Tanpa Ampun, The Eagles UPH Libas Perlawanan Universitas Jakarta Hingga 100 Poin

Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH-merah) menggulung Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan skor 100-14, pada Selasa (26/6), dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH) mengawali laga perdananya di LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 dengan cemerlang. Tergabung di Pul A, UPH menggulung Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan skor 100-14, di hari pertama, Selasa (26/6). Dominasi yang tinggi dari UPH, sudah terlihat di kuarter pertama. Tak memberi satu pun poin untuk UNJ, tim yang dijuluki The Eagles ini langsung menyudahi kuarter pertama dengan skor 27-0 tanpa balas. UNJ mencoba membuka peluang mengejar. Namun, tuan rumah terlalu tangguh. Tim yang diasuh Stephen Metcalfe itu hanya memberi enam poin untuk UNJ. Sementara itu, UPH semakin memperjauh selisih keunggulannya. Pemain bernomor punggung 35, Gabriel Jorge Josua, menjadi penyumbang poin terbanyak untuk UPH, yaitu dengan 11 poin. Di kuarter ketiga, tembakan tiga poin dari sang kapten, Muhammad Fajar Ramadhan (1), kembali menambah perolehan skor UNJ. Tria Darmaji juga ikut menyumbang dua poin, dan mengubah perolehan skornya menjadi 11. Muhammad Arighi, pemain UPH bernomor punggung 3, tampil impresif di kuarter ketiga. Arighi menyumbang tujuh poin di kuarter ketiga ini. The Eagles mampu menambah 29 poin, dan menyudahi kuarter ketiga dengan skor 81-11. Tembakan tiga poin Ayuda Rizpati menjadi satu-satunya poin yang tercipta untuk UNJ di kuarter keempat. Tambahan 19 poin dari para elang menggenapkan perolehan skor UPH menjadi 100. Laga pun berakhir dengan skor 100-14 untuk kemenangan UPH. “Kami bermain cukup baik tadi, dengan segala usaha yang telah anak-anak lakukan. Hasil hari ini menjadi awal yg baik untuk kami,” ungkap Metcalfe. (Dre)

Cabor Badminton Rampung, LIMA Siap Gulirkan LIMA Basketball 2018

Technical meeting (TM) LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, dilaksanakan di UPH, pada Senin (25/6). (LIMA)

Jakarta- Badminton, yang menjadi cabang olahraga (cabor) pembuka musim keenam Liga Mahasiswa (LIMA), telah rampung. Kini, seluruh student athlete bersiap menyambut kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa, LIMA Basketball. Bola basket menjadi cabor kedua usai badminton. Perhelatan pertama cabor basket akan digelar mulai Selasa (26/6), hingga 2 Juli 2018 mendatang. Regional Jakarta Raya menjadi tuan rumah pembuka perhelatan ini. Sports Center Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali dipilih sebagai venur event bertajuk LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018. Sebanyak delapan perguruan tinggi siap bertanding, dengan komposisi tujuh tim putra dan enam tim putri. Technical meeting (TM) dilaksanakan di Ruang Multi Purpose Gedung MYC Lantai 1 UPH digelar pada Senin (25/6). Agenda TM ini yakni pembahasan tentang administrasi kompetisi, regulasi kompetisi, dan Laws of The Game. Azwar Muhlis, selaku manajer Kompetisi dan Pertandingan LIMA membahas format peraturan pertandingan LIMA Basketball: Air Mineral GJC 2018. LIMA Basketball Season 6 berbeda dengan musim lalu. Sebelumnya, peserta harus melewati fase preseason, reguler, regional dan grand final. Tahun ini memakai format kompetisi yang berbeda. “Hanya dua fase yang akan dilewati oleh peserta tahun ini, yaitu fase conference dan nasional,” ungkap Azwar. Seperti cabor badminton, bola basket juga menerapkan kebijakan nilai koefisien untuk penentuan pul, baik putra maupun putri. Berdasarkan nilai koefisien conference, GJC menempati posisi pertama dengan nilai koefisien tertinggi. Untuk itu, GJC berhak mengirimkan empat tim putra dan tiga tim putri di fase nasional. Selain di regional Jakarta Raya, LIMA Basketball juga menyambangi Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Nantinya, tim-tim terbaik seluruh regional akan kembali bertanding di LIMA Badminton Nationals, yang akan digelar pada 9-16 Agustus mendatang di Surabaya. (Dre/Ham) Peserta LIMA Badminton: Air Mineral Prim-A GJC 2018. Tim putra: Universitas Esa Unggul (UEU) Institut ABFI Perbanas Universitas Pelita Harapan (UPH) Universitas Tarumanegara (Untar) Universitas Tujuhbelas Agustus ’45 (UTA 45) STIE Bhakti Pembangunan (STIE BP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Tim putri: Universitas Esa Unggul (UEU) Universitas Pelita Harapan (UPH) Universitas Tarumanegara (Untar) Universitas Tujuhbelas Agustus ’45 (UTA 45) Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Pembagian pul LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018 Putra Pul A : UPH, STIE BP, UNJ Pul B : UEU, ABFI Perbanas, UTA’45, Untar Putri Pul X : UEU, UPH, UNJ, UTA’45, Untar, USNI

Andalkan Materi Pemain Baru, Tim Putri UPH Masih Tangguh

Pemain Tim Putri Universitas Pelita Harapan (merah), berusaha melewati hadangan pemain Universitas Tarumanegara dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim Putri Universitas Pelita Harapan (UPH) tampil apik pada laga pertama di klasemen Pul X LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018. Pada hari pertama turnamen bola basket antarmahasiswa ini, Selasa (26/6), UPH mampu menekuk Universitas Tarumanegara (Untar) dengan skor akhir 53-31. Tampil di Sports Center Universitas Pelita Harapan (UPH) saat kuarter pertama, UPH belum tunjukkan dominasinya. Pada lima menit pertama, poin kedua tim sempat imbang 5-5. Namun, UPH berhasil membuat selisih poin. Kuarter pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis UPH 8-6 atas Untar. UPH mencoba memperjauh keunggulan. Di kuarter kedua, tim yang dinakhodai Michelle Febry (nomor punggung 24) ini berhasil menambah 11 poin. Skor menjadi 21-15, masih untuk keunggulan UPH. Dengan tambahan lima poin di kuarter ketiga dari Claudia Pingky Josephine (7) dan tiga poin hasil lemparan bebas Bella Stefani (6), UNJ mencoba mengejar The Eagles. Namun, tim besutan pelatih Nina Yunita ini masih belum mampu melewati perolehan poin UPH. Bermain di rumah sendiri, UPH diuntungkan dengan dukungan para suporternya. The Eagles pun semakin memperjauh selisih poin. Kuarter ketiga berakhir dengan poin 37-23 untuk keunggulan sementara UPH. Pada kuarter pamungkas, tuan rumah yang dilatih oleh Fajar G. Kusmasari ini mempertegas kekuatannya. UPH menyudahi pertarungannya dengan kemenangan atas Untar dengan skor 53-31. Sejak kuarter pertama, Leonita Angela menjadi penyumbang poin terbanyak untuk UPH. Mengoleksi total 20 poin dari pemain bernomor punggung 16 ini, UPH pun berhasil membuktikan ketangguhannya di rumah sendiri. “Materi pemain kami tahun ini masih baru, kami sendiri di sini menjadi tim underdog. Jujur saya tak puas dengan hasil hari ini. Namun, saya selalu bilang kepada anak-anak agar bermain dengan apa yang mereka bisa lakukan tanpa melihat poinnya,” ujar Fajar, pelatih tim putri UPH. Pada Rabu (27/6), UPH akan menghadapi tim debutan LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI). “Kami belum pernah bertemu USNI sehingga kami belum tahu materi permainannya. Yang sudah saya katakan tadi, kami akan bermain dengan apa yang kami punya,” ungkap Fajar. (Ham)

Gol Injury Time Korsel U-23, Perpanjang Rekor Kalah Timnas U-23 di Stadion Pakansari

Winger Timnas U-23, Osvaldo Ardiles Haay (25), saat melakukan tendangan ke arah gawang Korea Selatan U-23, di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (23/6). (bola.com)

Jakarta- Timnas U-23 gagal mengakhiri uji tanding dengan kemenangan. Menjamu Korea Selatan U-23 (Korsel) di Stadion Pakansari, Bpgpr, Sabtu (23/6), tim asuhan Luis Milla Aspas ini menelan kekecewaan usai kalah 1-2. Satu gol ‘Garuda Muda’ dalam laga tersebut dicetak oleh Hansamu Yama Pranata pada menit ke-90 (+1). Sementara, sepasang gol Korsel dilesakkan oleh Jeong Taewook di menit ke-43 dan Han Seunggyu di pengujung pertandingan. Timnas U-23 memulai laga dengan meyakinkan. Selain dapat menebar ancaman di pertahanan lawan dengan sepakan keras yang terukur dan penetrasi dari sisi sayap, barisan pertahanan mereka patut diacungi jempol. Sebabnya, mereka dapat mematahkan serangan skuat asuhan Kim Hak-bum dengan apik. Sayang, di pengujung babak pertama, mereka gagal mengantisipasi bola mati Korsel. Perlawanan Timnas U-23 makin menjadi-jadi di babak kedua. Mereka menerapkan permainan agresif dan menyerang. Peluang demi peluang mereka dapatkan. Namun, gol penyama kedudukan baru tercipta pada masa injury time. Penampilan Timnas U-23 tetap membuat Milla senang. Dalam konferensi pers usai pertandingan, dia mengaku puas dengan permainan Hansamu dan kolega secara keseluruhan, kendati hasil akhir membuat tren negatif mereka berlanjut. “Dua tim bermain all out. Banyak sekali alternatif (dalam menyerang) dan peluang (yang didapatkan). Malam ini tim bermain solid dan bekerja keras. Itulah yang membuat saya gembira,” ucap Milla. “Korea Selatan bermain dengan level tinggi. Kami sangat menyayangkan gol kedua mereka terjadi di pengujung pertandingan. Padahal, kami baru saja menyamakan kedudukan. Tapi, kembali lagi, saya bangga dengan permainan tim.” “Kami mencoba pemain. Kami juga tahu Korsel punya pertahanan yang luar biasa. Di laga ini, Beto bekerja luar biasa. Febri menciptakan peluang dengan daya jelajah yang tinggi. Besok-besok, mungkin peluang yang banyak harus jadi gol,” pungkas eks pelatih Real Zaragoza itu. Tercatat sebanyak lima laga uji coba telah digelar oleh Timnas U-23 di Stadion Pakansari, Bogor. Dari lima laga itu, tak satu pun mampu dimenangkan oleh skuat Garuda Muda. Bahkan, Timnas U-23 harus menelan dua kekalahan tatkala bermain di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Dua tim yang menaklukkan Hansamu Yama Pranata dkk adalah Bahrain dan Korea Selatan. Timnas U-23 kalah 1-0 pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 pada 27 April 2018. Dan menghadapi Korea Selatan, anak asuh Luis Milla takluk 1-2, pada Sabtu (23/6). Tiga laga lain di Stadion Pakansari berakhir dengan skor imbang tanpa gol. (Dre/Ham)

Paragliding Trip of Indonesia Kembali Dihelat, Kemenpora : Atlet Wakil Provinsi Harus Catat Sejarah Raih Medali Asian Games

Kemenpora melalui Asisten Deputi Olahraga pada Deputi Pembudayaan Olahraga kembali menggelar Paragliding Trip of Indonesia (TROI) 2018 sebanyak lima seri. (Kemenpora)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Asisten Deputi Olahraga pada Deputi Pembudayaan Olahraga, kembali menggelar Paragliding Trip of Indonesia (TROI). Event itu bertujuan membudayakan olahraga sekaligus mengembangkan potensi sport tourism diberbagai daerah di Indonesia. TROI 2018 berlangsung lima seri. Diantaranya di Dharmasraya (Sumatera Barat, 22-24 Juni), Mantar (Nusa Tenggara Barat, 20-22 Juli), Kemuning (Karanganyar, Jawa Tengah, 3-5 Agustus), Mandalika (Lombok, NTB, 5-7 Oktober, dan Mondangan (Malang, Jawa Timur, 23-25 November). Teguh Raharjo, Asisten Deputi Olahraga Rekreasi Kemenpora, berharap dihelatnya TROI di Kabupaten Dharmasraya ini maka olahraga paragliding makin berkembang. “Tujuan kami adalah terus membudayakan olahraga di tengah masyarakat, yakni paragliding. Dan jadi olahraga yang dapat dimainkan di semua lini,” ujar Teguh saat membuka event Paragliding TROI, di Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (22/6). Ia meyakini melalui event ini akan menimbulkan efek luar biasa dalam bidang sport tourism serta akan mengangkat nilai ekonomi masyarakat sekitar. “Orang luar akan bermain paragliding di Dharmasraya, semakin banyak orang yang hadir berolahraga sekaligus berwisata, dan menumbuhkan roda perekonomian warga sekitar,” tambahnya. Disisi lain, Teguh mengungkapkan Indonesia bakal menggelar hajatan olahraga terbesar negara-negara se-Asia, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Pada event Asian Games 2018, ia berharap dari Sumatera Barat melahirkan juara paragliding Indonesia di ajang itu. “Pada Asian Games nanti, atlet wakil provinsi ini harus menjadi bagian yang mencatatkan sejarah bangsa dengan menjadi peraih medali,” tutur Teguh. (Adt)

Bersaing Di Ajang East Asia Cup 2018, Timnas Bisbol Indonesia Incar Gelar Juara

Menpora Imam Nahrawi saat melepas Timnas baseball Indonesia mengikuti ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, 24 Juni mendatang. (Kemenpora)

Jakarta- Semakin dekatnya event Asian Games 2018, sejumlah cabang olahraga (cabor) terus memaksimalkan persiapan. Salah satunya adalah bisbol. Timnas bisbol Indonesia di bawah asuhan Lukmanul Hakim, bakal melakoni uji kemampuan di ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, pada 24 Juni mendatang. Andika Monoarfa, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi), menyebut East Asia Cup 2018 menjadi uji coba terakhir menuju pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Meski bersifat uji coba, namun ia berharap Timnas bisbol putra Indonesia meraih hasil maksimal di turnamen itu. “Kalau disini (East Asia Cup 2018) kami ingin meraih gelar juara. Tapi, kalau di Asian Games, untuk bisa juara sangat sulit. Minimal lolos babak penyisihan grup terlebih dahulu,” ujar Andika, Jumat (22/6). Pada ajang di Hongkong, tuan rumah Hongkong dan Thailand bakal menjadi lawan terberat skuat Merah Putih. Sebab, kedua negara tersebut memiliki rangking dunia lebih baik dari Indonesia. Selain itu, Hongkong dan Thailand memiliki materi pemain dengan kualitas di atas rata-rata pemain Indonesia. Sementara, negara lainnya yang menjadi pesaing Indonesia yakni Singapura dan Filipina. Senada, target meraih podium pertama juga diungkapkan Lukman. Ia mengungkapkan bila anak didiknya itu memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Hongkong. “Target juara itu sangat masuk akal. Saya bersyukur pengurus memberikan kami kesempatan untuk melakukan program pelatihan jangka panjang,” tambahnya, sebab turnamen itu sekaligus menjadi ajang kualifikasi menuju Asia Cup. “Sehingga dengan begitu kami punya cukup waktu untuk bisa meningkatkan kemampuan para pemain, sebelum nantinya menghadapi sejumlah ajang internasional,” tukas Lukman. (Adt)

Tampil di Singapura, Pemuda 20 Tahun Asal Cirebon Pertajam Rekornas 800 Meter gaya Bebas Putra

Aflah Fadlan Prawira, pemuda 20 tahun asal Cirebon sukses mpertajam Rekornas 800 Meter gaya Bebas Putra atas namanya sendiri. (istimewa)

Singapura- Rekor nasional (rekornas) dipecahkan perenang pelatnas jelang bergulirnya Asian Games 2018. Para perenang pelatnas melakukan uji coba di ajang bertajuk NEO Garden 14th Singapura National Swimming Championship 2018, di OCBC Aquatic Center, Singapura, 20-23 Juni 2018. Selain Indonesia, beberapa negara peserta adalah Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, India, tuan rumah Singapura, serta tim Victoria Swimming Australia. Di hari pertama, pada Sabtu (20/6), perenang pelatnas, Aflah Fadlan Prawira, memecahkan rekornas di nomor 800 meter gaya bebas putra. Fadlan mencatat waktu 8 menit 07,50 detik atau mempertajam rekornas lama, atas namanya sendiri, yakni 8 menit 12,54 detik. Menurut Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Harlin Rahardjo, Fadlan mengalami perkembangan pesat usai berlatih di Australia. Sehari-hari pemuda kelahiran Cirebon, 13 November 1997, berlatih di Bali, dibawah asuhan pelatih asal Perancis David Armandoni. Masih di nomor 800 meter gaya bebas, perenang Indonesia lainnya, Athalarik Maulidio mencatat waktu 8 menit 31,09 detik di posisi enam. Sementara Reza Bayu Prasetyo, finish ke sembilan, dengan waktu 8 menit 36,36 detik. Lalu, Agus Nuarta dengan waktu 8 menit 41,69 detik di peringkat 11. Nomor gaya bebas 1500 meter gaya bebas putri, perenang Indonesia Ressa Kania Dewi, mencatat waktu 17 menit 26,99 detik di peringkat dua. Perenang Australia Sophie Caldwell di peringkat pertama, dengan catatan 16 menit 51,69 detik. Pada Kamis (21/6), beberapa perenang tampil, diantaranya pada nomor 200 meter gaya bebas putri. Diantaranya Patricia Yosita, Sagita Putri, Adinda Larasati Dewi, Ressa Kania Dewi dan Prada Hanan. Untuk nomor 200 meter gaya bebas putra ada Agus Nuarta, Putra M.Randa, Fadlan, Alexander Damanik. Nomor 200 meter gaya punggung putra, Farrel Armandio Tangkas. Lalu perenang Pande Made Iron Digjaya, turun di nomor 100 meter gaya dada putra. Untuk 100 meter gaya kupu-kupu putri tercatat nama A.A. Istri Kania Ratih. Sementara Alexander Damanik, Reza Bayu, Muhammad Fauzan Martzah Azel Zelmi, Fadlan Prawira dan Danandra Damario, tampil untuk nomor gaya dada putra. (Adt)

Geber TC Asian Games 2018, Timnas Soft Tenis Jalani Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia Asian Games 2018, segera menjalani Training Camp selama dua pekan di Incheon, Korea Selatan. (tribunnews.com)

Jakarta- Tak berlama-lama menikmati libur lebaran, Timnas Soft Tenis Indonesia kembali menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) di Kota Incheon, Korea Selatan. Tim nasional Soft Tenis Indonesia telah menjejakkan kaki di Incheon, Korea Selatan, Senin (18/6). “Mereka telah menyelesaikan tahap uji coba dalam rangka persiapan Asian Games 2018. Saat ini, mereka menjalani training camp selama dua pekan di Incheon,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti) Martuama Saragi, dalam siaran pers, Senin (18/6). 10 pemain yang diproyeksikan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 tersebut, akan berada di Incheon hingga awal bulan depan. Sebelum berangkat ke Incheon, skuat Merah Putih telah sukses melewati sejumlah uji coba pada beberapa turnamen internasional di Nakhon Ratchasima (Thailand) dan Hiroshima (Jepang). Selain itu juga di Frankfurt (Jerman) dan Pattaya (Thailand,) serta tes even di Palembang. Prima Simpatiaji dan Elbert Sie bergantian mendulang emas nomor tunggal putra. Sementara Irfandi Hendrawan konsisten di posisi kedua. Sedangkan di sektor putri, Dede Tari Kusrini dan Voni Darlina acapkali berdiri di podium juara. “Prima dan kawan-kawan akan berlatih bersama tim nasional Korea Selatan dengan dua tujuan, yakni untuk memperdalam teknik permainan sekaligus menjadi kesempatan untuk mengukur kekuatan lawan,” ujar pria yang juga Wakil Presiden Federasi Soft Tenis Asia (ASTF) ini. Pada Asian Games 2018, Korea Selatan adalah raja soft tenis. Negeri Ginseng itu mendulang 23 medali emas dari cabang yang mulai dipertandingkan secara resmi sejak Asian Games 1994. Unggul jauh atas Jepang, negeri asal olahraga ini, yang baru mengais lima emas. PP Pesti menargetkan satu medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Pada pesta olahraga antarnegara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea Selatan, cabang olahraga soft tenis berhasil menyumbang dua medali. Dua medali itu terdiri dari satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. Sepulang dari Incheon, PP Pesti akan menjamu Timnas Korea Selatan dan Jepang yang akan menjalani latihan di Indonesia. Setelah itu, tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia bakal memasuki tahap akhir persiapan menuju Asian Games 2018, yakni penyesuaian lapangan pertandingan di Palembang, awal Agustus mendatang. “Semoga pengorbanan para pemain demi kejayaan Merah Putih, termasuk hanya sekejap menikmati suasana Lebaran di Tanah Air karena harus berlatih di Korea, akan berbuah manis saat penyelenggaraan Asian Games 2018,” pungkasnya. (Adt)

Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Usai Libur Lebaran, Atlet Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Latihan Lagi Mulai Besok Senin

Pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya mulai berlatih pada Senin (18/6) jelang persiapan Asian Games 2018. (tempo)

Jakarta- Kepala pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan, skuad ganda putra Indonesia Asian Games 2018 akan kembali dari libur lebaran Idul Fitri pada Senin (18/6). Padatnya agenda turnamen yang akan diikuti, menjadi alasan terbatasnya libur yang didapat para pemain. “Senin (18 Juni) kami sudah latihan lagi. Karena minggu depannya berangkat ke Malaysia. Mereka berangkat 24 Juni untuk ikut Malaysia Open,” kata Herry. Ia mengatakan libur selama lima hari ini sebenarnya cukup riskan di tengah padatnya agenda turnamen. Kekahwatrian muncul jika para pemain tak fit pasca libur lebaran. Namun karena libur hari raya adalah hak setiap pemain, keputusan libur pun tetap dijalankan. “Memang sulit untuk nggak libur. Itu (libur) hak mereka juga. Hari Raya itu kan setahun sekali, dan acara mau ketemu keluarga. Saya sudah pikirkan itu. Resikonya kita tanggung, ya nggak masalah,” kata pelatih berusia 53 tahun itu. Libur ini telah disepakati diberikan kepada seluruh pemain ganda putra Indonesia, termasuk pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo. Herry pun telah meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya selama libur lima hari. “Selama 5 hari itu biasanya program masing-masing individual di rumah. Misalkan tak ada lapangan, tapi yang penting jaga fisiknya. Mungkin bisa lari, treadmill, atau bersepeda,” kata Herry. Pelatnas bulu tangkis ganda putra utama Indonesia akan menghadapi serangkaian turnamen dalam beberapa waktu ke depan. Turnamen terdekat yang akan diikuti adalah Malaysia Open 2018 pada 26 Juni hingga 1 Juli. Dan dilanjutkan Indonesia Open 2018 pada 3-8 Juli yang Indonesia menjadi tuan rumahnya. Pada 30 Juli hingga 5 Agustus para pemain akan ikut dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, Cina. Rangkaian turnamen besar itu sekaligus persiapan Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, pada pertengahan bulan Agustus. Cabang bulu tangkis menjadi salah satu kekuatan dan harapan besar Indonesia untuk meraih medali emas. (Adt)

Rekornas Lompat Jauh 33 Tahun Akhirnya Pecah di Korea Selatan Oleh Mahasiswa IKIP Mataram

Rekor nasional (rekornas) cabang olahraga atletik nomor Lompat Jauh yang bertahan selama 33 tahun akhirnya dipecahkan oleh Safwaturahman Sanapiah. (ilustrasi)

Yecheon- Atlet lompat jauh nasional, Safwaturahman Sanapiah, memecahkan rekor nasional (rekornas) yang bertahan selama 33 tahun usai mencatatkan lompatan sejauh 7,98 meter pada Korea Open 2018 di Yecheon, Korea Selatan, Minggu (17/6), sekaligus meraih medali emas. Pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melampaui rekornas, yang sebelumnya dipegang Agus Reza Irawan, dengan lompatan sejauh 7,85 meter pada Kejuaraan Asia 1985 di Jakarta. Berdasarkan informasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), saat laga, pria kelahirana Sumbawa 13 Mei 1994 ini, unggul dari atlet Korea Selatan (dengan lompatan 7,75 meter), serta Sri Lanka (7,73 meter). Keberhasilan mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra IKIP Mataram ini, turut melengkapi keberhasilan sejumlah atlet Indonesia lainnya, yang juga meraih medali di beberapa nomor. Indonesia juga meraih medali perunggu dari nomor tolak peluru putri. Juara SEA Games 2017 Eki Febri Ekawati berhasil menempati posisi ketiga dengan tolakan sejauh 15,16 meter. Sebelumnya, tim estafet Indonesia sukses meraih emas nomor estafet 4 x 100 meter putra. Tim yang berisikan Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara itu unggul atas tim Korea Selatan dan Hongkong. Anak-anak asuhan pelatih Eni Sumartoyo tersebut berhasil mencatatkan waktu terbaik 39,76 detik. Sementara itu, dua tim estafet Korea Selatan yang bermaterikan atlet-atlet muda hanya mencatatkan waktu terbaik 40,61 detik dan 41,06 detik. “Seharusnya, tim Hongkong menempati peringkat kedua, tapi mereka didiskualfikasi karena melanggar aturan,” ujar Eni yang mendampingi atletnya di Korea Selatan. Menurut Eni, tim estafet Indonesia meakai formasi yang berbeda dari test event Asian Games 2018, dan training camp di Amerika Serikat. Tanpa Lalu Muhammad Zohri, yang memperkuat tim junior pada Kejuaraan Asia 2018 di Gifu, Jepang, tim estafet Indonesia kembali diperkuat sprinter Yaspi Boby. “Dengan waktu persiapan 1 bulan, saya rasa hasil yang dicapai cukup baik,” kata Eni. Korea Open 2018 berlangsung selama dua hari (16-17 Juni) dan diikuti atlet dari 7 negara Asia yakni Hongkong, Vietnam, Filipina, India, Singapura, Indonesia, serta tuan rumah Korea Selatan. Indonesia tercatat mengirimkan 9 atlet yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 nanti. Mereka adalah tim estafet putra yang terdiri Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. Selain itu ada pula Safwaturahman (lompat jauh), Suwandi Wijaya (lompat jauh), Emilia Nova (100 m Gawang) dan Eki Febri Ekawati (tolak peluru). (art)

Indonesia Berlaga di SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, Bidik Posisi Empat Besar

Pelatih Timnas Indonesia Fictor Roring (tengah), berharap anak didiknya bisa menempati empat besar SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, di Thailand. (detik.com)

Jakarta- Tim nasional (timnas) basket Indonesia bakal berlaga di Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA (FIBA Asia Cup) 2021 Wilayah Asia Tenggara, di Nonthaburi, Thailand, 26-30 Juni 2018. Pada event basket khusus wilayah Asia Tenggara atau SEABA (South East Asia Basketball Association) itu, Andakara Prastawa dan kawan-kawan bakal berjumpa tuan rumah Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Singapura. Turnamen itu menggunakan format round-robin yakni empat tim terbaik lolos ke babak kedua atau kualifikasi wilayah Asia Tenggara pada September nanti. Ada 12 pemain yang bakal dibawa Fictor Gideon Roring (Pelatih Timnas Indonesia) yang didampingi Johannis Winar dan Youbel Sondakh (Asisten Pelatih Timnas). Mereka adalah Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita, Andakara Prastawa Dhyaksa, Sandy Febiansyakh Kurniawan, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, Ponsianus Nyoman Indrawan, Firman Dwi Nugroho, Valentino Wuwungan, Xaverius Prawiro, Arki Dikania Wisnu, Juan Laurent Kokodiputra, dan Jamarr Andre Johnson. Piala Asia itu telah dimulai sejak 1960. Skuat Merah Putih selalu ikut kejuaraan yang sudah berlangsung 29 edisi tersebut. Namun, Indonesia hanya beberapa kali lolos ke babak utama. Selebihnya, pasukan Garuda tak lolos di fase kualifikasi. Kiprah terakhir Indonesia di babak utama Piala Asia FIBA, terjadi pada 2014. Saat itu, Indonesia diwakili Tim Aspac Jakarta yang berlaga di Wuhan, China, 11-19 Juli 2014. Ito, sapaan akrab Fictor Roring, menyebut timnas yang dikirim untuk mengikuti turnamen SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021 adalah pemain yang ikuti berlatih di Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan tim ini yang nantinya dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018. “Soal target, kami ingin lolos kualifikasi ini dulu, artinya harus bisa menempati empat besar,” ujar Ito dikutip mainbasket, Sabtu (16/6). Senada diungkapkan Budi Djiwandono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Ia menjelaskan timnas Indonesia memikul tugas berat di turnamen SEABA tahun ini. Sebab, tegasnya, bila turnamen ini juga menjadi seleksi untuk menuju Piala Dunia FIBA 2019. “Target kami tentu mencapai prestasi setinggi-tingginya. Kalau bisa Indonesia menjadi juara,” tukas Budi. (Adt)

Libur Lebaran TC Asian Games 2018, Atlet Panjat Tebing Wajib Pull Up Ratusan Kali Di Rumah

Aries Susanti dkk wajib melakukan latihan pull up ratusan kali di rumah mereka, disela-sela liburan lebaran Pelatnas Asian Games 2018. (fpti)

Jakarta- Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang panjat tebing mendapatkan libur lebaran. Namun, mereka tidak bisa santai. Sebab, harus tetap berlatih mandiri dirumah masing-masing. Para atlet itu libur sejak Kamis (8/6), dan kembali ke Yogyakarta untuk mengikuti program Pelatnas pada Sabtu (16/6). Hendra Basyir, Pelatih Tim Nasional (timnas) Sport Climbing Indonesia, bahkan mewajibkan anak didiknya melakukan pull up setiap hari selama libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H. “Untuk atlet putra sebanyak 600 kali, dan atlet putri 500 kali,” ujar Hendra, Kamis (14/6). Menurutnya, para atlet harus menjalani latihan mandiri. Latihan ini, tambah Hendra, bisa dilakukan bersama atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) daerah asal yang dimiliki pengurus cabang (Pengcab) atau pengurus provinsi (Pengprov). “Latihan mandiri menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran atlet selama libur lebaran,” tegasnya. Sementara, Aries Susanti, atlet Pelatnas Asian Games 2018 itu bahkan rela membangun sarana pull up di halaman belakang rumahnya di Desa Tarumanagara, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, demi menjaga kebugaran. Fasilitas sederhana yang terbuat dari pipa besi itu, dibangun perempuan berjuluk ‘Laba-laba Grobogan’ ini agar bisa melakukan pull up secara rutin tanpa harus keluar kediamannya. “Dalam sehari saya rutin melakukan pull up 500 kali,” terangnya. Sebelumnya, ia harus pergi ke SD (Sekolah Dasar) tempat dirinya bersekolah dahulu yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya demi bisa melakukan pull up. “Saya pull up sama keponakan biar dia juga olahraga,” ungkap Aries. Selain Aries, atlet asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Iqomah, melakukan pull up dengan memanfaatkan ventilasi rumah. “Fungsinya sama, kok. Yang penting niatnya. Kalau untuk latihan pemanjatan saya biasanya di Lapangan Manggemaci (Paruga Na’e), yang ada di Kota Bima,” cetus Nurul. (Adt)

Forki Kirim 12 Karateka Untuk Asian Games 2018, Bonus Rp 1 Miliar Peraih Emas Menanti

Karateka pelatnas Andi Dasril Dwi, saat berlaga pada Kelas Kata Perorangan, ketika mengikuti seleksi akhir Timnas inti Asian Games 2018, di Ciloto. (suara.com)

Jakarta- Usai melewati serangkaian seleksi, akhirnya Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB FORKI) mendapatkan 12 karateka yang akan bertarung ke Asian Games 2018. Mereka ini terpilih melalui seleksi akhir yang berakhir, Senin (11/6) di Ciloto, Jawa Barat. Untuk bagian putra terjaring, Ahmad Zigi Zaresta (kata putra), Rifky Ardiansyah (60 kg), Jintar Simanjuntak (-67 kg), Sandi Firmansyah (-75 kg), Romario Setiamu (-84 kg), dan I Made Budi Kertayasa (+84 kg). Sementara di nomor putri ada Nawar Kautsar M (kata), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cokorda Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), Intan Nurjanah (-61 kg), Ceyco Goergia (-68 kg), dan Dessynta Rakawuni Banurea (+68 kg). Kedua belas karateka ini merupakan hasil terbaik dari proses panjang yang dilakukan PB Forki jelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada Agustus. Saat seleksi tahap pertama di tempat sama pada 10 Maret lalu, Forki menyeleksi 28 karateka untuk mendapatkan hasil 150%. Sementara pada tahap kedua, Forki menyaring 24 karateka yang terdiri dari 18 atlet pelatnas, empat karateka yang pernah mengundurkan diri dari pelatnas, dua karateka berprestasi di Kejuaraan Piala Mendagri, Kejuaraan Karate SEAKF, dan Kejuraan Karate AKF. Hasilnya adalah 12 karateka di 12 kelas berbeda. Cabang karate Asian Games 2018 akan mempertandingkan 12 kelas. Namun, sesuai ketentuan yang berlaku, tiap negara hanya boleh turun di delapan kelas. Karena itu, Forki masih perlu melakukan seleksi akhir lewat analisis potensi atlet dan peluang di 12 kelas yang dipertandingkan tersebut. “Kami hanya akan memasukkan delapan nama untuk tim inti Asian Games nanti. Entry by name-nya pada 30 Juni mendatang. Jadi, kami masih punya waktu sekitar dua minggu untuk mengevaluasi dan menganalisi kelas-kelas berpeluang merebut medali di AG nanti,” ujar Sekretaris Jenderal PB Forki, Lumban Sianipar. Analisis peluang di setiap kelas itu sangat diperlukan, mengingat persaingan ketat di ajang multievent empat tahunan itu. Terutama persaingan dengan karateka-karateka Jepang, Iran, Malaysia, dan negara-negara bekas Uni Soviet seperti Uzbekistan, Kazakhstan, dan lain-lain. Karena itu, Forki harus mampu melihat kelas yang berpotensi merebut medali, terutama emas, bagi Indonesia. Apalagi, karate termasuk cabang yang diharapkan bisa merebut emas bagi Indonesia. Sebab, dalam perjalanan Asian Games, Indonesia pernah menorehkan sejarah manis saat merebut medali emas pada Asian Games 1998 Bangkok lewat Arif Taufan Syamsuddin, dan Asian Games 2002 Busan melalui Muhammad Hasan Basri. “KOI memang menargetkan 1 medali emas dari cabang karate. Tapi, kami berharap bisa mendapatkan tiga medali emas di ajang Asian Games nanti,” ujar Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo. Gatot pun menyiapkan bonus Rp 1 miliar untuk karateka Indonesia yang mampu merebut medali emas pada Asian Games 2018. Dalam rilis PB Forki kepada media, Selasa (12/6), pemberian bonus itu untuk memacu motivasi atlet yang akan bertanding pada ajang multievent Asia empat tahunan tersebut. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga berjanji memberi bonus Rp 1,5 miliar bagi atlet peraih emas di Asian Games 2018. “Jadi, kalau ditotal, jumlahnya Rp 2,5 miliar dengan bonus dari Kemenpora,” kata Gatot saat di Ciloto Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Senin (11/6). Jika Forki mewujudkan target tersebut, tentu menjadi sejarah besar karate Indonesia di ajang multievent. Untuk mempersiapkan itu, Forki akan segera mengirim ke-12 atlet hasil seleksi, ke kejuaraan karate Asia di Yordania, Juli mendatang. Bahkan, khusus delapan atlet yang nanti masuk entry by name, Forki akan memberikan program latihan di Jepang, untuk karateka nomor kata dan training camp di Mesir dan Ukraina untuk karateka nomor kumite. (art)

Atlet 17 Tahun Sabet Juara, Tim Soft Tenis Indonesia Boyong Lima Emas Di Thailand

Tim Soft Tenis Indonesia berjaya di turnamen internasional The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. (Humas PP Pesti)

Jakarta- Tim Soft Tenis Indonesia berhasil memboyong lima medali emas, tiga perak dan lima perunggu dari turnamen internasional bertajuk “The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships” di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. Selain itu, pasukan Indonesia juga bertengger di podium tertinggi kategori beregu putra turnamen yang diikuti peserta dari enam negara (Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Kamboja dan India) ini. Berdasarkan pernyataan resmi Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (Pesti), skuat Merah Putih yang akan membela Indonesia pada Asian Games 2018 itu mendulang emas melalui ayunan raket Elbert Sie, di nomor tunggal putra. Lalu, pasangan Prima Simpatiaji/Irfandy Hendrawan, dan ganda campuran Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, serta tunggal putri yunior U-18, Anadeleyda ‘Anna’ Kawengian. “Hasil ini membuat kami percaya diri jelang Asian Games 2018 di Palembang, Agustus nanti,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pesti, Martuama Saragi. Terutama hasil yang dibukukan Anna, yang terhitung atlet potensial. Siswa SMA Kristen El Fatah, Manado, Sulawesi Utara ini, juga meraih medali emas saat berlaga di Frankfurt, Jerman, di nomor ganda putri. Petenis kelahiran Manado, 28 Agustus 2001, ini bepotensi menjadi andalan Indonesia masa depan. Turnamen yang berlangsung di kawasan wisata Pattaya di Negeri Gajah Putih itu mengakhiri program uji coba pemusatan latihan nasional (pelatnas) Soft Tenis menjelang Asian Games 2018. Sejak awal tahun ini, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan telah melakoni uji coba di berbagai kejuaraan internasional. Diantaranya turnamen di Nakhon Ratchasima (Thailand), Hiroshima (Jepang) dan Frankfurt (Jerman). “Setelah ini, kami kembali menjalani training camp di Incheon, Korea Selatan, dari 17 Juni hingga 2 Juli,” tutur pelatih putra Pelatnas Soft Tenis, Ferly Montolalu. Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. PP Pesti mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Berikut raihan tim Indonesia dalam The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018, yakni : Lima medali emas (tunggal putra: Elbert Sie, ganda putra: Prima Simpatiaji/Irfandy Heendrawan, ganda campuran: Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, tunggal putri yunior: Anadeleyda Kawengian, dan beregu putra). Tiga medali perak (tunggal putra: Prima Simpatiaji, tunggal putri: Voni Darlina, beregu putri) Lima medali perunggu (tunggal putra: Irfandy Hendrawan, ganda putra: Hemat Bhakti Anugrah/Gusti Jayakusuma, ganda putri: Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina, ganda campuran: Irfandy Hendrawan/Dede Tari Kusrini, tunggal putri U-21: Anna Lontoh). (art) Tim Soft Tenis Indonesia Putra Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji, Gusti Jaya Kusuma, Elbert Sie, Hemat Bakti Anugrah Putri Dwi Rahayu Pitri, Dede Tari Kusrini, Anadeleyda Kawengian, Siti Nur Arasy, Voni Darlina

Dijual Akhir Juni, INASGOC Yakin Lebih 1 Juta Tiket Pertandingan Asian Games 2018 Terjual

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yakin, lebih dari satu juta tiket terjual untuk menyaksikan pertandingan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 mengumumkan tiket menonton pertandingan pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke 18, mulai dijual pada akhir Juni. INASGOC menunjuk KiosTix sebagai mitra, dalam mengelola ticketing Asian Games 2018. Dan, masyarakat dapat membeli baik secara online maupun offline, dan pop up store merchandise Asian Games 2018, yang tersebar di beberapa mal Jakarta dan Palembang. Panitia juga membuka Ticket Box di venue selama Asian Games 2018 berlangsung. Erick Thohir, Ketua Umum INASGOC, mengatakan dirinya dan seluruh Panitia Pelaksana Asian Games 2018, sangat optimis bila tiket pertandingan akan banyak dibeli, mengingat antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut pesta multievent itu. “Target penjualan tiket saat ini masih kami hitung. Tapi, kami yakin akan lebih dari sejuta tiket yang terjual. Pada waktu Asian Games 2014 Incheon (Korea Selatan), targetnya 1,3 juta tiket,” ujar Erick pada Senin (11/6). Terkait harga tiket, Erick menyebut tiket termurah adalah Rp 30.000 dan rata-rata Rp 100.000. “Tidak ada tiket gratis. Harga tiket sudah termasuk asuransi. Untuk melibatkan pelajar kami akan komunikasikan dengan Pemda (Pemerintah Daerah),” tegas pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu. “Tiket dibagi empat kategori, dan tiap kategori memiliki harga dan keuntungan berbeda,” cetusnya. Sementara, Sarman Simanjorang, Direktur Ticketing INASGOC, menjelaskan tiket yang dijual nantinya akan berbentuk E-voucher yang dilengkapi dengan QR code dan kemudian bisa ditukar dengan thermal tiket (tiket fisik) atau wristband tiket, saat mendekati waktu pertandingan. “Dengan metode seperti ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tiket palsu yang sering muncul saat penyelenggaraan event besar,” tegas Sarman. “Proses pemilihan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tambahnya. Sedangkan Ade Sulistioputra, CEO KiosTix, mengungkapkan pihaknya merasa bangga karena dilibatkan serta berpartisipasi dalam event besar seperti Asian Games 2018. “Kami telah memiliki pengalaman dalam hal ticketing manajemen. Kami pernah menangani 100 venue dan 300 event, serta jutaan tiket,” tutur Ade. (Adt)

Langkah Berat Timnas Basket Putri 3X3 Di Piala Dunia, Butuh Dua Kemenangan Ke Babak Selanjutnya

Fanny Kalumata (putih) dkk wajib menang saat berjumpa Italia dan Turkmenistan, jika ingin lolos ke babak selanjutnya di FIBA 3X3 World Cup 2018, di Manila, Filipina. (FIBA 3X3).

Jakarta- Timnas basket putri 3X3 Indonesia butuh dua kemenangan jika ingin lolos ke babak selanjutnya pada Kejuaraan FIBA 3X3 World Cup (Piala Dunia) 2018, di Manila, Filipina. Skuat putri diperkuat Fanny Kalumata (Tenaga Baru Pontianak), Jovita Elizabeth (Surabaya Fever), Husna Latifah dan Yusranie Assipalma (Merpati Bali). Langkah berat itu harus dilalui Fanny dan kawan-kawan menyusul dua kekalahan beruntun atas Republik Ceko dan Malaysia. Di babak penyisihan, srikandi Merah Putih masuk di grup A bersama Republik Ceko, Malaysia, Italia, dan Turkmenistan. Di laga pertama, Indonesia sudahharus mengakui ketangguhan Republik Ceko dengan skor 11-22. Di laga ini, Indonesia bermasalah dengan akurasi, karena bisa membuat 24 tembakan, namun hanya 10 tembakan yang sukses memundi poin. Ini diperparah dengan 9 turn over. Jovita mencetak enam poin, dan Yusranie menyumbangkan tiga poin pada laga itu. Sebaliknya, Negara Eropa Tengah itu memaksimalkan permainan melalui Ramona Hejdova dan Ramona Stehlikova yang mencetak masing-masing 7 poin. Pada laga kedua, Indonesia tampil lebih baik saat berjumpa Malaysia. Bahkan, pertandingan berjalan seimbang. Jovita kembali menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 7 poin. Namun tembakan forward dari Negeri Jiran Fook Yee Yap yang sukses membukukan 12 poin berasal dari 4 tembakan 1 poin, dan 4 tembakan 2 poin, akhirnya membuat Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 14-21. Hasil itu membuat Indonesia harus berjuang keras disisa dua pertandingan berikutnya, pada Senin (11/6), bila ingin lolos ke babak selanjutnya saat berjumpa Italia yang pernah menembus 8 besar di Piala Dunia 3X3 pada 2017, dan Turkmenistan. Persiapan Fanny dan kawan-kawan di ajang ini memang tidak maksimal. Mereka hanya butuh kurang dari 1 minggu mempersiapkan diri jelang event FIBA 3X3 World Cup setelah ditunjuk menggantikan Venezuela yang mundur akibat terkendala visa. (Adt)

Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018, Panitia Libatkan 2500 Personil Keamanan

INAPGOC menggelar rapat tekhnis pengamanan test even Asian Paragames 2018, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta pada Kamis (7/6). (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) bersiap menggelar test event atau ujicoba bertajuk ‘Indonesia Para Games Invitational Tournament’, 25 Juni – 3 Juli 2018, di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Tujuannya, untuk menguji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018, dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, dan elemen pendukung lainnya. Test event itu akan mempertandingkan lima cabang olahraga yakni atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, dan bola basket kursi roda. Guna mengamankan gelaran test event itu, Deputi IV Keamanan INAPGOC akan melibatkan 2500 personil. “Kami menggelar rapat koordinasi tekhnis pengamanan test event dengan Deputi IV yang bertanggung jawab soal keamanan dan pelaksanaan Asian Para Games 2018,” ujar Raja Oktosaptahari, Ketua Umum INAPGOC, di Jakarta, Kamis (7/6). Dalam rakor tekhnis pengamanan, dikatakan Okto, Deputi IV memberikan gambaran tentang persiapan terkait pengamanan Asian Para Games 2018. “Mudah-mudahan ini menjadi gambaran kesiapan panitia Asian Para Games 2018,” ujar anak dari Oesman Sapta Odang itu. Sementara, Asisten Operasi (Asops) Kapolri Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Deden Juhara, Deputi IV Keamanan INAPGOC, mengatakan jika pihaknya telah memetakan terkait pengamanan test event Asian Para Games 2018. “Deputi IV nanti akan bekerjasama dengan Deputi lainnnya, sehingga kegiatan test event nanti akan kami amankan, mulai dari kedatangan atlet di Bandara, kemudian wisma atlet, sampai dengan saat pertandingan, termasuk jalur lalu lintas,” tutur Deden. Ia menyebut pihaknya mengerahkan 2500 personil keamanan jajaran kepolisian dan TNI. “Jumlah itu tidak harga mati, tergantung ada masukan terkait ancaman keamanan yang meningkat akan kami libatkan yang lain. Untuk itu kami siap, untuk Asian Para Games 2018 melibatkan jajaran kepolisian dan TNI,” ungkapnya. “Kami akan maksimalkan dan harus aman. Karena ini adalah pesta olahraga menyangkut kredibilitas negara, sehingga dipastikan haruslah aman, sebab akan dipantau dunia,” tegas Deden. (Adt)

Usai Digunduli Thailand, Timnas Wanita Bidik Uji Coba Kontra Hongkong Dan Filipina Paska Lebaran

Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita Indonesia (merah) akan kembali melakoni uji coba Internasionan melawan Hongkong dan Filipina. (topskor.id)

Jakarta- Timnas Wanita Indonesia menunjukkan progres permainan positif meski takluk dari Timnas Wanita Thailand. Tugiyati dan kawan-kawan harus kalah dengan skor 0-3 pada uji coba internasional kedua tim, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (30/5) malam. Hasil ini dinilai jauh lebih baik karena pada laga yang pertama pada Minggu (27/5) harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-13. Pelatih Timnas Satia Bagja Ijatna usai laga mengaku pada pertandingan ini timnya tampil lebih baik karena tampil tenang dan percaya diri. Timnas Wanita Indonesia kelasnya berada jauh di bawah Thailand. Thailand pernah menjuarai Piala Asia Wanita pada 1983. Tim Gajah Putih juga tiga kali menjuarai Piala AFF wanita, dan lima kali menjuarai SEA Games. PSSI merespons kekalahan memalukan Timnas sebagai sebuah pelajaran berharga. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sebelum uji coba dengan Thailand, pihaknya sudah tahu jika Timnas Wanita Indonesia kalah kelas. Selain itu, jika melihat level, Timnas Wanita Indonesia baru akan bisa sejajar dengan kualitas Thailand saat ini, pada 2023. “Sebelum uji coba dengan Thailand, kami sudah tahu kalau kalah kelas jauh. Tapi tidak apa-apa. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” jelas Tisha, akhir Mei lalu. “Kalau bicara level, Timnas Wanita kita baru bisa sejajar dengan Thailand itu pada 2023. Jadi, kita coba semampu kita. Proses ini kan tidak bisa instan, tidak bisa langsung bagus di Asian Games (2018),” tambahnya. Tisha juga mengungkap target Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sadar dengan kekuatan yang ada saat ini, tak ada target khusus. Tisha hanya mengatakan target Timnas Wanita Indonesia bermain bagus dari laga ke laga. “Targetnya ya nggak ada yang khusus sih, cuma improving (perbaikian) dari pertandingan ke pertandingan. Tapi seperti yang saya katakan tadi. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” ucap Tisha. Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita akan kembali melakoni uji coba Internasional. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 bulan Juli dan Asian Games 2018, dan Indonesia didaulat menjadi tuan rumah. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Manajer Timnas, Papat Yunisal, menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami masih terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7) siang. “Kemungkinan besar terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” ungkap Papat. Sebagai penutup program latihan di bulan Ramadhan, tim yang dijuluki Garuda Pertiwi akan rehat pemusatan latihan pada 13-18 Juni 2018. (Dre)

Usai Borong Enam Emas Di Jerman, Pelatnas Soft Tenis Asian Games Ke Thailand Asah Taktik Permainan

Timnas Pelatnas soft tenis Indonesia meraih enam medali emas di turnamen 'The 11th Soft Tennis German Open 2018', sekaligus event ujicoba Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Tim pemusatan latihan (Pelatnas) soft tenis Asian Games 2018 berhasil meraih enam medali emas, lima perak, dan empat perunggu di lapangan tanah liat Kronberg Tennis Erwin Obenhochstandt, di Frankfurt, Jerman, 1-3 Juni. Usai memborong medali emas di turnamen bertajuk ‘The 11th Soft Tennis German Open 2018’, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan lalu bertolak ke Thailand pada Rabu (6/6), mengikuti Pattaya Open sekaligus mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi. Mereka berada di Negeri Gajah Putih itu hingga Senin (11/6). Di Asian Games 2018, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti), mencanangkan target satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Pada Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, tim soft tenis mengantongi satu perak dari Edi Kusdaryanto di nomor tunggal putra. Dan, satu perunggu lewat Prima Simpatiaji/Maya Rosa di nomor ganda campuran. Hendri Susilo Pramono, Manager Soft Tenis Indonesia, mengaku puas dengan anak didiknya di Jerman Open, akhir pekan lalu. “Hasil ini memuaskan, karena kami berhasil menyapu seluruh gelar juara dari enam nomor yang dilombakan,” ujar Hendri, Rabu (6/6). Di nomor tunggal putra, Prima Simpatiaji berhasil meraih medali emas usai mengalahkan rekan satu Pelatnas yang merupakan juniornya, Irtandi Hendrawan di partai pamungkas. Sedangkan di partai puncak tunggal putri, Dede Tari Kusrini menyisihkan kompatriotnya, Dwi Rahayu Pitri. Sementara, di final ganda putra, duet Hemat Bakti Anugrah/Gusti Jayakusuma menumbangkan pasangan senior Elbert Sie/Hendri Susilo Pramono. Dan, di ganda putri, dobel Dede Tari Kusrini/Anadeleyda Kawengian merebut emas usai menyudahi perlawanan Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina. “Terpenting adalah kami mampu menjaga mental bertanding pemain selama menjalani program uji coba hingga siap berlaga saat Asian Games 2018 nanti,” lanjutnya. Turnamen ‘The 11th Software Tennis German Open 2018’, diikuti empat negara, yakni tuan rumah Jerman, Polandia, India dan Indonesia. “Meski hanya empat negara, namun tuan rumah Jerman dan Polandia adalah kekuatan utama soft tenis di benua Eropa, sementara India adalah kuda hitam dari kawasan Asia,” tambah Hendri. Selanjutnya, 10 atlet Pelatnas soft tenis kembali mengikuti ujicoba di Thailand pada ajang Pattaya Open. Tim berangkat pada Rabu (6/6), dan berada di Thailand hingga Senin (11/6). “Tak ada masalah teknik dan fisik bagi pemain meski jadwal uji coba tergolong padat. Fokus utama selama di Thailand mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi,” tukas Hendri. (Adt)