Terapkan Passing Cepat dan Pertahanan Ketat, GMC Cirebon Raih Kemenangan Pertama Atas Tenaga Baru Pontianak 66-63

Shooting Guard GMC Cirebon, Bella Sthefani (6/putih), sukses mencetak 12 poin dan membantu timnya meraih kemenangan pertama, melawan tim Tenaga Baru Pontianak, dengan skor 66-63, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada Kamis (29/11). (Srikandi Cup)

Denpasar- GMC Cirebon berhasil meraih kemenangan perdananya di seri pertama Srikandi Cup musim 2018-2019, di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Kamis (29/11). Menghadapi perlawanan Tenaga Baru Pontianak, tim Kota Udang itu menang dengan skor 66-63. Jalannya pertandingan berlangsung ketat hingga empat kuarter. Tenaga Baru yang bermaterikan pemain berpengalaman, harus meladeni GMC yang menerapkan pola permainan ala Korea, yakni bermain dengan passing bola yang cepat, dan melakukan pertahanan yang ketat dari area wilayah lawan. Kekalahan di laga pertama dari Scorpio Jakarta, jadi bahan evaluasi pelatih GMC asal Korea, Tae Hi Han, di pertandingan selanjutnya. Pembenahan terutama free throw, bola rebound serta pertahanan. Disisi lain, Tenaga Baru yang bertumpu kepada kapten tim Fanny Kalumata, sebenarnya tampil cemerlang di game ini. Bahkan Fanny yang identik dan piawai dengan gerakan euro step-nya, beberapa kali dengan mudahnya mengumpulkan pundi-pundi angkanya. Ia juga hampir mencetak double-double. Dan, satu rebound lagi hampir mengantarkan pemain bernomor punggung 17 itu mencatatkan rekor raihan double-double. Sayang, Fanny hanya mampu mengemas 9 rebound saja, mengiringi total 20 poin yang dicetak pada pertandingan ini. Pertandingan kedua tim sesungguhnya berjalan dengan ketat mulai dari kuarter pertama hingga kuarter akhir berlangsung. Tenaga Baru bahkan unggul di 10 menit pertama dengan skor 18-16. Hingga akhirnya, GMC mengimbangi kedudukan menutup jeda half time, dengan skor 27-27. Kedua tim kembali saling kejar mengejar angka pada kuarter ketiga. Meski akhirnya Tenaga Baru yang unggul 46-44. Drama pun terjadi di kuarter keempat. Dimulai dari dua kali tembakan tiga angka pemain Tenaga Baru, Fergie Kawengian, yang bisa mengejar defisit enam angka dan mengubah skor 59-59. Hampir saja pertandingan diprediksi akan berjalan dengan waktu tambahan. Namun, hal itu batal terjadi. Tembakan tiga angka skuat GMC bernomor punggung 6 yakni Bella Sthefani, berhasil masuk, disisa 17 detik waktu usai. Skor lalu berubah 66-63, dan GMC memastikan meraih kemenangan di laga ini. Dua pemain GMC, yakni Bella dan Deniece Adriana Gunarto, sama-sama mencetak 12 angka pada pertandingan ini. “Setelah kalah dari Scorpio, pelatih mengevaluasi kinerja kami dalam hal free throw, rebound dan cara bertahan. Dan hari ini, kami menang dan bisa bermain lebih baik dari game sebelumnya,” ujar Christie Apriyani Rumambi, Kapten Tim GMC yang musim lalu bermain untuk tim Merah Putih Jakarta usai laga, pada Kamis (29/11). Sedangkan Irma Amelya, juru ramu Tenaga Baru, mengungkapkan anak didiknya sebenarnya bermain sangat baik pada pertandingan ini. “Mungkin dewi fortuna belum berpihak kepada kami. Pemain kami juga belum komplit, tapi cepat atau lambat, kami pasti meraih kemenangan,” ungkap Irma. Selanjutnya, Tenaga Baru Pontianak akan menghadapi pemuncak klasemen Tanago Friesian Jakarta, pada Jumat (30/11), sedangkan tim GMC Cirebon bakal berhadapan dengan Sahabat Semarang. (Adt)

Ribuan Atlet Ramaikan Indonesia Open Aquatic 2018, Ajang Promosi dan Degradasi Pelatnas SEA Games 2019

Harlin E. Rahardjo (kedua dari kiri), menyebut '2nd Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2018 menjadi ajang promosi dan degradasi atlet Pelatnas SEA Games 2019 Filipina. Ajang ini diikuti ribuan perenang Indonesia dan terdapat perenang asing. (Adt/NYSN)

Jakarta- Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) akan menggelar kejuaraan bertajuk ‘2nd Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2018’, di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 1-9 Desember 2018. Kejuaraan akuatik bertaraf internasional itu sekaligus menjadi ajang promosi dan degradasi atlet Pelatnas SEA Games 2019 Filipina. Event ini akan melombakan empat cabang olahraga, yakni renang (1-5 Desember), polo air (1-6 Desember), renang artistik (7-9 Desember), loncat indah (6-9 Desember). “IOCA kali ini menjadi penyelenggaraan kedua. Dan, kali ini ada peserta asing yang hadir menyemarakkan kompetisi ini. Kejuaraan ini juga menjadi ajang promosi dan degradasi sekaligus pembentukan tim Pelatnas SEA Games 2019,” ujar Harlin E. Rahardjo, Wakil Ketua Umum PB PRSI, di Jakarta, pada Kamis (29/11). Di cabang renang akan diikuti sekitar 1.100 perenang, termasuk perenang Pelatnas yang dipersiapkan menuju SEA Games 2019 Filipina. Selain cabor reguler, adapula renang masters (9 Desember). Dan, kompetisi ini tetap mengikuti ketentuan atau format KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia). Ketentuan itu yakni para perenang Indonesia akan membela klub masing-masing untuk memperebutkan predikat gelar klub terbaik di Indonesia. PRSI menyempurnakan format IOCA 2018 yaitu penyelengaraan dengan menggunakan format penyisihan sesi pagi dan sesi final pada sore hari. Sesi pagi hari, hanya perenang lokal yang berlaga, untuk meraih medali dan poin untuk klub masing-masing guna berebut predikat Klub Terbaik KRAPSI 2018. Sedangkan perenang Indonesia dan asing yang masuk 16 besar pada nomor masing-masing, akan meraih tempat pada babak grand final Indonesia Open, pada sesi sore hari. “Format dengan seri dan final ini harus dilaksanakan sejak dini bagi perenang muda. Karena di ajang multievent seperti SEA Games dan lainnya, konsep seri dan final itulah yang dipertandingkan. Jadi mereka harus membiasakan diri,” lanjutnya. Harlin berharap rekor nasional (rekornas) akan banyak terpecahkan di ajang IOCA 2018. Sebab, ungkapnya, semua perenang pemilik rekornas akan tampil di ajang ini. “Seperti Siman (Sudartawa) yang memegang rekornas nomor 50 dan 100 meter gaya punggung. Dia juga masih memiliki kesempatan untuk memecahkan rekornas atas namanya sendiri,” tambahnya. “Lalu perenang muda, Azzahra Permatahani, sebagai pemegang rekornas nomor 200 meter gaya ganti. Kalau dia mempertajam waktunya, maka bisa memecahkan rekornas. Juga, Adinda Larasati. Tahun lalu penampilannya sangat superior dengan memecahkan tiga rekornas. Jadi kemungkinan banyak rekornas pecah di IOAC 2018 ini,” jelas Harlin. Hal senada dikatakan Wisnu Wardhana, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB PRSI. Menurut Wisnu, IOCA menjadi ajang pembentukan sekaligus evaluasi Pelatnas SEA Games 2019 Filipina. “Usai Asian Games 2018, hasilnya kami evaluasi. Kami ingin kesiapan para atlet nanti teruji di IOAC ini. Dimana atlet nasional ini bukan sebatas like and dislike, tapi berdasarkan catatan waktu yang dilihat serta kemampuannya seobyektif mungkin yang akan kami nilai,” tegasnya. Ia berharap gelaran IOAC dapat berlangsung secara berkelanjutan dan konsisten sebagai bagian dari proses pembinaan. “Secara pembinaan kami ingin cabang akuatik menjadi primadona atau bisa diunggulkan di penyelenggaraan multievent,” tukas Wisnu. (Adt)

Hasil Drawing Babak 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16, Persija dan Persib Beda Grup

Babak 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16, tim Persija Jakarta U-16 (oranye) akhirnya bergabung dalam Grup X, yang akan tampil di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Event ini akan bergulir 1-4 Desember di dua stadion yakni Stadion 17 Mei dan Stadion Demang Lehman. (Persija.co)

Jakarta- Kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 memasuki babak 8 besar. Delapan tim terbaik yang lolos ke babak tersebut yaitu Barito Putera, Persija Jakarta, Pusamania Borneo FC, dan Persebaya Surabaya. Kemudian PS Tira, PSMS Medan, Bali United, dan Persib Bandung. Di babak 8 besar, kompetisi digelar dengan sistem home tournament. Dua kota yang dipilih sebagai tuan rumah adalah Banjarmasin (Grup X) dan Bali (Grup Y). Klub-klub yang tergabung di Grup X di antaranya adalah Barito Putera, Persija, Borneo FC, dan Persebaya. Sementara Bali United, PS Tira, PSMS, dan Persib akan bersaing di Grup Y. Nantinya jika sesuai jadwal, partai semifinal dan final akan berlangsung 8 dan 9 Desember mendatang di Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan fase delapan besar akan mulai berlangsung 1-4 Desember. Dengan partai pembuka Grup X, yang mempertemukan Persija melawan Borneo FC, dan PS Tira menghadapi PSMS di Grup Y. Untuk lokasi pertandingan, Grup X akan menggunakan dua stadion yaitu Stadion 17 Mei dan Demang Lehman. Sementara Grup Y, akan memakai Stadion Kapten I Wayan Dipta dan Lapangan Pecatu. Elite Pro Academy Liga 1 U-16 telah digulirkan pada 15 September lalu. Sebanyak 18 tim yang terbagi dalam tiga grup, berkompetisi dengan sistem kandang-tandang, dengan masing-masing dua pertandingan dengan durasi 2 x 30 menit, melawan tim yang sama. Diharapkan Elite Pro Academy sebagai salah-satu jenjang pembinaan usia muda dapat menjadi sumber pemain klub atau tim nasional masa mendatang. Seperti yang diutarakan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Danurwindo, yang menganggap tim-tim bermain dengan baik selama penyelenggaraan dan para pemain memiliki potensi untuk masa depan tim nasional. Ia antusias dengan hasil drawing 8 besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Mantan Pelatih Timnas Primavera ini optimistis kompetisi ini akan menghasilkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan Timnas Indonesia. “Babak delapan besar bakal menyajikan pertandingan yang ketat dan menarik pastinya. Selama babak penyisihan, kami lihat tim-tim bermain sangat bagus dan pemain punya potensi untuk masa depan Timnas Indonesia,” pungkas Danur. (Art) Hasil Undian 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018: Grup X Venue : Banjarmasin, Kalimantan Selatan Stadion 17 Mei Stadion Demang Lehman Peserta : Barito Putera U-16 Persija Jakarta U-16 Pusamania Borneo FC U-16 Persebaya Surabaya U-16 Grup Y Venue : Denpasar, Bali Stadion Kapten I Wayan Dipta Stadion Lapangan Pecatu Peserta : PS Tira U-16 PSMS Medan U-16 Bali United U-16 Persib Bandung U-16

Siswi SMPN 2 Bandung Sumbang Emas di Kejurnas Menembak, Umur 8 Tahun Sudah Pegang Senjata

Sebanyak 405 atlet dari 26 Provinsi di Indonesia, tampil dalam Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018, di Lapangan Tembak, Jakarta dari 23-28 November. Salah satunya siswi SMPN 2 Bandung yang masih berusia 12 tahun, Lana Nathania Fatima. (tribunnews.com)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB Perbakin) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak antar Pengprov 2018, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta dari 23-28 November 2018. Sebanyak 405 atlet yang telah terverifikasi dari 26 Provinsi di Indonesia, turut serta dalam ajang ini. Satu diantaranya, penembak muda asal Pengprov Jawa Barat, Lana Nathania Fatima. Lana yang masih berusia 12 tahun ini mengaku senang mengikuti kejurnas ini. Menurutnya, ajang ini bisa membuat mental bertandingnya lebih meningkat. “Perasaannya senang banget, kan namanya juga kejuaraan nasional. kalau dilihat seumur aku, dengan hasil nilai yang cukup lumayan bisa ngalahin senior lainnya itu cukup bangga,” kata Lana, di Lapangan menembak, Jakarta, Selasa (27/11). “Menurut aku, ajang ini sangat bagus melatih mental, karena bersaing dengan senior-senior yang lebih bagus, lebih banyak pengalaman,” sambungnya. Dalam kejurnas ini, gadis kelahiran Bandung, 26 Agustus 2006 ini, masuk ke dalam kategori youth, yakni kelas bagi para penembak di bawah 18 tahun. Hingga hari kelima, Lana sudah menyumbang satu medali emas pada nomor 10m Air Rifle Women Youth. Atas torehan itu pun, Lana berkeinginan untuk bisa membela Indonesia di ajang SEA Games 2019 yang akan dihelat di Filipina dan PON 2020 di Papua. “Pasti dong mau main (SEA Games 2019), makanya latihannya lebih tekun lagi, biar skornya bisa mencukupi biar bisa ikutan. Skor aku terkakhir 622,” ujarnya. Kesempatan Lana untuk memperkuat Indoensia di ajang SEA Games 2019 sangat terbuka, karena di SEA Games nanti tak ada aturan khusus mengenai pembatasan usia. Hal itu pun dijelaskan oleh Henry Oka, Komisi Perwasitan Perbakin. “Kalau di menembak itu ada tiga kelas. Youth itu di bawah 18 tahun, junior di bawah 21 tahu dan seniornya bebas di atas 21 tahun. Dan kebetulan di SEA Games 2019, tidak ada batasan umur jadi mereka bisa main di nomor senior,” jelas Henry. Usai bertanding, Lana juga menceritakan bagaimana awal mulanya ia mengenal olahraga ekstrem ini. “Awalnya aku kenal menembak itu dari papa, saat umur 8 tahun. Waktu itu papa lagi ikut event tembak, nah di situ nyobain karena dibolehin,” cerita siswi SMPN 2 Bandung ini. “Pertama nyobain itu pistol. Seminggu dua minggu kayaknya tak ada kemajuan. Lalu dipindah ke senapan, di senapan itu ada kemajuannya, sampai sekarang ini,” lanjutnya. Satu tahun yang lalu, ia mulai memfokuskan dirinya untuk terjun di olahraga menembak. Berkat kegigihannya, ia berhasil mendulang sejumlah prestasi. Prestasi yang sudah ia raih di antaranya meraih medali emas Mix Team Air Rifle Match 10 meter Youth Women Kejurnas Gubernur Kalsel 2018, dan medali perak Individual Air Rifle Match 10 meter Youth Women Kejurnas Gubernur Kalsel. Lalu, perak Team Air Rifle Match 10 meter Youth Women Kejurnas Sriwijaya Open 2018. Bahkan, khusus untuk di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Antar Pengurus Provinsi 2018 yang diadakan di Jakarta ini, Lana dinobatkan sebagi petembak termuda. (Adt)

Superior di Paruh Kedua, Tanago Friesian Jakarta Hempaskan Flying Wheel Makassar 79-50

Hasil dua kemenangan yang didapat terakhir melawan Flying Wheel Makassar, dengan skor akhir 79-50, pada pertandingan Rabu (28/11), membuat Tanago Friesian Jakarta (ungu) berada di puncak klasemen sementara Srikandi Cup musim 2018/2019. (Srikandi Cup)

Denpasar- Memainkan laga kedua, Tanago Friesian Jakarta sukses meraih kemenangan pada lanjutan Srikandi Cup musim 2018/2019 seri pertama. Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Rabu (28/11), kali ini yang menjadi korban keperkasaan Tanago adalah Flying Wheel Makassar. Tim ibukota itu menang dengan skor 79-50. Pilar Tanago, Christine Tjundawan mencetak 20 poin. Diikuti Tiara Aulia Denaya dengan 17 poin, dan Fransisca Inge Halim menyumbang 12 poin. Sedangkan di tim Flying Wheel, pemain yang mencetak poin terbesar adalah Jumriyah HL dengan 17 poin, kemudian Virza Rozaku dengan torehan 11 poin. Pada laga itu, Tanago mendapatkan perlawanan sengit di kuarter pertama, akibat starting five mereka mengalami kebuntuan dalam memaksimalkan setiap kesempatan guna memundi angka. Beruntung, Fransisca Inge Halim dan Christine Tjundawan yang muncul dari bangku cadangan bisa menggabungkan sembilan poin. Tanago unggul 15-13 di kuarter pertama. Di kuarter kedua, justru Flying Wheel tampil percaya diri. Dua three point jump shot dari Jumriah HL, membawa Flying Wheel mampu memangkas defisit angka menjadi 25-29. Jumriah sendiri sudah mencetak 12 di poin di half time. Pada partai ini, Jumriah seolah menjelma jadi momok menakutkan bagi pertahanan Tanago. Lalu Tanago melesat di pertengahan kuarter ketiga. Keunggulan 14-4, menjauhkan Tanago dari kejaran Flying Wheel dengan skor 43-29. Eddy Winarso, Arsitek Flying Wheel, bahkan langsung meminta time-out mengatur strategi. Hasilnya sangat efektif. Flying Wheel mencetak dua three point shot, dan mengejar 35-47. Namun, setelah itu Tanago justru menjauh dari lawan. Mereka bisa unggul 56-41 di akhir kuarter ketiga. Christine Tjundawan yang mencetak empat poin di dua kuarter awal, mampu ‘meledak’ dengan torehan 20 poin hingga kuarter ketiga. “Anak-anak terlalu terburu-buru dalam bermain. Saya sudah bilang untuk tidak buru-buru saat menyerang. Cepat bukan berarti berlari, tapi aliran bolanya yang seharusnya bisa lebih cepat. Mereka juga ikut irama permainan lawan,” ujar Eddy, usai laga pada Rabu (28/11). Di kuarter keempat, Tanago dengan mudah bisa ‘membunuh’ Flying Wheel yang kehilangan fokus dalam bermain. Tanago mampu membukukan 23 poin, sementara Flying Wheel hanya mencetak sembilan poin. Sementara itu, Abrizalt Hasiholan, Juru Racik Tanago Friesian, mengungkapkan game plan tak berjalan di kuarter satu dan dua. “Menghadapi Flying Wheel itu agak sulit karena mereka tampil all-out. Tapi saya lihat mereka lebih suka penetrasi, jadi di kuarter ketiga saya tutup jalur penetrasinya dan saya ubah penjagaan menjadi zone defense. Mereka akhirnya tidak bisa membaca permainan saya. Pemain sejauh ini sudah bermain dengan baik,” jelas Abrizalt. Dengan hasil dua kemenangan, membuat Tanago Friesian nyaman berada di puncak klasemen sementara Srikandi Cup musim 2018/2019. Tim kebanggan warga Jakarta itu akan kembali bertanding pada Jumat (30/11), menghadapi Tenaga Baru Pontianak. (Adt)

Proliga 2019 Siap Dihelat di Yogyakarta, Tim Debutan Jakarta Garuda Andalkan Skuat 20 Tahunan

Hanny S. Surkatty, Direktur Proliga (tengah), bersama perwakilan sponsor pada acara preskon kick-off Proliga 2019, di Kantor PBVSI, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Proliga musim 2019 siap dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Amongrogo, Yogyakarta, pada 7-9 Desember 2018. Terdapat enam tim putra dan lima tim putri yang akan meramaikan persaingan kompetisi kasta tertinggi bola voli Tanah Air itu. Tim putra yaitu Surabaya Bhayangkara Samator, Palembang Bank SumselBabel, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Jakarta Garuda, dan Sidoarjo Aneka Gas Industri. Sedangkan tim putri yaitu Jakarta Pertamina Energi, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Bandung Bank bjb Pakuan, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Elektrik PLN. Selain Kota Yogyakarta, pelaksanaan Proliga 2019 akan melewati tujuh kota lainnya. Diantaranya di GOR Tridharma Gresik-Jawa Timur (14-16 Desember 2018), GOR C’Tra Arena Bandung-Jawa Barat (21-23 Desember 2018). Ini untuk putaran pertama. Kemudian berlanjut dengan putaran kedua, di Gedung PSCC Palembang-Sumatera Selatan (11-13 Januari 2019), GOR Bulutangkis Pekanbaru-Riau (18-20 Januari 2019), dan GOR Sritex Arena Solo-Jawa Tengah (25-27 Januari 2019). Dan dilanjutkan dengan Final Four pertama di GOR Joyoboyo Kediri-Jawa Timur (8-10 Februari 2019). Lalu, edisi Final Four kedua di GOR Ken Arok Malang-Jawa Timur (15-17 Februari 2019), serta ditutup Grand Final di GOR Amongrogo (23 dan 24 Februari 2019). Hanny S. Surkatty, Direktur Proliga, mengatakan jika babak Grand Final Proliga musim lalu hanya digelar satu hari, maka Proliga 2019 akan diselenggarakan babak Grand Final selama 2 hari, yaitu pada 23-24 Februari 2019. “Pelaksanaan final yang biasanya berlangsung hari Minggu, untuk perebutan juara putra dan putri. Maka kali ini final putri berlangsung pada hari Sabtu dan final putra dilaksanakan pada hari Minggu,” ujar Hanny, di Kantor Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/11). “Selain itu, perebutan peringkat ketiga dan keempat yang tadinya diperebutkan saat laga final four, kini dilangsungkan pada grand final dimana putri pada Sabtu dan putra pada Minggu,” lanjutnya. Dipilihnya Yogyakarta sebagai laga pembuka dan penutup Proliga 2019, diungkapkan Hanny, karena animo masyarakat Kota Gudeg itu sangat besar. Selain itu, kapasitas GOR Amongrogo yang mampu menampung 7 ribu penonton. “Ini kapasitas terbesar di Indonesia. Sama seperti di Istora, setelah direnovasi. Sebenarnya ada venue lainnya yang dapat menampung jumlah penonton yang besar yaitu di GOR Jatidiri Semarang malah bisa sampai 10 ribu penonton. Tapi sudah tiga tahun direnovasi belum selesai direnovasi sampai sekarang,” tambah Hanny. “Kenapa kami tidak di Jakarta? Selain penonton di Yogyakarta besar, juga soal dana operasional. Di Jakarta, biaya sewa gedungnya mahal, bisa 20 kali lipat dari harga sewa di Yogyakarta. Biaya sebesar itu lebih baik untuk pembinaan,” terang pria yang juga Ketua III Bidang Pertandingan dan Kompetisi PP (Pengurus Pusat) PBVSI itu. Sementara itu, pada Proliga 2019 ini terdapat tim debutan yang akan memanaskan persaingan, yakni tim putra Jakarta Garuda dan Sidoarjo Aneka Gas Industri. Pada Proliga 2019, Jakarta Garuda tak memasang target muluk. Sebab, tim yang diarsiteki Eko Waluyo itu, hampir seluruhnya dihuni pemain junior. “Persiapan kami sejak awal November, dan sudah 75 persen. Karena pemain junior, maka target juga tidak muluk. Dan, kami akan lihat penampilan mereka diputaran pertama sebagai bahan evaluasi,” tutur Eko. Menurut Eko, anak didiknya itu rata-rata masih berusia 20 tahun, dan mereka diambil dari seluruh pelosok Nusantara. “Sebagai persiapan menghadapi Proliga 2019, kami sudah melakukan latih tanding dengan tim Divisi Satu, yakni tim Mabes TNI Jakarta, kami kalah 2-3. Saya harapkan pemain-pemain junior ini bisa tampil maksimal di kompetisi nanti,” tukas Eko. (Adt)

Samantha Edithso, Pecatur 10 Tahun Yang Punya Dua Titel Juara Dunia

Dunia olahraga Tanah Air boleh berbangga dengan pecatur cilik asal Bandung, Samantha Edithso (kiri), yang sukses meraih gelar juara dunia di Spanyol. Ia jadi juara usai mengalahkan pecatur Rusia, Alexandra Shvedova (kanan), dalam partai berdurasi lima jam. (kumparan.com)

Jakarta- Dunia olahraga Tanah Air boleh berbangga setelah pecatur cilik asal Bandung, Samantha Edithso, meraih gelar juara di Spanyol. Gadis cilik 10 tahun ini meraih gelar dunia catur klasik (cadet chess) di World Cadets Chess Championships 2018 U-10, di Santiago de Compostela, Galicia, Spanyol, 3-16 November 2018. Samantha meraih gelar usai mengalahkan pecatur Rusia, Alexandra Shvedova. Dia tak mendapatkan kemenangan dengan mudah, karena harus melakoni pertarungan berdurasi lima jam. Sebagai ilustrasi, di event ini, Shedova adalah pecatur yang belum terkalahkan dalam 10 babak pertandingan, hingga bertemu Samantha. Samantha akhirnya menang setelah 84 langkah. Kemenangan atas Shvedova membuat elo rating Samantha lebih tinggi di antara pecatur lain di usianya. Kini, bocah kelahiran Jakarta, 17 Februari 2008, sudah mengantongi 1.879 poin. Adapun, pada 2016 dia pernah mengantongi 2.301 poin. Saat ini Samantha menyandang gelar Women Fide Master (WFM). Itu juga tak lepas dari raihan gelar pertama tahun ini, yang ia menangkan di Kejuaraan Dunia Catur Cepat G10 alias FIDE World Championship 2018 U-10, yang digelar di Minsk, Belarusia, Juli 2018 lalu. Di balik pesta juara di hari penutupan turnamen di Spanyol itu, ada kepercayaan diri Samantha yang sukses mengantarkannya menjadi pecatur terbaik kategori umur di bawah 10 tahun. Menurut So Siau Sian, sang ibu yang menemani di Spanyol, Samantha sudah bertanya kepada pengurus Percasi soal bendera ‘Merah-Putih’ sebelum 11 babak dirampungkannya. “Sebelum mulai babak sembilan, Samantha sudah tanya ke pengurus, ‘Bawa bendera enggak’?,” tiru So dilansir kumparanSPORT, Jumat (23/11). Pada akhirnya, Samantha kalah di babak tersebut dari rival asal China, Zhou Yafei. Itu bukan yang kekalahan Samantha yang pertama, karena sebelumnya, dia juga kalah di babak empat. Emosi, begitu So menyebut faktor kekalahan dua kali Samantha di sana. “Kalah itu bukan karena teknik, tapi emosi. Terganggu karena temannya (lawan) tidak bisa diam, badan ke depan ke belakang, akhirnya Samantha emosi ingin cepat-cepat selesai,” tuturnya. Di babak 11 sekaligus penentuan, Samantha mengalahkan unggulan klasemen, Shvedova, yang berakhir menjadi runner-up. Dan akhirnya, permintaan Samantha untuk menyediakan sang ‘Merah-Putih’ betul-betul bukan bualan semata,malah menjadi ‘aksesori’ yang menyempurnakan podium sang pecatur muda. “Saat ini Samantha elo ratingnya paling tinggi diantara pecatur seusianya. Sekarang mengantongi 1.879 poin, dulu pada 2016 Samantha pernah mengantongi 2.031 poin,” ujar sang ayah, Larry Edith,. Larry berharap, dengan raihan tersebut Samantha memiliki target untuk menjadi grand master muda wanita pertama asal Indonesia. Samantha memiliki target pada usia 12 atau 13 tahun, sudah bisa memengantungi gelar grand master wanita. Harapannya, dengan seluruh pencapaian itu, Samantha bisa berburu gelar IM (Internasional masters) guna meraih grand master wanita. Prestasi Samantha seolah melanjutkan estafet para seniornya sejak Utut Adianto, Susanto Megaranto, hingga Irene Kharisma Sukandar. “Sekarang Samantha bergelar Women Fide Master (WFM), tahun depan semoga IM (internasional master). Untuk bisa meraih gelar GM wanita tentunya Samantha hanya bertanding di turnamen yang ada elo ratingnya. Target selanjutnya bertanding di Penang dan Johor Malaysia,” ujarnya. (Adt)

Dua Bocah 15 Tahun Asal Indonesia, Diam-diam Berhasil Tembus Skuat CD Leganes U-16

Dua pesepakbola muda Indonesia yang tergabung dalam tim Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI), Andrian Rusdianto (kiri) dan Syukran Arabia Samual, bakal bergabung bersama klub liga Spanyol dari pinggiran kota Madrid, CD Leganes U-16. (bolalob.com)

Jakarta- Dua pesepak bola muda Indonesia dikabarkan menembus ke skuat klub Liga Spanyol dari pinggiran kota Madrid, CD Leganes. Kedua pemain itu adalah Syukran Arabia Samual dan Ahmad Rusdianto. Kabar gembira diungkapkan oleh Syukran, saat kembali ke Indonesia, pada Senin (26/11). Keduanya kembali ke Indonesia, memenuhi panggilan Timnas U-16 pelajar yang akan berkompetisi di Piala Asia Pelajar 2018, di Bali, 1-10 Desember nanti. Syukran mengaku senang, bisa bergabung dengan salah satu debutan klub Liga Spanyol itu. “Alhamdulillah banget saya bisa masuk dalam skuat U-16 Leganes. Itu jadi kebanggan tersendiri. Saya tertantang mengasah ilmu disana. Leganes itu menurut saya klub bagus di Spanyol dan kita di sana juga tidak main-main,” kata Syukran, seperti dikutip dari Kompas TV. Chairman Sekolah Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI), Dani Septian Iskandar, juga mengaku bersyukur Syukran dan Andrian bisa masuk ke tim inti U-16 CD Leganes, sejak tiga pekan lalu. Sebelumnya, kedua pemain itu harus melakukan seleksi, sebelum bergabung dengan tim U-16 CD Leganes. “Sekarang mereka masuk ke Leganes, bahkan mungkin sudah dapat seragamnya juga. Lumayanlah perkembangannya sudah mulai bagus, dan satu bulan setengah ini grafik (peforma)nya bagus, selama mereka di sana,” ungkap Dani menambahkan. Dani mengungkapkan, Syukran dan Andrian berhasil menyisihkan banyak pemain muda yang berasal dari belahan dunia lain, ke skuat U-16 CD Leganes. “Ketat banget, kalau tidak salah angkatan mereka itu ada 16 negara. Rata-ratanyanya setiap negara itu minimal mengirim dua atau tiga pemain,” jelasnya. Sepak bola Spanyol bukan hal yang baru bagi remaja ini. Sebelumnya, mereka menjalani training di klub kota Barcelona, CDA Navalcarnero, selama kurang lebih setahun. Perjuangan Syukran dan Andrian mendapat beasiswa tidaklah mudah. Keduanya sempat menjalani trial di turnamen Football Barcelona Cup, pada April 2016 bersama Tim SBAI. Keduanya dianggap memiliki potensi oleh pemandu bakat dari dua klub di Barcelona, yakni Getafe dan CDA Navalcarnero. Saat itu, usia mereka masih 13 tahun, tetapi justru berhasil lolos saat tes dalam tim CDA Navalcarnero U-16. Kemudian, mereka diundang kembali berlatih di Spanyol pada 21-27 September lalu. Namun dari kedua klub itu, CDA Navalcarnero paling serius merekrut Syukran dan Andrian. Keduanya diberikan kesempatan mendapat beasiswa sepak bola, dan berlatih dengan durasi waktu maksimal tiga tahun, bersama CDA Navalcarnero. Syukran lahir di Bogor, 8 Juli 2003 dan bermain di posisi bek tengah dan bek kiri. Sedangkan Anto–panggilan akrab Andrian, adalah remaja kelahiran Sidoarjo, 29 Mei 2003, dan tampil sebagai winger. Keduanya memperkuat SSB Kabomania Kabupaten Bogor, klub mereka sebelum berangkat ke Spanyol. Di tingkat nasional, beberapa prestasi yang pernah mereka ukir adalah Juara Liga Sepakbola Pelajar U14 Piala Menpora 2017 di Magelang. Saat itu mereka memperkuat Bina Sentra Jawa Barat. Pada 2017, mereka juga ikut bergabung dalam Timnas Pelajar U-15 Indonesia, yang tampil di Gothia Cup 2017, di Shenyang, China. Di ajang itu, mereka berhasil melaju hingga babak semifinal. Selain Syukran dan Andrian, pemain yang juga bakal mencoba peruntungan di Leganes adalah bintang Timnas U-16, Rendy Juliansyah. Disebutkan Rendy, sambil menunggu waktu keberangkatan, sekarang dia sedang mengurus visa untuk bisa berlatih di Spanyol. Pemain asal Sekolah Sepak Bola ASIOP Apacinti, Jakarta, akan berangkat ke Spanyol pada Desember. Ia memang pernah mengungkapkan akan menjajal klub Leganes. “Niatnya berangkat awal Desember, sekarang lagi urus visa. Saya berangkat ke leganes, statusnya bersekolah di sana,” ujar Rendy, di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Jumat (16/11) lalu. (art)

Ajang Honda DBL Camp 2018 Dibuka dengan Ukiran Rekor Baru Beep Test

Suhari, Marcomm Development Division Head MPM Distributor Honda (ketiga dari kiri), Azrul Ananda (CEO dan Founder DBL Indonesia), dan Andrew Vlahov bersama para trainer World Basketball Academy Australia, hadir dalam acara peresmian Honda DBL Camp 2018, pada Selasa (27/11), di DBL Academy Pakuwon Surabaya, Jawa Timur. (DBL)

Surabaya- Pada Selasa (27/11), Honda DBL Camp 2018 resmi dibuka. Berlokasi di DBL Academy Pakuwon Surabaya, 303 campers dari 22 Provinsi se-Indonesia berkumpul untuk melakukan pemusatan latihan serta bersaing untuk merebut tiket emas menjadi Honda DBL Indonesia All-Stars 2018. Acara ini dibuka langsung oleh CEO dan Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda. Didampingi oleh Suhari (Marcomm Development Division Head MPM Distributor Honda), serta Andrew Vlahov dari World Basketball Academy Australia. Ratusan student athlete terbaik tanah air tampak antusias dan tak sabar untuk menunjukkan bakat terbaiknya. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diberi gambaran tentang apa saja yang akan menjadi menu keseharian mereka selama berada di Honda DBL Camp 2018. Dalam pelatihan yang dilakukan selama empat hari, Andrew dan para trainer akan melakukan beberapa metode latihan yang merupakan upgrade dari tahun sebelumnya. Di tahun ini WBA memperbesar porsi latihan skill agar bisa melihat kemampuan para campers. “Banyak metode latihan yang diulang di pagi hari dan siang hari. Sehingga, para pelatih bisa melihat kemampuan mereka secara mendetail. Harapannya ini menjadi metode penilaian yang lebih fair,” ujar Andrew. Namun, sebelum itu semua dimulai, kemarin mereka melakukan beep test sebagai salah satu penilaian stamina. Dalam beep test ini, ketahanan fisik diuji dengan berlari sepanjang 20 meter bolak balik dengan interval waktu yang makin cepat. Sorakan terdengar kencang saat Namira Ramandha, Campers asal SMAN 5 Bogor, dan Felisia asal SMA Santu Petrus Pontianak, berhasil memecahkan rekor baru. Felisia, yang tahun ini baru mengikuti Honda DBL Camp, berhasil mencetak 106 lap, dan disusul Namira dengan perolehan 105 lap. Mereka melampaui rekor sebelumnya atas nama Luh Putu Ninda dari SMAN 3 Samarinda, dengan perolehan 98 lap pada 2014. “Saya senang memecahkan rekor yang sudah ada. Untuk persiapan, saya memperbanyak latihan fisik saja, mulai dari banyakin lari, selain itu saya atur jam tidur tak lebih dari jam 10 malam,” ujar dara berusa 15 tahun tersebut. Tak mau kalah, dua campers putra pun mengukir rekor baru beep test. Adalah Faldo Payon, student athlete SMAN 1 Kupang yang menembus 139 lap. Serta Andreas Marcellino Bonefilo dari SMA St. Louis 1 Surabaya, dengan catatan 135 lap. Keduanya melampaui rekor sebelumnya sebabyak 132 lap Rekor itu dicatatkan Joseph Paian D, dari SMA Dyatmika Denpasar, pada Honda DBL Camp edisi 2014 lalu. Keempat campers itu resmi merilis nama mereka dalam Hall of Fame tantangan beep test, yang sengaja dipajang di pinggir lapangan. Semntara itu, Azrul menuturkan, bila 99 persen campers Honda DBL Camp 2018 tak akan menjadi pemain basket profesional. Namun, 100 persen campers akan menjadi seseorang yang profesional di bidangnya masing-masing kelak. Ia menambahkan bahwa sebagai student athlete, mereka harus bisa menyeimbangkan antara belajar dan basket. “Menyeimbangkan itu (belajar dan basket) membutuhkan disiplin dan memaksa diri agar tak melakukan hal-hal semaunya. Untuk bisa menjadi seorang yang profesional mereka harus profesional dan juga harus komitmen. Semua itu ada dalam Honda DBL Camp 2018 mulai dari memasukkan baju hingga menggunakan sepatu,” pungkas Azrul. (Adt)

Dayung Raih Perunggu di Hongkong, Incar Ranking Atlet di Olimpiade 2020 Meningkat

Satu dari sembilan atlet dayung yang dikirim ke Asian Rowing Coastal Championship 2018, di Hongkong, membawa pulang medali Sabtu (25/11). Prestasi itu diraih oleh Romdhon Mardiana di nomor single sculls. (ilustrasi/arah.com)

Jakarta- Kabar positif kembali datang dari cabang olahraga dayung. Satu dari sembilan atlet yang dikirim ke Asian Rowing Coastal Championship 2018, di Hongkong, membawa pulang medali Sabtu (25/11) lalu. Memang bukan emas seperti capaian pada Asian Games 2018 lalu, melainkan perunggu. Prestasi itu diraih oleh Romdhon Mardiana di nomor single sculls. Sejak awal, Timnas dayung tak memasang target besar pada ajang ARCC 2018 yang diselenggarakan 23-25 November lalu. Kejuaraan ini memang masuk dalam agenda pelatnas yang telah digeber sejak 2016. Di antara enam nomor yang dipertandingkan, Indonesia hanya mengikuti empat nomor saja. Yakni single sculls putra, double sculls putra, single sculls putri, dan double sculls putri. “Ada perubahan regulasi. Yang biasanya jarak hanya 500 meter, kini berubah menjadi 4 kilometer,” terang Muhammad Hadris, pelatih kepala pelatnas dayung. “Tentunya hal tersebut berpengaruh pada performa anak-anak,” ujarnya. Pada laga final, Romdhon finis ketiga dengan catatan waktu 21 menit 08,5 detik. Sersan Dua Prajurit Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini kalah cepat dari Eduardo Gabriel Linares Ruiz dari Hongkong, yang mampu menyelesaikan lintasan dalam waktu 20 menit 07 detik. Disusul pedayung Thailand, Nuttapong Sangpromcharee, yang membukukan waktu 20 menit 44,2 detik. Kendati demikian, capaian ini tak dapat dijadikan tolok ukur jelang kesiapan Indonesia guna menghadapi persaingan di kualifikasi olimpiade pada 2019. Mengingat peserta berasal dari empat negara saja, yaitu Hongkong, Tiongkok, Indonesia, dan Jepang. Selain itu, karakteristik tempat pertandingan dan model perahu yang digunakan, juga berbeda dengan yang diterapkan saat olimpiade. Hingga saat ini, menurut Hadris, tim pelatih belum menentukan nama-nama atlet yang akan diberangkatkan untuk kualifikasi olimpiade nanti. Apalagi Desember nanti, rencananya ada penambahan atlet muda untuk memperkuat skuad. Saat ini pedayung aktif ada 20 saja, sementara biasanya kuota ada 28. Para atlet junior yang berjumlah 10 orang ini akan menggantikan atlet-atlet senior yang telah memutuskan keluar dari pelatnas. “Nantinya kami akan mengadakan seleksi untuk menentukan tim,” ujar Hadris pada Senin (26/11). Rencananya ada empat nomor yang diikuti pada kualifikasi nanti, yakni single sculls putra, light weight men’s double sculls, single sculls putri, dan light weight women’s double sculls. Pada 2016 lalu, dua pedayung Indonesia, yakni La Memo dan Dewi Yuliati, lolos kualifikasi dan tampil di Olimpiade Rio de Janeiro. Walau keduanya belum bisa bersaing di kancah dunia. Di sektor putra, Memo yang berasal dari Pulau Seram Barat, Maluku, hanya finis diurutan ke-16. Sedangkan Dewi berada di posisi ke-29. Berkaca pada kesuksesan di Asian Games lalu, Hadris berupaya supaya ranking para atlet dayung Indonesia di olimpiade 2020 nanti bisa meningkat. (Adt)

Pebulutangkis Junior Mulai Rutin Ke Turnamen Internasional, PBSI: Level Senior Tantangannya Lebih Berat

Duet ganda campuran Leo Rolly Carnando (kiri) dan Indah Cahya Sari Jamil yang menjadi juara dunia junior 2018 di Toronto, Kanada, kembali tampil dengan pebulutangkis muda lainnya dalam event turnamen International Challenge di Bangladesh dan turnamen Junior International di Turki, pada Desember nanti. (djarumbadminton.com)

Jakarta- Usai Kejuaraan Dunia Junior 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada 5-18 November lalu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal mempersiapkan para atlet muda Indonesia itu mengikuti sejumlah turnamen. Bagi pemain yang berada di kategori junior akan tampil pada turnamen International Challenge pada 11-15 Desember di Dhaka, serta Turki Junior International pada 13-16 Desember di Ankara, Turki. Bagi pemain yang tak lagi berada di kategori junior atau berusia 18 tahun ke atas, mulai dipersiapkan ke kategori senior. Ahmad Budiarto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, mengatakan para pemain muda harus berlatih lebih keras. Sebab, tantangan yang akan mereka hadapi di level senior sangat berat. “Pemain muda harus mematangkan diri. Sebab di senior tantangannya akan lebih berat,” ujar Budiarto, di Jakarta, pada Senin (26/11). Sebelumnya, di Kejuaraan Dunia Junior 2018, tim bulutangkis Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan medali perak dari sektor ganda campuran, serta tiga medali perunggu dari ganda putri dan nomor beregu. Dikatakan Budiarto, hasil itu tak terlalu mengecewakan. Namun, diakuinya, Indonesia belum pernah membawa pulang trofi sejak Piala Suhandinata itu diperebutkan pada 2009. “Saya pikir ini menjadi tantangan bagi kita semua, termasuk pelatih dan pengurus untuk mengondisikan potensi positif yang ada di pemain agar tercipta tim yang solid,” tegasnya. Sementara itu, pelatih junior Pelatnas PBSI Amon Santoso memastikan, duet atlet ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil berlanjut pada turnamen 2019. “Kami masih akan tetap melanjutkan pasangan Leo/Indah karena mereka harus mencari poin untuk turnamen Jerman, Belanda, dan Austria,” kata Amon. Ia mengatakan dobel Juara Dunia Junior 2018 di Kanada itu akan mengikuti turnamen di Bangladesh dan Turki. “Bisa juga, lawan tidak bisa memantau mereka karena mereka masih asing dan tidak terpantau,” kata Amon tentang faktor keuntungan pasangan baru ganda campuran junior Indonesia ini. Amon mengatakan Leo/Indah akan menjadi pasangan utama ganda campuran junior pada 2019. “Tapi, mereka juga akan ikut beberapa event kejuaraan senior guna menambah kematangan selain menambah poin mereka,” kata Amon. Leo mengaku hanya satu bulan berlatih dengan Indah setelah mengikuti kejuaraan di India jelang Kejuaraan Dunia Junior 2018. “Saya hanya persiapkan diri sendiri dan menerapkan kemampuan individu saya pada pertandingan,” kata atlet berusia 17 tahun itu. Sedangkan Indah mengaku permainannya bersama Leo dapat menggebrak pasangan lain dalam Kejuaraan Dunia Junior 2018, karena saling menyambung, di permainan depan net dan di sisi belakang lapangan. “Bola belakang Leo, dapat menutup permainan depan saya, sehingga serangan dan pertahanan kami seakan menyambung,” kata Indah. (Adt)

211 Atlet Siap Panaskan Persaingan Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Berebut Tiket Olimpiade 2020 Tokyo

Sebanyak 211 atlet siap memanaskan Kejurnas Panjat Tebing XVII di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, yang mulai dihelat pada Rabu (27/11). Mereka juga akan berebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (Dok. Humas FPTI)

Solo- Sebanyak 211 atlet, terdiri dari 131 atlet putra dan 80 atlet putri dari 25 provinsi, tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing XVII di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. Mulai Rabu (27/11), mereka bakal berebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Event ini diyakini induk organisasi panjat tebing Indonesia berlangsung ketat. Selain bertabur atlet terbaik, juga diramaikan atlet Asian Games 2018, mewakili daerah masing-masing. Momen ini juga dimanfaatkan PP (Pengurus Pusat) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menjaring atlet untuk pra-Olimpiade 2019 di Prancis dan Olimpiade 2020 di Tokyo. Nomor yang akan dipertandingkan di Olimpiade adalah combine, yakni setiap atlet akan memainkan lead, boulder, dan speed sekaligus. Sedangkan saat ini yang menjadi andalan Indonesia adalah nomor speed. “Kalau yang lalu didominasi atlet speed, maka di Kejurnas ini kami harus realistis mencoba atlet yang berangkat dari lead dan boulder,” ujar Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II PP FPTI, pada Selasa (26/11). Pris, sapaannya, mengatakan skema Pelatnas untuk pra-Olimpiade dan Olimpiade akan berbeda dengan pelatnas Asian Games. Ia menjelaskan, karakter otot atlet speed dengan lead dan boulder sangat berbeda. Sehingga, jelas Pris, treatment untuk para atlet menjelang Olimpiade juga akan sangat berbeda dengan saat Asian Games lalu. “Itu susahnya, tapi ini problem di semua negara. Saat atlet itu bagus di speed, maka lead dan bouldernya kurang. Begitu juga sebaliknya,” lanjutnya. Selain hasil Kejurnas, poin lain yang akan dipertimbangkan dalam seleksi atlet Pelatnas jelang Olimpiade adalah prestasi atlet di tingkat nasional. “Meski secara umum, hasilnya nanti tak jauh berbeda,” tambahnya. Disisi lain, kendati skema seleksi berubah, namun PP FPTI akan mempertahankan atlet andalan Indonesia, yakni spiderwomen Aries Susanti Rahayu, dan Aspar ‘Babon’ Jaelolo. Sebab keduanya merupakan atlet andalan di nomor speed dengan prestasi level dunia. Alasan lainnya, Aries dan Aspar dipertahankan untuk menambah tiket Indonesia di pra-Olimpiade dan Olimpiade. Karena kuota masing-masing negara di kejuaraan tersebut hanya 2 orang putra dan 2 orang putri. Namun ada kuota tambahan bagi pemegang peringkat 5 besar dunia di nomor speed, lead, maupun boulder. “Kita enggak bisa singkirkan Aries dan Aspar. Mereka berdua akan masuk jadi tulang punggung timnas karena sudah kuat,” tegas Pris. Saat ini, Aries memegang peringkat 4 dunia di nomor women’s speed, sedangkan Aspar peringkat 8 men’s speed. Untuk itu, Aries dan Aspar akan digenjot mengikuti seri Kejuaraan Dunia pada 2019 agar prestasi mereka semakin bagus. “Jadi selain Aries dan Aspar, nantinya akan ada 8 atlet lain, yang bakal dipilih untuk Pelatnas pra-Olimpiade,” tukas Pria. (Adt)

Kalahkan Persija Jakarta U-19, Persib Bandung Juara Liga 1 U-19 2018 Dan Sabet Rp400 Juta

Persib Bandung U-19 menjadi juara Liga 1 U-19 2018. Di laga final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Senin (26/11), mereka mengalahkan Persija Jakarta U-19 dengan skor 1-0, lewat gol semata wayang sang Winger, Ilham Qolba Rizky Wiguna. (Persib.co.id)

Denpasar- Persib Bandung U-19 menjadi juara Liga 1 U-19 2018. Di laga final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Senin (26/11), mereka mengalahkan Persija Jakarta U-19 dengan skor 1-0. Persib membuka keunggulan saat pertandingan memasuki menit 27. Winger Ilham Qolba Rizky Wiguna membobol gawang Persija yang dikawal Gianluca Rossy dengan memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti. Persija punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Pada menit 35, tendangan bebas Desly Nur membentur mistar gawang. Bola sempat membentur tiang dan disambar pemain Persija lainnya, sayang sundulannya masih belum menemui sasaran. Tertinggal satu gol, pemain Persija memulai babak kedua dengan inisiatif menyerang. Namun, upaya tim besutan Sudirman kerap menemui kegagalan karena disiplinnya pemain belakang Persib menggalang pertahanan. Justru Maung Ngora yang berhasil memanfaatkan serangan balik untuk memberi balasan. Hal itu membuat pemain belakang Persija beberapa kali terpaksa membuat pelanggaran guna menghentikannya. Meski saling jual beli serangan sepanjang babak kedua, namun tidak ada gol yang tercipta. Akhirnya para pemain Persib bersorak gembira begitu wasit meniup peluit panjang. Kemenangan ini membuat Persib untuk kali pertama menjadi juara Liga 1 U-19. Pada musim lalu mereka juga ke partai puncak, namun takluk usai dikalahkan tim Persipura Jayapura U-19. Dengan kemenangan ini, Pangeran Biru Junior berhak meraih hadiah sebesar Rp 300 juta, ditambah bonus yang dijanjikan Manajer Persib Senior, Umuh Muhtar senilai Rp 50 juta. Tidak itu saja, pemain serbabisa di posisi lini serang Persib U-19, Beckham Putra Nugraha menyabet titel top scorer dengan 9 gol dan meraih Rp 50 juta. Pesaing terdekat Beckham adalah bomber Persipura, Gunansar Papua Mandowen (7). Namun, karena Persipura sudah tersingkir, peluang Beckham merebut sepatu emas semakin besar. Sedangkan rekannya Ilham yang mencetak gol di laga ini, total hanya mengoleksi 7 gol, diatas andalan Persija, Galih Apriliana (6). (art)

Picu Motivasi Atlet, Juara Dunia Junior Championships 2018 Leo Rolly/Indah Cahya Diganjar Bonus Total Rp 100 Juta

Djarum Foundation memberikan penghargaan berupa bonus senilai total Rp 180 juta kepada tujuh atlet muda PB Djarum Kudus yang sukses menorehkan prestasi di World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada. (Adt/NYSN)

Jakarta- Menjadi kampiun pada kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championships (WJC) 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11), memberi berkah bagi duet besutan PB Djarum Kudus, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Leo/Indah yang baru sebulan berpasangan itu sukses meraih gelar juara, usai mengalahkan kompatriotnya sekaligus runner-up WJC tahun lalu Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, straight game, dengan skor 21-15, 21-9 (31 menit). Mereka diganjar bonus masing-masing berupa uang tunai senilai Rp 40 juta dan voucher dari Blibli.com, serta tiket.com senilai Rp 10 juta. Sehingga bonus untuk keduanya mencapai total Rp 100 juta. Tak hanya Leo/Indah yang mendapatkan bonus, dobel Rehan/Fadia juga diguyur bonus. Mereka masing-masing mendapatkan bonus uang tunai Rp 20 juta dan voucher blibli serta tiket.com sebesar Rp 5 juta. Dengan demikian, total bonus untuk keduanya mencapai Rp 50 juta. “Kejuaraan Dunia Junior tahun ini luar biasa karena terjadi all Indonesian final. Kedua pasangan atau empat pemain berasal dari PB Djarum Kudus, tapi semua prestasi ini untuk Indonesia,” ujar Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta Pusat, pada Senin (26/11). “Selamat untuk Leo dan Indah yang telah membuktikan diri mampu menjadi juara. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat kalian semua untuk terus meraih prestasi lebih banyak lagi,” lanjutnya. Selain medali emas dan perak di sektor ganda campuran, prestasi juga dicatat atlet PB Djarum Kudus Iainnya. Dobel Fadia/Agatha Imanuella, dan pasangan Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, meraih medali perunggu di sektor ganda putri. Mereka juga mendapatkan bonus masing-masing berupa 1 unit televisi LED Polytron 50 inchi, ditambah voucher dari blibli.com dan tiket.com senilai Rp 2,5 juta. Bonus penghargaan juga diberikan kepada para pelatih Pelatnas PBSI, yakni Nova Widianto, Amon Santoso, dan Anggun Nugroho. Masing-masing mendapatkan voucher senilai Rp 2,5 juta dari Blibli.com dan tiket.com. Sementara itu, Leo mengaku senang dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Djarum Foundation. “Kami tak menyangka berhasil menjadi juara. Semoga kedepannya kami bisa lebih baik lagi dan meraih prestasi yang lebih besar,” terang Leo, yang diamini koleganya Indah. Sedangkan Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer (CMO) & Co-Founder tiket.com, berharap para atlet muda ini terpacu jadi atlet berprestasi hingga ke level senior. “Semoga melalui prestasi yang mereka raih ini bisa memunculkan semangat atlet-atlet muda lainnya untuk ikut mengukir prestasi,” cetus Gaery. Senada, Budi Tjahjono, Event Director Blibli.com, menyatakan atlet-atlet muda harus terus mengasah skill guna meningkatkan prestasi di kejuaraan berikutnya. “Semoga prestasi yang mereka raih menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya,” tukas Budi. Kembali, Yoppy mengatakan keberhasilan para atlet muda di ajang World Junior Championships ini melengkapi prestasi atlet PB Djarum sepanjang 2018. Penghargaan ini, tambah Yoppy, sekaligus menandai pencapaian rekor pemberian penghargaan atlet PB Djarum berprestasi yang keenam kalinya sepanjang tahun ini. “Diawali Juara Ganda Putra All England 2018 untuk Kevin Sanjaya Sukomuljo, lalu berturut-turut Juara Ganda Campuran Blibli Indonesia Open 2018 Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir, Juara Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2018 Kevin Sanjaya Sukomuljo, Juara Ganda Putri Asia Junior Championships (AJC) Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, Juara Ganda Putra Asian Games 2018 Kevin Sanjaya Sukomuljo, dan saat ini Juara Ganda Campuran World Junior Championships 2018 Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil,” ungkapnya. (Adt)

Tampilkan Kategori Junior, Kejurnas Menembak Antar Provinsi 2018 Jadi Persiapan PON Papua

Tercatat 395 petembak dari 30 Provinsi bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam event Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018 yang berlangsung 24-29 November, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. (mediaindonesia.com)

Jakarta- Tercatat 395 petembak dari 30 Provinsi bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam event Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018 yang berlangsung 24-29 November, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Menurut Ketua Komisi Perwasitan Perbakin Henry Oka yang juga menjadi Direktur Kompetisi Kejurnas Menembak, mereka yang menjadi peserta berhak mendapatkan poin yang diperlukan untuk bisa masuk PON 2020, jika tampil maksimal. “Kejurnas tahun ini jadi salah satu ajang pengambilan poin. Tahun depan ada lagi kejuaraan yang bisa jadi babak kualifikasi,” kata Henry, pada Sabtu (24/11). Dijelaskan Henry, karena setiap peserta mewakili provinsi, sudah bisa diperkirakan siapa saja atlet yang akan diturunkan ke PON 2020 di Papua. Ia mengatakan jika Kejurnas antarprovinsi pasti lah diibaratkan seperti PON mini. “Karena perebutan medali demi provinsi masing-masing,” katanya lagi. Adapun nomor yang dipertandingkan di Kejurnas kali ini, ialah 10 m air rifle, 50 m rifle 3 position, 10 m air pistol, 25 m rapid fire postol, dan 50 m pistol untuk kategori putra. Lalu, 10 m air rifle, 50 m rifle 3 position, 10 m air pistol, dan 25 m pistol untuk kategori putri. Kemudian untuk kategori campuran, ada dua nomor, yakni rifle dan pistol. “Kami juga mempertandingkan kategori junior, dengan usia maksimal 18 tahun. Kami bedakan putra dan putri dengan masing-masing nomor 10 air rifle dan 10 m air pistol. Dari 15 nomor itu, ada 10 yang dipertandingkan di olimpiade. Kejurnas ini juga jadi persiapan menuju ajang itu,” kata Henry. Selain merupakan agenda tahunan Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB. Perbakin), ajang ini diharapkan bisa menjaring petembak berbakat yang kelak menjadi andalan Indonesia di even internasional. Menurut Ketua Bidang Target & Prestasi PB.Perbakin, Silvy Husen, gelaran kali ini jadi sangat strategis karena pada tahun 2019 ada beberapa even penting akan diikuti petembak Indonesia seperti SEA Games dan kualifikasi Olimpiade. “Pada 2019 ada SEA Games di Filipina. Namun Indonesia dan beberapa negara Asean lainnya akan melakukan pertemuan dengan Federasi Menembak Asean dan panitia SEA Games Filipina guna memperjuangkan beberapa nomor agar tampil di SEA Games. Karena yang dipertandingkan justru nomor non olimpiade,” ujar Silvy di Jakarta, kemarin. Pertemuan yang akan berlangsung 29 Nopember mendatang di Filipina itu seperti dikatakan Silvy, juga akan membahas sejumlah cabang olahraga yang diusulkan Indonesia seperti catur dan bridge. Dalam kesempatan itu Silvy juga menjelaskan bila petembak nasional yang membela kontingen Indonesia di Asian Games 2018 lalu juga tampil, seperti Monika Damayanti, Muhammad Naufal Mahardika dan Fathur Gustafian. Kehadiran mereka jelas akan menambah senginya persainga ”Justru petembak daerah berambisi untuk bisa mengalahkan atlet nasional apalagi yang menjadi angota timnas Asian Games 2018 lalu. Motivasi mereka sangat besar, jadi para petembak eks Asian Games jangan menganggap enteng,” papar petembak nasional era 90’an ini. Sekedar informasi, cabang olahraga (cabor) menembak sukses meraih perak di Asian Games 2018 lalu dari nomor running target campuran 10 meter putra, melalui Muhammad Sejahtera Dwi Putra. (Adt)

Lakoni Debut Perdana, Drama Overtime Iringi Kemenangan Scorpio Jakarta Atas GMC Cirebon

Siti Getanamira (23), point guard Scorpio Jakarta, meluapkan ekspresi kegembiraan usai tim-nya meraih kemenangan atas GMC Cirebon, dengan skor 59-57, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada Senin (26/11). (Srikandi Cup)

Denpasar- Tim pendatang baru Scorpio Jakarta membuktikan diri, bila mereka tak boleh diremehkan di ajang Srikandi Cup Musim 2018/2019. Hal itu dibuktikan pada laga perdana, Senin (26/11) sore, Scorpio berhasil unggul atas GMC Cirebon dengan skor 59-57. Laga kedua tim di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali itu berlangsung dramatis. GMC Cirebon yang musim ini ditangani pelatih asal Korea Tae Hi Han, sebenarnya tampil spartan dengan karakter permainan khas Negeri Ginseng yang mengandalkan kecepatan serta pertahanan yang ketat di daerah pertahanan lawan. Terbukti GMC mampu memimpin di tiga kuarter awal, masing-masing dengan skor 13-8, 33-22, dan 41-39. Kendati unggul, sesunguhnya laju anak-anak Cirebon mulai terkejar pada kuarter ketiga. Cedera yang dialami kapten tim, Christie Apriyani di pertengahan kuater kedua, menjadi penyebab performa tim asal Kota Udang itu menurun. Akibatnya, pelan namun pasti Scorpio mulai memperkecil margin ketertinggalan atas lawan. Meski GMC masih mampu unggul tipis satu bola di 10 menit berikutnya, namun Scorpio Jakarta mulai ‘panas’ menemukan irama permainan sesungguhnya. Siti Getanamira, point guard Scorpio yang musim lalu menjadi tulang punggung GMC Cirebon, memicu kebangkitan timnya. Puncaknya, pemain bernomor punggung 23 itu melepaskan tembakan tiga angka untuk menyamakan kedudukan 50-50 di sisa waktu 9 detik, hingga memaksa GMC Cirebon mengambil waktu time out. Sayangnya, pemain GMC tak mampu membuat angka tambahan lagi, dan memaksa laga memainkan waktu tambahan selama lima menit. Petaka bagi GMC, sebab dibabak overtime ini, Scorpio akhirnya berhasil menyudahi perlawanan GMC dengan skor 59-57. Usai pertandingan, Siti Getanamira mencatatkan dirinya menjadi pendulang poin terbanyak untuk timnya dengan 13 poin, sedangkan dari GMC, Nikytta Phillipus berhasil mencetak torehan double-double dengan 14 poin dan 15 rebound. “Saya pelatih yang berfilosofi bertahan. Diawal memang anak-anak terlambat panas dan defense mereka tidak terlalu bagus. Justru ketika saya memainkan para pemain lapis kedua mereka sangat menolong dengan defense dan rebound,” ujar Budi Wardoyo, arsitek Scorpio Jakarta usai laga, pada Senin (26/11). “Alasan tak memainkan Siti diawal, Saya tahu kemampuan dia. Secara psikologis juga supaya dia tampil ‘gereget’ melawan eks timnya musim lalu,” lanjutnya. Sementara itu, Siti menegaskan bila pertandingan ini bukan soal pembuktian apa-apa, mungkin dikarenakan game pertama dan tim terlambat panas serta masih penyesuaian. “Tadi saya tampil lepas saja, meski tahun lalu saya bemain bersama mereka,” jelas Siti. Sedangkan, Henki, Asisten Pelatih GMC Cirebon, mengungkapkan cedera Christie dikuarter kedua memang sedikit memberikan pengaruh bagi tim. Sebab, menurutnya, Christie merupakan pemain yang bisa mengangkat moral permainan dilapangan. “Anak-anak sebenarnya bermain bagus dengan ciri khas permainan ala Korea, namun mereka sedikit lengah saat bertahan pada kuarter keempat,” tukas Henki. Selanjutnya, Scorpio akan berhadapan dengan Sahabat Semarang, pada Rabu (28/11), Sedangkan GMC bakal kembali memainkan laga pada Kamis (29/11) melawan Flying Wheel Makassar. (Adt)

Loloskan Tiga Petinju Ke Final, Indonesia Sabet Dua Medali Emas di China

Tim tinju Indonesia akhirnya berhasil menyabet dua medali emas dalam kejuaraan tinju "The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship" di Kota Nanning, Guangxi, China, yang berlangsung pada 24-25 November 2018. (beritabali.com)

Denpasar- Tim tinju Indonesia berhasil menyabet dua medali emas dalam kejuaraan tinju “The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship” di Kota Nanning, Guangxi, China. Mereka bertolak ke Tiongkok atas undangan AIBA (Association Internationale de Boxe Amateur, badan tinju yang menaungi tinju amatir sedunia). Tim Indonesia berjumlah tiga orang yakni Gregorius Gheda Dende (64 kg), Kornelis Kwangu Langu (56 kg), dan Aldriani Beatrix Suguro (51 kg putri), serta pelatih Denisius Agustinus Hitarihun. “Mereka yakni Beatrichx (putri) dan Kornelis, sementara Gheda Dende meraih perak usai kalah dari petinju tuan rumah (Tiongkok),” kata Manajer Tim Tinju Indonesia yang juga Ketua PD Pertina Denpasar, Bali, Made Muliawan Arya di China, pada Senin (26/11). Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah menjelaskan, di pertarungan sebelumnya Beatrichx berhadapan dengan Li Mingyan (China), sedangkan Kornelis bertarung dengan Muhmad Hafisz Bin Ahma (Singapura). Adapun Gheda melawan Ocana Sugar Ray Estroga (Filipina). Semua petinju Indonesia ini yang dikirim ini lolos babak final. Beatrichx menang angka atas Mingyan, Kornelis menang angka atas Hafiz dari Singapura. Sementara Gheda menang angka atas Estroga dari Filipina. “Kami memang targetkan mereka bertanding semaksimal mungkin dan harapannya pulang membawa emas,” ucap De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar. Menurut dia, semua kegiatan tim Indonesia selama di negri tirai bambu itu berjalan lancar. Begitu juga hubungan petinju, pelatih, dan manajer berjalan harmonis. Ini membuat petinju tampil lepas dan maksimal. De Gadjah memimpin tim Indonesia untuk bertarung di ajang kejuaraan tinju “The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship” yang berlangsung pada 24-25 November 2018. (Adt)

AFF Suzuki Cup 2018. Indonesia 0-0 Filipina

Kunci Titel Juara Umum APSKF, Bekal Indonesia ke Kejuaraan Dunia WSKF 2019

Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). (sindonews.com)

Jakarta- Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). Bahkan, Indonesia mampu mengungguli Jepang yang harus puas di tempat kedua dengan perolehan 16 medali emas, 3 perak, 2 perunggu atau 21 medali. Sementara posisi ketiga event Sithoryu Asia Pasifik Ke-15 itu menjadi milik China Taipei yang mengumpulkan 6 emas, 13 perak, dan 11 perunggu atau total 30 medali. Menurut Ketua Umum PB Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) Iwan Setiawan, kesuksesan tim Merah Putih patut disyukuri. Sebab, selain sukses menjadi penyelenggara, Indonesia juga berhasil meraih prestasi membanggakan, yakni juara umum. Tentunya, itu prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia. “Saya senang dan bangga dengan perjuangan segenap atlet Indonesia yang mampu dan berhasil meraih Juara umum, yaitu kedudukan teratas dan terhormat di antara 19 negara peserta,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan, seusai penutupan acara, pada Sabtu (24/11) malam. Dari perolehan medali, terlihat perebutan medali emas dan perak yang cukup ketat antara Indonesia, Jepang, dan China Taipei. Iwan menilai, keberhasilan tim Indonesia tersebut hendaknya bisa menjadi pemacu semangat segenap atlet Indonesia untuk terus berlatih meraih prestasi optimal di kancah internasional. “Maret 2019, Shindoka/tim Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Karate WSKF (World Shitoryu Karate-Do Federation) di Tokyo Budokan-Jepang, yang diikuti sekitar 60 negara anggota WSKF,” tegas Iwan yang baru terpilih sebagai Presiden APSKF. Iwan menyatakan, hasil di APSKF tentu akan menjadi modal berharga bagi kesiapan Indonesia di Kejuaraan Dunia WSKF. Namun, dia tetap menilai perlunya persiapan dan pelatnas lebih lanjut yang lebih intensif, guna meraih medali emas di kancah bergengsi tersebut. Terutama bersaing dengan tim Jepang, yang dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh. Selain perebutan medali, kata Iwan, pihaknya juga berusaha keras bisa meraih kepercayaan pimpinan puncak WSKF untuk menjadi tuan rumah (host) Kejuaraan Dunia Karate Shitoryu (WSKF) di Indonesia. “Tempatnya sebagai paparan /proposal kami akan gunakan Venue Mahaka yang memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai lokasi ajang kejuaraan dunia. Selain lokasinya yang tidak jauh dari airport, juga dikelilingi oleh beberapa hotel, mal, dan tempat rekreasi untuk para peserta,” tegas Iwan. (Adt)

60 Atlet Bertanding, 4 Negara Ikut The 4th Indonesian Soft Tennis Championship di Bali

Petenis Indonesia Alexander Elbert Sie, mencoba mengembalikan bola, pada pertandingan final Soft Tenis pada Asian Games 2018, di Jakabaring Sports City. Elbert kembali turun dalam The 4th Indonesian Soft Tennis Championships di Denpasar, Bali, mulai 27 November hingga 2 Desember 2018. (Harnas.co)

Denpasar- Turnamen internasional bertajuk The 4th Indonesian Soft Tennis Championships, bakal berlangsung di Lapangan Tenis KONI Bali Denpasar, 27 November hingga 2 Desember 2018. Sekitar 60 atlet dari empat negara yakni Kanada, India dan Korea Selatan serta Indonesia turut meramaikan kejuaraan ini. “Sampai batas akhir pendaftaran, Sabtu (24/11), selain tuan rumah, baru tiga tim manca negara yaitu Kanada, India dan Korea Selatan yang mengkonfirmasi partisipasinya dalam turnamen ini,” ucap Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) The 4th Indonesian Soft Tennis Championships, Agus Rosadi di Jakarta, Minggu (25/11). “Sebenarnya ada beberapa negara lain yang menyatakan berminat mengikuti turnamen ini karena berlangsung di Pulau Dewata, yang sarat dengan pesona wisata, namun belum memberi informasi jadwal kedatangan. Panpel pun siap bila mereka akhirnya datang juga di Bali,” imbuhnya. Ajang The 4th Indonesia Soft Tennis Championship ini menggelar enam nomor yakni tunggal, ganda dan beregu, di sektor putra maupun putri. Para penyumbang medali bagi kontingen Merah Putih di Asian Games 2018 seperti Elbert Sie, Prima Simpatiaji dan Dwi Rahayu Pitri akan menjadi andalan Indonesia di event ini. “Namun persaingan akan sangat ketat terutama dengan kehadiran wakil Korea Selatan yang tidak saja merupakan kekuatan utama soft tenis Asia, namun juga dunia. Sementara pemain dari India dan Kanada bisa menjadi kuda hitam event ini,” tutur Agus. Bagi atlet tuan rumah, ajang ini menjadi salah satu kesempatan agar terpilih dalam skuat Timnas soft tenis yang mewakili Indonesia, di kancah internasional, terutama pada pesta olahraga antar bangsa Asia Tenggara, SEA Games 2019 di Filipina, akhir tahun depan. “Turnamen ini salah satu tahapan seleksi atlet pembentukan Timnas soft tenis Merah Putih menuju SEA Games 2019. Sebelumnya kami telah memantau penampilan mereka ketika mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Manado, awal bulan ini,” tandas pria yang menjabat venue manager soft tenis Asian Games 2018 di Palembang itu. (Adt)