Putaran Final Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Segera Dimulai, Simak Jadwalnya

Timnas U-23 saat uji coba melawan Bali united di stadion Kapte I Wayan Dipta, Gianyar, Bali Sabtu lalu (18/3/19). Foto Kompas.com

Perjuangan Timnas U-23 Indonesia akan dimulai untuk memperebutkan putaran final babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Timnas merah putih ini akan bertemu lawan yang berat pada laga perdananya yaitu Thailand. Tim yang dijuluki sebagai Garuda Muda ini akan bersaing dengan Vietnam, Thailand dan Brunei Darussalam di Group K untuk memperebutkan dua posisi teratas agar dapat maju ke putaran final. Walaupun begitu sudah dipastikan bahwa Thailan akan dapat lolos ke putaran final tersebut, mengingat tim Gajah Putih yang juga selaku tuan rumah, sehingga secara otomatis akan mendapatkan tiket putaran final. Timnas Indonesia U-23 yang sebagian besar adalah jebolan timnas U-19 tersebut akan bertanding melawan Thailand pada 22 Maret 2019, kemudian dilanjutkan melawan Vietnam pada 24 Maret 2019 dan ditutup saat menghadapi Brunei Darussalam pada tanggal 26 Maret 2019 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Vietnam. Hanya ada 16 tim yang bisa lolos menuju putaran final dan salah satunya sudah dimiliki oleh Thailand. Indonesia harus menjadi juara group untuk mendapatkan kepastian lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, aka tetapi jika Tim Indonesia hanya menempati peringkat kedua, maka Indonesia masih harus bersaing poin dengan runner-up dari group yang lain. Pelatih timnas Indra Sjafri sendiri yakin bahwa timnya akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Hal ini berdasarkan pengalamannya saat masih menjadi pelatih timnas U-19 Indonesia 2013 lalu. “Ini siklus persis pada 2013 untuk saya. Ada tanggung jawab AFF waktu itu, kami juara,” ujar Indra yang dikutip dari BolaSport.com. “Setelah itu, ada Kualifikasi Piala Asia, jarak tiga pekan juga dan kami lolos setelah mengalahkan Korea Selatan. Kami lolos waktu itu (2013) dan saya yakin hal ini akan terulang,” ujarnya menambahkan. Berikut adalah dadwal lengkap kualifikasi Piala Asia U-23 2020 untuk Timnas Indonesia, yaitu: Jumat, 22 Maret 2019 – Thailand vs Indonesia pada pukul 17.00 WIB Minggu, 24 Maret 2019 – Indonesia vs Vietnam pada pukul 20.00 WIB Selasa, 26 Maret 2019 – Indonesia vs Brunei Darussalam pada pukul 17.00 WIB. (IHA)

Kampiun Swiss Open 2019, Fajar/Rian Makin Percaya Diri

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara Swiss Open 2019 usai menumbangkan wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin, 21-19, 21-16. (Dok. Humas PBSI)

Basel- Indonesia membawa pulang satu gelar dari ajang Swiss Open 2019 melalui duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang merupakan unggulan empat turnamen. Fajar/Rian sukses meraih gelar juara usai menumbangkan wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin (8), straight game, dengan skor 21-19, 21-16. Pertandingan kedua pasangan yang berlangsung di ST. Jakobshalle Basel, Swiss, pada Minggu (17/3) itu memakan waktu 40 menit. Keberhasilan ini sekaligus menjadi gelar pertama bagi Fajar/Rian pada 2019. Rian mengatakan dirinya dan kolega tampil dengan baik. “Kami banyak adu drive. Kami unggul di permainan depan dan lawan banyak mengangkat bola, kami lebih sabar,” ujar Rian mengomentari hasil positif yang diraih pada pertandingan itu. Rian menambahkan gelar yang diraih bersama Fajar makin menambah kepercayaan diri, dan berharap performa mereka makin baik. “Gelar ini pasti menambah percaya diri kami, setelah kalah di semifinal All England minggu lalu dan kalahnya mepet. Mudah-mudahan kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” tutur pebulutangkis kelahiran Bantul, Yogyakarta, 13 Februari 1996 itu. Disisi lain, Fajar menyebut bila sejak awal main mereka yakin dengan kemampuan yang ada, terlebih dengan tipe permainan lawan. “Pasangan Taiwan ini bagus, pukulannya kencang. Dari awal masuk lapangan sudah timbul keyakinan. Tapi kami masih banyak melakukan kesalahan, kami sudah benar mainnya, tapi saat lagi ramai, kami mati sendiri,” ungkap Fajar. Di partai pamungkas, Indonesia sebenarnya menempatkan dua wakil. Namun, dobel campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus puas menjadi runner-up. Rinov/Pitha yang diplot sebagai unggulan delapan itu kandas ditangan wakil Denmark Mathias Bay Smidt/Rikke Sony, rubber game, dengan skor 18-21, 21-12, 16-21, dalam tempo 56 menit. “Kami bermain tidak seperti kemarin-kemarin, kelihatan sekali tidak lepas dan tertekan,” cetus Rinov. Lebih lanjut, ia menjelaskan kekalahan yang dialaminya bersama kolega lebih banyak terjadi karena faktor non teknis. “Bukan tegang karena ini final, kami antiklimaks mainnya,” tukas Rinov. (Adt)

ESports, Cabang Olahraga Milenial yang Berpotensi Untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Salah satu kompetisi eSports yang digelar di Mall Mangga Dua. dok.NXL Mobile Esports 2019

Di era revolusi teknologi seperti ini, hampir segala bidang dalam kehidupan masyarakat sudah bercampur tangan dengan sisi teknologi, termasuk dalam aspek Olahraga. Olahraga yang kita kenal sebagai olah fisik tubuh secara konvensional saat ini mulai mengalami perubahan yang signifikan. Olahraga kini bisa dilakukan di depan layar smartphone atau komputer. Olahraga yang disebut sebagai olahraga elektronik (eSports) ini banyak berasal dari sekedar hobi para kaum milenial yang tanpa disadari saat ini para penggiat eSports ini ternyata punya kesempatan dalam mengharumkan nama bangsa, selayaknya atlet-atlet kita yang lain. Olahraga eSports sempat dipertandingkan pada laga Asian Games 2018 lalu, walaupun hanya dipertandingkan sebatas eksebisi, tetapi mulai saat itu juga, nama eSports mulai ramai di Indonesia. Semenjak itu pula ada banyak pihak baik swasta maupun pemerintah yang mulai gencar menggaungkan dan menggelar turnamen eSports di Indonesia, mengingat pada ajang SEA Games 2019 dan Asian Games 2022, eSports tidak lagi sebatas eksebisi tetapi akan menjadi cabor yang memperebutkan medali. Dengan menjamurnya eSports saat ini di Indonesia, diharapkan agar para bibit-bibit pemainnya dapat bersaing di tingkat internasional sehingga juga berpeluang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Tentunya atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Nantinya kalau sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan nanti kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports,” tutur Charles Honoris anggota Komisi I DPR yang dilasir dari detikSport. “Apalagi nanti bisa mendorong developer-developer game dalam negeri untuk menciptakan game-game yang bisa dimainkan di Esports tentu akan sangat-sangat positif. Daripada anak muda Indonesia menggunakan internet untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau kebencian di medsos, tentunya Esports merupakan wahana atau kegiatan yang jauh lebih positif,” sambungnya. Charles meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani potensi eSports di Indonesia, terutama soal regulasinya. “Kita tentu tidak mau membatasi pertumbuhan Esports. Mungkin ada yang mengatakan bermain game bisa berdampak negatif, ya ini tugas kita bersama pemerintah untuk membuat regulasi yang membatasi efek negatifnya, tapi secara umum Esports ini harus kita dukung karena memang peminatnya banyak.” Ujar Charles. “Mungkin ke depan perlu juga registrasi diperketat saat membuat akun game online, harus registrasi dengan usia. Jadi ke depan mungkin di jam tertentu anak yang masih di usia sekolah tidak bisa login untuk main live. Jadi tidak menggangu para siswa yang sedang belajar,” Tambahnya. (IHA)

Hasil Positif Diraih Dimas, Pemuda Asal Depok di Ajang Moto2, Qatar

Dimas Ekky Pratama di Moto2 Qatar

Banyak pelajaran yang didapatkan oleh Dimas Ekky Pratama saat dia menjalani laga bapak seri Perdana Moto2 Qatar (10/3). Mengingat bahwa tahun ini adalah tahun pertama bagi Dimas untuk terjun full time di Moto2 dan menggunakan mesin dari Triumph, dimana sebelumnya menggunakan mesin dari Honda seperti yang dipacu oleh Dimas selama berlaga di ajang Moto2 FIM CEV Repsol. “Step by step, saya lebih memahami karakter motor ini dan juga dari sisi elektroniknya,” ujar Dimas Ekky Pratama yang membalap bersama tim Idemtisu Honda Team Asia. Salah satu kemajuan Dimas adalah menajamkan catatan waktunya hingga bermain di 2 menit selama 01,514 detik. Untuk Best Lap yang dicetaknya ada di lap 9 dari total 20 lap yang ditempuh “Meski sempat kesulitan di sesi Free Practice, tetapi ketika race cukup optimis bisa menggali pengalaman lebih dan belajar banyak dari pembalap-pembalap yang berada di depan,” aku Dimas yang asal Depok, Bogor, Jawa Barat. Bagaimanapun, hasil positif dari Dimas di Moto2 ini masih lebih baik dari rekan setimnya Somkiat Chantra asal Thailand yang tidak berhasil menyentuh garis finish di seri Qatar. “Bertahap setiap seri saya akan belajar lebih banyak, improve lebih banyak, memperbaiki posisi dan semoga di race Argentina akan lebih baik hasilnya,” janji Dimas yang dilansir dari OtoRace.id “Mohon support dan doanya, karena doanya sangat berarti untuk saya,” tambah Dimas (IHA)

Jakarta International Stadium, Stadion Impian Jakarta, Diklaim Lebih Baik Dari Gelora Bung Karno

Jakarta International Stadium (JIS), akan segera berdiri di Jakarta, stadion ini disebut-sebut akan lebih spektakuler dibandingkan dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kick off dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di lahan Taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis lalu (14/03). Dengan berlangsungnya Kick Off ini maka resmi pula dibangunnya Stadion ini. PT. Jakpro selaku pihak pengembang akan mulai melakukan pengerjaan secara bertahap, mulai dari proses Cut & Fill, sehingga pada bulan kelima tahap pengerjaan utama akan dimulai. Proyek JIS ini direncanankan akan selesai pada 22 Juni 2021. Iwan Takwin selaku direktur PT. Jakpro megklai, membocorkan bahwa Jakarta International Stadium ini akan lebih baik dari Gelora Bung Karno. “Konsep stadion ini nantinya lebih baik daripada GBK karena spesifikasi desainnya proper. Bukan hanya standar football karena di sini bisa juga dilakukan konser musik,” kata Iwan. “Sementara di atas ada jogging trek, jadi jika masyarakat bisa menikmati bangunan ini dari atas bisa. Atapnya buka tutup jadi orang bisa jalan karena nanti ada paket wisata ada akses yang proper,” tambahnya. Selain berfungsi sebagai stadion, Taman BMW dengan luasan 22 hektar ini juga akan memiliki fasilitas hiburan dan atraksi seperti Rock Climbing dan Bungge Jumping setinggi 60 meter. “Maka dari itu kami melibatkan konsultan asing dari Inggris. Mereka biasa mendesain beberapa stadion di Liga Primer. Mereka juga yang mendesain stadion olimpiade Qatar. Jadi banyak ada spesialis master plan, spesialis sirkulasi penonton jadi ada tim ahli, tinggi kemiringan tribun, tangga tribun dan lain-lain,” kata Iwan. “Yang jelas, mereka tim desain spesialis stadion. Mereka juga akan membantu perencanaan kawasannya juga. Soal biaya itu nanti ada detailnya di tambahan perubahan anggaran,” tambah Iwan. Kick off ini selain dihadiri oleh Anies Baswe, juga dihadiri oleh Mantan petinggi Persija Jakarta Gede Widiade, direktur utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, The Jakmania serta para tamu undangan lainnya. Perihal stadion yang akan dibangun ini, Gede Widiade turut ambil suara untuk memberikan dukungannya. “Seperti yang saya katakan setahun dua tahun, Anies (Baswedan) sebagai gubernur tak perlu ditagih, dia pasti membuktikan apa yang dijanjikan. Jadi ini sudah naluri pemimpin dan orang tua sudah tahu kebutuhan anaknya, terutama sepakbola. Tidak ada kata lain selain mendukung, mendukung dan mendukung, apa yang direalisasi gubernur,” Ungkap Gede. (IHA)

Asian Youth Games 2021 Akan Diadakan di Shantou, Cina

Penandatanganan memo antara OCA dengan Pemerintahan Shantou untuk menyelenggarakan Asian Youth Games 2021 (03/03). Photo : people.cn

Asian Youth Games 2021 akan diadakan di Shantou, Cina, hal ini diumumkan saat konferensi OCA (Olympic Council of Asia) ke 38 yang diadakan di Bangkok, Thailand (3/3). Kota Shantou merupakan kota ke empat di Cina yang menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional setelah Beijing Guangzhou dan Nanjing. Saat konferensi tersebut berlangusng, Lin Yimin selaku walikota Shantou menjelaskan kekuatan dan kebudayaan kota tersebut, fasilitas olahraga, tingkat keamanan dan pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan event-event besar. Setelah berdasarkan hasil diskusi diantara para pejabat OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah selaku Presiden OCA mengumumkan bahwa Shantou terpilih sebagai tuan rumah Asian Youth Games 2021. Shantou yang berlokasi di sebelah timur propinsi Guangding adalah salah satu kota perekonomian di Cina. Ajang ini bermanfaat untuk mendongkrak prekeonomian local dan dapat menumbuhkan potensi bakat-bakat baru yang bias berguna untuk kota tersebut. Kota Shantou dengan populasi sekitar 5.6 juta penduduk ini merupakan satu-satunya bidder setelah beberapa negara lain seperti Sri Lanka dan Indonesia batal menjadi tuan rumah. Asian Youth Games 2021 ini rencananya akan diadakan secara mayoritas di area Shantou University dimana jumlah atlet peserta diperkirakan mencapai 2500 orang dari 45 negara. Asian Youth Games adalah event olahraga yang memperlombakan banyak cabang olahraga dimana para pesertanya adalah para remaja mulai dari umur 14 sampai dengan 17 dari seluruh Asia. Event ini akan berlangsung selama Sembilan hari dan dinobatkan sebagai ajang olahraga remaja terbesar di Asia. Asian Youth Games sebelumnya diadakan di Nanjing, Propinsi Jiangsu, CIna 2013 lalu. Di ajang Asian Youth Games 2013 lalu, Indonesia mengirim 104 atlet untuk 13 cabang dari 16 cabang olahraga yang dipertandingkan dan menduduki peringkat 15 dengan raihan 1 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. 1 Medali Emas Ricky Anggawijaya dari cabang renang dalam nomor 100 meter Gaya Punggung Putra 2 Medali PerakRicky Anggawijaya dari cabang renang dalam nomor 200 meter Gaya Punggung Putra, Aprilia Kartina dari cabang atletik nomor 1500 meter Putri 2 Medali PerungguLorenza Monalisa Arieswaty dari cabang renang dalam nomor 200 meter Gaya Kupu-kupu Putri, Ken Ayuthaya Purnama dari cabang atletik nomor 100 meter Gawang Putri. (IHA)

Titik Terang, Perbasasi Janji Akan Bantu Dana Untuk Timnas Bisbol Putri U-15

Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra.Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra. (Dok.Timnnas Bisbol Putri Indonesia)

Angin sejuk bertiup ke arah Timnas Bisbol Putri yang akan berkompetisi di U-15 Australian Youth Women’s Baseball Championship 2019 di Canberra pada 15-20 April mendatang, karena Andika Monoarfa selaku Ketua Umum Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) akan mengucurkan bantuan dana bagi mereka. Realisasi bantuan dana ini disepakati setelah jajaran pimpinan Perbasasi bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi di Kemepora senin (4/3) lalu. Tim Perbasasi menjelaskan perihal kesulitan dana yang dialami oleh Timnas Bisbol Putri U-15 tersebut untuk mengikuti turnames usia dini di Australia. Mengenai jumlah dana yang akan dikucurkan Andika enggan membeberkannya. “Sekarang ini dukungan [dana] partisipasi pemerintah dan federasi, termasuk amal soleh. Nah itu urusan kami dengan Tuhan, jangan ditanya. Karena sekali lagi, yang paling penting partisipasinya lengkap,” kata Andika kepada para awak media. “Sebenarnya tanpa kami [Perbasasi dan Kemenpora] rapat pun, mereka tetap berangkat juga. Memang biasanya federasi kalau untuk [kompetisi] anak-anak usia dini, kami menyumbang hanya jersey/pakaian tanding, bola, peralatan tanding, dan lain sebagainya lalu kami lepas secara resmi dimana ada acara cium bendera. Hanya itu, tidak ada bantuan lain,” ucapnya menambahkan. Kabar mengenai kesulitan dana ini sebelumnya sudah viral melalui social media lewat akun Instagram @baseballputri pada hari minggu (3/3) “Nah maksud adik-adik ini, mereka membuat viral dan lain sebagainya itu sekali lagi tidak ada maksud yang aneh-aneh sebenarnya. Sangat positif, mereka itu mau berangkat tapi mencari dukungan rekan-rekan yang lain dan tidak mau membebankan terlalu banyak orang tuanya. Sekarang alhamdulillah ada berita seperti itu [viral], ya alhamdulillah tidak disangka malah dibantu [Perbasasi dan Kemenpora],” ucap Andika. “Jadi memang penting sekali partisipasi dari masyarakat. Saya pribadi juga ikut bantu walau tidak besar, pengurus yang lain juga bantu, dari awal yang bentuk ini juga penasehat kami. Sekarang lengkap: partisipasi dari orang tua ada, dari federasi ada yang akan membantu kelancaran mengurus visa dan lain sebagainya, dari masyarakat, dan pemerintah,” katanya melanjutkan. Keseluruhan dana yang diperlukan untuk mengikuti turnamen ini adalah sebesar 982 Juta Rupiah, yang akan diperuntukkan untuk 22 pemain, 2 pelatih dan ofisial selama turnamen tersebut di Australia. Andika sempat menjelaskan kenapa butuh biaya yang besar untuk hal ini, karena timnas yang berangkat adalah U-15 maka selain para pemain ada pendamping atau orang tua yang akan juga berangkat ke Australia. Selain itu Timnas Putri Indonesia ini juga berhasil mengumpulkan dana hingga berita ini dibuat, sebesar Rp. 16.320.713 melalui website crowdfunding kitabisa.com. Bagi Sobat Muda yang tergerak untuk membantu silahkan menyumbang melalui website kitabisa.com tersebut.(IHA)  

Animo IJL Musim 2019 tak Terbendung, Lebih Dari 1000 Pemain Mengikuti Screening Kloter Pertama

Proses foto untuk mengumpulkan database pemain dalam screening IJL 2019 U-9 dan U-11 kloter pertama di sawangan, depok Minggu lalu (24/02/19). Foto: IJL

Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 U-9 dan U-11 akan segera menyemarakkan kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia. Ajang ini akan diawali dengan proses screening pemain yang dimulai di hari minggu (24/02/2019) hingga 3 Maret 2019. Proses screening hari pertama untuk kompetisi yang akan diikuti oleh 66 SSB ini dibuka dengan antusiasme yang tinggi. Tercatat lebih dari 1000 calon pemain laga IJL menyerbu lokasi screening yang terletak di Sawangan, Depok. Seperti diketahui Sawangan memang bukan tempat yang baru dikenal dalam dunia sepak bola tanah air. “Nama Sawangan sudah identik dengan Timnas Indonesia khususnya program pengembangan usia muda, setidaknya kehadiran IJL nantinya bisa memberi warna dan gairah baru lebih segar,” ujar Rezza Mahaputra Lubis yang menjabat sebagai CEO IJL. “Sebisa mungkin dari proses screening sampai kick-off kompetisi IJL 2019 bergulir, atmosfer itu yang akan kami bawa utamanya agar anak-anak bisa kenal Sawangan lebih dekat,” tambah Rezza. “Kami kan juga punya tim Elite semacam timnasnya IJL tiap musimnya, semoga dari Sawangan bibit-bibit baru akan lebih banyak bermunculan,” sambung Rezza lagi. Proses tahapan screening akan terbagi menjadi empat tahap mulai dari pengecekan data dokumen, cek gigi, sesi foto sampai validasi finger print. “Banyak dari mereka yang baru menjalani proses screening lewat sesi cek gigi, tidak jarang banyak hal lucu menghampiri. Anak-anak ini kita mereka akan disuntik,” ungkap Rezza seraya tertawa lebar. IJL tetap berlaku secara professional dalam menggelar proses screening ini, salah satunya adalah dengan konsisten menggandeng SSB sebagai mitra strategisnya dan juga menganggap serius pencatatan database pemain sebagai asset jangka panjang dunia sepak bola tanah air. “Tak lain kami ingin lebih menekankan soal profesionalisme ke teman-teman SSB, tidak gampang memang tapi setidaknya dari proses screening yang ketat akan menggambarkan pentingnya database pemain sebagai investasi jangka panjang masa depan sepak bola Indonesia. Harus dimulai sejak usia dini memang, kalau tidak sekarang ya kapan lagi,” tandas Rezza. (IHA)

Mengukir Sejarah, Indonesia Lolos Sebagai Kampiun Pada Ajang Piala AFF U-22 LG CUP 2019

Selebrasi Timnas Indonesia setelah menjuarai ajang Piala AFF U-22 2019 seusai menaklukkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). (foto : pojoksatu)

Sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesa hari ini telah dicetak dari cabang olahraga Sepakbola, Indonesia berhasil lolos sebagai juara pada ajang Piala AFF U-22 2019 usai menaklukkan Thailand dengan hasil 2-1. Pertandingan final yang diadakan di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) tersebut diawali dengan kondisi imbang 0-0 pada babak pertama. Walaupun Thailand sempat memimpin pada menit ke 57, tetapi tim merah putih dapat menyamakan keadaan dengan hanya dengan selisih satu menit melalui tendangan Sani Rizki yang membentur pemain bek Thailand. Pada menit ke 63, Osvaldo Haay pun tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia dengan sundulannya setelah mendapatkan umpan tendangan bebas dari M. Luthfi Kamal. Meski dalam pertarungan sengit tersebut tim Indonesia harus kehilangan Kapten Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, tetapi Indonesia mampu bertahan dan menuntaskan pertandingan tersebut sebagai Juara dengan hasil akhir 2-1 atas Thailand. (IHA)

Tonjolkan Kearifan Lokal, Riors Luncurkan Jersey Anyar PSIS Semarang

Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors meluncurkan jersey anyar PSIS Semarang. Yudhi Setiawie mengatakan design jersey tersebut menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. (Adt/NYSN)

Jakarta– Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors dan klub sepak bola PSIS Semarang kembali menjalin kerjasama. Sinergi kedua belah pihak yang sudah terjalin selama tiga tahun, sejak 2017, ditandai dengan peluncuran jersey anyar bagi klub berjuluk ‘Laskar Mahesa Jenar’ tersebut. Jersey yang disediakan Riors untuk PSIS Semarang dalam mengarungi kompetisi musim 2019 yakni berwarna biru (kandang) dan putih (tandang). Yudhi Setiawie, Owners Riors, mengatakan design jersey yang dikenakan klub kebanggaan warga Semarang tersebut diambil dari kearifan lokal Kota Semarang. “Untuk design jersey ini, kami ingin lebih menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. Selain dari segi bahan dan pola, kami juga sangat fokus pada kenyamanan serta fungsional untuk dikenakan oleh para pemain,” ujar Yudhi, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (18/2). Dibandingkan dengan jersey sebelumnya, kali ini Riors memasang kepala Naga di bagian depan jersey berwarna biru PSIS Semarang. “Jersey ini kami konsepkan dengan matang. Kami juga perlihatkan ada wajah naga di bagian depan jersey,” lanjutnya. Dan, untuk jersey berwarna putih, ungkap Yudhi, terdapat sisik-sisik naga. “Kami ingin para pemain ini juga kuat seperti naga pada saat bertanding,” tambah Yudhi. Sedangkan untuk Jersey PSIS Semarang yang akan dikenakan untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim mendatang, Yudhi menjelaskan pihaknya akan merancang jersey dengan design terbaik, dengan kualitas yang terus ditingkatkan. “Menatap Liga 1 Indonesia musim 2019-2020, Riors akan merancang jersey PSIS Semarang yang pastinya jauh lebih baik dari jersey yang kami luncurkan saat ini,” cetus Yudhi. Dalam kesempatan yang sama, Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, menyebut Riors selalu memberikan kejutan kepada klub sepak bola kebanggaan warga Kota Atlas. Ia juga menyebut selama kurun waktu tiga tahun menjalin kerjasama, Riors telah menjadi bagian dan setia menemani PSIS Semarang sejak dari Liga 2 hingga Liga 1 Indonesia. “Atas dukungan maupun support yang luar biasa ini, kami ucapkan banyak terima kasih pada Riors,” cetus Yoyok. Disisi lain, Yoyok mengaku mendapatkan keuntungan lebih atas penjualan jersey resmi PSIS Semarang, dimana totalnya mencapai ribuan jersey. “Tahun kemarin kami cukup bagus penjualannya. Dan kami menargetkan penjualan tahun ini bisa lebih besar atau dua kali lipat,” tutur Yoyok. Sementara itu, salah satu skuat PSIS, Bayu menyebut dengan jersey baru ini akan dapat menambah kepercayaan diri dalam melakoni setiap pertandingan. “Dengan jersey baru ini, secara pribadi semakin menambah kepercayaan diri, dan berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan untuk bisa meraih kemenangan,” tukas Bayu. (Adt)

Terpilih Aklamasi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Pimpin FORKI Periode 2019-2023

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) periode 2019-2023. (tribunnews.com)

Jakarta- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) periode 2019-2023. Hasil itu merupakan keputusan Kongres FORKI XV, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, selama dua hari, atau Jumat (15/2) hingga Sabtu (16/2). Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November, 55 tahun silam itu, akan melanjutkan kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Hadi diusulkan oleh 26 Pengprov (Pengurus Provinsi) dan 17 perguruan anggota FORKI. Sedianya Hadi akan hadir ke Kongres XV FORKI, namun berhalangan hadir. Ia mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Semarang, Jawa Tengah. Dan rencananya Kongres XV FORKI yang semula ditutup pada Sabtu (16/2), diundur pada Minggu (17/2) pagi. Sebelumnya, usai membuka Kongres XV FORKI, Gatot menyatakan bersedia maju lagi sebagai Ketua Umum PB FORKI. Dengan syarat, ia hany bersedia jika dipilih melalui musyawarah dan mufakat. Basiruddin sebagai wakil pimpinan sidang, mengatakan kongres kali ini berlangsung lancar, dan memutuskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum PB FORKI. “Beliau sebelumnya sudah setuju diusung sebagai Ketua Umum PB FORKI, sehingga Pengprov dan perguruan memberi surat rekomendasi keterpilihan Panglima TNI sebagi Ketua Umum yang baru,” ujar Basiruddin, yang juga Ketua Harian FORKI DKI Jakarta. Selanjutnya, Ketua Umum baru akan membentuk struktur kepengurusan dibantu tim formatur. “Ada formatur yang terdiri dari 4 tim, yakni 2 dari Pengprov (Pengprov DKI dan Sumatera Utara), serta 2 perguruan, yaitu KKI (Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia) dan INKANAS,” lanjutnya. “Formatur ini akan membantu Ketua Umum terpilih untuk menyusun struktur kepengurusan dalam jangka 30 hari masa kerja,” tambah Basiruddin. Sementara itu, Ellong Tjandra, Ketua Harian FORKI Sulawesi Selatan, berharap Ketua Umum yang baru dapat membawa organisasi kearah yang lebih baik serta memberikan perhatian lebih kepada pengurus daerah. “Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, regenerasi atlet dapat berjalan dengan baik, begitu juga dengan pelatih. Selain itu, Ketua Umum yang baru bisa memberikan perhatian kepada pengurus-pengurus di daerah. Dan, kedepan prestasi FORKI harus lebih baik, bisa melebihi prestasi di Asian Games 2018,” tukas Ellong. (Adt)

Dicoret dari Timnas U-22, Nadeo Argawinata Masuk Daftar Seleksi Timnas U-23

Nadeo Argawinata (kiri) akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Alasan utamanya karena minim jam terbang interasional. (kumparan.com)

Bangkalan- Nadeo Argawinata akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Padahal, Nadeo termasuk pemain yang sejak awal mengikuti pemusatan latihan bersama Andy Setyo dkk. Kondisi ini tentu sangat berat buat kiper 187 cm. Dalam situasi ini, kiper Madura United, Muhammad Ridho Djazulie, memberi dukungan bagi Nadeo. “Saya selalu memberikan support untuk Nadeo. Selama ini, saya dekat dengan dia. Karena dia kiper muda, saya harus selalu memberikan dukungan buat dia,” kata Ridho pada Kamis (14/2). Ridho dan Nadeo pernah berada dalam satu tim di Borneo FC musim lalu. Tak heran keduanya menjalin kedekatan. Mereka selalu bergantian tampil di bawah mistar Borneo FC, saat satu dari keduanya harus membela Timnas Indonesia. Musim ini, Ridho memutuskan meninggalkan tim Pesut Etam. Namun, keduanya terus menjalin komunikasi. Terbaru, Ridho dan Nadeo saling berhadapan saat uji coba Madura United kontra Timnas U-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (12/2). “Saran saya buat dia, tetap semanagat dan bekerja keras. Masih banyak kesempatan. Selalu tetap jaga kondisi dan mulai fokus kembali membela klub,” imbuh Ridho. Nadeo akan kembali memperkuat Borneo FC yang tengah melakukan agenda pramusim. Di klub Pesut Etam, kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 ini akan kembali bersaing dengan Alfonsius Kelvan dan Gianluca Padenyewu. Timnas U-22 akan mengandalkan tiga kiper dalam turnamen antarnegara ASEAN itu. Mereka adalah Muhamad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Madura United), dan Awan Setho Rahardjo (Bhayangkara FC). Indra menyebut minimnya pengalaman internasional jadi alasan tercoretnya Nadeo dari skuat akhir yang bakal diboyong ke Kamboja. Diakui Indra bahwa Nadeo tersingkir karena kalah bersaing dari Riyandi. “Riyandi punya pengalaman internasional yang banyak, alasan saya itu,” kata Indra usai sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis sore. Tercoretnya Nadeo memang sempat memancing komentar dari warganet, mengingat kiper jebolan SSB Macan Putih Kediri itu musim lalu cukup kerap dimainkan oleh Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Nadeo juga tampil cukup prima ketika menjaga gawang Timnas U-22 dalam laga uji coba terakhir menghadapi Madura United, meski kemasukan gol Slamet Nurcahyo lima menit jelang babak pertama usai. Indra menegaskan gol tersebut bukan menjadi alasan pencoretan Nadeo, sebab penilaiannya menyeluruh termasuk tiap sesi latihan yang diikuti. “Akumulasi semua, ada kesehatan, psikotes, sesi latihan, hingga uji coba. Dari rekapitulasi semua itu, ada yang kita pilih,” ujar Indra. Pun demikian, nama Nadeo, lanjut Indra, masuk daftar 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat Timnas U-23 tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. (Adiantoro)

Kolaborasi DBL-Ardiles, Luncurkan Sepatu Basket Produk Lokal yang Terjangkau

Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Bahkan, Ardiles sudah merilis sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia, milik Abraham Damar Grahita (tengah). (DBL)

Jakarta- Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan beragam sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Terbaru, DBL-Ardiles merilis Pride2. Rilis sepatu generasi kedua seri Pride ini dilakukan di Jakarta, pada Rabu (13/2). Pride2 semakin melengkapi line-up DBL-Ardiles. Setelah kolaborasi ini juga sukses merilis sepatu AZA6 pada Desember 2018. Berlanjut dengan diluncurkannya sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia pada 26 Januari 2019. Hadir dengan tiga kombinasi warna, yakni hitam-kuning, merah-hitam, dan hitam-hijau, Pride2 adalah sepatu basket berkualitas, namun dengan harga terjangkau. Sepatu ini tersedia dengan ukuran 39 hingga 47, dan dijual kisaran Rp 300 ribu. “Lewat Pride2, kami ingin terus mengembangkan barisan pilihan sepatu basket berkualitas dengan harga terjangkau. Kami ingin terus mendorong industri pendukung olahraga di Indonesia. Semoga nantinya brand Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri,” ujar Azrul ‘AZA’ Ananda, founder dan CEO DBL Indonesia, Rabu (13/2). Sepatu AZA6, bukan hanya diperuntukan untuk bermain basket, tapi bisa dikenakan untuk bersekolah maupun bekerja. Berbahan dasar upper pada AZA6 terbuat dari mesh yang berasal dari nilon rajut. Sehingga memberikan sirkulasi udara saat digunakan. Baik saat pertandingan maupun aktivitas lainnya Demi mendukung mobilitas yang tinggi, Megatonic Tech yang terbuat dari poly urathane membuat pijakan kaki saat melakukan drive dan pivot lebih kuat. Selain itu, hitmap dan motif alas kaki herringbone juga mempunyai fungsi untuk mendistribusikan beban yang dikeluarkan sesuai dengan kontur kaki. Dan penggunaan phylon sole untuk meminimalisir terjadinya cedera, juga menjadi keunggulan lain pada sepatu AZA6 ini, seharga Rp 428 ribu. Sedangkan AD1 adalah sepatu basket yang mengutamakan performa, khususnya pemain dengan gerakan cepat. Nama AD1 adalah akronim nama pebasket muda yang sedang melejit yakni Abraham Damar Grahita. Guard 23 tahun skuat klub Stapac Jakarta ini adalah bintang masa depan tim nasional basket Indonesia. Sederet prestasi disandangnya, berpredikat Most Improved Player IBL 2017. Pemuda asal Bangka Belitung itu juga ikut meraih gold medal pada SEABA Championship 2018. Serta Mempersembahkan medali perak di SEA Games 20 17 (Malaysia). Ia juga menjadi andalan di Asian Games 2018. DBL Indonesia dan Ardiles sudah mengembangkan AD1 selama 1,5 tahun. Bahkan, Abraham Damar sudah menjalani proses scan dan cetak kaki untuk membantu risetnya. Sepatu AD1 tersedia dalam tiga kombinasi warna. Hitam-Merah, sesuai warna khas timnya, Stapac Jakarta. Kemudian Merah-Putih, dipakai saat membela Timnas, dan Biru-Orange muda, warna khas DBL Academy. Sepatu ini dijual kisaran Rp 400 ribu. “Saya diundang ke Surabaya, tapi tidak diberi tahu untuk apa. Ketika melihat sepatu itu, saya langsung tidak bisa berkata apa-apa. Bangga, bahagia, terharu,” ungkap Abraham. Ia juga menjadi Pebasket pertama Indonesia yang memiliki signature shoe tersebut. Sementara itu, Kim Pan Seung, Direktur A1 Ardiles, menegaskan bahwa visi dan misi DBL Indonesia dan Ardiles sama. “Yakni ikut mengembangkan basket Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk show off, bahwa produk lokal juga tak kalah dengan brand luar,” tukasnya. (Adiantoro)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Pimpin Uji Coba Balapan Asia Talent Cup 2019 di Sepang

Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra (14 tahun), tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba yang berlangsung setelah tes pramusim MotoGP itu merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. (otomotifzone.com)

Kuala Lumpur- Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra, tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba setelah tes pramusim MotoGP itu, merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. Dalam uji coba itu, Adenanta menjadi pembalap tercepat dalam hasil kombinasi. Remaja kelahiran Magetan, 21 April 2004 itu berhasil mencatatkan waktu putaran lebih cepat 0,5 detik dari pembalap Jepang, Sho Nishimura, di posisi kedua. Mencetak catatan waktu 2 menit 16,293 detik pada sesi kedua, Minggu (10/2), ia sekaligus memecahkan rekor lap miliknya sendiri. Sebelumnya saat hari pertama, Sabtu (9/2), Adenanta membukukan 2 menit 16,737 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh rekan senegara Sho Nishimura, Takuma Matsuyama, yang lebih lambat 0,016 detik. “Tahun lalu, saya belum menunjukan kemampuan secara maksimal. Cedera pada tangan dan sejumlah balapan harus berakhir di gravel, membuat penampilan saya kurang mengilap sepanjang 2018,” ucap Adenanta mengomentari penampilan keduanya di Asia Talent Cup. “Tahun ini saatnya pembuktian. Saya berusaha sebaik mungkin untuk tambil baik. Apalagi, AHM memberi kesempatan saya fokus hanya di kejuaraan ATC,” ujarmya lagi. Hasil positif tersebut tentunya bisa menjadi modal bagus untuk siswa kelas 8 SMPN 2 Parang, Magetan, yang akrab disapa Keceng, jelang musim berlangsung. Berdasarkan jadwal, seri pertama Asia Talent Cup 2019, dimulai di Sirkuit Losail, Qatar, pada 8-10 Maret mendatang. Indonesia memiliki lima pembalap muda yang tampil pada Asia Talent Cup 2019. Selain Keceng, empat pembalap lainnya adalah Afridza Syach Munandar, Muhammad Hildhan Kusuma, Herjun Atna Firdaus, dan Abdul Gofar Mutaqim. Tahun lalu, Mario Suryo Aji, jadi pebalap Indonesia yang gemilang di ajang Asia Talent Cup 2018. Pemuda kelahiran 16 Maret 2004 ini mengakhiri 2018 di peringkat kelima dengan torehan tiga kali podium dan satu kemenangan. Pada 2019, Mario yang juga berasal dar Magetan, tampil pada ajang CEV Moto3 Junior World Championship. (Adiantoro)

Pengurus Periode 2018-2022 Terbentuk, PGI Pimpinan Muchdi Pr Gencarkan Jumlah Turnamen

Ketua Umum PB PGI Muchdi Purwoprandjono mengukuhkan Pengurus PGI Periode 2018-2022, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin (11/2). Muchdi siap memperjuangkan golf berprestasi di pentas internasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Muchdi Purwoprandjono (Pr) mengukuhkan kepengurusan PGI periode 2018-2022, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin (11/2). Dengan pengukuhan ini, Muchdi Pr siap menahkodai organisasi serta memperjuangkan golf Indonesia agar lebih berprestasi di dunia internasional. Max Sopacua, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PGI, mengatakan PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan menggencarkan turnamen, guna meningkatkan prestasi para pegolf Indonesia. “Di kepengurusan ini, kami manfaatkan kondisi atlet yang ada dari hasil evaluasi selama ini. Jadi pengurus PB PGI yang sekarang lebih banyak menggelar kompetisi bagi para atlet dari berbagai aspek, apakah atlet itu sudah masuk ranking atas atau bawah,” ujar Max, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jaktim, Senin (11/2). Max menegaskan turnamen itu tak hanya digelar di Jakarta, namun juga di berbagai daerah. “Kami akan lebih banyak memfasilitasi semua atlet untuk berada di lapangan mengikuti berbagai turnamen,” lanjutnya. Tak hanya itu, Max menambahkan target terbesar kepengurusan PB PGI periode 2018-2022 adalah mensejajarkan prestasi Indonesia dengan negara-negara, seperti Thailand, Korea, dan Jepang. “Target ini akan selalu jadi obsesi bagi PGI periode ini. Selain itu, PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan meneruskan yang sudah baik di kepimpinan terdahulu dan memperbaiki kelemahan serta kekurangan yang dikeluhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) PGI di masa kepemimpinanan yang lalu,” jelasnya. Namun, lanjut Max, pencapaian target besar PGI tak akan terealisasl tanpa dukungan Pengprov PGI yang merupakan fondasi utama menopang kinerja PB PGI. Diungkapkannya, eksistensi organisasi golf amatir nasional tak akan berarti, jika tak mampu menjalin hubungan baik dengan organisasi golf amatir daerah. Untuk itu, Max menegaskan PB PGl pimpinan Muchdi Pr lebih banyak menjemput bola ke daerah. “Jika sebelumnya PB PGI hanya menunggu hasil dari Pengprov, kali ini PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan lebih giat untuk mendatangi Pengprov-Pengprov agar bisa bekerja sama dalam meningkatkan prestasi golf di daerah-daerah,” cetusnya. (Adiantoro)

Apresiasi Timnas Pertahankan Tiket Group I Piala Fed, PP Pelti : Modal Positif ke SEA Games 2019

Tim nasional (Timnas) Piala Fed Indonesia sukses mempertahankan tiket di group I Asia Oceania. Torehan itu didapat setelah Aldila Sutjiadi Cs menaklukan Tim Thailand dengan skor 2-1, di Astana, Kazakhstan, pekan lalu. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) Piala Fed Indonesia sukses mempertahankan tiket di group I Asia Oceania. Torehan itu didapat setelah Aldila Sutjiadi Cs menaklukan Tim Thailand dengan skor 2-1, di Astana, Kazakhstan, pekan lalu. Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti), mengapresiasi hasil positif ini. “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan yang sudah ditorehkan para atlet kami di Asia Oceania,” ujar Anwar, di Sekretariat Pelti Senayan, Jakarta, Senin (11/2). Dijelaskannya, torehan positif ini akan menjadi modal berharga menghadapi pesta multievent terbesar di Asia Tenggara, pada akhir tahun nanti. “Ini tentu akan menjadi modal kami untuk menuju ajang SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina nanti,” lanjutnya. Lebih lanjut, Anwar menerangkan hasil yang diraih Tim Piala Fed Indonesia kali ini dapat dikatakan mengalami kemajuan. Sebab, ungkapnya, pada tahun sebelumnya skuat Indonesia meraih hasil yang kurang konsisten. “Selama ini posisi Tim Fed Cup selalu pasang-surut. Tapi, kali ini mereka stabil di Grup 1,” cetus Anwar. Ia menegaskan Tim Piala Fed Indonesia yang terdiri dari Beatrix Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Rompies, dan Deria Nur Halizq, didampingi Dedy Tedjamukti (Pelatih) itu akan dipertahankan dalam ajang SEA Games 2019 Filipina. “Tim ini akan dipertahankan, selama seleksi junior belum masuk ke level mereka. Tapi, untuk SEA Games 2019, kami akan akomodir 60 persen junior dan 40 senior,” tutur Anwar. Sementara itu, Aldila mengatakan, hasil positif mempertahankan posisi untuk tetap berada di Group I tidaklah mudah. Apalagi, lawan yang dihadapi memiliki peringkat di atas para pemain Indonesia. “Di Piala Fed ini, semua lawan kami, seperti Korea, Cina dan Thailand memiliki ranking di atas kami. Bahkan, di Group I itu, kami adalah underdog,” tukas peraih medali emas tenis ganda campuran Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat. Menurut Aldila, selama ini performa dirinya dan kolega kerap naik turun, sehingga untuk tetap berada di Group I sangat sulit. “Akhirnya kami bisa tetap bertahan dan tahun depan masih berada di Group I,” pungkas dara kelahiran Jakarta, 2 Mei 1995. (Adiantoro)

Tunggu Saddil dan Osvaldo, Indra Sjafri Masih Enggan Coret Pemain Timnas U-22

Bek Timnas U-22 sekaligus kapten, Andy Setyo (2/merah), tengah berduel dengan tim Bhayangkara FC, pada laga uji coba jelang Piala AFF U-22, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Kedua tim akhirnya bermain imbang 2-2. (Bola.com)

Bekasi- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, belum memutuskan terkait pencoretan pemain. Indra berujar harus menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay. Timnas U-22 bermain dengan skor akhir 2-2 melawan Bhayangkara FC pada uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). “Kami sedang mendiskusikan mengenai pencoretan pemain. Saya juga sedang menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay,” kata Indrai dalam konferensi pers seusai pertandingan. Saddil sebenarnya sudah tidak diizinkan Pahang FA untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-22. Namun, PSSI ternyata masih melobi agar bisa menggunakan jasa Saddil di Piala AFF U-22 2019. Sementara Osvaldo saat ini sedang menjalani latihan bersama klub kasta kedua Spanyol, CD Numancia. Indra masih menunggu apakah sang pemain bisa bergabung dengan timnya atau tidak. Selain itu, adanya cedera pemain membuat Indra enggan melakukan perjudian dalam pencoretan pemain. “Jadi, strategi pencoretan pemain masih harus saya pertimbangkan. Masih ada satu pemain yang cedera, yakni M. Rafli. Apakah dicoret sebelum kami ke Malang atau nanti? Mungkin besok pagi akan saya informasikan,” ujarnya. Pada pertandingan ini, Timnas U-22 sejatinya berhasil unggul 2 gol lebih dulu melalui aksi Andi Setyo dan tendangan penalti Gian Zola. Namun, begitu beberapa pemain diganti permainan Timnas menurun. Sebaliknya, Bhayangkara FC mampu bangkit dan mencetak dua gol penyeimbang melalui aksi Ilham Udin dan Mahir Radja Menurut Indra, tim pertama yang bermain pada babak pertama, memiliki kelebihan dalam serangan. Namun, permainan tim kedua yang menjadi sorotan adalah skema serangan balik yang lambat. “Tim pertama, serangannya lebih rapi dan bermain dengan position yang lebih progresif. Adapun tim kedua, kami meminta untuk bermain dengan counter attack. Namun, saat transisi counterattack-nya lambat,” tukas pelatih kelahiran 2 Februari 1963, usai pertandingan. “Saat deep-defending dan melakukan counter, mereka seharusnya bangun serangan. Tapi ini tak terjadi. Ketika deep-defending keluar dengan konvesional counterattack, seharusnya cepat. Orang pertama yang harus lihat adalah Beni Oktaviansyah, dia paling ujung, kalau tidak bisa, dia harus keluar dengan channel yang ada,” tegasnya. Selain itu, ia juga menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan tim kedua. Contohnya kesalahan ketika kiper sudah berniat membangun serangan, namun dua center back malah mengembalikan lagi bola. “Kiper sudah mulai serangan, tapi kedua center back mengembalikan bola ke kiper. Ini konyol. Kenapa? Ketika bola dikembalikan ke kiper, maka kiper sudah kehilangan senjata yakni tangannya. Harusnya lebih progresif ke depan. Tim yang kedua juga kurang smooth ketika keluar dari tekanan,” ucap pelatih asal Sumatra Barat itu. “Kami akan mencoba lagi pada tanggal 10 melawan Arema FC. Saya yakin Timnas Indonesia U-22 ini bisa lebih baik lagi. Saya dan tim pelatih sudah melihat apa yang harus diperbaiki kedepan,” pungkasnya. (Adt)

Bulan Juli Berlaga di Pentas Internasional, Kemenpora-BLiSPI Berangkatkan Tim Pelajar U-15 ke Portugal

Kemenpora bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli. Raden Isnanta berharap skuat Garuda Muda mendapatkan pengalaman berlaga di pentas internasional. (Istimewa)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli mendatang. Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut keberangkatan atlet pelajar ke kancah internasional akan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. “Kami berharap anak-anak ini memperoleh pengalaman yang luar biasa. Sebab, pengalaman internasional dari para atlet top dari ‘benua sepak bola’ merupakan sesuatu yang harus diperoleh,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Diungkapkan Isnanta, bahwa gelar juara bukan tujuan utama dari skuat Garuda Muda ini, namun pengalaman menjadi sesuatu yang lebih berharga. “Kalau juara memang bukan target tim pelajar ini. Apalagi kompetitornya memang luar biasa, karena selama ini tim terbaik Indonesia saja hanya masuk 8 besar,” lanjutnya. “Tapi dengan melawan postur tinggi dan pola pembinaan yang benar disana, harapan kami mereka bisa mendapatkan ilmu yang berharga,” tambah Isnanta. Pria Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, menegaskan pemerintah menyiapkan generasi muda sepak bola ini untuk go internasional bukan tanpa tujuan. “Terlebih Indonesia ingin kembali menjadi “macan Asia’ untuk itu kami bersyukur anak-anak ini diperkenalkan ke pentas Eropa sejak usia dini,” terangnya. Lebih lanjut, ungkap Isnanta, dengan dana yang sangat terbatas membuat Kemenpora selama ini baru bisa memberangkatkan para atlet ke level Asia Tenggara. Sehingga, pihaknya berharap para sponsor bisa memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di usia muda. “Kekuatan dari sponsor-sponsor ini akan menjadi sumbangan yang besar untuk sekitar 18 atlet sepak bola pelajar U-15 dari 90 atlet nantinya,” tegasnya. Sementara itu, Ray Manurung, Manajer Timnas U-15, menerangkan nantinya dari 90 atlet yang terjaring akan disaring menjadi 18 pemain pada waktunya. Dan, dari 90 pemain yang terpilih, ungkap Ray, mereka akan diikutkan dalam tiga training center (TC). “TC pertama diawal April, dan Juli mendatang akan kami sampaikan TC berikutnya seperti apa. Kemungkinan TC kami gelar di Lembang (Bandung), Bali dan Jakarta,” tutur Ray. Ditambahkannya, nantinya dari TC kedua akan terbentuk paling tidak 18 pemain. Para pemain ini akan masuk pada TC ketiga, di Portugal. “Mereka akan bertanding pada 1 hingga 6 Juli 2019. Sedangkan konsekuensi TC di Portugal ini biayanya sangat tinggi, modal kami hanya yakin dan percaya saja, karena ini untuk bangsa dan negara. Jika ingin hasil ‘buah’ yang bagus, maka harus tanam bibit yang bagus pula,” tegas Ray. Sedangkan Subagja Suihan, Ketua BLiSPI, mengungkapkan pemain yang akan berangkat ke Portugal merupakan hasil kejuaraan Liga Sepak bola Pelajar U14 dan U16 Piala Menpora 2018. “Kami menunjuk Pak Ray, agar BLiSPI bisa memperoleh hasil yang terbaik dan berkualitas di Portugal. demi kepentingan sepak bola nasional,” tukas Subagja. (Adt)

Bertabur Bintang, One Pride Pro Never Quit 2019 Dihelat di Tennis Indoor Senayan

One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. Sepanjang 2018, One Pride telah menggelar 10 Fight Night termasuk 3 Celebrity Fight, 2 International Fight, dan lebih dari 10 Title Fight di 8 kelas berbeda, yakni kelas bulu, kelas bantam, kelas terbang, kelas ringan, kelas welter, kelas straw putra-putri, dan kelas atom, yang baru pertama kali diselenggarakan. Pada 2019 ini akan menjadi musim yang luar biasa di One Pride PRO Never Quit. Diantaranya venue One Pride Arena yang berpindah ke pusat kota, yaitu di Tennis Indoor, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Pemilihan Tennis Indoor Senayan bukan tanpa alasan. Karena dinilai dapat menjangkau pecinta MMA semakin banyak lagi, karena tempat yang lebih strategis, serta lebih luas, dan berkelas internasional. Selain itu, juga bertambahnya jumlah internasional fight. Dan, pada 2019, akan menjadi laga-laga MMA yang bertabur bintang dan pertandingan para jawara. Sebab, sebanyak 10 Fight Night akan digelar selama One Pride PRO Never Quit 2019, termasuk diantaranya adalah 3 Celebrity Fight, 5 International Fight, dan lebih dari 200 Local National Fight. Saat ini, One Pride telah menjadi brand beladiri MMA pertama dan terbesar di Indonesia. Sejak digelar pada April 2016, One Pride menjadi kompetisi MMA yang paling banyak mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Bahkan, pencapaian jumlah penonton One Pride sampai dengan 2018 mencapai 76 juta orang, naik 25 juta dari tahun sebelumnya. Lebih dari itu, One Pride juga merupakan ajang beladiri satu-satunya yang menaungi lebih dari 80 persen atlet MMA di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 500 atlet. Pada 2018, fighter putri One Pride, Linda Darrow juga menjadi atlet MMA pertama yang mendapat beasiswa. Ia mengikuti pelatihan di UFC Performance Institute, Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Langkah ini sejalan dengan cita-cita KOBI untuk meningkatkan kualitas fighter Indonesia. Anindra Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI, mengatakan KOBI bersama PT Merah Putih Berkibar dan tvOne selalu dan akan terus berupaya untuk mengembangkan olahraga MMA (One Pride PRO Never Quit). “Sehingga ini bisa menjadi alternatif olahraga dan tempat yang tepat untuk para atlet olahraga beladiri dalam menunjukan keterampilan, keindahan, dan sportifitas dalam bertarung,” ujar Ardiansyah, di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). “Melalui langkah-langkah yang telah ditempuh ini, KOBI dan One Pride berharap fighter-fighter Tanah Air dapat juga berlaga di event internasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” lanjutnya. Pada akhir pekan ini, pada Sabtu (9/2), One Pride PRO Never Quit kembali digelar, 3 sabuk juara nasional akan diperebutkan. Sang juara kelas terbang Suwardi akan ditantang petarung yang aktif di dunia gulat yaitu Erpin Syah. Ini merupakan pertemuan kedua mereka. Li,a tahun lalu Suwardi berhasil memenangkan pertarungan pada ajang turnamen submission. Laga ini akan menjadi laga yang panas karena kedua petarung mempunyai keahlian bertarung yang lengkap. Perebutan sabuk kedua adalah Title Fight kelas bulu antara juara nasional One Pride Hafid Nur Maradi kontra Laode Abdul Harris. Laga perebutan sabuk kelas bulu dipastikan berlangsung menarik, sebab kedua fighter memiliki kelebihan yang berbeda, Hafid lebih unggul bermain bawah dengan background fight BJJ. Sementara Laode lebih unggul bermain atas dengan background fight Wushu.Selanjutnya, sabuk juara kelas bantam yang sedang lowong sejak ditinggal Fajar juga akan kembah diperebutkan oleh Eko Priandono dan Sony Rizaldi. Ini merupakan ajang balas dendam Eko Priandono. Pada pertarungan pertamanya di One Pride, Sony berhasil memenangkan pertarungan dengan kemenangan angka mutlak. Sedangkan, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga pada Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyebut One Pride progresnya sangat luar biasa, dan makin digemari masyarakat. “Kedepan, olahraga beladiri ini harus terus kita tingkatkan. Dan kami (pemerintah) pasti akan mendukung kalau olahraga ini bisa dipertandingkan ke Olimpiade,” ungkap Teguh. Ia menilai di daerah terdapat banyak potensi besar untuk melahirkan atlet berbakat dalam olahraga beladiri ini. “Kalau semakin banyak melakukan pembinaan di daerah seluruh Indonesia, supaya nanti bisa masuk ke Olimpik,” tambahnya. Teguh berjanji pemerintah akan terus memantau serta mendorong agar olahraga ini terus berkembang. “Harapannya adalah event yang sudah digemari ini tetap dipertahankan. Ini juga memiliki manfaat yang sangat besar dalam membangun strategi Pembudayaan olahraga ini, mulai dari daerah hingga ke nasional,” tukas Teguh. (Adt)

Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 Siap Dihelat di Surabaya, Persiapan Lancar

Panitya persiapan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 yang akan dihelat di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2), berpose usai melakukan sesi jumpa pers. Ajang ini diharapkan berjalan lancar. Total ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan pada Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Persiapan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 yang akan dihelat di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2) berjalan lancar. Ketua Panitia Penyelenggara, Firmansyah Gindho melalui Wakil Ketua, Azhari Nasution memastikan, ajang yang menjadi bagian rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 ini, sudah mencapai 80 persen. “Alhamdulillah. Berkat kerja keras seluruh panitia dan dukungan dari semua pihak, persiapan penyelenggaraan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 berjalan lancar. Persiapan sudah 80 persen. Dengan sisa waktu yang ada, maka persiapan rampung 100 persen,” ujar Firmansyah di Jakarta, Senin (4/2). “Yang 20 persen lagi di Surabaya. Panitia inti akan berangkat pada 5 Februari ke Surabaya. Lalu Kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan Protokoler Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku tuan rumah. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga direncanakan bakal hadir,” lanjut wartawan senior dari RRI (Radio Republik Indonesia) itu. Terkait kepastian kehadiran Presiden Jokowi dalam acara pemberian penghargaan kepada para atlet dan pelatih berprestasi serta para tokoh-tokoh yang perduli terhadap olahraga tersebut, Panpel masih menunggu konfirmasi dari pihak Istana. “Kami sudah kirim undangan resmi kepada Presiden Joko Widodo melalui Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional), Erick Thohir dan Menpora Imam Nahrawi,” ungkap Azhari. “Melalui pesan WhatsApp yang saya terima dari Pak Imam. Undangan ke Presiden sudah disampaikan melalui Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara),” tambahnya. Sementara itu, Ketua SIWO PWI Pusat, AAGWA Ariwangsa menjelaskan, acara Golden Awards tahun ini dinilai sangat istimewa karena momentumnya disemangati sukses Indonesia sebagai tuan rumah dan pencapaian prestasi atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018. Khusus untuk pencapaian prestasi, Indonesia menembus posisi empat besar Asian Games (AG) 2018 dengan raihan 31 medali emas, serta posisi lima besar Asian Para Games (APG) dengan torehan 37 medali emas. “Dan momentum menjadi tuan rumah Asian Games ini belum tentu terulang kembali hinggga 50 tahun ke depan,” tegas Ariwangsa. Selain teknis penyelenggaraan menyangkut protokoler maupun acara, personil Panpel di Bidang Penjurian juga telah merampungkan tugasnya untuk menyaring nama-nama atlet, pelatih dan tokoh yang dinilai layak menerima penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. Ketua Dewan Juri Golden Award SIWO PWI Pusat 2019, TB Slamet Priyanto mengungkapkan, fase penjurian telah mengerucut. Dirinya bersama tim sudah menetapkan nominator calon penerima penghargaan kategori utama untuk umum dan disabilitas. Total ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan pada Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. Antara lain, Kategori Atlet Terbaik Putra, Atlet Terbaik Putri, Pelatih Terbaik, Pembina Terbaik, Tim Terbaik, Atlet Harapan Putra, Atlet Harapan Putri, Tim Harapan, Pelatih Harapan, Pembina Harapan, Atlet Favorit Putera, Atlet Favorit Putri, Pelatih Favorit, Pembina Favorit dan Tim Favorit. Sedangkan pada disabilitas ada delapan kategori penghargaan, antara lain, Kategori Atlet Terbaik Putera, Atlet Terbaik Puteri, Pelatih Terbaik, Pembina Terbaik, Atlet Harapan Putera, Atlet Harapan Puteri, Atlet Favorit Putera dan Atlet Favorit Puteri. (Adt) Nominator calon penerima penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 di seluruh kategori untuk umum dan disabilitas: UmumKategori Atlet Terbaik Putera Nominator: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Bulutangkis), Eko Yuli Irawan (Angkat Besi) dan Hanifan Yudani Kusuma (Pencak Silat) Kategori Atlet Terbaik Puteri Nominator: Lindswell Kwok (Wushu), Defia Rosmaniar (Taekwondo) dan Aries Susanti Rahayu (Panjat Tebing) Kategori Pelatih TerbaikNominator: Herry Imam Pierngadi (Bulutangkis/Ganda Putera), Caly Setiawan (Panjat Tebing) dan Gendon Subandono (Paralayang) Kategori Pembina TerbaikNominator: Faisol Riza (Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia), Asnawi Abdul Rahman (Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia) dan Airlangga Hartarto (Ketua Umum PB Wushu Indonesia) Kategori Tim TerbaikNominator: Tim Rowing Putera Asian Games 2018, Tim Quadran Takraw Putera Asian Games dan Timnas U-16 Kategori Atlet Harapan Putera Nominator: Lalu Muhammad Zohri (Atletik), Angga Dwi Prahesta (Balap Sepeda) dan Amiruddin Bagus Khafi (Sepak Bola) Atlet Harapan PuteriNominator: Samantha Edithso (Catur), Putri Nur Vinatasari (Angkat Besi) dan Bunga Nyimas (Skateboard) Kategori Tim HarapanNominator: Tim Persib U-16 dan Tim Persib U-18 Kategori Pelatih HarapanNominator: Rosida (Pelatih Pertama Atlet Atletik, Lalu Muhammad Zohri), Fachry Husaini (Sepak Bola) dan Bambang Warsito (Pelatih Pesepakbola muda berbakat Egy Maulana Vikri) Kategori Pembina HarapanNominator: Kepala PPLP Nusa Tenggara Barat, Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono dan Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Anindya Bakrie Kategori Atlet Favorit Putera Nominator: Jonathan Christie (Bulutangkis), Hanifan Yudani Kusuma (Pencak Silat) dan Aqsa Sutan Aswar (Jetski) Kategori Atlet Favorit PuteriNominator: Diananda Choirunnisa (Panahan), Rifda Irfanaluthfi (Senam) dan Emily Nova (Atletik) Kategori Pelatih FavoritNominator: Richard Mainaky (Bulu tangkis), Indra Sjafrie (Sepak Bola) dan Dirja Wiharja (Angkat Besi) Kategori Pembina FavoritNominator: Gatot Nurmantyo (Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), Imam Sujarwo (Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dan Erick Thohir (Pemilik Klub Basket Satria Muda) Kategori Tim FavoritNominator: Persija Jakarta, Tim Basket Putera Asian Games 2018 dan Tim Bulutangkis Putera Asian Games 2018 DisabilitasKategori Atlet Terbaik PuteraNominator: M Fadli (Balap Sepeda), Dheva Anrimusthi (Bulutangkis) dan Purnomo Sapto Yogo (Atletik) Kategori Atlet Terbaik PuteriNominator: Leani Ratri Oktila (Bulutangkis), Tati Karhati (Catur) dan Rica Oktavia (Atletik) Kategori Pelatih TerbaikNominator: Nur Islahuzzaman (Lawn Ball), M Nurochman (Bulutangkis) dan Waluyo (Renang) Kategori Pembina TerbaikNominator: Shenny Marbun (Ketua Umum National Paralympic Committee) Kategori Atlet Harapan PuteraNominator: Sufyan Saori (Balap Sepeda) Kategori Atlet Harapan PuteriNominator: Syuci Indriani (Renang) dan Tiarani Kharisma Evi (Atletik) Kategori Atlet Favorit Putera Nominator: M Fadli (Balap Sepeda), David Jacobs (Tenis Meja) dan Edy Suryanto (Catur) Kategori Atlet Favorit PuteriNominator: Tati Karhati (Catur), Leani Ratri Oktila (Bulutangkis) dan Suparniyati (Atletik)