Pengda PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

Evaluasi Pengurus Daerah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengda PBSI) Kabupaten Bangka melihat potensi atlet bulu tangkis yang dimiliki Bangka masih belum maksimal. Atas dasar tersebut, Pengda PBSI berencana menggelar kejuaraan bulu tangkis untuk level junior yang diberi judul Kejuaran Bulu Tangkis Junior Bupati Cup 2020. Rencana kejuaraan ini telah masuk dalam tahap berikutnya setelah Pengda PBSI Bangka menggelar rapat rencana kegiatan pada Senin (14/9/2020) lalu. Kejuaran ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 15-23 Oktober 2020 di Gedung Bulu Tangkis Orom Sungailiat Kabupaten Bangka. Selain menggelar kejuaraan bulu tangkis junior, pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengda PBSI, Bangka Deny Hasbi tersebut turut mengonfirmasi bahwa akan ada ajang khusus bagi para veteran. “Memang sejumlah even terpaksa tertunda akibat Covid-19 namun kebutuhan atlet bulu tangkis terutama tingkat junior maka akan kita gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 di Orom Sungailiat,” kata Deny seperti dilansir dari Bangkapos.com. Denny menjelaskan jika turnamen ini merupakan hasil dari evaluasi para pengurus terhadap prestasi bulu tangkis Kabupaten Bangka. Sebab pada even Porprov 2018 Bangka Tengah tak satupun medali yang diraih. Selain itu, ia membuat target jangka panjang temasuk untuk even Porprov 2022 di Bangka Barat nanti, atlet bulu tangkis Kabupaten Bangka bisa meraih 1 medali emas. “Kabupaten Bangka adalah daerah yang selalu melahirkan atlet-atlet terbaik diberbagai cabang. Jangan ada lagi di even tingkat provinsi tanpa medali temasuk bulu tangkis. Makanya saya targetkan di Porprov 2022 di Bangka Barat meraih 1 medali emas,” kata Deny. Sementara itu, Julian selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 mengatakan, jika atlet yang ingin mendaftarkan diri adalah atlet bulu tangkis khusus berdomisili di Kabupaten Bangka. Selanjutnya, usia atlet maksimal adalah 16 tahun atau kelahiran 2004 dan minimal 10 tahun atau kelahiran 2010. Sementara untuk veteran wanita minimal berusia 40 tahun dan putra minimal 45 tahun. Senada dengan Denny, Julian pun berharapa agar even ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet bulu tangkis yang potensial dapat mengharumkan Kabupaten Bangka baik tingkat provinsi maupun nasional. Hal tersebut juga berkaitan dengan situasi saat ini yang mana PBSI Bangka kekurangan atlet muda untuk persiapan Porprov 2020 di Bangka Barat. “Sejumlah atlit bulu tangkis potensial dipantau PBSI Bangka untuk ajang Porprov 2020 termasuk saat kejuaran Bulu Tangkis Bupati Cup 2020,” kata Julian.

Menangi Laga Ketat Lawan Wakil Korea, Liliyana Natsir : Mereka Bukan Pasangan yang Junior Banget

Ganda Campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (merah) melangkah ke babak perempat final, cabang bulutangkis perorangan Asian Games 2018, pada Jumat (24/8), usai menekuk perlawanan ketat, wakil Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yujung. (Riz/NYSN)

Jakarta- Ganda Campuran utama Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapatkan perlawanan ketat dari wakil Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yujung, di babak 16 besar cabang bulutangkis perorangan Asian Games 2018, pada Jumat (24/8), setelah di babak 32 besar mendapatkan bye. Tampil di Istora Senayan, Jakarta, Owi/Butet, sapaan akrabnya, sempat memimpin di interval gim pertama 11-8. Namun Seo/Chae mengimbangi perlawanan tuan rumah. Kerja keras dobel Korea ranking 82 dunia tak sia-sia. Mereka mampu mengimbangi hingga kedudukan 19-19. Namun, peraih gelar All England tiga kali berturut-turut (2012, 2013, 2014) membuktikan kelasnya sebagai dobel dunia dengan tampil tenang di poin kritis, dan menutup gim pertama dengan skor 22-20. Pasangan Pelatnas PBSI Cipayung itu makin percaya diri di gim kedua. Kembali memimpin di interval gim kedua 11-7, performa Owi/Butet makin impresif. Mereka tak memberikan kesempatan pada lawan untuk memundi angka secara mudah. Setelah memainkan laga selama 45 menit, akhirnya peraih medali emas Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil itu mengunci kemenangan dengan skor 21-17. Usai laga, Butet mengatakan dirinya bersama Owi tidak kaget bakal mendapatkan perlawanan ketat. “Mereka bukan pasangan yang junior banget, dan sering ikut pertandingan level tinggi. Apalagi mereka pemain kidal, karena kami biasa ketemu pemain bertangan kanan,” ujar pemain kelahiran Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 32 tahun silam itu. Senada, Owi mengungkapkan Seo/Chae merupakan pemain bagus, terlebih mereka pasangan muda dan mainnya sangat cepat. “Kalau kami lengah bisa berbahaya,” jelas pria Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), 18 Juli 1987 itu. Di babak perempat final, unggulan tiga ini akan meladeni perlawanan pemain non unggulan asal Hongkong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah yang menang atas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), rubber game, 21-17, 19-21, dan 28-26. Sementara itu, tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting butuh waktu 27 menit untuk lolos ke babak 16 besar. Ia memulangkan wakil Iran Mehran Shahbazi yang berperingkat 403 dunia, di babak 32 besar, dalam pertarungan dua game langsung, 21-9 dan 21-8. Terkait kondisi kram paha kiri yang dialami pebulutangkis berusia 21 tahun, kelahiran Cimahi, Jawa Barat (Jabar) itupun, diakuinya sudah membaik. “Puji Tuhan sudah membaik dibandingkan dengan kemarin. Selama pemulihan, saya mendapatakan perhatian lebih dari tim fisioteraphy,” ujar Anthony usai laga. Ia mengalami kram paha kiri saat melakoni laga dramatis di partai final nomor beregu kontra China, pada Rabu (22/8). Anak pasangan Edison Ginting (ayah) dan Lucia Sriati (ibu) itu harus mundur di gim ketiga ketika berjumpa dengan tungal utama Negeri Tirai Bambu, Shi Yuqi. Indonesia akhirnya kalah 1-3 dari China. Di babak 16 besar, pemenang kompetisi MILO School Competition kategori tunggal putra SD pada 2008 itu kembali menjajal kekuatan wakil Jepang sekaligus unggulan dua, Kento Momota. Pertemuan mereka merupakan laga ulangan semifinal beregu putra. Pemain asal klub SGS PLN Bandung itu, kalah rubber game, 21-14, 14-21, dan 16-21. (Adt)

Melenggang ke Babak 16 Besar, Pebulutangkis 19 Tahun Kelahiran Garut Janji Main Sabar dan Nekat

Menang mudah atas Thilini Pramodika Hendahewa (Srilanka), dua gim langsung, 21-6 dan 21-4, tunggal Indonesia Fitriani, lolos ke babak 16 besar cabang bulutangkis perorangan putri, Asian Games 2018, di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Tunggal Indonesia Fitriani lolos ke babak 16 besar cabang bulutangkis perorangan putri, Asian Games 2018, di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/8). Ia menang mudah atas Thilini Pramodika Hendahewa (Srilanka), dua gim langsung, 21-6 dan 21-4. Melakoni laga di babak 32 besar, pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu, belum menemukan lawan sepadan. Secara ranking, Fitriani unggul jauh dari lawan. Pemain binaan PB Exist Jakarta itu menghuni ranking 40, sedangkan Thilini berada di peringkat 696 dunia. “Pertandingan tadi saya lebih bisa menguasai di lapangannya. Lawan sebenarnya lumayan bagus, tapi memang tidak sebagus lawan yang saya hadapi kemarin di pertandingan beregu. Jadi saya bisa ambil kemenangan di pertandingan ini,” ujar Fitriani usai laga. Selanjutnya, anak didik Minarti Timur itu ditunggu wakil India, Saina Nehwal di babak 16 besar. Keduanya sudah bertemu sebanyak 3 kali yakni di ajang Badminton Asia Championships 2016, Indonesia Open 2016, dan Malaysia Masters 2017. Dan, tak satupun Fitriani menang atas Nehwal, yang berperingkat 10 dunia itu. Bahkan, Fitrini selalu takluk dalam pertarungan dua gim langsung. “Saya sudah beberapa kali bertemu dengan Nehwal dan selalu kalah. Semoga besok (Jumat, 24/8) bisa berjuang semaksimal mungkin di setiap poin per poinnya. Mudah-mudahan lancar,” terang pemegang gelar juara USM International 2015 itu. Sementara itu, pebulungkasi putri Indonesia lainya, Gregoria Mariska Tunjung juga menantang pemain India dan menjadi unggulan tiga, Pusarla V. Sindhu, di babak 16 besar, pada Jumat (24/8). Gregoria sukses menyingkirkan Weng Chi Ng (Makau), di babak 32 besar, straight game, 21-4 dan 21-7. Sedangkan Sindhu berhasil meraih kemenangan atas Thi Trang (B) Vu, rubber game, 21-10, 12-21, dan 23-21. Berjumpa dengan Sindhu, pebulutangkis Indonesia pemegang gelar juara Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 itu berharap bisa membuat kejutan dihadapan pendukung tuan rumah. “Target pribadi maunya dapat medali. Tapi, saya tak mau menjadikan ini beban. Justru harus jadi motivasi. Apalagi besok (Jumat, 24/8) saya bertemu Sindhu, dan sudah beberapa kali saya kalah dari dia. Maunya sih bikin kejutan,” ujar dara berusia 19 tahun ini. Bagi Sindhu, laga kontra Gregoria, menjadi partai yang serius. Ia akan mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi, menurutnya, pebulutangkis Indonesia kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 it,u menunjukkan grafik permainan yang meningkat. “Permainan Gregoria semakin baik di beberapa laga. Saya menantikan pertandingan ini. Dan tampil di hadapan publik tuan rumah, tentu tak mudah bagi saya mengalahkannya,” ucap Sindhu, yang kini menjadi atlet ranking 3 dunia, dan unggul rekor pertemuan 3-0 atas Gregoria. (Adt)

Gagal Ulang Memori Indah 1998, Tim Beregu Putra Bulutangkis Indonesia Raih Perak Asian Games 2018

Tunggal pertama tim beregu putra Indonesia, Anthony Ginting harus mengalami cedera, dan gagal menyelesaikan pertandingan final, melawan pebulutangkis China, Shi Yuqi, dalam pertarungan tiga gim 21-14, 21-23, 20-21 (retired).(timesindonesia.co.id)

Jakarta- Tim beregu putra bulutangkis Indonesia gagal mengulang memori indah Asian Games XIII/1998, di Bangkok, Thailand. Saat itu, Rexy Mainaky dan kolega sukses meraih medali emas setelah mengandaskan perlawanan China dengan skor 4-0. Dipadati ribuan penonton yang hadir memenuhi Stadion Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (22/8), skuat Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta harus puas mendapatkan medali perak cabang bulutangkis beregu Asian Games XVIII/2018. Di partai final, Kevin dan kawan-kawan takluk dari China dengan skor 3-1. Laga pertama yang mempertemukan Anthony Sinisuka Ginting dan Shi Yuqi berlangsung seru dan berakhir dramatis. Sorak-sorai penonton tak henti memberikan suntikan semangat pada pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Oktober 1996 itu. Aura kemenangan sudah menaungi Anthony sejak awal gim pertama. Tak ingin didikte lawan, pebulutangkis andalan Indonesia itu mengambil inisitif serangan terlebih dahulu. Bahkan, ia mampu mengontrol permainan lawan. Memainkan reli serta melepaskan bola ke belakang garis lapangan menjadi pilihan Anthony untuk kemudian melancarkan smash keras mematikan kedaerah pertahanan Shi. Hasilnya, pemain asal SGS PLN Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu mampu membuat kubu Indonesia kegirangan usai mengunci gim pertama dengan skor, 21-14. Gim kedua, Anthony tetap tampil dalam performa terbaik. Tapi, wakil Negeri Tirai Bambu itu tak menyerah. Shi bangkit meladeni permainan lawan serta kerap merepotkan Anthony. Bahkan, angka yang didapat kedua pemain tak berselisih jauh. Kendati Anthony terus memimpin serta melaju hingga mendekat poin 19, namun pemain China yang menempati ranking dua dunia versi BWF itu justru mampu unggul 21-20. Shi bisa menutup gim kedua dengan skor 23-21. Pada gim ketiga, duel sengit masih mewarnai jalannya pertandingan. Kedua pemain terus menebar ancaman ke daerah pertahanan lawan. Namun, perjuangan Anthony sempat terhenti ketika memimpin skor 15-16. Ia meminta pertolongan dokter pertandingan untuk menyemprotkan cairan penahan rasa sakit di paha kirinya. Berusaha bangkit dan tetap melanjutkan permainan menjadi keputusan Anthony. Kondisi ini tentu saja memberikan keuntungan pada Shi. Terlebih, Anthony mendapatkan kartu kuning akibat memperlambat jalannya pertandingan. Meski mendapatkan dukungan semangat secara penuh dari para suporter, namun Anthoy tak berdaya. Ia terpaksa menyerah pada cedera paha kirinya hingga mengalami kesulitan berjalan serta meminta wasit agar menghentikan pertandingan, saat kedudukan 20-21 setelah melakoni laga sepanjang 92 menit. Indonesia tertinggal 0-1 dari China. Namun, Indonesia mampu menyamakan kedudukan 1-1. Di partai kedua yang memainkan duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mencuri kemenangan atas Li Junhui/Liu Yuchen. Pada gim pertama, duel dua seteru itu berlangsung ‘panas’. Kevin/Marcus yang memimpin rekor pertemuan sebanyak 6 kali itu tak memberi kesempatan pada lawan untuk memundi angka. Smash keras menghujam jantung pertahanan musuh serta bola cepat di depan net menjadi senjata ampuh Kevin dan Marcus. Akibatnya, angka demi angka diraih duet Indonesia nomor satu dunia itu. Akibatnya, Li/Liu dibuat tak berkutik dan dipaksa menyerah oleh Kevin/Marcus di gim ini dengan skor 17-21. Berlanjut ke gim kedua, Kevin/Marcus tetap bermain ‘ngotot’. Bahkan aksi ‘nyeleneh’ dari The Minions kerap disambut riuh penonton, sekaligus memancing emosi dari dobel juara dunia 2018 itu. Ganda andalan Pelatnas PBSI ini akhirnya menyudahi gim, dengan skor 21-18, dalam tempo 32 menit. “Laga cukup ketat dan seru. Pasti kami melihat kerja kerasnya Anthony, sudah sampai begitu dan kram, tapi masih mau melanjutkan main. Pastinya menambah motivasi buat kami,” ucap Marcus. Sementara itu, Kevin mengaku melawan Li/Liu selalu sulit dan tidak mudah untuk ditaklukan. “Apalagi saat start mereka sangat percaya diri. Mungkin karena habis juara dunia. Tapi, kami harus tetap fokus pada diri kami,” tambah Kevin. Di partai ketiga, China kembali unggul 2-1 setelah wakil tunggal Jonatan Christie takluk dari Chen Long dalam drama pertarungan rubber game. Atlet klub PB Tangkas Specs Jakarta, berusia 20 tahun itu sempat membentang asa setelah membungkus kemenangan 21-19 di gim pertama. Namun, semangat Chen bangkit di gim kedua. Wakil Negeri Tirai Bambu yang kini menempati rangking 7 dunia versi BWF itu berusaha memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Ia meladeni perlawanan Jonatan serta memberikan tekanan pada wakil tuan rumah. Alhasil, Chen sukses mengunci kemenangan dengan skor 21-16. Berhasil memperpanjang nafas di gim ketiga, Chen tak mengendurkan permainan, begitu juga dengan Jonatan. Adu taktik dan strategi dilakukan kedua pemain di lapangan. Usai melalui perjuang melelahkan selama 94 menit, Chen akhirnya membuat Jonatan tertunduk lesu dan memastikan kemenangan dengan skor 21-18. Hasil ini sekaligus membuat Chen berhasil menjauhkan rekor pertemuannya dengan pebulutangkis Indonesia peraih medali emas SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia itu menjadi 4-0. Pertandingan berlanjut, Indonesia menurunkan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di partai krusial menghadapi Liu Chen/Zhang Nan. Mampu memimpin 2-0 dalam rekor pertemuan atas Liu/Zhang yang diperoleh masing-masing di Singapura Open 2017 (21-18, 21-19) dan Indonesia Open 2018 (21-18, 18-21, 25-23), ternyata bukan jaminan. Terbukti, usai melakoni laga berdurasi 70 menit, mereka harus menelan pil pahit. Dobel Merah Putih rangking 9 dunia itu tumbang dari Liu/Zhang, rubber game, 18-21, 21-17, dan 18-21. Artinya, China unggul 3-1 atas Indonesia. Hal ini sekaligus memastikan meraih medali emas beregu bulutangkis putra, dan mengokohkan diri sebagai pengumpul emas terbanyak dalam daftar perolehan medali sementara Asian Games 2018. (Adt/Dre) Hasil Pertandingan Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games vs China 1-3: Partai Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Shi Yuqi : 21-14, 21-23, 20-21 (Retired) Partai Kedua Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon vs : Li Junhui/Liu Yuchen : 21-17, 21-18 Partai Ketiga Jonatan Christie vs Chen Long: 21-19, 16-21, 18-21 Partai Keempat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Liu Chen/Zhang Nan : 18-21, 21-17, 18-21 Partai Kelima Ihsan Maulana Mustofa vs Lin Dan (tak dimainkan)

Bungkam Jepang 3-1, Tim Beregu Putra Bulutangkis Indonesia Bidik Medali Emas Asian Games 2018

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi membalas kekalahan mereka di Kejuaraan Dunia 2018 lalu, usai mengalahkan duet Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dan membantu kemenangan Indonesia 3-1 atas Jepang, di laga Semifinal beregu putra cabor bulutangkis Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim beregu putra bulutangkis Indonesia mampu menjaga asa meraih medali emas Asian Games XVIII/2018. Kevin Sanjaya Sukamuljo dan rekan sukses menyingkirkan Jepang di laga semifinal, pada Selasa (21/8), di Istora Senayan, Jakarta, dengan skor 3-1. Di partai puncak, pada Rabu (22/8), skuat Merah Putih bakal adu kekuatan dengan China yang sukses mengandaskan perlawanan China Taipeh dengan skor 3-1. Di partai pertama, Anthony Sinisuka Ginting menantang Kento Momota. Pebulutangkis yang menghuni ranking 12 dunia versi BWF itu mampu meladeni perlawanan wakil Negeri Sakura itu. Memberikan tekanan sepanjang laga, Anthony yang tampil percaya diri akhirnya berhasil menuntaskan gim ini dengan skor 21-14. Di gim kedua, wakil tuan rumah itu tak mengendurkan permainan, bahkan terus mengancam daerah pertahanan Momota. Kerap memainkan bola reli serta pendek menyilang di depan net sangat efektif bagi Anthony untuk memanen angka, namun ia dipaksa menyerah 14-21 oleh pemain Jepang penghuni rangking 4 versi BWF itu. Berlanjut di gim penentu, duel dua pemain tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Bahkan saling serang mewarnai jalannya pertandingan membuat publik tuan rumah bergemuruh. Anthony sempat berada di atas angin setelah unggul 15-10. Bukannya menambah poin, justru pemain Matahari Terbit itu mampu merebut 11 poin berturut-turut dan mengunci perolehan angka Anthony di poin 15. Skor menjadi 19-15 untuk Momota. Hanya satu poin yang berhasil ditambah Anthony, dan dua poin krusial direbut Momota dengan meyakinkan yang menutup gim ini dengan skor 16-21, serta memastikan Jepang unggul 1-0, dalam tempo 84 menit. Kedua pemain sejauh ini telah berjumpa sebanyak 4 kali. Satu-satunya kemenangan Anthony tercipta di ajang Hongkong Open 2015, straight game, 21-7 dan 21-15. “Sebenarnya tidak ada beban. Dari kemarin saya bisa menikmati permainan. Sayang banget tadi, sebetulnya saya berpeluang dapat poin. Tapi dia mainnya menunggu lawan buat kesalahan,” ujar Anthony usai laga. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi yang turun di partai kedua mampu membalas kekalahan Indonesia di laga awal. Skor imbang 1-1. Duet andalan Merah Putih tampil memukau saat berjumpa dengan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Ganda ranking satu dunia versi BWF itu tak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan. Begitu juga dengan smash-smash keras baik yang dilancarkan Kevin dann Marcus sepanjang laga tak mampu dibendung lawan. Tampil superior selama 31 menit, The Minions akhirnya sukses menunaikan tugasnya untuk menyumbang angka bagi skuat Merah Putih setelah menutup pertandingan dengan skor 21-18 dan 21-12. Kemenangan ini membalas kekalahan mereka di perempat final BWF World Championship 2018, awal Agustus lalu. Kevin/Marcus kalah straight game, 19-21 dan 18-21. “Kami belajar dari kekalahan kemarin. Hari ini kami jauh lebih siap. Kami menekan dari awal, dan mereka tidak bisa keluar dari tekanan itu,” terang Kevin soal kemenangannya. Aura positif Kevin/Marcus berlanjut pada pemain tunggal Jonatan Christie. Bertanding di partai ketiga, butuh 54 menit bagi pemain kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu untuk mengunci kemenangan dua gim langsung atas Kenta Nishimoto, 21-15 dan 21-19. Indonesia memimpin 2-1. “Puji Tuhan saya bisa menang hari ini. Di pertemuan sebelumnya saya kalah, dan belum pernah menang dari dia. Saya tak menyangka menang straight game hari ini. Pokoknya saya sudah siap capek dan main rubber game melawan pemain Jepang,” tutur pemain asal PB Tangkas Specs Jakarta itu. Indonesia memastikan tiket final beregu putra bulutangkis Asian Games XVIII/2018, setelah duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mampu mengemban tugas dengan baik di partai penentu. Mereka hanya butuh 33 menit untuk menyudahi perlawanan Takuto Inoue/Yuki Kaneko, dua gim langsung 21-10 dan 21-10. Selama ini, Fajar/Rian selalu gagal meraih kemenangan atas wakil Jepang ranking 7 dunia versi BWF itu. Dan, hasil ini membuat pasangan Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta itu berhasil memangkas rekor pertemuannya menjadi 1-4 atas Takuto/Yuki. “Kami bersyukur karena tim Indonesia bisa ke final dan kami menyumbang poin. Kami tak terbebani karena sudah unggul 2-1, jadi mainnya enak,” tukas Fajar. “Kami ingin skornya 3-1 saja. Kami belum pernah menang lawan mereka, ini motivasi buat kami. Yang penting bisa membalas kekalahan di rumah kami sendiri,” pungkasnya. (Adt) Hasil Pertandingan Semifinal Bulutangkis Beregu Putra Asian Games vs Jepang 3-1: Partai Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Kento Momota : 21-14, 14-21, 16-21 Partai Kedua Kevin Sanjaya Sukomuljo/Marcus Fernaldi Gideon vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda : 21-18, 21-12 Partai Ketiga Jonatan Christie vs Kenta Nishimoto : 21-15, 21-19 Partai Keempat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Takuto Inoue/Yuki Kaneko : 21-10, 21-10 Partai Kelima Ihsan Maulana Mustofa vs Kanta Tsuneyama (tidak dimainkan)

Kandas 1-3 Dari Jepang, Tim Beregu Putri Bulutangkis Indonesia Kebagian Perunggu Asian Games 2018

Tunggal pertama tim beregu putri bulutangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus jatuh bangun melawan pebulutangkis Jepang, Akane Yamaguchi. Meski menang namun Indonesia gagal maju ke final, setelah takluk 1-3 dari Jepang di babak empat besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim beregu putri Indonesia gagal lolos ke partai puncak cabang bulutangkis Asian Games 2018. Pasukan Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta itu takluk dari Jepang 1-3, di semifinal, yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (20/8). Hasil ini membuat Indonesia harus puas meraih medali perunggu bersama Thailand. Sedangkan Jepang dan China yang menyingkirkan Thailand 3-0, bersaing meraih medali emas, pada partai final, Rabu (22/8). Gregoria Mariska Tunjung membuka kemenangan bagi kubu Indonesia 1-0 atas Jepang. Pebulutangkis asal PB Mutiara Cardinal Bandung itu tampil luar biasa dihadapan publik tuan rumah. Bahkan Wiranto (Ketua Umum PP PBSI), dan Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora), hadir langsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/8) memberikan dukungan bagi Gregoria dan kolega. Pebulutangkis Indonesia pemegang gelar Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 itu melewati laga dramatis kontra Akane Yamaguchi. Duel kedua pemain berlangsung ketat sejak awal, Gregoria mampu membuat lawan kewalahan di gim pertama dan berhasil mengunci kemenangan, 21-16. Di gim kedua, giliran Akane yang mendikte pemain berusia 19 tahun itu. Kesalahan demi kesalahan yang dibuat Gregoria memberikan keuntungan bagi pemain Negeri Sakura itu. Akane membungkus gim ini dengan skor meyakinkan 21-9. Gregoria mendapatkan momentum untuk membuat lawan tertekan di gim ketiga. “Saya berusaha tampil lepas, tanpa beban. Karena peringkat lawan masih di atas saya. Saya mencoba main maksimal. Di awal gim ketiga, saya mainnya belum enak. Akhirnya saya tahu dia lebih sering mengarahkan bola ke belakang, dari situ saya sudah tahu mau main seperti apa,” ujar Gregoria usai laga. Kombinasi bola apik dari anak didik Minarti Timur itu membuat Akane tak berdaya. Gregoria menuntaskan gim penentu dalam waktu 56 menit, dengan skor 21-18. Tertinggal dari Indonesia, Jepang mampu menyamakan kedudukan 1-1. Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang turun di partai kedua gagal menambah keunggulan Merah Putih. Setelah memainkan laga selama 48 menit, mereka takluk dari Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dalam duel dua gim langsung, 21-13 dan 21-12. “Kami tadi belum bisa keluar dari tekanan, apalagi dari awal sudah ditekan terus oleh lawan. Kami tidak bisa keluar dari permainan itu,” terang Apriyani. Jepang mampu mengungguli Indonesia 2-1 setelah merebut kemenangan di partai ketiga. Indonesia yang menurunkan Fitriani dipaksa menyerah oleh Nozomi Okuhara dalam duel sepanjang 55 menit. Pemain kelahiran Garut, Jawa Barat, 19 tahun silam itu tumbang dalam drama pertarungan rubber game, 21-19, 4-21, dan 10-21. “Pelajaran dari pertandingan melawan Nozomi, saya harus lebih sabar, harus lebih tahan dan lebih agresif di lapangan. Kalau dari fisik saya tidak ada masalah,” terang Fitriani. Hasil negatif kembali dialami wakil tuan rumah sekaligus memupuskan harapan Indonesia meraih medali emas beregu putri bulutangkis. Dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta pun urung memperpanjang nafas Indonesia. Mereka kandas ditangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dalam straight game, 13-21 dan 10-21, dalam tempo 38 menit. “Hasil ini sesuai target pribadi. Jepang kekuatannya semua merata. Hasilnya begini ya harus kami terima,” cetus Della. (Adt) Hasil Pertandingan Semifinal Bulutangkis Beregu Putri Asian Games vs Jepang 1-3 Partai Pertama Gregoria Mariska Tunjung vs Akane Yamaguchi : 21-16, 9-21, 21-18 Partai Kedua Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota : 21-13, 21-12 Partai Ketiga Fitriani vs Nozomi Okuhara : 21-19, 4-21, 10-21 Partai Keempat Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi : 13-21, 10-21 Partai Kelima Ruselli Hartawan vs Aya Ohori (tak dimainkan)

Setelah Tim Putri, Giliran Putra Indonesia Masuk Babak Empat Besar Beregu Bulutangkis Asian Games 2018

Marcus/Kevin mengandaskan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (19-21, 21-19, 21-16) di partai kedua.

Jakarta- Tim putra Indonesia berhasil menyusul tim putri ke semifinal bulu tangkis beregu Asian Games 2018, usai mengalahkan India 3-1 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8). Kemenangan tim merah putih akhirnya ditentukan di partai keempat, saat ganda putra rangking sembilan dunia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menang straight set, atas Manu Attri/Sumeeth B Reddy (21-14, 21-18). Mereka untuk kali pertama tampil di Asian Games, mengaku tak menyangka turun bertanding. Fajar mengaku sempat berharap Jonatan yang tampil di laga sebelumnya bisa memastikan kemenangan Indonesia. Namun, ia juga mengaku termotivasi setelah melihat Jonatan mengalami kekalahan. “Di awal kami masih menyesuaikan diri kondisi lapangan, arah anginnya beda-beda. Kami juga pertama kali bertemu lawan, belum tahu kelemahannya,” kata Fajar. “Tadi banyak bola yang sebetulnya gampang, tetapi tidak bisa kami matikan. Ini menjadi pelajaran, jangan sampai besok terjadi lagi,” tambah Rian dikutip dari laman PBSI. “Kami awalnya tidak menyangka bakal bermain. Saya berdoa Jonatan bisa menang. Siapa yang menyangka justru akhirnya Jonatan kalah. Namun, setelah Jonatan kalah, kami termotivasi untuk bisa menyumbangkan poin bagi kemenangan Indonesia,” lanjutnya. Tim putra Indonesia hampir memastikan tiket ke empat besar saat Jonatan “Jojo” Christie turun di partai ketiga kontra Prannoy H. S. Sempat kehilangan satu set, Jojo mampu merebut gim kedua. Sayangnya, kerja keras pebulu tangis peringkat 12 dunia ini kandas di set penentuan (15-21 21-19 19-21). Sementara dua poin lainnya diraih tunggal Anthony Sinisuka Ginting dan ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ginting yang turun di partai pertama mengalahkan Kidambi Srikanth (23-21, 20-22, 21-10) sedangkan Marcus/Kevin mengandaskan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (19-21, 21-19, 21-16) di partai kedua. “Yang pertama kami pastinya bersyukur bisa melewati pertandingan hari ini, apalagi kami sempat ketinggalan cukup jauh di game kedua. Tetapi kami bisa membalikkan keadaan,” kata Kevin usai pertandingan, dikutip dari laman PBSI. Di semifinal nanti, Indonesia ditunggu Jepang yang lebih dulu memastikan lolos usai mengalahkan Korea Selatan 0-3. Babak empat besar bakal digelar pada Selasa (21/8) . Sebelumnya, Tim putri berhasil melaju ke empat besar usai mengalahkan Korea Selatan 3-1 di perempat final. Berhasil lolos ke semifinal bulutangkis beregu putra, tim Indonesia akan menghadapi Jepang yang merupakan unggulan ketiga dalam Asian Games 2018 ini. Jepang berhasil melangkah ke semifinal, setelah menang mudah 3-0 atas Korea Selatan. (Adt) Hasil perempat final bulu tangkis beregu putra vs India 3-1 Partai Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Kidambi Srikanth : 23-21, 20-22, 21-10 Partai Kedua Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty : 19-21, 21-19, 21-16 Partia Ketiga Jonatan Christie vs Prannoy H. S. : 15-21 21-19 19-21 Partai Keempat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Manu Attri/Sumeeth B Reddy : 21-14, 21-18 Partai Kelima Ihsan Maulana Mustofa vs Sai Praneeth (tidak dimainkan)

Singkirkan Korea Selatan 3-1, Tim Beregu Putri Indonesia Tembus Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018

Dobel Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menekuk ganda Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan (21-18 21-17), pada fase perempat final, dan membawa merah putih lolos ke babak semifinal bulu tangkis beregu putri Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim putri Indonesia lolos ke semifinal bulu tangkis beregu, usai menekuk Korea Selatan 3-1 di Istora Senayan, Jakarta pada Senin (20/8). Kemenangan tim Merah Putih ditentukan di partai keempat dari dobel Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta. Duet Della dan Rziki sukses menghentikan perlawanan Baek Ha Na/Kim Hye Rin dalam permainan dua set, 21-19, 21-15. Indonesia nyaris memastikan tiket ke empat besar saat Fitriani turun di partai ketiga melawan Lee Se Yeon. Sempat kehilangan satu set, Fitriani mampu merebut gim kedua. Sayangnya, kerja keras pebulu tangis peringkat 40 dunia ini kandas di set penentuan (14-21, 21-8, 18-21). Dua poin kemenangan lain, dipersembahkan tunggal Gregoria Mariska Tunjung dan ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Gregoria yang turun di partai pertama mengalahkan Sung Ji Hyun (21-13 8-21 21-18). Sedangkan Greysia/Apriyani mengandaskan Lee So Hee/Shin Seung Chan (21-18 21-17). “Kemenangan Gregoria di partai pertama, memberi pengaruh positif buat saya dan kak Greys (Greysia Polii), sehingga kami jadi lebih yakin,” kata Apriyani usai laga seperti dikutip dari laman PBSI. Berdasarkan hasil undian bulu tangkis beregu Asian Games 2018 yang dihelat pada Kamis (16/8), tim putri Indonesia ada di pool atas bersama Hong Kong, Jepang, India, dan Korea Selatan. Setelah mengatasi Hong Kong dan Korea Selatan, Indonesia bakal bertemu Jepang yang mengalahkan India 3-1, di perempat final. Adapun cabang bulu tangkis beregu Asian Games 2018, baik tim putra dan tim putri, mulai dipertandingkan sejak Sabtu (19/8), hingga Rabu (22/8). (Adt) Hasil Perempat Final Melawan Korea Selatan 3-1 Partai Pertama Gregoria Mariska Tunjung vs Sung Ji Hyun : 21-13 8-21 21-18 Partai Kedua Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Lee So Hee/Shin Seung Chan : 21-18 21-17 Partai Ketiga Fitriani vs Lee Se Yeon : 14-21, 21-8, 18-21 Partai Keempat Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Baek Ha Na/Kim Hye Rin : 21-19, 21-15. Parta Kelima Ruseli Hartawan vs An Se Young (tidak dimainkan)

Pebulutangkis 19 Tahun Asal Garut Jadi Penentu, Indonesia Kunci Tiket Perempat Final Kontra Korea

Tunggal pertama tim beregu putri Indonsia, Gregoria Mariska Tunjung, menang atas pebulutangkis asal Hongkong, Cheung Ngan Yi, dalam duel tiga set, 19-21, 21-8, dan 21-18, di partai 16 besar beregu putri bulutangkis Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia memastikan tiket perempat final bulutangkis beregu Asian Games XVIII/2018, dan berduel dengan unggulan empat, Korea Selatan. Negeri Ginseng itu langsung ke perempat final karena mendapatkan bye di babak 16 besar. Fitriani, pemain tunggal yang turun di partai ketiga, menjadi penentu kemenangan atas Hongkong dengan skor 3-0, di babak 16 besar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Sebelum memastikan kemenangan, pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu harus melewati pertarungan melelahkan saat berjumpa dengan Yip Pui Yin. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu menang rubber game, 18-21, 21-13, dan 21-10. “Di game pertama poinnya ketat. Di akhir game saya kecolongan. Mau mematikan lawan, tapi malah mati sendiri. Saya juga berusaha mengeluarkan permainan terbaik. Banyak ngolah bola. Apalagi lawan fisiknya juga sudah mulai menurun, mungkin dadanya sesak,” ujar Fitriani usai laga. “Pelatih juga mengingatkan ke saya jangan sampai terpengaruh. Alhamdullilah bisa sumbang kemenangan untuk Indonesia,” lanjutnya. Sebelumnya, kemenangan Indonesia atas Hongkong disumbang tunggal pertama, Gregoria Mariska Tunjung. Pebulutangkis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu menuntaskan tugasnya dengan baik paska menumbangkan Cheung Ngan Yi, dengan duel sengit rubber game, 19-21, 21-8, dan 21-18. Indonesia memimpin 1-0 atas Hongkong. “Saat gim pertama saya kalah angin. Selain itu, saya juga merasa adaptasinya terlalu lama, terlalu santai. Dan sebelum bertanding rasanya tegang banget. Ini pertama kalinya main sebagai tunggal pertama, jadi tuan rumah, serta turnamen besar,” terang anak didik Minarti Timur itu. Gregoria tampil sebagai tunggal pertama karena peringkatnya lebih baik dari Fitriani. “Cheung adalah pemain yang temponya cepat dan menyerang. Saya tahu permainan dia lewat video pertandingan. Cheung kalau diajak reli cepet capek juga mainnya,” tambah pemain yang menghuni Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta sejak 2013 itu. Sementara itu, duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga sukses menambah angka bagi kubu Indonesia menjadi 2-0. Mereka mengatasi dobel Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying, dalam duel straight game, 21-14 dan 21-11. “Lawan lumayan bagus dan ada kendala angin di lapangan. Tapi, kami fokus pada permainan di lapangan saja,” ujar Apriyani. Greysia menambahkan pada pertandingan tadi dirinya bersama Apriyani ingin cepat mengakhiri permainan, namun justru hal itu yang membuat mereka melakukan kesalahan sendiri. “Tapi dari situ kami bisa coba pukulan dan coba lapangan lagi. Jadi kami selalu ambil positifnya,” jelas pemain berusia 31 tahun itu. (Adt) Hasil Babak 16 Besar Bulutangkis Beregu Asian Games 2018: Putra 1. Nepal vs Pakistan 3-1 2. Malaysia vs Jepang 3-0 3. Hongkong vs Mongolia (walkover) 4. Korea vs Thailand 3-1 5. Maladewa vs India 0-3 Putri 1. Pakistan vs China Taipeh 0-3 2. Maladewa vs Nepal 3-2 3. Hongkong vs Indonesia 0-3