Panggil 22 Nama Lawan Thailand U-23, Luis Milla Pinggirkan Evan Dimas

Kiper Sriwijaya FC, Teja Paku Alam, akhirnya mendapat pangglan membela Timnas U-23 jelang uji coba kontra Thailand U-23. (bola.net)

Jakarta- PSSI merilis daftar 22 pemain Timnas U-23 menghadapi Thailand U-23. Dalam pemanggilan itu juga terdapat beberapa pemain senior. Mereka yang senior diseleksi untuk masuk dalam kuota 3 pemain di atas U-23, ajang Asian Games 2018. Dari rilis PSSI pada Sabtu (26/5), terdapat 6 pemain senior. Mereka adalah M. Ridho, Teja Paku Alam (kiper), Victor Igbonefo (belakang), Riko Simanjuntak, Alberto Goncalves, dan Lerby Eliandry (depan). Dan tak ada nama Evan Dimas dalam daftar tersebut. “Saya ingin melihat perkembangan pemain, terutama nama-nama yang baru dipanggil,” kata Luis Milla, pelatih timnas U-23. Milla pun menunjuk kiper Sriwijaya FC sebagai pengganti Andritany Ardhiyasa di Timnas U-23 untuk laga melawan Thailand U-23, pada 31 Mei dan 3 Juni mendatang. Kondisi Andritany yang belum pulih dari cedera rahang, memaksa Milla harus berpikir keras mencari penggantinya. Bersama tim berjulukan Laskar Wong Kito, Teja selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi penjaga gawang. Penerus Ferry Rotinsulu di Sriwijaya FC ini mencatatkan sepuluh kali tampil dalam sepuluh laga yang dijalani tim arahan Rahmad Darmawan. Bahkan, Teja kerap menjadi penyelamat bagi timnya dalam kondisi tertekan. Tercatat dua penalti gagal masuk ke gawang Teja, hingga pekan kesepuluh Liga 1 2018. Usai dua kali menghadapi Thailand U-23, Indonesia memiliki satu uji coba lainnya pada Juni nanti. Uji coba itu digelar melawan Korea Selatan U-23, juara bertahan Asian Games, pada Sabtu (23/6), di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Sebelumnya, Hansamu Yama dkk sudah melewati enam laga. Timnas U-23 menorehkan dua hasil kemenangan, dua kali kalah dan dua partai imbang. Sebanyak tiga laga terakhir Garuda muda dilakoni di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018, pada 27 April-8 Mei 2018. (Ham) Timnas U-23 Kiper Awan Setho – Bhayangkara FC Teja Paku Alam – Sriwijaya FC Muhammad Ridho – Borneo FC Belakang Andy Setyo Nugroho – PS Tira Hansamu Yama Pranata – Barito Putra Victor Igbonefo – Persib Bandung Bagas Adi Nugroho – Arema FC I Putu Gede Juni Antara – Bhayangkara FC Gavin Kwan Adsit – Barito Putra Rezaldi Hehanusa – Persija Jakarta Ricky Fajrin Saputra – Bali United Tengah Muhammad Hargianto – Bhayangkara FC Hanif Sjahbandi – Arema FC Zulfiandi – Sriwijaya FC Saddil Ramdani – Persela Lamongan Septian David Maulana – Mitra Kukar Riko Simanjuntak – Persija Jakarta Osvaldo Ardiles Haay – Persebaya Surabaya Febri Hariyadi – Persib Bandung Depan Yabes Roni Malaifani – Bali United Alberto Goncalves Da Costa – Sriwijaya FC Lerby Eliandry Pong Babu – Borneo FC

Bangkit Dari Cedera Panjang, Pemuda 22 Tahun Ini Jadi Gelandang Modern Timnas Indonesia

Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla di Timnas U-23 yakni gelandang Sriwijaya FC kelahiran Bireun, Zulfiandi (16). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kini punya pemain baru yang menjadi kepercayaannya di sektor tengah permainan. Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla yakni gelandang Sriwijaya FC, Zulfiandi. Pemuda kelahiran Bireuen, Aceh, 17 Juli 1995, menjadi pemain kepercayaan Luis Milla di jajaran skuat Garuda Muda. Pada empat laga terakhir yang dilakoni Garuda Muda, Cole, sapaannya, selalu jadi pilihan utama pelatih asal Spanyol itu untuk menjaga keseimbangan permainan. Bertugas di lini tengah, gelandang jebolan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri ini tak tergantikan semenjak kembali berseragam timnas. Usai kembali terpanggil bergabung ke pemusatan latihan pada Februari lalu, Cole telah empat kali terpilih menjadi starter pada empat laga terakhir yang dilakoni timnas U-23. Sebelumnya, Cole, harus mundur dari sepak bola lantaran cedera lutut yang membekapnya. Tiga tahun lalu, pada Senin (15/6/2015), menjadi laga terakhir baginya bersama Timnas U-23, yang saat itu ditaklukkan Vietnam dalam perebutan medali perunggu, di ajang SEA Games 2015. Sejak saat itu, pemain berusia 22 tahun ini absen dari Timnas, hingga di level klub. Namun, setelah sembuh dari cedera, Cole bangkit dan menunjukkan pada publik bahwa talenta dan kemampuannya masih belum habis ditelan cedera. Bahkan, performa impresifnya bersama Timnas U-23 dan makin mengukuhkannya sebagai pilihan utama di lini tengah skuat Garuda Muda. Posisi gelandang jangkar ini disebut pelatih beken, Rahmad Darmawan, sebagai gelandang yang sangat unik. Ia dinilai memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Statistik Zulfiandi di Timnas U-23 Empat laga terakhir: Laga Pertama Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Timnas U-23 mengalahkan timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Tiga gol timnas U-23 Indonesia masing-masing dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44, Muhammad Hargianto (51′), dan Septian David Maulana (65′). Tim asuhan Luis Milla memang tampil mendominasi dengan menguasai penguasaan bola sebesar 66 persen. Zulfiandi tampil gemilang sebagai gelandang jangkar saat timnas U-23 Indonesia berhasil membungkam timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0. Ia menjadi pemain yang menorehkan angka operan tepat terbanyak (64 kali), tekel sukses terbanyak (4 kali), dan akurasi operan tertinggi di kubu Garuda Muda yakni sebesar 88.8%. Laga Kedua Timnas U-23 vs Timnas U-23 Bahrain Kendati menelan kekalahan dari Bahrain dengan skor 0-1, timnas U-23 Indonesia sebenarnya tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin dalam hal penguasaan bola hingga 64 persen. Jumlah operan sukses mereka bahkan mencapai 393 dari total 484 upaya alias 81 persen tepat sasaran. Sementara itu, Bahrain cuma melepaskan 182 operan sukses dari 265 percobaan atau tingkat akurasi menyentuh 68 persen. Lantas, siapa anak asuh Luis Milla yang paling sering dioper rekannya? Dia adalah gelandang bertahan Zulfiandi. Zulfiandi menjadi pemain Indonesia yang sangat dipercaya teman-temannya. Sepanjang pertandingan, pesepak bola berusia 22 tahun ini menerima 53 operan. Catatan Zulfiandi mengungguli Hansamu Yama Pranata (48), Bagas Adi Nugroho (47), Febri Hariyadi (45), dan Muhammad Hargianto (45). Laga Ketiga Timnas U-23 vs Timnas U-23 Korea Utara Zulfiandi bermain penuh saat timnas U-23 Indonesia ditahan imbang timnas U-23 Korea Utara. Pada laga kedua turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 ini, Zulfiandi juga menjadi memegang peran krusial di lini tengah skuat Garuda Muda. Bertugas sebagai gelandang, Zulfiandi mencatatkan operan sukses sebesar 32 dari 36 kali percobaan. Artinya, ia menorehkan presentase keberhasilan operan sebesar 88%. Angka akurasi operan ini sekaligus menjadi yang tertinggi di kubu Garuda Muda. Akurasi Zulfiandi lebih tinggi dari Hargianto (74%), Hansamu Yama (79%) dan Septian David Maulana (75%). Zulfiandi juga impresif secara defensif. Terbukti, ia mencatatkan tiga kali tekel sukses dari lima percobaan dan clearence sebanyak dua kali. Laga Keempat  Timnas U-23 vs Timnas U-23 Uzbekistan Uzbekistan menjadi lawan terakhir Zulfiandi dkk di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Bermain imbang dengan skor 0-0, Zulfiandi kembali tampil moncer di jantung permainan Garuda Muda. Pada laga ini, skuat besutan Luis Milla unggul tipis di wilayah penguasaan bola, yakni 52% berbanding 48%. Lagi-lagi, Zulfiandi jadi sosok penting di balik stabilitas lini tengah Garuda Muda. Peran gelandang berusia 22 tahun ini tentu saja tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Berduet dengan Hargianto, Zulfiandi mencatatkan 53 operan sukses dari 61 kali percobaan. Ia menorehkan 86% operan sukses selama 90 menit pertandingan. Presentase keberhasilan operan Zulfiandi hanya kalah dari raihan Bagas Adi Nugroho yang mencatatkan 47 operan sukses dari 51 percobaan (92%). Bahkan, rekan duetnya di lini tengah, Hargianto, hanya mencatatk 35 kali operan sukses dari 53 percobaan (66%). Performa defensif Zulfiandi juga tak kalah moncer. Ia sering membantu pertahanan dan melakukan empat kali intersep dan dua kali sapuan. Bahkan, ia menyumbangkan lima kali tekel sukses dari sembilan kali percobaaan. (art)