Demi Stok Bibit Atlet, PRSI Gelar Kejuaraan Polo Air U-12 di Kampus

PB PRSI membuat terobosan dengan mengadakan pertandingan cabor Polo Air U-12 dalam LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) di UPH. (viva.co.id)

Jakarta– Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) membuat terobosan dengan mengadakan perlombaan LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) yang diikuti untuk U-12, pada Sabtu (28/4). Perlombaan U-12 tersebut ternyata cukup diminati para atlet cilik. Ini dibuktikan dengan peserta yang mengikuti ajang tersebut. Ada enam regu polo air U-12 yang diselenggarakan di Universitas Pelita Harapan (UPH). Komisi Teknik PB PRSI, Dean Baldwin mengatakan, pihaknya ingin mencetak atlet polo air sejak dini. Oleh karena itu digelar kejuaraan U-12. “Peminatnya cukup banyak dan antusias sekali. Atlet-atlet ini pun banyak dari Jawa Barat dan perlombaan U-12 ini akan terus kami gelar bersamaan dengan LISCA,” katanya Sabtu (28/4). “Nantinya, setiap regu yang memenangkan perlombaan ini sesuai dengan klasifikasi baik sekolah atau universitas akan mendapatkan piala bergilir,” lanjutnya. Perlombaan tersebut pun turut dipersiapkan agar para atlet dapat meneruskan jenjang perlombaan polo air seperti di Asian ataupun SEA Games. “Intinya kira bentuk atlet di sini agar dapat mengikuti tahapan selanjutnya baik dari LISCA ataupun jenjang perlombaan lain,” ungkapnya. Sementara itu, Aldi, salah seorang atlet yang tergabung dalam klub Tirta Sriwijaya mengatakan, ia cukup antusias kejuaraan ini dan berharap dapat mengikuti perlombaan lebih besar. “Kami latihan seminggu tiga kali, dan ingin ikut perlombaan lebih besar lagi seperti Asian atau SEA Games. Untuk cabang olahraga ini, memang sengaja dipilih karena awal saya ini memang suka renang dan mencari apa olahraga yang bisa dilakukan sembari berenang,” kata Aldi. Selain U-12, PRSI juga menggelar kejuaraan di atas usia 12 tahun. Untuk usia tersebut ada delapan regu yang mengikutinya. Pertandingan polo air yang diadakan setahun dua kali ini diikuti oleh delapan regu dengan dua regu yang berasal dari luar Jakarta yakni, Palembang dan Jawa Barat. (art)

Okky Splash Youth Soccer League U-12 Bergulir, Menpora : Tanpa Swasta, Pemerintah Sulit

Menpora Imam Nahrawi berharap melalui Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 muncul pesepabakbola berbakat seperti Egy Maulana Vikri. (net)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bermitra dengan PT Suntory Garuda Beverage, perusahaan minuman terkemuka tanah air menggelar event sepakbola usia muda U-12. Festival bertajuk Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 ini akan digelar di enam kota seperti Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan wilayah Jabodetabek. OSYSL saat ini memasuki tahun kedua. Pada 2017 pelaksanaannya hanya melibatkan tim di wilayah Jabodetabek semata. Mulai 2018, OSYSL hadir di enam kota. Seri pertama telah sukses digelar di Surabaya sejak 3-11 Maret 2018. Ada 30 klub SSB yang tampil di tiap kota penyelenggara. Berikutnya, OSYSL akan hadir di Malang (30 Maret-8 April), Yogyakarta (21-29 April), Semarang (30 Juni-8 Juli), Bandung (14-22 Juli), dan Jakarta (28 Juli-5 Agustus). Pasca gelaran tiap kota, tim pemenang di tingkat regional maju di Okky Splash National Championship. Fase Nasional, OSYSL 2018 berlangsung pada 11 September di Jakarta. Pihak penyelenggara juga menggandeng Indonesia Junior Soccer League (IJSC). IJSC berpengalaman mengelola berbagai event sepak bola dibawah usia 12 tahun. “Kami pilih pemain-pemain terbaik dan masuk dalam satu tim. Mereka mewakili Indonesia di event Singa Cup 2018 di Singapura,” ucap Head Grup of Cup Suntory Garuda Beverege, Martinus Rezal. Nantinya penyelenggara menyeleksi khusus 16 pemain terbaik yang lolos Okky Splash Youth Soccer Team Indonesia guna bermain di Singa Cup 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mendukung digelarnya OSYSL. Imam berharap, kejuaraan ini bisa diselenggarakan di seluruh kota di Indonesia. “Tahun ini enam kota, semoga selanjutnya bisa diselenggarakan di seluruh 514 kabupaten/kota,” ujar Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3). Imam melihat, gelaran ini sangat bagus dan harus rutin dijalankan. Pria asal Bangkalan, Jawa Timur ini menyebut pemerintah tak bisa jalan sendiri untuk memajukan sepak bola Indonesia. “Okky berpengalaman menyelenggarakan kompetisi usia dini dan pemerintah tak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pihak lain. Fasilitas hanya bisa diberikan 13 persen dari pemerintah, selebihnya disediakan oleh swasta,” katanya. Selain itu, ia berharap para pemain OSYSL dapat semakin terasah kemampuannya. Pria berusia 44 tahun ini yakin akan ada calon pemain tim nasional (timnas) Indonesia yang lahir dari ajang ini. (Dre)