Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026

Timnas Putri Indonesia.

Garuda Pertiwi mengakhiri perjalanan di Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan menempati posisi runner-up. Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-1 pada partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu 23 Agustus 2026 malam. Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23 melalui situasi bola mati. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung kompetitif hingga wasit meniup peluit panjang. Garuda Pertiwi mengawali pertandingan dengan keberanian untuk bermain terbuka. Kedua tim silih berganti membangun serangan, sebelum Thailand memperoleh sejumlah peluang di area pertahanan Indonesia. Garuda Pertiwi kemudian berusaha merespons dengan membangun serangan melalui sisi sayap dan kombinasi umpan dari lini belakang. Memasuki babak kedua, Garuda Pertiwi tampil lebih tenang dan meningkatkan intensitas penguasaan bola. Permainan umpan pendek menjadi salah satu cara untuk mencari celah di antara rapatnya pertahanan Thailand. Sejumlah peluang sempat tercipta, termasuk melalui tendangan bebas Nafeeza Ayasha Nori yang masih melewati mistar gawang. Garuda Pertiwi terus memberikan tekanan hingga menit-menit akhir, tetapi skor 0-1 tetap bertahan sampai pertandingan selesai. Meski belum berhasil meraih trofi juara, perjalanan Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian penting dari proses perkembangan para pemain muda. Turnamen ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif, menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, serta menguji kemampuan mereka dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.

Timnas U-16 Putri Tujuh Negara Siap Adu Kekuatan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan PSSI segera menyelenggarakan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8) hingga Minggu (23/8). Delapan Tim Nasional (timnas) U-16 putri dari tujuh negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri ini. Mereka ialah Indonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura dan Hong Kong, China. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran tujuh negara dalam ajang kompetitif ini menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan sepak bola putri di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Teddy berharap, turnamen tingkat internasional ini menjadi ajang pesepakbola putri belia mengukur kemampuan dan memetik pengalaman berharga menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari tiap negara. “Kami menyambut antusias para atlet dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Arab Saudi dan Yordania untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif di Kudus. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas agar setiap individu dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak dini hingga nantinya mereka memiliki bekal untuk melangkah ke level profesional. Dengan semangat juang tinggi, kami yakin akan tersaji pertandingan yang kompetitif dan menjadi inspirasi bagi pesepakbola putri muda untuk mengukir prestasi di masa mendatang,” ucap Teddy. Teddy menambahkan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, namun juga ruang untuk tumbuh bersama dalam ekosistem sepak bola putri di lingkup yang lebih luas. Dengan demikian, seluruh timnas putri U-16 yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional sesuai dengan standar penyelenggaraan tingkat internasional. “Kami ingin seluruh pemain, pelatih hingga tim official yang terlibat dalam turnamen internasional ini membawa pulang pengalaman positif. Bukan hanya karena kualitas pertandingan, tetapi juga standar penyelenggaran, fasilitas yang memadai serta keramahan dan budaya Kudus yang dirasakan sepanjang kompetisi ini berlangsung. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi kemenangan manis sekaligus memperkenalkan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” bilang Teddy. Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann: “Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan. Pada penyelenggaraanya, kami menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan yang terbaik serta fair play kepada semua tim. Pada turnamen ini, kami mencari pengalaman untuk pemain-pemain kami agar menjadi atlet yang tangguh sehingga timnas putri senior nantinya punya kualitas yang mumpuni.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa: “Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan yang terbaik. Pastinya bangga pada diri sendiri karena kembali memakai jersey Indonesia.” Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Putri Nusantara Takumi Taniguchi: “Kami sangat antusias bisa ikut dalam turnamen ini. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, para pemain telah bekerja sangat keras dan menjalani masa persiapan yang luar biasa. Kami memiliki rasa percaya diri dan akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Indonesia menerjunkan dua tim dalam kejuaraan ini, mengingat perkembangan sepak bola putri nasional sedang mengalami kemajuan pesat. Ajang ini menjadi sarana pembinaan pemain yang sangat efektif sekaligus pemanasan ideal menuju Kualifikasi AFC U-17.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary: “Saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia di turnamen ini. Alhamdulillah, persiapan tim berjalan lancar dan kami siap berikan yang terbaik di setiap pertandingan nanti.” Daftar nama skuad Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara 1. Garuda Pertiwi Goalkeepers: Alleana Ayu Arumy – Putri Tangsel City U-18 Alliya Khairun Nissa – Cipta Cendikia FA U-15 Elbian Defika Aryasatya – Goal Aksis U-15 Defenders: Raisya Novita Amalia – Mojang Priangan U-15 Jazlynn Kayla F. – Roket FC U-18 Yasmin Aprilianti – Cipta Cendikia FA U-15 Aulya Putri – Goal Aksis U-15 Shifana Rizka N. – Samba Persada Women U-18 Alika Nailah Arkana Oskar – Goal Aksis U-15 Febri Arum – Putri Tangsel City U-18 Midfielders: Nayla Aulianti – Mojang Priangan U-15 Anya Gabriella Chandra – Albion San Diego Rengganis Wijanarto – Putri JP Jakarta U-18 Della Citra Ayu Angggraeni – Spegaku Balistha U-15 Nafeeza Ayasha Nori – Mojang Priangan U-15 Kesya Arabela Manisya Niam – Arema FC Women U-15 Frederika Yikwa – SSB Mutiara Timur Lareina Ramira Savvy – Putri JP Jakarta U-18 Forwards: Diva Aulia Putri – Saswco Mojang U-18 Safa Amelia – Mojang Priangan U-18 Griselda Vivian Mariana – Samba Persada Women U-18 Jezlyn Kayla A. – Roket FC U-18 Ayla Dva Khala Ahisma – Cipta Cendikia FA U-15 Fadilla – Arema FC Women U-15 2. Putri Nusantara Goalkeepers: Naura Airish Qaisara Rifaldhi – Arema FC Women U-18 Naura Khalfani Hayfa – Akademi Persib Bandung U-15 Kyla Bethari Oliver – PSSI Provinsi Bali Defenders: Khansa Nisa Arrosid – Cipta Cendikia FA U-15 Kazumi Zalfa Arrrobi’ Nurlan – Goal Aksis U-15 Yafiqa Rahma Indrayani – Scorpion FC U-15 Racheyla Delpiula – Raga Negeri U-18 Ade Yasfa Rimba Winata – Putri Batang U-18 Aurellia Aninsya Tawaris – Putri JP Jakarta U-18 Amanda Fitriani – Goal Aksis U-15 Agisti Qori Rahmadani – Mojang Priangan U-15 Asyifa Sholawa Farizqi – Spegaku Balistha U-15 Midfielders: Indira Fatima – Goal Aksis U-15 Clarisya Putri Kurniawan Samba Persada Women U-15 Putri Neza Larasati – Samba Persada Women U-15 Lintang Anugrah Radisty – Arema FC Women U-15 Bilqis Fatima Az-Zahra – Goal Aksis U-15 Ghaida Mazaya – Cipta Cendikia FA U-15 Forwards: Oktavia Safara Putri – Arema FC Women U-18 Keyra Az-Zahra – Persib Bandung U-18 Latisha Safa Berliana – Scorpion FC U-15 Herdy Pahabol – SSB Mutiara Timur Dian Aprilia Pary – Goal Aksis U-15

MilkLife Soccer Challenge Bandung & Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 Juara Baru Bermunculan, Atmosfer Kompetisi Kian Panas

Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 - 2026 KU 12 antara SDN 036 Ujungberung berhasil mengalahkan SDN Citrasari yang berlangsung di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Minggu (1/2).

Bandung & Yogyakarta, 1 Februari 2026 – MilkLife Soccer Challenge Bandung & Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 sukses digelar dan melahirkan juara baru. SDN 035 Soka (KU 10) dan SDN 036 Ujungberung (KU 12) berhasil menyegel titel kampiun di Bandung. Sedangkan di Yogyakarta, SDN Nglarang (KU 10) sebagai tim debutan dan SD Muhammadiyah Sapen (KU 12) menjadi pemenang di Yogyakarta.  Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan lahirnya juara baru tak lepas dari hasil latihan intensif para pemain, baik itu di sekolah maupun SSB, serta motivasi untuk meraih capaian maksimal. Dengan begitu, kualitas mereka semakin berkembang dan suasana kompetitif sepanjang turnamen bergulir kian terasa. “Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya. Mereka sekarang juga sudah lebih paham posisi dan penguasaan bola. Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, juara tidak didominasi oleh satu tim saja,” ujar Timo. Pelatih berlisensi UEFA A Pro di Koeln Jerman sejak 2007 ini merasa cukup impresif dengan peningkatan performa peserta MLSC Bandung 2025 – 2026 yang dinilai memiliki prospek besar dalam segi kualitas. Hal itu membuatnya optimistis tim yang akan memperkuat All-Stars Bandung pada MLSC All-Stars 2025 – 2026 meraih hasil lebih baik dari tahun sebelumnya, yang hanya sampai pada fase grup. “Jika dilihat dari hasil MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026, All-Star Bandung nanti termasuk salah satu yang punya kans untuk juara. Tapi saya harus melihat terlebih dulu dan kumpulkan pemain-pemain yang kita pilih, kita bandingkan. Karena mereka di MLSC All-Stars sebelumnya bermain dengan pemain-pemain yang kurang bagus. Nanti kalau sudah dikumpulkan sama pemain yang lumayan bagus, kita pilih lagi,” ucap Timo.  Setelah dua seri MilkLife Soccer Challenge rampung digelar di seluruh kota penyelenggaraan, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yang mempertemukan talenta terbaik di setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.  Terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 diagendakan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara. Sementara itu, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai rangkaian MilkLife Soccer Challenge sangat penting untuk pembinaan dan pembibitan pesepakbola putri belia yang dimulai dari KU 8, KU 10, hingga KU 12. Menurutnya, turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini menjadi talent pool calon penggawa timnas putri di masa mendatang. “Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan. Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya. Kami melihat mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar bermain bola,” ujar Dian. Juara di Bandung & Yogyakarta Seperti diketahui, MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026 diikuti 2.154 siswi dari 94 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bandung dan sekitarnya. Sementara pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 sebanyak 1.548 peserta berasal dari 88 SD dan MI ambil bagian di turnamen tersebut. Pada final MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026, SDN 035 Soka berhasil menjadi juara KU 10 usai menumbangkan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dengan skor 2-0. Gol SDN 035 Soka berhasil diciptakan Mikhayla Putri Ferdiansyah (4’) dan Allya Khaira Rahman (14’) yang sekaligus memastikan timnya juara pertama kali di ajang tersebut. Pada KU 12, SDN 036 Ujungberung sukses mengalahkan SDN Citrasari melalui drama adu penalti 2-1 usai sepanjang pertandingan 2 x 15 menit berakhir tanpa gol. Hasil ini juga membuat SDN 036 Ujungberung menyabet titel kampiun untuk pertama kalinya di MilkLife Soccer Challenge Bandung.  Sementara pada final MLSC Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026, SDN Nglarang berhasil merebut gelar juara KU 10 usai mengandaskan SD Muhammadiyah Sapen dengan skor 4-2. Kemenangan SDN Ngelarang di pertandingan itu berkat dua gol yang diciptakan masing-masing oleh Danisa Anindya Nuha Zahira di menit 20 dan 29, serta Azra Alesha Qaireen Alkatiri pada menit 9 dan 30.  Sedangkan pada KU 12, SD Muhammadiyah Sapen berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Karangploso dengan skor tipis 3-2. Penyerang SD Muhammadiyah Sapen, Shima Putri Larasati berhasil menciptakan menciptakan hattrick di menit 6, 9, dan 19. Sedangkan SD Muhammadiyah Karangploso memperkecil skor lewat Nadia Shakila Azzahra pada 16 dan 21. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN 035 Soka  Runner-up : SDN 091 Cibeureum Kota Bandung Semifinalis : SDN 147 Citarip Barat & SDN 167 Mengger Girang Top Scorer : Naurah Fahir Nadia Tuzahra – SDN 188 Bandung Baru (32 gol) Best Player : Afiqa Putri Kania – SDN 091 Cibeureum Kota Bandung Best Goalkeeper : Aretha Hayfa Faranisa – SDN 035 Soka Fairplay Team : SDN 188 Bandung Baru Kategori Usia 12 Champion : SDN 036 Ujungberung Runner-up : SDN Citrasari Semifinalis : SDN 004 Cisarenten Kulon Top Scorer : Sandrina Rachelia Suprapto – SDN 043 Cimuncang (15 gol) Best Player : Putri Anggraeni Rahayu – SDN 004 Cisaranten Kulon  Best Goalkeeper : Kayla Adiva Dwi Putri – SDN 027 Cicadas Fairplay Team : SDN 021 Ciporeat   Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Juara                                    : SDN Nglarang  Runner-up                           : SD Muhammadiyah Sapen Semifinalis                           : SDN Giwangan B dan SD Tarakanita Bumijo I Top Scorer                           : Danisa Anindya Nuha Zahira (7) – SDN Nglarang  Best Player                          : Alisya Natalia Bandari (9) – … Read more

Jalani Pelatihan di Kudus, Pesepakbola Putri Usia Dini Indonesia Siap Tanding di JSSL Singapore 7’s

Tim MilkLife Shakers (U-12) dan HydroPlus Strikers (U-14) mengabadikan momen bersama usai menjalani sesi latihan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/4).

KUDUS, 11 April 2025 – Tim MilkLife Shakers (U-12) dan HydroPlus Strikers (U-14) menjalani pemusatan latihan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah mulai tanggal 6 hingga 14 April 2025 di bawah komando Timo Scheunemann. Sebanyak 24 atlet di dua tim tersebut merupakan pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge dari 8 kota yang diselenggarakan sepanjang 2024 lalu. Timo Scheunemann menyuguhkan sejumlah program pelatihan muai dari lari, bola pantul, passing, overlapping, one-two, stretching, ice bath, free kick, hingga pengetahuan seputar sistem pertandingan. Tak hanya itu, menariknya kedua tim tersebut juga ditantang bertanding dengan tim putra yang bertujuan untuk mengasah mental dan meningkatkan akselerasi para pemain. “Latihan seperti itu perlu agar pemain tahu tugasnya ketika di lapangan. Sebelum latihan terakhir, hari Sabtu (12/4) juga akan ada latihan segitiga atau seperti pertandingan trofeo dengan tim putra U-11. Waktu latihan sangat pendek, dan ini menjadi tantangan melatih dua tim sekaligus sebelum berangkat ke Singapura. Latihan terakhir Senin (14/4) dan akan berangkat ke Singapura pada esok harinya,” terangnya. Sebagai Head Coach MilkLife Shakers dan HydroPlus Strikers, Timo juga dibantu oleh jajaran pelatih, yaitu Asep Sunarya sebagai Head Coach Assistant, Maya Susmita selaku Asisten Pelatih U-12, Yayat Hidayat yang merupakan Asisten Pelatih U-14, serta Edi Supriyanto sebagai Manajer Tim. Ia mengaku harus meracik dua tim sekaligus secara maksimal, serta memadukan seluruh pemain dengan posisi terbaik agar tercipta komposisi terbaik di masing-masing tim. Meski baru pertama kali merumput di turnamen internasional, mereka akan menerapkan formasi menyerang. “Yang pasti kita mempersiapkan pola menyerang, tapi juga harus solid dan sistematis pertahanannya. Kemudian selama latihan juga kita benahi teknik skill individu, karena kalau latihan pola tapi misal umpan atau kontrol bolanya kurang pas, tentu saja susah latihan pola. Jadi hal-hal seperti itu kita perbaiki,” kata pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman pada 2007. Pada JSSL Singapore 7’s 2025 yang digadang sebagai turnamen terbesar di Asia ini, Timo menegaskan bahwa tidak ada beban target. Yang terpenting menurutnya, jajaran pelatih mengimbau agar para atlet dapat bermain semaksimal mungkin dan menikmati pertandingan. Di turnamen tersebut, ia ingin tahu sejauh mana kemampuan tim asuhannya dibandingkan dengan klub-klub negara lain. “Kedua, kita ingin tahu talenta yang kita miliki ini sebagus apa untuk proyeksi masa depannya. Kita ingin tahu kelebihan mereka itu seperti apa, dan apakah kualitasnya bisa diandalkan nggak untuk bibit-bibit masa depan. Jadi bebannya bukan menang atau juara, tetapi bagaimana kita bisa menjadikan mereka bintang besar,” tegasnya. Salah seorang pemain HydroPlus Strikers, Amanda Fitriani mengatakan, ia bersama rekan setim siap menjalankan intrusksi pelatih untuk tampil baik dan maksimal di tengah arena. Melalui serangkaian latihan intens, kekompakan dan kerjasama tim dinilai sudah cukup bagus. Amanda juga tidak khawatir meski harus menghadapi tim-tim dari negara lain, karena mentalnya sudah teruji lantaran rutin mengikuti turnamen dan latihan selama di sekolah sepak bola. “Saya sudah lebih dekat sama teman-teman, tidak canggung dan malu lagi karena sudah saling kenal. Kami siap mempersembahkan hasil terbaik di turnamen JSSL Singapore 7’s, dan berharap tim bisa keluar menjadi juara,” papar Amanda, pemain usia 13 tahun yang masih duduk di bangku SD 703 Pajagalan Bandung. Sementara pemain MilkLife Shakers, Rara Zenita Fatin juga mengaku tidak ada masalah dalam beradaptasi dengan rekan satu tim. Terkait program latihan sebelum berangkat ke JSSL Singapore 7’s, siswi SDUT Bumi Kartini Jepara mengatakan bahwa persiapannya sudah cukup matang. “Selama latihan saya mendapatkan banyak arahan dari pelatih, diminta bermain lebih tenang dan tidak terlalu memaksa. Juga diajari menjaga kondisi, teratur dalam beristirahat dan tidak makan sembarangan,” pungkas Rara yang berposisi sebagai striker di tim MilkLife Shakers. Sekilas tentang JSSL Singapore 7’s: JSSL Singapore 7’s adalah kompetisi sepak bola remaja premier Asia yang menampilkan talenta muda dari lebih 450 tim di 17 negara. Terdapat 11 kelompok usia laki-laki mulai dari U-7 sampai U-16 dan Pro Academy Boys U-16, serta empat kelompok usia perempuan U-10, U-12, U-14, U-16 dan Pro Academy Girls U-16. Setiap tim akan bertanding pada fase grup pada dari hari pertama hingga hari ketiga, lalu empat tim teratas di setiap grup akan lolos ke tahap Cup Knock Out atau fase gugur untuk memperebutkan trofi juara di hari terakhir. Selain dari Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Filipina, terdapat pula tim JSSL Singapore 7’s yang berasal dari China, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Kamboja, Taiwan, Jepang, hingga Australia.  Sedangkan untuk Pro Academy Girls U-16 juga diikuti oleh tim Persib Bandung (Indonesia), Sporting Lisbon (Portugal), Chonburi (Thailand), Urawa Reds (Jepang), JSSL FC (Singapura), serta Valencia CF dan Villarreal CF (Spanyol). Lalu Pro Academy Boys U-16 dihuni oleh tim BG Pathum (Thailand), Borussia Dortmund (Jerman), Melbourne City (Australia), Persib Bandung (Indonesia), Tottenham Hotspur (Inggris), serta Valencia CF dan Villarreal CF (Spanyol).

Pesepakbola Putri Usia Dini Indonesia Jalani Pelatihan di Kudus

Timo Scheunemann

Tim MilkLife Shakers (U-12) dan HydroPlus Strikers (U-14) menjalani pemusatan latihan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah mulai tanggal 6 hingga 14 April 2025 di bawah komando Timo Scheunemann. Sebanyak 24 atlet di dua tim tersebut merupakan pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge dari 8 kota yang diselenggarakan sepanjang 2024 lalu. Timo Scheunemann menyuguhkan sejumlah program pelatihan muai dari lari, bola pantul, passing, overlapping, one-two, stretching, ice bath, free kick, hingga pengetahuan seputar sistem pertandingan. Tak hanya itu, menariknya kedua tim tersebut juga ditantang bertanding dengan tim putra yang bertujuan untuk mengasah mental dan meningkatkan akselerasi para pemain. “Latihan seperti itu perlu agar pemain tahu tugasnya ketika di lapangan. Sebelum latihan terakhir, hari Sabtu (12/4) juga akan ada latihan segitiga atau seperti pertandingan trofeo dengan tim putra U-11. Waktu latihan sangat pendek, dan ini menjadi tantangan melatih dua tim sekaligus sebelum berangkat ke Singapura. Latihan terakhir Senin (14/4) dan akan berangkat ke Singapura pada esok harinya,” terangnya. Sebagai Head Coach MilkLife Shakers dan HydroPlus Strikers, Timo juga dibantu oleh jajaran pelatih, yaitu Asep Sunarya sebagai Head Coach Assistant, Maya Susmita selaku Asisten Pelatih U-12, Yayat Hidayat yang merupakan Asisten Pelatih U-14, serta Edi Supriyanto sebagai Manajer Tim. Ia mengaku harus meracik dua tim sekaligus secara maksimal, serta memadukan seluruh pemain dengan posisi terbaik agar tercipta komposisi terbaik di masing-masing tim. Meski baru pertama kali merumput di turnamen internasional, mereka akan menerapkan formasi menyerang. “Yang pasti kita mempersiapkan pola menyerang, tapi juga harus solid dan sistematis pertahanannya. Kemudian selama latihan juga kita benahi teknik skill individu, karena kalau latihan pola tapi misal umpan atau kontrol bolanya kurang pas, tentu saja susah latihan pola. Jadi hal-hal seperti itu kita perbaiki,” kata pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman pada 2007. Pada JSSL Singapore 7’s 2025 yang digadang sebagai turnamen terbesar di Asia ini, Timo menegaskan bahwa tidak ada beban target. Yang terpenting menurutnya, jajaran pelatih mengimbau agar para atlet dapat bermain semaksimal mungkin dan menikmati pertandingan. Di turnamen tersebut, ia ingin tahu sejauh mana kemampuan tim asuhannya dibandingkan dengan klub-klub negara lain. “Kedua, kita ingin tahu talenta yang kita miliki ini sebagus apa untuk proyeksi masa depannya. Kita ingin tahu kelebihan mereka itu seperti apa, dan apakah kualitasnya bisa diandalkan nggak untuk bibit-bibit masa depan. Jadi bebannya bukan menang atau juara, tetapi bagaimana kita bisa menjadikan mereka bintang besar,” tegasnya. Salah seorang pemain HydroPlus Strikers, Amanda Fitriani mengatakan, ia bersama rekan setim siap menjalankan intrusksi pelatih untuk tampil baik dan maksimal di tengah arena. Melalui serangkaian latihan intens, kekompakan dan kerjasama tim dinilai sudah cukup bagus. Amanda juga tidak khawatir meski harus menghadapi tim-tim dari negara lain, karena mentalnya sudah teruji lantaran rutin mengikuti turnamen dan latihan selama di sekolah sepak bola. “Saya sudah lebih dekat sama teman-teman, tidak canggung dan malu lagi karena sudah saling kenal. Kami siap mempersembahkan hasil terbaik di turnamen JSSL Singapore 7’s, dan berharap tim bisa keluar menjadi juara,” papar Amanda, pemain usia 13 tahun yang masih duduk di bangku SD 703 Pajagalan Bandung. Sementara pemain MilkLife Shakers, Rara Zenita Fatin juga mengaku tidak ada masalah dalam beradaptasi dengan rekan satu tim. Terkait program latihan sebelum berangkat ke JSSL Singapore 7’s, siswi SDUT Bumi Kartini Jepara mengatakan bahwa persiapannya sudah cukup matang. “Selama latihan saya mendapatkan banyak arahan dari pelatih, diminta bermain lebih tenang dan tidak terlalu memaksa. Juga diajari menjaga kondisi, teratur dalam beristirahat dan tidak makan sembarangan,” pungkas Rara yang berposisi sebagai striker di tim MilkLife Shakers. Sumber: Medcom