KONI Pusat Apresiasi 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026

25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026

Wakil Ketua Umum (Waketum) I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., menghadiri kejuaraan 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026, pada Minggu 23 Agustus 2026, di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Kejuaraan junior tingkat Asia tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet Boling usia dini sekaligus bagian dari proses menuju prestasi di tingkat internasional. Ajang ini juga memberikan pengalaman kompetitif yang sangat berharga bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, serta membangun karakter. Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai negara Asia ini turut menunjukkan bahwa olahraga memiliki kekuatan besar sebagai alat pemersatu bangsa. Para atlet tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga saling mengenal, membangun persahabatan, serta memperkuat semangat persaudaraan melalui olahraga. Dalam kesempatan tersebut, Waketum I KONI Pusat menegaskan bahwa perkembangan cabang olahraga Boling di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, Boling tidak hanya memiliki potensi dalam mencetak prestasi olahraga, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sport tourism dan sport industry di Indonesia. “Saya mengapresiasi Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB.PBI) yang telah bekerja keras sehingga Indonesia dapat menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, ini tidak mudah karena menyelenggarakan sebuah acara internasional membutuhkan persiapan dan kerja keras dari seluruh pihak,” ujar Suwarno. Suwarno juga menekankan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level internasional. “Pembinaan prestasi pada usia dini menjadi kunci penting dalam peningkatan prestasi. Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan harus didukung oleh proses latihan yang berjenjang dan berkelanjutan, kejuaraan ini sangay bagus untuk regenerasi dan melatih mental para atlet,” tutur Suwarno. Lebih lanjut, Suwarno menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi yang hadir dan memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. “Selamat datang bagi para peserta dari 15 negara, saya berharap seluruh peserta dapat menikmati waktunya selama berada di Indonesia. Kalian adalah atlet-atlet muda yang kelak akan menjadi atlet nasional dan mewakili negara masing-masing di masa depan. Enjoy the competition,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PBI, Marsda TNI Purn Agus Muhammad Bahron menilai perkembangan Boling di Indonesia berlangsung sangat pesat. Hal tersebut, tidak terlepas dari berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas, serta upaya membangun ekosistem olahraga Boling yang semakin luas. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga membentuk atlet yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. “Boling di Indonesia berkembang sangat cepat, hal tersebut dimulai dari kolaborasi dengan komunitas, kita tidak hanya ingin meraih prestasi, tetapi juga menjadikan atlet-atlet kita memiliki karakter dan disiplin,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi merupakan kesempatan bagi para atlet untuk saling menguji kemampuan, sekaligus belajar menghargai lawan. “Kompetisi ini adalah tantangan untuk saling bertanding dengan semangat, kepada para atlet Indonesia, bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, toleransi dan saling menghormati karena kalian mewakili negara ini, tunjukkan bahwa masa depan Boling Indonesia berada di tangan yang tepat,” katanya. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta. Dari pihak Asian Bowling Federation, Vivien Law menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan internasional Boling di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. “Ini telah menjadi tahun terpanjang setelah delapan tahun Indonesia kembali menjadi tuan rumah kompetisi internasional Boling. Saya berharap seluruh atlet menikmati turnamen ini dan membawa pulang kenangan yang baik dari Jakarta,” ujar Vivien. Vivien juga mengingatkan para atlet bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Karena itu, setiap hasil pertandingan hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. “Menang dan kalah adalah hal yang biasa bagi seorang atlet. Saya berharap apabila pada kompetisi ini ada yang mengalami kekalahan, jadikan itu sebagai evaluasi untuk meraih prestasi yang lebih baik ke depannya. Enjoy the tournament and bring good memories from Jakarta,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah yang hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses serta melahirkan atlet-atlet yang membanggakan. Selamat bertanding, berikan performa terbaik dan junjung tinggi sportivitas,” ujar Adriansyah. Pesan serupa disampaikan Ketum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari yang mengajak seluruh peserta untuk menikmati suasana kompetisi sekaligus pengalaman selama berada di Jakarta. “Saya berharap semua dapat menikmati turnamen ini. Enjoy Jakarta, berikan performa terbaik dan tetap menjunjung tinggi fair play,” katanya. Kejuaraan 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026 diikuti oleh 163 atlet dari 15 negara, yakni Hong Kong, China, India, Bahrain, Makau, Kuwait, Malaysia, Pakistan, Filipina, Qatar, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Vietnam, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Para atlet berkompetisi dalam sejumlah nomor pertandingan, di antaranya single dan double, dengan semangat untuk menjadi yang terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga di panggung kompetisi internasional. Rangkaian kejuaraan dibuka secara resmi oleh Dewan Pembina PB.PBI, Jendral TNI Purn Agum Gumelar. Penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet junior Boling Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan generasi penerus Boling yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Selain mengejar prestasi, kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi para atlet muda untuk membangun karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan lintas negara, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkembang menuju level prestasi yang lebih tinggi.

Ketua KONI Pusat: Dukungan Warga Kudus Bikin PON Bela Diri Berjalan Lancar

PON Bela Diri Kudus 2025

KUDUS – Di tengah penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman kembali menyambangi dan meninjau pelaksanaan multi-event tersebut di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, pada Selasa (21/10) siang. Sejauh ini, Marciano mengapresiasi positif pelaksanaan perdana PON Bela Diri di Kudus yang telah dimulai sejak Sabtu (11/10) dan direncanakan akan tuntas pada Minggu (26/11) mendatang. Ia mengatakan seluruh rangkaian pertandingan hingga saat ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dan antusiasme yang sangat besar dari segenap masyarakat Kudus. Marciano juga menyebut kolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation menjadi fondasi yang kuat dibalik kesuksesan penyelenggaraan multi-event perdana bagi cabor bela diri tersebut. “Dukungan masyarakat Kudus itu luar biasa! Kita bisa lihat sejak saat seremoni pembukaan, ada kirab menuju ke Alun-alun Kota Kudus yang langsung dipimpin oleh Bapak Bupati. Respon dari seluruh masyarakat Kudus luar biasa,” ujarnya kepada wartawan di Media Center PON Bela Diri Kudus 2025, Selasa (21/10). Kehangatan warga Kudus, lanjutnya, membuat para atlet dari berbagai provinsi di Tanah Air merasa diterima dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain berkompetisi, para atlet juga berkesempatan menikmati keindahan Kota Kudus, mencicipi kuliner khas seperti soto Kudus, hingga berwisata religi. Pada kesempatan tersebut Marciano juga menegaskan, KONI berencana untuk terus melanjutkan penyelenggaraan PON Bela Diri pada tahun-tahun mendatang. Penyelenggaraan perdana ajang ini di Kudus, diharapkan menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kolaborasi KONI dan pihak swasta dalam pembinaan prestasi atlet bela diri nasional. “Insya Allah PON Bela Diri akan kita gelar dua tahun sekali dan wujudnya adalah kolaborasi dengan Djarum Foundation,” sebutnya. Dia menambahkan, KONI Pusat juga berencana melakukan evaluasi untuk menyusun formula yang lebih baik ke depan. Ajang multi-event ini diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda kejuaraan nasional cabang olahraga bela diri, sekaligus berpotensi dijadikan babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Langkah ini dinilai penting untuk memperbanyak event kompetitif yang mendorong peningkatan prestasi atlet. “Dengan semakin banyaknya event seperti ini, saya rasa levelnya nanti tidak 30 persen dari cabang olahraga bela diri sebagai penyumbang medali di SEA Games, tetapi mungkin bisa ke Asian Games dan satu hari nanti kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade, dan menjadi kebanggaan kita karena prestasinya di pesta olahraga dunia itu,” Marciano menjelaskan.  Sebanyak tujuh dari total sepuluh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di PON Bela Diri Kudus 2025 telah rampung digelar. Tahap pertama berlangsung pada Minggu (12/10) hingga Kamis (16/10), dengan mempertandingkan empat cabor, yaitu gulat, judo, tarung derajat, dan taekwondo. Kemudian tahap kedua digelar pada Jumat (17/10) hingga Selasa (21/10), mempertandingkan tiga cabor yaitu pencak silat, sambo, dan shorinji kempo.  Kini PON Bela Diri Kudus 2025 menyisakan tiga cabor lagi, yaitu ju-jitsu, karate, serta wushu, yang dipertandingkan mulai Kamis (23/10) hingga berakhir pada Minggu (26/10). Marciano berharap penyelenggaraan tiga cabor terakhir dapat berlangsung sukses sebagai penutup rangkaian PON Bela Diri Kudus 2025.  Pencak Silat  Pada Selasa (21/10), cabor pencak silat memasuki partai puncak dengan mempertandingkan 15 laga dari berbagai kelas. Salah satu sorotan datang dari Fitri Mawarni, wakil tunggal Kalimantan Timur yang sukses mempersembahkan medali emas pencak silat bagi kontingennya. Fitri tampil impresif di nomor tanding B putri dengan mengalahkan Shelena Cantika Ridwan dari DKI Jakarta. Atlet muda yang masih menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur itu mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum memasuki arena pertandingan, mengingat ia dan lawannya belum pernah bertemu sebelumnya. Namun, persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani sejak akhir 2024 menjadi modal berharga untuk mengatasi ketegangan dan akhirnya meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 34-14. “Alhamdulillah dikasih ketenangan dan kemenangan sama Allah. Kemenangan ini untuk orang tua, keluarga, pelatih, serta teman-teman satu kontingen dari Kaltim,” ungkap Fitri. Jawa Tengah menempati posisi teratas dalam daftar tabel medali pencak silat dengan total tujuh medali yang terdiri atas enam medali emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas dengan catatan lima medali (dua emas, dua perak, dan satu perunggu). Shorinji Kempo Atlet shorinji kempo asal Papua Barat Kelvin Saweri sukses menutup perjalanan gemilangnya di PON Bela Diri Kudus 2025 dengan medali emas di nomor randori perorangan kelas 75 kg putra. Pada awalnya ia sempat diliputi kecemasan jelang bertanding. Atmosfer pertandingan dengan hadirnya atlet-atlet terbaik dari seantero negeri membuatnya tertekan. “Tapi senang sekali karena semua hasil latihan keras ini terbayar lunas. Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Meski banyak tantangan, saya percaya Tuhan yang menjadi panutan, menempa saya hingga bisa meraih emas,” jelas Kelvin. Di babak final, Kelvin menghadapi atlet Nusa Tenggara Timur, Donatus Fios. Berbekal kepercayaan diri dan penguasaan teknik yang solid, Kelvin mampu mengatasi tekanan dan menutup laga dengan kemenangan. Ia pun bertekad menjadi teladan bagi adik-adiknya, sembari menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dan menempanya hingga mencapai prestasi tersebut. “Lawan saya cukup bagus dan keras. Tapi di atas matras, semua kembali ke penguasaan teknik. Siapa yang lebih tenang, dia yang jadi pemenang,” katanya. DKI Jakarta keluar sebagai juara umum cabor shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu). Nusa Tenggara Timur menempati posisi keempat dengan torehan 12 medali (2 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), sementara Kalimantan Timur melengkapi lima besar melalui koleksi 10 medali (2 emas, 3 perak, 5 perunggu). Jateng Kuasai Sambo dan Pencak Silat Jawa Tengah menegaskan dominasinya di cabor sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025. Peringkat kedua pada cabor ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu). Target Jateng berhasil tercapai pada ajang multi-event ini, meski kehilangan peluang medali emas di kelas -88 kg putra. Technical Delegate Sambo, Budi Setianto menilai, pelaksanaan pertandingan berjalan dengan baik dan lancar hingga hari terakhir. Ia memuji sinergi kuat antara panitia … Read more

KONI Pusat Gelar Vaksinasi Hepatitis A Untuk Atlet Muda

Suasana Pemberian Vaksin Hepatitis A di KONI Pusat

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar sosialisasi dan vaksinasi Hepatitis A bagi atlet muda sebagai langkah preventif menjaga kesehatan mereka di Ruang Rapat Lukman Niode, Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu. Dalam acara tersebut, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman mengatakan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional. “Dalam meningkatkan kualitas olahraga prestasi Indonesia kita butuh persatuan dan kolaborasi segenap tumpah darah Indonesia, bicara olahraga bicara Merah Putih, olahraga pemersatu bangsa,” ujar Marciano dalam keterangan tertulisnya. Program vaksinasi ini merupakan hasil kerja sama KONI Pusat dengan PT Caretaker Solusi Utama, PT Etana Biotechnologies Indonesia, serta media Gerakita. Setelah sosialisasi, vaksinasi Hepatitis A dosis pertama diberikan kepada atlet berusia 16 tahun. Pemberian vaksin secara simbolis dilakukan kepada atlet dari cabang olahraga bela diri dan sepak takraw, yang berasal dari SMAN 24 dan SMPN 164 Jakarta. Direktur Anti Infectious PT Etana Biotechnologies Indonesia, M. Indra Lamora, mengatakan program ini diharapkan berkelanjutan dan dapat menjangkau lebih banyak atlet di seluruh Indonesia. “Kami terpanggil untuk mendukung para atlet yang merupakan patriot olahraga,” kata Indra. Wakil Ketua Bidang Kesehatan Olahraga KONI Pusat, dr. Grace Tumbelaka, menjelaskan Hepatitis A mudah menyebar melalui kebersihan yang kurang, terutama di lingkungan sekolah, asrama, dan fasilitas olahraga bersama. Data menunjukkan 41,5% kasus Hepatitis A terjadi di sekolah atau kampus, 31,7% di pondok pesantren, dan 24,4% di lingkungan perumahan. Pemberian vaksinasi dalam jumlah lebih besar akan dilaksanakan pada 9-11 April 2025 di Kantor KONI Pusat, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan atlet agar tetap optimal dalam berlatih dan bertanding.

Kerjasama Dengan PB PGSI, KOBI Amatir Mendapat Dukungan Penuh Jadi Anggota KONI Pusat

Pertemuan antara Ketua Umum PGSI, Trimedya Panjaitan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Senin 27 JUli 2020.

Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia atau PB PGSI memberikan dukungan penuh kepada KOBI Amatir atau Keluarga Olahraga Beladiri Mixed Martial Arts Indonesia untuk menjadi anggota KONI Pusat. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Ketua Umum PGSI, Trimedya Panjaitan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Senin 27 JUli 2020. Ardiansyah Bakrie didampingi jajaran Pengurus KOBI Amatir diantaranya Taufan E.Nugroho (Waketum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Waketum Bidang Media & PR), Fransino Tirta (Waketum Binpres), Hari Raharjo (Sekjen). Sedangkan Trimedya Panjaitan didampingi Mohamad Amir (Sekjen), Gusti Randa (Kabid Binpres) dan Diarson Lubis (Bidang Organisasi). Dalam pertemuan ini, PB PGSI mengharapkan KOBI Amatir bisa secepatnya menjadi anggota KONI Pusat. KOBI Amatir sudah mendaftar ke KONI Pusat dan akan dibahas dalam Rakernas KONI Pusat, akhir Agustus mendatang. “PGSI setuju dan mendukung KOBI masuk menjadi salah satu anggota KONI Pusat. KIta juga membantu, karena kami ada di 24 provinsi, kita akan komunikasikan dengan Pengprov PGSI di daerah juga dengan KONI-KONI daerah,” papar Trimedya Panjaitan. “Saya ucapkan terima kasih dan sebuah kehormatan bertemu dengan teman-teman PGSI dan Ketua. Banyak masukan yang diberikan dan sangat berarti ketika kita menjadi anggota KONI Pusat. Apa yang harus dilakukan dan tidak, termasuk rambu-rambunya banyak diberikan tanpa ada rahasia sama sekali. Saya langsung merasa seperti keluarga. Karena hanya teman sejatilah yang bisa memberi masukan yang baik,” sambung Ardiansyah Bakrie. Selain itu juga PB PGSI dan KOBI Amatir akan menjalin kerjasama terkait pembinaan olahraga beladiri di Indonesia. “Kita berharap ada kerjasama strageis dengan PGSI dan KOBI. Ternyata dari One Pride, banyak yang disiplinnya dari gulat. Apalagi dalam pandemi sekarang eventnya jarang, jadi kalau bisa ditampilkan akan menjadi sarana pegulat untuk berprestasi,” harap Trimedya yang juga anggota DPR. “Rencanan adanya kerjasama PGSI dengan KOBI atau kerjasama setingkat lebih tinggi lainnya atau bisa juga dengan One Pride dan lain-lain, itu adalah sesuatu yang harus dilakukan. Apalagi banyak disilpin dari MMA adalah gulat, Semoga bisa sam-sama memajukan olahraga ini,” jelas Ardiansyah Bakrie. Sebelumnya, KOBI Amatir juga sudah mendapat dukungan dari Ketua Umum Wushu yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, lalu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga Ketua Umum PB Forki. DIketahui KOBI lahir sejak 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung, dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki 7 petarung putra dan 1 putri menyandang gelar juara nasional. Sejak tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir.

KONI Pusat Sambut Baik KOBI Amatir Jadi Anggota

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat menerima kedatangan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2020 malam.

Jakarta, KONI Pusat menyambut baik keinginan Komite Olahraga Beladiri Indonesia atau KOBI amatir menjadi anggota. “Cabang olahraga Mix Marital Art yang diwadahi KOBI, saat ini berkembang pesat. Kita harus punya atlet hebat dengan jejak rekord yang benar, yakni berawal dari atlet amatir. Kami menyambut dengan tangan terbuka, keinginan KOBI Amatir untuk jadi anggota KONI Pusat,” kata Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat menerima kedatangan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2020 malam. Dalam acara yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi itu Marciano di dampingi beberapa pengurus KONI Pusat lainnya seperti Ade Lukman (Sekjen), Herman Ago (Wakil Sekjen Bidang Usaha), Sadiq Algardi (Wakil Sekjen Bidang Olahraga Beladiri) serta Tirto (Wakil Ketua Bidang Humas). Sementara itu kedatangan KOBI dipimpin Ardiansyah Bakrie (Ketua Umum KOBI), Taufan E.Nugroho (Waketum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Waketum Bidang Media & PR), David Burke (Waketum Bidang Internasional), Fransino Tirta (Sekjen), Hari Rahardjo (Bendahara Umum). Pada kesempatan itu Ardiansyah Bakrie memperkenalkan lebih dalam sejarah sampai berkembangnya KOBI di Indonesia. KOBI lahir sejak 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung, dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki 7 petarung putra dan 1 putri menyandang gelar juara nasional. Ardi juga melaporkan, mulai tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir. “ Kami mengirim 5 petarung, saat IMMAF-WMMAA menggelar kejuaraan dunia di Bahrain tahun lalu,” kata Ardi. Selama 3 tahun ini KOBI tidak pernah putus menjalankan kejuaraan, sekurangnya sudah dipentaskan 36 event fight night, menghasilkan 145 episode program tv yang ditayangkan tvOne. Marciano memuji peran KOBI yang membantu perkembangan MMA di Indonesia. “Dengan kemajuan Mixed Martial ke depan, tidak tertutup kemungkinan MMA Indonesia bisa menjadi cabang Olimpiade. Karena begitu pesatnya kemajuan MMA di dunia dan di Indonesia. Saya gembira mendengar sudah ada 70 camp di Indonesia ini dan bisa juga mencetak kader-kader baru,” ujar Marciano Norman. Marciano mengatakan, saat ini sudah berjalan KOBI dengan para petarung profesional dan berharap KOBI amatir juga bisa lahir untuk membina atlet-atlet di berbagai daerah seluruh Indonesia. “Saya rasa untuk menjadi anggota KONI yang pertama harus ada organisasi MMA amatir. Karena kalau yang profesional sudah ada wadahnya tersendiri Yang sudah berjalan sekarang membawahi atlet profesional. Nanti mungkin bisa mengatur untuk yang amatir, yang secara organisasinya dibawah KONI,” ucap Marciano. Dalam kesempatan ini Ardi berterima kasih atas peran dan dukungan KONI yang mau membantu mengembangkan MMA di Indonesia. “Pertama terima kasih atas jamuannya. Ini kita punya misi dan visi yang sama mengembangkan olahraga dari usia dini dan ujungnya dapat membawa suatu kebanggaan bagi Indonesia,” papar Ardiansyah Bakrie yang melahirkan One Pride. Ardiansyah Bakrie yakin dengan adanya KOBI amatir dibawah KONI, olahraga MMA akan lebih berkembang lagi. “Saya yakin dengan dibawah KONI akan lebih banyak lagi kejuaraan amatir. Pembinaan juga lebih teratur lagi di berbagai daerah. Dengan banyaknya atlet, proses seleksi atlet KOBI dari daerah, nasional hingga mengirim atlet ke kejuaraan dunia akan lebih selektif lagi,” imbuh Ardiansyah Bakrie. Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman menambahkan salah satu syarat untuk menjadi anggota KONI Pusat adalah dengan adanya Pengurus Provinsi di 17 daerah. “Namun jika olahraganya unik, berkembang pesat dan juga popular akan ada kebijakan lain untuk bisa jadi anggota KONI lebih cepat,” tutup Ade.