Pemkab Nunukan Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Demi Temukan Talenta Muda

ilustrasi_tinju

Pemkab Nunukan sedang mengincar talenta-talenta baru di dunia tinju. Kejuaraan tinju amatir pun siap diselenggarakan demi tujuan tersebut. “Berdasarkan informasi dari para senior tinju Nunukan, pertandingan terakhir digelar pada sekitar 2011 atau 2012, atau kurang lebih 12 tahun lalu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Nunukan, Abdul Halid dikutip dari Antara, Minggu, 10 Maret. Menurutnya, kejuaraan ini adalah langkah maju dalam pembinaan mental dan spiritual generasi muda dan meningkatkan prestasi tinju amatir di Nunukan. Kejuaraan bertajuk “Boxing Day” ini berlangsung sejak 8 Maret 2024 ini mempertandingkan berbagai kelas seperti light flyweight, junior featherweight, lightweight, dan super middleweight. Abdul Halid mengatakan, turnamen ini dapat menjadi tanda kebangkitan kembalinya geliat tinju amatir di Nunukan setelah lebih dari satu dekade tidak diselenggarakan. Dia mengatakan, Boxing Day akan menjadi kejuaraan tahunan resmi dan dapat memperkuat persatuan para pecinta tinju. Ketua Panitia, Hendi mengharapkan agar pada musim kedua tahun depan, lebih banyak petarung yang bergabung, dan menekankan pentingnya dukungan dari keluarga. “Kami bersemangat untuk menghidupkan kembali tradisi tinju di Nunukan yang terakhir kali terjadi sekitar tahun 2011-2012,” kata Hendi. Turnamen Boxing Day ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia tinju amatir di Nunukan, membuka jalan bagi atlet-atlet muda berbakat untuk meraih mimpi mereka menjadi atlet tinju profesional. Lebih dari itu, ia optimistis Kabupaten Nunukan bisa menemukan bakat-bakat baru yang akan mengangkat prestasi tinju amatir nasional dan melahirkan petinju profesional yang akan membawa harum nama Nunukan dan Indonesia. Sumber; VOI

Sukses Digelar, Ketum Pertina Apresiasi Kejurda Tinju Junior Amatir Youth 2021

Sukses Digelar, Ketum Pertina Apresiasi Kejurda Tinju Junior Amatir Youth 2021

Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak, mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Junior Amatir Youth 2021. Hal ini disampaikan pada penutupan Kejurda yang berlangsung mulai tanggal 7-10 April 2021 ini, Sabtu (10/4/2021) malam di Sekretariat Pertina Kota Siantar, Jalan Kartini bawah, Kecamatan Siantar Barat. Komarudin juga mengaku bangga, serta mengapresiasi Ketua Pertina Sumatera Utara dan Ketua Pertina Siantar yang telah mampu menyelenggarakan Kejurda itu. “Saya berharap, pertandingan tinju seperti ini terus ditingkatkan dan berkelanjutan di daerah-daerah lain di Sumut. Karena kegiatan ini akan menjaring generasi-generasi muda atlet tinju di Sumut,” sebutnya. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Sumut, Romein Manalu mengatakan, akan mengirim wakilnya dari kegiatan Kejurda itu untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Parapat Kabupaten Simalungun pada bulan Juni 2021 mendatang. Sementara Ketua Pertina Siantar, Mayor CPM Binson Simbolon menjelaskan, Kejurda ini telah berjalan dengan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya, pelaksanaan Kejurda ini bertujuan agar olahraga tinju di Siantar bangkit kembali seperti di tahun 1980-1990 an. Binson menuturkan, saat itu Siantar banyak menghasilkan petinju yang disegani. “Dengan Kejurda ini akan lahir atlet tinju dari Siantar yang bisa diandalkan, baik di Kejurnas maupun tingkat internasional,” sebut Dandenpom I/1 Pematangsiantar ini. Dalam penutupan Kejurda itu dilakukan Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), penyerahan piala kategori petinju terbaik, harapan, favorit dan piala juara umum. Petinju Terbaik Rivaldo Ferdian Sitanggang (Medan), Petinju Favorit, Aurin Tambunan (Siantar), Petinju Harapan, Rangga Rezeki Sembiring (Binjai) dan Juara Umum diraih Pertina Medan. Hadir dalam penutupan kejurda itu, Ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, mewakili Kapolres Siantar Kasat Intel, AKP Basri Lubis, mewakili Danrem 022/Pantai Timur, Pasi Intel, Mayor Czi PM Panjaitan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Siantar, Jayadi Sagala, Ketua KONI Medan, Edi Sibarani, Ketua Panitia Kejurda Lettu CPM T Sijabat.

Raih Dua Medali Emas di Lampung, Tim Tinju DKI Jakarta Capai Target Kualifikasi PON Papua 2019

Petinju kelas ringan 60 Kg putra tim DKI Jakarta, Mathius Mandiangan (biru), sukses meraih emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite, usai mengalahkan petinju Sulawesi Utara, Farrand Papendang, di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung, pada Selasa (11/12). (topskor.co.id)

Lampung- Tim Tinju DKI Jakarta yang dipersiapkan untuk kualifikasi PON Papua 2019, akhirnya mencapai target dalam event Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung. Dalam laga yang berakhir Selasa (11/12), para pejotos DKI merebut dua medali emas, dua perak dan dua perunggu. Dua medali emas yang diraih DKI dipersembahkan Mathius Mandiangan (kelas ringan 60 Kg putra), dan Aldom Sugoro (kelas terbang 52 Kg putra). Mathius menuntaskan laga dengan mengalahkan Farrand Papendang (Sulut). Di kejurnas 2017 di Bangka Belitung Papendang yang tampil sebagai pemenang. Sedangkan Aldom, yang merupakan petinju pelatnas SEA Games 2019, mengalahkan Dudu Maulana (Jabar). Sayang, Vicky Montolalu yang turun di kelas 75 kg, terpaksa mengakui lawannya. Hasil yang dicapai tim DKI ini sudah memenuhi target yang diusung sejak keberangkatan timnya ke Lampung. Hal ini diungkapan Ketua Pengprov Pertina DKI Hengky Silatang SH. “Hasil ini sesuai target kami, yang mengincar dua medali emas. Target ini bisa lebih, namun petinju putri kami, Novita Sinadia, harus dikalahkan oleh keputusan wasit,” jelasnya, pada Rabu (13/12). Hengky menyebut, Novita, petinju kelahiran Manado, yang berlaga di kelas terbang 51 kg putri, dikalahkan keputusan wasit yang terhitung kontroversi, saat menghadapi petinju andalan Nusa Tenggara Barat (NTB), Ainun Azizah. “Selama tiga ronde, Novita banyak melepaskan pukulan bersih yang masuk ke lawannya. Novita menguasai jalannya pertandingan. Penonton pun tahu, kalau Novita yang bakal menjadi pemenanganya. Namun, wasit justru memenangkan Ainun,” tukas Hengky, yang lantas melakukan protes keras. “Tinju di Indonesia tidak akan maju bila seperti ini. Sistem penilaiannya parah. Novita seharusnya menang mutlak, dan mestinya dia juara. Ini benar-benar keputusan gila. Setelah Kejurnas Lampung, ya harus ada perubahan,” pungkasnya. (Adt)

Kirim Sembilan Petinju di Kejurnas Tinju Amatir Lampung, Pertina DKI Bidik Dua Emas

Tim tinju DKI Jaya yang bermaterikan sembilan petinju diantaranya petinju wanita nasional berusia 21 tahun, Novita Sinadia, membidik target dua medali emas dalam Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandar Lampung, 5-12 Desember. (Pertina DKI)

Jakarta- Tim tinju DKI Jaya membidik target dua medali emas dalam Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandar Lampung, 5-12 Desember. “Dalam kejurnas ini, kami menurunkan sebanyak 9 petinju,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) DKI Jaya, Hengky Silatang SH. Tim asal ibukota ini bermaterikan petinju-petinju nasional diantaranya, Vinky Montolalu kelas 75 kilogram, Aldom Sugoro (52 kilogram), Mathias Mandiangan (60 kilogram), serta petinju wanita kelahiran Manado, Novita Sinadia (21 tahun), di kelas terbang 51 kilogram. “Kejurnas ini jadi barometer persiapan menuju Pra-Kualifikasi PON 2029. Target kami adalah meloloskan sebanyak mungkin petinju, di setiap kelas yang dipertandingkan,” tukas Hengky, usai melepas para petinju di Hotel Atlet Century, Jakarta, awal pekan ini. Ia juga mengatakan, tim tinju DKI Jaya melakukan persiapan yang cukup panjang jelang event PON 2020 Papua. Mereka juga telah digembleng di HS Camp Ciseeng selama tiga bulan. Namun, di sisi lain, Hengky menyayangkan bahwa dalam kejurnas kali ini, wasit asal DKI Jaya tidak diakomodir tanpa alasan yang jelas. “Ini kami anggap adalah hal yang tidak masuk akal. Padahal, seharusnya semua daerah mengirim atlet dan juga wasit dalam kejurnas,” paparnya lagi. Terpisah, pelatih tim DKI, Hugo Muslim mengatakan, saat ini peta kekuatan para petinju di kejurnas merata. “Kondisi para petinju sudah siap untuk bertanding. Mereka, tinggal jaga kondisi saja. Dan ajang ini juga dijadikan seleksi untuk pembentukan kerangka tim SEA Games Filipina 2019. Apalagi, peta kekuatan tiap provinsi juga merata,” tandasnya. Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018 ini, sejatinya sudan mulai di gelar sejak Senin (3/12), di GOR Saburai, Bandar Lampung, Lampung, dan memperebutkan tiga piala bergengsi, yakni Piala Gubernur, Piala Kapolda dan Piala Danrem. (Adt)

Loloskan Tiga Petinju Ke Final, Indonesia Sabet Dua Medali Emas di China

Tim tinju Indonesia akhirnya berhasil menyabet dua medali emas dalam kejuaraan tinju "The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship" di Kota Nanning, Guangxi, China, yang berlangsung pada 24-25 November 2018. (beritabali.com)

Denpasar- Tim tinju Indonesia berhasil menyabet dua medali emas dalam kejuaraan tinju “The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship” di Kota Nanning, Guangxi, China. Mereka bertolak ke Tiongkok atas undangan AIBA (Association Internationale de Boxe Amateur, badan tinju yang menaungi tinju amatir sedunia). Tim Indonesia berjumlah tiga orang yakni Gregorius Gheda Dende (64 kg), Kornelis Kwangu Langu (56 kg), dan Aldriani Beatrix Suguro (51 kg putri), serta pelatih Denisius Agustinus Hitarihun. “Mereka yakni Beatrichx (putri) dan Kornelis, sementara Gheda Dende meraih perak usai kalah dari petinju tuan rumah (Tiongkok),” kata Manajer Tim Tinju Indonesia yang juga Ketua PD Pertina Denpasar, Bali, Made Muliawan Arya di China, pada Senin (26/11). Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah menjelaskan, di pertarungan sebelumnya Beatrichx berhadapan dengan Li Mingyan (China), sedangkan Kornelis bertarung dengan Muhmad Hafisz Bin Ahma (Singapura). Adapun Gheda melawan Ocana Sugar Ray Estroga (Filipina). Semua petinju Indonesia ini yang dikirim ini lolos babak final. Beatrichx menang angka atas Mingyan, Kornelis menang angka atas Hafiz dari Singapura. Sementara Gheda menang angka atas Estroga dari Filipina. “Kami memang targetkan mereka bertanding semaksimal mungkin dan harapannya pulang membawa emas,” ucap De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar. Menurut dia, semua kegiatan tim Indonesia selama di negri tirai bambu itu berjalan lancar. Begitu juga hubungan petinju, pelatih, dan manajer berjalan harmonis. Ini membuat petinju tampil lepas dan maksimal. De Gadjah memimpin tim Indonesia untuk bertarung di ajang kejuaraan tinju “The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship” yang berlangsung pada 24-25 November 2018. (Adt)

Bidik Prestasi Sebagai Penyelenggara, Bogor Siap Menjadi Host Kejurnas Tinju Amatir Junior/Youth 2018

Ketua Harian Pengprov Pertina Jawa Barat, Wolter Rumsory menyatakan, Bogor siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior/Youth 2018, yang akan berlangsung dari 18 - 22 September, GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong. (radarbanten.co.id)

Jakarta– Ketua Harian Pengprov Pertina Jawa Barat, Wolter Rumsory menyatakan, Bogor siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior/Youth 2018. “Kabupaten Bogor siap menjadi tuan rumah yang baik, dalam event yang berlangsung pertengahan September ini,” ujar Wolter, pada Senin (10/9). Kesiapan Kabupaten Bogor, menurut Wolter, karena sebelumnya Kota Bogor pernah menyelenggarakan pertandingan besar, seperti Sarung Tinju Emas (STE) pada 2015 dan 2017. Bogor juga sering menyelenggarakan pertandingan nasional lainnya. Event Kejurnas Tinju Junior/Youth edisi terakhir, diselenggarakan di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, medio Agustus 2017 lalu. Beberapa petinju asal Jawa Barat saat itu, sukses memperlihatkan prestasi dengan merebut medali emas. Pada gelaran kali ini, semua pertandingan akan berlangsung di GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Laga hari pertama atau pembukaan adalah  Selasa (18/9). Dan Pertandingan final berlangsung pada Sabtu (22/9),” tegasnya. Bagi Pengprov Pertina Jawa Barat, di bawah pimpinan Sumiati Eneng, Kejurnas kali ini bertujuan mengejar target sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kejurnas akan berlangsung selama lima hari, untuk junior dan youth putra dan putri. Hampir bisa dipastikan mayoritas peserta Kejurnas Junior kali ini adalah para pelajar, yang berasal dari Pengprov Pertina dari seluruh Provinsi di Indonesia (art) Jadwal Kejurnas Junior/Youth 2018 Senin, 17 September Kedatangan peserta pukul 19.00 WIB : Pertemuan manajer Selasa, 18 September pukul 05.00 WIB : Tes kebugaran wasit/hakim pukul 07.00 WIB : Penimbangan umum pukul 09.00 WIB : Undian pukul 14.00 WIB : Babak penyisihan 1 pukul 19.00 WIB : Upacara pembukaan pukul 20.00 WIB : Lanjutan babak penyisihan 1 Rabu, 19 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak penyisihan 2 Kamis, 20 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak penyisihan 3 Jumat, 21 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak semifinal Sabtu, 22 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan final dan penutupan Minggu, 23 September Kepulangan peserta

Pecah Rekor Tinju Putri, Anggota KOWAD 20 Tahun Asal Lombok Raih Perunggu Asian Games

Kalah dari atlet Thailand, Sudaporn Seesondee (merah), petinju putri kelahiran Lombok, 27 Januari 1998, Uswatun Hasanah (biru), meraih medali perunggu Asian Games 2018 kelas 60 kg putri, pada Jumat (31/8). Raihan itu jadi sejarah baru, karena kali pertama, tinju putri mendulang medali di kancah Asian Games. (liputan6.com)

Jakarta- Petinju Putri Indonesia, Uswatun Hasanah, sukses menyumbangkan medali perunggu Asian Games 2018 dari kelas 60 kg putri, Jumat (31/8). Raihan itu jadi sejarah baru, karena untuk kali pertama, tinju putri mendulang medali di kancah Asian Games. Tinju putri kali pertama digelar pada Asian Games 2010. Selama ini, belum pernah ada petinju Indonesia yang meraih medali. Setelah delapan tahun, penantian Indonesia akhirnya terbayar. Atlet 20 tahun yang kerap disapa Atun ini, mengamankan medali perunggu paska gagal melenggang ke babak final. Di partai semifinal tinju putri kelas ringan 60 Kilogram Putri Hall C, JIExpo, Anggota Kowad TNI AD berpangkat Serda yang berdinas di Dirpalad Jatinegara Jakarta Timur ini, terpaksa mengakui keunggulan atlet asal Thailand, Sudaporn Seesondee. Pertandingan tiga babak tersebut, Atun terus menerus tertekan sejak awal ronde. Pukulan bertubi-tubi petinju Thailand, tak mampu dihadang olehnya. Sebaliknya, pukulan gadis kelahiran Lombok, 27 Januari 1998 ini, tak bertenaga dan mudah dipentahkan lawan. Sudaporn makin mendominasi laga di ronde kedua dan ketiga, hingga Atun terlihat selalu terpojok dan gagal keluar dari tekanan. Bahkan, saking terpojoknya, Atun kerap berbalik badan hingga mendapat peringatan dari wasit di ronde ketiga. Usai laga, pelatih kepala Adi Suandana menyebut anak asuhnya gagal maksimal dipertandingan tersebut. Apa yang ditampilkan Atun saat mengalahkan wakil India, Pavitra di perempat final, tak terlihat. “Penampilan Uswatun hari ini, jika dibandingkan dengan sebelumnya, memang menurun,” kata Adi, usai laga, di JIExpo Kemayoran Hall C, Jakarta, Jum’at (31/8). “Karena olahraga tinju itu sudah biasa ya, yang terpukul pasti poinnya turun, dan yang banyak memukul pasti dapat poin,” imbuhnya. Adi menjelaskan, waktu persiapan yang kurang, ditambah minimnya uji coba ke luar negeri, menyebabkan mental Atun dan para petinju penghuni pelatnas lainnya tak terasah dengan baik. Akibatnya, kata Adi, saat di bawah tekanan, mereka tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dan gagal menjalankan instruksi pelatih. “Masih banyak kelemahan. Lawan jadi punya keberanian menyerang terus. Kalau Atun keberaniannya sepeti pertandingan sebelumnya, lawan tak bakal tampil seperti itu,” ujar Adi. Meski gagal ke babak final, medali perunggu Atun sukses menghantarkannya mencetak sejarah. Sepanjang sejarah Asian Games, tinju Indonesia mengoleksi tiga emas, delapan perak, dan 13 perunggu. Namun, semua medali datang dari tinju putra. Ini merupakan medali pertama yang diraih kontingen Indonesia di Asian Games 2018 sepanjang Jumat (31/8). Indonesia total telah mengoleksi 30 emas, 23 perak, dan 39 perunggu. (Ham)

Debut Perdana Sukses, Janji MBSS Hasilkan Juara Tinju Hingga Akhir Seri

Petinju Indonesia Ilham 'Flanker' Leoisa (pojok kiri) dan petinju Thailand Paiboon Lorkham (pojok kanan) di Kelas Welter Yunior. (metrotvnews.com)

Jakarta- Seri perdana kejuaraan tinju bertajuk “Mahkota Boxing Super Series (MBSS)” di Mall Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Sabtu (10/3), berlangsung sukses. Kota Bandung, Jawa Barat, bakal menjadi tuan rumah seri kedua, pada 7 Juli mendatang. “Saya menilai seri pertama MBSS sangat berhasil secara konsep. Karena ini mungkin sesuatu yang terbilang baru dan menyegarkan bagi blantika tinju Indonesia. Sebab ini ada sedikit perpaduan antara tinju dan entertainment,” ujar Urgyen Rinchen Sim, Managing Director Mahkota Promotion, saat ditemui di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. “Dalam setahun ada empat seri. Seri pertama di Jakarta (10/3), kedua di Bandung (7/7), ketiga di Surabaya (September), dan keempat di Bali (Desember),” sambungnya. Pria yang akrab disapa Simon itu, menyebut dari segi prestasi pihaknya selaku promotor tinju akan selalu menghasilkan petinju-petinju juara hingga seri terakhir. “Juara dari MBSS ini akan menjadi penantang bagi juara WBC Asia pada saat itu. Sehingga kami harapkan ditahun ini Indonesia memiliki juara-juara baru lagi sebagai pelapis juara dunia sebelumnya,” ungkapnya. Terkait seri kedua di Kota Kembang, Mahkota Promotion, promotor kejuaraan MBSS, bakal menghadirkan perpaduan gelaran tinju dan mini konser K-Pop, Black Pink. “Ini masih planning. Tapi sedikit clue-nya, nanti di tengah kejuaraan akan ada mini konser dari bintang K-Pop, lalu teaser dua atau tiga lagu, setelah itu dimulai dengan pertandingan tinju, lalu teaser lagi. Kira-kira gitu,” terang Simon. (Adt)

Asian Games 2018, Legenda Tinju Sebut Peluang Indonesia Berat

ilustrasi_tinju

Jakarta-Legenda tinju Indonesia Chris John, mengatakan peluang tim tinju Indonesia di pesta olahraga akbar empat tahunan negara-negara se-Asia, Agustus – Semptember mendatang, sangat berat. “Melihat peta kekuatan nggak bisa bohong. Petinju Indonesia memang masih berat buat bersaing dengan lawan dari negara lain,” ujar juara dunia kelas bulu pertama asal Indonesia itu, seperti dikutip detik, Senin (5/3). Terlebih, ia menyebut level persaiang bukan di tingkat Asia Tenggara, melainkan sudah dilingkup Asia. Mungkin, lanjut Chris, faktor tuan rumah bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi petinju Tanah Air. Menurutnya, solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan merekrut pelatih dari luar maupun melakukan training camp di luar negeri. “Sebagai tuan rumah pasti Indonesia memiliki nilai lebih yang bisa dimanfaatkan guna meraih hasil terbaik,” tukas petinju berjuluk ‘The Dragon’ saat masih aktif di atas ring. (adt)

Cari Petinju Juara Dunia, Butuh Dukungan Semua Pihak

Mantan juara dunia tinju kelas bulu dan ringan IBO asal Indonesia, Daud Yordan. (net)

Jakarta- Semua pihak harus bersinergi dan memberikan dukungan dalam mencari petinju-petinju profesional juara dunia. Hal itu dikatakan Urgyen Rinchen Sim, Managing Director Mahkota Promotion, saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (23/2). “Kalau bicara petinju, apalagi juara dunia, maka semua pihak harus bisa bergandengan tangan. Jadi tidak hanya satu pihak saja yang memegang peranan, seperti kami yang memang sebagai promotor tinju,” ujar Urgyen Rinchen Sim. Terlebih, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 jutaan, membuat pria yang akrab disapa Simon itu sangat optimis bakal lahir juara-juara dunia tinju di Tanah Air. “Saya sangat optimis, dari sekian ratus juta itu mestinya ada bakat-bakat tinju yang baik. Ya, paling tidak ada 5 sampai 10 juara dunia. Mestinya seperti itu,” sambungnya. Dalam melahirkan juara dunia, yang terpenting menurut Simon, selain dukungan dari semua pihak, dibutuhkan pula banyak gelaran turnamen tinju sebagai salah satu syarat mutlak guna mencapai tujuan tersebut. Ia menilai dengan adanya persaingan ketat diantara sesama petinju pada setiap penyelenggaraan turnamen, maka akan terlihat bakat-bakat petinju yang telah teruji hingga mampu berbicara di pentas dunia. “Bagi petinju setidaknya perlu 3 sampai 4 kali mengikuti turnamen dalam satu tahun. Bisa juga lebih, tapi kita mesti lihat kemampuan dari sisi pelaksanaannya. Dan, setelah mereka ditempa dan menjadi pemenang dalam setiap turnamen,” ungkapnya. “Jadi kemampuan yang dimiliki petinju itu tidak hanya sebatas menang di setiap turnamen di dalam negeri saja, tapi juga bisa unjuk kemampuan di luar negeri juga,” tutup Simon. (adt)

Perebutan Sabuk Emas Kelas Amatir & Professional Di Piala Panglima Kostrad

Piala-panglima-kostrad

Divisi infanteri 1 kostrad gelar pertandingan tinju kelas amatir profesional dan juga amatir. Tinju yang memperebutkan sabuk emas dan piala panglima kostrad divisi infanteri 1 kostrad berlangsung di area parkir mall living world Jln. Alam Sutera boulevard kav 21, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1/2018) Ketua panitia penyelenggara Kolonel Infantri Agus Bhakti mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa olahraga tinju di Indonesia masih kurang populer di kalangan masyarakat karena faktor minimnya ajang yang di adakan “Di Indonesia, olahraga tinju sudah kurang populer di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan akibat kurangnya ajang yang di ciptakan. Oleh sebab itu divif 1 kostrad dan AMPRO mengadakan pertandingan yang memperebutkan sabuk juara nasional versi ATI dan juga sabuk emas PANGDIVIF 1 Kostrad. Karena memang, kami di militer memiliki altet tinju yang sangat banyak dengan segudang talenta. Oleh sebab itu, bakat yang di asah akan menjadi sesuatu yang berguna,”tandas Agus Pertandingan tinju 3 ronde yang di mulai dari pukul 15.30 wib ini, cukup menyita perhatian pengunjung mall ataupun decak kagum dari para prajurit yang menyaksikan kompetisi fair play. Dari 16 peserta yang tampil unjuk kebolehan terbagi menjadi 2 kategori, yaitu amatir dan profesional. “Kami hanya mencoba membangkitkan gairah pecinta tinju agar kembali menjadi olahraga yang di cintai masyarakar indonesia. Kali ini, Kejuaraan tinju amatir kelas Bantam 54 Kg, kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas layang 49 Kg. Sedangkan untuk kelas profesional yaitu Mandatory Fight 2018 versi ATI kelas Bantam 53,5 Kg,”tambah Agus Untuk kategori yang memperebutkan sabuk emas Pangdivif 1 kostrad kelas welter yunior dengan klasifikasi berat 63.5 Kg, sedangkan untuk profesional non title versi (Asosiasi Tinju Indonesia) ATI pusat adalah kelas bulu 57.1 Kg, dan juga kelas Bantam junior 52.2 Kg. Di lokasi acara turut hadir Promotor tinju Nasional, Pertina Banten, Pertina Tangsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Dirut Living world, petinggi jajaran TNI AD dan juga ratusan prajurit yang larut dalam suasana semangat dari atas ring bersama iringan lantunan musik rock dari candil band .(adt)

Optimisme Pertina Kota Sungai Penuh Dalam Ajang Porprov Jambi 2018

Pertina-Kota-Sungai-Penuh-Tinju

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi akan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Kabupaten Bungo dan Tebo. Demi mematangkan kesiapannya, semua kontinten yang berpatisipasi di Porprov Jambi sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa membawa nama harum masing-masing kota/kabupaten. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sungai Penuh. Pertina Kota Sungai Penuh, yang sangat optimis bisa membawa harum nama Kota Sungai Penuh di ajang Porprov. Maka dari itu, Pertina Kota Sungai Penuh terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. “Kita fokus mempersiapkan diri menyongsong Porprov Jambi 2018. Kita berharap hasil terbaik demi mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” jelas Ketua Pertina Kota Sungai penuh, Alpian. Alpian yang juga didampingi oleh Sekretaris Pertina, Dedi Iryanto, usai rapat pengurus dengan pelatih Pertina Kota Sungai Penuh. Seperti dikutip dari tribunjambi, segala persiapan dari mulai menggelar try out dan menambah fasilitas untuk latihan atlet. Dan, tentunya akan memberikan bonus kepada peraih medali Porprov 2018. “Kita juga akan melengkapi atlet dengan peralatan tanding yang di butuhkan,” sebutnya. (pah/adt)  

10 Fakta Menginspirasi Dari Muhammad Ali Yang Belum Diketahui

Kekelaman menyelimuti hati banyak orang diseluruh dunia dunia kehilangan seorang legenda tinju kelas berat dunia, yaitu Muhammad Ali. Ia lahir pada 17 Januari 1942, meninggal dunia pada 3 Juni 2016, di usia 74 tahun. Ali memang sudah tiada, guys! Namun namanya akan tetap abadi. Tak hanya prestasi di ring tinju yang bersinar, sikap patriot Muhammad Ali terhadap sesama membuat Ia tak hanya dikenal sebagai atlet, tetapi juga tokoh berjasa bagi dunia. Masyarakat dunia merasa kehilangan seorang pahlawan. Ya, selain seorang juara tinju yang pernah memegang sabuk kelas berat WBC, WBA dan merebut medali emas Olimpiade Roma 1960, Ali yang juga dijuluki “The Greatest” itu juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan. Sejumlah penghargaan diraih berkat kedermawanannya kepada sesama. Salah satu aksi Ali, ketika berani menentang kebijakan wajib militer di Amerika Serikat untuk ikut Perang Vietnam. Kendati sikapnya trrsebut Ia dihukum denda sebesar 10 ribu dolar dan dilarang bertinju. Saat itu, dukungan banyak dihantarkan ke Ali sampai-sampai akhirnya dia kembali bertinju di atas ring. Aksi itu hanya segelintir sikap dari fakta hidup seorang Muhammad Ali. Seperti dikutip dari SINDOnews (berdasar World Boxing News), Ini 10 fakta lainnya dari Ali yang jarang diketahui dan bisa menjadi sumber inspirasi. 1. Awal karier Ali dari kisah konyol Kisah Ali dalam mengawali karir yakni kehilangan sepeda. Yap. Kemudian, seorang polisi meminta Ia berlatih tinju agar bisa mempertahankan barang atau hal apapun secara mandiri. Sejak itulah, Ali belajar dan menekuni tinju. 2. Pernah Menyalakan Obor Olimpiade Pada 1996, Ali mendapat sebuah kehormatan. Ia diminta menyalakan obor Olimpiade Atlanta. Sebagai seorang atlet, hal itu suatu kehormatan besar buatnya. 3. Janji Ali Dipertarungan Sebelum pertarungan, Ali sempat berjanji akan membuat lawannya, Archie Moore, tumbang di ronde keempat. Saat pertarungan berlangsung di Memorial Sports Arena, Los Angeles, California, 15 November 1962, benar saja, Moore dibikin KO di ronde keempat. Mantap! 4. Menciptakan Kemenangan Tercepat Dalam sejarah pertinjuan, Ali pernah menciptakan kemenangan tercepat, loh.. Saat itu Ia menghadapi Sony Liston di Civic Center, 25 Mei 1964, Ali menghadapi lawannya sampai roboh hanya dalam 20 detik. Wow, bukan?! 5. Tolakan Ali Ke Perang Vietnam Yap, seperti yang sudah diceritakan diatas, Ali pernah menolak masuk militer Amerika Serikat selama masa Perang Vietnam karena menurutnya perang itu tidak dianjurkan dalam Islam. Dan Ia pun sempat dilarang bertinju. Namun, karena mendapat dukungan yang besar. Akhirnya Ia ke ring tinju kembali. 6. Aktivis Pembela Warga Kulit Hitam Sejak aksi kemanusiaan Ali yang paling hebat diatas, Ia dikenal sebagai aktivis pembela warga kulit hitam. Walau aksinya sempat mengakibatkan didenda sebesar 10 ribu dolar dan semua gelar juara yang telah didapat dilepas, tapi Ali tetap mendapat banyak dukungan. Sehingga Ia bisa kembali berkarir di atas ring dan juga mendapat julukan hebat. 7. Ali Juga Pernah Kalah, Ia Telan kekalahan dengan Profesional Kekalahan pertamanya waktu itu saat melawan Joe Frazier tahun 1971. Dan Ia menerima dengan profesional. Tiga tahun kemudian, Ali membalas kekalahan dalam pertarungan “The Fight of the Century”. 8. Ali vs Chuck Wepner jadi sumber inspirasi Pertarungan Ali vs Chuck Wepner jadi sumber inspirasi. Tahukah kamu? Film bertema tinju yang terkenal, Rocky, terinspirasi dari pertarungan itu. Ali Sempat roboh di ronde kesembilan, namun Ali berbalik menang TKO di ronde ke-15. 9. Ali Jadi Petinju Kelas Berat Pertama Muhammad Ali dikenal petinju kelas berat pertama yang memenangkan gelar juara sebanyak tiga kali. 10. Aksi Ali Lainnya Saat itu Ali turun langsung untuk menyelamatkan warga Amerika Serikat yang disandera di Irak. Ia berani mendatangi Saddam Hussein untuk membebaskan sandera. Dan…benar saja, para tawanan bisa pulang dengan selamat. Sepuluh fakta tadi pasti membuat kita menjadi teringat, mengenang atau bahkan terkejut akan hal yang belum diketahui tentang Muhammad Ali. Semoga salah satu fakta diantaranya, bisa menginspirasi kita dalam hal apapun. Yap, sosok Muhammad Ali memang sungguh bisa menginspirasi bagi kita semua. Ali memang telah tiada di dunia ini, namun kebaikan dan kisahnya tetap ada sepanjang masa di dunia ini. Terimakasih telah menginspirasi! Semoga tenang disana, Muhammad ‘The Greatest All Time’ Ali!

Setelah Kejurda, Atlet Tinju Tangsel Dipersiapkan Ikuti Kejurnas di Maluku

atlet-tinju-tangsel-terbaik

Setelah mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir di Mako Brimob, Cilegon, Serang beberapa waktu lalu. Kini, para atlet tinju Tangsel terus digembleng untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar) di Maluku, 2018 mendatang. Ajang kejurnas ini, merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto mengatakan, akan mempersiapkan lima atlet tinju Tangsel terbaik untuk mengikuti Kejurnas PPLP di Maluku. “Kami sudah mempersiapkan lima atlet untuk Kejurnas nanti. Sebenarnya, ada enam atlet yang kami siapkan. Namun, karena kuota hanya lima atlet jadi tiga atlet putri kita akan terus bersaing dan menyisihkan satu atlet,” papar Sunarto. Tambahnya, para atlet tinju putra dan putri Tangsel memiliki prospek yang sangat baik. Mereka berlatih secara serius dan penuh semangat. Sunarto juga mengungkapkan, bahwa pembinaan atlet harus dilakukan sejak usia dini. “Pembinaan atlet harus di mulai sejak dini. Jadi, mereka ini merupakan program jangka panjang, nanti dipersiapkan atlet popda dan kejurda. Nanti, masuk usia youth bisa masuk kejurnas, kita siapkan mereka. Selanjutnya, program Pra PON dan PON,” tuturnya. Tangsel sendiri di percaya Provinsi Banten untuk dijadikan PPLP bagi atlet-atlet tinju di Banten. Terdapat lima atlet, empat diantaranya atlet Tangsel dan satu atlet dari Lebak. Ini merupakan suatu kebanggan bagi Kota Tangsel.tutup Sunarto (pah/adt)

Atlet Tinju Tangsel Raih 10 Medali di Ajang Kejurda Tinju Amatir

atlet-tinju-tangsel

Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Banten baru saja dilaksanakan 6-8 Oktober lalu di Mako Brimob, Cilegon, Serang, Banten. Berbagai atlet daerah, datang untuk menjajal ketangguhan di atas ring. Atlet Tangsel pun, cukup menggembirakan dengan prestasi di ajang Kejurda. Mereka mampu menyabet total 10 medali dengan rincian 4 emas, 4 perak dan 2 perunggu. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto sangat bangga dengan raihan prestasi yang dicapai oleh atlet Tangsel. “Saya bangga dan salut dengan semangat perjuangan mereka hingga menghasilkan prestasi terbaik buat Tangsel,” ucap Sunarto kepada nysnmedia.com Sunarto juga berharap, setelah ajang Kejurda mereka terus berlatih dan mengasah kemampuaan mereka serta memperbaiki kekurangan pada saat bertanding. “Terus berlatih dan fokus untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” pukasnya. Berikut nama-nama Atlet Tangsel yang memperoleh medali: 1. M Yunus medali emas di nomor 48kg 2. Kiki medali emas di nomor 48kg 3. Nurma medali emas di nomor 57kg 4. Aida medali emas di nomor 60kg 5. Marcella medali perak di nomor 46kg 6. Yaska medali perak di nomor 54kg 7. Fahmi medali perak di nomor 49kg senior 8. Hervian medali perak di nomor 75kh senior 9. Rian medali perunggu di nomor 44kg 10. Samuel medali perunggu di nomor 48kg. (pah/adt)

Atlet Tinju Cantik Ini Menjadi Primadona Disaat Bertanding

Nurmafadilla-tinju

Berparas cantik itu yang menjadi daya tarik para pria. Tapi, apa masih menjadi daya tarik para pria jika wanita tersebut merupakan atlet tinju? Nurmafadilla, atlet tinju putri yang dimiliki Tangerang Selatan mempunyai wajah cantik nan manis. Nurma sapaan akrabnya, mengawali tinju karena ajakan sang pelatih Sunarto. Namun, dibalik kecintaannya terhadap tinju, Nurma yang bercita-cita sebagai pramugari atau menjadi taruni di Akademi Kepolisian. “Sebenernya cita-cita aku mau jadi pramugari, tapi aku punya cita-cita juga jadi Akpol. Jadinya, aku punya cita-cita dua deh,” terang Nurma kepada nysnmedia.com. Ditambah keinginan sang bunda, yang berkeinginan Nurma untuk menjadi pramugari. “Apalagi jadi pramugari, mamah aku mempunyai keinginan salah satu anaknya ada yang bisa jadi pramugari,” ucapnya. Ketika bertanding dalam berbagai kejuaraan pun, Nurma menjadi primadona dan menjadi daya pikat bagi atlet-atlet tinju pria. Apalagi di mata teman-temannya, Nurma disebut “Madona” nya anak Tangerang Selatan. “Ya, aku dibilang sama temen-temen sekolah aku madonanya anak Tangsel. Kalau lagi tanding juga, banyak yang deketin aku dan banyak yang bilang aku cantik. Aku juga bingung,” pukas gadis belia yang bersekolah di SMA Negeri 7 Tangsel ini. Nurma pun, mengajak kepada wanita lain untuk berolahraga. Menurutnya, kecantikan wanita akan semakin bertambah jika berolahraga. “Jangan bilang cantik kalau belum rasain gimana rasanya menjadi atlet tinju,” tutupnya. (pah/adt)

Pertina Tangsel Optimis, Meskipun Hanya Memiliki 3 Orang Pelatih

pertina-tangsel

Melihat masih kurang minatnya pecinta tinju di Tangsel, dan juga masih sedikitnya atlet tinju Tangsel, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pertina (Persatuan Tinju Amatir) Tangsel. Pengurus Pertina Tangsel, Sunarto pun, melihat perkembangan tinju di Tangsel belum maksimal. Ditambah, sedikitnya klub tinju yang ada menjadi kendala. Saat ini, hanya ada Boxing Camp Tangsel yang di kelola Sunarto. “Dulu banyak klub-klub tinju di Tangsel, tapi tidak berjalan dengan baik. Sekarang hanya ada Benteng Boxing Camp dan disitu juga ada kelas SMP,” ujarnya. Meski demikian, atlet-atlet tinju Tangsel rata-rata mempunyai prestasi di tingkat Provinsi. Ditambah sarana dan prasarana yang belum maksimal, masih menjadi kendala Pertina. “Fasilitas sudah cukup untuk mereka latihan, meski masih ada kekurangan. Saya hanya berharap, prasana perlu di tambah dan juga pelatih. Saat ini hanya ada tiga pelatih yakni saya sendiri, Suherman dan Julio Versa,” pukasnya. (pah/adt)

Setelah Popnas, Pertina Tangsel Siapkan Atlet Tinju Terbaik Untuk Kejurda

atlet-tinju-pertina-tangsel

Pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) ke XIV yang telah berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada 10-21 September lalu, Kota Tangsel patut bangga di cabang olahraga (Cabor) Tinju. Dua atlet tinju Tangsel atas nama Faris dan Nurma tembus hingga babak 8 besar. Bisa dikatakan prestasi ini cukup baik untuk atlet Tangsel yang masih muda. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto mengatakan, dari hasil POPNAS XIV, Pertina Tangsel akan terus melakukan evaluasi untuk mempersiapkan atlet-atletnya mengikuti ajang selanjutnya. “Ya, pastinya akan selalu kami evaluasi. Atlet-atlet ini akan kami terus berikan training center untuk POPNAS selanjutnya,” ucap Sunarto. Sunarto juga menambahkan, atlet-atlet yang masih muda ini mempunyai prospek yang cukup panjang. Pertina juga telah membuat program untuk seluruh atlet tinju yakni 20 atlet tinju. “Atlet-atlet ini sudah masuk program saya. Masih ada lagi atlet muda Tangsel yang akan mempunyai prospek panjang,” terangnya. Atlet-atlet tinju Tangsel ini, nantinya akan di persiapkan untuk mengikuti Kejurda di Makobrimob Serang. “Oktober nanti, akan kami persiapkan atlet terbaik Tangsel untuk mengikuti Kejurda 6-8 Oktober mendatang,” ungkapnya. (pah/adt)

Tinju Bukan Hanya Di Dominasi Oleh Pria, Dara Cantik Asal NTT Inipun Sanggung Menyabet Segudang Prestasi

Erniwati Ngongo, petinju binaan PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT. Sosok petinju putri yang Pukulan straight dan long hook ditakuti lawan. Ciri khasnya saat berlaga di atas ring tinju cukup lincah. Petinju putri binaan Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang satu ini memiliki gaya bertanding mix antara gaya boxer dan tipe petinju bergaya fighter. Dikutip dari Pos Kupang, Petinju kelahiran Camme, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ini menggeluti cabang olahraga tinju sejak duduk di kelas satu SMP Kristen Waimangura, Kabupaten SBD. ia menuturkan Tentang mengapa tertarik olahraga keras seperti tinju, Erni mengaku awalnya melihat orang latihan tinju dan ia tertarik mengikutinya. “Awalnya saya tertarik ketika melihat orang-orang yang lagi latihan tinju di halaman sekolah. Lalu saya coba-coba latihan. Ternyata saya mampu melayangkan pukulan dengan baik. Saat latihan awal, gaya bertinju saya dipoles oleh pelatih karena saat itu baru duduk di bangku kelas satu,” tutur Erni. Meskipun Erni memang memang menggeluti olahraga keras, ia juga masih memiliki sisi feminim dan juga memiliki sejumlah hobi yang terpendam. “Erni juga hobi menggambar. Dan biasanya hasil gambar Erni simpan di lemari dan juga suka fashion,” akunya Putri pasangan Petrus Wunu K Delo dan Martha Ngongo ini juga ternyata memiliki segudang prestasi yang cukup meyakinkan sejak ia menggeluti olahraga keras ini. Sejumlah prestasi yang pernah diraih Erni, yakni medali emas Youth Girls Kelas 52 Kg pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) TinjuNTT di Kota Maumare tahun 2015. Erni juga meraih medali emas Youth Girls Kelas 57 Kg Kejuaraan Tinju Walikota Kupang Cup tahun 2016. Selain itu, Erni meraih medali emas Youth Girls Kelas 57 Kg Kejurnas PPLP tahun 2016 di Kupang. Masih dalam tahun yang sama, petinju putri berambut ikal ini meraih medali perak pada Kejuaraan Tinju VN Cup Kelas 57 Kg serta meraih medali perak perebutan Piala Ketua Pertina Kota Kupang kelas 60 kg elit women. “Terakhir Erni meraih medali perak di Pekan Olahraga Daerah (Popda) NTT tahun 2016 kelas 57kg. Dan satu prestasi spektakuler yang baru diraihnya, yakni menyabet medali emas klas 57 kg youth girl di Kejurnas Tinju Amatir Junior dan Youth Girls tahun 2017 yang berlangsung 1-7 Agustus 2017 di GOR Oepoi, Kota Kupang,” ujarnya. Erni mengatakan, keberhasilnya meraih medali emas di sejumlah even tinju karena dukungan pelatih Karel Muskanan, dan Yanto Fallo, yang intens melatihnya sejak bergabung di PPLP Dispora NTT. “Semua itu tentu tidak lepas dari sentuhan teknik para pelatih Om Karel Muskanan dan Om Yanto Fallo yang terus melatih kami petinju PPLP NTT secara intensif sejak tahun 2015 lalu. Dan yang paling utama karena campur tangan Tuhan atas semua hal yang terjadi, khususnya prestasi yang diraih Erni,” katanya.