Lawan 79 Negara, Tim Karate Inkanas Dilepas Menuju Shanghai

Kiri ke kanan (atas) Binpres PB Inkanas Mursalim Badoo, Wasekjend Andi Taletting, Ketua Umum Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti dan Sekjend Irjen Pol Sam Budigusdian, turut melepas enam karateka menuju Kejuaraan WKF Karate 1 Series A di Shanghai, China. (Inkanas)

Jakarta- Ketua Umum Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti melepas enam atlet yang bakal berlaga di Kejuaraan WKF Karate 1 Series A Shanghai, China, pada 7-9 Desember 2018. Pelepasan itu digelar di Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, pada Selasa (4/12). Daftar keenam atlet yang bakal tampil itu yakni Krisda Putri (Kata Individu Putri), Tri Winarni (Kumite -61 Kg Putri), Dwi Fadhilah (Kumite -50 Kg Putri), Andi Jerni (Kumite -50 Kg Putri), Aqtur (Kumite -67 Kg Putra) dan Aditya (Kumite +84 Kg Putra). Adapun pendamping tim Karate Indonesia yang bernamakan INKANAS EMAS ini adalah Mursalim Bado’o (Manager), Ricky Muchtar (Official) Yedih Lesmana (Pelatih), Aam Siti Aisyah (Pelatih) dan Donny Zaiko (Pelatih). Kejuaraan yang diselenggarakan oleh World Karate Federation ini, diikuti 79 negara dari seluruh dunia. Kejuaraan ini merupakan ajang untuk meraih poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. Kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan Badrodin Haiti dalam membina atlet Karate Inkanas, yang secara aktif mengirimkan atlet berprestasi unjuk kebolehan di ajang internasional. Terutama, ajang resmi World Karate Federation (WKF). “Kesempatan ini jangan disia-siakan dan dimanfaatkan betul oleh atlet. Selain itu, kedepannya para pelatih perlu untuk mendapatkan kesempatan di event international untuk memperoleh sertifikasi International,” ujar Badrodin. Hal senada diucapkan oleh Sekretaris Jenderal PB Inkanas, Irjen Pol Sam Budigusdian. Dalam kesempatan yang sama dia menerangkan bahwa PB Inkanas berkomitmen agar dapat berpartisipasi pada setiap seri Kejuaraan International WKF ini. (Adt) Daftar Kontingen Indonesia Atlet Krisda Putri (Kata Individu Putri), Tri Winarni (Kumite -61 kg Putri), Dwi Fadhilah (Kumite -50 kg Putri), Andi Jerni (Kumite -50 kg Putri), Aqtur (Kumite -67 kg Putra),Aditya (Kumite +84 kg Putra) Pendamping Mursalim Bado’o (Manager), Ricky Muchtar (Official), Yedih Lesmana (Pelatih), Aam Siti Aisyah (Pelatih), Donny Zaiko (Pelatih)

e-Sports Indonesia Siap Lakukan Pelatnas SEA Games 2019, Menpora : Atletnya Harus Bebas Doping

Penyelenggara SEA Games Filipina 2019 sudah mengumumkan bahwa e-Sports resmi bakal dipertandingkan dan medalinya dihitung di klasemen. Kini, asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA), siap segera melakukan seleksi atlet dan Pelatnas. (tv5.espn.com)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima perwakilan asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA) pada Selasa, (4/12). Hadir dalam pertemuan itu Eddy Lim selaku ketua IeSPA dan atlet e-sports, termasuk Hendry “Jothree” Handisurya, yang meraih medali perak Asian Games 2018, pada nomor gim “Hearthstone”. Menurut IeSPA, Indonesia memiliki jasa besar dalam perkembangan e-Sports karena berhasil menggelar turnamen e-Sports pertama, di ajang multi-event melalui Asian Games. Atas keberhasilan ini, forum-forum e-Sports internasional percaya bahwa masa depan e-Sports sebagai turnamen olahraga akan cerah. Sejak didirikan pada 2013, IeSPA sudah memiliki badan kepengurusan hingga ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, bahkan Papua Barat. IeSPA mengaku akan terus mengembangkan olahraga e-Sports di Indonesia, dengan menggelar banyak kejuaraan di tingkat lokal hingga nasional. Hal ini bertujuan untuk menjaring bakat para atlet e-Sports di Indonesia. “Pemerintah sangat mendukung penuh kejuaraaan e-Sports tingkat nasional bahkan internasonal,” ujar Menpora. Menpora juga menambahkan agar proses pembinaan juga diperhatikan. “Atlet e-Sports adalah atlet yang membela merah-putih sehingga perlu dibina dan diperhatikan fisik, mental, dan lainnya,” tambah Menpora. Senada dengan Menpora, pihak IeSPA juga menyatakan para pemain e-Sports bukan sekadar bermain gim. Mereka adalah para atlet yang punya kondisi fisik dan kondisi otak yang sama baiknya. “Bahkan para atlet e-Sports harus menjaga pola makan dan kandungan gizi mereka. Para atlet tidak boleh makan dan minum sembarangan karena mereka juga dilakukan tes doping, sama seperti atlet lainnya,” ujar Imam. Pembahasan juga mengerucut tentang rencana kualifikasi dan pelatnas SEA Games cabang olahraga e-Sports. Penyelenggara SEA Games Filipina 2019 sudah mengumumkan bahwa e-Sports resmi bakal dipertandingkan dan medalinya dihitung di klasemen. Sejauh ini, baru Mobile Legends: Bang-Bang yang resmi diumumkan sebagai judul games yang dipertandingkan pada SEA Games tersebut. Jenis games lainnya sedang dibahas hingga 15 Desember 2018. “Rencananya untuk kualifikasi, kami akan mengadakan series event. Namun, detailnya seperti apa, masih perlu dimatangkan lagi karena harus menunggu pengumuman jenis-jenis games yang akan dipertandingkan. Sejauh ini, yang sudah pasti ‘kan baru Mobile Legends,” kata Eddy, dilansir Bola.com. Eddy mengatakan rencana kualifikasi e-Sports untuk SEA Games belum diputuskan secara mendetail karena teknisnya pasti berbeda-beda, tergantung jenis game. Namun, Eddy memastikan para atlet yang dikirim ke SEA Games 2019, akan diseleksi berdasarkan hasil kualifikasi. “Jadi, misal ada gamers papan atas, ya tak otomatis langsung lolos. Apalagi jangka waktunya masih panjang, hingga satu tahun ke depan. Masih mungkin ada perubahan kekuatan. Gamer yang terbaik saat ini, belum tentu masih jadi yang terbaik pada pertengahan tahun depan,” urai Eddy. Penyelenggara SEA Games 2019 yang bermitra dengan manufaktur perangkat keras gaming Razer bakal menyediakan enam medali emas, dengan pembagian kategori dua untuk game konsol, dua untuk game PC, dan dua untuk game mobile. “Lagipula, bukan hanya pemain terbaik yang akan dikirim ke SEA Games 2019. Kami akan mencari pemain terbaik, dan bagaimana caranya membuat mereka meraih medali emas. Mungkin dengan cara mengirim pemain menjalani pelatihan ke luar negeri,” imbuh Eddy. EeSPA juga berencana menggelar pelatnas menjelang SEA Games 2018, sama seperti cabang-cabang lainnya. Namun, detail rencana pelatnas juga masih menunggu jenis games yang dipertandingkan, serta ketersediaan dana. (Adt)

Lolos Babak 32 Besar, Pebulutangkis 18 Tahun Asal Bali Bidik Gelar Juara ASTEC Open Championship 2018

Pemain tunggal taruna putra, I Gede Pasek Ekayana (kanan), asal PB Exist Jakarta, membidik gelar juara Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018. Ia lolos ke babak 32 besar usai menundukkan Dimas Setiawan, straight game, 21-12, 21-9, pada Selasa (4/12) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Laju pemain tunggal taruna putra, I Gede Pasek Ekayana, belum terbendung pada kejuaraan bulutangkis Daihatsu ASTEC Open Championship 2018. Eka, sapaannya, sukses menjegal wakil PB Bintang Solibad Indonesia, Dimas Setiawan, dua gim langsung, dengan skor 21-12, 21-9, dalam tempo 33 menit. Pada hari kedua pelaksanaan turnamen di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/12), pebulutangkis besutan PB Exist Jakarta itu akhirnya berhasil melaju ke babak kedua (32 besar). “Gim pertama feeling masih belum dapat. Di babak pertama saya dapat bye, jadi sekalian nyoba lapangan, dan bolanya juga tadi agak sedikit lambat. Gim kedua masih sama polanya. Tapi, beruntung banget karena lawan sering mati sendiri bolanya. Dari situ saya tekan terus dan cepatin bolanya,” ujar Eka usai laga. Remaja kelahiran Denpasar, Bali, 12 April 2000 itu, menegaskan bila perjuangan makin berat memasuki babak 8 besar. “Di babak awal mungkin lawan bisa diatasi. Tapi, tantangan terberat itu kalau sudah masuk babak delapan besar. Apalagi kekuatan lawan sangat merata, ini yang membuat persaingan juga semakin ketat,” ungkapnya. Eka berharap dirinya bisa membawa pulang gelar juara di ajang Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018. “Saya ditargetin lolos semifinal. Secara pribadi ingin meraih gelar juara disini. Ini kesempatan membuktikan pada klub, yang banyak membantu saya sehingga seperti ini,” tukas alumni SMA Tunas Daud Denpasar, Bali itu. Pemain yang menempati unggulan delapan di turnamen ini bakal menghadapi tantangan wakil Daihatsu Candra Wijaya, Dean Bencha Wijaya, yang menang atas Figo Ar-Rauf (PB Larisa Jakarta), rubber game, dengan skor 12-21, 21-15, 21-19, dalam waktu 55 menit. (Adt)

Timnas U-15 Raih Kemenangan Kedua, Tatap Semifinal IFC 2018 di Bali

Pemain Timnas Pelajar Indonesia U-15, Andrian Rusdianto (merah/20), menggiring bola saat menghadapi tim asal Korea Selatan, Busan FC, pada Bali International Football Championship (IFC) 2018, di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Selasa (4/12). Pada pertandingan ini, Timnas U-15 menang 3-0. (antara.com)

Badung- Timnas Pelajar Indonesia U-15 meraih kemenangan kedua di Bali International Football Championship (IFC) 2018 Piala Menpora, usai menang 3-0 atas wakil Korea Selatan, Busan FC, di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Selasa (4/12), meski sempat kesulitan. Hasil ini sangat disyukuri oleh pelatih Timnas U-15, Firman Utina, mengingat sebelumnya timnas buta kekuatan calon lawan. Kondisi berbeda terjadi pada Busan FC yang sudah mengetahui peforma timnas, saat menghadapi menggulung wakil Filipina, Apuesto Bueno United FC, dengan kemenangan 8-1. “Busan sudah melihat kami. Tapi, kami belum liat mereka. Beruntung ada masukan dari banyak pihak. Intinya lawan adalah tim yang disiplin. Semua masukan kami sampaikan ke anak-anak dan ternyata bisa diaplikasikan di lapangan,” ujar Firman, usai pertandingan. Pada awal babak pertama, Firman mengakui jika anak asuhnya kesulitan menembus pertahanan Busan FC yang bermain disiplin dan cepat. Lawan juga terus memancing emosi pemain timnas dengan pressing ketat. Beruntung pemain timnas bermain cukup sabar dalam laga 2×35 menit ini. Dengan kesabaran ini, kata Firman, akhirnya timnas menemukan kelemahan Busan FC yaitu di sektor bek kiri. Berawal dari akselerasi Adrian Rusdianto membuat pertahanan Busan FC terbelah. Umpan datar di mulut gawang mulus dikonversi menjadi gol oleh Rabbani Tasn Siddiq dan membuat timnas unggul 1-0 hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Tim merah putih remaja tampil lebih percaya diri. Masuknya Ardi Ardiana yang menggantikan Rabbani menambah daya gedor. Alhasil dua gol tambahan diukir oleh Ardi Ardiana dan Ahmad Fauzi. Keunggulan 3-0 membuat Busan FC frustrasi. Permainan keras menjurus kasar, nyaris memancing emosi Syukran dan kawan-kawan. “Peluang yang ada mampu dimanfaatkan oleh pemain. Terutama untuk gol pertama. Ditarik keluarnya kapten Busan FC yang mengalami cedera, sangat berpengaruh. Jika tidak, mungkin hasilnya tidak seperti ini,” jelas Firman. Kemenangan Busan FC membuat Timnas U-15 keluar sebagai juara Grup A dengan raihan 6 poin. Dengan posisi ini tim yang merupakan pemain gabungan dari juara Piala Menpora U-14 ini, dipastikan lolos ke babak semifinal kejuaraan internasional pertama yang diprakarsai Kemenpora itu. Pada babak semifinal, Timnas Pelajar akan bertemu dengan juara Grup C. Dan tim yang berpeluang lolos adalah tim Bali All Stars. Jika kondisi ini terjadi maka dua tim kuat asal Indonesia, akan saling sikut untuk menuju pertandingan final. “Ini sebetulnya nggak terlalu enak. Auranya jelas berbeda jika dibandingkan melawan tim asing. Tapi kami tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka juga anak-anak kita,” pungkas eks playmaker Timnas ini. (Adt)

Pemanasan Jelang Seleksi Tim SEA Games 2019, PGSI Gelar Kejurnas Gulat Senior U-23

Kejurnas Gulat Senior U-23 2018 yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI), akan berlangsung 6-10 Desember, di GOR Simpang Lima, Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. Event ini memakai regulasi gulat internasional atau United World Wrestling (UWW). (antaranews.com)

Semarang- Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Senior U-23 di Kabupaten Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. “Rakernas digelar pada 4-5 Desember, di Hotel 21 Purwodadi, sedangkan Kejurnas Gulat Senior U-23 berlangsung 6-10 Desember di GOR Simpang Lima, Grobogan, Purwodadi,” kata Ketua Pengurus Provinsi PGSI Jawa Tengah, Andreas Budi Wirohardjo di Semarang, Selasa (4/12). Andreas menjelaskan tujuan rakernas yang akan dipimpin oleh Ketua PP PGSI Trimedya Panjaitan itu akan menyusun agenda kegiatan 2019 dan mengkonsolidasikan organisasi gulat seluruh Indonesia. Usai rakernas dilanjutkan dengan Kejurnas Gulat Senior U-23, yang diikuti sekitar 300 pegulat dari 26 pengprov PGSI se-Indonesia. “Tujuan Kejurnas Gulat Senior U-23 adalah mencari atlet nasional untuk mengikuti SEA Games 2019 di Filipina,” ujarnya. Kemudian, membentuk jenjang dan pola pembinaan olah raga gulat, yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh kompenen pendukung, serta menjaring atlet gulat berprestasi. Menurut Andreas, yang menarik dari Kejurnas Gulat Senior U-23 2018 adanya “talent scouting” yang menentukan tim yang masuk pelatnas mendatang. Gulat menjadi salah satu cabang olahraga yang diikuti Indonesia pada Asian Games 2018 yang lalu. Gulat memang belum pasti akan dipertandingkan di Sea Games 2018. Tapi, PP PGSI yakin jika cabang olahraga gulat akan masuk pada event olahraga multi event terbesar di kawasan Asia Tenggara itu. Kejurnas Gulat Senior U-23 2018 bakal memakai regulasi gulat internasional atau United World Wrestling (UWW). Andreas menyebut, regulasi UWW memastikan, jika proses timbang badan dan cek kesehatan dilakukan pada hari H, sehingga atlet tak akan bisa memanipulasi berat tubuhnya. Secara khusus, PGSI Jateng sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Gulat SeniorU-23 mendapat kesempatan untuk mengikuti 21 kelas yang dipertandingkan. Beberapa kategori yang dipertandingkan pada Kejurnas Gulat Senior U-23 adalah gaya bebas putra, gaya bebas putri, serta gaya Grego Romawi putra dengan berbagai kelas mulai 48 kilogram hingga 130 kg. (Adt)

Berburu Poin Olimpiade Tokyo, Inkanas Siapkan Karateka Tampil di Shanghai

Menuju Olimpiade Tokyo 2020, Perguruan Karate Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), menyiapkan 6 orang atlet tampil di Kejuaraan WKF Karate 1 Series A, di Shanghai, China, pada 7-9 Desember 2018. (istimewa)

Jakarta- Perguruan Karate Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), yang dipimpin oleh Ketua Umum Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti, sudah menyiapkan 6 orang atlet untuk mengikuti Kejuaraan WKF Karate 1 Series A, di Shanghai, China, pada 7-9 Desember 2018. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh World Karate Federation (WKF), diikuti oleh 79 negara dari seluruh dunia, yang akan berlomba untuk meraih poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. Pada Olimpiade Tokyo ini, Karate pertama kali secara resmi akan ditandingkan di Olimpiade. Untuk mencapai hal ini, karateka Indonesia harus tampil di sejumlah kejuaraan Federasi Karate Dunia mengumpulkan rating poin (seperti bulutangkis). Sebagai syarat tampil pada Olimpiade 2020 Tokyo, para karateka harus bisa masuk 100 besar di peringkat WKF. Agar menjaga peluang para karatekanya bisa tampil di Tokyo, Inkanas memberi kesempatan tampil di ajang WKF, baik kejuaraan dunia, WKF Premier League, maupun Series A. Guna mempersiapkan hal itu, Inkanas selenggarakan Training Camp (TC) sejak 27 November, hingga tanggal keberangkatan pada Selasa (4/12). Selain Mursalim Badoo sebagai pelatih kepala, tim yang bernamakan Inkanas Emas ini, turut didampingi pelatih Yedih Lesmana, Donny Zaiko, Aam Siti Aisyah, dan Official Ricky Muchtar. Mursalim yang juga menjadi manajer mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan tahap awal Bidang Prestasi PB INKANAS, di kepengurusan 2018-2021. Sedangkan, atlet-atlet yang akan bertanding adalah Krisda Putri (Kata Perorangan Putri), Dwi Fadhilah (Kumite Putri -50 Kg), Tri Winarni (Kumite Putri -61 Kg), Andi Mesyara Jerni (Kumite Putri -50 Kg), Aqtur Dimarsyah (Kumite Putra -67 Kg) dan Aditya Suhendar (Kumite Putra +84 Kg). Ketua Dewan Guru PB Inkanas, Shihan Ellong Tjandra, memberi dukungan penuh pada ajang ini. “Saya berharap nanti makin banyak atlet PB Inkanas yang dikirim ke Kejuaraan International. Begitu pula, untuk pengiriman Wasit dan Pelatih, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM),” ujarnya. Hal senada diucapkan oleh Wakil Ketua Bidang Luar Negeri PB Inkanas, Ricky Muchtar. Sesuai arahan Ketua Umum yang merupakan mantan Kapolri, Inkanas sangat fokus untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat Internasional. Inkanas juga akan mengirimkan beberapa Karate-Ka untuk berlatih ke Jepang, di akhir Januari 2019. “Selain pengiriman atlet ke Kejuaraan di Luar Negeri, Inkanas akan mendatangkan 2 orang pelatih, dari Dojo Pusat Jepang yakni Takashi Yamaguchi (DAN VII) dan mantan juara Dunia, Shinji Nagaki (DAN V), pada 15-19 Desember 2018 di Surabaya dan Medan,” kata Ricky, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/11). (Adt)

Renang Hari Ketiga IOAC 2018, Dara 16 Tahun Kembali Sumbang Emas Nomor 200 Meter Gaya Kupu-Kupu

Perenang 16 tahun dari Riau, Azzahra Permatahani, kembali meraih medali emas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, pada hari ketiga Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka (IOAC) 2018, di Jakarta, Senin (3/12). Total, kini Zahra sudah mengoleksi tiga medali emas. (instagram.com)

Jakarta- Perenang nasional yang baru berusia 21 tahun, Aflah Fadlan Prawira, memborong dua medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra dan 200 meter gaya kupu-kupu putra, pada hari ketiga Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka (IOAC) 2018, di Jakarta, Senin (3/12). Di nomor 200 meter gaya bebas putra, Fadlan, yang tampil untuk klub Aquarius Bandiung, mencatatkan waktu tercepat 1 menit 50,78 detik diikuti oleh Putra M Randa, MNA Jakarta, di peringkat dua untuk medali perak dengan waktu 1 menit 53,48 detik, dan Ricky Annggawijaya dari klub ESC, di peringkat tiga (1:54,19). Lalu di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putra, pemuda kelahiran Cirebon 13 November 1997 ini kembali jadi yang tercepat, dengan waktu 2 menit 3,01 detik. Sejatinya, pada babak kualifikasi, catatan waktu Fadlan dikalahkan oleh Joe Aditya. Namun, Joe justru melorot ke peringkat lima, saat bertarung di babak final. Medali perak nomor diraih oleh perenang Aquarius lainnya, Reza Bayu Prasetyo, yang terpaut tipis dengan Fadlan (02:03,22). Dan perenang Pyramid, Azel Zelmi harus puas dengan perunggu (02:06,41). Di Nomor 200 meter gaya bebas putri, perenang klub MNA Surabya, Ressa Kania Dewi merebut emas dengan catatan waktu 2:05,30. Disusul Prada Hanan, Klub Aquarius, dengan 02:06,47 dan Sagita Putri, klub TCS, di tempat ketiga dengan waktu (02:07,25). Nama Anandia Treciel Vanessae Evato dari klub Belibis, Pekanbaru, menjadi yang tercepat di final nomor 50 meter gaya dada putri. Evato mencatatkan waktu 32,57 detik untuk mengamankan medali emas. Di peringkat kedua ada Adelia dari klub ESC (33,88) dan Ressa Kania Dewi, MNA Surabaya di peringkat tiga dengan waktu 34,24 detik. Dan emas nomor 50 meter gaya dada putra, milik Muhammad Fachri Tanjung, dari klub Boa (28,57). Perenang senior klub ACS, Gagarin Nathaniel Yus, harus puas di posisi dua dengan waktu 28,89. Diikuti oleh wakil klub MNA Jakarta, Dennis Tiwa mengantongi perunggu (29,07). “Setelah Asian Games belum ada latihan,” tukas Gagarin tentang performanya hari ini. “Kejuaraan ini sebagai tolak ukur saya, untuk melihat posisi saya ada di mana, jika turun tanpa latihan yang maksimal,” terangnya. Untuk nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, perenang 16 tahun dari Riau, Azzahra Permatahani, kembali mencetak hasil gemilang. Zahra, yang berasal dari klub Belibis, Pekanbaru mencatatkan waktu (02:16,39) diikuti Adinda Kusuma Ningrum dari klub Aquarius, (02:18,37) dan Hanna Christina dari klub Paswind di tempat ketiga (02:26,04). “Kalau menurut aku di 200 meter gaya kupu-kupu ini, lebih sedikit berat dari kemarin, saat saya dapet emas di 200 gaya ganti,” ujar dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002, usai perlombaan. Total, hingga Senin, Siswi kelas XII SMA Cendana Rumbai ini usdah mengoleks tiga medali emas. Hari keempat IOAC 2018, pada Selasa (4/12), akan melombakan cabang olahraga renang nomor 400 Gaya Ganti Perorangan Putra dan Putri, 50 Meter Gaya Kupu-kupu Putra dan Putri, 100 Meter Gaya Dada Putra dan Putri, 4×100 Gaya Bebas Estafet Putra dan Putri, serta 4×100 Gaya Ganti Estafet Campuran. Selain itu, juga akan dipertandingkan partai Polo Air Putra, yakni Jawa Timur kontra Jambi, Sumatera Selatan melawan Merauke, DKI Jakarta A hadapi DKI Jakarta B, Jawa Timur menghadapi Merauke, dan Jawa Barat menjajal Sumatera Selatan. (Adt)

Gebuk Lawan 8-1, Timnas Pelajar U-15 Lolos Rintangan Pertama Bali IFC

Seorang pemain Timnas Pelajar U-15 Indonesia (putih) berebut bola, saat menghadapi tim asal Filipina, Apuesto Bueno United FC, pada event BBali International Football Championship (IFC) 2018 di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, pada Senin (3/12). Anak asuh Firman Utina ini menang dengan skor 8-1. (antaranews.com)

Denpasar- Timnas Pelajar U-15 Indonesia lolos rintangan pertama, usai menggelontor lawannya, Apuesto Bueno United FC asal Filipina 8-1 pada turnamen Bali International Football Championship (IFC) 2018 di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Senin (3/12). Hasil yang diraih anak asuh Firman Utina ini sesuai dengan target, meski sebelumnya tim yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini belum mengetahui dengan detail kemampuan calon lawan. “Saya senang hasil ini. Bukan menang karena banyak gol, namun gol yang tercipta semuanya melalui proses,” kata Firman, usai laga. Menurut dia, gol melalui proses yang dimaksud adalah tidak dilakukan oleh satu pemain saja. Namun buah dari hasil kerja sama yang dilakukan antar lini. Terbukti gol yang tercipta didominasi oleh penyerang dan gelandang serang. “Ini menunjukkan mereka tak main individu. Namun kondisi itu hanya terjadi di babak pertama. Pada babak kedua sedikit mengalami perubahan, sehingga permainan kurang berkembang,” ujar playmaker timnas era 2000’an itu. Mental pemain, kata dia, jadi catatan khusus terutama di babak kedua. Pihaknya menilai kondisi itu akan merugikan jika tak segera dibenahi mengingat pada pertandingan kedua bakal menghadapi tim asal Korea Selatan, Busan FC, pada Selasa (4/12), di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali. Sebagai pertandingan pembuka kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini, Timnas Pelajar memang langsung menggebrak. I Putu Kresna Putra membuka keran gol Timnas U-15 Indonesia saat laga baru berjalan 10 menit. Tidak lama berselang Ardi Ardiana, menggandakan keunggulan bagi Tim merah putih remaja. Bahkan dia mencetak trigol hingga babak pertama usai. Satu gol lainnya dibukukan Ahmad Fauzi. Apuesto Bueno United FC yang berusaha mengejar ketertinggalan ternyata malah menuai hasil sebaliknya. Laga baru berjalan hitungan detik, pundi gol Indonesia bertambah lewat sontekan Andrian Rusdianto. Itu bukan satu-satunya gol Andrian. Gelandang bernomor punggung 20 itu kembali mengukir namanya di papan skor untuk kali kedua. Pemain yang menimba ilmu di klub Liga Spanyol, CD Leganes U-16, tampaknya belum puas. Remaja asal Sidoarjo yang diturunkan pada babak kedua ini, sukses merangkai trigol jelang 10 menit laga usai. Menjelang pertandingan usai, tim asal Filipina ini mendapatkan gol hiburan. Gol  tercipta melalui tendangan bola mati, yang dilakukan oleh Nathaniel Alden Saludez, setelah sebelumnya pemain belakang Timnas Pelajar melakukan pelanggaran. Kedudukan 8-1 untuk Indonesia bertahan, hingga pertandingan usai. (Adt)

Maret 2019 AIA Championship For Women Siapkan 16 Pesepakbola Putri Tampil di Bangkok

Usai menjalani turnamen nasional AIA Championship For Women 2018, sebanyak 16 pemain terbaik putri terpilih mengikuti kompetisi regional AIA Championship di Bangkok, Thailand. Kompetisi akan berlangsung Maret 2019. (detik.com)

Jakarta- Sebanyak 16 tim sepak bola wanita yang terbagi dalam 4 grup, berpartispasi dalam turnamen nasional AIA Championship For Women 2018 yang diselenggarakan di Lapangan TNI AU, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu (1/12). AIA Championship For Women merupakan turnamen yang diadakan Asuransi AIA, perusahaan asuransi yang juga sponsor klub sepak bola liga Inggris, Tottenham Hotspur. Dengan mengusung tagar #GakHarusLaki, AIA ingin membuktikan jika sepak bola tak hanya jadi dominasi kaum lelaki, karena para wanita juga bisa berkecimpung di olahraga ini. Kompetisi National AIA Championship for Women sudah selesai di gelar dan 16 pemain terbaik akan tampil di Bangkok, Thailand, pada tingkat regional di bulan Maret 2019. 16 pemain itu nantinya, akan dipersiapkan agar bisa bersaing, dan melaju ke babak final, yang akan digelar di kota London, markas Tottenham Hotspur. Pertandingan yang berlangsung dari jam 8 pagi berakhir pada jam 4 sore, dengan waktu bertanding 2 x 10 menit. Di final, tim The Footbalicious Women menjadi juara, usai mengalahkan tim putri ID. Gen Uni Papua, dengan skor akhir 2-0. Sedangkan posisi ketiga, akhirnya ditempati tim putri Jakarta 69. Selama turnamen, semua pemain dipantau oleh pelatih pengembangan sepak bola usia muda Tottenham Hotspur, yakni Anton Blackwood dan Shaun Harris. Kedua pelatih tersebut ikut mengamati setiap pertandingan, dan memilih 16 pemain terbaik, sepanjang turnamen untuk dibawa ke Thailand. “Ada beberapa kelebihan yang dimiliki pemain Indonesia, terutama teknik dan menikmati permainan. Dengan mengikuti kompetisi, mereka mendapat jam terbang dan bermain sehingga mereka bisa mengembangkan teknik. Termasuk yang AIA adakan, untuk bisa memberikan kesempatan bertanding,” ujar Blackwood. (Adt) Daftar 16 pemain AIA Championship regional di Bangkok, Thailand: 1. Ria Ristiani (LFC Sukabumi) 2. Inka Susilawati (LFC Sukabumi) 3. Rahma Fauzi (LFC Sukabumi) 4. Dhanielle Daphne (Jakarta 69A) 5. Zahra Muzdalifah (Jakarta 69A) 6. Carla Bio Pattinasarany (Jakarta 69B) 7. Sopia (Inspire Indonesia) 8. Lizetta Awani (Inspire Indonesia) 9. Nindy Santrika Hagianti (Putri Wijaya Kusuma Cilacap) 10. Intan Nuraini Ulfah (ID. Gen Uni Papua) 11. Nur Fajriah (ID. Gen Uni Papua) 12. Leni Yuliani (ID. Gen Uni Papua) 13. Rahma Wulan (Footballicious) 14. Retno Ayu (Footballicious) 15. Dhea Yolanda Azalia (Footballicious) 16. Dania (IAIS Soreang)

Jawa Timur Juara Umum Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018, Nurul Iqamah Sabet Emas Hari Terakhir

Pada Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo 27 November-2 Desember, Jatim kembali menjadi nomor satu. Mereka total mengumpulkan delapan emas, enam perak, dan tiga perunggu. (suaramerdeka.com)

Solo- Atlet panjat tebing putri Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Iqamah, menuntaskan hari terakhir Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 dengan meraih medali emas. Pada final nomor combined putri yang digelar, Minggu (2/12), atlet kelahiran Bima, 6 Mei 1995, sukses menjadi yang terbaik. Nurul mencatat 2 poin di kategori speed, 1 poin di kategori boulder, dan 4 poin di kategori lead. Catatan tersebut sukses membuatnya unggul dari atlet tuan rumah yaitu Jawa Tengah, yang mendapat medali perak. Jawa Tengah yang menurunkan Aries Susanti Rahayu, mendapat medali perak dengan perolehan 1 poin di kategori speed, 2 poin di kategori boulder, dan 5 poin di kategori lead. Sementara itu, Widia Fujiyanti yang merupakan atlet Jawa Barat, meraih medali perunggu. Widia mencatat 3 poin di kategori speed, 3,5 di kategori boulder, dan 2 poin di kategori lead. Pada Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo 27 November-2 Desember, Jatim kembali menjadi nomor satu. Jawa Timur kembali menjadi juara umum dalam kejuaraan nasional panjat tebing, setelah pada Kejurnas 2017 di Jogjakarta, tim Kota Pahlawan itu menjadi juara umum. Untuk tahun ini, mereka total mengumpulkan delapan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Medali emas Jatim didapat dari nomor boulder perorangan putra, boulder perorangan putri, boulder tim putra, lead tim putra, lead tim putri, speed klasik putra, speed track perorangan putri, dan combined putra. Sementara, medali perak didapat dari nomor speed WR rellay putra, speed WR rellay putri, boulder perorangan putra, boulder tim putri, speed klasik perorangan putra, dan speed klasik perorangan putri. Dan medali perunggu didapat dari nomor lead perorangan putri, speed klasik perorangan putri, dan speed track perorangan putra. Manajer sekaligus pelatih Kontingen Jatim, Galar Pandu Asmoro mengaku, bersyukur dengan pencapaian saat ini lantaran melihat persaingan dari Jawa Tengah dan dari daerah lain sudah mulai ketat. “(Persaingan ketat) dari hari pertama, terlebih dengan Jateng sebagai tuan rumah,” ujar Galar, pada Minggu (2/12). Galar juga menyebutkan, perolehan emas kali ini mampu melebihi target emas yang dicanangkan. “Kalau target Jatim lima emas. Ini lebih dari target,” ungkapnya. Meski demikian, Galar mengakui ada target nomor yang meleset di samping nomor lain yang sesuai target. Nomor tersebut yakni speed WR rellay yang baik putra maupun putri direbut Jawa Tengah. Menurutnya, hasil ini bisa dicapai karena Jatim memiliki pola pembinaan yang baik. “Kami dari tim Jatim puslatda (pemusatan latihan daerah) jangka panjang. Jadi, selalu nyambung dan kontinyu,” katanya. Ketua Umum Pengda FPTI Jatim, Danu Iswara, senang Jatim bisa mempertahankan gelar juara umum. Namun, ia mengakui akan ada evaluasi yang dilakukan usai Kejurnas. “Banyak yang perlu dievaluasi juga karena ga semua provinsi hadir dan ada provinsi lain yang persiapannya belum maksimal,” katanya. Menurutnya, Jatim akan memperkuat nomor speed karena masih didominasi Jawa Tengah. Sementara itu, peringkat kedua diduduki Jawa Tengah dengan empat emas, empat perak, dan tiga perunggu. Emas Jateng didapat dari speed WR perorangan putri, speed WR rellay putra, speed WR rellay putri, dan boulder tim putri. Medali perak didapat dari speed WR perorangan putra, boulder tim putra, lead perorangan putra, dan combined putri. Perunggu diperoleh dari speed WR perorangan putri, lead tim putri, dan combined putra. Peringkat ketiga diduduki DKI Jakarta dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Emas DKI didapat dari speed WR perorangan putra dan speed track perorangan putra. Lalu, Perak dari speed WR perorangan putri, sedangkan perunggu dari speed WR rellay putri, lead perorangan putra, dan speed track perorangan putri. (Adt)

Perenang 16 Tahun Klub Belibis Pecahkan Rekor Nasional, Patricia Yosita Jadi Ratu Gaya Bebas

Perenang klub Belibis Riau, Azzahra Permatahani, yang masih berusia 16 tahun, memecahkan rekor nasional nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri, pada hari kedua 2nd Indonesia Open Aquatic 2018, Minggu (2/12). Siswa kelas XII SMA Cendana Rumbai ini, mematahkan rekornya sendiri, yang tercipta pada 2017 (02.17.42). (metrotvnews.com)

Jakarta- Perenang klub Belibis, Azzahra Permatahani, gemilang pada hari kedua 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, di GBK Aquatic Stadium, pada Minggu (2/12). Melesat menjadi yang terdepan untuk meraih emas (02.16.71), Zahra, sapaanya juga memecahkan rekor nasional nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri. Dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002 itu mematahkan rekor miliknya sendiri, yang tercipta pada 2017 (02.17.42). Wakil klub MNA Surabaya, Ressa Kania Dewi, mendapat perak (02.18.85). Perunggu dikantongi perenang HIU, Adinda Larasati (02.25.30). “Kaget sih memecahkan Rekor Nasional, karena memang nggak ada rencana untuk memecahkan Rekor. Awalnya cuma menajamkan best time sendiri,” ucap zahra. Siswa kelas XII SMA Cendana Rumbai ini, juga mengukir medali emas nomor 1500 Meter Gaya Bebas Putri (17.25.04). Lalu, Raina Saumi dari klub ESC, di poisis dua (17.31.90). Perenang klub TH, Izzy Dwifaiva, harus puas dengan perunggu (18.11.47). Sedangkan atlet cantik klub MNA Surabaya, Patricia Yosita Hapsari, menjadi ratu pada nomor 100 Meter Gaya Bebas Putri. Atlet kelahiran Jakarta, 30 Juli 1995 ini, layak mendapat emas, usai mengantongi waktu tercepat 57.97 detik. Menyusul perenang klub HIU, Adinda Larasati (58.17). Posisi tiga atau perunggu, diduduki Sagita Putri yang membela klub TCS (59.10). Perenang andalan Indonesia, Gede Siman Sudartawa kembali unjuk gigi. Kali ini Siman yang membela klub MNA Jakarta mengunci titel kampiun nomor 50 Meter Gaya Punggung Putra. Catatan waktu Siman (25.58) menjadi yang tercepat dan berhak mengantongi emas. Menyusul di tempat kedua ada perenang Pari Sakti, Dwiki Anugrah, mendapat perak (27.31). Dan Farrel Armandio, yang membela klub Kraken AQ, mendapat perunggu (27.62). Untuk nomor 50 Meter Gaya Punggung Putri, emas berhasil diraih perenang Petrokimia, Nurul Fajar (30.43). AA Istri Kania dari klub MNA Jakarta menempati peringkat dua (30.59). Perenang klub MNA lainnya, Sofie Kemala, harus puas dengan perunggu (30.80). 100 Meter Gaya Bebas Putra dikuasai perenang ESC, Triadi Fauzi (51.50). Perak dikantongi sesama perenang ESC, Ricky Anggawijaya (51.80). Dan Erick Ahmad Fathoni dari klub Aquarius, mendapat perunggu (52.17). Persaingan sengit juga terjadi di nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra. Emas berhasil diraih Aflah Fadlan wakil dari klub Aquarius (02.04.81). Perak dikantongi Dwiki Anugrah, dari klub Pari Sakti (02.08.57). Dan I Putu Wirawan dari klub Bali Pari, meraih perunggu (02.09.27). Aflah Fadlan Prawira juga mendapat emas 800 Meter Gaya Bebas Putra. (08.15.35). Disusul Joe Aditya yang membela klub Pari Sakti, meraih perak (08.22.03). Sementara wakil Aquarius lainnya, Reza Bayu Prasetyo mengantongi perunggu (08.22.39). Pada Senin (3/12), akan memainkan nomor 200 Meter Gaya Bebas Putra dan Putri, 50 Meter Gaya Dada Putra dan Putri, 200 Meter Gaya Kupu-kupu Putra dan Putri, 4×50 Meter Gaya Bebas Estafet Putra dan Putri, serta 4×100 Meter Gaya Ganti Estafet Putri. Sementara cabang Polo Air Putra, juga akan mulai bertanding DKI Jakarta A melawan Jawa Timur, Jawa Barat kontra Jambi DKI Jakarta B menghadapi Sumatera Selatan pada sesi pagi hari mulai Pukul 08.30 WIB, dan dilanjutkan sore hari Pukul 15.00 WIB yakni DKI Jakarta A kontra Merauke Jawa Barat melawan DKI Jakarta B. (Adt)

Tembus Dominasi Korsel, Angelica Irena Terhenti di Final Ajang Soft Tennis Championships 2018

Angelica Irena Lontoh (21 th), satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke babak akhir The 4th Indonesia Soft Tennis Championships 2018, harus mengakui keunggulan atlet Korea Selatan, Jin Sua. Irena, sapaannya, takluk di nomor final tunggal putri dengan skor 2-4. (tribunnews.com)

Denpasar- Kubu tuan rumah terpaksa harus gigit jari dalam ajang The 4th Indonesia Soft Tennis Championships 2018, di Lapangan Tenis KONI Bali Denpasar, Minggu (2/12). Angelica Irena Lontoh, satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke babak akhir, harus mengakui keunggulan atlet Korea Selatan, Jin Sua. Irena, sapaannya, akhirnya takluk di nomor final tunggal putri 2-4. Usai dikalahkan, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta ini mengakui, dirinya memang kalah teknik dan strategi. “Kami akui, bila teknik Jin Sua lebih matang,” ujarnya. Pemain kelahiran Manado, 17 Oktober 1997 ini, menerankan, dirinya berawal dari tenis lapangan, namun sejak 2014 beralih ke soft tennis. “Saya masuk cadangan skuad timnas Asian Games 2018 lalu,” ucapnya. Timnas soft tennis Indonesia akhirnya merebut satu medali perak dan perunggu pada Asian Games. Dengan hasil itu, memastikan tim Korea Selatan menyapu bersih semua gelar dari enam nomor pertandingan di ajang ini. Sehari sebelumnya, putra putri asal Negeri Ginseng telah berada di podium tertinggi nomor beregu, ganda putra dan putri. Indonesia hanya kebagian tiga perak dari tunggal putri (Angelica) serta beregu putra putri, lima perunggu dari tunggal putra (Risky Saputra), beregu putra dan putri, serta ganda putri (Angelica/Sharon Watupongoh), dan ganda putra (Hemat Bhakti Anugrah/Fernando Daniel Sanger). “Kami tak terkejut dengan hasil ini. Usai Asian Games 2018, Pelatnas Soft Tenis juga berakhir. Semua Atlet dipulangkan dan mereka hanya berlatih sekedarnya di daerah masing-masing.” tutur Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti), Ferly Montolalu. “Namun kami juga bersyukur dengan hasil yang didapatkan oleh Angelica di turnamen ini. Dia memang bersiap lebih baik karena mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari Kejurnas di Manado, awal November hingga Kejuaraan Dunia Yunior di Korsel, pekan silam,” paparnya. Setelah turnamen internasional di Denpasar, Bali, PP Pesti memiliki agenda untuk melakukan seleksi pembentukan Timnas Merah Putih yang akan berlaga di ajang multi event SEA Games 2019 di Manila, Filipina. “PP Pesti mengundang 20 pemain, putra maupun putri untuk melakukan pemusatan latihan bersama, sebelum diseleksi sebagai kerangka tim Indonesia SEA Games 2019,” tutur Ketua Panitia Pelaksana The 4th Indonesia Soft Tennis Championships, Agus Rosadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP Pesti. (Adt) Hasil Final Minggu (2/12) Tunggal Putra Park Jae Kyu (Korsel) v Kim Sun Min (Korsel) 4-1 Tunggal Putri Jin Sua (Korsel) v Angelica Irena Lontoh 4-2 Ganda Putra Park Sang Min / Yoon Hyoung Wook (Korsel) v Park Kyu Cheol /Seo Kyo Weon (Korsel) 5-1 Ganda Putri Ko Eun Gi / Yun So Ra (Korsel) v Cho Hye Jin / Jin Su A (Korsel) 5-0

24 Student Athlete Terbaik Indonesia Lolos Ke AS, Empat Orang Masih Berstatus Siswa Kelas X

Dendy Sean (tengah), Marketing Director MPM Motor Honda, bersama dengan Most Valuable Player (MVP) Honda DBL Camp 2018, yakni Andreas Marcellino Bonfilio (kiri/putra) dan Namira Ramandha (kanan/putri). Honda DBL Indonesia All-Star 2018 ini, nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Setelah lima hari penyelenggaraan, terpilihlah 24 student-athlete putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia. Melalui proses persaingan dan seleksi yang sangat ketat, para Honda DBL Indonesia All-Star 2018 nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Februari 2019. Dari total 24 orang yang terpilih, dua putra dan dua putri diantaranya merupakan pelajar kelas X. Mereka yakni Juan Alexander dari SMA Soverdi Tuban, Mario Davidson dari SMA Karangturi Semarang, Brylia Tumanduk dari Manado Independent School, dan Putu Putri Nandini dari SMAN 2 Denpasar. Sebagai informasi, di perhelatan 2018, Honda DBL membuat regulasi baru, yaitu pelajar kelas X bisa turut serta berpartisipasi mengharumkan nama sekolah. Hal ini membuktikan meski masih musim pertama, mereka bisa menunjukkan performa terbaiknya. Mario mengungkapkan jika dirinya tak menyangka lolos dan menjadi salah satu diantara 12 pemain terbaik se-Indonesia. Ia mengaku sebelum di Surabaya selalu dilatih oleh sang kakak, yang pernah menjadi salah satu partisipan Honda DBL pada 2010. Ia juga mempersiapkan fisik lebih besar, karena tahu akan diberi banyak drill latihan dalam sehari. “Tak hanya menemani latihan lay-up serta shooting, Kakak saya, Andre, selalu berpesan supaya lebih giat latihan bila ingin mengikuti jejaknya menjadi pemain profesional. Selain Papa dan Mama, Kakak punya dampak besar dalam dunia basket saya,” ujar pemain dengan tinggi 178 cm ini. Tak hanya itu, Provinsi Bali dan Jawa Timur dilabeli sebagai dua provinsi yang paling konsisten menyumbang student-athlete terbaiknya. Sejak 2008, Jawa Timur sudah mengirim total 34 pemain terbaiknya, hingga musim lalu. Di tahun ini, lima pemain yang terdiri dari tiga putri dan dua putra, tergabung dalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Sedangkan Bali yang menyumbang pemain terbaiknya sejak 2009, berhasil menerbangkan dua putra dan tiga putri di 2018, ke Amerika Serikat. Di tahun ke-11 penyelenggaraanya, Andrew Vlahov, Head Coach World Basketball Academy serta International Coach Honda DBL Camp 2018 menuturkan, bilaa musim ini sangat luar biasa. Secara skill, campers memiliki kemampuan yang merata. Bahkan di setiap step seleksi, sejak best 50, best 24, Wild Card, hingga Honda DBL Indonesia All-star 2018 para coach dibuat kesulitan memilih mereka. “Di tahun ini, campers terutama putra, memiliki fundamental yang lebih bagus, dibanding musim sebelumnya. Harapannya, tahun ini outputnya akan lebih kuat,” ujar Andrew. Azrul Ananda, Founder dan CEO DBL Indonesia menjelaskan para Honda DBL All-Star 2018 memiliki average tinggi yang bagus dan didukung dengan tubuh atletis. Tak hanya itu, secara skill fundamental campers juga sudah meningkat. Ini menunjukkan jika akar basket di Indonesia berupa pengembangan di kota-kota lain sudah mulai membaik. Selain dari segi fundamental yang membaik di tiap-tiap kota, empat siswa kelas X yang berhasil lolos dan masuk kedalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018, adalah sebuah “berlian” yang berhasil ditemukan. “Sekusam apapun situasi, berlian akan muncul. Ini sangat bagus karena artinya pengembangan basket di kota-kota membaik. Tinggal lihat akankah mereka terpilih kembali tahun depan atau tidak. Pasalnya, akan ada kelas sepuluh lain di musim depan yang akan bersaing dengan mereka,” tutup Azrul. (Adt) Honda DBL Indonesia All-Star 2018 Dalam Angka 6 Enam dari 12 putri dan 1 dari 12 Honda DBL Indonesia all-star 2018 merupakan skuad musim lalu 4 Empat dari 24 putra dan putri Honda DBL Indonesia All-Star adalah siswa kelas X Bali dan Jawa Timur jadi provinsi penyumbang Honda DBL Indonesia All-Star terbanyak musim ini. Keduanya menyumbang dua putra dan tiga putri. Jawa Timur jadi provinsi terproduktif dengan menyumbangkan pemain terbaiknya sejak tahun 2008 tanpa henti. Total ada 39 student athlete yang sudah menjadi bagian dari Honda DBL Indonesia All-Star. Sulawesi Selatan pun kembali menyumbang pemainnya ke Honda DBL Indonesia All-Star, setelah terakhir terjadi pada 2014.

Siman Masih Raja 100 Meter Gaya Punggung Putra, Perenang Tangsel 18 Tahun Turut Sabet Emas

Hari pertama event 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, menggelar delapan nomor final di GBK Aquatic Stadium, Sabtu (1/12). Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, yang tampil untuk klub Millennium Aquatic (MNA) Jakarta, melesat menjadi raja pada nomor 100 Meter Gaya Punggung Putra. (istimewa)

Jakarta- Hari pertama gelaran 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, menggelar delapan nomor final di GBK Aquatic Stadium, Sabtu (1/12). Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, yang tampil untuk klub Millennium Aquatic (MNA) Jakarta, melesat menjadi raja pada nomor 100 Meter Gaya Punggung Putra. Mengukir catatan waktu 56.68 detik, Siman pun berhak atas medali emas. Perak dikantongi Ricky Anggawijaya yang membela Elite Swimming Club/ESC (57.62), dan Farrel Armandio dari klub Kraken AQ mendapat perunggu (57.65). Lalu, Nurul Fajar Fitriyati dari klub Petrokimia, meraih emas nomor 100 meter gaya punggung putri (01.03.96). Posisi dua atau perak diraih perenang Belibis, Azzahra Permatahani, (01.06.35). Sementara Dewi Novita yang membela Elang Laut, mendapat perunggu (01.06.70). Aflah Fadlan Prawira dari klub Aquarius Bandung, menjadi penguasa di nomor 400 Meter Gaya Bebas Putra (03.55.41). Menyusul di tempat kedua atau perak diraih Joe Aditya dari Pari Sakti (04.01.01), sementara perunggu diraih Agus Nuarta dari klub TB Denpasar (04.03.73). Di 400 Meter Gaya Bebas Putri dikuasai perenang Tri Cakti Semesta (TCS) Semarang, Sagita Putri, berhak mendapat emas (04.26.53). Perak diraih perenang ESC, Raina Saumi, (04.27.08) dan perenang Aquarius, Prada Hanan, berhak atas perunggu (04.30.72). Persaingan sengit tersaji di nomor 200 Meter Gaya Dada Putra. Perenang muda ESC asal Tangsel yang masih berusia 18 tahun, M Dwiky Raharjo, menyabet emas usai menorehkan waktu dua menit 19 detik.23. Perenang Bali Pari, Pande Made Iron berhak atas perunggu (02.19.76). Dan perak dikantongi Gerdi Zulfitranto dari klub MNA Jakarta (02.22.52). Untuk 200 Meter Gaya Dada sektor Putri, emas dikuasai AT Vanessae Evato dari klub Belibis Riau (02.33.01). Wakil Belibis lainnya, Azzahra Permatahani, berhak atas perak (02.33.55). Sedangkan Ressa Kania dari klub MNA Surabaya, harus puas dengan perunggu (02.36.82). 50 Meter Gaya Bebas Putra juga berjalan seru. Perenang ESC, Triadi Fauzi berhasil menjadi yang tercepat dan mengantongi emas (23.29). Perenang MNA Surabaya, Glenn Victor membuntuti di posisi dua (23.40). Perunggu diraih Danandra Indra dari klub MNA Surabaya (24.05). Perenang MNA Jakarta, AA Istri Kania jadi yang tercepat untuk nomor 50 Meter Gaya Bebas Putri (26.62), disusul Adinda Larasati dari klub HIU surabaya di posisi dua menggenggam perak (26.82). Perenang MNA Surabaya, Patrisia Yosita terpaksa mendapat perunggu (27.12). Pada Minggu (2/12), 2nd Indonesia Open Aquatic Championship, akan memainkan sembilan nomor cabang renang. Esok hari event ini juga akan memainkan cabang olahraga Polo Air Putri, Jambi melawan Sumatera Selatan dan Jawa Barat kontra DKI Jakarta. Ke-9 nomor itu yakni 1500 Gaya Bebas Putri, 800 Gaya Bebas Putra, 50 Meter Gaya Punggung Putra dan Putri, 100 Meter Gaya Bebas Putrai dan Putri, 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra dan Putri, serta 4×100 Meter Estafet Putri. Kesemua nomor akan dimulai pukul 08.00 WIB. (Adt)

Usai Gelar Piala Kadispora 2018, Bali Kembali Gulirkan Turnamen Basket ASW Cup KU 14 Tahun

Gelaran Kadispora Cup 2018 untuk pelajar tingkat SMA, pada Oktober lalu berlangsung sukses di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Mulai 2-8 Desember, di tempat yang sama kembali bergulir turnamen basket bertajuk ASW Cup 2018 KU (kelompok umur) 14 Tahun dan senior. (wartabali.com)

Denpasar- Sukses dengan Kadispora Cup, Dinas Kepemudaan dan olahraga Provinsi Bali kembali menggelar turnamen basket. Dengan titel All Star Winner (ASW) Cup 2018 yang bekerjasama dengan Perbasi Denpasar. Kadispora Cup 2018 yang diperuntukkan untuk para pelajar tingkat SMA Oktober lalu berlangsung sukses. Oleh karena itu, demi lebih menggalakkan perkembangan basket di Bali, Dispora setempat menggelar turnamen yang lebih luas lagi. Kali ini bertajuk All Star Winner Cup 2018, turnamen basket untuk dua kategori umur, yakni Kelompok Umur (KU) 14 tahun dan Senior Putra. Tujuan diadakannya ASW Cup 2018, selain ingin memajukan olahraga di Bali, diharapkan bisa menjaring talenta muda Bali khususnya kelompok umur 14 tahun. Turnamen ini digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 2 hingga 8 Desember. Sebanyak tujuh tim U-14 dan 9 tim senior putra tampil di turnamen dengan total hadiah Rp 20 juta. Selain itu, juga dilombakan kontes slam dunk dan ajang three point. Event yang digagas oleh pendiri ASW yakni Ali Santoso Wibowo ini rencananya akan ruti dijadikan kegiatan tahunan yang berperan dalam kemajuan bola basket di Pulau Dewata. “Komitmen kami yang utama adalah ingin memajukan olahraga di Bali. Namun untuk saat ini fokus kami adalah bola basket. Ke depannya kami ingin Bali menjadi salah satu sentral percontohan tidak hanya dari segi pembinaan olahraga di berbagai cabang, tapi juga dari segi pelaksana kegiatan olahraganya,” ujar Ali pada Sabtu (1/12). Pada acara ini hadir juga ketua panitia ASW Cup 2018 yang juga mantan pebasket nasional, Cokorda Raka Satrya Wibawa. Wiwin, sapaan Cokorda, berharap event ini bisa menambah jam terbang pemuda di klub-klub basket lokal. Ia menyadari perkembangan bola basket di seluruh daerah tak bisa dipisahkan dari peran serta klub-klub yang ada. “Saya berharap banyaknya mantan pemain profesional yang ikut berpartisipasi di kategori senior seperti Andrie Ekayana, Dimaz Muhari, Merio Ferdiansyah dan lainnya bisa mengedukasi para pemain muda di kelompok umur 14 tahun agar bisa lebih maju,” papar Wiwin yang kini bekerja sebagai PNS Dispora Bali. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Perbasi Kota Denpasar, Gede Wahyu terkai ASW Cup 2018 dan siap mendukung acara ini berlangsung. “Kami ucapkan terima kasih kepada ASW yang berkomitmen memajukan basket, khususnya di Bali. Perbasi Provinsi Bali dan juga Pengkot Denpasar, siap menyukseskan event ini,” tegas Wahyu. (Adt) Tim ASW Cup 2018 Kelompok Umur (KU)-14 tahun Juanda Bogor Sonic Samarinda Elite Denpasar ABC Denpasar Gema Tabanan Black Stallions Denpasar Merpati Denpasar SENIOR PUTRA Barberbar Jakarta Flying Wheel Makassar BBM Surabaya Black Stallions Denpasar Raket Denpasar GGC Denpasar Mangupura Badung Takapit Denpasar Wrong Island Denpasar

Gagal di Ganda Campuran, Atlet 21 Tahun Incar Juara di Turnamen Internasional Soft Tenis di Bali

Atlet Indonesia, Angelica Irena Lontoh (21 tahun) lolos ke babak final nomor tunggal putri, turnamen Tennis Championships 2018 The 4 th Indonesia Soft, di Lapangan Tenis KONI Bali, Jalan Angsoka, Denpasar, Bali. Irena akan menghadapi wakil Korea Selatan, Jin Sua, pada Minggu (2/12). (suaramerdeka.com)

Denpasar- Atlet soft tenis Indonesia, Angelica Irena Lontoh (21 tahun) sukses melangkah ke babak puncak nomor tunggal putri, turnamen Tennis Championships 2018 The 4 th Indonesia Soft, yang berlangsung di Lapangan Tenis KONI Bali, Jalan Angsoka, Denpasar, Bali. Pada babak perempat final, Jumat (30/11), Irena sukses menepiskan perlawanan kompatriotnya, Runi Utama, dengan skor 4-1. Dan di semi final, pemain kelahiran Manado, 17 Oktober 1997 ini, kembali mengalahkan rekan senegara, Sharon Cornelia Watupongoh, 4-2. “Tentu senang bisa masuk final. Selangkah lagi bisa mewujudkan target meraih juara di turnamen ini,” tutur Irena, sapaannya, usai laga semi final, pada Jumat (30/11). Di final, Irena menantang Jin Sua, yang memenangi babak empat besar atas sesama wakil Korea Selatan, Ju Seul Gi 1 retired. “Pemain Korsel memang sulit dikalahkan, namun saya optimistis mampu mengatasinya,” tutur mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta ini. “Bola itu bundar, segala kemungkinan bisa terjadi di atas lapangan. Saat kita serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, yang pun mustahil akan menjadi mungkin,” imbuhnya. Tak hanya nomor tunggal, Irena sejatinya juga melangkah mulus ke semifinal di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Sharon Cornelia Watupongoh, akhirnya pasangan ini disingkirkan oleh duet Ko Eun Ji/Yun So Ra (Korsel) dengan skor 4-2, pada laga yang terjadi di Sabtu (1/12). Sayangnya, langkah gemilang Irena gagal diikuti atlet tuan rumah di nomor tunggal putra. Lima wakil Merah Putih yang lolos perempat final tak kuasa menahan sepak terjang tiga atlet Korea Selatan. Irfandi Hendrawan kandas di tangan Park Jae Kyu 0-4, sedangkan Hemat Bakti Anugerah kalah dari Kim Sun Min 2-4. Kendati sempat memberikan perlawanan sengit, Fernando Daniel Sanger harus mengakui keunggulan Yoon Hyoung Wook 3-4. Sementara itu, Risky Saputra yang memenangi perang saudara atas Ragil Wahyudiono 4-2, juga tak mampu mengadang langkah Kim Sun Min di babak empat besar. Risky yang meraih emas tunggal putra Kejurnas Soft Tenis di Manado awal bulan ini, harus menelan pil pahit paska dilumat dengan skor 0-4 oleh Kim. All Korean Final pun tak terelakkan bakal mewarnai partai puncak nomor tunggal putra, mempertemukan dua wakil Korea Selatan, Park Jae Kyu dan Kim Sun Min. Partai final tunggal putra dan putri dijadwalkan berlangsung Minggu (2/12). Indonesia menurunkan skuat Asian Games 2018, di antaranya peraih perak Alexander Elbert Sie yang akan berduet dengan Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji berduet dengan Sunu Wahyu Trijati, serta pada ganda putri, Dwi Rahayu Pitri dan Voni Darlina. (Adt)

Kunjungi Jakarta, Pegolf Putri Nomor 1 Dunia Asal Thailand Beri Resep Sukses ke Atlet Junior Indonesia

Pegolf putri ranking satu dunia versi LPGA (The Ladies Professional Golf Association), Ariya Jutanugarn, yang baru berusia 23 tahun, berbagi pengalaman dengan pegolf junior Indonesia dalam acara “Golf Inspiration”. (beritasatu.com)

Jakarta- Pegolf putri ranking satu dunia versi LPGA (The Ladies Professional Golf Association), Ariya Jutanugarn, berbagi pengalaman dengan pegolf junior Indonesia dalam acara “Golf Inspiration”. Pegolf asal Thailand itu ingin menularkan passion dalam golf kepada pegolf muda Indonesia. Jutanugarn berbagi inspirasi di depan 50 pegolf junior dalam acara yang digelar SCG (Siam Cement Group) di Jakarta, pada Sabtu (1/12). Ia mengaku, sangat mencintai golf dan yakin jika olahraga ini adalah passion-nya. Didorong dengan semangat yang sama, Jutanugarn dan SCG ingin menginspirasi orang lain untuk mengejar mimpi mereka. “Apa yang saya pelajari dari kisah sukses kebanyakan orang adalah, bahwa mereka bekerja bukan karena uang, tapi karena cinta,” ujar Jutanugarn. “Orang yang sukses juga memiliki tujuan jelas yang mendorong mereka menghargai hidup setiap hari dan mengetahui apa yang akan mereka lakukan saat bangun di pagi hari,” lanjutnya. Ia pun melihat semangat yang luar biasa dari generasi muda Indonesia mengejar passion mereka dan menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. “Tips dari saya untuk berhasil mengejar passion mereka adalah, pahami dan temukan passion sesungguhnya, dan selalu berikan usaha 110% meraih passion atau impian tersebut” jelasnya. Sementara itu, Country Director SCG Indonesia, Nantapong Chantrakul, menambahkan, olahraga adalah sarana yang baik untuk membangun kepercayaan diri generasi muda, mendorong perkembangan ekonomi dan menciptakan perdamaian di kawasan regional. “Bagi SCG, olahraga adalah salah satu energi pendorong pembangunan masyarakat dan negara. Acara ini menjadi bagian dari passion kami, mendukung perkembangan olahraga. Kami yakin bahwa olahraga berdampak positif pada generasi muda dalam hal mengembangkan potensi diri,” jelas Nantapong. SCG telah mendukung Jutanugarn sejak ia memulai karir golf profesionalnya. Sejak kecil, Jutanugarn adalah pegolf muda yang penuh semangat dan memiliki dedikasi yang kuat, moral yang baik, dan ketekunan. Dara kelahiran Bangkok, 23 November 1995, adalah golfer pertama Asia Tenggara, yang menduduki peringkat pertama di LPGA. Pada usia 21 tahun 6 bulan 20 hari, wanita yang akrab disapa May ini adalah pegolf wanita termuda kedua, yang meraih pucuk ranking pegolf wanita dunia. Ia menjadi pegolf Thailand pertama, yang akhirnya memiliki gelar nomor satu dunia. Belum pernah ada pegolf Thailand, baik laki-laki atau perempuan, di nomor satu dunia sebelumnya. “Jutanugarn adalah teladan bagi orang yang memiliki semangat ‘Passion for Better’. Dan kami lihat banyak potensi di dalam dirinya. Saat ini, kami berkolaborasi dengan Jutanugarn untuk membagikan passion-nya kepada para pemuda Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Spiderwoman Aries Susanti Sabet Emas Speed World Record, Pemanjat Junior Berthdigna Taklukan Atlet Pelatnas

Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah) meraih medali emas nomor speed world record putri Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Jawa Tengah, usai mengalahkan rekan satu Pelatnas Puji Lestari (kiri), pada Jumat (30/11). Sementara, pemanjat junior 19 tahun, Berthdigna Devi Surya Kusuma (kanan), mendapat perunggu. (FPTI)

Solo- Perebutan medali emas nomor speed world record putri kejuraan nasional (Kejurnas) XVII seakan mengulang momen Asian Games 2018 lalu. Spiderwomen Grobogan Aries Susanti Rahayu, kembali berduel dengan Puji Lestari di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (30/11). Mewakili Jawa Tengah, Aries memenangi duel panas, dengan Puji, usai mencatat catatan waktu 7,76 detik. Sedangkan Puji yang merupakan utusan DKI Jakarta, mengoleksi waktu 8,92 detik. Di pertandingan lain, suasana panas juga terjadi dalam perebutan medali perunggu. Atlet 19 tahun asal Blora, Berthdigna Devi Surya Kusuma berhadapan dengan atlet nasional asal Banten, Rajiah Salsabillah. Bertha, sapaanya, yang membela Jawa Tengah, berhasil memenangkan pertandingan, setelah Rajiah sempat terpeleset. Catatan waktu Bertha 8,74 detik, sedangkan Rajiah 8,85 detik. Bagi mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Fakultas Bisnis ini begitu berkesan, karena dirinya bisa mengalahkan atlet nasional dan lebih senior darinya. “Nggak nyangka, Alhamdulillah banget bisa menang,” ujar dara kelahiran Kudus, 21 September 1999. Kemenangan Bertha disambut positif oleh Puji dan Aries. Ini menunjukkan adanya regenerasi yang bagus di speed. “Semoga akan ada lebih banyak atlet-atlet junior yang berprestasi sehingga panjat tebing semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Aries kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995 itu. Sementara itu, dibagian putra, Aspar Jaelolo (DKI Jakarta) berhasil mengunci medali emas nomor speed world record setelah menyingkirkan rekan satu Pelatnas Alfian M. Fajri (Jawa Tengah). Aspar berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,78 detik, sedangkan Alfian hanya mencetak waktu 7,30 detik. Lalu, Pangeran Septo Wibowo Siburian yang merupakan atlet Pelatnas harus rela menyerahkan medali perunggu akibat kalah cepat dengan Wira Hutanianto. Catatan waktu Wira 5,95 detik, sedangkan Pangeran 6,96 detik. Wira mengaku bangga dengan perolehan medali perunggu ini. Ia tak menyangka mampu mengalahkan atlet nasional yang jam terbangnya jauh lebih tinggi. “Saya senang sekali, nggak nyangka bisa satu karantina sama atlet-atlet Pelatnas. Ini pertama kalinya bagi saya,” tukas Wira. (Adt)

Kirim Sembilan Orang, Lima Atlet SKO Ragunan Lolos Delapan Besar Kejuaraan Bulutangkis Remaja di Singapura

Ganda putra SKO Ragunan yang turun di kategori U-17, M. Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz, lolos ke babak perdelapan final Singapore Youth International Series 2018 di Singapura, Kamis (29/11), setelah mengalahkan rekan senegaranya, Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti, yang berasal PPOP DKI dengan skor 21-15, 21-17. (Kemenpora)

Jakarta- Sebanyak lima atlet dari Sekolah Olahraga (SKO) Ragunan melangkah ke babak delapan besar Singapore Youth International Series 2018, pada Kamis (29/11) di Sport Hall Heartbeat Bedok, Singapura. Sukses pertama diraih Az-Azahra Putri Diana, di nomor tunggal putri, kategori dibawah usia 15 (U-15) Putri, sapaannya menang mudah dua set langsung 21-7, 21-16, usai menundukkan Nicole Gonzales Chaw asal Taiwan. Bermain cerdik di babak pertama dengan penempatan bola yang akurat dan dipojok lapangan, membuat Nicole gagal mengembangkan permaian, sehingga Putri berhasil dengan mudah mengakhiri game pertama, 21-7. Dibabak kedua, Nicole sempat memberi perlawanan lewat bola-bola lambung dan reli panjang. Namun, Putri mengatasinya dan mengunci laga, dengan skor 21-16. Kemenangan ini meloloskan dirinya ke partai perempat final, dan akan menantang unggulan kelima asal Jepang, Hina Akheci, pada Sabtu (29/11). Putri juga menjadi satu-satunya atlet pelajar asal Indonesia di kategori U-15, yang lolos ke babak perdelapan final. Keberhasilan Putri diikuti ganda putra asal SKO Ragunan yang turun di kategori usia dibawah 17 tahun (U-17), yakni M. Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz. Duet remaja ini menghentikan rekan senegara, Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti, asal PPOP DKI, 21-15, 21-17. Sementara itu, dobel U-19, M. Rezky Alfarezi/Azhar Zaim Zaidan pun tembus kebabak perdelapan final, paska menekuk pasangan Thailand, Retchapol Makkasasithom/Paramet Poomsarin melalui rubber game, 16-21, 21-13, 21-16. Dengan hasil di pertandingan di hari ketiga ini, total skuat SKO Ragunan berhasil meloloskan lima pemainnya melaju ke babak delapan besar, dari sembilan pemain yang di kirim dalam kejuaraan ini. Selain dari SKO Ragunan, atlet Indonesia lainnya berasal dari beberapa klub bulutangkis seperti Klub Jaya Raya, Klub Chandra Wijaya, Klub Djarum, Klub Sarwendah, Klub Victory, dan PPOP DKI Jakarta. Terkait SKO Ragunan, Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga Asdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Pura Dermawan mengaku, pentingnya pengumpulan poin untuk meningkatkan peringkat individul atlet pelajar SKO Ragunan. “SKO Ragunan dibawah pembinaan Kemenpora, karenanya Kemenpora melalui Deputi Peeningkatan Prestasi Olahraga merasa perlu memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan untuk mengumpulkan poin melalui kejuaraan seperti ini,” ujar Pura, pada JUmat (30/11). Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahrga memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan pada event ini. “Makin tinggi level eventnya, semakin banyak poin yang diraih. Artinya, makin banyak atlet binaan Kemenpora yang memiliki rangking individu yang tinggi,” katanya menambahkan. Singapore Youth International Series 2018 merupakan kejuaraan bulutangkis internasional level junior, yang masuk dalam kalender Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asia untuk menentukan perhitungan poin rengking individu. Kejuaraan yang berlangsung 26 November-2 Desember ini menampilkan nomor tunggal putra-putri dan ganda putra putri untuk kategori junior usia dibawah 13, 15,17 dan 19 tahun diikuti Indonesia, Jepang, China Taipei, Australia, Malaysia, Hongkong, Vietnam, Perancis, Thailand dan tuan rumah Singapura. (Adt)

Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018 Diikuti 12 Negara, Sertakan Nomor Atlet Usia 11 Tahun

Ajang Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018, yang berlangsung di Oasis Centre Arena (OCA), AEON Mall Jakarta Garden City, Jakarta Timur, pada 30 November - 2 Desember 2018, menjadi lompatan menuju SEA Games 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) siap menggelar Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018, di Oasis Centre Arena (OCA), AEON Mall Jakarta Garden City, Jakarta Timur, pada 30 November – 2 Desember 2018. Gelaran kompetisi internasional pertama di Indonesia ini diikuti 113 atlet dari 12 negara. Yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China Taipei, Korea, China, Hong Kong, Qatar, Australia, Jepang, dan India. Turnamen mempertandingkan lima nomor, di antaranya Senior, Junior A, Junior B, Junior C dan Junior D, serta 11 tahun. Sekaligus menjadi ajang unjuk skill menuju SEA Games 2019 Filipina Gatot S. Dewabroto, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), mengatakan melalui turnamen ini pemerintah memberi dukungan penuh yang tidak berhenti di Asian Games dan Asian Para Games 2018 saja. Ia menyebut cabang olahraga ice skating menjadi salah satu yang dipertandingkan di SEA Games 2019 Filipina. “Banyak event nasional dan internasional yang kami dorong. Tak hanya sport olympic, tapi juga non sport olympic program,” ujar Gatot, di Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/11). “Turnamen dengan level Asia ini menjadi kesempatan bagi para atlet dalam menunjukkan kemampuannya menuju SEA Games 2019 di Manila,” lanjutnya. Sementara itu, Yovita Bellina, Sekertaris Jenderal (Sekjen) FISI, mengungkapkan Indonesia memiliki peluang besar meraih prestasi di ajang turnamen internasional ini. Sebab, jelasnya, para atlet telah berlatih selama dua bulan lebih, dan bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Kontingen ice skating Indonesia mengincar prestasi yang lebih tinggi diSEA Games yang berlangsung di Manila, Filipina pada 2019. Satu emas dan satu perak dari kategori putra dan putri target Federasi ICe Skating Indonesia (FISI) dari disiplin short track menyusul pencapaian mereka di SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, 2017 lalu. Kala itu, atlet Merah Putih berhasi membawa pulang satu perak dari nomor 500 meter putra dan 1 perunggu dari estafet beregu putri. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi FISI, Fitra Tara Mizar mengaku, optimistis atlet-atlet binaannya dapat mencapai prestasi yang lebih baik. “Target realistis kami adalah emas di 500 meter putra, dari Stafanus Wihardja. Saat di Malaysia dia dapat perak sehingga kami harapkan bisa genjot lagi, dan saat-saat ini adalah era keemasannya. Kalau di putri yang beregu itu yang kita andalkan dari yang semula perunggu menjadi perak,” ujar Fitra, pada Jumat (30/11). Fitra menambahkan, di Manila terdapat pengurangan nomor pertandingan dibandingkan dengan SEA Games sebelumnya. Di Kuala Lumpur terdapat 8 nomor yang dipertandingkan, di Manila baru diputuskan 6 nomor, yaitu 500 meter putra-putri, 1.000 meter putra-putri, dan 1.500 meter putra-putri. “Kalau yang 1.500 meter memang masih bargaining, negara-negara peserta masih mencoba melobi, kalau bisa jangan 1.500, tetapi beregu saja, karena peluang kita di beregu itu. Makanya, kita berharap beregu ada cuma dari tuan rumah memang belum fixed antara beregu sama 1.500 meter,” tambahnya. Fitra menjelaskan lawan terberat Indonesia saat ini masih sama, yakni Malaysia dan Thailand di nomor short track, serta Filipina di figure skating. Ia mengaku menuju ke Manila di akhir 2019, pihaknya sudah mengagendakan serangkaian turnamen uji coba yang akan diikuti di sepanjang tahun. Para ice-skater Merah Putih akan mengikuti Asian Skating Union Series yang terdiri dari empat seri. Kompetisi itu berlangsung di Tiongkok, Korea Selatan, Taipei, dan Jepang sejak Februari hingga Juni, pada 2019. Selain ajang uji coba, seri itu juga menjadi ajang pengumpulan poin Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing. Namun, untuk lolos, para atlet Indonesia harus lebih dulu berkompetisi dalam ajang Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018, di Jakara. “Event di Jakarta ini salah satu kualifikasi di sirkuit Asia, sehingga harus ada limit waktu yang dipenuhi. Misalnya, di nomor track 500 meter putra, jika catatan waktunya nggak masuk 46 detik, berarti gagal tampil. Begitu juga putri, kalau catatannya kurang dari 50 detik, ya batal ikut di sirkuit Asia,” jelas Fitra. Untuk seri tersebut, FISI sudah menargetkan beberapa atlet yang ikut. “Kalau di putra ada Stefanus dan Yohannes, sementara putri ada empat yang kemarin ikut estafet di SEA Games 2017, yaitu Ratu Afifah Nur Indah, Alyssa Thirza Putri, Rahmah Osya, dan Gita Widya Yunika,” pungkasnya. (Adt)