Asian Youth Games 2025: Emas Kedua Indonesia dari Angkat Besi

Muhammad Rijal Abdillah

Indonesia sukses meraih medali emas kedua pada Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada Minggu (26/10/2025). Emas kedua disumbang oleh atlet muda angkat besi Indonesia, Muhammad Rijal Abdillah. Rijal turun di kelas boys 60kg, dan berhasil di angkatan clean and jerk dengan jumlah 143 kg sekaligus yang terbaik di kelasnya. Pertandingan di kategori clean and jerk berlangsung ketat, namun pada percobaan pertama dan kedua, Rijal sukses mengangkat 136 kg dan 139 kg. Persaingan semakin panas saat atlet asal China, Xunfa Chen, berhasil mengangkat beban 141 kg, disusul atlet India Maharajan Arumugapandian yang mencatat 142 kg. Chen sempat menambah beban 3kg atau menjadi 144kg, namun percobaan atlet asal China itu gagal. Sementara itu, Rijal dengan tenang menaikkan beban ke 143 kg, dan angkatannya dinyatakan sah oleh juri. Rijal, atlet asal Bandung tersebut mengaku bangga dengan prestasinya di Asian Youth Games 2025. Perjuangannya dalam berlatih keras terbayar lunas dengan sumbangan medali untuk Indonesia. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Kerja keras dan latihan selama satu tahun di pemusatan latihan nasional akhirnya terbayar. Meninggalkan keluarga di rumah tidak sia-sia,” ungkap Rijal penuh rasa syukur. Rijal mengaku angkatan tersebut melebihi latihannya selama ini. Ia sukses mengangkat beban 143 kg dari yang maksimal 141 kg. “Angkatan ini di atas angkatan saat latihan. Di pelatnas angkatan cleand and jerk terbaik saya 141 kg, tapi di sini bisa mencapai 143 kg,” tambahnya.

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Selesai sudah Kejuaraan Nasional Angkat Besi dan Junior Pupuk Indonesia 2025. Ada 74 rekor nasional berhasil dipecahkan. Pada ajang yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Senin (3/8/2025), 44 rekornas pecah di kelas remaja dan 30 rekornas pecah di kelas junior dari 20 kelas yang dipertandingkan. Total ada 150 atlet ikut dari 25 provinsi. Selain itu, pada Kejurnas kali ini, lifter-lifter pelatnas yang dipersiapkan menghadapi ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 Di Manama, Bahrain, juga tampil sebagai bintang tamu, diantaranya, M.Rijal Abdillah di Kelas 60kg, Immanuel Leonard Aipassa (65kg), serta Juara Asia Remaja Putri, Alya Maulida di kelas 77kg. “Banyaknya pemecahan Rekornas membuktikan bahwa, daerah-daerah betul betul mempersiapkan atlet remaja dan junior cukup serius,” kata Sekjen Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono dalam rilis kepada detikSport. Meski begitu, Djoko juga menyayangkan ada beberapa lifter jagoan di kategori remaja ini tidak didaftarkan oleh daerahnya masing-masing. Padahal, mereka diharapkan bisa menjadi pembanding bagi lifter-lifter Pelatnas AYG yang tampil di Kejurnas ini. “Seharusnya, pada Kejurnas setiap Pengprov harus menerjunkan atlet yang terbaik. Buat apa mereka dibina seolah-olah disembunyikan. Ini level Kejurnas, kenapa ada daerah yang hanya menunjuk perwakilan dari Pengcab untuk mengikuti Kejurnas. Sangat disayangkan,” sambung Djoko. Mengomentari hasil yang diraih oleh para lifter Pelatnas AYG 2025, Djoko Pramono mengaku belum puas. Performa mereka harus ditingkatkan lagi. “Mereka belum tampil maksimal. Saya harapkan mereka untuk lebih baik lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi AYG 2025. Rencananya, kami akan mengirimkan sebanyak 10 lifter yang berpotensi meraih medali,” papar Djoko. Sementara itu, di kategori Remaja, Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan perolehan 6 emas, Sumatera Utara berada di peringkat kedua dengan 5 emas, 3 perak, serta 1 perunggu, dan peringkat ketiga diraih Jawa Barat (3-3-3). Di kategori Yunior, peringkat pertama diraih Besi Jawa Timur (9-2-1), Jambi di posisi kedua (6-2-1), serta peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (5-3-1). Pada Kejurnas kali ini, gelar The Best Lifter Kategori Remaja jatuh kepada lifter putri asal Jawa Tengah, Lintang, yang tampil di kelas +63kg, sementara di bagian putra ada lifter asal Jawa Timur Samuel (71kg). Sedangkan di kategori Yunior, lifter putra asal Lampung, M.Husni (60kg) dinobatkan sebagai lifter terbaik. Di putri, Dewani Ramadhan (+63kg) jadi yang terbaik. Sumber: detiksport

PB PABSI gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di Bandung

Pembukaan Kejurnas Angkat Besi Remaja Junior 2025

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, pada 31 Juli–5 Agustus 2025. Kejurnas yang didukung PT Pupuk Indonesia Tbk ini diikuti 220 peserta, terdiri atas 150 atlet, 39 pelatih, dan 33 ofisial dari 25 provinsi. Ketua Panitia Penyelenggara Hadi Wihardja mengatakan Kejurnas ini menjadi ajang pemantauan atlet untuk persiapan menghadapi Asian Youth Games (AYG) 2025 yang akan digelar di Manama, Bahrain, pada 22–31 Oktober mendatang. “Selain itu, kami juga menyiapkan nominasi lifter untuk program Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) dan Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC),” kata Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. Kejurnas melombakan 20 kelas, terdiri atas 10 kelas kategori remaja dan 10 kelas kategori junior. Untuk kelompok remaja putri terdiri atas kelas 44 kg, 48 kg, 53 kg, 58 kg, dan +58 kg, sedangkan remaja putra 56 kg, 60 kg, 65 kg, 71 kg, dan +71 kg. Sementara itu, kategori junior putri mempertandingkan kelas 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, dan +63 kg, sedangkan junior putra 60 kg, 65 kg, 71 kg, 79 kg, dan +79 kg Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi PB PABSI yang memiliki agenda pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. “PB PABSI telah melakukan pembinaan yang sangat baik. Bendera Merah Putih selalu dikibarkan dan lagu Indonesia Raya berkumandang berkat prestasi atlet angkat besi Indonesia. Hal ini juga tak lepas dari dukungan PT Pupuk Indonesia,” ujar Marciano. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PABSI Mayjen TNI (Purn) Djoko Pramono, yang mewakili Ketua Umum Rosan Roeslani, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh PT Pupuk Indonesia dalam pembinaan olahraga angkat besi. “Tidak ada cabang olahraga lain yang menggelar Kejurnas tiga kali dalam setahun. Ini menunjukkan keseriusan PB PABSI dalam mencetak atlet berprestasi,” ujar Djoko. Ia juga mengungkapkan sejumlah prestasi atlet Indonesia dalam kejuaraan internasional beberapa bulan terakhir, di antaranya Rahmat Erwin Abdullah yang menjuarai kelas 73 kg Kejuaraan Asia 2025 dan Alyamaulida Kartika yang meraih emas di kelas 77 kg kategori remaja pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja dan Junior 2025. Pada kategori remaja, Kevin Andrian Ramadhan meraih perak clean & jerk dengan angkatan 127 kg pada kelas 56 kg, sementara Sarah menyabet tiga medali perak di kelas 63 kg masing-masing melalui snatch (93 kg), clean & jerk (120 kg), dan total angkatan (213 kg). Direktur SDM PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T. Kemala Intan mengatakan pihaknya siap mendukung keberlanjutan pembinaan atlet muda melalui kemitraan dengan PB PABSI. “Kami akan terus mendukung dan menciptakan ekosistem yang sehat untuk anak muda. Kami percaya atlet seperti Alya dan Rizky Juniansyah bisa menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya. Tina juga berharap para atlet muda memanfaatkan Kejurnas sebagai panggung untuk menunjukkan dedikasi dan semangat pantang menyerah demi masa depan yang lebih gemilang. Sumber: ANTARA

Eko Yuli Irawan Ungkap Olimpiade Paris Jadi Laga Terkahirnya di Olimpiade

Atlet angkat besi putra Indonesia, Eko Yuli Irawan mengungkapkan bahwa Olimpiade Paris 2024 akan menjadi momentum kompetisi terakhir bagi dirinya untuk tampil dalam ajang kejuaraan olahraga tertinggi dunia itu. “Ini (Olimpiade Paris 2024) last Olympic buat saya kalau melihat persaingannya sekarang,” ujar Eko Yuli Irawan dalam siaran pers dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang diterima di Jakarta, Rabu. Eko (sapaan Eko Yuli Irawan) memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024 usai tampil di International Weightlifting World Cup di Phuket, Thailand, Selasa (2/4). Lifter andalan Indonesia berhasil menyelesaikan angkatan snatch 133 kilogram namun ia tidak menyelesaikan angkatan clean and jerk dengan sempurna karena masalah cedera lutut yang dialaminya belum sembuh secara total. Torehan prestasi itu membawa Eko kembali berkesempatan tampil di Olimpiade untuk kelima kalinya, setelah sebelumnya mengikuti Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dan Olimpiade Tokyo 2020. Eko mengatakan, berbagai negara seperti China, Malaysia, Thailand juga menjadikan kejuaraan dunia di Thailand itu sebagai ajang seleksi nasional mereka untuk menentukan atlet terbaik yang bisa lolos. Oleh sebab itu, lifter berusia 34 tahun itu memilih untuk bermain aman agar mengamankan posisi untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. “Alhamdulillah, bersyukur masih dikasih kesempatan sama Tuhan Yang Maha Kuasa buat ikut OIimpiade lagi untuk kelima kali,” ujarnya. Lebih lanjut, Eko mengatakan, dalam beberapa bulan ke depan, dirinya akan fokus memulihkan cedera lutut agar bisa menyuguhkan penampilan terbaik pada Olimpiade Paris. “Saya mau pulih dulu lutut saya, mau berusaha sembuh dulu, masih ada 3 bulan ke depan. Recovery lutut bisa selesai supaya nanti di Paris 2024 bisa main lebih lepas dan maksimal supaya hasilnya juga bisa maksimal,” pungkasnya. KOI mencatat, hingga saat ini sebanyak delapan atlet Indonesia sudah dipastikan lolos ke Olimpiade Paris yaitu atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, atlet panahan Arif Dwi Pangestu serta Diananda Choirunisa, atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono, atlet senam Rifda Irfanaluthfi, atlet menembak Fathur Gustafian, dan atlet selancar Rio Waida. Sumber: ANTARA

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Rombongan atlet angkat besi Indonesia tiba di Tanah Air setelah berjuang di kejuaraan dunia kejuaraan angkat besi junior yang berlangsung di Yunani pada Minggu, 8 Mei 2022. Mereka langsung bersiap untuk berkompetisi dalam SEA Games di Vietnam. Windi Cantika dan kawan-kawan dijadwalkan mengikuti SEA Games 2021 Vietnam setelah membawa pulang enam medali emas dari kejuaraan di Yunani. Tiga medali dipersembahkan oleh Rizki Juniansyah dan tiga lainnya diraih lifter perempuan Windy Cantika Aisah. Windy menyumbangkan medali pada kejuaraan angkat besi putri kelas 49 kilogram, sedangkan Rizki tampil pada kelas 73 kilogram dan berhasil memecahkan rekor dunia Snatch dengan 156 kilogram. Kedatangan para lifter di Bandara Soekarno-Hatta disambut langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman dan jajaranya. “Mereka ini adalah atlet masa depan dan semoga ke depannya mereka akan terus membuat Indonesia bangga,” ujar Marciano dalam program Metro Siang di Metro TV, Senin 9 Mei 2022. Menurut Marciano mereka ada atlet masa depan Indonesia dan berharap dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia. Tak lupa, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Mar. (Purn.) Djoko Pramono beserta jajarannya juga hadir menyambut kedatangan mereka. Melihat kesuksesan atlet angkat besi di kancah internasional, Marciano sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan para juniornya. “Tentunya prestasi ini menjadi kebanggaan bersama untuk Bangsa Indonesia, rasa hormat dan terima kasih saya sampaikan untuk mereka,” ucapnya. Sementara itu, pertandingan angkat besi pada SEA Games kali ini akan berlangsung pada tanggal 19-22 Mei mendatang. Lawan terberat Windy cs kali ini adalah tuan rumah Vietnam dan juga Thailand. Pada ajang yang SEA Games edisi sebelumnya di Filipina, Vietnam menjadi juara umum dengan mengoleksi empat emas, lima perak, dan satu perunggu. Indonesia menempati peringkat kedua dalam perolehan medali dengan empat emas, satu perak, dan 5 perunggu. Tim Angkat Besi Indonesia Pada SEA Games Vietnam: Pria: Satrio Adi Inugroho (55 kg) Eko Yuli Irawan (61 kg) Mohammad Yasin (67 kg) Rizky Juniansyah (73 kg) Muhammad Zul Ilmi (89 kg) Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) Wanita: Najla Khoi (45 kg) Siti Nafisatul Hariroh (45 kg) Windy Cantika Aisah (49 kg) Natasya Beteyob (55 kg) Sarah (59 kg) Tsabitha Alfiah (64 kg) Nurul Akmal (87+ kg)

Pertahankan Gelar, Windy Juara Dunia Angkat Besi Junior 2022

Pertahankan Gelar, Windy Juara Dunia Angkat Besi Junior 2022

Pengorbanan lifter Indonesia Windy Cantika Aisah merayakan hari raya Idul Fitri jauh dari keluarga berbuah hasil manis. Windy sukses menjadi juara dunia angkat besi junior 2022 di Yunani pada Selasa (3/5/2022) dini hari WIB. Windy Cantika Aisah kembali menjadi yang terbaik di kelas 49kg. Windy merebut medali emas Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 dengan begitu dominan. Total angkatan Windy 185kg. Pada angkatan snatch, Windy mengangkat beban 83kg. Sedangkan di clean and jerk, angkatan Windy mencapai 102kg. View this post on Instagram A post shared by International Weightlifting Federation (@iwfnet) Windy mengungguli dua atlet India Gyaneshwari Yadav dan V Rithika yang harus puas menerima medali perak dan perunggu. Total angkatan Windy jauh di atas kedua wakil India itu. Total angkatan Gyaneshwari 156kg, sedangkan Rithika 150kg. Total Windy mendapat tiga medali emas di Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 kelas 49kg putri. Pasalnya angkatan Windy di snatch maupun clean and jerk juga merupakan yang terbaik. Sukses Windy ini membuatnya mempertahankan medali emas Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 kelas 49kg putri. Tahun 2021 lalu di Tashkent, Uzbekistan, Windy juga menyabet tiga medali emas. Namun dibandingkan tahun lalu, total angkatan Windy menurun. Di Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2021, total angkatannya 191kg. Prestasi apik Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 menjadi modal berharga Windy yang akan turun di SEA Games 2021 di Hanoi Vietnam. Windy dan rekan-rekannya akan langsung terbang ke Vietnam selepas dari Yunani. Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 berlangsung pada 2-10 Mei 2022 atau tepat saat hari raya Idul Fitri. Windy dan tiga lifter Indonesia lain pun harus melewatkan momen Lebaran bersama keluarga.

Pemanasan Jelang SEA Games, Indonesia Kirim Empat Lifter ke Kejuaraan Dunia Junior

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Djoko Pramono mengatakan empat lifter akan bersaing di Kejuaraan Dunia Junior di Heraklion, Yunani, 2-10 Mei sebelum bertolak ke SEA Games Hanoi, Vietnam. Mereka adalah Windy Cantika Aisyah (kelas 49kg), Najla Khoirunnisa (45kg), Juliana Clarissa (55kg) untuk sektor putri. Sementara satu lifter putra yakni, Rizki Juniansyah yang akan tampil di kelas 73kg. “Kami tidak mau menjanjikan target muluk-muluk. Yang penting mereka tampil all-out, syukur-syukur mampu memecahkan rekor dunia,” kata Djoko Pramono dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022). Pada sisi lain, Djoko Pramono bersyukur karena Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengabulkan permintaan PABSI untuk memberangkatkan 13 lifter untuk berlaga di SEA Games Hanoi yang akan berlangsung pada 12-23 Mei. “Ketatnya prosedur pengiriman atlet ke SEA Games berdasarkan pantauan tim review terhadap prestasi atlet di Vietnam nanti, kami berterima kasih telah mengabulkan permintaan kami. semoga para atlet membalasnya dengan prestasi gemilang,” ujar Djoko Pramono menambahkan. Dalam kesempatan ini, dia juga menyambut dengan tangan terbuka kehadiran kembali lifter Eko Yuli Irawan di Pelatnas PABSI. Ia mengatakan, Eko merupakan bagian dari PABSI juga. “Sebagai senior, Ia diharapkan mampu membimbing adik-adiknya di Pelatnas,” kata Djoko. Menyinggung soal peta persaingan di ajang SEA Games Hanoi, Djoko mengatakan pihaknya mewaspadai kemunculan kembali para lifter Thailand yang telah bebas dari sanksi doping. Lifter tuan rumah Vietnam dan Filipina juga diwaspadai.