Raharjati/Rajiah sabet emas speed relay campuran seri Guiyang

Raharjati Nursamsa dan Raji'ah Sallsabillah

Pasangan atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa dan Raji’ah Sallsabillah menyabet medali emas nomor speed relay mixed (estafet campuran) dalam World Climbing Series Guiyang di China, Sabtu. Berdasarkan statistik World Climbing, keduanya yang mewakili Tim Indonesia 1 berhasil membukukan waktu 11,35 detik guna menundukkan pasangan tuan rumah, Mengli Zhang dan Ziyu Zhou, yang mencatatkan waktu 14,85 detik dalam babak final (big final). Sementara dalam perebutan tempat ketiga (small final), pasangan Amerika Serikat Samuel Watson dan Emma Hunt berhasil mengalahkan wakil Prancis, Jerome Morel dan Capucine Viglione. Watson/Hunt menorehkan 11,85 detik, sedangkan lawannya 13,4 detik. Dalam nomor speed relay mixed, Indonesia menurunkan dua tim. Tim Indonesia 2 diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih. Namun keduanya berhenti di babak perempat final. Pasangan menorehkan catatan waktu 11,97 dan kalah melawan Watson/Hunt yang mengemas 11,46 detik. Keberhasilan Raharjati Nursamsa dan Raji’ah Sallsabillah, memperpanjang pencapaian yang sama oleh Antasyafi Robby Al Hilmi yang sebelumnya meraih emas dalam nomor speed perseorangan putra. Perjuangan Indonesia masih berlanjut dalam nomor speed relay putra dan putri, yang masih berlangsung Sabtu malam.

Robby sabet medali emas World Climbing Series Guiyang 2026

Antasyafi Robby Al Hilmi

Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi menyabet medali emas kejuaraan World Climbing Series Guiyang 2026 kategori speed putra di Guizhou Caihu International Climbing Center, Guiyang, Jumat waktu setempat. Bertarung pada partai perebutan medali emas, Jumat, Robby dapat menjadi yang tercepat mengungguli dua atlet China Ling Yongzhi, Chu Shouhong dan satu atlet Jepang Ryo Omasa, demikian catatan World Climbing. Robby meraih medali emas berkat torehan waktu tercepat dengan 4,65 detik, diikuti Ling Yongzhi (4,75 detik) meraih medali perak dan Shouhong Chu (4,80 detik) mendapatkan medali perunggu. Medali emas tersebut menjadi pencapaian tertinggi bagi Robby dalam World Climbing Series 2026 karena sebelumnya mendapatkan medali perak pada edisi Madrid dan Chamonix. Atlet berusia 19 tahun tersebut memulai World Climbing Series Guiyang 2026 dari babak kualifikasi dan berhasil mencatatkan waktu 4,831 detik sehingga lolos ke babak 16 besar. Pada babak 16 besar, Robby berhasil menjadi atlet tercepat dengan catatan waktu 5,19 detik mengalahkan Reza Alipour Shenazandifard (Iran), Luca Robbiati (Italia) dan Francesco Ponzinibio (Italia). Memasuki babak perempat final, Robby kembali menjadi yang tercepat di atas Reza Alipour Shenazandifard, Matteo Zurloni (Italia) dan Qihang Xu (China) dengan waktu 4,84 detik. Robby kembali menjadi yang tercepat ketika melakoni babak semifinal dengan waktu 4,82 detik mengungguli Ryo Omasa, Ziyu Zhou (China) dan Reza Alipour Shenazandifard, yang membuat dirinya melenggang ke final dan meraih medali emas.

Srondeng raih perunggu World Climbing Series Koper 2026

World Climbing Series Koper 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani atau Srondeng meraih medali perunggu nomor lead putra pada World Climbing Series (WCS) Koper 2026 di Slovenia, Minggu WIB. Srondeng mencatatkan skor 28+ pada babak final untuk mengamankan posisi ketiga sekaligus membawa pulang medali perunggu dari seri yang hanya mempertandingkan disiplin lead tersebut. Medali emas menjadi milik atlet Jepang Neo Suzuki yang tampil sebagai peraih skor tertinggi dengan 33+, sementara medali perak diraih rekan senegaranya, Satone Yoshida, dengan skor 30+, demikian catatan hasil perlombaan dikutip dari World Climbing. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan Srondeng dalam menjaga performa setelah tampil kuat pada babak kualifikasi. Dalam kualifikasi, ia mencatatkan skor 5,1 dan berada di posisi ketujuh sehingga berhak melaju ke semifinal. Atlet berusia 20 tahun itu kemudian menempati posisi kelima pada semifinal dengan catatan nilai 33 untuk melaju ke babak akhir yang berlangsung ketat dengan dominasi atlet dari Jepang, Italia, dan Korea Selatan. Srondeng mampu melewati sebagian besar tantangan jalur meski belum mampu menyamai capaian Suzuki dan Yoshida yang berada di posisi teratas. Medali perunggu di Koper juga menjadi pencapaian penting bagi Srondeng setelah Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) memasang target agar atlet mampu memberikan performa terbaik dan melanjutkan perjuangan hingga babak final. PP FPTI sebelumnya menyebut keikutsertaan di WCS sebagai kesempatan untuk meningkatkan peringkat dunia sekaligus menguji kesiapan atlet menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.

Laksamana Krido raih perunggu World Climbing Asia Youth Championship

Laksamana Krido Swarnabhumi

Atlet panjat tebing muda Indonesia, Laksamana Krido Swarnabhumi meraih medali perunggu pada nomor speed putra U17 dalam ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China, Senin. Krido mengamankan podium ketiga setelah mencatatkan waktu 5,43 detik pada babak perebutan medali perunggu, sekaligus menjadi catatan waktu terbaik pribadinya. Hasil tersebut menjadi medali dan podium pertama bagi Krido dalam kiprahnya di kejuaraan panjat tebing tingkat Asia. Krido yang berasal dari Jawa Tengah mulai aktif berkompetisi sejak 2024. Sebelumnya, ia tampil pada IFSC Youth Asian Championships Jamshedpur 2024 dan turun pada nomor boulder serta lead. Tambahan perunggu dari Krido membuat Indonesia sementara mengoleksi dua medali pada World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026, yakni satu emas dan satu perunggu. Medali emas sebelumnya dipersembahkan Ardana Cikal Damarwulan pada nomor boulder putra U17. Sementara itu, Indonesia juga menurunkan dua atlet pada nomor speed putri U17, yakni Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe. Naura mengawali babak kualifikasi dengan menempati peringkat ketujuh setelah membukukan waktu 8,89 detik dan 7,833 detik, sementara Keyzia berada di posisi ke-10 dengan catatan 8,326 detik dan 8,516 detik. Pada babak perempat final, Naura mencatatkan waktu 7,84 detik, sementara Keyzia membukukan 8,55 detik. Keduanya belum mampu melaju ke babak perebutan medali. Kompetisi World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 masih menyisakan satu hari pertandingan dengan nomor speed relay putra dan putri untuk kelompok usia U17 dan U19. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet muda untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Kontingen Indonesia diperkuat enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang bersaing pada kelompok usia U17 dan U19. Indonesia ambil bagian dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan nomor speed relay atau estafet yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian Asia Youth Championship.

Cikal Sabet Emas World Climbing Asia Youth Championship

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia pada ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China. Cikal, sapaan Ardana Cikal Damarwulan, menjadi yang terbaik pada nomor boulder putra kelompok usia U-17 setelah mencatatkan skor 69,7 pada babak final yang berlangsung di Guiyang, Sabtu. Dalam klasemen final, Cikal mengungguli atlet Jepang Takumi Nakayama yang menempati posisi kedua dengan skor 69,2, serta Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang juga membukukan skor 69,2. Sementara itu, atlet China Zerun Mu berada di posisi keempat dengan skor 59,7, diikuti Taketo Saiki dari Jepang (54,7), Heming Huang dari China (44,2), dan Boxuan Chen dari China (39,4). Hasil tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung pada 21-25 Agustus 2026 dan mempertandingkan disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay. Sebelumnya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet muda untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Kontingen Indonesia diperkuat enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang bersaing pada kelompok usia U-17 dan U-19. Indonesia ambil bagian dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan nomor speed relay atau estafet yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian Asia Youth Championship. Cikal sebelumnya juga dipercaya memperkuat Indonesia pada nomor lead putra U-17. Kehadirannya di dua disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada atlet-atlet muda sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan di level Asia.

FPTI kirim 13 atlet ke Asia Youth Championship di China

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 13 atlet untuk berlaga dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus, yang mempertandingkan disiplin speed, lead, dan boulder. “Ya benar, kami kirim 13 atlet muda,” kata pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu. Dia menjelaskan, ke-13 atlet itu terdiri atas enam atlet putra dan tujuh putri. Timnas Indonesia akan bersaing dalam kejuaraan kelompok usia yakni U17 dan U19. Dalam kejuaraan itu, lanjut dia, Indonesia akan bersaing dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Khusus speed relay (estafet) untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian pertandingan Asia Youth Championship. Kehadiran nomor estafet menambah peluang bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bersaing memperebutkan prestasi di tingkat Asia. Sejumlah nama kembali memperkuat Tim Merah Putih antara lain Haddan, Naura, Rerynta, Taqiyya, dan Rizky Aditya. Selain nama-nama yang sudah berpengalaman di kelompok usia, Indonesia juga membawa sejumlah atlet baru. Mereka adalah Amirul, Krido, Keyzia, Indie, Mayra, Indah, dan Rizky Sholeh. Keikutsertaan 13 atlet tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada para climber muda, sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan Asia. Para atlet itu diharapkan mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik dalam ajang yang mempertemukan atlet-atlet muda panjat tebing dari berbagai negara Asia tersebut. Dengan komposisi atlet berpengalaman dan pendatang baru, FPTI berharap kontingen Tanah Air dapat menunjukkan perkembangan kemampuan, sekaligus menjaga peluang meraih prestasi di Guiyang serta menjadi bekal penting menuju kompetisi internasional berikutnya. Berikut daftar nama atlet dan nomor yang diikuti dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus. Disiplin speed 1. Nomor speed estafet U19 putra: Amirul dan Haddan Malik. 2. Nomor speed perorangan U19 putra: Amirul dan Haddan Malik. 3. Nomor speed perorangan U19 putri: Rerynta. 4. Nomor speed estafet U17 putri: Naura dan Keyzia. 5. Nomor speed perorangan U17 putra: Krido. 6. Nomor speed perorangan U17 putri: Naura dan Keyzia. Disiplin lead 1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky Aditya 2. Nomor perorangan U19 putri: Taqiyya dan Indie. 3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan dan Rizky Sholeh 4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra dan Indah. Disiplin boulder 1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky. 2. Nomor perorangan U19 putri: Indie. 3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan. 4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra.

Desak Juara, Indonesia Kawin Medali Emas Seri Kejuaraan Dunia

World Climbing Series Chamonix 2026

Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita mengawinkan medali emas seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026, Sabtu (11/7) waktu Prancis atau Minggu (12/7) WIB. Desak meraih medali emas setelah mengalahkan atlet Italia, Giulia Randi. Pada partai final, Desak menorehkan waktu 6,22 detik, sedangkan Randi terpaut 29 second. Tak lama berselang, pada nomor punya giliran Veddriq meraih medali emas. Medali ini digapai peraih medali emas Olimpiade 2024 tersebut saat melawan sesama atlet Indonesia. Pada babak final, Veddriq berhadapan dengan juniornya, Antasyafi Robby Al Hilmi. Catatan waktu Veddriq pada laga final adalah 4,89 detik dan Antasyafi terpaut 22 second. Ini merupakan medali emas pertama Veddriq dalam seri kejuaraan dunia 2026. Atlet 29 tahun ini terakhir kali meraih medali emas seri kejuaraan dunia pada 2023 di Amerika Serikat. Ini seolah jadi isyarat dari Veddriq bahwa ia masih dalam jalur elite. Ambisi Veddriq untuk kembali tampil dalam Olimpiade 2028 bisa terlihat dari prestasi kali ini. Sedangkan bagi Desak, ini adalah medali emas kedua dalam seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026. Sebelumnya Desak meraih medali emas dalam seri Kakow, Polandia. Saat itu Desak unggul atas atlet tuan rumah, Natalia Kalucka. Pada 5 Juli tersebut Desak menorehkan waktu 6,54 detik atau hanya terpaut 0,08 second dengan Kalucka.

Bangga! Veddriq Ini Sabet Medali Emas di Prancis

World Climbing Series Chamonix 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo kembali berdiri di podium tertinggi ajang dunia. Veddriq merebut medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, mengakhiri penantian panjang sejak tampil di Olimpiade. Bagi Veddriq, kemenangan di Chamonix bukan sekadar menambah koleksi prestasi. Medali emas itu menjadi jawaban atas masa-masa sulit yang ia lalui dalam beberapa bulan terakhir akibat cedera yang membuatnya nyaris tak bisa berlatih. Usai menerima medali, Veddriq tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara bergetar, atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu mengaku sangat bersyukur akhirnya kembali meraih emas. “Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia,” ujar Veddriq. Veddriq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap memberikan dukungan di tengah masa pemulihan cedera. “Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia,” katanya. Di balik keberhasilan tersebut, Veddriq mengungkapkan perjuangan yang tidak diketahui banyak orang. Cedera membuatnya datang ke sejumlah seri Piala Dunia, termasuk di Chamonix, tanpa persiapan latihan yang ideal. “Kemenangan ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera,” ungkapnya. Kondisi itu sudah dialaminya sejak seri Madrid dan Krakow. Bahkan hingga tiba di Chamonix, ia mengaku hampir tidak sempat menyentuh dinding panjat karena masih menjalani proses pemulihan. Meski demikian, Veddriq tetap mampu menunjukkan kelasnya. Ia membukukan waktu 4,8 detik pada babak kualifikasi sebelum melaju hingga partai final dan memastikan medali emas menjadi milik Indonesia. “Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah sebuah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini,” tuturnya. Sekedar diketahui, World Climbing Series Chamonix 2026 adalah seri kompetisi panjat tebing internasional bergengsi yang diselenggarakan di Chamonix, Prancis, diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026. Ajang ini mempertandingkan disiplin speeddan lead, serta menjadi salah satu panggung penting. Timnas panjat tebing Indonesia tampil dominan dengan memborong medali emas di nomor speed. Keberhasilan di Chamonix menjadi penegas bahwa mental juara Veddriq belum luntur. Di tengah keterbatasan akibat cedera dan minimnya persiapan, atlet asal Pontianak itu mampu membuktikan diri masih menjadi salah satu pemanjat speed terbaik dunia.

Desak Made sabet emas World Climbing Series Krakow 2026

World Climbing Series Krakow 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet medali emas nomor speed individu putri dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu. “Alhamdulillah Desak meraih emas, ini buah kerja keras atlet dan tim secara menyeluruh,” kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Fitriyani, dikutip dari ANTARA. Berdasarkan laman world climbing, Desak mencatatkan waktu 6,54 detik dalam babak final dengan format 4 lane (jalur) yang diikuti oleh empat peserta. Dalam babak itu, dia bersaing melawan tiga atlet lainnya yakni Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw (Polandia), serta Emma Hunt (Amerika Serikat). Untuk posisi kedua ditempati wakil tuan rumah, Kalucka, yang membukukan waktu 6,62 detik. Sementara medali perunggu digenggam Hunt dengan catatan waktu 11,37 detik. Sebelum berjuang di babak semifinal, Desak melawan Hunt, Kalucka, dan Yuju Mou (China) yang juga digelar dengan format empat jalur. Sedangkan di empat jalur lainnya, Natalia Kalucka bersaing melawan Miroslaw, Leslie Adriana Romero Perez (Spanyol), Polina Khalkevych (Ukraina). Dari masing-masing empat jalur tersebut, dua catatan waktu terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Desak dan Hunt serta Kalucka dan Miroslaw. Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya yaitu Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih terpaksa terhenti di babak perempat final. Mereka sebelumnya lolos dari babak kualifikasi dan 16 besar yang diikuti 32 peserta. Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri itu. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri. Selain ketiga atlet putri tersebut, empat putra yang berlaga yaitu Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Selain nomor individu putra dan putri, ketujuh atlet tersebut juga mengikuti nomor estafet (relay) putra, relay putri, dan relay campuran.

Raharjati rebut perunggu World Climbing Series Krakow 2026

World Climbing Series Krakow 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa, menyabet medali perunggu nomor speed individu putra dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu. “Benar, selain Desak yang dapat emas dari individu putri, Raharjati juga merebut medali untuk posisi ketiga atau perunggu,” kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Fitriyani, dikutip dari ANTARA. Berdasarkan laman world climbing, Raharjati mencatatkan waktu 4,79 detik dalam babak final dengan format 4 lane (jalur) yang diikuti oleh empat peserta. Dalam babak itu, dia bersaing melawan tiga atlet lainnya yakni Samuel Watson (Amerika Serikat), serta duo asal China, Yicheng Zhao dan Shouhong Chu. Untuk posisi pertama atau medali emas ditempati Watson yang membukukan waktu 4,6 detik. Sementara perak digenggam Zhao dengan catatan waktu 4,69 detik. Sebelum berjuang di babak final, Raharjati melawan rekan senegaranya yaitu Aditya Tri Syahria, Chu, dan Luca Robbiati (Italia) yang juga digelar dengan format empat jalur dalam pertandingan semifinal. Sedangkan di empat jalur lainnya, Watson, Zhao, Ryo Omasa (Jepang), dan Matteo Zurloni (Italia). Dari masing-masing empat jalur tersebut, dua catatan waktu terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Raharjati dan Chu serta Watson dan Zhao. Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya yaitu Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilni terpaksa terhenti di babak 16 besar yang diikuti 32 peserta. Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia pada 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri itu. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri. Selain keempat atlet putra tersebut, tiga putri yang berlaga yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih. Selain nomor individu putra dan putri, ketujuh atlet tersebut juga akan mengikuti nomor estafet (relay) putra, relay putri, dan relay campuran.

Jakarta juara umum Kejurnas Panjat Tebing KU XX FPTI 2026

FPTI Jakarta

Kontingen DKI Jakarta meraih gelar juara umum pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XX Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2026, setelah mengoleksi empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu dalam ajang yang berlangsung di Jakarta, 17-22 Juni. Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Anugrah Agung Karokaro menilai hasil kejurnas KU tahun ini menunjukkan perkembangan positif olahraga panjat tebing di daerah, karena dari total 12 medali emas yang diperebutkan, Jakarta hanya merebut empat emas. “Sebaran prestasi yang semakin merata menjadi indikator bahwa kualitas pembinaan atlet muda di berbagai provinsi terus berkembang dan kompetitif,” kata dia di Jakarta, Selasa. Meski Jakarta menjadi juara umum, hasil perolehan emas semakin merata dalam pembinaan atlet panjat tebing usia muda di berbagai daerah. Empat medali emas tuan rumah diraih melalui Rizky Aditya pada nomor boulder U19 putra dan lead U19 putra. Kemudian Keyza Queenme Candley Riwoe pada speed world record (WR) U17 putri dan Amirul Rizqi Febriyansah dari speed WR U19 putra. Selain itu, Jakarta juga memperoleh dua medali perak dari Tristan Andrata dalam nomor boulder U19 putra dan Choirul Alviansyah dari speed WR U17 putra. Sementara satu perunggu disumbangkan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dalam nomor speed WR U17 putri. Posisi kedua klasemen akhir ditempati Jawa Tengah (Jateng) dengan torehan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sementara Bali berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Ketua Umum Pengprov FPTI DKI Jakarta Dyson Toba mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil pada kejurnas tersebut. “Pencapaian ini menjadi modal penting untuk menyiapkan atlet-atlet muda yang nantinya diharapkan mampu bersaing pada level nasional yang lebih tinggi, termasuk menuju PON 2028,” ujar dia. Sementara itu, sisa lima medali emas lainnya direbut oleh masing-masing Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejurnas KU XX FPTI 2026 mempertandingkan 12 nomor dari disiplin boulder, lead, dan speed WR untuk kelompok usia U17 dan U19.

Desak Made/Kadek Asih pecahkan rekor dunia di China

Desak Made Rita Kusuma Dewi & Kadek Adi Asih

Pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi/Kadek Adi Asih, berhasil memecahkan rekor dunia (world record) kategori speed women’s relay, saat mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026, di China, pada Rabu malam WIB. “Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor karena hanya fokus tampil maksimal,” kata Desak seusai perlombaan. Keduanya berhasil keluar sebagai juara, setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Jimin Jeong/ Hanaerum Sung dalam babak final (big final). Namun pemecahan rekor terjadi bukan saat mereka menjuarai turnamen. Tetapi dalam momen semifinal melawan pasangan China, Yafei Zhou/Lijuan Deng. Pasangan tuan rumah awalnya memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,178 detik. Namun sesaat kemudian, pasangan Merah Putih membukukan catatan waktu 13,174 detik alias lebih cepat 0,04 detik. Momen pemecahan rekor tersebut mengantarkan Desak/Kadek melaju ke big final dan akhirnya juga mengalahkan pasangan Korsel. “Saya persembahkan medali ini untuk Indonesia,” ujar dia. Bagi Kadek Adi Asih, keberhasilan itu menjadi titik balik setelah gagal di nomor individu. “Medali emas Ini sangat berarti bagi saya. Terima kasih untuk semua dukungan yang diberikan,” tambah dia. Sementara itu, pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa/Antasyafi Robby Al Hilmi, harus puas dengan perolehan medali perak kategori speed relay dalam Asian Beach Games Sanya 2026. Keduanya kalah melawan wakil tuan rumah, Jianguo Long/Yicheng Zhao, dalam babak final (big final). Wakil Indonesia itu mengemas waktu 9,80 detik, sedangkan lawannya lebih cepat 0,05 detik alias mencatatkan waktu 9,75 detik. Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan putri. Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sedangkan sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia. Mereka mengikuti dua kategori perlombaan, yakni speed (individu) dan speed relay (tim). Para wakil Tanah Air itu bersaing dengan peserta dari negara lain, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Dalam lomba panjat tebing speed relay (estafet), perhitungan dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan. Atlet memanjat secara bergantian (relay). Atlet pertama memulai dari start. Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer, atlet berikutnya langsung memulai. Waktu dihitung terus-menerus dan tidak di-reset setiap pergantian atlet. Jadi yang dihitung adalah waktu kumulatif sejak start pertama sampai atlet terakhir finis. Tim tercepat atau mencatatkan waktu paling rendah dinyatakan sebagai pemenang.

Desak Made raih emas, Indonesia tambah lima tiket Asian Games 2026

Desak Made Rita Kusuma Dewi

Tim panjat tebing Indonesia menambah lima tiket Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sekaligus meraih satu medali emas dan satu perunggu pada hari kedua World Climbing Asian Championship 2026 di Meishan, China, Kamis. Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi bintang kemenangan Indonesia setelah merebut medali emas nomor speed putri setelah mengalahkan wakil tuan rumah Zhou Yafei pada final dengan catatan waktu 6,07 detik, lebih cepat dari Zhou yang membukukan 6,47 detik. Selain memastikan podium tertinggi, hasil tersebut juga otomatis mengamankan satu tempat bagi Desak untuk tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Sementara itu, Veddriq Leonardo turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor speed putra setelah memenangi small final melawan atlet China Ling Yongzhi yang mengalami fall. Veddriq mencatatkan waktu 5,15 detik dalam laga tersebut. Meski finis di posisi ketiga, Veddriq tetap memastikan diri lolos kualifikasi Asian Games 2026. Selain dua peraih medali tersebut, Indonesia juga mendapatkan tambahan tiket dari sejumlah atlet lain yang tampil kompetitif di nomor speed dan boulder. Aditya Tri Syahria berhasil mengamankan tiket setelah finis di posisi keenam nomor speed putra. Ia sempat mencatatkan waktu 5,37 detik pada perempat final saat menghadapi rekan senegara Veddriq Leonardo yang mencatatkan 5,01 detik. Dari sektor putri, Berthdigna Devi Surya Kusuma juga memastikan tempat setelah menempati peringkat kelima nomor speed putri. Ia mencatatkan waktu 6,73 detik pada perempat final saat berhadapan dengan Desak Made yang membukukan 6,48 detik. Tambahan tiket juga datang dari nomor boulder putra melalui Raviandi Ramadhan. Ia mampu menembus semifinal setelah sebelumnya menempati peringkat ke-22 pada babak kualifikasi dengan nilai 69,4 poin dan kemudian berada di posisi ke-11 pada semifinal dengan 49,9 poin. Hasil tersebut membuat Raviandi menyusul rekannya yang telah lebih dahulu mengamankan tiket Asian Games dari kejuaraan sebelumnya yakni yakni Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra). Dengan tambahan hasil di Meishan, Indonesia kini telah mengamankan total delapan tiket Asian Games 2026, yang terdiri atas dua atlet speed putra, dua speed putri, dua boulder putra, serta masing-masing satu atlet lead putra dan lead putri. Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2026 masih menyisakan pertandingan nomor lead putra dan putri hingga beberapa hari ke depan, sehingga peluang Indonesia untuk menambah jumlah wakil di Asian Games masih terbuka.

Indonesia Kirim 16 Atlet Panjat Tebing ke Kejuaraan Asia 2026 di China

Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menerjunkan 16 atlet ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 pada 8-12 April 2026. Turnamen itu diikuti demi memperbesar peluang panjat tebing Indonesia meraih medali di Asian Games 2026. FPTI baru saja menggelar “Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026” di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026). “Kita bersyukur para atlet, dengan segala tempaan dan latihan yang telah mereka jalani, saya yakin siap untuk memenuhi tantangan yang diberikan oleh pemerintah maupun harapan dari masyarakat,” ujar Ketua FPTI, Yenny Wahid. “Perjalanan kita juga penuh cerita. Ada air mata yang terkuras, tenaga, pikiran, serta emosi yang bergejolak. Namun pada akhirnya, kita berharap semuanya berujung pada happy ending,” jelasnya. Tim panjat tebing Indonesia di World Climbing Asia Championship 2026 dipimpin Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sejauh ini, sudah tiga atlet panjat tebing Indonesia yang lolos ke Asian Games 2026. Ketiganya adalah Ravianto Ramadhan, Putra Tri Rahmadani, dan Sukma Lintang. “Target kita adalah mengirimkan atlet untuk berlaga di Asian Games. Semoga kita bisa memenuhi seluruh kuota, dan para atlet mampu meraih medali emas maupun medali lainnya. Ini tentu menjadi harapan kita semua,” ucap Yenny Wahid. “Kami dari FPTI menyiapkan secara teknis, baik dari sisi kepelatihan maupun atlet, secara maksimal. Sementara itu, pemerintah memfasilitasi dan memberikan berbagai insentif, yang tentu menjadi salah satu penyemangat bagi atlet karena menghargai pencapaian mereka.” “Inilah kehebatan atlet panjat tebing kita, bukan hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga mental mereka yang kuat. Semoga mereka bisa meraih prestasi terbaik. Kita akan fokus pada tujuan di ajang mendatang, dan dengan dukungan masyarakat, kita akan tetap bersemangat dan kuat untuk meraih prestasi,” jelasnya. Daftar Atlet Panjat Tebing Indonesia Atlet yang Sudah Lolos ke Asian Games 2026 Ravianto Ramadhan (Boulder Pa) Putra Tri Rahmadani (Lead Pa) Sukma Lintang (Lead Pi) Atlet yang Berangkat ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 Speed Putra Veddriq Leonardo Kiromal Katibin Raharjati Nursamsa Antasyafi Robbi Al-Hilmi Aditya Speed Putri Desak Made Rajiah Salsabilla Kadek Asih Berdigna Diva Lead Putra Musawir Risky Simatupang Ramzi Raviandi Mahesa Caesar Lead Putri Nurdiatul Jannah Alma

Tiga Pemanjat Tebing Muda Indonesia Tampil di World Cup Koper 2025

Sukma Lintang Cahyani

Tiga pemanjat tebing muda Indonesia akan berlaga pada IFSC Climbing World Cup Koper 2025 nomor lead yang berlangsung di Koper, Slovenia, 5–6 September. Skuad Merah Putih menurunkan dua wakil putra yakni, Putra Tri Ramadani dan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang, serta satu wakil putri, Sukma Lintang Cahyani. Berdasarkan laman resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), Jumat, ajang ini menjadi seri terakhir Piala Dunia 2025 untuk disiplin lead, sekaligus menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam memperluas kiprah di luar nomor speed. Putra adalah pemanjat tebing 19 tahun. Sepanjang 2025, dia telah tampil dalam rangkaian Piala Dunia seperti di Bali dengan menempati peringkat 17, Innsbruck, Austria di posisi 16 dan di Madrid Spanyol juga menempati urutan 16. Sementara Rizky yang berusia 21 tahun juga tercatat tampil di Piala Dunia Wujiang (posisi 32), Bali (8), Innsbruck (12), Chamonix (58), dan Madrid (26). Lalu untuk Sukma yang kini berusia 20 tahun juga tampil di ajang serupa dengan hasil Wujiang (18), Bali (28), Innsbruck (35), Chamonix (28), dan Madrid (31). Sebelumnya, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kekuatan di disiplin lead dan boulder untuk menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028. Selama ini, Indonesia dikenal mendominasi nomor speed. Namun dengan format baru Olimpiade Los Angeles 2028, panjat tebing akan mempertandingkan tiga disiplin speed, lead, dan boulder secara terpisah dengan masing-masing memperebutkan dua medali untuk sektor putra dan putri. Dengan demikian, total enam medali akan diperebutkan pada Olimpiade 2028, meningkat dari empat medali pada Olimpiade Paris 2024 yang masih menggunakan format kombinasi (lead dan boulder) serta speed.

Daftar Atlet Indonesia untuk IFSC Asian Youth Championship 2025

Andicha Pratama

Ajang IFSC Youth Asian Championships 2025 akan berlangsung di Guiyang, China, pada tanggal 20–24 Agustus 2025. Kompetisi ini mempertemukan atlet berbakat dari berbagai negara Asia dalam tiga disiplin: Lead, Boulder, dan Speed. Event ini menjadi momentum penting bagi pengembangan atlet muda di level junior hingga remaja yang siap bersaing di tingkat internasional. Pada penyelenggaraan 2025, Indonesia mengirim tim berjumlah 12 atlet muda ke Guiyang. Salah satu yang menonjol adalah Andicha Pratama dari Sumatera Selatan, yang dipilih sebagai spesialis Speed setelah berprestasi di Kejurnas junior. Ini menandakan bahwa pembinaan usia dini di Indonesia mulai membuahkan hasil dengan keluarnya talenta-talenta potensial lintas daerah. Indonesia telah konsisten berpartisipasi sejak edisi sebelumnya. Pada Asian Youth Championship 2024 di Jamshedpur, India, tim Indonesia yang berjumlah 18 atlet menempati posisi peringkat kedua dalam total perolehan medali, di bawah Jepang. Pada edisi tahun lalu, Indonesia meraih 9 medali (4 emas, 1 perak, 4 perunggu). Indonesia unggul di cabang Boulder dan Lead, menunjukkan tren peningkatan kompetisi di antara negara Asia. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi FPTI untuk membangun mental juara sejak usia muda dan mempersiapkan atlet menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles. Dengan pemain muda seperti Andicha dan generasi selanjutnya dari berbagai provinsi, Indonesia berharap meningkatkan prestasi di disiplin Speed, Boulder, maupun Lead. Pengalaman dari partisipasi di kejuaraan Asia dan dunia menjadi landasan kuat mengasah kemampuan teknis, mental, dan strategi kompetisi. FPTI memanfaatkan momentum ini untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang selama ini mendominasi seperti Jepang dan Korea Selatan. Wakil Indonesia pada IFSC Asian Youth Championship 2025 di Guiyang, China: Alma Ariella Tsany (Jawa Timur) Taqiyya Nur Aziza (Yogyakarta) Kinaya Maulidyah (Sulawesi Tengah) Rizky Aditya (DKI Jakarta) Ardana Cikal Damarwulan (Jawa Barat) Bomantara Bintang Prayuda (Jawa Timur) Antasyafi Robby Al Hilmi (DKI Jakarta) Aeifhel Tri Andika (Jawa Tengah) Rerynta AA (Jawa Tengah) Muhammad Rizqullah RSG (Jawa Tengah) Andhica Pratama (Sumsel) Naura Jasmine Rayya Syafiqa (DKI Jakarta) Titan Cahaya Semesta (DKI Jakarta)

Pemanjat Tebing Muda Uji Coba di Malaysia Demi SEA Games 2025

Wakil Indonesia Untuk Mengikuti ASEAN Climbing Championship 2025

Lima pemanjat tebing muda Indonesia menjalani uji coba internasional dengan tampil pada ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, pada 4–6 Juli, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan atlet dari dua disiplin, Lead dan Boulder, untuk mengasah jam terbang sekaligus membentuk mental kompetitif di level Asia Tenggara. “Pengiriman timnas muda ini merupakan bagian dari program try out dan persiapan penting menjelang SEA Games 2025 di Thailand,” kata Sekretaris Umum PP FPTI, Pristiawan Buntoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. FPTI menurunkan tiga atlet putra dan dua atlet putri. Dari sektor putra ada Muhammad Ramzi Firmansyah, Mahesa Caesar, dan Ardana Cikal Damarwulan. Sementara untuk putri yaitu Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia. Menurut Pristiawan, pengiriman atlet ke Malaysia bukan hanya bagian dari pembinaan, tetapi juga sebagai ajang penilaian kesiapan teknis dan fisik mereka untuk bersaing di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara. FPTI berharap para atlet muda bisa menyerap pengalaman sebanyak mungkin dalam kejuaraan ini dan menjadikannya sebagai modal penting menghadapi ajang-ajang resmi mendatang. “Selain itu juga merupakan keseriusan kami dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia pada disiplin Lead dan Boulder. Ini juga selaras dengan target utama kami untuk lolos kualifikasi disiplin Lead di Olimpiade Los Angeles 2028,” katanya. Sumber: ANTARA

Jawa Timur Kembali Juara Umum Kejurnas Panjat Tebing

Jawa Timur kembali menjadi juara umum

Provinsi Jawa Timur (Jatim) merebut juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Senin malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Jatim yang menurunkan 12 atlet mengumpulkan tujuh emas dari total 18 medali emas yang diperebutkan. Selain emas, provinsi itu juga mengoleksi dua perak dan dua perunggu, sehingga total memperoleh 11 medali. Perolehan emas cukup merata bagi Jatim di semua nomor, yakni speed, lead, dan boulder. Dalam klasemen akhir, Jakarta membuntuti di posisi kedua dengan total tujuh medali yang terdiri atas empat emas, satu perak, dan dua perunggu. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (Jabar) dengan tiga emas, serta masing-masing satu perak dan perunggu alias total lima medali. Sementara itu, daerah yang paling banyak mengumpulkan perunggu adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan lima medali, ditambah masing-masing satu emas dan perak, sekaligus mengantarkan mereka menempati peringkat kelima. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Para peserta merupakan binaan dari Pengurus Daerah FPTI di provinsi masing-masing. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Berikut klasemen akhir kejurnas tersebut (urutan: emas, perak, perunggu, total medali). 1. Jawa Timur 7,2,2,11. 2. Jakarta 4,1,2,7. 3. Jawa Barat 3,1,1,5. 4. Jawa Tengah 2,2,3,7. 5. Kalimantan Selatan 1,1,5,7. 6. Sumatera Selatan 1,0,0,1. 7. Yogyakarta 0,4,0,4. 8. Sulawesi Tengah 0,3,0,3. 9. Sulawesi Selatan 0,2,0,2. 10. Banten 0,1,2,3. 11. Nusa Tenggara Barat 0,1,0,1. 12. Aceh 0,0,1,1. 12. Bali 0,0,1,1. 12. Kalimantan Timur 0,0,1,1. 15. Bengkulu 0,0,0,0. 15. Jambi 0,0,0,0. 15. Kalimantan Barat 0,0,0,0. 15. Kalimantan Tengah 0,0,0,0. 15. Kepulauan Bangka Belitung 0,0,0,0. 15. Kepulauan Riau 0,0,0,0. 15. Lampung 0,0,0,0. 15. Maluku 0,0,0,0. 15. Maluku Utara 0,0,0,0. 15. Sulawesi Utara 0,0,0,0. 15. Sumatera Barat 0,0,0,0. 15. Sumatera Utara 0,0,0,0.

Rizky Aditya Juga Raih Dua Medali Emas

Rizky Aditya

Ada rekor yang tercipta pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025. Rekor tersebut berasal dari dua atlet yang menyabet medali emas dari dua nomor berbeda. Keduanya adalah Ardana Cikal Damarwulan asal Jawa Barat dan Rizky Aditya asal DKI Jakarta. Ardana menyabet medali emas untuk disiplin boulder youth B putra dan lead youth B putra. Sedangkan Rizky, menyabet medali untuk disiplin boulder youth A putra dan lead youth A putra. Rizky mencatatkan skor 84,1 serta 41+ yang membawanya ke podium tertinggi. Usai menyabet dua gelar tersebut, ia mengaku tidak ingin terbuai dengan hasil dua emas dalam nomor boulder youth A putra dan lead youth A putra itu, sehingga memilih fokus untuk menatap kejuaraan selanjutnya. “Pastinya saya berharap bisa dipanggil untuk masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas), tetapi sembari berharap, target yang paling realistis bisa dicapai adalah ikut Popnas di Aceh, yang dimulai pada 1 Juli mendatang,” kata Rizky dikutip dari ANTARA. Ia menjelaskan, masih banyak yang harus dipersiapkan atau diperbaiki dalam menghadapi ajang berikutnya. Sebab, berdasarkan evaluasi dalam kejurnas tersebut, masih banyak kesalahan-kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. “Khusus di nomor boulder, saat memanjat kalau bisa minim kesalahan dan hanya satu kali percobaan saja,” ujar siswa kelas XI atau dua sekolah menengah atas (SMA) tersebut. Rizky menambahkan, selama ini dirinya berlatih sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan persiapan untuk mengikuti kejurnas yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), dilakukan sejak 6 bulan lalu.

Wakil Jawa Tengah Juara Lead Junior Putri Kejurnas KU Panjat Tebing

Najiha Zahra

Wakil Jawa Tengah (Jateng), Najiha Zahra menjuarai nomor lead junior (18-19 tahun) putri dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Najiha berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Saya senang sekali karena bisa menang, prestasi ini menjadi penyemangat saya untuk berlatih lebih baik ke depannya,” kata dia usai menerima medali emas. Ia mengaku, pertama kali berlatih panjat tebing sejak 2013 dan setelah itu rutin berlatih untuk meningkatkan kemampuan karena ia memiliki target untuk menjadi wakil Indonesia sekaligus mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah dunia. “Saya mau terus berprestasi dan akan bekerja lebih untuk mencapai cita-cita,” ujar Najiha. Kemenangan itu cukup mengejutkan karena Najiha hanya menempati urutan kelima pada babak sebelumnya. Sementara itu, wakil Sulawesi Tengah (Sulteng) Kinaya Maulidyah berhasil merebut medali perak alias menempati peringkat kedua usai mengumpulkan skor 33+. Sedangkan medali perunggu diraih wakil Kalimantan Selatan (Kalsel) Syifa Nur Azizah setelah mendulang skor 32+. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Sumber: ANTARA