Keren, Indonesia Raya berkumandang di Estoril

Kiandra Ramadhipa

Kiandra Ramadhipa baru berusia 16 tahun ketika berdiri di podium tertinggi Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu (14/6). Bersamaan dengan itu, Indonesia Raya menggema di lintasan yang sama, tempat setahun sebelumnya ia hanya mampu meraih podium ketiga di lintasan basah sebagai pembalap tamu European Talent Cup. Kini situasinya berbeda. Ramadhipa datang ke Estoril bukan lagi sebagai pembalap tamu, melainkan peserta penuh FIM Moto3 Junior World Championship. Ia pun pulang dengan pencapaian yang lebih besar: kemenangan pertamanya dan gelar juara di Estoril. Balapan sepanjang 16 lap itu tidak menawarkan jalan mudah. Ramadhipa memulai dari posisi ketujuh, bukan barisan terdepan yang biasanya menjadi sweet spot untuk mengunci kemenangan di kelas junior. Namun, sejak lampu start padam, ritme yang Ramadhipa tunjukkan berbeda. Di tikungan pertama ia sudah merangsek ke posisi kelima, di lap ketujuh ia sempat memimpin. Meski Travis Borg dan Carlos Cano bergantian merebut posisi terdepan di lap-lap akhir, Ramadhipa belum terlempar dari kalkulasi juara. Drama sesungguhnya terjadi di lap terakhir. Memasuki sektor penutup Estoril, ia melewati dua pembalap sekaligus menjelang garis finis. Total waktunya 27 menit 55,32 detik. Dalam wawancara singkat seusai balapan, remaja asal Sleman Yogyakarta itu mengaku kesulitan akibat cuaca yang sangat panas. Ban adalah yang pertama dipikirkannya untuk selalu dijaga, baru setelah itu konsentrasinya. Kemenangan di Estoril bukanlah titik awal bagi Ramadhipa. Ini justru merupakan titik kulminasi dari perjalanan panjang yang telah ditempuh selama lebih dari satu dekade. Semua berawal dari lintasan motocross saat usianya baru lima tahun. Dua tahun kemudian ia beralih ke aspal melalui MiniGP, lalu menapaki setiap jenjang pembinaan dengan kesabaran dan konsistensi. Dari Juara Nasional MotoPrix 2022, runner-up Asia Road Racing Championship 2023, meraih podium dan kemenangan di Idemitsu Asia Talent Cup 2024, hingga menjalani debut yang menjanjikan di European Talent Cup pada 2025. Setiap langkah menjadi batu pijakan menuju level berikutnya. Catatan prestasi yang terus menanjak itu pula yang membuat program pembinaan Honda semakin yakin untuk memberi perhatian dan kepercayaan lebih besar kepadanya. Di musim 2025 itu pula Ramadhipa pertama kali mengenal Estoril, tentunya bukan sebagai turis, tapi sebagai pembalap yang berjuang di lintasan basah dan pulang membawa podium ketiga. Pengalaman itu mungkin tidak terasa besar saat itu. Tapi dalam dunia balap, hafalan karakter tikungan, titik pengereman, dan perilaku motor di trek lurus panjang Estoril adalah modal yang tidak bisa dibeli secara instan. Ketika ia kembali ke sirkuit yang sama tahun ini, memori teknikal itu ia keluarkan kembali dan menjadi bekal yang sangat berguna. Hal yang membuat Estoril 2026 terasa berbeda adalah konteks psikologisnya. Dua bulan sebelumnya, di Jerez, Ramadhipa memenangkan Race 2 Red Bull Rookies Cup setelah memulai dari posisi ke-17. Bukan kemenangan dari barisan depan, tapi kemenangan yang dibangun dari bawah, lap demi lap, menyalip satu per satu hingga 16 posisi terlampaui. Pola yang persis ia ulangi di Portugal, dengan versi yang lebih dramatis di tiga lap terakhir. Pola seperti ini tidak muncul dari bakat semata. Ia muncul dari pengulangan, dari ratusan sesi latihan, dari kekalahan yang dicatat, dari kemenangan yang dianalisis. Kiandra Ramadhipa bukan lahir dari keberuntungan sesaat. Ia adalah produk dari rantai pembinaan yang terbangun dengan sabar dan berjenjang. AHRS menempa fondasinya, Asia Road Racing Championship mengasah ketangguhannya, Idemitsu Asia Talent Cup menguji kualitasnya, dan European Talent Cup mematangkan hingga melahirkan seorang pembalap yang mampu berdiri sejajar dengan talenta-talenta terbaik dunia. Ketika akhirnya naik ke FIM Moto3 Junior World Championship musim ini, Ramadhipa bukan lagi seorang debutan yang masih canggung menghadapi atmosfer balap Eropa. Ia datang sebagai pembalap yang sudah pernah merasakan memimpin balapan di benua itu, sekaligus memahami pahitnya kehilangan posisi di lap terakhir.

Kiandra Ramadhipa tuntaskan GP Prancis MotoGP Rookies di posisi 10

Muhammad Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa menuntaskan balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Sirkuit Le Mans, Sabtu, di posisi 10. Oleh karena itu, dikutip dari laman Red Bull Rookies Cup, Kiandra Ramadhipa pun berhak atas tambahan enam poin di klasemen pembalap. Bertanding dari posisi start ke-12, Kiandra kesulitan keluar dari barisan tengah. Naik turun di posisi 11-13, pembalap asal Sleman, DI Yogyakarta, itu berada di peringkat ke-11 pada lap pamungkas. Namun, selepas tikungan terakhir, semua pembalap yang bertahan di sirkuit naik satu posisi lantaran David Gonzalez yang memimpin lomba terjatuh. Kiandra pun menyelesaikan perjuangannya di posisi ke-10, sementara Benat Fernandez yang awalnya berada di belakang Gonzalez keluar sebagai pemenang. Pada balapan pertama itu, Kiandra mencatatkan waktu 6,283 detik lebih lambat daripada Fernandez yang memimpin balapan dengan waktu tempuh 26 menit 24,308 detik. Dengan demikian, Kiandra Ramadhipa kini berada di urutan ketiga klasemen sementara pembalap Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan koleksi 40 poin. Sebelumnya, pada akhir April 2026, remaja berusia 16 tahun itu menjadi pembalap terbaik ketujuh dan pemenang masing-masing pada balapan pertama dan kedua GP Spanyol di Sirkuit Jerez. Di klasemen, Kiandra tepat di bawah Benat Fernandez (66 poin) dan Fernando Bujosa (44 poin). Berikutnya, GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 berlanjut ke balapan kedua yang akan berlangsung pada Minggu (10/5) waktu setempat. Kiandra Ramadhipa sendiri bukan berstatus debutan di Red Bull Rookies Cup 2026 karena sudah tampil di kompetisi tersebut pada 2025. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Ramadhipa menjadi pembalap terbaik kedelapan pada akhir musim, sementara rekan senegaranya Veda Ega Pratama yang kini berkompetisi di Moto3 berada di posisi kedua (runner-up). Berikut 10 besar balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026. 1. Benat Fernandez (Spanyol) 26:24,308 2. Ryota Ogiwara (Jepang) +0,217 3. Mateo Marulanda (Kolombia) +0,381 4. Fernando Bujosa (Spanyol) +0,460 5. Travis Borg (Malta) +0,578 6. Sullivan Mounsey (Inggris) +0,693 7. Kiattisak Singhapong (Thailand) +0,778 8. Kristian Daniel (Amerika Serikat) +1,016 9. Guillem Planques (Prancis) +4,514 10. Muhammad Kiandra Ramadhipa (Indonesia) +6,283.

Kiandra Juara di Jerez Usai Comeback dari Posisi Bawah

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencuri perhatian setelah meraih kemenangan dramatis pada Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Dilansir dari Red Bull Rookies Cup, pembalap berusia 16 tahun itu tampil luar biasa dengan melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-17 hingga finis di posisi pertama. Kiandra langsung menunjukkan agresivitas sejak awal balapan dengan menyalip banyak pembalap dalam beberapa lap pertama. Ia kemudian bergabung dengan rombongan terdepan dalam balapan yang berlangsung sangat ketat. Menurut laporan Red Bull, persaingan di depan diwarnai pergantian posisi yang intens, dengan nama-nama seperti Beñat Fernández dan Yaroslav Karpushin saling berebut posisi teratas. Momentum penentuan terjadi di lap terakhir. Kiandra melakukan manuver krusial di tikungan terakhir dengan menyalip Beñat Fernández untuk mengunci kemenangan dramatis. Laporan dari MCNews juga menegaskan bahwa balapan berlangsung sangat rapat hingga garis finis, dengan banyak perubahan posisi yang membuat hasil akhir tidak bisa diprediksi hingga detik terakhir. Kemenangan ini menjadi salah satu momen penting bagi Kiandra di musim 2026, khususnya karena diraih di Race 2 Jerez dengan cara yang sangat impresif. Red Bull menyebut penampilan tersebut sebagai bukti bahwa Kiandra adalah “bintang baru Indonesia”, berkat keberanian dan kemampuannya membaca momen di lintasan. Selain hasil akhir, cara ia meraih kemenangan dari posisi ke-17 ke posisi pertama menjadi sorotan utama dalam balapan ini.

Veda Sapu Bersih Seri Mugello Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama tak menyangka meraih double winners atau dua kemenangan beruntun dalam seri keempat Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Mugello, Italia. Veda meraih kemenangan pertamanya pada balapan pertama di Mugello, Sabtu, 21 Juni 2025. Ia kemudian menyempurnakan akhir pekannya di kompetisi balap Eropa ini dengan memenangkan balapan kedua pada Minggu, 22 Juni 2025. Ia meraih kemenangan dramatis karena hanya berjarak 0,011 detik dari Hakim Danish di posisi kedua. “Saya tidak percaya, saya tidak menyangka,” kata pembalap asal Gunungkidul, dikutip dari laman resmi Red Bull Rookies Cup, Senin, 23 Juni 2025. “Tetapi sekarang saya tahu saya bisa melakukannya, akhir pekan yang fantastis. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sponsor, dan semua orang yang mendukung saya dan saya tidak sabar menunggu balapan berikutnya,” ujar dia menambahkan. Veda, yang memulai balapan dari posisi kedua (P2), meraih kemenangan keduanya di Red Bull Rookies Cup dengan cara yang tidak mudah. Ia memasuki lap terakhir dengan memimpin balapan, namun disalip oleh Danish pada tikungan terakhir sebelum garis finis. Pada trek lurus sebelum garis finis, Veda memanfaatkan kecepatannya dan mulai menyalip pembalap asal Malaysia itu ketika garis finis tinggal menyisakan beberapa meter. Dengan overtake yang sangat brilian, pembalap 16 tahun itu akhirnya mampu menyentuh garis finis lebih dulu, dengan waktu 0,011 detik lebih cepat dari Danish. Ketika ditanya apa yang terjadi pada detik-detik akhir sebelum menyentuh finis, Veda mengungkapkan perasaannya bahwa kesempatan untuk menang masih ada sebelum mencapai garis finis. “Itu adalah balapan yang sangat sulit. Saya mencoba melakukan hal yang sama seperti kemarin, untuk memimpin di akhir. Hakim melaju dari sisi luar di tikungan terakhir, tetapi saya yakin bisa menyalipnya. Saya bergerak untuk mengejarnya dan saya lebih cepat darinya, jadi saya hanya menunggu titik yang tepat untuk keluar dan menyalip,” ucap dia. Dua kali mengumandangkan “Indonesia Raya” di Mugello membuat Veda menutup seri keempat kompetisi yang banyak melahirkan pembalap hebat MotoGP ini di posisi ketiga dengan 92 poin. Ia terpaut 32 poin dari Brian Uriarte di posisi kedua dan 56 poin dari Danish yang memimpin klasemen. Adapun pembalap Indonesia lainnya Kiandra Ramadhipa tetap di posisi ke-15 klasemen sementara dengan 32 poin, meski ia finis lebih baik dari balapan pertama yaitu di posisi delapan. Seri kelima Red Bull Rookies Cup dimainkan pada 12-13 Juli di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Seri ini bertepatan dengan seri kesebelas MotoGP di tempat yang sama.