Diva Renatta kembali raih emas di kejuaraan lompat galah Taiwan

Diva Renatta

Atlet lompat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas pada Nantou International Pole Vault Invitational Meet 2026 yang berlangsung di Nantou, Taiwan, Minggu. Diva memastikan posisi teratas setelah mencatatkan lompatan terbaik setinggi 4,20 meter, sekaligus menunjukkan konsistensinya setelah tahun sebelumnya juga menjadi juara di lokasi yang sama. Berdasarkan hasil lomba pada kompetisi tersebut, atlet Amerika Serikat Natalie Lark meraih medali perak dengan lompatan 4,10 meter, sedangkan Nitika Aakre dari India merebut medali perunggu dengan catatan 3,95 meter. Persaingan di final berlangsung ketat antara Diva dan Natalie. Setelah Diva sukses melewati mistar 4,20 meter, Natalie mencoba meningkatkan lompatan ke 4,30 meter, namun gagal. Diva kemudian mencoba melampaui rekor pribadinya dengan upaya di ketinggian 4,40 meter, tetapi belum berhasil. Hasil tersebut memastikan Diva tetap menjadi juara dengan catatan 4,20 meter, diikuti Natalie di posisi kedua dan Nitika di peringkat ketiga. Diva saat ini tercatat sebagai pemegang rekor nasional lompat galah putri Indonesia dengan lompatan 4,35 meter yang ia bukukan di SEA Games 2025 Thailand pada 11 Desember 2025. Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor sebelumnya atas namanya, yakni 4,30 meter, serta menjadi rekor baru SEA Games. Pada ajang tersebut, medali perak diraih atlet Thailand dengan lompatan 4,05 meter, sementara medali perunggu diraih bersama oleh atlet Indonesia Maria A. Melabessy dan atlet Thailand setelah sama-sama mencatatkan lompatan 3,90 meter. Kala itu, Manajer Tim Nasional Atletik PB PASI, Mustara Musa mengatakan keberhasilan Diva merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang berjalan konsisten. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan perkembangan positif nomor lompat galah putri Indonesia di level internasional. Keberhasilan Diva di SEA Games 2025 juga tercatat sebagai medali emas pertama Indonesia di nomor lompat galah putri sejak Ni Putu Desi Margawati meraihnya pada SEA Games 2003 di Hanoi dengan lompatan 3,95 meter. Sementara itu, selama berada di Taiwan, Diva juga dijadwalkan mengikuti Taiwan International Indoor Pole Vault Meet pada 25 Maret 2026. Keikutsertaan dalam rangkaian kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus menjaga konsistensi performa menghadapi persaingan internasional. Pada rangkaian kompetisi di Taiwan tersebut, Indonesia hanya menurunkan Diva di nomor lompat galah putri dengan didampingi pelatih Frederick Saputra. Turnamen lompat galah internasional di kawasan Sun Moon Lake tahun ini diikuti sekitar 50 atlet dari 14 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti Di128 Besar Miami Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, disingkirkan Yulia Putintseva pada putaran 128 besar Miami Open yang dimainkan di Hard Rock Stadium, Florida, Jumat. Janice yang saat ini menghuni peringkat 40 dunia, dikalahkan Putintseva melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-3, 3-6, 4-6. Setelah Janice memenangi set pertama dengan skor meyakinkan, Putintseva yang berasal dari Kazkhstan justru mampu mengubah keadaan pada set kedua. Ia berhasil mematahkan serve Janice, dan kemudian memimpin dengan skor 5-2. Janice yang mendapat kesempatan serve sempat memberi perlawanan pada gim berikutnya untuk mengubah skor menjadi 5-3 bagi keunggulan Putintseva. Namun Putintseva kemudian mampu memaksimalkan kesempatannya untuk melakukan serve, dan menutup set itu dengan skor skor 6-3. Pada awal set ketiga, kedua petenis bertarung sengit untuk membuat skor menjadi imbang 1-1. Gim ketiga set tersebut kemudian menjadi milik Putintseva, yang berhasil mematahkan serve Janice akibat double fault yang dilakukannya. Putintseva kini menggenggam keunggulan 2-1. Putintseva kembali memaksimalkan kesempatannya saat melakukan serve. Gim keempat set ketiga pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi petenis peringkat 75 dunia itu. Janice berhasil bangkit pada gim kelima. Ia memaksimalkan serve-servenya dan memangkas jarak skor dengan Putintseva menjadi tertinggal 2-3. Pada dua gim berikutnya, kedua petenis tersebut sama-sama mendapatkan poin saat mendapat kesempatan serve. Putintseva lantas memegang keunggulan 4-3. Gim kedelapan menjadi milik Putintseva. Terlebih ia menutupnya dengan pukulan ace melalui servenya, dan memperbesar keunggulan menjadi 5-3. Janice sempat menunda pesta Putintseva saat ia memenangi gim kesembilan set tersebut untuk memangkas jarak menjadi 4-5. Namun Putintseva tampil agresif pada set berikutnya, dan unggul cepat 40-0, sebelum kemudian menutup pertandingan dengan match point kedua akibat bola pengembalian Janice yang keluar lapangan. Meski tersingkir di kategori tunggal putri, Janice masih akan bertarung di Miami Open melalui kategori ganda putri. Pada kategori itu, ia akan berpasangan dengan petenis Taiwan Chan Hao-ching, dan akan berhadapan dengan pasangan unggulan keempat Elise Mertens/Zhang Shuai pada Sabtu.

Veda Ega Pratama start dari posisi keempat Moto3 Brasil 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama mengamankan posisi start dari posisi keempat pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Minggu dini hari WIB, dengan catatan waktu terbaik dari dua sesi. Torehan waktu yang ditorehkan pembalap Honda Team Asia tersebut menunjukkan konsistensi performa sejak sesi latihan bebas hingga babak penentuan posisi start dengan membukukan waktu terbaik satu menit 26,506 detik atau terpaut 0,265 detik dari peraih pole position, Joel Esteban. Perjalanan Veda di sirkuit Goianaia dimulai dengan hasil impresif pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan menempati posisi kedelapan. Pada sesi tersebut, dia mengunci selisih waktu +1,673 detik dari Brian Uriarte yang memimpin di posisi pertama. Performa pembalap asal Gunungkidul tersebut semakin tajam pada sesi latihan kedua dengan menembus posisi tiga besar. Veda hanya terpaut tipis 0,050 detik dari pembalap tercepat di sesi latihan, yang sekaligus memastikan langkahnya langsung menuju kualifikasi kedua (Q2). Pada sesi FP2 yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering, Veda menempati posisi ke-12. Ia menajamkan catatan waktunya menjadi 1 menit 28,030 detik sebelum akhirnya meledak di sesi kualifikasi utama. Sesi kualifikasi Moto3 Brasil sendiri berlangsung di bawah cuaca cerah berawan dengan suhu udara mencapai 31 derajat Celcius. Kondisi lintasan ini didapati setelah sebelumnya sesi kualifikasi Moto3 dan Koto2 sempat ditunda karena hujan deras yang mengguyur lintasan. Joel Esteban dari tim Level UP – MTA berhasil merebut posisi start terdepan setelah mencatatkan waktu 1 menit 26,241 detik. Di belakangnya, Valentin Perrone dan Hakim Danish melengkapi baris depan di posisi kedua dan ketiga. Veda akan memulai balapan dari baris kedua, tepat di depan Marco Morelli dan Brian Uriarte. Keberhasilan menempati posisi keempat ini menjadi peningkatan awal mula balapan bagi Veda setelah pada seri sebelumnya di GP Thailand mengamankan start posisi kelima. Selisih waktu antara Veda dan penghuni posisi ketiga Hakim Danish yang merupakan rivalnya sejak di RedBull Rookies Cup hanya terpaut sangat tipis yakni 0,058 detik. Posisi start Moto3 Grand Prix Brasil 2026: 1. Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:26.241 2. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.447 3. Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.448 4. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 01:26.506 5. Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:26.560 6. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:26.835 7. Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:26.967 8. Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.970 9. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.990 10. Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:27.000 11. Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:27.013 12. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:27.036 13. Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:27.041 14. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:27.044 15. Zen Mitani (Honda Team Asia) – 01:27.061 16. Guido Pini (Leopard Racing) – 01:27.171 17. Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) – 01:28.131 18. Cormac Buchanan (CODE Motorsports) – 01:28.502.

Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel lolos ke putaran kedua Miami Open

Aldila Sutjiadi & Ingrid Neel

Pasangan Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel lolos ke putaran kedua Miami Open 2026 setelah mengatasi perlawanan pasangan tuan rumah Hailey Baptista/Peyton Stearns di Court 3, Hard Rock Stadium, Florida, Minggu dini hari WIB. Dikutip dari laman penyelenggara, duet Aldila/Ingrid menang atas Baptista/Stearns setelah bertarung selama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, 10-6. Pada pertandingan berikutnya di ajang WTA 1000 itu, Aldila/Ingrid akan bertemu pemenang pertandingan antara unggulan ketujuh Cristina Bucsa/Nicole Melichar melawan Sofia Kenin/Ludmila Samsonova. Aldila/Ingrid tampil dominan pada set pertama pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 43 menit tersebut. Mereka sukses mencatatkan satu ace, mengonversi tiga dari tiga peluang break point untuk mengunci set pertama dengan keunggulan cukup meyakinkan. Namun Baptiste/Stearns mampu bangkit pada set kedua. Pasangan AS itu memberi perlawanan dengan sengit melalui keberhasilan mencatatkan satu ace, 50 persen break point, dan 73 persen kesuksesan mendapatkan poin dari serve pertama. Set kedua berlangsung sampai skor imbang 6-6, sebelum Baptiste/Stearns menutupnya dengan keunggulan 7-4. Pada set penentuan yang menggunakan model super tie break, Aldila/Ingrid berhasil kembali membalikkan keadaan. Aldila/Ingrid berhasil memaksimalkan 100 persen pukulan serve pertama mereka untuk menghasilkan poin, dan 50 persen pukulan serve kedua mereka untuk menghasilkan poin dan mengunci kemenangan 10-6. Selain Aldila, petenis putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, juga masih terlibat pada Miami Open. Janice yang berpasangan dengan Chan Hao-ching di ganda putri akan bermain melawan pasangan Elise Mertens/Zhang Shuai pada Senin (23/3) dini hari WIB.

Indonesia kirim 24 atlet ke turnamen wushu junior dunia 2026

Airlangga Hartarto bersana atlet Taolu Indonesia

Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengirimkan 24 atlet untuk memperkuat timnas wushu junior Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 di Tianjin, China, 23-31 Maret. Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi di Jakarta, menyebutkan para atlet tersebut merupakan hasil seleksi dari berbagai kejuaraan nasional dan diproyeksikan menjadi generasi penerus atlet senior Indonesia di kancah internasional. “Mereka adalah calon atlet masa depan Merah Putih. Jadi, mereka perlu lebih banyak menambah jam terbang internasional sehingga bisa menggantikan posisi atlet senior di ajang single maupun multievent internasional,” kata Airlangga. “Makanya, saya tidak memberikan target dan hanya berharap mereka bisa tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 nanti,” lanjutnya. Timnas Wushu Junior Indonesia yang diberangkatkan terdiri dari atlet nomor taolu dan sanda. PB WI telah menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta untuk nomor taolu dan di Semarang, Jawa Tengah, untuk nomor sanda sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan dunia tersebut. Indonesia sebelumnya mencatatkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 di Brunei Darussalam dengan menempati posisi runner up melalui raihan 10 medali emas, 10 medali perak, dan 9 medali perunggu. Selain itu, PB WI juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games Nagoya 2026 melalui pelatnas yang telah dimulai sejak Januari 2026. Prestasi wushu Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terbilang konsisten, antara lain dengan menjadi juara umum pada SEA Games 2023 di Kamboja dan mempertahankan gelar tersebut pada SEA Games 2025 di Thailand. Pada Asian Games, cabang olahraga wushu turut menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, masing-masing pada edisi Jakarta 2018 dan Hangzhou 2022. Daftar timnas wushu junior Indonesia: Taolu Junior A 1. Noah Daiki Santoso (Jateng) 2. Abbas Abdullah Lutfi (DKI Jakarta) 3. Asael Christo Jacob Rondonuwu (DKI Jakarta) 4. Vini Nur Azizah (Jawa Timur) 5. Utiqo Romadhona Ummi Auna (Jawa Timur) 6. Mehrunnisa Nazeeha Migirusan (Jawa Barat) Junior B 7. Leonardo Kimi Anggoman (Jawa Tengah) 8. Bradley Jason (Jawa Timur) 9. Clara Abigail (Jawa Timur) 10. Piper Danielle Tirto (Jawa Timur) Junior C 11. Zivan Abimanyu Rasendria (Jambi) 12. Kay Jayden Rondonuwu (DKI Jakarta) 13. Jenny Ngaserin (DKI Jakarta) 14. Terfi Meisa (Lampung) Sanda 1. Elang Wijaya Panjaitan ( kelas 42kg/Jambi) 2. Zidan Al Malik Angkat (kelas 45kg/Jateng) 3. Muhammad Khayrullah Susilo (48kg/DKI Jakarta) 4. Kiemas Sakti Negara (52kg/Jateng) 5. Shaddam Achmad Assegaf (60kg/Jateng) 6. Randy Putra Akbar (65kg/Jateng) 7. Rafael Samuel Siagian (70kg/Sumut) 8. Adriana Rosa Aurelia Putri (48kg/Jateng) 9. Elvina Marwa Joanda (52kg/Jateng) 10. Sania Silma Faridah (56kg/Jateng)

Hasil Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim bulu tangkis Indonesia tergabung bersama tim-tim kuat dari berbagai penjuru dunia. BWF resmi telah mengumumkan hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu (18/3/2026) siang WIB. Ajang Piala Thomas dan Uber 2026 sendiri akan berlangsung di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Tim bulu tangkis Indonesia sendiri bisa dibilang memiliki hasil undian yang berbeda. Tim putra bisa disebut tergabung dengan grup neraka. Tim bulu tangkis putra Indonesia yang berstatus sebagai unggulan kedua tergabung di Grup D, bersama Prancis, Thailand dan Aljazair. Aljazair boleh dibilang tak diperhitungkan dalam persaingan di fase grup. Namun berbeda dengan Prancis dan Thailand yang merupakan tim kuat di dunia bulu tangkis. Thailand sejak lama memiliki persaingan sengit dengan Indonesia khususnya di kawasan Asia Tenggara. Untuk sektor putra, mereka memiliki Kunlavut Vitidsarn yang saat ini menjadi tunggal putra nomor satu dunia di ranking BWF. Sementara Prancis kini menjadi salah satu negara dengan bulu tangkis terbaik di Eropa. Apalagi mereka memiliki Alex Lanier hingga atlet bersaudara yakni Toma Junior Popov dan Christo Popov. Di sisi lain, tim bulu tangkis putri Indonesia tergolong memiliki persaingan yang cukup mudah di Grup C, yang dihuni oleh Chinese Taipei, Kanada dan Australia. Meniliki dari beberapa turnamen ke belakang, Chinese Taipei yang tengah menunjukkan eksistensinya di dunia bulu tangkis menjadi lawan terkuat untuk Indonesia di Grup C. Sehingga kedua negara berpeluang besar lolos ke babak knockout. Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026: Piala Thomas 2026: Grup A: China, India, Kanada, Australia Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Finlandia Grup C: Chinese Taipei, Denmark, Korea Selatan, Swedia Grup D: Indonesia, Prancis, Thailand, Aljazair Piala Uber 2026: Grup A: China, India, Denmark, Ukraina Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Afrika Selatan Grup C: Chinese Taipei, Indonesia, Kanada, Australia Grup D: Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Spanyol

Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

Swiss Open 2026: Alwi akui tampil antiklimaks

Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan mengakui penampilannya antiklimaks setelah keluar sebagai runner-up Swiss Open 2026 lantaran kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka pada partai final. Pada pertandingan yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Minggu, unggulan keenam itu takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21. “Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi setelah laga, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI. Alwi mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada laga final, terutama karena waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Dia mengaku belum mampu melakukan pemulihan secara optimal sehingga berdampak pada penampilan di laga puncak, meski tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal. “Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi. Meski gagal meraih gelar, Alwi mengungkapkan dua pekan terakhir menjadi periode penting untuk menambah pengalaman bertanding, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan tinggi. Menurut dia, meski Swiss Open berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya di All England 2026. “Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.

Atlet BMX Indonesia raih emas pada ajang di Thailand

Amellya Nur Syifa

Atlet BMX Indonesia, Amellya Nur Syifa, berhasil memenangi medali emas pada ajang ASEAN BMX Racing Cup 2026, yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu. Amellya memenangi medali emas tersebut di nomor BMX Racing Women Elite. Medali emas yang dimenangi Amellya menjadi satu-satunya medali emas yang dapat dibawa pulang atlet Indonesia dari kejuaraan ini. Untuk medali perak, tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali perak. Medali perak pertama diraih Aditya Fajar Putu Soekarno dari nomor BMX Racing Men Elite, kemudian Rafelino Mahendra dari nomor BMX Racing Men U23. Tim Indonesia juga berhasil membawa pulang tiga medali perunggu. Medali-medali perunggu itu disumbangkan oleh Rio Akbar dari nomor BMX Racing Men Elite, M.Irsyad Panji Putra Asywa dari nomor BMX Racing Men U23, dan Fasya Ahsana Rifki dari nomor BMX Racing Men Elite. Dengan perolehan satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu tersebut, tim Indonesia berhak menghuni posisi kedua di klasemen umum medali. Sedangkan posisi pemuncak klasemen dikuasai tuan rumah Thailand dengan lima medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Sayu Bella bawa pulang perunggu pada kejuaraan MTB di Jepang

MTB Coupe de Japon Aichi International 2026.

Pembalap sepeda gunung (mountain bike/MTB) putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali menunjukkan performa positif dengan naik podium setelah meraih medali perunggu pada ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 di Aichi, Jepang, Minggu waktu setempat. Tampil pada nomor cross country olympic (XCO) elite putri, Sayu finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 31 detik. Ia berada di bawah dua pembalap China, Zhifan Wu yang menjadi juara dengan waktu 1 jam 24 menit 44 detik, serta Zhenglan Liang yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1 jam 25 menit 10 detik. Hasil tersebut menunjukkan progres positif Sayu setelah pada awal musim 2026 resmi bersaing di level elite. Sepanjang tahun ini, ia juga mencatatkan prestasi dengan menjuarai Thailand Mountain Bike Cup nomor Cross-Country Olympic (XCO) pada 14 Januari serta Asian Mountain Bike Series UCC India-1 pada 26–28 Februari 2026. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di nomor elite putri, Bera Sefti Rahmadani, menempati posisi ke-13. Di sektor elite putra, Feri Yudoyono menjadi wakil terbaik Indonesia dengan finis di posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 45 detik. Adapun gelar juara diraih pembalap tuan rumah Toki Sawada dengan waktu 1 jam 24 menit 24 detik. Posisi kedua ditempati sesama pembalap Jepang, Tatsuumi Soejima, dengan waktu 1 jam 24 menit 29 detik, sedangkan posisi ketiga menjadi milik wakil China, Jinwei Yuan, dengan catatan waktu yang sama. Wakil Indonesia lainnya, Zaenal Fanani, finis di posisi ke-15 dengan waktu 1 jam 28 menit 35 detik, sedangkan Ihza Muhammad menempati urutan ke-26 dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 17 detik. Tim MTB Indonesia menjadikan ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 yang berlangsung pada 14-15 Maret tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelumnya, Zaenal Fanani menyebut kejuaraan di Jepang memiliki arti penting karena menggunakan lintasan yang juga akan dipakai pada Asian Games 2026. Karena itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengenali karakter trek sekaligus mengukur kemampuan saat bersaing dengan pembalap level dunia. “Lintasan di sini akan dipakai untuk Asian Games, jadi ini kesempatan bagus buat kami untuk adaptasi. Selain itu, kami juga bisa melihat langsung kemampuan kami saat bersaing dengan pembalap kelas dunia,” ujar Fanani.

PBSI Tetapkan Mekanisme Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet Pelatnas

Penutupan Seleknas PBSI 2026

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus berkomitmen membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas. Melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas. Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki. Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet. Sementara itu, biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI, sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal masing-masing atlet. Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya pencapaian minimal 50% dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara. Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan. Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis. Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI. Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi. Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat. Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI) atlet, serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet. Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan dari pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas. Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI. Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI. Sistem pembinaan yang semakin terstruktur ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

Pencarian Bibit Pelari Berbakat Lewat Depok Night Run Ramadan

Depok Night Run Ramadan

Babak final pada ajang balap lari jalanan bertajuk Depok Night Run Ramadhan 2026 sukses digelar pada Jumat (13/3) malam. Lintasan sepanjang 100 meter di kawasan Balaikota Depok, disulap menjadi arena pacu lari yang meriah, lengkap dengan dukungan warga yang memadati sisi jalan. Ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kota Depok ambil bagian dalam lomba lari malam yang digelar dalam suasana bulan suci Ramadan tersebut. Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah menyampaikan, kegiatan Depok Night Run Ramadan 2026 merupakan ajang positif untuk menyalurkan minat dan bakat masyarakat, khususnya generasi muda di bidang olahraga. “Kegiatan ini sangat positif sebagai wadah mencari bibit-bibit pelari atau atlet muda berbakat yang nantinya bisa mewakili Kota Depok dalam berbagai ajang olahraga,” ujar Chandra. Masyarakat menyambut ajang Ramadan ini begitu antusias. Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Bojongsari, Cimanggis, hingga Sukmajaya yang mendominasi jalannya pertandingan. Sementara itu, Wakapolres Metro Depok, AKBP Akmal menyampaikan, kegiatan olahraga seperti ini juga menjadi salah satu upaya untuk menyalurkan energi dan aspirasi generasi muda ke arah yang lebih positif. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya melalui kegiatan olahraga, sehingga dapat mencegah terjadinya tawuran maupun kenakalan remaja lainnya,” ungkapnya. Gelaran Depok Night Run Ramadan 2026 pun berlangsung dengan penuh semangat sportivitas, sekaligus menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kota Depok dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

CGF beri apresiasi mitra lewat Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) memberikan apresiasi kepada para mitra dan pendukung melalui ajang Ciputra Golfpreneur Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (12/3). Acara tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang selama ini berkomitmen mendukung kegiatan CGF, khususnya dalam penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tour (CGT). “Kami bersyukur banyak pihak yang terus memberikan dukungan kepada CGF, terutama dalam penyelenggaraan CGJWC dan CGT. Mereka memiliki tujuan yang sama dengan kami, yaitu mendorong perkembangan prestasi olahraga golf di dalam negeri, regional, hingga dunia,” kata pendiri sekaligus ketua Dewan Pengawas CGF Budiarsa, dikutip dari keterangan tertulis. Ia menjelaskan penghargaan tersebut diberikan tidak hanya kepada sponsor pada tahun sebelumnya, tetapi juga kepada individu maupun perusahaan yang telah berkontribusi sejak awal penyelenggaraan kedua turnamen tersebut. Dalam ajang ini CGF memberikan tiga kategori penghargaan untuk perusahaan, yakni gold, silver, dan bronze. Selain itu terdapat kategori khusus bagi individu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan yayasan. CGJWC merupakan salah satu turnamen golf junior paling bergengsi di Indonesia yang pertama kali digelar pada 1993 atas inisiasi almarhum DR (HC) Ir Ciputra. Turnamen tersebut awalnya berskala nasional sebelum berkembang menjadi ajang Asia Tenggara, Asia Pasifik, hingga tingkat dunia sejak 2007. Sementara itu, CGT merupakan turnamen golf profesional yang menjadi bagian dari rangkaian Asian Development Tour (ADT) dan mulai diselenggarakan pada 2014. Pada edisi ke-10 tahun lalu, total hadiah turnamen ini meningkat menjadi 150 ribu dolar AS. Ketua CGF Nararya Ciputra Sastrawinata mengatakan pihaknya menargetkan suatu saat nanti pegolf Indonesia dapat tampil di Olimpiade. “Selama ini kami memberikan dukungan kepada atlet potensial, mulai dari level junior, amatir, hingga profesional. Kami cukup gembira melihat perkembangan mereka,” katanya. Menurut dia, para atlet mendapatkan fasilitas latihan di Damai Indah Golf PIK dan BSD Course serta Ciputra Golf Surabaya, sekaligus dukungan untuk mengikuti berbagai turnamen profesional. Saat ini terdapat delapan pegolf profesional yang berada di bawah pembinaan CGF, termasuk Naraajie Emerald Ramadanputra, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, dan Fadhli Rahman Soetarso. Selain itu terdapat 23 pegolf dari kategori junior dan amatir yang juga mendapat pembinaan dari yayasan tersebut.

Walikota Cup XVI 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Muda Denpasar

Walikota Cup XVI 2026

Turnamen bola basket Walikota Cup ke-16 Tahun 2026 resmi digelar pada 13–15 Maret 2026. Ajang ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Denpasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Umum KONI Denpasar, Putu Yudi Atmika. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kejuaraan seperti Walikota Cup memiliki peran penting dalam memastikan proses pembibitan atlet bola basket berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ajang lahirnya talenta baru setiap tahun. “Harapan kami tentu pembibitan atlet basket terus berlanjut sehingga tidak terputus. Setiap tahun harus ada atlet muda yang muncul, baik dari usia dini maupun atlet yang siap berprestasi. Dengan adanya Walikota Cup ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya usai pembukaan turnamen pada Sabtu (14/3/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Denpasar dan Bali yang selama ini terus mendukung pembinaan atlet. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya mewakili Denpasar dan Bali, tetapi juga Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Ketua Umum PERBASI Bali, Gede Wahyu Surya Putra, menyebut Kota Denpasar selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga bola basket di Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya klub pembinaan yang berkembang di Kota Denpasar dibandingkan kabupaten lainnya. “Denpasar memang menjadi barometer pembinaan bola basket di Bali. Klub pembinaan di Denpasar jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain, sehingga bagi kami di PERBASI Bali tentu lebih mudah memiliki stok atlet yang besar dari Denpasar, meskipun kabupaten lain juga turut berkontribusi,” jelasnya. Sumber

PSSI Pilih Sumatera Utara Gelar ASEAN U19 Championship 2026

Stadion Teladan

Sepak bola Indonesia terus bergerak menuju pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk membawa atmosfer kompetisi internasional ke lebih banyak wilayah di Tanah Air. Kali ini, Provinsi Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN U19 Championship 2026 (AFF U19) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi PSSI bernomor 1057/UDN/623/III-2026 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Penunjukan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PSSI untuk memperluas pusat kegiatan sepak bola nasional agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. “Sepak bola adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan bagi berbagai daerah untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan event internasional. Sumatera Utara menunjukkan kesiapan dan dukungan yang baik,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Penunjukan Sumatera Utara bukan tanpa alasan. Sebelumnya, provinsi ini sukses menggelar Piala Kemerdekaan 2025 yang diikuti tim U-17 dari Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA U-17 World Cup 2025 di Qatar. Menurut Erick, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daerah memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah turnamen internasional dengan dukungan infrastruktur dan antusiasme masyarakat. “Keberhasilan sebelumnya menjadi referensi penting. Kami melihat adanya kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan masyarakat,” kata Erick. Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan turnamen yang akan diikuti 11 negara anggota ASEAN Football Federation (AFF), PSSI telah melakukan inspeksi stadion dan fasilitas latihan di Sumatera Utara pada 25–27 Februari 2026. Inspeksi tersebut dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. Sejumlah stadion yang diusulkan sebagai venue pertandingan antara lain: Stadion Utama Sumatera Utara Stadion Teladan Stadion Mini Pancing Sementara itu, beberapa lapangan latihan yang disiapkan meliputi: Stadion Mini Pancing Stadion Madya Sumatera Utara 1 Stadion Madya Sumatera Utara 2 Lapangan PPLP Sumatera Utara Lapangan Cadika Medan PSSI juga menyampaikan bahwa inspeksi lanjutan dari AFF dijadwalkan berlangsung pada April 2026 untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional. PSSI berharap penyelenggaraan ASEAN U19 Championship 2026 dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sepak bola di daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum bagi daerah untuk terus meningkatkan fasilitas olahraga serta mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola yang lebih luas,” ujar Erick. Dengan persiapan yang terus berjalan, Sumatera Utara diharapkan dapat menyelenggarakan ASEAN U19 Championship 2026 dengan baik sekaligus menunjukkan bahwa berbagai daerah di Indonesia siap menjadi tuan rumah kompetisi internasional.

Kelme Luncurkan Jersey Terbaru Tim Nasional Indonesia

Kelme Luncurkan Jersey Terbaru Tim Nasional Indonesia

Produsen apparel olahraga, Kelme, resmi meluncurkan jersi baru timnas Indonesia di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis. Acara peluncuran itu dihadiri oleh sejumlah petinggi PSSI yakni Ketua umum Erick Thohir, Sekretaris jenderal, Yunus Nusi, anggota Komite Eksekutif, Arya Sinulingga, serta pelatih timnas Indonesia, John Herdman dan pelatih timnas U17, Kurniawan Dwi Yulianto. Pada acara itu, Kelme memperlihatkan jersi kandang, jersi tandang, jersi untuk timnas putri, jersi kiper kandang, dan jersi kiper tandang. Untuk jersi kandang, Kelme menggunakan paduan kaus merah, celana merah, dan kaus kaki merah. Sedangkan untuk jersi tandang digunakan paduan kaus putih, celana putih, dan kaus kaki putih. Untuk jersi kiper, Kelme menyediakan dua perpaduan. Perpaduan pertama untuk jersi kiper kandang adalah kaus hijau, celana hijau, dan kaus kaki putih, sedangkan untuk jersi kiper tandang adalah kaus biru, celana biru, dan kaus kaki biru. Pada kerja sama apparel kali ini, Kelme bukan hanya menyediakan jersi untuk timnas sepak bola, namun juga akan menyuplai jersi untuk timnas futsal. Hal ini berbeda dengan kerja sama sebelumnya, ketika jersi timnas sepak bola berbeda dengan jersi timnas futsal. PSSI telah mengumumkan bahwa Kelme akan menjadi sponsor apparel timnas yang baru pada akhir Januari silam. Kerja sama dengan Kelme sekaligus mengakhiri kemitraan jersi PSSI dengan Erspo yang telah menjadi sponsor apparel PSSI sejak Januari 2024.

Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Usai 2 Tahun Absen

Elkan Baggott

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi kesempatan Elkan Baggott untuk comeback. Elkan dipastikan masuk masuk daftar panggil Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026. “Iya, Elkan dipanggil ke Timnas Indonesia,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Timnas Indonesia, Sumardji, soal pemanggilan Elkan Baggott. Saat ini PSSI sebenarnya belum merilis skuad full ‘Garuda Calling’ untuk ajang FIFA Series. Namun beberapa pemain tentunya sudah masuk daftar panggil, termasuk Elkan Baggot. Untuk diketahui, bek Ipswich Town itu sudah hampir 2 tahun terpinggirkan dari Timnas Garuda. Dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert tidak pernah menggunakan jasanya. Terakhir kali Elkan dipanggil saat Timnas U-23 akan melakoni playoff Olimpiade kontra Guinea pada Mei 2024. Saat itu Elkan mangkir dari playoff Olimpiade untuk berlibur. Sejak saat itu, Shin Tae-yong tidak pernah memanggilnya lagi. Hal serupa terjadi ketika Skuad Garuda ditangani Kluivert. Adapun Timnas Indonesia akan bertanding di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada akhir Maret. Timnas Indonesia akan jumpa Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret, lalu jumpa Bulgaria/Kepulauan Solomon pada 30 Maret.

Tim sepeda Indonesia runner-up Biwase Tour of Vietnam 2026

Tim balap sepeda putri Indonesia

Tim balap sepeda putri Indonesia menutup perjuangan pada Biwase Tour of Vietnam 2026 dengan menempati posisi kedua dalam klasifikasi akhir tim setelah menyelesaikan lima etape yang berlangsung di Vietnam, Rabu-Minggu (4-8 Maret). Berdasarkan klasemen akhir, skuad Merah Putih terpaut 15 menit 29 detik dari tim asal Norwegia Hitec Products–Fluid Control yang keluar sebagai juara dengan catatan waktu 45 jam 53 menit 51 detik. “Perjuangan sebanyak lima stage dari BIWASE Tour of Vietnam 2026 UCI 2.2 sudah selesai dilalui dengan penuh juang Tim Cycling Road Women Indonesia 2026,” demikian pernyataan Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram resmi mereka, Minggu. Pada klasifikasi umum individu atau perebutan jersei kuning, pesepeda Indonesia, Ayustina Delia Priatna yang sempat memimpin lomba pada tiga etape pertama harus puas menempati posisi keempat setelah finis di urutan ketujuh pada etape terakhir. Ayustina mencatatkan selisih waktu 1 menit 10 detik dari pemenang lomba Marina Komina dari tim Lining Star Ladies yang menorehkan total waktu 15 jam 16 menit 37 detik. Sementara posisi kedua dan ketiga klasifikasi umum ditempati dua pesepeda tim Hitec Products–Fluid Control, yakni Karin Soderqvist dan Oda Aune Gissinger, yang masing-masing terpaut 10 detik dan 41 detik dari Komina. “Hasil yang sangat membanggakan pada klasemen General Classification yang diraih oleh Tim Cycling Road Women Indonesia merupakan catatan sejarah untuk Indonesia,” tulis ICF. Selain Ayustina, empat pesepeda Indonesia lainnya juga menuntaskan lomba. Ida Ayu Malik L. Dewi menempati posisi ke-13 klasifikasi umum, diikuti Andini Putri Anatasya di peringkat ke-22, Dewika Mulya Sova di posisi ke-29, serta Nihayatuzzain Asshofi di urutan ke-42. Pada klasifikasi pembalap muda atau perebutan jersei putih, Ida Ayu menempati posisi keempat, Andini di peringkat ketujuh, dan Nihayatuzzain di urutan ke-14. ICF menyatakan perjuangan tim Indonesia belum berakhir karena para pembalap akan melanjutkan partisipasi pada ajang Biwase Cup 2026 yang digelar pada 10-14 Maret. “Tidak hanya terhenti di Biwase Tour of Vietnam 2026, besok akan siap berlanjut di BIWASE Cup 2026,” demikian pernyataan ICF.

Rizki Juniansyah Resmi Catat Dua Rekor Versi Guinness World Records

Rizki Juniansyah

Atlet angkat besi Indonesia, Rizki Juniansyah kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional setelah namanya resmi masuk dalam daftar rekor dunia versi Guinness World Records. Lifter muda tersebut diakui sebagai pemegang dua rekor dunia di cabang olahraga angkat besi pada kelas 79 kilogram putra. Pengakuan tersebut diberikan atas performa Rizki saat tampil dalam ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Dalam kompetisi tersebut, ia mencatat total angkatan tertinggi di kelas 79 kg putra sekaligus mencetak rekor clean and jerk tertinggi pada kelas yang sama. Catatan itu menjadikannya sebagai salah satu lifter muda paling menonjol di kawasan Asia Tenggara. Sebagai bentuk pengakuan resmi, Guinness World Records menggelar penyerahan sertifikat rekor dunia kepada Rizki dalam sebuah acara khusus di tempat latihannya, Bulldog Gym. Perwakilan organisasi tersebut menyerahkan langsung sertifikat yang menegaskan pencapaian atlet Indonesia tersebut di panggung olahraga internasional. Prestasi tersebut menambah daftar keberhasilan Rizki dalam kariernya sebagai atlet angkat besi. Atlet kelahiran Serang pada 17 Juni 2003 itu telah lama dikenal sebagai salah satu talenta muda menjanjikan di cabang weightlifting. Dalam beberapa tahun terakhir, ia secara konsisten meraih medali dari berbagai kejuaraan internasional. Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada ajang Olimpiade Paris 2024. Pada kompetisi tersebut, Rizki berhasil meraih medali emas di kelas 73 kilogram putra, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu lifter terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Di usia yang masih 22 tahun, pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan pesat dalam karier Rizki. Rekor dunia yang baru diakui oleh Guinness World Records menjadi tambahan penting dalam perjalanan prestasinya, sekaligus memperkuat reputasi Indonesia di cabang olahraga angkat besi di tingkat global.