Pebiliar Cilik Ode Nandra Akan Disiapkan Jadi Atlet Junior

Pebiliar cilik, Ode Nandra, akan dipersiapkan menjadi atlet junior di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, mengatakan bahwa bakat yang dimiliki oleh anak 10 tahun itu harus mendapat pembinaan di tangan yang tepat. “Intinya kami terus mendukung biar jalurnya benar dan maksimal. Dia juga menurut saya harus masuk klub yang bagus,” ujar Dito seperti dilansir dari laman Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ode Nandra merupakan pebiliar cilik asal Banjar Teges Kaja, Gianyar, Bali. Aksinya di meja biliar yang memukau sempat viral di media sosial dan menarik atensi publik luas. Menpora kemudian merespons dengan mengirim tim scouting untuk Ode. Tujuannya, agar bintang belia itu mendapat edukasi dan pembinaan yang memadai supaya bisa menjadi atlet berprestasi pada masa depan. Dito mengatakan bahwa saat ini komunikasi dengan POBSI terkait Ode terus dilakukan. Dia menilai jalur pembinaan melalui federasi itu akan bisa mengembangkan bakat yang dimiliki Ode. “Nanti kami terus dukung. Sayang jika tak dibina tak bisa tersalurkan bakatnya. Terus ditindaklanjuti, ya,” ujar Dito. Ode yang saat ini tengah menimba ilmu di sekolah dasar kelas IV sempat diundang tampil dalam ekshibisi biliar kelas dunia PB POBSI bertajuk 10 Ball The Real King di Atrium F3, FX Mall, Jakarta. Acara tersebut juga menghadirkan pebiliar cilik Indonesia lainnya, yakni Kenny Franson. Selain itu, dua juara dunia, Francisco Sanchez Ruiz dari Spanyol serta Albin Ouschan dari Austria, pun turun mengambil bagian. Sumber: VOI

Ukir Sejarah! Atlet Biliar Nasional Juarai Indonesia International Open 2024 U-17

Atlet muda biliar Indonesia berhasil mengukir sejarah di turnamen Indonesia International Open 2024 kategori Junior U-17 9 Ball, yang berlangsung 16-25 Januari 2024 di Park Tower dan Royal Glasshouse, Kebon Sirih, Jakarta. Dalam turnamen biliar kelas dunia Indonesia International Open (IIO) 2024, dua atlet biliar muda Indonesia binaan Carabao Billiards Indonesia, Albert Januarta dan Brian Axel Ferdian, berhasil lolos ke babak grand final. Pebiliar Albert Januarta berhasil meraih juara pertama, sedangkan juara kedua Brian Axel Ferdian. IIO 2024 menjadi turnamen biliar internasional pertama yang disorot dunia. Untuk pertama kalinya Indonesia sebagai tuan rumah, sukses mengundang 20 negara dengan 144 atlet terbaik biliar. Negara-negara yang ikut, serta antara lain, Jepang, Korea, Hongkong, Vietnam, Singapura, Malaysia, Brunei, China Taipei, India, Filipina, Oman, Iran, Republik Ceko, Slovakia, New Zealand, Maldives, Spanyol, Yunani, dan Hungaria. Albert yang masih berusia 15 tahun mengaku sangat senang dan bangga bisa menyabet gelar internasional pertamanya. “Tentunya senang ya bisa juara dunia untuk pertama kalinya. Kenal biliar dari abang pertama kali dia main biliar, terus dia sering keluar kota, mungkin saya jadi tertarik untuk main biliar juga,” ujar adik pemain biliar nasional Andri Januarta itu saat berkunjung ke iNews Tower, Jumat (26/1/2024). Atlet muda kelahiran Tanjung Uban Kepulauan Riau pada 1 Januari 2009 ini sudah mengakrabi olahraga biliar sejak kecil. Siswa SMP Negeri 12 Bintan kelas IX-4 ini sebelumnya juga pernah mentas di dua turnamen luar negeri, yakni di Inggris dan Taiwan. Namun, Albert belum bisa meraih hasil maksimal karena terhenti di babak 16 dan 32 besar. Senada dengan Albert, Axel (14), atlet biliar asal Slawi, Kabupaten Tegal, yang sudah menekuni olahraga biliar sejak usia 10 tahun, bangga bisa keluar menjadi juara kedua Indonesia International Open 2024. Pada babak final siswa kelas 9 Global Inbyra School, Tegal, dikalahkan Albert karena melakukan kesalahan tembakan (miscue). Ke depannya, dia berencana akan mengikuti kembali turnamen biliar internasional. “Ke depannya ingin ikut berbagai turnamen lagi. Ingin ke turnamen luar negeri yang lebih bergengsi,” tuturnya. Sumber: iNews Media

Atlet Muda Indonesia Bertanding di Kejuaraan Dunia Biliar

Atlet Muda Indonesia Bertanding di Kejuaraan Dunia Biliar

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Hary Tanoesoedibjo, melepas atlet muda biliar, Derin Asaku Sitorus, untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2022 World 9-Ball Junior Championship (U-17), di Puerto Rico. Hary menyemangati Derin agar berjuang semaksimal mungkin demi nama bangsa Indonesia. “Jumat, 11 Nov 2022: Sebagai Ketum POBSI, saya melepas Derin Asaku Sitorus, atlet Biliar usia 13 tahun untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2022 World 9-Ball Junior Championship (U-17), di Puerto Rico, USA,” ujar Hary Tanoesoedibjo, Jumat (11/11/2022). “Selamat berjuang Derin, bawa nama harum bangsa. Kamu punya kesempatan untuk menjadi juara!,” imbuh Hary. Hary mengingatkan, ada tiga hal bagi seorang atlet untuk menjadi juara. “Pertama, harus menguasai teknis yang baik. Saya rasa Derin menguasai technical skill yang bagus, karena dia sudah juara berkali-kali. Kedua, karena biliar memakan waktu, perlu konsentrasi. Jadi, saya minta jaga stamina pada saat sebelum pertandingan. Jangan keluyuran nanti sampai di sana. Fokus, cukup tidur, jaga makan: supaya konsentrasinya, staminanya dari awal sampai nanti selesai pertandingan itu stabil, itu penting,” papar Hary. “Ketiga, dia harus yakin, dia harus betul-betul punya tekad bulat untuk menang. Itu namanya mental petarung. Apalagi ini kompetisi luar negeri yang pertama bagi dia. Nggak boleh grogi, karena bola itu kalau grogi bisa meleset. Jadi, harus yakin bahwa dia bisa mengalahkan yang 31 lawannya,” sambung Hary. Selamat berjuang, Derin!

Atlet Muda Kepulauan Riau Siap Boyong Emas di SEA Games 2021 Vietnam

Atlet Muda Kepulauan Riau Siap Boyong Emas di SEA Games 2021 Vietnam

Pebiliar muda andalan Kepulauan Riau, Andri, mengikuti tren positif para peserta yang telah lolos untuk mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) Biliar SEA Games 2021 yang akan bergulir di Mei mendatang. Atlet muda berusia 19 tahun tersebut, berhasil mengalahkan pesaing seniornya di kategori disiplin Pool Putra pada seleknas yang diselenggarakan di Kantor Sekretariat PB POBSI, Wisma Indovision Jakarta Barat. Ini adalah kali kedua Andri lolos untuk mengikuti pelatnas SEA Games. Sebelumnya pada 2019 ia juga lolos dan berlaga pada Pesta Olahraga Asia Tenggara yang gelar di Filipina lalu. “Pastinya sangat senang, bisa bergabung ke tim pelatnas lagi, karna 2019 lalu saya juga ikut Pelatanas untuk SEA Games di Filipina,” ucap Andri, atlet peraih medali perak pada PON Papua 2021, Kamis (13/1/2022). Andri berambisi untuk mendapatkan medali emas dan memberikan yang terbaik pada tanah airnya Indonesia. “Target semua orang pasti mau emas, saya akan selalu usaha semaksimal mungkin dan kasih yang terbaik buat indonesia,” tambahnya. Lolosnya Andri sebagai atlet yang terbilang sangat muda, membuktikan bahwa pembinaan regenerasi atlet biliar di indonesia berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua II Binpres POBSI, Fadil Nasution pada pembukaan hari pertama Seleknas di Jakarta. “Dengan banyaknya daerah yg mengikuti Seleknas, menunjukkan bahwa pembinaan para atlet berjalan dengan cukup baik di hampir semua daerah,” kata Fadil.

Silviana Sukses Sumbang Emas Cabor Biliar untuk Papua

Silviana Sumbang Emas Cabor Biliar untuk Papua

Silviana Lu sukses menambah medali emas Papua dari Cabang Olahraga Biliar pada nomor 10 ball single putri race to 7. Silviana butuh perjuangan berat untuk menaklukkan Pebiliar Jawa Barat Annita Kanjaya di partai final 10 ball single putri di Venue Biliar Timika, Rabu (6/10/2021). Keduanya saling berebut skor. Penonton yang memenuhi Gedung Biliar Timika juga dibuat tegang saat skor 6-6. Keduanya bersaing ketat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Keberuntungan berpihak pada atlet kelahiran 29 September 1998 ini, karena terlebih dahulu menurunkan bola 10 dan dinyatakan sebagai pemenang. Skor berakhir 7-6 dengan kemenangan Silviana Lu. Setelah berhasil memasukkan bola kunci, Silviana langsung melompat kegirangan. Tangisnya memecah keharuan, apalagi saat bertanding keluarganya ikut menyaksikan secara langsung. Atlet berusia 23 tahun ini merupakan salah satu atlet biliar nasional yang pernah mewakili Indonesia pada Sea Games Philipine dan mendapatkan perunggu. Ia juga pernah mengikuti kejuaraan dunia. Silviana juga merebut dua medali emas pada PON Jabar 2016 ketika masih memperkuat Kalimantan Barat.

4 Pebiliar Muda Indonesia Ikuti Turnamen Internasional di Amerika Serikat

4 Pebiliar Muda Indonesia Ikuti Turnamen Internasional di Amerika Serikat

Sebanyak 4 atlet junior biliar Indonesia akan mengikuti turnamen internasional biliar di Las Vegas, Amerika Serikat. Keempatnya diikutsertakan oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI). Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB POBSI, Achmad Fadil Nasution mengatakan empat atlet muda biliar telah diikutsertakan dalam pertandingan berskala internasional di Las Vegas, Amerika Serikat. Menurut penuturannya, para atlet telah berlatih di daerah masing-masing dengan pemantauan dari pelatih nasional PB POBSI. “Dalam situasi PPKM ini atlet sementara berada di daerah masing-masing dalam pemantauan dan tetap berkordinasi dengan pelatih nasional dari PB POBSI. Seminggu menjelang keberangkatan PB POBSI akan melaksanakan pemantapan dengan pemusatan latihan penuh di Puslatnas POBSI,” kata Achmad Fadil Nasution. Empat atlet muda biliar kini sedang serius berlatih menyiapkan diri sebelum berlaga di 2021 Predator WPA World Junior Championships di Rio All-Suite Hotel & Casino, Las Vegas, Amerika Serikat pada 9-11 September 2021. Adapun keempat atlet muda itu ialah, Derin Asaku Sitorus dari DKI Jakarta, Albert Januarta dari Kepulauan Riau, Brian Axel Ferdian dari Jawa Tengah dan Annabella Putri Yohana dari Jawa Timur. Derin akan bertanding di nomor 9 Ball U-16 Boys di turnamen kali ini. Dia mengaku yakin dapat memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia. Derin tetap berlatih serius di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Dia pun meminta dukungan dari masyarakat Indonesia. “Tetap berlatih di beberapa tempat biliar yang masih buka dengan protokol kesehatan yang ketat dan juga berolahraga fisik. Latihan mandiri menjaga diri membatasi aktivitas di luar sesuai arahan PPKM pemerintah DKI. Yakin bisa memberikan yang terbaik semoga menjadi juara karena peluang di grup junior terbuka lebar siap bersaing,” ujar Derin Asaku Sitorus. Derin kaya akan prestasi. Di level nasional, dia pernah menyabet gelar Juara 1 Turnamen Bola 9 HC 4 POSH Tangerang, Juara 1 Turnamen Bola 9 HC 4 BALTIC Bekasi dan Juara 1 Turnamen Bola 9 HC4-5 POSH Tangerang. Albert juga akan turun di nomor 9 Ball U-16 Boys. Dia mengatakan, selama pandemi terutama saat PPKM memang ada kendala dalam hal latihan. Namun, dia diuntungkan karena orang tuanya memiliki satu set biliar sehingga bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk tetap berlatih secara rutin. “Menghadapi kejuaraan ini saya mendapat latihan khusus dari pelatih yang memungkinkan saya bisa bermain maksimal pada saat kejuaraan dan porsi latihan yang lebih dari biasanya. Saya juga melakukan olahraga seperti jogging untuk membangun fisik saya agar bisa membantu performa saya pada saat kejuaraan nanti,” kata Albert. Albert Januarta adalah atlet biliar muda yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan. Dia menjadi Runner Up Pertandingan Handicap Di Galaxy Surabaya 2 Juni 2021, Juara 3 Ball Handicap Bandung Open 1-13 Juni 2021 dan Juara 3 handicap 5+ Rama Jogja 8-18 Juni 2021. Sama seperti dua rekannya, Brian juga akan berlaga di nomor 9 Ball U-16 Boys. Dia mengatakan akan berusaha tampil maksimal di turnamen ini. Untuk itu, dia menyiapkan diri dengan berlatih mandiri di rumah, setiap hari dari jam 12 siang hingga jam 5 sore. Ketua Pengprov POBSI Jawa Tengah, Willyanto mengatakan, Brian beruntung karena memiliki fasilitas latihan sendiri di rumahnya sehingga bisa tetap berlatih secara rutin pada saat pandemi ini. Dia yakin Brian akan tampil maksimal, tetapi dia tidak mau membebankan target yang muluk-muluk. Menurut Willyanto, ini adalah kali pertama Brian mengikuti turnamen internasional, sehingga bisa masuk 16 besar pun sudah bagus. Sementara itu, satu-satunya atlet biliar putri, Annabella akan turun di nomor 9 Ball U-18 Girls. Dia mengatakan, kesempatan tidak datang dua kali. Sama seperti ketiga kompatriotnya, Annabella tetap berlatih terus, berdoa, dan pasrah akan hasil yang didapatkan nanti di turnamen ini. Namun dia menegaskan, pastinya ingin mendapatkan hasil yang terbaik, yakni menjadi juara. “Jam latihan dilebihkan menjadi sehari 8 jam latihan, lebih disiplin dalam waktu dan latihan. Menjaga kesehatan, olahraga teratur, minum suplemen untuk menjaga imun tubuh dan latihan di karantina UNESA tetap berjalan dengan baik dan tetap latihan setiap hari kecuali hari Minggu libur,” ujar Annabella Putri Yohana peraih Medali Perunggu di Pra PON 2019. Ketum Pengprov POBSI Jawa Timur, Pujo mengatakan, persiapan khusus berjalan sesuai dengan program dari pelatih Puslatda selama ini. “Mungkin ada beberapa hal non teknis yang menyangkut dengan mental dan mindset atlet junior yang harus lebih ditingkatkan. Apalagi bertanding di luar negeri untuk yang pertama, pasti ada nervous yang harus jeli untuk dinetralisir oleh pelatih,” demikian kata Pujo. Pelatih PB POBSI Edy Hartono atau Dino mengatakan, memang sejauh ini sedang dilakukan persiapan fisik. Namun, dia menegaskan persiapan matang akan tetap dilaksanakan menjelang keberangkatan. “Sejauh ini memang sedang dilakukan beberapa persiapan baik fisik maupun teknik. Namun sejak pemberlakuan kebijakaan PPKM maka persiapan tersebut dilakukan secara mandiri. Dan mudah-mudahan satu minggu sebelum keberangkatan akan dilakukan persiapan bersama dengan catatan apabila PPKM sudah selesai,” ujar Dino. Sumber: inews.id

Albert Januarta, Pebiliar Muda Penuh Prestasi

Albert Januarta, Pebiliar Muda Penuh Prestasi

Meski usianya baru beranjak 12 tahun,Albert Januarta kerap dinilai sebagai pemain muda yang berbakat dan berpeluang menjadi andalan di masa depan. Berbagai prestasi pun pernah ia raih. Lahir di Tanjung Uban, Kepulauan Riau, pada 1 Januari 2009, Albert baru lulus dari sekolah dasar. Ia mulai belajar bermain biliar sekitar 2 tahun lalu. Sang ayah lah yang memperkenalkan olahraga biliar ke Alrbert sekaligus menjadi pelatihnya hingga saat ini. Albert memang lahir di tengah keluarga pebiliar. Tak heran, sehari-hari Albert berlatih di rumah biliar OBC Pool di Bintan Utara Kepulauan Riau yang menjadi tempat usaha dari orang tuanya. Ayah Albert, Ahuat, adalah atlet biliar dari Kepulauan Riau. Ia selalu memberi semangat dan mendukung Albert. Ia berharap Albert akan menjadi atlet nasional. Albert disiplin menyiapkan diri karena ayahnya selalu berpesan bahwa jalan menuju prestasi di tingkat nasional, apalagi internasional bukan hal yang mudah. Ia selalu berusaha untuk bisa membagi waktu antara sekolah dan latihan biliar. Ia berlatih setiap hari di OBC POOL. Pandemi covid-19 hampir dua tahun ini membuat ia mengurangi jam latihan. Tetapi dia tetap berlatih rutin minimal 5 jam per hari. “Selama pendemi ini saya latihan di OBC POOL Tanjung Uban, dilatih sama ayah dan kakak saya. Latihan sehari 5 jam dari jam 4 sore sampai jam 9 malam,” kata Albert Januarta dilansir Sindo News. Ia menambahkan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Menurut Albert, selain latihan fisik, istirahat yang teratur dan menjaga pola makan adalah hal yang tidak bisa dilupakan jika ingin beprestasi di bidang olahraga. “Dengan latihan teratur olahraga (joging) 2 kali seminggu dan tidur teratur serta dengan jaga pola makan. Menambah jam latihan, olahraga fisik ditingkatkan dan mengikuti turnamen nasional maupun Internasional,” ujar Albert. Latihan ketat dan mengatur pola hidup sehat bukan berarti membuat Albert tertinggal dalam urusan pelajaran di sekolah. Albert baru saja lulus dari sekolah dasar dan tahun ini akan melanjutkan ke salah satu SMP di Tanjung Uban. Di sekolah ia adalah siswa dengan prestasi akademik yang bagus. Ia memang bercita-cita menjadi atlet biliar nasional. Tetapi menurutnya bekal pendidikan tetap hal yang mutlak harus dimiliki. Ahuat berharap Albert juga akan semakin sering mengikuti berbagai turnamen. Pengalaman bertanding akan menjadi modal penting bagi Albert untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Salah satu turnamen yang akan diikuti dalam waktu dekat adalah turnamen internasional junior di Las Vegas, Amerika Serikat pada September mandatang. Baik Albert maupun sang ayah Ahuat mengharapkan adanya dukungan dari PB POBSI. “Saya mengharap dari PB POBSI mengperhatikan anak junior ini dan support dia,” Kata Ahuat. Albert menyampaikan harapan yang sama kepada PB POBSI. “Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas permainan saya dan men-support saya untuk mengikuti Turnamen Internasional Junior di Las Vegas Amerika Serikat September nanti,” kata Albert. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Achmad Fadil Nasution mengatakan, Albert Januarta cukup menjanjikan. Peluang berprestasi di kelomppk junior juga masih terbuka lebar. Tapi untuk bisa konsisten menjaga prestasi, Albert harus rutin mengikuti turnamen. “Sebenarnya untuk kelompok umur ini kita masih ada dua atlet lain yaitu Derin Asaku Sitorus dan Brian Axel Ferdian. Albert Januarta cukup menjanjikan untuk ke depan, khususnya kejuaraan dunia junior U-16 yang mana masih bisa diikuti sampai 3 tahun kedepan. Pada saat usia yang bersangkutan 15 tahun kita menjadi tuan rumah kejuaraan dunia U-16,” Kata Achmad Fadil Nasution. Berikut ini rangkaian prestasi Albert Januarta: Juara Open Handicap di Tanjung Pinang 8 November 2020 Bali Open: 32 besar 6-17 Desember 2020. Rama Billiard Jogja Open: 16 besar 17-27 Maret 2021. RK 87 Open di Padang: 8 besar 26-30 Januari 2021. Pocket Pool Open Pekanbaru: 32 besar 10-17 Januari 2021. Semifinalis pertandingan double di Kingdom Semarang 26 – 30 Mei 2021 Runner-up pertandingan handicap di Galaxy Surabaya 2 Juni 2021 Juara 3 9 ball handicap Bandung Open 1 – 13 Juni 2021 Juara 3 Handicap 5+ Rama Jogja 8-18 Juni 2021