Dua atlet muda “figure skating” Indonesia raih juara di Beijing

Adena Thariza Ardhani dan Inara Thariza Sarasvati

Sebanyak dua atlet muda “figure skating” Indonesia berhasil meraih juara pertama dalam “The 2026 Ice Skating Institute Asia World Ice Arena Beijing Figure Skating Championship” yang diselenggarakan pada 27 Juni 2026 di World Ice Arena, Beijing. Dalam kompetisi itu, Adena Thariza Ardhani (10) berhasil meraih 3 medali yaitu Juara 1 Open FS Bronze (Wanita 10 Tahun); Juara 1 Artistic FS 1–2 (Wanita 10 Tahun), dan Juara 1 Family Spotlight (Tema Wonderful Indonesia). Sementara Inara Thariza Sarasvati (7) juga menyabet penghargaan serupa dalam kategori yang berbeda, yaitu Juara 1 Open FS Bronze (Wanita 7 Tahun); Juara 1 Artistic FS 1–2 (Campuran 7 Tahun); dan Juara 1 Family Spotlight (Tema Wonderful Indonesia). Dalam kategori Family Spotlight bertema “Wonderful Indonesia”, Adena dan Inara menampilkan koreografi yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui kostum tradisional dan musik bernuansa Nusantara sehingga menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui olahraga. “Keberhasilan Adena dan Inara meraih Juara 1 di tiga kategori sekaligus merupakan pencapaian yang membanggakan, tidak hanya karena menunjukkan kualitas atlet muda Indonesia di tingkat internasional, tetapi juga karena berhasil memadukan prestasi olahraga dengan promosi budaya Indonesia melalui tema ‘Wonderful Indonesia’,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun saat menerima Adena dan Inara beserta keluarga di KBRI Beijing seperti dalam keterangan tertulis. “ISI Asia World Ice Arena Beijing Figure Skating Championship” tahun 2026 adalah salah satu ajang “figure skating” internasional yang diselenggarakan International Skating Institute Asia (ISI Asia). Kompetisi itu menjadi wadah bagi atlet “figure skating” dari berbagai kelompok usia untuk menunjukkan kemampuan teknik, artistik, dan kreativitas, sekaligus mempererat pertukaran olahraga dan budaya antarnegara di kawasan Asia. Kejuaraan tersebut mempertandingkan berbagai kategori, antara lain Free Skating (FS), Artistic Skating, dan Family Spotlight, yang dinilai berdasarkan kemampuan teknis, ekspresi artistik, kreativitas koreografi, serta kualitas keseluruhan penampilan sesuai standar penilaian ISI Asia. Dubes Djauhari menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Adena Thariza Ardhani, Inara Thariza Sarasvati, para pelatih, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan dan pembinaan kedua atlet. “Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi, membawa nama baik bangsa, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di berbagai panggung internasional,” tambah Dubes Djauhari.

Tiga atlet muda Indonesia rebut tiket Kejuaraan Atletik Dunia U20 2026

Shava S. Warangga

Tiga atlet muda Indonesia memastikan tiket menuju Kejuaraan Atletik Dunia U20 2026 di Oregon, Amerika Serikat, setelah menembus limit kualifikasi dunia melalui Indonesia Open Athletics Championship serta Kejuaraan Nasional U16, U18, dan U20 2026 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, pada 27-30 Juni. Ketiga atlet tersebut adalah Shava S. Warangga dari Jawa Tengah pada nomor 100 meter putri, Hoshi Fatihah Azharah dari Jawa Timur pada nomor 200 meter putri, serta Anugrah Setiawan Pujo dari Jawa Timur pada nomor 110 meter gawang putra. “Capaian ini menjadi bukti pembinaan usia muda kita mulai menyentuh standar internasional. Namun, saya ingin agar para atlet jangan cepat puas, karena ini baru langkah awal,” kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Jodi Mahardi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa. Jodi menegaskan PB PASI akan menyiapkan program persiapan lanjutan agar ketiga atlet tersebut tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di level tertinggi kelompok usia muda dunia. “Fokus kita sekarang adalah mematangkan persiapan teknis dan mental mereka, agar nanti kita tidak sekadar berpartisipasi, tetapi berani bersaing dan kompetitif melawan atlet-atlet elite dunia,” ujar Jodi. Lolosnya tiga atlet tersebut menjadi salah satu capaian penting dari penyelenggaraan Indonesia Open dan Kejurnas U16, U18, dan U20 2026 yang diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah peserta mancanegara. Kejuaraan Atletik Dunia U20 tersebut dijadwalkan berlangsung di Eugene, Oregon, Amerika Serikat, pada 5-9 Agustus 2026. PB PASI berharap keberhasilan Shava, Hoshi, dan Anugrah dapat menjadi pemantik motivasi bagi atlet-atlet daerah untuk terus mengejar standar internasional. Selain itu, keikutsertaan mereka di panggung dunia juga dinilai penting untuk memperkuat kesinambungan pembinaan atletik nasional, terutama dalam menyiapkan lapisan atlet muda menuju agenda multievent dan kejuaraan internasional pada masa mendatang.

Indonesia terhenti di perempat final Kejuaraan Asia Junior 2026

Tim bulu tangkis junior Indonesia

Tim bulu tangkis junior Indonesia terhenti pada perempat final nomor beregu Kejuaraan Asia Junior 2026 setelah dikalahkan 0-2 oleh unggulan pertama Thailand 0-2 di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Senin. Indonesia menyerah 48-55 dan 49-55 sehingga menghentikan langkah Jolin Angelia dan kawan-kawan. “Saya kira banyak catatan pastinya namun yang paling utama adalah masih ada seminggu ke depan di nomor perorangan. Jadi kita akan coba maintain lagi baik dari sisi fisik, teknis, taktik dan terutama adalah mental biar mereka siap untuk tampil lagi,” kata Manajer Tim Indonesia, Eskar Denatara dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Eskar menilai tetap ada hal positif yang dapat dipetik dari penampilan para pemain Indonesia. Ia berharap para pemain dapat menjadikan pengalaman pada nomor beregu sebagai bekal untuk tampil lebih baik pada nomor perseorangan. “Fokus pada permainan sendiri dan tampil all out. Jadikan pengalaman beregu ini sebagai pelajaran dan tambahan semangat,” kata Eskar. Kapten tim Indonesia Muhammad Rizky Mubarrok mengatakan hasil tersebut memang belum sesuai harapan, namun tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya. “Saya senang bisa berada di tim ini sebagai kapten. Dan atas nama tim, saya mengucapkan maaf kepada semua pendukung karena belum bisa melaju ke babak selanjutnya,” kaya Mubarrok. Dia meminta rekan-rekannya segera mengalihkan fokus ke nomor perseorangan karena peluang Indonesia untuk meraih medali masih terbuka. “Kita semua masih ada peluang untuk membawa pulang medali untuk Indonesia,” ujar Nubarrok. Thailand melaju ke semifinal untuk menghadapi Hong Kong, sedangkan Jepang akan menghadapi China pada semifinal lainnya. Hasil pertandingan Indonesia melawan Thailand: Set pertama Indonesia vs Thailand 48-55 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 11-7 WS: Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Yataweemin Ketklieng 18-22 XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 29-33 WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 37-44 MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 48-55 Set kedua Indonesia vs Thailand 49-55 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 4-11 WS: Jolin Angelia vs Anyapat Phichitpreechasak 19-22 XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 30-33 WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 39-44 MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 49-55

Indonesia Ukir Sejarah Juara di AVC Men’s Volleyball Cup 2026

Timnas voli putra Indonesia

Sejarah baru berhasil ditorehkan Timnas voli putra Indonesia untuk kali pertama menjadi juara pada kejuaraan AVC Men’s Volleyball Cup 2026. Di babak final, Indonesia melumat Korea Selatan dengan skor telak 3-0 (32-34, 16-25, 23-25) di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, pada Minggu, (28/6) malam. Indonesia tampil luar biasa pada laga puncak melawan Korsel. Korea Selatan sempat unggul cepat 1-6 di set pertama dan memperlebar jarak hingga 12-15 serta 15-19. Namun, Indonesia menunjukkan mental baja. Saat tertinggal di poin kritis 22-24, Farhan Halim dan kawan-kawan berhasil memaksakan deuce menjadi 24-24. Kejar-kejaran angka yang luar biasa menegangkan terus terjadi hingga akhirnya sebuah service ace dari Boy Arnez Arabi menutup set pertama dengan skor fantastis 34-32. Berbekal modal kemenangan set pertama, performa Indonesia semakin menawan. Mengandalkan umpan-umpan matang dari setter Alfin Daniel Pratama, kombinasi serangan dari opposite muda Rama Fazza Fauzan serta outside hitter Farhan Halim tak mampu dibendung. Indonesia memimpin nyaman 15-12 hingga menutup set kedua dengan margin lebar 25-16. Korea Selatan mencoba bangkit dan bermain lebih agresif demi memperpanjang napas. Kejar-mengejar angka kembali ketat di posisi 10-10, 15-15, hingga 20-20. Di momen krusial, ketenangan barisan middle blocker yang dikawal Hendra Kurniawan berhasil mengunci keunggulan Indonesia menjadi 23-20 sebelum akhirnya mengunci set ketiga sekaligus memastikan gelar juara dengan skor 25-23. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pencapaian terbesar tim voli putra Indonesia di level Asia. Sebelum turnamen ini, prestasi terbaik Indonesia di ajang tersebut belum pernah menembus partai final. Pada edisi 2023 dan 2025, Indonesia hanya mampu finis di peringkat keenam, sedangkan pada 2024 harus puas berada di posisi ke-11. “Perasaannya luar biasa. Ini adalah sejarah bagi Indonesia. Pertama kali dalam sejarah kami memenangkan turnamen ini. Terima kasih banyak kepada para pemain, karena tanpa para pemain, kami tidak akan bisa melakukan ini,” kata pelatih timnas voli putra Indonesia, Alfonso Gonzales Toiran, usai laga.

Janice Tjen terhenti pada babak kedua Wimbledon

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya di sektor tunggal pada babak kedua Wimbledon 2026 setelah kalah dari Daria Kasatkina dalam pertandingan tiga set di London, Inggris, Rabu. Janice sempat membuka peluang dengan merebut set pertama melalui tie-break sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh petenis Australia tersebut 7-6(5), 1-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 37 menit. Janice tampil solid pada set pembuka. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6, petenis kelahiran Jakarta itu tampil lebih tenang untuk mengejar ketertinggalan 1-5 pada tie-break hingga mengamankan set pertama dengan skor 7-5. Namun, momentum berbalik pada set kedua ketika Kasatkina meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Petenis No.65 dunia tersebut dua kali mematahkan servis Janice untuk unggul jauh dan menutup set kedua dengan kemenangan 6-1, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, kedua pemain kembali saling mematahkan servis pada fase awal pertandingan. Kasatkina kemudian mampu memanfaatkan peluang break pada gim kedelapan untuk berbalik unggul sebelum memastikan kemenangan 6-4 setelah mengonversi match point pada gim terakhir. Secara statistik, Kasatkina lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertamanya. Ia memenangi 63 dari 90 poin (70 persen) saat servis pertama masuk, sementara Janice mengumpulkan 34 dari 57 poin (60 persen). Statistik Wimbledon menunjukkan Kasatkina juga tampil lebih agresif di depan net dengan memenangi 28 dari 31 poin (90 persen), sedangkan Janice hanya memenangi 11 dari 17 poin (65 persen). Dari sisi serangan, Kasatkina mencatatkan 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error. Kasatkina juga lebih efektif memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi lima dari delapan kesempatan, sementara Janice hanya berhasil memanfaatkan dua dari 10 peluang. Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif dalam penampilan debutnya di Wimbledon. Ia juga masih bertahan di All England Club untuk bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia Janice/Aldila dijadwalkan tampil menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Teuku Rifat gondol gelar AEF/MANTENA Cup 2026 kelas Elite 135 cm

Teuku Rifat Renanda Harsya

Penunggang kuda muda Indonesia Teuku Rifat Renanda Harsya menggondol gelar juara di AEF/MANTENA Cup 2026 di kelas ​​​​​​FOLAGO National Elite Silver Tour 135 cm yang digelar di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta pada 28 Juni. Di kelas tersebut, Teuku Rifat mengungguli Yayat Subrata bersama King Almor yang finis di posisi kedua, sementara Ferry Wahyu Hadiyanto dengan Cornet Diamante melengkapi podium di peringkat ketiga. “Saya bersyukur bisa menjadi juara. Persaingan di sini cukup ketat, jadi hasil ini tentu sangat berarti bagi saya,” kata Teuku Rifat dalam keterangan resmi, Rabu. “Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras. Semoga ke depan saya bisa terus meningkatkan performa dan memberikan hasil yang lebih baik lagi,” imbuhnya. Prestasi tersebut melengkapi penampilan impresif Teuku Rifat setelah sebelumnya menempati podium kedua pada kelas Internasional U25 Jumping 120 cm​. Kemudian Teuku Rifat juga mengamankan podium ketiga pada Kelas Open Jumping 140 cm. Prestasi ini juga menjadi pelengkap manis bagi Teuku Rifat yang telah menjadi atlet berkuda semenjak usia 10 tahun. Turnamen internasional yang diselenggarakan oleh Equinara Horse Sport ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah FEI CSI1 Borrowed Horse Competition di bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Fédération Equestre Internationale (FEI). Sebanyak 13 negara ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut, menjadikannya salah satu borrowed horse competition terbesar yang pernah digelar di kawasan Asia. Selain menghasilkan prestasi olahraga, AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 juga memberikan dampak positif bagi sektor sport tourism. Sejumlah atlet dan ofisial dari berbagai negara bahkan memilih memperpanjang masa tinggal mereka untuk menikmati wisata, kuliner, dan budaya Indonesia. Dilansir dari keterangan resmi Pordasi, Rabu, berikut hasil AEF/MANTENA Cup 2026: Kelas Open Jumping 135 cm (Grand Prix): 1. Teuku Rifat Renanda Harsya & kuda Kastilia 2. Yayat Subrata & kuda King Almor 3. Ferry Wahyu Hadiyanto & kuda Cornet Diamante Kelas Internasional U25 Jumping 120 cm: 1. Nathanael Gabriel Stevano Menayang & kuda Let’S Go 2. Teuku Rifat Renanda Harsya & kuda Nobleman 3. Rasendriya Hiranya Rajasa & kuda Altas Kelas Open Jumping 140 cm (Grand Prix): 1. Andry Sutoyo & kuda Next Havanna 2. Yayat Subrata & kuda King Almor 3. Teuku Rifat Renanda Harsya & kuda Kastilia

Ratusan Atlet Ikuti Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang. Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. “Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya. Peserta Terbanyak Sejak Digelar Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan. “Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya. Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. “Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya. Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan. Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan. “Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya. Sementara itu, Direktur IMTC, Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi. “Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya. Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional. “Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut.

Timnas Soft Tennis Indonesia Raih Dua Medali Perunggu

Tim Nasional Soft Tennis Indonesia

Tim Nasional Soft Tennis Indonesia menunjukkan perkembangan positif dalam persiapan menuju agenda internasional tahun ini. Mengawali rangkaian turnamen di Korea Selatan, skuad Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali perunggu dari ajang Korea Cup 2026 yang berlangsung di Incheon. Dua medali tersebut dipersembahkan oleh pasangan Fernando Sanger dan Allif Nafiiah di nomor ganda campuran, serta pasangan Allif Nafiiah dan Siti Nur Arazy di nomor ganda putri. Selain itu, atlet Indonesia Tio, Bagus, Reza, dan Philip juga mampu menorehkan hasil positif dengan tampil kompetitif pada babak consolation game. Pencapaian ini menjadi sinyal menggembirakan bagi tim pelatih dan manajemen setelah para atlet menjalani pemusatan latihan nasional (TC) selama kurang lebih tiga bulan. Hasil di Incheon sekaligus menjadi tolok ukur awal untuk melihat perkembangan performa atlet sebelum menghadapi agenda yang lebih besar pada musim kompetisi internasional tahun 2026. Manajer Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, menilai hasil yang diraih di Korea Cup menjadi modal penting bagi tim dalam menyusun komposisi terbaik menuju turnamen-turnamen berikutnya. “Ini merupakan awal yang baik setelah tiga bulan menjalani pemusatan latihan. Hasil di Korea Cup memberikan gambaran mengenai perkembangan atlet sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Kami masih memiliki satu turnamen lagi di Korea Selatan untuk mencoba berbagai kombinasi pasangan dan melihat formasi yang paling efektif sebelum menentukan skuad final,” ujar Ferly Montolalu. Usai menyelesaikan pertandingan di Incheon, Timnas Soft Tennis Indonesia langsung melanjutkan program uji coba ke Kota Sunchang pada 23-29 Juni 2026. Turnamen kedua tersebut akan dimanfaatkan untuk menguji sejumlah pasangan baru dan memperluas opsi strategi di berbagai nomor pertandingan. Menurut Ferly, dua turnamen di Korea Selatan memiliki peran penting dalam proses seleksi dan pematangan tim. Pasalnya, pada Juli mendatang Indonesia sudah harus mengirimkan daftar nama atlet yang akan didaftarkan secara resmi untuk tampil di berbagai nomor pertandingan internasional. “Di Sunchang kami akan mencoba beberapa kombinasi pasangan yang berbeda. Setelah dua turnamen ini selesai, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh karena pada bulan Juli kami sudah harus memasukkan nama-nama atlet yang akan turun di masing-masing nomor pertandingan. Karena itu, setiap hasil dan performa atlet di Korea menjadi sangat penting dalam proses penentuan tim,” kata Ferly. Sebelumnya, program pemusatan latihan yang dijalankan tim nasional difokuskan pada peningkatan kualitas teknik, kekuatan fisik, serta kematangan taktik menghadapi persaingan ketat di level Asia. Korea Selatan dipilih sebagai lokasi try out karena dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam cabang olahraga soft tennis. Dengan raihan dua medali perunggu di Incheon dan masih tersisanya satu turnamen di Sunchang, Timnas Soft Tennis Indonesia optimistis dapat terus meningkatkan performa. Hasil ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam upaya membangun tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional pada tahun 2026.

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Kedua Selesai Digelar

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2

Rangkaian putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2026 telah selesai diselenggarakan pada 19 hingga 21 Juni 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dilansir dari Berita Satu, kompetisi ini mempertandingkan enam kelas yang terdiri dari empat kelas Kejurnas yaitu National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup, serta dua kelas pendukung yaitu Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18. Dukungan penuh terhadap ajang ini ditegaskan oleh pihak sponsor utama sebagai bentuk komitmen dalam memajukan dunia otomotif nasional. “Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, kami berkomitmen untuk menyediakan wadah kompetisi yang profesional demi menyiapkan talenta dan bakat pembalap muda Indonesia menuju jenjang internasional. Langkah ini sejalan dengan semangat Energizing Indonesia, dimana Pertamina menjadi motor penggerak yang menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk membawa nama bangsa ke panggung dunia,” ujar Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina. Pihak pengelola sirkuit juga menambahkan bahwa kejuaraan nasional ini dirancang untuk memiliki jenjang karier yang jelas bagi para atlet muda. “Setiap tahun pesertanya bertambah khususnya di kelas pembinaan Junior U-15. Dengan demikian kita bisa menghasilkan para pembalap muda yang sudah siap tampil di kejuaraan internasional berdasarkan usianya,” ujar Ananda Mikola, Direktur Utama MGPA. Pada kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) atau Sport 150 U-15, Resky YH memenangi race pertama dan memimpin klasemen dengan 86 poin, sedangkan Gian Muhammad Gibran memenangi race kedua. Sementara itu, Fahmi Basam menguasai kelas National Sport 150 (NS150) dengan meraih double podium dan memuncaki klasemen lewat raihan 91 poin, meskipun sesi Superpole Race dimenangi oleh Aldiaz Aqsal Ismaya. Di kelas National Sport 250 (NS250), Andi Farid Iztihar memimpin klasemen dengan 119 poin setelah memenangi dua race utama, sementara sesi Superpole Race di kelas ini dicuri oleh Fahmi Basam. Selanjutnya, kelas National Supersport 600 (NS 600) didominasi oleh Herjun Atna Firdaus yang meraih dua podium utama dan memimpin klasemen dengan 113 poin, sedangkan M FAEROZI TOREQOTTULLAH menjadi yang terbaik di sesi Superpole Race. Pada kelas Junior Sport 250 U-18, M Abid Azhar Musafa kokoh di puncak klasemen dengan 100 poin setelah menyapu bersih kemenangan di dua race. Pada kelas Underbone 150, Fadli Rigani memenangi race pertama dan Rendi Oding memenangi race kedua yang membuatnya berada di puncak klasemen dengan 103 poin, sementara sesi Superpole Race dimenangi oleh Dimas Juliatmoko.

Elijah William Hinzman cetak sejarah di Kejuaraan Dunia Muaytai 2026

Elijah William Hinzman

Atlet muaytai Indonesia, Elijah William Hinzman mencetak sejarah dengan meraih medali perak dalam Kejuaraan Dunia Muaytai IFMA atau IFMA World Championship 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. “Keberhasilan Elijah William Hinzman meraih medali perak di IFMA World Championships 2026 merupakan sejarah bagi muaytai di tanah air,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Pada kejuaraan yang berlangsung 16-26 Juni itu, Elijah berhasil mengukir sejarah baru dengan meraih medali perak sekaligus mencatatkan prestasi terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang bergengsi IFMA World Championships. Marciano menjelaskan bahwa Elijah menembus babak final dan hampir menjadi juara dunia menjadi bukti nyata potensi besar cabang olahraga muaytai Indonesia. Atlet berdarah campuran Indonesia-Thailand itu menunjukkan performa gemilang dengan semua kemenangan diraih melalui technical knockout (TKO). Elijah melewati babak penyisian dengan mengalahkan lawan dari Malaysia, kemudian menaklukkan petarung Rusia dan Finlandia di babak perempat final dan semifinal. Marciano mengapresiasi performa gemilang yang ditunjukkan Elijah dengan menaklukkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara. ​”Prestasi luar biasa yang ditunjukkan di panggung dunia ini adalah kebanggaan besar bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata dia. Pencapaian itu, Marciano melanjutkan, membuktikan bahwa program pembinaan atlet yang dilakukan Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) yang dipimpin La Nyalla Mahmud Mattalitti berjalan di jalur yang benar. Pengurus Provinsi MI Jawa Timur yang dipimpin Baso Juherman, hingga tim pelatih, serta seluruh pihak di belakang panggung telah bekerja keras menempa bakat Elijah hingga mampu bersaing sengit dengan petarung-petarung terbaik dunia. ​Marciano berharap momentum bersejarah tersebut dapat dijaga dengan baik serta keberhasilan Elijah menjadi memotivasi semangat bagi atlet-atlet muaytai lainnya untuk terus bekerja keras, meningkatkan disiplin, dan bersiap menghadapi kompetisi internasional berikutnya demi mengibarkan bendera Merah Putih di panggung dunia.

Veda Ega Pratama finish posisi kelima Moto3 GP Ceko 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama menempati posisi kelima balapan Moto3 GP Ceko 2026 di Sirkuit Masaryk, Brno, Republik Ceko, Minggu. Pada balapan ini, Veda Ega memulai balapan Moto3 GP Ceko 2026 di posisi ke-20 dan sejak lap pertama ia berupaya untuk menempati peringkat yang lebih baik, demikian catatan MotoGP. Veda selanjutnya berhasil merangsek ke peringkat sembilan di lap pertama, lalu berhasil naik ke posisi tujuh pada lap kedua yang dapat ia pertahankan hingga lap lima. Pada lap kelima, Veda berhasil menempati peringkat empat, namun turun ke posisi keenam untuk cukup lama selama balapan setelah disalip dua pembalap Alvaro Carpe dan David Almansa. Memasuki lap ke-15, Veda kembali merangsek ke posisi empat setelah melalui Carpe dan Almansa, posisi tersebut tak bisa ia pertahankan cukup lama. Veda pada akhirnya mengakhiri balapan Moto3 GP Ceko 2026 di peringkat kelima setelah memenangi persaingan dengan Carpe di jalur lurus jelang garis finis. Berhasil mengakhiri balapan di peringkat kelima, pembalap Honda Team Asia tersebut berhak mendapatkan 11 poin. Tambahan poin tersebut tidak mengubah posisinya di klasemen sementara dengan menempati posisi enam dengan 82 poin, terpaut 104 poin dari peringkat pertama Maximo Quiles. Sementara itu, pembalap asal Malaysia Hakim Danish menjadi yang tercepat pada Moto3 GP Ceko 2026 dan berhak mendapatkan 25 poin. Selanjutnya peringkat kedua ditempati oleh pembalap Spanyol Brian Uriarte, sementara Maximo Quiles yang sempat cukup lama di tempat pertama harus puas mengakhiri balapan di posisi ketiga. Pada peringkat keempat turut ditempati oleh pembalap Spanyol David Almansa, Veda Ega Pratama di posisi kelima dan tempat keenam dihuni Alvaro Carpe. Berikut 10 besar balapan Moto3 GP Ceko 2026: 1. Hakim Danish – 33:34.264 2. Brian Uriarte – +0.466 3. Maximo Quiles – +0.629 4. David Almansa – +0.741 5. Veda Ega Pratama – +0.900 6. Alvaro Carpe – +0.906 7. Marco Morelli – +10.724 8. Joel Kelso – +10.925 9. Scott Ogden – +11.080 10. Valentin Perrone – +11.394.

Jakarta juara umum Kejurnas Panjat Tebing KU XX FPTI 2026

FPTI Jakarta

Kontingen DKI Jakarta meraih gelar juara umum pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XX Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2026, setelah mengoleksi empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu dalam ajang yang berlangsung di Jakarta, 17-22 Juni. Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Anugrah Agung Karokaro menilai hasil kejurnas KU tahun ini menunjukkan perkembangan positif olahraga panjat tebing di daerah, karena dari total 12 medali emas yang diperebutkan, Jakarta hanya merebut empat emas. “Sebaran prestasi yang semakin merata menjadi indikator bahwa kualitas pembinaan atlet muda di berbagai provinsi terus berkembang dan kompetitif,” kata dia di Jakarta, Selasa. Meski Jakarta menjadi juara umum, hasil perolehan emas semakin merata dalam pembinaan atlet panjat tebing usia muda di berbagai daerah. Empat medali emas tuan rumah diraih melalui Rizky Aditya pada nomor boulder U19 putra dan lead U19 putra. Kemudian Keyza Queenme Candley Riwoe pada speed world record (WR) U17 putri dan Amirul Rizqi Febriyansah dari speed WR U19 putra. Selain itu, Jakarta juga memperoleh dua medali perak dari Tristan Andrata dalam nomor boulder U19 putra dan Choirul Alviansyah dari speed WR U17 putra. Sementara satu perunggu disumbangkan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dalam nomor speed WR U17 putri. Posisi kedua klasemen akhir ditempati Jawa Tengah (Jateng) dengan torehan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sementara Bali berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Ketua Umum Pengprov FPTI DKI Jakarta Dyson Toba mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil pada kejurnas tersebut. “Pencapaian ini menjadi modal penting untuk menyiapkan atlet-atlet muda yang nantinya diharapkan mampu bersaing pada level nasional yang lebih tinggi, termasuk menuju PON 2028,” ujar dia. Sementara itu, sisa lima medali emas lainnya direbut oleh masing-masing Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejurnas KU XX FPTI 2026 mempertandingkan 12 nomor dari disiplin boulder, lead, dan speed WR untuk kelompok usia U17 dan U19.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Eastbourne Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama Eastbourne Open 2026 setelah berjuang lebih dari tiga jam pada laga pembukanya di Eastbourne, Inggris, Selasa. Janice, yang menempati unggulan keenam ajang WTA 250 lapangan rumput itu harus tunduk di tangan Caty McNally setelah melalui rubber set 5-7, 7-6(5), 3-6, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama ketika kedua petenis yang sama-sama berumur 24 tahun itu berebut memenangi gim untuk kedudukan 3-3. Janice dengan kekuatan servisnya yang mencatat satu ace tidak cukup untuk menghadang McNally yang unggul dengan catatan 73,5 persen untuk memasukkan servis pertamanya, dan berhasil memenangi 88 persen poin servis pertamanya. Janice menyamakan kedudukan 5-5, namun McNally kemudian memenangi dua gim setelahnya untuk merebut set pertama. McNally unggul pada set kedua saat Janice kehilangan servisnya. Namun, dengan cepat petenis kelahiran Jakarta itu bangkit menyamakan kedudukan dan menjaga selisih angka agar tidak terpaut jauh. Janice memaksa McNally untuk memainkan tie-break yang berlangsung ketat. Pada kedudukan imbang 5-5, ia kemudian memenangi dua poin untuk membawa pertandingan ke set penentu. Dominasi McNally terasa di set ketiga meski secara statistik Janice unggul dari segi persentase servis pertama dan lebih sedikit melakukan kesalahan ganda. Ketika Janice mencoba mengejar ketertinggalan 3-4, McNally dengan kuat memenangi dua gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah tiga jam 10 menit. Dengan hasil tersebut Janice belum bisa memecah kebuntuan kekalahan laga pembuka setelah terhenti pada babak pertama dua pekan beruntun, yakni pada Libema Open dan Nottingham Open pekan lalu. Meski begitu, Janice masih akan tampil di sektor ganda di Eastbourne bersama petenis Hong Kong Eudice Chong yang akan berhadapan dengan unggulan kedua Jasmine Paolini/Sara Errani.

Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir pada semifinal ganda turnamen bergengsi WTA 250 lapangan rumput Nottingham Open 2026. Aldila/Janice menelan kekalahan dari pasangan berkebangsaan Britania Raya Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 1-2 (6-4, 4-6, 6-10), demikian catatan Nottingham Open. Bermain di Lexus Nottingham Tennis Centre, Janice/Aldila sempat unggul dengan skor 4-0 di set pertama, meski Dart/Lumsden dapat memberikan perlawanan. Pada set pertama, akhirnya Aldila/Janice berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4 dan membuat mereka menatap set kedua dengan modal positif. Memasuki set kedua, Aldila/Janice tampil seolah kehilangan arah dan dapat dimanfaatkan Dart/Lumsden yang mendapatkan keunggulan terlebih dahulu. Selanjutnya Dart/Lumsden dapat mengunci kemenangan pada set kedua dan mengalahkan Aldila/Janice dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Aldlia/Janice berhasil mencetak angka terlebih dahulu, akan tetapi Dart/Lumsden tinggal diam dan terjadi kejar-kerjaran skor. Pertandingan berlangsung sengit, bahkan kedudukan sempat sama kuat 6-6, akan tetapi pada akhirnya Aldila/Janice harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden dengan skor 6-10. Pada babak perempat final Nottingham Open 2026, sebelumnya Aldila/Janice berhasil menyingkirkan ganda putri Ceko Miriam Skoch/Jesika Maleckova.

Indonesia Finis Peringkat Keempat SEABA Qualifiers

Efrael Yerusyalom

Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia U18 di ajang FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand harus berakhir di luar skenario. Setelah tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan di fase grup, Indonesia justru harus menelan pil pahit lewat dua kekalahan beruntun di fase gugur. Usai mimpi ke final dijegal tuan rumah Thailand, Indonesia kembali harus mengakui keunggulan rival mereka, Malaysia, dalam laga perebutan tempat ketiga pada Minggu, 14 Juni 2026. Kekalahan ini terasa menyakitkan lantaran Malaysia sukses membalaskan dendam atas kekalahan mereka dari Indonesia di fase grup (65-55). Kali ini, Malaysia berbalik membungkam Indonesia dengan skor akhir 81-70, sekaligus menggagalkan ambisi Skuad Merah Putih untuk membawa pulang medali perunggu. Laga sejatinya sempat berjalan menjanjikan bagi Indonesia sejak kuarter pertama dibuka. Anak-anak asuh Ismael sukses memimpin 19-14 di sepuluh menit pertama. Konsistensi permainan yang terjaga membuat Indonesia bahkan masih mampu mengamankan keunggulan tipis 38-36 saat turun minum. Petaka baru menghampiri Indonesia usai jeda halftime. Mereka perlahan mulai kehilangan tempo permainan terbaiknya dan kerap kedodoran menghalau transisi lawan. Di paruh kedua, kolektivitas Malaysia makin menggila dengan memberondong 45 poin tambahan. Sementara itu, lini serang Indonesia mengalami kebuntuan dan hanya mampu membalas 32 poin hingga laga ditutup dengan kekalahan 70-81. Tiga pilar Indonesia sebenarnya sudah tampil habis-habisan dengan mencetak dua digit poin. Steven Sebastian kembali menunjukkan sinarnya lewat torehan double-double fantastis berupa 24 poin dan 14 rebound. Catatan impresif ini disusul Jaya James Anak Agung Bayuntara dengan gelontoran 19 poin, serta Chimaobi Nzekwue yang menyumbang 10 poin. Sayangnya, Indonesia gagal meredam performa meledak-ledak dari mesin poin Malaysia, Yu Xian Tan. Penggawa Malaysia tersebut tampil tak terbendung dengan mengemas double-double lewat raihan 32 poin dan 10 rebound, yang menjadi faktor pembeda sekaligus penghancur asa kemenangan Indonesia. Jika menilik statistik, Indonesia sejatinya memiliki peluang poin yang jauh lebih banyak lewat total 71 percobaan tembakan. Sayang, kurang baiknya penyelesaian akhir membuat hanya 26 tembakan yang berhasil dikonversi menjadi poin (36 persen). Sebaliknya, Malaysia bermain jauh lebih efisien; dari total 59 percobaan tembakan, mereka sukses melesakkan 27 tembakan ke dalam ring (45 persen). Satu-satunya catatan yang membaik bagi Indonesia adalah akurasi tembakan gratis yang mencapai 61 persen (11/18 masuk). Indonesia juga sebenarnya mendominasi secara keseluruhan di sektor rebound, assist, hingga steal. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang emas di area pertahanan lawan jadi bumerang terbesar. Dengan hasil ini, Indonesia harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat keempat FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand. Medali perunggu resmi diraih oleh Malaysia yang mengunci tempat ketiga. Sementara itu, Filipina keluar sebagai juara pertama disusul Thailand sebagai runner up. Hasil ini sekaligus memastikan Filipina dan Thailand menjadi dua delegasi resmi Asia Tenggara yang berhak melenggang ke putaran final FIBA U18 Asia Cup 2026.

Kemenpora Lepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda ke AFC Vietnam Hanoi International 2026

Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. Pelepasan ini dari Kemenpora diwakili Perencana Ahli Madya, Ambar Basuki, di Kemenpora, Senin (15/6). Diharap, 24 pemain yang akan bertanding bisa meraih prestasi maksimal. “Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan. Kita melepas putra terbaik bangsa yang telah melalui proses pembinaan, seleksi, dan persiapan yang panjang untuk membawa nama Indonesia di ajang sepak bola pelajar tingkat internasional,” ujarnya. Dia mengatakan, keikutsertaan Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan menjadi representasi semangat, karakter, disiplin, dan masa depan sepak bola Tanah Air. Menurutnya, para pemain yang tergabung merupakan duta bangsa yang akan menunjukkan kualitas, bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing, dan sportivitas yang tinggi. Dijelaskan, proses pembinaan sepak bola usia muda, kemenangan bukanlah satu-satunya target yang harus dicapai. Pengalaman bertanding di panggung internasional dinilai jauh lebih penting sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan karakter atlet. “Kami berharap para atlet mampu menunjukkan karakter sebagai pelajar dan atlet Indonesia yang berintegritas, disiplin, tangguh, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa,” terangnya. Dia juga mengajak seluruh pemain untuk bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Setiap pertandingan diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk terus belajar, berkembang, dan mengharumkan nama Indonesia. Disampaikan, Kemenpora akan terus berkomitmen mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Hal tersebut sebagai bagian dari pembangunan prestasi olahraga nasional. Investasi pada generasi muda saat ini diyakini akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berprestasi di tingkat dunia pada masa mendatang. “Pengalaman bertanding di Vietnam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, wawasan internasional, serta memperkuat karakter para atlet sebagai calon pemain masa depan Indonesia,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah bekerja keras membina para atlet muda, serta mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas dukungan dan doa yang diberikan kepada para atlet. Lebih lanjut, dia berpesan kepada seluruh anggota tim agar bertanding dengan penuh semangat, bermain dengan rasa bangga, dan membawa kehormatan bagi Merah Putih. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia dalam rangka AFC Vietnam Hanoi International 2026 secara resmi saya lepas untuk mengikuti pertandingan. Selamat bertanding, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.

Perbanas wakili Indonesia ke AUBL 2027

Tim Putra Perbanas & Tim Putri Universitas Surabaya

Tim putra Institut Perbanas Jakarta berhak mewakili perguruan tinggi Indonesia pada Asia University Basketball League (AUBL) 2027 setelah menjadi juara Campus League Basketball Season 1 2026. Perbanas menjadi juara putra pertama Campus League Basketball setelah mengalahkan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga 47-45 melalui babak tambahan pada final The Nationals di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu. “Peringkat ketiga di regional mampu keluar sebagai juara, saya tidak bisa berkata-kata dan hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan karena kami bisa menjadi juara,” kata pelatih tim putra Institut Perbanas Zulfahrizal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Zulfahrizal menyebut kemenangan itu menjadi bukti mentalitas timnya yang tidak menyerah meski harus menjalani pertandingan ketat hingga babak tambahan. “Kemenangan akhirnya berhasil kami raih setelah memaksa lawan memainkan babak overtime. Di saat itulah kami bisa menunjukkan Perbanas mentality, mentalitas juara, dan sang raksasa sudah terbangun dari tidur panjangnya,” ujar dia. Haikal, yang juga meraih gelar MVP Campus League Basketball Season 1 2026, mengatakan Perbanas mampu membuktikan diri meski tidak datang dengan status unggulan. “Sungguh luar biasa, meskipun kami bukan tim unggulan dan tanpa diperkuat pemain IBL, tetapi sanggup membuktikan diri keluar sebagai juara di The Nationals. Saya juga tidak menyangka teman-teman bisa step up semua dan terus berjuang hingga akhir,” kata Haikal. Sementara itu, gelar sektor putri menjadi milik Universitas Surabaya (Ubaya) setelah mengalahkan Soegijapranata Catholic University (SCU) 59-51 pada partai final. Ubaya sempat mendapat tekanan dari SCU yang unggul pada paruh pertama, namun tim asal Surabaya itu bangkit pada kuarter ketiga dengan mencetak 23 poin. Momentum tersebut menjadi titik balik sebelum Ubaya menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan. CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan musim perdana basket Campus League menjadi modal penting untuk mengembangkan kompetisi olahraga antarkampus secara berkelanjutan. “Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. Yang paling penting adalah membangun fondasi. Kami melihat antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan berbagai pihak yang terlibat sangat besar,” kata Ryan. Campus League Basketball Season 1 2026 berlangsung sejak April melalui fase regional di Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, serta Jakarta-Tangerang, sebelum ditutup dengan The Nationals di Tangerang pada 7-13 Juni.

Keren, Indonesia Raya berkumandang di Estoril

Kiandra Ramadhipa

Kiandra Ramadhipa baru berusia 16 tahun ketika berdiri di podium tertinggi Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu (14/6). Bersamaan dengan itu, Indonesia Raya menggema di lintasan yang sama, tempat setahun sebelumnya ia hanya mampu meraih podium ketiga di lintasan basah sebagai pembalap tamu European Talent Cup. Kini situasinya berbeda. Ramadhipa datang ke Estoril bukan lagi sebagai pembalap tamu, melainkan peserta penuh FIM Moto3 Junior World Championship. Ia pun pulang dengan pencapaian yang lebih besar: kemenangan pertamanya dan gelar juara di Estoril. Balapan sepanjang 16 lap itu tidak menawarkan jalan mudah. Ramadhipa memulai dari posisi ketujuh, bukan barisan terdepan yang biasanya menjadi sweet spot untuk mengunci kemenangan di kelas junior. Namun, sejak lampu start padam, ritme yang Ramadhipa tunjukkan berbeda. Di tikungan pertama ia sudah merangsek ke posisi kelima, di lap ketujuh ia sempat memimpin. Meski Travis Borg dan Carlos Cano bergantian merebut posisi terdepan di lap-lap akhir, Ramadhipa belum terlempar dari kalkulasi juara. Drama sesungguhnya terjadi di lap terakhir. Memasuki sektor penutup Estoril, ia melewati dua pembalap sekaligus menjelang garis finis. Total waktunya 27 menit 55,32 detik. Dalam wawancara singkat seusai balapan, remaja asal Sleman Yogyakarta itu mengaku kesulitan akibat cuaca yang sangat panas. Ban adalah yang pertama dipikirkannya untuk selalu dijaga, baru setelah itu konsentrasinya. Kemenangan di Estoril bukanlah titik awal bagi Ramadhipa. Ini justru merupakan titik kulminasi dari perjalanan panjang yang telah ditempuh selama lebih dari satu dekade. Semua berawal dari lintasan motocross saat usianya baru lima tahun. Dua tahun kemudian ia beralih ke aspal melalui MiniGP, lalu menapaki setiap jenjang pembinaan dengan kesabaran dan konsistensi. Dari Juara Nasional MotoPrix 2022, runner-up Asia Road Racing Championship 2023, meraih podium dan kemenangan di Idemitsu Asia Talent Cup 2024, hingga menjalani debut yang menjanjikan di European Talent Cup pada 2025. Setiap langkah menjadi batu pijakan menuju level berikutnya. Catatan prestasi yang terus menanjak itu pula yang membuat program pembinaan Honda semakin yakin untuk memberi perhatian dan kepercayaan lebih besar kepadanya. Di musim 2025 itu pula Ramadhipa pertama kali mengenal Estoril, tentunya bukan sebagai turis, tapi sebagai pembalap yang berjuang di lintasan basah dan pulang membawa podium ketiga. Pengalaman itu mungkin tidak terasa besar saat itu. Tapi dalam dunia balap, hafalan karakter tikungan, titik pengereman, dan perilaku motor di trek lurus panjang Estoril adalah modal yang tidak bisa dibeli secara instan. Ketika ia kembali ke sirkuit yang sama tahun ini, memori teknikal itu ia keluarkan kembali dan menjadi bekal yang sangat berguna. Hal yang membuat Estoril 2026 terasa berbeda adalah konteks psikologisnya. Dua bulan sebelumnya, di Jerez, Ramadhipa memenangkan Race 2 Red Bull Rookies Cup setelah memulai dari posisi ke-17. Bukan kemenangan dari barisan depan, tapi kemenangan yang dibangun dari bawah, lap demi lap, menyalip satu per satu hingga 16 posisi terlampaui. Pola yang persis ia ulangi di Portugal, dengan versi yang lebih dramatis di tiga lap terakhir. Pola seperti ini tidak muncul dari bakat semata. Ia muncul dari pengulangan, dari ratusan sesi latihan, dari kekalahan yang dicatat, dari kemenangan yang dianalisis. Kiandra Ramadhipa bukan lahir dari keberuntungan sesaat. Ia adalah produk dari rantai pembinaan yang terbangun dengan sabar dan berjenjang. AHRS menempa fondasinya, Asia Road Racing Championship mengasah ketangguhannya, Idemitsu Asia Talent Cup menguji kualitasnya, dan European Talent Cup mematangkan hingga melahirkan seorang pembalap yang mampu berdiri sejajar dengan talenta-talenta terbaik dunia. Ketika akhirnya naik ke FIM Moto3 Junior World Championship musim ini, Ramadhipa bukan lagi seorang debutan yang masih canggung menghadapi atmosfer balap Eropa. Ia datang sebagai pembalap yang sudah pernah merasakan memimpin balapan di benua itu, sekaligus memahami pahitnya kehilangan posisi di lap terakhir.

Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026 setelah kalah dari petenis Jerman Tatjana Maria di Nottingham, Inggris, Senin. Janice yang menempati unggulan kesembilan dalam ajang WTA 250 lapangan rumput itu tak mampu menghalau penampilan kuat Maria sehingga terpaksa menyerah 3-6, 2-6, dalam satu jam dua menit. Statistik WTA menunjukkan bahwa Maria tampil impresif dengan mencatatkan tujuh ace pada set pertama. Petenis peringkat 52 WTA itu memasukkan 87,5 persen servis pertamanya dan memenangi 85,7 persen servis pertama. Janice mencoba mengganggu ritme petenis berusia 38 tahun itu pada set kedua, dengan memenangi 71 persen poin servis pertama. Namun, Maria terlampau kuat bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu. Maria mencatatkan tiga ace, unggul dari segi pengembalian bola, dan mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk memenangi pertandingan. Hasil tersebut membuat Janice kembali harus terhenti pada babak pertama. Petenis No.40 dunia itu belum dapat memecah dengan kekalahan pada babak pembuka. Setelah menutup musim lapangan tanah liat di Roland Garros dengan terhenti pada babak pertama, Janice sempat melaju hingga babak kedua di Birmingham Classic. Namun, ia kembali harus pulang lebih awal ketika kandas pada babak pembuka Libema Open. Meski begitu, Janice masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa bertahan lebih lama di Nottingham. Ia akan bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila sebelumnya juga harus menelan kekalahan pahit di WTA 250 ‘s-Hertogenbosch, setelah dipaksa menyerah 1-6, 6-4, 8-10 pada babak pertama dari Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Di Nottingham, Janice/Aldila, yang menempati unggulan ketiga, akan memulai perjuangan mereka dengan bertemu pasangan Amerika-Ceko Ann Li/Tereza Valentova esok hari, Selasa (16/6).

Timnas U-19 Raih Peringkat Ketiga

ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026

Timnas Indonesia U-19 berhasil mengakhiri perjuangannya di ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 dengan menempati peringkat ketiga. Kepastian tersebut diraih setelah Garuda Muda mengalahkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu 13 Juni 2026 petang. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Indonesia dan Kamboja sama-sama berupaya menciptakan peluang untuk membuka keunggulan. Tim asuhan Nova Arianto nyaris memecah kebuntuan melalui Nazriel Alvaro, tetapi sepakannya masih membentur mistar gawang. Kamboja juga mendapatkan peluang serupa menjelang jeda melalui Somborithy Soeng, namun bola juga hanya membentur mistar. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih menekan dan terus mencari celah di pertahanan lawan. Peluang pertama hadir pada menit ke-47 saat Irpan Siregar melepaskan tembakan dari sudut sempit. Namun usahanya belum mengarah tepat ke gawang. Tekanan Indonesia berlanjut dan pada menit ke-57, Irpan kembali mengancam lewat sundulan hasil umpan silang dari sisi sayap. Sayangnya, peluang tersebut masih mampu diamankan penjaga gawang Kamboja. Gol yang ditunggu akhirnya tercipta pada menit ke-63. Berawal dari sepak pojok yang dikirim Isfandyar, Muhammad Algazani berhasil menyambut bola di depan gawang dan menanduknya masuk ke dalam gawang Kamboja. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan sekaligus membawa Indonesia unggul 1-0. Indonesia sempat kembali membobol gawang lawan pada menit ke-77 melalui Irpan Siregar. Namun, gol tersebut tidak disahkan wasit karena Irpan lebih dahulu berada dalam posisi offside. Memasuki 10 menit terakhir, pertandingan berjalan terbuka. Kamboja meningkatkan intensitas serangan untuk mengatasi ketertinggalan, sementara Indonesia berusaha mempertahankan keunggulan sekaligus mencari peluang melalui serangan balik. Peluang terbaik Kamboja datang pada menit ke-89 saat Kryya berhasil lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan kiper Dafa Al Gasemi. Namun, Dafa tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Indonesia. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia U-19 meraih peringkat ketiga ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 sekaligus menutup turnamen dengan kemenangan.