Bandung Rengkuh Gelar Juara Piala Pertiwi U14 & U16 All Stars 2025

All Stars Bandung

Tim All Stars Bandung sukses menutup perjalanan mereka di turnamen Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars dengan gelar juara. Dalam partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu 13 Juli 2025, Bandung menundukkan All Stars Tangerang dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan ditentukan pada menit ke-59 melalui sepakan bebas yang dieksekusi Indira Fatima. Pemain bernomor punggung 11 itu melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti, hanya satu menit jelang waktu normal berakhir. Seperti diketahui, turnamen ini digelar sejak Senin 7 Juli 2025 dan diikuti oleh 16 tim pilihan dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi yang diprakarsai oleh PSSI bekerja sama dengan Djarum Foundation dan didukung oleh HYDROPLUS ini menjadi ajang pembinaan usia muda yang dikemas kompetitif serta menjunjung sportivitas. Tak hanya memperebutkan trofi tim terbaik, turnamen ini juga memberikan apresiasi kepada individu yang tampil menonjol sepanjang kompetisi. Berikut para penerima penghargaan: Best Goalkeeper: Elbian Defika Aryasatya (Nomor Punggung 18 – All Stars Bandung) Top Scorer: Fadilla (Nomor Punggung 11 – All Stars Sumut) dengan torehan 10 gol Best Player: Debby Alvani Zanaya (Nomor Punggung 17 – All Stars Tangerang) Peringkat Ketiga: All Stars Sumut dan All Stars Papua

Pesta Tuan Rumah dengan Empat Gelar Juara

Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025

Klub Jaya Raya berpesta dengan merebut empat gelar juara dari enam wakil ke final turnamen bulutangkis Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025. Dalam pertandingan final yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (13/7), para pemain tuan rumah mampu tampil optimal untuk mengukuhkan diri sebagai juara umum. Klub Djarum Kudus harus puas menduduki peringkat kedua dengan tiga gelar juara. Sedangkan Exist Badminton Club dan Thailand masing-masing dengan dua gelar juara. Sementara Mutiara Cardinal Bandung, Jepang, dan Singapura masing-masing dengan satu titel juara. “Kami bersyukur bisa menjadi juara umum. Kesuksesan ini berkat kerjasama yang solid antara pemain, pelatih, pengurus klub dan Yayasan Pembangunan Jaya Raya yang terus mendukung kami. Sukses ini sebagai akibat atau dampak dari dukungan penuh Yayasan Pembangunan Jaya Raya terhadap PB Jaya Raya,” kata Ketua Harian PB Jaya Raya, Imelda Wigoeno. Menurut Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran, kejuaraan-kejuaraan junior seperti Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 ini harus terus didukung. Karena dari sini akan lahir pemain-pemain potensial yang bisa direkrut ke pelatnas. “Kejuaraan seperti ini harus didukung. Semoga ke depan bisa makin dikenal di seluruh dunia dan diikuti pemain-pemain dari Eropa dan AS. Dari tim pemandu bakat PBSI juga sudah menyatakan, terutama di sektor ganda, banyak bibit-bibit pemain potensial yang kelak bisa direkrut ke pelatnas. Banyak bibit pemain yang bisa dikembangkan lagi,” kata Fadil. Sementara menurut Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya Budi Karya Sumadi, dengan penyelenggaraan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 yang berjalan sukses, pihaknya tentu memiliki komitmen besar untuk terus menggelar kejuaraan ini di masa depan. “Ke depan, kami akan terus menggelar kejuaraan ini. Pasalnya kejuaraan ini menjadi ajang terbaik bagi pemain muda untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan,” sebut Budi Karya. Hasil Final Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025: Kategori U15 Tunggal Putra: Taisei Kushima (Jepang) vs Chan Yee Hei (Hong Kong), 25-27, 21-7, 21-14. Tunggal Putri: Somasundaram Rithika (Singapura) vs Kalia Rahmadani (Indonesia), 21-17, 21-15. Ganda Putra: Raynanda Laksmana/Athaya Affan Zaidan (Indonesia) vs Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan (Indonesia), 21-16, 21-19. Ganda Putri: Malika Nur Aqilah/Berlian Indah Pinastika (Indonesia) vs Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani (Indonesia), 21-19, 21-19. Kategori U17 Tunggal Putra: Rayhan Pandu Aksara (Indonesia) vs Ghaisan Haidar Tsaqib (Indonesia), 21-14, 18-21, 21-17. Tunggal Putri: Miftaqul Putri Ayudis (Indonesia) vs Raisya Affatunisa (Indonesia), 21-15, 21-6. Ganda Putra: Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan (Indonesia) vs Lucas Ekarat Wedler/Tachin Wiriyachairerk (Thailand), 21-18, 21-12 Ganda Putri: Mellynda Dwi Octavya/Nadhifa Nur Zahra (Indonesia) vs Jane Maira Faiza/Halifia Usni Pratiwi (Indonesia), 21-14, 21-14. Ganda Campuran: Lucas Ekarat Wedler/Chanyapat Chartweerachaisri (Thailand) vs Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Rachel Machalul Cahya Ayu (Indonesia), 21-17, 19-21, 21-19. Kategori U19 Tunggal Putra: Maharishiel Timotius Gain (Indonesia) vs Muhammad Nashrulloh Alhabsyi (Indonesia), 15-21, 21-9, 21-15. Tunggal Putri: Tonrug Saeheng (Thailand) vs Xiao-Ting Su (Chinese Taipei), 21-14, 21-10. Ganda Putra: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Kenedy Tangka (Indonesia) vs Revand Harianto/Akmal Nurrahman (Indonesia), 21-14, 21-18 Ganda Putri: Imanuela Ayu Soka/Angelita Magdalena Yusup (Indonesia) vs Pranpriya Pannarai/Sirapat Tepnarong (Thailand), 21-12, 12-21, 21-11. Ganda Campuran: Muhammad Mulky Aufa Atmaja/Salma Mufida (Indonesia) vs Ardiola Dionilo/Nadia Pritasari (Indonesia), 8-21, 21-16, 21-18.

Indonesia Berpartisipasi di Turnamen U17 Futsal Spanyol 2026

Tim Futsal Indonesia

Indonesia resmi umumkan Timnas Futsal Putra U17 dalam III Edición del Torneo Internacional de Futsal. Turnamen usia muda bergengsi yang akan digelar di Castro del Río, Córdoba, Spanyol pada 24–28 Juni 2026. Turnamen ini menjadi panggung pertemuan tim-tim muda terbaik dunia. Pada edisi sebelumnya mempertemukan negara-negara kuat seperti Spanyol, Prancis, dan Maroko. Indonesia akan bersaing di antara para pemain muda terbaik dunia. Partisipasi Indonesia dalam turnamen ini merupakan langkah nyata Federasi Futsal Indonesia (FFI) dalam membangun jalur pembinaan usia muda yang kuat dan berjenjang. Kompetisi internasional ini tidak hanya menjadi ajang bertanding, tapi juga sebagai wadah untuk membentuk mentalitas juara dan memperluas wawasan global para pemain muda Indonesia. “Partisipasi di ajang seperti ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang membangun budaya kompetisi sejak usia dini,” ujar Michael Victor Sianipar, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia, Kamis (10/7/2025). “Ini adalah langkah penting untuk membangun mentalitas dan kualitas pemain muda Indonesia. Kami ingin menegaskan bahwa pengembangan futsal usia muda adalah prioritas,” ujarnya lagi. Tak lupa ia juga mengajak seluruh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) untuk memperkuat kompetisi kelompok umur di daerah masing-masing. Hal ini sebagai fondasi utama prestasi futsal Indonesia ke depan. Héctor Souto, Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra sekaligus Direktur Teknik FFI, menegaskan pentingnya langkah ini dalam konteks pengembangan jangka panjang futsal Indonesia. “Indonesia memiliki potensi besar berkat banyaknya pemain dan pelatih yang tersebar di seluruh negeri,” katanya. “Namun, selama empat tahun saya berada di sini, saya melihat kita masih tertinggal jauh dari level elite dunia, terutama dalam hal struktur liga usia muda. Scouting dan pengembangan bakat, pemahaman teknis-taktis, serta metodologi latihan,” ujarnya. “Kami bertekad untuk mengambil langkah nyata memperbaiki semua itu, dan saya meyakini bahwa menguji diri melawan tim-tim terbaik dunia adalah cara yang tepat untuk berkembang,” ucap Héctor lagi. Skuad Timnas Futsal Putra U17 Indonesia akan disusun melalui seleksi nasional yang melibatkan pemain-pemain muda terbaik kelahiran tahun 2009, 2010, dan 2011. Lebih dari sekadar keikutsertaan, turnamen ini menjadi sinyal komitmen Indonesia untuk membangun futsal yang berdaya saing global. Harapannya, langkah ini dapat mendorong seluruh ekosistem pembinaan futsal Indonesia bekerja dalam satu kerangka besar, dengan kompetisi kelompok umur yang semakin kuat dan terstruktur di tiap daerah.

SKF Lepas Tiga Tim Terbaik Indonesia Menuju Gothia Cup 2025

Pelepasan Tiga Tim Terbaik Indonesia Menuju Gothia Cup 2025 Oleh SFK

SKF Indonesia secara resmi melepas tiga tim sepakbola muda terbaik yang mewakili Indonesia di pentas Gothia Cup 2025 yang akan digelar di Gothenburg, Swedia, 13-19 Juli mendatang. Ketiga tim itu adalah SKF Indonesia Akademi Persib Cimahi (APC) U13 Boys All Star, SKF Girls Team U13 All-Star, dan Papua Football Academy (PFA) U14 Boys. Momen pelepasan itu sendiri dilakukan di Ruang Teater Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/7) siang WIB. Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Diaspora dan Diplomasi Olahraga, Ratu Tisha Destria, menyampaikan pesan dari Menpora Dito Ariotedjo, berterima kasih SKF yang telah menyelenggarakan Meet The World with SKF Road to Gothia Cup 2025. Menurutnya, peranan swasta sangat penting mendukung Pemerintah dalam mengembangkan grassroot sepak bola Tanah Air. “Kami dari Kemenpora, seperti instruksi pak Menpora, kami fokus untuk pembinaan usia dini, dan pastinya tak terlepas dari olahraga terpopuler kita, yakni sepak bola. Saya berharap ini menjadi permulaan untuk membawa harum nama Indonesia di kancah dunia lewat sepak bola,” kata Ratu Tisha. Sementara itu, Plt Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mewakili Ketum PSSI, Erick Thohir, berpesan agar anak-anak bisa mengamalkan nilai-nilai positif saat bertanding di Gothia Cup 2025. “Kalian yang di sini menjadi penerus putra-putri terbaik bangsa Indonesia di Timnas. Jadi amalkan sikap-sikap nilai positif kalian seperti cium tangan kepada yang lebih tua, sebagai rasa hormat. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangga akan Indonesia,” ujar Indra Sjafri. Partisipasi tim Indonesia yang disponsori penuh oleh SKF menjadi inspirasi nyata untuk berani bermimpi lebih tinggi dengan memanfaatkan kesempatan emas yang ada. “Ini merupakan kesempatan emas menunjukkan bakat dan kemampuan anak-anak Indonesia di panggung internasional, melalui nilai-nilai SKF. Kami juga terus menumbuhkan rasa kemanuasian lewat pertandingan sepak bola,” ujar Nita Nuriman selaku Project Director Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2025. Di sisi lain, Chandra Syahriar selaku pemimpin Cantrik ACL, pihak penyelenggara Meet the World with SKF di Indonesia, mengatakan sangat bersyukur rangkaian menuju Gothia Cup 2025 sudah selesai. “Meet The World with SKF Indonesia dengan seleksi PFA, sudah melahirkan 3 tim terbaik untuk mewakili Indonesia di Gothia Cup 2025,” ujar Chandra. “Tak hanya Gothia Cup, ajang Meet The World with SKF Indonesia juga sangat bagus untuk perkembangan grassroot sepak bola Indonesia baik putra dan putri. Saya harap ke depannya ajang ini masih terus berlangsung sebagai rangkaian wakil Indonesia menuju Gothia Cup,” tambahnya. Seluruh tim peserta wakil Indonesia di Gothia Cup 2025 sudah menggelar latihan rutin. APC U13 dan PFA U14 merupakan tim yang rutin mempunyai program latihan persiapan sejak berhasil atau ditunjuk jadi wakil Indonesia di Gothia Cup 2025. Sementara itu, SKF Girls Team U13 All-Star juga sudah menggelar latihan dan program sejak bulan Mei 2025. “Tim PFA ini sudah sama-sama hampir 1 tahun, kita juga sudah menggelar beberapa laga uji coba. Jadi kami optimistis bisa meraih prestasi di sana,” kata Direktur PFA, Wolfgang Pikal. “Persiapan tim sudah kami gelar dengan baik, anak-anak juga sudah siap secara mental hingga fisik untuk turnamen nanti. Saya harap para pemain enjoy saja terlebih dahulu, tidak usah tegang, karena ini pengalaman pertama mereka,” sambung pelatih SKF Girls Team U13 All-Star, Yopie Riwoe.

Kontingen Jakarta Raih Juara Umum Kejurnas Bowling Junior 2025

PB DKI Jakarta

Provinsi Jakarta menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Boling 2025 yang digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI) di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta, Jakarta. Dalam gelaran turnamen yang berlangsung mulai 1-5 Juli ini, Jakarta memborong empat gelar di empat kategori yakni pada U-25 putra lewat Paolo Hernandez, U21 putra melalui Rafael Cavin Zhao, U15 putra dari Ian Matthew Khow, dan U21 putri lewat Rubie Tjiandra. Sementara dua kategori lainnya yakni U21 gelar juara diamankan oleh atlet Jawa Barat Shabira Lintya Putri. Lalu di kategori U15 putri disegel oleh Sabrina Hudith Alisa Putri asal Kalimantan Timur. “Kejuaraan tahun ini sangat sukses dikarenakan sudah sekian tahun tidak diselenggarakan..Mereka (para atlet) merupakan talenta-talenta yang nantinya di masa mendatang menjadi bagian dari tim nasional menggantikan para atlet senior,” ungkap Ketua Umum PB PBI, Agus Muhammad Bahron dalam keterangan resmi. Gelaran turnamen yang diikuti sebanyak total 72 atlet ini memang diproyeksikan sebagai salah satu ajang untuk menjaring atlet-atlet potensial. Rencananya para atlet yang ditinjau dalam gelaran acara ini akan diproyeksikan untuk menggantikan posisi para atlet senior di masa yang akan datang. “Target kami memang melakukan pencarian bakat, serta memberikan kesempatan kepada mereka (para atlet) untuk bertanding di (turnamen) level lebih tinggi. Berdasarkan hasil turnamen ini, kami akan mempertimbangkan untuk dibina,” ungkap Muhammad Bahron. Muhammad Bahron juga mengungkapkan bahwa selain dilakukan pembinaan nantinya secara berkala para atlet potensial yang telah di jaring pada turnamen ini akan diikutsertakan dalam kejuaraan tingkat ASEAN, Asia, hingga dunia. Dilansir dari keterangan PB PBI, Minggu, berikut daftar juara Kejurnas Boling 2025: Kategori U15 putra 1. Ian Mathew Khow – Jakarta 2. Andrew Nathanael – Jakarta 3. Mahatma Widi Yudhistira – Kalimantan Timur Kategori U15 putri 1. Sabrina Hudith Alisa Putri – Kalimantan Timur 2. Amanda Fahira – Sumatera Selatan 3. Mischiqa Azzahra Offari – Kalimantan Timur Kategori U21 putra 1. Rafael Cavin Zhao – Jakarta 2. Oliver Tong – Jakarta 3. Faiz Adhiya Nawwaf – Sumatera Selatan Kategori U21 putri 1. Rubie Tjandra – Jakarta 2. Thalita Raisa Adilina – Jawa Barat 3. Sabrina Hudith Alisa Putri – Kalimantan Timur Kategori U25 putra 1. Paolo M. Hernandez – Jakarta 2. Ryan Lintang Damarjati – Jakarta 3. Barry Joshua Surjaputra – Jakarta Kategori U25 1. Shabira Lintya Putri – Jawa Barat 2. Demarsya Putri Ariela – Jakarta 3. Danisa Suci Utari – Jakarta Sumber: ANTARA

Inilah Hasil Drawing Badminton Asia Junior Championships 2025

GOR Indoor Manahan

Drawing resmi Badminton Asia Junior Championships 2025 untuk sektor beregu campuran telah dirilis. Indonesia tergabung di Grup B bersama rival kuat Malaysia. Sebagai tuan rumah, Indonesia punya tanggung jawab besar di turnamen yang bakal digelar di GOR Manahan, Solo, mulai 18 hingga 22 Juli 2025. Ini akan menjadi ajang pembuktian generasi muda bulutangkis Indonesia di mata Asia. Dalam pengundian, Skuad Merah Putih masuk ke Grup B, di mana mereka akan menghadapi lawan tangguh seperti Malaysia, serta tiga negara lain yakni Singapura, Macau, dan Myanmar. Persaingan dipastikan ketat sejak babak awal. Turnamen beregu ini akan menggunakan sistem skor relay 110 poin, format yang sama seperti World Junior Championships (WJC) 2024, menuntut konsistensi dan kekompakan dari seluruh sektor. 20 Atlet Muda Disiapkan untuk Nomor Beregu, 30 Lebih Tampil di Perorangan. Untuk sektor beregu campuran, PBSI menurunkan 20 atlet muda, terdiri atas 6 pemain tunggal dan 14 pemain ganda. Sedangkan di kategori perorangan, yang akan digelar pada 23–27 Juli 2025, Indonesia menurunkan total lebih dari 30 pemain, termasuk nama-nama dari klub unggulan di luar tim beregu. Distribusi sektor perorangan adalah sebagai berikut: Tunggal putra dan putri: masing-masing 7 wakil Ganda campuran: 7 pasangan Ganda putra dan putri: masing-masing 6 pasangan Dengan dukungan penuh sebagai tuan rumah, Indonesia diprediksi tampil agresif dan berambisi merebut gelar beregu, seperti yang diharapkan oleh publik dan pengurus pusat PBSI. Peta Persaingan Lengkap: Siapa Saja di Grup Lain? Selain Grup B yang dihuni Indonesia, berikut adalah susunan grup lengkap turnamen beregu Asia Junior 2025: Grup A: Thailand, Taiwan, Jepang, Kazakhstan Grup B: Indonesia, Malaysia, Singapura, Macau, Myanmar Grup C: China, Korea Selatan, Vietnam, Filipina Grup D: India, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Sri Lanka Melihat komposisi grup, kekuatan merata dan tiap tim punya kans membuat kejutan. Namun dengan status sebagai tuan rumah, Indonesia wajib memanfaatkan momentum ini untuk unjuk gigi dan menjadi juara di kandang sendiri. Sumber: iNews

Nayaka Juara Catur Kilat Asian Junior Chess Championship 2025

Nayaka Budhidharma

Nayaka Budhidharma sukses menjuarai nomor catur kilat Asia Junior Chess Championship 2025 yang digelar di Waskaduwa, Sri Lanka. Pecatur asal Malang, Jawa Timur ini mencetak 6,5 poin dari tujuh babak dengan sistem waktu 3+2 menit, unggul atas FM Alekhine Nouri (Filipina, 2.201) dan Muhammadsolih Rakhmatullaev (Uzbekistan, 1.889) yang menempati posisi dua dan tiga. Turnamen ini diikuti 86 peserta dari berbagai negara Asia. Nayaka tampil impresif setelah sebelumnya mengikuti Aurionpro Mumbai GM di India. Ia akan kembali berlaga di nomor klasik mulai 12 Juni 2025 pukul 17.30 WIB, menempati unggulan keempat di bawah tiga IM unggulan: Aswath S (2.507), Kashish Manoj Jain (2.429), dan L M S De Silva (2.390). Berdasarkan informasi PB Percasi, peraih medali emas di nomor standar yang diikuti 93 peserta nantinya akan berpeluang mendapatkan norma Grandmaster. Pecatur muda Indonesia kembali mencuri perhatian di kancah Asia. Nayaka Budhidharma sukses meraih gelar juara dalam Kejuaraan Catur Kilat Asia Junior 2025. Remaja 19 tahun asal Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang ini tampil cemerlang di Sri Lanka. Ia bersaing dengan puluhan pecatur muda berbakat dari berbagai negara Asia. Turnamen resmi FIDE ini berlangsung pada 27 Juni 2025 di Citrus Hotel, Waskaduwa, Sri Lanka. Nayaka mengumpulkan 6,5 poin dari tujuh babak dan dinobatkan sebagai juara pertama. Asian Junior Blitz 2025 digelar dengan format Swiss 7 babak. Waktu permainan yang digunakan adalah tiga menit ditambah dua detik per langkah. Sebanyak 86 pecatur muda dari seluruh Asia ambil bagian dalam turnamen ini. Mereka berasal dari negara-negara kuat seperti India, Filipina, Malaysia, dan Uzbekistan. Nayaka memulai turnamen sebagai unggulan ketiga berdasarkan peringkat awal. Meski begitu, ia tampil konsisten sepanjang turnamen. Ia mencatatkan beberapa kemenangan penting, termasuk saat menghadapi Genivan Genkeswaran dari Malaysia. Kemenangan itu menjadi salah satu momen penting menuju podium tertinggi. Di akhir turnamen, Nayaka mengumpulkan total 6,5 poin dari 7 babak. Jumlah poin ini sama dengan FM Alekhine Nouri dari Filipina, namun Nayaka unggul dalam perhitungan tie-break.

Ratusan Atlet Muda Ramaikan Kejuaraan Nasional TDP UI Open Junior

Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan olahraga nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional TDP UI Open Junior 2025. Turnamen tenis junior ini digelar di Lapangan Tenis UI, Kampus Depok, mulai 7 hingga 13 Juli 2025. Sebanyak 125 atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka bersaing dalam kategori usia 12, 14, dan 16 tahun, mewakili 25 kota besar di Indonesia. Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian turnamen resmi hasil kerja sama UI dengan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI). Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak usia dini. Tujuannya selaras dengan misi kampus UI Open, yakni menyediakan ruang bagi para petenis muda untuk mengasah kemampuan, meraih poin, membangun mental bertanding, serta menjadi bagian dari pembinaan nasional. “Selaku civitas akademika UI, kami merasa punya tanggung jawab untuk bersama-sama PELTI menyiapkan dan membangun talenta-talenta muda tenis yang kelak akan berkontribusi di tingkat lokal, nasional, regional, bahkan internasional,” ujar Ketua Panitia Kejuaraan TDP UI Open Junior 2025 Rahmat dikutip dari Metro Sport Metro TV pada Selasa, 8 Juli 2025. Ia juga menambahkan bahwa persiapan para atlet sangat serius, meliputi latihan fisik, teknik servis, serta penguatan mental agar siap bersaing dalam kompetisi bertaraf nasional. Kejuaraan ini diharapkan mampu mencetak generasi atlet tenis berprestasi yang siap tampil di berbagai ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade di masa mendatang.

Diikuti 1.239 Peserta dari 21 Negara, Jaya Raya Junior International GP 2025 Kembali Bergulir

Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025

Turnamen bulu tangkis junior bertaraf internasional bertajuk Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 siap kembali digelar pada 8–13 Juli 2025 di GOR PB Jaya Raya, Tangerang Selatan, Banten. Ajang prestisius yang telah menjadi agenda tahunan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Jaya Raya sejak 2014 ini akan mempertandingkan para pemain muda terbaik di level Grand Prix. Tahun ini tercatat sebanyak 1.239 peserta ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini, terdiri dari 713 pebulu tangkis nasional dan 526 pemain mancanegara. Para peserta akan memperebutkan 876 slot babak utama yang tersedia di kategori U15, U17, dan U19. Turnamen ini mempertandingkan 14 nomor, yaitu tunggal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran khusus pada kategori U17 dan U19. “Ajang bulu tangkis Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 merupakan kehormatan bagi Jaya Raya untuk kembali menyelenggarakan turnamen junior level Grand Prix. Harapannya tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga melahirkan prestasi gemilang dari pemain junior Indonesia, khususnya binaan PB Jaya Raya,” ujar Rosiana Tendean, Tournament Director, dalam keterangan tertulis. Tahun ini, peserta mancanegara datang dari 21 negara, antara lain Australia, Azerbaijan, Brunei Darussalam, Kanada, Finlandia, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Malaysia, Myanmar, Singapura, Sri Langka, Thailand, Taipei, Uni Emirat Arab, Ukraina, Amerika Serikat, dan Vietnam. Kejuaraan ini terbukti telah berkontribusi melahirkan banyak pebulu tangkis Indonesia yang kini berkiprah di level dunia, seperti Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto, Lanny Tria Mayasari, Rinov Rivaldy, dan Pitha Haningtyas Mentari. Rosiana menambahkan, kejuaraan internasional ini menjadi sarana uji tanding ideal bagi atlet muda dalam negeri agar memperoleh pengalaman berskala internasional sekaligus poin peringkat resmi tanpa harus bertanding di luar negeri. Poin yang diraih para peserta akan tercatat di Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), memberikan nilai tambah signifikan bagi jenjang karier mereka.Lebih lanjut, Rosiana mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta yang terus meningkat setiap tahun. Malaysia tercatat menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak setelah Indonesia, mengirimkan 172 atlet, sementara Indonesia sendiri diwakili oleh 713 atlet. “Animo peserta sungguh luar biasa, ini membuktikan bahwa turnamen Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix selalu diminati pebulu tangkis junior, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut tentu meningkatkan kualitas turnamen yang sudah berlevel Grand Prix,” imbuhnya. Pelaksanaan turnamen ini turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Yonex Sunrise Indonesia, Kemenpora, PT Pembangunan Jaya, Yayasan Pembangunan Jaya Raya, PB Jaya Raya, PT Jaya Real Property Tbk, PT Jaya Konstruksi TBK, PT Jaya Land, Metland, Mall Pondok Indah, BTN, Indihome TV (Allplay), Kapal Api, Le Minerale, Pocari Sweat, Mandiri Taspen, Jenius, serta Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro selaku official medical partner.

16 Tim Terbaik dari Berbagai Regional Akan Perebutkan Podium Juara di Kudus

Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang.

KUDUS, 7 Juli 2025 – Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 16 tim terbaik dari 16 regional di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa akan bertanding memperebutkan podium juara pada turnamen yang digelar oleh PSSI berkolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS. Para peserta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars diikuti para pesepakbola putri terbaik yang telah diseleksi dari 16 kota maupun regional penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 sejak April hingga akhir Juni. Mereka terpilih dari turnamen yang digelar pada sejumlah kota di Pulau Jawa yaitu Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Kudus, Malang, Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu pula berdasarkan seleksi regional di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Papua, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.  “Kami apresiasi ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars sebagai bagian penting guna meningkatkan ekosistem grassroots sepak bola putri di Indonesia. Saya berharap dalam tiga tahun ke depan kolaborasi PSSI, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS kian  memperkuat  fondasi pembangunan sepak bola putri kita yang berjenjang untuk masa depan, demi merealisasikan banyak mimpi para pemain putri kita menjadi kenyataan,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan pelaksanaan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars bertujuan untuk pemantauan pemain yang akan direkrut untuk Timnas Putri Indonesia U-16 di Piala AFF dan U-17 di AFC. Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk sistem pembinaan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan, sehingga para pemain sepak bola wanita dapat terus berkembang melalui kompetisi yang konsisten dan berjenjang. “Ini adalah salah satu wadah di mana pemain terbaik berpotensi memperkuat timnas putri Indonesia untuk Piala AFF U-16 yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada Agustus 2025 mendatang. Coach Mochi bersama tim pelatih timnas putri U-16 akan melakukan pemantauan talenta pesepakbola belia. Hal ini diharapkan bisa memberikan gairah dan semangat bagi adik-adik untuk latihan lebih serius, ikut SSB sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan berkembang,” kata Teddy. Teddy menambahkan, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 juga merupakan kelanjutan dari turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sukses digelar di delapan kota sejak tahun 2023. Terhitung hingga Juni 2025, kejuaraan ini diikuti tidak kurang dari 24.429 peserta dari 1.257 SD dan MI di 8 Kota/Kabupaten. Ia berharap dengan diselenggarakannya kompetisi secara konsisten dan berjenjang, akan terbentuk sistem pembinaan yang mampu mewujudkan kejayaan sepak bola putri Tanah Air.  Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza mengatakan, HYDROPLUS mendukung penuh kiprah talenta-talenta muda Indonesia untuk terus meraih prestasi setinggi-tingginya melalui dunia olahraga, khususnya sepak bola putri. Ia optimistis, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars akan melahirkan atlet-atlet muda terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional di masa mendatang. Sebagai minuman isotonik yang baru diluncurkan satu tahun lalu, HYDROPLUS sangat bermanfaat untuk berolahraga, karena aktivitas ini menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. “HYDROPLUS mendukung penuh gelaran Piala Pertiwi dengan produk minuman isotonik yang pas, serta memberikan hidrasi maksimal. Dikonsumsi setidaknya sebelum, selama, atau setelah berolahraga mampu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi, sehingga membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas. Oleh karena itu kami mengucapkan selamat bertanding untuk seluruh peserta, raihlah prestasi setinggi langit,” tegas Yose. HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars menggunakan satu lapangan sepak bola dengan durasi 30 menit x 2 babak dan turun minum 10 menit. 16 tim yang berlaga dibagi ke dalam 4 grup, dimulai dengan pertandingan penyisihan grup, perempat final, semifinal, hingga final. Selain memperebutkan podium Juara, Runner-up, dan Semifinalis sebagai tim, ada pula penghargaan untuk individu yakni Top Scorer, Best Player, dan Best Goalkeeper. Berikut hasil drawing grup HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars: Grup A All Stars Jakarta All Stars Bali-Nusra All Stars Surabaya All Stars Sumatera Utara Grup B All Stars Kudus All Stars Papua All Stars Cirebon All Stars Sulawesi Grup C All Stars Tangerang All Stars Malang All Stars Semarang All Stars Sumatera Selatan Grup D All Stars Bandung All Stars Solo All Stars Yogyakarta All Stars Kalimantan Seluruh peserta HYDROPLUS-Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars tiba di Kudus pada 5 Juli. Sementara keesokan harinya mereka menjalani official training, drawing grup, match coordination meeting, dan welcome dinner. Pada 7 Juli sampai 10 Juli dimulai pertandingan penyisihan grup (group stage match), lalu juara di setiap grup akan melakoni laga perempat final pada 11 Juli, melangkah ke semifinal 12 Juli, dan partai final bergulir pada 13 Juli.  Selain keseruan pertandingan, di luar lapangan juga akan tersaji aktivitas menarik mulai dari kuliner khas Kudus, fun games, photo booth hingga hadirnya karakter Pokemon, yaitu Pikachu dan Cinderace yang akan diselenggarakan meet and greet dan foto bersama maskot Pokemon raksasa di tanggal 13 Juli.

Diikuti 573 Atlet, APM Taekwondo Championship Diharapkan Cetak Atlet Masa Depan

APM Taekwondo Championship

APM Taekwondo Championship Series 2 Tahun 2025 resmi dibuka oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, pada Sabtu, 5 Juli 2025, di Gedung Oumar Basri Syaaf Koarmada RI, Jakarta. Penanda resmi dibukanya acara tersebut dilakukan melalui pemukulan papan. “Anak-anak yang bertanding hari ini adalah calon atlet masa depan Indonesia. Dari sinilah lahir juara-juara yang akan mengibarkan Merah Putih di ajang internasional,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dalam upacara pembukaan ajang tersebut. Menurut dia, pembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini dan melalui kompetisi-kompetisi berjenjang seperti APM Championship. “Saya bangga melihat anak-anak muda bersemangat berlatih dan didukung penuh oleh orang tuanya. Ini modal besar menuju prestasi dunia,” ujarnya. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Pusat ini mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Kyorugi Prestasi, Poomsae Prestasi, serta Kyorugi dan Poomsae Pemula. Total sebanyak 573 atlet ambil bagian dari berbagai kelompok usia, mulai dari Superkids (4–5 tahun) hingga senior (di atas 18 tahun). Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia DKI Jakarta, Mayjen TNI Mar (Purn) Oni Junianto mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan dan berharap ajang ini terus digelar secara rutin setiap tahun. “Ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari proses pembinaan atlet secara terstruktur. Dari sinilah lahir atlet yang kelak bertanding di PON, SEA Games, hingga Olimpiade,” ujarnya. Berikut kategori yang dipertandingkan: Kyorugi Prestasi: Pra Cadet Max (kelahiran 2014) Cadet (12–14 tahun) Junior (15–17 tahun) Senior (18 tahun ke atas) Poomsae Prestasi: Cadet (12–14 tahun) Junior (15–17 tahun) Senior (18 tahun ke atas) Kyorugi & Poomsae Pemula: Superkids (4–5 tahun) PraCadet A (6–7 tahun) PraCadet B (8–9 tahun) PraCadet C (10–11 tahun) Cadet (12–14 tahun) Junior (15–17 tahun) Senior (18 tahun ke atas)

Jawa Tengah Kembali Juara Umum Kejurnas Junior Panahan

Kontingen Jawa Tengah

Jawa Tengah dengan gemilang menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge 2025 di Kabupaten Kudus, yang merupakan keempat kali berturut-turut. “Sangat bersyukur atas capaian Kejurnas Panahan Junior 2025 ini. Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari strategi matang dalam menyeleksi dan mempersiapkan atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jateng,” kata Manajer Tim Kontingen Jateng yang juga Sekretaris Pengprov Persatuan Panahan Seluruh Indonesia(Perpani) Jateng Martin Sudarmono usai menerima piala di Supersoccer Arena Rendeng, di Kudus, Sabtu. Ini juara umum keempat kali berturut-turut, setelah edisi 2022 di Yogyakarta, edisi 2023 di Bogor, dan di Batam, Kepulauan Riau, pada 2024. Strategi mempertahankan prestasi tersebut, kata Martin, adalah mengirimkan atlet-atlet terbaik hasil Kejurnas Junior Panahan sebelumnya. Total 80 atlet dari 35 kabupaten dan kota mengikuti ajang ini dan semuanya hasil seleksi ketat di tingkat provinsi. Hasilnya, kata dia, kejurnas di Kudus ini Jawa Tengah mengoleksi 32 medali emas yang menjadikan provinisi mencatat perolehan medali tertinggi tahun ini. “Iklim kompetisi di Jateng akan terus dijaga seperti tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, pada Kejurnas Junior Panahan 2026 yang insya Allah kembali digelar di Kudus, kami bisa mempertahankan gelar juara umum,” kata Martin. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengapresiasi antusiasme peserta dalam kejurnas tahun ini. Ia mencatat edisi 2025 mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah kejuaraan ini. “Biasanya peserta hanya sekitar 400-500 orang, tetapi tahun ini tembus 876 peserta. Yang lebih istimewa lagi, untuk pertama kalinya digelar juga untuk kelompok umur 10 tahun, setelah sebelumnya hanya mempertandingkan kelompok usia U13, U15, dan U18. Ini menunjukkan pembinaan sudah berjalan baik sejak usia dini,” ujarnya. Ia menilai Kudus berpotensi besar menjadi pusat pembinaan panahan usia dini di level nasional. Pemerintah Kabupaten Kudus sendsiri sangat mendukung ajang ini dan diharapkan akan terus berperan aktif saat kembali menjadi tuan rumah pada 2026. Fayola Jingga Naeva Maheswari (16), salah satu atlet panahan penyumbang tiga medali untuk Jateng menyatakan bangga bisa menyumbangkan satu medali emas dari kelas recurve U18 perseorangan, kemudian perunggu dari kelas mix team recurve U18, dan perak dari beregu recurve U18. Kejuaraan ini melombakantiga nomor pertandingan, yakni divisi recurve, divisi Compound, dan divisi nasional (standard bow). Para peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, yaitu U13, U15, dan U18, sedangkan untuk sivisi nasional ada tambahan U10. Kejuaraan digelar dari 27 Juni hingga 5 Juli 2025 di Supersoccer Arena Rendeng Kudus. Jawa Barat dan Jakarta menyusul Jawa Tengah pada posisi kedua dan ketiga. Sumber: ANTARA

Baru Berusia 5 Tahun, Zy Raih Juara Master of The Green PAGI Golf 2025

Mecca Zy Kusuma

Dunia olahraga di Tanah Air kembali dikejutkan oleh prestasi luar biasa dari pegolf cilik, Mecca Zy Kusuma. Di usia yang baru menginjak 5 tahun 5 bulan, ia berhasil menyabet gelar Juara Pertama di E Division turnamen Master of The Green PAGI Golf 2025. Sebuah pencapaian langka yang memperlihatkan bakat besar dari usia sangat dini. Mecca Zy Kusuma, atau akrab disapa Zy, baru mulai mengenal lapangan golf secara serius pada April 2025. Ia memulai pelatihan formal di Leadbetter Golf Academy Pondok Indah, di bawah arahan Coach John. Hanya dalam kurun 10 minggu, pelatihan intensif itu membentuk dasar teknik bermain yang kuat bagi Zy dan menumbuhkan kecintaannya terhadap olahraga yang menuntut konsentrasi tinggi ini. Melihat perkembangan pesatnya, Zy melanjutkan latihan bersama Coach Heri melalui Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI). Di sinilah kemampuannya terus diasah, termasuk memperluas pemahaman strategi permainan dan mulai berani terjun ke berbagai turnamen junior bergengsi. Ketika tampil di ajang Master of The Green, Zy bukan hanya peserta termuda, ia juga menunjukkan kualitas luar biasa. Ketajaman fokus, keberanian, dan pengendalian emosi yang ditampilkan di lapangan menjadikannya sorotan banyak pihak. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah batas bagi seseorang untuk tampil kompetitif. Raihan gelar juara ini menegaskan bahwa Mecca Zy Kusuma bukan sekadar talenta belia, tetapi potensi besar Indonesia di masa depan. Dukungan kuat dari keluarga dan pelatih menjadi bagian penting dari kesuksesan ini, sekaligus menandai awal perjalanan panjangnya di dunia golf. Selamat kepada Mecca Zy Kusuma atas pencapaian gemilang ini. Sungguh prestasi yang menginspirasi dan menyemangati banyak anak-anak Indonesia untuk mengejar mimpi sejak dini.

Pegolf Mahasiswa Indonesia Kembali Gelar Kompetisi Golf Nasional

Upacara Pembukaan ICGC 2024

Puluhan pegolf mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia akan berkumpul dalam ajang Indonesian College Golf Championship (ICGC) 2025 – Seri Kedua di Araya Golf Course, Malang, Jawa Timur. Ajang ini diperkirakan akan menjadi saksi lahirnya bintang-bintang baru pegolf muda nasional. Kegiatan ini digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Brawijaya Golf pada Minggu (2/8/2025), mendatang. Ketua Umum UKM Brawijaya Golf 2025, Syahzan Rizqi Anindya mengatakan, persaingan di ICGC 2025 diprediksi akan berlangsung sengit. Ditargetkan ada 70 atlet mahasiswa dari kategori profesional maupun amatir yang turut serta. Ia berharap, ajang ini juga bisa menjadi simbol regenerasi atlet-atlet golf tanah air. “Kami membuka gerbang bagi semua universitas untuk bergabung, berkontribusi, dan tumbuh dalam ekosistem golf kampus yang kompetitif. Harapannya, ICGC bukan hanya ajang tahunan, tapi menjadi simbol kolaborasi, inovasi dan regenerasi atlet golf tanah air,” kata Syahzan pada Kamis (3/7/2025). Jejak kesuksesan edisi sebelumnya yang diikuti kampus-kampus ternama seperti Universitas Indonesia (UI), ITS, BINUS, UNESA, dan UNDIP menjadi catatan turnamen ini berupaya mengedepankan kualitas. Persaingan pada seri kedua nanti akan semakin panas dengan kehadiran Daffa Putra Hardian, atlet muda berbakat yang telah beberapa kali menorehkan prestasi di ajang perlombaan golf tingkat nasional. “Kehadiran Mas Daffa akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus motivasi bagi para peserta lainnya untuk memberikan performa terbaik mereka,” katanya. Syahzan menyampaikan, salah satu tujuan utama dari gelaran ICGC ini juga untuk mengubah stigma bahwa golf hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Menurutnya, ICGC tidak hanya bertujuan mencetak juara, tetapi juga mengubah citra golf sebagai olahraga yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan muda. “Kami ingin memperkenalkan golf sebagai olahraga yang inklusif, menyenangkan, dan dapat diakses oleh semua kalangan muda. Lewat kegiatan ini, kami berharap tercipta minat baru serta terbentuknya komunitas golf mahasiswa yang lebih beragam, aktif, dan berkelanjutan di masa depan,” ungkapnya. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi secara langsung kepada Pengurus Provinsi Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jawa Timur, melalui pembina mereka kepada PGI Kota Malang. Dukungan dari Pengurus Provinsi PGI Jawa Timur dan PGI Kota Malang diharapkan menjadikan turnamen tersebut adalah wadah kompetitif yang serius bagi mahasiswa. “Hal ini diharapakan pengembangan olahraga golf di tingkat mahasiswa semakin baik ke depannya, yang hingga kini masih jarang memiliki wadah kompetitif secara nasional sebagian besar yang ada pun masih berupa turnamen bersifat fun,” katanya. Ketua Pelaksana ICGC 2025 2025 – Seri Kedua, Mochammad Aryasatya Nugraha, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah panggung adu gengsi dan pembuktian bagi para talenta muda. Melalui turnamen ini, pihaknya terus mendorong perhatian lebih dari pemerintah dan pihak swasta untuk mendukung keberlanjutan liga golf mahasiswa di Indonesia. “Kami ingin kolaborasi untuk bersama-sama memajukan olahraga ini ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Aryasatya. Lebih dari sekadar ayunan stik dan perburuan skor, dikatakannya, bahwa ICGC dirancang sebagai arena untuk mendobrak stigma dan membangun ekosistem golf di kalangan generasi muda. “Kami ingin ICGC terasa dekat dengan mahasiswa, bukan sekadar kompetisi, tapi momen unjuk gigi bahwa golf itu keren dan penuh peluang. Ini adalah ruang kolaborasi terbuka. Siapa pun yang punya semangat sama, mari ambil bagian,” katanya. Didukung oleh Alumni Brawijaya Golf (ABG), ICGC berupaya konsisten menjadi pionir turnamen golf mahasiswa tingkat nasional sejak 2024. Para atlet akan bertarung dalam format Stroke Play Gross 18 hole untuk dua kategori utama yakni Individu Mahasiswa dan Tim Mahasiswa. Untuk menjamin integritas kompetisi, turnamen ini mengadopsi peraturan resmi dari The R&A Rules Limited dan PGI Hard Card. Penggunaan caddy resmi, golf cart, pengaturan tempo permainan yang ketat, hingga sistem hole-by-hole play-off untuk skor imbang akan diterapkan untuk menyajikan pertandingan yang adil dan menegangkan. Sumber: Kompas

Keren! Janice Back-To-Back ITF World Tennis Tour Player of the Month

Janice Tjen

Petenis putri Indonesi,a Janice Tjen kembali dinobatkan sebagai “player of the month” untuk Juni oleh ITF World Tennis Tour, federasi tenis internasional penyelenggara turnamen tenis internasional tingkat pemula dan menengah. Ini merupakan bulan kedua beruntun Janice menyandang predikat tersebut setelah pada Mei petenis kelahiran Jakarta itu juga meraih penghargaan tersebut. “Terpilih sebagai Player of the Month lagi benar-benar sangat berarti bagi saya,” kata Janice dikutip dari laman resmi ITF, Jumat. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang tak henti-hentinya dari pelatih, keluarga, dan sponsor saya. Kepercayaan mereka kepada saya telah membantu saya melewati setiap tantangan, dan saya tidak akan berada di tempat saya sekarang tanpa mereka.” Petenis berusia 23 tahun itu meningkatkan performanya pada Juni dengan empat gelar berturut-turut selama bulan tersebut sekaligus mencatatkan lima gelar dan 25 kemenangan pertandingan berturut-turut. Janice memulai Juni dengan performa gemilang di W15 Maanshan, di mana ia memenangi gelar tanpa kehilangan satu set pun, dan mengulangi prestasi itu satu pekan kemudian di W35 Luzhou. Ia mempertahankan momentumnya dengan mengklaim gelar terbesar dalam karirnya di W50 Taizhou, sekali lagi tanpa kehilangan satu set pun. Janice mempertahankan performa sempurnanya dengan gelar lainnya di W35 Taipei pada akhir bulan, meskipun kemenangan beruntun 42 set harus berakhir di babak kedua. Sebagai hasil dari kerja keras luar biasa pada Juni, Janice kini menjadi peraih gelar terbanyak di ITF World Tennis Tour tahun ini dengan enam gelar. Kini, Janice telah mengoleksi total 13 gelar World Tennis Tour atas namanya, dan semakin mendekati peringkat 200 teratas dalam peringkat WTA. Sumber: ANTARA

Soekarno Cup Siap Cetak Calon Atlet Berbakat dan Berjiwa Nasionalisme

Poster Soekarno Cup 2025

Asosiasi Kota Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Yogyakarta mengadakan turnamen Soekarno Cup, turnamen sepak bola usia dini yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu, 5–6 Juli 2025, di Lapangan Sidokabul Yogyakarta. Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menghadirkan perpaduan antara pembinaan olahraga, semangat nasionalisme, serta penguatan ekonomi lokal. Ketua Umum Askot PSSI Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, dalam jumpa pers di Kantor Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Jumat (4/7), menyampaikan bahwa Soekarno Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi anak-anak, tetapi juga momentum untuk mengenang keteladanan Bung Karno. “Lalu kenapa kami gelar Soekarno Cup ini? Karena selain untuk pembinaan dan penguatan sportivitas anak-anak, kami juga ingin memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Soekarno Cup ini menjadi momen untuk mengenang dan mempelajari keteladanan Bung Karno. Karena beliau lahir dan wafat di bulan Juni, maka kami gelar kegiatan ini sebagai bagian dari refleksi nilai-nilai perjuangan beliau,” ujar Susanto. Turnamen yang diikuti oleh enam Sekolah Sepak Bola (SSB) aktif di Kota Yogyakarta ini akan mempertandingkan empat kelompok usia: 9, 10, 11, dan 12 tahun. Masing-masing SSB akan mengirimkan empat tim, dengan total 24 tim berlaga menggunakan sistem setengah kompetisi. Susanto mengatakan pembukaan turnamen akan berlangsung pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB, dan penutupan dijadwalkan Minggu sore, yang akan ditandai dengan penyerahan Piala Wali Kota Yogyakarta bagi para juara. Menurutnya, ajang ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang dan seleksi awal bagi para calon atlet muda berbakat Kota Yogyakarta. Mereka yang terpantau potensial akan diarahkan mengikuti jenjang pembinaan ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) serta ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Daerah (Porda). Susanto juga menyampaikan bahwa antusiasme terhadap Soekarno Cup sangat tinggi, bahkan tim dari luar kota terpaksa ditolak. “Turnamen ini memang kami fokuskan untuk SSB di Kota Yogyakarta. Ini bagian dari komitmen kami untuk membangun pembinaan sepak bola lokal secara konsisten,” tegasnya. Ke depan, Askot PSSI Kota Yogyakarta menargetkan turnamen seperti ini dapat digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali, sebagai bentuk komitmen pembinaan berkelanjutan. Askot akan memfasilitasi lapangan, sementara perangkat pertandingan dan kebutuhan teknis lainnya akan digotong royongkan oleh komunitas SSB. “Ajang ini juga menjadi ruang praktik bagi para pelatih dan wasit muda berlisensi yang telah disiapkan oleh Askot. Tahun lalu, Askot PSSI Kota Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan sertifikasi pelatih dan wasit. Semua perangkat pertandingan berasal dari Kota Yogyakarta, dari Askot sendiri. Ini bentuk pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga pelatih dan wasit,” kata Susanto.

9 Pemain Diaspora Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

9 Pemain Diaspora Yang Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

Timnas Indonesia U17 berkekuatan 34 pemain untuk pemusatan latihan di Bali pada 7 Juli-10 Agustus 2025 yang diproyeksikan sebagai persiapan menuju Piala Dunia U17 2025. Sembilan dari 34 pemain Timnas Indonesia U17 untuk training camp di Pulau Dewata itu adalah pemuda diaspora. Berikut profil mereka. Feike Muller Bernama lengkap Feike Muller Latupeirissa, ia lahir di Den Bosch, Belanda, pada 10 Desember 2008. Saat ini bermain di posisi bek tengah untuk Willem II Tilburg U17 di Belanda. Dengan kaki kiri yang lebih dominan, ia dibekali tinggi badan 180cm. Kabarnya, darah Indonesia Feike Muller berasal dari ibunya. Kakeknya, yang memiliki marga Latupeirissa, disebutkan lahir di Pulau Saparua, Maluku Tengah. Eizar Jacob Nama lengkapnya ialah Eizar Jacob Tanjung. Dia lahir pada 30 Agustus 2008. Berposisi sebagai gelandang bertahan dengan postur 174cm, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah maupun fullback. Eizar bermain di tim junior Sydney di Australia. Darah Indonesia mengalir di tubuhnya via ibunya yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayahnya asal Australia, namun memiliki darah Jakarta dan Padang. Lionel De Troy Lionel De Troy lahir di Tangerang, Banten, pada 6 Januari 2008. Ibunya asal Indonesia, sedangkan ayahnya dari Kamerun. Dia terbiasa bermain sebagai gelandang serang. Saat ini, De Troy sedang menimba ilmu dengan Palermo di Italia. Sebelumnya, ia berguru bersama Australasian Soccer Academy di Australia. Palermo adalah klub Serie B yang pada putaran kedua musim lalu diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. De Troy adalah alumnus Indonesia Junior League bersama Prima Soccer School pada 2022. Pemuda setinggi 180cm itu beberapa kali tampil impresif, termasuk menjadi player of the week 14 pada Juli tahun yang sama. Floris de Pagter Nama panjangnya ialah Floris de Pagter-van Bronckhorst. Dia lahir di Beverwijk, Belanda, pada 8 September 2008. Kedua orang tuanya memiliki darah Indonesia, tepatnya Jakarta. De Pagter berposisi sebagai gelandang serang, namun juga bisa berperan menjadi gelandang sentral. Sekarang, ia membela SC Telstar U17 di Belanda. Dia berhasil mencetak 15 gol dan 15 assist dari 40 penampilan untuk membawa SC Telstar U17 menjuarai Divisi 3 Liga Belanda U17 musim lalu. Selain itu, ia juga mendapatkan kesempatan untuk debut bersama tim U21 pada musim lalu. Noha Pohan Simangunsong Noha Pohan Simangunsong lahir pada 12 Maret 2010. Berdarah campuran Batak dan Finlandia, ia adalah gelandang NAC Breda di Belanda. Pada Oktober 2024, Noha Pohan sempat dipanggil Timnas Finlandia U15 untuk turnamen Tahtitarha, namun kini memilih untuk membela Timnas Indonesia U17. Jona Giesselink Jona Giesselink lahir pada 2 Maret 2008. Berpostur 190cm, ia bermain sebagai gelandang untuk FC Emmen U16 di Belanda. Kondisi fisiknya akan menguntungkan Timnas Indonesia U17. Darah Indoensia Gisselink berasal dari ibunya, yang orang tuanya lahir di Pulau Halmahera, Maluku, sebelum pindah ke Negeri Kincir Angin. Azadin Ayoub Azadin Ayoub Hamane lahir Norwegia pada 26 September 2008. Darah campuran Indonesoa-Norwegia mengalir deras dalam tubuh pemain Elverum Fotball di Norwegia itu. Sejak 2016 ia telah menimba ilmu di sana. Ayoub berposisi sebagai winger. Dia bisa menyisir sisi sayap kanan dan kiri sama baiknya. Ibunya berasal dari Cirebon, Jawa Barat, sementara ayahnya berdarah Maroko. Deston Hoop Deston Deandre Denzell Hoop lahir pada 30 Mei 2008. Posturnya telah mencapai 180cm. Saat ini, pemuda yang terbiasa turun sebagai winger kanan itu memperkuat SC Telstar U17 di Belanda. Garis keturunan Hoop berasal dari kakek pihak ibunya yang disebutkan lahir di Pulau Itawaka, Maluku. Kabarnya, selain Indonesia dan Belanda, ia juga berdarah Suriname. Nicholas Indra Mjosund Lahir di Norwegia pada 13 Januari 2010, Nicholas Indra Mjosund sedang bermain untuk Rosenborg BK di Norwegia. Masih berusia 15 tahun, posturnya telah tumbuh menjulang hingga mencapai 185cm. Alih-alih striker karena tingginya yang ideal, Nicholas justru berperan sebagai winger kanan dan kiri. Asal-usul Indonesia Nicholas berasal dari Ibunya disebutkan asli Solo, Jawa Tengah. Situs Rosenborg BK menulisan Norwegia sebagai kewarganegaraan Nicholas. Pada musim ini, ia mencetak 15 gol dari 15 pertandingan bersama tim U15.

Ini Alasan Indonesia Lolos Langsung ke Piala Asia U17 2026

AFC U17 Asian Cup

Timnas Indonesia U17 resmi lolos langsung ke Piala Asia U17 2026. Tiket emas ini didapatkan karena lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 2025. AFC menjadikan turnamen level junior itu menjadi setiap tahun usai memakai konsep dua tahunan pada edisi sebelumnya. Salah satu perubahan juga ada pada kepesertaan. Indonesia berhak mendapat tiket lolos langsung ke Piala Asia U17 2026 karena menembus babak delapan besar di Piala Asia U17 2025. Hal ini tentu jadi kabar baik karena tim Merah Putih tak perlu melewati babak kualifikasi. “Benar [Indonesia lolos ke Piala Asia U17 2026],” kata pelatih Timnas Indonesia U17, Nova Arianto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (1/7). Nova mengatakan, perubahan peraturan tentang peserta Piala Asia U17 2026 dilakukan karena babak kualifikasi bergulir di waktu yang bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025 pada November mendatang. “Betul. [Perubahan peraturan] karena babak kualifikasi [Piala Asia U17 2026] jalan bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025,” ujar Nova. Dengan situasi ini, maka sudah ada sembilan tim yang memastikan tempat di Piala Asia U17 2026. Mereka adalah Indonesia, Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2025. Tersisa tujuh tim yang bisa memperebutkan tiket Piala Asia U17 2026. Jadwal Kualifikasi Piala Asia U17 2026 berlangsung pada 22-30 November 2025. Sedangkan jadwal Piala Asia U17 2026 diperkirakan bergulir pada Mei 2026. Arab Saudi kembali jadi tuan rumah kompetisi ini setelah menggelar edisi yang sama pada 2025. Sumber: CNN

Pemanjat Tebing Muda Uji Coba di Malaysia Demi SEA Games 2025

Wakil Indonesia Untuk Mengikuti ASEAN Climbing Championship 2025

Lima pemanjat tebing muda Indonesia menjalani uji coba internasional dengan tampil pada ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, pada 4–6 Juli, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan atlet dari dua disiplin, Lead dan Boulder, untuk mengasah jam terbang sekaligus membentuk mental kompetitif di level Asia Tenggara. “Pengiriman timnas muda ini merupakan bagian dari program try out dan persiapan penting menjelang SEA Games 2025 di Thailand,” kata Sekretaris Umum PP FPTI, Pristiawan Buntoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. FPTI menurunkan tiga atlet putra dan dua atlet putri. Dari sektor putra ada Muhammad Ramzi Firmansyah, Mahesa Caesar, dan Ardana Cikal Damarwulan. Sementara untuk putri yaitu Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia. Menurut Pristiawan, pengiriman atlet ke Malaysia bukan hanya bagian dari pembinaan, tetapi juga sebagai ajang penilaian kesiapan teknis dan fisik mereka untuk bersaing di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara. FPTI berharap para atlet muda bisa menyerap pengalaman sebanyak mungkin dalam kejuaraan ini dan menjadikannya sebagai modal penting menghadapi ajang-ajang resmi mendatang. “Selain itu juga merupakan keseriusan kami dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia pada disiplin Lead dan Boulder. Ini juga selaras dengan target utama kami untuk lolos kualifikasi disiplin Lead di Olimpiade Los Angeles 2028,” katanya. Sumber: ANTARA

Cerita Lintang Usai Petahankan Gelar Juara Dunia MMA

Lintang Satya Putra

Atlet muda Indonesia, Lintang Satya Putra, kembali mengukir prestasi membanggakan dengan mempertahankan gelar juara dunia dalam ajang GAMMA World MMA Championships U18 & Senior 2025 di Sao Paulo, Brasil, 16–22 Juni. Lintang, yang turun di kategori U16 +75 kg, mempersembahkan medali emas kedua secara beruntun setelah sebelumnya juga menjadi juara dunia dalam kejuaraan edisi 2024 di Indonesia. Lintang menjadi satu dari dua atlet Indonesia yang meraih emas di Brasil. Satu emas lainnya disumbangkan Bumi Magani Abraar Himara dari kategori U16 -54 kg. Lintang menceritakan bisa bertanding di luar negeri merupakan impian sejak lama. Bertemu dan melawan atlet dunia membuatnya sangat antusias, terlebih karena ia berhasil membawa pulang medali emas. Ia berangkat dari Indonesia pada 14 Juni dan kembali sepekan kemudian. Meskipun singkat, persiapannya tidak main-main. Ia telah berlatih intensif sejak Januari 2025 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Persiapan 20 Januari, berangkat 14 Juni, sekitar 5 bulan lebih persiapan di kampus UNJ di Jakarta Timur,” ujarnya. Ketika ditanya soal rahasia kemenangannya, Lintang menjawab dengan rendah hati. “Tidak ada rahasia, apapun yang ingin kalian capai lakukan dengan serius, saya ingin juara dunia saya berlatih, percaya diri, supaya bisa juara dunia,” tuturnya. Lintang mengaku tantangan besar bertanding melawan atlet dunia perbedaanya ada di postur tubuh yang di mana menurut Lintang, postur tubuh atlet luar lebih besar dan tinggi dibanding dengan dirinya. “Tantangan terbesar hanya mempelajari lawan seperti apa karena postur saya terlalu kecil,” ujar Lintang. Namun ia tak gentar. Strateginya adalah terus menyerang dan tidak memberi jarak kepada lawan. “Dari postur tubuh beda dengan kita, tulang mereka lebih besar dan ototnya sudah jadi, saya postur lebih pendek, saya berpikir saja, kalau beri jarak saya bisa kalah, karena tubuh saya pendek menekan saja, sampai tenaga mereka habis,” tuturnya. Secara keseluruhan, tim Indonesia membawa pulang 14 medali dengan rincian 2 emas, 7 perak, dan 5 perunggu dalam kejuaraan dunia edisi kelima tersebut. Sedangkan ketika Indonesia menjadi tuan rumah pada 2024 meraih 3 emas, 7 perak dan 14 perunggu. Menurut Tommy, hasil di Brasil tidak lepas dari pembinaan jangka panjang dan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang kembali diintensifkan sejak Januari 2025. Ia juga menyebut cuaca dingin dan perbedaan waktu 10 jam antara Sao Paulo dan Indonesia tidak menjadi hambatan berarti. Berikut daftar lengkap peraih medali Indonesia di GAMMA World MMA Championships 2025: Emas: Bumi Magani Abraar Himara – U16 -54 kg Lintang Satya Putra – U16 +75 kg Perak: Roberkat Sinaga – U14 -38 kg Mervin Asido Gultom – U16 -50 kg Lukas Oliver Lubis Sedlak – U16 -58 kg Gibran Alfarizi – U18 -61,2 kg Gita Putri Sembiring – U16 -46 kg Manarya Maritza Siagian – U18 -52,2 kg Yosua Pratama Purba – U21 Striking MMA -61,2 kg Perunggu: Defandra Alvano Saragih – U14 -38 kg Vallensia Fahira Hotmauli – Striking MMA -47,6 kg Jon Setiawan Saragih – Striking MMA -61,2 kg Dwi Ani Retno Wulan – MMA -56,7 kg Alfiandi – MMA -61,2 kg