Kiblat Kekuatan Panahan di Korsel, Riau Ega : Medali Realistis, Emas AG 2018 Optimis

Pemanah putra nasional asal Jawa Timur, Riau Ega Agatha, yang akan tampil di ajang Asian Games 2018 nanti. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pemanah putra nasional Riau Ega Agatha, mengatakan kekuatan cabang olahraga panahan saat ini berada di Asia. Ia mengaku tak terbebani meraih medali emas di ajang Asian Games 2018, pada Agustus-September mendatang. “Kalau mau dibilang beban, ya bukan beban. Tugas atlet itu mencari medali. Pelatih hanya mendampingi untuk memberikan yang terbaik,” ujar Riau di Lapangan Panahan, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4). “Kalau untuk atlet, dapat medali itu realistis. Tapi, kalau untuk emas, ya harus optimis. Jadi apapun kejuaraannya, medali itu suatu yang realistis bagi atlet,” lanjut pria kelahiran Blitar, 25 November 1991. Terkait persaingan, ia mengungkapkan untuk cabang panahan di Asia terdapat juara dunia, serta pelatih terbaik. Sehingga, ia menganggap hal itu sebagai keuntungan baginya. “Karena Indonesia berada diwilayah Asia, jadi semuanya punya kesempatan yang sama, cuma saat Asian Games, ya harus fokus melawan kemampuan mereka,” terang pemanah yang pernah mengalahkan juara dunia asal Korea Selatan, Woo-Jin, di ajang Olimpiadi 2016 Rio de Janeiro, Brazil itu. Namun, guna mewujudkan medali emas, ia akan tetap mewaspadai pemanah-pemanah negri ginseng, Korea Selatan. “Kiblatnya kekuatan panahan itu di Korea Selatan, dari dulu. Jadi disana gudangnya atlet-atlet berprestasi. Para pelatih terbaik dunia, ya juga dari sana,” cetus jebolan PPLP Panahan Jatim ini. Ia mengaku jika untuk kemampuan tekhik hamper semua negara Asia merata. Bahkan masing-masing atlet punya kemampuan berkembang yang baik. “Mungkin, kendala kami itu kurang kuat mental bertandingnya. Korea Selatan itu, selama setahun penuh, rutin mengikuti kejuaraan, sementara atlet Indonesia sangat kurang,” tutupnya. (Adt)

Derby Srikandi Pekan Ini, Timnas Putri U-16 Jajal Timnas Putri Senior di Senayan

Timnas Putri U-16 akan beruji coba melawan Timnas Putri Senior, di Lapangan C, Senayan, pada Kamis (12/4). (Ham/NYSN)

Jakarta- Agenda pekan ini menjadi momen krusial bagi dua Timnas Putri Indonesia. Timnas Putri U-16 dikabaran bakal menantang seniornya, yakni Timnas Putri Senior. Kabarnya, laga uji coba akan dilaksanakan pada Kamis (12/4) sore, namun belum mendapatkan kesepakatan soal tempat yang akan mempertemukan antar keduanya. “Mereka meminta kami tandang ke Sawangan, tapi disana lapangannya sintetis. Terlepas dari itu, kami masih proses mencari tim inti,” ujar pelatih Timnas Putri U-16, Rully Rudolf Nere, Selasa (10/4). Bahkan, Manajer Timnas Putri senior, Papat Yunisal, tampak di sela-sela latihan Timnas U-16 putri, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur, pada Selasa (10/4). Hal ini masih dipertimbangkan antara laga digelar di Sawangan (markas Timnas Putri berlatih), Cijantung (markas Timnas Putri U-16), atau di lapangan ABC Senayan, Komplek Gelora Bung Karno. Sang manajer yang memantau latihan Carla Bio Pattinasarany dkk, lalu angkat suara soal rencana ‘Derby’ laga uji coba ini. “Insya Allah, uji coba dilaksanakan Kamis (12/4) sore. Soal venue lapangan, kami masih koordinasikan. Ya kemungkinan besar sih, bermain di lapangan ABC, Senayan,” ungkapnya. (Dre)

PTMSI Kirim 12 Atlet ke China Demi Asian Games 2018, Oegroseno : Menpora Mengakui Kami

Tim tenis meja Indonesia yang akan tampil di Asian Games 2018, saat ini melakukan Pemusatan Latihan di Jinan, China, selama 6 bulan. (net)

Jakarta- Ketua Umum PP PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), Komjen Pol Purn, Oegroseno, mengatakan tak ada pihak lain yang berhak mengambil alih kepanitiaan Asian Games. Hal ini disampaikan Oegroseno dalam pertemuan terbatas dengan media di PIM 3 Jakarta Selatan baru-baru ini. Oegroseno mengatakan hal ini untuk mencegah agar PB PTMSI yang sudah dikukuhkan KONI Pusat, mengambil langkah yang salah dengan mencoba mengutak-atik kepanitiaan termasuk ingin bongkar pasang tim tenis meja Asian Games yang sudah terbentuk sejak lama. Dia mengatakan hingga saat ini kepengurusan PP PTMSI yang ada dan syah hanyalah kepengurusan PP PTMSI pimpinannya. “Saya tanyakan langsung ke Menpora Imam Nahrawi. Apa jawaban Menpora Pak Imam Nahrawi?,” tanya Oegroseno. “Saya tetap mengakui PP PTMSI pimpinan Oegroseno,” sebut Menpora seperti ditirukan Oegroseno. Artinya semua yang berkaitan dengan PP PTMSI baik kepengurusannya, termasuk kepanitiaan Asian Games berikut persiapan tim, ada dibawah kewenangannya. Mengenai persiapan tim tenis meja Indonesia ke Asian Games, Oegroseno mengatakan tim tenis meja Asian Games Indonesia yang sekarang berada di China adalah tim terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Tim terdiri dari 12 atlet. Pemusatan latihannya dilaksanakan di Jinan, China selama 6 bulan. Jumlah pelatih dua orang, ditambah satu orang manager. Selama latihan di China, para atlet akan mengikuti ujicoba ke kejuaraan dunia Liebherr ITTF, di Halmstad Swedia pada pertengahan April. Beberapa kejuaraan ITTF pada bulan Mei 2018 di SEA Master 2018 juga masuk jadwal Timnas, kemudian event ITTF World Tour, Hang Seng Hong Kong Open dan SEA Master 2018 ITTF World Tour Platinum, serta China Open. Target Indonesia di Asian Games adalah dua medali perak. Keduanya diharapkan bisa diraih dari nomor beregu putra dan ganda campuran. Selain dua perak, Indonesia juga berharap meraih tambahan dua medali perunggu dari nmor beregu putri dan tunggal putra. “Mudah-mudahan persiapan yang matang di China dan mengikuti sejumlah turnamen internasional tim tenis meja Indonesia bakal meraih target dua medali perak dan dua medali perunggu,” harapnya. (Art)

Rayakan Anniversary ke-15, Villa 2000 FC Menggelar Turnamen Trofeo

Klub Villa 2000 FC menggelar turnamen dengan tajuk Trofeo Anniversary Villa 2000 ke-15, merayakan ulang tahun Villa 2000 FC. (Villa 2000)

Tangerang Selatan- Dalam rangka merayakan ulang tahun Villa 2000 FC, klub yang berlokasi di kawasan Pamulang ini, menggelar turnamen dengan tajuk Trofeo Anniversary Villa 2000 ke-15. Bertempat di home base Villa 2000, peserta diikuti oleh empat klub, yakni Persepda, Kareeb FC, dan Villa 2000 FC yang mengirimkan dua tim (Villa 2000 FC reguler A dan B). “Kami memberi kesempatan bagi pemain yang jarang tampil di kompetisi resmi, meski rutin latihan. Jadi ini adalah ajang buat mereka”, ujar Arta Wijaya, selaku pelatih senior Villa 2000 dan inisiator perhelatan trofeo ini. Dalam ajang ini, para pemain Villa 2000 FC yang rata-rata usia antara 17-19 tahun, akan mendapatkan tropi piagam penghargaan untuk jangka panjang. Trofeo yang dilaksanakan pada Minggu (8/4) ini akhirnya dimenangkan oleh tim Persepda. Sementara tim Villa 2000 FC menempati posisi 2 dan 4. “Selain piala, pemain juga akan mendapatkan piagam penghargaan dari acara ini. Piagam ini berlaku untuk jangka panjang, misalnya melanjutkan sekolah, pindah klub lain, atau sebagai porto folio pemain,” pungkasnya. (Dre)

Timnas U-23 Butuh Bima Sakti, PSSI ‘Seleksi’ Gerd Zeise Latih Timnas U-19 ?

Bima Sakti Tak lagi tangani Timnas U-19, jabatan pelatih untuk Egy Vikri Maulana dkk sementara ini kosong. (net)

Jakarta- PSSI akhirnya tak memperpanjang kontrak Bima Sakti Tukiman menukangi Timnas U-19. Bima akan fokus menemani Luis Milla menangani Timnas U-23 yang diproyeksikan tampil di Asian Games 2018. PSSI belum memutuskan siapa yang bakal mengisi posisi Bima di Timnas U-19. Keputusan soal pengganti Bima akan dipastikan usai rapat anggota Komite Eksekutif PSSI. Praktis Bima kurang dari 2 bulan menempati jabatan aristek Egy Vikri Maulana dkk. Eks pemain PSSI Primavera ini menangani Timnas U-19 pada Februari dan Maret. PSSI dikabarkan membidik Gerd Zeise. Pelatih asal Jerman itu berprestasi luar biasa. Dia mengusung Timnas Myanmar U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015. “PSSI telah memutuskan Bima fokus membantu Timnas U-23 sesuai apa yang memang dibutuhkan tim dalam persiapannya menuju Asian Games. Dengan demikian, persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal dan matang,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Selasa (10/48). Kiprah Bima sejatinya amat bermanfaat, jika fokus melatih Timnas U-23. Evan Dimas dkk segera tampil dalam turnamen Anniversary Cup, pada 27 April hingga 3 Mei, di Stadion Pakansari, Bogor. Menurut Ratu Tisha, turnamen ini menjadi rangkaian persiapan tim menuju Asian Games 2018. Apalagi roster Timnas U-23 sebetulnya berhimpitan dengan jadwal padat kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. “Laga Turnamen Anniversary Cup ini, jadi bagian terpenting dari persiapan Timnas U-23 untuk Asian Games, sekaligus tampil di kandang sendiri. Setidaknya, atmosfir laga resmi bisa dirasakan tim,” tutur Ratu Tisha. Meski belum resmi, 28 negara konon akan mendaftarkan diri tampil di Anniversary Cup. Korea Selatan, Korea Utara dan Irak termasuk dalam calon lawan Timnas Indonesia U-23 di turnamen tersebut. (Art)

Pastikan Kesiapan Cabor, CdM Inspeksi Kondisi Atlet Asian Games 2018

Chief de Mission (CdM) Indonesia, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin (kaos puith), meninjau Pelatnas Ju-Jitsu, pada Selasa (10/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Guna memastikan kesiapan cabang olahraga (Cabor) jelang pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, Chief de Mission (CdM) Indonesia, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin, meninjau Pelatnas beberapa cabor, mulai dari Ju-Jitsu, Menembak, hingga Panahan, pada Selasa (10/4). Ia meminta semua unsur mulai dari Ketua Kontingen, Official baik Manajer maupun Pelatih, serta Atlet untuk satu hati memenangkan pesta olahraga empat tahunan terbesar se-Asia tersebut. “Saya berpesan agar semua atlet bersatu dengan Official, yang terdiri dari CdM, Manajer, dan Pelatih. Supaya tidak ada perasaan tidak enak. Kalau semua perasaan nyaman, InsyaAllah kita akan memenangkan event (Asian Games) Agustus nanti,” ujar Syafruddin di Jakarta, Selasa (10/4). Ia mengungkapkan kunjungannya ini menyatukan serta berkonsolidasi terkait kesiapan, soal Try Out (ujicoba) maupun Training Camp (TC), masing-masing cabor menuju pesta olahraga edisi ke-18 tersebut. “Hari semakin dekat menuju Asian Games 2018. Saya sebagai Ketua Kontingen, Official seperti Manajer, Pelatih dan Atlet betul-betul harus konkrit kesiapannya. Karena itu, saya akan setiap Minggu mengunjungi Pelatnas cabor secara bergantian,” lanjutnya. Syafruddin memastikan semua cabor yang dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018 telah melakukan Try Out maupun Training Camp. Ia juga menambahkan sejauh ini pihaknya tidak menemukan kendala berarti selama tahap persiapan. “Secara umum, sepanjang yang kami tahu semua berjalan dengan lancar. Bahkan semua sudah terakomodasi dengan baik, terutama kesiapan untuk Try Out dan Training Camp. Mungkin masih ada kekurangan, karena tidak ada yang sempurna. Tapi, akan kami benahi,” tutur Syafruddin. (Adt)

Pulangkan Satu Kiper, Benny van Breukelen Siap Coret Lainnya

Prihatini, adalah penjaga gawang asal klub SSB Benteng Muda FC, Tangerang, dan sejak Jumat (6/4), sudah bergabung bersama Timna Putri senior. (Ham/NYSN)

Sawangan- Sebulan lamanya Timnas Putri Senior menjalani rangkaian latihan dan uji coba di Lapangan NYTC Sawangan, Depok, Jawa Barat. Seleksi pemain pun terus dilakukan oleh Satia Bagja dan tim pelatih, mulai dari posisi penyerang, gelandang, pemain belakang maupun penjaga gawang. Bahkan, sejak Jumat (6/4), Benny Van Breukelen selaku pelatih kiper, sudah memulangkan satu penjaga gawang, yaitu Ranti Lestari Salimi, asal klub Tifosi FC Jakarta. “Kami pulangkan Ranti pekan lalu, karena tak mengalami kemajuan selama mengikuti latihan dari kami, stagnan hanya disitu saja. Makanya kami panggil penggantinya” ujar Benny, pada Senin (9/4). Sebelumnya, timnas memiliki empat kiper, yakni Riska Yulianti (Babel), Norfince Boma (Papua), Vera Lestari (Yogyakarta) dan Ranti Lestari Salimi (Jakarta). Riska adalah Kiper asal Klub Galanita Babel. Lalu Norfince penjaga gawang dari klub Persitoli Tolikara. Kemudian Vera memperkuat Putri Arimbi Jogja. Sementara Ranti, bergabung dengan tim futsal Tifosi FC. Kini, Prihatini, hadir di NYTC Sawangan untuk menggantikan posisi Ranti. Pemain asal SSB Benteng Muda (Tangerang), bergabung dengan skuat, sejak jumat (6/4) lalu. Pada senin (9/4) sore, Prihatini mulai mengikuti latihan bersama pemain lainnya, Benny menerapkan latihan dasar untuknya sebagai awal guna mengasah kemampuannya. “Dia punya prospek yang bagus kedepannya. Dia lincah dan berani, itu salah satu modal yang cukup untuk menjadi penjaga gawang,” bilang pria keturunan Belanda itu. Kemungkinan, Benny masih akan mencoret sektor kiper, andai ada pemain yang tak juga mengalami peningkatan selama mengikuti latihan. (Ham)

Demi Masa Depan, Tiga Pemain Timnas Putri Cuti 4 Hari Ikut UNBK

Dhanielle Daphne (depan) mendapat izin libur selama 4 hari meninggalkan TC Timnas Putri senior, untuk mengikuti UNBK di sekolahnya. (Pras/NYSN)

Sawangan- Pada Senin (9/4), menjadi hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Bebasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), di seluruh Indonesia. Hal ini juga berlaku bagi para atlet yang tengah mengikuti TC dan Seleksi sepak bola putri, jelang event Piala AFF Wanita 2018, pada awal Mei nanti, di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumsel. Timnas Putri Indonesia yang tengah melakukan pemusatan latihan di NTYC, Sawangan,  juga dihuni oleh beberapa atlet yang masih mengenyam pendidikan sekolah menengah. Diantaranya adalah Rizky Amalia Putri, Dhanielle Daphne dan Ade Mustikiana Oktaviani. Ketiga srikandi Indonesia ini dipulangkan, guna mengikuti UNBK, di sekolahnya masing-masing. Hal ini diungkapkan Rizki. “Iya, saya izin pulang mengikuti UNBK. Sebab, ujian ini kan tidak bisa dilakukan ditempat lain. Jadi, ya sesuai dengan aturan, maka saya harus pulang,” kata Rizki pada Senin (9/4). Rizki adalah siswa kelas 12 IPA di SMA Negri 1 Manyar Gresik, Jawa Timur. “Saya pulang ke Gresik, sejak Minggu (8/4), dan kembali ke pelatnas setelah UNBK selesai,” jelas dara berposisi gelandang serang ini. Sementara itu, Kepala SMA Negri 1 Manyar Abdul Gofur menyatakan pihaknya memang meminta siswanya tersebut pulang ke Gresik agar bisa mengikuti UNBK. “Sebelum dilaksanakan UNBK, kami mengirimkan surat kepada PSSI, agar siswa kami bisa pulang, untuk mengikuti UNBK, dan diizinkan,” jelas Abdul. “Pelaksanaan UNBK berbeda dengan USBN, karena pesertanya harus melaksanakannya disekolah asalnya. Tidak bisa ditempat lain, sebab aturannya seperti itu,” jelasnya lagi. Komentar serupa disampaikan Dhanielle Daphne. Pemain jangkar asal Jakarta, juga harus mengkuti UNBK. Dhanielle adalah siswa kelas 12 SMA Global Sevilla, Pulomas, Jakarta Timur. “Agak ribet sih, soalnya aku harus mondar-mandir dari mess, ke sekolah, juga ke rumah. Tapi, sudah komit, ya harus dijalanin”, ujar Dhanielle yang tertarik menjadi disain interior ini. Manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal memaklumi kondisi ini dan turut mendukung para pemain. “Mereka harus ikut UNBK di sekolahnya masing-masing, sesuai aturan yang berlaku. Dan kami berikan waktu libur selama 4 hari,” ujar Papat pada Senin (9/4). Meski dipulangkan, para pemain tak sekadar pulang dan libur. Mereka diwajibkan menjalani latihan. “Selesai UNBK pagi hari disekolahnya, mereka tetap diwajibkan latihan sore dengan tensi ringan”, ujar Papat. (Dre)  

Christopher Rungkat Jadi Kunci Bungkam Srilanka 3-1, ‘PR’ Pengurus Pelti Siapkan Petenis Muda

Christopher Rungkat masih menjadi andalan Indonesia mengalahkan Srilanka 3-1 pada Play-off Grup II Zona Asia-Oceania. Minggu (8/4). (net)

Jakarta- Tim Piala Davis Indonesia sukses membungkam Srilanka dengan skor 3-1 di Play-off Grup II Zona Asia-Oceania, di Lapangan Tanah Liat Asosiasi Tenis Srilanka, Kolombo, Minggu (8/4). Hasil itu memastikan Indonesia tetap bertahan di Grup II Zona Asia-Oceania sekaligus lepas dari ancaman degradasi. Pada hari pertama, Sabtu (7/4), tim Merah Putih bermain imbang 1-1 setelah petenis utama Indonesia Christopher Rungkat menumbangkan Sharmal Dissanayake dengan skor 6-4, 4-6, 3-0 (retired). Namun, David Agung Susanto tumbang di tangan Harshana Godamanna dengan skor 3-1, 1-6. Hari kedua, duet Christopher Rungkat/Justin Barki berhasil mengalahkan Sharmal Dissanayake/Harshana Godamanna dengan skor 6-4, 6-3. Kemenangan itu membuat Indonesia unggul 2-1 atas Srilanka. Dan, Christo menjadi pahlawan kemenangan usai menekuk petenis andalan Srilanka Harshana Godamanna pada partai keempat melalui laga rubber set, dengan skor 6-4, 4-6, 7-6(7), dalam waktu dua jam lima menit. Febi Widhiyanto, Non-Playing Captain Indonesia, mengatakan hasil tersebut sesuai dengan skenario tim. Dan, Christo selalu menjadi faktor penentu kemenangan. Hal ini merupakan formula klasik, guna bertahan di Grup II Zona Asia-Oceania seperti yang telah dilakukan dalam empat laga dibabak serupa, dalam lima tahun terakhir. “Kami bersyukur hasil ini sesuai skenario. Ganda Christo dan Justin mampu mengambil angka kemenangan dari partai ketiga. Tak ada pilihan yang lebih baik, selain memasang kembali Christo untuk memastikan kemenangan,” tutur Febi. Meski strategi untuk memainkan petenis utama Indonesia berperingkat 824 dunia itu berhasil, namun Febi, menegaskan tugas PP Pelti (Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) dalam menyiapkan petenis muda sebagai pelapis senior. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan PP Pelti periode ini. Mereka harus terus menyiapkan petenis muda sebagai pelapis guna menggantikan Christo dimasa depan,” tukasnya. (Adt)

Peta Bulutangkis Dunia Kian Ketat, Susi Susanti : Level Pemain Muda Indonesia Nyaris Sempurna

Level permainan pemain muda Indonesia di ajang ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, kini nyaris sempurna. (Pras/NYSN)

Jakarta- Legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia, Susi Susanti, menilai positif terhadap turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, akhir pekan lalu. Turnamen yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 3-8 April lalu, menyuguhkan kompetisi yang sangat baik untuk pemain-pemain muda Indonesia. “Secara teknis, level pemain muda sekarang sudah jauh lebih bagus. Bahkan hampir sempurna,” ujar peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol itu, akhir pekan lalu. Perempuan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 47 tahun silam itu, menyebut bila saat ini peta persaingan bulutangkis dunia cukup ketat. “Pebulutangkis Indonesia masih bisa bersaing dengan negara-negara lain,” tambah istri Alan Budikusuma itu. Wakil Merah Putih berhasil meraih lima gelar di ajang turnamen bulutangkis paling bergengsi di level junior itu. Lima gelar diperoleh lewat nomor Tunggal Putri U-17 (Aisyah Sativa Fatetani), Ganda Putra U-17 (Rian Cannavaro/Asghar Herfanda). Kemudian, Ganda Campuran U-17 (Muhammad Nendi Novantino/Triyola Nadia), Tunggal Putri U-15 (Ellena Manaby Yullyana), dan Ganda Putri U-15 (Mikala Kani/Febi Setianingrum). Selanjutnya, China mengantongi empat gelar (Tunggal Putri U-19, Ganda Putra U-19, Ganda Putri U-19, dan Ganda Campuran U-19). Lalu, India (Tunggal Putra U-15, dan Ganda Putra U-15), Malaysia (Tunggal Putra U-17), Korea Selatan (Ganda Putri U-17), serta Thailand (Tunggal Putra U-19). Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara turut serta di event ini. Hasil dari turnamen Jaya Raya ini, nantinya memberikan tambahan poin BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) bagi pemain di Kategori U-19. Sedangkan, untuk pemain dengan Kategori U-15 dan U-17, akan mendapatkan poin untuk peringkat BAC (Federasi Bulutangkis Asia). (Adt)

Perluas Kompetisi, Pemerintah Bidik Pencak Silat Resmi Tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

Pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi berusaha agar Pencak Silat bisa dipertandingkan di Olimpiade. (Kemenpora)

Jakarta- Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, berharap pencak silat menjadi cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di ajang Olimpiade Tokyo 2020, Jepang. Ia mengatakan pada Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, untuk pertama kalinya cabor pencak silat dipertandingkan. “Ini sebagai terobosan baru pemerintah sebagai semangat agar penjenjangan, pembinaan dan kompetisi diperluas,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, saat membuka Pekan Pesantren Nusantara 2018, Bahrul Ulum Cup II. Even ini terselenggara dalam rangka Haul Madrasah ke-103 dan Pondok ke-193 serta Haul Masyakih Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum di Gedung Serbaguna KH. Hasbullah Said Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (8/4). Pria berusia 44 tahun itu, menyatakan Pemerintah terus berusaha agar pencak silat menjadi sport olimpic yang dipertandingkan di pesta olahraga terbesar negara-negara se-dunia. “Pencak Silat adalah olahraga asli Indonesia, kita harus bahu membahu mempromosikan agar menjadi kegemaran masyarakat dunia,” lanjutnya. Peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu, menyebut syarat pencak silat bisa tampil di Olimpiade harus memiliki organisasi silat dunia yang beranggotakan paling tidak mencapai 70 negara. “Saya bersama PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia) mendirikan organisasi silat dunia, yang saat ini baru mencapi 34 negara. Syarat masuk olimpiade itu, minimal 70 negara,” tegas pria yang mengenyam Program Pascasarjana Magister Kebijakan Publik di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, pada 2017 itu. (Adt)

Strateginya Buntu, Tunggal Putra Pelatnas U-19 Akhirnya Harus Puas Jadi Runner-Up

Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (baju biru), meraih runner-up usai ditaklukkan Kunlavut Vitidsarn, 14-21 dan 9-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, harus puas menjadi runner-up turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Di partai final, Minggu (8/4), pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu gagal menaklukkan pemain unggulan satu asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada laga berdurasi 37 menit, dengan skor 14-21 dan 9-21. Ikhsan yang menempati unggulan dua mampu mengimbangi wakil Thailand itu di awal-awal gim. Lawan berhasil mengoleksi angka pertama 1-0, setelah bola pengembalian Ikhsan tak berhasil melewati net. Perolehan angka kedua pemain berlanjut. Bola pendek di depan net yang dilakukan Ikhsan gagal dikembalikan dengan sempurna oleh lawan. Skor pun berubah menjadi 3-4. Lalu, kedudukan kembar 5-5 tercipta, setelah siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan Jakarta itu sukses membuat bola bergulir dibibir net tanpa mampu dikembalikan Kunlavut. Smash backhand tajam dari Ikhsan membuat ia unggul 6-5 atas pebulutangkis Negeri Gajah Putih itu. Namun, Kunlavut mampu menutup interval gim pertama dengan skor 11-8. Tekanan yang dilancarkan pebulutangkis Thailand itu terus memberikan ancaman ke jantung pertahanan Ikhsan. Akibatnya, angka demi angka dikumpulkan Kunlavut hingga kedudukan 19-13. Lalu, bola yang tak mampu melewati net dari ikhsan memastikan berakhirnya gim pertama dengan skor 14-21. Memasuki gim kedua, Ikhsan mencoba menerapkan strategi baru. Namun, kematangan yang dimiliki Kunlavut memaksa pebulutangkis asal PB Djarum Kudus itu menyerah di interval gim kedua dengan skor 4-11. Saat kedudukan 4-15, aksi brilian ditunjukkan pebulutangkis Thailand, saat ia mampu mengembalikan bola Ikhsan yang tipis bergulir di depan net, membuat kedudukan berubah menjadi 4-16. Gelar juara untuk Kunlavut makin dekat usai ia mampu melakukan smash keras menyilang yang tak mampu dikembalikan Ikhsan untuk terjadinya game point 20-9. Bola Ikhsan yang melebar jauh dari lapangan akhirnya memastikan Kunlavut menjadi kampiun di turnamen bergengsi junior itu dengan skor 21-9. “Tadi gim pertama angkanya masih kejar-kejaran karena saya sudah tahu pola permainan lawan. Misalkan bolanya mau kemana, terus saya antisipasinya bagaimana,” ujar Ikhsan usai pertandingan. “Pas angka 11 ke atas, lawan tiba-tiba merubah pola. Saya juga ikut merubah. Tapi, strategi saya juga nggak jalan, saya mulai nge-blank,” lanjut pebulutangkis yang juga pernah bermain di ganda campuran bersama Yasnita Enggira itu. Berdasarkan catatan, kedua pemain bertemu empat kali, dua diantaranya di turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold’. Pada 2016, Ikhsan tumbang dua gim dengan skor 21-23 dan 15-21. Kemudia, pada 2017, ia juga kalah dua gim dengan skor 17-21 dan 7-21. “Dari dulu kalau ketemu dia (Kunlavut) maunya menang. Ya, mungkin kalah jam terbang. Tapi, yang pasti, saya akan terus belajar dari setiap pertemuan dengan dia,” tutup Ikhsan. (Adt) Hasil Pertandingan Final, Minggu (8/4) : Kategori U-15: 1. Tunggal Putra Pranav Rao Gandham (India) vs Justin Shou Wei Hoh (Malaysia) 21-13, 21-16 2. Tunggal Putri Ellena Manaby Yullyana (Indonesia) vs Pitchamon Opatniput (Thailand) 19-21, 22-20, dan 22-20 3. Ganda Putra Pranav Rao Gandham/Sai Vishnu Pullela (India) vs Justin Shou Wei Hoh / Mohamad Razif M Fazriq (Malaysia) 24-22, 23-25, dan 21-16 4. Ganda Putri Mikala Kani/Febi Setianingrum (Indonesia) vs Farica Abela/Ester Nurumi Tri Wardoyo 23-21, 13-21, dan 21-18 Kategori U-17 1. Tunggal Putra Jacky Jing Hong Kok (Malaysia) vs Hak Joo Lee (Korea Selatan) 21-17, 22-20 2. Tunggal Putri Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia) vs So Yul Lee (Korea Selatan) 15-21, 21-13, dan 21-19 3. Ganda Putra Rian Cannavaro/Asghar Herfanda (Indonesia) vs Muhammad Satria/Muhammad Haikal Zaki (Indonesia) 21-17, 21-18 4. Ganda Putri Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) vs Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia) 18-21, 21-17, dan 21-13 5. Ganda Campuran Muhammad Nendi Novantino/Tryola Nadia (Indonesia) vs Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyillah (Indonesia) 21-7, 20-22, dan 21-19 Kategori U-19  1. Tunggal Putra Kunlavut Vitidsarn (Thailand) vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (Indonesia) 21-14, 21-9 2. Tunggal Putri Zhiyi Wang (China) vs Zhou Meng (China) 21-15, 21-16 3. Ganda Putra Di Zijian/Wang Chang (China) vs Guo Xinwa/Shiwen Liu (China) 21-13, 22-20 4. Ganda Putri Liu Xuanxuan/Yuting Xia (China) vs Chen Yingying/Zhang Shuxian (China) 21-16, 21-18 5. Ganda Campuran Shang Yichen/Yijing Li (China) vs Wang Chang/Yuting Xia (China) 21-19, 21-19

Jelang Piala Dunia Rusia 2018, PSSI Dukung Anak Indonesia Tampil di F4F

Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project keenam yang digelar pada 8-15 Juni 2018, di Moskow, Rusia. (hargo.net)

Jakarta- PSSI mendukung keikutsertaan anak Indonesia dalam program persahabatan internasional lewat ajang Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project yang keenam, yang digelar pada 8-15 Juni 2018, di Moskow, Rusia. “Program yang bagus. Sepak bola bisa menjadi instrumen penting dan selalu relevan bagi generasi muda di seluruh dunia, untuk mempererat pertemanan demi masa depan yang baik,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PSSI Joko Driyono, dilansir Antara pada Sabtu (7/4). Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project merupakan program yang digagas perusahaan milik Pemerintah Rusia Gazprom, yang merupakan sponsor Piala Dunia 2018. Event ini dimulai sejak 2013, dan untuk edisi keenam pada 2018 ini, F4F akan melibatkan ratusan anak berusia 12 tahun dari 211 negara dan kawasan. Sebagai informasi untuk Indonesia keterlibatan di edisi keenam ini, menjadi yang pertama. Nantinya, ada satu orang anak yang menjadi duta Indonesia, berpartispasi di kegiatan tersebut. Di Moskow, anak-anak perwakilan negara tersebut akan dilibatkan dalam banyak kegiatan seperti pertandingan sepak bola Football for Friendship World Championship, diskusi dalam forum internasional Football for Friendship Children`s Forum keenam, dan mendapatkan pendidikan tentang nilai-nilai F4F. Khusus Football for Friendship World Championship digelar mulai 12 Juni dan diikuti 32 tim. Dalam satu timnya beranggotakan enam pemain (kiper, dua bek, dua gelandang, dan penyerang), anak Indonesia yang terpilih masuk dalam tim “Grizzly Bear” bersama perwakilan Kosovo, Eritrea, Ghana, Qatar, dan Guyana. Selain berbeda negara, para pemain di tim ini juga berbeda jenis kelamin dan kemampuan fisik. Hal lain yang unik, tim ini akan dilatih oleh pesepak bola muda berusia 14-16 tahun dari berbagai negara. Lainnya, nama-nama ke-32 tim itu, diambil dari hewan-hewan yang terancam punah dari seluruh benua Sementara terkait pemilihan perwakilan anak Indonesia untuk F4F, PSSI menyatakan itu merupakan wewenang dari penyelenggara. Tak ada keterlibatan Timnas Indonesia di dalamnya. “Gazprom yang memimpin inisiatif ini,” tutur Joko. Program F4F telah mendapat dukungan dari FIFA. Menurut Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura, F4F menunjukkan jik sepak bola adalah olahraga yang bisa memberikan harapan bagi anak-anak, di seluruh dunia. “Program ini contoh yang sangat bagus. Ada proses bagaimana sepak bola membuka pintu bagi semua anak dari bermacam latar belakang,” kata Fatma. (Art)

Villa 2000 Kalah 2-3 di Laga Uji Coba, Blitz Tarigan : Ingin Tandang ke Kandang Lawan

Villa 2000 (hitam) takluk dari tim Porda Bogor (merah) dengan skor 2-3, dalam laga uji coba pada Sabtu (7/4), di lapangan Villa 2000, Pamulang Selatan. (Ham/NYSN)

Pamulang- Klub Villa 2000 mengagendakan uji coba pada sabtu (7/4), melawan tim Porda Bogor, di lapangan Villa, Pamulang Selatan. Anak asuh Blitz Tarigan harus takluk dengan skor tipis 2-3. Dengan konsep trofeo, pertandingan dilakukan menjadi tiga babak, yang masing-masing babak berjalan selama 35 menit. Dan pelatih asal Medan ini menyiapkan dua tim. Pada babak pertama dan kedua, ia memainkan skuat yang akan turun di even Liga 3, sedangkan tim yang turun di babak ketiga, untuk Piala Soeratin. Tim pertama gagal mencetak angka, bahkan gawang Villa 2000 justru bobol dua kali. Sedangkan saat tim kedua merumput, meski jala mereka terkoyak sekali, namun sanggup mencetak dua gol balasan. Tak urung, Blitz sempat merasa kesal dengan peforma tim pertamanya. Lantaran mudah terpancing emosi dan terprovokasi, sehingga mengganggu konsentrasi mereka. Akibatnya, mereka tertinggal dua gol. Ia menilai ada beberapa faktor penyebab. Hal yang mempengaruhi itu yakni lawan yang usianya lebih tua dua tahun, sehingga punya pengalaman lebih, dan kondisi cuaca yang sangat terik siang itu, sehingga pemain tak fokus mengikuti skema yang diberikan pelatih. “Mereka emosi duluan gara-gara diusili lawan. Harusnya ya tetap fokus. Itu kan taktik lawan. Berbeda dengan peforma tim yang kedua tadi, lumayan terstruktur mainnya, dan bisa cetak dua gol,” ungkapnya. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini memberi catatan untuk tim pertama, agar mengurangi ego masing-masing individu, dan menjaga komunikasi antar lini, agar skema permainan berjalan baik. Sedangkan untuk tim kedua menurutnya problem penyelesaian akhir harus diperbaiki. Sebab tim ini sering mendapat peluang, namun pemain kerap blunder ketika mengeksekusi bola ke dalam gawang. “Harapannya, saat latihan berikutnya, mereka belajar apa yang kurang dari uji coba hari ini. Dan, kami ingin tiap minggu rutin uji coba. Tidak hanya di villa, sebaiknya juga away ke kandang lawan,” pungkasnya. (Ham)

Lewati Tiga Uji Coba, Timnas Putri U-16 Kini Sisakan 23 Pemain

Timnas Putri U-16 kini dihuni 23 orang pemain setelah melewati tiga kali uji coba, dan terus akan melakukan seleksi pemain hingga 20 April nanti. (Ham/NYSN)

Jakarta- Usai menjalani uji coba melawan tim putra U-13 SSB Bina Sentra, pada Kamis (5/4), Timnas Putri U-16 kembai melakukan latihan rutin pada sabtu (7/4) sore, di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung. Sesi latihan hari ini mulai difokuskan pada konsep attacking, finishing serta transisi pemain sayap. Tidak itu saja, anak asuh Rully Nere juga mulai membangun serangan dengan konsep crossing. “Kami mencoba membangun (built up) serangan dari tengah ke samping, lalu crossing ke tengah. Pemain harus fokus saat menerima bola, dan eksekusi ke gawang lawan” ujar Rully, pada Sabtu (7/4). Ia melihat laga sebelumnya saat menantang SSB Bina Sentra, timnya tampak kesulitan melakukan finishing ke gawang lawan. Salah satunya, karena timnya tak memanfaatkan lebar lapangan. “Komunikasi yang padu, bisa membuat kerangka serangan bisa terjalin rapi. Ini yang terus kami fokuskan, agar sesi menyerang dan penyelesaian peluang, dipahami dengan baik,” tukas pria 57 tahun itu. Pada momen yang sama, salah seorang pemain, harus menepi dari latihan lebih awal. Jasmine, pemain yang masih berusia 12 tahun ini, mengalami cidera engkel, kala berbenturan dengan pemain lainnya. Dibantu oleh staf fisioterapi, Jasmine menepi dan diberikan beberapa pijatan guna mencegah cidera yang lebih parah. Hingga saat ini, Rully sudah memulangkan tiga pemain. Proses seleksi pun masih terus berjalan diiringi sesi latihan. Tercatat, total seluruh pemain Timnas Putri U-16 berjumlah 23 pemain, dari 28 sebelumnya. “Kami pulangkan tiga orang sampai hari ini. Andai, ada yang lebih baik, bukan tak mungkin kembali akan kita masukkan ke tim, tapi ya tetap diseleksi terus,” tutup pria kelahiran Sentani tersebut. (Ham)

Takluk Dari Non Unggulan Asal Thailand, Tunggal Putri U-15 PB Jaya Raya Gagal ke Final

Tunggal putri U-15 asal PB Jaya Raya, Tasya Farahnailah (hijau), gagal ke final usai kalah dari pebulutangkis Thailand, Pitchamon Opatniput, 18-21, dan 12-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri U-15 asal PB Jaya Raya Jakarta sekaligus unggulan lima, Tasya Farahnailah harus menelan pil pahit. Ia gagal melangkah ke babak final turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Tasya takluk pada babak semifinal dari pebulutangkis non unggulan asal Thailand Pitchamon Opatniput, Sabtu (7/4), lewat pertarungan dua gim, dengan skor 18-21 dan 12-21, dalam waktu 28 menit. Bermain di gim pertama, kedua pebulutangkis itu tampil impresif. Angka keduanya bahkan tak berselisih jauh, hingga Pitchamon berhasil unggul diinterval gim pertama dengan skor 11-10. Tasya mengambil inisitif untuk memberikan tekanan pada lawan. Namun, pebulutangkis Thailand itu mampu meladeni permainannya, sehingga skor kembar terjadi saat kedudukan 12-12. Pitchamon berhasil menambah dua angka menjadi 14-12, dan smash yang dilancarkan Tasya bergulir dibibir net untuk kemudian mengejar ketertigalan menjadi 13-14. Saat kedudukan 16-17 untuk keunggulan wakil ‘Gajah Putih’ itu sempat terjadi rely panjang. Sayang, Tasya yang ingin menempatkan bola di depan net gagal, kedudukan berubah 16-18. Akhirnya, game point menjadi milik Pitchamon 20-17. Dan, bola pengembalian Tasya yang keluar mengakhiri pertandingan di gim pertama dengan skor 21-18. Pada gim kedua, Tasya memimpin perolehan angka 2-0. Kemudian serobotan bola di depan net yang dilakukan Tasya merubah kedudukan menjadi 4-3. Lalu, Pitchamon menyamakan kedudukan 4-4. Lagi-lagi, wakil Thailand itu mampu menutup interval kedua dengan unggul 11-9. Selepas itu, permainan wakil Merah Putih mulai goyah. Kelelahan fisik serta kehilangan feeling bermain yang dialami Tasya, memberi keuntungan bagi Pitchamon. Ia terus menambah angka hingga game point 20-11 dan menutupnya dengan skor 21-12. Pitchamon akan menantang pebulutangkis tuan rumah, yang menempati unggulan tiga Ellena Manaby Yullyana. Ellena lolos ke final usai menyingkirkan kompatriotnya, Farica Abela, dengan skor 23-21 dan 21-18. “Saya mainnya kurang sabar, feeling juga lagi tidak enak. Jadi serba salah. Apalagi fisik saya sudah habis. Lawan juga mainnya bagus,” ujar Tasya usai pertandingan. Sementara, Taufiq Hidayat Akbar, Pelatih Tunggal Putri PB Jaya Raya, mengaku kemampuan anak didiknya saat bertemu pebulutangkis asal Thailand, seperti terlihat kelelahan. Padahal, lanjut Taufiq, secara kualitas permainan Tasya di atas lawannya. “Kondisi Tasya menurun, jadi banyak mati sendiri bolanya. Kalau keluar kualitasnya, saya yakin bisa menang jauh,” tuturnya. Ia menilai Tasya bermain ngotot. “Ini jadi pengalaman berharga buat Tasya. Ada kesempatan tapi tak dimanfaatkan dengan baik. Dan soal fisik, ya harus ditingkatkan lagi,” tutup Taufiq. (Adt)

Targetkan 1000 Atlet Ikut Serta, IKASI Jabar Gelar Kejuaraan Anggar Internasional di Sentul

Kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018, akan berlangsung pada 28-29 April medatang di Sentul, Bogor, Jawa Barat. (net)

Bandung- Enam negara Asia dipastikan akan mengikuti kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018. Ajang ini rencananya digelar pada 28-29 April 2018 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Enam negara yang sudah memastikan ikut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Sementara Hongkong masih dalam penjajakan. Hal itu dikatakan Ketua Pengprov IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) Jawa Barat, Asyanti Rozana Thalib, pada Jumat (6/4) malam, di Bandung. Menurut Asyanti, kejuaraan ini dihelat guna mengukur kemampuan atlet anggar di Indonesia, khususnya Jabar agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Selama ini IKASI Jabar hanya menggelar Sirkuit anggar di beberapa daerah di Jabar. Sekarang kami mencoba menggelar event internasional dengan nama Jabar Open,” jelas Asyanti. Asyanti berharap seluruh atlet anggar perwakilan daerah di Indonesia bisa tampil di even internasional ini. “Target kami atlet yang ikut kejuaraan anggar internasional ini sebanyak 750 sampai 1000 atlet, karena kejuaraan anggar sirkuit saja rata-rata diikuti 500 atlet,” tegas politisi Fraksi PDIP ini. Asyanti juga berharap kejuaraan ini bisa membuat para atlet anggar di Indonesia bisa lebih baik lagi dan mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Dengan jumlah peserta yang banyak, ia berharap menjadi tantangan bagi atlet Indonesia. “Saya melihat Indonesia ini masih bisa menjadi juara kejuaraan anggar tingkat internasional asal rutin digelar. Rencananya Jabar Open ini akan menjadi agenda rutin IKASI Jabar,” tukas Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Jawa Barat ini memaparakan. Kejuaraan ini akan mempertandingan Kelompok Usia 12 sampai 14 tahun (KU) dan semua yang ikut akan ambil bagian merupakan para atlet yang disiapkan daerah untuk PON 2020 mendatang. “Ini sangat bagus buat mengasah persiapan mereka, dan sebelum diturunkan di ajang nasional nanti seperti PON,” tambahnya. “Dan semua nomor akan kita tampilkan yaitu, degen, floret serta sable. Atlet-atlet kita di Jawa Barat akan diturunkan semua, karena ini sangat penting bagi mereka untuk persiapan PON dan Asian Games, sekaligus untuk memberikan kesempatan bagi para atlet pelatnas,” ujar 75 persen atlet anggar sudah masuk daftar sebagai peserta. “Kita berharap, Sumsel, Sulses dan Jatim yang saat ini menjadi daerah terkuat bisa mengikuti kejuaraan ini. Agar persaingan makin ketat dan bagus untuk menguji atlet muda kita,” pungkasnya. (Art)

SIS KG Raih Juara Umum, Olimpiade SIS Pada 2019 Bakal Undang Sekolah Lain

SIS Kelapa Gading (KG) akhirnya sukses menjadi juara umum Olimpiade Olahraga Siswa SIS School Group 2018, pada Sabtu (7/4). (Adt/NYSN)

Jakarta- Atletik menjadi cabang olahraga yang terakhir dipertandingkan sekaligus menutup gelaran Olimpiade Olahraga Siswa SIS School Group 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Cenderawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/4). Event itu mengokohkan SIS Kelapa Gading (KG) sebagai juara umum dengan mengoleksi 2.120 poin. Diikuti SIS Pantai Indah Kapuk (PIK) diperingkat dua dengan 1.842 poin. Dan, SIS Bona Vista (BV) menempati urutan tiga dengan 1.399 poin. Sementara, SIS Semarang (SMG) bertengger diurutan empat mengoleksi jumlah 479 poin. Selanjutnya, diperingkat lima dihuni oleh SIS Cilegon (CLG) dengan 452 poin. Sedangkan SIS Palembang (PLB) harus puas diposisi enam dengan 436 poin. Gareth Jones, Head of Sport and Health SIS Group of Schools, mengatakan event Olimpiade Olahraga Siswa SIS School Group pada tahun ini berlangsung lancar. Bahkan, menurutnya, seluruh staf, guru, dan orang tua turut terlibat dalam memberikan dukungan demi kesuksesan event ini. “Kami senang semua orang mulai dari guru, orang tua, staf hingga petugas keamanan terlibat dan membantu kesuksesan event ini. Dan event yang dilaksanakan selama empat hari ini bisa selesai sesuai jadwal. Bahkan lebih cepat selesai dari waktu yang ditentukan saat acara penutupan,” ujar Gareth jelang acara penutupan, pada Sabtu (7/4). Diakuinya, pada event yang diadakan setiap tahun ini terdapat peningkatan kualitas. Hal itu, lanjut Gareth, dibuktikan adanya pemecahan rekor seperti pada cabang renang, lari, lempar lembing dan cakram, serta tolak peluru. “Jadi selalu ada rekor baru setiap tahun. Selain itu, partisipasi siswa untuk mengikuti event ini juga terus bertambah. Karena kami selalu melakukan evaluasi setelah event ini selesai,” tambahnya. Gareth berharap kedepannya event ini tak hanya melibatkan siswa SIS School Group saja, tapi juga melibatkan sekolah lain untuk turut berpartisipasi meramaikan persaingan diberbagai cabang olahraga. “Kami sudah memikirkan untuk sekolah-sekolah di luar SIS bisa berpartisipasi di olimpiade olahraga tahunan ini. Juga, penambahan cabang olahraga yang dipertandingkan. Mungkin kendala kami adalah soal waktu, karena event ini hanya berlangsung selama empat hari,” tutup Gareth. (Adt)

Tim Profesional AS Nyaman Pakai Sepeda Wdnsdy, Produk Lokal yang Go Internasional

Sepeda Wdnsdy, produk lokal asal Surabaya, Jawa Timur, yang go-internasional. (net)

Jakarta- Sepeda Indonesia, Wdnsdy (Wednesday), resmi turun di arena balap sepeda profesional di Amerika Serikat (AS). Tak tanggung-tanggung, mereka menjadi sponsor dari Point S Auto presented by Nokian Tyres, sebuah tim perempuan profesional yang bermarkas di negara bagian Oregon. Pada musim balap 2018, para pebalap Point S-Nokian turun menunggangi Wdnsdy AJ1, dengan warna chartreuse, bertuliskan ‘#HRDWMN’ pada bagian top tube. Frame yang terbuat dari bahan karbon terbaik ini dilengkapi dengan komponen kelas dunia. Point S-Nokian disponsori oleh produsen grupset terbesar dunia, Shimano, serta produsen komponen dan wheelset papan atas, Enve. Sebagai pelengkap, para pebalap duduk di sadel merek Fabric dan memakai power meter dari Stages. Azrul Ananda, co-founder Wdnsdy Bikes, menyebut kerja sama dengan tim professional Negara Paman Sam itu makin mempertegas misi besar perusahaannya untuk cycling di Indonesia. Yakni, memproduksi frame kelas dunia dengan kualitas tertinggi, tapi tetap terjangkau sehingga bisa terus mempopulerkan olahraga cycling di tanah air. Apalagi, perusahaan ini berpusat di Surabaya, Jawa Timur. “Ini menunjukkan keseriusan Wdnsdy di arena cycling. Frame AJ1 telah mengantongi sertifikasi UCI (Federasi Balap Sepeda Internasional), layak tampil di arena balap kelas dunia. Dan sekarang, AJ1 resmi terjun di arena balap profesional di Amerika,” terang Azrul, yang mendirikan Wdnsdy Bike bersama John Boemihardjo. Lewat Point S-Nokian, sepeda Wdnsdy akan turun di balapan-balapan terbesar seri nasional di negara Adikuasa itu. Tim ini punya sejarah baik, terlebih eksis sejak lebih dari sepuluh tahun lalu. Tahun ini adalah tahun ke-5 Point S-Nokian di arena profesional. Point S-Nokian pernah meraih peringkat 1 dan 2 overall di seri nasional Criterium AS, termasuk sejumlah kemenangan seri dan banyak lomba lain di berbagai negara bagian di negara Donald Trump itu. Sedangkan pada awal musim 2018, Point S-Nokian langsung meraih hasil baik. “Kami finis di urutan tiga overall di Valley of the Sun Stage Race. Posisi top ten di Chico Stage Race juga kami cetak, termasuk urutan empat time trial,” tutur Molly Cameron, pemilik sekaligus manajer Point S-Nokian. Ia mengaku sangat senang bisa menjalin kerja sama dengan Wdnsdy. “Atlet-atlet kami sudah menunggangi sepeda Wdnsdy selama beberapa pekan, dan mereka langsung takjub. Sepeda AJ1 sangat nyaman dan responsif. Handling-nya stabil. Para mekanik kami juga senang, karena sepeda itu begitu mudah untuk dikerjakan. Wdnsdy melakukan hal-hal baik dan melakukannya dengan baik!” puji Molly. (Adt)

Ajang China Master 2018, Jadi Bahan Evaluasi PP PBSI Sektor Ganda Putri

Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda (kiri), saat masih berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani. (badmintonindonesia)

Jakarta- Turnamen China Masters 2018, pada 10-15 April nanti, Indonesia bakal menurunkan tiga pasangan ganda putri. Yakni Nitya Krishinda Maheswari/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda/Meirisa Cindy Sahputri dan Rosyita Eka Putri Sari/Yulfira Barkah. Di ajang itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melakukan evaluasi terhadap ketiga pasangan tersebut, karena duet-duet itu merupakan kombinasi baru. Sebelumnya, Anggia berpasangan dengan Ketut, Nitya bersama Yulfira. Sedangkan Cindy bersama Nisak Puji Lestari. Sementara bagi Rosyita, ini adalah turamen pertamanya setelah mengalami cedera lutut di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada turnamen Osaka International Challenge 2018, Anggia/Cindy harus terhenti dilaga pertama, dan Nitya/Ketut di babak kedua, sedangkan Rosyita/Yulfira di babak perempat final. Chafidz Yusuf, Asisten Pelatih Ganda Putri PP PBSI yang mendampingi para pemain di Osaka, menyebut penampilan para pemain ganda putri akan kembali dievaluasi di China Masters 2018. “Kombinasi pasangan baru ini baru bisa dievaluasi di dua atau tiga turnamen. Itu pun diawali dari turnamen level international challenge. Beda dengan pasangan junior, yang disiapkan untuk jangka panjang,” ujar Chafidz seperti dikutip situs resmi PBSI, Jumat (6/4). “Mereka yang tampil di Osaka, memang pasangan baru. Tapi, secara individu sudah sering ikut turnamen. Jadi, fase penyesuaian, mestinya bukan masalah lagi. Coach Eng Hian juga beberapa kali memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini,” sambungnya. “Kami lihat nanti di China Masters. Faktor usia para pemain yang tak terpaut jauh, dan pengalaman, saya rasa waktu menyesuaikan diri itu bisa diatasi, karena mereka juga dilatih di Pelatnas,” terang Chafidz. Setelah China Masters 2018, nantinya beberapa pemain Indonesia itu akan mengikuti turnamen Malaysia International Challenge 2018, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-22 April 2018. (Adt)