Empat Emas dari Filipina, Karate Jabar Tunjukkan Kelas di Ajang Internasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet karate Jawa Barat di kancah internasional.

Turun dengan kekuatan empat atlet pada ajang 7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026, kontingen Jabar sukses memborong empat medali emas.

Kejuaraan yang berlangsung di Tagaytay, Filipina, 20-22 Agustus 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian para karateka Jabar. Keempat atlet yang dikirim seluruhnya berhasil menjadi juara di nomor masing-masing.

Medali emas pertama dipersembahkan Nazwa Septakirani dari nomor kumite -47 kilogram kadet putri. Disusul Arumy Emeraldiannisa yang tampil sebagai juara pada nomor kumite -66 kilogram junior putri.

Dua emas lainnya diraih Mirza Sukma melalui nomor kumite -52 kilogram kadet putra dan Alif Afifan Arana Kusuma dari nomor kumite -63 kilogram kadet putra.

Pelatih tim karate Jabar, Tanri Rizky Djabar, mengapresiasi penampilan para atlet yang dinilainya mampu tampil optimal sekaligus menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kejuaraan.

Menurut Tanri, capaian tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang telah dilakukan sebelumnya dengan dukungan FORKI Jabar dan KONI Jabar.

Pelaksanaan training camp yang dilakukan di GOR Sazakawa serta sebelum bertanding dengan timnas junior dan senior Filipina sangat berpengaruh. Para atlet bisa dengan cepat menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi selama di Filipina, terutama dengan karakter bertarung atlet-atlet di sini,” ujar Tanri saat dihubungi melalui telepon selular.

Tanri menjelaskan, Philippine Open tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian seleksi tim nasional Filipina untuk kelompok kadet dan junior. Kondisi itu membuat persaingan berlangsung ketat karena para peserta tampil dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Meski menghadapi lawan dengan karakter bertanding yang berbeda, para karateka Jabar mampu beradaptasi dan tetap fokus hingga berhasil membawa pulang empat medali emas.

Namun, Tanri mengingatkan para atlet agar tidak terlena dengan hasil tersebut. Baginya, pengalaman bertanding di level internasional harus menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan yang lebih berat ke depan.

Semoga dari kejuaraan ini, yang terpenting adalah pembelajaran bagi setiap atlet. Mereka diharapkan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih karena tantangan ke depan dipastikan lebih berat,” tegasnya.

Sementara itu, peraih emas kumite -63 kilogram kadet putra, Alif Afifan Arana Kusuma, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama tampil di Filipina.

Selain menambah jam terbang di luar negeri, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Alif untuk mengasah mental dan merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda dibandingkan kompetisi di Indonesia.

Semoga hasil ini menjadi kado indah bagi FORKI Jabar. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada jajaran pengurus FORKI Jabar, khususnya Pak Ketua Umum Gianto Hartono,” kata Alif.

Empat emas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan karate di Jawa Barat terus menghasilkan atlet yang mampu bersaing di level internasional.

Keberhasilan di Filipina diharapkan menjadi pijakan untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya dengan target prestasi yang lebih tinggi.