Kejurnas Hockey Indoor 2026 Resmi Digelar

Kejuaraan Nasional Hockey Indoor 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Indoor 2026 resmi digelar di GOR Nambo Jaya Sport Centre, Kota Tangerang, Banten, Minggu (23/8). Ajang tersebut diikuti 24 tim dari 12 provinsi di Indonesia dan berlangsung hingga 30 Agustus. Gubernur Banten, Andra Soni membuka langsung kejuaraan tersebut. Turut hadir Ketua Umum PP FHI, Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, Sekjen FHI Yasser Arafat Suaidy, Ketua Pengprov FHI Banten HM Ali Hanafiah, serta Wali Kota Tangerang Sachrudin. Andra Soni menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pembinaan hockey secara berkelanjutan. Ia menargetkan pembangunan lapangan hockey yang representatif di Kota Tangerang pada 2027 sebagai bagian dari persiapan Banten menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Lampung. “Kami berharap prestasi olahraga hockey di Indonesia, khususnya di Banten, terus berkembang. Hockey merupakan olahraga olimpiade yang populer di dunia, dan tugas kita bersama untuk makin mempopulerkannya di Tanah Air,” ujar Andra Soni. Pemprov Banten juga berencana melengkapi Banten Sport Center dengan Stadion Hockey Field berstandar internasional. Fasilitas tersebut akan berdampingan dengan sarana akuatik, atletik, beladiri, dan futsal yang telah direncanakan dalam RPJMD. Sementara itu, Budi Sulistijono mengapresiasi pelaksanaan Kejurnas Hockey Indoor 2026. Menurut dia, kejuaraan tersebut menjadi tolok ukur pembinaan prestasi hockey di berbagai daerah. “Kejurnas ini sangat strategis sebagai tolak ukur pembinaan prestasi di daerah-daerah. Kami berharap seluruh atlet tampil maksimal mengeluarkan performa terbaik dari hasil latihan selama ini,” kata Budi. Budi juga menilai Banten memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet muda hockey indoor yang dapat dibina untuk level nasional. Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai Kejurnas Hockey Indoor memiliki arti penting dalam perhitungan poin prestasi atlet. Menurut dia, ajang National Championship memiliki bobot poin tinggi sebagai bagian dari perjalanan menuju kualifikasi Olimpiade. “Hockey Indonesia bukan kaleng-kaleng. Kita sudah punya delapan atlet yang bermain di liga profesional luar negeri. Kejurnas ini adalah fondasi penting, dan kami siap melihat lahirnya atlet-atlet kelas dunia dari ajang ini,” ujar Okto. Ia menyebut saat ini terdapat delapan atlet hockey Indonesia yang telah bermain di liga internasional. Kejurnas tersebut diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet yang mampu bersaing di level dunia. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya untuk menjadi tuan rumah Kejurnas Hockey Indoor 2026. “Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Tangerang dipercaya menyelenggarakan kejuaraan tingkat nasional. Olahraga membina semangat disiplin dan sportifitas, sekaligus mengukur kemampuan para atlet,” ujar Sachrudin. Menurut dia, penyelenggaraan Kejurnas juga memberikan dampak terhadap sport tourism dan perekonomian masyarakat. “Kejuaraan ini tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memutar roda ekonomi masyarakat serta meningkatkan omzet UMKM di Kota Tangerang,” pungkasnya.

Hydroplus Sirnas B Bengkulu 2026: Giliran Jaya Raya Jakarta Juara Umum

Sirkuit Nasional B Bengkulu 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 berakhir pada Sabtu (22/8) petang. Sebanyak 11 partai final yang mempertandingkan 11 kategori rampung digelar di GOR Sportatorium, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sabtu (22/8) sore. Seperti tiga seri sebelumnya, HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 yang berlangsung pada 17-22 Agustus mempertandingkan 11 kategori yang terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni Usia Dini, Anak, dan Pemula. Keenam kategori pada kelompok Usia Dini dan Anak meliputi Usia Dini Tunggal Putra (UDPA), Usia Dini Tunggal Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), dan Ganda Anak Putri (GAPI). Sementara itu, kelompok Pemula mempertandingkan Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). Jaya Raya Jakarta akhirnya mampu memutus rentetan juara umum milik PB Djarum usai tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan 6 gelar juara. DIsusul, Mutiara Cardinal Bandung dengan dua gelar. Tiga gelar juara lain, dibagi rata menjadi milij PB Djarum, Perkasa Ardana Badminton Club dan Jaya Raya Solo. Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Balikpapan dengan tajuk Bayan Open pada tanggal 24 – 29 Agustus 2026. Selain itu, Seri sirnas lain akan dilanjut ke Kota Yogyakarta. Seri sirnas berlabel Sirkuit Nasional A tersebut akan berlangsung pada 8 – 13 September 2026. Berikut hasil lengkap rangkaian partai final HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026: Lapangan 1 GPC Satria Pinandita Yudistira/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Alika Naila Putri (Mutiara Cardinal Bandung) 21-19, 21-17 TAPI Maura Wahyu Keisha Maharani (Jaya Raya Jakarta) vs. Shallom Angelica Sari (PB Djarum) 21-12, 21-16 UDPA Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Dafi Alfathan (Iskandar Alamla Palembang) 22-20, 21-7 TPA Ghalib Ahnaf Dira (Jaya Raya Jakarta) vs. Muhammad Farid Habibulloh (Alamsyah Yunus Badminton Club) 16-21, 21-14, 21-16 GAPA Raihan Farid ‘Atha Mufida/Zhafran Almer Haq (Perkasa Ardana Badminton Club) vs. Andra Julio Ghaizan/Delvino Eugene Lantu (Jaya Raya Satria) 21-18, 14-21, 22-20 TAPA Athalla Rizlya Putra (Jaya Raya Jakarta) vs. Mochamad Rizqi Abdullah (Jaya Raya Solo) 21-11, 21-18 GPI Khanza Zulfanihayah/Queeny Opsi Palamarta (PB Djarum) vs. Grenville Evy Nanda/Nufaisah Aliyah Rohmah (Jaya Raya Jakarta) 21-23, 12-21 GPA Brian Aqila Daniswara/Raysel Emerald Gracylon (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) 14-21, 21-13, 15-21 Lapangan 2 TPI Metta Handayani Hartono (Jaya Raya Jakarta) vs. Khanza Janeeta Nugraha (Jaya Raya Jakarta) UDPI Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Anindita Nuur Varisha (Jaya Raya Satria) 21-10, 21-13 GAPI Amira Ghassani Ahlam/Naura Khaira Raya Kharisma (Alamsyah Yunus Badminton Club/Global Pratama) vs. Angelice Luigi Nathaniela/Aqila Sybil Aufa Ilham (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 16-21

Cikal Sabet Emas World Climbing Asia Youth Championship

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia pada ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China. Cikal, sapaan Ardana Cikal Damarwulan, menjadi yang terbaik pada nomor boulder putra kelompok usia U-17 setelah mencatatkan skor 69,7 pada babak final yang berlangsung di Guiyang, Sabtu. Dalam klasemen final, Cikal mengungguli atlet Jepang Takumi Nakayama yang menempati posisi kedua dengan skor 69,2, serta Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang juga membukukan skor 69,2. Sementara itu, atlet China Zerun Mu berada di posisi keempat dengan skor 59,7, diikuti Taketo Saiki dari Jepang (54,7), Heming Huang dari China (44,2), dan Boxuan Chen dari China (39,4). Hasil tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung pada 21-25 Agustus 2026 dan mempertandingkan disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay. Sebelumnya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet muda untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Kontingen Indonesia diperkuat enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang bersaing pada kelompok usia U-17 dan U-19. Indonesia ambil bagian dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan nomor speed relay atau estafet yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian Asia Youth Championship. Cikal sebelumnya juga dipercaya memperkuat Indonesia pada nomor lead putra U-17. Kehadirannya di dua disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada atlet-atlet muda sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan di level Asia.

HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 – Tolok Ukur Pembinaan Atlet Muda

Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026

HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 mulai bergulir pada Senin (17/8) pagi di GOR Sportatorium, Bengkulu. Sebanyak 462 pebulu tangkis dari 124 klub di berbagai daerah di Tanah Air ambil bagian dalam kejuaraan berskala nasional yang berlangsung pada 17-22 Agustus tersebut. Ratusan peserta itu bersaing pada 11 kategori, yakni Usia Dini Putra, Usia Dini Putri, Tunggal Anak Putra, Tunggal Anak Putri, Ganda Anak Putra, Ganda Anak Putri, Tunggal Pemula Putra, Tunggal Pemula Putri, Ganda Pemula Putra, Ganda Pemula Putri, serta Ganda Pemula Campuran. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah sekaligus menambah semarak kembalinya kejuaraan berskala nasional ke “Bumi Rafflesia”. Kepercayaan untuk kembali menggelar Sirnas telah dinantikan masyarakat Bengkulu selama lebih dari satu dekade. Terakhir kali ajang serupa digelar di provinsi tersebut pada 2011, sehingga penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di daerah tersebut. Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Bengkulu, Saihoni Anwar, menyatakan bahwa penunjukan Bengkulu sebagai tuan rumah merupakan hasil kerja keras jajaran pengurus sepanjang 2025. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah PP PBSI memberikan kepercayaan kepada Bengkulu untuk menjadi tuan rumah HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 sekaligus menandai berakhirnya penantian panjang untuk kembali menghadirkan kejuaraan bulu tangkis berskala nasional di Bengkulu. Setelah terakhir kali menjadi tuan rumah Sirnas pada 2011, Saihoni mengungkapkan, Pengprov PBSI Bengkulu tidak pernah berhenti mengajukan diri dan berupaya mendapatkan kepercayaan untuk kembali menggelar ajang tersebut. “Kami tetap berupaya. Bahkan setiap tahun kami mengusulkan untuk mengadakan Sirnas di Bengkulu,” tuturnya kepada Djarum Badminton, Senin (17/8). “Alhamdulillah di 2026 yang merupakan usulan kami pada 2025, kerja keras itu membuahkan hasil yang manis dan akhirnya digelar HYDROPLUS Sirnas B 2026 di Bengkulu,” Saihoni, menambahkan. Saihoni berharap, penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi awal bagi Bengkulu untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan nasional. Ia juga menyatakan, Pengprov PBSI Bengkulu telah berkomunikasi dengan PP PBSI terkait rencana mengajukan diri sebagai tuan rumah Sirnas A pada kesempatan mendatang, sekaligus berharap mendapat dukungan penuh untuk merealisasikan rencana tersebut. Sementara itu, pendiri sekaligus pelatih klub bulu tangkis Porpu Bengkulu, Ramdani, menyambut positif kehadiran HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Ia mengirimkan 18 atlet binaannya untuk ambil bagian dalam kejuaraan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai kesempatan untuk menguji mental dan kemampuan mereka saat bersaing dengan para pebulu tangkis muda dari berbagai daerah di luar Bengkulu. “HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 ini bagi kami di Porpu menjadi tolok ukur atau semacam barometer buat saya, sejauh mana para pemain dapat menerapkan apa yang telah dilatih selama ini,” jelasnya. Ia pun menaruh harapan besar kepada para atlet yang bertanding pada kategori Usia Dini Putra dan Usia Dini Putri di HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 agar dapat menunjukkan performa terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dari persaingan di level nasional.

FPTI kirim 13 atlet ke Asia Youth Championship di China

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 13 atlet untuk berlaga dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus, yang mempertandingkan disiplin speed, lead, dan boulder. “Ya benar, kami kirim 13 atlet muda,” kata pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu. Dia menjelaskan, ke-13 atlet itu terdiri atas enam atlet putra dan tujuh putri. Timnas Indonesia akan bersaing dalam kejuaraan kelompok usia yakni U17 dan U19. Dalam kejuaraan itu, lanjut dia, Indonesia akan bersaing dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Khusus speed relay (estafet) untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian pertandingan Asia Youth Championship. Kehadiran nomor estafet menambah peluang bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bersaing memperebutkan prestasi di tingkat Asia. Sejumlah nama kembali memperkuat Tim Merah Putih antara lain Haddan, Naura, Rerynta, Taqiyya, dan Rizky Aditya. Selain nama-nama yang sudah berpengalaman di kelompok usia, Indonesia juga membawa sejumlah atlet baru. Mereka adalah Amirul, Krido, Keyzia, Indie, Mayra, Indah, dan Rizky Sholeh. Keikutsertaan 13 atlet tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada para climber muda, sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan Asia. Para atlet itu diharapkan mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik dalam ajang yang mempertemukan atlet-atlet muda panjat tebing dari berbagai negara Asia tersebut. Dengan komposisi atlet berpengalaman dan pendatang baru, FPTI berharap kontingen Tanah Air dapat menunjukkan perkembangan kemampuan, sekaligus menjaga peluang meraih prestasi di Guiyang serta menjadi bekal penting menuju kompetisi internasional berikutnya. Berikut daftar nama atlet dan nomor yang diikuti dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus. Disiplin speed 1. Nomor speed estafet U19 putra: Amirul dan Haddan Malik. 2. Nomor speed perorangan U19 putra: Amirul dan Haddan Malik. 3. Nomor speed perorangan U19 putri: Rerynta. 4. Nomor speed estafet U17 putri: Naura dan Keyzia. 5. Nomor speed perorangan U17 putra: Krido. 6. Nomor speed perorangan U17 putri: Naura dan Keyzia. Disiplin lead 1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky Aditya 2. Nomor perorangan U19 putri: Taqiyya dan Indie. 3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan dan Rizky Sholeh 4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra dan Indah. Disiplin boulder 1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky. 2. Nomor perorangan U19 putri: Indie. 3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan. 4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra.

Perbasi panggil 48 atlet putra dan putri untuk seleknas timnas 3×3 U17

Logo PERBASI.

Badan Tim Nasional (BTN) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) memanggil total 48 pemain yang masing-masing terbagi atas 24 atlet putra dan putri guna mengikuti seleksi nasional (seleknas) timnas bola basket 3×3 U17 Indonesia. “Benar, akan ada seleknas timnas 3×3 U17,” kata Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi, di Jakarta, Jumat. Berdasarkan keterangan dalam pengumuman Perbasi di akun media sosial Instagram (IG) timnas, seleknas tersebut merupakan persiapan untuk menghadapi SEABA 3×3 U17 yang diselenggarakan di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada pada 18-20 September 2026. Pada sektor putra, terdapat sejumlah nama yang dipanggil di antaranya Chimaobi Nzekwue, Miracle Christiano, Matthew Vander Setiawan, Denzel Waller, Mohammad Alkaysan Aldirono, Reiner Athaya Haiputra, dan Orlando Timothy Kaihena. Sementara daftar atlet putri diisi antara lain Chloe Cathleen Cung, Milessa Geana Serafine, Santika Honggo Serafine, dan Inez Angelina Welly. Perbasi menyebut, seleknas tersebut akan dipimpin Wahyu Widayat Jati sebagai pelatih kepala. Dia didampingi oleh Zulfahrizal, Raymond Shariputra, Stella Fabiola, dan Agus Batbual sebagai asisten pelatih. Seluruh pemain selanjutnya akan bersaing dalam proses seleksi untuk menentukan komposisi tim yang tampil dalam SEABA 3×3 U17. Ajang tersebut menjadi panggung penting bagi pemain muda Indonesia untuk mengasah kemampuan, sekaligus menguji kekuatan di level Asia Tenggara. Pemilihan pemain juga menjadi bagian dari upaya regenerasi timnas 3×3 Indonesia. Berdasarkan keterangan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3×3, format tiga lawan tiga menuntut pemain memiliki kemampuan individual, pengambilan keputusan cepat, daya tahan, serta kemampuan bertahan dan menyerang dalam ruang terbatas. Sementara itu Indonesia sebelumnya memiliki catatan positif pada SEABA 3×3 U17. Timnas putri keluar sebagai juara edisi 2025 di Singapura setelah mengalahkan Thailand pada partai final. Pencapaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi regenerasi tim. Berikut daftar lengkap 24 atlet putra dan 24 putri yang dipanggil untuk Seleksi Nasional (Seleknas) Timnas 3×3 U17 Indonesia. Putra: 1. Miracle Christiano 2. Matthew Vander Setiawan 3. Denzel Waller Soenjoto 4. Mohammad Alkaysan Aldirono 5. Reiner Athaya Hadiputra 6.Orlando Timothy Kaihena 7. Juanito Zefanya Boseke 8. Darell Alderich 9. Bryan Kaisar Che Kang 10. Chimaobi Nzekwue 11. Noah Van Schendel 12. Rafky Abqary Basri 13. Ahmad Al Fairuz 14. Abraham Fajar Timothy Diawara 15. Marshall Farez Al Hadi 16. Steven Sebastian 17. Bryan Gilbert 18. Saquelle Arroza Edwinarandra 19. Daniel Glenn Mulia Sitepu 20. Justin Edoardo Lim 21. Frederick Budiawan 22. I Made Surya Dilaga 23. Gede Dio Arghya Naranatha 24. I Komang Tri Hita Karana Putra Putri: 1. Chloe Cathleen Cung 2. Milessa Geana Serafine 3. Santika Honggo Serafine 4. Arida Shafa Chayara 5. Tierra Belle Shakira Johansen 6. Raina Aisha Raheem 7. Jill Annabelle Jevanya Lohy 8. Abinda Lubna Azizah 9. Queensa Elvaretta Naura 10. Inez Angelina Welly 11. Maria Odifa Putri Hartono 12. Raouel Fulgencia Hendyawan 13. Kalinda Hauraa Iskandar 14. Fiorenza Celesta 15. Chelsea Aurelia Adellyne 16. Regina Cahyu Maharani 17. Piwara Cleophila Alzena 18. Joanne Giovanni 19. Richelle Evelyn Widjaja 20. Hannah Harshita 21. Syafira Dwita 22. Evelin Ediliani Wong 23. I Gusti Ayu Krisabella 24. Evelyn Papuana Felle

IWL Jadi Titik Awal Baru Sepak Bola Putri Indonesia

Indonesia Women’s League

Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sepak bola putri. Kompetisi ini dipandang sebagai pembuka ruang karier profesional dan arena memperluas talent pool. IWL dijadwalkan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Sebagai langkah awal, kompetisi diikuti enam klub dari Jabodetabek: Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa. Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai IWL sebagai momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri. Kompetisi perdana ini, menurutnya, menjadi tolok ukur baru untuk melihat kelayakan dan perkembangan pemain putri potensial. “Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Diego menilai model drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub sebagai langkah positif. Skema ini diyakini memperkuat persaingan sehat sekaligus memperluas ruang belajar pemain muda. Pemain berusia 17–18 tahun, katanya, akan mendapat pengalaman berharga melalui kompetisi dan persaingan bersama pemain senior. Dengan alokasi enam pemain tim nasional pada setiap klub, proses tumbuh bersama antara pemain berpengalaman dan pemain muda diharapkan semakin kuat. Optimisme serupa disampaikan pemain Dewa United, Safira Ika Putri. Ia memandang IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola putri untuk membangun karier di dalam negeri serta meningkatkan permainan dan kemampuan teknis. “Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira. Menurut Safira, kehadiran liga memberi dampak langsung terhadap kesiapan fisik pemain. Rangkaian persiapan hingga pertandingan akan membantu menjaga kebugaran, sementara sistem kontrak dipandang sebagai awal jaminan karier di sepak bola profesional. IWL juga membuka panggung bagi pemain muda untuk memperlihatkan bakat dan potensi. “Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,” ujar Safira. Pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, menyambut IWL dengan antusias, meski masih dalam pemulihan cedera dan berpotensi tampil pada putaran kedua. Baginya, kompetisi ini mewujudkan harapan pemain putri untuk merasakan liga profesional setelah rencana kompetisi pada 2019 terkendala pandemi pada 2020. “Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra. Zahra memandang skema drafting sebagai pilihan tepat pada tahap awal IWL. Penyebaran pemain tim nasional ke beberapa klub, dengan masing-masing tim diperkuat enam pemain tim nasional, dinilai dapat mengurangi kesenjangan kekuatan. Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan kompetisi ini untuk membuktikan kualitas serta membuka jalan karier profesional. Format terpusat dan keterlibatan enam klub diharapkan menjadi fondasi kompetisi putri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia.

Timnas U-16 Putri Tujuh Negara Siap Adu Kekuatan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan PSSI segera menyelenggarakan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8) hingga Minggu (23/8). Delapan Tim Nasional (timnas) U-16 putri dari tujuh negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri ini. Mereka ialah Indonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura dan Hong Kong, China. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran tujuh negara dalam ajang kompetitif ini menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan sepak bola putri di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Teddy berharap, turnamen tingkat internasional ini menjadi ajang pesepakbola putri belia mengukur kemampuan dan memetik pengalaman berharga menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari tiap negara. “Kami menyambut antusias para atlet dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Arab Saudi dan Yordania untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif di Kudus. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas agar setiap individu dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak dini hingga nantinya mereka memiliki bekal untuk melangkah ke level profesional. Dengan semangat juang tinggi, kami yakin akan tersaji pertandingan yang kompetitif dan menjadi inspirasi bagi pesepakbola putri muda untuk mengukir prestasi di masa mendatang,” ucap Teddy. Teddy menambahkan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, namun juga ruang untuk tumbuh bersama dalam ekosistem sepak bola putri di lingkup yang lebih luas. Dengan demikian, seluruh timnas putri U-16 yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional sesuai dengan standar penyelenggaraan tingkat internasional. “Kami ingin seluruh pemain, pelatih hingga tim official yang terlibat dalam turnamen internasional ini membawa pulang pengalaman positif. Bukan hanya karena kualitas pertandingan, tetapi juga standar penyelenggaran, fasilitas yang memadai serta keramahan dan budaya Kudus yang dirasakan sepanjang kompetisi ini berlangsung. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi kemenangan manis sekaligus memperkenalkan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” bilang Teddy. Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann: “Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan. Pada penyelenggaraanya, kami menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan yang terbaik serta fair play kepada semua tim. Pada turnamen ini, kami mencari pengalaman untuk pemain-pemain kami agar menjadi atlet yang tangguh sehingga timnas putri senior nantinya punya kualitas yang mumpuni.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa: “Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan yang terbaik. Pastinya bangga pada diri sendiri karena kembali memakai jersey Indonesia.” Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Putri Nusantara Takumi Taniguchi: “Kami sangat antusias bisa ikut dalam turnamen ini. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, para pemain telah bekerja sangat keras dan menjalani masa persiapan yang luar biasa. Kami memiliki rasa percaya diri dan akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Indonesia menerjunkan dua tim dalam kejuaraan ini, mengingat perkembangan sepak bola putri nasional sedang mengalami kemajuan pesat. Ajang ini menjadi sarana pembinaan pemain yang sangat efektif sekaligus pemanasan ideal menuju Kualifikasi AFC U-17.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary: “Saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia di turnamen ini. Alhamdulillah, persiapan tim berjalan lancar dan kami siap berikan yang terbaik di setiap pertandingan nanti.” Daftar nama skuad Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara 1. Garuda Pertiwi Goalkeepers: Alleana Ayu Arumy – Putri Tangsel City U-18 Alliya Khairun Nissa – Cipta Cendikia FA U-15 Elbian Defika Aryasatya – Goal Aksis U-15 Defenders: Raisya Novita Amalia – Mojang Priangan U-15 Jazlynn Kayla F. – Roket FC U-18 Yasmin Aprilianti – Cipta Cendikia FA U-15 Aulya Putri – Goal Aksis U-15 Shifana Rizka N. – Samba Persada Women U-18 Alika Nailah Arkana Oskar – Goal Aksis U-15 Febri Arum – Putri Tangsel City U-18 Midfielders: Nayla Aulianti – Mojang Priangan U-15 Anya Gabriella Chandra – Albion San Diego Rengganis Wijanarto – Putri JP Jakarta U-18 Della Citra Ayu Angggraeni – Spegaku Balistha U-15 Nafeeza Ayasha Nori – Mojang Priangan U-15 Kesya Arabela Manisya Niam – Arema FC Women U-15 Frederika Yikwa – SSB Mutiara Timur Lareina Ramira Savvy – Putri JP Jakarta U-18 Forwards: Diva Aulia Putri – Saswco Mojang U-18 Safa Amelia – Mojang Priangan U-18 Griselda Vivian Mariana – Samba Persada Women U-18 Jezlyn Kayla A. – Roket FC U-18 Ayla Dva Khala Ahisma – Cipta Cendikia FA U-15 Fadilla – Arema FC Women U-15 2. Putri Nusantara Goalkeepers: Naura Airish Qaisara Rifaldhi – Arema FC Women U-18 Naura Khalfani Hayfa – Akademi Persib Bandung U-15 Kyla Bethari Oliver – PSSI Provinsi Bali Defenders: Khansa Nisa Arrosid – Cipta Cendikia FA U-15 Kazumi Zalfa Arrrobi’ Nurlan – Goal Aksis U-15 Yafiqa Rahma Indrayani – Scorpion FC U-15 Racheyla Delpiula – Raga Negeri U-18 Ade Yasfa Rimba Winata – Putri Batang U-18 Aurellia Aninsya Tawaris – Putri JP Jakarta U-18 Amanda Fitriani – Goal Aksis U-15 Agisti Qori Rahmadani – Mojang Priangan U-15 Asyifa Sholawa Farizqi – Spegaku Balistha U-15 Midfielders: Indira Fatima – Goal Aksis U-15 Clarisya Putri Kurniawan Samba Persada Women U-15 Putri Neza Larasati – Samba Persada Women U-15 Lintang Anugrah Radisty – Arema FC Women U-15 Bilqis Fatima Az-Zahra – Goal Aksis U-15 Ghaida Mazaya – Cipta Cendikia FA U-15 Forwards: Oktavia Safara Putri – Arema FC Women U-18 Keyra Az-Zahra – Persib Bandung U-18 Latisha Safa Berliana – Scorpion FC U-15 Herdy Pahabol – SSB Mutiara Timur Dian Aprilia Pary – Goal Aksis U-15

Atlet muda sepatu roda Indonesia sabet emas di Saitama Asia Cup 2026

Queen Azmi Harthifa, Muhammad Kenzo Gani

Dua atlet muda sepatu roda Indonesia mencatatkan prestasi dengan masing-masing meraih satu medali emas dan satu medali perunggu dalam ajang Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 yang berlangsung di Saitama, Jepang. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB PORSEROSI) melalui akun Instagram resminya mengapresiasi keberhasilan Queen Azmi Harthifa yang meraih medali emas pada nomor Speed Slalom Junior Women U15, dan Muhammad Kenzo Gani yang menyumbangkan medali perunggu pada nomor Classic Slalom Junior Men U15. “Selamat kepada seluruh atlet Tim Indonesia atas perjuangannya di ajang Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 yang diselenggarakan di Saitama, Jepang. Terima kasih telah memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia,” tulis PB PORSEROSI dikutip Senin. Selain Queen dan Kenzo, tim Indonesia juga diperkuat Mercy Evenaar Tirta Monterie, Breeza Everard Tirta Monterie, serta Arccianindita Ervinnya Sahasrakirana. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Queen mengaku bersyukur dapat menutup kejuaraan dengan hasil terbaik sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. “Bangga sekali bisa mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan internasional. Satu lagi pencapaian yang bakal selalu aku syukuri. Senang banget bisa menutup lomba ini dengan hasil terbaik dan berdiri di podium,” kata Queen. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada klub, pelatih, pengurus olahraga, sekolah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan. Queen berharap pencapaian tersebut menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya. Ia menyatakan masih memiliki sejumlah target yang ingin diraih pada kompetisi selanjutnya. “Bismillah, semoga bisa terus kasih yang terbaik,” ujar Queen.

Indonesia raih 15 medali dari Kejuaraan MMAAsia

GAMMA Asian Championships 2026

Tim mixed martial arts (MMA) amatir Indonesia meraih 15 medali dan menempati peringkat keempat pada GAMMA Asian Championships 2026 pada 29 Juli hingga 2 Agustus di Putrajaya, Malaysia. Indonesia mengoleksi lima medali emas, lima medali perak, dan lima medali perunggu dari kategori junior, U21, dan senior. “Lebih dari sekadar jumlah medali, kami melihat keberanian, disiplin, dan daya saing yang kuat dari para atlet ketika menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai negara,” kata Ketua Umum Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI), Tommy Paulus Hermawan dalam keterangan tertulis, Selasa. Kelima medali emas dipersembahkan oleh Dominic Gabriel Vincentio, Mutiara Pricilia Rori, Delvi Nurfadillah, Yusni Nurhayati Hutasoit dan Jon Setiawan. Sedangkan kelima medali perak diraih Lukas Oliver Lubis Sedlak, Bumi Magani Abraar Himara, Rangga Dika Mahendra, Novia Pesik, dan Maydelse Sitepu. Lima medali perunggu disumbangkan oleh Manayra Maritza Hersianti Siagian, Vannezcia Steven Cuthberth, Yosua Pratama Purba, Panca Julian Saputra dan Dwi Ani Retno Wulan. Pada kategori junior, Indonesia mendapatkan satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Sementara dari kategori U21 dan senior, Indonesia meraih empat medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Hasil pada GAMMA Asian Championships 2026 menjadi bekal bagi PERTACAMI menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Indonesia kirim tiga lifter muda ke Kejuaraan Asia Junior 2026

Kevin Andrian Ramadhan

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengirim tiga lifter putra untuk berlaga dalam Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2026 di Tashkent, Uzbekistan, pada 7–14 Agustus. Ketiga lifter tersebut adalah Alvin Saputra dari Jawa Timur dan Kevin Andrian Ramadhan dari Riau, keduanya turun dalam kelas 60kg, serta Leonard Imanuel Aipassa Suabey dari Papua pada kelas 65kg. Alvin dan Leonard tampil pada kategori remaja, sedangkan Kevin berlaga pada kategori junior. Alvin tampil dalam Grup B kelas 60kg putra pada Sabtu (8/8) pukul 12.00 waktu setempat. Lifter kelahiran 14 Maret 2010 itu didaftarkan dengan entry total 240kg. Pada hari yang sama, Kevin akan bersaing di Grup A kelas 60kg putra mulai pukul 14.00 waktu setempat. Ia masuk kelompok utama dengan entry total 270kg bersama lifter India, Uzbekistan, Filipina, Turkmenistan, dan Kazakhstan. Leonard dijadwalkan turun dalam Grup A kelas 65kg putra pada Minggu (9/8) pukul 16.30 waktu setempat, dan memiliki entry total tertinggi di antara wakil Indonesia, dengan 285kg. 305 lifter dari 30 negara akan mengikuti kejuaraan ini, terdiri atas 167 putra dan 138 putri. Tuan rumah Uzbekistan menurunkan 36 lifter. Kevin menjadi satu-satunya wakil Indonesiayang telah mengoleksi medali pada edisi sebelumnya setelah meraih perak angkatan clean and jerk kelas remaja 56kg dengan catatan 127kg pada edisi 2025 di Astana, Kazakhstan. Ketiga lifter juga berpengalaman tampil pada Kejuaraan Dunia Remaja dan Junior 2025 di Lima, Peru. Alvin menempati peringkat kelima kelas 49kg dengan total angkatan 187kg, Kevin di urutan keenam kelas 55kg dengan 223kg, sedangkan Leonard di peringkat ketujuh kelas 61kg setelah membukukan total 238kg. Dalam lawatan ke Uzbekistan, ketiga lifter didampingi pelatih Muhammad Rusli dan Jayang Supriatna serta masseur Gigantika Nur Pratama.

Hydroplus Sirnas A Jakarta 2026: PB Djarum Masih Perkasa

Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026 berakhir pada Sabtu (8/8) petang di GOR Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 15 pertandingan digelar untuk memperebutkan gelar juara pada lima nomor yang masing-masing terbagi dalam tiga kategori, yakni Remaja, Taruna, dan Dewasa. PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan enam gelar juara. Sementara itu, Exist Badminton Club menyusul dengan empat gelar. Selain kedua klub tersebut, ada Jaya Raya dengan raihan dua gelar, dan Pelatwil Tengah, Bayu Kencana, dan Mansion Sports Box masing-masing membawa satu gelar juara dari turnamen yang berlangsung sejak Senin (3/8). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Bengkulu pada 17–22 Agustus mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional B. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas A Jakarta 2026: Lapangan 1 GRC Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Muhammad Bintang Samudra Sakti/Wilia Renasya (PB Djarum) 21-12, 21-12 TRI Divya Amanta Kuncoro (Pelatwil Tengah) vs. Alysa Mukti Salsabiela (PB Djarum) 21-19, 24-22 TRA Kevin Maulana Pattirane (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Farel Fadhilah Ukasyah (PB Djarum) 19-21, 17-21 TTI Shaafiya Yasmin Maitsaa (Jaya Raya Jakarta) vs. Hani Miftasari (PB Djarum) 18-21, 16-21 TTA Fathurachman (Sarwendah Badminton Club Jaktim) vs. Fardhan Rainanda Joe (Exist Badminton Club) 21-17, 19-21, 15-21 GTA Raihan Daffa Edsel Pramono (PB Djarum) vs. Akmal Nurrahman/Revand Harianto (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 18-21 GRI Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Calista Fakasyiffa Putri/Yulita Herlinda Ningtyas (Jaya Raya Jakarta) 21-11, 21-18 GRA Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Jaya Raya Jakarta) vs. I Nyoman Devan Kertikea Ryoga Sancaya/Muhammad Bintang Samudra Sakti (PB Djarum) 12-21, 14-21 Lapangan 2 GTC Genta Restu Handika/Azka Ghani Putri Wardhana (PB Djarum) vs. Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Rachel Machalul Cahya Ayu (PB Djarum) 12-21, 13-21 GDC Gilang Krisandi Toyo Pramana/Violita Dewi (Bayu Kencana) vs. Renaldi Samosir/Masita Mahmudin (Exist Badminton Club/Teratai) 14-21, 21-18, 21-18 TDI Ruzana (PB Djarum) vs. Erghya Aulia Putri (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) 21-17, 21-17 GDA Alfredo Mesdila/Reza Dwicahya Purnama (Mansion Sports Box) vs. Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta) 21-18, 21-12 GDI Jania Novalita Situmorang/Pitha Haningtyas Mentari (Jaya Raya Jakarta) Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini (Jaya Raya Jakarta) 21-16, 12-21, 21-6 TDA Jason Christ Alexander (PB Djarum) vs. Chico Aura Dwi Wardoyo (Exist Badminton Club) 27-25, 10-21, 10-21 GTI Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum) vs. Rachel Machalul Cahya Ayu/Vica Velicia (PB Djarum) 21-14, 21-10

Indonesia raih dua medali dari Asian BMX Racing Championships 2026

Jasmine Azzahra

Tim nasional BMX Racing Indonesia meraih dua medali dari Asian BMX Racing Championships 2026 di Arena BMX Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia pada 6-8 Agustus 2026. Jasmine Azzahra meraih medali emas pada nomor Women U23, sementara Balqis Humairah memperoleh medali perunggu Women Junior. Hasil tersebut menjadi pencapaian positif Indonesia dalam ajang Asia tersebut. Jasmine tampil terbaik pada nomor Women U23, mengalahkan Yongxin Liu dari China dan Ayeon Park dari Korea Selatan. Balqis Humairah finis di posisi ketiga pada kategori Women Junior, sedangkan medali emas dimenangkan oleh atlet Korea Selatan Yeseo Kim dan Chengjia Yang meraih perak. Sejumlah pebalap Indonesia juga mencatatkan hasil cukup baik. Amellva Nur Sifa menempati posisi keempat pada Women Elite, sedangkan Panii Aswa finis keempat Men U23. Pada nomor Men Elite, Fasya Ahsana berada di posisi keenam, sementara Rio Akbar menyelesaikan kompetisi di urutan kedelapan. Daftar atlet Indonesia dan hasilnya di Asian BMX Racing Championships 2026: 1. Emas – Jasmine Azzahra (Women U23) 2. Perunggu – Balqis Humairah (Women Junior) 3. 4 – Amellva Nur Sifa (Women Elite) 4. 4 – Panii Aswa (Men U23) 5. 6 – Fasya Ahsana (Men Elitel) 6. 8 – Rio Akbar (Men Elite)

Jateng juara umum Kejurnas Panahan Junior di Kudus

Kontingen Jawa Tengah

Kontingen Jawa Tengah kembali tampil sebagai juara umum untuk kelima kalinya secara beruntun pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge (MLAC) yang tahun ini berlangsung di Supersoccer Arena Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 22-29 Juli. “Juara umum kelima kali ini, kami raih sejak tahun 2022 hingga 2026,” kata Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jateng Martin Sudarmono ditemui usai upacara pemberian penghargaan di Supersoccer Arena Kudus, Rabu. Menurut dia, Jawa Tengah memang memasang target untuk mempertahankan gelar juara umum di kejurnas tersebut sehingga menurunkan atlet pilihan hasil seleksi di Kejurprov Panahan Junior pada Mei. Di Kejurnas MLAC ini, kontingen Jateng menerjunkan 80 atlet yang turun pada kategori U10, U13, U15, dan U18 di tiga divisi pertandingan yakni Recurve, Compound, dan Nasional. “Hasilnya, Jateng mendapatkan 78 medali. Sebanyak 26 medali di antaranya emas, kemudian 22 perak, dan 30 perunggu,” ujarnya. Dibandingkan perolehan medali emas tahun sebelumnya, dia mengakui, ada penurunan karena tahun lalu bisa meraih 32 medali emas. “Potensi talenta muda di Jawa Tengah ini harapannya bisa menjadi bekal untuk menghadapi event selanjutnya, baik di level junior seperti POPNAS maupun di Kejurnas Senior,” ujarnya. Ia berharap prestasi membanggakan yang diraih kontingen Jateng juga menjadi penyemangat untuk menghadapi PON 2028 di NTT dan NTB. Sementara itu, Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Edi Supriyanto mengatakan kompetisi memanah yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Perpani dan MilkLife ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga panahan Indonesia. “Terlebih panahan Indonesia sudah memiliki rekam jejak prestasi membanggakan mulai dari medali perak pada Olimpiade Seoul 1988 melalui trio srikandi Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani hingga raihan lima medali emas pada SEA Games Thailand 2025 dari nomor recurve individual, beregu putra dan putri, serta compound individual dan beregu putri,” ujarnya. Capaian tersebut, kata dia, menjadi pemantik sekaligus lecutan semangat untuk semakin menggali potensi besar atlet panahan Indonesia. “Kami meyakini prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Dengan pembinaan yang terstruktur dan konsisten, kami berharap akan banyak pemanah potensial lahir yang melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional termasuk Olimpiade,” ujarnya. Sementara posisi kedua klasemen medali ditempati kontingen Jawa Barat dengan koleksi 56 medali, meliputi 20 emas, 18 perak, dan 18 perunggu. Sedangkan DKI Jakarta mengoleksi 49 medali dengan koleksi 18 emas, 11 perak, dan 20 perunggu di posisi ketiga.

FIBA U18 Asia Cup 2026 tetapkan jadwal dan pembagian grup

FIBA U18 Asia Cup 2026

Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) menetapkan jadwal dan pembagian grup untuk FIBA U18 Asia Cup 2026 yang diselenggarakan di Ahmedabad, India, pada 13-23 Agustus, dengan 16 tim bersaing memperebutkan tiket ke Piala Dunia U19 2027. Laman FIBA, Jumat, menyatakan sebanyak 16 tim peserta dibagi ke dalam empat grup yakni A, B, C, dan D serta masing-masing berisi empat tim. Seluruh peserta akan mengawali perjuangan pada fase grup yang berlangsung selama enam hari, mulai 13-18 Agustus, dengan empat pertandingan digelar per hari. Tim yang finis sebagai juara grup akan langsung lolos ke babak perempat final. Sementara, tim peringkat kedua dan ketiga dari masing-masing grup harus menjalani babak kualifikasi pada 20 Agustus guna menuju perempat final. Pemenang babak tersebut akan melengkapi delapan tim pada perempat final yang dimainkan sehari kemudian atau 21 Agustus. Empat tim terbaik yang berhasil melaju ke semifinal pada 22 Agustus, memastikan tiket menuju Piala Dunia Bola Basket U19 2027 (FIBA U19 Basketball World Cup 2027) di Pardubice, Republik Ceko, yang diselenggarakan pada 26 Juni hingga 4 Juli 2027. Selain perebutan gelar juara, FIBA juga menggelar pertandingan klasifikasi peringkat kelima hingga kedelapan bagi tim yang kalah di perempat final. Rangkaian laga klasifikasi akan dimulai pada 22 Agustus. Sementara babak final dijadwalkan pada 23 Agustus, yang didahului laga perebutan peringkat ketiga serta pertandingan klasifikasi posisi kelima hingga kedelapan. Timnas Australia datang pada edisi ke-28 ini dengan status juara bertahan setelah merebut gelar juara FIBA U18 Asia Cup 2024 di Yordania. Berikut pembagian grup untuk FIBA U18 Asia Cup 2026: Grup A: Australia, Lebanon, Korea Selatan, Kazakhstan. Grup B: China, Filipina, Suriah, India. Grup C: Selandia Baru, Iran, Jepang, Guam. Grup D: Yordania, Taiwan, Thailand, Sri Lanka.

Janice Tjen juga ke perempat final ganda DC Open

Janice Tjen & Shuai Zhang

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, juga menyusul Aldila untuk melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat. Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis putri China, Shuai Zhang berhasil mengalahkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dengan skor 2-0 (6-3, 6-4), demikian catatan DC Open. Tjen/Zhang menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 13 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pasangan unggulan ketiga tersebut tampil dominan sejak awal pertandingan dan mereka dapat unggul di gim pertama, namun Rakhimova/Wu berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Tjen/Zhang sempat unggul 3-1 di set pertama, namun Rakhimova/Wu sempat memberikan perlawanan. Set pertama pada akhirnya tetap menjadi milik Tjen/Zhang dengan skor 6-3. Memasuki set kedua, Tjen/Zhang kembali tampil dominan dan sempat mengamankan dua gim pertama sehingga mereka sempat unggul 2-0 atas Rakhimova/Wu. Sempat memangkas ketertinggalan menjadi 1-2, Rakhimova/Wu selanjutnya tak bisa menahan dominasi Tjen/Zhang yang berhasil menambah keunggulan 5-1. Rakhimova/Wu enggan menyerah dan dapat memberikan perlawanan hebat sehingga kedudukan berubah menjadi 4-5, namun pada akhirnya set kedua tetap menjadi miliki Tjen/Zhang dengan skor 6-4. Secara keseluruhan, Tjen/Zhang mengalahkan Rakhimova/Wu dengan dua set langsung 2-0. Pada babak perempat final, Tjen/Zhang akan menghadapi pemenang antara pasangan Kato Miyu/Giuliana Olmos yang tengah berhadapan dengan Tereza Mihalikova/Heather Watson untuk memperbutkan tiket semifinal.

Aldila Sutjiadi melaju ke perempat final ganda DC Open

Aldila Sutjiadi & Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Amerika Serikat, bersama pasangan asal Selandia Baru, Erin Routliffe dengan mengalahkan Sofia Kenin/Anastasia Potapova 6-3, 7-5, Selasa WIB. Pasangan unggulan kedua itu menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 22 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Aldila/Routliffe tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung merebut lima gim pertama melalui tiga kali break servis sebelum Kenin/Potapova memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Namun, Aldila dan Routliffe tetap mampu mengamankan gim servis berikutnya untuk menutup set pembuka dengan kemenangan 6-3. Persaingan berlangsung lebih ketat pada set kedua. Kedua pasangan saling mematahkan servis hingga skor imbang 5-5. Pada momen krusial, Aldila/Routliffe kembali merebut break untuk unggul 6-5 sebelum memastikan kemenangan 7-5 pada gim servis terakhir. Berdasarkan statistik WTA, Aldila/Routliffe tampil lebih efektif dengan mengonversi lima dari sembilan peluang break point, sementara lawannya hanya memanfaatkan tiga dari delapan kesempatan. Mereka juga memenangi 71,4 persen poin dari servis pertama dan mengoleksi 64 dari total 121 poin sepanjang laga. Pada babak perempat final, Aldila/Routliffe akan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Anna Smith untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Keikutsertaan Aldila di Washington merupakan bagian dari rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Serikat setelah mencatat hasil positif pada musim lapangan rumput dengan meraih gelar WTA 500 pertama dalam karirnya di Bad Homburg Open pada akhir Juni. Sebelum tampil di Washington, Aldila juga mencatat hasil impresif di Wimbledon 2026 dengan mencapai perempat final ganda campuran bersama petenis Argentina Guido Andreozzi. Sementara pada nomor ganda putri, Aldila yang berpasangan dengan Janice Tjen terhenti pada babak kedua. Sementara itu, Janice masih akan memulai perjuangannya di Mubadala Citi DC Open 2026. Pada nomor tunggal, petenis Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi Rebecca Sramkova pada babak pertama, sedangkan di sektor ganda ia berpasangan dengan mantan juara turnamen Zhang Shuai.

Janice Tjen melenggang mulus ke babak 16 besar DC Open

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar turnamen WTA 500 Mubadala DC Open 2026 setelah menundukkan petenis kualifikasi asal Slovakia Rebecca Sramkova di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa WIB. Janice menuntaskan pertandingan babak pembukanya dalam waktu satu jam 21 menit dengan skor meyakinkan 6-4, 6-2, demikian WTA. Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi petenis Indonesia itu dalam turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama. Janice dan Sramkova beberapa kali saling mematahkan servis hingga kedudukan 4-4. Namun, Janice mampu meningkatkan tekanan pada gim-gim penentuan dan merebut break penting pada gim ke-10 untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, permainan Janice semakin konsisten. Ia langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawan pada gim kedua untuk unggul 2-0. Meski Sramkova sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5, namun Janice kembali menunjukkan dominasinya dengan mencuri servis lawan pada gim kedelapan sekaligus memastikan kemenangan 6-2. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia mengonversi lima dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Sramkova hanya mampu memanfaatkan dua dari tiga kesempatan. Janice juga memenangi 68 dari total 118 poin yang diperebutkan atau sekitar 57,6 persen sepanjang pertandingan, serta mencatat empat ace. Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Janice pada musim ini setelah mencatat debut yang impresif di Wimbledon dengan menembus babak kedua nomor tunggal.

Mitchell Baker, Pemain Timnas Pertama Hattrick saat Debut di Piala AFF

Mitchell Baker

Striker anyar Timnas Indonesia, Mitchell Baker mencatat rekor mencengangkan saat hattrick dalam laga debut di Piala AFF 2026. Debut Mitchell di Piala AFF 2026 terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Pemain jangkung itu langsung mencetak tiga gol. Trigol itulah yang menegaskan status Mitchell sebagai manusia pertama yang mencetak hattrick saat debut bersama Timnas Indonesia di Piala AFF. Belum ada pemain selain Mitchell yang membukukan tiga gol dalam debut di pesta bola Asia Tenggara. Mitch, sapaan akrab Mitchell Baker, tampil gemilang kala menggilas Kamboja. Tiga gol pemain berusia 19 tahun itu lahir dari tandukan brilian dan kejelian mencari ruang. Pemain berdarah Indonesia-Australia ini sekaligus menjawab kekosongan posisi nomor sembilan di tubuh tim Garuda. Pasalnya, kekhawatiran soal striker murni terus menggema. Itu karena Timnas Indonesia sudah lama tak punya pemain garang di lini depan selepas era Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Kehadiran Ole Romeny semula sempat menjadi angin segar. Namun nampaknya Ole lebih memainkan peran false nine layaknya striker modern saat ini. Lantas kedatangan Mitchell membawa warna baru bagi skuad Garuda. Juru latih John Herdman kini punya banyak opsi buat otak-atik taktik, terutama di lini depan. Ini selaras dengan visi jangka panjang Timnas Indonesia yang ingin bersaing di pentas dunia. Di Piala AFF 2026, Mitchell berpotensi jadi tumpuan untuk merengkuh trofi perdana. Pasalnya, sejak awal keikutsertaan Indonesia tahun 1996, tim Merah Putih belum pernah juara. Tahun ini jadi momentum krusial untuk merebut trofi tersebut. Harapannya, Herdman bisa memanfaatkan kualitas Mitchell yang mematikan di depan gawang lawan. Usai sempurna hadapi Kamboja, Mitchell dan kolega bersiap menatap tiga laga lanjutan Grup A. Timor Leste, Vietnam, dan Singapura sudah menanti untuk menguji kualitas Garuda.

Hydroplus Sirnas B Sumut 2026: PB Djarum Kembali Juara Umum

HYDROPLUS Sirkuit Nasional B Sumatra Utara 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sumatra Utara (Sumut) 2026 berakhir pada Sabtu (25/7) petang di GOR PBSI Sumut, Medan. Sebanyak 11 gelar juara diperebutkan, yang mencakup kategori Usia Dini Putra (UDPA), Usia Dini Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), Ganda Anak Putri (GAPI), Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan empat gelar juara. Sementara itu, Mutiara Cardinal Bandung menyusul dengan dua gelar. Selain kedua klub tersebut, Exist Badminton Club, Satria Surabaya, Jaya Raya Solo, dan klub-klub lainnya, turut mewarnai persaingan sepanjang turnamen yang berlangsung sejak Senin (20/7). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Jakarta pada 3-8 Agustus 2026 mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional A dan akan diikuti kelompok usia U-17, U-19, dan dewasa. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026: Lapangan 1 TAPI: Xaviera Rafa Rimarcdi (Exist Badminton Club) vs. Berliana Rahma (TAQI Arena Badminton Academy) 21-18, 21-8 TAPA: Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Haydhar Al Zakhiri (Jaya Raya Solo) 21-17, 21-18 GPC: Milan Prodeus Gultom/Dinny Octalira Zendrato (Luluk Hadiyanto Badminton Club Jaksel) vs. M Farzan Ahza Aqila/Tarisa Kirana Mahiswari (Sarwendah Badminton Club Jaktim) 21-23, 21-19, 21-19 UDPI: Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Steffi Laurentia Athalla Doda (Alamsyah Yunus Badminton Club) 21-9, 21-14 TPA: Marvel Mulyono (Champion Klaten) vs. Marcel Jhonatan (PB Djarum) 21-15, 21-10 GAPI: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia/Xaviera Rafa Rimarcdi (Satria Surabaya/Exist Badminton Club) vs. Nizma Qothrunadda Anako/Rya Alaysha Okka Putri (Jaya Raya Solo) 21-14, 21-6 GAPA: La Ode Muhammad Ahsan Kamil/Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Muhammad Rafa Shirdi/Nawaf Al Ashar (PB Djarum) 21-15, 19-21, 21-19 UDPA: Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Azka Al Fatih (Samudera Binjai) 21-11, 21-19 Lapangan 2 TPI: Mikha Ribka Kasalang (PB Djarum) vs. Syauqia Aisya Inara (PB Djarum) 21-6, 12-21, 21-9 GPI: Tiara Shaqeela Jasmine/Zhaafira Khoerunnisa (PB Djarum) vs. Alisha Artha Amara/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) 21-14, 22-20 GPA: Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Yasir Revansyah/Valdis Adlina Wiska Putra (Mutiara Cardinal Bandung) 21-15, 21-17