Ini Dia Klub Sepakbola Yang Dipromosikan Ke Liga 2.

Liga 3 2022 semakin mendekati final. Beberapa tim terpaksa mengubur impian untuk berlaga dikasta yang lebih tinggi. Lalu tim mana sajakah yang mendapat promosi ke jenjang liga 2? Simak sampai selesai untuk mengetahui lebih lanjut. 16 tim telah mengakhiri petualangan mereka di babak 16 besar kompetisi Liga 3 putaran nasional. Delapan tim usai menjalani laga mereka hari Minggu (13/3) di Gresik dan Sidoarjo. Dua tim melaju ke babak semi final sedangkan empat tim berhak memegang tiket untuk bisa berlaga di Liga 2 musim depan. Karo United yang menjadi juara di Grup BB dan Mataram Utama yang menjadi pemimpin klasemen Grup DD berhak melanjutkan petualangan mereka ke babak semi final. Laga pertama hari ini dibuka dengan kemenangan tipis 2-1 Karo United atas Persikab Kab Bandung. Dua gol Karo dicetak oleh Muhammad Putra Agung menit ke-28’ dan 45’, sementara satu gol Persikab dicetak oleh Dwiki Mardiyanto pada menit ke-49’. Pertarungan keduanya berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik. “Kita apresiasi anak-anak atas perjuangannya, mengejar target untuk liga 2 sudah berhasil, selanjutnya partai semi final, kemudian final dan menjadi juara,” kata pelatih Karo United, Suharto AD. Di pertandingan lain, Mataram Utama sukses menang besar 4-1 atas Persidago Gorontalo. Martua Sandeni Sidabutar membuka pesta gol Mataram Utama di menit ke-24’, kemudian Aruna Brama Siwi menit ke-33’, Lukman Yusuf Rahmawan menit ke-52’ dan Harry Kusuma Silaban menit ke-77’. Satu gol Persidago dicetak oleh Muh. Triyadi di menit ke-30’. “Hasil ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan, kami semua mengucap syukur Alhamdulillah bisa ke Liga 2. InsyaaAllah kita akan terus memberikan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” kata Asisten pelatih Mataram Utama, Johan Yoga. Kedua tim itu juga berhak mengantongi tiket untuk berlaga di Liga 2 musim depan. Mereka ditemani oleh Persikab sebagai runner up Grup BB dan Persegres Gresik sebagai perwakilan runner up Grup DD yang sukses menang 3-0 melawan PSGC Ciamis. Keempatnya, melengkapi slot delapan tim yang lolos ke Liga 2 musim depan, menyusul PSDS Deli Serdang, Putra Jombang, Deltras Sidoarjo dan Persipa Pati yang di satu hari sebelumnya sudah lebih dahulu memastikan diri ke Liga 2. Partai semi final Liga 3 putaran Nasional rencananya akan bergulir hari Sabtu tanggal 26 Maret 2022 dan Minggu, 27 Maret 2022. Sementara partai puncak, babak final akan terjadi di hari Rabu tanggal 30 Maret 2022. Hasil Pertandingan Match Day 6 Babak 16 Besar Liga 3 Minggu, 13 Maret 2022 Grup BB Karo United 2–1 Persikab Kab Bandung PS Siak 1–4 Serpong City FC Grup DD PSGC Ciamis 0–3 Persegres Gresik Persidago Gorontalo 1–4 Mataram Utama Daftar klub yang dipromosikan ke Liga 2: 1. Persipa Pati 2. Putra Delta Sidoarjo 3. Deltras Sidoarjo 4. PSDS Deli Serdang 5. Persikab Kab. Bandung 6. Karo United 7. Mataram Utama 8. Gresik United Sumber: www.pssi.org        

Main Tanpa Gol Persikota di Tahan Imbang Persikab

Kompetisi Liga 3 grup Q hari ini Sabtu 19 Februari 2022 berlanjut dengan mempertemukan Persikota dan Persikab. Bertempat di stadion Benteng Reborn, Tangerang, pertandingan berlangsung sengit. Dibabak pertama tim Persikota lebih sering mendapat pressure dari tim Persikab sehingga gagal menjebol pertahanan lawan. Pelatih Persikota, Sahala Marudut Tigor mengibaratkan pertandingan ini penuh dengan jual beli serangan. “Saya akhirnya senang kita menemukan tim yang bagus. Persikab tim yang bagus mereka juara regional Jabar dan saya senang anak-anak penuh dengan jual beli serangan. Persikab salah satu tim yg saya respek karena mereka juga bermain dengan menyerang. Bagi saya pertandingan ini tidak mengecewakan larena semua tim masih berpeluang untuk lolos ke babak 16 besar dan saya pikir hasil hari ini hasil yang cukup bagus”   Sementara itu pelatih Persikab, Albert Rusdiana memuji kedisiplinan pemain Persikota yang akhirnya bermain tanpa kebobolan. “Yang jelas dipertandingan hari ini luar biasa buat saya. Karena lawan pun keren ya kuat sekali mereka akhirnya saling jual beli serangan. Tentunya mereka juga, kami disiplin ketat, mereka pun disiplin ketat dari semua posisi. Yang jelas buat kami dengan raihan satu poin ini adalah hasil yang sangat luar bisa dengan Persikota yang cukup baik di zona pertahanan, di zona tengah, mau pun di zona depan.” Sampai wasit meniupkan peluit panjang di akhir pertandingan kedudukan tetap 0-0. Dengan hasil ini baik Persikota mau pun Persikab sama-sama memiliki poin 4 klasemen sementara grup Q

Persikota 1-0 Persikutim. Jual-Beli Serangan di Stadion Benteng Reborn.

Persikota Tangerang hari ini menjalani pertandingan perdananya dibabak 32 besar. Melawan Persikutim pasukan Persikota memenangkan laga dengan skor 1 – 0. Kedua tim terlihat saling jual-beli serangan ditengah hari yang panas di stadion Benteng Reborn. “Hari ini pertandingan cukup bagus. Masing-masing tim saling melancarkan serangan dan dengan cuaca yang cukup panas kita masih bisa mengontrol. Saya senang Persikutim bisa tekan di depan sehingga kita ada ruang untuk pass. Saya pikir hasil satu kosong hasil yang cukup bagus dilaga perdana babak 32 besar dan menjadikan tim kami termotivasi untuk meraih minimal satu pertandingan lagi untuk mengamankan satu tiket ke babak 16 besar” ujar pelatih Persikota Sahala Marudut Tigor. Sementara itu pemain Persikota Divie Alviandi Nauval mengatakan rekan timnya harus puas dengan skor hari ini. “Menurut saya pertandingan hari ini merupakan pertandingan yang cukup berat ditambah lagi cuaca yang cukup panas tapi anak-anak bisa bekerja bersama-sama. Jadi kita menyerang bersama-sama, bertahan bersama-sama.”   Pelatih Persikutim menyoroti pertandingan kali ini memberikan beban mental kepada anak asuhnya. “Ini pertandingan awal digrup Q. Persikutim bertemu tuan rumah itu agak berat meski pun tidak ada penonton beban mental memang ada. Saya juga sebagai pelatih minta maaf kepada masyarakat Kutim tidak bisa memberikan angka full. Jadi mungkin pertandingan kedua, ketiga kami habis-habisan karena disitu menentukan lulusnya kami ke 16 besar” kata pelatih Persikutim Subianto.

Persikota 1 – 0 Perseman. Laga Panas di Stadion Benteng Reborn.

Tim Persikota berhasil mengalahkan Perseman Manokwari dengan skor 1-0. Meski begitu jalannya pertandingan berjalan keras dan tidak mudah bagi kedua tim. Di menit keenam pemain Perseman melakukan kesalahan sehingga wasit memberikan penalti bagi tim Persikota. Alhasil tendangan penalti yang dilakukan Denny Agus berhasil menjebol gawang Perseman yang dijaga oleh Toni Wanggober. Sampai peluit panjang berbunyi dibabak kedua kedudukan tetap 1-0 untuk Persikota. “Pertama kita ucapkan syukur, alhamdulilah, puji Tuhan kita bisa memenangkan pertandingan dan kita bisa melaju sebagai juara grup. Dan ini jadi suatu kebanggaan juga buat kita dimana kita bisa mempertahankan posisi kita dari awal sampai akhir. Yang kedua saya memang sedikit kecewa dengan permainan sore hari ini karena sepak bola adalah family, sepak bola adalah fair play, saya menjunjung itu” ucap pelatih Persikota Sahala Marudut Tigor. Pemain Persikota M. Fadli mengakui bahwa pertandingan berjalan dengan keras tetapi pemain masih bisa menguasai emosi “Mengenai pertandingan memang terlihat sangat keras tapi dari kita mencoba untuk tenang, tidak terbawa emosi sehingga permainan yang diharapkan coach itu masih bisa berjalan dengan baik” katanya. Sementara itu pelatih Perseman mengingkapkan kekecewaanya pada keputusan wasit yang memberikan penalti pada Persikota. “Perseman punya kualitas dan punya kans sebenarnya bisa lolos tapi yang terjadi dari pertandingan pertama, kedua, ketiga, seperti kaya gitu. Dan kita berharap tadi kita main sama Persikota terakhir itu main fair play. Artinya sportivitas yang harus kita junjung tapi kenapa kok tiba-tiba pertandingan belum berjalan yang kita harapkan tiba-tiba muncul dikasih hadiah penalti. Tidak masuk akal” kata pelatih Perseman Yonas Yuvensius Sineri.

Masih Uji Coba, Juara Piala Indonesia 2018 Tak Dapat Jatah Ke Piala AFC

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– PSSI memberi konfirmasi jika juara Piala Indonesia (PI) 2018 tak akan mewakili Indonesia di ajang Piala AFC tahun depan. Hal itu diutarakan Ratu Tisha Destria selaku sekretaris jenderal PSSI, usai proses undian di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (3/5). Tisha mengungkapkan, alasan juara PI 2018 tak masuk ke kompetisi Asia, karena pihaknya baru memberikan usulan kepada AFC untuk mlakukan verifikasi terhadap bergulirnya turnamen PI 2018. “PI 2018 ibaratnya baru bangun. Jadi, AFC harus memverifikasi dulu, apakah turnamen ini layak menuju Piala AFC. Kami sudah lakukan submission ke AFC-nya, untuk menunggu apakah ini turnamennya layak disetujui jika juaranya lanjut ke Piala AFC,” kata Tisha. Selain itu, PI 2018 berhimpitan waktunyaa dengan jadwal akhir turnamen yang diperkirakan bakal tuntas pada Januari 2019. Padahal, batas akhir pendaftaran klub peserta Piala AFC tahun depan yaitu bulan Desember 2018. Tisha menuturkan jadwal PI 2018 cenderung fleksibel dan menyesuaikan jadwal tim yang bersangkutan. Saat Agustus, PI 2018 tak menggelar pertandingan karena event Asian Games 2018. “Jadi ini adalah turnamen uji cobanya PSSI. Untuk tahun 2019, mungkin juaranya ke AFC,” tegasnya. “Itu hanya main sebulan sekali, tim itu dari sekarang sampai babak terakhir, total hanya main 11 kali. Jadi kalau dirinci sampai Januari, tim maksimal main dua kali sebulan. Agustus tidak main, mungkin awal-awal ada, tapi menuju Asian Games-nya tidak,” pungkasnya. Selama menjalani putaran pertama turnamen, 127 kontestan akan menggunakan sistem single match. Kalah berarti gugur. Sistem ini juga berlanjut di putaran kedua turnamen pada 64 besar. Pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang di putaran pertama dan kedua akan berlanjut ke adu penalti. Sistem single match masih akan digunakan di putaran ketiga (32 besar). Hanya saja, pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang di putaran ini tidak akan berlanjut ke adu penalti, tetapi diulang di kandang kesebelasan yang bertindak sebagai tim tamu pada pertandingan asli. Memasuki 16 besar, kesebelasan-kesebelasan yang terlibat akan memainkan dua pertandingan dengan sistem kandang-tandang (dua leg). Sistem yang sama akan digunakan untuk pertandingan-pertandingan perempatfinal dan semifinal. (Pras)

Piala Indonesia 2018 Berputar, 127 Tim Bertarung Hingga Januari 2019

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– Setelah enam tahun vakum, Piala Indonesia 2018 bergulir tahun ini. Sebelum bergulir pada 8 Mei, PSSI menggelar drawing di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). Drawing dilakukan per zona yang seluruhnya berjumlah 16 Zona. Ajang ini diikuti 127 tim dari seluruh kasta kompetisi di tanah air. Mereka bakal saling bersaing demi memperebutkan trofi juara. Laga Persibo Bojonegoro vs Madura United bakal menjadi partai pembuka dan digelar pada sore hari. Sedangkan pada malam harinya bakal digelar duel antara PSBK Blitar menjamu Arema FC. Dalam turnamen kali ini, PSSI sama sekali tak pandang bulu. Semua tim Liga 1 harus memulai eksistensinya dari babak pertama alias 127-besar. Tak ada yang diistimewakan. Artinya kemungkinan tim dari kasta tertinggi tersingkir sejak awal, berpotensi terjadi. Untuk babak I (127 besar) dan II (64 besar) berlaku sistem satu pertandingan. Sedangkan ronde III (32 besar) hingga babak final, akan diterapkan sistem kandang-tandang. Yang menarik, tim Liga 3 bisa saja bentrok kontra wakil dari Liga 1. Sejumlah laga menarik tersaji di babak awal. Persikabo Kabupaten Bogor langsung menantang Persija Jakarta, Persik Kediri vs Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul vs PS Tira. Total ada 16 zona yang diisi oleh masing-masing 6-8 kesebelasan. Saat ini masih ada tiga slot kosong untuk tiga klub. Di Piala Indonesia edisi tahun ini, klub yang berada di liga atau kasta lebih tinggi dari lawannya, akan bermain sebagai tim tamu. Dari hasil drawing ada 16 zona yang akan digelar mulai bulan Mei sampai akhir Juli nanti. Ketua Organizing Comitte (OC) Piala Indonesia, Iwan Budianto, menjelaskan Piala Indonesia akan berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan terhitung dari Mei hingga akhir Januari tahun depan. Untuk babak 32 besar akan dilaksanakan periode Oktober hingga November. Sementara untuk laga semifinal atau 4 besar hingga final, akan didadakan dari Desember sampai Januari. “Babak 64 besar akan dilangsungkan pada Agustus hingga akhir September, 32 besar antara Oktober hingga akhir November, lalu babak 4 besar hingga final diadakan dari Desember sampai Januari,” ujar Iwan. Pada Piala Indonesia 2018, tim yang keluar sebagai juara akan mendapatkan hadiah sebesar Rp3 miliar rupiah, peringkat kedua Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar. (Pras) Hasil undian Piala Indonesia 2018 Zona 1 Kuala Namu vs PSMS Medan PSB Langsa vs PSDS Deli Serdang Persiraja Banda Aceh vs Aceh United PS Keluarga USU vs (Menunggu waiting list dari PSSI untuk zona satu) Zona 2 Kepri 757 Jaya vs PSPS Pekanbaru Persih Tembilahan vs Semen Padang PES Pessel vs Batang Anae FC PS Bintan vs Nabil FC Zona 3 PS Bangka Selection vs Sriwijaya FC Persimura Musi Rawas vs PS Timah Bangka PS Belitung Timur vs PS Bengkulu PS Benteng vs Persijam Jambi Zona 4 Persitangsel vs Bhayangkara FC Lampung Sakti FC vs Perserang Serang Sakai Sambayan Lampung FC vs Cilegon United Persilat Lampung Tengah vs Persita Tangerang Zona 5 Persikabo Bogor vs Persija Jakarta Villa 2000B vs Persiwa Wamena Bogor FC vs Persika Karawang Patriot Candrabhaga vs Bintang Kranggan Zona 6 PSKC Cimahi vs Persib Bandung Maung Anom FC vs Persibat Batang PSCS Cilacap vs Persibangga Purbalingga Persibas Banyumas vs PSGC Ciamis Zona 7 Persab Brebes vs PSIS Semarang Persekat Tegal vs Persik Kendal PSIP Pemalang vs PSIR Rembang Persik Pekalongan vs Persijap Jepara Zona 8 Persiba Bantul vs PS TIRA Persitema Temanggung vs PSIM Yogyakarta PSD Demak vs PSS Sleman Persibara Banjarnegara vs Gadjah Mada FC Zona 9 PSBK Blitar vs Arema FC Persinga Ngawi vs Persis Solo Madiun Putra vs Blitar United Persekam Metro vs Persega Trenggalek Zona 10 Persibo Bojonegoro vs Madura United Persegres Gresik vs Persatu Tuban Madura FC vs Persepam Madura Persekap Pasuruan vs Persu Sumenep Zona 11 Persik Kediri vs Persela Lamongan PSBI Blitar vs Persebaya Surabaya Blitar Putra vs Mojokerto Putra Persekabpas vs Persid Jember Zona 12 PS Sumbawa Barat vs Bali United PS Badung Bali bs Persigo Semeru FC Persekaba Bali vs Perse Ende PSKT Sumbawa vs Persewangi Banyuwangi Zona 13 Kota Baru FC vs Barito Putra Persibeng Bengkayang vs Martapura FC Persipon Pontianak vs Kalteng FC Perseban Banjarmasin vs (menunggu konfirmasi satu klub dari Kalimantan) Zona 14 Persikap Kapuas vs Mitra Kukar PSAD Balikpapan vs Borneo FC Deltras Sidoarjo vs Persiba Balikpapan Persida Sidoarjo vs (menunggu) Zona 15 Persidrap vs PSM Makassar Persbul Buol vs Persbit Bitung Persidago Gorontalo vs Matra Mamuju Persiter Ternate vs Celebest FC Persipal Palu vs (menunggu) Zona 16 Yahukimo FC vs Persipura Jayapura Persintan Intan Jaya vs Perseru Serui Persewar Waropen vs PSBS Biak Pelauw Putra vs Perseka Kaimana

Villa 2000 Kalah 2-3 di Laga Uji Coba, Blitz Tarigan : Ingin Tandang ke Kandang Lawan

Villa 2000 (hitam) takluk dari tim Porda Bogor (merah) dengan skor 2-3, dalam laga uji coba pada Sabtu (7/4), di lapangan Villa 2000, Pamulang Selatan. (Ham/NYSN)

Pamulang- Klub Villa 2000 mengagendakan uji coba pada sabtu (7/4), melawan tim Porda Bogor, di lapangan Villa, Pamulang Selatan. Anak asuh Blitz Tarigan harus takluk dengan skor tipis 2-3. Dengan konsep trofeo, pertandingan dilakukan menjadi tiga babak, yang masing-masing babak berjalan selama 35 menit. Dan pelatih asal Medan ini menyiapkan dua tim. Pada babak pertama dan kedua, ia memainkan skuat yang akan turun di even Liga 3, sedangkan tim yang turun di babak ketiga, untuk Piala Soeratin. Tim pertama gagal mencetak angka, bahkan gawang Villa 2000 justru bobol dua kali. Sedangkan saat tim kedua merumput, meski jala mereka terkoyak sekali, namun sanggup mencetak dua gol balasan. Tak urung, Blitz sempat merasa kesal dengan peforma tim pertamanya. Lantaran mudah terpancing emosi dan terprovokasi, sehingga mengganggu konsentrasi mereka. Akibatnya, mereka tertinggal dua gol. Ia menilai ada beberapa faktor penyebab. Hal yang mempengaruhi itu yakni lawan yang usianya lebih tua dua tahun, sehingga punya pengalaman lebih, dan kondisi cuaca yang sangat terik siang itu, sehingga pemain tak fokus mengikuti skema yang diberikan pelatih. “Mereka emosi duluan gara-gara diusili lawan. Harusnya ya tetap fokus. Itu kan taktik lawan. Berbeda dengan peforma tim yang kedua tadi, lumayan terstruktur mainnya, dan bisa cetak dua gol,” ungkapnya. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini memberi catatan untuk tim pertama, agar mengurangi ego masing-masing individu, dan menjaga komunikasi antar lini, agar skema permainan berjalan baik. Sedangkan untuk tim kedua menurutnya problem penyelesaian akhir harus diperbaiki. Sebab tim ini sering mendapat peluang, namun pemain kerap blunder ketika mengeksekusi bola ke dalam gawang. “Harapannya, saat latihan berikutnya, mereka belajar apa yang kurang dari uji coba hari ini. Dan, kami ingin tiap minggu rutin uji coba. Tidak hanya di villa, sebaiknya juga away ke kandang lawan,” pungkasnya. (Ham)

Liga 3 Bergulir Juli, Villa 2000 Padati Jadwal Latihan Dengan Rutinitas Uji Tanding

Villa 2000 akan segera mengikuti Kompetisi Liga 3 regional DKI Jakarta yang akan berlangsung dan digelar pada bulan Juli 2018. (Ham/NYSN)

Tangerang- Kompetisi Liga 3 regional DKI Jakarta akan digelar Juli. Villa 2000, salah satu klub yang nantinya akan bergabung di Asprov DKI Jakarta, terus memantapkan persiapan. Blitz Tarigan selaku Pelatih, memimpin jalannya latihan pada jumat (6/4) di lapangan Villa 2000, di kawasan Pamulang Selatan. Blitz terus menekankan metode transisi, attacking dan finishing. “Sepak bola itu ada tiga; bertahan, menyerang, dan transisi. Jadi, fokus latihan sore ini adalah ketiganya”, ujar Blitz, pada Kamis (6/4). Menurutnya di Liga 3 DKI Jakarta nanti, persaingan antar tim sangat kuat. Dengan status juara bertahan, maka peluang tim lain untuk merebut posisi juara sangatlah terbuka. “Kami memang juara bertahan, tapi ya jangan jemawa. Tim yang akan mengikuti Liga 3 musim ini pasti makin kuat. Sulit untuk memprediksi siapa yang bakal juara,” tambahnya. Demi menjaga tensi atmosfir laga dan persaingan, Villa 2000 terus menjajal kemampuan, dengan melakukan uji tanding sebanyak mungkin. Uji coba demi uji coba terus dijajaki. Pada Sabtu (7/4), Villa 2000 akan kedatangan tim asal Bogor, yakni PORDA Bogor. Rencananya mereka akan melakukan laga pada pukul 10.00 WIB. Namun, ada kendala lain yang dirasakan Blitz saat ini. Dengan skuat yang mayoritas diisi pemain berstatus pelajar, efek sistem Full Day School, cukup berpengaruh dengan waktu latihan. “Jam latihan kami saat ini waktunya sangat terbatas. Sekolah sekarang ‘kan sampai sore pulangnya, jadi jam latihan pun cuma sebentar. Waktu mereka habis di sekolahan. Tapi ya mau gimana lagi, pendidikan juga kan penting” tutupnya. (Dre/Ham)

Villa 2000 Konsisten Lakukan Uji Coba, Hingga Kepastian Bergulirnya Liga 3

Villa 2000 (putih) saat menghadapi Persitangsel Tangerang Selatan pada laga uji coba pada Sabtu (24-3). (Ham-NYSN)

Tangerang Selatan- Guna mematangkan persiapan kompetisi Liga 3, klub asal Pamulang Selatan, Villa 2000, terus melakukan uji coba dengan klub se-level maupun di atasnya. Uji coba Villa 2000 kali ini melawan dua klub sekota, yakni Persitangsel Tangerang Selatan dan POPDA Banten, pada Sabtu (25/3) sore. Memakai onsep trofeo, Villa 2000 melakukan dua pertandingan dengan menurunkan dua tim, yakni Villa 200 Liga 3 dan Villa 2000 Soeratin Cup. Di sesi pertama, Villa 2000 (Liga 3) ditahan imbang oleh POPDA Banten tanpa gol. Di sesi kedua kontra klub yang sama, justru anak asuh Blitz Tarigan kebobolan satu gol. Hal serupa, ternyata juga terjadi saat tim Villa 2000 (Soeratin Cup) tampil. Mereka harus mengakui keunggulan dari Persitangsel 0-1. Blitz lalu mengevaluasi soal mental anak asuhnya. Menurutnya, akibat terlena dengan uji coba pekan lalu yang tampil dominan, para pemain menganggap akan menang telak (lagi) laga akhir pekan ini. “Hari ini Villa 2000 mentalnya payah. Bukan payah karena lemah, justru merasa di atas. Mereka masih anak-anak, karena pekan lalu menang 10-0, mereka pikir hari ini akan terulang. Nyatanya tidak”, ujar mantan pemain Dumai Putra FC tersebut. Klub asal Tangerang Selatan ini juga masih menunggu kepastian soal penyelenggaraan Liga 3 yang hingga kini statusnya masih menunjukkan ketidakpastian. “Kita terus matangkan persiapan untuk semua event, termasuk Liga 3. Cuma, ya belum ada kepastian. Katanya sih bulan April, tapi tak tau diawal, tengah, atau akhir bulan. Ya tunggu sajalah”, tutupnya. (Dre)

Tak Bersinar Jadi Pemain, Blitz Tarigan Mantap Berkarir Melatih Akademi

Blitz Tarigan kini mendedikasikan hidupnya menjadi pelatih akademi SSB Villa 2000. (Ham/NYSN)

Pamulang- Blitz Tarigan sudah menekuni profesi sekaligus hobinya bermain sepak bola, sejak masih usia remaja hingga menjadi Karyawan Swasta. Berawal dari klub Dumai Putra (Riau) dirinya mencoba untuk melatih, karena mendapat dukungan dari warga di lingkungan kerja dan tempat tinggal. Hingga akhirnya menjalani mengikuti sekolah khusus menjadi pelatih dan mendapatkan Lisensi di tahun 1999 membuatnya semakin serius menjadi pelatih. “Dulu sering diminta melatih anak-anak sekitar komplek sama warga. Selain itu, melatih temen-temen karyawan di kantor, akhirnya ikut kursus dan resmi jadi pelatih dan mulai serius, begitu pensiun kerja dan main bola, saya berkarir jadi pelatih,” ungkapnya. Sebelum melatih, pria asli Medan ini sempat menjajal ikut seleksi bergabung PSMS Medan Junior. Sayang, impiannya kandas. Beberapa kali kembali ia mencoba, hanya kegagalan yang ia terima karena gagal lolos seleksi, sehingga membuat karirnya ‘terjun bebas’ bermain di klub Divisi 1 saat itu, yakni PS Teras di Dumai, Riau. Blitz sejatinya adalah seorang penjaga gawang, namun awal bermain ia memilih posisi bek kiri. Sayang, pada 1998 ia mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan membuatnya absen beberapa laga saat bermain di Turnamen Dumai. “Suka dukanya, karir saya sebagai pemain nggak sampai level atas mainnya. Paling tinggi ya cuma Divisi 1, kalau sekarang setara liga 2,” tukas pelatih yang membawa Villa 2000 U-21 sebagai jawara Liga 3 ini. Saat berkarir di Dumai, Riau, Walikota saat itu serius dengan sepakbola, dan mengontrak pelatih dari luar Riau, agar berprestasi. “Saat itu yang dipanggil adalah Iwan Setiawan (Borneo FC). Saat itu bang Iwan adalah Direktur Teknik klub Villa 2000. Bang Iwan ini alumni Diklat Medan, senior saya,” jelasnya. Beberapa kali mendampingi Iwan di Riau, Blitz justru mendapat tawaran melatih di Villa 200. “Saya malah ditawari bergabung ke Villa 2000, untuk terlibat bersama tim,” bilangnya soal awal karirnya bergabung di Villa 2000. Fokus melatih membuatnya mantap untuk mencari standar lisensi kepelatihan, agar menunjuang kinerjanya. Berbagai level kursus kepelatihan diikutinya. Hingga saat ini, Blitz memiliki lisensi sebagai Pelatih B AFC, dengan segudang pengalaman. “Sebaiknya, pemain jangan hanya fokus pada bermain sepak bola. Jika ada kesempatan, segera ikuti kursus untuk menjadi pelatih saat pensiun nanti. Selain bekal, lisensi pelatih juga menambah wawasan dalam ilmu sepakbola, “ tutupnya. (Ham) Biodata Nama : Blitz Tarigan Tempat/Tgl. Lahir : Medan, 5 Oktober 1969 Klub : Villa 2000 Posisi : Pelatih Tim U-21 & U-18 (Liga 3 dan Suratin Cup) Pengalaman Bermain 1985 : PSMS Medan Jr 1986 : Diklat Medan 1987 : PSSI Pelajar Asia Selection 1988 : PS Teras, PS MINAS (Riau) – Divisi I PSSI 1993 : Persemai Dumai (Riau) – Divisi I PSSI 1994-1999 : Dumai Putra (Riau) – Divisi I PSSI Pendidikan Kepelatihan 2001 : Youth Assistance Degree PSSI 2003 : APSI Refreshment Course – Mr Fujita (Japan) 2004 : C License PSSI 2005 : Certificate of Attendance – AFC Youth Workshop AFC Festival Pnom Penh, Cambodia 2008 : Certificate of Coaching – AS ROMA Just for Kick Ramon Turrone (Italy) 2008 : B License PSSI 2009 : Carlos Biliardo Coaching Clinic 2010 : PSSI “A” License Coaching Award 2010 : Certificate of Coaching – Cursos de Porteros Fundacion Marcet – Barcelona, Spain 2014 : C AFC Coaching Licensed 2017 : B AFC Coaching Licensed Pengalaman Kepelatihan 1998-2002 : PS Dumai Putra (Riau) 2003 : Dumai Putra (Riau) 2003-2004 : GK Coach Persemai Dumai (Riau) 2005 : GK Coach Timnas U-13 AFC Festival, Kamboja 2005 : GK Coach Timnas U-17 Piala AFF U17 – Thailand 2006 : GK Coach Timnas U-17 Pra Piala Asia U17 – Laos 2006-2008 : GK Coach Persiko Kotabaru (Kalsel) 2008 : Assistant Coach PSS Sleman 2008 : Head Coach PSAD Indonesia 2008 : Assistant Coach PON DKI PON Kaltim 2008 2008 : PS TNI AD 2009 : Persas Sabang (Aceh) 2009 : Director of Football Coaching Bakrie School of Management 2009-2010 : GK Coach Persisam Samarinda ISL 2010-2011 : Head Coach PON DKI Jakarta 2012 : Assistant Coach/Head Coach Deltras Sidoarjo : 2013-2015 : Assistant Coach Persija Jakarta 2015 : Assistant Coach Pelita Bandung Raya (PBR) Piala Presiden 2016 : Koordinator Villa 2000 Football Academy Prestasi Kepelatihan 2004 : Persemai Dumai Promosi ke Divisi I 2005 : Best Team Award AFC U-13 Festival (National Team), Kamboja 2006 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Juara Divisi III Nasional 2007 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Promosi ke Divisi II Nasional 2008 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Promosi ke Divisi I Nasional 2008 : Tim PON DKI 4 besar PON Kaltim 2008 2009 : Persisam Samarinda Juara Andi Mattalata Cup 2017 : Head Coach Villa 2000 U-21 Liga 3 (Champion)