Kalsel Kirim Tiga Atlet Junior Untuk Perkuat Tim Indonesia ke Olimpiade Tokyo

Simulasi Panjat Tebing

Tiga atlet junior panjat dinding asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terpilih untuk ikut Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan yang akan tampil pada Olimpiade Tokyo yang rencananya bakal digelar menjadi tahun depan. Keduanya menyusul satu orang atlet junior yang sudah berangkat terlebih dahulu ke Pelatnas. Sebelumnya, Kalsel sudah mengirim M. Ferza Andi untuk bergabung dengan atlet nasional lainnya. Sementara dua atlet lainnya direncanakan untuk berangkat ke Jakarta pada awal tahun mendatang. “Keduanya juga atlet junior kita yakni M. Firdan Ardika dan Aurin Aura Rinjani,” ujar Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Bandi Chairullah, dilansir dari Banjarmasinpost.co.id. Khusus untuk Firdan, ia pernah juga tergabung dalam tim nasional pada Asian Youth 2018 yang mewakili Indonesia di Tiongkok. Lebih lanjut, Bandi berharap tiga pemanjat tebing asal Kalsel yang dipersiapkan tampil di Olimpiade Tokyo ini bisa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menggelar seleksi nasional (Seleknas) atlet panjat tebing junior. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020 di Jakarta Internasional Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur. Seleknas tersebut pada awalnya dijadwalkan terlaksana pada pertengahan September lalu, namun karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sehingga Seleknas tertunda. Sebanyak 55 atlet panjat tebing dari seluruh Indonesia mengikuti Seleknas dan menjalani serangkaian tes,diantaranya tes ketrampilan memanjat, tes kesehatan dan tes psikologi. Seleksi nasional tersebut bertujuan untuk mencari bibit baru, dengan memberikan pembinaan jangka panjang kepada para atlet junior.

PSSI dan Kemenpora: Piala Dunia U-20 Masih Sesuai Jadwal!

Logo Piala Dunia U-20

Belum meredanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat beredar kabar pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Indonesia mengalami penundaan dari jadwal semula yang rencanya digelar pada 20 Mei sampai 12 Juni 2021. Pasalnya, hingga lima bulan jelang kick-off Piala Dunia U-20 2021, perwakilan FIFA belum juga datang ke Indonesia. Namun, PSSI dan Kemenpora mengumumkan jika hingga saat ini Piala Dunia U-20 masih akan berlangsung sesuai jadwal. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule. “Sebelum ada surat pernyataan resmi dari FIFA, Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/12/2020). Lebih lanjut, saat ditanya bagaimana kabar terakhir komunikasi dengan FIFA khususnya soal kehadirannya ke Indonesia, Yunus mengatakan hal itu bukan lah kewenangan PSSI. “Itu ranahnya Inafoc,” singkat Yunus. Senada, Kemenpora memastikan bahwa belum ada pengumuman perubahan agenda Piala Dunia U-20 2021. Seskemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan sejauh ini FIFA masih on the track menjalankan ajang piala dunia usia muda itu pada 20 Mei-12 Juni 2021. Oleh karena itu pemerintah tetap berusaha untuk menyelesaikan proses renovasi venue Piala Dunia U-20 sesuai dengan tahapan bahwa ajang ini dihelat pada 20 Mei-12 Juni. “Sepanjang tidak ada perubahan (jadwal Piala Dunia U-20, red) dari FIFA, seperti arahan Pak Menteri Zainudin Amali, show must go on, renovasi terus berjalan,” ucap Gatot, Rabu (16/12). Sejauh ini PSSI dan pemerintah telah menunjuk enam Stadion sebagai perhelatan Piala Dunia U-20. Stadion-stadion tersebut pun kini tengah dikebut proses renovasinya. Keenam stadion tersebut yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Surakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Percasi Puji Festival Catur Daring Penabur

Logo Percasi

Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) memuji Festival Catur Daring Penabur (POCF). PB Percasi menilai, POCF bisa mejadi perantara untuk menemukan bibit atlet catur yang bisa mengharumkan Indonesia di tingkat internasional. POCF hadir berkat kolaborasi PB Percasi, BPK Penabur, dan Sekolah Catur Utut Adiyanto ini dengan menyebut turnamen tersebut ajang pengenalan catur ke lingkungan sekolah dan usia dini. “Dengan kegiatan seperti ini harapannya ada bibit-bibit baru bagi dunia catur Indonesia. Pelajar dan anak-anak saja bisa tertarik ke olahraga ini, bukan tidak mungkin kemampuan mereka akan lebih terasah nantinya,” kata Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya via konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (18/12/2020). “Ini hal yang menggembirakan ya, bila makin banyak sekolah yang menggelar acara seperti ini, maka catur akan menjadi pilihan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga ke depannya lebih terbuka luas untuk mencetak pecatur handal,” lanjut Eka. Pernyataanya itu didukung laporan Federasi Catur Internasional (FIDE) yang menyebutkan catur memberikan manfaat untuk pendidikan dan kesehatan sehingga sangat tepat jika diperkenalkan sejak usia muda. Dari catur, paling tidak didapat manfaat mengasah daya ingat otak, meningkatkan konsentrasi dan fokus, kedisiplinan, kreativitas dan ketepatan pengambilan keputusan. “Kami berharap festival catur Penabur bisa memberikan dampak positif bagi yang mengikutinya, terutama para siswa,” kata Ketum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi, pada kesempatan yang sama. “Karena catur tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual anak, tapi juga membentuk karakter menjadi pribadi yang lebih kuat serta mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan,” lanjutnya. Festival ini diawali 12 Desember dengan kegiatan bertajuk “Fun with Chess” yang berisi edukasi bertanding catur daring, kuis berhadiah, dan uji coba. Pada 19 Desember akan diadakan diskusi “Peran Catur dalam Pendidikan Modern”, 4 Januari diadakan uji coba tahap kedua, sedangkan agenda utama berupa turnamen catur berlangsung pada 9-10 Januari. Panitia pelaksana menargetkan peserta turnamen akan mencapai 1.000 pecatur, naik dari edisi 2019 yang mencapai 333 pecatur.

Merambah ke Klub Basket, Bali United Ingin Lahirkan Banyak Atlet Berbakat

Bali United Basketball Club.

Apa yang terlintas di kepala Anda saat mendengar nama Bali United? Sebuah klub sepak bola asal Pulau Dewata Bali? Ya, Anda tidak salah. Namun, saat ini nama Bali United tidak hanya digunakan sebagai nama klub sepak bola saja, melainkan juga klub basket. Bali United Basketball Club resmi diperkenalkan ke publik pada Jumat (18/12/2020) dan menjadi klub basket profesional pertama di Pulau Dewata. Selain memperkenalkan skuat, klub dengan julukan Tridatu Warriors itu juga mengumumkan jika mereka akan turut berpartisipasi pada Indonesia Basketball League (IBL) yang direncanakan akan bergulir pada bulan Januari mendatang. Bali United Basketball Club tak hanya hadir untuk memeriahkan gelaran IBL saja, melainkan mengusung visi-misi yang kuat yakni menjadi tim bola basket yang unggul di Indonesia. Selain itu, mereka juga ingin menjadi pusat pertumbuhan bagi bakat-bakat olahraga bola basket di Tanah Air. Sementara itu, misi yang diusung Bali United Basketball Club antara lain mencetak prestasi di IBL, membina bakat muda lokal Bali di bidang bola basket, menumbuhkan jaringan komunitas bola basket yang luas di pulau Bali, dan menjadi yang tim mampu go-internasional. Pulau Bali sudah melahirkan cukup banyak pebasket hebat seperti Putu Donnie Hermawan, Cokorda Raka, dan Tri Adnyana Loka. Mengacu pada hal tersebut, Bali United Basketball Club berharap bisa mencetak atlet-atlet berbakat lain di masa depan. “Kehadiran kami tentu ingin menunjukkan bahwa tim ini bisa berprestasi di level nasional meskipun kami tim baru,” ujar Presiden Bali United Basketball Club, Philmon Tanuri, dalam siaran pers. “Kami berharap bakat-bakat potensial di bidang olahraga basket ini juga banyak hadir dari pulau Bali dan ke depannya kami juga bisa berprestasi di level Internasional,” lanjutnya. Sementara itu, pelatih Bali United Basketball Club, Aleksandar Stefanovski, mengungkapkan kebahagiaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar Bali United. “Kita tahu Bali United adalah tim sepak bola dengan suporter yang fanatik, tetapi kini mereka juga memiliki tim basket. Saya sangat bangga menjadi bagian dari Bali United,” kata Stefanovski Bali United Basketball Club adalah tim baru yang bermain di kasta tertinggi Liga Nasional,” sambung Stefanovski. “Tentu menjadi sebuah tantangan untuk saya sebagai pelatih mempersatukan visi dan misi bermain tim ini. Namun, target saya ingin membawa tim ini menjadi tim yang terbaik di kompetisi yang akan datang,” kata dia menegaskan. Berbicara soal kekuatan Bali. Stefanovski percaya diri bisa membawa timnya tersebut tampil kompetitif di tahun 2021. “Tim kami berisi pemain terbaik di Indonesia. Tentang persiapan tim, kami sudah berlatih keras, jadi kami berharap bisa tampil bagus di musim kompetisi nanti. Kami ingin tampil di playoff di musim pertama,” pungkasnya. Berikut daftar pemain Bali United Basketball Club untuk IBL 2021: 1. Winston Swenjaya (Rookie) 2. I Putu Bagus Arya Candra Putra Perdana (Rookie) 3. I Putu Yudiantara (Rookie) 4. Wijanata Kesawa (Rookie) 5. Joseph DeSmet (Rookie) 6. Irvine Kurniawan (Rookie) 7. Reza Yohanes (Rookie) 8. Surliyadin 9. Lutfi Alfian Eka Koswara 10. Tri Hartanto 11. Yo Sua 12. Daniel Timothy Wenas 13. Yerikho Tuasela 14. Rico Aditya Suharno Putra 15. Ponsianus Nyoman Indrawan (Komink) Head Coach: Aleksandar Stefanovski (Makedonia)

Jaring Atlet Muda Berbakat, Sarawijaya Dana Mandiri Cup I Sukses Digelar

Para Peserta Sarawijaya Dana Mandiri Cup I

Sebanyak 549 pebulu tangkis putra-putri dari berbagai kategori usia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis ‘Sarawijaya Dana Mandiri Cup I/2020’ di GOR Praja, Badung, Rabu (16/12) malam, hingga Minggu (20/12) malam. Peserta tidak hanya berasal dari Bali, melainkan juga dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Total ada 33 klub bulu tangkis yang mengikuti kejuaraan ini. Kategori yang diperlombakan yakni mulai dari pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17) dan taruna (U-19). Ketua Panpel, Ni Putu Desiana Ratna Dewi, mengaku tidak menyangka dengan antusiasme yang diberikan oleh masyarakat. Meski digelar ditengah pandemi, jumlah peserta yang ikut membludak. Kendati demikian, panitia pelaksana tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jadi, penonton di GOR sangat terbatas, sehingga tidak terjadi kerumunan massa,” ujar Putu Desiana. “Bagi peserta dari luar Bali seperti Mataram, wajib menjalani rapid test,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk menjaring atlet berbakat dan bertalenta di usia dini. Khusus bagi juara tunggal putra dan putri, kelompok pemula dan remaja, akan dibiayai guna berlanjut ke ajang nasional. Di sisi lain, Ketua umum Pengkab PBSI Buleleng, Gede Darmawan, mengatakan, jika ia dan pihaknya salut atas terselenggaranya kejuaraan ini meski ditengah keterbatasan karena pandemi. Menurut Darmawan, pihaknya menjaring 19 atlet yang akan dibina oleh PBSI Buleleng. 19 atlet tersebut terdiri atas 12 atlet putra dan 7 atlet putri.

Perbasi Kab. Pati Jaring Atlet Muda Untuk Hadapi Porprov

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Pati terus melakukan penjaringan atlet-atlet muda dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Kegiatan kali ini dikhususkan untuk mempersiapkan tim untuk berlaga pada ajang yang memperebutkan tiket ke Porprov tahun 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Seleksi, Diki Satria. Ia mengatakan jika Perbasi Kabupaten Pati menargetkan untuk lolos ke Porprov 2022. Hal tersebut membuat para atlet yang boleh mengikuti seleksi ini yakni maksimal kelahiran tahun 2002. Seleksi sendiri berlangsung di GOR Pesantenan, mulai hari Senin (14/12/2020) hingga Selasa (15/12/2020). “Untuk Pra Porprov ini kami menjaring atlet kelahiran maksimal 2002,” ujar Diki, dilansir dari Mitrapost.com. Pada kesempatan kali ini ada sekitar 30 atlet putra dan 30 atlet putri yang mengikuti proses seleksi. Mereka akan memperebutkan empat nomor dalam cabang olahraga ini, yakni five x five putra, five x five putri, three x three putra, dan three x three putri. Diki pun berharap, seleksi ini akan menjaring atlet-atlet berbakat sehingga dapat membanggakan nama Kabupaten Pati pada ajang Porprov 2022 mendatang. Sementara itu, berdasarkan informasi terakhir, Porprov 2022 direncanakan digelar di Kota Sampit. Namun, kepastian akan hal tersebut masih menunggu perkembangan kondisi lebih lanjut.

Tiga Pemain Muda Ini Akan Jalani Trial di Klub Turki

Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna

Pesepakbola muda asal Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk menjalani trial atau uji coba di Eropa. Rencananya, Mereka akan menghabiskan waktu selama delapan bulan mengikuti trial bersama Antalya Hal Spor. Klub tersebut merupakan jawara kompetisi U-19 di Turki. Ketiga pemain tersebut adalah Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna. Tiga pemain muda ini difasilitasi tiga pihak dan akan berangkat 22 Desember mendatang. Pihak pertama adalah Futboltours yang merupakan agen perjalanan sepak bola. Kedua, Xten Indonesia, yang merupakan penyedia apparel lokal, yang turut serta menyediakan peralatan latihan. Dan terakhir yakni ACT See Com sebagai pengurus keberangkatan pemain Indonesia ke luar negeri. Selain mendapat kesempatan untuk trial, kesempatan untuk bermain di Eropa juga terbuka lebar. Antalya Hal Spor memiliki akses langsung menyediakan pemain muda untuk klub Turki Super Lig, Antalyaspor. Selama menjalani trial nanti, Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna akan ditangani langsung oleh pelatih profesional. Mereka akan bertanggung jawab langsung dengan metode latihan, gaya hidup, hingga gizi dari para pemain Indonesia itu. “Kegiatan ini menawarkan training session untuk menjadi pesepak bola profesional. Program ini bakal dikontrol langsung oleh pelatih Antalyaspor U-19 yang merupakan klub Super Lig Turki,” kata perwakilan dari Futbol Tours, Margie Ferrari, dalam konferensi pers, Senin (14/12/2020). “Pelatih dari Antalyaspor akan selalu datang selama latihan bersama Antalya Hal Spor. Dia bertanggung jawab dan akan melihat siapa saja yang nantinya layak untuk direkrut Antalyaspor. Namun, dalam perjalanannya mereka nanti akan bermain di Antalya U-19 League bersama Antalya Hal Spor,” tegas Margie Ferrari. Eropa sebenarnya bukan tempat yang asing buat ketiga pemain. Yoan pernah menimba ilmu di Spanyol bersama klub Palamos CF, Emir di ISM Academy, Perugia, sementara Senna di Valencia Soccer Academy. Sementara itu, Emir mengaku antusias menyambut kesempatan ini. Ia berharap bisa mengikuti jejak-jejak pemain muda Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu ke Eropa. “Kesempatan ini adalah langka karena tidak banyak pemain Indonesia yang bisa seperti ini. Kalau saya sendiri melihatnya sebagai step saya ke depan untuk belajar sebanyak mungkin,” tutur Emir. “Ketika kembali ke Indonesia saya bisa memberikan ilmu yang sudah didapat di Eropa sana. Serta ke depannya bisa memberikan tidak hanya keluarga saya sendiri tetapi bangsa Indonesia agar mempunyai nama di Eropa,” ucapnya.

PABSI Siapkan Dua Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Junior

Tim Angkat Besi Indonesia saat ini sedang menyiapkan dua atlet mereka untuk berlaga pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Jeddah, Arab Saudi. Adapun kejuaraan tersebut berlangsung pada 5-18 Maret 2021. “Kami menyiapkan Rizky Juniansyah,” kata Wakil Ketua Umum PABSI Djoko Pramono. Rizky yang menjadi juara bertahan pada kejuaraan dunia angkat besi remaja virtual di Peru, Oktober lalu akan naik kelas ke junior. Pada kelas junior, Rizky akan ditemani Rahmat Erwin Abdullah di kelas yang sama yakni 73 kilogram. Saat ditanya mengenai peluangnya di Kejuaraan Dunia Junior, Rizki Juniansyah yang mengatakan akan mencoba untuk memecahkan rekor dunia junior dengan angkatan 153 kg di angkatan snatch dan 193 di angkatan clean and jerk. Dalam hasil latihan dan tes progres Rizki telah berhasil melakukan angkatan snatch seberat 150 kg dan clean and jerk seberat 180 kg. “Tinggal saya fokus latihan lagi jelang kejuaraan dunia junior di Jeddah untuk menambah total angkatan seperti yang saya targetkan,” ungkapnya. Sementara itu, PABSI juga menargetkan untuk mendapatkan tambahan kuota lifter untuk tampil di ajang Olimpiade 2021 Tokyo mendatang. Peluang tersebut masih terbuka lebar melalui Kejuaraan Dunia Junior dan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan, 15-25 April mendatang. Menurut Djoko Pramono, peluang untuk menambah kuota di Olimpiade sangat terbuka lebar. Bahkan, dia optimis ada atletnya bisa mencuri medali di dua kejuaran itu. Sedangkan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan, Indonesia akan mempersiakan dua lifter yakni, Triyatno (73 kg) putra dan Nurul Akmal (87+ kg). Keduanya masih berpeluang untuk meraih tiket Olimpiade. “Saya lihat sepanjang tahun ini total angkatan mereka selama berlatih cukup meningkat,” ungkapnya. Di sisi lain, Djoko Pramono juga mengungkapkan kegembiraannya dengan prestasi para lifter junior yang mampu bersaing ketat dengan para lifter seniornya. “Sepanjang tahun ini praktis, mereka hanya berlatih saja, karena minimnya event akibat pandemi Covid-19. InsyaAllah mulai Januari tahun depan kami akan All-out menghadapi beberapa event penting dalam rangkaian persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam,” paparnya. Kepala Tim Pelatih Pelatnas Angkat Besi, Dirdja Wihardja, mengatakan para lifter selama ini telah mengalami peningkatan dalam melakukan total angkatan dalam latihan. “Progresnya sekitar 80 persen dan kami optimistis mampu menambah kuota atlet yang akan mendampingi Windy Cantika Aisyah dan Eko Yuli di Tokyo nanti melalui dua event itu,” ucap Dirdja Wihardja.

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Dalam rangka persiapan jelang Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20, timnas Indonesia U-19 kembali akan melakukan pemusatan latihan atau training camp (TC) di luar negeri. Sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong ini telah melakukan TC di Krosia selama kurang lebih satu bulan. Selama di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 sudah melakukan deretan laga uji coba. Setidaknya sudah 10 laga uji coba telah mereka lalui. Sepuluh laga uji coba yakni melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), serta dua kali melawan Qatar (2-1 dan 1-1), Bosnia Herzegovina (0-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), dan Makedonia Utara (4-1 dan 0-0). Kali ini, Garuda Muda rencananya kembali akan ke Eropa tepatnya ke Spanyol. TC tersebut akan dimulai Desember ini, namun PSSI belum bisa memastikan tanggal keberangkatan timnas U-19. Sejauh ini PSSI masih menunggu kehadiran Shin Tae-yong selaku pelatih dari timnas U-19. Sosok asal Korea Selatan itu akan menyempurnakan rancangan program untuk timnas U-19, termasuk untuk TC di Spanyol. Yunus Nusi selaku pelaksana tugas sekretaris jenderal PSSI menyatakan, belum ada lawan uji coba yang bisa dikonfirmasi untuk menghadapi Garuda Muda. Namun, PSSI sudah punya daftar siapa saja yang akan dilawan. “Kami dalam proses komunikasi dengan beberapa klub, kami belum bisa memastikan karena ada permintaan mereka untuk jangan menyampaikan karena mereka dalam proses izin ke Federasi Spanyol (RFEF),” ujar Yunus Nusi, dilansir dari DetikSport, Kamis (10/12/2020). “Karena ini kan menyangkut kerja sama antar federasi. Kami kemudian ingin Federasi Spanyol menghubungi klub-klub dan kami secara langsung ke klub-klub. Nanti kalau sudah resmi kami umumkan,” ujarnya menambahkan. PSSI baru bisa memastikan Spanyol sebagai destinasi Timnas U-19 setelah melakukan korespondensi dengan pihak di sana. Spanyol diklaim PSSI siap menerima Timnas U-19 dengan tangan terbuka. Yang masih menjadi kendala saat ini adalah proses pengurusan visa. Selain itu, PSSI juga masih menunggu kedatangan Shin Tae-yong ke Jakarta. “Kami dalam proses administrasi. Korespondensinya sudah tuntas dengan Federasi Spanyol, kami akan ke Catalunya. Kami masih menunggu visa anak-anak dan kedatangan Shin Tae-yong,” tutur Yunus Nusi. “InsyaAllah sebelum tahun baru anak-anak sudah berangkat ke Spanyol. Harapan kami sih ada beberapa negara yang di Eropa dan sekitar Spanyol bisa ikut (beruji coba melawan Timnas U-19),” ucapnya.

Beckham Putra Diharapkan Dapat Tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20

Beckham Putra Diharapkan Dapat Tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20

Pesepakbola muda asal Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, terpaksa harus menepi dari lapangan lantaran cedera. Seperti diketahui Beckham mengalami cedera saat menjalani latihan virtual bersama tim nasional Indonesia U-19 pada awal November. Persib Bandung telah memeriksa cedera yang dialami oleh gelandang mudanya tersebut, dan diketahui bahwa yang bersangkutan menderita masalah meniskus, bukan anterior cruciate ligament (ACL). Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts berharap cedera meniskus yang dialami Bekcham bisa segera pulih. Tim medis pun bergerak cepat agar ia bisa tampil bersama Timnas U-19 di Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021. “Beckham memang menjadi pemikiran kami, karena kami mencoba untuk mendukungnya sebisa mungkin supaya dia bisa bermain bersama tim nasional Indonesia dan bermain di Piala Dunia U-20,” kata Robert, dilansir dari Bola.com, Kamis (10/12/2020). Robert berharap Beckham bisa segera bergabung kembali bersama tim asuhan Shin Tae Yong tersebut. Saat ini adik dari Gian Zola Nasrulloh itu terus mendapatkan perhatian khusus dari dokter tim agar bisa segera pulih. “Tim medis kami, dokter Rafi, Beni (fisioterapis), dan dokter Alvin (dokter olahraga) terus memantau Beckham. Kami selalu berkomunikasi dengannya dan mencoba memastikannya agar tidak kehilangan kepercayaan dirinya,” ucap Robert. Pelatih asal Belanda ini berharap pemulihan Beckham berjalan dengan lancar, sehingga pemain yang akrab disapa Etam ini segera pulih. “Untungnya dia tidak operasi dan itu menjadi suatu keuntungan. Kami juga tidak boleh lupa bahwa laga internasional menuntut banyak. Jadi saya harap Beckham bisa memenuhi itu dan tidak menderita cedera lagi,” harap Robert. Rencananya, Piala Dunia U-20 2021 akan dihelat di Indonesia pada sekitar mulai bulan Mei 2021. Sementara untuk Piala Asia U-19 yang sebelumnya ditunda akan diselenggarakan di Uzbekistan antara 3 hingga 20 Maret 2021. Pelatih Shin Tae-yong pun telah menyiapkan dan meramu skuad untuk dua ajang bergengsi tersebut. Biodata Nama Lengkap: Beckham Putra Perdana Tanggal Lahir: 29 Januari 2001 Tempat Lahir: Bandung Klub: Persib Bandung Posisi: Pemain Tengah Pesepakbola Idola: Andik Vermansyah dan Firman Utina Fact Beckham Putra pernah menyabet gelar top skor Liga 1 U-19 2018.

Jalani Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-16 Langsung Digembleng

Jalani Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-16 Langsung Digembleng

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 menggelar latihan perdana pada pemusatan latihan di Yogyakarta, Senin (7/12/2020) pagi WIB. Pada latihan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu, para pemain langsung digenjot materi penting oleh pelatih Bima Sakti. Pemusatan latihan di Yogyakarta ini merupakan lanjutan dari program Timnas Indonesia U-16. Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan persiapan jelang tampil di Piala AFC yang bakal digelar tahun depan. Sebanyak 26 pemain diberikan latihan-latihan evaluasi dari latihan sebelumnya dan juga dua kali uji coba Internasional melawan Uni Emirat Arab U-16 beberapa bulan yang lalu. Adapun pada latihan perdana mereka dijejali beberapa materi latihan penting. “Latihan perdana hari ini kami isi dengan small sided game, drill masalah penguasaan bola dan juga transisi negatif,” kata Bima Sakti, Senin (7/12/2020). “Kami masih terus mempertajam permainan tim, serta terus evaluasi diri dari beberapa pemusatan latihan sebelumnya dan juga dari dua kali uji coba melawan UAE U-16,” ujar Bima. “Intensitas latihan yang kami lakukan masih sedang, karena ini masih awal latihan setelah libur beberapa hari dari sejak TC sebelumnya, jadi belum banyak materi terkait taktik,” tambah Bima. Selain itu, pelatih Bima Sakti juga memberikan materi tes fisik untuk pemain Timnas Indonesia U-16, Hal ini dilakukan Bima Sakti untuk mengukur kondisi fisik para pemainnya. “Dengan test ini saya dan tim pelatih jadi mengetahui sejauh mana kondisi fisik pemain. Saya harapkan nanti hasilnya semua baik, pemain melakukannya dengan tertib, dan semua pemain turut ikut menjalani test fisik ini,” ucap Bima Sakti. Timnas U-16 tengah disiapkan untuk menghadapi tantangan berat di Piala AFC nanti. Tim Merah Putih berada di Grup D Piala AFC U-16 bersama Jepang, Arab Saudi, dan China. 26 Pemain Pemusatan Latihan Timnas U-16 I Made Putra Kaicen – Bali United (Kiper) Muhammad Raufa Aghastya – Persib Bandung (Kiper) Raka Octa Bernanda – PSS Sleman (Kiper) Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera (Bek) Ferre Murarri – Bhayangkara FC (Bek) Kadek Arel Priyatna – Bali United (Bek) Marcell Januar Putra – Bali United (Bek) Mikael Alfredo Tata – Waana Bintuka FC (Bek) Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya (Bek) Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta (Bek) Jovan Adestya – PSS Sleman Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera (Gelandang) Fidelis Davin Dhaniswara – PSS Sleman Arkhan Fikri – Barito Putera (Gelandang) Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung (Gelandang) Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung (Gelandang) Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya (Gelandang) Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan (Gelandang) Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Cipta Cendikia (Gelandang) Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta (Gelandang) Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta (Gelandang) Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam (Gelandang) Victor Jonson Benjamin Dethan – PSM Makassar Lugas Satrya Pratama – SSB Gasliko (Depan) Ronaldo Joybera Kwateh – Persib Bandung (Depan) Farhan Arif Musthofa – PSS Sleman

Cegah Pemain Cedera Jelang Piala Asia, Timnas U-16 Terapkan Sport Science

Cegah Pemain Cedera Jelang Piala Asia, Timnas U-16 Gunakan Sport Science

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta menerapkan sport science yang bertujuan untuk melihat kekurangan pemain serta sebagai upaya untuk mengurangi potensi cedera. Apalagi, Marcell Januar dkk tengah dipersiapkan untuk mengikuti Piala Asia awal tahun mendatang. PSSI menggandeng team ahli kinetics dari Surabaya yang bekerjasama dengan Vald Performance, lembaga sport science technology dari Australia. “Dengan test ini saya dan tim pelatih jadi mengetahui sejauh mana kondisi fisik pemain, dan saya harapkan nanti hasilnya semua baik, pemain melakukannya dengan tertib, dan semua pemain turut ikut menjalani test fisik ini,” kata pelatih timnas U-16, Bima Sakti, dilansir dari laman resmi PSSI. Ada beberapa komponen tes yang dilakukan yaitu, tes komposisi tubuh (persentase lemak tubuh, massa otot, dll), tes kekuatan eksentrik otot hamstring (nordbord test), tes kekuatan + vertical jump dengan force plate, tes kekuatan otot isometric hip abductor-adductor dengan force frame, 3D movement analysis dengan humantrack system. “Harapannya, bisa mempermudah fisioterapis dan pelatih fisik untuk membuat program pencegahan cedera serta peningkatan kemampuan dari si pemain itu sendiri,” ujar Bima. “Terima kasih kepada PSSI, KINETICX, dan Vald Performance dimana mereka sudah membantu tim kami,” lanjutnya. Timnas U-16 akan tampil di putaran final Piala AFC U-16 yang rencananya akan berlangsung di Bahrain awal tahun 2021 mendatang. Garuda Muda tergabung di D bersama Jepang, Arab Saudi, dan China. Sebagai tambahan, Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda Asia bergengsi ini dan tergabung di grup D bersama Jepang, Arab Saudi dan Tiongkok.

Tim Krapyak dan Kaliyetno Juara Kategori Beregu Liga PB Djarum 2020

Liga PB Djarum 2020

Liga PB Djarum 2020 telah menyelesaikan kejuaraan kategori beregu, Rabu (9/12) sore, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sejumlah laga seru, baik pada nomor tunggal maupun ganda, tersaji pada partai final. Hingga akhirnya Tim Krapyak tampil sebagai juara beregu putra dan Kaliyetno di kategori putri dalam kejuaraan yang mengusung tema “Semangat Muda, Semangat Juara”. Tim Krapyak tampil sebagai juara usai memetik kemenangan dramatis 3-2 atas Tim Ploso pada laga final. Tiga poin tim Krapyak di dapat dari ganda pertama, tunggal ke dua dan tunggal ke tiga. “Sebenarnya dua tim di final ini bagus ya, mungkin kami yang lebih sedikit beruntung. Anak-anak juga bisa mengeluarkan permainan dengan susah payah dan ekstra tenaga lebih,” ungkap pelatih Tim Krapyak, Ferry, dikutip dari Pbdjarum.org. “Tidak menyangka juga juara, kami hanya mengikuti prosesnya dan menghadapi masalah-masalah di lapangan hingga tembus juara. Saya juga cukup kagum sama mereka,” lanjutnya. Beralih ke final beregu putri, Tim Kaliyetno sukses memastikan gelar juara Liga PB Djarum 2020 usai memetik kemenangan dengan skor tipis juga dengan skor 3-2 saat menghadapi Tim Karangbener. Selain mampu menjadi juara, Tim Kaliyetno sukses mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang pertandingan Liga PB Djarum 2020 berlangsung. Tim Kaliyetno berhasil mengantongi lima kali kemenangan. Roy Djojo Effendy selaku PIC tim Kaliyetno mengaku tak menyangka jika timnya bisa meraih gelar juara. Padahal timnya tidak memiliki target khusus. Bahkan diakui oleh Roy jika timnya datang sebagai tim kambing hitam di kejuaraan beregu Liga PB Djarum 2020 ini. “Tim yang lain itu bagus-bagus, justru kita yang jadi kambing hitamnya. Ya, nggak menyangka juga bisa jadi juara. Kita beberapa kali menang tipis dari tim lain. Di beregu ini memang tidak bisa diprediksi,” ujarnya Roy Djojo. “Ya, karena kita memang tidak ada target khusus tidak bisa dibilang sesuai harapan juga sih. Justru harapan kita itu ingin bermain sebaik mungkin dan keluarkan segala kemampuan semaksimal mungkin. Menang atau kalah tak usah dipikirkan,” lanjutnya Roy Djojo. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyatakan kategori beregu Liga PB Djarum 2020 merupakan terobosan anyar PB Djarum demi mengasah sisi kompetitif atlet muda. Pasalnya, partai beregu di kejuaraan ini melibatkan berbagai kelompok umur yakni U-15, U-17 dan dewasa. “Ini adalah kejuaraan langka, karena dalam satu regu diisi atlet-atlet U15 hingga dewasa yang saling mendukung untuk memperjuangkan tim mereka agar bisa menjadi juara. Format lintas usia ini sangat jarang dijumpai di kejuaraan beregu lainnya,” jelas Yoppy. Pria yang juga Ketua PB Djarum ini menguraikan, penggabungan lintas usia di kejuaraan beregu Liga PB Djarum 2020 agar para atlet muda bisa merasakan dan mengatasi ketatnya tekanan saat bertanding. “Tekanan yang dihadapi seorang atlet saat bertanding beregu, jauh berbeda ketika bertanding perorangan. Melalui kategori beregu ini, kami berharap setiap atlet dapat memetik pelajaran penting, yakni memupuk kerja sama tim dan menanggalkan rasa individualis,” tutur Yoppy. Setelah nomor beregu, Liga PB Djarum 2020 akan dilanjutkan dengan nomor perorangan yang akan dimulai pada Kamis (10/12) hingga Minggu (13/12) mendatang, Liga PB Djarum 2020 akan memainkan nomor perorangan, mulai dari kelompok usia U-11, U-13, U-15, U-17, U-19 dan Dewasa baik di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran.

Kemenpora Optimis Persiapan Stadion Untuk Piala Dunia U-20 Akan Tepat Waktu

Kemenpora Optimis Persiapan Stadion Untuk Piala Dunia U-20 Akan Tepat Waktu

Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang rencananya akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan jelang event dua tahunan itu. Salah satunya yaitu pembangunan dan renovasi fasilitas yang digunakan, dari mulai pembenahan stadion yang bakal menjadi venue, hingga perbaikan lapangan untuk latihan tim. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia rutin meninjau untuk memastikan venue rampung tepat waktu. Setelah beberapa waktu lalu Menpora Zainudin Amali menyambangi langsung beberapa kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, kali ini giliran Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, yang melakukan inspeksi. Ia menyambangi Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari yang berada di Solo, Rabu (3/12/2020). Dalam hasil pantauannya, Gatot menilai puas dengan progres pengerjaan dari Kementerian PUPR. “Kami sangat puas dan mengapresiasi, dengan pihak Kementerian PUPR bersama dengan kontraktor yang mendapatkan kepercayaan untuk melakukan renovasi di beberapa stadion utama dan stadion pendukung di beberapa kota. Di Kota Solo ini Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari,” ujar Gatot, dilansir dari laman resmi Kemenpora. Tak hanya menilai puas, ia juga optimistis pengerjaan bakal selesai tepat waktu. Sesuai dengan target yang pernah disampaikan oleh Kementerian PU PR saat penandatanganan kontrak dan kick off renovasi stadion dan lapangan sepakbola, baru-baru ini. Renovasi pembangunan venue Piala Dunia U-20 ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. “Dalam Kepres Piala Dunia penanggung jawab masalah infrastruktur adalah Menteri PUPR. Infrastruktur akan selesai di bulan April 2021. Sejauh ini kami optimis untuk itu,” ujarnya. Gatot lantas menjelaskan setelah venue rampung nantinya akan dilakukan uji coba lebih dulu. Dengan begitu jika ada kekurangan bisa diantisipasi sebelum digunakan untuk acara sebenarnya. “Semisal April selesai, maka di bukan itu digunakan oleh klub dari sini, entah Persis atau yang lainnya, karena tidak bisa dinyatakan selesai tanpa adanya percobaan terlebih dahulu,” dia menjelaskan. “Jadi seumpama sudah ada yang pakai dan masih ada kekurangan itu masih dalam masa pemiliharaan. Sama dengan infrastruktur PON di Papua. Venuenya disana sudah selesai dan dinyatakan hingga 6 bulan kedepan sebagai masa percobaannya,” Gatot menegaskan. Sementara itu, ajang Piala Dunia U-20 direncanakan terselenggara di Indonesia pada 20 Mei-12 Juni 2021 dan akan menggunakan enam stadion yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Berkenalan Dengan Pingkan, Calon Atlet Wushu Masa Depan Indonesia

Berkenalan Dengan Pingkan, Calon Atlet Wushu Masa Depan Indonesia

Mungkin nama Pingkan Maretta Siregar masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, diusianya yang masih muda, Pingkan sudah mulai membuktikan jika ia layak untuk diperhitungkan sebagai atlet wushu masa depan Indonesia. Pingkan merupakan adik dari Seraf Naro Siregar yang merupakan juara dunia wushu China 2019 dan peraih medali emas SEA Games Filipina 2019. Tak heran, ia sangat didukung oleh keluarga untuk menekuni olahraga wushu. Sehari-hari, anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Tigor Parlindungan Siregar dan Nanik Agustin ini berlatih Sasana Yasanis Surabaya di bawah asuhan Kristanto G, Andre Valentinus G, Sherlie Hoediono, Budi Gunawan, dan Xiao HaiDong. Berkat bakat dan ketekunannya, beberapa waktu lalu ia sukses menyabet medali emas di Virtual Wushu Championship Seri II Kategori Nasional untuk nomor Taiji Jian A. “Prestasi yang saya raih ini tidak terlepas dari hasil kerja keras, pantang menyerah dan berusaha tidak merasakan lelah saat berlatih,” kata Pingkan, dilansir dari Nusantara TV. “Saya persembahkan medali emas VWC Seri II ini khusus kepada kedua orangtua yang mendukung dan membimbing saya sejauh ini walau di masa-masa terendah. Tak lupa juga saya mengucapkan terimakasih kepada semua pelatih yang membimbing tanpa lelah dan memberi nasehat serta masukan. Begitu juga dengan teman-teman yang selalu support saya dalam hal apapun itu,” tambahnya. Pingkan mengaku awal ia mengenal olahraga wushu pada tahun 2010 lalu. Kala itu, kedua orang tuanya yang menyuruh untuk berlatih bersama sang kakak yang tak lain adalah Seraf Naro. “Awalnya saya disuruh kedua orang tua ikut latihan bersama bang Seraf Naro. Eh…terakhir saya jadi senang,” ungkap Pingkan. Berbicara masalah target ke depan, Pingkan yang tercatat sebagai pelajar kelas 12 IPS di SMA Negeri 9 Surabaya mengaku masih konsentrasi di Virtual Wushu Championship Seri II dan Sirkuit Wushu 2021 yang menjadi seleksi terakhir menuju pelatnas junior. “Keinginan menyusul abang ke pelatnas pasti ada. Dan, saya juga ingin meraih prestasi sepertinya yang menjadi juara dunia dan juara SEA Games,” katanya. Kebanggaan juga diontarkan orang tua Pingkan atas prestasi yang telah dicapai anaknya tersebut. “Kami bangga Pingkan mampu meraih emas di VWC Seri II. Dan, saya berharap dia tidak cepat puas dan harus lebih terpacu untuk meraih prestasi pada event-even lain,” ujar sang ayah. Biodata Nama: Pingkan Maretta Siregar Tanggal Lahir: 16 Maret 2003 Tempat Lahir: Surabaya Klub: Yasanis Surabaya Idola: Lindswell Kwok dan Ma Jian Chao Prestasi – Emas Taiji Jian Virtual Wushu Championship Seri II 2020 – Emas Taiji Quan Porprov Jatim 2019 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Sarawak Wuwang Cup 2019 – Emas Taiji Jian Kejurnas Wushu Babel 2019 – Emas Taijin Jian dan Emas Taiji Quan Piala Raja Hamangkubuwono X 2018 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Kejurnas Yogyakarta 2018 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Piala Walikota Surabaya 2018 – Perunggu Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan Kejurnas 2017 – 1 Emas Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan BWC 2015 – Perunggu Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan Inti Bayangan OWC 2015 – Emas Taiji Jian BWOC 2014 – Emas Taiji Jian dan Perak Taiji Quan YOWC 2014

Melalui Jirex’s Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Melalui Jirex's Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Jirex’s Football Academy Indonesia yang merupakaan binaan dari Kementerian Perdagangan hadir sebagai wadah pembinaan dan mengembangkan potensi anak-anak daerah yang berprestasi di sepak bola, guna mewujudkan mimpinya menjadi pemain profesional. Akademi sepak bola yang dibentuk pada 6 Januari 2019 lalu ini mengakomodir anak-anak daerah yang potensial, yang kurang terakomodir untuk bersaing di nasional. Mereka akan dibina secara profesional dan masuk program reguler. Tentu dengan fasilitas yang tergolong bagus dan lengkap. Usia yang dibina mulai dari anak kelahiran tahun 2006, 2007 dan 2008. Bagi anak-anak yang lolos ke akademi ini akan tinggal di dalam mes. Selain latihan (termasuk gym), sekolah anak-anak pun diperhatikan. Selain itu, anak-anak tidak hanya diasah bakat sepak bola, mereka juga akan diperhatikan dari sisi karakter. Harapannya, para anak-anak ini tidak hanya berbakat di lapangan saja melainkan di luar lapangan juga memiliki karakter yang baik. “Senin mereka latihan sore, Selasa latihannya pagi dan sore, hari Rabu mereka renang, hari Kamis latihan pagi dan sore, di Jumat, mereka akan Gym, Sabtu ada latihan pagi dan sore, sedangkan Minggu ada game, baik itu ikut turnamen, trofeo dll,” ujar Yendra Gandi selaku ketua Jirex’s Football Academy Indonesia, yang juga ASN di Kementerian Perdagangan, dilansir dari Tribun News. Ingin memberikan sumbangsih bagi negara di bidang sepak bola, akademi ini pun ketat dalam mengontrol anak khususnya berkaitan dengan sosial media. Di dalam mes tim, aturan belajar, berlatih pun telah tertata. Anak-anak hanya memegang handphone saat jam belajar baik pagi dan malam. “Di mes, kala pagi anak-anak latihan, kemudian belajar. Disini kami mengizinkan mereka menggunakan Handphone karena belajar saat ini kan sistem online. Setelah belajar usai, handphone kami kumpulkan. Sore kami salat berjamaah. Malam kami makan bersama dan baca Alquran bagi agama muslim, setelahnya kami memberikan handphone guna mereka belajar online, lalu akan kami kumpulkan jam 21.00 WIB,” ucapnya. Etika seorang atlet pun diajarkan kepada anak-anak. Karakter seorang atlet, baik disiplin dan sikap menjadi program utama di akademi ini sebelum masuk ke tahap teknik dan taktikal. Saat ini, dalam tim reguler berisikan 18 pemain yang berasal dari daerah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bengkulu, Sumatera Barat dan Riau.

Gala Siswa Indonesia: Lebih Dari Sekadar Pelatihan

Gala Siswa Indonesia: Lebih Dari Sekadar Pelatihan

Pelaksanaan Training Center Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2020 resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Minggu (29/11). Selain dihadiri oleh Plt Sekjen PSSI, acara yang telah dimulai sejak 14 November 2020 lalu ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi, Penasehat Teknik PSSI, Danurwindo, serta Direktur Teknik dan Duta Gala Siswa Indonesia, Indra Sjafri. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, yang hadir secara daring pun mengapresiasi terselenggaranya GSI tingkat SMP ini. “Adanya pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi kita semua. Tetapi itu tidak menutup kreativitas kita untuk terus berolahraga. Situasi pandemi justru menjadi penyemangat bagi pemain-pemain muda yang ada di GSI untuk bermain sepakbola dengan sungguh-sungguh, bermain secara tim dan sportif. Ini menjadi nilai penting dalam pembangunan karakter yang baik. Terima kasih kepada Kemendikbud, kiranya kerja sama ini akan terus terjalin untuk kepentingan olahraga dan sepakbola nasional,” ungkap Iriawan, seperti dilansir dari laman resmi PSSI. Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, yang juga turut hadir secara daring. “Betapa bangganya saya karena di tengah pandemi Covid-19, adik-adik dan semua pihak yang terlibat tetap semangat dalam menanamkan nilai-nilai karakter sportivitas dan kebangsaan yakni mengkampanyekan pentingnya olahraga demi kesehatan jasmani dan rohani. Terima kasih kepada PSSI yang sudah berkolaborasi bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikbud dalam menyediakan pedoman protokol pencegahan Covid-19 standar FIFA dan Pelatnas, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan suasana yang hangat dan nyaman bagi semua pihak,” ujar Nadiem. Gala Siswa Indonesia merupakan program kolaborasi tahunan antara Kemendikbud dan PSSI. Berbeda dari penyelenggaraan Tahun sebelumnya, proses seleksi gelaran GSI tahun ini dilakukan secara virtual atau daring. Proses seleksi yang dilakukan pun dari tingkat provinsi, dengan melibatkan pelatih, guru-guru olahraga dan Asprov PSSI, yang kemudian disaring menjadi 150 anak dari perwakilan 34 provinsi dan akan dibagi menjadi beberapa tim. Para pemain yang terpilih bukan hanya mendapatkan pelatihan di lapangan, namun juga diberikan materi lain yakni menyangkut nutrisi hingga cara berbicara di depan umum. “Apa yang dilakukan oleh Kemendikbud merupakan program yang terkoneksi, terkoordinasi dengan bagus, efektif di tengah-tengah pandemi Covid-19,” ujar Yunus Nusi. “Kami ucapkan terima kasih kepada pahlawan-pahlawan kami yakni para mantan pemain timnas, pemain liga profesional yang beberapa hari yang lalu hingga hari ini setia bersama PSSI dan Kemendikbud untuk mencari talenta-talenta muda Indonesia yang hari ini berada di tengah-tengah kita,” lanjutnya Sebanyak 14 pelatih ikut andil dalam terselenggaranya training centre ini. Adapun 150 pemain terpilih pada training centre GSI tingkat SMP 2020 ini telat diciutkan menjadi 30 pemain yang nantinya akan dipantau dan dimonitor untuk menjadi bank data bagi PSSI sebagai langkah pencarian bakat Timnas U-16 selanjutnya. “Tidak menutup kemungkinan para alumni Gala Siswa Indonesia bisa menjadi pustaka Timnas Indonesia yang akan menjadi bagian dari seleksi Timnas U-16 di tahun yang akan datang,” tutup Yunus Nusi.

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI ‘Main Bola Yuk’ Dibanjiri Peserta

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI 'Main Bola Yuk' Dibanjiri Peserta

Sebanyak 310 anak-anak mengikuti kegiatan “Main Bola Yuk” yang merupakan program Kemenpora RI dan Youth Fun Juggling Competition di Ballroom Grand Artos Hotel Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/11). “Main Bola Yuk” menurut Menpora RI, Zainudin Amali, program ini merupakan bagian dari program untuk memberikan semangat kepada pemain usia dini. Program ini menjadi perhatian dan fokus pemerintah bersama PSSI dan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia dalam rangka meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia menuju pentas dunia. Selain itu, “Main Bola Yuk” juga merupakan salah satu bentuk respon dari Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. “Tak cukup hanya slogan saja. Melalui program tersebut para pemain usia dini pun akan berkompetisi melalui Youth Fun Junggling Competition untuk menarik minat dan mencari bakat anak-anak muda Indonesia di sepak bola,” ujarnya dari laman resmi kemenpora.go.id, Senin (30/11). Menpora RI berharap, persepakbolaan nasional akan mendapatkan dukung secara penuh dari masyarakat. “Itulah tujuan Kemenpora RI melaksanakan Youth Fun Juggling Competition. Penyelengaraan ini kami gelar di 36 Kota dan Kabupaten. Khususnya daerah yang sepakbolanya sedang bergairah. Tidak menutup kemungkinan, ke depan di tempat lain juga akan kita gelar program semacam ini,” tambah Menpora RI. Sementara itu, kegiatan ini bagi Kabupaten Magelang dianggap sebagai sarana mencari bibit unggul pemain sepakbola usia dini. Lebih lanjut, Kadisparpora Magelang, Iwan Sutiarso, berharap jika nantinya akan bermunculan pesepakbola berprestasi asal Magelang seperti Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. “Terima kasih kepada Kemenpora RI. Kesempatan ini luar biasa, dari sekian banyak kabupaten/kota, Magelang terpilih menjadi salah satunya. Kegiatan ini merupakan bagian untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola usia dini,” ujar Iwan Sutiarso saat membuka acara ‘Main Bola Yuk’. “Semoga adik-adik peserta semua juga bisa menjadi seperti Bagus, Bagas bahkan bisa lebih hingga ke tingkat internasional, semua butuh proses panjang dari usia dini, kami apresiasi kegiatan seperti ini. Ini juga sebagai adaptasi baru cara berlatih di tengah pandemi,” tutur Iwan menambahkan. Mantan pemain PSIS Semarang, M. Irfan, yang turut hadir juga mengapresiasi upaya Kemenpora menggelar acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition ini. “Kemenpora luar biasa menggelar kegiatan ini sebagai dasar pembinaan atlet usia dini. Dan merupakan sejarah membangun enam stadion untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional menuju pentas dunia,” ujar pria yang saat ini juga menjadi pelatih PON Jateng ini. “Fase grassroad seperti ini (pengenalan bakat, penemuan bakat, pembentukan bakat dan penetrasian bakat) bagus sekali dan harus ditaati dengan sesuai kurikulum yang baik. Makanya lisensi pelatih itu penting untuk melakukan pengembangan agar tidak sembarangan. Persepsinya untuk anak-anak usia 16 tahun kebawah ini adalah pengembangan, jangan ada tekanan, karena mereka akan berkreasi dengan sendirinya. Tetapi, harus tetap ditetapkan mental pemenang, kejujuran, patuh dan hormat kepada pelatih, guru dan orang tua,” terangnya. Sedangkan Ketua Askab PSSI Magelang, Rohman Rokhim, merasa bangga dan apresiasi kepada Kemenpora atas acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition yang digelar di Magelang. “Kegiatan ini menambah semangat dan motivasi kepada kami dan memberikan semangat kepada anak-anak bermain sepak bola. Semoga Kemenpora akan lebih banyak menggelar acara seperti ini, terlebih ada kompetisi yang sebenarnya maka anak-anak akan lebih semangat menggelorakan sepak bola ini,” jelasnya. Kegiatan ini diikuti peserta dengan usia 12-16 tahun dari 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Magelang. Karena adanya dampak Pandemi Covid-19, maka hanya ada 30 peserta yang mengikuti secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, sementara 280 peserta lainnya mengikuti secara virtual. Anugrah Rizky dari SSB Indonesia Muda berhasil menjadi pemenang usai melakukan jugling selama 2 menit 13 detik. Pemenang akan mendapat hadiah berupa jersey resmi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.

Banyak Turnamen Dibatalkan, PB Djarum Gelar Liga PB Djarum 2020

Banyak Turnamen Dibatalkan, PB Djarum Gelar Liga PB Djarum 2020

Ditengah situasi pandemi yang hingga saat ini belum juga mereda, banyak turnamen-turnamen bulu tangkis yang terpaksa harus dibatalkan, termasuk Kejuaraan Dunia Junior 2020. Hal tersebut membuat PB Djarum harus pandai-pandai melakukan hal-hal untuk menjaga jiwa kompetitif para atlet binaan mereka. Klub yang bermarkas di Kota Kudus, Jawa Tengah, ini akhirnya berinisiatif untuk menggelar Liga PB Djarum 2020 dengan mengusung jargon “Semangat Muda, Semangat Juara”. Rencananya, turnamen internal ini akan digelar pada 7-13 Desember 2020 di GOR Djarum Jati. Tidak seperti edisi sebelumnya, Liga PB Djarum 2020 kali ini tidak hanya akan menampilkan nomor perorangan, melainkan juga nomor beregu. Dilansir dari akun resmi PB Djarum di Twitter, turnamen ini menyediakan format turnamen beregu dari beragam usia. Untuk nomor beregu, akan dibagi ke dalam 8 tim putra dan 6 tim putri. Setiap tim nantinya akan diperkuat mulai dari atlet U-15 hingga atlet dewasa. Beregu putra akan dibagi menjadi dua grup, juara dan runner-up tiap grup akan lolos ke babak semifinal. Kemudian pada nomor beregu putri, hanya ada satu grup, di mana mereka akan bermain setengah kompetisi. Selain itu ada beberapa kelompok usia di turnamen perorangan. Tunggal putra terdiri dari U-11 dan 13, U-15, U-17, U-19, dan dewasa. Tunggal putri terdiri dari U-11 dan 13, U-15, U-17, U-19 dan dewasa. Ganda putra terdiri dari U-13, U-15, U-17, U-19 dan dewasa. Ganda putri terdiri dari U-13, U-15, U-17, U-19 dan dewasa. Sedangkan ganda campuran terdiri dari U-17, U-19, dan dewasa. Menariknya, para atlet boleh bermain rangkap baik di tunggal dan ganda atau rangkat naik satu tingkat usia. Semua pertandingan Liga PB Djarum ini akan disiarkan langsung secara Live melalui akun media sosial PB Djarum di YouTube, Facebook, dan Kaskus TV.

Sempat “Tarik-Ulur”, Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Usai "Tarik-Ulur", Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Polemik antara Barito Putera dengan Bagus Kahfi terkait kepindahan sang pemain ke klub Belanda, FC Utrecht, akhirnya menemukan “titik terang”. Pihak Barito menyatakan pihaknya sudah melepas Bagus ke FC Utrecht. Hal ini diutarakan langsung oleh pemilik Barito Putera, Hasnuryadi Sulaeman, saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Bagus Kahfi di kawasan Kebayoran, Jakarta, pada Selasa (1/2/2020) malam. Hasnur menegaskan Barito sudah mengirimkan surat resmi ke FC Utrecht. “Kami sudah bersurat ke Utrecht semoga secepatnya karena ini juga untuk menangani cederanya bukan untuk bermain tapi buat tangani itu,” ucap Hasnur. Hasnur menegaskan, Barito akan menepati janji awalnya, yakni selalu mendukung pemainnya yang hendak bermain di luar negeri. Terlebih dengan bermain di Eropa bisa membawa perubahan untuk Bagus dan juga untuk Timnas Indonesia nantinya. “Bagus sebelumnya sudah silahtuhrami ke Banjarmasin terus kami minta waktu, kemarin trial dia merasa sudah cocok,” beber Hasnur. “Barito putera mendukung dan InsyAllah memberikan yang terbaik untuk karier Bagus bergabung dengan Utrecht semoga berkah dan membawa kebaikan untuk timnas indonesia,” pungkas Hasnur. Sementara itu, PSSI yang diwakili oleh Mochamad Iriawan mengaku mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Barito Putera. Tentu PSSI selaku Federasi Sepak bola Tertinggi di Indonesia sangat mendukung keputusan Barito Putera. “Terima kasih dari PSSI kepada Barito Putera yang sudah membesarkan Bagus selama ini dan membikin klub Eropa tertarik untuk mengambilnya. Kami mendukung Bagus Kahfi berkarier di Eropa,” kata Iriawan. “Keikhlasan beliau (Hasnuryadi Sulaiman) luar biasa dan saya angkat topi. Ini tentu menjadi tauladan bagi tim yang lain. Untuk Bagus, kami berharap ia terus bersemangat, kerja keras dan selalu bermain maksimal. Dan saat panggilan ke timnas Indonesia ia harus kembali,” tambah Iriawan. Sebelumnya, FC Utrecht telah memberikan tawaran hingga Jumat (27/11/2020) kepada Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Namun, tim asal Banjarmasin itu belum bisa melepas Bagus. Rencana proses perpindahan ini dibantu oleh Mola TV. Seperti diketahui, Mola TV bekerja sama dengan PSSI membuat program Garuda Select untuk memberikan pelatihan terbaik kepada pemain Indonesia di Inggris selama enam bulan. Biodata: Nama: Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri Tanggal Lahir: 16 Januari 2002 Tempat Lahir: Magelang Posisi: Pemain Depan Prestasi: Top Skor Piala Soeratin U-15 (2017) Top Skor Piala AFF U16 (2018) Fun Fact: Bagus Kahfi memiliki saudara kembar yang juga merupakan seorang pesepakbola bernama Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi. Keduanya lahir pada tanggal dan tempat yang sama. Bagus merupakan kakak dari Bagas. Bagas dan Bagus secara fisik punya kemiripan yang identik. Namun, bila diamati lebih seksama, postur tubuh Bagas lebih tinggi daripada Bagus. Bagas juga memiliki codet bekas luka jahitan di bawah mata.