Cetak 32 Angka, Fanny Pastikan Tenaga Baru Pontianak Kantongi Tiket Semifinal

Tenaga Baru Pontianak lolos ke semifinal usai kalahkan Tanago Friesian Jakarta dengan skor 69-61, Selasa (20/3). (meilinda)

Jakarta- Tenaga Baru Pontianak berhasil mengantongi tiket semifinal Srikandi Cup Seri Ke-3, Jakarta. Pada pertandingan penyisihan kedua Pool B, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Selasa (20/3), mereka sukses mengalahkan Tanago Friesian Jakarta, dengan skor 69-61. Tampil gemilang, kapten tim Tenaga Baru Pontianak Fanny Kalumata mampu mencetak double-double 32 angka dan 14 rebound. Sedangkan dari tim Tanago, Adelita Anwar menorehkan 13 angka dan 9 rebound. Fanny langsung membawa timnya unggul dikuarter pertama 20-11. Ia juga turut andil dalam menyumbang torehan 9 angka. Unggul 9 angka tidak menjadi jaminan bagi Tenaga Baru untuk kembali meraih kemenangan di kuarter selanjutnya. Buktinya, Tanago justru mampu bangkit di 10 menit berikutnya. Perlahan, di bawah asuhan Abrizalt Hasiholan, Tanago mulai mengejar bahkan menyamakan kedudukan 20-20. Meski Fanny kembali memikul tanggung jawab sebagai leader sekaligus pencetak skor handal bagi timnya dengan delapan poin tambahan (total 17 poin di babak pertama) yang ia kemas kembali pada kuarter ini, namun Tiara Aulia Denaya dkk justru yang akhirnya merebut kuarter kedua dengan keunggulan setengah bola 29-28. Tertinggal di babak pertama, pelatih Tenaga Baru Irma Amelya menginstruksikan pemainnya untuk menjaga ketat roh permainan Tanago Tiara Aulia Denaya. Tugas itu diemban dengan baik oleh Sarce Buamin yang tidak membuat nyaman Tiara sehingga aliran bolanya tidak sebaik pada babak pertama. Akhirnya, Tenaga Baru bisa menemukan ritme permaiannya kembali. Fanny dan Delaya Maria silih berganti mencetak poin. Memasuki menit ke Enam, Fanny melepaskan satu asist kepada Delaya diarea pertahanan Tanago dan itu menghasilkan poin sekaligus satu kali eksekusi free throw. Kedudukan berubah menjadi 41-32. Melihat itu, Tanago tidak tinggal diam, tiga angka yang dilepaskan Annisha Febriani didetik akhir kuarter ketiga akhirnya mampu memangkas jarak angka meski kuarter ini menjadi milik tim Tenaga Baru dengan skor 45-43. Sesungguhnya, duel seru terjadi di awal kuarter keempat. Kedua tim silih berganti melepaskan tembakan perimeter dari jarak jauh. Pemain Tenaga Baru, Sarce Buamin menunjukan penampilan impresif. Tak hanya menjalankan tugasnya sebagai defender dengan baik, eks pemain Tomang Sakti itu juga mampu melepaskan dua kali tembakan tiga angka dan membawa timnya unggul 62-55 memasuki sisa waktu empat menit. Hingga pertandingan usai, Tenaga Baru tetap konsisten meraih kemenangan dengan selisih delapan angka. Jali, sapaan akrab Abrizalt Hasiholan, mengaku bila game plan telah diberikan kepada anak didiknya, namun hal itu tidak berjalan dengan baik. “Turnovers kami juga banyak, tapi pemain bench saya pada Selasa (20/3) memberikan kontribusi yang bagus. Pertandingan terakhir besok melawan GMC (Generasi Muda Cirebon), kami harus rebut dan bicara peluang sekitar 70 persen, “ tukasnya. Terpisah, Irma Amelya, Pelatih Tenaga Baru, mengungkapkan tim-nya bermain agresif. Dirinya juga menginstruksikan Sarce untuk menjaga ketat Tiara. Sebab, menurutnya, Tiara merupakan inspirator serangan Tanago. “Fanny juga bermain dengan sangat baik di game ini. Melawan Merpati Bali besok (Rabu, 21/3), kami harus tampil ngotot, sebab small player mereka bagus dan shooter-nya tajam,” cetusnya. Sementara, Fanny menegaskan meski tim-nya lolos ke semifinal, namun ia tak ingin menganggap remah lawan dipertandingan berikut. “Meski sudah lolos semifinal, kami harus tetap fight melawan Merpati Bali untuk perebutan juara pool. Peluangnya tetap ada walau mereka sedikit diunggulkan,” cetusnya. (Adt) Hasil Pertandingan Selasa (20/3) : Pool A : 1. Merpati Bali vs Generasi Muda Cirebon (83-34) 2. Surabaya Fever vs Sahabat Semarang (81-47) Pool B : 1. Tenaga Baru Pontianak vs Tanago Friesian Jakarta (69-61) 2. Flying Wheel Makassar vs Merah Putih Samator (53-70) Jadwal Srikandi Cup SeriKe-3, Rabu (21/3) : Pool A : 1. Flying Wheel Makassar vs Surabaya Fever (12.00 WIB-14.00 WIB) 2. Sahabat Semarang vs Merah Putih Samator Jakarta (14.30 WIB-16.30 WIB) Pool B : 1. Tenaga Baru Pontianak vs Merpati Bali (16.30 WIB-18.30 WIB) 2. Tanago Fresian Jakarta vs Generasi Muda Cirebon (18.30 WIB-20.30 WIB)

TC Tanpa Kompetisi, Timnas Putri U-16 Lakukan Penyegaran Di Latihan Perdana

Timnas Putri U-16 mulai melakukan TC pada Selasa (20/3) hingga 19 April nanti, jelang mengikuti Turnaen Piala AFF U-16 di Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Seleksi dan TC Timnas Putri U-16 akhirnya resmi kembali terselenggara pada Selasa (20/3), di Stadion Atang Sutresna, Komplek Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Dengan jumlah 27 orang pemain baru, latihan dilakukan pada sesi pagi dan sore hari. Usai latihan sore, pelatih Timnas U-16, Rully Nere membeberkan tentang menu latihan perdana. “Karena anak-anak tidak ada kompetisi, jadi kami buka dengan latihan basic dulu. Pertama, soal passing dan support, di sesi pagi. Kedua, di sore hari, tetap soal passing support dan mulai masuk ke skema permainan” ujar Rully pada Selasa (20/3). Nantinya, secara bertahap Timnas Putri U-16 akan melahap menu latihan fisik dan skema permainan sepak bola ala Indonesia. “Kita akan main skema sepak bola Indonesia. PSSI punya formasi 4-3-3. Ya, tapi ini bukan persoalan permainan saja, tetapi bagaimana pondasi sepak bola wanita kedepannya”, tutupnya. Nantinya, secara bertahap, Rully dan tim pelatih akan mencari 20-25 orang, sebagai kandidat entry number anggota skuat utama dalam event AFF U-16 di Jakarta, pada 1-10 Mei nanti. Dua anggota TC Timnas Putri senior yang dipinjam dari Timnas Putri U-16, dan sudah dua pekan berlatih di National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, Depok, yakni Carla Bio Pattinasarany dan Safira Ika Putri Kartini, juga ikut bergabung. (Dre)

Tim Beregu Putra Tampil Sengit, Unair Justru Gagal Ciptakan Poin

Tunggal Putra tim Universitas Udayana masih terlalu kuat bagi tim Universitas Airlangga pada LIMA Badmintan WJC 2018 di GOR Unair Kampus C, Selasa (20/3). (LIMA)

Surabaya- Laga pembuka LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018 digelar pada Selasa (20/3), di GOR Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Laga pertama ini diisi oleh laga tim putra antara Universitas Airlangga (Unair) melawan Universitas Udayana Bali di lapangan 1, serta tim putri Unair melawan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di lapangan 2. Di lapangan 1, tersaji laga sengit antara Udayana dan tim putra tuan rumah. Romario, tunggal Udayana sempat tertinggal 0-2 di awal gim pertama partai pertama melawan Bagus Bayu Aji, wakil Unair. Namun, Romario mengejar, hingga akhirnya menyamakan poin menjadi 3-3. Romario terus memperjauh jarak keunggulannya atas Bagus. Romario unggul tipis di angka 11-9. Usai interval satu menit, Romario kembali bermain tangguh. Bagus hanya berhasil menambah enam angka hingga akhir gim pertama. Akhirnya, Romario mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-15. Gim kedua berlangsung sengit seperti di gim pertama. Romario tetap unggul 11-9 hingga turun minum. Di akhir laga, Romario masih tangguh. Udayana mendapatkan poin pertamanya dari permainan Romario di gim kedua, yang berakhir 21-13. Permainan apik Udayana berlanjut di partai kedua. Partai yang mempertandingkan nomor ganda ini menunjukkan dominasi kuat Udayana. I Wayan Govinda/Putu Jery memenangi partai kedua melawan Alfian Putra/Boby Julio dengan kemenangan telak di gim pertama, 21-6 dan 21-13 di gim kedua. Unair memanas. Sebagai tuan rumah, Unair tak mau kalah begitu saja. Akhirnya, poin pertama Unair berhasil direngkuh di partai ketiga yang menyajikan nomor tripel. Unair menurunkan Bagus Bayu/Dyon Franstian/Muhammad Andrean di partai ketiga ini. Lawannya, Udayana, gagal menciptakan poin lewat tripel Dennis Prasetya/I Made Bagus/Muhammad Mohdar. Unair memenangi partai ketiga dengan skor tipis 21-10 dan 21-18. Partai keempat makin sengit. Kedua tim seakan tak mau mengalah. Namun, akhirnya, Udayana mampu buktikan kekuatannya lewat nomor tunggal keduanya, yang diwakili Kadek Bayu. Kadek Bayu menang usai perlawanan sengitnya di babak rubber game. Gim pertama berhasil dikuasai Kadek Bayu. Namun, di partai kedua, Kadek Bayu kalah telak dari Alfian Putra, tunggal Unair. Gim kedua berakhir dengan skor 21-7 untuk Udayana. Di gim terakhir, Kadek Bayu unggul tipis 11-10 atas Alfian Putra. Unair belum mampu menambah poin di partai keempat. Sementara itu, Udayana berhasil mencuri poin kembali. Skor sementara pun mejadi 3-1 untuk kemenangan Udayana hingga akhir partai keempat. Laga berlanjut di partai kelima, partai ganda kedua. Di gim pertama, ganda kedua Unair kembali takluk dari permainan apik Udayana. Unair, yang mengirimkan Anjas Tirta/Muhammad Andreas, kalah dengan selisih jauh, yakni 21-9. Namun, di gim kedua, Anjas Tirta/Muhammad Andreas mencoba mengejar. Namun, permainan kompak Dennis Prasetya/Romario Jeremia membawa Udayana menang di gim kedua dengan skor tipis 21-18. Skor 4-1 untuk kemenangan Udayana menutup laga pertama LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference yang digelar di lapangan 1 GOR Unair ini. Meski tuan rumah, Unair harus mengakui ketangguhan tim lawan. “Kami sudah bermain maksimal. Tekanan kami memang berat, karena harus melawan tim tuan rumah.Namun, anak-anak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dan bermain dengan hasil terbaik hari ini,” ungkap Surya Maha Dewa, pelatih Udayana. (Adt)

Carla dan Ika Belum Genap 16 Tahun, Rully Nere : Contohlah Egy Yang Tak Matang Karbitan

Safira Ika Putri Kartini (kanan) pemain 15 tahun asal Bangka Belitung yang tengah seleksi bersama Timnas Putri Senior. (net)

Jakarta- Pemusatan Latihan (TC) Timnas Putri U-16 resmi berjalan mulai Selasa (20/3), di Stadion Atang Sutresna, Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta. TC sekaligus seleksi itu akan berlangsung hingga 19 April mendatang. Sejak Senin (19/3), sudah 27 orang pemain berkumpul di Cijantung. “Hingga Senin malam, sudah 27 pemain yang masuk camp. Kami juga sedang menyiapkan beberapa nama susulan, guna mengantisipasi resiko cedera pemain,” ujar Pelatih Timas U-16, Rully Nere pada Senin (19/3). Dari daftar nama yang ada, mayoritas adalah pemain yang membela Timnas Putri saat event Piala AFF Wanita U-15 2017 lalu. Hanya 12 pemain anyar yang masuk dalam daftar TC kali ini. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Carla Bio Pattinasarany. Carla adalah pemain Jakarta kelahiran 9 Agustus 2002. Carla saat ini menjalani seleksi Timnas Putri senior di National Youth Training Centre (NYTC) di Sawangan. Justru, namanya pun masuk dalam daftar panggil Timnas U-16 Putri. “Saya tahu ada TC Timnas U-16. Dan nama saya juga ada. Tapi, saya tetap ikut latihan di Sawangan dulu, cuma jujur bingung gimana nanti jalannya” kata Nanes, panggilan akrabnya, pada Sabtu (17/3). Selain Carla, sejatinya ada nama ‘abege’ lain yang juga TC di Timnas Putri senior, yakni Safira Ika Putri Kartini. Dara yang biasa disapa Ika ini, adalah Kapten Timnas U-15 tahun lalu. Saat ini, Ika bahkan belum genap berusia 15 tahun, lantaran gelandang serang asal Bangka Belitung ini adalah pemain kelahiran 21 April 2003. Kondisi ini membuat Rully nere memberi catatan khusus. Selain secara skill dan teknik yang perlu diasah, mental pemain berusia remaja masih sangat labil. “Contohlah Egy Maulana Vikri. Harus menunggu berusia 18 tahun sebelum resmi menandatangani kontrak profesional. Pelatih Timnas Senior, Luis Milla, juga tak memberi porsi lebih pada Egy saat membel Timnas U-23,” beber Rully. Ia berharap Carla dan Ika, berada di jalur pembinaan yang sesungguhnya, karena selain potensial sebagai pemain, waktu mereka masih panjang untuk meretas prestasi di level senior. “Ini bukan polemik atau konflik. Ini pembinaan, investasi jangka panjang. Mereka masih sangat muda, dan sebaiknya tumbuh secara natural, dan hindari matang secara karbitan,” tegasnya. Hal ini juga ditanggapi oleh pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagdja. “Saya ingin Carla tetap ikut latihan di Timnas Senior. Tapi, Carla harus memilih antara tim senior atau Timnas U-16,” tegasnya akhir pekan lalu. (Dre/Ham)

Mulai Besok Enam Tim Putra dan Tiga Tim Putri Ramaikan LIMA Badminton EJC Surabaya

Technical Meeting (TM) LIMA Badminton EJC Surabaya digelar di Aula Kahuripan Unair Lantai 3, pada Senin (19/3). (LIMA)

Surabaya- Usai bergulir di Greater Jakarta Conference (GJC) dan West Java Conference (WJC), LIMA Badminton kini menyambangi region Jawa Timur atau East Java Conference (EJC). Memasuki musim keenamnya, LIMA Badminton kembali hadir di dua subconference, yaitu kota Surabaya dan kota Malang. Pekan ini, LIMA akan menggelar LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconfernce 2018. Universitas Airlangga (Unair) menjadi tuan rumah ajang LIMA Badmonton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference tahun ini. Pergelaran ini akan diselenggarakan pada 20-26 Maret di GOR Unair Kampus C. Sebelum kompetisi, panitia pengarah LIMA, Azwar Muhlis, panitia pelaksana pertandingan, yang dihadiri oleh perwakilan PBSI, Syaiful Arif dan Nanang Rofik, serta tujuh kampus peserta. Mereka berkumpul untuk memenuhi agenda technical meeting (TM). TM digelar di Aula Kahuripan Unair Lantai 3, pada Senin (19/3). Tujuh perguruan tinggi tercatat mengikuti kompetisi LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Conferece 2018. Kompetisi ini diikuti oleh enam tim putra dan tiga tim putri. Enam tim putra yakni yaitu Universitas Airlangga (Unair), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Ciputra (Ciputra), Universitas Hang Tuah, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), dan Universitas Udayana (Udayana). Untuk regu putri yakni Ubaya, Unair, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa), turut menjadi partisipan LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018 Azwar Muhlis, selaku manajer kompetisi dan pertandingan LIMA, memaparkan beberapa peraturan kompetisi yang harus dipatuhi seluruh peserta termasuk jajaran ofisial dan juga pelatih. Azwar juga menjelaskan mengenai pemberlakuan system nilai koefisien dari tiap perguruan tinggi dan juga koefisien conference untuk region Jawa Timur saat TM ini. “Koefisien conference dari EJC Surabaya Subconference untuk tim putra berada di peringkat ketiga, sedangkan tim putri ada di peringkat keempat. Kuota ke fase nationals EJC Surabaya Subconference yaitu dua tim untuk putra, dan satu tim untuk putri, serta dua wakil dari masing-masing nomor perseorangan, yakni tunggal putra, tunggal putri dan ganda campuran,” jelas Azwar. Keenam tim beregu putra, tergabung dalam satu pul, yaitu pul A. Mereka akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Untuk tim putri, yang terdiri dari tiga tim, berada di pul X. Sistem kompetisi untuk tim putri, berbeda dengan tim putra. Ketiga tim putri akan bertanding dengan sistem kompetisi penuh. Pada Selasa (20/3), menjadi hari pertama pergelaran LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Selain menggelar laga pedana, upacara pembukaan juga digelar besok. (Adt) Pembagian pul LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Putra Pul A: Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hang Tuah, Universitas Udayana (Udayana), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Universitas Ciputra (Ciputra) Putri Pul X: Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa)  

Hari Pertama Srikandi Cup Seri Ke-3, Animo Penonton Jakarta Tinggi

Laga hari pertama Srikandi Cup Seri Jakarta antara Merpati Bali (kuning) melawan Tanago Friesian Jakarta (putih). (Pras/NYSN)

Jakarta- Srikandi Cup Seri ke-3 telah memulai laga pada Senin (19/3), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Animo penonton untuk menyaksikan kompetisi bola basket putri profesional itu terbilang tinggi. “Kami bersyukur di hari pertama Srikandi Cup Seri ke-3 Jakarta penonton banyak,” ujar Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, saat ditemui di GOR Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (19/3). Dibandingkan seri ke-2 di Surabaya, Jawa Timur, menurut Deddy, masih lebih banyak penonton di Jakarta. “Kalau yang di Surabaya, karena mainnya siang, jadi penontonnya tidak banyak,” sambungnya. Dengan masih ada beberapa pertandingan selama sepekan ini, ia berharap jumlah penonton yang hadir untuk menyaksikan pertandingan akan lebih banyak lagi. “Semoga di pertandingan selanjutnya animo penonton makin banyak lagi untuk menyaksikan sekaligus mendukung tim pilihan mereka,” tutup Deddy. (Adt)

Superior di All England 2018, Marcus/Kevin Imbangi Rekor Pertemuan

Ganda Andalan Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses mempertahankan gelar All England 2018. (net)

Jakarta- Ganda putra utama Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1) masih terlalu superior bagi lawan-lawannya di turnamen bulutangkis paling bergengsi dan tertua di dunia, All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Melakoni partai pamungkas selama 42 menit, di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (18/3), Marcus/Kevin memaksa wakil Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen (rangking 2) bertekuk lutut. Pasangan kombinasi klub PB Tangkas dan PB Djarum itu menuntaskan pertarungan dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-17. Berkat kemenangan tersebut, The Minions berhasil mempertahankan titel juara yang diraih pada tahun lalu. Hasil itu sekaligus membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang, 4-4. Fantastik, kemenangan yang diraih pasangan Pelatnas Cipayung terhadap wakil Eropa itu selalu berakhir dalam dua gim, yakni di China Open 2016 (21-18, 22-20), Jepang Open 2017 (21-15, 21-14), dan China Open 2017 (21-15, 21-11). Sementara, empat kemenangan yang didapat Mathias/Carsten atas Marcus/Kevin harus dilalui dalam drama pertarungan tiga gim. Masing-masing di Malaysia Open 2015 (20-21, 21-13, 21-15), Singapura Open 2017 (11-21, 21-11, 21-15), Sudirman Cup 2017 (16-21, 24-22, 23-21), dan Korea Open 2017 (21-19, 19-21, 21-15). (Adt) Hasil Pertandingan All England 2018 1. Tunggal Putra : Shi Yuqi (China) vs Lin Dan (China) 21-19, 16-21, 21-9 2. Tunggal Putri : Tai Tzu Ying (Taiwan) vs Akane Yamaguchi (Jepang) 22-20, 21-13 3. Ganda Putra : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 21-18, 21-17 4. Ganda Putri : Kamilla Raytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) 21-19, 21-18 5. Ganda Campuran : Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) 15-21, 22-20, 21-16

Indonesia Junior Mayapada League Luber Peminat Dari Bandung Hingga Bangka Belitung

Pemain dari The Rising Star (Merah) sedang berduel dengan pemain dari Tim CISS (hijau) dalam event IJML 2018. (Ham/NYSN)

Tangerang- Indonesia Junior League (IJL) kembali menggelar kompetisi sepak bola usia muda yang diikuti peserta dari Sekolah Sepak Bola (SSB) seluruh wilayah Jabotabek. “Awal pertama kali event ini digelar pada 2014 dan lokasinya di Waduk Pluit, Jakarta Barat. Saat itu IJL hanya menggelar kelompok umur U-11 saja. Lalu 2016-2017, event ini pindah ke Angkasa Pura II, dekat Bandara Soetta” ucap Rezza Mahaputra Lubis, CEO IJL pada Minggu (18/3). Pada awal 2018, IJL resmi mengakhiri kerjasamanya dengan Angkasa Pura II. Reza menuturkan, IJL kemudian mencapai kesapakatan dengan Mayapada Healthcare Group. Dan sejak bekerja sama dengan Mayapada Healthcare Group, lokasi kompetisi IJL pun akhirnya berpindah ke lapangan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan. Ketika berlokasi di Angkasa Pura, IJL memakai title Indonesia Junior Angkasa Pura II League. Kini, sejak bekerja sama dengan Mayapada Grup event ini berganti menjadi Indonesia Junior Mayapada League (IJML). “Berkolaborasi dengan Mayapada Healthcare Group, IJML mendapat beberapa fasilitas seperti pengobatan saat ada yang cedera, dan bantuan tenaga medis,” imbuhnya. Tidak itu saja, Reza menyebut bila Mayapada Healthcare Group juga memberikan diskon yang cukup signifikan untuk para peserta IJML, jika memakai jasa rumah sakit Mayapada. Tujuan didirikannya IJML diantaranya untuk mencari dan menghasilkan bibit muda dari usia dini dan mencari pemain terbaik untuk diikutsertakan ke turnamen Internasional. “Beberapa prestasi di level junior pernah kami rasakan. Kami pernah juara dua di event srupa Selangor, Malaysia. Peserta event kami, juga ada yang dipanggil Timnas Junior” tutur pria berbadan subur itu. Kompetisi IJML meggunakan format kompetisi dan masing-masing peserta dari SSB dikategorikan berdasarkan Kelompok usia U-9, U-11 dan U-13. Kompetisi IJML, kata Reza, untuk kelompok U-9 dan U-11 sudah berjalan sejak januari, dan U-13 akan dilaksanakan pasca berakhirnya kelompok U-9 dan U-11. Jumlah peserta untuk kelompok U-9 terdiri dari 22 tim, dan kontestan kelompok U-11 mencapai 28 klub SSB. Sementara di level kelompok U-13, akan diikuti 28 partisipan. Keseluruhan peserta berasal dari wilayah Jabotabek. Namun, ada juga tim dari Bandung yang ingin bergabung, namun karena faktor jarak, justru tak maksimal nantinya. “Sempat ada wacana grup wilayah Jawa Barat, dan Bangka Belitung. Namun, daripada terpecah belah di kota lain, kami fokuskan dulu event di Jabotabek, meski animo dari Jawa Barat tinggi sekali,” jelasnya. (Ham)

Rutin Gelar Nusantara Cup, Ultimate Frisbee Bidik Animo Kalangan Muda

Olahraga Ultimate Frisbee kini mulai mempopulerkan aktifitasnya di kalangan usia muda. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ultimate Frisbee, salah satu olahraga tua di dunia, dan populer pada dekade 1960-70. Di Indonesia, olahraga lempar-tangkap piringan terbang itu mulai berkembang sejak 1990-an. Dan, rutin menggelar turnamen atau kejuaraan sejak 2000-an. Tahun ini, kejuaraan Ultimate Frisbee skala internasional ‘Nusantara Cup’ bakal digelar di Seminyak, Bali, pada 30-31 Maret. Ia menyebut Nusantara Cup diikuti 10 tim dari luar negeri termasuk China, Singapura dan Australia. “Pada 30-31 Maret, kami akan gelar Kejuaraan Ultimate Frisbee di Bali. Ini kami lakukan untuk mempopulerkan olahraga ini, terutama kalangan muda,” ujar Florence Armein, Pengurus Perhimpunan Olahraga Lempar-Tangkap Piringan (Ultimate Frisbee) Indonesia Discindo, pada Sabtu (17/3). “Tapi, kejuaraan ini tak diakui oleh WFDF (World Flying Disc Federation), organisasi yang menaungi olahraga ultimate dunia, karena Indonesia belum memiliki organisasi ultimate yang diakui secara resmi baik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI),” cetusnya. Gelaran itu dilakukan sebagai upaya untuk terus mengenalkan olahraga lempar-tangkap piringan terbang ini pada kalangan muda. Florence menambahkan, tantangan yang dihadapi pengurus dalam menggelar turnamen Nusantara Cup itu tanpa sponsor. Sehingga, lanjutnya, untuk dana para pengurus mengeluarkan secara pribadi. “Kami tak mendapatkan sponsor, sehingga semua biaya turnamen kami tanggung sendiri, termasuk penginapan dan segala hal perlengkapan lainnya,” ungkapnya. Disisi lain, Christopher Bristow, Pelatih Ultimate Frisbee, mengatakan dirinya merasa kesulitan dalam mengembangkan olahraga Ultimate Frisbee di Indonesia. “Saya sudah melatih frisbee di Indonesia selama lima tahun, terutama di sekolah-sekolah. Terkadang saya merasa kesulitan untuk mengajak orang untuk bergabung di beberapa universitas,” bebernya. Bahkan, jelas Chris, mereka berjanji untuk datang berlatih memainkan permainan ini, namun kenyataannya mereka tidak datang. “Terlalu sulit meyakinkan orang-orang untuk mencoba sesuatu yang baru,” tukasnya. Namun, seiring waktu, ia mengungkapkan, Ultimate Frisbee mulai menunjukkan perkembangan yang baik. “Mereka berminat terhadap olahraga ini, mulai dari anak usia muda hingga orang dewasa,” sambung Chris. (Adt)

Srikandi Cup Seri Ke-3 Mulai, Ajang Pembuktian MP Samator Perbaiki Peringkat

Tim kontestan Srikandi Cup Seri ke-3 saat sesi foto di Gedung UGM Samator, Jakarta Selatan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri ke-3 segera bergulir di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Tim-tim kontestan dipastikan telah mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya Merah Putih (MP) Samator. Di seri ke-3 ini bakal menjadi pembuktian tim Ibukota untuk memperbaiki peringkat. Untuk itu, tiga nama baru telah disipakan MP Samator, yakni Vitta Natalia Tandiono, Raska Mario, dan Yenny Zheng. Vitta adalah pebasket asal Jawa Timu dan aktif bermain di Universitas Pelita Harapan (UPH). Sedangkan Raska adalah salah satu punggawa Timnas U-18 yang berlaga di ASEAN School Games di Singapura, pada Agustus 2017. Selain itu, ia juga bermain untuk Provinsi Banten pada beberapa ajang pelajar dan kejuaraan nasional (Kejurnas) basket pada 2017. Sementara, Yenny adalah salah satu nama berpengalaman yang pernah memperkuat Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta dalam beberapa tahun kebelakang. Musim lalu, ia memperkuat Merpati Bali. Hadirnya tiga amunisi baru di skuat MP Samator akan memberi Nina Yunita, Kepala Pelatih MP Samator, lebih banyak pilihan, sehingga akan mempermudah menerapkan straregi dalam pertandingan nanti. “Dari awal target kami di Srikandi Cup seri ke-3 ini tetap, yaitu memperbaiki peringkat. Dengan melakukan evaluasi terhadap seri-seri sebelumnya, semoga tim bisa memberikan yang terbaik di pertandingan nanti,” ujar Nina. (Adt)  

Vannesae Evato Pecahkan Rekor Nasional Renang Yang Bertahan Seusia Dirinya

Perenang Nasional Anandia Treciel Vanessae Evato asal Riau memecahkan rekor renang nasional yang sudah berusia 21 tahun. (bolasport.com)

Jakarta- Salah satu perenang yang dipersiapkan ke Asian Games 2018, Vannesae Evato, berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri di ajang Singapore National Age Group di Singapura, Kamis. Catatan waktu yang dia torehkan mematahkan rekor sebelumnya yang telah bertahan selama 21 tahun. Rekor 200 meter gaya dada putri dipegang oleh Rita Mariani dengan waktu dua menit 33,34 detik yang dicetak pada SEA Games 1997. Adapun catatan waktu dara bernama lengkap Anandia Treciel Vanessae Evato adalah dua menit 32,51 detik. “Saya senang dan terharu karena ini beda dengan rekor-rekor yang lain. Rekor yang paling lama belum terpecahkan, 21 tahun. Saya memang ingin sekali pecahkan dan baru sekarang kesampaian,” kata Vannesae yang lahir di Pekanbaru (Riau) 3 September 1997. Apa yang diraih oleh Vannesae juga diapresiasi oleh sang pelatih David Armandoni. Pelatih asal Prancis itu mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Namun, masih ada target jangka panjang yang harus dicapai oleh Vannesae Evato. “Kemajuan dia sangat bagus. Begitu juga dengan Azzahra dan Felicia. Bagus untuk Vannesae yang bisa pecahkan rekornas yang sudah bertahan 21 tahun. Saya masih punya target Vannesae bisa mencatat waktu dua menit 32 detik dan di Asian Games bisa dua menit 30 detik,” katanya. Selain Vannesae, perenang Indonesia yang sukses mencetak rekornas adalah AA Istri Kania Ratih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 27,90 detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Angel Gabriel Yus dengan waktu 27,96 detik. “Kami sangat mengapresiasi hasil mereka. Padahal mereka sedang dalam tahap latihan awal yang cukup berat mulai Februari,” kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin Rahardjo yang mengawal terus perenang Indonesia di Singapura. Khusus untuk rekornas Kania, Harlin menjelaskan juga cukup istimewa karena perenang muda itu selama ini menjadi tulang punggung untuk gaya bebas dan punggung. Kondisi ini dinilai menunjukkan jika perenang yang ada saat ini memiliki kemampuan yang merata. Sebelumnya pada hari pertama kejuaraan renang itu, Rabu (14 Maret) Adinda Larasati Dewi (18 tahun) memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan dua menit 12,92 detik lebih cepat dari rekornas lama atas nama Monalisa Arieswaty Lorenza dengan catatan dua menit 13,08 detik. (Adt)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Nyaris Juara Race 1 Asia Talent Cup 2018 di Qatar

Mario Suryo Aji (kiri) raih podium kedua di Asia Talent Cup 2018 seri 1 di Losail, Qatar. (otospirit.com)

Jakarta- Pembalap didikan Astra Honda Motor, Mario Suryo Aji nyaris memenangkan balapan Asia Talent Cup 2018 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (18/3). Mario hanya berselisih 0,034 detik dari pemenang balapan, Haruki Noguchi asal Jepang. Keduanya sejak lampu start mati langsung ke depan melepas dari rombongan pembalap lainnya. Pada awal start, Mario langsung ke depan karena pemilik grid pertama karena Agung Fachrul pole position harus ke barisan paling belakang dengan alasan mesin mati saat warm up. Namun pada tikungan pertama, Noguchi langsung memimpin di depan Mario Aji. Sejak itu, Mario terus menempel Noguchi. Mario baru melakukan serangan setelah 10 lap tersisa. Pembalap 14 tahun itu menyalip pembalap Jepang yang sudah satu tahun lebih dulu berkiprah di Asia Talent Cup saat lintasan lurus di depan paddock. Namun, saat menjelang tikungan Noguchi bisa memimpin kembali. Terlihat, bahwa Noguchi lebih jago soal late braking dibandingkan Mario Aji. Saking serunya dan saling over taking, komentator mengibaratkan pertarungan Valentino Rossi dan Stoner. Sejak itu, Mario beberapa kali menyalip Noguchi namun bisa diambil kembali. Pada putaran terakhir, Mario terus menyerang bahkan hingga trek lurus dengan strategi menguntit namun usaha belum bisa membawanya juara. Saat trek lurus Mario yang lahir di Magetan (Jatim) 16 Maret 2004 ini sempat didepan namun jelang garis finish hampir bersenggolan. Mario Aji berselisih tipis 0,034 detik saja. “Luar biasa. Mario SA menunjukkan perjuangan yang luar biasa sejak lampu start padam. Meski harus merelakan podium pertama, tapi Mario menunjukkan perlawanan kuat hinggga detik-detik terakhir balapan,” dalam status facebook Astra Honda Racing Team, tim yang menaungi Mario Suryo Aji. Selain Mario Suryo Aji, beberapa pembalap Indonesia menempati posisi 10 besar. Adenanta Putra berhasil meraih posisi 5, Afridza Munandar berada di posisi 6, Agung Fachrul berada di posisi 8, dan Lucky Hendriansya finish di posisi 17. (Adt)

Dapat Undangan Tampil di Perancis, Timnas U-19 Absen di Toulon 2018

Timnas U-19 harus absen di Toulon Tournament 2018 di Peancis karena padatnya jadwal kompetisi. (suratkabar.id)

Jakarta- Timnas U-19 dipastikan absen pada turnamen tahunan Toulon 2018, di Perancis. Turnamen ini sebelumnya memilih Egy Maulana sebagai peraih Jouer Revelation Trophee. Yakni tropi bagi pemain paling berpengaruh dalam tim seperti yang didapat Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane. Toulon 2018 dipastikan tak dikuti oleh Rahmat Aprianto dkk. Pernyataan ini datang dari Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Alasan Timnas U-19 tak bisa mengikuti turnamen itu karena bentroknya jadwal turnamen dengan kompetisi Liga U-19. “Kami dapat undangan untuk ikut lagi Toulon 2018, tapi pemain U-19 lagi kompetisi. Fokus persiapan tim kami, adalah tiap pemain tampil di kompetisi Liga 1, atau Liga U-19,” ujar Danur, sapaanya. Senada dengan Danur, pelatih Timnas U-19, Bima Sakti Tukiman, mengatakan bahwa timnya tak akan mengikuti turnamen yang akan diikuti oleh beberapa negara Eropa itu. “Sebenarnya kami perlu, tapi kami sudah lihat agenda yang sudah disusun. Dan karena bentrok dengan jadwal lain, jadi ya tidak ikut,” tukas Bima. Kendati tak mengikuti turnamen di Perancis, Timnas U-19 tetap melakukan TC. Terdekat timnas U-19 akan menggelar pemusatan latihan pada 22 Maret nanti. (Ham)

TC Timnas Putri U-16 Siap Digelar, Striker Ini Bingung Statusnya

Carla Bio Pattinasarany masih bingung menentukan statusnya sebagai pemain Timnas Putri Senior atau Timnas U-16. (instagram)

Jakarta- Seleksi Timnas Putri Senior masih berlangsung. Namun, mulai Selasa (19/3) hingga Rabu (18/4), pemusatan latihan Timnas Putri U-16 pun bergulir di lapangan Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Timnas Putri U-16 akan fokus pada event AFF Women’s Championship U-16 yang akan berlangsung tanggal 1-10 Mei 2018 di Jakarta. TC Timnas Putri senior dan Timnas Putri U-16 yang berlangsung bersamaan, ternyata membuat persoalan baru bagi pemainnya. Hal ini dialami Carla Bio Pattinasarany. Carla saat ini tengah menjalani seleksi Timnas Putri senior di National Youth Training Centre (NYTC) di Sawangan. Namanya pun masuk dalam daftar panggil Timnas U-16 Putri. “Saya tahu ada TC Timnas U-16. Dan nama saya juga ada. Tapi, saya tetap ikut latihan di Sawangan dulu, cuma jujur bingung gimana nanti jalannya” kata Nanes, panggilan akrabnya, pada Sabtu (17/3). Hal serupa ditanggapi oleh pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagdja. “Saya ingin Carla tetap ikut latihan di Timnas Senior. Tapi, Carla harus memilih antara tim senior atau Timnas U-16,” tegasnya. (Dre) Daftar Nama Pemain Timnas Putri U-16 Kiper: 1. Rabiah Nurkhodijah – DKI Jakarta Belakang: 2. Syafira Azzahra Ramadhanti – Bangka Belitung 3. Diah Ayu Puspitaningrum – Jawa Barat 4. Leli Sukmawati – Jawa Barat 5. Rachmayanti Indah Ma’ruf – Jawa Timur 6. Ceysa Salsabila Diani – Jawa Timur Tengah: 7. Hanipa Halimatusyadiah S – Jawa Barat 8. Zahra Naqiyyah Primadi – Jawa Barat 9. Safira Ika Putri Kartini – Bangka Belitung 10. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Jawa Timur 11. Anisa Febriana – D.I Yogyakarta 12. Sheva Imut Furyzcha – Bangka Belitung 13. Vinny Silfianus – Banten Depan: 14. Carla Bio Pattinasarany – DKI Jakarta Pemain Seleksi Lainnya: Ria Yigibalom – Papua Ofince Wenda – Papua Astrid Yigibalom – Papua Elsa – Gelora Muda Mutia – Galaxis Bandung Akra – Benteng Muda Banten Leni Maharani – Benteng Muda Banten Kyla Widodo – Pro Direct Portia – Pro Direct Jesela Arifia Sari – Gerilya FC Kaltim Maria Amanda Gracia – Jakarta 69 Annisa Puti Lenggogeni – Jakarta 69

Melenggang ke Final All England 2018, Marcus/Kevin Butuh Waktu 38 Menit

Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melenggang ke final All England 2018. (net)

Birmingham- Duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1) sukses melenggang ke final All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Mereka hanya butuh waktu 38 menit. Berlaga di Arena Birmingham, Inggris, duet Indonesia itu menyingkirkan wakil Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding (rangking 6), di babak semifinal, Sabtu (17/3). Di gim pertama, The Minions tampil impresif dengan memperoleh poin secara beruntun bahkan berhasil unggul 13-7. Poin yang dikumpulkan Marcus/Kevin makin jauh hingga akhirnya mampu membungkus kemenangan atas Petersen/Kolding di gim pertama, dengan skor 21-11. Di gim kedua, meski sempat terjadi keputusan kontroversial wasit mengenai poin, namun pasangan Pelatnas Cipayung itu tetap tampil dominan. Meraih lima poin beruntun 17-14, Marcus/Kevin tak memberi kesempatan pada wakil Eropa itu untuk mengembangkan permainan. Akhirnya, smash dari Marcus memastikan satu tiket ke partai pamungkas turnamen paling bergengsi di dunia tersebut setelah menutup gim kedua dengan skor 21-19. Pertandingan di All England 2018, menjadi pertemuan keenam bagi kedua pasangan. Juara All England 2017 itu unggul 4-2 atas pasangan Petersen/Kolding. Dua kekalahan Marcus/Kevin terjadi di turnamen All England 2015, dengan skor 11-21, 21-10, dan 13-21, dan Dubai World Superseries Finals 2016, dengan skor 12-21 19-21. (Adt)

Tiga Skuad Absen, Timnas U-23 Tambah Pemain dari U-19

TC singkat Timnas U-23 Tahap ketiga jelang kontra Timnas Singapura U-23 berlangsung pada Sabtu (17/3) di Lapangan ABC Senayan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23, Luis Milla, memanggil 24 pemain dalam pemusatan latihan singkat yang digelar pada 17-18 Maret 2018 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi Singapura pada laga uji coba jelang Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Nasional, Singapura pada Rabu (21/3). Saat Latihan hari pertama pada Sabtu (17/3), TC berlangsung tanpa kehadiran tiga pemain, yakni Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn dan Ezra Walian. Kebetulan, tiga pemain yang belum bergabung ialah personel yang tengah merumput di luar negeri. Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn baru membela Selangor FA pada putaran ketiga Piala FA Malaysia, Jumat (16/3). Karena waktu yang mepet, keduanya belum dapat kembali ke Tanah Air untuk mengikuti pelatnas bersama Timnas Indonesia U-23. Adapun satu pemain lainnya yang absen ialah Ezra Walian. Penyerang berusia 20 tahun tersebut juga memperkuat klubnya, Almere City saat bertanding melawan AZ II, Jumat (16/3). “Mereka (Evan dan Ilham) baru main tadi malam. Kita mendengar informasi, Evan juga sedikit cedera engkel. Semoga saja tidak ada masalah dan bisa bergabung saat di Singapura,” ujar asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, Bima Sakti Tukiman. Ketiadaan tiga pemain itu ternyata berpengaruh terhadap program TC Timnas Indonesia U-23. Bima mengatakan, pelatih Luis Milla Aspas terpaksa mengubah skema latihan di hari pertama. “Jadinya berubah ya. Pada awalnya ada catatan dari coach Milla jika tiga pemain yang tidak ada, maka digantikan oleh saya, Satria Tama yang bergantian dengan Awan Setho (pada games internal). Ini berpengaruh, karena intensitas pasti berbeda. Semoga tidak ada masalah ke depannya,” Bima mengakhiri. Bek sayap asal Bali United, Ricky Fajrin juga berkomentar latihan perdana ini. “Intensitas langsung tinggi, padahal baru hari pertama. Coach Milla fokus banyak lihat ke depan, dan saat main di belakang kami harus banyak bicara” tutur pemain yang fasih bermain sebagai bek kiri dan stopper sama baiknya itu. Total 24 pemain yang dipanggil Luis Milla didominasi gelandang yakni 10 orang. Di sektor depan, pelatih Spanyol itu hanya memanggil tiga nama. Arema FC menjadi penyumbang terbanyak dengan mengirimkan empat wakil. Ada dua debutan yang dipanggil pada training camp ketiga ini. Dua pemain itu adalah Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) dan Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC). Selain itu, Luis Milla juga memanggil duo Selangor FA yakni Evan Dimas dan Ilham Udin, serta pemain naturalisasi, Ezra Walian. Egy Maulana Vikri yang baru bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk, juga dipanggil|. Pemusatan latihan ketiga ini murni diisi pemain muda. Tak ada nama Nelsom Alom dan Ilija Spasojevic yang sempat mengikuti TC edisi kedua. Laga melawan Singapura menjadi satu dari beberapa agenda persiapan Timnas U-23 jelang Asian Games 2018. Uji Coba lokal maupun internasional diharapkan bisa mematangkan persiapan Garuda muda mampu meraih kesuksesan di event olahraga bergengsi antarnegara Asia tersebut. (Dre/Ham) Pemain Timnas U-23 Yang Berlatih pada Sabtu (17/3) : Kiper 1. Satria Tama (Madura United) 2. Awan Setho (Bhayangkara FC) 3. Kartika Ajie (Arema FC) Belakang 4. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 5. Andi Setyo (PS TNI) 6. Bagas Adi (Arema FC) 7. Ricky Fajrin (Bali United) 8. Putu Gede (Bhayangkara FC) 9. Gavin Kwan (Barito Putera) 10. Rezaldi Hehanusa (Persija Jakarta) 11. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Tengah 12. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 13. Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC) 14. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 15. Zulfiandi (Sriwijaya FC) 16. Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya) 17. Septian David (Mitra Kukar) 18. Egy Maulana (Lechia Gdansk) 19. Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) 20. Febri Haryadi (Persib Bandung) Depan 21. Ahmad Nur Hardianto (Arema FC) Absen : 22. Evan Dimas (Selangor FA) 23. Ilham Udin Armaiyn (Selangor FA) 24. Ezra Walian (Almere City)

Marcus/Kevin Lolos Semifinal All England 2018, Hafiz/Gloria Gagal Bikin Kejutan

Ganda Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke semifinal All England 2018. (vice.com)

Birmingham- Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1), lolos semifinal All England 2018 BWF World Tour Super 1000, di Arena Birmingham, Inggris, Jumat (16/3). Pasangan Pelatnas Cipayung itu menang mudah atas wakil Taiwan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (rangking 7), dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-13, dalam waktu 29 menit. Berkat kemenangan itu, duet Mera Putih yang merupakan unggulan pertama turnamen makin memperlebar jarak rekor pertemuannya dengan Chen/Wang. Dari tiga pertemuan sebelumnya, Marcus/Kevin selalu unggul, yakni di India Open 2016 (21-11, 21-17), dan India Open 2017 (21-17, 21-17), dan di Indonesia Masters 2018 (20-22, 21-14, dan 21-14). Sayang, di sektor ganda campuran, dobel Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (rangkin 47) gagal membuat kejutan. Mereka harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan wakil China Zhang Nan/Li Yinhui (rangking 22), lewat pertarungan sengit tiga gim berdurasi 1 jam 5 menit, dengan skor 14-21, 21-18, 18-21. Ini menjadi kemenangan pertama bagi Zhang/Li atas pasangan non unggulan Indonesia itu. Sebab, kedua pemain belum pernah bertemu sekalipun di ajang turnamen bulutangkis internasional. Setali tiga uang, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto (rangking 6) harus terhenti. Dobel mix ini takluk usai disingkirkan wakil Denmark Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (rangking 16). Praveen/Debby langusng tersungkur dua gim langsung dengan skor 16-21, 15-21, pada pertarungan berdurasi 45 menit. (Adt)

Siapkan Motif Helm Khusus, Perusahaan Italia Sponsori Timnas Balap Sepeda AG 2018

Peralatan sepeda asal Italia, SH+, dukung Timnas Balap Sepeda di Asian Gmes 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Salah satu perusahaan peralatan sepeda asal Italia, SH+, memberikan dukungan penuh pada tim nasional (Timnas) balap sepeda Indonesia Asian Games (AG)2018. Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), mengatakan pihaknya bangga atas dukungan SH+. Dukungan ini jadi yang pertama bagi timnas balap sepeda AG 2018. “Komitmen SH+ bentuk support untuk PB ISSI. Kami memakai helm dan kacamata (produksi SH+) sejak SEA Games 2017. Setelah itu kami maksimalkan dan akhirnya mereka memberi dukungan penuh untuk AG 2018,” ujar Okto di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Ia menyebut dukungan dari SH+ tersebut membuat langkah timnas guna mendapatkan dukungan dari sponsor lain bakal terbuka. Sebab, tambah Okto, pihak SH+ juga akan membantu mencarikan sponsor. “Mereka tak hanya mendukung tim utama, tapi juga tim pelapis. Bahkan SH+ akan mengganti semua produk yang rusak dengan yang baru. Yang jelas kualitas produk sudah teruji,” paparnya. Dukungan makin istimewa, karena SH+ menyiapkan desain dan warna khusus helm untuk pebalap Indonesia. Hal itu dikatakan Gianluca Poli, CEO SH+. “Khusus untuk Indonesia, kami sudah menyiapkan helm khusus yang nantinya digunakan di AG 2018,” terangnya. “Corak utamanya adalah Merah Putih. Tak hanya untuk road, kami juga menyediakan untuk helm track,” tambah Poli. Kerjasama dengan PB ISSI, ungkap Poli, akan berkelanjutan. “Usai AG 2018, kejuaraan balap sepeda Tour de Indonesia 2018 juga disupport oleh SH+,” cetus pria asal Italia. (Adt)

Event LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 Rampung, Surabaya Destinasi Berikutnya

Tim Beregu Putra dan Putri Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung mengawinkan gelar Juara. (LIMA)

Bandung- LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 telah usai. Tiga tim terbaik putra maupun putri telah hadir. Tak hanya kategori beregu, kategori perseorangan yang mempertandingkan nomor tunggal putra dan ganda campuran pun digelar. Pemain-pemain terbaik dari masing-masing kategori sudah membuktikan kemampuannya di kompetisi yang dihelat di GOR Lodaya Bandung pada 8-14 Maret 2018. Pasca event LIMA Badminton usai digelar di regional Jawa Barat, mulai pekan yang akan datang, LIMA Badminton akan mengunjungi Kota Surabaya. Pergelaran LIMA Badminton yang bertajuk: McDonald’s East Java Conference Surabaya Subconference 2018 dihelat di GOR Universitas Airlangga, 20-26 Maret 2018. Seluruh tim dan perwakilan kategori perseorangan yang lolos ke nationals akan berlaga di LIMA Nationals 2018. Student athlete terbaik dari tiap regional penyelenggaraan LIMA Badminton ini akan kembali menunjukkan kemampuannya di fase nationals, yang akan digelar di Kota Surakarta, Mei mendatang. Rangkuman Juara LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018. Beregu Putri: Juara : Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Peringkat 3 : STKIP Pasundan Cimahi Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Beregu Putra: Juara : Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : STKIP Pasundan Cimahi Peringkat 3 : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung STKIP Pasundan Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tunggal Putra Juara : Muhammad Rizquloh Alfarizqi – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : Azka Ananda – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Peringkat 3 : Reda Agustiar – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Muhammad Rizquloh Alfarizqi – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Azka Ananda – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Reda Agustiar – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fauzi Ramadhan – Universitas Widyatama Bandung Ganda Campuran Juara : Aldi Efendi/Dina Rahayu – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : Beno Drajat/Mita Sani – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 3 : Febi Ardiansyah/Sinta Arum – STKIP Pasundan Cimahi Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Aldi Efendi/Dina Rahayu – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Beno Drajat/Mita Sani – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Febi Ardiansyah/Sinta Arum – STKIP Pasundan Cimahi Randhy Reynaldi/Dianita Saraswati – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung

Timnas Putri Kalah 1-4 Dari SSB Pelita Jaya, Satia Bagja Enggan Bicara Banyak

Timnas Putri takluk 1-4 saat menghadapi SSB Pelita Jaya U-15 dalam agenda uji coba di NYTC Sawangan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Putri Indonesia kembali menggelar laga uji coba di lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Sawangan, Depok pada Kamis (15/3). Menghadapi SSB Pelita Jaya (Putra) U-15, Timnas Putri takluk dengan skor akhir 1-4. Gol semata wayang Timnas Putri diciptakan melalui kaki kiri striker Timnas, Tugiyati. Pelatih Timnas Putri, Satia Bagja, saat diketemui usai laga uji coba, enggan berkomentar soal permainan anak asuhnya. Ia hanya mengatakan Timnya tetap fokus pada turnamen yang segera bergulir dalam waktu dekat ini. “Tak ada komentar. Ini ‘kan hanya uji coba, fokus kami tetap pada event Piala AFF Putri dan Asian Games 2018,” ujarnya. Pada uji coba ketiga ini, tak semua pemain turut andil selama tampil 2×45 menit. Mayoritas pemain yang diturunkan adalah skuad yang belum merumput di laga uji coba pertama dan kedua. Norfince Boma, penjaga gawang seleksi Timnas Putri memiliki catatan khusus dalam laga uji coba kali ini. Ia merasa timnyas masih kurang dalam berkomunikasi. “Agak kaku, karena kami baru bersama latihan 2 minggu. Jadi, masih penyesuaian. Dan di pertandingan ini, banyak pemain yang masih panik”, tutur kiper asal klub Persitoli Tolikara ini. Pada Sabtu (17/3) pagi, agenda Timnas Putri (Seleksi) kembali menggelar uji coba keempat. Meski belum memastikan siapa calon lawannya, tim SKO Ragunan konon menjadi pertimbangan. (Dre)