Turnamen Catur Junior Pelajar Se-Kaltim Jadi Ajang Mencetak Pecatur Muda Berprestasi

Turnamen Catur Junior Pelajar Se-Kalimantan Timur

Papan catur bukan sekadar arena hitam-putih, tetapi juga menjadi medan lahirnya strategi, disiplin, dan mental juara. Semangat itulah yang mengiringi penyelenggaraan Turnamen Catur Junior Pelajar Se-Kalimantan Timur sebagai wadah pembinaan bagi para pecatur muda berbakat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Turnamen tersebut mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan diselenggarakan oleh Sekolah Budi Bakti melalui kerja sama dengan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Kalimantan Timur. Kompetisi ini dirancang tidak hanya untuk menentukan pemenang, tetapi juga memberi ruang pertandingan yang kompetitif bagi pelajar dalam meningkatkan kemampuan bermain, pengalaman bertanding, serta ketahanan mental. Penyelenggaraan turnamen menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet usia muda di Kalimantan Timur. Melalui kompetisi antarpelajar, para peserta memiliki kesempatan menguji strategi, membaca permainan lawan, mengendalikan emosi, serta membiasakan diri mengambil keputusan secara cepat dan tepat di atas papan catur. Selain mengejar prestasi olahraga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membentuk karakter positif bagi para peserta. Catur menuntut konsentrasi, kesabaran, disiplin, ketelitian, serta keberanian mengambil risiko dengan perhitungan yang matang. Nilai-nilai itu dinilai penting dalam membangun generasi muda yang memiliki daya juang dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tekanan. “Turnamen Catur ini sangat bagus sebagai wadah membina para atlet muda, khususnya dari berbagai daerah kalimantan timur, agar mampu membentuk generasi emas dan melahirkan Chelsie berikutnya. Kita berharap dari ajang seperti ini akan muncul pecatur-pecatur hebat yang membawa nama baik Kaltim ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Najahan Mustofa, S.Sos., WN., PNM. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menyediakan kompetisi secara berkelanjutan bagi atlet junior. Turnamen di tingkat pelajar dapat menjadi pintu awal untuk memetakan potensi pecatur muda yang selanjutnya dapat memperoleh pembinaan lebih intensif agar mampu bersaing dalam kejuaraan dengan level yang lebih tinggi. Harapan melahirkan “Chelsie berikutnya” juga menggambarkan besarnya potensi pembinaan catur di Kalimantan Timur. Kehadiran figur pecatur berprestasi dapat menjadi inspirasi bagi pelajar untuk menekuni olahraga tersebut secara serius sekaligus menunjukkan bahwa atlet daerah memiliki peluang menembus panggung nasional maupun internasional melalui latihan dan kompetisi yang konsisten. Najahan juga menekankan bahwa pengembangan catur di Kalimantan Timur membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, komunitas, organisasi olahraga, pelatih hingga orang tua memiliki peranan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya atlet sejak usia dini. “Kami siap membantu dan mendukung sekolah dari daerah kaltim manapun yang ingin melaksanakan event catur. Bersama-sama kita membangun ekosistem catur yang lebih kuat di Kalimantan Timur, sehingga pembinaan atlet muda dapat berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya. Keterbukaan terhadap kolaborasi tersebut diharapkan mendorong semakin banyak sekolah maupun komunitas di kabupaten dan kota di Kalimantan Timur untuk menyelenggarakan kegiatan serupa. Semakin banyak kompetisi yang tersedia, semakin besar pula kesempatan bagi pelajar untuk mendapatkan jam terbang pertandingan sekaligus memperluas proses pencarian bibit atlet potensial. Pembinaan yang konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan seorang pecatur menuju prestasi. Kemampuan teknis yang diperoleh melalui latihan perlu dipadukan dengan pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan dalam situasi pertandingan. Karena itu, turnamen junior memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antara proses latihan dan kompetisi yang sesungguhnya. Turnamen Catur Junior Pelajar Se-Kalimantan Timur pada akhirnya diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda pertandingan. Ajang tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun regenerasi atlet, memperluas budaya catur di lingkungan pendidikan, serta menyiapkan pecatur muda yang kelak mampu membawa nama Kalimantan Timur berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Rifqi Fitriadi juarai ITF M15 Maanshan

Muhammad Rifqi Fitriadi

Petenis putra Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjuarai turnamen ITF M15 Maanshan di China setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Kokoro Isomura dengan skor 7-5, 6-3 pada partai final, Minggu. Kemenangan tersebut mengantarkan Rifqi meraih gelar tunggal ketiganya sepanjang tahun ini, sekaligus memperpanjang tren positifnya dalam rangkaian turnamen tenis di China. “Ya pasti menguras fisik, menguras pikiran, tapi tetap keep positif terus aja,” kata Rifqi kepada ANTARA melalui pesan instan, Minggu, ketika menceritakan perjuangannya melewati rangkaian pertandingan panjang pada pekan pertama ajang ITF M115 Maanshan. Rifqi mengatakan sejak pertandingan pertama dirinya sudah harus menjalani laga tiga set. Tantangan fisik berlanjut pada babak-babak berikutnya, termasuk perempat final yang berlangsung lebih dari dua setengah jam, sebelum akhirnya dia mencapai semifinal dan final. Gelar di Maanshan menjadi lanjutan dari kebangkitan Rifqi di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, petenis berusia 27 tahun itu mengakhiri penantian hampir tiga tahun untuk kembali menjuarai turnamen tunggal ITF dengan memenangi seri kedua ITF M15 Wunning. Momentum tersebut kemudian berlanjut ketika Rifqi kembali menjadi juara tunggal pada seri berikutnya di Wunning. Keberhasilan itu sekaligus menjadi gelar tunggal keduanya pada rangkaian turnamen tersebut dan memberinya kepercayaan diri untuk terus menjaga konsistensi di musim ini. “Pengalaman di Wunning sangat penting sekali karena memang momen-momen seperti ini yang kita cari sebagai pemain tenis. Jadi biar kita bisa terus keep going di season ini,” ujar Rifqi. Menurut dia, rangkaian pertandingan di China juga penting sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain menjaga ritme pertandingan, Rifqi mengatakan pengalaman menghadapi laga panjang membantu dirinya mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Janice ke perempat final ganda Monterrey Open usai kalahkan unggulan

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Polandia, Katarzyna Piter melaju ke perempat final WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan ganda unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set. Bertanding pada babak 16 besar yang berlangsung di lapangan keras Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Senin WIB, Janice/Piter menaklukkan Zhang/Jiang dengan 6-2, 6-7(5), 10-7, demikian WTA. Janice/Piter tampil dominan pada set pertama dengan merebut dua kali servis lawan untuk unggul 3-0. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set dengan skor 6-2. Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua pasangan saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6 dan memaksa tie-break. Zhang/Jiang mampu memanfaatkan tie-break untuk merebut set kedua 7-6(5), sehingga pertandingan harus ditentukan melalui match tie-break. Pada set penentuan, Janice/Piter sempat tertinggal 1-3 sebelum bangkit dan menyamakan kedudukan 3-3. Persaingan kembali ketat hingga kedudukan 7-7, tetapi pasangan Indonesia-Polandia itu mampu merebut tiga poin berikutnya untuk memastikan kemenangan 10-7. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice/Piter memenangi 78 poin berbanding 61 poin milik Zhang/Jiang. Mereka juga mencatat 28 poin dari pengembalian servis, sementara lawan hanya mengumpulkan 15 poin. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi hasil positif bagi Janice/Piter setelah pada babak pertama Cincinnati Open 2026 mereka dikalahkan Zhang/Jiang dalam pertandingan tiga set. Janice kini melanjutkan perjalanannya di Monterrey dengan Piter dan berpeluang menjaga asa menuju final bersama kompatriotnya, Aldila Sutjiadi, yang tampil bersama Liu Kichenok di turnamen tersebut. Janice dan Aldila berada di jalur undian berbeda sehingga berpeluang menciptakan All Indonesian final apabila kedua pasangan mampu terus melaju hingga partai puncak. Selain ganda, Janice juga turun di sektor tunggal. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu menempati unggulan ketujuh, dan akan berhadapan dengan petenis Ukraina Dayana Yastremska pada babak pertama yang dijadwalkan esok hari, Selasa (25/8).

Empat Emas dari Filipina, Karate Jabar Tunjukkan Kelas di Ajang Internasional

7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026 7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet karate Jawa Barat di kancah internasional. Turun dengan kekuatan empat atlet pada ajang 7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026, kontingen Jabar sukses memborong empat medali emas. Kejuaraan yang berlangsung di Tagaytay, Filipina, 20-22 Agustus 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian para karateka Jabar. Keempat atlet yang dikirim seluruhnya berhasil menjadi juara di nomor masing-masing. Medali emas pertama dipersembahkan Nazwa Septakirani dari nomor kumite -47 kilogram kadet putri. Disusul Arumy Emeraldiannisa yang tampil sebagai juara pada nomor kumite -66 kilogram junior putri. Dua emas lainnya diraih Mirza Sukma melalui nomor kumite -52 kilogram kadet putra dan Alif Afifan Arana Kusuma dari nomor kumite -63 kilogram kadet putra. Pelatih tim karate Jabar, Tanri Rizky Djabar, mengapresiasi penampilan para atlet yang dinilainya mampu tampil optimal sekaligus menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kejuaraan. Menurut Tanri, capaian tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang telah dilakukan sebelumnya dengan dukungan FORKI Jabar dan KONI Jabar. “Pelaksanaan training camp yang dilakukan di GOR Sazakawa serta sebelum bertanding dengan timnas junior dan senior Filipina sangat berpengaruh. Para atlet bisa dengan cepat menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi selama di Filipina, terutama dengan karakter bertarung atlet-atlet di sini,” ujar Tanri saat dihubungi melalui telepon selular. Tanri menjelaskan, Philippine Open tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian seleksi tim nasional Filipina untuk kelompok kadet dan junior. Kondisi itu membuat persaingan berlangsung ketat karena para peserta tampil dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Meski menghadapi lawan dengan karakter bertanding yang berbeda, para karateka Jabar mampu beradaptasi dan tetap fokus hingga berhasil membawa pulang empat medali emas. Namun, Tanri mengingatkan para atlet agar tidak terlena dengan hasil tersebut. Baginya, pengalaman bertanding di level internasional harus menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan yang lebih berat ke depan. “Semoga dari kejuaraan ini, yang terpenting adalah pembelajaran bagi setiap atlet. Mereka diharapkan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih karena tantangan ke depan dipastikan lebih berat,” tegasnya. Sementara itu, peraih emas kumite -63 kilogram kadet putra, Alif Afifan Arana Kusuma, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama tampil di Filipina. Selain menambah jam terbang di luar negeri, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Alif untuk mengasah mental dan merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda dibandingkan kompetisi di Indonesia. “Semoga hasil ini menjadi kado indah bagi FORKI Jabar. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada jajaran pengurus FORKI Jabar, khususnya Pak Ketua Umum Gianto Hartono,” kata Alif. Empat emas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan karate di Jawa Barat terus menghasilkan atlet yang mampu bersaing di level internasional. Keberhasilan di Filipina diharapkan menjadi pijakan untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya dengan target prestasi yang lebih tinggi.

Pertina Tangerang gelar kejuaraan tinju amatir usia 14-18 tahun

Kejuaraan Tinju Amatir Kota Tangerang IV

Pengurus Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tangerang, Provinsi Banten, menggelar kejuaraan tinju amatir Kota Tangerang IV pada 1-4 September 2026 yang terbagi dalam kategori dari usia 14-18 tahun. Ketua Pengurus Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tangerang Kaonang di Tangerang, Minggu, mengatakan kategori junior putera usia 14 tahun hingga 16 tahun untuk kelas 40-45 kilogram, 45-50 kilogram, 50-55 kilogram dan 55-60 kilogram. Sedangkan untuk kategori junior puteri untuk kelas 40-45 kilogram, 45-50 kilogram dan 50-55 kilogram. Selanjutnya, kategori youth putera usia 17-18 tahun untuk kelas 40-45 kilogram, 45-50 kilogram, 50-55 kilogram, 55-60 kilogram dan 65-70 kilogram. Sedangkan untuk kategori youth puteri hanya ada tiga kelas meliputi 45-50 kilogram, 50-55 kilogram dan 55-60 kilogram. Kejuaraan tinju amatir Kota Tangerang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Nambo Sport Center, Karawaci. Peserta adalah para atlet muda yang telah ditempa di masing-masing sasana yang ada di bawah program pembinaan Pertina Kota Tangerang. “Kejuaraan Tinju Amatir Kota Tangerang IV diselenggarakan sebagai ajang mengukur kemampuan para atlet muda dan masuk dalam agenda rutin untuk mempertemukan para atlet berbakat dari semua sasana untuk unjuk gigi sekaligus mengasah pengalamannya,” katanya. Dia juga memastikan semua atlet yang bertanding mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan merupakan anggota yang sudah diverifikasi melalui surat izin dan pernyataan bagian dari anggota sasana yang ada di Kota Tangerang “Pemerintah Kota Tangerang akan memberikan dukungan penuh terhadap kejuaraan tahunan tersebut untuk melahirkan para atlet berbakat dan berprestasi,” kata Kaonang yang juga Kepala Dispora Kota Tangerang.

KONI Pusat Apresiasi 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026

25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026

Wakil Ketua Umum (Waketum) I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., menghadiri kejuaraan 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026, pada Minggu 23 Agustus 2026, di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Kejuaraan junior tingkat Asia tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet Boling usia dini sekaligus bagian dari proses menuju prestasi di tingkat internasional. Ajang ini juga memberikan pengalaman kompetitif yang sangat berharga bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, serta membangun karakter. Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai negara Asia ini turut menunjukkan bahwa olahraga memiliki kekuatan besar sebagai alat pemersatu bangsa. Para atlet tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga saling mengenal, membangun persahabatan, serta memperkuat semangat persaudaraan melalui olahraga. Dalam kesempatan tersebut, Waketum I KONI Pusat menegaskan bahwa perkembangan cabang olahraga Boling di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, Boling tidak hanya memiliki potensi dalam mencetak prestasi olahraga, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sport tourism dan sport industry di Indonesia. “Saya mengapresiasi Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB.PBI) yang telah bekerja keras sehingga Indonesia dapat menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, ini tidak mudah karena menyelenggarakan sebuah acara internasional membutuhkan persiapan dan kerja keras dari seluruh pihak,” ujar Suwarno. Suwarno juga menekankan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level internasional. “Pembinaan prestasi pada usia dini menjadi kunci penting dalam peningkatan prestasi. Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan harus didukung oleh proses latihan yang berjenjang dan berkelanjutan, kejuaraan ini sangay bagus untuk regenerasi dan melatih mental para atlet,” tutur Suwarno. Lebih lanjut, Suwarno menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi yang hadir dan memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. “Selamat datang bagi para peserta dari 15 negara, saya berharap seluruh peserta dapat menikmati waktunya selama berada di Indonesia. Kalian adalah atlet-atlet muda yang kelak akan menjadi atlet nasional dan mewakili negara masing-masing di masa depan. Enjoy the competition,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PBI, Marsda TNI Purn Agus Muhammad Bahron menilai perkembangan Boling di Indonesia berlangsung sangat pesat. Hal tersebut, tidak terlepas dari berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas, serta upaya membangun ekosistem olahraga Boling yang semakin luas. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga membentuk atlet yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. “Boling di Indonesia berkembang sangat cepat, hal tersebut dimulai dari kolaborasi dengan komunitas, kita tidak hanya ingin meraih prestasi, tetapi juga menjadikan atlet-atlet kita memiliki karakter dan disiplin,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi merupakan kesempatan bagi para atlet untuk saling menguji kemampuan, sekaligus belajar menghargai lawan. “Kompetisi ini adalah tantangan untuk saling bertanding dengan semangat, kepada para atlet Indonesia, bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, toleransi dan saling menghormati karena kalian mewakili negara ini, tunjukkan bahwa masa depan Boling Indonesia berada di tangan yang tepat,” katanya. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta. Dari pihak Asian Bowling Federation, Vivien Law menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan internasional Boling di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. “Ini telah menjadi tahun terpanjang setelah delapan tahun Indonesia kembali menjadi tuan rumah kompetisi internasional Boling. Saya berharap seluruh atlet menikmati turnamen ini dan membawa pulang kenangan yang baik dari Jakarta,” ujar Vivien. Vivien juga mengingatkan para atlet bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Karena itu, setiap hasil pertandingan hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. “Menang dan kalah adalah hal yang biasa bagi seorang atlet. Saya berharap apabila pada kompetisi ini ada yang mengalami kekalahan, jadikan itu sebagai evaluasi untuk meraih prestasi yang lebih baik ke depannya. Enjoy the tournament and bring good memories from Jakarta,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah yang hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses serta melahirkan atlet-atlet yang membanggakan. Selamat bertanding, berikan performa terbaik dan junjung tinggi sportivitas,” ujar Adriansyah. Pesan serupa disampaikan Ketum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari yang mengajak seluruh peserta untuk menikmati suasana kompetisi sekaligus pengalaman selama berada di Jakarta. “Saya berharap semua dapat menikmati turnamen ini. Enjoy Jakarta, berikan performa terbaik dan tetap menjunjung tinggi fair play,” katanya. Kejuaraan 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026 diikuti oleh 163 atlet dari 15 negara, yakni Hong Kong, China, India, Bahrain, Makau, Kuwait, Malaysia, Pakistan, Filipina, Qatar, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Vietnam, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Para atlet berkompetisi dalam sejumlah nomor pertandingan, di antaranya single dan double, dengan semangat untuk menjadi yang terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga di panggung kompetisi internasional. Rangkaian kejuaraan dibuka secara resmi oleh Dewan Pembina PB.PBI, Jendral TNI Purn Agum Gumelar. Penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet junior Boling Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan generasi penerus Boling yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Selain mengejar prestasi, kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi para atlet muda untuk membangun karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan lintas negara, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkembang menuju level prestasi yang lebih tinggi.

Bayan Open 2026 Jadi Panggung Atlet Muda Kaltim

Bayan Open 2026

Rangkaian turnamen bulu tangkis berlevel nasioanl, Sirkuit Nasional 2026, akan kembali berlanjut. Kali ini, Sirkuit Nasional C Bayan Open 2026 kembali digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 24-29 Agustus 2026. Kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan olahraga sekaligus membuka peluang lebih besar bagi atlet muda di luar Pulau Jawa untuk berkembang. Senior Manager PT Bayan Resources, Suhud Wahyudi, mengatakan dukungan terhadap pembinaan olahraga menjadi salah satu bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian karena memiliki basis penggemar besar di Indonesia dan telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat dunia. “Bulu tangkis adalah salah satu olahraga favorit di Indonesia yang prestasinya mendunia, sehingga kita layak ikut berpartisipasi mengembangkan ini di level-level yang bawah,” ujar Suhud. Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis secara berkesinambungan penting untuk mendukung proses pembinaan atlet. Selama ini, turnamen berskala nasional dinilai masih lebih banyak digelar di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat atlet dari luar Jawa harus mengeluarkan biaya dan waktu lebih besar untuk mengikuti pertandingan nasional. Karena itu, Bayan Open 2026 di Balikpapan diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi atlet muda Kalimantan untuk mendapatkan pengalaman bertanding tanpa harus selalu bepergian ke Pulau Jawa. “Kami merasa perlu adanya kompetisi yang berkesinambungan, terutama di luar Jawa. Khususnya karena kami kebetulan di Balikpapan, kami adakan di Balikpapan,” katanya. Suhud mengatakan pembinaan atlet usia muda menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Bayan Open 2026. Kategori pertandingan mencakup kelompok usia dini hingga taruna. Pembinaan sejak usia muda dinilai penting untuk menjaga regenerasi atlet bulu tangkis di Kalimantan Timur. “Kami terutama adalah pembinaan untuk atlet-atlet muda,” ujarnya. Menurut Suhud, kompetisi yang berkualitas dan digelar secara rutin dapat memberikan pengalaman bertanding yang sangat dibutuhkan atlet untuk meningkatkan kemampuan. Semakin banyak pertandingan yang diikuti, semakin besar pula kesempatan atlet memperoleh poin sekaligus menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Kita harapkan prestasi atlet itu akan terus berkembang. Kita harapkan terus berkembang mencapai nasional,” katanya. Kehadiran Bayan Open 2026 juga diharapkan memberikan manfaat bagi atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Atlet dari Tenggarong, Samarinda, hingga Bontang kini memiliki kesempatan mengikuti kompetisi berskala nasional di Balikpapan. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga memiliki peluang mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat melalui kompetisi tersebut. Selain itu, pertemuan dengan atlet dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan. “Ada kompetisi yang bagus tentunya ada kesempatan untuk sparing partner dengan pemain-pemain lain yang berkualitas,” tutur Suhud. Melalui penyelenggaraan Bayan Open yang dilakukan secara berkesinambungan, pihak penyelenggara berharap semakin banyak atlet muda dari Kalimantan Timur mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional. “Harapan kami, atlet-atlet muda, atlet-atlet muda usia dini, terus berkembang, bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” pungkasnya. Bayan Open 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bulu tangkis di Kalimantan Timur. Konsistensi penyelenggaraan kompetisi menjadi salah satu modal untuk mencetak regenerasi atlet yang mampu membawa nama Kaltim ke level nasional hingga internasional.

Putri Don Bosco Padang Akhiri Puasa Gelar

Tim putri SMA Don Bosco Padang

Tim putri SMA Don Bosco Padang berhasil menjegal skenario three-peat SMA Adabiah 2 Padang di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra. Yup, putri Don Bosco mengalahkan Adabiah 2 Padang di partai final dengan skor akhir 49-41, Sabtu, 22 Agustus 2026. Don Bosco Padang datang ke partai final dengan dua misi. Mengakhiri kutukan selalu menjadi nomor dua. Plus membalaskan dendam kekalahan di partai final pada edisi sebelumnya. Putri Don Bosco Padang langsung tancap gas ketika melantai di GOR Prayoga Padang. Mereka berhasil menutup kuarter pertama dengan keunggulan dua angka (11-9). Putri Don Bosco Padang tidak mengurangi intensitas menyerang mereka di kuarter kedua. Ini menjadi siasat mereka untuk mengantisipasi Adabiah 2 Padang menemukan momen untuk comeback. Ya, tahun lalu, putri Adabiah 2 Padang tertinggal di kuarter kedua. Pada babak kedua, mereka berhasil menangkap Don Bosco dan membalikkan keadaan. Nah, tak inign kejadian tahun lalu terulang, Don Bosco Padang terus menjaga margin keunggulan. Meski Adabiah 2 Padang bisa mencetak angka untuk mengejar ketertinggalan, Don Bosco Padang juga menemukan cara untuk terus menjauh. Di awal kuarter keempat, ada empat pemain Don Bosco yang sudah mengantungi empat pelanggaran (personal foul). Ini jelas menjadi ujian terberat mereka dalam menyegel piala tahun ini. Pada sudut lain, Adabiah 2 Padang terus mengejar. Ketika waktu tersisa satu menit, jarak ketertinggalan Adabiah hanya terpaut delapan poin. Mereka punya momen untuk terus mengejar lewat tembakan gratis. Sayang, tembakan tersebut gagal dimanfaatkan. Kemenangan Don Bosco Padang atas Adabiah 2 jadi bukti bahwa tak ada yang tak mungkin di DBL West Sumatra. Don Bosco Padang menanti selama tiga musim untuk bisa mengangkat piala. “Tahun ini tekad kita memang ingin membuktikan ke semua orang kalau Don Bosco putri itu juga bisa champion. Karena biasanya tim putri kita itu selalu diremehkan karena runner-up terus,” ungkap Tamara Patricia, salah satu pemain Don Bosco. Rahma Aura Putri, garda Don Bosco, menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 19 poin dan 6 steal. Tamara Patricia membantu dengan catatan dobel-dobel dengan 16 poin dan 13 rebound. Vivianne Ellen membantu dalam urusan duel rebound. Pada laga final, Vivianne mengemas 6 poin dan 10 rebound. Humaira Chairunnisa menjadi pengumpul angka terbanyak di skuad Adabiah 2 Padang dengan catatan 17 poin dan 14 rebound. Terakhir kali tim putri Don Bosco juara ada pada musim 2019. Setelah lima musim lamanya mereka kembali lagi mengangkat piala. Ini juga membuka peluang bagi SMA Don Bosco Padang untuk mengawinkan gelar juara. Tim putra mereka juga berlaga di partai final DBL West Sumatra 2026. Laga final sektor putra berlangsung 18.30 WIB.

Sejarah Tercipta! Smanda Bukittinggi Juara Baru DBL West Sumatra 2026

Punggawa tim putra SMAN 2 Bukittinggi

Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra melahirkan juara baru. Adalah tim putra SMAN 2 Bukittinggi yang berhasil menahbiskan diri menjadi kampiun musim ini. Tim putra Smanda Bukittinggi berhasil mengalahkan SMA Don Bosco Padang di babak final dengan skor akhir 57-50, Sabtu, 22 Agustus 2026. SMA Don Bosco Padang merupakan finalis sekaligus juara DBL Sumatra musim lalu. Lengkap sudah perjalan Cinderella Smanda Bukittinggi di DBL West Sumatra musim ini. Yup, mereka bukan hanya mengalahkan sang juara bertahan di partai final. Pada babak Fantastic Four, putra Smanda juga sudah mengalahkan runner up musim lalu. Keganasan Smanda Bukittinggi di partai final begitu terasa. Ambisi mereka untuk bisa juara sangat besar. Terbukti di lapangan, putra Smanda Bukittinggi berhasil memberi kejutan di awal kuarter. Mereka sukses menutup babak pertama dengan keunggulan empat poin (31-27). Di kuarter ketiga, Don Bosco mengejar. Mereka sempat melaju enam poin tanpa balas untuk menyamakan kedudukan. Tapi, di akhir kuarter ketiga, anak-anak Smanda Bukittinggi mengejar dan membuat skor imbang 41 sama. Di kuarter terakhir, Smanda Bukittinggi langsung membuka dengan aksi layup Teuku Rhayza ketika waktu baru berjalan satu menit. Momentum kemenangan Smanda Bukittinggi ada di tangan Araf Hanif Yusri. Memenangkan duel udara, Araf langsung melakukan tembakan. Skor berubah menjadi 50 sama ketika waktu tersisa tiga menit. Setelah itu, putra Smanda Bukittinggi melesat tujuh poin tanpa balas. Sebanyak 5 dari 7 poin disumbangkan oleh Habeil Ghani. Pada laga kali ini, Habeil sejatinya bisa dihentikan oleh anak-anak Don Bosco Padang. Habeil mengoleksi 12 poin dan 16 rebound. Ia membuat 10 kali kesalahan. Sayang, sepuluh kesalahan yang diciptakan oleh Habeil tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak Don Bosco Padang. Anak-anak Don Bosco memang bermain sedikit lebih tenang ketimbang lawannya. Tapi, ketenangan itu yang menjadi bumerang bagi Don Bosco. Kesempatan-kesempatan serangan balik cepat yang bisa berbuah poin gagal mereka manfaatkan. Selain Habeil, Teuku Rhayza mengumpulkan dua digit angka dengan 10 poin dan 1 rebound. Arfha Adam membantu Habeil di urusan duel udara. Arfha mengantungi 8 poin dan 18 rebound. Sebanyak 14 rebound diamankan Arfha saat posisi bertahan. Di skuad Don Bosco, Almuarifi Shodaqta menjadi satu-satunya pencetak dua digit angka. Almuarifi mengantungi 10 poin. Salah satu pemain kunci Don Bosco, Abiyyu Desani, hanya bermain empat menit di laga final. Ia sempat mendapat perawatan setelah terdapat insiden. Ini membuatnya menepi pada kuarter awal dan tidak melanjutkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Smanda bukan hanya menjadi juara baru dan mengukir cerita indah. Anak-anak Smanda juga berhasil mematahkan dominasi SMA Don Bosco di DBL West Sumatra. Merusak skenario kawin gelar Don Bosco. Plus membuktikan bahwa setiap tim punya kesempatan yang sama untuk mengangkat piala.

Jaring Bibit Atlet Muda PSHT Kobaret Gelar Kejuaraan Boxing

Kejuaraan olahraga boxing bertajuk Call Fight Days yang digelar PSHT KOBARET (Komando Barisan Terate) Solo Raya

PSHT KOBARET (Komando Barisan Terate) Solo Raya berkolaborasi dengan jajaran BRIGIF 6 / TRI SHAKTI BALAJAYA / 2 KOSTRAD merayakan semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui gelaran kejuaraan olahraga boxing bertajuk Call Fight Days.‎ ‎Ajang yang berlangsung meriah di Lapangan Brigif 6 Palur, Minggu 23 Agustus 2026 ini, digagas tidak hanya untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan penjaringan bibit-bibit atlet potensial di kawasan Solo Raya.‎ ‎Kejuaraan boxing ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai sasana dan camp yang terbagi ke dalam 25 partai pertandingan. Kategori yang dipertandingkan sangat beragam, mulai dari kelas youth, pra-remaja, remaja, elit, hingga pertarungan sengit di partai utama yang menghadirkan petinju berpengalaman kelas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dari Jawa Timur serta dua partai khusus petinju putri. Ketua Panitia Call Fight Days, Bayu Saputro Tebas, menjelaskan panitia memilih aturan perlombaan ke boxing lantaran melihat tingginya animo pendaftaran dibandingkan tinju konvensional. Ajang yang memperebutkan Piala Danbrigif 6 dan Piala Ketua Umum Tebas ini diproyeksikan menjadi agenda rutin pembinaan. ‎”Karena kemarin pendaftaran itu kebanyakan boxing. Tinjunya kurang diminati, jadi untuk atlet semuanya kebanyakan boxing. Makanya kita alihkan ke rule-nya boxing aja,” kata Ketua Panitia Call Fight Days, Bayu Saputro Tebas. ‎Menurut Bayu, tingginya animo ini juga dipengaruhi dari pembibitan atlet boxing di Solo Raya yang cukup bagus. Ia optimis bahwa olahraga boxing memiliki masa depan cukup cerah di Solo Raya. ‎”Untuk di Solo, alhamdulillah pembinaan boxing bagus banget, banyak peminatnya. Jadi Brigif sama Kobaret ini saling sinergi, Mungkin kedepan role boxing seperti ini nanti akan kita kembangkan lagi. Termasuk melakukan pembinaan,” ucap Bayu. ‎Sementara itu, Dewan Penasihat Kobaret Solo Raya, Sriyanto, mengungkapkan, kegiatan ini digagas atas kerja sama erat dengan Brigif 6 guna membangun persatuan dan kedekatan antara prajurit TNI dengan elemen masyarakat sipil lewat kegiatan yang positif. ‎”Kegiatan ini kolaborasi Kobaret dengan Brigif 6 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI agar tercipta sinergitas. TNI dan masyarakat bisa bersatu, karena TNI adalah pengayom masyarakat. Lewat pertandingan antar-sasana dari anak-anak sampai dewasa ini, kita harap dapat melatih mental sekaligus melahirkan atlet-atlet baru dari Solo Raya,” ujar Sriyanto. ‎Adapun, suasana di Lapangan Brigif 6 Palur tampak semarak dengan hadirnya puluhan tenda UMKM dan warga yang antusias menyaksikan setiap partai pertandingan, sekaligus berpartisipasi dalam aksi donor darah.

Hydroplus Sirnas B Bengkulu 2026: Giliran Jaya Raya Jakarta Juara Umum

Sirkuit Nasional B Bengkulu 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 berakhir pada Sabtu (22/8) petang. Sebanyak 11 partai final yang mempertandingkan 11 kategori rampung digelar di GOR Sportatorium, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sabtu (22/8) sore. Seperti tiga seri sebelumnya, HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 yang berlangsung pada 17-22 Agustus mempertandingkan 11 kategori yang terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni Usia Dini, Anak, dan Pemula. Keenam kategori pada kelompok Usia Dini dan Anak meliputi Usia Dini Tunggal Putra (UDPA), Usia Dini Tunggal Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), dan Ganda Anak Putri (GAPI). Sementara itu, kelompok Pemula mempertandingkan Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). Jaya Raya Jakarta akhirnya mampu memutus rentetan juara umum milik PB Djarum usai tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan 6 gelar juara. DIsusul, Mutiara Cardinal Bandung dengan dua gelar. Tiga gelar juara lain, dibagi rata menjadi milij PB Djarum, Perkasa Ardana Badminton Club dan Jaya Raya Solo. Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Balikpapan dengan tajuk Bayan Open pada tanggal 24 – 29 Agustus 2026. Selain itu, Seri sirnas lain akan dilanjut ke Kota Yogyakarta. Seri sirnas berlabel Sirkuit Nasional A tersebut akan berlangsung pada 8 – 13 September 2026. Berikut hasil lengkap rangkaian partai final HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026: Lapangan 1 GPC Satria Pinandita Yudistira/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Alika Naila Putri (Mutiara Cardinal Bandung) 21-19, 21-17 TAPI Maura Wahyu Keisha Maharani (Jaya Raya Jakarta) vs. Shallom Angelica Sari (PB Djarum) 21-12, 21-16 UDPA Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Dafi Alfathan (Iskandar Alamla Palembang) 22-20, 21-7 TPA Ghalib Ahnaf Dira (Jaya Raya Jakarta) vs. Muhammad Farid Habibulloh (Alamsyah Yunus Badminton Club) 16-21, 21-14, 21-16 GAPA Raihan Farid ‘Atha Mufida/Zhafran Almer Haq (Perkasa Ardana Badminton Club) vs. Andra Julio Ghaizan/Delvino Eugene Lantu (Jaya Raya Satria) 21-18, 14-21, 22-20 TAPA Athalla Rizlya Putra (Jaya Raya Jakarta) vs. Mochamad Rizqi Abdullah (Jaya Raya Solo) 21-11, 21-18 GPI Khanza Zulfanihayah/Queeny Opsi Palamarta (PB Djarum) vs. Grenville Evy Nanda/Nufaisah Aliyah Rohmah (Jaya Raya Jakarta) 21-23, 12-21 GPA Brian Aqila Daniswara/Raysel Emerald Gracylon (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) 14-21, 21-13, 15-21 Lapangan 2 TPI Metta Handayani Hartono (Jaya Raya Jakarta) vs. Khanza Janeeta Nugraha (Jaya Raya Jakarta) UDPI Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Anindita Nuur Varisha (Jaya Raya Satria) 21-10, 21-13 GAPI Amira Ghassani Ahlam/Naura Khaira Raya Kharisma (Alamsyah Yunus Badminton Club/Global Pratama) vs. Angelice Luigi Nathaniela/Aqila Sybil Aufa Ilham (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 16-21

Cikal Sabet Emas World Climbing Asia Youth Championship

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia pada ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China. Cikal, sapaan Ardana Cikal Damarwulan, menjadi yang terbaik pada nomor boulder putra kelompok usia U-17 setelah mencatatkan skor 69,7 pada babak final yang berlangsung di Guiyang, Sabtu. Dalam klasemen final, Cikal mengungguli atlet Jepang Takumi Nakayama yang menempati posisi kedua dengan skor 69,2, serta Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang juga membukukan skor 69,2. Sementara itu, atlet China Zerun Mu berada di posisi keempat dengan skor 59,7, diikuti Taketo Saiki dari Jepang (54,7), Heming Huang dari China (44,2), dan Boxuan Chen dari China (39,4). Hasil tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung pada 21-25 Agustus 2026 dan mempertandingkan disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay. Sebelumnya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet muda untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Kontingen Indonesia diperkuat enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang bersaing pada kelompok usia U-17 dan U-19. Indonesia ambil bagian dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan nomor speed relay atau estafet yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian Asia Youth Championship. Cikal sebelumnya juga dipercaya memperkuat Indonesia pada nomor lead putra U-17. Kehadirannya di dua disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada atlet-atlet muda sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan di level Asia.

HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 – Tolok Ukur Pembinaan Atlet Muda

Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026

HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 mulai bergulir pada Senin (17/8) pagi di GOR Sportatorium, Bengkulu. Sebanyak 462 pebulu tangkis dari 124 klub di berbagai daerah di Tanah Air ambil bagian dalam kejuaraan berskala nasional yang berlangsung pada 17-22 Agustus tersebut. Ratusan peserta itu bersaing pada 11 kategori, yakni Usia Dini Putra, Usia Dini Putri, Tunggal Anak Putra, Tunggal Anak Putri, Ganda Anak Putra, Ganda Anak Putri, Tunggal Pemula Putra, Tunggal Pemula Putri, Ganda Pemula Putra, Ganda Pemula Putri, serta Ganda Pemula Campuran. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah sekaligus menambah semarak kembalinya kejuaraan berskala nasional ke “Bumi Rafflesia”. Kepercayaan untuk kembali menggelar Sirnas telah dinantikan masyarakat Bengkulu selama lebih dari satu dekade. Terakhir kali ajang serupa digelar di provinsi tersebut pada 2011, sehingga penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di daerah tersebut. Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Bengkulu, Saihoni Anwar, menyatakan bahwa penunjukan Bengkulu sebagai tuan rumah merupakan hasil kerja keras jajaran pengurus sepanjang 2025. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah PP PBSI memberikan kepercayaan kepada Bengkulu untuk menjadi tuan rumah HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 sekaligus menandai berakhirnya penantian panjang untuk kembali menghadirkan kejuaraan bulu tangkis berskala nasional di Bengkulu. Setelah terakhir kali menjadi tuan rumah Sirnas pada 2011, Saihoni mengungkapkan, Pengprov PBSI Bengkulu tidak pernah berhenti mengajukan diri dan berupaya mendapatkan kepercayaan untuk kembali menggelar ajang tersebut. “Kami tetap berupaya. Bahkan setiap tahun kami mengusulkan untuk mengadakan Sirnas di Bengkulu,” tuturnya kepada Djarum Badminton, Senin (17/8). “Alhamdulillah di 2026 yang merupakan usulan kami pada 2025, kerja keras itu membuahkan hasil yang manis dan akhirnya digelar HYDROPLUS Sirnas B 2026 di Bengkulu,” Saihoni, menambahkan. Saihoni berharap, penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi awal bagi Bengkulu untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan nasional. Ia juga menyatakan, Pengprov PBSI Bengkulu telah berkomunikasi dengan PP PBSI terkait rencana mengajukan diri sebagai tuan rumah Sirnas A pada kesempatan mendatang, sekaligus berharap mendapat dukungan penuh untuk merealisasikan rencana tersebut. Sementara itu, pendiri sekaligus pelatih klub bulu tangkis Porpu Bengkulu, Ramdani, menyambut positif kehadiran HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Ia mengirimkan 18 atlet binaannya untuk ambil bagian dalam kejuaraan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai kesempatan untuk menguji mental dan kemampuan mereka saat bersaing dengan para pebulu tangkis muda dari berbagai daerah di luar Bengkulu. “HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 ini bagi kami di Porpu menjadi tolok ukur atau semacam barometer buat saya, sejauh mana para pemain dapat menerapkan apa yang telah dilatih selama ini,” jelasnya. Ia pun menaruh harapan besar kepada para atlet yang bertanding pada kategori Usia Dini Putra dan Usia Dini Putri di HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 agar dapat menunjukkan performa terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dari persaingan di level nasional.

FPTI kirim 13 atlet ke Asia Youth Championship di China

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 13 atlet untuk berlaga dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus, yang mempertandingkan disiplin speed, lead, dan boulder. “Ya benar, kami kirim 13 atlet muda,” kata pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu. Dia menjelaskan, ke-13 atlet itu terdiri atas enam atlet putra dan tujuh putri. Timnas Indonesia akan bersaing dalam kejuaraan kelompok usia yakni U17 dan U19. Dalam kejuaraan itu, lanjut dia, Indonesia akan bersaing dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Khusus speed relay (estafet) untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian pertandingan Asia Youth Championship. Kehadiran nomor estafet menambah peluang bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bersaing memperebutkan prestasi di tingkat Asia. Sejumlah nama kembali memperkuat Tim Merah Putih antara lain Haddan, Naura, Rerynta, Taqiyya, dan Rizky Aditya. Selain nama-nama yang sudah berpengalaman di kelompok usia, Indonesia juga membawa sejumlah atlet baru. Mereka adalah Amirul, Krido, Keyzia, Indie, Mayra, Indah, dan Rizky Sholeh. Keikutsertaan 13 atlet tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada para climber muda, sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan Asia. Para atlet itu diharapkan mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik dalam ajang yang mempertemukan atlet-atlet muda panjat tebing dari berbagai negara Asia tersebut. Dengan komposisi atlet berpengalaman dan pendatang baru, FPTI berharap kontingen Tanah Air dapat menunjukkan perkembangan kemampuan, sekaligus menjaga peluang meraih prestasi di Guiyang serta menjadi bekal penting menuju kompetisi internasional berikutnya. Berikut daftar nama atlet dan nomor yang diikuti dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus. Disiplin speed 1. Nomor speed estafet U19 putra: Amirul dan Haddan Malik. 2. Nomor speed perorangan U19 putra: Amirul dan Haddan Malik. 3. Nomor speed perorangan U19 putri: Rerynta. 4. Nomor speed estafet U17 putri: Naura dan Keyzia. 5. Nomor speed perorangan U17 putra: Krido. 6. Nomor speed perorangan U17 putri: Naura dan Keyzia. Disiplin lead 1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky Aditya 2. Nomor perorangan U19 putri: Taqiyya dan Indie. 3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan dan Rizky Sholeh 4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra dan Indah. Disiplin boulder 1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky. 2. Nomor perorangan U19 putri: Indie. 3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan. 4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra.

Perbasi panggil 48 atlet putra dan putri untuk seleknas timnas 3×3 U17

Logo PERBASI.

Badan Tim Nasional (BTN) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) memanggil total 48 pemain yang masing-masing terbagi atas 24 atlet putra dan putri guna mengikuti seleksi nasional (seleknas) timnas bola basket 3×3 U17 Indonesia. “Benar, akan ada seleknas timnas 3×3 U17,” kata Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi, di Jakarta, Jumat. Berdasarkan keterangan dalam pengumuman Perbasi di akun media sosial Instagram (IG) timnas, seleknas tersebut merupakan persiapan untuk menghadapi SEABA 3×3 U17 yang diselenggarakan di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada pada 18-20 September 2026. Pada sektor putra, terdapat sejumlah nama yang dipanggil di antaranya Chimaobi Nzekwue, Miracle Christiano, Matthew Vander Setiawan, Denzel Waller, Mohammad Alkaysan Aldirono, Reiner Athaya Haiputra, dan Orlando Timothy Kaihena. Sementara daftar atlet putri diisi antara lain Chloe Cathleen Cung, Milessa Geana Serafine, Santika Honggo Serafine, dan Inez Angelina Welly. Perbasi menyebut, seleknas tersebut akan dipimpin Wahyu Widayat Jati sebagai pelatih kepala. Dia didampingi oleh Zulfahrizal, Raymond Shariputra, Stella Fabiola, dan Agus Batbual sebagai asisten pelatih. Seluruh pemain selanjutnya akan bersaing dalam proses seleksi untuk menentukan komposisi tim yang tampil dalam SEABA 3×3 U17. Ajang tersebut menjadi panggung penting bagi pemain muda Indonesia untuk mengasah kemampuan, sekaligus menguji kekuatan di level Asia Tenggara. Pemilihan pemain juga menjadi bagian dari upaya regenerasi timnas 3×3 Indonesia. Berdasarkan keterangan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3×3, format tiga lawan tiga menuntut pemain memiliki kemampuan individual, pengambilan keputusan cepat, daya tahan, serta kemampuan bertahan dan menyerang dalam ruang terbatas. Sementara itu Indonesia sebelumnya memiliki catatan positif pada SEABA 3×3 U17. Timnas putri keluar sebagai juara edisi 2025 di Singapura setelah mengalahkan Thailand pada partai final. Pencapaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi regenerasi tim. Berikut daftar lengkap 24 atlet putra dan 24 putri yang dipanggil untuk Seleksi Nasional (Seleknas) Timnas 3×3 U17 Indonesia. Putra: 1. Miracle Christiano 2. Matthew Vander Setiawan 3. Denzel Waller Soenjoto 4. Mohammad Alkaysan Aldirono 5. Reiner Athaya Hadiputra 6.Orlando Timothy Kaihena 7. Juanito Zefanya Boseke 8. Darell Alderich 9. Bryan Kaisar Che Kang 10. Chimaobi Nzekwue 11. Noah Van Schendel 12. Rafky Abqary Basri 13. Ahmad Al Fairuz 14. Abraham Fajar Timothy Diawara 15. Marshall Farez Al Hadi 16. Steven Sebastian 17. Bryan Gilbert 18. Saquelle Arroza Edwinarandra 19. Daniel Glenn Mulia Sitepu 20. Justin Edoardo Lim 21. Frederick Budiawan 22. I Made Surya Dilaga 23. Gede Dio Arghya Naranatha 24. I Komang Tri Hita Karana Putra Putri: 1. Chloe Cathleen Cung 2. Milessa Geana Serafine 3. Santika Honggo Serafine 4. Arida Shafa Chayara 5. Tierra Belle Shakira Johansen 6. Raina Aisha Raheem 7. Jill Annabelle Jevanya Lohy 8. Abinda Lubna Azizah 9. Queensa Elvaretta Naura 10. Inez Angelina Welly 11. Maria Odifa Putri Hartono 12. Raouel Fulgencia Hendyawan 13. Kalinda Hauraa Iskandar 14. Fiorenza Celesta 15. Chelsea Aurelia Adellyne 16. Regina Cahyu Maharani 17. Piwara Cleophila Alzena 18. Joanne Giovanni 19. Richelle Evelyn Widjaja 20. Hannah Harshita 21. Syafira Dwita 22. Evelin Ediliani Wong 23. I Gusti Ayu Krisabella 24. Evelyn Papuana Felle

IWL Jadi Titik Awal Baru Sepak Bola Putri Indonesia

Indonesia Women’s League

Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sepak bola putri. Kompetisi ini dipandang sebagai pembuka ruang karier profesional dan arena memperluas talent pool. IWL dijadwalkan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Sebagai langkah awal, kompetisi diikuti enam klub dari Jabodetabek: Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa. Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai IWL sebagai momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri. Kompetisi perdana ini, menurutnya, menjadi tolok ukur baru untuk melihat kelayakan dan perkembangan pemain putri potensial. “Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Diego menilai model drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub sebagai langkah positif. Skema ini diyakini memperkuat persaingan sehat sekaligus memperluas ruang belajar pemain muda. Pemain berusia 17–18 tahun, katanya, akan mendapat pengalaman berharga melalui kompetisi dan persaingan bersama pemain senior. Dengan alokasi enam pemain tim nasional pada setiap klub, proses tumbuh bersama antara pemain berpengalaman dan pemain muda diharapkan semakin kuat. Optimisme serupa disampaikan pemain Dewa United, Safira Ika Putri. Ia memandang IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola putri untuk membangun karier di dalam negeri serta meningkatkan permainan dan kemampuan teknis. “Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira. Menurut Safira, kehadiran liga memberi dampak langsung terhadap kesiapan fisik pemain. Rangkaian persiapan hingga pertandingan akan membantu menjaga kebugaran, sementara sistem kontrak dipandang sebagai awal jaminan karier di sepak bola profesional. IWL juga membuka panggung bagi pemain muda untuk memperlihatkan bakat dan potensi. “Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,” ujar Safira. Pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, menyambut IWL dengan antusias, meski masih dalam pemulihan cedera dan berpotensi tampil pada putaran kedua. Baginya, kompetisi ini mewujudkan harapan pemain putri untuk merasakan liga profesional setelah rencana kompetisi pada 2019 terkendala pandemi pada 2020. “Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra. Zahra memandang skema drafting sebagai pilihan tepat pada tahap awal IWL. Penyebaran pemain tim nasional ke beberapa klub, dengan masing-masing tim diperkuat enam pemain tim nasional, dinilai dapat mengurangi kesenjangan kekuatan. Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan kompetisi ini untuk membuktikan kualitas serta membuka jalan karier profesional. Format terpusat dan keterlibatan enam klub diharapkan menjadi fondasi kompetisi putri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia.

Timnas U-16 Putri Tujuh Negara Siap Adu Kekuatan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan PSSI segera menyelenggarakan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8) hingga Minggu (23/8). Delapan Tim Nasional (timnas) U-16 putri dari tujuh negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri ini. Mereka ialah Indonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura dan Hong Kong, China. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran tujuh negara dalam ajang kompetitif ini menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan sepak bola putri di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Teddy berharap, turnamen tingkat internasional ini menjadi ajang pesepakbola putri belia mengukur kemampuan dan memetik pengalaman berharga menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari tiap negara. “Kami menyambut antusias para atlet dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Arab Saudi dan Yordania untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif di Kudus. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas agar setiap individu dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak dini hingga nantinya mereka memiliki bekal untuk melangkah ke level profesional. Dengan semangat juang tinggi, kami yakin akan tersaji pertandingan yang kompetitif dan menjadi inspirasi bagi pesepakbola putri muda untuk mengukir prestasi di masa mendatang,” ucap Teddy. Teddy menambahkan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, namun juga ruang untuk tumbuh bersama dalam ekosistem sepak bola putri di lingkup yang lebih luas. Dengan demikian, seluruh timnas putri U-16 yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional sesuai dengan standar penyelenggaraan tingkat internasional. “Kami ingin seluruh pemain, pelatih hingga tim official yang terlibat dalam turnamen internasional ini membawa pulang pengalaman positif. Bukan hanya karena kualitas pertandingan, tetapi juga standar penyelenggaran, fasilitas yang memadai serta keramahan dan budaya Kudus yang dirasakan sepanjang kompetisi ini berlangsung. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi kemenangan manis sekaligus memperkenalkan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” bilang Teddy. Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann: “Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan. Pada penyelenggaraanya, kami menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan yang terbaik serta fair play kepada semua tim. Pada turnamen ini, kami mencari pengalaman untuk pemain-pemain kami agar menjadi atlet yang tangguh sehingga timnas putri senior nantinya punya kualitas yang mumpuni.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa: “Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan yang terbaik. Pastinya bangga pada diri sendiri karena kembali memakai jersey Indonesia.” Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Putri Nusantara Takumi Taniguchi: “Kami sangat antusias bisa ikut dalam turnamen ini. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, para pemain telah bekerja sangat keras dan menjalani masa persiapan yang luar biasa. Kami memiliki rasa percaya diri dan akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Indonesia menerjunkan dua tim dalam kejuaraan ini, mengingat perkembangan sepak bola putri nasional sedang mengalami kemajuan pesat. Ajang ini menjadi sarana pembinaan pemain yang sangat efektif sekaligus pemanasan ideal menuju Kualifikasi AFC U-17.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary: “Saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia di turnamen ini. Alhamdulillah, persiapan tim berjalan lancar dan kami siap berikan yang terbaik di setiap pertandingan nanti.” Daftar nama skuad Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara 1. Garuda Pertiwi Goalkeepers: Alleana Ayu Arumy – Putri Tangsel City U-18 Alliya Khairun Nissa – Cipta Cendikia FA U-15 Elbian Defika Aryasatya – Goal Aksis U-15 Defenders: Raisya Novita Amalia – Mojang Priangan U-15 Jazlynn Kayla F. – Roket FC U-18 Yasmin Aprilianti – Cipta Cendikia FA U-15 Aulya Putri – Goal Aksis U-15 Shifana Rizka N. – Samba Persada Women U-18 Alika Nailah Arkana Oskar – Goal Aksis U-15 Febri Arum – Putri Tangsel City U-18 Midfielders: Nayla Aulianti – Mojang Priangan U-15 Anya Gabriella Chandra – Albion San Diego Rengganis Wijanarto – Putri JP Jakarta U-18 Della Citra Ayu Angggraeni – Spegaku Balistha U-15 Nafeeza Ayasha Nori – Mojang Priangan U-15 Kesya Arabela Manisya Niam – Arema FC Women U-15 Frederika Yikwa – SSB Mutiara Timur Lareina Ramira Savvy – Putri JP Jakarta U-18 Forwards: Diva Aulia Putri – Saswco Mojang U-18 Safa Amelia – Mojang Priangan U-18 Griselda Vivian Mariana – Samba Persada Women U-18 Jezlyn Kayla A. – Roket FC U-18 Ayla Dva Khala Ahisma – Cipta Cendikia FA U-15 Fadilla – Arema FC Women U-15 2. Putri Nusantara Goalkeepers: Naura Airish Qaisara Rifaldhi – Arema FC Women U-18 Naura Khalfani Hayfa – Akademi Persib Bandung U-15 Kyla Bethari Oliver – PSSI Provinsi Bali Defenders: Khansa Nisa Arrosid – Cipta Cendikia FA U-15 Kazumi Zalfa Arrrobi’ Nurlan – Goal Aksis U-15 Yafiqa Rahma Indrayani – Scorpion FC U-15 Racheyla Delpiula – Raga Negeri U-18 Ade Yasfa Rimba Winata – Putri Batang U-18 Aurellia Aninsya Tawaris – Putri JP Jakarta U-18 Amanda Fitriani – Goal Aksis U-15 Agisti Qori Rahmadani – Mojang Priangan U-15 Asyifa Sholawa Farizqi – Spegaku Balistha U-15 Midfielders: Indira Fatima – Goal Aksis U-15 Clarisya Putri Kurniawan Samba Persada Women U-15 Putri Neza Larasati – Samba Persada Women U-15 Lintang Anugrah Radisty – Arema FC Women U-15 Bilqis Fatima Az-Zahra – Goal Aksis U-15 Ghaida Mazaya – Cipta Cendikia FA U-15 Forwards: Oktavia Safara Putri – Arema FC Women U-18 Keyra Az-Zahra – Persib Bandung U-18 Latisha Safa Berliana – Scorpion FC U-15 Herdy Pahabol – SSB Mutiara Timur Dian Aprilia Pary – Goal Aksis U-15

Atlet muda sepatu roda Indonesia sabet emas di Saitama Asia Cup 2026

Queen Azmi Harthifa, Muhammad Kenzo Gani

Dua atlet muda sepatu roda Indonesia mencatatkan prestasi dengan masing-masing meraih satu medali emas dan satu medali perunggu dalam ajang Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 yang berlangsung di Saitama, Jepang. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB PORSEROSI) melalui akun Instagram resminya mengapresiasi keberhasilan Queen Azmi Harthifa yang meraih medali emas pada nomor Speed Slalom Junior Women U15, dan Muhammad Kenzo Gani yang menyumbangkan medali perunggu pada nomor Classic Slalom Junior Men U15. “Selamat kepada seluruh atlet Tim Indonesia atas perjuangannya di ajang Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 yang diselenggarakan di Saitama, Jepang. Terima kasih telah memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia,” tulis PB PORSEROSI dikutip Senin. Selain Queen dan Kenzo, tim Indonesia juga diperkuat Mercy Evenaar Tirta Monterie, Breeza Everard Tirta Monterie, serta Arccianindita Ervinnya Sahasrakirana. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Queen mengaku bersyukur dapat menutup kejuaraan dengan hasil terbaik sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. “Bangga sekali bisa mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan internasional. Satu lagi pencapaian yang bakal selalu aku syukuri. Senang banget bisa menutup lomba ini dengan hasil terbaik dan berdiri di podium,” kata Queen. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada klub, pelatih, pengurus olahraga, sekolah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan. Queen berharap pencapaian tersebut menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya. Ia menyatakan masih memiliki sejumlah target yang ingin diraih pada kompetisi selanjutnya. “Bismillah, semoga bisa terus kasih yang terbaik,” ujar Queen.

Indonesia kirim tiga lifter muda ke Kejuaraan Asia Junior 2026

Kevin Andrian Ramadhan

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengirim tiga lifter putra untuk berlaga dalam Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2026 di Tashkent, Uzbekistan, pada 7–14 Agustus. Ketiga lifter tersebut adalah Alvin Saputra dari Jawa Timur dan Kevin Andrian Ramadhan dari Riau, keduanya turun dalam kelas 60kg, serta Leonard Imanuel Aipassa Suabey dari Papua pada kelas 65kg. Alvin dan Leonard tampil pada kategori remaja, sedangkan Kevin berlaga pada kategori junior. Alvin tampil dalam Grup B kelas 60kg putra pada Sabtu (8/8) pukul 12.00 waktu setempat. Lifter kelahiran 14 Maret 2010 itu didaftarkan dengan entry total 240kg. Pada hari yang sama, Kevin akan bersaing di Grup A kelas 60kg putra mulai pukul 14.00 waktu setempat. Ia masuk kelompok utama dengan entry total 270kg bersama lifter India, Uzbekistan, Filipina, Turkmenistan, dan Kazakhstan. Leonard dijadwalkan turun dalam Grup A kelas 65kg putra pada Minggu (9/8) pukul 16.30 waktu setempat, dan memiliki entry total tertinggi di antara wakil Indonesia, dengan 285kg. 305 lifter dari 30 negara akan mengikuti kejuaraan ini, terdiri atas 167 putra dan 138 putri. Tuan rumah Uzbekistan menurunkan 36 lifter. Kevin menjadi satu-satunya wakil Indonesiayang telah mengoleksi medali pada edisi sebelumnya setelah meraih perak angkatan clean and jerk kelas remaja 56kg dengan catatan 127kg pada edisi 2025 di Astana, Kazakhstan. Ketiga lifter juga berpengalaman tampil pada Kejuaraan Dunia Remaja dan Junior 2025 di Lima, Peru. Alvin menempati peringkat kelima kelas 49kg dengan total angkatan 187kg, Kevin di urutan keenam kelas 55kg dengan 223kg, sedangkan Leonard di peringkat ketujuh kelas 61kg setelah membukukan total 238kg. Dalam lawatan ke Uzbekistan, ketiga lifter didampingi pelatih Muhammad Rusli dan Jayang Supriatna serta masseur Gigantika Nur Pratama.

Hydroplus Sirnas A Jakarta 2026: PB Djarum Masih Perkasa

Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026 berakhir pada Sabtu (8/8) petang di GOR Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 15 pertandingan digelar untuk memperebutkan gelar juara pada lima nomor yang masing-masing terbagi dalam tiga kategori, yakni Remaja, Taruna, dan Dewasa. PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan enam gelar juara. Sementara itu, Exist Badminton Club menyusul dengan empat gelar. Selain kedua klub tersebut, ada Jaya Raya dengan raihan dua gelar, dan Pelatwil Tengah, Bayu Kencana, dan Mansion Sports Box masing-masing membawa satu gelar juara dari turnamen yang berlangsung sejak Senin (3/8). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Bengkulu pada 17–22 Agustus mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional B. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas A Jakarta 2026: Lapangan 1 GRC Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Muhammad Bintang Samudra Sakti/Wilia Renasya (PB Djarum) 21-12, 21-12 TRI Divya Amanta Kuncoro (Pelatwil Tengah) vs. Alysa Mukti Salsabiela (PB Djarum) 21-19, 24-22 TRA Kevin Maulana Pattirane (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Farel Fadhilah Ukasyah (PB Djarum) 19-21, 17-21 TTI Shaafiya Yasmin Maitsaa (Jaya Raya Jakarta) vs. Hani Miftasari (PB Djarum) 18-21, 16-21 TTA Fathurachman (Sarwendah Badminton Club Jaktim) vs. Fardhan Rainanda Joe (Exist Badminton Club) 21-17, 19-21, 15-21 GTA Raihan Daffa Edsel Pramono (PB Djarum) vs. Akmal Nurrahman/Revand Harianto (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 18-21 GRI Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Calista Fakasyiffa Putri/Yulita Herlinda Ningtyas (Jaya Raya Jakarta) 21-11, 21-18 GRA Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Jaya Raya Jakarta) vs. I Nyoman Devan Kertikea Ryoga Sancaya/Muhammad Bintang Samudra Sakti (PB Djarum) 12-21, 14-21 Lapangan 2 GTC Genta Restu Handika/Azka Ghani Putri Wardhana (PB Djarum) vs. Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Rachel Machalul Cahya Ayu (PB Djarum) 12-21, 13-21 GDC Gilang Krisandi Toyo Pramana/Violita Dewi (Bayu Kencana) vs. Renaldi Samosir/Masita Mahmudin (Exist Badminton Club/Teratai) 14-21, 21-18, 21-18 TDI Ruzana (PB Djarum) vs. Erghya Aulia Putri (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) 21-17, 21-17 GDA Alfredo Mesdila/Reza Dwicahya Purnama (Mansion Sports Box) vs. Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta) 21-18, 21-12 GDI Jania Novalita Situmorang/Pitha Haningtyas Mentari (Jaya Raya Jakarta) Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini (Jaya Raya Jakarta) 21-16, 12-21, 21-6 TDA Jason Christ Alexander (PB Djarum) vs. Chico Aura Dwi Wardoyo (Exist Badminton Club) 27-25, 10-21, 10-21 GTI Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum) vs. Rachel Machalul Cahya Ayu/Vica Velicia (PB Djarum) 21-14, 21-10