Darurat Center, Timnas Basket Asian Games 2018 Butuh Pemain ‘Asing’ Berpostur Bongsor

Para pebasket yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional basket putra Asian Games 2018, sedang berlatih GOR Soemantri Brodjonegoro, Rabu (16/5). (kompas.com)

Jakarta- Timnas basket putra Indonesia terus berbenah guna menghadapi Asian Games 2018. Salah satunya dengan mencari secepatnya pemain naturalisasi yang akan masuk dalam tim. “Kita harus berbenah terus, melakukan perbaikan. Paling mendesak kita butuh secepatnya pemain naturalisasi,” ujar Pelatih Tim Nasional Basket Putra, Fictor Roring, pada Rabu (16/5). Saat tampil di ajang FIBA Asia Champions Cup SEABA di Thailand, beberapa waktu lalu, Indonesia yang menurunkan klub Pelita Jaya diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah Adrian Forbes dan Jaleel Roberts. Namun Ito, sapaan akrab Fictor Roring, justru tak puas dengan penampilan keduanya. Bahkan ia menyebut masih lebih baik penampilan pemain asing yang berlaga di ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim kemarin. “Dua pemain asing yang memperkuat Indonesia di Thailand kemarin sangat mengecewakan. Masih lebih bagus pemain asing yang tampil di IBL” ujar Ito. Ia menjelaskan, keberadaan pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan untuk tim. Terutama untuk posisi center dengan postur tubuh yang tinggi besar (big man). Hal itu agar kualitas permainan Indonesia bisa bersaing dengan sejumlah negara lain peserta Asian Games 2018. “Kita butuh pemain bigman. Apalagi Christian Ronaldo Sitepu (Satria Muda) sudah pilih pensiun. Center muda Vincent Kosasih, sedang bermain di 3×3 pada Asian Games 2018 nanti,” ujar Ito. Selain itu, center muda lainnya, Adhi Pratama juga mengalami cedera. Sehingga dirinya terpaksa kembali memanggil center senior, Ponsianus “Koming” Indrawan, untuk bergabung di Pelatnas Asian Games. “Kita benar-benar darurat center. Semoga secepatnya saya dapat pemain naturalisasi untuk posisi bigman,” kata Ito. Ito harus berpacu dengan waktu. Sebab batas terakhir pendaftaran pemain Asian Games 2018 adalah pada 30 Juni 2018. Negara-negara lain sudah memiliki pemain naturalisasi dengan kualitas yang bagus. Indonesia sebetulnya sudah memiliki empat pemain naturalisasi yakni Jamarr Johnson, Ebrahim Enguio Lopez, Anthony Hargroove Jr, dan Anthony Wayne Cates Jr. Namun, performa keempat pemain itu, dirasa kurang bisa mendongkrak performa Timnas Indonesia sehingga PP Perbasi mencari opsi lain. Saat ini Timnas menjalani Pelatnas di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta Selatan. Ito mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pemain yang masuk dalam pelatnas. “Kita lihat perkembangan mereka. Kalau Adhi diganti Koming karena faktor cedera. Kita lihat apakah pemain lainnya memang layak di pertahankan di Pelatnas Asian Games 2018 atau akan ada yang diganti,” kata Ito. Disinggung mengenai porsi latihan di bulan Ramadhan, Ito mengaku memang telah melakukan penyesuaian. Seperti meniadakan latihan di pagi hari dan dialihkan ke sore hari mulai pukul 16.00 WIB. “Selama bulan Puasa, latihan dialihkan sore hari. Mulai pukul 16.00. Saat buka puasa tiba kita akan break. Jadi selama puasa ini, pemain yang muslim akan buka puasa di lapangan,” kata Ito. Rencananya pelatnas basket putra akan melakukan training camp di Amerika selama dua pekan. “Kita akan berangkat ke Amerika pada 26 Mei, dan akan kembali ke tanah air sebelum Lebaran Idul Fitri yakni pada 11 Juni 2018,” ujar Ito. (Art)

Atlet Paralayang Butuh Jam Terbang, Menpora : Paralayang Paling Potensial Raih Emas

Menpora Imam Nahrawi bertemu atlet Pelatnas Asian Games 2018 cabang olahraga Paralayang, di halaman Istana Negara, pada Rabu (16/5). (kemenpora)

Jakarta- Cabang olahraga (Cabor) Paralayang untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang Asian Games 2018, dan diikuti 18 negara. Dengan banyaknya atlet berprestasi dari Indonesia, maka paralayang diharapkan mampu meraih medali emas pada multievent olahraga terbesar di Asia itu. Kepada para atlet, pelatih dan manager paralayang, Menpora Imam Nahrawi saat bertemu atlet Pelatnas Paralayang di Istana Negara, mengungkapkan jika laporan pertamanya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait cabor yang berpotensi emas adalah paralayang. “Laporan pertama saya ke Presiden Joko Widodo, cabor yang berpotensi emas adalah paralayang. Dan, pada semua menteri saya katakan paralayang berpotensi raih emas,” ujar Imam usai Sidang Kabinet Paripurna dengan tema Persiapan Peluncuran Online Single Submission (OSS), di Istana Negara, didampingi Mulyana (Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga), Rabu (16/5). Terkait lawan yang patut diwaspadai di Asian Games nanti, Gendon Subandono, Pelatih Kepala Paralayang Tim Indonesia, menyebut Thailand, China, Korea Selatan, Nepal, dan Jepang. “Insyah Allah, kita akan berkunjung ke pelatnas paralayang, karena masih ada beberapa cabang olahraga yang belum dikunjungi termasuk cabor paralayang,” cetus menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Gendon menambahkan para atlet Paralayang harus lebih banyak mendapat jam terbang. “Sejauh ini, latihan biasanya dilakukan di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat,” tutur Gendon. Dalam kesempatan itu, Imam melakukan dialog terkait fasilitas, honor, petugas message hingga menu makanan. “Honor lancar ya?” tanya Imam. “Lancar,” jawab atlet. “Kalau fisioterapi atau massage bagaimana?” tanya Imam lagi. “Kalau massage, masseur yang ada sekarang ini adalah masseur lokal untuk cowok, yang cewek belum ada,” jawab Gendon. “Untuk massgae bisa diambil dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta),” timpal menteri peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Pembajakan Tayangan Piala Dunia 2018, FMA Lakukan Teguran Hingga Somasi

David Kim, CEO & Chairman FMA, bakal mengambil tindakan hukum terhadap pembajakan tayangan Piala Dunia 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Masyarakat Indonesia dikenal sebagai salah satu penggila sepak bola terbesar di dunia. Sehingga pembajakan tayangan Piala Dunia 2018 dimungkinkan terjadi dan dilakukan sebagian oknum yang tak bertanggung jawab berupa tayangan livestreaming di dunia maya tanpa izin dari pemegang hak siar. Guna mengantisipasi hal itu, Futbal Momentum Asia (FMA) sebagai pemegang lisensi resmi hak siar Piala Dunia 2018, bakal mengambil tindakan tegas berupa teguran hingga melayangkan somasi. David Khim, CEO & Chairman FMA, mengatakan beberapa hal terkait pembajakan tayangan Piala Dunia 2018 yakni pembajakan langsung dari pengguna konten, dan pembajakan yang dilakukan perusahaan yang menjual konten Piala Dunia 2018 secara ilegal kepada pelanggannya. “Yang kami khawatirkan, pembajakan yang dilakukan oleh orang atau perusahaan yang menayangkan secara ilegal. Kemudian para operator televisi kabel lokal,” ujar David, di Jakarta, Senin (14/5). Di Indonesia, lanjut David Kim, terdapat 9.000-10.000 televisi kabel lokal, dan merupakan perusahaan yang tak memiliki lisensi resmi. “Mereka memakai konten secara ilegal. Bagi perusahaan ini jelas menguntungkan karena mereka tidak mengeluarkan uang untuk membeli lisensi,” tambahnya. Kekawatiran lainnya, sebut David, yakni penggunaan kabel satelit. FMA memberikan hak siar pada Transmedia dan Televisi Satelit K-Vision. “Namun, di media sosial banyak yang mengklaim hak siar Piala Dunia 2018. Jika ada pihak-pihak lain yang mengklaim mereka memiliki hak siar maka itu sudah melanggar,” cetusnya. “FMA secara hukum sudah melakukan tindakan berupa teguran dan somasi. Untuk surat teguran sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Kami juga melakukan monitoring terhadap penggunaan televisi kabel di daerah, serta bekerjasama dengan badan hukum guna memproses pelanggaran hukum yang terjadi,” tuturnya. “Sejauh ini perusahaan yang kami berikan teguran mengakui bila mereka melakukan kesalahan dengan menyiarkan konten secara ilegal,” tutup David. (Adt)

Jalani latihan dua bulan, Satia Bagja Keluhkan Pola Komunikasi Timnas Putri Senior

Timnas Putri Senior (Hijau) unggul 7-1 atas klub sepak bola putri asal Yogjakarta, Pansa FC, pada Sabtu (12/5). (Ham/NYSN)

Sawangan- Sudah dua bulan, Timnas Putri Senior menjalani rangkaian TC dan latihan yang dilaksanakan di National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat, sejak awal Maret hingga Sabtu (12/5). Beberapa laga uji coba dilaksanakan guna mengevaluasi perkembangan pemain selama mengikuti instruksi pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja. Pada Sabtu (12/5), anak asuhnya kembali merumput guna menjalani uji coba, menantang klub sepak bola putri asal Yogyakarta, Pansa FC. Satia membeberkan perkembangan anak asuhnya pasca laga. Menurut dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, perkembangan dan kualitas bermain kini cukup pesat, salah satunya penguasaan dan kontrol bola. “Saat tim ketiga bermain, mereka melakukan kombinasi serangan, di dalam kotak pinalti. Berani memainkan bola-bola pendek dan berapa kali mereka lakukan itu. Biar permainan kita tak monoton, hanya lari-angkat, gitu terus,” tutur Satia. Namun yang menjadi catatan bagi pria berusia 57 tahun tersebut yakni perihal finishing yang dilakukan Zahra Musdalifah dkk. Beberapa pemain kerap menunda kesempatan untuk melakukan tendangan. Aksi seperti meliuk-liuk, atau mengumpan kepada teman saat peluang terbuka, menjadi perhatian Satia. Selain finishing, kerjasama antar pemain juga masih harus diperhatikan. Penting dilakukan oleh pemain saat bermain untuk berkomunikasi dengan rekan satu tim. Saat melakukan serangan, pemain kerap salah komunikasi dengan kawan. Akibatnya counter attack datang dari lawan. Meski saat ini kerangka tim terbentuk menjadi tiga, Satia masih melakukan ‘bongkar-pasang’ guna memaksimalkan kemampuan pemain. Beberapa nama kualitasnya justru tak berkembang. Namun ada juga yang progresnya bagus. “Misal dari posisi sayap dari Papua, Yudit. Meski usia senior diantara teman-temannya, dia masih mumpuni saat pegang bola, lari kedepan terus crossing, makanya bongkar pasang masih perlu” tambahnya. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2 Timnas Putri vs Gunungkidul United Senior : 1-1 Timnas Putri vs UNJ Putri Umum : 10-0 Timnas Putri vs Pansa FC : 7-1

Dua Kali Uji Coba dengan Thailand Saat Ramadan, Pelatih Timnas Putri Kecewa

Timnas Putri Senior (hijau) dijadwalkan melakukan dua kali uji coba dengan klub putri asal Thailand, di Palembang, Sumsel. (Ham/NYSN).

Sawangan- Datangnya bulan Ramadan dan ibadah puasa sebulan penuh bagi umat muslim, bukan halangan bagi Timnas Putri Senior melanjutkan jalannya TC latihan. Hal ini demi memantapkan persiapan jelang tampil di Piala AFF 2018 Womens Championship Juni mendatang, serta perhelatan Asian Games 2018, pada Agustus. “Kami agendakan libur selama tiga hari yakni 15-17 Mei, di awal Ramadan. Dan kembali latihan, pada Jumat (18/5) sore”, ungkap Satia Bagja, Pelatih Timnas Putri Senior, pada Sabtu pagi (12/5). Proses latihan di bulan Ramadan, tetap berlangsung sehari dua kali. Namun, Zahra Musdalifah dkk memulainya saat sesi sore jelang waktu berbuka puasa, dan dilanjutkan malam, usai sholat tarawih. “Kami menunggu pemasangan lampu, yang sedang digarap di lapangan bawah NYTC Sawangan. Semoga lampu penerangan terpasang sebelum Ramadan, dan kami bisa tetap rutin berlatih,” lanjutnya. Di sela-sela program latihan di bulan Ramadan, anak asuh Satia akan bertolak ke Palembang. Sebab, pada (27/5) dan (30/5), akan kedatangan klub sepak bola putri, dari Thailand. Kesempatan uji coba menghadapi tim asal Thailand, membuat Satia tertantang. Thailand adalah satu-satunya negara Asean yang lolos Piala Dunia Wanita 2019 Perancis. Namun, Satia justru merasa kecewa. “Sebenarnya, bertemu Thailand sampai dua kali ini, bukan agenda saya. Tetapi dari PSSI. Kalau saya ‘kan inginnya dua negara berbeda, tapi ya sudah, dijalani saja,” tutupnya. (Dre)

Sesuai Ekspektasi, Jatim Rajai Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed Kejurnas Atletik 2018

Kuartet Jawa Timur sukses merajai Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed U-20 pada Kejurnas Atletik 2018, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (10/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim Jawa Timur (Jatim) sukses merajai Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed Usia 20 Tahun (U-20), pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2018, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (10/5). Kuartet Jatim yakni Aditya Agung, Najila Pepri, Ifan Anugerah dan Revina Irianti, berhasil meraih medali emas usai membukukan catatan waktu 3:41.40 detik. Diikuti tim Jawa Barat (Jabar) yaitu Meisye Claudine, Anandra, Ninit Widianti, dan Raza Cakti Aji. Mereka meraih perak setelah hanya mampu mencetak catatan waktu 3:46.75 detik. Sementara, perunggu menjadi milik tim Jawa Tengah (Jateng) yang terdiri dari Agil Ponco, Cika Mega, Adelina Themba, dan Nova Muhammad setelah mengoleksi catatan waktu 3:47.86 detik. Sedangkan limit waktu di Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed ini adalah 3:25.00 detik. “Kami bersyukur karena anak-anak memberikan yang terbaik. Sesuai dengan moto Jatim yakni ‘Juara’. Yang pasti kami puas, sebab sesuai dengan ekspektasi,” ujar Slamet Mulyo, mentor atlit skuat Jatim. Slamet adalah Pelatih Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed, sekaligus Pelatih Nomor 400 Meter. “Ekspektasi itu dari hasil latihan, dan hasilnya luar biasa untuk mereka. Harapannya, mereka bisa lebih berprestasi membawa harum nama bangsa dan negara di pentas Internasional,” lanjutnya. Slamet menyebut salah satu anak didiknya di Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed, yakni Ifan Anugerah, merupakan atlet nasional. “Ifan itu pernah turun di SEA Games 2017. Insya Allah pada Juni, dia akan tampil di Kejuaraan Junior (Asian Junior Championship) di Jepang. Semoga hasilnya memuaskan,” tutup Slamet. (Adt)

Pembinaan Atlet Paralympian Di Daerah Minim, Pelatih : Kami Harus Mulai Dari Nol

Trio pelatih tim voli putri paralympic Indonesia yakni Achmad Suparto, Deddy Whinata, dan Matsuri akan diuji pada Asian Para Games 2018, Oktober. (Kemenpora)

Jakarta- Tiga pria asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, yakni Achmad Suparto, Deddy Whinata dan Matsuri, dipercaya menjadi pelatih tim voli Paralympic Indonesia. Bagi trio Madura ini tak mudah menjadi pelatih atlet disabilitas. Kesulitan terbesar yang mereka hadapi adalah saat memompa mental dan percaya diri atlet yang sebagian besar memiliki keterbatasan fisik. Deddy mengatakan melatih atlet voli paralympian sangat berbeda dengan dengan atlet voli biasa. Terutama, dalam pergerakan tubuh. Sementara, menurutnya, pergerakan dan teknik dasar dalam permainan voli duduk, sangat berbeda dengan voli biasa. “Kami melatih mereka dari dasar, karena teknik pergerakan tubuh, sangat penting dalam pertandingan. Sementara pembinaan atlet paralympian di daerah sangat minim. Jadi kami harus memulainya dari nol,” ujar Dedy usai laga kontra Kazakhstan, Rabu (9/5), dalam Kejuaraan Dunia ParaVolley Wanita 2018 di Chengdu, China, 7-12 Mei. Deddy menyebut ketika di lapangan, peran pelatih sangat penting untuk menentukan hasil pertandingan. Untuk itu, Deddy bersama pelatih lainnya, selain meracik strategi untuk meraih kemenangan, juga kerap mengontrol kondisi mental pemain. Sebab, masalah mental, ungkap Deddy, merupakan pondasi utama bagi pemain menghasilkan pertandingan yang baik. “Kalau semangat mereka sangat antusias dalam melaksanakan program latihan yang sudah diterapkan pelatih. Hanya saat bertanding, kami seringkali membangun mental mereka dengan semangat bertanding,” cetusnya. “Kadang mereka dilihat orang jadi kecil hati dan berpengaruh terhadap mental mereka di lapangan. Jadi mengontrol mental mereka, saya akui menjadi masalah utama yang harus diperhatikan dengan baik,” urai Deddy. Tampil di event internasional ini dikatakan Deddy sangat penting membangun mental pemain. Ia melanjutkan tiga pertandingan pertama sangat terlihat mental anak asuhnya turun ketika menghadapi tim-tim besar seperti China, Ukraina dan Jepang. “Kami tak mematok target pada kejuaraan ini. Kami ingin menguji mental para pemain menghadapi tim kuat seperti China atau Rusia. Hasilnya jadi bekal kami di Asian Para Games 2018,” timpal Achmad. Sedangkan kiprah trio pelatih tim voli putri Paralympic Indonesia ini diuji pada Asian Para Games pada Oktober mendatang. Dedy dan Achmad yang sudah memiliki lisensi pelatih ParaVolley level I Internasional ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi besar untuk tim Indonesia. “Kami bertiga yakin bisa memberikan yang terbaik untuk tim voli putri paralympic Indonesia di Asian Para Games nanti. Apalagi kami nanti menyandang predikat sebagai tuan rumah,” tutup Dedy. (Adt)

Skema Berjalan Efektif, Tim Putri Kota Tangerang Selatan Lumat Kota Tangerang Raih Titel Juara POPDA

Tim Basket putri Kota Tangerang Selatan (hijau) unggul 55-40 dari Kota Tangerang , dalam laga final Bola Basket POPDA IX/2018, Rabu (9/5). (Pras/NYSN)

Tangerang- Tim basket putri Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tampil superior, di partai final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX/2018 Tingkat Provinsi Banten. Memainkan laga puncak di Jetz Stadium, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/5), mereka melumat Kota Tangerang dengan skor 55-40. Kedua tim mengawali laga dengan ketat. Angka imbang 2-2 satu menit pertandingan berjalan. Kota Tangsel kemudian unggul 8-6. Mendapat tambahan 6 angka, Kota Tangsel menutup kuarter pertama 14-10. Berlanjut di kuarter kedua, Kota Tangerang bangkit mengejar ketertinggalan. Anak asuh Andhika Yaban itu mampu memperkecil marjin angka 16-14. Tapi, pertahanan Kota Tangsel masih terlalu tangguh hingga memimpin 18-15. Namun, satu menit sebelum kuarter ini berakhir Kota Tangerang justru membalikkan keadaan. Mereka unggul 18-23 sekaligus menyudahi kuarter ini. “Kami bisa unggul di kuarter kedua. Tapi, selepas itu kami kurang fokus. Padahal, saya sudah ingatkan ke pemain untuk melakuan defense secara ketat. Lawan juga diuntungkan dengan bigman. Sehingga mereka lebih kuat karena secara ukuran lebih besar dari pemain yang kami miliki,” ujar Andhika usai laga. Paska Jeda half time, Kota Tangsel tampil menggila melalui Jasmine Isabelle Farr, guna memangkas jarak angka dari Kota Tangerang. Dua angka dihasilkan Kota Kota Tangsel melalui tembakan bebas hingga skor berubah 21-23. Angka kedua tim imbang 25-25 di tiga menit pertandingan berjalan. Kota Tangsel melesat dengan keunggulan 32-28. Kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany itu membungkus kuarter ini 38-31. “Kuarter ketiga kami bisa unggul. Karena kuarter kedua kami tertinggal, maka saya berusaha tampil fight dan all out,” cetus Jasmine, kapten tim Kota Tangsel, asal SMA Santa Laurensia. “Terlebih chemistry tim bagus serta tidak ada yang egois. Bersyukur kami bisa unggul hingga akhir pertandingan,” tambahnya. Kuarter terakhir, Kota Tangerang berusaha keras membongkar pertahanan lawan. Beberapa kali kesempatan mampu dimaksimalkan dengan baik untuk memundi angka. Skuat Kota Tangsel berhasil menjaga konsistensi dan mengendalikan marjin angka. Jasmine sempat diistirahatkan di awal kuarter ini dan kembali dimainkan pada tiga menit sisa pertandingan. Tim berkostum hijau ini akhirnya menyegel kemenangan dengan unggul jauh 55-40. “Pertandingan hari ini sudah sesuai skema. Kami sengaja menurunkan pemain kedua. Itu yang membuat kami tertinggal di kuarter kedua dari sebelumnya. Dan, ketika lawan sudah mulai kelelahan kami kembali memasukan starting five,” urai Athini Mardlatika El Hassan, arsitek Tim Putri Kota Tangsel. “Yang pasti gameplan berjalan sukses. Kami juga mengapresiasi tim lawan karena di luar prediksi kami mereka bisa melaju ke final. Kedepan, berharap kemampuan tim lebih baik. Sebab, kami nantinya akan bermain mewakili daerah di ajang POPWIL,” tutupnya. (Adt)

Fight Di Detik Akhir, Tim Putra Kabupaten Tangerang Kunci Gelar Basket Usai Tekuk Kota Tangsel

Dua pemain Tim Basket Kabupaten Tangerang (hitam) mengepung pemain Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam laga final Bola Basket POPDA IX/2018, Rabu (9/5). (Pras/NYSN)

Tangerang- Duel panas tersaji di laga puncak Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX/2018 Tingkat Provinsi Banten, antara tim basket putra Kabupaten Tangerang kontra Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (9/5). Bertanding di arena Jetz Stadium, Kabupaten Tangerang, Banten, anak asuh Teddy Cahyadi menghempaskan wakil Kota Tangsel, 60-54. Setelah tip-off, Kabupaten Tangerang langsung tampil ofensif, guna memundi angka. Bahkan, mereka mampu unggul cepat 2-0 atas Kota Tangsel. Tak tinggal diam, Kota Tangsel berusaha mengimbangi kecepatan pemain lawan guna mencetak angka. Hasilnya, tim berjersey putih ini menyudahi kuarter ini, 18-15. Selepas kuarter awal, kedua tim terus memberikan ancaman ke daerah pertahanan masing-masing. Kota Tangsel sempat unggul tipis 23-22 memasuki lima menit laga. Namun, Kabupaten Tangerang lalu merespon cepat. Jovano, pemain bernomor punggung 6 sukses melesakkan tembakan tiga angka membuat kedudukan imbang 27-27. Memaksimalkan kesempatan serta bermain sabar jadi senjata ampuh Kota Tangsel mengunci kuarter ini dengan skor 33-29. Memasuki kuarter ketiga, laga masih berjalan dalam tempo tinggi. Usaha keras Alexander Matthew dkk membongkar defense man to man marking Kota Tangsel, bisa menipiskan marjin angka 35-32. Kota Tangsel menjauh 38-32 berkat tembakan tiga angka. Dan, tambahan empat angka di satu menit terakhir hingga Kota Tangsel membungkus kuarter ini, 42-37. Ketenangan skuat Kota Tangsel mengontrol permainan membuat mereka menjaga keunggulan 50-43 di pertengahan gim kuarter akhir. Mendapat dukungan penuh dari suporter sejak awal hingga akhir pertandingan, menambah spirit lebih bagi punggawa Kabupaten Tangerang. Terbukti, mereka memangkas jarak angka 50-48. Tensi laga kembali memanas, setelah Kabupaten Tangerang mencetak angka imbang 51-51. Sedangkan bola rebound gagal dimaksimalkan untuk memanen angka oleh skuat Kota Tangsel. Justru, Kabupaten Tangerang memimpin 57-54. Tambahan dua angka lewat tembakan bebas memastikan Kabupaten Tangerang mengunci kemenangan atas Kota Tangsel, 60-54. “Saya hanya mengingatkan pada semua pemain bahwa kalian sudah latihan, kemudian latih tanding. Dan, apa yang sudah didapat harus bisa dimaksimalkan pada pertandingan ini. Gameplan sempat ada yang loss,” tegas Teddy, Juru Racik Tim Putra Kabupaten Tangerang usai laga. “Sebagai pelatih hanya menekankan, ini kesempatan untuk menjadi juara. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Dan mereka main tak mau kalah. Ini terlihat melalui perjuangan di menit-menit akhir. Dan, akhirnya bisa memenangi pertandingan ini,” lanjutnya. Sementara, Alexander, Kapten Tim Kabupaten Tangerang, mengatakan timnya optimis memenangi partai final ini. “Kami optimis juara. Karena semua pemain yang bertanding ini pilihan. Mereka punya kelebihan masing-masing. Apalagi, pelatih bilang harus bermain all out hingga pertandingan selesai,” tukasnya. Sedangkan, Samuel David Lumintang, Arsitek Tim Putra Kota Tangsel mengaku, jika skuatnya sudah bermain dengan baik. Namun, lantaran lengah sehingga kecolongan dari lawan, terutama di detik-detik terakhir, membuat mereka harus puas meraih runner-up. “Intinya mereka bermain baik. Mungkin ada momen-momen yang gagal dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Tapi, saya puas dengan penampilan tim. Selanjutnya, harus tetap fokus mencapai target dan berlatih secara intensif,” tutur David. (Adt)

Jelang Piala Dunia 2018 Indonesia Kirim Skuat Ke SCWC Rusia 2018, Gubernur Anies Yakin Garuda Baru Cetak Prestasi

Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) melepas tim Garuda Baru mengikuti Piala Dunia Anak Jalanan (Street Child World Cup) 2018 di Moskow, Rusia, 10-18 Mei nanti. (net)

Jakarta- Sukses berpartisipasi pada Piala Dunia Anak Jalanan (Street Child World Cup) 2014 di Brasil, Indonesia kembali mengirim bakat-bakat terbaik anak-anak jalanan yang tergabung dalam Tim Garuda Baru, berlaga di ajang internasional Street Child World Cup (SCWC) 2018 di Moskow, Rusia, 10-18 Mei nanti. Tim Garuda Baru beranggotakan 9 anak dengan talenta unggulan yang memilki latar belakang pernah terkoneksi dengan kehidupan jalan, pernah bekerja atau rentan turun ke jalan. Garuda Baru merupakan sebuah inisiasi untuk membantu anak keluar dari kehidupan jalanan melalui media sepakbola. Program ini digagas tiga lembaga sosial, yakni Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), Kampus Diakoneia Modern (KDM) dan Yayasan Sahabat Anak (YSA). Tujuan utamanya adalah membawa perubahan sosial dalam masyarakat, khususnya bagi anak-anak jalanan lewat sepakbola. Bersama dengan 24 Tim Nasional dari 21 negara di seluruh dunia, Garuda Baru bakal berkompetisi secara sehat sekaligus menyuarakan satu pesan mengenai hak anak, hak yang selayaknya dimiliki anak-anak yang selama ini berada di jalan. Mahir Bayasut, Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), mengungkapkan lewat SCWC ini anak-anak jalanan tidak hanya bisa menyalurkan kegemaran mereka bermain sepakbola, melainkan juga memiliki pengalaman baru serta berkesempatan mewujudkan cita-cita. “Melalui SCWC anak-anak jalanan mampu menyuarakan hak-hak mereka pada proses konferensi anak. Mereka berteman dengan anak-anak dari negara lain dan berbagi cerita dan pengalaman hidup, yang menjadi sumber inspirasi dan cerita yang masih mengalami keterbatasan sosial ekonomi untuk berani mengejar cita-cita,” ujar Mahir. Sebelumnya, Tim Garuda Baru telah menjalani tiga tahapan seleksi dan serangkaian pelatihan selama 8 bulan terakhir. Masa karantina juga dilakukan sebelum keberangkatan Tim Garuda Baru pada 30 April hingga 6 Mei 2018 di PUSDIKLAT SAG di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Meski begitu, Mahir mengaku pembinaan yang diberikan tak melulu mengenai latihan fisik dan sepakbola, melainkan juga soft skill yakni pendalaman ilmu pengetahuan dan wawasan umum. Sementara, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menyambut optimis keberangkatan Tim Garuda Baru. “Kegiatan ini sangat positif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung keberangkatan Garuda Baru ke SCWC. Garuda Baru tak hanya wadah anak jalanan untuk berkreasi tapi juga menyalurkan bakat mereka hingga ke Rusia. Ini sangat membanggakan,” tutur Anies. Pada SCWC 2014 di Brasil, Timnas Putra Garuda Baru berhasil keluar sebagai juara grup mengalahkan Mesir, Brazil, LIberia dan Afrika Selatan. Saat itu merek amendapat penghargaan sebagai ‘Best tim Spirit Award’. Dan, berbicara mengenai peluang juara di SCWC 2018, Wahyu Kurniawan, Pelatih Tim Garuda Baru dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengaku yakin tim asuhannya akan menunjukan kemampuan terbaiknya. Progres latihan yang selama ini dilakukan menunjukan peningkatan yang signifikan. “Dari 9 anak yang ke Rusia, 5 diantaranya dibina lebih dari 3 tahun oleh Garuda Baru. 4 orang anak lainnya sudah menjalani pelatihan selama lebih dari setahun. Daya tahan tubuh masing-masing pemain semakin baik setiap harinya, ini dilihat dari hasil uji ‘Beep Test’ yang dilakukan secara berkala,” tukas Wahyu. Senada dengan Wahyu, optimisime pun datang dari Mahir. Menurutnya apapun hasil dari pertandingan SCWC nanti, Garuda Baru pasti sudah berjuang mempersembahkan yang terbaik demi Merah Putih. “Uniknya event SCWC adalah kita tidak pernah bisa membaca dengan pasti peta kekuatan negara peserta lain. Namun, Garuda Baru sejauh ini sudah melakukan usaha yang terbaik dalam masa persiapan,” papar Mahir. Tim Garuda Baru akan tiba di Rusia pada Kamis (10/5). Proses pengundian grup akan dilakukan keesokan harinya. Beberapa negara terlibat SCWC 2018 ini antara lain Belarus, Bolivia, Brazil, Burundi, Canada, Mesir, Inggris, India, Indonesia, Kenya, Liberia, Mauritius, Mexico, Nepal, Uzbekistan, Russia, Pakistan, Filipina, Tanzania, Tajikistan, dan Amerika. (Adt)

Pencak Silat Kantongi 6 Emas di Belgia, Wewey Wita Cetak Hattrick

Timnas Pencak Silat Indonesia mengikuti kompetisi Open Belgium Pencak Silat ke-23 awal Mei 2018 dan menyabet 6 medali emas. (net)

Jakarta- Timnas pencak silat sukses meraih 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu pada ajang Open Belgium Pencak Silat 2018, di Schoten-Antwerpen, Belgia, 5-6 Mei lalu. Event edisi ke-23 ini diadakan oleh Bond Pencak Silat Belgium (BPSB), federasi pencak silat Belgia, yang didirikan 36 tahun silam. Sebanyak 120 pesilat dari 12 negara yakni Belgia yang menjadi tuan rumah, Indonesia, Belanda, Inggris, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Swiss, Amerika Serikat, Azerbaijan, dan Austria turut berpartisipasi guna meraih prestasi pada turnamen terbuka ini. Bahkan, pesilat putri asal Bandung, Jawa Barat, Wewey Wita, mencetak prestasi. Turun di Kelas B, Wewey mengalahkan wakil Thailand dan Malaysia. Torehan medali emas ini mengulangi kesukesan yang diraihnya dua tahun berturut-turut (2016 dan 2017). Ia mencetak hattrick pada kejuaraan yang rutin berlangsung di Belgia ini. Menpora Imam Nahrawi, mengaku bangga atas pencapaian terbaik atlet pencak silat di ajang itu. “Indonesia menjadi yang terbaik di kategori senior. Kita memasuki tahap-akhir jelang Asian Games 2018 yang akan mempertandingkan Pencak Silat untuk pertama kalinya sepanjang sejarah,” ujar pria 44 tahun itu. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu mengajak semua pihak memberi dukungan penuh kepada para atlet yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar se-Asia pada Agustus-September mendatang. (Adt) Distribusi Medali Atlet Indonesia Medali Emas  1. Wewey Wita 2. Sarah Tria Monita 3. Pipiet Kamelia 4. Abdul Malik 5. Hanifan Yudhani Kusumah 6. Iqbal Candra Pratama Medali Perak 1. Komang Harik Adi Putra 2. Amri Rusdana Medali Perunggu 1. Aji Bangkit Pamungkas 2. Eko Febrianto

Cegah Atlet Terlibat Doping, LADI Gelar Sosialisasi dan Pengawasan Cabor Asian Games 2018

Ketua LADI, Zaini Kadhafi Saragih, menyebut terdapat penambahan jumlah obat maupun suplemen yang terindikasi mengandung doping. (Adt/NYSN).

Jakarta- Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), menggelar sosialisasi dan pengawasan doping cabang olahraga Asian Games 2018, di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (7/5). Hal itu dilakukan guna mencegah para atlet terlibat dalam penggunaan doping. Zaini Kadhafi Saragih, Ketua LADI, mengatakan berkaca pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Jawa Barat, terdapat setidaknya 12 atlet positif terlibat doping. “PON di Bandung, Jawa Barat 2016, yang positif doping lebih banyak dibanding PON sebelumnya. Jadi, kegiatan ini, sebagai bentuk sosialisasi agar atlet yang tidak paham mengonsumsi obat atau suplemen positif mengandung doping, bisa segera dihindari,” ujar Zaini. Ia melanjutkan, pihaknya juga menerbitkan buku panduan yang berisi daftar obat-obatan dan suplemen, yang terindikasi mengarah ke doping. “Sebenarnya banyak sekali jumlah obat dan suplemen yang terindikasi mengandung doping. Pada tahun ini ada penambahan jumlah, dari yang pernah kami keluarkan sebelumnya,” lanjutnya. LADI, tambah Zaini, tak menganjurkan adanya pengunaan suplemen makanan, dan sangat merekomendasikan semua asupan harus sesuai dengan ahli nutrisi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Makan dalam kuantitas serta kualitas yang cukup, dan tidak perlu dengan suplemen tambahan. Mengapa? Suplemen terutama dipasaran, sangat sulit dijamin tak terindikasi doping. Etah itu murni tidak terkontaminasi, atau ada zat yang tidak boleh. Meski hanya 0,01 persen, tetap atlet positif doping apapun suplemenya,” tuturnya. “Dan, kalau ditanya pengawasan yang kami lakukan itu, yang pertama yaitu dengan melakukan sosialisasi. Sedangkan yang kedua, kami melakukan tes terhadap atlit saat mereka latihan,” tukas Zaini. (Adt)

Liga NIVEA MEN Topskor 2018 Selesai, Lima Pemain Muda Terbaik Berlatih Ke Spanyol

Liga NIVEA MEN Topskor U-16 meyiapkan lima pemain terbaik hasil seleksi untuk berlatih di klub Real Madrid, Spanyol. (istimewa)

Jakarta- Event Liga NIVEA MEN Topskor U-16 bergulir sejak 3 Februari 2018, dan babak final sekaligus penentuan pemenang, dilaksanakan di Stadion Bea Cukai Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (5/5). Partai puncak ini menampilkan SSB Bina Taruna kontra ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta. Laga menarik yang berjalan ketat sejak awal menit ini berhasil dimenangkan oleh Bina Taruna dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang itu dicetak oleh Unggul Perkasa melalui titik putih. Kemenangan ini membuat Bina Taruna menjadi juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 untuk perhelatan tahun ini. Acara ini juga dihadiri oleh Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, Marketing Director Belersdorf Indonesia Tomasz Schwarz, dan gelandang Barito Putra, Gavin Kwan Adsit. “Semoga event ini kedepannya bisa bekerja sama dengan Pemerintah, dan rutin sebagai kompetisi untuk usia muda. Dan ajang ini menciptakan pemain berbakat sejak dini,” ujar Fakhri, saat memberikan kata sambutan. Tomasz Schwarz juga mengatakan sepak bola penting dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini, dengan berlatih nantinya akan terus mengasah kemampuan individu maupun kemampuan dalam tim saat bermain. “Dengan latihan, membentuk karakter anak. Bagi pemenang jangan puas, karena diluar sana masih sangat banyak tim yang lebih baik, dan yang belum juara jangan berkecil hati, jadikan laga ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang dialami,” tambahnya. Liga NIVEA MEN Topskor U-16 berhasil menarik minat 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) divisi utama dan 14 SSB divisi 1 se-Jabodetabek dan Bandung. Liga ini juga menyeleksi lima pemain terbaik (penjaga gawang, bek, gelandang, striker, dan pemain terbaik), untuk mengikuti latihan bersama klub Real Madrid F.C. di Spanyol. Nama-nama itu adalah Diego Muhammad Iqbal sebagai kiper dari Soccer One, Thoriq Tifana sebagai bek dari ASAD, Unggul Prakasa sebagai gelandang dari Bina Taruna, Ari Kurnia Restu sebagai penyerang dari Persira Rajeg dan Usman Fatahillah sebagai pemain terbaik (best player) dari Big Star Babek. (Dre/Ham) Juara Divisi 1 Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Persira Rajeg Juara 2: Mutiara 97 Juara 3: Remci Juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Bina Taruna Juara 2: ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta Juara 3: Big Star Lima Pemain Terbaik Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Kiper : Diego Muhammad Iqbal (Soccer One) Bek : Thoriq Tifana (ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta) Gelandang : Unggul Prakasa (Bina Taruna), Striker : Ari Kurnia Restu (Persira Rajeg) Best Player : Usman Fatahillah (Big Star Babek)

Raih Emas Kejurnas Atletik 2018, Dara Asal Grobogan Bidik Kejuaraan Junior Asia di Jepang

Liviana Rizki (tengah), sprinter Jawa Tengah sukses meraih medali emas Nomor 100 Meter Putri U-20, pada Kejurnas Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Liviana Rizki, sprinter asal Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), siap membidik prestasi gemilang di Asian Junior Championship 2018, di Gifu, Jepang, 7-10 Juni mendatang. Sukses meraih medali emas di Nomor 100 Meter Putri Usia 20 Tahun (U-20), pada Kejurnas Atletik 2018, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5), menjadi modal berharganya menuju Negeri Sakura. Liviana sanggup menorehkan catatan waktu 12,32 detik. Perak didapat rekan sedaerahnya, Franselina Febiola dengan catatan waktu 12,48 detik. Sedangkan perunggu direbut Jeany Nuraini asal DKI Jakarta setelah membukukan waktu 12,49 detik. “Sebenarnya catatan waktunya hari ini masih jauh dari target, yakni 11,07 detik atau 11,08 detik. Masih banyak yang harus diperbaiki, seperti ayunan tangan masih belum sempurna,” ujarnya usai merayakan keberhasilannya meraih medali emas. Atlet jebolan SMAN 3 Salatiga, Jawa Tengah ini melanjutkan, jika pada pertandingan tersebut dirinya hanya memikirkan bisa menembus catatan waktu yang ditargetkan pelatih. “Saya nggak mikir lawan. Tapi yang saya pikirkan diri sendiri, bagaimana bisa menorehkan catatan waktu, sesuai target dan keinginan pelatih,” ujar dara asal Desa Wates, Kecamatan Kedungjati, Grobogan ini. “Pelatih mewanti-wanti saya agar dapat hasil memuaskan pada Asian Junior Championship di Jepang, pada Juni nanti. Dan saya harus fokus di Kejurnas ini, untuk jadi modal untuk meraih medali di Jepang,” tutup Liviana. (Adt)

Waspadai Cuaca Yang Labil, Pelatih Timnas U-16 : Hati-Hati Dengan Petir

Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni dari Liga Topskor U-16 Seleksi, melakukan uji coba pada Kamis (10/5) nanti. (Ham/NYSN)

Jakarta- Pekan kedua pemusatan latihan (TC), Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni tim Liga Topskor U-16 Seleksi, dalam gelaran uji coba kedua, usai melawan PS TIRA U-17, pada Kamis (3/5) lalu. Sebelumnya, agenda uji coba kedua dilakukan sebelum pemain dipulangkan, yakni pada Jumat (11/5). Namun, uji coba akhirnya dimajukan menjadi Kamis (10/5), di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Tak ada persiapan khusus untuk uji coba kedua ini. Ya seperti laga sebelumnya, uji coba itu adalah ajang evaluasi untuk para pemain, setelah melakukan latihan,” ujar Fakhri Husaini, pelatih Timnas U-16, Senin (7/5). Memantau pada latihan Senin (7/5), total pemain yang tergabung mencapai 25 pemain. Satu nama lainnya yang belum sempat diumumkan saat rilis kemarin adalah Nata, dari PPLP Ragunan Jakarta. Ditemui usai latihan, Fakhri membeberkan perkembangan dan fokus latihan. “Anak-anak sangat berkembang pesat selama TC. Dan hari ini, kami fokus pada latihan metode transisi positif,” terangnya pada nysnmedia.com. Latihan ini menerapkan skema bertahan ke posisi menyerang. Proses ini menuntut pemain, mampu merancang serangan saat mendapat tekanan dari lawan. Ketika lawan menyerang, tim harus berhasil merebut bola dan membalikkan keadaan. Rutinnya intensitas durasi latihan, juga membuat staf kepelatihan Timnas U-16 wajib memperhatikan kesehatan para pemain agar tetap prima, mengingat cuaca Indonesia yang sedang memasuki fase pancaroba. “Kemarin, tiga orang pemain sempat sakit, namun kami berikan vitamin dan menjaga ketat pola makan. Kami agak khawatir, karena belakangan ini hujan turun justru menjelang sore hari, saat kami di puncak sesi latihan,” jelas Fakhri. Mantan Kapten Timnas era 90’an ini meyakini, jika ia belum membutuhkan kontrol kondisi VO2 Max anak asuhnya, karena belum ada pemain yang cidera serius. “Soal cuaca hujan, yang jadi fokus kami kondisi pemain saja, juga bahaya petir. Tapi untuk durasi, volume dan intensitas latihan, ya tidak akan berkurang,” tutup pria kelahiran Aceh 27 Juli 1965 itu. Pemusatan latihan yang diikuti 25 pemain pada tahap dua ini, berakhir pada Jumat (11/5), kemudian mereka dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing. Namun, saat bulan Ramadan, Timnas U-16 akan memproyeksikan program latihan reguler. Bentuk latihan akan disesuaikan dengan kondisi pemain, yang banyak melakukan ibadah puasa. (Dre/Ham)

Tercepat di Nomor 100 Meter U-20 Kejurnas Atletik 2018, Jawara O2SN 2016 ini Berharap Masuk Pelatnas

Sprinter Jawa Barat, M. Fachrurozi merajai Nomor 100 Meter U-20 di ajang Kejurnas Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Muhammad Fachrurozi, sprinter asal Jawa Barat, menjadi tercepat di Nomor 100 Meter Usia 20 Tahun (U-20), pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5). Di final, ia membukukan catatan waktu 10,84 detik. Hanya selisih 0,05 detik dari sprinter asal Sumatera Barat (Sumbar) Muktar Bakti Ladia, yang meraih medali perak. Sedangkan medali perunggu menjadi milik sprinter asal Jawa Timur (Jatim) usai menorehkan catatan waktu 10,91 detik. Fachrurozi adalah lulusan SMA Pasundan 2 Bandung, Jawa Barat. Pada 2016 lalu, ia turut mengantarkan kontingen Jabar meraih juara umum pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2016, saat merebut medali emas di nomor yang sama. “Bahagia bisa memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat. Sebenarnya target saya memecahkan rekor nasional milik Suryo Agung (10,17). Tapi, memang masih sangat jauh,” ujar Fachrurozi usai pengalungan medali. “Selepas Kejurnas ini, saya akan kembali berlatih secara intensif untuk bisa mewujudkan ambisi pecah Rekornas,” lanjutnya. Selain pecah Rekornas, ia berharap bisa masuk pelatihan nasional (Pelatnas). “Pasti ingin lebih baik lagi dengan catatan yang ditargetkan pelatih. Insya Allah tahun ini bisa dipanggil Pelatnas. Semoga bisa membawa nama Indonesia di pentas internasional,” tutupnya. (Adt)

Curi Tiga Medali di Tiongkok, Menpora : Modal Bagus ke Asian Games 2018

Aries Susanti Rahayu meraih emas setelah menjadi yang tercepat dalam kejuaraan dunia panjat tebing di Chongqing, China, Minggu (6/5). (net)

Jakarta- Atlet pelatihan nasional (Pelatnas) panjat tebing Indonesia meraih tiga medali yakni emas, perak dan perunggu pada nomor speed International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup Chongqing, China, Minggu (6/5). Medali emas diraih Aries Susanti Rahayu, di nomor speed world record. Ia menggunguli Elena Timofeeva dari Rusia, dengan catatan waktu 7,51 detik, berbanding 9,01 detik di partai puncak. Medali perak dipersembahkan Aspar Jaelolo. Ia gagal meraih emas pada detik-detik terakhir. Sebab, Aspar sempat terpeleset, saat akan menyentuh puncak. Ini membuat lawannya Dmitrii Timofeev dari Rusia yang meraih emas dengan catatan waktu 5,76 detik, sedangkan Aspar 6,80 detik. Dan, medali perunggu direbut Puji Lestari di nomor speed world record perorangan putri dengan catatan waktu 8,11 detik. Ia mengalahkan Anna Tsysannova dari Rusia. Sedangkan untuk penentuan juara ketiga nomor speed perorangan putra, Darryil Boldyrev dari Ukraina menang tipis atas Jin Xin Li dari China. Darryil menorehkan waktu 5,73 detik, sedangkan Jin Xin Li 5,88 detik. Skuat Merah Putih tampil dominan pada final nomor speed world record baik perorangan putra maupun putri. Dari 14 atlet yang turut bertanding, sembilan diantaranya masuk final. Bahkan, dominasi ini juga dicuitkan pada akun twitter resmi International Federation of Sport Climbing (IFSC). Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengatakan raihan medali ini akan menjadi modal bagus untuk berlaga di Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. “Selamat dan sukses buat Aries, Puji dan Aspar serta Timnas panjat tebing atas pencapaian prestasi yang luar biasa kali ini. Pertahankan prestasi kalian karena Asian Games 2018 dan event-event bergengsi lainnya berada di depan anda,” tulis Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu dalam pesan di What’sApp. Sementara, Faisol Riza, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), menyambut gembira kemenangan atlet-atlet di Chongqing, China. Menurutnya, ini adalah momentum yang mengubah sejarah panjat tebing Indonesia. “Saya nangis, Mas. Terharu. Nggak bisa berkata-kata,” ungkapnya. Dan, torehan medali emas ini sesuai target dari tim pelatih. Sebelumnya, Caly Setiawan, Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, mengungkapkan target pada kejuaraan dunia di China adalah emas. “Kami berharap para pelatih semakin jeli dalam melihat potensi para atlet,” tegasnya. (Adt)

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, Tahun Depan Akan Ada Turnamen Yang Kedua

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, dan pada 2019 akan kembali bergulir dengan format dan penyelenggaran yang lebih meriah serta berkualitas. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Turnamen basket antar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, berakhir pada Minggu (5/5). Pada turnamen basket yang untuk pertama kalinya digelar, tim basket putra SMA Kharisma Bangsa berhasil menjadi pemenang setelah mengalahkan SMAN 13 Depok (61-41). Sedangkan tim putri SMAN 6 Depok sukses meraih kampiun usai menundukkan SMA Saint John’s Serpong (48-22). Keberhasilan SMAN 6 Depok makin lengkap setelah Fani Arimbi, dianugerahi sebagai Most Valuable Player (MVP). Sedangkan tim putra SMAN 6 dinobatkan sebagai Most Favourite Team (MFT). Sementara, Most Valuable Player (MVP) putra diberikan kepada Mikho Haidar, pemain center SMA Kharisma Bangsa. Di sela-sela turnamen juga dilaksanakan 3 Point Competition. Ibnu Fajar Setiawan (SMAN 6 Depok) berhasil merebut titel usai menyingkirkan pesaingnya. “Sebenarnya cuma iseng-iseng dan berhadiah. Di awal kayak nggak yakin juga. Tapi, pas tadi bisa memasukkan enam bola makin percaya diri. Akhirnya bisa menang,” cetus Ibnu. Sementara itu, Melvin Wahyudi, Direktur Utama PT Nasional Yunior Sportindo Media, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi kelancaran pelaksanaan turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, dari awal hingga final. “Khususnya, saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Kharisma Bangsa atas tempat dan waktu yang diberikan. Juga semua peserta, penonton yang hadir serta official, kru, dan pihak-pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Melvin saat penutupan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. Ia juga meminta maaf bila selama pelaksanaan event ini terdapat kekurangan. “Tentu ini akan menjadi evaluasi kami, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Yang pasti, tahun depan kami akan gelar event seperti ini lagi dan akan ada turnamen NYSN kedua,” tegasnya. Sebagai media olahraga terpercaya bagi kalangan pemuda pecinta olahraga di Indonesia, Melvin menegaskan berusaha memberikan dukungan bagi atlet muda di Tanah Air agar mereka konsisten terus berprestasi demi mewujudkan cita-cita sebagai atlet profesional, dan memberikan kebanggaan tak hanya bagi keluarga, namun bangsa dan negara. “Kami berharap sekolah dan klub-klub olahraga intens berkomunikasi dengan kami terkait agenda olahraga untuk bisa diekspose di NYSNMEDIA,” tukasnya. “Selamat bagi tim yang juara dan MVP yang terpilih. Dan para peserta yang belum berhasil, luar biasa perjuangannya dan kami menghargai kontribusi kalian,” beber Melvin. Sedangkan Chandra Wiedyananta, Ketua Pelaksanan turnamen, mengaku sangat puas dengan event ini. “Para peserta, penonton, suporter, dan para orang tua menyaksikan turnamen basket antar SLTA yang untuk pertama kalinya digelar. Semua terlihat menikmati serta merasakan kemeriahan acara hingga final hari ini,” terangnya. “Kami mengharapkan seluruh tim peserta mendapatkan pengalaman berharga dan merasakan atmosfir kompetisi yang bisa menjadi modal mereka mengikuti kompetisi berikutnya. Selamat untuk semua pemenang. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk menuju ke jenjang yang lebih tinggi,” tutup Chandra. (Adt)

Menangi Duel ‘Panas’ Kontra SMAN 13 Depok, SMA Kharisma Bangsa Juara ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMA Kharisma Bangsa sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Wakil Tangerang Selatan ini secara meyakinkan unggul atas SMAN 13 Depok dalam partai puncak, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Minggu (5/5). SMA Kharisma Bangsa yang lebih diunggulkan ini, kerap memimpin perolehan angka di awal-awal kuarter pertama. Tak mengherankan bila Saddam Asyruna dkk mampu menutup kuarter pertama dengan skor 14-7. Mengawali kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa kian menggila. Mereka tak memberikan kesempatan pada lawan untuk memundi angka. Meski SMAN 13 sempat bangkit untuk memberikan perlawanan, namun hal itu belum cukup untuk membendung perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini, 32-18. Pada kuarter ketiga, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Saddam dkk tetap tak mengendurkan perlawanan atas wakil Kota Depok itu. Fast break yang ditunjukkan pemain SMA Kharisma Bangsa mampu dimaksimalkan untuk memundi angka demi angka. Hasilnya, kuarter ini berakhir 44-30 untuk SMA Kharisma Bangsa. Tak tinggal diam, anak asuh Rizki Dewantoro itu memberi tekanan ke daerah pertahanan SMA Kharisma Bangsa di kuarter akhir. Namun, skuat yang dimotori Mikha Haidar itu mampu mematahkan bola serangan dari Ilham Ramadhan dkk. Aksi ‘lay-up’ yang dilakukan Saddam selalu mengundang sorak suporter setia SMA Kharisma Bangsa. Bahkan, kerjasama apik yang diperlihatkan M. Rafkha Gibran, Abdurasjid Fadhil dan Aofar Hedyan mampu membuat angka SMA Kharisma Bangsa menjauh 58-40 atas SMAN 13. Disisa waktu satu menit kedua tim tetap tampil impresif. SMA Kharisma Bangsa akhirnya mampu membungkus pertandingan dengan skor 61-41. “Pastinya senang bisa menang di turnamen ini. Apalagi, pemain tidak ada yang cedera dan mereka tampil luar biasa. Fast break juga maksimal. Pokoknya enjoy the game hari ini,” ujar Ari Adiska, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. “Mungkin untuk kelas 12 ini menjadi event terakhir sebelum lulus. Jadi kemungkinan kami akan kehilangan satu center dan satu shooter yang bagus di tim. Dan, harapannya untuk yang di kelas 11 dan 10 mereka dapat berlatih lebih intensif,” lanjutnya. Sementara, Mikho Haidar, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa, berharap tahun depan SMA Kharisma Bangsa bisa lebih berprestasi di turnamen ini. Menurutnya, pertandingan ini menjadi yang terakhir baginya sebelum lulus sekolah. “Tahun depan harus lebih baik lagi prestasinya. Ini juga menjadi pertandingan terakhir untuk saya sebelum lulus dari sekolah,” urainya. “Semua pemain tampil percaya diri dan tidak egois. Kami memang satu tingkat di atas lawan. Tapi, kami tak menganggap remeh, dan berusaha hingga berhasil meraih hasil maksimal,” tuturnya. Sedangkan Rizki Dewantoro, Asisten Pelatih SMAN 13, mengaku timnya berada satu level di bawah SMA Kharisma Bangsa. Ia menambahkan bila di kuarter pertama hingga ketiga, tim-nya sempat mengimbangi lawan, namun pada kuarter terakhir tim-nya harus tertinggal jauh. “Level kami satu tingkat di bawah mereka. Tapi semua bermain lepas dan penuh perjuangan. Kami memberi kredit untuk Ilham (Ramadhan). Sedangkan untuk lawan memang semua pemainnya mereka rata serta bisa mengusai bola. Tangan mereka juga wangi (lagi tune-in),” tutup Rizki. (Adt) Road To Final SMA Kharisma Bangsa : 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMA Saint John’s (64-16) 2. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 13 Depok (57-14) 3. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 6 Depok (56-32) 4. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 3 Tangerang (48-17) 5. SMA Kharisma Bangsa vs Yadika 2 Jakarta (WO)

Bikin SMA Saint John’s Serpong Kelelahan, Hexa Queen’s Kampiun ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim basket putri SMAN 6 Depok (merah), sukses menjadi kampiun di ajang turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putri SMAN 6 Depok menjadi kampiun di ajang turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Memainkan laga final di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (6/5), tim berjuluk Hexa Queen’s itu mengalahkan SMA Saint John’s Serpong dengan skor 48-22. Di kuarter pertama, kedua tim berinisitif mencuri angka terlebih dahulu setelah wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. SMA Saint John’s memberi harapan besar usai point guard, Rica Donna sukses melakukan tembakan tiga angka, 3-0. Tembakan bebas Feony Salsabila Dadi dari SMAN 6 berhasil menipiskan skor 3-1. Berlanjut, dua angka kembali dipanen SMAN 6 melalui Dinda Tri Nurbaity yang berhasil melesakkan bola kejaring lawan. Kedudukan imbang 3-3. Lalu, aksi lay-up Elisabeth Steffi membuat SMA Saint John’s kembali memimpin 5-3. Namun, Reihani Zaida, pemain bernomor punggung 5 dari SMAN 6 mampu memanen dua angka. Kedudukan sama 5-5. Disisa tiga menit pertandingan SMAN 6 langsung melesat dan memimpin 9-5. Patrice, small forward SMA Saint John’s mencoba mengejar ketertinggalan. Skor berubah 9-8 sekaligus menutup kuarter ini. Memasuki kuarter kedua, perolehan angka SMAN 6 mulai menjauh. Berkat tembakan tiga angka dari Amelia membuat timnya unggul 14-10. Selepas itu srikandi SMAN 6 mampu mencetak 10 angka tambahan, sedangkan lawan hanya mampu memetik dua angka. Kuarter ini berakhir 24-16 untuk SMAN 6. Skuat SMAN 6 makin impresif di kuarter ketiga. Beberapa kali tembakan yang dilancarkan anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu sukses menambah angka. SMAN 6 mengunci kuarter ini dengan skor 37-20. Pada kuarter keempat, angka SMAN 6 makin tidak terkejar oleh lawan. Sisa dua menit pertandingan Reihani Zaida dkk memimpin 48-22 sekaligus menuntaskan pertandingan ini. Reffvin, juru racik SMAN 6, mengaku bersyukur dengan raihan yang dicapai tim-nya pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. “Saya secara pribadi dan mewakili SMAN 6 Depok, mengucapkan syukur dan terima kasih dengan adanya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini,” ujar Reffvin usai laga. “Kami puas meraih kemenangan pada final ini. Di pertandingan pertama kami sempat bertemu dengan SMA Saint John’s. Pada pertandingan itu sistem berjalan dengan baik. Tapi, di final malah sistem tidak sesuai harapan,” lanjutnya. “Namun kami tetap memberikan apresiasi yang tinggi untuk semua pemain. Mereka tampil dengan semangat tinggi demi memenangkan pertandingan di final. Dan ini menjadi modal berharga untuk memacu tim terus berprestasi,” tambah saudara kembar Revin itu. Sementara, Anayda Fitrianingtyas, Kapten Tim SMAN 6, menyebut semua pemain dalam keadaan on fire di final ini. “Kami siap di pertandingan final ini. Semua pemain on fire. Atmosfir pertandingan juga sangat terasa. Semoga tim lebih kompak di turnamen basket lainnya. Apalagi bagi siswa kelas 12 mungkin ini yang terakhir,” terangnya. Sedangkan Devyna Avelyne, Kapten Tim SMA Saint John’s, mengungkapkan tim-nya bermain all out di pertandingan final kali ini. Namun, menurutnya, keberuntungan masih belum berpihak kepada timnya. “Karena kami tampil all out sejak awal, sehingga di kuarter selanjutnya tim merasa lelah. Jadi kami harus puas menjadi runner-up. Kalau bicara soal lawan. Mereka bermain lebih bagus. Selain itu, chemistry juga dapat,” urainya. “Belajar dari pertandingan final ini, tentu kami harus bisa lebih baik lagi dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya,” tutup power forward tim yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan itu. (Adt) Road To Final SMAN 6 Depok : 1. SMAN 6 Depok vs SMA Saint John’s Serpong (44-39) 2. SMAN 6 Depok vs SMA Kharisma Bangsa (52-8) 3. SMAN 6 Depok vs SMA Yadika 2 Jakarta (WO) 4. SMAN 6 Depok vs SMAN 13 Depok (WO)