Janice Tjen Sabet Gelar Juara WTA Pertama di China

Swafoto Janice Tjen Bersama Sang Pelatih

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil menjuarai WTA 125 Jinan Open di China, Sabtu, seusai mengalahkan petenis Hungaria Anna Bondar dengan 6-4, 4-6, 6-4. Unggulan ketiga dalam turnamen itu sukses menaklukkan lawannya yang merupakan unggulan kedua dalam dua jam 25 menit, demikian catatan WTA. Meski lawan mencatatkan ace lebih banyak, Janice menciptakan lebih banyak peluang break point — mengonversi tiga dari 11 — dengan servis menjadi senjata kuatnya. Dalam perjalanannya meraih gelar di Jinan, Janice harus berjuang keras pada babak pembuka. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu kemudian menang straight set pada babak kedua dan perempat final. Ia sempat kesulitan pada semifinal tetapi sukses menundukkan lawannya yang unggulan keenam untuk mencapai babak akhir. Kemenangan Jinan Open menjadi gelar pertama di sektor tunggal bagi Janice dalam sirkuit tur WTA. Sebelumnya, Janice bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi meraih gelar ganda WTA 125 Suzhou di China pada awal bulan ini. Sebelum tur Asia, petenis yang kini berada di peringkat 98 dunia itu menjadi runner up dalam debut WTA-nya pada ajang WTA 250 Sao Paulo di Brasil pada pertengahan bulan lalu, yang menjadi batu loncatan peringkatnya dari 130 dunia melesat ke-103 dunia. Gelar Jinan Open juga menambah daftar kesuksesan Janice pada tahun ini setelah berhasil tampil di Grand Slam perdananya, US Open. Di turnamen major lapangan keras Amerika Serikat itu Jancie tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi untuk lolos ke babak utama. Ia tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova sebelum dikalahkan oleh Emma Raducanu di babak kedua. Janice juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004. Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat — dari nomor 371 ke nomor 149. Sumber: ANTARA

122 Atlet Muda Siap Harumkan Nama Bangsa di AYG dan ISG 2025

Tim Indonesia

Suasana penuh semangat nasionalisme mengiringi pelepasan resmi Tim Indonesia yang akan berlaga di Asian Youth Games (AYG) Bahrain dan Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh tahun 2025. Upacara yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir dan turut dihadiri oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Kehadiran para pejabat tinggi, pelatih, dan perwakilan atlet dalam acara tersebut menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tidak hanya mempersiapkan keikutsertaan secara fisik, tetapi juga membawa semangat diplomasi dan kebudayaan. Untuk AYG 2025, Indonesia akan mengirimkan 122 atlet yang akan berkompetisi dalam 21 dari total 26 cabang olahraga. Dari cabang atletik, badminton, hingga pencak silat dan kurash, mereka akan bertanding membawa nama bangsa di panggung Asia. Dipimpin oleh Chef de Mission Akbar Nasution, tim ini juga didukung oleh 51 pelatih dan ofisial serta 20 anggota tim pendukung lainnya. Sementara itu, ISG 2025 akan diikuti oleh 38 atlet yang dipimpin oleh Chef de Mission Endri Erawan. Enam cabang olahraga menjadi fokus, termasuk renang, angkat besi, pencak silat, dan gulat. Ajang ini bukan hanya tentang persaingan, melainkan juga ruang mempererat solidaritas di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Salah satu capaian penting adalah pengakuan pencak silat sebagai cabang resmi perolehan medali di AYG 2025. Ini merupakan hasil dari diplomasi panjang yang menunjukkan semakin terbukanya dunia terhadap budaya Indonesia. Langkah ini juga menjadi batu loncatan menuju harapan tampilnya pencak silat di Olimpiade. Keikutsertaan para atlet muda tidak hanya untuk mengejar kemenangan jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari pembinaan menuju Youth Olympic Games Dakar 2026 dan visi besar Indonesia Emas 2045. Fokus jangka panjang ini menekankan pentingnya kedisiplinan, sportivitas, dan karakter unggul. Kemenpora menegaskan bahwa ajang internasional seperti AYG dan ISG adalah sarana penting untuk memperkuat citra positif bangsa. Melalui partisipasi aktif ini, Indonesia tidak hanya menampilkan kekuatan atletiknya, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti persatuan, solidaritas, dan semangat pantang menyerah

BWF World Junior 2025: Sempat Tersusul, Zaki Ubaidillah ke Final

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengaku fokusnya sempat hilang sebelum akhirnya menundukkan wakil China, Li Zhi Hang dan melaju ke final BWF World Junior Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Bulu tangkis Junior 2025, Sabtu (18/10/2025). Bermain di Guwahati, India, Zaki melaju ke babak pemungkas setelah mengalahkan Li dengan skor 14-16, 16-14, dan 15-12. Zaki mengakui pertandingan melawan Li berlangsung sangat ketat. “Alhamdulillah diberikan kemenangan tanpa cedera. Pertandingan hari ini sangat ketat, Walaupun pada gim pertama sempat unggul, fokusnya mulai hilang jadinya point terkejar dan lawan berbalik menang,” papar Zaki. Dia menambahkan, pada gim kedua dia sempat tertinggal 9-13 kemudian 11-14, dirinya sempat putus asa. “Namun, pelatih terus meyakinkan saya buat bangkit kembali dan akhirnya saya yakin satu per satu poin, Alhamdulillah bisa dapat banyak poin dan bisa membalikkan keadaan,” kata pemain kelahiran Sampang, Jawa Timur ini. Menurutnya, pada gim ketiga saat sudah memimpin 13-9, dirinya sempat tersusul lawan hingga skor 13-12. “Saya diminta lebih tenang oleh pelatih dan tidak terburu-buru menyerang. Itu membuat saya bisa memenangi gim ketiga,” ungkap pemain berusia 17 tahun ini. Sementara itu, wakil tunggal putra Indonesia lain, Richie Duta Richardo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, dan 13-15. Kekalahan ini membuat gagal terciptanya all Indonesian final di sektor tunggal putra.

Aprilia Eka Raih Medali Emas di Uzbekistan

Aprilia Eka Putri Lumbantungkup

Aprilia Eka Putri Lumbantungkup menjuarai Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025. Atlet yang baru berusia 22 tahun ini keluar sebagai juara dunia pada kategori K-1 52 Kg Female. “Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran, kami mengucapkan selamat sebesar-besarnya kepada Bripda Aprilia. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa semangat juang dan daya saing personel Polri di bidang olahraga, tidak kalah tangguh dengan yang di medan tugas operasional,” kata Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri Irjen Mulia Hasudungan Ritonga dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025). “Di panggung dunia yang keras, ia tidak hanya bertanding, tetapi menang dan mengharumkan nama Indonesia,” sambung Irjen Ritonga. Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 berlangsung sejak 7 sampai 12 Oktober 2025. Acara berlokasi di Tashkent, Uzbekistan. Peserta ajang ini adalah atlet-atlet terbaik dari berbagai negara. Dengan raihan juara Bripda Aprilia, Irjen Ritonga menegaskan Komite Olahraga Polri (KOP) berkomitmen membina bakat-bakat unggulan di tubuh Polri. “Komite Olahraga Polri akan terus mendorong dan memfasilitasi personel berprestasi. Kemenangan Bripda Aprilia menjadi inspirasi dan pembuktian bahwa program pembinaan atlet kita berada di jalur yang tepat. Ini baru awal, kita akan terus pertahankan dan tingkatkan prestasi ini. Kami buktikan, Polri turut aktif mengibarkan Merah Putih melalui prestasi olahraga dunia,” tegasnya.

Garuda United U17 Jadi Bagian dari Program Pembinaan PSSI

Garuda United U17

PSSI resmi mengumumkan Garuda United U17 sebagai tim program pembinaan pemain muda Indonesia yang akan tampil di EPA Super League U18 musim 2025/26. Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan generasi baru Timnas Indonesia menuju Piala Asia U17 dan Piala Dunia U17 mendatang, dua ajang yang menjadi target utama federasi dalam pengembangan sepak bola usia muda. Garuda United U17 akan menjalani laga perdananya pada 11 Oktober 2025 menghadapi Semen Padang FC. Tim ini diisi oleh 35 pemain hasil seleksi dari berbagai klub dan sekolah sepak bola terbaik di Indonesia. Dari 35 pemain yang dipanggil, sebagian besar merupakan hasil pembinaan dari SSB dan akademi seperti ASIOP, Taufiq FA, Asiana, hingga klub profesional seperti Persib, Bali United, Persebaya, Madura United, dan Persija. Komposisi ini menunjukkan komitmen PSSI dalam merangkul seluruh ekosistem sepak bola nasional untuk mencetak pemain potensial. Melalui kompetisi EPA Super League, PSSI berharap para pemain mendapat menit bermain yang konsisten dan pengalaman berharga di level kompetitif nasional. Dalam musim perdananya, Garuda United U17 tergabung di Grup A bersama Semen Padang FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Dewa United Banteng FC, Arema FC, Persik Kediri, dan PSBS Biak. Total, Garuda United U17 bakal melakoni 36 pertandingan pada babak pendahuluan EPA Super League U-18 musim 2025/26. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling kompetitif karena diisi oleh klub-klub besar dan memiliki tradisi pembinaan kuat. Berikut daftar pemain Garuda United U17 musim 2025/26: Penjaga gawang Syahdan Caesar – ASIOP Seta Bayu Cahyaning – Taufiq FA Fahmi Aziz Arifudin – WBFC Academy Bek tengah Waliyuddin Shofa A – Persib Putu Ekayana Yoga P – Bali United Alberto K Ramendei – PPLP Jayapura Farik Rizqi – Farmel Shoyyo Himawan P – Persis Zidane Raditya Chandra – PPLOP Jateng Persis Solo Bek kanan Farrel Luckyta W – PSS Sleman Efaldus Sereuw – Safin Pati Nova Kurniawan – Borneo FC Bek kiri Real Alvaro Salim – Bali United Made Arbi Ananta – Bali United Pandu Aryo Wicaksono – Asiana Gelandang Fardan Faras Prawita – Borneo M. Azhar Muzzaki – Persebaya Girly Andrade Guevara – Asiana Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – PPLP Kepri Miraj Riski Sulaiman – Madura United Sayap Peres Akwila Tjoe – Persija M. Nur Hasnuryadi – Barito Putra Faisal Ade – Malut United Rohmat Nurhidayat – PSM Makassar Yulius Stanley – Persebaya Gugum Gumilang – Asiana I Komang Semadi – Bali United Penyerang Dava Yunna Adi – Persebaya Raditya Gemal M – PPOP DKI Fardhan Ary – Madura United Yohanes Yapagaimu – Safin Pati Alfaro Dwi Santosa – SKO Surakarta & Persis Solo Sean Rahman Castor – Asiana

Garuda Muda Ditahan India

Timnas U22 Indonesia

Timnas U22 Indonesia bermain imbang 1-1 melawan India dalam laga uji coba kedua di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025. Seperti diketahui, laga ini menjadi bagian dari persiapan Garuda Muda menuju SEA Games di Thailand pada Desember mendatang. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan India. Pada menit ke-7, peluang pertama datang dari umpan silang Frengky Missa yang membentur mistar gawang India yang dijaga oleh Chauhan Dipesh. Tiga menit berselang, Rayhan Hannan nyaris membuka keunggulan setelah menyambar bola liar di kotak penalti, namun tendangannya melenceng tipis di sisi gawang. Serangan balik cepat di menit ke-14 juga nyaris membuahkan hasil ketika Hokky Caraka melepaskan sontekan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Indonesia terus menekan. Pada menit ke-15, sundulan Kakang Rudianto memaksa kiper India melakukan penyelamatan gemilang. Meski sempat beberapa kali mengancam, Timnas U22 belum mampu memecah kebuntuan. Petaka datang di menit ke-29 saat Rayhan Hannan harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Arlyansyah Abdulmanan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan rotasi pemain, salah satunya memasukkan Wigi Pratama. Namun justru India mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-46 lewat pemain pengganti, Thingujam Korou Singh, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba membalas. Menit ke-52, tembakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalti sempat mengenai pemain India dan hanya menghasilkan sepak pojok. Enam menit kemudian, aksi solo run Tony Firmansyah juga hampir berbuah gol, namun kembali membentur pemain lawan. Usaha keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Dony Tri Pamungkas mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi tendangan bebas indah. Menariknya, Dony juga mencetak gol pada laga uji coba pertama melawan India beberapa hari sebelumnya. Menit ke-76, Indra Sjafri kembali melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan tim. Jens Raven, Robi Darwis, Mikael Tata, Rifqi Ray, dan Zanadin Fariz masuk menggantikan beberapa pemain lainnya. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Brandon Scheunemann dan Ricky Pratama juga mendapat kesempatan tampil. Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

WJC 2025: Indonesia Runner Up

Tim bulutangkis junior Indonesia di Podium Piala Suhandinata 2025

Tim bulutangkis junior Indonesia keluar sebagai runner up Piala Suhandinata 2025 setelah harus mengakui keunggulan tim China. Berlaga di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, pada Sabtu (11/10) siang, Garuda Muda kalah 0-2. China langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan. Moh Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di game pertama, tapi China melawan dengan sangat kuat, ganda campuran dan sektor tunggal menjadi andalan sang Negeri Tirai Bambu. Garuda Muda pun terdesak hingga partai keempat, 32-36. Laga penentuan di ganda putra berjalan sengit. Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak. Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44. Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000. “Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah,” ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok. “Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan,” timpal Edsel. Kapten tim Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia seraya meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang,” sahut Ubed. Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor. “Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami harus bisa membuat pemerataan di semua sektor. Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini. Dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja,” ujar Eng Hian. “Di luar itu, saya berterima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang. Jangan larut dalam kesedihan karena masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik,” pesan Eng Hian. Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang. Hasil Pertandingan Final Piala Suhandinata 2025: Indonesia 0-2 China Set 1 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 8-9 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 15-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 20-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 27-36 MD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 30-45 Set 2 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 9-5 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 14-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 23-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 32-36 MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 44-45

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025

Salah Satu Podium Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025

Partai final Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025 telah selesai digelar di GOR KONI, Kota Bandung. Rangkaian sirnas ke-10 tahun 2025 ini, diikuti sebanyak 1,111 peserta yang bertanding sejak Senin 6 Oktober lalu hingga Sabtu 11 Oktober. PB Djarum dan PB. Jaya Raya Jakarta menyandang status juara umum, disusul tuan rumah, Mutiara Cardinal Bandung, Gideon Badminton Academy, Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya, PELATPROV PBSI Jawa Timur, Putra Mainaky, dan PB. Berkat Abadi. Seri Sirnas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 1–6 Desember. Sirnas berlevel A ini akan menjadi seri pamungkas dan akan digelar di Kota Jakarta. Daftar Juara Sirnas A Jawa Barat 2025: TRA – Alvin Jefferson Kusuma (Jaya Raya Jakarta) TRI – Kharissa Widyanda Saputri (Mutiara Cardinal Bandung GRA – Dimas Jayawardana Hasan/Hamid (Pelatprov Jatim) GRI – Aqelatul Amaliyah Rahma/ Wilia Renasya (Djarum Kudus) GRC – Hazel Rizqi Prasetyo/ Halifia Usni Pratiwi (Djarum Kudus) TTA – Radithya Bayu Wardhana (Djarum Kudus) TTI – Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) GTA – Christian Aldo Sanjaya/ Yugo Alvaro Gunawan (Jaya Raya Jakarta) GTI – Sheila Lidia/ Veren Irvana Daula (Jaya Raya Jakarta) GTC – Joseph Marcellino Kyta/ Syafiqa Aliya (Gideon BA) TDA – Krishna Adi Nugraha (DYS Candra Wijaya TDI – Stephanie Widjaja (Jaya Raya Jakarta) GDA – Hafiz Faisal/ Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta / Berkat Abadi, Banjar) GDI – Gloria Emanuelle Widjaya/Melati Daeva Oktavianti (Djarum kudus) GDC – Alden Lefilson Putra Mainaky/Gloria Emanuelle Widjaya (Putra Mainaky, Tangsel / Djarum, Kudus)

WJC 2025: Indonesia Lolos ke Final Usai Hajar India

Tim bulu tangkis Indonesia

Tim bulu tangkis Indonesia memastikan tiket final Piala Suhandinata 2025 setelah mengalahkan India dengan skor 2-0 (45-35, 45-21) pada semifinal di Guwahati, India, Jumat (10/10/2025). Pertarungan berlangsung seru sejak awal. Indonesia sempat tertinggal pada laga pertama, namun berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan dominan di dua set yang dimainkan. Pasangan Muhammad Rizki Mubarok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang turun di partai pembuka ganda putra menghadapi Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu, sempat tertinggal 6-9. Pada partai kedua, Thalita Ramadhani Wiryawan yang tampil di nomor tunggal putri juga belum mampu membawa keunggulan, meski memimpin perolehan poin di awal, hingga Indonesia masih tertinggal dua angka, 16-18. Momentum kebangkitan Indonesia terjadi pada laga ketiga saat Mohammad Zaki Ubaidillah tampil impresif melawan Rounak Chounan dan membalikkan kedudukan menjadi 27-23. Ketegangan sempat terjadi pada partai keempat ketika Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine berhadapan dengan C. Lalramsanga/Vishakha Toppo. Kedudukan sempat imbang 28-28 sebelum akhirnya pasangan muda Indonesia itu bisa lebih tenang dan membawa keunggulan 36-33. Penentu kemenangan Indonesia di set pertama datang dari pasangan ganda putri Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini yang tampil solid dan memaksimalkan keunggulan tim. Mereka menutup set dengan skor 45-35 lewat pengembalian Riska yang tak mampu dijangkau lawan. Memasuki set kedua, semangat tim Merah Putih semakin membara. Pasangan Mubarok/Alexius Ongkytama Subagio langsung menghentak di laga pembuka dengan keunggulan 9-2. Kepercayaan diri tersebut menular ke rekan-rekannya. Thalita tampil menggigit dan membawa Indonesia unggul jauh 18-8, sebelum Zaki Ubaidillah kembali memperlebar jarak lewat kemenangan 27-15 atas Chounan. Indonesia semakin tak terbendung saat Ikhsan/Rinjani menambah keunggulan 36-19, dan akhirnya Rinjani/Riska menuntaskan laga dengan skor akhir 45-21. Kemenangan ini memastikan Indonesia melangkah ke partai puncak untuk menantang pemenang semifinal lainnya. Tim Merah Putih menatap peluang besar untuk kembali membawa pulang trofi Piala Suhandinata, setelah terakhir kali meraihnya pada 2019. Sementara itu, di partai final Indonesia kembali berjumpa dengan China. Pertandingan tersebut akan berlangsung pada Sabtu (11/10) pukul 15.30 WIB. Hasil lengkap pertandingan Indonesia vs India SET 1 MD 1: Raihan Daffa Edsel Pramono/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu 6-9 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Unnati Hooda 16-18 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Rounak Chouhan 27-23. XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs C Lalramsanga/Vishakha Toppo 36-33. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Vennala Kalagotla/Reshika Uthayasooriyan 45-35. SET 2 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Alexius Ongkytama Subagio vs Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu 9-2. WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Unnati Hooda 18-8. MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Rounak Chouhan 27-15. XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs C Lalramsanga/Vishakha Toppo 36-19. WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Aanya Bisht/Angel Punera 45-21.

Garuda Muda Takluk Dari India

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan India dengan skor 1-2 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025 malam. Meski hasil akhir belum berpihak pada Garuda Muda, pertandingan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan evaluasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Pelatih Indra Sjafri menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman untuk menguji berbagai skema permainan. Sejak menit awal, pertandingan berjalan cepat dan terbuka. Namun, kesalahan di lini belakang membuat Indonesia kebobolan cepat pada menit ke-4. Umpan yang tidak sempurna berhasil dicuri oleh Suhail Ahmad Bhat, yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan keras ke gawang Cahya Supriadi. India unggul 1-0. Indonesia berupaya bangkit. Menit ke-10, Toni Firmansyah hampir menyamakan kedudukan setelah berhasil mencuri bola di area pertahanan lawan, namun tembakannya masih diblok bek India. Tak lama kemudian, Hokky Caraka mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan kiper India, Kaithamalai Mohanraj. Petaka kembali datang di menit ke-25. Melalui skema serangan balik cepat, India menambah keunggulan lewat Suhail yang mencetak gol keduanya malam itu. Indonesia tertinggal 0-2. Namun semangat juang Garuda Muda tidak surut. Tim asuhan Indra Sjafri terus menekan hingga akhirnya Dony Tri Pamungkas memperkecil ketertinggalan lewat sepakan keras kaki kanannya di menit ke-41. Bola melesat deras ke pojok kanan atas gawang India tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-2 menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Indra Sjafri melakukan rotasi besar untuk memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain. Victor Dethan, Cahya Supriadi, Frengky Missa, Ananda Raehan, Toni Firmansyah, dan Alfharezzi Buffon ditarik keluar, digantikan oleh Ardiansyah, Rahmat Arjuna, Raka Cahyana, Arkhan Fikri, Mikael Tata, dan Rivaldo Pakpahan. Menit ke-59, Jens Raven masuk menggantikan Hokky Caraka sebagai target man. Pergantian tersebut membuat permainan Indonesia lebih dinamis. Pada menit ke-64, Rahmat Arjuna melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, namun umpannya gagal disambut rekan setim. Peluang kembali hadir di menit ke-74 melalui situasi bola mati, ketika Arkhan Fikri mengirimkan umpan dari tendangan bebas yang menghasilkan tendangan sudut. Meski terus menekan, Indonesia belum mampu menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-2 bertahan untuk kemenangan India. Garuda Muda dijadwalkan kembali menghadapi India pada Senin, 13 Oktober 2025, di Stadion Madya, Jakarta. Laga kedua ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil sekaligus menguji kesiapan para pemain menjelang SEA Games 2025.

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Takluk Atas Arab Saudi

Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 (WCQ) Zona Asia, berakhir 2-3 untuk The Green Falcons. Pertandingan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, berlangsung Kamis (9/10/2025). Timnas Indonesia tampil menyerang sejak pluit babak pertama dibunyikan. Menit 5, Indonesia membuka peluang yang berawal dari skema set piece tendangan bebas. Tandukan Jay Idzes terkena tangan pemain Arab Saudi. Cek VAR, Tim Garuda mendapat hadiah penalti. Kevin Diks maju sebagai eksekutor, berhasil melaksanakan tugas dengan baik. 1-0 Indonesia memimpin pada menit 7. Timnas Arab Saudi meningkatkan tekanan. Menit 17 tuan rumah menyamakan skor lewat tembakan jarak jauh oleh Saleh Abu Al Shamat. Skor Indonesia vs Arab Saudi kembali imbang 1-1. Menit 23, Arab Saudi mendapat peluang emas. Diawali oleh penetrasi Nawaf Bu Washl dari sayap kanan. Beruntung tembakan keras yang ia lepaskan masih bisa diselamatkan Maarten Paes. Menit 34, Yakob Sayuri menarik jersey pemain Arab Saudi di kotak terlarang. Cek VAR, Arab Saudi mendapat penalti. Firas Al Buraikan sukses menjadi eksekutor. Saudi berbalik memimpin 1-2. Awal babak kedua, tim pelatih Patrick Kluivert menarik keluar Beckham Putra, digantikan Eliano Reijnders. Gelombang serangan para pemain Arab Saudi masih mengalir pada babak kedua. Menit 56, tandukan Firas Al Buraikan dari posisi yang sangat ideal, sanggup diselamatkan oleh Paes. Tak lama berselang. Menit 62, Firas Al Buraikan kembali menjebol gawang Maarten Paes, lewat rebound dari bola muntah usai Paes melakukan penyelamatan. Skor 1-3 untuk Arab Saudi. Menit 86, Nawaf Bu Washl hands ball di kotak terlarang. Cek VAR, Timnas Indonesia kembali mendapat penalti. Kevin Diks berhasil memperkecil ketinggalan, 2-3. Skor tak berubah sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. Skor akhir Indonesia vs Arab Saudi 2-3. Kekalahan ini membuat posisi Tim Garuda kian sulit di Grup B Ronde 4 WCQ 2026 Asia. Pasalnya regulasi di babak ini hanya memberikan tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kepada tim juara grup. Selepas ini Tim Garuda akan melakoni matchday 2 Grup B kontra Irak, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB. Timnas Indonesia wajib menang demi memelihara kans lolos lewat playoff, dengan cara mengamankan posisi runner-up grup. Starting Line-up Indonesia vs Arab Saudi Timnas Indonesia (4-3-3): Maarten Paes (GK); Yakob Sayuri, Kevin Diks, Jay Idzes, Dean James; Joey Pelupessy, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra Pelatih: Patrick Kluivert. Timnas Arab Saudi (4-2-3-1): Nawaf Al Aqidi (GK); Nawaf Boushal, Jehad Thakri, Hassan Al Tambakti, Moteb Al Harbi; Abdullah Al-Khaibari, Musab Al-Juwayr; Nasser Al-Dawsari, Saleh Abu Al-Shamat, Salem Al-Dawsari; Firas Al Buraikan Pelatih: Herve Renard.

WJC 2025: Hajar Taiwan, Indonesia ke Semifinal!

Wakil Indonesia di Piala Suhandinata 2025

Tim bulu tangkis junior Indonesia memenangkan laga perempat final Piala Suhandinata 2025. Skuad Garuda menang dengan agregat 2-0 atas Taiwan usai berlaga di National Centre of Excellence, India pada Kamis (9/10/2025). Moh. Zaki Ubaidillah dkk menang dengan capaian skor kembar 45-35, 45-35. Langkah skud muda Indonesia semakin dekat untuk mempertahankan titel juara dari Piala Suhandinata 2025. Indonesia akan jalani laga panas di semifinal Piala Suhandinata 2025. Skuad Merah-Putih akan berduel melawan wakil tuan rumah, India untuk berebut tiket final. India melaju ke semifinal usai memenangkan duel sengit. India membungkam Korea Selatan dengan skor 2-1. Tim Indonesia menjadi juara bertahan di Piala Suhandinata 2025. Pada edisi 2024 lalu, Indonesia menang atas China dalam laga final yang berlangsung di Nanchang International Sports. Moh. Zaki Ubaidillah dkk berharap bisa mempertahankan gelar di Piala Suhandinata 2025. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim ini bisa memberikan yang terbaik yaitu mempertahankan Piala Suhandinata,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian dalam keterangan tertulis. Hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei: SET 1 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Yang Chieh Dan 9-6. WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hui Hsin Huang/Pin-Chen Liao 18-12. WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Xiao-Ting Su 27-17. XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-31. MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai 45-35. SET 2 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Huang Jyun-Kai 9-2. WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chou Yun An/Hui Hsin Huang 18-10. WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liao Jui-Chi 27-20. XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-30. MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai 45-35.

Timnas basket 3×3 putri U17 Indonesia juara SEABA Cup 2025

Timnas 3×3 U17 Putri

Timnas basket 3×3 U17 putri Indonesia menjadi juara kompetisi usia muda SEABA U17 3×3 Cup Singapura 2025 setelah mengalahkan Thailand di laga final, Minggu. Indonesia, yang diperkuat, Kayla Imani, Kamila Islami, Joanne Giovanni, dan Kadek Winda, menaklukkan Thailand dengan skor 17-15 di final. Pertandingan ini dimainkan setelah mereka mengalahkan tuan rumah Singapura pada semifinal, dengan skor 18-17. “Indonesia Raya! Selamat timnas 3X3 Putri U17 menjadi peringkat-1 pada gelaran SEABA U17 3X3 Cup di Singapura. Jaga momentum positif ini, girls,” tertulis di laman resmi timnas basket Indonesia, dikutip Senin. Dalam turnamen yang digelar selama dua hari ini, Indonesia selalu memenangkan pertandingan. Pada hari pertama, Sabtu, tim asuhan Andrey Rido (pelatih) dan Liana Rosmari (asisten pelatih) ini meraih empat kemenangan melawan Vietnam (21-10), Singapura (21-12), Kamboja (21-4), dan Malaysia (21-13). Pada hari kedua, Minggu, mereka melengkapi kemenangan pada babak penyisihan dengan mengalahkan Thailand skor 18-13. Lima kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara grup. Berbeda dengan tim putri, tim putra yang diturunkan Indonesia dalam turnamen ini hanya sanggup membawa pulang peringkat keempat. Efrael Yerusyalom, Riovaldo Leonardy, Pande Dicky, dan Cokorda Aditya menyapu bersih dengan mengalahkan enam tim di babak penyisihan, guna melaju ke semifinal dengan status peringkat pertama. Mereka mengalahkan Kamboja (12-8), Singapura (19-16), Malaysia (21-17), dan Thailand (21-18) pada Sabtu, lalu melanjutkan tren positif ini dengan mengalahkan Laos (21-14) dan Vietnam (21-18) pada Minggu. Sayangnya, performa positif ini tak berlanjut di babak semifinal. Mereka dikalahkan Thailand dengan skor 18-19, sebelum kemudian kalah dalam perebutan tempat ketiga dari Malaysia dengan skor 17-2.

WJC 2025: Indonesia Lolos Babak 8 Besar

Ikhsan Lintang Pramudya - Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil menuntaskan laga terakhir dengan kemenangan melawan Hong Kong pada fase grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Rabu (08/10). Laga ketiga Garuda muda, tak berjalan dengan mudah. Moh. Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan dipaksa bermain 2-1 oleh Hong Kong dengan skor 44-45, 45-37, 45-23. Indonesia sempat kecolongan di set pertama dengan poin yang cukup dramatis. Sektor pertama yang diturunkan pada laga kali ini adalah ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang harus mengakui kekuatan tim lawan dengan kedudukan 6-9. Hasil kurang baik juga didapatkan sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan Thalita Ramadhani Wiryawan yang juga menelan kekalahan. Nafas Merah-Putih berhasil diselamatkan oleh pasangan ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang berhasil meraih kemenangan ketat 36-35. Namun setelah berganti sektor, Rinjani yang langsung bermain ganda campuran bersama Ikhsan Lintang Pramudya harus menelan kekalahan tipis dengan skor 44-45. “Permainan hari ini cukup ketat dan menegangkan karena di set pertama kita kalah 0-1. Saya sendiri berusaha bermain tanpa beban dan mengeluarkan semua kemampuan saya,” ungkap pemain kelahiran Surabaya ini. “Lawan saya tadi cukup bagus dari segi serangan. Sempat ada protes di set ke-2, lawan tidak menerima keputusan wasit karena bolanya dinyatakan keluar,” tambah pemain yang akrab disapa Tali. “Set kedua meskipun tegang saya berusaha hadapi dengan tenang dan bermain bagus. Rally poin 9 ini mainnya harus bersih dan jangan sampai membuang poin terlalu banyak,” tuturnya. Pada laga penentuan grup F ini, Indonesia menurunkan 7 pemain andalannya yaitu: Moh. Zaki Ubaidillah, Muhammad Rizki Mubarrok, Raihan Daffa Edsel Pramono, Thalita Ramadhani Wiryawan, Riska Anggraini, Rinjani Kwinnara Nastine, dan Ikhsan Lintang Pramudya. Sempat kehilangan set pertama, performa tim muda Indonesia ini berhasil meningkat di dua set terakhir terutama di set ke-3 dimana Hong Kong hanya mendapatkan 23 poin. “Berada di partai penentu, pasti ada rasa tegangnya tinggal bagaimana saya mengatasinya. Set pertama kita kurang tenang padahal sudah balik unggul menjadi 44-43. Kendala saya sendiri di set 1 saya masih beradaptasi lapangan dan di dua set terakhir kami sudah lebih tenang dan enjoy,” ungkap Lintang. “Dengan Rinjani saya terus menjaga komunikasi, sebelum Rinjani main ganda putri kami juga pemanasan bareng. Menurut saya dengan sistem poin 9 yang terpenting kita harus langsung memegang kendali sejak poin pertama,” tambahnya. Kemenangan atas Hong Kong menjadikan Indonesia keluar sebagai juara grup dan dipastikan lolos ke babak 8 besar yang akan berlangsung pada hari Kamis, (09/10). Di babak 8 besar nanti Indonesia akan menghadapi juara dari grup E antara tim Denmark atau tim Chinese Taipei. “Kalau melihat performa Thalita Ramadhani Wiryawan, ini kali kedua dia diturunkan, pertama saat bertemu Filipina saya liat progresnya semakin bagus dengan adaptasi point 9 ini. Dia lebih bisa enjoy dan menyesuaikan diri, hari ini melawan Hong Kong dari ketiga laga yang dimainkan performannya juga selalu meningkat,” ucap Herli Djaenudin, selaku pelatih tunggal putri yang mendampingi Thalita. “Yang menjadi perbaikan dari sektor tunggal putri adalah dia harus lebih tenang lagi dan menjaga fokusnya. Karena ini poinnya pendek jadi pemanasannya harus maksimal dan kami saling berkoordinasi dengan pelatih fisik. Yang kedua harus bermain lebih rapi lagi karena dengan sistem poin pendek ini secara tekanan yang dirasakan akan lebih tinggi,” Tambah Herli. “Persiapan untuk besok kita jaga kondisi para atlet dan koordinasi dengan dokter gizi untuk asupan nutrisinya, apa yang diperlukan agar recovery berjalan bagus.” tutup Herli. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Hong Kong: MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 6-9 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 15-18 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 26-27 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-35 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 44-45 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-8 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-15 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-23 WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-33 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-37 MD 3: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-6 MS 3: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-8 WS 3: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-13 WD 3: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-18 XD 3: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-23

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Juara WTA 125 Suzhou

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen

Duet atlet tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berhasil menjadi juara Ganda Putri WTA 125 Suzhou di Cina pada 5 Oktober 2025 usai menang dari pasangan petenis Polandia-Jepang, Katarzyna Kawa/Mokoto Ninomiya dengan skor 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung 1 jam, 14 menit. “Selamat kepada Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen yang telah meraih gelar juara ganda putri WTA 125 Suzhou. Prestasi ini sangat membanggakan Indonesia di kancah dunia,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Terima kasih atas kerja keras kalian, semoga ini menjadi motivasi untuk meraih gelar juara berikutnya,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Momen ini menjadi bukti bahwa atlet tenis Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Saya berharap, akan muncul atlet-atlet tenis lainnya yang mengikuti jejak Aldila dan Janice,” sambungnya. Kedua pasangan ini juga merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2023 Hangzhou. “Terima kasih atas pembinaan yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP.Pelti) yang dipimpin Bapak Nurdin Halid dan juga KONI Provinsi, karena melakukan pembinaan dengan baik, mulai sosialisasi, penjaringan, hingga penyaringan sampai mendapat atlet bertalenta,” lanjutnya.

WJC 2025: Indonesia Atasi Slovenia di Laga Kedua

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua pada babak penyisihan grup F BWF World Junior Mixed Team Championships 2025, Selasa (07/10). Pada pertandingan yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Garuda Muda berhasil menang 2-0 atas Slovenia dengan skor 45-22, 45-25. Rotasi pemain terjadi pada laga kedua tim Merah-Putih junior, sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan salah satu andalan di sektor tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan digantikan tugasnya oleh Fardhan Rainanda Joe dan Salsabila Amiradana. Sedangkan di sektor ganda putra, pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka diturunkan menemani pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang sudah diturunkan pada pertandingan sebelumnya. “Turun di pertandingan hari ini rasanya senang dan bersemangat, saya berharap bisa kasih yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap pemain kelahiran Karawang ini. “Karena pertama kali main saya masih ada sedikit tegang tetapi saya mendapatkan arahan pelatih dan support teman – teman di belakang lapangan yang sangat seru dan ramai untuk memberikan dukungan, mereka juga sangat kompak,” ucap Fardhan. Berbeda halnya dengan sang kapten yang tidak diturunkan, wakil kapten Rinjani Kwinnara Nastine kembali dipercaya untuk bermain di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Riska Anggraiani, Rinjani berhasil membuka 9 poin pertama untuk Indonesia atas pasangan Anja Blazina/Tija. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda campuran ini turut ambil peranan dalam menyumbangkan poin pada kedua match yang dipertandingkan. “Pertandingan melawan Slovenia hari ini, di ganda putri saya rasa sudah oke. Mungkin akan menjadi koreksi di ganda campuran agar lebih cepat beradaptasi di lapangan, melihat perpindahan di kedua sektor itu adaptasinya akan berbeda, apalagi poinnya hanya 9,” ungkap Jani. “Saya percaya dengan tim saya, bahwa kita bisa menghadapi Hong Kong besok. Persiapan untuk besok mau kasih yang terbaik dengan menjaga fokus, teliti, dan cepat beradaptasi di lapangan. Untuk atlet yang dipercaya untuk bermain besok, lakukan yang terbaik dan untuk yang tidak dimainkan jangan berkecil hati dan tetap mendukung temannya yang bermain karena dukungan dari kalian sangat penting,” tambah Jani Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pamungkas grup F Rabu, (07/10). Laga ini sekaligus akan jadi momentum bagi Indonesia agar bisa lolos dari fase grup F karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak 8 besar. Melihat performa anak buahnya yang berhasil menyabet kemenangan, pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki menilai anak buahnya berani mengeluarkan kemampuannya dengan baik. Ganda putri sendiri menurunkan pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dan Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri dimana kedua pasangan ini berhasil menorehkan 9 poin pertama untuk Indonesia. “Penampilan anak-anak hari ini cukup baik, mereka bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik. Saya menekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak membuang poin, kalau bisa dijauhkan ya lebih baik dijauhkan,” ucap Prasetyo. “Besok adalah penentuan juara grup F, untuk ganda putri sendiri kita akan menurunkan yang terbaik dan menyiapkan para atlet agar menampilkan yang terbaik, baik dari segi keberanian, kesiapan, dan fokusnya. Kemarin sudah diberikan kesempatan bermain pada 2 laga sebelumnya, jadi untuk penentuan besok harus bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya. “Untuk penampilan ganda putri (Rinjani/Riska) saya rasa mereka cukup berani. Dengan sistem skor baru ini benar-benar dituntut untuk fokus dan menyerang terlebih dahulu dan mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, sama halnya dengan pasangan (Yasintha/Salsa) yang meskipun masih ada sedikit kendala karena mereka adalah pasangan dadakan.” tutup Pras. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Slovenia: WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-2 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar Anja Blazina 18-10 WS 1: Salsabila Amiradana VS Tija Horvat 27-13 MD 1: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-17 MS 1: Fardhan Rainanda Joe vs Nikita Peshekhonov 45-22 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-5 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar/Anja Blazina 18-7 WS 2: Salsabila Amiradana vs Anja Blazina 27-15 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-18 MS 2: Richie Duta Richardo vs Nikita Peshekhonov 45-25

Rizki Juniansyah Raih 2 Medali Emas dan Pecah Rekor di Kejuaraan Dunia 2025

Podium Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah tampil gemilang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF (IWF World Championship) 2025. Bertanding di Forde, Norwegia, Selasa dinihari WIB, Rizki meraih dua medali emas di kelas 79 kilogram putra pada kategori Clean and Jerk dan angkatan total, seperti dilansir dari catatan IWF, Selasa. Rizki memecahkan rekor dunia ketika bertarung pada kategori Clean and Jerk setelah berhasil melakukan angkatan dengan total beban 204 kilogram. Hasil itu membuatnya menyabet medali emas. Medali emas berikutnya didapat dari kategori angkatan total dengan 361 kilogram, dengan rincian 157 kilogram pada Snatch dan 204 di Clean and Jerk. Rizki juga mendapatkan medali perunggu pada kategori Snatch setelah berhasil mengangkat beban dengan total berat 157 kilogram, akan tetapi selanjutnya gagal dalam dua kali percobaan angkatan 162 kilogram. Rekannya, lifter asal Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah berhasil mendapatkan medali perak pada kategori Clean and Jerk setelah mampu mengangkat beban dengan total 203 kilogram. Sementara itu, medali perak kelas 79 kilogram putra kategori angkatan total menjadi milik lifter asal Korea Utara Ri Chong-song dengan total angkatan 360 kilogram. Ia juga mampu mendapatkan medali emas pada kategori Snatch setelah mengangkat beban seberat 163 kilogram. Medali perunggu kelas 79 kilogram putra kategori angkatan total disabet oleh lifter asal Mesir Mohamed Younes dengan total angkatan 360 kilogram, hasil dari 162 kilogram di Snatch dan 198 di Clean and Jerk. Selanjutnya medali perunggu kelas 79 kilogram putra kategori Clean and Jerk didapatkan oleh lifter asal Korea Selatan Son Hyeon-ho dengan angkatan seberat 198 kilogram. Sebelumnya, lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu pada kelas 65 kilogram putra pada kategori Snatch dengan total angkatan 137 kilogram pada Sabtu lalu.

WJC 2025: Indonesia Raih Kemenangan di Laga Perdana

Moh. Zaki Ubaidillah

Tim Indonesia berhasil memenangkan laga pertama Grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 melawan Filipina. Berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India Moh. Zaki Ubaidillah dan tim berhasil menang 2 – 0 atas Filipina dengan skor 45-17, 45-40. Menjadi laga pembuka dan perdana serta berstatus sebagai kapten tim, Moh. Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed ini mengakui sudah bermain maksimal dan bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim Merah-Putih. “Alhamdulillah cukup senang bisa bermain di World Junior Mixed Team Championships 2025 ini yang merupakan turnamen junior terakhir saya. Tadi mainnya sudah baik dan maksimal, saya juga bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim,” ucap Ubed. Berbicara soal strategi, pemain kelahiran Sampang ini mengungkapkan pentingnya untuk selalu menjaga fokus dan pikiran serta rasa tidak mau kalah dengan kuat . Sementara kekompakan tim, dirinya merasa timnya sudah cukup kompak. “Strategi saya lebih ke menjaga fokus, lalu pikiran, dan rasa tidak mau kalahnya harus kuat. Melihat kekompakan tim saya rasa cukup oke, kami sering diskusi dan ada latihan bareng untuk yel-yel, saya juga tidak bosan untuk mengingatkan tim untuk menjaga semangat dan kekompakan baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah Ubed. Langkah Garuda muda tidak semulus di game pertama yang berhasil menang telak 45-17. Meskipun diawal game kedua Richie Duta Richardo sudah berhasil unggul 9-5, sayangnya tidak berhasil diikuti pasangan XD 2 Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica yang harus kalah di poin krusial 17-18 oleh pasangan Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono berhasil membalikkan keadaan dam membawa Indonesia kembali unggul menjadi 27-22. Menanggapi hasil baik tersebut pasangan yang juga turun pada game pertama ini berusaha tetap enjoy, fokus dan tetap percaya diri serta sudah mulai bisa mengatasi rasa tegang. “Tadi di game kedua sempat tertinggal 1 angka, disini kami berprinsip untuk tidak boleh kalah, berapapun poin tertinggal kami harus bisa menang dan kalau bisa menjauhkan point,” ungkap Mubarok. “Ikut kejuaraan beregu lagi disini kami sudah tidak terlalu tegang seperti halnya di Asia Junior 2025 kemarin. Kali ini kami sudah bisa mengatasi rasa tegangnya dan kedepanya semoga kami bisa terus konsisten,” pungkas Edsel. Sementara itu, Wiempie Mahardi yang turun mendampingi sektor tunggal putra mengakui ada rasa tegang dengan sistem baru yaitu 9 poin. Dirinya berharap agar tim Indonesia tetap fokus dan jangan kecolongan pada fase penyisihan grup karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak selanjutnya. “Di sektor tunggal putra dengan sistem skor 9 poin memang diawal ada rasa tegang tetapi di game pertama Moh. Zaki Ubaidillah berhasil keluar dari rasa tegangnya dan bisa mengambil kemenangan. Sama halnya dengan Richie meskipun pointnya sempat ramai di awal tetapi akhirnya bisa mengatasi rasa tegangnya,” Ungkap Wiempie. “Jadi di fase grup ini hanya juara grup yang akan lanjut ke babak quarter final dan kemenangan hari ini akan menjadi modal untuk besok melawan Slovenia. Kita tetap fokus jangan sampai kecolongan terutama dari sektor tunggal putra,” ujar Wiempie. Indonesia sendiri masuk ke grup F bersama dengan Filipina, Slovenia, dan Hong Kong China. Wiempie menilai kekompakan tim saat pertandingan sudah terbentuk lewat team building dan kelas dengan psikolog. “Untuk tim sendiri secara kekompakan sudah bagus, kemarin sebelum berangkat para atlet ada kelas dengan psikolog dan juga team building, jadi kekompakan saat pertandingan sudah terbentuk.” tutup Wiempie. Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Filipina MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Jamal Rahmat Pandi 9-4 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 18-9 MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono VS Ralph NiñO Dalojo/John Vincent Lanuza 27-10 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36-15 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine VS Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45- 17 MS 2: Richie Duta Richardo vs Jamal Rahmat Pandi 9-5 XD 2: Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 17 – 18 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ralph Niño DALOJO/John Vincent LANUZA 27-22 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36 -32 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45-40

Ditutup Menpora, Inilah Juara Piala Presiden U12 dan U15 2025

Menpora Erick Saat Menyerahkan Hadiah di Festival Sepak Bola U12 dan U15.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menghadiri Upacara Penutupan Festival Sepak Bola U12 dan U15 Piala Presiden 2025 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/10) lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menyaksikan secara langsung laga final kategori U-15 yang mempertemukan tim Asti Kudus melawan PS Malaka Kupang. Seusai laga yang dimenangkan Asti Kudus 1-0 tersebut, Menpora Erick melakukan penyerahan piala kepada tim-tim juara dalam turnamen ini. Menpora Erick mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekolaborasi menyelenggarakan kejuaraan ini. Mulai dari Kemenpora, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan juga PSSI. Hal ini membuktikan bahwa apabila dilakukan dengan bekerja sama maka semua pekerjaan akan terasa ringan. “Apalagi kerja sama ini untuk masa depan anak muda Indonesia. Tidak hanya tadi bermain sepak bolanya, tetapi pembentukan karakter anak muda,” jelas Menpora Erick. “Kita harus bisa menciptakan anak muda yang berani bermimpi, berkarya dan cinta Tanah Air, dan kita tanamkan ke mereka, nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati,” imbuh Menpora. Menpora Erick menegaskan Kemenpora akan terus menjalankan program-program seperti Piala Presiden ini di daerah. Bukan hanya untuk cabang olahraga sepak bola, melainkan juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya. Apalagi para peserta kejuaraan ini begitu antusias dan berharap kejuaraan seperti ini terus digelar. Salah satunya disampaikan Lionel Watekukly dari SSB Petra Sentani Papua. Dalam surat kepada Menpora yang dibacakannya, mengharapkan Kemenpora bisa melanjutkan Piala Presiden ini untuk generasi-generasi sepak bola usia dini berikutnya. Apalagi menurutnya Piala Presiden ini membuatnya memiliki banyak saudara dari Aceh hingga ke Papua. “Bapak, kami mohon teruskan dan lanjutkan program Piala Presiden ini sampai nanti adik-adik kami merasakannya. Bapak, dengan harapan baru di tangan Bapak sebagai Menpora, kami yakin sepak bola usia dini akan semakin berkembang dan maju,” ujar Lionel yang bermain di kategori U12. “Lanjutkan ya Pak, Piala Presiden setiap tahun. Sampaikan kepada Bapak Presiden, terima kasih dari kami anak-anak indonesia,” sambungnya. Diketahui dalam Piala Presiden ini untuk kategori U12 diikuti 18 tim dengan 252 pemain. Sementara untuk kategori U15, diikuti 16 tim dengan 288 pemain. Secara keseluruhan, hadir 34 tim dengan 540 pemain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Ternate, Makassar, dan Jayapura hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.

PBSI Gelar Simulasi dan Pelepasan Tim Jelang WJC 2025

Pelepasan Tim World Junior Championships 2025

Menjelang Kejuaraan Dunia Junior (BWF World Junior Championships/WJC) 2025 yang akan berlangsung di Guwahati, Assam, India, pada 6–19 Oktober, tim junior Indonesia menggelar simulasi sekaligus acara pelepasan di markas besar Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025) pagi. Acara ini dihadiri Ketua Umum PP PBSI, Moh Fadil Imran, Sekretaris Jenderal, Ricky Soebagdja, Wakil Ketua Umum I, Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum III, Armand Darmadji, jajaran pengurus, serta perwakilan sponsor. Dalam sambutannya, Fadil menekankan bahwa tugas atlet bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menghadirkan optimisme bangsa di kancah dunia. Ia berharap tim Indonesia mampu mempertahankan Piala Suhandinata seperti tahun lalu. “Tugas kalian bukan hanya sekadar mengejar medali, tetapi menjadi wajah optimisme bangsa Indonesia di mata dunia,” kata Fadil Imran. “Tahun lalu Moh Zaki Ubaidillah dkk berhasil merebut Piala Suhandinata di Tiongkok setelah menundukkan tuan rumah di final. Tahun ini saya berharap kita kembali bisa membawa piala itu pulang. Berjuanglah dengan senyum, menangkan pertandingan dengan hati, dan pulanglah membawa kebanggaan. Apa pun hasilnya, yang penting berikan yang terbaik,” tambahnya. Turnamen WJC 2025 akan terbagi menjadi dua kategori, yaitu beregu campuran pada 6–11 Oktober 2025 dan individu pada 13–19 Oktober 2025. Berdasarkan laporan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, Indonesia mengirimkan 26 atlet, terdiri atas 14 putra dan 12 putri. Tim dijadwalkan berangkat ke India pada Jumat (3/10/2025). “Persiapan tim sudah dimulai sejak 22 September 2025. Dalam masa persiapan juga dilakukan simulasi sebanyak dua kali, termasuk hari ini. Mari kita bersama-sama memberikan doa dan dukungan agar tim mampu mengharumkan nama bangsa di ajang WJC 2025,” ujar Eng Hian. WJC 2025 kembali menggunakan format baru. Nomor beregu menerapkan sistem relay point 3×45, sedangkan kategori individu menggunakan format skor 15×3. Wakil kapten tim sekaligus juara bertahan beregu, Rinjani Kwinnara Nastine, menilai peluang juara tetap terbuka. “Kans juara di beregu pasti ada. Ini sistem baru, lawan juga masih meraba-raba. Jadi, siapa yang lebih cepat beradaptasi di lapangan akan lebih unggul. Tahun lalu dengan format baru kita bisa juara, semoga tahun ini juga bisa,” kata Rinjani yang akrab disapa Jani. Jani mengaku siap bermain rangkap di ganda putri dan ganda campuran. “Secara individu saya sudah siap bertanding. Untuk beregu, saya percaya tim bisa meraih hasil lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. Senada dengan Jani, kapten tim, Zaki Ubaidillah menargetkan juara di beregu sekaligus hasil lebih baik di nomor individu. Ia menjadikan pengalaman bermain di turnamen level Super 500 sebagai bekal berharga. “Persiapan alhamdulillah lancar. Saya sempat ikut turnamen Korea Open dan Hong Kong Open Super 500. Pengalaman itu jadi pelajaran berharga menuju WJC,” kata Ubed. “Untuk beregu target kami juara seperti tahun lalu. Di individu saya ingin hasil lebih baik. Saya ingin menutup karier junior saya dengan gelar juara,” tegasnya.