Piala AFF U-18 dan U-15 di Jatim, Gresik Minta Jatah Laga Timnas U-19

Laga Timnas U-19 menjadi salah satu laga yang diinginkan panpel AFF U-18 tampil di Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik. (tribunnews.com)

Jakarta- Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) gembira, usai Piala AFF U-18 dan U-15 dipusatkan di Jatim. Situasi Jatim sempat tak kondusif pasca teror bom satu bulan silam. Hal ini jadi sinyal positif terkait keamanan, yang dipercaya untuk menggelar event sepak bola internasional. “Ini luar biasa, habis ada insiden bom bulan lalu. Tapi kami dipercaya, ini berarti kami bisa menjaga keamanan pertandingan kami,” tutur Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, pada Minggu (10/6), dilansir bolaskor.com. Sebelumnya, event ini bakal digelar di Stadion Pakansari (Bogor) dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Namun Stadion Pakansari dipastikan batal menggelar laga-laga Piala AFF U-18 2018, lantaran harus steril H-100 jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Event Piala AFF itu seluruh laganya dipusatkan di Jatim, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo dan Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Timnas U-19 Indonesia menjadi wakil di ajang ini. Pada Piala AFF U-18 yang digelar 1-14 Juli, Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan menjadi venue pertandingan Grup A yang dihuni Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapura, Laos, dan Filipina. Sementara Stadion Gelora Joko Samudro untuk menggelar partai Grup B yang ditempati Malaysia, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Namun masih ada potensi perubahan mengenai ketentuan tersebut. Mengingat Gresik menginginkan beberapa laga Timnas U-19, bisa digelar di Stadion Joko Samudro. “Timnas semuanya di Sidoarjo, tapi kemarin ada permintaan dari Gresik, agar diberi satu atau dua pertandingan timnas di sana. Ini bisa kami atur,” tambah pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut. Sementara itu, pada Piala AFF U-15 yang digelar pada 29 Juli-11 Agustus 2018, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. Sementara Grup B yang dihuni Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura. (Ham)

Usai Digunduli Thailand, Timnas Wanita Bidik Uji Coba Kontra Hongkong Dan Filipina Paska Lebaran

Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita Indonesia (merah) akan kembali melakoni uji coba Internasionan melawan Hongkong dan Filipina. (topskor.id)

Jakarta- Timnas Wanita Indonesia menunjukkan progres permainan positif meski takluk dari Timnas Wanita Thailand. Tugiyati dan kawan-kawan harus kalah dengan skor 0-3 pada uji coba internasional kedua tim, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (30/5) malam. Hasil ini dinilai jauh lebih baik karena pada laga yang pertama pada Minggu (27/5) harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-13. Pelatih Timnas Satia Bagja Ijatna usai laga mengaku pada pertandingan ini timnya tampil lebih baik karena tampil tenang dan percaya diri. Timnas Wanita Indonesia kelasnya berada jauh di bawah Thailand. Thailand pernah menjuarai Piala Asia Wanita pada 1983. Tim Gajah Putih juga tiga kali menjuarai Piala AFF wanita, dan lima kali menjuarai SEA Games. PSSI merespons kekalahan memalukan Timnas sebagai sebuah pelajaran berharga. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sebelum uji coba dengan Thailand, pihaknya sudah tahu jika Timnas Wanita Indonesia kalah kelas. Selain itu, jika melihat level, Timnas Wanita Indonesia baru akan bisa sejajar dengan kualitas Thailand saat ini, pada 2023. “Sebelum uji coba dengan Thailand, kami sudah tahu kalau kalah kelas jauh. Tapi tidak apa-apa. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” jelas Tisha, akhir Mei lalu. “Kalau bicara level, Timnas Wanita kita baru bisa sejajar dengan Thailand itu pada 2023. Jadi, kita coba semampu kita. Proses ini kan tidak bisa instan, tidak bisa langsung bagus di Asian Games (2018),” tambahnya. Tisha juga mengungkap target Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sadar dengan kekuatan yang ada saat ini, tak ada target khusus. Tisha hanya mengatakan target Timnas Wanita Indonesia bermain bagus dari laga ke laga. “Targetnya ya nggak ada yang khusus sih, cuma improving (perbaikian) dari pertandingan ke pertandingan. Tapi seperti yang saya katakan tadi. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” ucap Tisha. Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita akan kembali melakoni uji coba Internasional. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 bulan Juli dan Asian Games 2018, dan Indonesia didaulat menjadi tuan rumah. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Manajer Timnas, Papat Yunisal, menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami masih terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7) siang. “Kemungkinan besar terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” ungkap Papat. Sebagai penutup program latihan di bulan Ramadhan, tim yang dijuluki Garuda Pertiwi akan rehat pemusatan latihan pada 13-18 Juni 2018. (Dre)

Di Asian Games 2018 Timnas U-23 ‘Batal’ Pakai Apparel Nike, Li-Ning Jadi Gantinya ?

Jersey apparel dari China, Li-Ning, menjadi sponsor resmi seragam Kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. (IndoTimes.com)

Jakarta- Timnas U-23 tak akan memakai jersey apparel Nike pada Asian Games 2018. Sebagai gantinya, produk yang akan dikenakan Evan Dimas dkk berasal dari China, yakni Li-Ning. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan PSSI beberapa waktu yang lalu. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mereka masih tetap kerja sama dengan Nike, untuk mendukung perjalanan skuat Garuda pada Asian Games 2018. “Ini menuju Asian Games, jadi kemungkinan besar jersey Timnas Indonesia akan launching pada Juli 2018,” kata Tisha, beberapa waktu lalu. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sudah mewajibkan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, memakai seragam Li-Ning. Peraturan ini meliputi seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk sepak bola yang diwakilkan Timnas U-23. KOI menjalin mitra dengan Li-Ning untuk Asian Games tahun ini. Itu berarti, seluruh kontingen yang bertanding di perhelatan multievent ini, tidak boleh memakai apparel lain, kecuali Li-Ning. “Timnas U-23 harus pakai Li-Ning. Ini multievent. Li-Ning akan provide semua bajunya, memang ada beberapa cabang Li-Ning tak bisa provide, sampaikan cabang apa, kalau memang Li-Ning tidak produksi cabang itu, baru boleh pakai yang lain,” ujar Erick di Jakarta, Senin (28/5). “Timnas Indonesia, mau cabor apa pun, yang resmi yang Li-Ning. Sama, cabor sepak bola, mereka bertanding di Asian Games, bukan single event. Jersey harus Li-Ning, kan ini di bawah KOI. Semua multievent di bawah KOI. Ketika masuk ke multievent, sudah di domainnya KOI,” tegasnya lagi. Selain menjalin mitra dengan Li-Ning, Erick menginginkan Kontingen Indonesia memakai pakaian yang seragam. Selama ini, lanjut Erick, Kontingen Indonesia kerap menggunakan seragam berbeda. “Negara-negara lain juga seragam. Beberapa kali tampil, seragamnya masih belang-belang. Ada ungu, merah, dan lain-lain. Kita (KOI) sudah bersama Li-Ning, kita berinisiatif, semua kita seragam,” kata Erick. “Kita ‘kan tuan rumah, mau perlihatkan kalau kita satu. Tidak hanya Li-Ning, kita sudah ada sponsor lain, asuransi. Ini bisa memperlihatkan ke masyarakat, karena memang kita PR-ing untuk Indonesia. Li-Ning ingin berpartisipasi, KOI tidak tinggal diam,” jelas Erick. (Ham/Dre)

Panggil 22 Nama Lawan Thailand U-23, Luis Milla Pinggirkan Evan Dimas

Kiper Sriwijaya FC, Teja Paku Alam, akhirnya mendapat pangglan membela Timnas U-23 jelang uji coba kontra Thailand U-23. (bola.net)

Jakarta- PSSI merilis daftar 22 pemain Timnas U-23 menghadapi Thailand U-23. Dalam pemanggilan itu juga terdapat beberapa pemain senior. Mereka yang senior diseleksi untuk masuk dalam kuota 3 pemain di atas U-23, ajang Asian Games 2018. Dari rilis PSSI pada Sabtu (26/5), terdapat 6 pemain senior. Mereka adalah M. Ridho, Teja Paku Alam (kiper), Victor Igbonefo (belakang), Riko Simanjuntak, Alberto Goncalves, dan Lerby Eliandry (depan). Dan tak ada nama Evan Dimas dalam daftar tersebut. “Saya ingin melihat perkembangan pemain, terutama nama-nama yang baru dipanggil,” kata Luis Milla, pelatih timnas U-23. Milla pun menunjuk kiper Sriwijaya FC sebagai pengganti Andritany Ardhiyasa di Timnas U-23 untuk laga melawan Thailand U-23, pada 31 Mei dan 3 Juni mendatang. Kondisi Andritany yang belum pulih dari cedera rahang, memaksa Milla harus berpikir keras mencari penggantinya. Bersama tim berjulukan Laskar Wong Kito, Teja selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi penjaga gawang. Penerus Ferry Rotinsulu di Sriwijaya FC ini mencatatkan sepuluh kali tampil dalam sepuluh laga yang dijalani tim arahan Rahmad Darmawan. Bahkan, Teja kerap menjadi penyelamat bagi timnya dalam kondisi tertekan. Tercatat dua penalti gagal masuk ke gawang Teja, hingga pekan kesepuluh Liga 1 2018. Usai dua kali menghadapi Thailand U-23, Indonesia memiliki satu uji coba lainnya pada Juni nanti. Uji coba itu digelar melawan Korea Selatan U-23, juara bertahan Asian Games, pada Sabtu (23/6), di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Sebelumnya, Hansamu Yama dkk sudah melewati enam laga. Timnas U-23 menorehkan dua hasil kemenangan, dua kali kalah dan dua partai imbang. Sebanyak tiga laga terakhir Garuda muda dilakoni di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018, pada 27 April-8 Mei 2018. (Ham) Timnas U-23 Kiper Awan Setho – Bhayangkara FC Teja Paku Alam – Sriwijaya FC Muhammad Ridho – Borneo FC Belakang Andy Setyo Nugroho – PS Tira Hansamu Yama Pranata – Barito Putra Victor Igbonefo – Persib Bandung Bagas Adi Nugroho – Arema FC I Putu Gede Juni Antara – Bhayangkara FC Gavin Kwan Adsit – Barito Putra Rezaldi Hehanusa – Persija Jakarta Ricky Fajrin Saputra – Bali United Tengah Muhammad Hargianto – Bhayangkara FC Hanif Sjahbandi – Arema FC Zulfiandi – Sriwijaya FC Saddil Ramdani – Persela Lamongan Septian David Maulana – Mitra Kukar Riko Simanjuntak – Persija Jakarta Osvaldo Ardiles Haay – Persebaya Surabaya Febri Hariyadi – Persib Bandung Depan Yabes Roni Malaifani – Bali United Alberto Goncalves Da Costa – Sriwijaya FC Lerby Eliandry Pong Babu – Borneo FC

Punya Keuntungan Jadi Tuan Rumah, Donzol : Vamos Lolos Perempat Final AFC Futsal Club 2018

Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan atau Donzol memprediksi langkah Vamos Mataram di AFC CLub Championship 2018. (Pras/nysn)

Jakarta- Vamos Mataram menjadi wakil Indonesia dalam ajang AFC Futsal Club Championship 2018 yang berlangsung di Yogyakarta, 1-12 Agustus 2018. Turnamen yang diikuti 16 tim ini, Vamos tergabung dalam Grup A bersama Nagoya Oceans (Jepang), Dalian Yuan Dynasty (China), dan Victoria University College (Myanmar). Ini menjadi kesempatan kedua bagi Vamos, berlaga di AFC Futsal Club Championship, setelah musim lalu hanya mengakhiri turnamen di babak penyisihan Grup. Turnamen ini akan berlangsung di dua Gedung Olah Raga (GOR) yakni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, dan Amongrogo. Juara Liga Pro Futsal Indonesia akan menghadapi lawan berat di grup yaitu juara 3 kali AFC Futsal Championship asal Jepang Nagoya Ocean. Juara 2011, 2014 dan 2016 tersebut berada di Pot 2 dalam pengundian, dan masuk grup A bersama Vamos. Klub lainnya adalah juara Chinese Futsal League 2017- 2018, Dalian Yuan Dinasty. Dalian adalah mantan klub bintang Vamos FC, Bambang Bayu Saptaji. Bayu bermain untuk Dalian pada musim 2013-2014 dan berhasil meraih gelar juara bersama klub itu. Klub lainnya Vamos akan menghadapi klub asal Myanmar, Victoria University College. Klub ini juga harus diwaspadai mengingat dalam beberapa kali pertemuan klub atau timnas futsal Indonesia, sering mendapatkan kesulitan dari klub atau timnas Myanmar. Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan menyebut peluang Vamos berbicara lebih dalam event ini, sangat terbuka lebar. Bagi pria yang biasa disapa Doni Zola (Donzol), Vamos ternyata bakal memiliki beberapa keuntungan. “Vamos banyak keuntungan. Selain tuan rumah, jika Vamos memakai skuat Pro Futsal League 2018, maka peluang terbuka lebar bisa lolos fase grup,” ujar Donzol, pada Senin (21/5). Selain itu, terbiasa dengan atmosfir Futsal Indonesia, dan dukungan ekstra dari penonton, adalah faktor plus Vamos bakal melaju hingga fase perempat final. “Namun, saat lolos di 8 besar, laga akan lebih sulit, untuk Vamos bisa menembus ke semifinal,” pungkas penulis buku Total Futsal Donzol ini. (Dre) Jadwal AFC Futsal Club Championship 2018 Rabu, 1 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Nagoya Oceans vs Dalian Yuan Dinasty Vamos Mataram vs Victoria University College GOR Amongrogo Grup B Al Dhafra FC vs Nafit Al Wasat Thai Son Nam vs Jeonju MAG FC Kamis, 2 Agustus 2018 GOR UNY Grup D Bank of Beirut vs AGMK FC Mes Sungun Varzaghan vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Al Sailiya SC vs FC EREM Bluewave Chonburi vs Vic Vipers Jumat, 3 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Victoria University College vs Nagoya Oceans Dalian Yuan Dinasty vs Vamos Mataram GOR Amongrogo Grup B Jeonju MAG FC vs Al Dhafra Nafit Al Wasat vs Thai Son Nam Sabtu, 4 Agustus 2018 GOR UNY Grup D FC Sipar vs Bank of Beirut AGMK FC vs Mes Sungun Varzaghan GOR Amongrogo Grup C Vic Vipers vs Al Sailiya FC Erem vs Bluewave Chonburi Minggu, 5 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Vamos Mataram vs Nagoya Oceans Grup B Nafit Al Wasat vs Jeonju MAG FC GOR Amongrogo Grup B Thai Son Nam FC vs Al Dhafra FC Grup A Dalian Yuan Dinasty vs Victoria University College Senin, 6 Agustus 2018 GOR UNY Grup C FC Erem vs Vic Vipers Grup D AGMK FC vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Bluewave Chonburi vs Al Sailiya Grup D Mes Sungun Varzaghan vs Bank of Beirut Rabu, 8 Agustus 2018 GOR UNY Perempat Final 1 Perempat Final 3 GOR Amongrogo Perempat Final 2 Perempat Final 4 Jumat, 10 Agustus 2018 GOR UNY Semifinal 1 Semifinal 2 Minggu, 12 Agustus 2018 GOR UNY 3rd Place Final

Laga Pertama Uji Coba Timnas U-23 Kontra Thailand, Terlarang Untuk Ditonton

Bek Timnas U-23, Bagas Adi Nugroho (5), saat membayangi pemain Uzbekistan, dalam laga terakhir event Anniversary Cup 2018, awal Mei lalu. (Pras/nysn)

Jakarta- PSSI menyatakan laga pertama partai uji coba Timnas U-23 versus Thailand, Kamis (31/5), di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, akan berlangsung tertutup tanpa penonton umum. Laga itu hanya bisa disaksikan secara langsung oleh penonton yang memiliki undangan resmi. “Sifatnya close training, tetapi tetap disiarkan langsung televisi swasta,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Rabu (23/5). Tiket pertandingan persiapan Asian Games 2018 ini baru dijual pada masyarakat luas, pada Ahad (3/6), di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Pada hari itu, Indonesia akan menjalani partai uji coba kedua kontra Thailand. Menurut Ratu, yang menjadi prioritas memang laga di Pakansari karena stadion itu akan digunakan untuk Asian Games 2018. “Penggunaannya pun diawasi ketat oleh Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc),” jelas dia. Soal pemilihan Stadion PTIK sebagai venue laga Timnas U-23 versus Thailand, Ratu menyatakan PSSI tak punya pilihan lain. Sebab, selain Pakansari yang hanya dipakai satu kali, stadion-stadion yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 di kawasan Jakarta dan Jawa Barat belum selesai direnovasi. Stadion PTIK diperkenalkan secara resmi sebagai kandang Bhayangkara FC pada Rabu, 2 Mei 2018. Hingga kini, stadion itu telah menggelar dua laga Liga 1 2018. Namun, kondisi lapangan stadion yang agak keras karena mengandung pasir pernah dikeluhkan oleh tim Liga 1 PS Tira yang sudah bertanding di sana. Meski demikian, PSSI tetap berpegang teguh bahwa PTIK layak digunakan untuk laga internasional. Sehari sebelumnya, Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji akui ada surat permohonan dari PSSI memakai Stadion yang menjadi kandang dari The Guardian (Bhayangkara FC). “Ada surat dari PSSI kepada pengelola Stadion PTIK untuk digunakan pertandingan uji coba melawan Thailand,” ujar Sumardji pada Selasa (23/5). “Kita tunggu kabar saja dari pengelola, ‘kan nanti juga diteruskan ke pak Kapolri,” tambahnya. Namun, Sumardji mengatakan kemungkinan besar dari pengelola merekomendasikan tanpa penonton. Sebab, kapasitas stadion yang hanya 3.000 tempat duduk, dipastikan tak cukup menampung animo pendukung timnas. “Besar kemungkinan tanpa penonton rekomendasinya. Paling cuma di tribune VIP dan untuk media saja. Ya lihat saja nanti perkembangannya,” tandasnya. Kabarnya Thailand meminta untuk bertanding di salah satu venue Asian Games 2018. Tak hanya itu, Negeri Gajah Putih juga menginginkan berlatih di Lapangan ABC di Senayan. (Dre)

Peringkat Terbaru FIFA Merosot, Indonesia Sejajar Dengan Guyana dan Nepal

Ranking FIFA pada 17 Mei 2018 menempatkan Timnas Indonesia di posisi 164 dunia, yang sejajar dengan Guyana dan Nepal. (bola.com)

Zurich- Peringkat terbaru FIFA dirilis pada Kamis (17/5). Hasilnya Indonesia yang sejak 2018 belum menggelar pertandingan resmi untuk timnas senior, posisinya terus merosot. Dalam peringkat terbaru FIFA, Indonesia ada di posisi 164 dunia. Posisi ini satu level dengan Guyana dan Nepal, dua negara yang juga memiliki 111 poin dan berhak duduk di peringkat 164 dunia. Peringkat ini sebenarnya justru turun dua tingkat dari bulan April lalu. Hal itu bisa dimaklumi karena sekali lagi, sejak awal tahun ini timnas senior tak turun bertanding di laga resmi internasional. PSSI lebih sibuk untuk mencari uji coba buat Timnas U-23. Tapi hal itu wajar karena pelatih Luis Milla juga merangkap sebagai pelatih Timnas U-23. Bahkan tugas utamanya adalah membawa Timnas U-23 ke semifinal Asian Games 2018. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, posisi terbaik masih dimiliki Vietnam. Negeri Paman Ho ada di peringkat ke-102. Sebentar lagi bakal tembus 100 besar dunia. Sepanjang sejarahnya, Timnas Indonesia pernah menghuni peringkat ke-76 pada Ranking FIFA. Posisi itu diraih hampir dua dekade silam, saat September 1998. Adapun peringkat terburuk Timnas Indonesia tak lain tangga ke-191 pada edisi Juli-Agustus 2016. Posisi pada Ranking FIFA edisi Mei 2018 ini sekaligus menempatkan Indonesia pada peringkat ke-32 di antara negara-negara Asia. Untuk wilayah Asia Tenggara, Timnas Indonesia hanya berada di peringkat kelima. Di wilayah ASEAN, posisi Indonesia masih di bawah Vietnam (peringkat ke-102), Filipina (111), Thailand (122), dan Myanmar (227). Dari empat negara terakhir, adalah Filipina yang mencatatkan rekor posisi terbaik di Ranking FIFA. Posisi tertinggi Filipina sebelumnya adalah urutan ke-113 pada bulan lalu. (Dre/Ham)

Waspadai Cuaca Yang Labil, Pelatih Timnas U-16 : Hati-Hati Dengan Petir

Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni dari Liga Topskor U-16 Seleksi, melakukan uji coba pada Kamis (10/5) nanti. (Ham/NYSN)

Jakarta- Pekan kedua pemusatan latihan (TC), Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni tim Liga Topskor U-16 Seleksi, dalam gelaran uji coba kedua, usai melawan PS TIRA U-17, pada Kamis (3/5) lalu. Sebelumnya, agenda uji coba kedua dilakukan sebelum pemain dipulangkan, yakni pada Jumat (11/5). Namun, uji coba akhirnya dimajukan menjadi Kamis (10/5), di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Tak ada persiapan khusus untuk uji coba kedua ini. Ya seperti laga sebelumnya, uji coba itu adalah ajang evaluasi untuk para pemain, setelah melakukan latihan,” ujar Fakhri Husaini, pelatih Timnas U-16, Senin (7/5). Memantau pada latihan Senin (7/5), total pemain yang tergabung mencapai 25 pemain. Satu nama lainnya yang belum sempat diumumkan saat rilis kemarin adalah Nata, dari PPLP Ragunan Jakarta. Ditemui usai latihan, Fakhri membeberkan perkembangan dan fokus latihan. “Anak-anak sangat berkembang pesat selama TC. Dan hari ini, kami fokus pada latihan metode transisi positif,” terangnya pada nysnmedia.com. Latihan ini menerapkan skema bertahan ke posisi menyerang. Proses ini menuntut pemain, mampu merancang serangan saat mendapat tekanan dari lawan. Ketika lawan menyerang, tim harus berhasil merebut bola dan membalikkan keadaan. Rutinnya intensitas durasi latihan, juga membuat staf kepelatihan Timnas U-16 wajib memperhatikan kesehatan para pemain agar tetap prima, mengingat cuaca Indonesia yang sedang memasuki fase pancaroba. “Kemarin, tiga orang pemain sempat sakit, namun kami berikan vitamin dan menjaga ketat pola makan. Kami agak khawatir, karena belakangan ini hujan turun justru menjelang sore hari, saat kami di puncak sesi latihan,” jelas Fakhri. Mantan Kapten Timnas era 90’an ini meyakini, jika ia belum membutuhkan kontrol kondisi VO2 Max anak asuhnya, karena belum ada pemain yang cidera serius. “Soal cuaca hujan, yang jadi fokus kami kondisi pemain saja, juga bahaya petir. Tapi untuk durasi, volume dan intensitas latihan, ya tidak akan berkurang,” tutup pria kelahiran Aceh 27 Juli 1965 itu. Pemusatan latihan yang diikuti 25 pemain pada tahap dua ini, berakhir pada Jumat (11/5), kemudian mereka dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing. Namun, saat bulan Ramadan, Timnas U-16 akan memproyeksikan program latihan reguler. Bentuk latihan akan disesuaikan dengan kondisi pemain, yang banyak melakukan ibadah puasa. (Dre/Ham)

Takluk dari Gol Pemain Seperti Laki-laki, Timnas Putri U-16 Tersingkir dari AFF U-16

Laga Timnas Putri U-16 (putih) vs Laos di Piala AFF U-16, Minggu (6/5), di Stadion Atletik Jakabaring 1, Palembang. (Bola.com)

Palembang- Timnas Putri U-16 akhirnya terhenti di penyisihan grup Piala AFF U-16 Girls Championship 2018. Di laga terakhir, mereka takluk dari Laos dengan skor 0-2, di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Minggu (6/5). Indonesia kembali mengulang hasil negatif 2017 lalu, yang juga tak lolos penyisihan grup Piala AFF U-15. Pada laga penentuan ini, anak asuh Rully Nere gagal memperbaiki hasil di dua pertandingan sebelumnya yakni kalah dengan Thailand 1-4, dan menang melawan Kamboja 2-0. Indonesia pun terpaksa mengubur mimpi ke semifinal. Mereka hanya mendulang tiga poin dan berada di peringkat ketiga, terpaut tiga angka dari Laos, yang ada di urutan kedua klasemen akhir Grup B. Thailand akhirnya melenggang ditemani Laos, menuju fase empat besar. Pada jam pertandingan yang sama, Thailand mengalahkan Kamboja dengan skor 4-0 di Stadion Bumi Palembang. Empat gol diciptakan Yadaporn Meelun menit 25, Janista Jinantuya menit 41, Janista Jinantuya menit 55 dan Janista Jonantuya menit 76. Di partai Indonesia melawan Laos, dua gol Laos diciptakan Pe Pe menit ke-4 dan Inthida Khounsy menit ke-53. Indonesia sebenarnya tampil menyakinkan di pertandingan itu dengan berinisiatif menekan jantung pertahanan Laos sejak menit-menit awal. Serangan pertama kandas, kemudian dilanjutkan dengan skema serangan yang kedua. Rupanya, tim Laos mencari celah menerapkan skema serangan balik. Benar saja, gelandang serang Laos Pe pe, lepas dari pengawalan. Menyisir dari sektor sayap, Pe pe melepas tendangan terukur ke arah sisi kiri penjaga gawang. Gol pembuka pun berhasil tercipta setelah penjaga gawang Indonesia Sofingatun tak mampu menangkap bola. Skor berubah 1-0 untuk Laos. Hasil ini membuat Indonesia bermain lebih agresif untuk mencari peluang gol. Jika dibandingkan Laos, Indonesia relatif kesulitan mencapai area kotak penalti. Sementara sebaliknya, Laos memiliki sejumlah pemain yang piawai memberikan umpan silang ke kotak penalti. Rully lalu menarik dua pemain, yakni Agnes dan Reva, untuk mengubah irama permainan, dan memasukkan Anisa dan Sheva Imut. Namun, kokohnya benteng pertahanan lawan tetap sulit ditembus hingga turun minum. Memasuki babak kedua, permainan Timnas justru menurun. Laos bahkan mampu menguasai arena pertahanan Indonesia. Kondisi ini semakin membuat Indonesia tertekan atas serangan bergelombang Laos. Seakan tinggal menunggu waktu, pada menit ke-53, kembali gawang Indonesia bergetar oleh sepakan keras stiker Inthida Khounsy. Penjaga gawang Sofingatun sempat menangkap bola, namun sepakan yang deras itu tak mampu dibendungnya. Kurangnya performa pemain Timnas sepanjang babak kedua membuat hasil pertandingan berakhir dengan skor 2-0, untuk Laos. Usai pertandingan, Rully menyebut gol cepat Laos pada menit ke-4 membuat mental pemain jatuh. “Selain itu, banyak pemain yang sakit. Bahkan, tiga pemain kami diinfus. Pertandingan ini sangat berat buat kami,” kata dia. Timnas U-16 dihadapkan sejumlah masalah sebelum bertanding di ajang Piala AFF U-16 Girls Championship, sehingga gagal tampil maksimal. Satu pekan jelang event, terdapat 12 pemain yang harus dicoret dari 12 orang yang disiapkan, karena terganjal aturan pembatasan usia dari regulasi FIFA. Akibatnya, Indonesia terpaksa merekrut salah satu penjaga gawang, hanya berdasarkan pantauan rekaman video, ditambah kondisi pemain yang tengah melakukan ujian sekolah. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Rully sempat meragukan status pemain Laos, Pe pe, yang dinilainya menyerupai anak laki-laki. Namun, hal ini langsung dibantah pelatih Laos, Phonethip Sengmany. Ia memastikan, Pe pe adalah anak perempuan normal berusia 16 tahun yang rajin berlatih, sehingga berperforma jauh lebih baik daripada teman-temannya. (Dre/Ham) Susunan Pemain Timnas Putri U-16 Pelatih: Rully Nere Sofingatun (pg), Gwen (Rachmayanti Indah M/66), Shalika Aurelia Ramadhanti, Helsya Maeisyaroh, Firanda, Jasmine Sefia Waynie Cahyono, Safira Ika Putri Kartini (c), Agnes (Anisa Febiana/37), Azra Zifa Kayla (Portia Louise Fischer/70), Reva Octaviani (Sheva Imut Furyzcha/29) Laos U-16 Pelatih: Phonethip Sengmany Phatthalavady Sophothirath (pg), Katen Vongasavanh, Vilayphone Phengsana, Inthida Khounsy, Pe pe, Pimpha Thongsavang, Sengdeuan Phongphailath (Panatha Phothisame/68), Chaikham (Souphaphone Xaysoula/72), Phonesavanh, Saysamone Inthaphone (c), Ladee Chanthavongsa

Dua Gol Kemenangan Timnas Putri U-16, Modal Kuat Hadapi Laos

Dua Gol Firanda (8), sukses taklukkan Kamboja U-16,, dan menjaga peluang Timnas Putri U-16 maju ke Semifinal AFF U-16 Girls Championship 2018. (net)

Palembang- Timnas Putri U-16 mencapai hasil positif, di AFF U-16 Girls Championship 2018. Skuat Rully Nere itu meraih kemenangan perdana usai menekuk Kamboja U-16 dengan skor 2-0, pada matchday kedua Grup B. Tampil di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Jumat (4/5), Indonesia langsung menyerang sejak awal laga bergulir. Taktik ini membuat mereka berhasil mencetak dua gol melalui kreasi gelandang tim Srikandi, Firanda, pada menit ke-31′ dan 71′. Meski demikian Rully menilai, masalah pertama timnya ada di lini tengah yang seret mendistribusikan bola ke penyerang. Lalu, persoalan kedua adalah banyaknya pemain yang belum fit, sehingga membuat performa tim mengalami penurunan. “Secara tim kami masih banyak kekurangan. Lini tengah kami sering menahan bola. Mereka memilih menggiring bola dibanding memberi operan ke lini depan. Itu tentunya masalah, karena aliran bola menjadi tidak lancar,” kata Rully usai laga. Selain itu, faktor labilnya cuaca masih menjadi persoalan ketiga, yang belum terselesaikan di kubu Timnas Putri U-16. Cuaca yang kurang bersahabat membuat kondisi fisik Safira Ika dkk. memburuk. “Winger kami kurang maksimal karena belum fit akibat cedera. Penyerang sayap kami pun sejujurnya belum fit 100 persen. Dan beberapa pemain juga sakit akibat cuaca yang mudah berubah dari panas terik, hingga hujan deras, sejak hari pertama,” ujar Rully. Di sisi lain, Thailand Putri U-16 makin tak terbendung. Mereka menang tipis 1-0 atas Laos Putri U-16 ketika melakoni laga di Stadion Atletik Jakabaring, Jumat kemarin. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan untuk bisa mendulang angka. Namun, Thailand yang akhirnya bisa memecah kebuntuan berkat gol dari Janista Jinantuya, pada menit ke-81. Namun, hasil-hasil ini tak memengaruhi posisi di klasemen sementara Grup B. Thailand kokoh menghuni puncak Grup B, dengan torehan enam poin. Meski mendulang tiga poin, Timnas Putri U-16 masih bertengger di urutan ketiga, terpaut selisih gol dari Laos, yang duduk di posisi kedua. Sementara, Kamboja harus mengubur mimpi ke semifinal Piala AFF U-16, lantaran tanpa angka di dasar klasemen. Di tabel peringkat grup B, posisi puncak masih dikuasai Vietnam dan dibayangi Malaysia di posisi kedua. Jika situasi tak berubah, maka di babak semifinal, Indonesia berpeluang bersua Vietnam. (Dre/Ham) Klasemen Sementara AFF U-16 GIRLS CHAMPIONSHIP 2018 GRUP A No TIM M Mn S K G P 1 Vietnam 2 1 1 0 4-0 4 2 Malaysia 2 1 1 0 5-3 4 3 Myanmar 1 0 1 0 0-0 1 4 Singapura 2 0 1 1 3-7 1 5 Filipina 1 0 0 1 0-2 0 GRUP B No TIM M Mn S K G P 1 Thailand 2 2 0 0 5-1 6 2 Laos 2 1 0 1 3-4 3 3 Indonesia 2 1 0 1 3-4 3 4 Kamboja 2 0 0 2 1-5 0 HASIL Grup B Rabu (2/5) Indonesia 1–4 Thailand Laos 3–1 Kamboja Jumat (4/5) Indonesia 2–0 Kamboja Laos 0–1 Thailand Minggu (6/5) Thailand vs Cambodia Laos vs Indonesia

Bangkit Dari Cedera Panjang, Pemuda 22 Tahun Ini Jadi Gelandang Modern Timnas Indonesia

Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla di Timnas U-23 yakni gelandang Sriwijaya FC kelahiran Bireun, Zulfiandi (16). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kini punya pemain baru yang menjadi kepercayaannya di sektor tengah permainan. Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla yakni gelandang Sriwijaya FC, Zulfiandi. Pemuda kelahiran Bireuen, Aceh, 17 Juli 1995, menjadi pemain kepercayaan Luis Milla di jajaran skuat Garuda Muda. Pada empat laga terakhir yang dilakoni Garuda Muda, Cole, sapaannya, selalu jadi pilihan utama pelatih asal Spanyol itu untuk menjaga keseimbangan permainan. Bertugas di lini tengah, gelandang jebolan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri ini tak tergantikan semenjak kembali berseragam timnas. Usai kembali terpanggil bergabung ke pemusatan latihan pada Februari lalu, Cole telah empat kali terpilih menjadi starter pada empat laga terakhir yang dilakoni timnas U-23. Sebelumnya, Cole, harus mundur dari sepak bola lantaran cedera lutut yang membekapnya. Tiga tahun lalu, pada Senin (15/6/2015), menjadi laga terakhir baginya bersama Timnas U-23, yang saat itu ditaklukkan Vietnam dalam perebutan medali perunggu, di ajang SEA Games 2015. Sejak saat itu, pemain berusia 22 tahun ini absen dari Timnas, hingga di level klub. Namun, setelah sembuh dari cedera, Cole bangkit dan menunjukkan pada publik bahwa talenta dan kemampuannya masih belum habis ditelan cedera. Bahkan, performa impresifnya bersama Timnas U-23 dan makin mengukuhkannya sebagai pilihan utama di lini tengah skuat Garuda Muda. Posisi gelandang jangkar ini disebut pelatih beken, Rahmad Darmawan, sebagai gelandang yang sangat unik. Ia dinilai memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Statistik Zulfiandi di Timnas U-23 Empat laga terakhir: Laga Pertama Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Timnas U-23 mengalahkan timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Tiga gol timnas U-23 Indonesia masing-masing dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44, Muhammad Hargianto (51′), dan Septian David Maulana (65′). Tim asuhan Luis Milla memang tampil mendominasi dengan menguasai penguasaan bola sebesar 66 persen. Zulfiandi tampil gemilang sebagai gelandang jangkar saat timnas U-23 Indonesia berhasil membungkam timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0. Ia menjadi pemain yang menorehkan angka operan tepat terbanyak (64 kali), tekel sukses terbanyak (4 kali), dan akurasi operan tertinggi di kubu Garuda Muda yakni sebesar 88.8%. Laga Kedua Timnas U-23 vs Timnas U-23 Bahrain Kendati menelan kekalahan dari Bahrain dengan skor 0-1, timnas U-23 Indonesia sebenarnya tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin dalam hal penguasaan bola hingga 64 persen. Jumlah operan sukses mereka bahkan mencapai 393 dari total 484 upaya alias 81 persen tepat sasaran. Sementara itu, Bahrain cuma melepaskan 182 operan sukses dari 265 percobaan atau tingkat akurasi menyentuh 68 persen. Lantas, siapa anak asuh Luis Milla yang paling sering dioper rekannya? Dia adalah gelandang bertahan Zulfiandi. Zulfiandi menjadi pemain Indonesia yang sangat dipercaya teman-temannya. Sepanjang pertandingan, pesepak bola berusia 22 tahun ini menerima 53 operan. Catatan Zulfiandi mengungguli Hansamu Yama Pranata (48), Bagas Adi Nugroho (47), Febri Hariyadi (45), dan Muhammad Hargianto (45). Laga Ketiga Timnas U-23 vs Timnas U-23 Korea Utara Zulfiandi bermain penuh saat timnas U-23 Indonesia ditahan imbang timnas U-23 Korea Utara. Pada laga kedua turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 ini, Zulfiandi juga menjadi memegang peran krusial di lini tengah skuat Garuda Muda. Bertugas sebagai gelandang, Zulfiandi mencatatkan operan sukses sebesar 32 dari 36 kali percobaan. Artinya, ia menorehkan presentase keberhasilan operan sebesar 88%. Angka akurasi operan ini sekaligus menjadi yang tertinggi di kubu Garuda Muda. Akurasi Zulfiandi lebih tinggi dari Hargianto (74%), Hansamu Yama (79%) dan Septian David Maulana (75%). Zulfiandi juga impresif secara defensif. Terbukti, ia mencatatkan tiga kali tekel sukses dari lima percobaan dan clearence sebanyak dua kali. Laga Keempat  Timnas U-23 vs Timnas U-23 Uzbekistan Uzbekistan menjadi lawan terakhir Zulfiandi dkk di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Bermain imbang dengan skor 0-0, Zulfiandi kembali tampil moncer di jantung permainan Garuda Muda. Pada laga ini, skuat besutan Luis Milla unggul tipis di wilayah penguasaan bola, yakni 52% berbanding 48%. Lagi-lagi, Zulfiandi jadi sosok penting di balik stabilitas lini tengah Garuda Muda. Peran gelandang berusia 22 tahun ini tentu saja tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Berduet dengan Hargianto, Zulfiandi mencatatkan 53 operan sukses dari 61 kali percobaan. Ia menorehkan 86% operan sukses selama 90 menit pertandingan. Presentase keberhasilan operan Zulfiandi hanya kalah dari raihan Bagas Adi Nugroho yang mencatatkan 47 operan sukses dari 51 percobaan (92%). Bahkan, rekan duetnya di lini tengah, Hargianto, hanya mencatatk 35 kali operan sukses dari 53 percobaan (66%). Performa defensif Zulfiandi juga tak kalah moncer. Ia sering membantu pertahanan dan melakukan empat kali intersep dan dua kali sapuan. Bahkan, ia menyumbangkan lima kali tekel sukses dari sembilan kali percobaaan. (art)

Hadapi Kamboja U-16, Pelatih Timnas Indonesia Berdoa Agar Tak Hujan

Timnas Putri U-16 berada di posisi terbawah klasemen Grup B Piala AFF U-16 Girls Championship 2018. (net)

Palembang- Lanjutan Piala AFF U-16 Girls Champiomship 2018, di laga kedua grup B, Indonesia akan berjumpa Kamboja di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/5). Timnas Putri U-16 lantas dalam sorotan karena gagal mendulang poin. Mereka kini terbawah di klasemen sementara Grup B, terpaut tiga angka dari Laos, yang menghuni posisi kedua atau batas akhir untuk melaju ke semifinal. Meski berlatar statistik buruk, Srikandi remaja diprediksi tak akan larut dalam keterpurukan. Mereka tentunya bertekad bangkit saat bersua Kamboja. Apalagi, dukungan langsung dari publik Tanah Air kemungkinan bakal memompa moral pasukan Rully Nere tersebut. Di atas kertas, Kamboja juga bukanlah tim dengan skuat mumpuni. Kekalahan 1-3 dari Laos menjadi alasan utamanya. Selain itu, Indonesia Putri U-16 juga sempat bermain 1-1 melawan Kamboja pada laga fase grup Piala AFF 2017 di Laos. Rully mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Kamboja. Sang pelatih menganggap laga kali ini hanyalah wadah membentuk kualitas pemain-pemain sepak bola wanita. “Saya tak memiliki persiapan khusus karena ini kan masih sepak bola anak-anak. Saya hanya menerapkan latihan ringan agar mereka bisa kembali fit di laga ini,” kata Rully. “Saya sama sekali tidak mengetahui kualitas Kamboja. Namun, saya optimistis bisa meraih hasil baik dan anak-anak bisa tampil maksimal. Dan semoga cuaca tidak buruk dalam laga nanti karena berpotensi merugikan pemain kami,” tambahnya. Kekalahan 4-1 dua hari sebelumnya, membuat Srikandi Muda Merah-Putih terperosok diperingkat akhir klasemen. Pada hari yang sama, Laos menghadapi Kamboja. Laos tampil apik dan berhasil membungkam lawannya dengan skor telak 3-1. Pada laga sore ini, merupakan laga penentuan hidup-mati Srikandi dibawah asuhan Rully Rudolf Nere. Sebab, jika Srikandi Muda kalah ataupun seri, agaknya sangat sulit untuk bisa lolos ke fase berikutnya. “Yang penting hari ini anak-anak harus bisa memenangkan pertandingan sebagai penentu kedepannya”, kata Papat Yunisal, selaku manager Timnas Indonesia Putri sekaligus ketua ASBWI (Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia), Jumat (3/5). Ia juga membeberkan, nantinya anak asuh Rully Nere bakal bermain fokus mengandalkan permainan sayap. “Persiapan kita lebih fokus bermain dari sayap, karena Kamboja bermain selalu berkumpul ditengah. Kita akan banyak main 1-2 dari lapangan tengah”, pungkasnya. (Dre)

Tak Pernah Menang dan Cetak Gol di Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 Buka Loker Untuk Striker

Septian David Maulana (29) yang menjadi eksekutor penalti, gagal memanfaatkan kesempatan mencetak gol kala menjamu Timnas Uzbekistan U-23, pada Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 finis diperingkat 3 di ajang PSSI Anniversary Cup 2018 dengan koleksi dua poin, hasil dua kali imbang dan satu kali kalah. Lawan Uzbekistan pada laga terakhir di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5), skuat Garuda kembali imbang tanpa gol. Pertandingan antara Indonesia dan Uzbekistan berlangsung dengan tensi tinggi. Terutama para pemain Indonesia yang banyak mengedepankan emosi bermain kasar dibandingkan teknik tinggi. Indonesia sempat punya peluang untuk unggul pada menit ke-37. Wasit memberi hadiah penalti setelah pemain Uzbekistan handsball di kotak terlarang sendiri. Tapi, Septian David Maulana yang menjadi eksekutor penalti, gagal memanfaatkan kesempatan itu untuk mencetak gol. Hal ini menjadi catatan khusus bagi arsitek Timnas U-23, Luis Milla. Dari tiga striker murni yang mengisi pos lini depan, yakni Ilham Udin Armaiyn, Lerby Eliandry, dan Ilija Spasojevic, tak seorang pun mencetak skor. Milla pun dikabarkan kembali mencari kandidat striker menuju Asian Games 2018. Timnas U-23 mengakhiri test event Asian Games 2018 ini tanpa satu kali pun meraih kemenangan dan tak mencetak satu gol pun, paska dilaga pertama kalah 0-1 dari Bahrain dan bermain imbang tanpa gol dengan Korea Utara di laga kedua. Timnas U-23 Korea Utara menjadi juru kunci karena memiliki nilai sama dengan Tim Merah-Putih, tapi kalah selisih gol. Timnas U-23 Bahrain menjuarai PSSI Anniversary Cup 2018 usai mencetak nilai 7 dari 3 laga. Dalam laga terakhirnya, Kamis (3/5), Bahrain menggasak Timnas U-23 Korea Utara 4-1. (Pras) Susunan pemain Timnas Indonesia (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa (kiper); Putu Gede Juni Antara, Bagas Adi Nugroho, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin (belakang); Zulfiandi, Muhammad Hargianto, Febri Hariyadi, Osvaldo Ardiles Haay, Septian David Maulana (tengah); Lerby Eliandry (depan) Pelatih: Luis Milla Timnas Uzbekistan (4-4-2): Umidjon Ergashev (kiper); Khojiakbar Alijonov, Sharof Mukhitdinov, Doniyorjon Narzullaev, Ilkhomjon Alijanov, (belakang); Husniddin Gofurov, Nurillo Tukhtasinov, Islom Kenjabaev, Sukhrob Nurulloev (tengah): Azizbek Amonov, Andrey Sidorov (depan) Pelatih: Ravshan Xaydarov

Dibawah Guyuran Hujan Deras, Timnas U-16 Ditahan Imbang PS TIRA U-17

Ditengah guyuran hujan yang cukup deras, uji coba melawan PS TIRA U-17, Timnas U-16 (hijau) dipaksa bermain imbang 1-1 pada Kamis (3/5). (Ham/NYSN)

Jakarta- Jelang sepekan TC tahap ketiga Timnas U-16, agenda uji coba dilakukan. Melawan PS TIRA U-17, Timnas U-16 dipaksa bermain imbang 1-1, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Kamis (3/5). Uji coba ini dihadirkan dalam rangka pemusatan latihan untuk persiapan Piala AFF U-15 di Jawa Timur dan Piala AFC U-16 September di Malaysia. Gol satu-satunya dari skuat Timnas Garuda Muda diciptakan gelandang asal Medan, David Maulana. “PS TIRA U-17 Lawan yang cukup berat. Teknik dan Taktik mungkin kami kalah, tetapi urusan mental, wajib menang. Selama di markas Kopassus, semangat pantang menyerah semoga menular ke anak-anak,” ungkap Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, pada Kamis (3/5), usai bertanding. Pada uji coba kali ini, hujan turun begitu deras sejak sebelum pertandingan berlangsung. Akibatnya kondisi lapangan dengan kualitas seadanya, menjadi tergenang. Punggawa Merah-Putih pun sulit mengendalikan permainan, bahkan berkali-kali mendapat tekanan dari PS TIRA U-17. “Kami harus cepat adaptasi dengan situasi lapangan, sebab selama latihan belum pernah diguyur hujan deras seperti ini,” ungkap kapten Tim, Brylian Aldama, pemain yang berasal dari SSB Gelora Putra Delta. Brylian memuji permainan lawan yang mampu cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan ‘banjir’. “PS TIRA U-17, saya rasa cukup bagus, meski lapangan terhitung banjir, tapi kelihatanya mereka bisa beradaptasi. Itu sebabnya, lawan sering memberi serangan yang berbahaya ke gawang kami,” sambungnya. Pekan depan, sebelum para atlet muda dipulangkan, mereka kembali mengadakan uji coba yang didatangkan dari skuat Liga Topskor U-16 Selection, pada Jumat (11/5) pagi. (Dre/Ham)

Masih Uji Coba, Juara Piala Indonesia 2018 Tak Dapat Jatah Ke Piala AFC

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– PSSI memberi konfirmasi jika juara Piala Indonesia (PI) 2018 tak akan mewakili Indonesia di ajang Piala AFC tahun depan. Hal itu diutarakan Ratu Tisha Destria selaku sekretaris jenderal PSSI, usai proses undian di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (3/5). Tisha mengungkapkan, alasan juara PI 2018 tak masuk ke kompetisi Asia, karena pihaknya baru memberikan usulan kepada AFC untuk mlakukan verifikasi terhadap bergulirnya turnamen PI 2018. “PI 2018 ibaratnya baru bangun. Jadi, AFC harus memverifikasi dulu, apakah turnamen ini layak menuju Piala AFC. Kami sudah lakukan submission ke AFC-nya, untuk menunggu apakah ini turnamennya layak disetujui jika juaranya lanjut ke Piala AFC,” kata Tisha. Selain itu, PI 2018 berhimpitan waktunyaa dengan jadwal akhir turnamen yang diperkirakan bakal tuntas pada Januari 2019. Padahal, batas akhir pendaftaran klub peserta Piala AFC tahun depan yaitu bulan Desember 2018. Tisha menuturkan jadwal PI 2018 cenderung fleksibel dan menyesuaikan jadwal tim yang bersangkutan. Saat Agustus, PI 2018 tak menggelar pertandingan karena event Asian Games 2018. “Jadi ini adalah turnamen uji cobanya PSSI. Untuk tahun 2019, mungkin juaranya ke AFC,” tegasnya. “Itu hanya main sebulan sekali, tim itu dari sekarang sampai babak terakhir, total hanya main 11 kali. Jadi kalau dirinci sampai Januari, tim maksimal main dua kali sebulan. Agustus tidak main, mungkin awal-awal ada, tapi menuju Asian Games-nya tidak,” pungkasnya. Selama menjalani putaran pertama turnamen, 127 kontestan akan menggunakan sistem single match. Kalah berarti gugur. Sistem ini juga berlanjut di putaran kedua turnamen pada 64 besar. Pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang di putaran pertama dan kedua akan berlanjut ke adu penalti. Sistem single match masih akan digunakan di putaran ketiga (32 besar). Hanya saja, pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang di putaran ini tidak akan berlanjut ke adu penalti, tetapi diulang di kandang kesebelasan yang bertindak sebagai tim tamu pada pertandingan asli. Memasuki 16 besar, kesebelasan-kesebelasan yang terlibat akan memainkan dua pertandingan dengan sistem kandang-tandang (dua leg). Sistem yang sama akan digunakan untuk pertandingan-pertandingan perempatfinal dan semifinal. (Pras)

Piala Indonesia 2018 Berputar, 127 Tim Bertarung Hingga Januari 2019

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– Setelah enam tahun vakum, Piala Indonesia 2018 bergulir tahun ini. Sebelum bergulir pada 8 Mei, PSSI menggelar drawing di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). Drawing dilakukan per zona yang seluruhnya berjumlah 16 Zona. Ajang ini diikuti 127 tim dari seluruh kasta kompetisi di tanah air. Mereka bakal saling bersaing demi memperebutkan trofi juara. Laga Persibo Bojonegoro vs Madura United bakal menjadi partai pembuka dan digelar pada sore hari. Sedangkan pada malam harinya bakal digelar duel antara PSBK Blitar menjamu Arema FC. Dalam turnamen kali ini, PSSI sama sekali tak pandang bulu. Semua tim Liga 1 harus memulai eksistensinya dari babak pertama alias 127-besar. Tak ada yang diistimewakan. Artinya kemungkinan tim dari kasta tertinggi tersingkir sejak awal, berpotensi terjadi. Untuk babak I (127 besar) dan II (64 besar) berlaku sistem satu pertandingan. Sedangkan ronde III (32 besar) hingga babak final, akan diterapkan sistem kandang-tandang. Yang menarik, tim Liga 3 bisa saja bentrok kontra wakil dari Liga 1. Sejumlah laga menarik tersaji di babak awal. Persikabo Kabupaten Bogor langsung menantang Persija Jakarta, Persik Kediri vs Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul vs PS Tira. Total ada 16 zona yang diisi oleh masing-masing 6-8 kesebelasan. Saat ini masih ada tiga slot kosong untuk tiga klub. Di Piala Indonesia edisi tahun ini, klub yang berada di liga atau kasta lebih tinggi dari lawannya, akan bermain sebagai tim tamu. Dari hasil drawing ada 16 zona yang akan digelar mulai bulan Mei sampai akhir Juli nanti. Ketua Organizing Comitte (OC) Piala Indonesia, Iwan Budianto, menjelaskan Piala Indonesia akan berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan terhitung dari Mei hingga akhir Januari tahun depan. Untuk babak 32 besar akan dilaksanakan periode Oktober hingga November. Sementara untuk laga semifinal atau 4 besar hingga final, akan didadakan dari Desember sampai Januari. “Babak 64 besar akan dilangsungkan pada Agustus hingga akhir September, 32 besar antara Oktober hingga akhir November, lalu babak 4 besar hingga final diadakan dari Desember sampai Januari,” ujar Iwan. Pada Piala Indonesia 2018, tim yang keluar sebagai juara akan mendapatkan hadiah sebesar Rp3 miliar rupiah, peringkat kedua Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar. (Pras) Hasil undian Piala Indonesia 2018 Zona 1 Kuala Namu vs PSMS Medan PSB Langsa vs PSDS Deli Serdang Persiraja Banda Aceh vs Aceh United PS Keluarga USU vs (Menunggu waiting list dari PSSI untuk zona satu) Zona 2 Kepri 757 Jaya vs PSPS Pekanbaru Persih Tembilahan vs Semen Padang PES Pessel vs Batang Anae FC PS Bintan vs Nabil FC Zona 3 PS Bangka Selection vs Sriwijaya FC Persimura Musi Rawas vs PS Timah Bangka PS Belitung Timur vs PS Bengkulu PS Benteng vs Persijam Jambi Zona 4 Persitangsel vs Bhayangkara FC Lampung Sakti FC vs Perserang Serang Sakai Sambayan Lampung FC vs Cilegon United Persilat Lampung Tengah vs Persita Tangerang Zona 5 Persikabo Bogor vs Persija Jakarta Villa 2000B vs Persiwa Wamena Bogor FC vs Persika Karawang Patriot Candrabhaga vs Bintang Kranggan Zona 6 PSKC Cimahi vs Persib Bandung Maung Anom FC vs Persibat Batang PSCS Cilacap vs Persibangga Purbalingga Persibas Banyumas vs PSGC Ciamis Zona 7 Persab Brebes vs PSIS Semarang Persekat Tegal vs Persik Kendal PSIP Pemalang vs PSIR Rembang Persik Pekalongan vs Persijap Jepara Zona 8 Persiba Bantul vs PS TIRA Persitema Temanggung vs PSIM Yogyakarta PSD Demak vs PSS Sleman Persibara Banjarnegara vs Gadjah Mada FC Zona 9 PSBK Blitar vs Arema FC Persinga Ngawi vs Persis Solo Madiun Putra vs Blitar United Persekam Metro vs Persega Trenggalek Zona 10 Persibo Bojonegoro vs Madura United Persegres Gresik vs Persatu Tuban Madura FC vs Persepam Madura Persekap Pasuruan vs Persu Sumenep Zona 11 Persik Kediri vs Persela Lamongan PSBI Blitar vs Persebaya Surabaya Blitar Putra vs Mojokerto Putra Persekabpas vs Persid Jember Zona 12 PS Sumbawa Barat vs Bali United PS Badung Bali bs Persigo Semeru FC Persekaba Bali vs Perse Ende PSKT Sumbawa vs Persewangi Banyuwangi Zona 13 Kota Baru FC vs Barito Putra Persibeng Bengkayang vs Martapura FC Persipon Pontianak vs Kalteng FC Perseban Banjarmasin vs (menunggu konfirmasi satu klub dari Kalimantan) Zona 14 Persikap Kapuas vs Mitra Kukar PSAD Balikpapan vs Borneo FC Deltras Sidoarjo vs Persiba Balikpapan Persida Sidoarjo vs (menunggu) Zona 15 Persidrap vs PSM Makassar Persbul Buol vs Persbit Bitung Persidago Gorontalo vs Matra Mamuju Persiter Ternate vs Celebest FC Persipal Palu vs (menunggu) Zona 16 Yahukimo FC vs Persipura Jayapura Persintan Intan Jaya vs Perseru Serui Persewar Waropen vs PSBS Biak Pelauw Putra vs Perseka Kaimana

Lakoni Laga Perdana AFF U-16 Girls’ Championship 2018, Timnas Putri U-16 Dicukur Thailand 1-4

Bek Timnas Putri U-16, Jasmin Sefia, mencetak gol satu-satunya meski timnya takluk dari Thailand, di laga perdana AFF U16 Grils Championship 2018. (Pras/NYSN)

Palembang- Superioritas Timnas Thailand ternyata masih di atas Indonesia. Setidaknya hal ini yang tergambar dari ajang AFF U-16 Girls’ Championship 2018. Sempat unggul lebih dahulu, Timnas Putri U-16 harus kalah telak dengan skor 1-4, Rabu (2/5), di Stadion Atletik Jakabaring I, Palembang. Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Bui Thi Thun Trang dari Vietnam, Timnas sebetulnya membuka inisiatif serangan ke kubu Thailand. Bahkan, di menit kedua, Indonesia sudah menciptakan gol dari sepakan pemain termuda Timnas, Jasmin Sefia. Bek yang masih berusia 12 tahun ini, membuka skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Srikandi Indonesia. Keunggulan Indonesia tak menyurutkan semangat timnas Thailand. Bahkan, sejak tertinggal, Thailand terus menggempur pertahanan Indonesia. Pada menit ke-22, Thailand berhasil menyamakan skor melalui tendangan pemain tengah, Janista Jinantuya. Timnas Thailand kembali menjebol gawang Indonesia di menit ke-27 lewat tendangan Crathaya Pratumkul. Skor pun berubah 2-1 untuk keunggulan Thailand dan bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Indonesia semakin terpuruk. Gelombang serangan tanpa henti dari Thailand, membuat mereka lebih banyak bertahan. Thailand pun menambah keunggulan menjadi 3-1 pada menit 67. Tak sampai disitu, Thailand kembali menambah keunggulan menjadi 4-1 lewat tendangan Suchada di menit ke-73. Skor 4-1 untuk keunggulan Thailand bertahan hingga peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan. (Dre/Ham) Susunan pemain Indonesia: Sofingatun; Gwen, Shalika Aurelia, Syafira Azzahra, Safira Ika; Heisya Maeisyaroh, Hanipa Suandi, Jasmine Sefia, Reva Octaviani, Sheva Imut; Firanda Pelatih: Rully Nere Thailand: Thichanan Sodchuen; Sawitta Boonwong, Atiya Tonwattanapaibon, Supapron Intaraprasit, Suchavadee Chompaeng; Janistya Jinantuya, Pluemjai Sontisawat, Samanya; Chattaya Pratumkul, Thanat Bungthong, Thawanrat Promthongmee Pelatih: Naruephon Kaenson Wasit: Bui Thi Thu Trang (Vietnam)

Gelar Forum Marathon, PSSI Agendakan National Coaching Conference di ISEF 2018

PSSI rencananya akan menggelar National Coaching Conference pada Sabtu (5/5) di Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018. (net)

Tangerang- PSSI akan menggelar National Coaching Conference pada Sabtu (5/5) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang. Ajang tersebut merupakan salah satu program agenda dalam Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018, bekerja sama dengan PT Expotama Sinergi. Bagi PSSI, ini pertama kalinya mengadakan pertemuan pelatih dari seluruh Indonesia dengan suatu wokrshop atau forum dengan berbagai tingkatan lisensi. Ini pun selaras dengan visi dan misi PSSI untuk terus meningkatkan kualitas para pelatih di Tanah Air. “National Coaching Conference adalah ajang bertemunya pelatih di Indonesia, dalam satu workshop penuh selama sehari, dari pagi sampai sore. Kami bicara perkembangan sepak bola Indonesia. Ajang ini akan diikut 300 pelatih, dari level lisensi D hingga yang sedang ikut Pro AFC,” kata Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, Rabu (5/5). Pria berusia 66 tahun ini menambahkan bahwa dalam acara tersebut akan dijelaskan potret dan perkembangan sepak bola Indonesia saat ini. Apalagi ia ingin semua pelatih harus mengetahui berada dimana level sepak bola kita, dan dimana harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang lebih maju dalam sepak bola. “Para pelatih ini akan bertukar pikiran, seperti kurikulum dan jenjang kepelatihan. Selain saya akan ada pelatih Luis Milla, Eduardo Perez, Mundari Karya, Emral Abus. Selain itu ada coaching clinic bersama Ponaryo Astaman dan Kurniawan Dwi Yulianto,” ungkap mantan pelatih Timnas Indonesia ini. Danur menjelaskan PSSI tengah menggenjot program kursus pelatih yang di Tanah Air. Kursus pun disebar ke beberapa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI. “Tahun 2018 ini ada 30 kursus C AFC, dua kali B AFC, dan dua kali A AFC. Selain itu, ada kursus pelatih fisik dan pelatih kiper berlisensi AFC,” ungkapnya. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Oleh karena itu, PSSI mengajak kepada siapapun untuk hadir dalam diskusi dan workshop ini yang bertujuan untuk memajukan sepak bola Indonesia. (Dre)

ISEF 2018 Jadi Ajang Bisnis Industri Olahraga, PSSI Gencar Lakukan Promo

Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di ICE, BSD City, pada Rabu (2/5). (Ham/NYSN)

Tangerang- Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di Indonesia Convention Exhibiton (ICE), BSD City, Tangerang, pada Rabu (2/5). ISEF digelar mulai 2 hingga 6 Mei 2018 mendatang. Dalam sambutannya, Imam Nahrawi, selaku Menpora yang mewakili Pemerintah Republik Indonesia, mendukung penuh penyelenggaraan ISEF 2018. Ia berpesan jika bisa ISEF diselenggarakan setiap bulan atau tiga bulan sekali. Menurutnya, ISEF sangat penting untuk kemajuan industri olahraga. Tak hanya itu, ISEF juga dapat memberikan wawasan atau pengetahuan kepada masyarakat terkait olahraga di Indonesia beserta pengembangannya. “Selamat atas ISEF 2018, ini tahun ketiga penyelenggaraan ISEF. Kalau bisa sebulan atau tiga bulan sekali diadakan. Olahraga membawa kesejahteraan dibangun dengan industri komersil dan pengembangan yang lain. Saya ingin semua cabor (cabang olahraga) menuju ke sana, tidak hanya PSSI,” kata Imam.(2/5). “Hubungan olahraga dan masyarakat serta industri harus di-branding dengan baik. Saya menyambut ISEF sangat penting untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peran koneksi pemerintah, cabor, dan masyarakat sendiri, untuk bersinergi mengembangkan olahraga di Indonesia,” tambahnya. PSSI pun turut berkolaborasi dalam event ini. Dalam forum ini, PSSI juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti pusat database, Genius Sport dan Oxigen untuk mempromosikan produk-produk mereka. ISEF dan PSSI memiliki visi yang sama khususnya dalam pembangunan dan pengembangan industri olahraga. Keduanya juga satu pendapat soal peningkatan prestasi di pentas internasional. “Kami bangga bisa mengikuti acara ini untuk pertama kalinya. Lewat momentum ini, kami ingin perkembangan sepak bola makin baik dan maju,” ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. “Di acara ini juga, PSSI ingin memberi wawasan sepak bola, baik dari kepelatihan, perwasitan, medis, hingga sesi football parenting. Ini semua kami lakukan sebagai bentuk komitmen PSSI dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang melek soal sepak bola,” katanya menambahkan. Bagi PSSI, kolaborasi mereka di ISEF bisa membantu tujuan mereka mempromosikan sepak bola Tanah Air. Pasalnya, di tahun 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah di berbagai ajang, Asian Games, Piala AFF, Piala AFF U-19, Piala AFF U-16, Piala AFF Wanita, futsal, dan sepak bola pantai. Dalam kesempatan ini juga, PSSI kembali menambah partner mereka. PSSI menjalin kerja sama dengan Genius Sport dan Oxygen. “Mmentum luar biasa. Kita semua mencoba sepak bola bukan sekadar panggung lapangan. Tapi kami ingin memperlihatkam semua yang berada di belakang panggungnya. Genius Sport akan membantu PSSI,” ucapnya. Sementara itu, Raditia Zahir Ahmad selaku Direktur PT Expotama Sinergi, penyelenggara ISEF, mengatakan, pihaknya mengadakan forum ini guna menunjang kesiapan Indonesia menggelar Asian Games 2018, Agustus mendatang. “Kami menyelenggarakan ISEF untuk mewujudkan perkembangan olahraga di tanah air melalui peningkatan industri, infrastruktur, dan fasilitas olahraga,” ujarnya singkat. Tahun ini, penyelenggaraan ISEF mengangkat tema ‘Be The Future of Sport Business’ yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan keolahragaan Indonesia. Perhelatan yang merupakan edisi ketiga ini juga menampilkan produk peralatan olahraga dalam negeri dengan lima kategori yaitu stadium and venue facilities, sport and textile material, sport tourism, fitness and health, serta outdoor and indoor equipment. (Ham)

Siapkan Dua Stadion, Asprov PSSI Jatim Siap Langsungkan Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18 2018

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Surabaya- Asprov PSSI Jawa Timur resmi ditunjuk PSSI melangsungkan dua hajatan besar pada 2018, yakni Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18. Meski terhitung masih beberapa bulan lagi, Asprov PSSI Jatim sudah mulai mempersiapkan diri. Asprov PSSI Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah Piala AFF U-15 yang akan dilaksanakan 29 Juli-11 Agustus 2018. Selain itu, Jatim juga menjadi satu di antara satu tuan rumah event Piala AFF U-18 yang berlangsung 2-14 Juli 2018. Untuk Piala AFF U-15, Asprov PSSI Jatim telah mempersiapkan dua stadion yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan. Dua venue tersebut adalah Stadion Gelora 10 November Surabaya dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Selain lokasi pertandingan, Jatim juga mempersiapkan akomodasi dan tempat latihan bagi para kontestan. Piala AFF U-15 ini dibagi menjadi dua grup. Indonesia selaku tuan rumah tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. Semua laga di grup ini akan dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Sementara Grup B terdiri dari Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura. Mereka akan bermain di Stadion 10 November, Surabaya. Sedangkan untuk Piala AFF U-18, Jatim harus berbagi dengan Jawa barat (Jabar). Stadion Pakansari, Bogor, akan menjadi venue pertandingan untuk grup yang berisi Timnas Indonesia. Sementara Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, yang pelaksanaannya di bawah kendali Asprov PSSI Jatim, digunakan untuk menggelar laga grup lain. “Semoga Piala AFF di Jatim tahun ini berjalan sukses. Ini adalah sumbangsih PSSI Jatim untuk Indonesia,” ucap Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh UB. Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan semua keperluan penyelenggaraan Piala AFF U-15 maupun U-18, baik itu berupa hotel, lapangan pertandingan, lapangan untuk latihan, dan lain-lainnya, termasuk keamanan. “Untuk keamanan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk Piala AFF U-15, karena Timnas U-16 akan bermain di Sidoarjo. Yang pasti, kami siapkan semua kebutuhannya,” jelas Amir. (Dre/Ham) Piala AFF U-15 2018 Venue : Stadion Gelora Delta, Sidoarjo Grup A Vietnam Myanmar Kamboja Indonesia Timor Leste Filipina Venue : Stadion 10 November, Surabaya Grup B Thailand Malaysia Laos Brunei Singapura