Desak Made/Kadek Asih pecahkan rekor dunia di China

Desak Made Rita Kusuma Dewi & Kadek Adi Asih

Pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi/Kadek Adi Asih, berhasil memecahkan rekor dunia (world record) kategori speed women’s relay, saat mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026, di China, pada Rabu malam WIB. “Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor karena hanya fokus tampil maksimal,” kata Desak seusai perlombaan. Keduanya berhasil keluar sebagai juara, setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Jimin Jeong/ Hanaerum Sung dalam babak final (big final). Namun pemecahan rekor terjadi bukan saat mereka menjuarai turnamen. Tetapi dalam momen semifinal melawan pasangan China, Yafei Zhou/Lijuan Deng. Pasangan tuan rumah awalnya memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,178 detik. Namun sesaat kemudian, pasangan Merah Putih membukukan catatan waktu 13,174 detik alias lebih cepat 0,04 detik. Momen pemecahan rekor tersebut mengantarkan Desak/Kadek melaju ke big final dan akhirnya juga mengalahkan pasangan Korsel. “Saya persembahkan medali ini untuk Indonesia,” ujar dia. Bagi Kadek Adi Asih, keberhasilan itu menjadi titik balik setelah gagal di nomor individu. “Medali emas Ini sangat berarti bagi saya. Terima kasih untuk semua dukungan yang diberikan,” tambah dia. Sementara itu, pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa/Antasyafi Robby Al Hilmi, harus puas dengan perolehan medali perak kategori speed relay dalam Asian Beach Games Sanya 2026. Keduanya kalah melawan wakil tuan rumah, Jianguo Long/Yicheng Zhao, dalam babak final (big final). Wakil Indonesia itu mengemas waktu 9,80 detik, sedangkan lawannya lebih cepat 0,05 detik alias mencatatkan waktu 9,75 detik. Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan putri. Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sedangkan sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia. Mereka mengikuti dua kategori perlombaan, yakni speed (individu) dan speed relay (tim). Para wakil Tanah Air itu bersaing dengan peserta dari negara lain, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Dalam lomba panjat tebing speed relay (estafet), perhitungan dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan. Atlet memanjat secara bergantian (relay). Atlet pertama memulai dari start. Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer, atlet berikutnya langsung memulai. Waktu dihitung terus-menerus dan tidak di-reset setiap pergantian atlet. Jadi yang dihitung adalah waktu kumulatif sejak start pertama sampai atlet terakhir finis. Tim tercepat atau mencatatkan waktu paling rendah dinyatakan sebagai pemenang.

Desak Made raih emas, Indonesia tambah lima tiket Asian Games 2026

Desak Made Rita Kusuma Dewi

Tim panjat tebing Indonesia menambah lima tiket Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sekaligus meraih satu medali emas dan satu perunggu pada hari kedua World Climbing Asian Championship 2026 di Meishan, China, Kamis. Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi bintang kemenangan Indonesia setelah merebut medali emas nomor speed putri setelah mengalahkan wakil tuan rumah Zhou Yafei pada final dengan catatan waktu 6,07 detik, lebih cepat dari Zhou yang membukukan 6,47 detik. Selain memastikan podium tertinggi, hasil tersebut juga otomatis mengamankan satu tempat bagi Desak untuk tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Sementara itu, Veddriq Leonardo turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor speed putra setelah memenangi small final melawan atlet China Ling Yongzhi yang mengalami fall. Veddriq mencatatkan waktu 5,15 detik dalam laga tersebut. Meski finis di posisi ketiga, Veddriq tetap memastikan diri lolos kualifikasi Asian Games 2026. Selain dua peraih medali tersebut, Indonesia juga mendapatkan tambahan tiket dari sejumlah atlet lain yang tampil kompetitif di nomor speed dan boulder. Aditya Tri Syahria berhasil mengamankan tiket setelah finis di posisi keenam nomor speed putra. Ia sempat mencatatkan waktu 5,37 detik pada perempat final saat menghadapi rekan senegara Veddriq Leonardo yang mencatatkan 5,01 detik. Dari sektor putri, Berthdigna Devi Surya Kusuma juga memastikan tempat setelah menempati peringkat kelima nomor speed putri. Ia mencatatkan waktu 6,73 detik pada perempat final saat berhadapan dengan Desak Made yang membukukan 6,48 detik. Tambahan tiket juga datang dari nomor boulder putra melalui Raviandi Ramadhan. Ia mampu menembus semifinal setelah sebelumnya menempati peringkat ke-22 pada babak kualifikasi dengan nilai 69,4 poin dan kemudian berada di posisi ke-11 pada semifinal dengan 49,9 poin. Hasil tersebut membuat Raviandi menyusul rekannya yang telah lebih dahulu mengamankan tiket Asian Games dari kejuaraan sebelumnya yakni yakni Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra). Dengan tambahan hasil di Meishan, Indonesia kini telah mengamankan total delapan tiket Asian Games 2026, yang terdiri atas dua atlet speed putra, dua speed putri, dua boulder putra, serta masing-masing satu atlet lead putra dan lead putri. Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2026 masih menyisakan pertandingan nomor lead putra dan putri hingga beberapa hari ke depan, sehingga peluang Indonesia untuk menambah jumlah wakil di Asian Games masih terbuka.

Indonesia Kirim 16 Atlet Panjat Tebing ke Kejuaraan Asia 2026 di China

Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menerjunkan 16 atlet ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 pada 8-12 April 2026. Turnamen itu diikuti demi memperbesar peluang panjat tebing Indonesia meraih medali di Asian Games 2026. FPTI baru saja menggelar “Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026” di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026). “Kita bersyukur para atlet, dengan segala tempaan dan latihan yang telah mereka jalani, saya yakin siap untuk memenuhi tantangan yang diberikan oleh pemerintah maupun harapan dari masyarakat,” ujar Ketua FPTI, Yenny Wahid. “Perjalanan kita juga penuh cerita. Ada air mata yang terkuras, tenaga, pikiran, serta emosi yang bergejolak. Namun pada akhirnya, kita berharap semuanya berujung pada happy ending,” jelasnya. Tim panjat tebing Indonesia di World Climbing Asia Championship 2026 dipimpin Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sejauh ini, sudah tiga atlet panjat tebing Indonesia yang lolos ke Asian Games 2026. Ketiganya adalah Ravianto Ramadhan, Putra Tri Rahmadani, dan Sukma Lintang. “Target kita adalah mengirimkan atlet untuk berlaga di Asian Games. Semoga kita bisa memenuhi seluruh kuota, dan para atlet mampu meraih medali emas maupun medali lainnya. Ini tentu menjadi harapan kita semua,” ucap Yenny Wahid. “Kami dari FPTI menyiapkan secara teknis, baik dari sisi kepelatihan maupun atlet, secara maksimal. Sementara itu, pemerintah memfasilitasi dan memberikan berbagai insentif, yang tentu menjadi salah satu penyemangat bagi atlet karena menghargai pencapaian mereka.” “Inilah kehebatan atlet panjat tebing kita, bukan hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga mental mereka yang kuat. Semoga mereka bisa meraih prestasi terbaik. Kita akan fokus pada tujuan di ajang mendatang, dan dengan dukungan masyarakat, kita akan tetap bersemangat dan kuat untuk meraih prestasi,” jelasnya. Daftar Atlet Panjat Tebing Indonesia Atlet yang Sudah Lolos ke Asian Games 2026 Ravianto Ramadhan (Boulder Pa) Putra Tri Rahmadani (Lead Pa) Sukma Lintang (Lead Pi) Atlet yang Berangkat ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 Speed Putra Veddriq Leonardo Kiromal Katibin Raharjati Nursamsa Antasyafi Robbi Al-Hilmi Aditya Speed Putri Desak Made Rajiah Salsabilla Kadek Asih Berdigna Diva Lead Putra Musawir Risky Simatupang Ramzi Raviandi Mahesa Caesar Lead Putri Nurdiatul Jannah Alma

Tiga Pemanjat Tebing Muda Indonesia Tampil di World Cup Koper 2025

Sukma Lintang Cahyani

Tiga pemanjat tebing muda Indonesia akan berlaga pada IFSC Climbing World Cup Koper 2025 nomor lead yang berlangsung di Koper, Slovenia, 5–6 September. Skuad Merah Putih menurunkan dua wakil putra yakni, Putra Tri Ramadani dan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang, serta satu wakil putri, Sukma Lintang Cahyani. Berdasarkan laman resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), Jumat, ajang ini menjadi seri terakhir Piala Dunia 2025 untuk disiplin lead, sekaligus menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam memperluas kiprah di luar nomor speed. Putra adalah pemanjat tebing 19 tahun. Sepanjang 2025, dia telah tampil dalam rangkaian Piala Dunia seperti di Bali dengan menempati peringkat 17, Innsbruck, Austria di posisi 16 dan di Madrid Spanyol juga menempati urutan 16. Sementara Rizky yang berusia 21 tahun juga tercatat tampil di Piala Dunia Wujiang (posisi 32), Bali (8), Innsbruck (12), Chamonix (58), dan Madrid (26). Lalu untuk Sukma yang kini berusia 20 tahun juga tampil di ajang serupa dengan hasil Wujiang (18), Bali (28), Innsbruck (35), Chamonix (28), dan Madrid (31). Sebelumnya, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kekuatan di disiplin lead dan boulder untuk menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028. Selama ini, Indonesia dikenal mendominasi nomor speed. Namun dengan format baru Olimpiade Los Angeles 2028, panjat tebing akan mempertandingkan tiga disiplin speed, lead, dan boulder secara terpisah dengan masing-masing memperebutkan dua medali untuk sektor putra dan putri. Dengan demikian, total enam medali akan diperebutkan pada Olimpiade 2028, meningkat dari empat medali pada Olimpiade Paris 2024 yang masih menggunakan format kombinasi (lead dan boulder) serta speed.

Daftar Atlet Indonesia untuk IFSC Asian Youth Championship 2025

Andicha Pratama

Ajang IFSC Youth Asian Championships 2025 akan berlangsung di Guiyang, China, pada tanggal 20–24 Agustus 2025. Kompetisi ini mempertemukan atlet berbakat dari berbagai negara Asia dalam tiga disiplin: Lead, Boulder, dan Speed. Event ini menjadi momentum penting bagi pengembangan atlet muda di level junior hingga remaja yang siap bersaing di tingkat internasional. Pada penyelenggaraan 2025, Indonesia mengirim tim berjumlah 12 atlet muda ke Guiyang. Salah satu yang menonjol adalah Andicha Pratama dari Sumatera Selatan, yang dipilih sebagai spesialis Speed setelah berprestasi di Kejurnas junior. Ini menandakan bahwa pembinaan usia dini di Indonesia mulai membuahkan hasil dengan keluarnya talenta-talenta potensial lintas daerah. Indonesia telah konsisten berpartisipasi sejak edisi sebelumnya. Pada Asian Youth Championship 2024 di Jamshedpur, India, tim Indonesia yang berjumlah 18 atlet menempati posisi peringkat kedua dalam total perolehan medali, di bawah Jepang. Pada edisi tahun lalu, Indonesia meraih 9 medali (4 emas, 1 perak, 4 perunggu). Indonesia unggul di cabang Boulder dan Lead, menunjukkan tren peningkatan kompetisi di antara negara Asia. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi FPTI untuk membangun mental juara sejak usia muda dan mempersiapkan atlet menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles. Dengan pemain muda seperti Andicha dan generasi selanjutnya dari berbagai provinsi, Indonesia berharap meningkatkan prestasi di disiplin Speed, Boulder, maupun Lead. Pengalaman dari partisipasi di kejuaraan Asia dan dunia menjadi landasan kuat mengasah kemampuan teknis, mental, dan strategi kompetisi. FPTI memanfaatkan momentum ini untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang selama ini mendominasi seperti Jepang dan Korea Selatan. Wakil Indonesia pada IFSC Asian Youth Championship 2025 di Guiyang, China: Alma Ariella Tsany (Jawa Timur) Taqiyya Nur Aziza (Yogyakarta) Kinaya Maulidyah (Sulawesi Tengah) Rizky Aditya (DKI Jakarta) Ardana Cikal Damarwulan (Jawa Barat) Bomantara Bintang Prayuda (Jawa Timur) Antasyafi Robby Al Hilmi (DKI Jakarta) Aeifhel Tri Andika (Jawa Tengah) Rerynta AA (Jawa Tengah) Muhammad Rizqullah RSG (Jawa Tengah) Andhica Pratama (Sumsel) Naura Jasmine Rayya Syafiqa (DKI Jakarta) Titan Cahaya Semesta (DKI Jakarta)

Pemanjat Tebing Muda Uji Coba di Malaysia Demi SEA Games 2025

Wakil Indonesia Untuk Mengikuti ASEAN Climbing Championship 2025

Lima pemanjat tebing muda Indonesia menjalani uji coba internasional dengan tampil pada ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, pada 4–6 Juli, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan atlet dari dua disiplin, Lead dan Boulder, untuk mengasah jam terbang sekaligus membentuk mental kompetitif di level Asia Tenggara. “Pengiriman timnas muda ini merupakan bagian dari program try out dan persiapan penting menjelang SEA Games 2025 di Thailand,” kata Sekretaris Umum PP FPTI, Pristiawan Buntoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. FPTI menurunkan tiga atlet putra dan dua atlet putri. Dari sektor putra ada Muhammad Ramzi Firmansyah, Mahesa Caesar, dan Ardana Cikal Damarwulan. Sementara untuk putri yaitu Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia. Menurut Pristiawan, pengiriman atlet ke Malaysia bukan hanya bagian dari pembinaan, tetapi juga sebagai ajang penilaian kesiapan teknis dan fisik mereka untuk bersaing di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara. FPTI berharap para atlet muda bisa menyerap pengalaman sebanyak mungkin dalam kejuaraan ini dan menjadikannya sebagai modal penting menghadapi ajang-ajang resmi mendatang. “Selain itu juga merupakan keseriusan kami dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia pada disiplin Lead dan Boulder. Ini juga selaras dengan target utama kami untuk lolos kualifikasi disiplin Lead di Olimpiade Los Angeles 2028,” katanya. Sumber: ANTARA

Jawa Timur Kembali Juara Umum Kejurnas Panjat Tebing

Jawa Timur kembali menjadi juara umum

Provinsi Jawa Timur (Jatim) merebut juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Senin malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Jatim yang menurunkan 12 atlet mengumpulkan tujuh emas dari total 18 medali emas yang diperebutkan. Selain emas, provinsi itu juga mengoleksi dua perak dan dua perunggu, sehingga total memperoleh 11 medali. Perolehan emas cukup merata bagi Jatim di semua nomor, yakni speed, lead, dan boulder. Dalam klasemen akhir, Jakarta membuntuti di posisi kedua dengan total tujuh medali yang terdiri atas empat emas, satu perak, dan dua perunggu. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (Jabar) dengan tiga emas, serta masing-masing satu perak dan perunggu alias total lima medali. Sementara itu, daerah yang paling banyak mengumpulkan perunggu adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan lima medali, ditambah masing-masing satu emas dan perak, sekaligus mengantarkan mereka menempati peringkat kelima. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Para peserta merupakan binaan dari Pengurus Daerah FPTI di provinsi masing-masing. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Berikut klasemen akhir kejurnas tersebut (urutan: emas, perak, perunggu, total medali). 1. Jawa Timur 7,2,2,11. 2. Jakarta 4,1,2,7. 3. Jawa Barat 3,1,1,5. 4. Jawa Tengah 2,2,3,7. 5. Kalimantan Selatan 1,1,5,7. 6. Sumatera Selatan 1,0,0,1. 7. Yogyakarta 0,4,0,4. 8. Sulawesi Tengah 0,3,0,3. 9. Sulawesi Selatan 0,2,0,2. 10. Banten 0,1,2,3. 11. Nusa Tenggara Barat 0,1,0,1. 12. Aceh 0,0,1,1. 12. Bali 0,0,1,1. 12. Kalimantan Timur 0,0,1,1. 15. Bengkulu 0,0,0,0. 15. Jambi 0,0,0,0. 15. Kalimantan Barat 0,0,0,0. 15. Kalimantan Tengah 0,0,0,0. 15. Kepulauan Bangka Belitung 0,0,0,0. 15. Kepulauan Riau 0,0,0,0. 15. Lampung 0,0,0,0. 15. Maluku 0,0,0,0. 15. Maluku Utara 0,0,0,0. 15. Sulawesi Utara 0,0,0,0. 15. Sumatera Barat 0,0,0,0. 15. Sumatera Utara 0,0,0,0.

Rizky Aditya Juga Raih Dua Medali Emas

Rizky Aditya

Ada rekor yang tercipta pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025. Rekor tersebut berasal dari dua atlet yang menyabet medali emas dari dua nomor berbeda. Keduanya adalah Ardana Cikal Damarwulan asal Jawa Barat dan Rizky Aditya asal DKI Jakarta. Ardana menyabet medali emas untuk disiplin boulder youth B putra dan lead youth B putra. Sedangkan Rizky, menyabet medali untuk disiplin boulder youth A putra dan lead youth A putra. Rizky mencatatkan skor 84,1 serta 41+ yang membawanya ke podium tertinggi. Usai menyabet dua gelar tersebut, ia mengaku tidak ingin terbuai dengan hasil dua emas dalam nomor boulder youth A putra dan lead youth A putra itu, sehingga memilih fokus untuk menatap kejuaraan selanjutnya. “Pastinya saya berharap bisa dipanggil untuk masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas), tetapi sembari berharap, target yang paling realistis bisa dicapai adalah ikut Popnas di Aceh, yang dimulai pada 1 Juli mendatang,” kata Rizky dikutip dari ANTARA. Ia menjelaskan, masih banyak yang harus dipersiapkan atau diperbaiki dalam menghadapi ajang berikutnya. Sebab, berdasarkan evaluasi dalam kejurnas tersebut, masih banyak kesalahan-kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. “Khusus di nomor boulder, saat memanjat kalau bisa minim kesalahan dan hanya satu kali percobaan saja,” ujar siswa kelas XI atau dua sekolah menengah atas (SMA) tersebut. Rizky menambahkan, selama ini dirinya berlatih sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan persiapan untuk mengikuti kejurnas yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), dilakukan sejak 6 bulan lalu.

Wakil Jawa Tengah Juara Lead Junior Putri Kejurnas KU Panjat Tebing

Najiha Zahra

Wakil Jawa Tengah (Jateng), Najiha Zahra menjuarai nomor lead junior (18-19 tahun) putri dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Najiha berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Saya senang sekali karena bisa menang, prestasi ini menjadi penyemangat saya untuk berlatih lebih baik ke depannya,” kata dia usai menerima medali emas. Ia mengaku, pertama kali berlatih panjat tebing sejak 2013 dan setelah itu rutin berlatih untuk meningkatkan kemampuan karena ia memiliki target untuk menjadi wakil Indonesia sekaligus mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah dunia. “Saya mau terus berprestasi dan akan bekerja lebih untuk mencapai cita-cita,” ujar Najiha. Kemenangan itu cukup mengejutkan karena Najiha hanya menempati urutan kelima pada babak sebelumnya. Sementara itu, wakil Sulawesi Tengah (Sulteng) Kinaya Maulidyah berhasil merebut medali perak alias menempati peringkat kedua usai mengumpulkan skor 33+. Sedangkan medali perunggu diraih wakil Kalimantan Selatan (Kalsel) Syifa Nur Azizah setelah mendulang skor 32+. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Sumber: ANTARA

Jatim Kawin Gelar Disiplin Lead Youth Kejurnas Panjat Tebing 2025

Mayra Azalia (kiri layar) dan Alma Ariella

Provinsi Jawa Timur mendominasi di partai final nomor lead putri dalam lanjutan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Atlet muda yang mewakili Jawa Timur, Alma Ariella menjuarai nomor lead youth A putri. Sementara untuk nomor lead youth B putri, diraih oleh Mayra Azalia Nabila. Dalam pertandingan nomor lead youth A putri, Alma berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Aku tadi kurang yakin membaca jalurnya jadi agak sedikit kurang pintar dan tidak berhasil meraih top, sehingga ke depannya semoga bisa lebih baca jalur dengan lebih yakin,” kata dia usai menerima medali emas. Alma menambahkan, meski Jatim memiliki prestasi yang mentereng karena kerap juara umum di kejurnas, tetapi dirinya tidak merasa terbebani dan memilih untuk bertanding secara lepas atau tanpa khawatir memikirkan hasil akhir. “Ya tadi bertanding saja, menang atau kalah tidak apa-apa, yang penting usaha terbaik sudah dilakukan,” ujar siswa kelas x sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Gresik tersebut. Pertandingan dalam nomor lead youth A putri berlangsung ketat. Terbukti peraih runner-up asal Yogyakarta Naura Jinan Syarifah mendulang skor 36 atau hanya selisih sedikit dari Alma. Bahkan peringkat ketiga yang diraih oleh wakil Banten An Nisa Angelia Panuntun juga mendapatkan skor 36. Namun karena Nisa meraih urutan keempat dan Naura pertama dalam babak sebelumnya, maka wakil tuan rumah harus puas menduduki posisi ketiga. Sementara itu, untuk kategori Lead Youth B, gelar juara berhasil dikawinkan oleh Jawa Timur melalui Mayra Azalia. Ia mengungguli Indah Tiara Azzahra (Kalimantan Selatan) di posisi kedua dan Ibni Balqis Larasati Wardhana di posisi ketiga. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun).

FPTI gelar Kejurnas Kelompok Usia persiapkan generasi emas Olimpiade

Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur ke-19

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) ke-19 di Tangerang, Banten, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan atlet-atlet muda untuk menjadi generasi emas Indonesia di Olimpiade mendatang. Ketua Umum FPTI Pengprov Banten Ronald Shandra menilai bahwa Kejurnas tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas para atlet muda, terutama dalam nomor speed youth B. Ia menyebut bahwa persaingan ketat dan peningkatan catatan waktu yang signifikan menjadi indikator positif perkembangan atlet usia dini. “Dari kejuaraan-kejuaraan Kelompok Umur yang sudah berjalan, kemarin terakhir tahun 2024 di Pinrang, sekarang ada di Tangerang, ini kualitas anak-anaknya sudah meningkat,” kata Ronald kepada ANTARA di Tangerang City Sport Climbing Center, Tangerang, Banten, Kamis. “Kalau mereka berlatih terus, kita optimistis generasi yang sekarang ini akan menjadi generasi emasnya Indonesia ini untuk di Olimpiade akan datang.” Ronald menambahkan bahwa para juara akan tetap menjalani pembinaan di daerah masing-masing. Untuk bisa masuk ke tim nasional, para atlet harus melalui proses seleksi bertahap. Beberapa peserta saat ini sudah masuk ke dalam timnas junior, namun untuk masuk ke tim senior diperlukan jenjang lanjutan. “Juara-juara ini tetap akan dilatih oleh daerahnya masing-masing dan di tempat pelatihannya masing-masing. Kalau ke timnas dan lain-lain itu memang akan mencapai ke sana. Tapi prosesnya masih ada butuh tahapan-tahapan lagi, tidak langsung masuk kepada tim nasional,” ujar Ronald. “Tapi ini sudah ada beberapa atlet di sini sudah di timnas junior sudah ada, tapi kalau timnas senior butuh tahapan lagi.” Sementara itu, Wakil Ketua IV KONI Kota Tangerang Arsani Maedi menyampaikan bahwa olahraga panjat tebing saat ini semakin diminati masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan 27 provinsi dalam Kejurnas tahun ini dari total 29 provinsi yang telah tergabung dalam FPTI. “Saat ini, dunia olahraga panjat tebing memang sedang digandrungi ya, maka terbukti, saat ini anggota federasi panjat tebing Indonesia di Indonesia itu ada 29 provinsi, yang mendaftar untuk tahun ini ada 27 provinsi,” kata Arsani. Kejurnas Panjat Tebing KU Tangerang mempertandingkan 18 nomor berlangsung pada 19–23 Juni di Tangerang City Sport Climbing Center. Sumber: ANTARA

Kiromal Katibin Juara IFSC Climbing World Cup 2025

IFSC Climbing World Cup 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup Denver 2025, Amerika Serikat pada Minggu sore, (01/06) waktu Colorado Amerika Serikat. Bertanding di nomor speed putra, Kiromal dinyatakan sebagai juara setelah berhasil mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik saat menjalani kualifikasi di hari sebelumnya 1 hari sebelum kompetisi dihentikan karena faktor cuaca. Sebelum dihentikan, Katibin juga sempat menjalani babak perdelapan final dengan mengalahkan wakil Italia dengan waktu 4,87 detik. Sesaat setelah itu, hujan turun dan kompetisi dihentikan. Penyelenggara IFSC mengumumkan bahwa badai dan hujan deras yang melanda Denver membuat babak perempat final, semifinal dan final terpaksa dibatalkan demi keselamatan atlet. Berdasarkan keputusan darurat, hasil terakhir dari babak kualifikasi dijadikan dasar penentuan peringkat akhir — dan catatan waktu Kiromal yang impresif memastikan tempatnya di puncak podium. Sebelumnya, atlet asal Batang, Jawa Tengah ini tampil dominan di babak kualifikasi dengan catatan waktu 4,83 detik di Lane A dan 4,91 detik di Lane B. Konsistensinya di setiap fase menunjukkan bahwa ia layak menjadi yang terbaik di antara para pemanjat tercepat dunia. Kemenangan ini melanjutkan performa gemilang Kiromal, setelah sebelumnya ia meraih dua medali perunggu di seri Wujiang dan Bali pada Mei lalu. Dengan torehan ini, Kiromal semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu atlet speed papan atas dunia dan memperkuat nama Indonesia di panggung olahraga panjat tebing internasional. Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Ical Umarella, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. “Konsistensi dan fokus jadi kunci utama kemenangan Kiromal hari ini. Meski kondisi cuaca memaksa final dibatalkan, ia sudah menunjukkan performa terbaiknya di saat yang krusial. Ini adalah buah dari latihan keras dan kerja tim yang luar biasa,” ujar Ical di Denver. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, juga turut menyampaikan apresiasi. “Prestasi ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia. Ini bukan hanya kemenangan Kiromal, tapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Yenny. Selain Kiromal, Indonesia juga diwakili oleh Alfian M. Fajri, yang harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi. Alfian mencatatkan waktu terbaik 5,30 detik (Lane A) dan 5,49 detik (Lane B). Meski belum berhasil melaju ke babak lanjutan, dukungan penuh tetap mengalir untuk Alfian dari seluruh tim.

Kejuaraan Panjat Tebing DKI Jakarta Sukses Digelar

Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar DKI Jakarta 2025

Sekitar 200 pelajar mulai dari tingkat TK hingga SLTA se Jabodetabek, ikut bertanding dalam Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar DKI Jakarta 2025. Event yang prakarsai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta ini dilaksanakan di Jakarta International Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur, mulai 16 hingga 18 Mei 2025. Kompetisi ini sendiri mempertandingkan 20 nomor perlombaan yang diikuti 10 murid Taman Kanak-kanak (TK), 115 pelajar SD, 60 SMP, dan 15 pelajar SMA. “Tidak hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya membudayakan olahraga panjat tebing di kalangan pelajar, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi sejak usia dini,” ungkap Andri Yansyah, saat membuka event ini, Jumat (16/5). Ia mengatakan, hanya Jakarta yang memiliki fasilitas panjat tebing berskala internasional. Maka itu, Andri menilai pentingnya memanfaatkan fasilitas olahraga yang sudah dimiliki. Menurutnya, fasilitas yang ada harus sejalan dengan prestasi atlet. “Tidak ada daerah lain yang memiliki fasilitas selengkap ini. Kurang pas kalau atlet-atlet Jakarta tidak meraih medali. Ini menjadi cambuk bagi kita semua, pemerintah, pelatih, bahkan atletnya sendiri,” katanya. Andri mengingatkan, panjat tebing akan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan pada ajang POPNAS pada November 2025 mendatang. Dengan infrastruktur, pelatih, dan pembinaan yang memadai, tegas Andri Yansyah, tidak ada alasan bagi atlet panjat tebing Jakarta untuk tidak menorehkan prestasi terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Fasilitas, atlet pelatihnya, semua sudah oke. Tidak ada alasan lagi kita tidak bisa meraih prestasi terbaik,” tandasnya.

Kaltim Siapkan Regenerasi Lewat Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur

Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur Kalimantan Timur tahun 2025

Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Kalimantan Timur tahun 2025 resmi digelar di Arena Panjat Tebing Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, 7–13 Mei 2025. Sebanyak 100 atlet dari 10 kabupaten/kota di Kaltim turut ambil bagian dalam kejuaraan tahunan, yang menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi atlet muda. Mereka akan bertanding dalam berbagai kategori usia dan nomor, mulai dari lead, speed hingga boulder. Ketua Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Balikpapan, Jundi Rahmad Danny, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Balikpapan sebagai penyelenggara kejuaraan penting ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Balikpapan telah dua kali menjadi tuan rumah dan kami akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan,” kata Jundi saat pembukaan kejuaraan, Jumat (9/5/2025). Jundi menambahkan, FPTI Balikpapan berkomitmen untuk melengkapi fasilitas panjat tebing yang ada, agar kota ini bisa menjadi pusat pelatihan sekaligus langganan tuan rumah kejuaraan panjat tebing di masa depan. “Dengan fasilitas yang memadai, kami berharap atlet-atlet muda di Balikpapan maupun dari daerah lain bisa lebih optimal berlatih dan bertanding,” tambahnya. Ketua Pengprov FPTI Kaltim, Misbachul Choir, menegaskan bahwa Kejurprov ini bukan sekadar kompetisi, tapi menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang bagi panjat tebing Kaltim. “Kejuaraan ini adalah agenda tahunan yang wajib dilaksanakan. Kami bangga karena seluruh pengcab dan pengkot bersedia menurunkan atlet-atlet mudanya,” ujar Misbachul. Menurutnya, pembinaan usia dini sangat krusial. Pada PON 2024 lalu, terbukti bahwa atlet-atlet muda daerah lain bisa bersaing bahkan mengungguli para seniornya. “Usia memang tidak bisa ditipu. Atlet muda punya keunggulan fisik dan semangat. Tapi mereka tetap butuh pendampingan dan pembinaan serius,” ucapnya. Misbachul juga menjelaskan bahwa para juara Kejurprov akan dikirim mewakili Kaltim pada Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur yang akan digelar di Tangerang pada Juli 2025. “Kami ingin memberi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menguji kemampuan di tingkat nasional. Mereka ini nantinya yang akan jadi tulang punggung Kaltim dalam kejuaraan-kejuaraan besar,” ujarnya. Sumber: IDN

Cerita Kadek Adi Asih Raih Perunggu Piala Dunia Panjat Tebing di Debut Pelatnas

Kadek Adi Asih

Pengalaman membanggakan berhasil diukir atlet panjat tebing putri Indonesia asal Bali, Kadek Adi Asih. Perempuan berusia 19 tahun ini berhasil mempersembahkan medali perunggu pada kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali, Sabtu (3/5) sore. Raihan medali perunggu Kadek Adi di kejuaraan dunia kali ini bisa dibilang sangat mengejutkan. Bayangkan, baru bergabung di pelatnas Tim Panjat Tebing Indonesia pada bulan April, selang satu bulan kemudian Kadek sukses mempersembahkan medali perunggu untuk Merah Putih. Kadek berhasil mengalahkan atlet panjat tebing Korea Selatan Jeong Jimin dengan catatan waktu 7,27 detik di nomor speed putri. Sementara medali emas berhasil diraih atlet panjat tebing Polandia, Aleksandra Miroslaw dengan catatan waktu 6,37 detik. Perunggu ini terasa spesial bagi Kadek Adi Asih karena menjadi medali perdananya di Piala Dunia Panjat Tebing 2025. Selain itu, ini menjadi keikutsertaan perdananya di ajang bergengsi ini. Perjalanan Kadek di kejuaraan dunia kali ini tidaklah muda. Sebelumnya, ia melewati babak kualifikasi dengan mulus dan masuk 16 besar dengan catatan waktu yang lebih baik yakni 7.00 detik. Pada babak 16 besar, Ia berhasil memperbaiki catatan waktu 6,91 detik dan mengalahkan wakil Polandia, Chudziak yang terpelesat dan tidak bisa melanjutkan laga. Pada babak perempat final, Kadek berhadapan dengan rekan seniornya Susan Nurhidayah. Ia kemudian melaju ke semifinal dengan catatan waktu 6,96 detik, sedangkan Nurhidayah terhenti karena terpeleset dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pada babak semifinal, ia mencatatkan waktu 7.32 detik, dikalahkan atlet asal China, Zhou Yafei dengan catatan waktu lebih baik 7.28 detik. Kadek akhirnya merebut medali perunggu pada perebutan peringkat ketiga atau small final mengalahkan wakil dari Korea Selatan, Jeong Jimin. Ditemui usai pertandingan, Kadek Adi Asih menjelaskan bahwa penampilannya kali ini bukanlah penampilan yang terbaik. Meskipun demikian, ia cukup senang karena bisa mempersembahkan perunggu untuk Indonesia karena memang tidak ditarget apapun oleh pelatih di piala dunia kali ini. “Tidak menyangka bisa mendapat perunggu disini. Karena saya baru masuk pelatnas bulan April, meskipun waktunya pendek, tapi saya terus belajar sama senior yang lain. Perasaanya jelas bangga. Ada motivasi dari keluarga yang membuat saya fokus sampai sekarang,” ujarnya.

Indonesia Raih Dua Perunggu di Piala Dunia Panjat Tebing 2025

Kadek Adi Asih

Tim panjat tebing Indonesia berhasil mempersembahkan dua medali perunggu di nomor speed pada ajang Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (3/5) sore. Dua medali perunggu tersebut dipersembahkan dari nomor final speed putri oleh Kadek Adi Asih, dan nomor speed putra diraih oleh Kiromal Katibin. Pada babak perebutan medali perunggu, Kadek yang merupakan atlet asal Desa Gitgit, Kabupaten Buleleng, Bali itu mengalahkan lawannya asal Korea Selatan, Jeong Jimin. Menggunakan papan B, atlet berusia 19 tahun itu mencatatkan waktu 7.27 detik, sedangkan lawannya 9.00 detik. Sedangkan untuk Kiromal Katibin naik podium ketiga setelah mengalahkan Raharjati Nurmasa dengan mencatatkan waktu 4,81 detik. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo yang menyaksikan langsung bersama Wamenpora Taufik Hidayat merasa bangga dengan hasil yang diraih atlet panjat tebing Indonesia pada kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing 2025. “Iya kita lihat langsung tim panjat tebing kita mempersembahkan dua medali perunggu. Dan saya bangga atlet muda yang dipersiapkan FPTI bisa meraih medali perunggu. Apalagi atlet putrinya masih sangat muda dan sangat berpotensi untuk road to Olimpiade 2028 Los Angeles,” kata Menpora Dito. Yang menarik, Atlet asal Amerika Serikat (AS), Samuel Watson, kembali berhasil memecahkan rekor dunia dengan waktu 4,64 detik. Sam memecahkan rekornya sendiri yang sebelumnya dipecahkan di Olimpiade Paris 2024 dengan waktu 4,79 detik. Sementara itu tiga atlet panjat tebing Indonesia di nomor lead sendiri akan bertanding di babak semifinal Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali, Minggu (4/5) sore. Tiga atlet tersebut yakni, Putra Tri Ramadani, Raviandi Ramadhan dan M Rizky Simatupang.

Sabrina Wakili Indonesia di IFSC Climbing World Cup 2025

Sabrina Syarifah Calidris

Atlet panjat tebing muda Indonesia, Sabrina Syarifah Calidris, menjadi satu-satunya atlet dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Tangerang Selatan yang dipercaya untuk mengikuti ajang internasional. Atlet berusia 19 tahun ini, akan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup 2025 yang digelar pada 2–4 Mei 2025 di Nusa Dua, Bali. Kompetisi ini menjadi panggung internasional perdana bagi Sabrina yang tengah mencuri perhatian di kancah panjat tebing nasional. Ketua pembina Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Tangerang Selatan, Suhara Manullang menyampaikan, keikutsertaan Sabrina bukan tanpa alasan. Sebab sebelumnya, Sabrina sempat menorehkan prestasi gemilang dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), yang kemudian menjadi dasar penunjukan dari pusat. “FPTI Tangsel mendapatkan satu atlet untuk mengikuti kejuaraan dunia, dan itu adalah Sabrina. Ini penugasan langsung dari pusat berdasarkan prestasi yang ia raih di PON kemarin,” ujar Suhara dikutip dari TribunTangerang, Kamis (1/5/2025). Suhara mengungkapkan meski berasal dari daerah dengan keterbatasan fasilitas, Sabrina mampu bersaing dengan atlet dari berbagai daerah lain. “Kita bersyukur, meski dengan keterbatasan sarana dan tempat latihan, Kota Tangsel bisa menghasilkan atlet berprestasi. Sabrina sudah bisa dikatakan sebagai aset dalam dunia panjat tebing Indonesia,” ungkap Suhara. Sabrina tidak hanya membawa nama Kota Tangerang Selatan, namun akan tampil sebagai wakil Indonesia di kancah dunia. Harapannya, penampilannya di Bali dapat menjadi batu loncatan menuju pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan membawa harum nama bangsa. “Kami berharap hasil dari kejuaraan ini nantinya menjadi bagian dari seleksi nasional untuk pelatnas. Sabrina sudah masuk radar nasional, dan ini kesempatan penting baginya,” tutur Suhara. Sementara itu, Sabrina Syarifah mengungkapkan bahwa dirinya akan tampil maksimal di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup 2025 meskipun waktu persiapan yang sempit tak menyurutkan semangat atlet muda asal Tangerang Selatan. Sabrina mengakui bahwa persiapannya kali ini hanya berlangsung selama dua minggu. Meski demikian, ia tetap menjalani latihan dengan konsisten dan mental yang siap tanding. “Persiapannya jujur ini tersingkat aku. Dua minggu latihan, tapi tetap fokus dan disiplin,” ujar Sabrina. Latihan yang dijalaninya tergolong standar, tidak terlalu berat, namun cukup untuk menjaga performa dan teknik menjelang perlombaan. “Enggak berat, enggak ringan juga. Standar aja, yang penting rutin,” pungkasnya.

Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah IFSC Climbing World Cup

IFSC Climbing World Cup

Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup 2025, yang akan digelar di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, pada 2-4 Mei. Event ini diharapkan menjadi momentum emas bagi atlet-atlet panjat tebing Indonesia untuk kembali menorehkan prestasi dunia. Event Director IFSC Climbing World Cup, Robertus Robet, mengungkapkan bahwa Gubernur Bali, I Wayan Koster, telah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Hal ini tak lepas dari kesuksesan cabang olahraga panjat tebing dalam Olimpiade Paris 2024, di mana Indonesia berhasil menyabet medali emas berkat aksi gemilang Veddriq Leonardo. “Kami bahagia dan bersyukur Gubernur Bali I Wayan Koster bersedia all out dan full support untuk Piala Dunia Panjat Tebing di Bali,” ujar Robet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Menariknya, salah satu atlet yang berlaga di Olimpiade Paris 2024, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berasal dari Bali. Kehadirannya menjadi dorongan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat Bali untuk turut mendukung dan menyukseskan event ini. Ketua Panitia Penyelenggara IFSC Climbing World Cup, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan bahwa pemilihan Peninsula Island di Bali sebagai lokasi acara didasarkan pada keindahan serta daya tariknya yang luar biasa. “Peninsula Island menawarkan pemandangan laut yang menakjubkan, menciptakan latar belakang ikonik yang semakin memperkuat daya tarik event internasional ini,” kata Herry. Ajang ini akan diikuti oleh sekitar 30 negara, dengan Indonesia mengirimkan sepuluh atlet terbaiknya, termasuk Rajiah Salsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan tentu saja sang juara Olimpiade, Veddriq Leonardo. Dengan semangat tinggi, Herry berharap para atlet Indonesia mampu memberikan penampilan terbaik mereka di ajang ini. “Kami berharap Indonesia juara di rumah sendiri,” tambahnya. Indonesia sebelumnya telah tiga kali menjadi tuan rumah IFSC Climbing World Cup, yang semuanya diselenggarakan di Jakarta. Tahun 2025 akan menjadi momen pertama kejuaraan ini berlangsung di Bali, menjanjikan pengalaman baru bagi atlet dan penonton. Semua mata akan tertuju pada Negeri Seribu Pulau untuk menyaksikan kehebatan para pemanjat tebing dunia di surga tropis yang menakjubkan ini.

Ratusan Pemanjat Muda Berlaga di Kejuaraan Panjat Tembok Nasional

The Spider Kid 2025

EIGER Tropical Adventure menggelar The Spider Kids 2025 serentak di empat kota, meliputi kota Surabaya, Bandung, Makassar dan, Bali. Kompetisi panjat tebing usia anak-anak ini diselenggarakan pada 22-23 Februari 2025. Eiger Adventure Service Team Advisor, Galih Donikara, salah satu departemen di EIGER yang bertanggung jawab terhadap pembinaan panjat tebing mengatakan, kompetisi The Spider Kids adalah agenda rutin yang diselenggarakan EIGER setiap tahun berturut-turut sejak belasan tahun silam. “Kompetisi ini dibuat EIGER di berbagai kota di Indonesia dalam berbagai seri. Untuk menampung minat para pemanjat usia dini. Bagian dari upaya EIGER untuk mendukung Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mencetak atletnya sejak usia dini. Mulai dari kategori Youth E di usia tujuh tahun, bahkan lebih muda lagi,” ungkap Galih Donikara, ditemui di acara pembukaan The Spider Kids 2025 di Surabaya, Sabtu (22/2/2025). Kota Surabaya menjadi istimewa, sebab di kota ini menjadi kota dengan peserta terbanyak. Kurang kebih 126 anak-anak usia paling muda tujuh tahun di ketegori Youth E, usia 10 hingga 11 tahun di kategori Youth D dan, usia 12-13 tahun kategori Youth C berlomba di jalur Lead, kompetisi panjat tebing The Spider Kids 2025. Antusiasme yang membeludak ini disebut oleh FPTI Kota Surabaya sebagai kondisi nyata tingginya animo masyarakat terhadap klub panjat di Jawa Timur. Muhammad Efendi, Technical Delegate FPTI Kota Surabaya yang bertugas dalam The Spider Kids 2025 mengatakan, kompetisi yang dibuat oleh EIGER ini adalah salah satu barometer kompetisi panjat di Surabaya, bahkan di kota-kota lain di Indonesia. “Kompetisi bergengsi The Spider Kids 2025 sangat ditunggu oleh berbagai klub panjat di Jawa Timur, karena menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan para klub. Bukan hanya atletnya, namun juga pelatihnya, gengsi dan kemampuan antar atlet dan pelatih diadu di kompetisi EIGER ini,” ungkap Efendi. Bertahun-tahun kompetisi The Spider Kids digelar di Surabaya, menurut Efendi, telah melahirkan juara dari berbagai klub yag berbeda. Persaingan sangat ketat dan pembinaan atlet usia dini menyebabkan banyak atlet baru bergantian muncul sebagai pemenang. “Yang mengejutkan adalah, usia atlet-atlet cilik ini masih sangat muda, pembinaan masih bisa sangat panjang. The Spider Kids 2025 di Surabaya mempertandingkan kategori lead, dengan tingkat kesulitan, siapa paling tinggi dia yang menang sampai ke babak final dengan jalur yang terus berubah, juga pemenang yang selalu bergantian antar klub panjat,” ungkap Efendi. Sebagai kompetisi resmi panjat tebing di Indonesia untuk pembinaan atlet usia dini, EIGER mengundang FPTI sebagai techninal delegate dalam The Spider Kids 2025 di empat kota berbeda. Kebutuhan pengawasan, keamanan, penilaian kompetisi seluruhnya dikawal oleh FPTI tiap kota atau kabupaten, melalui rekomendasi dari FPTI provinsi hingga ke pusat. Salah satu pelatih juga orang tua dari peserta datang jauh dari Kota Pasuruan, dua jam perjalanan darat dari Surabaya. Agung, selaku pelatih Arjuna Rock Climbing asal Pasuruan mengatakan, ia berangkat jauh dari luar Surabaya membawa tiga orang atlet andalannya. Tahun ini merupakan momen kedua ia beradu teknik dan strategi melawan klub panjat lain dalam kompetisi The Spider Kids 2025. “Tahun lalu saya cuma bawa satu atlet, tahun ini saya alhamdulillah bisa membawa tiga atlet ke kompetisi EIGER di Surabaya ini. Usia paling muda bahkan tujuh tahun! Kami membina atlet panjat tebing sejak usia dini karena program jangka panjang, mencetak prestasi atlet bahkan ada yang sudah dimulai sejak empat tahun usianya. Dukungan dari orang tua membawa anak-anak ini dari sekadar coba-coba, hingga keinginan untuk berprestasi dan menjadi atlet,” ungkap Agung. Sebanyak 126 anak-anak yang mengikuti The Spider Kids 2025 di Surabaya benar-benar menunjukkan kemampuan mereka, sebagai atlet masa depan Indonesia. Seperti yang ditampilkan oleh Zahwa, remaja perempuan usia 12 tahun asal Tumpang Climber Club, sebuah klub panjat asal Malang. “Aku suka manjat sejak umur tujuh tahun. Seru dan menantang. Aku anaknya nggak bisa diam, coba ikut panjat eh ternyata suka. Ketika sudah di papan panjat aku nggak takut sama sekali, bahagia sekali bisa ikut kompetisi EIGER ini, kenalan dengan anak-anak asal klub panjat kota lain di Jawa Timur,” cerita Zahwa. Sumber: Times Indonesia

Bangga! Veddriq Leonardo jadi Atlet Terpopuler 2024

Peraih emas nomor speed panjat tebing Olimpiade Paris 2024 asal Indonesia Veddriq Leonardo terpilih sebagai “Athlete of the Year 2024” atau Atlet Terpopuler 2024 pada ajang penghargaan yang diselenggarakan The World Games. “Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi dan semangat pantang menyerah selalu membuahkan hasil,” ujar Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Pada ajang penghargaan yang digelar melalui situs theworldgames.org, ​​Veddriq memiliki jumlah pemilih yang terbilang besar dan berbeda cukup jauh dari pesaingnya. Atlet asal Kalimantan Barat itu dipilih oleh 77.045 pemilih, pada peringkat kedua ada atlet Flying Disc asal Estonia yakni Kristin Latt dengan 51.338 pemilih, sedangkan peringkat ketiga adalah atlet Wushu asal Cina, Xin Tong dengan 26.181 pemilih. Yenny mengatakan, pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan dan solidaritas masyarakat Indonesia, terutama yang menaruh perhatian terhadap olahraga yang memberikan dukungan dalam dua sesi voting pada 9-31 Januari 2025. Menurutnya, kemenangan Veddriq adalah hasil dari kebersamaan dan dukungan tak terhingga dari seluruh rakyat Indonesia. “Terima kasih atas kerja keras dan dukungan seluruh pihak. Jangan lelah berkarya untuk Indonesia, Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita dahsyat dan perkasa,” kata Yenny. Dia berharap, prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus mengukir sejarah dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Ia memastikan FPTI terus berkomitmen mendukung kemajuan olahraga panjat tebing Indonesia menuju kejayaan yang lebih besar. Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga turut berkontribusi besar dalam menggalang dukungan untuk ajang penghargaan tersebut melalui jaringan media dan humas KONI dari tingkat pusat hingga provinsi serta cabang-cabang olahraga anggota KONI. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan, pencapaian Veddriq sebagai “Athlete of the Year 2024” merupakan hal yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia. “Ini bukti kekompakan masyarakat olahraga Indonesia serta besarnya dukungan masyarakat luas kepada atlet berprestasi,” tutur dia. Sumber: ANTARA