Indonesia Gagal Lolos Fase Grup Thomas Cup 2026

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri

Tim Thomas Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak perempat final Thomas Cup 2026 setelah menempati posisi ketiga pada klasemen akhir Grup D. Kegagalan ini terjadi usai skuad Merah Putih menderita kekalahan 1-4 dari tim Prancis pada pertandingan yang digelar Rabu (29/4/2026). Hasil tersebut membuat Indonesia harus merelakan posisi dua besar kepada Thailand yang keluar sebagai juara grup dan Prancis sebagai runner-up. Meskipun Indonesia sempat meraih kemenangan 5-0 atas Aljazair serta unggul 3-2 atas Thailand, selisih poin yang lebih rendah membuat langkah Fajar Alfian dan kolega terhenti di fase grup. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan tim nasional dalam memenuhi target pada turnamen kali ini. Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban federasi terhadap hasil yang diraih di lapangan. “Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” kata Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI. Eng Hian menilai fleksibilitas susunan pemain Prancis, khususnya melalui Popov bersaudara yang bermain ganda maupun tunggal, menjadi tantangan berat bagi Indonesia. Pengaturan strategi lawan membuat sektor tunggal yang memiliki peringkat berimbang menjadi penentu dominasi di tiga partai pembuka. “Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” kata Eng Hian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4/2026). Kekalahan Indonesia diwarnai oleh kendala fisik Anthony Sinisuka Ginting yang mengalami kram pada gim penentu melawan Toma Junior Popov. Hal serupa dialami pasangan Sabar/Reza yang gagal mengonversi keunggulan rekor pertemuan mereka melawan duet Eloi Adam/Leo Rossi menjadi kemenangan bagi tim. Satu-satunya kemenangan Indonesia atas Prancis disumbangkan oleh Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang mengalahkan Popov bersaudara melalui laga tiga gim. PBSI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kesiapan fisik dan mental bertanding atlet untuk menghadapi kompetisi mendatang.

Thomas Cup 2026: Comeback! Indonesia Kalahkan Thailand

Moh. Zaki Ubaidillah

Indonesia mengalahkan Thailand di laga kedua Grup D Thomas Cup 2026. Tim Garuda comeback usai sempat dua kali tertinggal untuk menang 3-2. Indonesia menghadapi Thailand pada laga kedua Grup D Thomas Cup 2026. Laga Indonesia vs Thailand berlangsung di Forum Horsens Court 1, Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026). Indonesia tertinggal 0-1 dari Thailand usai Jonatan Christie kalah saat melawan Kunlavut Vitidsarn dalam drama 3 set. Indonesia kembali menyamakan kedudukan lewat ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang tampil melawan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga. Indonesia kembali tertinggal dari Thailand 1-2 usai Alwi Farhan harus mengakui keunggulan Panitchapon Teeraratsakul tersaji di laga ketiga. Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin turun di laga keempat melawan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul. Jika Fajar/Joaquin kalah di laga ini, Thailand dipastikan memenangi laga. Fajar/Joaquin tampil apik untuk terus menjaga asa Indonesia memenangi laga. Mereka sempat kehilangan gim pertama. Fajar/Joaquin kemudian secara luar biasa bangkit di dua gim berikutnya. Mereka menang di gim kedua dan secara dramatis menutup laga dengan kemenangan sekaligus membawa Indonesia kembali menyamakan skor 2-2. Moh Zaki Ubaidillah turun sebagai penentu. Pada laga pamungkas, Ubed menghadapi Tanawat Yimjit. Tanpa tekanan, Ubed sukses mengalahkan lawannya tersebut dua gim langsung. Indonesia menang 3-2 atas Thailand. Kemenangan ini membawa Tim Merah Putih memuncaki Grup D dengan dua kemenangan. Group D – Matchday 2: Indonesia 3-2 Thailand MS1: Jonatan Christie vs Kunlavut Vitidsarn 16-21, 22-20, 20-22 MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga 21-17, 21-18 MS2: Alwi Farhan vs Panitchapon Teeraratsakul 21-14, 17-21, 16-21 MD2: Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 19-21, 21-17, 25-23 MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Tanawat Yimjit 21-11, 21-12

Thomas Cup 2026: Ubed bawa Indonesia kandaskan Thailand

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah membawa tim Thomas Indonesia menghajar Thailand dengan skor 3-2 pada pertandingan kedua grup D Piala Thomas 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Minggu, Ubed, sapaan akrabnya menghajar tunggal Thailand, Tanawat Yimjit, dua gim langsung 21-11 dan 21-12. Di gim pertama, Ubed langsung tampil agresif dengan memainkan permainan tempo cepat. Poin demi poin terus diraih Ubed untuk unggul jauh sepuluh angka, 13-3. Terus tampil menekan, Ubed akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan meyakinkan 21-13. Memasuki gim kedua, Ubed masih memegang kendali tempo permainan. Meski demikian Yimjit mencoba untuk meladeni permainan agresif Ubed. Di pertengahan gim kedua, Ubed mencatatkan empat poin beruntun untuk unggul 13-7. Terus menekan, Ubed terus tampil agresif hingga akhirnya mengunci kemenangan 21-12. Sebelumnya, Jonatan Christie mengakui ketangguhan Kunlavut Vitidsarn lewat rubber gim. Kemudian Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani yang menghajar ganda Thailand Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga membuat kedudukan kembali imbang 1-1. Sedangkan Alwi Farhan harus mengakui ketangguhan Panitchaphon Teeraratsakul. Lalu Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin mengatasi perlawanan sengit Peyeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul lewat drama rubber gim. Hasil ini membuat tim Thomas Indonesia telah mengunci dua kemenangan beruntun setelah sebelumnya mengalahkan Aljazair.

Ubed Juara Thailand Masters 2026

Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Zaki “Ubed” Ubaidillah mempermalukan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-19, 20-22, 21-19 pada partai final untuk menjuarai Thailand Masters 2026. Itu menjadi kali pertama Ubed mengalahkan Panitchaphon setelah selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. “Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara,” kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. Itu menjadi gelar pertama Ubed pada 2026 setelah sebelumnya hanya mencapai 16 besar Indonesia Masters, di mana dia dihentikan wakil Singapura, Loh Kean Yew, 19-21, 10-21. Dalam perjalanannya menjadi juara Thailand Masters, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, salah satunya memenangi perlawanan melawan rekan senegaranya sendiri yang sebelumnya menjadi juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan, di babak semifinal dengan skor 21-18, 21-14. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas,” tutur Ubed, yang merupakan tunggal putra 44 dunia. Kemenangan Ubed membuat Indonesia memborong empat gelar dari Thailand Masters 2026 setelah sebelumnya menang di sektor ganda putri (Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti), ganda putra (Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana), dan ganda campuran (Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil).

Indonesia Masters II 2025: Ubed Podium Teratas

Moh. Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, sukses menjuarai Indonesia Masters II 2025, setelah menundukkan wakil China, Dong Tian Yao, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Ubed, sapaannya, menang straight games 21-11, 21-8 dalam tempo 30 menit. “Pertama–tama saya mau mengucap syukur karena hari ini diberikan kemenangan tanpa cedera dan pertandingan berjalan cukup lancar,” kata Ubed melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Atlet asal Sampang, Madura, Jawa Timur ini menuturkan, awal pertandingan berlangsung ketat, tetapi ia tetap berupaya tenang dan meningkatkan fokusnya. Ia mengaku sudah menyiapkan strategi sejak awal, menyadari Dong dengan postur tinggi akan berusaha menyerang lebih dulu. “Jadi saya sudah siap dengan itu, saya ambil posisi lapangan ‘kalah angin’ dulu dengan mindset siap capek dan siap ngadu di lapangan,” ujarnya. “Dari buangan bola saya juga berusaha untuk mengontrol dan membatasi serangan lawan, dalam posisi menyerang pun saya tidak mau buru-buru,” Ubed, menambahkan. Setelah dua kali meraih medali perak pada BWF World Junior Championships 2025 beberapa pekan lalu, Ubed akhirnya sukses menjadi juara di Indonesia Masters 2025. Ia merasa sangat gembira dengan pencapaian ini, sekaligus mendapatkan semangat tambahan dari dukungan penonton yang memadati arena pertandingan. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu mendoakan saya. Untuk Indonesia, PBSI, dan PB Djarum,” katanya. “Target ke depan, semoga lebih baik lagi dan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” demikian Ubed. Selain itu, Indonesia mampu mengamankan gelar dari nomor ganda putri. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva mampu mengungguli juniornya, Isyana Meida/Rinjani Nastine. Apri/Fadia menang dengan skor 21-11, 21-17. Dengan demikian, Indonesia mampu mengamankan empat gelar juara.

Rekap Kejuaraan Dunia BWF Junior 2025, China Jadi Juara Umum

Chen Jun Ting/Liu Jun Rong

Rekap final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir pilu bagi wakil Indonesia yang belum mampu mempersembahkan gelar, Minggu (19/10/2025). Zaki Ubaidillah alias Ubed dari sektor tunggal putra yang berhasil ke partai final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir sebagai runner-up. Otomatis tak ada medali emas yang dibawa pulang oleh delegasi Indonesia dalam gelaran junior ini. Berbanding terbalik dengan China yang tampil digdaya dalam gelaran individu. Sebanyak tiga wakil China lolos ke final dan semuanya keluar sebagai juara. Pertama ada Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (China) dari nomor ganda putri. Kemudian gelar kedua dibukukan oleh penakluk Ubed, Liu, di tunggal putra. Terakhir, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (China) nomor ganda campuran keluar sebagai juara. Chen/Liu mengalahkan utusan Korea, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo, dua gim langsung. Delegasi Asia Timur selain China yang membawa pulang medali emas ada utusan Korea. Yakni Lee Hyeong Woo/Cheon Hye In yang menumbangkan Hung Bing Fu/Chou Yun An (Taiwan). Wajah Asia Tenggara atau ASEAN diselamatkan oleh wakil Thailand di nomor tunggal putri. Anyapat Phichitpreechasak (Thailand) keluar sebagai juara setelah menang dari Tanvi Sharma (India). Hasil laga final BWF World Championships 2025 kategori individu, Minggu (19/10/2025): Tunggal putra Mohammad Zaki Ubadillah (Indonesia, 1) vs Liu Yang Ming Yu (Cina, 3): 10-15, 11, 15 Tunggal putri Tanvi Sharma (India, 1) vs Anyapat Phichitpreechasak (Thailand, 2): 7-15, 12-15 Ganda putra Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo (Korea Selatan, 3) vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (Cina, 4): 14-16, 12-15 Ganda putri Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (Cina) vs Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah (Malaysia, 3): 15-13, 19-17 Ganda campuran Hung Bing-fu/Chou Yun-an (Taiwan) vs Lee Hyeong-woo/Cheon Hye-in (Korea Selatan, 2): 9-15, 15-11, 10-15

Perjuangan Zaki Ubaidillah Berbuah Medali Perak

Podium Tunggal Putra BWF World Junior Championships 2025

Sirna sudah harapan Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari BWF World Junior Championships 2025. Satu-satunya harapan untuk meraih gelar juara, yakni tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah, takluk di partai puncak. Ubed – begitu sapaan akrabnya – kalah dari wakil Cina, Liu Yang Ming Yu, dua gim langsung, 10-15, 11-15, pada laga di National Centre of Exellence, Guwahati, Assam, India, Minggu (19/10/2025). Meski berstatus unggulan pertama, Ubed gagal memperlihatkan dominasi atas lawan yang sejatinya pernah dia kalahkan di final Asia Junior Championships 2025, Juli lalu. Menurut Ubed, kegagalannya kali ini disebabkan kurangnya fokus dan terlalu bernafsu. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Tapi tadi mainnya kurang maksimal dari segi fokus, dan pikirannya goyang. Mungkin tadi saya terlalu berambisi untuk juara,” kata Zaki Ubaidillah. “Secara teknik, lawan bisa menguasai pukulan bola atas dan dari awal sudah mengontrol speed, saya tidak siap dengan hal itu. Tadi buangan saya juga ragu-ragu, akhirnya saya diserang terus. Dibandingkan dengan pertemuan di AJC kemarin, lawan lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika bertemu saya,” tambahnya. Menyusul kekalahan ini, artinya Zaki Ubaidillah sudah dua kali gagal menyabet medali emas di BWF World Junior Championships. Pada 2024, dia hanya membawa pulang medali perunggu usai kalah dari tunggal Cina, Wang Zijun di semifinal. Belum tahu apakah Ubed bakal turun lagi di turnamen yang sama tahun depan. Remaja 18 tahun itu sepertinya sudah memikirkan untuk naik kelas ke level senior. “Banyak yang harus saya perbaiki di level senior, dari fisik hingga mental. Selain itu, main di senior juga butuh pikiran dan tekad yang kuat,” katanya. “Harapan ke depannya, semoga bisa lebih melejit lagi kariernya di level senior nanti,” dia memungkasi. Sementara itu, kompatriot Ubai, Richie Duta Richardo dan Zhi Hang Li asal Cina berbagi podium di posisi ketiga. Kegagalan Indonesia di turnamen individu BWF World Junior Championships 2025 sama seperti kategori beregu campuran alias Piala Suhandinata 2025, pekan lalu. Dipimpin oleh Zaki Ubaidillah sebagai kapten, skuad Merah Putih juga kalah dari Cina pada laga final dan gagal mempertahankan gelar juara.

BWF World Junior 2025: Sempat Tersusul, Zaki Ubaidillah ke Final

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengaku fokusnya sempat hilang sebelum akhirnya menundukkan wakil China, Li Zhi Hang dan melaju ke final BWF World Junior Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Bulu tangkis Junior 2025, Sabtu (18/10/2025). Bermain di Guwahati, India, Zaki melaju ke babak pemungkas setelah mengalahkan Li dengan skor 14-16, 16-14, dan 15-12. Zaki mengakui pertandingan melawan Li berlangsung sangat ketat. “Alhamdulillah diberikan kemenangan tanpa cedera. Pertandingan hari ini sangat ketat, Walaupun pada gim pertama sempat unggul, fokusnya mulai hilang jadinya point terkejar dan lawan berbalik menang,” papar Zaki. Dia menambahkan, pada gim kedua dia sempat tertinggal 9-13 kemudian 11-14, dirinya sempat putus asa. “Namun, pelatih terus meyakinkan saya buat bangkit kembali dan akhirnya saya yakin satu per satu poin, Alhamdulillah bisa dapat banyak poin dan bisa membalikkan keadaan,” kata pemain kelahiran Sampang, Jawa Timur ini. Menurutnya, pada gim ketiga saat sudah memimpin 13-9, dirinya sempat tersusul lawan hingga skor 13-12. “Saya diminta lebih tenang oleh pelatih dan tidak terburu-buru menyerang. Itu membuat saya bisa memenangi gim ketiga,” ungkap pemain berusia 17 tahun ini. Sementara itu, wakil tunggal putra Indonesia lain, Richie Duta Richardo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, dan 13-15. Kekalahan ini membuat gagal terciptanya all Indonesian final di sektor tunggal putra.

WJC 2025: Indonesia Atasi Slovenia di Laga Kedua

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua pada babak penyisihan grup F BWF World Junior Mixed Team Championships 2025, Selasa (07/10). Pada pertandingan yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Garuda Muda berhasil menang 2-0 atas Slovenia dengan skor 45-22, 45-25. Rotasi pemain terjadi pada laga kedua tim Merah-Putih junior, sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan salah satu andalan di sektor tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan digantikan tugasnya oleh Fardhan Rainanda Joe dan Salsabila Amiradana. Sedangkan di sektor ganda putra, pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka diturunkan menemani pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang sudah diturunkan pada pertandingan sebelumnya. “Turun di pertandingan hari ini rasanya senang dan bersemangat, saya berharap bisa kasih yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap pemain kelahiran Karawang ini. “Karena pertama kali main saya masih ada sedikit tegang tetapi saya mendapatkan arahan pelatih dan support teman – teman di belakang lapangan yang sangat seru dan ramai untuk memberikan dukungan, mereka juga sangat kompak,” ucap Fardhan. Berbeda halnya dengan sang kapten yang tidak diturunkan, wakil kapten Rinjani Kwinnara Nastine kembali dipercaya untuk bermain di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Riska Anggraiani, Rinjani berhasil membuka 9 poin pertama untuk Indonesia atas pasangan Anja Blazina/Tija. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda campuran ini turut ambil peranan dalam menyumbangkan poin pada kedua match yang dipertandingkan. “Pertandingan melawan Slovenia hari ini, di ganda putri saya rasa sudah oke. Mungkin akan menjadi koreksi di ganda campuran agar lebih cepat beradaptasi di lapangan, melihat perpindahan di kedua sektor itu adaptasinya akan berbeda, apalagi poinnya hanya 9,” ungkap Jani. “Saya percaya dengan tim saya, bahwa kita bisa menghadapi Hong Kong besok. Persiapan untuk besok mau kasih yang terbaik dengan menjaga fokus, teliti, dan cepat beradaptasi di lapangan. Untuk atlet yang dipercaya untuk bermain besok, lakukan yang terbaik dan untuk yang tidak dimainkan jangan berkecil hati dan tetap mendukung temannya yang bermain karena dukungan dari kalian sangat penting,” tambah Jani Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pamungkas grup F Rabu, (07/10). Laga ini sekaligus akan jadi momentum bagi Indonesia agar bisa lolos dari fase grup F karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak 8 besar. Melihat performa anak buahnya yang berhasil menyabet kemenangan, pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki menilai anak buahnya berani mengeluarkan kemampuannya dengan baik. Ganda putri sendiri menurunkan pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dan Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri dimana kedua pasangan ini berhasil menorehkan 9 poin pertama untuk Indonesia. “Penampilan anak-anak hari ini cukup baik, mereka bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik. Saya menekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak membuang poin, kalau bisa dijauhkan ya lebih baik dijauhkan,” ucap Prasetyo. “Besok adalah penentuan juara grup F, untuk ganda putri sendiri kita akan menurunkan yang terbaik dan menyiapkan para atlet agar menampilkan yang terbaik, baik dari segi keberanian, kesiapan, dan fokusnya. Kemarin sudah diberikan kesempatan bermain pada 2 laga sebelumnya, jadi untuk penentuan besok harus bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya. “Untuk penampilan ganda putri (Rinjani/Riska) saya rasa mereka cukup berani. Dengan sistem skor baru ini benar-benar dituntut untuk fokus dan menyerang terlebih dahulu dan mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, sama halnya dengan pasangan (Yasintha/Salsa) yang meskipun masih ada sedikit kendala karena mereka adalah pasangan dadakan.” tutup Pras. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Slovenia: WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-2 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar Anja Blazina 18-10 WS 1: Salsabila Amiradana VS Tija Horvat 27-13 MD 1: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-17 MS 1: Fardhan Rainanda Joe vs Nikita Peshekhonov 45-22 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-5 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar/Anja Blazina 18-7 WS 2: Salsabila Amiradana vs Anja Blazina 27-15 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-18 MS 2: Richie Duta Richardo vs Nikita Peshekhonov 45-25

WJC 2025: Indonesia Raih Kemenangan di Laga Perdana

Moh. Zaki Ubaidillah

Tim Indonesia berhasil memenangkan laga pertama Grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 melawan Filipina. Berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India Moh. Zaki Ubaidillah dan tim berhasil menang 2 – 0 atas Filipina dengan skor 45-17, 45-40. Menjadi laga pembuka dan perdana serta berstatus sebagai kapten tim, Moh. Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed ini mengakui sudah bermain maksimal dan bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim Merah-Putih. “Alhamdulillah cukup senang bisa bermain di World Junior Mixed Team Championships 2025 ini yang merupakan turnamen junior terakhir saya. Tadi mainnya sudah baik dan maksimal, saya juga bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim,” ucap Ubed. Berbicara soal strategi, pemain kelahiran Sampang ini mengungkapkan pentingnya untuk selalu menjaga fokus dan pikiran serta rasa tidak mau kalah dengan kuat . Sementara kekompakan tim, dirinya merasa timnya sudah cukup kompak. “Strategi saya lebih ke menjaga fokus, lalu pikiran, dan rasa tidak mau kalahnya harus kuat. Melihat kekompakan tim saya rasa cukup oke, kami sering diskusi dan ada latihan bareng untuk yel-yel, saya juga tidak bosan untuk mengingatkan tim untuk menjaga semangat dan kekompakan baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah Ubed. Langkah Garuda muda tidak semulus di game pertama yang berhasil menang telak 45-17. Meskipun diawal game kedua Richie Duta Richardo sudah berhasil unggul 9-5, sayangnya tidak berhasil diikuti pasangan XD 2 Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica yang harus kalah di poin krusial 17-18 oleh pasangan Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono berhasil membalikkan keadaan dam membawa Indonesia kembali unggul menjadi 27-22. Menanggapi hasil baik tersebut pasangan yang juga turun pada game pertama ini berusaha tetap enjoy, fokus dan tetap percaya diri serta sudah mulai bisa mengatasi rasa tegang. “Tadi di game kedua sempat tertinggal 1 angka, disini kami berprinsip untuk tidak boleh kalah, berapapun poin tertinggal kami harus bisa menang dan kalau bisa menjauhkan point,” ungkap Mubarok. “Ikut kejuaraan beregu lagi disini kami sudah tidak terlalu tegang seperti halnya di Asia Junior 2025 kemarin. Kali ini kami sudah bisa mengatasi rasa tegangnya dan kedepanya semoga kami bisa terus konsisten,” pungkas Edsel. Sementara itu, Wiempie Mahardi yang turun mendampingi sektor tunggal putra mengakui ada rasa tegang dengan sistem baru yaitu 9 poin. Dirinya berharap agar tim Indonesia tetap fokus dan jangan kecolongan pada fase penyisihan grup karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak selanjutnya. “Di sektor tunggal putra dengan sistem skor 9 poin memang diawal ada rasa tegang tetapi di game pertama Moh. Zaki Ubaidillah berhasil keluar dari rasa tegangnya dan bisa mengambil kemenangan. Sama halnya dengan Richie meskipun pointnya sempat ramai di awal tetapi akhirnya bisa mengatasi rasa tegangnya,” Ungkap Wiempie. “Jadi di fase grup ini hanya juara grup yang akan lanjut ke babak quarter final dan kemenangan hari ini akan menjadi modal untuk besok melawan Slovenia. Kita tetap fokus jangan sampai kecolongan terutama dari sektor tunggal putra,” ujar Wiempie. Indonesia sendiri masuk ke grup F bersama dengan Filipina, Slovenia, dan Hong Kong China. Wiempie menilai kekompakan tim saat pertandingan sudah terbentuk lewat team building dan kelas dengan psikolog. “Untuk tim sendiri secara kekompakan sudah bagus, kemarin sebelum berangkat para atlet ada kelas dengan psikolog dan juga team building, jadi kekompakan saat pertandingan sudah terbentuk.” tutup Wiempie. Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Filipina MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Jamal Rahmat Pandi 9-4 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 18-9 MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono VS Ralph NiñO Dalojo/John Vincent Lanuza 27-10 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36-15 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine VS Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45- 17 MS 2: Richie Duta Richardo vs Jamal Rahmat Pandi 9-5 XD 2: Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 17 – 18 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ralph Niño DALOJO/John Vincent LANUZA 27-22 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36 -32 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45-40

BAJC 2025: Ubed Raih Emas!

Mohammad Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, meraih gelar juara tunggal putra Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 (BAJC 2025) setelah mengalahkan wakil China Liu Yang Ming Yu pada final di GOR Indoor Manahan, Solo, Minggu, 27 Juli 2025. Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, tampil apik sepanjang pertandingan dan menang atas Liu dua gim langsung 21-12, 21-17 dalam tempo 43 menit. Kemenangan ini menandai pencapaian terbaik Zaki di level Asia sekaligus mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia dalam turnamen bergengsi kelompok usia junior tersebut tahun ini. Ubed menjadi pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia ketiga yang pernah meraih emas Kejuaraan Asia Junior, setelah Taufik Hidayat (1997) dan Ardiansyah (2001). Ubed menjadi satu-satunya penyumbang gelar juara bagi Indonesia pada ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025. Satu wakil lain, ganda campuran, Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine gagal juara setelah takluk dari unggulan Cina, Chen Jun Ting/Cao Zi Han. Sementara itu, dari sektor ganda putra, pasangan asal Cina, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong lebih dulu memastikan gelar setelah menang telak atas wakil Korea Selatan, Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo. Lalu ganda putri, pasangan asal Cina, Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian juga menjadi juara setelah mengalahkan pasangan asal Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan. Cina juga dipastikan meraih gelar juara pada sektor tunggal putri setelah Yin Yi Qing mengalahkan Liu Si. Hasil Lengkap Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Perorangan: MD: Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong: 11-21, 12-21 MS: Moh. Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu: 21-12, 21-17 WD: Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan vs Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian: 12-21, 10-21 WS: Liu Si vs Yin Yi Qing: 13-21, 13-21 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han: 12-21, 13-21

BAJC 2025: Ikhsan/Rinjani Takluk di Final

Podium Ganda Campuran WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025.

Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine kalah di final Badminton Asia Junior Championships 2025 dari Chen Jun Ting/Zi Han Cao. Ikhsan/Rinjani kalah 12-21 dan 13-21 dari wakil Tiongkok itu. Ikhsan/Rinjani kesulitan mengimbangi permainan cepat Chen/Zi yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi. Ikhsan/Rinjani mengaku sudah bermain dengan nyaman, tapi mereka merasa perlu meningkatkan banyak hal untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi. “Tadi lawan bermain bagus dan cepat. Variasi bola atas mereka juga bahaya jadi kita terpaksa buka bola terus,” ujar Ikhsan. “Mereka sudah menang percaya diri karena sudah menang di ganda putra dan ganda putri. Untuk pola mainnya mereka sudah tau satu sama lain, jadi susah untuk menyerang, karena mereka langsung membatasi dan untuk Zi Han Cao juga cepat bagus mencari bolanya,” ungkap Rinjani. “Final ini secara feeling permainan saya sudah nyaman, hanya kami kalah pola saja. Sebelumnya pernah bertemu Zi Han Cao dengan partner lamanya,” beber Ikhsan. “Untuk evaluasi ke depannya dipersiapkan lagi dari fisik, teknik, mental, dan pola mainnya karena lawan-lawan nanti juga sudah kami tahu hanya ditambah Eropa saja,” papar Rinjani.

BAJC 2025: Garuda Muda Siap Revans di Nomor Perorangan

simulasi pertandingan jelang WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025

Jelang berlangsungnya kejuaraan individu WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 , tim Indonesia melakukan latihan di Gor Indoor Manahan Solo. Pertandingan perorangan WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 sendiri akan digelar mulai Rabu (23/07/2025). Tim yang berlatih adalah Tim Junior Indonesia yang bermain di beregu campuran sebanyak 20 atlet dan juga 26 atlet junior tambahan yang mengikuti turnamen perorangan. Total ada 46 atlet Junior Indonesia yang akan berlaga di turnamen ini. Pertandingan beregu campuran telah berakhir hari ini dengan kemenangan tim China atas Thailand dengan skor akhir 110-90, Sementara itu Garuda muda terhenti di babak Quarterfinal oleh Korea dengan skor tipis 110-109. Hasil ini tentunya diharapkan menjadi motivasi agar bisa lebih baik lagi secara individu. “Saya berharap pencapaian di beregu dapat dijadikan bahan evaluasi dan kesiapan atlet dan pelatih di event perorangan serta dapat menunjukkan semangat, motivasi, dan kepercayaan diri yang lebih kuat lagi untuk dapat mengeluarkan seluruh kemampuan dan menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Kabid Binpres PBSI, Eng Hian . Di sektor tunggal putra, Indonesia akan menurunkan 7 wakilnya. Kepala pelatih tunggal putra pratama, Wiempie Mahardi mengatakan kondisi atletnya dalam keadaan siap bertanding dan berharap mendapatkan dukungan langsung dari penonton di Gor Indoor Manahan Solo dan juga melalui layar kaca dan live streaming. “Persaingan di sektor tunggal putra hampir merata, terutama pemain unggulan dari negara-negara seperti Cina, Thailand, Korea, India, Jepang, Hongkong, Chinese Taipei, dan Malaysia. Saya berharap atlet kita bisa tampil maksimal, tetap fokus dan tidak over percaya diri. Semoga bisa ada gelar juara untuk sektor tunggal,” ungkap Wiempie. Sementara itu di sektor ganda putra, kepala pelatih ganda putra pratama, Chafidz Yusuf mengatakan kondisi anak buahnya dalam keadaan baik dan tidak ada cedera. Evaluasi Chafidz untuk penampilan anak buahnya dalam kategori beregu campuran adalah penambahan kekuatan dan rasa percaya diri yang perlu ditingkatkan. Sedangkan dari sisi tehnik kinerja mereka cukup baik. “Untuk persaingan di sektor ganda putra cukup merata dan untuk lawan terkuat ada dari China dan Korea. Saya menargetkan minimal mereka masuk semifinal, tapi tentunya saya berharap mereka bisa menampilkan prestasi yang lebih baik lagi,” ucap Chafidz menutup perbincangan. Skuad Daftar Indonesia Tunggal Putra Moh. Zaki Ubaidillah Richie Duta Richardo Dendi Triansyah Denis Azzarya Radithya Bayu Wardhana Arga Nugraha Sigfar Fardhan Rainanda Joe Tunggal Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Kavitha Nadjwa Aulia Salsabila Amiradana Jolin Angelia Christabel Calista Purwanto Shaafiya Yasmin Maitsaa Auberta Zerlina Ganda Putra Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Pramudya Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka Raihan Daffa Edsel Pramono/Muhammad Rizki Mubarrok Akmal Nurrahman/Revand Harianto Anju Siahaan/Faizal Pangestu Ganda Putri Rinjani Kwinara Nastine/ Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang/ Sheila Lidia Keyla Annisa Putri/ Micha Leona Luthfia Wardoyo Aurelia Syakira Putri/ Atresia Naufa Candani Putri Melvina Dwiwahyuningsih/Aura Zalfa Syafiya Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri Ganda Campuran Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica Ghian Rizqy Sofyan/Salsabila Zahra Aulia Muhammad Mulky Aufa Atmaja/Salma Mufida Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani Faizal Pangestu/Anju Siahaan

BAJC 2025: Dramatis! Indonesia Akui Keunggulan Korea Selatan

Moh. Zaki Ubaidillah

Drama hingga detik terakhir. Skuad bulu tangkis Indonesia harus harus mengakui keunggulan Korea Selatan usai kalah tipis 109–110 dalam Wondr Badminton Asia Junior Championships kategori beregu campuran di GOR Indoor Manahan, Senin (21/7/2025). Tak bisa dipungkiri, selisih satu angka ini menjadi luka bagi Ubed dan kawan-kawan. Mengingat seluruh partai berlangsung seimbang dan intens. Kendati demikian, Kapten Tim Moh. Zaki Ubaidillah atau yang kerap disapa Ubed ini tetap bersyukur. “Alhamdulillah, berjalan dengan lancar tanpa cedera untuk semuanya. Mungkin tadi kurang beruntung aja, rasa tegang pasti ada soalnya poinnya juga kejar-kejaran. Tadi pas saya main di fase kedua posisinya ketinggalan 3 poin lalu saya kejar biar bikin pede yang lain,” terang Ubed. Ubed mengatakan, kesedihan atas kekalahan ini pasti ada. Mengingat, tim Indonesia sudah berusaha mengejar dari awal. “Saya juga berusaha untuk menjauhkan poin sejauh mungkin tapi kembali tersusul pointnya. Sebagai captain saya mohon maaf karena belum bisa membawa tim sampai ke podium ataupun masuk final. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi belum dikasih rezeki,” lanjutnya. Sementara itu, tim Indonesia akan segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan individu. Ubed pun mendorong dirinya dan rekan-rekan untuk tak kalut dalam kesedihan. “Masih ada besok dan lusa, tinggal jaga fokusnya buat perorangan. Target saya pribadi pastinya juara dan bisa mengeluarkan semua kemampuan saya yang sudah saya lakukan saat berlatih,” ucap Ubed.

Kejuaraan Dunia Junior 2024: Dua Medali Perunggu Untuk Indonesia

Langkah dua wakil Indonesia dari nomor tunggal putra dan ganda putri pada Kejuaraan Dunia Junior 2024 harus terhenti oleh lawannya masing-masing. Berkat hasil tersebut, Indonesia berhasil meraih dua medali perunggu. Medali pertama datang dari pebulutangkis tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah. Dalam laga yang berlangsung di Nanchang International Sports Center Gymnasium hari Sabtu (12/10) siang itu, Ubed, sapaan akrabnya takluk dari wakil tuan rumah Wang Zi Jun 19-21, 20-22. Ubed sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan, ia selalu unggul di awal-awal baik di gim pertama maupun kedua namun masuk ke separuh akhir pertandingan, lawan mampu mengejar dan membalikkan keadaan. Hal ini cukup disesali atlet kelahiran Sampang, 26 Juni 2007 itu. “Gim pertama maupun kedua saya sudah unggul tapi terkejar karena saya kehilangan fokus,” kata Ubed. “Jadinya saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan ingin cepat-cepat mematikan lawan padahal secara pola permainan saya sudah tahu apa yang harus diterapkan. Di sisi lain, lawan bermain rapi dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” lanjut Ubed. Walau kalah Ubed tetap bersyukur atas pencapaiannya. Dia pun bertekad untuk terus meningkatkan performa. “Saya tetap mengucap syukur alhamdulillah bisa sampai di sini, bisa dapat medali tapi saya belum puas,” ucap penggemar Anthony Sinisuka Ginting ini. “Dari Kejuaraan Dunia Junior saya pertama ini, banyak yang harus saya tingkatkan dari sisi fisik dan tekniknya,” sahut Ubed yang masih memiliki satu kali kesempatan lagi tampil di level junior tahun depan. Sementara itu, langkah Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine terhenti diadang oleh ganda putri Jepang, Ririna/Aya. Mereka takluk dengan skor akhir 21-23, dan 19-21.