DKI Jakarta Juara Piala Soeratin U-17 Edisi 2023

Tim DKI Jakarta akhirnya keluar sebagai juara pada ajang Piala Soeratin U-17 di Surabaya, Sabtu (3/2) setelah mengalahkan Sumatera Barat dengan skor 6-4 lewat adu penalti. Pertandingan berjalan sengit dari waktu normal hingga perpanjangan waktu, skor bertahan 1-1. Kemudian pada akhirnya harus diputuskan melalui drama adu tendangan penalti. DKI Jakarta pun akhirnya dapat mengunci kemenangan atas lawannya itu. Lima tendangan bola dari pemainnya sukses masuk ke gawang Sumatera Barat, sedangkan lawannya hanya mampu memasukkan tiga bola saja. Dalam laga tersebut, tak hanya kerabat pemain yang hadir ke stadion sebagai bentuk dukungan, tapi ada juga beberapa Exco PSSI terlihat di lapangan untuk menyaksikan laga final itu, mereka adalah Muhammad, Ahmad Riyadh dan Sumardji. Muhammad mengungkapkan kalau para pemain di Piala Soeratin U-17 ini sudah bisa bermain di atas rata-rata. “Permainan mereka di atas rata-rata usia mereka masih muda. Pertandingan berjalan sportif dan seru sampai perpanjangan waktu. Hingga akhirnya DKI Jakarta keluar sebagai juara melalui adu penalti,” ujarnya. Muhammad berharap Piala Soeratin ini akan melahirkan bibit-bibit muda berbakat di sepakbola dan sebagai jembatan untuk pemain muda berkancah di dunia profesional. Sebelum laga final, ada perebutan peringkat ketiga, dimana Jawa Tengah sukses merebutnya dari Kalimantan Timur dengan skor telak 3-0. Berikut Rekap Hasil Laga Final Piala Soeratin U-17: Juara: DKI Jakarta Peringkat Kedua: Sumatera Barat Peringkat Ketiga: Jawa Tengah Pemain Terbaik: Pasha Rayhan Kusworo (DKI Jakarta) Pencetak gol terbanyak: M. Mufdi Iskandar (Jawa Tengah) – 11 gol Sumber: PSSI

Babak 16 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin U-13 Berakhir

Babak 16 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin U-13 Berakhir

Putaran nasional Piala Soeratin U-13 telah menuntaskan laga-laga babak 16 besar. Tim-tim yang lolos dari pertempuran di Lapangan Garudayaksa 1 dan 2, Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (28/1) berhak melaju ke babak 8 besar. Di hari pertama, Sabtu (27/1) babak 16 besar, lolos tim-tim seperti D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Jawa Timur. Kemudian satu hari setelahnya, giliran DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur dan Papua yang menemani mereka di babak 8 besar. Papua mencetak gol terbanyak di babak 16. Tim paling ujung timur Indonesia itu, sukses membungkam Bangka Belitung dengan skor bombastis 8-0. Skor serupa juga pernah terjadi saat perlawanan antara DKI Jakarta dan Jambi di babak penyisihan grup, yang dimenangkan oleh DKI Jakarta. Keduanya merupakan skor terbanyak sejauh ini selama gelaran berlangsung. Babak 8 besar akan berlangsung di tempat yang sama, yakni Lapangan 1 dan 2 Garudayaksa Football Academy, Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/1). Berikut Jadwal Laga 8 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin U-13, Selasa, 30 Januari 2024: Pukul 08.00 WIB D.I Yogyakarta vs DKI Jakarta, di Lapangan Garudayaksa Football Academi 1 Jawa Barat vs Banten, di Lapangan Garudayaksa Football Academy 2 Pukul 14.00 WIB Sumatera Utara vs Kalimantan Timur, di Lapangan Garudayaksa Football Academy 1 Jawa Timur vs Papua, di Lapangan Garudayaksa Football Academy 2 Sumber: PSSI

Piala Soeratin U-13 Masuk Babak 8 Besar

Delapan tim memastikan diri lolos ke babak 8 besar Piala Soeratin U-13. Mereka menuntaskan laga di babak 16 besar dengan raihan kemenangan, pada laga hari Kamis (24/3) yang berlangsung Lapangan C dan Lapangan Rugby, kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tiga tim menang dengan skor identik 3-0. Mereka adalah DKI Jakarta saat melawan Sumatera Barat, Jawa Timur kala bertemu Maluku Utara, dan Sumatera Utara ketika berduel dengan Aceh. “Saya dan teman-teman bersyukur bisa terus berlanjut di Piala Soeratin, kemenangan ini berkat kerja sama tim yang baik. Saya sangat didukung oleh teman-teman lainnya, sehingga bisa membuat dua gol sekaligus memberikan kemenangan untuk tim ini. Saya akan terus berjuang dan menjadi juara,” kata pencetak dua gol bagi Sumatera Utara, Fadhil Adlani Sitepu. Laga lainnya berakhir dengan skor tipis 1-0. Adalah Sulawesi Selatan saat bertemu Kalimantan Timur, lalu D.I Yogyakarta ketika jumpa Nusa Tenggara Barat, kemudian Banten melawan Lampung. Dua laga ketat tersaji bahkan hingga adu penalti. Jawa Barat dan Bali menghabiskan waktu normal dan tambahan waktu dengan hasil imbang 0-0, Jawa Barat baru menang 4-3 saat adu penalti. Berbeda dengan kedua tim sebelumnya, Papua Barat unggul satu gol lebih dahulu di babak pertama, kemudian Maluku sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di babak kedua. Mereka pun tetap bermain imbang di tambahan waktu, lalu kemudian Papua Barat pun memenangkan laga dengan skor akhir 5-4. Babak 8 besar Piala Soeratin U-13 akan berlangsung hari Sabtu, tanggal 26 Maret 2022. Delapan tim tersebut mendapatkan jatah istirahat satu hari sebelumnya. Mereka akan terus bertarung untuk bisa memperebutkan gelar juara yang pertama kalinya dijalankan oleh PSSI di kelompok usia 13 tahun. Partai final Piala Soeratin U-13 akan terlaksana di tanggal 29 Maret 2022 mendatang. Hasil Laga Piala Soeratin U-13, Kamis 24 Maret 2022: DKI Jakarta 3-0 Sumatera Barat Kalimantan Timur 0-1 Sulawesi Selatan Nusa Tenggara Barat 0-1 D.I Yogyakarta Lampung 0-1 Banten Jawa Timur 3-0 Maluku Utara Jawa Barat 4-3 Bali (adu penalti) Papua Barat 5-4 Maluku (adu penalti) Sumatera Utara 3-0 Aceh Jadwal Babak 8 Besar Piala Soeratin U-13, Sabtu 26 Maret 2022 D.I Yogyakarta vs Banten DKI Jakarta vs Sulawesi Selatan Papua Barat vs Sumatera Utara Jawa Timur vs Jawa Barat Sumber: www.pssi.org

Piala Soeratin U-13 Hari Kedua. Laga Comeback Tim Papua Barat.

Turnamen Piala Soeratin U-13 memasuki hari kedua, Senin (21/3) di Lapangan C dan Lapangan Rugby, kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Banyak kejutan terjadi dimana tim yang kalah pada hari pertama berhasil comeback dan memenangkan pertandingan. Kalau hari pertama Papua Barat kalah 2-4 dari Kalimantan Timur maka di hari kedua bisa menang 5-1 atas Kalimantan Selatan. Dikutip dari www.pssi.org pelatih kepala Papua Barat, Gerson Rombe mengakui bahwa pada laga perdananya ada beberapa pemain tidak bisa bermain karena Ujian Tengah Semester (UTS). “Puji Tuhan hari ini kita turun dengan kekuatan penuh, yang pasti anak-anak lebih siap, karena adaptasi lapangan hanya sedikit saja, itu yang menjadi faktor penyebabnya. Di Papua kami tidak memiliki lapangan seperti ini. Jadi saat pertama kali bermain, mereka merasa kaget, belum terbiasa dengan panasnya lapangan yang masuk hingga kaki mereka,” jelas Gerson. Setelah hasil ini, Gerson berharap kedepannya anak-anak Papua Barat bisa bermain sesuai dengan apa yang mereka dapatkan. “Fokus utama saya adalah agar mereka mengerti lebih dahulu Filosofi Sepak Bola Indonesia, supaya mereka tidak kaget dengan materi saat nanti apabila anak-anak ini terpilih masuk timnas Indonesia. Kalau di Papua untuk talenta dan skill tidak usah diragukan lagi, hanya saja bagaimana filosofi cara bermain secara taktikal dan secara tim, itu yang paling utama lebih dahulu,” ungkapnya. Tim lain yang sukses bangkit dari kekalahan sebelumnya adalah Maluku. Hari ini mereka menang telak 3-0 dari Jambi. Sebelumnya, Maluku harus menyerah 2-0 saat bertemu Jawa Timur. Sulawesi Utara juga tak mau ketinggalan, kalau sebelumnya tim ini dipaksa menyerah 0-3 dari Lampung, hari ini mereka menang tipis 1-0 dari Riau. Tim terakhir yang sukses bangkit adalah Banten, sebelumnya tim ini kalah telak 2-0 dari DKI Jakarta. Hari ini mereka menang telak 3-0 dari Sumatera Selatan. Piala Soeratin U-13 akan terus berlangsung hingga partai final di tanggal 29 Maret 2022 mendatang. Hasil Lengkap Match Day 2 Piala Soeratin U-13: Kalimantan Selatan 1-5 Papua Barat Kalimantan Timur 1-0 Aceh Sulawesi Utara 1-0 Riau Maluku Utara 0-1 Lampung D.I Yogyakarta 0-4 Jawa Barat Sulawesi Selatan 2-0 Kalimantan Tengah Sumatera Selatan 0-3 Banten Bangka Belitung 0-3 Nusa Tenggara Barat Sumatera Barat 0-1 Bali Maluku 3-0 Jambi Sumatera Utara 0-3 Jawa Timur   Sumber: www.pssi.org

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

PSSI akhirnya resmi mengumumkan 21 nama pemain yang terpilih masuk ke tim Garuda Select jilid ketiga. Mereka terpilih usai melewati proses pencarian bakat dan rangkaian seleksi yang dimulai 29 Oktober 2020 dan selesai pada Selasa 3 November 2020 lalu. Para pemain ini nantinya akan mengikuti pemusatan latihan secara intensif yang rencananya akan berlangsung di Inggris hingga Mei 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI bersyukur kembali melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. “Alhamdulillah program seleksi Garuda Select jilid ketiga yang dilakukan PSSI bersama Mola TV berjalan lancar. PSSI terus berkomitmen untuk pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air. Selamat kepada 21 pemain yang terpilih berangkat ke Inggris. Yang belum terpilih kami harap tetap bersemangat, jangan menyerah, terus berlatih dan kerja keras,” ujar Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. “Selama proses seleksi, para pemain berjuang keras dan memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih. Tentu hal ini bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” lanjut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut. Para pemain yang mengikuti seleksi Garuda Select berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada dari hasil pantauan dari Dennis Wise serta tim pelatihnya. Sementara itu, Dennis Wise selaku Direktur Sepakbola Garuda Select telah melihat kemampuan semua peserta. Menurutnya, banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad di musim ketiga ini. “Tim pemandu bakat Garuda Select telah berkeliling ke berbagai daerah Indonesia untuk mencari bakat-bakat terbaik yang ada pada kompetisi Piala Soeratin dan kompetisi lain seperti Liga Topskor. Kami juga sudah melihat pemain-pemain yang dikirimkan oleh klub Elite Pro Academy Liga 1 U16. Indonesia memiliki banyak pemain potensial yang masih bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana menuntun mereka ke arah yang tepat,” kata Wise dalam rilis Mola TV. “Kami sudah melakukan seleksi dan akhirnya terpilih 21 pemain terbaik yang akan diberangkatkan ke Eropa. Inilah pemain terbaik hasil seleksi yang sudah kami pilih berdasarkan pengamatan kami selama di Indonesia. Mereka adalah pemain-pemain terbaik yang akan melakukan serangkaian pelatihan intensif dan akan melawan tim-tim usia muda terbaik di Inggris dan Eropa,” sambungnya. Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, tapi untuk menanamkan profesionalisme sehingga mereka bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional baik di dalam maupun di luar negeri. Di setiap musim, Garuda Select memilih bakat-bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa. Mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik. Kriteria pemilihan bakat dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang. Selamat kepada Garuda Muda yang terpilih! Berikut nama-nama pemain Garuda Select Jilid Ketiga: Wahyu Agung Drajat Mulyono – ex Persebaya U16 Hokky Caraka – PSS U16 Frezy Al-Hudaifi – Astam I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U16 Muhammad Faqih Maulana – Tajimalela Noval Junior Iskandar – FASS Junior Krisna Sulistia Budianto – SSB Djarum Kudus Adre Arido Geovani – Bina Taruna Ridwan Ansori – Persib U16 Dustin Pratama Bramantio – Persela U16 I Putu Dipa Yogi Arta- Bali United Ridho Syuhada Putra – PSIS U16 Daniel Naa – Bhayangkara U16 Kakang Rudianto – Garuda Select II Rafli Asrul – Garuda Select II Fernando Pamungkas – Garuda Select II Edgar Amping – Garuda Select II Ibnu Murarak – Kalimantan Timur I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U16 Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna Roki – Gabsis Sambas

PSSI Kembali Gelar Program Garuda Select

PSSI Kembali Gelar Garuda Select

Program pengembangan pemain muda Garuda Select akhirnya kembali dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini proses seleksi untuk Garuda Select sudah berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, sejak Selasa (27/10/2020) dan rencananya diakhiri pada Rabu (4/11/2020). Garuda Select merupakan program pengembangan pemain usia muda kerja sama PSSI dengan Mola TV. Ini merupakan edisi ketiga Garuda Select yang sebelumnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2019. Proses seleksi ini dihadiri Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dan ditangani langsung oleh Dennis Wise selaku Direktur Sepak bola Garuda Select beserta tim pelatihnya dari Inggris. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa PSSI bersyukur dapat melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. Pada seleksi kali ini, PSSI menyeleksi sebanyak 130 pemain untuk program ini. “Para pemain ini berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada hasil pantauan (scouting) dari Dennis Wise dan tim pelatihnya,” kata Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. “Proses seleksi, setiap hari ada pengurangan pemain. Pemain yang hari ini dinyatakan lulus seleksi, akan terus ikut program seleksi di hari berikutnya, sementara yang tidak lolos akan dipulangkan. Pada hari terakhir akan didapatkan para pemain yang memenuhi standar untuk melanjutkan program utama Garuda Select yang rencananya akan diberangkatkan ke Inggris,” tambahnya. PSSI berharap program Garuda Select akan memberikan banyak manfaat bagi pemain muda untuk belajar dan mendapatkan pelatihan intensif secara profesional. Program ini juga merupakan solusi dan sebagai muara dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 serta Piala Soeratin. Sementara itu, Direktur Sepak bola Garuda Select, Dennis Wise mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19, ia optimistis bersama PSSI dapat menggelar seleksi dan program Garuda Select edisi ketiga ini dengan baik. “Kami mencari pemain-pemain muda dari seluruh Indonesia yang sumbernya dari kompetisi usia muda PSSI dan pantauan kami. Mereka kami seleksi untuk kami bawa ke Inggris mereka harus menampilkan kemampuan terbaiknya di sini,” kata Dennis. “Kami mencari pemain-pemain dengan standar kemampuan tinggi seperti David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari dan alumni Garuda Select lainnya. Semakin banyak pemain-pemain Indonesia yang bisa merasakan atmosfer berlatih dan bertanding di Eropa, tentu akan semakin baik. Kami berharap sepak bola di sini semakin meningkat dan tumbuh pemain-pemain muda berbakat untuk tim nasional Indonesia,” ujarnya.

Masih 14 Tahun, Krisna Sulistia Diyakini Bisa Bersaing di Garuda Select

Krisna Sulistia top scorer piala soeratin u15

London- Krisna Sulistia dipilih oleh pemantau bakat (chief scout) Garuda Select, Wesley Awad, saat ia bermain di Piala Soeratin U-15. Wesley yang sebelumnya menjabat sebagai pemantau bakat Timnas Inggris dan Akademi Crystal Palace, melihat ada sesuatu yang istimewa dari Krisna sejak ia melakukan pemanasan. Krisna terlihat memiliki teknik dan keseimbangan di atas rata rata, dan saat bertanding ia pun selalu waspada atas posisi teman dan lawan sehingga kerap memiliki waktu untuk menguasai dan mengolah bola dengan baik. Selain itu, Krisna juga banyak melakukan pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan yang baik dalam memilih umpan. Namun, untuk menilai kemampuan Krisna dengan lebih pasti, dianjurkan ia segera bergabung di pelatihan Garuda Select di Inggris dimana ia akan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang lebih tinggi. Menurut Wesley, meski pemain-pemain Garuda Select rata-rata tiga tahun lebih tua dari Krisna, tetapi pemain asal SSB Djarum (Kudus, Jawa Tengah) yang masih berusia 14 tahun itu, diperkirakan akan mampu mengimbangi permainan kakak-kakaknya. Krisna sedang dipersiapkan untuk bergabung di sisa program Garuda Select jilid dua yang berlangsung hingga akhir April 2020, dimana mereka akan menjajal beberapa akademi tim besar Inggris seperti Leicester City, Arsenal, dan Manchester City. Dipimpin mantan legenda Chelsea Dennis Wise, program Garuda Select adalah program 10 tahun inisiatif PT Djarum yang dijalankan dari tahun 2018 hingga 2028 dengan tujuan untuk melahirkan pemain pemain bola profesional berkualitas yang diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif bagi Timnas dan sepakbola Indonesia. Kini berjalan di tahun kedua, progres dari program Garuda Select bisa dikatakan melebihi ekspektasi dengan sudah ada 5 pemain yang diproyeksikan bisa merumput di Eropa. Tahapan jenjang perkembangan Program Garuda Select: Program Garuda Select sendiri terdiri dari beberapa tahap, diawali dengan seleksi pemain di Indonesia untuk memilih 24 pemain di setiap tahunnya untuk lalu berlatih di Training Camp Garuda Select di Eropa dimana mereka dilatih dan menjalankan proses pengamatan potensi perkembangan. Di tahun selanjutnya, mereka yang dianggap berpotensi berkembang lebih lanjut diundang untuk mengikuti pelatihan Tahap Kedua, pematangan persiapan untuk bermain di klub Eropa. Di Tahap Ketiga, pemain yang dianggap benar-benar berpotensi akan dititipkan ke salah satu klub untuk belajar beradaptasi di lingkup klub profesional yang masih dalam pantauan Dennis Wise, tetapi tanpa ekspektasi bahwa ia akan ikut berkompetisi. Di Tahap Keempat pemain yang sudah layak bermain di Eropa dipinjamkan ke klub Eropa untuk ikut kompetisi, dimana ia diharapkan dapat bisa bersaing dengan pemain profesional lainnya. Namun, karena masih dalam pantauan Dennis Wise, ia masih bisa dipindahkan jika ada hal yang tidak diinginkan Di tahap terakhir, atau Tahap kelima, pemain tersebut benar-benar dilepas untuk berjuang sendiri di klub profesional Eropa.

Villa 2000 Kalah 2-3 di Laga Uji Coba, Blitz Tarigan : Ingin Tandang ke Kandang Lawan

Villa 2000 (hitam) takluk dari tim Porda Bogor (merah) dengan skor 2-3, dalam laga uji coba pada Sabtu (7/4), di lapangan Villa 2000, Pamulang Selatan. (Ham/NYSN)

Pamulang- Klub Villa 2000 mengagendakan uji coba pada sabtu (7/4), melawan tim Porda Bogor, di lapangan Villa, Pamulang Selatan. Anak asuh Blitz Tarigan harus takluk dengan skor tipis 2-3. Dengan konsep trofeo, pertandingan dilakukan menjadi tiga babak, yang masing-masing babak berjalan selama 35 menit. Dan pelatih asal Medan ini menyiapkan dua tim. Pada babak pertama dan kedua, ia memainkan skuat yang akan turun di even Liga 3, sedangkan tim yang turun di babak ketiga, untuk Piala Soeratin. Tim pertama gagal mencetak angka, bahkan gawang Villa 2000 justru bobol dua kali. Sedangkan saat tim kedua merumput, meski jala mereka terkoyak sekali, namun sanggup mencetak dua gol balasan. Tak urung, Blitz sempat merasa kesal dengan peforma tim pertamanya. Lantaran mudah terpancing emosi dan terprovokasi, sehingga mengganggu konsentrasi mereka. Akibatnya, mereka tertinggal dua gol. Ia menilai ada beberapa faktor penyebab. Hal yang mempengaruhi itu yakni lawan yang usianya lebih tua dua tahun, sehingga punya pengalaman lebih, dan kondisi cuaca yang sangat terik siang itu, sehingga pemain tak fokus mengikuti skema yang diberikan pelatih. “Mereka emosi duluan gara-gara diusili lawan. Harusnya ya tetap fokus. Itu kan taktik lawan. Berbeda dengan peforma tim yang kedua tadi, lumayan terstruktur mainnya, dan bisa cetak dua gol,” ungkapnya. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini memberi catatan untuk tim pertama, agar mengurangi ego masing-masing individu, dan menjaga komunikasi antar lini, agar skema permainan berjalan baik. Sedangkan untuk tim kedua menurutnya problem penyelesaian akhir harus diperbaiki. Sebab tim ini sering mendapat peluang, namun pemain kerap blunder ketika mengeksekusi bola ke dalam gawang. “Harapannya, saat latihan berikutnya, mereka belajar apa yang kurang dari uji coba hari ini. Dan, kami ingin tiap minggu rutin uji coba. Tidak hanya di villa, sebaiknya juga away ke kandang lawan,” pungkasnya. (Ham)