Asian Games Hangzhou 2022 Ditunda Akibat Merebaknya Wabah Covid-19

Setelah merebaknya kasus Covid-19 baru di China panitia Asian Games ke 19 dan Olympic Counsil of Asia (OCA) akhirnya memutuskan untuk menunda perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut. Sejatinya Asian Games ke 19 akan berlangsung di kota Hangzhou, China dari tanggal 10 sampai 25 September 2022. Baik nama mau pun logo Asian Games 2022 tidak akan berubah. Kapan waktu diadakannya kembali Asian Games 2022 akan diumumkan setelah diadakannya kembali diskusi antara OCA, Chinese Olympic Committee (COC) dan HAGOC. Sejak terpilih menjadi tuan rumah Asian Games ke 19 provinsi Zhejiang telah menunjukkan progress kemajuan meski dibawah bayang-bayang Covid-19. Meski begitu di beritakan persiapan Asian Games akan terus berlangsung.

PB PRSI Panggil 16 Perenang Pelatnas SEA Games Dan Asian Games 2022

Jakarta, Sebanyak 16 perenang putra dan putri dipanggil Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia atau PB PRSI untuk mengikuti Pemusatan Latihan Naaional atau Pelatnas guna menghadapi dua multi event SEA Games 2022 dan Asian Games 2022. SEA Games 2022 akan berlangsung di Vietnam 12-23 Mei dan Asian Games 2022 di Hangzhou, September mendatang. Waketum PB PRSI Bidang Pembinaan dan Prestasi, Reswanda mengatakan pelatnas renang dimulai 3 Februari 2022. “Alhamdulillah berkat usaha yang dilakukan Ketum PB PRSI langsung kontak dengan Menpora dan jajarannya, kita diberi kesempatan melakukan presentasi secara detil apa yang telah kita lakukan dan akan dilakukan kemudian. Dan respon Kemenpora sangat baik sehingga pelatnas renang bisa dimulai 3 Februari,” ujar Reswanda. “Saat ini kita mulai 16 perenang, kemungkinan jumalahnya akan bertambah dalam beberapa minggu ke depan. Yang terpenting kita bisa memulai pelatnas sejak Februari sangat banyak manfaatnya jelang bertanding di SEA Games yang tersisa 14 minggu lagi. Ini harus dioptimalkan,” jelasnya. Dari 16 perenang, selain dihuni para perenang senior, 30 persen juga diisi wajah-wajah baru yang menghiasi bangku pelatnas. Di bagian putra beberapa perenang senior yang dipanggil seperti jagoan 50 meter gaya punggung I Gede Siman Sudartawa, spesialis gaya dada Gagarin Nathaniel Yus, juga perenang jarak jauh Fadlan Prawira. Sedangkan empat wajah baru ada Andi Muhammad Nurrizka (Jatim), Erick Ahmad Fathoni dan Reza Bayu Prasetyo (Jabar), serta Joe Aditya (Jakarta) Di bagian putri dua perenang yang baru bergabung ada dua perenang DKI Jakarta yakni Flairene Candrea dan Angel Gabriella Yus. Selebihnya ada perenang Azzahra Permatahani, Adinda Larasati Dewi, AA Istri Kania, juga kembalinya Patricia Yosita. *** *Berikut daftar tim pelatnas renang :* Tim Pelatih : Wisnu Wardhana, Albert C. Sutanto, Dony B.Utomo, Marifa Herman Yus, Hendry Sutanto, Michael Piper. Putra : I Gede Siman Sudartawa, Glen Victor Sutanto, Gagarin Nathaniel Yus, Aflah Fadlan Prawira, Farrel Armandio Tangkas, Andi Muhammad Nurrizka, Erick Ahmad Fathoni, Reza Bayu Prasetyo, Joe Aditya. Putri : Azzahra Permatahani, Patricia Yosita, AA Istri Kania Ratih, Adinda Larasati Dewi, Anandia Treciel Vanessae Evato, Flairene Candrea, Angel Gabriella Yus.

Atlet Muda Dominasi Pelantas Angkat Besi 2022

Atlet Muda Dominasi Pelantas Angkat Besi 2022

PB PABSI akan melakukan pemanggilan pelatnas pada minggu pertama Januari mendatang. Kabidbinpres PABSI Hadi Wihardja menyatakan, saat ini pihaknya mengajukan 23 atlet untuk Pelatnas 2022. Jumlah tersebut mengalami penambahan jika dibandingkan dengan pelatnas tahun ini yang berisi 16 atlet. “Mengingat tahun depan ada SEA Games dan Asian Games 2022. Tapi, belum tahu berapa jumlah yang akan disetujui pemerintah. Misalnya cuma disetujui 18, ya lima sisanya gugur,” ujar Hadi. Dia menjelaskan bahwa sebagian besar atlet pelatnas tahun depan akan didominasi lifter muda. Sebab, selama setahun ini, mereka menunjukkan prestasi yang menonjol jika dibandingkan dengan lifter-lifter senior. Sebagaimana Windy Cantika Aisah yang meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Rizki Juniansyah yang tahun ini menjadi juara dunia junior kelas 73 kg. Kemudian, ditutup raihan Rahmat Erwin Abdullah yang meraih gelar juara dunia 73 kg senior pada pekan lalu. “Kami cermati selama setahun ini, raihannya seperti apa. Lifter remaja dan junior raih hasil bagus. Prinsipnya, penempatan bergantung penampilan,” lanjut Hadi. Meski begitu, Hadi tetap membuka peluang bagi lifter yang tidak masuk daftar. Bagi lifter yang terdegradasi, mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Jika ada peningkatan, mereka bisa saja dipanggil ke pelatnas lagi. Apalagi, ada tes angkatan rutin tiap bulan untuk memantau progres atlet. “Intinya, meski terdegradasi, mereka tidak berhenti berproses. Pemanggilan kami usahakan secepatnya karena akan lebih baik untuk melanjutkan program,” imbuhnya.

Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil diĀ Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

SEA Games Tak Lagi Bidik Prestasi, Menpora Tegaskan 60% Kontingen Indonesia ke Filipina Diisi Atlet Junior

SEA Games kini menjadi batu loncatan bagi atlet Indonesia menuju Asian Games dan Olimpiade. Itu sebabnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 di Filipina, 60 persennya bakal diisi oleh atlet junior berprestasi, seperti sprinter 18 tahun asal Lombok, Lalu Muhammad Zohri. (asiatimes.com)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 Filipina. Sebanyak 60 persen skuat Merah Putih bakal diisi atlet junior. Komposisi antara atlet senior dan junior ke SEA Games 2019 Filipina itu sempat dilontarkan pada medio akhir 2018. Sempat menuai pro dan kontra, Imam bersikukuh, kontingen dihuni pemain muda. “Ini untuk memberikan suasana keunggulan dan kompetisi yang lebih baik lagi bagi atlet junior,” kata Imam, usai menggelar rapat persiapan Pelatnas dan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional, Senin (7/1). “SEA Games tak lagi jadi patokan bagi Indonesia untuk juara atau menempati peringkat. SEA Games adalah batu loncatan bagi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade,” dia menambahkan. Menpora juga memiliki pertimbangan agar atlet dan cabang olahraga bisa berfokus mencari poin ke Olimpiade 2020 Tokyo. Sebab, pengumpulan poin ke Tokyo sudah dimulai tahun ini. Lagipula, anggaran pelatnas tahun ini menurun ketimbang tahun lalu. Jika tahun lalu APBN menyiapkan dana 735 miliar kini menjadi Rp 500 miliar. Imam berharap anggaran itu juga bisa difokuskan untuk membiayai nomor pertandingan potensial medali pada Olimpiade 2020. “Ini akan menjadi kesempatan untuk nomor-nomor unggulan Indonesia menuju Olimpiade, karena terbiayai dengan baik dan dapat mengikuti sejumlah uji coba ke luar negeri,” kata dia. Kendati menginstruksikan agar kontingen didominasi atlet muda, Imam tak memberikan sanksi kepada cabang olahraga yang bandel. “Yang terpenting, pelatnas segera berjalan. Saya minta Komite Olimpiade Indonesia melakukan klasifikasi. Usai penetapan Surat Keputusan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional akan diketahui tingkatan atlet internasional, atlet regional, dan atlet nasional, karena ada catatan mereka meraih gelar juara di mana,” ujar Imam. Menpora menambahkan nomor-nomor pertandingan dalam Asian Games 2018 yang menyumbang medali emas bagi Indonesia, akan mendapatkan prioritas untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Saat ini, lanjut Menpora, baru 30 persen cabang olahraga, yang mengajukan proposal kegiatan pelatnas 2019. Pada SEA Games nanti, kemungkinan ada 56 cabor yang diusulkan National Olympic Committee Filipina. Jumlah tersebut terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games. Dengan penambahan itu, bulu tangkis yang sebelumnya tak masuk cabor yang di pertandingan, kembali masuk. Tak hanya bulu tangkis, cabor atletik, taekwondo, karate, dan beberapa cabor unggulan Indonesia untuk mendulang emas di SEA Games, tertarik dengan ide dari pemerintah yang memprioritaskan atlet junior lebih dominan di dalam skuadnya. Sebab Indonesia sangat membutuhkan atlet muda untuk meregenerasi jangka panjang. (Adt)