FIBA Minta Indonesia Jadi Kandidat Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Basket U-19

Federasi internasional olahraga bola basket dunia FIBA kembali melirik potensi Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia bola basket. Hal ini disampaikan Anggota Dewan Central Board FIBA, Ingo Weiss beserta jajarannya dalam audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, Kamis (2/5/2024). “Kami memilih Indonesia menjadi kandidat tuan rumah Kejuaraan Dunia FIBA U-19 tahun 2027 mendatang,” ujar Ingo Weiss yang dalam audiensi tersebut didampingi pengurus Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (Perbasi). Pemilihan ini menurut Ingo tak terlepas dari keberhasilan Indonesia dalam menggelar Piala Dunia Bola Basket FIBA pada 2023 mendatang bersama Filipina dan Jepang. FIBA menilai penyelenggaraan Piala Dunia FIBA 2023 di Indonesia kala itu merupakan yang terbaik. “Kami ada di sini pada Piala Dunia FIBA 2023 dan kami merasakan atmosfer yang luar biasa terhadap olahraga bola basket. Kami bertemu banyak orang yang antusias dengan bola basket, semuanya sangat menyukai bola basket di sini,” urai Ingo. Dijelaskan, berbeda dengan Piala Dunia FIBA kategori senior, pada Kejuaraan Dunia U-19 nantinya tuan rumah bisa otomatis langsung ikut bagian menjadi peserta turnamen. Tidak harus melalui babak kualifikasi terlebih dahulu. Pun demikian, tidak ada hosting fee yang perlu dibayar Indonesia apabila menjadi tuan rumah. Namun Indonesia tetap memiliki kewajiban dalam manajemen dan pengelolaan panitia penyelenggara. Lebih lanjut Ingo menjelaskan, pertimbangan lain dipilihnya Indonesia ikut bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia U-19 adalah berkaitan rencana FIBA membuka kantor di Jakarta pada tahun ini. Hal tersebut menurut Ingo akan lebih mudah dalam mengatur penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia. “Indonesia juga menunjukkan perkembangan infrastruktur olahraga yang signifikan, khususnya dalam olahraga basket,” tambah Ingo merujuk keberadaan Indonesia Arena yang menjadi venue Piala Dunia FIBA 2023 silam. Menpora Dito lantas menyambut baik pemilihan Indonesia oleh FIBA terkait kandidat bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia U-19. Dalam hal ini Menpora sudah menyampaikan kepada FIBA dan Perbasi bahwa Indonesia pasti akan mengikuti bidding tersebut. “FIBA memberikan angin segar yang tampaknya mereka juga ingin Piala Dunia untuk U-19 itu digelar di wilayah Asia,” ujar Menpora. Kata Menpora Dito, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan memang mengupayakan bisa menjadi tuan rumah kejuaraan-kejuaraan tingkat dunia. Khususnya pada kategori junior yang juga menjadi ajang pembinaan bagi talenta-talenta muda Tanah Air. “Indonesia memiliki fasilitas-fasilitas olahraga yang bisa digunakan untuk kejuaraan-kejuaraan dunia. Penyelenggaraannya pun tidak harus di Jakarta, tetapi juga bisa di kota-kota lain di Indonesia,” tambah Menpora. Sementara itu Ketua Umum (Ketum) Perbasi Danny Kosasih menilai kepercayaan FIBA yang memilih Indonesia sebagai kandidat untuk mengikuti bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia FIBA U-19 harus disambut baik. Apalagi apabila terpilih sebagai tuan rumah, Indonesia akan lolos otomatis ke kejuaraan tersebut. “Jadi Perbasi harus segera menyiapkan tim yang menuju ke sana, kalau memang Kejuaraan Dunia U-19 itu jadi digelar di Indonesia,” tutur Danny. Hadir mendampingi Menpora Dito dalam audiensi tersebut Staf Khusus Bidang Peningkatan Prestasi dan Pengembangan Industri Olahraga Ardima Rama Putra dan Staf Khusus Bidang Hukum dan Kepatuhan Tata Kelola Alvin Saptamandra Suryohadiprojo. Sumber: Kemenpora

Tampil di NCAA, Derrick Michael Cetak Sejarah untuk Bola Basket Indonesia

Tampil di NCAA, Derrick Michael Cetak Sejarah untuk Bola Basket Indonesia

Pebasket muda Indonesia, Derrick Michael Xzaverrio akan segera bermain dalam kejuaraan bola basket elite antarpelajar Amerika Serikat, NCAA Divisi I, setelah dirinya resmi menyatakan diri bergabung dengan Grand Canyon University, Arizona, AS. Atas hal tersebut, ia mencetak sejarah sebagai pebasket pertama asal Indonesia yang akan bermain di NCAA. Bergabungnya pemain berusia 19 tahun itu dengan klub bola basket Grand Canyon University telah diumumkan oleh pihak universitas dan sang pemain melalui akun Instagram. View this post on Instagram A post shared by Grand Canyon Men's Basketball (@gcu_mbb) “Kesepakatan selesai. Sebagai pemain kelahiran Indonesia pertama dalam sejarah Divisi I, Derrick Michael resmi menjadi seorang Lope (julukan tim bola basket GCU),” tulis klub bola basket Grand Canyon University melalui akun Instagram resminya @gcu_mbb. Derrick, yang juga sempat bergabung NBA Global Academy, nantinya akan mulai berlaga bersama Grand Canyon University pada medio Oktober 2022, yang merupakan periode bagi tim-tim NCAA untuk menjalani masa persiapan pramusim. Namun sebelum berangkat ke Phoenix, kota basis Grand Canyon University, Derrick akan bergabung bersama tim nasional Indonesia yang saat ini sedang menjalani proses seleksi menghadapi SEA Games 2021 Vietnam dan Piala Asia FIBA 2022. Erick Thohir selaku anggota FIBA Central Board asal Indonesia mengekspresikan rasa bangga dan dukungan terhadap alumni Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan tersebut. “Saya pertama kali tahu dan bertemu dengan Derrick Michael saat berusia 16 tahun di tahun 2019. Karena Derrick orang kita, saya memantau dan memperhatikan kualitasnya yang memang sangat diperlukan timnas kita yang sangat butuh pemain berkualitas, terutama yang mempunyai postur tinggi atau di atas dua meter lebih,” ujar Erick Thohir. “Jadi saya senang dan bangga jika kini ia bisa bergabung di Divisi I NCAA karena itu akan makin menambah jam terbang, meningkat kualitasnya, dan itu akan sangat berguna bagi karier basketnya,” tambah lelaki yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu. Erick Thohir berpendapat bahwa untuk membentuk skuad Timnas Basket Indonesia yang padu, strategi mendatangkan pemain-pemain yang punya postur tubuh 2 meter lebih harus dikedepankan. “Kita perlu 4-5 orang yang tingginya 2 meter lebih. Kita melihat ada alternatif, selain naturalisasi, juga ada pemain muda seperti Derrick yang masih berusia muda. Ini sebagai bagian dari strategi long-term untuk membangun timnas yang solid,” jelasnya. “Apalagi dengan tantangan akan bertanding di FIBA Asia Cup 2022, dan juga harus berada di posisi delapan besar agar bisa lolos bertanding di Piala Dunia 2023, maka keberadaan pemain-pemain muda, berkualitas, dan punya tinggi dua meter jadi kunci,” tambahnya.

Cari Bibit Pebasket Profesional, Anies Gelar Liga Basket Piala Gubernur 2022

Cari Bibit Pebasket Profesional, Anies Gelar Liga Basket Piala Gubernur 2022

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka Liga Basket Piala Gubernur 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DKI Jakarta, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tujuan diadakan kejuaraan ini untuk mencari bibit-bibit atlet basket yang unggul dari klub-klub amatir yang berada di DKI Jakarta, yang mana diikuti kurang lebih oleh 42 klub basket se-DKI Jakarta. Gubernur Anies mengatakan, ajang ini bisa menjadi momentum dalam mempersiapkan diri Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023. Apalagi Jakarta, sebagai salah satu venue dari event internasional tersebut, juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi episentrum olahraga basket di tingkat nasional maupun internasional. “Kita harus mempersiapkan diri bahwa di Jakarta ini harus mampu menjadi episentrum basket di tingkat internasional. Dengan adanya liga ini, maka diharapkan akan membangun iklim di masyarakat terkait animo dan keberlangsungan basket di Jakarta,” ujar Gubernur Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta (31/3). Gubernur Anies berharap, lewat kegiatan ini, dapat menumbuhkembangkan potensi bibit muda pemain basket, kemudian nantinya apabila mereka telah menjadi profesional, maka mereka dapat menjadi tuan rumah di dalam negeri dan menjadi tamu yang mempesona di panggung internasional. “Saya menyampaikan terima kasih kepada para pengelola klub (basket) di Jakarta. Terima kasih sudah membantu dan dan membina anak-anak kita, untuk tumbuh potensinya. Mereka bisa mengisi waktunya dan aktivitas yang sangat bermanfaat ini,” tambah Gubernur Anies. “Terima kasih kepada Perbasi, KONI, dan semua pihak yang terlibat. Karena ini dikerjakan dalam waktu relatif singkat, persyaratannya relatif cepat, dan bisa berjalan dengan baik. Saya sampaikan juga apresiasi kepada Bank DKI yang sudah ikut mensponsori kegiatan ini,” lanjutnya. Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Achmad Firdaus menjelaskan, pelaksanaan kejuaraan Liga Basket Piala Gubernur Tahun 2022 dilaksanakan hingga 26 Juni 2022 bertempat di tiga gelanggang, yaitu GOR Soemantri Brojonegoro (Opening dan Closing), Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, dan Gelanggang Remaja Jakarta Utara untuk babak penyisihan. “Pertandingan akan dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu dengan catatan pada bulan Ramadan dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 19.00 sampai selesai,” pungkas Achmad Firdaus.

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3×3 World Cup

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3x3 World Cup

PP Perbasi tidak menargetkan apa pun untuk timnas bola basket 3×3 putra dan putri Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 2021 pada 24-29 Agustus mendatang. Menurut manajer timnas bola basket junior, Wahyu Gunarto, itu terjadi karena ketatnya persaingan di sana. Jadi, event tersebut hanya dimanfaatkan untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi para pemain junior dan bekal menyambut berbagai kejuaraan di masa mendatang, termasuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024. “Memang, ada tiga nama dari U-16 dan kami berharap mereka bakal punya lebih banyak pengalaman,” kata Wahyu dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu (21/8/2021). “Kami tidak ada target. Target utama kami memberikan pengalaman kepada pemain karena 3×3 ke depan akan menjadi industri yang luar biasa. Meski enggak ada target tapi paling tidak mereka harus memberikan yang terbaik,” tambahnya. Empat pemain putra akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18, yaitu Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Sementara untuk roster 3×3 putri diisi oleh Margareth Rachel Janna dan tiga pemain U-16 seperti Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, dan Syarafina Ayasa Sjahril. Kedua tim sudah menjalani pemusatan latihan sejak 8 Agustus di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. Timnas 3×3 putri tergabung di Grup C bersama Jerman, Latvia, Sri Lanka, dan Israel. Namun, Sri Lanka telah mengundurkan diri karena terdapat pemainnya yang terpapar covid-19. Sementara itu, timnas 3×3 putra berada di Grup A yang ditempati juga oleh Kazakhstan, Prancis, Brasil, dan Ukraina. Sumber: Medcom.id

Timnas Basket Junior Ikuti Kejuaraan FIBA 3×3 World Cup U-18 di Hongaria

Timnas Basket Junior Ikuti Kejuaraan FIBA 3x3 World Cup U-18 di Hongaria

Timnas Bola Basket Junior putra dan putri dibentuk untuk diikutkan pada ajang FIBA 3×3 World Cup U-18 di Hongaria, 24-29 Agustus 2021. Lalu, siapa sajakah yang berangkat untuk mewakili Indonesia? Untuk Timnas Bola Basket U-18 puteri diperkuat Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, Syarafina Ayasa Sjahril, dan Margareth Rachel Janna. Mereka dipimpin Kepala Bidang Kepelatihan PP Perbasi Taufik Saleh sebagai team delegate. Kemudian, untuk Timnas Bola Basket U-18 Putera dipimpin Syafiq Ali Mubarak dengan pemain Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Kedua timnas ini sudah berlatih sejak 8 Agustus 2021 di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. “Para pemain berlatih sampai 21 Agustus karena 22 Agustus sudah harus bertolak ke Hungaria. Merekalah yang akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 karena tidak ada promosi dan degradasi dalam training center ini,” kata Njoo Lie Wen, Ketua Badan Tim Nasional Junior PP Perbasi, Rabu (11/8). Pada ajang kali ini, diharapkan para pemain mendapat pengalaman bermain dengan atlet terbaik di dunia. Lebih dari itu, mereka bisa merasakan seperti apa level 3×3 U-18 World Cup. Dengan begitu, ajang ini bisa menjadi tolok ukur untuk mau berkembang lebih jauh lagi. Team Delegate Timnas Bola Basket U-18 Putera, Taufik Saleh menambahkan, pemilihan pemain dalam timnas ini kewenangannya ada di Badan Tim Nasional Junior PP Perbasi. Mereka dipercaya mewakili Indonesia karena sebelumnya sudah terpantau dan tersedia karena lolos kualifikasi dan terverifikasi oleh sistem FIBA 3×3. “Ini karena pemilihan pemain untuk Timnas 3×3 berbeda dengan 5×5. Ada syarat minimum tahun pembuatan passport, syarat ranking di FIBA 3×3 Play, dan lainnya,” terang Taufik. “Di 3×3 juga tidak ada istilah pelatih namun istilahnya Team Delegate yang bertugas untuk membantu latihan dan mendampingi tim selama TC dan berangkat untuk menggali banyak informasi dan pengetahuan di FIBA 3×3 U18 World Cup sehingga dapat bermanfaat untuk perkembangan 3×3 ke depan,” imbuh dia. Dalam pembentukan skuat ini, PP Perbasi memanggil tiga pemain yang masih tercatat sebagai penggawa Timnas Bola Basket U-16. Harapannya, mereka menimba pengalaman sebanyak mungkin dari ajang ini. “Kami membawa tiga orang pemain putri U-16 berada di Tim agar mereka semakin kaya pengalaman karena masih bisa diikutkan Timnas U18 untuk 2 tahun mendatang. Salah satunya selain untuk event FIBA 3×3 U18 berikutnya maupun FIBA Asia U18 Women’s Championship, di mana Timnas Putri U18 Indonesia masih tergabung dalam Level 1 (Division A) untuk FIBA Asian U-18 Women’s,” terang Taufik. Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, federasi mendukung penuh perjuangan Timnas Bola Basket U-18 di FIBA 3×3 World Cup. Pada ajang ini, para pemain diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman bertanding. Menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk perkembangan bola basket Indonesia ke depannya.

Tetap Berprestasi Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Tetap Berprestasi Meski Ditengah Pandemi

Nada Mutiara Rindani merupakan atlet basket asal Kota Cirebon. Diusianya yang masih muda, ia kerap mengikuti berbagai kejuaraan. Pandemi Covid-19 tidak menghalangi siswi kelas IX SMPN 4 Kota Cirebon ini untuk tetap mengukir prestasi. Hal tersebut salah satunya mampu ia buktikan dengan meraih juara kompetisi 3×3 beberapa waktu lalu. Kecintaan Nada pada olahraga bola basket sudah ada sejak ia masih di bangku SMP. Sejak saat itu, ia langsung giat berlatih. Berlatih basket bukan sesuatu yang sulit bagi Nada, namun menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan karena ini adalah bagian dari hobinya. Namun, di tengah pandemi, tentu berbeda. “Di tengah pandemi, latihan tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap atlet yang juga tergabung dalam Club Generasi Muda Cirebon (GMC) ini. Meski di tengah pandemi, Nada pun giat berlatih hingga akhirnya, di tahun 2020 ia bisa menjadi juara tiga tingkat SMP Putri Penabur Cirebon Cup 3 on 3 Basketball 2020. Baginya, ini sebuah prestasi yang membanggakan. Apalagi di tengah pandemi, ia pun harus menyesuaikan hari-harinya untuk belajar secara daring. Sebelumnya, ia juga pernah menjuarai beberapa kejuaraan. Seperti, juara III bola basket putri Pekan Olahraga Pelajar Kota Cirebon 2019 dan juara III kategori SMP putri Perbasi Basketball Championship 2019 Cirebon. Bagi Nada, tugas seorang pelajar bukan saja belajar, namun harus bisa mengembangkan minat dan bakatnya. Seperti Nada yang mengembangkan minatnya pada basket yang berbuah prestasi. Tentunya hal ini juga didukung dengan giat berlatih dan dukungan orang sekitar. “Dukungan orang tua yang paling penting. Juga harus giat berlatih dan membagi waktu agar bisa berprestasi sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan kita,” pungkasnya.

Draft Rookie IBL 2018/2019 Dari Kompetisi LIMA Diterapkan, Begini Sistemnya

Satria Muda Pertamina (puith) mengalahkan Pelita Jaya dalam laga final Indonesia Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. IBL kini mulai menerapkan sistem draft pemain baru dari kompetisi Liga Mahasiswa (LIMA). (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesian Basketball League (IBL) akhirnya resmi menjalin kerjasama dengan Liga Mahasiswa (LIMA), untuk draft pemain baru lokal, musim 2018/2019. Kerjasama ini akan berlangsung selama tiga musim. Nantinya, pemain LIMA bisa langsung diambil oleh kontestan IBL. Rencananya, draft pemain lokal akan berlangsung bulan Oktober 2018. Lalu pendaftaran pemain akan dilakukan setelah tanggal 17 Agustus 2018. Saat itu, semua pemain LIMA bisa mendaftarkan diri untuk ikut dalam draft. Direktur IBL, Hasan Gozali menuturkan, karena kerjasama ini baru pertama kali, banyak hal yang masih dalam tahap penyempurnaan. Misalnya pemantauan bakat-bakat basket yang bermain di LIMA. Sebab, hingga saat ini, sarana untuk memantau pemain masih kurang, seperti situs yang menyediakan statistik. “Untuk masalah itu, kami berencana menggelar IBL Camp. Di event ini, kami akan undang semua kontestan IBL untuk melihat pemain yang akan diambil sebagai rookie (ruki). Selain itu, untuk membantu memilih pemain, rencananya kami juga mendatangkan pelatih dari luar negeri,” ucapnya, pada Selasa (17/7). Draft pemain lokal ini bertujuan, agar semua pemain yang masuk ke liga profesional melalui satu pintu. Tapi, IBL juga membuat persyaratan yaitu pemain tersebut harus berusia minimal 19 tahun, dan sudah bermain di LIMA selama dua musim. Jadi, pemain ruki IBL kemungkinan sudah berada di fase-fase akhir kuliah. Sementara itu, untuk tahun ini, IBL masih membuka kesempatan kepada klub-klub untuk memasukkan pemain diluar draft. Syaratnya, pemain harus berusia di atas 21 tahun, dan didaftarkan oleh Pengprov Perbasi yang menaunginya. Sebelumnya, pada Januari 2018 lalu, Hasan sempat membeberkan sistem draft pemain lokal IBL 2018/2019 dilakukan. Pertama, pemain lokal yang berhak masuk daftar draft adalah mereka yang berkompetisi di LIMA, dan telah mendaftarkan diri ke IBL untuk didraft. Kedua, di dalam pemilihan pemain draft, rencananya pihak IBL menerapkan dua putaran, sama seperti draft pemain asing. Sehingga kalau ada 10 tim IBL, berarti ada 20 pemain yang terpilih. Dan, sama seperti di liga bola basket Amerika Serikat NBA, para pemain yang tak dipilih oleh klub di draft, akan masuk kelompok “undrafted”. “Para pemain undrafted ini bisa saja direkrut oleh tim-tim yang tertarik. Namun, rincian semua ini masih akan dibahas lagi,” tutur Hasan saat itu. Sejatinya, sistem draft pemain lokal, pernah diterapkan di Liga Bola Basket Indonesia pada 2006. Salah satu pemain draft kala itu adalah Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu yang direkrut oleh Satria Muda. Pria yang mengisi posisi big man itu, masih membela Satria Muda sampai saat ini. Saat ini, LIMA sudah berjalan tiga dari enam seri yang direncanakan. Empat seri yang sudah berlangsung adalah Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra. Selanjutnya yang akan berjalan yaitu seri Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta LIMA Nasional. (Art)

Beri Peluang Jadi Pebasket Profesional, IBL dan Liga Mahasiswa Sinergi Jaring Rookie 2018-2019

Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa (kiri) dan Hasan Gozali, Direktur IBL, kini bersinergi menjaring mahasiswa atlet berprestasi guna berkarir menjadi pebasket profesional mulai musim 2018/2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menyemarakkan kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air, Indonesia Basketball League (IBL) terus mencari dan membentuk bintang-bintang baru. Salah satunya dengan menjaring para talenta muda dengan kemampuan mumpuni, untuk bergabung dengan IBL. Hasan Gozali, Direktur IBL, mengatakan pihaknya menjalin sinergi dengan Liga Mahasiswa (LIMA) menyeleksi para mahasiswa yang berlaga di kompetisi LIMA untuk dijaring masuk dalam draft rookie IBL. “Kami akan menjaring pemain yang kemudian akan disaring hingga 40 pemain untuk di draft,” ujar Hasan, di Kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (17/7). Nantinya, sebut Hasan, calon pemain harus bersedia mengikuti combine yang akan diadakan di Jakarta pada 2-9 September 2018. “Mereka akan mendapatkan pelatihan dari instruktur FIBA serta beberapa pelatih lokal,” tambahnya. Namun, untuk lolos draft rookie IBL, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi para pemain yang berasal dari LIMA. Diantaranya berusia minimal 19 tahun dan telah mengikuti kompetisi LIMA minimal dua musim. Selain itu, draft rookie membuka peluang bagi pemain di luar LIMA dengan syarat minimal berusia 21 tahun, serta minimal pernah ikut kompetisi yang diselenggarakan oleh Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Sementara, bagi peserta yang berasal dari LIMA dapat mendaftar melalui LIMA. Dan, dari luar jalur LIMA, para peserta bisa mendaftar melalui Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi, di daerah masing-masing. Untuk pendaftaran draft rookie dimulai selama satu bulan sejak 17 Juli, dan terakhir pada 17 Agustus 2018. Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa, mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerjasama dengan IBL. Menurutnya, kerjasama ini memberi kondisi ideal sebagai wadah pembinaan mahasiswa atlet. “Draft akan memberikan kesempatan yang baik kepada para mahasiswa atlet bola basket yang tampil cemerlang dalam kompetisi LIMA guna melanjutkan karier di dunia olahraga profesional,” tukas Ryan. George Fernando Dendeng, Perwakilan PB Perbasi, menegaskan banyak potensi yang dimiliki dari kompetisi LIMA, yang secara rutin bergulir. “Ini kesempatan besar bagi mereka untuk bisa masuk ke IBL. Kelak tak ada lagi kekurangan pemain yang berkualitas dan nantinya mereka memilih jalur profesional,” pungkas George. (Adt)

Indonesia Berlaga di SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, Bidik Posisi Empat Besar

Pelatih Timnas Indonesia Fictor Roring (tengah), berharap anak didiknya bisa menempati empat besar SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, di Thailand. (detik.com)

Jakarta- Tim nasional (timnas) basket Indonesia bakal berlaga di Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA (FIBA Asia Cup) 2021 Wilayah Asia Tenggara, di Nonthaburi, Thailand, 26-30 Juni 2018. Pada event basket khusus wilayah Asia Tenggara atau SEABA (South East Asia Basketball Association) itu, Andakara Prastawa dan kawan-kawan bakal berjumpa tuan rumah Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Singapura. Turnamen itu menggunakan format round-robin yakni empat tim terbaik lolos ke babak kedua atau kualifikasi wilayah Asia Tenggara pada September nanti. Ada 12 pemain yang bakal dibawa Fictor Gideon Roring (Pelatih Timnas Indonesia) yang didampingi Johannis Winar dan Youbel Sondakh (Asisten Pelatih Timnas). Mereka adalah Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita, Andakara Prastawa Dhyaksa, Sandy Febiansyakh Kurniawan, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, Ponsianus Nyoman Indrawan, Firman Dwi Nugroho, Valentino Wuwungan, Xaverius Prawiro, Arki Dikania Wisnu, Juan Laurent Kokodiputra, dan Jamarr Andre Johnson. Piala Asia itu telah dimulai sejak 1960. Skuat Merah Putih selalu ikut kejuaraan yang sudah berlangsung 29 edisi tersebut. Namun, Indonesia hanya beberapa kali lolos ke babak utama. Selebihnya, pasukan Garuda tak lolos di fase kualifikasi. Kiprah terakhir Indonesia di babak utama Piala Asia FIBA, terjadi pada 2014. Saat itu, Indonesia diwakili Tim Aspac Jakarta yang berlaga di Wuhan, China, 11-19 Juli 2014. Ito, sapaan akrab Fictor Roring, menyebut timnas yang dikirim untuk mengikuti turnamen SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021 adalah pemain yang ikuti berlatih di Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan tim ini yang nantinya dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018. “Soal target, kami ingin lolos kualifikasi ini dulu, artinya harus bisa menempati empat besar,” ujar Ito dikutip mainbasket, Sabtu (16/6). Senada diungkapkan Budi Djiwandono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Ia menjelaskan timnas Indonesia memikul tugas berat di turnamen SEABA tahun ini. Sebab, tegasnya, bila turnamen ini juga menjadi seleksi untuk menuju Piala Dunia FIBA 2019. “Target kami tentu mencapai prestasi setinggi-tingginya. Kalau bisa Indonesia menjadi juara,” tukas Budi. (Adt)

Tertantang Ikut Seleksi Timnas 3×3, Ranie Terobsesi Kalahkan Para Bigman

Yusranie Noory Assipalma pebasket cantik asal klub Merpati Bali yang pernah menjadi finalasi Miss Indoneisa 2016. (Pras/NYSN)

Jakarta- Berparas cantik. Tapi, siapa sangka perempuan bernama lengkap Yusranie Noory Assipalma adalah seorang atlet basket. Padahal, dara yang akrab disapa Ranie itu, tak tertarik dengan olahraga asal negara Presiden Donald Trump itu. Namun, guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyarankan dirinya untuk mencoba bermain basket. Sejak itu, benih-benih cinta terhadap olahraga yang begitu populer di Amerika Serikat itu mulai tumbuh. “Pertamanya itu Kakak punya bola basket. Terus melihat dia main. Karena pingin mencoba, bola basketnya dikasih ke saya. Coba-coba untuk drible. Dan saya nggak tertarik sama basket. Tahunya itu, baseket itu olahraga. Main basket, justru sama guru olahraga waktu di SMP,” tutur mahasiswi Universitas Trisakti, Jakarta. Pemilik tinggi 174 centimeter itu mengaku mendapat kesenangan saat bermain basket dibandingkan dengan melakukan aktifitas olahraga lain. Baginya, olahraga yang pertama kali dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama di Solo, Jawa Tengah, pada 1948 itu, terbilang cool serta mengutamakan team work. “Di basket itu segalanya ada. Di bulutangkis hanya mengutamakan fisik, namun tidak body contact. Kalo basket itu, pemain akan melakukan body contact, baik sengaja atau tidak. Juga team work. Karena dalam satu tim berlima maka pasti harus saling bekerjasama,” tukas mahasiswi jurusan desain interior. Malang melintang di basket, sejumlah prestasi pernah diukir anak kedua dari tiga bersaudara itu. Kini, Ranie tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi nasional (Seleknas) tim 3×3 putri Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2018, Agustus-September nanti. “Saya merasa tertantang ikut seleknas, dan harus lebih semangat lagi. Jadi targetnya bisa mengalahkan bigman-bigman yang lain,” cetus anak pasangan M. Zari (Ayah) dan Helmiyah (Ibu). Guna mewujudkan targetnya itu, ajang kompetisi basket putri profesioanl Srikandi Cup Seri Ke-3, yang dihelat di GOR Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018, dijadikan sarana latihan untuk persiapan seleknas 3×3. “Di pertandingan Srikandi Cup ini, bisa ketemu sama bigman-bigman dari tim lain. Jadi untuk sarana latihan, sebelum nanti saya mengikuti seleknas,” jelas punggawa Tim Basket Merpati Bali. Masuk timnas membela Merah Putih merupakan suatu kehormatan. Untuk itu, dirinya terus menempa kemampuan dibawah arahan pelatih Merpati Bali, tim profesional tempatnya bernaung saat ini. “Peranan pelatih itu banyak. Mereka pasti prepare apa saja menu latihan untuk saya dan tim. Bagaimana perubahan strategi dalam pertandingan, dimana sifatnya situasional. Lalu, pelatih menekankan challenge yang harus dicapai,” beber Ranie. Pebasket yang hoby travelling itu, mengungkapkan meski nanti dirinya tidak lolos seleknas, dirinya tak akan patah semangat. Karena, bagi perempuan kelahiran Jakarta, 20 tahun silam itu, dipanggil mengikuti seleksi adalah sebuah kebanggaan. “Bila nanti saya tidak terpilih dalam seleknas, ya tetap bersyukur. Sebab, kalau sudah dipanggi untuk ikut seleknas berarti saya pemain pilihan karena bisa mengungguli pemain lain,” tukas Finalis Miss Indonesia 2016. (Adt) Biodata : Nama : Yusranie Noory Assipalma (Ranie) Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 19 Februari 1998 Universitas : Trisakti Jakarta Jurusan : Desain Interior Klub : Merpati Bali Tinggi :174 cm Hoby : Seni, Olahraga dan Travelling Nama Ayah : M. Zari Nama Ibu : Helmiyah Prestasi : 1. Medali Perak PON 2016 (Tim DKI Jakarta) 2. Timnas U-16 FIBA Asia 3. Timnas U-18 FIBA Asia 4. Miss DKI Jakarta 2016 5. Top 15 Miss Indonesia 2016

Persiapan Matang, Gading Muda Incar Juara U-12 Turnamen Pengkot JakBar

Klub Gading Muda U-12 sedang berlatih jelang Turnamen Perbasi Pengkot Jakarta Barat. (Prast/NYSN.com)

Jakarta-Klub Basket Gading Muda memasang target juara pada Kejuaraan Basket U-12 Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi, Jakarta Barat (Jakbar), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 3 Maret – 11 April 2018. Christian, Manajer U-12, mengatakan guna menghadapi kejuaraan ini, anak didiknya melakukan persiapan sejak Agustus 2017. Ia mengaku persiapan tahun ini jauh lebih serius dibanding tahun lalu. “Kami ikuti beberapa kompetisi untuk mencari jam terbang. Jadi untuk kejuaraan kali ini sangat siap. Dan, harapannya jauh lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu U-12 itu peringkat ke-2 .Niatnya tahun ini finalis lagi,” ujar manajer yang akrab disapa Kentung itu, Jumat (2/3). Belajar dari tahun lalu, ia mengungkapkan tim-nya terkendala pada persiapan. Sebab, terjadi transisi di sektor kepelatihan. “Saat itu pelatih harus resign, sebab ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Lalu ada pelatih baru sehingga transisi waktunya sangat pendek untuk persiapan,” sambungnya. “Tahun ini, persiapan sudah dari Agustus tahun lalu, semoga jauh lebih baik dan ikatan dengan anak-anak sudah ada. Pelatih juga tahu kapasitas tim kami seperti apa,” tambah pria bertubuh gempal itu. Terkait, peta persaingan, ia menyatakan juara tahun lalu, tim Rockstar Gym Blitz masih menjadi ancaman serius bagi tim-nya. “Rockstar Gym Blitz tetap menjadi saingan untuk tim kami. Selain itu, ada Indonesia Falcons dan Cakra Sakti,” sambungnya. Dengan waktu yang tersisa sebelum menghadapi pertandingan, Kentung menjelaskan saat ini timnya lebih menekankan kepada suasana pertandingan. “Kalau ketemu penjagaan dengan preasure yang ketat, kami harus antispasi dengan kecepatan. Kalau lawan punya postur yang besar-besar, ya kami antipasi jangan sampai mereka main lambat,” tutupnya. (adt)

Ini dia 12 Pemain Timnas Basket di SEA Games 2017

Usai latihan, Pengurus Besar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) telah mengumumkan 12 pemain yang masuk timnas basket untuk tampil di SEA Games 2017. Seperti Lansiran DetikSport (12/08/2017), Timnas basket tersebut berdasarkan serangkaian uji coba dan pemusatan latihan Januari 2017. Manajer Timnas Basket, Suhadi menjelaskan jumlah pemain sebelumnya ada 13. Tersisih satu dari 13 pemain tersebut yaitu Vamiga Michel. “Kami menilai mulai dari training camp di Amerika Serikat dan pertandingan-pertandingan di Lithuania. Dari sisi performance kami melihat yang dapat berinteraksi dalam sistem dan menyesuaikan dengan kebutuhan tim,” jelasnya. Berikut nama-nama Skuat Timnas Basket Indonesia untuk SEA Games 2017, mereka akan mulai bertanding pada 20-27 Agustus 2017. 1. Mario Wuysang 2. Arki Dikania Wisnu 3. Hardianus Lakudu 4. Andakara Prastwa 5. Christian Ronaldo Sitepu 6. Abraham Damar Grahita 7. Diftha Pratama 8. Sandy Febiansyakh Kurniawan 9. Kevin Yonas Argadiba Sitorus 10. Firman Dwi Nugroho 11. Ebrahim Lopez Enguio 12. Vincent Rivaldi Kosasih