BATC 2024: Langkah Tim Putra Terhenti di Perempat Final

Kabar kurang menggembirakan juga datang dari tim putra Indonesia yang berlaga di Selangor Badminton Asia Team Championships 2024. Mereka harus menghentikan perjuangannya setelah kalah dari Tiongkok dengan skor tipis 2-3 di babak perempat final yang baru saja berakhir, Jumat (16/2) di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia. Dua poin kemenangan bagi Indonesia sendiri dipersembahkan oleh ganda putra yang turun di partai kedua pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang turun di partai keempat. Sementar itu tiga wakil tunggal putra Merah-Putih yang diturunkan hari ini, Yaitu Chico Aura Dwi Wardoyo, Alwi Farhan dan juga Yohanes Saut Marcellyno gagal menyumbangkan poin usai kalah dari lawan-lawannya. Dengan demikian, pupus sudah harapan tim putra Indonesia untuk bisa melangkah lebih jauh di turnamen ini. Hasil inipun tidak lebih bagus dari pencapaian sebelumnya yang berlangsung dua tahun lalu Dimana tim putra Indonesia harus finis sebagai runner up setelah kalah di final oleh tuan rumah. Berikut hasil pertandingan Indonesia VS Tiongkok: Tunggal putra: Chico Aura Dwi Wardoyo VS Weng Hong Yang 11-21, 11-21 Ganda putra: Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana VS He Ji Ting/Ren Xiang Yu 21-19, 21-19 Tunggal putra: Alwi Farhan VS Lei Lan Xi 14-21, 10-21 Ganda putra: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin VS Chen Bo Yang/Liu Yi 21-14, 21-18 Tunggal Putra: Yohanes Saut Marcellyno VS Wang Zheng Xing 15-21, 22-24 Sumber: PB Djarum

BATC 2024: Tim Putri Indonesia Terhenti di Semifinal

Perjuangan tim bulu tangkis putri Indonesia harus terhenti di babak semifinal pada ajang Selangor Badminton Asia Team Championships 2024, yang saat ini tengah berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia. Kekalahan itu diterima setelah kalah 1-3 atas Thailand pada Sabtu (17/2). Satu-satunya poin yang didapat oleh tim Merah-Putih datang dari tunggal kedua yang turun di partai ketiga, Ester Nurumi Tri Wardoyo. Ia mampu menjadi penyumbang poin-satu-satunya pada turnamen ini setelah menang dari Busanan Ongbamrungphan dengan 25-23, 21-16, kemenangan Ester kala itu membuat kedudukan 1-2. Sayangnya pada partai keempat yang diwakili oleh ganda Putri racikan baru Amallia Cahaya Pratiwi/Rachel Allessya Rose, tak mampu menembus perlawanan pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard. Amallia/Rachel kalah 22-24, 14-21. “Kami sebenarnya bisa tampil baik kendati baru pertama kali dimainkan sebagai pasangan. Meski tampil sebagai pasangan baru, sebelumnya kami sudah sering berlatih bersama di pelatnas. Jalannya pertandingan pada game pertama memang bisa berjalan ketat. Sampai terjadi setting. Sayang peluang bisa menang itu gagal kami dapatkan. Cuma di game kedua lawan sudah mengantisipasi,” Ungkap Amalia. “Tetap bersyukur walaupun hasilnya kami kalah. Kami sebenarnya juga tidak mau kalah. Kekalahan ini lebih banyak karena lawan bermain lebih baik dan juga lebih berpengalaman. Mentalnya lebih bagus dibanding kami. Banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari sini,” jelas Rachel. Berikut hasil pertandingan Indonesia VS Thailand: Tunggal putri: Putri Kusuma Wardani VS Supanida Katethong 17-21, 19-21 Ganda Putri: Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto VS Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 20-22, 14-21 Tunggal putri: Ester Nurumi Tri Wardoyo VS Busanan Ongbamrungphan 25-23, 21-16 Ganda Putri: Amallia Cahaya Pratiwi/Rachel Allessya Rose VS Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard 22-24, 14-21 Tunggal putri: Komang Ayu Cahya Dewi VS Pornpicha Choeikeewong – tidak dimainkan Sumber: PB Djarum

Selamat Berjuang, Tim Indonesia!

Tim bulu tangkis Indonesia bertolak ke Malaysia untuk berjuang pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championship (BATC) 2024, yang digelar di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, 13-18 Februari. Rombongan berkekuatan 8 pemain putra dan 10 pemain putri, berserta pelatih, manajer tim, dan tim pendukung ini, bertolak ke negeri jiran dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines. “Sore ini tim bulu tangkis Indonesia berangkat ke Malaysia untuk mengikuti ajang beregu putra-putri BATC. Kondisi tim semua juga sehat dan prima. Mereka berangkat dengan mengusung semangat besar dan kekompakan. Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia agar kami bisa tampil optimal,” ujar manajer tim Indonesia Rionny Mainaky, melalui siaran pers Humas PP PBSI. Untuk bertarung pada BATC 2024, skuad “Merah Putih” telah memilih nama-nama pemain. Di tim putra, untuk nomor tunggal diperkuat Chico Aura Dwi Wardoyo, Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcellyno, dan Alvi Wijaya Chairullah. Sementara di nomor ganda, diwakili Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Nantinya, Rahmat/Yeremia akan menyusul ke Negeri Jiran usai mengikuti kejuaraan di Sri Lanka. Sementara di tim putri, pada sektor tunggal dibela Putri Kusuma Wardani, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi, dan Stephanie Widjaja. Sedangkan untuk ganda mengandalkan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari, dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Tim meninggalkan Tanah Air dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (10/2), pada pukul 15.45 WIB. Sumber: Djarum Badminton

BATC 2024: Pemain Indonesia Siap Tempur

Sejumlah pemain yang memperkuat tim bulu tangkis Indonesia pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championships (BATC) 2024, menyatakan siap tempur. Dalam kejuaraan ini, tim putra “Merah Putih” akan bergabung di Grup D bersama Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Sementara, tim putri tergabung di Grup X bersama Hong Kong dan Kazakhstan. “Kami tentu siap tempur. Berbekal kebersamaan dan kekompakan, kami siap berjuang,” tutur pemain tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo, melalui siaran pers Humas PP PBSI, Sabtu (10/2). “Sebagai ujung tombak tim putri, aku memang merasa ada sedikit tegang, karena di tim sekarang sudah tidak ada Kak Gregoria (Gregoria Mariska Tunjung). Cuma aku pernah merasakan tampil di nomor beregu. Jadi saat turun sebagai pembuka itu memang susah-susah gampang. Aku hanya ingin bemain baik dan memiliki tekad tidak mau kalahnya harus ada di setiap turun bertanding,” jelas tunggal putri “Merah Putih”, Putri KW. Pemain debutan di nomor tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo, juga menyatakan siap bertarung dan ingin bermain baik. Dia akan berusaha menyumbang poin setiap diberi kepercayaan saat diturunkan. “Saya hanya ingin bermain baik. Ini penampilan pertama saya di BATC. Kalau dipercaya tampil, saya akan berusaha bisa menyumbangkan poin untuk tim,” katanya. Sementara pemain ganda, Bagas Maulana juga menyebut dirinya siap untuk tampil di kejuaraan beregu Asia ini. Bersama Muhammad Shohibul Fikri, ganda ini siap jadi andalan untuk menyumbang angka. “Kami siap tanding dan siap tempur. Targetnya ingin bermain bagus setiap ditampilkan. Kami akan fokus di penyisihan grup dulu,” ucap Bagas. Pada kejuaraan edisi 2024 yang juga digelar di Selangor, Malaysia, 13-18 Februari, tim putri untuk kali pertama tampil sebagai juara usai di final mengalahkan Korea Selatan 3-1. Sedangkan tim putra, harus puas sebagai runner-up setelah kalah 0-3 dari Malaysia yang turun dengan kekuatan terbaiknya. Rombongan berkekuatan 8 pemain putra dan 10 pemain putri, berserta pelatih, manajer tim, dan tim pendukung ini, bertolak ke negeri jiran dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines. Tim meninggalkan Tanah Air dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (10/2), pada pukul 15.45 WIB. Sumber: Djarum Badminton

Dua Turnamen Ini Siap Dukung Pencarian Atlet Bulu Tangkis Berbakat

Pamor olahraga bulu tangkis di Indonesia memang sangat terkenal. Antusiasme tinggi masyarakat pun tak hanya pada saat menyaksikan pertandingan saja, melainkan juga saat “berlomba” untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional. Banyak para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke akademi/sekolah atau bahkan turnamen bulu tangkis untuk menyalurkan minat anaknya terhadap bulu tangkis. Atas besarnya antusiasme tersebut, pada Maret dan April 2021 tercatat dua agenda turnamen pembibitan bulu tangkis usia dini hingga pemula. Dua turnamen bulu tangkis ini diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olahraga, Eagle. “Kami menyelenggarakan di Cikampek dan Bogor,” kata Direktur Marketing Eagle dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/3/2021). Untuk turnamen di Cikampek, Jawa Barat bernama Dewi Sport Cup. Tanggal penyelenggaraan adalah pada 28-30 Maret 2021. Sementara itu, Di Bogor, turnamen serupa diberi nama Eagel MPBI Open yang berlangsung pada 4-10 April 2021. “Ini bentuk dukungan kami agar atlet bulu tangkis Indonesia meraih prestasi terbaik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Cindy Jane. Secara rinci, turnamen pembibitan ini ada dalam lingkup pemain putra dan putri kelahiran 2007 sampai dengan 2012. Eagle RRD Cup, kata Cindy Jane lagi, merupakan turnamen bulutangkis berskala nasional pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19. Turnamen dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah meluasnya pandemi Covid-19. Untuk mencegah membludaknya peserta, panitia pun membatasi nomor pertandingan yakni hanya 11 kategori. Kendati kategori pertandingan dibatasi, peserta yang hadir tetap terbilang banyak yakni 524 atlet. Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Solo, Klaten, Palembang, dan Cilacap. Cindy menambahkan, selain medali, para pemenang juga mendapat hadiah sepatu bulu tangkis Eagle. Pada edisi sebelumnya, Eagle RRD Cup 1 2021 yang digelar di GOR Arhath, kawasan Bojong Sari, Kota Depok, Jawa Barat, pada 10-14 Maret 2021, klub bulu tangkis PB Jaya Raya Metland menjadi juara umum. Pada turnamen tersebut, Jaya Raya Metland mengoleksi raihan tertinggi yakni 3 medali emas dan 1 perak.

Jaring Atlet Muda Berbakat, Sarawijaya Dana Mandiri Cup I Sukses Digelar

Para Peserta Sarawijaya Dana Mandiri Cup I

Sebanyak 549 pebulu tangkis putra-putri dari berbagai kategori usia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis ‘Sarawijaya Dana Mandiri Cup I/2020’ di GOR Praja, Badung, Rabu (16/12) malam, hingga Minggu (20/12) malam. Peserta tidak hanya berasal dari Bali, melainkan juga dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Total ada 33 klub bulu tangkis yang mengikuti kejuaraan ini. Kategori yang diperlombakan yakni mulai dari pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17) dan taruna (U-19). Ketua Panpel, Ni Putu Desiana Ratna Dewi, mengaku tidak menyangka dengan antusiasme yang diberikan oleh masyarakat. Meski digelar ditengah pandemi, jumlah peserta yang ikut membludak. Kendati demikian, panitia pelaksana tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jadi, penonton di GOR sangat terbatas, sehingga tidak terjadi kerumunan massa,” ujar Putu Desiana. “Bagi peserta dari luar Bali seperti Mataram, wajib menjalani rapid test,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk menjaring atlet berbakat dan bertalenta di usia dini. Khusus bagi juara tunggal putra dan putri, kelompok pemula dan remaja, akan dibiayai guna berlanjut ke ajang nasional. Di sisi lain, Ketua umum Pengkab PBSI Buleleng, Gede Darmawan, mengatakan, jika ia dan pihaknya salut atas terselenggaranya kejuaraan ini meski ditengah keterbatasan karena pandemi. Menurut Darmawan, pihaknya menjaring 19 atlet yang akan dibina oleh PBSI Buleleng. 19 atlet tersebut terdiri atas 12 atlet putra dan 7 atlet putri.

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Dalam rangka menjaring atlet-atlet muda bulu tangkis, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengadakan turnamen bulu tangkis bertajuk Kejuaran Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. Turnamen ini digelar untuk wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) khususnya wilayah OKU, OKU Timur dan OKU Selatan. Turnamen ini nantinya akan dipusatkan di Gor Baturaja. Pada upacara pembukaan secara virtual dari Griya Agung Palembang itu, Deru menyambut baik turnamen ini. Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai tuan rumah Kejuaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. “Melalui turnamen ini kita harapkan akan muncul lebih banyak lagi bakat-bakat baru.  Dan memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, pemula dan remaja,” ujar Deru, dilansir dari Moeslim Choice. Lebih lanjut, Deru menjelaskan jika turnamen ini dikhususkan untuk atlet muda, mulai dari 13 tahun sampai usia 16 tahun. Sehingga menjadi momentum persemaian atlet muda di pelosok kabupaten/kota di Sumsel. Para atlet inilah, kelak akan mengisi daftar sebagai atlet berprestasi Sumsel dan Nasional,” tegas Deru. Selain itu, Deru menilai, adanya penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai bukti pemanfaatan venue GOR di kabupaten/kota dapat lebih maksimal untuk pembinaan atlet daerah. “Setelah penyelenggaraan ini juga akan digelar event badminton berskala dunia dan bergengsi lainnya, untuk pembinaan berkelanjutan,” ucapnya. Tak lupa, orang nomor satu di Sumsel ini juga memberikan pesan kepada atlet agar bertanding dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur olahraga dan bisa mempersembahkan prestasi terbaik. “Percayalah apa yang dilakukan akan sangat besar artinya, baik bagi kita semua maupun Provinsi Sumsel yang sama-sama kita cintai ini,” tandasnya. Sementara itu, Roy Sapril selaku ketua panitia pelaksana menyebut, pada penyelenggaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021 Zona 1 ini diikuti 155 peserta yang berasal dari OKU Raya. Yakni 76 peserta dari OKU, 56 peserta dari OKU Selatan dan 23 peserta dari OKU Timur. Pelaksanaan selama 3 hari mulai tanggal 17 November sampai dengan 20 November 2020. Pembukaan telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 November 2020 di gedung olahraga Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu dan akan ditutup Jumat tanggal 20 November 2020 mendatang. “Para pemenang akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan untuk setiap kategori perlombaan baik tingkat SMP dan SMA sederajat,” ujarnya.

Jaring Talenta Bulu Tangkis, Bupati Bangka Cup Digelar

Patuhi Protokol Kesehatan, Bupati Bangka Cup Digelar Tanpa Penonton

Kejuaraan bulu tangkis Bupati Bangka Cup 2020 akan dimulai besok, Selasa (27/10/2020) di Stadion Orom Sungailiat. Sebanyak 115 atlet dari berbagai wilayah Kabupaten Bangka memastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Meski digelar ditengah pandemi, Bupati Bangka Cup akan digelar tanpa penonton demi mematuhi protokol kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Julian Saputra, Senin (26/10/2020) petang. “Kita gelar tanpa penonton di Lapangan Bulutangkis Orom yang mendaftar hingga penutupan sebanyak 115 atlet,” kata Julian Saputra, dilansir dari Bangkapos.com. 115 Pebulutangkis yang ambil bagian terbagi dalam 5 nomor. Untuk nomor tunggal putra kelahiran 2010 diikuti sebanyak 21 atlet, sementara untuk tunggal putri kelahiran tahun 2010 diikuti 11 atlet. Selanjutnya tunggal putra kelahiran 2008 diikuti 21 atlet, tunggal putri kelahiran 2004 diikuti 15 atlet, tunggal putra kelahiran 2004 diikuti 21 atlet. Kemudian ganda putra veteran diikuti 18 atlet dan ganda putra umum 8 atlet. Menurut Julian Saputra pihaknya telah berkeliling kecamatan kecamatan di Kabupaten Bangka mempromosikan kejuaraan termasuk memasang spanduk ditempat tempat strategis dan membagikan brosur. “Sudah kita informasikan sejak satu bulan ini intensif,” kata Julian Saputra. Diharapkan dari kejuaraan yang digelar setiap tahun ini akan muncul atlet atlet bulutangkis potensial. Dimana akan ditindaklanjuti dengan pembinaan oleh PBSI Bangka bekerjasama dengan klub bulutangkis tempat atlet bernaung. “Terus terang pebulutangkis usia muda di Kabupaten Bangka angkanya terus menurun tentunya lewat ajang ini kita bisa menjaring atlet potensial untuk dapat mengharumkan nama Kabupaten Bangka,” kata Julian.

Pengda PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

Evaluasi Pengurus Daerah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengda PBSI) Kabupaten Bangka melihat potensi atlet bulu tangkis yang dimiliki Bangka masih belum maksimal. Atas dasar tersebut, Pengda PBSI berencana menggelar kejuaraan bulu tangkis untuk level junior yang diberi judul Kejuaran Bulu Tangkis Junior Bupati Cup 2020. Rencana kejuaraan ini telah masuk dalam tahap berikutnya setelah Pengda PBSI Bangka menggelar rapat rencana kegiatan pada Senin (14/9/2020) lalu. Kejuaran ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 15-23 Oktober 2020 di Gedung Bulu Tangkis Orom Sungailiat Kabupaten Bangka. Selain menggelar kejuaraan bulu tangkis junior, pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengda PBSI, Bangka Deny Hasbi tersebut turut mengonfirmasi bahwa akan ada ajang khusus bagi para veteran. “Memang sejumlah even terpaksa tertunda akibat Covid-19 namun kebutuhan atlet bulu tangkis terutama tingkat junior maka akan kita gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 di Orom Sungailiat,” kata Deny seperti dilansir dari Bangkapos.com. Denny menjelaskan jika turnamen ini merupakan hasil dari evaluasi para pengurus terhadap prestasi bulu tangkis Kabupaten Bangka. Sebab pada even Porprov 2018 Bangka Tengah tak satupun medali yang diraih. Selain itu, ia membuat target jangka panjang temasuk untuk even Porprov 2022 di Bangka Barat nanti, atlet bulu tangkis Kabupaten Bangka bisa meraih 1 medali emas. “Kabupaten Bangka adalah daerah yang selalu melahirkan atlet-atlet terbaik diberbagai cabang. Jangan ada lagi di even tingkat provinsi tanpa medali temasuk bulu tangkis. Makanya saya targetkan di Porprov 2022 di Bangka Barat meraih 1 medali emas,” kata Deny. Sementara itu, Julian selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 mengatakan, jika atlet yang ingin mendaftarkan diri adalah atlet bulu tangkis khusus berdomisili di Kabupaten Bangka. Selanjutnya, usia atlet maksimal adalah 16 tahun atau kelahiran 2004 dan minimal 10 tahun atau kelahiran 2010. Sementara untuk veteran wanita minimal berusia 40 tahun dan putra minimal 45 tahun. Senada dengan Denny, Julian pun berharapa agar even ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet bulu tangkis yang potensial dapat mengharumkan Kabupaten Bangka baik tingkat provinsi maupun nasional. Hal tersebut juga berkaitan dengan situasi saat ini yang mana PBSI Bangka kekurangan atlet muda untuk persiapan Porprov 2020 di Bangka Barat. “Sejumlah atlit bulu tangkis potensial dipantau PBSI Bangka untuk ajang Porprov 2020 termasuk saat kejuaran Bulu Tangkis Bupati Cup 2020,” kata Julian.

Langkah Rizki/Della Belum Terbendung, Amankan Tiket Semifinal BAC 2019

Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris sukses mengamankan tiket semifinal BAC 2019. Mereka akan berhadapan dengan ganda tuan rumah unggulan empat Chen Qingchen/Jia Yifan. (PBSI)

Wuhan- Langkah ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris masih belum terbendung di ajang Badminton Asia Championship 2019. Bertanding di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, Jumat (26/4), dobel Merah Putih ranking 16 dunia itu sukses mengamankan tiket semifinal usai menaklukan wakil Taiwan Chang Ching Hui/Yang Chin Tung, straight game, dengan skor 21-12, 21-18. Pada laga yang memakan waktu 38 menit itu, Rizki/Della terus memberikan tekanan pada lawan sejak awal. Bahkan, mereka mampu mengontrol irama permainan Chan/Yang hingga tak mampu mengembangkan permainan. “Memang pasangan Taiwan ini tipe mainnya seperti itu, tidak mudah dimatikan, pertahanannya cukup rapat. Tadi banyak reli-reli panjang. Pada gim pertama, mereka kalau diserang bisa langsung tembus, tapi di gim kedua mereka lebih siap,” tutur Della usai laga. Ditambahkan Rizki, dirinya bersama kolega bisa memenangkan laga dalam dua gim disebabakan lebih siap dibandingkan lawan. “Hari ini bisa menang dua gim langsung, karena kami lebih siap dari lawan,” cetus Rizki. Di babak semifinal BAC 2019, Rizki/Della akan berjumpa dengan wakil Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan (4) yang menang atas Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), rubber game, dengan skor 18-21, 21-16, 21-13, dalam tempo 56 menit. Berdasarkan rekor pertemuan, Rizki/Della belum pernah kalah dari ganda putri tuan rumah itu dalam tiga pertemuan mereka. Terakhir, kedua pasangan ini berjumpa di ajang yang sama pada 2018. “Mau ketemu siapa saja pun sama, yang penting dari kami harus lebih siap. Kami sudah setahun nggak pernah ketemu Chen/Jia. Sekarang Chen/Jia sedang naik lagi performanya,” terang Rizki. Senada, Della mengakui meski belum mengetahui permainan Chen/Jia saat ini, namun mereka siap bertemu dengan siapapun lawan. “Sudah lama nggak ketemu Chen/Jia, kami belum tahu permainan yang sekarang. Mau ketemu siapa saja sama, harus siap,” tukas Della. (Adt)

776 Pebulutangkis Dari 13 Negara Panaskan Persaingan Turnamen Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019

Sebanyak 776 pebulutangkis turut meramaikan turnamen bertajuk 'Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019, di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 776 pemain dari 13 negara akan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’, di GOR (Gelanggang Olahraga) PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 30 April – 5 Mei 2019. Turnamen yang dibagi dalam tiga kategori kelompok umur (KU), yakni U-15, U-17 dan U-19 tersebut memiliki gengsi yang cukup tinggi. Sebab, hanya diselenggarakan empat kali selama setahun, yakni dua di Asia dan dua di Eropa. Pemain junior papan atas dunia dipastikan akan hadir karena di turnamen ini poin yang didapat nilainya hanya satu level di bawah kejuaraan dunia. PB Jaya Raya sudah dipercaya menjadi tuan rumah sejak 2016 dan kali ini merupakan penyelenggaraan keempat dengan titel turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’. “Ini sebuah kepercayaan besar bagi Jaya Raya untuk menjadi salah satu tuan rumah. Tentu kami berharap tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga gemilang dengan prestasi pemain-pemain junior Indonesia, terutama dari Jaya Raya,” ujar R. Tony Soehartono, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta, Jumat (26/4). Diungkapkannya, antusias peserta untuk tampil di turnamen ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. “Tahun ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1238, sedangkan tahun lalu jumlahnya 1125 peserta. Namun, setelah menyeleksi administrasi, hanya 776 pemain yang akan tampil pada turnamen kali ini,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Jaya Raya. Tahun lalu, dikategori U-15, Indonesia mendapat dua gelar dari nomor tunggal putri dan ganda putri. Dan untuk kategori U-17, Indonesia meraih tiga gelar dari nomor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putri. Sedangkan di kategori U-19, juaranya didominasi pemain China dengan empat gelar, dan Thailand dengan satu gelar. Sementara itu, Rudy Hartono, Ketua Umum PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini menjadi salah satu barometer kekuatan bulutangkis dunia di masa yang akan datang. Ia berharap dari turnamen ini muncul pemain-pemain potensial masa depan Indonesia. “Kejuaraan ini sangat penting, dimana lingkupnya sudah Asia bahkan dunia, karena kejuaraan junior seperti ini sangat jarang. Dengan adanya kejuaraan ini membuat klub Jaya Raya dan klub-klub bulutangkis lainnya di Indonesia sangat diuntungkan demi memunculkan pemain-pemain potensial di masa depan,” tutur juara All England selama 8 kali pada era 1960-an dan 1970-an. Sedangkan Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menegaskan bila PBSI sangat terbantu dengan adanya turnamen junior ini. Istri dari legenda bulutangkis Alan Budikusuma itu menambahkan kejuaraan yang dikhususkan bagi para pemain muda itu merupakan ajang yang tidak hanya sebagai bahan evaluasi, namun juga sebagai gambaran peta kekuatan untuk mengetahui kemampuan lawan di masa yang akan datang, sehingga bisa terpantau bakat yang mereka miliki sedini mungkin. “Turnamen ini juga masuk dalam perhitungan poin BWF, dan tidak banyak yang menggelar kejuaraan junior seperti ini. Jadi sangat bagus bagi para pemain muda untuk mencari pengalaman serta mendulang poin,” cetus peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol. (Adt)

Melenggang ke Babak 16 Besar BAC 2019, Pebulutangkis 19 Tahun asal Wonogiri Tak Puas Dengan Performanya

Gregoria Mariska Tunjung lolos ke babak 16 besar BAC 2019 dan berjumpa dengan unggulan satu asal Tiongkok Chen Yufei. (PBSI)

Wuhan- Tunggal putri Merah Putih Gregoria Mariska Tunjung berhasil melenggang ke babak kedua atau 16 besar turnamen Badminton Asia Championship (BAC) 2019, di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, pada Rabu (24/4). Kepastian itu didapat usai mengalahkan wakil Hong Kong Cheung Ying Mei, dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-16, dalam duel berdurasi 33 menit. Kendati lolos ke babak selanjutnya, pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus, 19 tahun lalu itu mengaku tak puas dengan penampilannya yang dianggap masih belum stabil. “Saya kurang puas sama mainnya, di gim pertama sempat ramai, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian mulai lagi, permainan saya masih naik-turun,” ujar Gregoria. Di babak 16 besar, penghuni Pelatnas PBSI sejak 2013 itu akan menantang unggulan pertama asal Tiongkok Chen Yufei. Gregoria bertekad membalas kekalahannya atas tunggal putri tuan rumah itu di ajang World Championship 2018. Ketika itu, ia takluk dua gim langsung, dengan skor 17-21, 20-22. “Pastinya mau revans, karena di pertemuan terakhir saya kalah dan di gim keduanya kalah adu setting. Saya ingin menang, tapi saya mau memikirkan cara main dulu, yang penting saya bisa mengeluarkan permainan saya. Target diri sendiri, mau menang dulu lawan Yufei,” lanjutnya. “Sebetulnya senjatanya tidak terlalu mematikan, tapi dia pemain yang tenang, sabar dan punya timing yang pas untuk mencari celah pada lawan. Saya harus lebih sabar dan bisa mengimbangi dari awal, jangan sampai kecolongan start,” tukas juara dunia junior BWF 2017, di Yogyakarta itu. (Adt)

Anthony dan Jonatan Telan Pil Pahit, Tersingkir di Babak Pertama BAC 2019

Anthony Sinisuka Ginting harus tersingkir di ajang BAC 2019 dari wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus, rubber game, 18-21, 21-18, 23-25, di babak pertama. (PBSI)

Wuhan- Tunggal putra utama Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (6) dan Jonatan Christie (8) harus menelan pil pahit di turnamen Badminton Asia Championship 2019. Langkah mereka terhenti di babak pertama usai ditaklukan oleh lawan mereka masing-masing di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, pada Rabu (24/4). Anthony menyerah dari wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus, lewat duel tiga gim langsung, dengan skor 18-21, 21-18, 23-25. Pertandingan berlangsung 74 menit. Ini menjadi kekalahan keenam Anthony atas tunggal putra Hong Kong pemilik ranking 16 dunia itu dari 9 kali pertemuannya. Terakhir mereka berjumpa di ajang All England 2019. Ketika itu, Anthony juga tumbang di babak pertama, rubber game, dengan skor 18-21, 21-13, 21-11. Sedangkan Jonatan harus mengakui ketangguhan wakil Jepang Kenta Nishimoto, rubber game, dengan skor 21-18, 19-21, 21-10, dalam tempo 66 menit. Hasil negatif ini membuat Kenta mampu memangkas rekor pertemuannya dengan peraih medali emas Asian Games 2018 menjadi 6-4. “Sebenrnya bukan nggak cocok dengan permainan lawan, tapi saya yang banyak mati sendiri. Waktu mau reli, mesti jaganya gimana, inisiatif nyerang di poin kritis gimana, ada yang kurang tepat,” ujar Anthony usai laga. “Memang dia pemain yang tidak mudah dimatikan, tipe mainnya reli defense putar serang, jadi harus ikuti dulu, kalau langsung serang bisa jadi bumerang karena dia sudah siap. Sebetulnya serangannya tidak terlalu kencang tapi penempatannya tepat, di sudut-sudut lapangan,” tambah Anthony. Anthony mengaku kecewa dengan hasil yang didapat pada pertandingan ini karena masih belum bisa melewati Ka Long di dua pertemuan terakhir. “Tadi waktu poin kritis, kelihatan sama-sama tegang, karena satu poin itu menentukan, saya sempat leading dan match point, tapi saya belum bisa kontrol,” tutup Anthony. (Adt)

Miliki GOR Bertaraf Internasional, Palembang Jadi Tuan Rumah Sirnas Sumatera Selatan Open 2019

Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tuan rumah Djarum Sirnas 2019, pada 22-27 April ini. (PBSI)

Palembang- Usai sukses digelar di kota Purwokerto, Jawa Tengah, kini waktunya seri kedua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2019 siap dihelat. Jakabaring Sport City (JSC), di Palembang, Sumatera Selatan, akan menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan bulutangkis yang mulai berlangsung Senin (22/4) hingga Sabtu (27/4). Palembang dipercaya sebagai tuan rumah Djarum Sirnas yang ketiga kalinya setelah sebelumnya pada 2012 dan 2015. Untuk itu, Palembang sangat siap menyukseskan perhelatan yang bertajuk Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Sumatera Selatan Open 2019. “Kita memiliki GOR Dempo yang bertaraf Internasional, fasilitas yang terkumplit di Indonesisa, jadi Palembang sangat siap sekali untuk menyukseskan turnamen ini, terbukti dari turnamen yang pernah terselenggara di Palembang ini,” ujar Densyah R.S, Ketua Umum PENGPROV (Pengurus Provinsi) PBSI Sumatera Selatan, Senin (22/4). “Kita juga punya komplek yang terintegrasi dan transportasi dari Bandara hanya sepuluh ribu saja pakai LRT, langsung turun di depan komplek Jakabaring yang menjadi tempat terselenggaranya Djarum Sirnas seri kedua ini,” lanjut pria yang juga Ketua Pelaksana Djarum Sirnas Palembang 2019 itu. Kejuaraan yang akan memperebutkan total hadiah Rp 340 juta ini, akan dihadiri 500 atlet dari 85 klub atau PB se-Indonesia, yang akan menyajikan 491 pertandingan dari kelompok tunggal pemula putra dan putri, tunggal remaja putra dan putri, tunggal taruna putra dan putri, tunggal dewasa putra dan putri, ganda pemula putra dan putri, ganda remaja putra dan putri, ganda taruna putra dan putri, ganda dewasa putra dan putri, ganda campuran remaja, ganda campuran taruna, dan ganda campuran dewasa. Sejauh ini kota Palembang memang menjadi kota yang sering menjadi sorotan karena fasilitas yang bertaraf internasional khususnya tempat pertandingan Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Sumatera Selatan Open 2019, yaitu GOR (Gelanggang Olahraga) Dempo. Kembali, Densyah mengatakan bahwa masyarakat Palembang sangat antusias menyaksikan setiap event yang terselenggara di kota Palembang. “Selain fasilitas yang mumpuni, kita juga punya masyarakat yang antusiasmenya sangat besar terhadap olahraga bulutangkis dan SDM masyarakat Sumatera Selatan Khususnya Palembang, punya SDM yang bagus,” tambahnya. “Tentunya kami berharap Djarum Sirnas kali ini akan kembali berjalan dengan sukses, dan lewat Djarum Sirnas yang akan berlangsung di Palembang kali ini dapat lahir kembali bintang bulutangkis yang bakal bersinar di masa yang akan datang,” tutup Densyah. (Adt)

Pantang Menyerah, Hendra/Ahsan Kampiun All England 2019

Sumber Foto Ist Hendra/Ahsan Juara All England 2019.

Birmingham- Semangat pantang menyerah diperlihatkan duet Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada kejuaraan bulutangkis paling bergengsi sekaligus tertua di dunia, All England. Pasangan senior ini mampu menepis keraguan publik terkait performa mereka setelah Hendra dibekap cedera pada betis kanan saat berlaga di semifinal melawan ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (3), pada Sabtu (9/3). Namun, dalam kondisi yang belum pulih seratus persen, Hendra menunjukan diri sebagai petarung sejati bersama Ahsan dalam laga final, pada Minggu (10/3), dan memastikan menjadi kampiun di Negeri Ratu Elizabeth. The Daddies, julukan keduanya, membawa pulang gelar All England 2019 usai membungkam ganda muda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dalam drama pertarungan tiga gim, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Di gim pertama, Hendra/Ahsan tampil kurang meyakinkan. Kesalahan demi kesalahan dilakukan ganda non pelatnas PBSI Cipayung itu. Alhasil, Aaron/Soh mampu merebut gim pertama dengan mudah. Namun, bermodal ketenangan dan pengalaman, Hendra/Ahsan akhirnya mampu menghentikan perlawanan pasangan Negeri Jiran itu di gim kedua. Usai kebangkitan di gim kedua, Hendra/Ahsan makin tak terbendung. Sebaliknya Aaron/Soh tak mampu mengembangkan permainan dengan terus mendapat tekanan hingga akhir laga. Setelah bertarung selama 48 menit, Hendra/Ahsan akhirnya sukses menuntaskan laga di gim ketiga dengan kemenangan meyakinkan. Hasil positif ini mengulang prestasi mereka di ajang yang sama pada 2014. “Saya fokus ke pertandingan hari ini, sebisa mungkin nggak mikirin kaki saya. Sakitnya masih terasa, tapi lebih baik dari kemarin. Motivasinya harus tinggi, ini partai final dan di All England, kami nggak mau kalah begitu saja,” ujar Hendra usai laga. Sementara itu, Ahsan mengatakan kunci kemenangannya bersama Hendra karena tampil fight, dengan semangat juang tinggi serta menjalankan strategi dengan pengalaman yang mereka miliki. “Dalam keadaan tertekan, kami tetap tenang. Kalaupun kalah kami harus beri perlawanan, harus bisa semaksimal mungkin, dan alhamudlilah kami bisa melalui itu,” timpal Ahsan. Ahsan mengungkapkan kemenangan yang diraih pada tahun ini berbeda dengan pencapaian yang didapat lima tahun lalu. “Bedanya gelar 2014 dengan yang sekarang adalah di umur. Sekarang pemain muda banyak yang kuat-kuat. Kami hanya bisa fokus, bisa gunakan pengalaman, itu berguna,” cetus Ahsan. Hal senada dikatakan Hendra. “Sama dengan Ahsan, yang 2014 dan ini bedanya di umur. Pasti ada rasa spesial, ini turnamen paling tua, bergengsi, senang bisa juara di sini lagi,” tukas pemain kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus, 34 tahun silam itu. Sedangkan Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, yang mendampingi Hendra/Ahsan selama bertanding, menegaskan Hendra/Ahsan punya mental juara. “Mereka punya mental juara. Meski kondisinya nggak prima dan ketinggalan di gim pertama, memang mental juaranya kelihatan. Pemain Malaysia ‘goyang’ banget, terutama di gim ketiga,” terangnya. “Di gim kedua, lawan masih memberi perlawanan. Lalu saat mau tersusul, Hendra/Ahsan sempat ‘goyang’, saya bilang, terus dulu, masih bisa. Saat Hendra/Ahsan terus unggul, lawannya ‘goyang’,” tambah Herry. Kesuksesan Hendra/Ahsan membuat Indonesia berhasil menyambung tradisi gelar All England yang tak pernah putus sejak 2016. Pada 2016, ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menjadi juara, dilanjutkan dengan ganda putra Kevin/Marcus pada 2017 dan 2018. Sedangkan pada 2012, 2013 dan 2014, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengukir sejarah dengan mencetak gelar hat-trick. (Adt)

Bermain Tanpa Beban, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Rebut Gelar Juara World Junior Championship 2018

Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil sukses merebut gelar juara BWF World Junior Championship 2018 usai memenangi perang saudara dengan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, straight game, 21-15, 21-9, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11). (Dok. Humas PBSI)

Toronto- Bertanding tanpa beban di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11) waktu Kanada, duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil sukses merebut gelar juara. Di final kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018 itu, Leo/Indah mampu menaklukan rekan senegaranya Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dua gim langsung dalam tempo 31 menit, dengan skor 21-15, 21-9. “Rasanya nggak nyangka. Nggak percaya bisa menang. Kami senang sekali dan bersyukur atas hasil ini, karena melebihi target kami. Kami pikir akan cukup sulit menghadapi pertandingan hari ini. Karena Rehan/Fadia merupakan pemain yang bagus dan pengalamannya lebih dari kami,” ujar Indah usai laga. “Mereka seperti tertekan karena mungkin unggulan, terakhir di junior dan ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sementara kami main lepas saja. Nggak mikir apa-apa. Bahkan tidak berpikir bisa juara,” lanjut remaja putri kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Maret 2002 itu. Senada, Leo mengungkapkan bila dirinya bersama kolega memainkan laga secara normal. “Kelebihan kami cuma bermain lepas saja. Nggak ada beban sama sekali,” timpal Leo. Kemenangan yang diperoleh Leo/Indah menjadi sebuah kejutan. Karena mereka datang ke Kanada dengan status pasangan non unggulan. Berbeda dengan Rehan/Fadia yang berpredikat sebagai unggulan dua sekaligus runner-up BWF World Junior Championship 2017. “Medali ini kami persembahkan untuk klub kami Djarum (Kudus), keluarga, pelatih, dan semua masyarakat Indonesia,” cetus Indah. Sementara itu, Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia, menilai penampilan anak didiknya tersebut sudah sangat baik. Kendati demikian, menurut Susy, masih perlu ditingkatkan lagi. Mantan pebulutangkis nasional peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona, Spanyol itu menambahkan dirinya bersama tim pelatih sudah mempersiapkan pemain pelapis untuk kejuaraan dunia junior berikutnya. Ia meminta para junior yang masih memiliki kesempatan bertanding tahun depan, dapat mengambil pengalaman dari laga yang berlangsung di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada ini. “Sebagian besar pemain yang kami bawa merupakan gabungan. Ada yang tahun ini akhir junior, namun ada pula yang masih bisa satu sampai dua kali atau bahkan tiga kali lagi turun di junior. Jadi suatu hal yang bagus bagi mereka untuk mencari pengalaman,” tukas istri dari Alan Budikusuma itu. (Adt) Hasil Pertandingan Final BWF World Junior Championship 2018: 1. Tunggal Putra Kunlavut Vitidsarn (Thailand/1) vs Kodal Naraoka (Jepang): 21-9, 21-11 2. Tunggal Putri Goh Jin Wei (Malaysia/3) vs Line Chritophersen (Denmark/13): 21-13, 21-11 3. Ganda Putra Di Zijian/Wang Chan (China/1) vs Tae Yang Shin/Chan Wang (Korea Selatan/10): 21-19, 22-20 4. Ganda Putri Liu Xuanxuan/Xia Yuting (China/1) vs Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh (Malaysia/3): 21-16, 21-16 5. Ganda Campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (Indonesia) vs Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia/2): 21-15, 21-9