Imbang lawan Tim Putra Senior, Satia Bagja: Pemain Tidak Meliuk-liuk Seperti Kemarin

Melawan tim putra Gunungkidul United Senior (merah), hasil imbang 1-1 diraih Timnas Putri Senior, pada Rabu (25/4). (Ham/NYSN)

Sawangan- Timnas Putri Indonesia Senior kembali merumput pada Rabu (25/4) sore, dalam laga uji coba kontra tim putra Gunungkidul United Senior, yang berlangsung di NYTC Sawangan Depok, Jawa Barat. Pasca kalah 1-2 melawan tim putra U-13 dari SSB Villa 2000, anak asuh Satia Bagdja pada laga ini dapat mengimbangi tim lawan, yang mayoritas bermaterikan pemain berusia diatas 50 tahun, dengan skor akhir 1-1. Sempat unggul di awal babak kedua dengan gol tunggal dari Tugiyati, namun sayang pada akhir babak si kulit bundar berhasil membobol jala Timnas yang dijaga Riska Yulianti. “Kesalahan kemarin sudah diperbaiki, pemain fokus dengan keputusan yang harus diambil. Tak perlu lagi meliuk-liuk seperti kemarin, permainan membaik,” ujar Satia Bagja, pelatih Timnas Putri Senior, pada Rabu (25/4). Menurut Satia, para pemain mulai memahami skema permainan, penempatan posisi, dan pemanfaatan lebar lapangan. Hal ini sudah bisa dikuasai dengan baik, meski tim terus mendapat tekanan dari lawan. Satia juga memberikan komentarnya soal rencana keberangkatan timnya ke Palembang, Sumatra Selatan, jelang AFF Women’s Championship 2018 atau Piala AFF Wanita 2018. “Belum tau kapan berangkat dan berapa lama disana. Lagipula disini (Sawangan) enak, latihan bisa tiap hari, penginapan juga ada. Kalau kami datang lebih awal di Palembang, nanti bingung latihan dimana, menginap harus sewa hotel,” jelas pria yang berprofesi dosen UNJ ini. Kepastian Tim Srikandi Merah Putih terbang ke Palembang, bakal diketahui usai melakoni laga uji coba versus klub profesional Putri dari Thailand, pada 30 Mei mendatang. AFF Women’s Championship 2018 atau Piala AFF Wanita 2018, akan dihelat mulai 1 Juli – 14 Juli, di Palembang, Sumsel. Hingga saat ini total pemain Timnas Putri Senior berjumlah 36 orang. (Dre) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2 Timnas Putri vs Gunungkidul United Senior : 1-1

Besok Lawan UNJ 50 Tahun Ke Atas, Timnas Putri Senior 1 April Siap-siap Ke Palembang

Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan dijadwalkan akan segera berangkat menuju Stadion Jakabaring, Palembang, jelang persiapan Piala AFF Wanita pada Mei nanti. (Ham/NYSN)

Depok- Tak terasa sudah 18 hari lamanya Timnas Putri (Seleksi) berlatih di NYTC (National Youth Training Center), Sawangan, Depok, Jawa Barat. Usai latihan pada Jumat (23/3) pagi, Pelatih Timnas putri, Satia Bagja membeberkan fokus latihan anak asuhnya. “Latihan hari ini menekankan pada strikernya biar strong , bola tidak mudah lepas dari pemain dan beberapa sesi permainan passing cepat. Anak-anak banyak peningkatan latihan”, kata Satia pada Kamis (23/3). Rencananya, pada Sabtu (24/3) pagi, Timnas Putri senior akan kembai menggelar Uji coba melawan tim UNJ umum yang diperkuat pemain usia 50 tahun ke atas. Mengenai seleksi srikandi sepak bola Indonesia masih terus berlangsung dan fokus menerapkan skema permainan dari pelatih. “Soal seleksi, ya ini masih berlangsung untuk AFF Women dan Asian Games 2018. Kita selalu fokus latihan, dan proses seleksi sambil berjalan,” terangnya. Timnas Putri dijadwalkan menjalani pemusatan latihan nasional (TC) di Palembang, Sumatra Selatan, yang merupakan lokasi pertandingan resminya. Satia mengatakan latihan di Palembang sangat diperlukan yang salah satunya untuk adaptasi lapangan serta untuk pemantauan pemain hasil dari seleksi yang dilakukan di Sawanga. “Rencananya TC di Palembang nanti 1 April. Selama di sana, kami juga menjadwalkan uji coba baik dengan tim lokal dan manca negara,” tukas pria 57 tahun awal Maret lalu. Sementara, Manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal meyebut bila kepastian keberangkatan ke Palembang akan ditentukan pada Senin (26/3). “Soal ke Palembang masih dikoordinasikan, mungkin Senin nanti keputusannya,” ujar Papat pada Jumat (23/3). Menurut dia, selama pemusatan latihan baik untuk menghadapi Piala AFF Putri 2018 dan Asian Games 2018, Timnas putri juga dijadwalkan menjalani 27 pertandingan uji coba. Banyaknya uji coba karena di Indonesia tak mempunyai kompetisi khusus putri. Untuk lawan asing, ia berharap bisa berhadapan dengan tim-tim kuat karena persaingan pada dua event yang dihadapi cukup berat. Negara yang menjadi bidikan adalah China dan India. Kedua negara ini dinilai tepat untuk menjadi lawan uji coba. Sesuai jadwal, timnas putri bakal turun di Piala AFF Putri 2018 pada 1-10 Mei. Adapun lawan yang akan dihadapi oleh Zahra Musdalifah dkk adalah Vietnam, Myanmar, dan Filipina. Stadion yang bakal digunakan dalam event itu yakni Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Untuk kejuaraan ini, Timnas ditargetkan masuk semifinal. (Dre/Ham)

Timnas Putri Minim Lawan Uji Tanding, Akhirnya Diadu Pelatih Kursus Lisensi B

Timnas Putri akan menghadapi tim pelatih kursus Lisensi B AF, sebagai lawan uji coba. (bola.com)

Jakarta- Kondisi pemain seleksi Timnas Senior Putri saat ini sudah memasuki fase persiapan eliminasi skuad. Pelatih Timnas, Satia Bagja memastikan jika beberapa nama sudah mulai disaring. “Proses pemilihan pemain sudah mulai dilakukan. Secara bertahap, lima pemain akan tereleminasi tiap pekan. Itu rencana yang sedang kami siapkan saat ini,” tutur Satia pada Jumat (9/3), Camp National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan. Sejak Selasa (6/3), 40 pemain telah melewati 7 sesi latihan ketat secara simultan. Mulai dari fisik, teknik hingga taktik bermain. Lantaran tingginya tingkat intensitas latihan, beberapa pemain mengalami kesulitan. “Selama ini, mereka memang tidak pernah bertemu dengan program latihan yang rutin. Jadi, wajar kondisi mereka saat masuk TC ini mengalami penyesuaian yang luar biasa,” tukas pria berambut putih ini. Tak memiliki klub permanen dan aktif dalam kompetisi, menyebabkan beberapa pemain mengalami problem seperti mudah lelah, hingga kram kaki akut saat melakukan games. Hal ini juga dipahami Satia. “Sengaja tim pelatih menggeber simulasi latihan yang memainkan situasi pertandingan. Supaya mereka terbiasa dalam menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Maklum, jam terbang mereka ini rata-rata minim,” tegas sosok yang dekat dengan Rahmad Darmawan ini. Selain jarang tampil bertanding secara periodik, Timnas Putri juga kesulitan mencari lawan latih tanding. Tak adanya klub sepakbola putri yang berkualitas, memaksa tim pelatih menyiapkan skema melakukan uji coba melawan Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra. Selain itu, pada Sabtu (10/3) pagi, Laskar Srikandi Indonesia yang akan turun di event Asian Games 2018 dan Piala AFF Wanita ini disiapkan menantang rombongan tim Pelatih yang tengah melakukan kursus pelatih lisensi B AFC di NYTC. “Ya itu, karena belum ada lawan yang siap, kami memilih akan menjajal tim pelatih kursus sebagai lawan uji coba,” sebut Benny Van Breuklen, pelatih kiper Timnas Putri. (Dre)

Seleksi Timnas Putri Banyak Usia 19 Tahun, Legenda Indonesia Beri Catatan Khusus

Rahma Wulan (depan), salah satu striker dalam seleksi Timnas Putri Indonesia. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satia Bagdja, secara bertahap mulai menekankan tentang latihan organisasi permainan serta penguasaan bola yang diberikan pada peserta seleksi. “Ini masih tahap seleksi. Cuma pengenalan taktik dan formasi saja serta mengutamakan penguasaan bola. Postur pemain rata-rata kecil dan ini kelebihannya. Kita punya agility dan kecepatan,” ungkap Satia pada Rabu (8/3) di di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Namun, di awal pekan tahap seleksi Timnas Putri, masih terkendala adaptasi bermain dan status di klub yang tidak permanen, sehingga jarang latihan. Hal ini disampaikan Papat Yunisal, manajer Timnas Putri Indonesia. “Proses adaptasi antara satu pemain dengan yang lain, masih jadi prolem. Belum lagi status di klub yang tidak permanen, jadi menyesuaikan dulu dengan pola latihan Timnas”, ungkap Papat yang rutin mendampingi proses seleksi ini. Papat menambahkan dengan rataan usia pemain di angka 19 tahun, maka pengamalan berlatih dan bermain dalam tensi tinggi, tentu ini menjadi catatan. Mantan pelatih sepak bola putri Timnas Indonesia, Rully Nere yang hadir di sela-sela latihan pada Selasa (6/3) sore, amat mengkritisi soal ini. “Saran saya, materi timnas kali ini untuk pemain usia muda ya ditahan dulu. Kalau latihan atau seleksi, memang bagus untuk mental. Tapi untuk masuk timnas, terutama untuk event seperti Asian Games dan Piala AFF Wanita 2018, ya nanti dulu,” tegas pria asal Sentani, Papua ini. Ia mengkhawatirkan kondisi psikis pemain muda mudah down, jika bertemu dengan negara lain yang punya jam terbang dan prestasi mapan, seperti Australia, Jepang atau Korea Selatan. “Idealnya, komposisi pemain timnas senior itu usia yang 23 tahun ke atas, supaya mental bermain juga terjaga. Di level sepakbola putri, pengalaman itu salah satu bekal yang utama membangun tim,” tegasnya. (Dre)

Jadwal Piala AFF Wanita 2018 Maju, Timnas Putri Gelar Seleksi Lebih Cepat

Mitra Nur Fajriana (rompi oren) dalam seleksi Timnas Putri Indonesia di Sawangan. (bola.com)

Sawangan- Timnas Putri Sepak Bola Indonesia resmi menyeleksi pemain, yang dimulai Selasa (6/3) pagi, di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Seleksi dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi event Asian Games dan AFF Womens Championship (Piala AFF Wanita) 2018. Seleksi diikuti 40 pemain dan berlangsung selama satu bulan hingga 5 April mendatang. Pelatih Satia Bagdja dibantu Alex sebagai asisten pelatih, dan Beny Van Breukelen sebagai pelatih kiper. Satia Bagdja, mengaku terkejut dengan peforma pemain yang mengikuti seleksi. “Sangat surprise, karena banyak pemain yang ngerti teknik bola dibandingkan yang dulu. Tapi kita masih menunggu beberapa pemain dari Papua”, kata Satia, Selasa (6/3). Satia juga memastikan bila program saat ini fokus untuk seleksi dan pemusatan latihan. “Kami harus mengejar waktu. Karena agenda Piala AFF, jadwalnya maju dari 1 Mei sampai 10 Mei, yang awalnya akan berlangsung bulan Juni,”, tambahnya. PSSI menargetkan Timnas Putri bisa menembus 10-besar Asian Games dan semifinal di Piala AFF Wanita 2018. Sebagai tuan rumah, Indonesia tak ingin prestasi Timnas Putri terpuruk di dua ajang itu. “Ada 40 pemain yang masuk list. Mereka berasal dari turnamen Women’s Football Road To Asian Games Piala Pertiwi yang dilaksanakan PSSI di Palembang, Desember 2017. Selain itu, ada juga dari pengamatan tim pelatih,” beber manajer Timnas Putri Indonesia, Papat Yunisal, pekan lalu. “Seleksi dilakukan, sebelum memasuki program pemusatan latihan (TC). Pelatih sudah punya program untuk Piala AFF Wanita 2018 dan Asian Games. Dalam setiap TC kami agendakan uji coba,” imbuh Papat yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Menilik ke belakang, timnas sepak bola perempuan Indonesia sebetulnya pernah disegani di level Asia. Prestasi terbaik mereka kala menjadi semifinalis pada Piala Asia 1977 dan 1986. Sayang, perlahan prestasi sepak bola kaum hawa Indonesia meredup. Ditengarai, salah satu penyebabnya adalah pembubaran pengurus Liga Sepak Bola Wanita (Galanita) pada 1993. (Dre) 40 Pemain Seleksi Timnas Putri Indonesia Kiper 1. Riska Yulianti (Babel) 2. Norvince Boma (Papua) 3. Vera Lestari (DIY) 4. Debi Puspita (Sumsel) Belakang 6. Sherly Eka (Babel) 7. Novia Jigibalon (Papua) 8. Dopimina Kogoya (Papua) 9. Nurlaili Khomariyah (Sumsel) 10. Arynda C Rahmawatie (Sumsel) 11. Een Sumarni (Jabar) 12. Ela Wati (Kalbar) 13. Prihatini (Banten) 14. Iyya Lovista (Banten) 15. Sri Devi CB (Jakarta 69) Tengah 16. Ade Mustika (Babel) 17. Rani Mulyasari (Babel) 18. Rulin Aspalek (Papua) 19. Regina Wonda (Papua) 20. Dwi Aprilia (DIY) 21. Jesica Virginia (Sulsel) 22. Dhanielle Daphne (Jabar) 23. Susi Susanti (Kalbar) 24. Mepi Pia (Kalbar) 25. Carlo Bio Pattinasarani (Banten) 26. Mitha Nurfajriana (Sulsel) 27. Risqiyanti (Jateng) 28. I Dewa Ayu Ratnasari (Bali) Depan 29. Vivi Oktavia Riski (Babel) 30. Yudith Herlina (Papua) 31. Feibe Pekey (Papua) 32. Riski Amalia Putri (Sumsel) 33. Risna Delila Putri (Jabar) 34. Ria Ristiani (Jabar) 35. Tugiyati, (Kalbar) 36. Syenida Meryfandia (Kalbar) 37. Ayu Risky (Persab Brebes) 38. Jasmine Martina (Pro Direct Academy) 39. Zahra Musdalifah (Banten) 40. Rahma Wulan Aprilita (Jaya Kencana Angel)