka Melihat komposisi grup, kekuatan merata dan tiap tim punya kans membuat kejutan. Namun dengan status sebagai tuan rumah, Indonesia wajib memanfaatkan momentum ini untuk unjuk gigi dan menjadi juara di kandang sendiri. Sumber: iNews