BWF WJC 2026: Luthfi/Dian Juga Juara

Ganda campuran Indonesia, Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menjuarai BWF World Junior Championships 2026. Pada babak final yang berlangsung di Kairo, Mesir, Sabtu, Luthfi/Dian mengatasi perlawanan ganda China Feng Yi Lang/Li Meng Han lewat drama rubber gim 17-15, 8-15, 16-14. “Terima kasih buat para pendukung, mahasiswa dan teman-teman yang sudah mendukung saya dari awal hingga akhir ini, saya bisa mendapatkan juara dunia junior ini bersama Dian,” kata Luthfi dikutip dari keterangan PBSI. Luthfi/Dian mengakui bahwa pertandingan kali ini memang sangat menguras stamina mengingat intensitas yang ditampilkan oleh ganda China. “Saat tertinggal di poin kritis, saya sudah sangat tegang tapi pelatih dan Luthfi terus menyemangati dan meyakinkan saya. Saya akhirnya bisa terus mencoba dan berhasil,” ujar Dian. Luthfi/Dian mempersembahkan gelar juara ini untuk sang pelatih yang mampu memberikan persiapan begitu baik meski dalam durasi waktu persiapan yang cukup singkat. “Gelar ini terutama untuk pelatih kami karena dengan persiapan hanya 2-3 minggu, kami bisa ambil gelar juara. Juga buat keluarga, buat orang tua dan masyarakat Indonesia,” ungkap Luthfi. Pemenang Kategori Perorangan (Individual) • Tunggal Putri: Zhang Yixin (China) • Ganda Putra: Chen Ping-hsuan / Lee Wei-ting (Chinese Taipei) • Ganda Putri: Genevie Lim / Low Zi Yu (Malaysia) • Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) • Ganda Campuran: Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani (Indonesia)

BWF WJC 2026: Radithya Bayu Wardhana Juara

Radithya Bayu Wardhana

Radithya Bayu Wardhana keluar sebagai juara tunggal putra BWF World Junior Championships (WJC) 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, pada partai final, Sabtu (17/10). Bertanding di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, Radithya menang melalui rubber game dengan skor akhir 15-9, 11-15, 15-8 dalam tempo 47 menit. “Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara,” tanggap Radithya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Pemain kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau itu, mengungkapkan, ia dapat langsung menemukan ritme permainan pada gim pertama dan segera mengantisipasi upaya Joe untuk mengejar ketertinggalan. Persaingan berlangsung lebih ketat pada gim kedua ketika kedua pemain saling mengejar poin, tetapi penurunan fokus membuat Radithya kehilangan keunggulan dan harus menyerah. Pada gim penentuan, menurtnya, ia kembali menjaga konsentrasi hingga akhirnya memastikan kemenangan dan gelar juara. “Saya sudah menyangka akan bermain rubber game karena setiap bertemu Joe, kami pasti rubber game,” ungkapnya. Radithya mengaku masih merasa seperti bermimpi setelah berhasil meraih gelar juara dunia junior. Meski bangga dengan pencapaian tersebut, ia merasa belum sepenuhnya puas karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depan, termasuk saat bergabung dengan pelatnas nanti. Ia bertekad belajar dari para senior agar dapat terus meningkatkan kemampuan dan memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia, seraya mengakui bahwa rasa tegang merupakan hal yang wajar dirasakan setiap pemain dalam pertandingan. “Memang pembawaan saya seperti itu,” tuturnya. “Gelar ini saya persembahkan buat orang tua di rumah, buat Oom saya, buat keluarga besar, dan buat klub saya,” tambah pemain asal PB Djarum tersebut. Sementara itu, Joe tetap bersyukur dapat membawa pulang medali perak dari BWF WJC 2026. Ia mengakui, Radithya tampil baik pada partai final, sehingga dirinya kesulitan keluar dari tekanan, terutama pada gim pertama. “Di gim kedua saya berhasil menaikkan percaya diri saya dan mengambil kemenangan. Di gim ketiga Radit bermain sangat agresif dan cepat jadi saya cukup lambat adaptasinya dan fokusnya hilang-hilang, hingga akhirnya kalah di gim ketiga,” paparnya. “Kembali mendapat medali perak setelah sebelumnya dapat perak juga di AJC (Asia Junior Championships) kemarin, rasanya cukup kecewa. Maunya juara. Namun, dapatnya perak, tetapi bersyukur juga bisa sampai di titik ini,” Joe, menjelaskan. Pemain asal Exist Badminton Club ini berpendapat, BWF WJC 2026 memberinya pelajaran penting mengenai pentingnya menjaga mental dan fokus, terutama dalam sistem penghitungan poin hingga 15 yang membuat perubahan skor dapat terjadi dengan cepat. Ia mencontohkan, perjuangannya pada semifinal ketika tertinggal 12-14, tetapi mampu membalikkan keadaan menjadi 16-14, sebagai pengalaman berharga untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. “Target ke depannya bisa lebih baik dari hari ini, karena semua akan terus berjalan. Mungkin ke depannya bisa jadi yang terbaik,” demikian Joe.

Piala Suhandinata 2026: Indonesia Raih Perunggu

Tim bulu tangkis junior Indonesia

Tim bulu tangkis junior Indonesia terhenti pada semifinal Piala Suhandinata 2026 sekaligus memastikan medali perunggu setelah harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-2 (49-55 dan 42-55) di Kairo, Mesir, Jumat. Hasil tersebut membuat langkah Garuda Muda pada nomor beregu campuran BWF World Junior Championships 2026 berakhir di empat besar. Meski gagal melaju ke partai puncak, capaian semifinal telah memenuhi target awal yang ditetapkan tim Indonesia sebelum berangkat ke Mesir. Indonesia menembus empat besar setelah melewati Uni Emirat Arab pada perempat final dengan kemenangan 2-0. Garuda Muda memenangi dua set dengan skor 55-54 dan 55-31. Perjuangan para pebulu tangkis junior Indonesia di Kairo belum berakhir. Setelah nomor beregu campuran yang berlangsung pada 5-10 Oktober, mereka akan beralih fokus ke nomor perseorangan yang dijadwalkan bergulir pada 12-17 Oktober. Berikut hasil laga Indonesia vs Malaysia di semifinal Piala Suhandinata 2026: Set 1: Indonesia 49-55 Malaysia MS: Fardhan Rainanda Joe vs Tiew Wei Jie 11-6 WD: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri 17-22 WS: Jolin Angelia vs Carine Tee 33-32 XD: Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 43-44 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan 49-55 Set 2: Indonesia 42-55 Malaysia MS: Fardhan Rainanda Joe vs Tiew Wei Jie 7-11 WD: Atresia Naufa Candani/Halifia Usni Pratiwi 11-22 WS: Jolin Angelia vs Carine Tee 28-33 XD: Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 37-44 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Isyraf Hafizin/Ahmad Redzuan 42-55

World Junior Championship 2026: Indonesia Bidik Podium Tertinggi

Tim Indonesia Untuk BWF World Junior Championships 2026

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Eskar Tri Denatara, mengatakan tim telah melakukan pemetaan terhadap kekuatan Indonesia dan calon lawan yang akan dihadapi. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penentuan target Indonesia pada WJC 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-10 Oktober. “Terkait target, tentu harapan kita semua atlet kita bisa menjadi yang terbaik dan berdiri di podium tertinggi. Namun, tentu kita sudah melakukan mapping kekuatan kita dan lawan,” katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI. Pada nomor beregu, pertandingan akan menggunakan sistem relay 55 poin, dengan masing-masing sektor menyumbangkan 11 poin, serta format three winning games. Sementara untuk nomor perorangan, pertandingan akan menggunakan sistem poin reli 15×3. “Untuk beregu, sebagai unggulan ke-10 atau seeded 9/16, target awalnya adalah bisa masuk semifinal terlebih dahulu. Sementara di nomor individu, kami berharap bisa merebut medali dari sektor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran,” jelasnya. Eskar berharap, seluruh atlet dapat memanfaatkan rangkaian persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan di WJC akan sangat ketat sehingga setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan fokus penuh. Tim WJC Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Kairo, Mesir, Jumat (2/9). Keberangkatan tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam persiapan tim sebelum memulai perjuangan di WJC 2026. Dengan telah dilaksanakannya pengukuhan, pelepasan, serta simulasi pertandingan, tim WJC Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Kairo. WJC menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju jenjang prestasi berikutnya. Skuad Tim WJC 2026 Beregu Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Joseph Marcellino Kyta Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono Anju Siahaan Faizal Pangestu Muhammad Lutfhi Habibi Moses Andar Simanjuntak Jolin angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Selsi Josika Halifia Usni Pratiwi Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani Yasintha Ristyna Putri Dian Ramadhani Mukti Reya Azzahra Yulianti Adelia Niru Perorangan Tunggal Putra Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Yudha Rendra Wijaya Tunggal Putri Jolin Angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Christabel Calista Purwanto Raisya Affatunisa Ganda Putra Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan Muhammad Rizki Mubarrok/Faizal Pangestu Ganda Putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi Yasintha Ristyna Putri/Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani/Adelia Nirul Ganda Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

PBSI Gelar Simulasi dan Pelepasan Tim Jelang WJC 2025

Pelepasan Tim World Junior Championships 2025

Menjelang Kejuaraan Dunia Junior (BWF World Junior Championships/WJC) 2025 yang akan berlangsung di Guwahati, Assam, India, pada 6–19 Oktober, tim junior Indonesia menggelar simulasi sekaligus acara pelepasan di markas besar Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025) pagi. Acara ini dihadiri Ketua Umum PP PBSI, Moh Fadil Imran, Sekretaris Jenderal, Ricky Soebagdja, Wakil Ketua Umum I, Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum III, Armand Darmadji, jajaran pengurus, serta perwakilan sponsor. Dalam sambutannya, Fadil menekankan bahwa tugas atlet bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menghadirkan optimisme bangsa di kancah dunia. Ia berharap tim Indonesia mampu mempertahankan Piala Suhandinata seperti tahun lalu. “Tugas kalian bukan hanya sekadar mengejar medali, tetapi menjadi wajah optimisme bangsa Indonesia di mata dunia,” kata Fadil Imran. “Tahun lalu Moh Zaki Ubaidillah dkk berhasil merebut Piala Suhandinata di Tiongkok setelah menundukkan tuan rumah di final. Tahun ini saya berharap kita kembali bisa membawa piala itu pulang. Berjuanglah dengan senyum, menangkan pertandingan dengan hati, dan pulanglah membawa kebanggaan. Apa pun hasilnya, yang penting berikan yang terbaik,” tambahnya. Turnamen WJC 2025 akan terbagi menjadi dua kategori, yaitu beregu campuran pada 6–11 Oktober 2025 dan individu pada 13–19 Oktober 2025. Berdasarkan laporan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, Indonesia mengirimkan 26 atlet, terdiri atas 14 putra dan 12 putri. Tim dijadwalkan berangkat ke India pada Jumat (3/10/2025). “Persiapan tim sudah dimulai sejak 22 September 2025. Dalam masa persiapan juga dilakukan simulasi sebanyak dua kali, termasuk hari ini. Mari kita bersama-sama memberikan doa dan dukungan agar tim mampu mengharumkan nama bangsa di ajang WJC 2025,” ujar Eng Hian. WJC 2025 kembali menggunakan format baru. Nomor beregu menerapkan sistem relay point 3×45, sedangkan kategori individu menggunakan format skor 15×3. Wakil kapten tim sekaligus juara bertahan beregu, Rinjani Kwinnara Nastine, menilai peluang juara tetap terbuka. “Kans juara di beregu pasti ada. Ini sistem baru, lawan juga masih meraba-raba. Jadi, siapa yang lebih cepat beradaptasi di lapangan akan lebih unggul. Tahun lalu dengan format baru kita bisa juara, semoga tahun ini juga bisa,” kata Rinjani yang akrab disapa Jani. Jani mengaku siap bermain rangkap di ganda putri dan ganda campuran. “Secara individu saya sudah siap bertanding. Untuk beregu, saya percaya tim bisa meraih hasil lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. Senada dengan Jani, kapten tim, Zaki Ubaidillah menargetkan juara di beregu sekaligus hasil lebih baik di nomor individu. Ia menjadikan pengalaman bermain di turnamen level Super 500 sebagai bekal berharga. “Persiapan alhamdulillah lancar. Saya sempat ikut turnamen Korea Open dan Hong Kong Open Super 500. Pengalaman itu jadi pelajaran berharga menuju WJC,” kata Ubed. “Untuk beregu target kami juara seperti tahun lalu. Di individu saya ingin hasil lebih baik. Saya ingin menutup karier junior saya dengan gelar juara,” tegasnya.