Ini Pesan Ketua Umum PSSI Kepada Timnas U-16

Ini Pesan Ketua Umum PSSI Kepada Timnas U-16

Ada pemandangan unik pada lanjutan pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Indonesia U-16 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa, 18 Agustus 2020. Tampak, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, turut hadir pada sesi TC hari kesembilan Timnas U-16 tersebut. Tak hanya hadir, Iriawan pun ikut sesi latihan dan memberikan pesan khusus kepada anak asuh Bima Sakti tersebut. Iriawan mengikuti sesi latihan awal bersama para Garuda Muda selama kurang lebih dua jam. Setelah itu, mantan Kapolda Metro Jaya, Jawa Barat dan NTB itu mengumpulkan secara khusus para pelatih dan ofisial kemudian dilanjutkan dengan seluruh pemain Timnas U-16. Ia pun menyampaikan pesan yang merupakan arahan dari Presiden Jokowi. “Kedatangan saya kali kedua ke sini untuk menunjukkan perhatian federasi pada timnas, agar sesuai arahan Presiden Jokowi prestasi timnas kita harus bunyi, baik di level Asia Tenggara maupun dunia,” kata Iriawan dikutip dari website PSSI. Lebih lanjut, Iriawan meminta agar seluruh tim lebih kompak dan solid. “Tanamkan sikap disiplin dalam berlatih, juga kuatkan mental agar punya fighting spirit tinggi. Semangat berjuang membela negara di lapangan hijau,” tegasya. Tak lupa, ia pun mengapresiasi hasil positif yang diraih Timnas U-16 pada rangkaian uji coba kemarin dan juga menyampaikan rasa bangganya karena Timnas U-16 menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara di Piala AFC U-16. “Tim ini sangat membanggakan, hadir sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di Piala AFC U-16. Ingat, empat tim terbaik dari turnamen ini akan lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 di Peru 2021. Mau masuk Piala Dunia? Mau membawa merah putih di piala dunia?” tantang Iriawan yang kemudian disambut jawaban antusias para pemain. Ia menegaskan, sejauh ini, jadwal Piala AFC U-16 di Bahrain tidak berubah, yakni pada 25 November sampai 12 Desember 2020. Seperti yang diketahui, Timnas Indonesia berada di grup neraka yakni grup D bersama Jepang, Tiongkok dan Arab Saudi. Iriawan juga menegaskan agar pemain tetap optimistis dan tidak gentar dengan nama-nama besar negara tersebut. “Jangan gentar dengan nama-nama besar negara itu. Mereka juga sama-sama manusia. Dan bola itu bundar. Bahkan kita pun sudah pernah menghadapi China di Stadion Gelora Bung Karno. Tidak kalah juga saat itu, imbang 0-0,” paparnya. Iriawan menekankan, saat para pemain timnas bertanding, mereka akan mempersatukan bangsa Indonesia. Tak ada lagi sekat-sekat suku, agama, partai, golongan, dan lain-lain. “Semua mata akan tertuju pada kebanggaan lambang Garuda yang kalian kenakan. Semua siap?” tanyanya, yang kembali disambut antusias para pemain. Iriawan mengingatkan agar para pemain berjuang keras demi logo Garuda itu. “Ingat itu. Lambang negara yang ada di dada kalian. Jauh lebih besar maknanya daripada nama yang ada di punggung kalian,” pungkasnya. Sementara itu, pelatih kepala Timnas U-16 Bima Sakti berterimakasih atas perhatian Ketua Umum PSSI yang telah memfasilitasi terlaksananya dua kali TC di Bekasi. “Alhamdullilah, semua berjalan lancar, tim juga dalam kondisi sehat semua. Kami semua mencapai tujuan menunjukkan prestasi terbaik timnas. Kami di sini juga merasa satu keluarga, satu rumah yang sama,” ujar Bima.

Sempat Terhenti Akibat Corona, LIVOBel Junior Siap Kembali Bergulir

Sempat Terhenti Akibat Corona, LIVOBel Junior Siap Kembali Bergulir

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengkab PBVSI) Belitung bersiap memulai kembali liga bola voli U-21 atau LIVOBel Junior yang sempat terhenti akibat pandemi virus Corona. Pertandingan rencananya bakal dimulai pada hari Senin 18 Agustus 2020. Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan antara PBVSI Belitung, panitia LIVOBel Junior dan tim peserta yang membahas kelanjutan pertandingan yang sempat tertunda sejak Maret lalu. Seperti yang diungkapkan Ketua Umum Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengkab PBVSI) Belitung, Vina Cristyn Ferani. “Lanjutan LIVOBel Junior akan dimulai pada 18-22 Agustus di GOR Tanjungpandan,” katanya, Sabtu (15/8/2020), dikutip dari belitung.tribunnews.com. Rencananya, pertandingan akan berlangsung setiap hari dan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB, lalu dilanjutkan pada malam mulai pukul 19.15 WIB. Pada putaran kedua ini masih ada 20 tim yang akan bertanding, terdiri dari 12 tim putra dan 8 tim putri. Vina juga mengimbau kepada seluruh peserta dan penonton yang ingin menyaksikan lanjutan LIVOBel Junior 2020 agar menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya wajib memakai masker selama menonton pertandingan dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam GOR. “Serta kami akan mengecek suhu tubuh atlet, official, dan penonton yang akan masuk GOR. Mudah-mudahan pertandingan bisa berjalan lancar dan sukses sesuai harapan kita semua,” ucap Vina. LIVOBel Junior merupakan ajang persiapan Belitung di Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) 2022 yang mana provinsi Belitung sendiri menargetkan medali emas. Untuk itu, LIVOBel Junior juga diharapkan menjadi ajang seleksi bagi pemain-pemain muda terbaik untuk masuk ke tahap selanjutnya yaitu pembinaan secara intensif.

Mengintip Kesibukan Atlet Wushu Edgar Xavier Marvelo Selama Pandemi COVID-19

Mengintip Kesibukan Atlet Wushu Edgar Xavier Marvelo Selama Pandemi COVID-19

Di tengah masa pandemi Corona, hampir semua kegiatan yang berada di luar rumah harus dibatasi, terkadang memang perlu ada ide-ide kreatif untuk mengusir rasa jenuh. Salah satu yang mungkin bisa dicontoh adalah hal yang dilakukan Edgar Xavier Marvelo Selama pandemi ini, Edgar sebisa mungkin tetap menyibukkan diri dengan kegiatan yang produktif selain latihan rutin. Salah satu hal yang dilakukan oleh atlet wushu asal DKI Jakarta ini adalah membuat camilan tiramisu. Tak hanya membuat, Edgar juga ternyata menjual tiramisu buatannya tersebut di Instagram. Hal itu terlihat dari salah satu postingannya di Instagram, tampak Edgar memposting foto tiramisu buatannya yang terlihat sangat enak dan menggugah selera lengkap dengan captions berbahasa Inggris. Wah, ternyata Edgar tak hanya handal saat berada di arena pertandingan, namun juga di dapur. Keren, ya! Edgar Xavier Marvelo merupakan atlet wushu kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998. Edgar telah berlatih wushu sejak kecil, tepatnya sejak ia masih berusia 6 tahun. Ia mengaku terinspirasi dari film-film laga yang diperankan oleh Jet Li, Jackie Chan, hingga Bruce Lee yang sering ditontonnya ketika masih kecil. Namun, siapa sangka hal itulah menjadi motivasi Edgar untuk menekuni olahraga wushu. Sederet gelar bergengsi pun pernah diraih Edgar diusianya yang tergolong masih muda. Yang terakhir, Edgar berhasil membuat harum Indonesia pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina dengan meraih dua medali emas dari wushu nomor taolu kombinasi daoshu dan gunshu. Berikut daftar prestasi yang telah didapatkan oleh Edgar Xavier Marvelo: Medali Emas Chang Quan Kejurnas Junior C 2009 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior C 2009 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior C 2010 Medali Perak Changquan Kejurnas Junior C 2010 Medali Emas Gunshu Kejuaraan Dunia Junior C 2010 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2011 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2012 Medali Perak Daoshu Kejurnas Junior B 2012 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior B 2012 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Duilien Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Asean School Games Junior A 2014 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Daoshu Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Perak Changquan Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Perak Gunshu Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2016 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2016 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior A 2016 Medali Emas Changquan PARS Wushu Cup 2017 Medali Perunggu Daoshu PARS Wushu Cup 2017 Medali Perunggu ChangQuan 29th SEA Games 2017 Medali Perak Daoshu Kejuaraan Dunia Senior 2017 Medali Perak ChangQuan ASIAN GAMES 2018 Medali Emas Daoshu Kejurnas Senior 2019 Medali Emas Gunshu Kejurnas Senior 2019 Medali Perak Duilian Kejurnas Senior 2019 Medali Emas Kejuaran Dunia Shanghai China 2019 Medali Emas Gunshu SEA Games 2019 Medali Emas Taolu Duilian SEA Games 2019

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Timnas Indonesia U-19 telah merampungkan pemusatan latihan (TC) yang sudah bergulir sejak sejak 23 Juli lalu. David Maulana cs memperlihatkan progres yang baik pada pada pemusatan latihan (TC) kali ini. Hal tersebut membuat Shin Tae-yong selaku pelatih-manajer timnas U-19 mengaku sangat puas. “Pada TC kali ini mental dan semangat pemain sangat tinggi. Tentu ini sangat bagus untuk perkembangan timnas Indonesia,” kata Shin Tae-yong dikutip dari PSSI.org. Untuk agenda selanjutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan memberikan waktu istirahat kepada pemain timnas U-19 mulai Minggu (16/8/2020) hingga Rabu (19/8/2020) mendatang. “Pemain akan kembali latihan pada hari Kamis, 20 Agustus mendatang hingga berangkat TC ke luar negeri,” tukas Shin. Adapun lokasi tujuan utama Timnas U-19 untuk menjalani pemusatan latihan itu adalah Korea Selatan sesuai keinginan Shin Tae-yong. Namun, PSSI juga tengah membidik Prancis, Jerman, dan Belanda sebagai alternatif lain. Saat ini Timnas U-19 belum mengetahui kapan mereka akan berangkat untuk menjalani TC di luar negeri. Namun, jika izin dari PSSI sudah keluar pada bulan ini, Timnas U-19 bisa menjalani pemusatan latihan dengan durasi cukup panjang di luar negeri karena rencananya memang langsung berangkat ke Uzbekistan untuk ajang Piala Asia U-19 2020. “Setelah TC di luar negeri kami langsung berangkat menuju Uzbekistan untuk mengikuti turnamen Piala AFC U-19 2020 mulai 14 Oktober mendatang,” ungkap pelatih berusia 51 tahun tersebut. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada ajang Piala AFC U-19 2020, Garuda Muda berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Jika sesuai agenda, pertandingan perdana Timnas U-19 akan berjumpa Kamboja pada 14 Oktober mendatang. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober.

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Penembak Muda Berprestasi

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Petembak Muda Berprestasi

Ni Komang Nadine Vergian Dinatha, merupakan atlet tembak muda asal Bali yang sudah banyak meraih prestasi. Di usianya yang masih sangat muda, Nadine sudah bisa menjejerkan piagam dan medali di buket pribadinya. Namun siapa sangka, awal ia terjun ke dunia tembak ternyata karena ia “iri” dengan sang kakak yang juga merupakan atlet tembak. Bungsu dari tiga bersaudara ini memang mewarisi darah atlet menembak dari keluarganya. Sang ayah, I Made Sugiantara merupakan pelatih tim tembak Denpasar. Sementara kedua kakaknya, Rivan dan Rico juga merupakan atlet menembak. Bahkan Rico, kakak nomor duanya itu merupakan petembak SEA Games Indonesia 2019 lalu dan sudah malang melintang ikuti kejuaraan berskala nasional dan internasional. Hal ini yang menjadi faktor Nadine untuk menekuni olahraga tembak. Ia “iri” sekaligus termotivasi dari sang kakak. Ia merasa “iri” karena saudaranya itu bisa keluar kota bahkan keluar negeri dan berprestasi di olahraga ini. Oleh karena itu, akhirnya Nadine memutuskan terjun di dunia menembak. “Awalnya saya susah diajak latihan sama ayah. Tapi melihat kakak yang sering ke luar negeri, jadi termotivasi dan tekun berlatih sampai sekarang,” ungkap Nadine seperti dikutip dari Bali Express. Siswi SMPN 3 Denpasar ini, juga telah meraih sejumlah prestasi membanggakan. Nadine menyebutkan, ia telah mengumpulkan sebanyak 18 medali dari seluruh kejuaraan yang ia ikuti, diantaranya emas Porjar Kota Denpasar dan Provinsi Bali di kategori perorangan. Lalu ada juga kejuaraan SEASA 2019 di Jakarta dengan meraih perak di kategori beregu putri. Itu semua diraihnya di nomor spesialis Nadine yakni air pistol putri. “Saya mulai latihan sejak kelas 5 SD. Sampai sekarang menginjak kelas XIII dan sudah mengumpulkan kurang lebih 18 keping medali,” ujar Nadine. Sang ayah, I Made Sugiantara menambahkan, di nomor spesialisnya Nadine khusus untuk junior putri, bisa dibilang masih terbaik di Bali. Bahkan, skor yang putrinya raih bisa bersaing dengan petembak senior putri yang usianya jauh di atas Nadine. Berkat prestasi dan bakatnya tersebut, Nadine menjadi atlet yang menjadi proyeksi di Porprov Bali. “Nadine juga menjadi atlet proyeksi di Porprov Bali untuk Kota Denpasar. Tapi, dengan catatan ia harus bisa bersaing dengan senior lainnya jika ingin masuk ke dalam tim Porprov,” ujar Sugiantara.

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Muda, cantik dan berbakat. Ungkapan ini yang layak diberikan kepada atlet sepatu roda Farrahany Diva Az Zahra. Namun, siapa yang menyangka jika ia awalnya lebih dulu bergelut di dunia modeling sebelum akhirnya memilih sepatu roda dan beberapa kali menjadi perwakilan Sumatera Utara untuk setiap ajang olahraga tingkat nasional. Dara kelahiran 20 September 2003 ini memiliki bakat modeling sejak kecil. Ia mengaku pada saat kecil ia suka memilih baju sendiri dan memadu-padankan warna sehingga ia sering didaftarkan oleh sang mama untuk ikut kontes modeling. Namun, pada akhirnya ia merasa bosan dan beralih ke sepatu roda. Lebih lanjut, ia mengaku menolak pada saat pertama kali ditawari olahraga sepatu roda oleh salah seorang teman mamanya. Namun, berkat dukungan kedua orangtua, Diva akhirnya mau menekuni olahraga tersebut. Di usianya yang masih tergolong muda ini, Diva sudah cukup banyak pengalaman. Beberapa medali pernah ia raih. Bahkan, ia juga pernah ikut PON XIX Jawa Barat dan tampil di nomor lomba 15 ribu meter. Sebuah pengalaman yang berharga dan disyukuri olehnya. Saat ini, Diva sedang mempersiapkan diri untuk bersaing menjadi yang terbaik di PON Papua. Beberapa latihan pun tetap ia lakukan meski harus dari rumah. “Karena sekarang masih pandemi dan belum ada instruksi untuk latihan di luar rumah, makanya saya menggunakan alat sepeda,” ujar Diva dikutip dari Tribun Medan, Jumat (14/8/2020). Ia pun mengakui jika latihan mandiri di rumah ini sangat membantu dirinya sebagai seorang atlet. Terutama untuk menjaga ketahanan fisik dan mencegah otot-ototnya kaku. “Sesuai anjuran dari pelatih, saya bersepeda kurang lebih 1,5 jam dan itu diperlukan agar ketahanan fisik tetap terjaga dan otot kaki bisa lebih maksimal,” lanjutnya. Profile Nama: Farrahany Diva Az Zahra Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 20 September 2003 Prestasi: Juara 1 Sumut open 1000 m putri Juara 1 Sumut open 5000 m putri Juara 1 Piala Gubsu Elim 5000 m putri Juara 2 speed junior 300 m putri Peringkat 8 Bk PON

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Negeri, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Neger, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Sebanyak 11 pemain telah dipulangkan pada lanjutan pemusatan latihan (TC) tim nasional Indonesia U-19 di Jakarta. Keputusan perombakan tersebut diambil oleh Shin Tae-yong usai menjalani TC sejak 7 Agustus 2020 lalu. 11 pemain ini dipulangkan ke klubnya masing-masing sejak Senin (10/8/2020). Dengan dipulangkannya 11 pemain, sekarang timnas U-19 Indonesia hanya menyisakan 35 pemain. Kabarnya, Shin Tae-yong harus melakukan pencoretan beberapa pilar sebelum menjalankan pemusatan latihan di luar negeri (Korea Selatan atau Eropa). Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan “Setelah mendapat informasi dari pelatih Shin Tae-yong, 11 pemain ini kami kembalikan ke klub. Sisa pemain yang ada akan mengikuti TC hingga kami berangkat ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Mochamad Iriawan dikutip dari PSSI.org. Lebih lanjut, Iriawan berpesan meski tidak terpilih, 11 pemain harus tetap bersemangat dan bekerja keras karena tidak menutup kemungkinan pelatih Shin Tae-yong akan memanggil kembali. Sementara itu, Shin Tae-yong pun menegaskan kalau 11 pesepak bola muda yang dicoret dari timnas U-19 Indonesia itu tidak bisa dikatakan karena kalah bersaing. Ia akan tetap mengikuti perkembangan 11 pemain tersebut maupun pemain diluar lainnya yang belum dipanggil ikut TC timnas U-19. “Mereka tidak bisa dikatakan kalah bersaing, namun kami harus mengurangi dan memilih pemain yang akan lanjut ke TC selanjutnya terutama ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Shin Tae-yong. Seperti diketahui, timnas U-19 ini sedang dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang akan berlangsung 14 hingga 31 Oktober mendatang di Uzbekistan. Garuda Muda tergabung di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Berikut daftar 11 pemain muda yang dipulangkan dari timnas U-19 Indonesia: Sutan Diego Zico (Persia Jakarta) Hamsa Medari Lestaluhu (Bhayangkara FC) Kartika Vedhayanto Putra (PSIS Semarang) Muhamad Rifaldo Lestaluhu (Mitra Kukar) Muhammad Darmawan (PPLP DKI) Arya Putra Gerryan S. (Borneo FC) Figo Sapta Fahrezi (Persija Jakarta) Miftahul Husyen (Bhayangkara FC) Deka Muhammad Toha (ASAD 313) Mahmud Cahyono (PPLP DKI Jakarta) Alif Jaelani (Barito Putera)

Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil di Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Elkan Baggott merupakan salah satu dari 46 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia. Pemilik nama lengkap Elkan William Tio Baggott itu menjadi satu-satunya pemain blasteran yang masuk ke dalam daftar pemain asuhan Shin Tae-yong. Pemain berpostur 194 cm tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan ayahnya merupakan pria berkewarganegaraan Inggris. Namun, ia juga sempat diberitakan akan dipanggil oleh Timnas Thailand karena ia lahir di Bangkok. Akan tetapi akhirnya Elkan memutuskan untuk membela Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dan bangga karena dapat membela tanah kelahiran ibunya tersebut. “Saya merasa bangga dan terhormat bahwa saya dapat mewakili negara saya dan saya ingin segera menyatu dengan tim dan memenangkan beberapa kompetisi dan piala.” Ungkap Elkan dalam video wawancara eksklusif bersama PSSI. “Semua keluarga terdekat saya tinggal di sini dan saya ingin membela negara saya (juga) membuat bangga negara dan kedua orang tua saya, itulah mengapa saya memilih Indonesia,” lanjutnya. Perlu diketahui, Elkan saat ini merumput di Inggris bersama klub Ipswich Town U-18. Pemain yang baru berusia 17 tahun tersebut nantinya akan menambah kekuatan pada sektor pertahanan timnas U-19 Indonesia. Saat ditanya harapan kedepannya, Elkan mengaku ingin terlebih dahulu fokus untuk lebih menyatu dengan tim dan memenangkan Piala AFC serta melakukan yang terbaik untuk Piala Dunia U-20. Elkan dan 45 pemain lain yang dipanggil pemusatan latihan kali ini memang diproyesikan untuk tampil di Piala AFC U-19 2020 pada 14-31 Oktober dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelum pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar sejak akhir bulan lalu, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong, memang sudah bergerak aktif mencari pemain keturunan. Beberapa nama sudah masuk list, sebelum akhirnya Elkan Baggott menjadi nama pertama yang dipilih. Menurut Shin, ada salah satu keunggulan Elkan yang menarik minatnya, yaitu terkait postur. “Setelah melihat Elkan, postur tubuhnya tinggi. Bagus. Saya pilih dia,” ujar Shin usai latihan perdana timnas (7/8/2020).

Rio Waida, Peselancar Muda Asal Bali Penuh Prestasi

Rio Waida merupakan salah satu peselancar muda asal Bali yang saat ini baru genap 20 tahun. Namun, dibalik usianya yang masih muda tersebut, Rio berhasil menaklukkan berbagai kejuaraan mulai dari kategori Boys, Junior hingga Men’s. Rio mengaku jika ia menemukan kedamaian dan ketenangan dengan berselancar. Deretan prestasi pun menjadi pelengkap hobi yang ditekuninya sejak dini. Ditambah ia tinggal di “surga” bagi para peselancar dan juga keluarga yang menyukai selancar. Hal tersebut yang seakan menjadi pendukung bagi Rio. Namanya mulai mencuat saat meraih posisi keempat untuk leg pertama even Billabong Grommet Attack tahun 2015 lalu. Sejak saat itu, karirnya terus menanjak. Beberapa kali ia mampu merasakaan naik ke atas podium. Ia bahkan pernah membuat kejutan saat mengalahkan juara dunia dua kali, Gabriel Medina, pada ajang World Surf League (WSL) 2019. Di tahun yang sama, Atlet kelahiran 25 Januari 2000 ini juga menjadi salah satu atlet Indonesia yang mampu menyumbang medali pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Di babak final, Rio bersaing ketat dengan sesama atlet Indonesia asal NTB Hairil Anwar. Karir dan Prestasi Rio Waida: Posisi 3 – Corona Open China 2020 Medali Perak SEA Games 2019, Filipina Juara Billabong Junior Series Ballito 2018 Posisi 2 – Minami Boso Junior Pro Juara Ise Shima Pro Junior 2018 Posisi 3 – Taiwan Open World Junior Championships – Men’s 2018 Posisi 2 – NIB Pro Junior 2017 Posisi 3 – Ise Shima Pro Junior 2017 Posisi 3 – Minami Boso Junior Pro 2016 Posisi 4 – Rip Curl GromSearch International 2016 Juara Quiksilver Young Guns Surf 2016 Posisi 3 – Rote Open International Surfing 2015 Posisi 1 – Final Leg Billabong Grommet Attack 2015 Posisi 2 – Quiksilver Canggu Challenge 2015 Posisi 4 – First Leg Billabong Grommet Attack 2015

Daftar Pebulu Tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Rangking BWF Junior

Daftar Pebulu tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Peringkat BWF Junior

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memang telah membekukan peringkat dunia untuk level senior dan junior terhitung sejak Selasa, 31 Maret 2020 lalu. Keputusan ini diambil karena tidak adanya turnamen seusai gelaran All England Open 2020. Dalam keterangan resminya, BWF membekukan peringkat dunia hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, siapa saja kah para pebulu tangkis muda Indonesia yang mampu masuk deretan 10 besar Rangking BWF Junior? Dari nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Stephany Widjaja mampu masuk ke dalam daftar 10 besar dalam Rangking BWF Junior per 17 Maret 2020. Putri Kusuma Wardani berada di peringkat ke-5 dengan raihan 14,610 poin dari 8 turnamen musim ini. Sementara Stephany Widjaja berada satu strip dibawahnya dengan raihan 13,670 poin dari 11 turnamen. Beralih ke nomor ganda putri, Melani Mamahit dan Tryola Nadia mampu meraih posisi runner-up dengan raihan total poin sebanyak 15,800 dari 11 turnamen. Posisi Melani berada di bawah Zhou Xin Ru dari China yang menempati posisi ranking 1 dunia dengan raihan poin 17,210 dari 5 turnamen. Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil mampu memuncaki Rangking BWF Junior dengan total 25,430 poin dari 10 turnamen. Disusul oleh Teges Satriaji Cahya Hutomo dengan raihan 12,965 poin dari 7 turnamen. Yang menjadi catatan dalam Rangking BWF Junior adalah di tunggal putra dan ganda putra. Di dua nomor bergengsi tunggal itu, pemain Indonesia tertinggal dari negara lain. Ini harus menjadi perhatian bagi PB PBSI untuk mendongkrak kualitas tunggal putra dan ganda putra junior Indonesia. Dengan keadaan yang serba terbatas saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dihadapi dan dipersiapkan dengan matang. Karena setelah semua ini berlalu, setiap negara maupun individu akan saling berlari kencang untuk menjadi yang terbaik dan mengejar semua ketertinggalan.

Pandemi Justru Membuka Kesempatan Bagi Atlet Junior Menembak Untuk Unjuk Gigi

Ebrahim Inanlou saat memberikan instruksi kepada anak didiknya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) saat ini memberikan kesempatan kepada Pelatnas menembak untuk lebih fokus membina para atlet junior mereka. Fokus Pelatnas tahun ini seharusnya mempersiapkan para atlet menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 ini Olimpiade Tokyo pun ditunda pelaksanaannya. Akhirnya, fokus Pelatnas menembak pun diubah, program latihan saat ini diberikan kepada seluruh atlet termasuk para junior. Menurut sang Pelatih kepala PB Perbakin, Ebrahim Inanlou, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. “Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti,” kata Ebrahim dikutip dari Sport.tempo.co. Indonesia sebenarnya sudah meloloskan satu perwakilan mereka untuk berlaga di Olimpiade Tokyo melalui Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Fika yang saat ini baru menginjak usia 19 tahun tersebut dinyatakan lolos ke gelaran Olimpiade Tokyo usai mengikuti turnamen Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar pada November 2019 lalu. Fika dinyatakan lolos kualifikasi dengan menempati urutan ke-14 peringkat penembak se-Asia. “Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga,” Ebrahim menjelaskan. Terkait peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade, menurut pelatih asal Iran tersebut dirasa cukup sulit untuk bisa terpenuhi mengingat hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, tapi peluang itu dinilainya kecil. “Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang,” tuturnya. Namun, pembinaan para atlet junior sejak dini sangat penting demi melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan sekaligus regenerasi atlet senior ketika mereka memutuskan untuk pensiun.

Mengintip Peluang Pemain Muda Untuk Menembus Tim Piala Uber Indonesia

Putri Kusuma Wardani Saat Melakukan Selebrasi. (Foto: PP PBSI)

Beberapa waktu lalu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sukses menggelar PBSI Home Tournament. Tunggal putri pun menjadi sektor terakhir yang dipertandingkan dan beberapa pemain muda sukses mencuri perhatian dengan memberikan kejutan sepanjang jalannya turnamen. Beberapa nama tersebut ialah Putri Kusuma Wardani dan Saifi Rizka Nur Hidayah yang mampu mencuri perhatian lewat permainan apiknya di sepanjang turnamen yang berlangsung di kompleks Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur ini. Secara luar biasa, Putri mampu keluar sebagai runner-up, sedangkan Saifi finis di posisi ketiga. Meski baru berusia 18 tahun dan menempati ranking 261 dunia, Putri mampu mengalahkan sang unggulan, Gregoria Mariska Tunjung di fase penyisihan Grup M dan Fitriani di babak perempat final. Sementara Saifi yang baru berusia 17 tahun mampu melangkah hingga babak semifinal. Pencapaian para pemain di PBSI Home Tournament menjadi bekal evaluasi PP PBSI untuk mempersiapkan diri ke Piala Thomas dan Uber yang direncanakan berlangsung pada 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark. Untuk mempersiapkan Piala Thomas dan Uber tersebut, PBSI melakukan evaluasi secara menyeluruh, khususnya dari sektor tunggal putri. Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan ada angin segar dari sektor tunggal putri setelah melihat hasil dari turnamen internal PBSI Home Tournament. “Hasil dari keseluruhan turnamen ini memang cukup baik. Perlawanan juga bagus antara junior dan senior,” kata Susy dikutip dari laman Bolasport.com. Lebih lanjut Susy mengatakan, pemain muda memang tampil menjanjikan, tapi peringkat pemain memang menjadi faktor penentu dalam perekrutan tim Piala Uber. Walaupun itu bukan yang utama. “Ada capaian prestasi, bagaimana perkembangan performa mereka, dan tentu saja mentalnya. Itu yang paling penting. Bisa main bagus tapi mental nggak mendukung, ya percuma,”  tutup Susy. Tim Uber Indonesia sendiri tergabung dalam grup b bersama Korea, Malaysia dan Australia. Saat ini, Korea jelas menjadi lawan yang cukup berat buat tim Uber Indonesia. Tapi peluang srikandi Merah Putih untuk lolos ke babak-babak selanjutnya masih terbuka lebar.

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Unjuk Gigi Para Atlet Muda Menembak

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Ujuk Gigi Para Bibit Atlet Menembak Profesional

Kejuaraan Menembak Kapolri Cup 2020 memang sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Menembak Senayan, Jakarta, ini seakan menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet muda menembak profesional Indonesia. Beberapa penembak junior berhasil membuktikan diri pada ajang tingkat nasional tersebut, diantaranya adalah Abdullah Imam dan M Rifky yang mampu menyabet total tiga keping medali emas. Abdulah Imam tercatat meraih dua medali emas untuk nomor Grade D Junior dan Production Junior. Sementara M. Rifky mencatat sukses meraih juara di nomor Standart Junior. Berkat raihan tersebut, Abdullah Imam dan M Rifky menambah perolehan medali emas Banten menjadi 4 pada ajang Kapolri Cup, baik Kejurnas menembak virtual maupun benchrest dan tembak reaksi. Sebelumnya, Banten telah mengamankan 1 medali emas dari nomor air rifle putri, atas nama Monica Daryanti dari Kabupaten Tangerang. “Hasil ini sebenarnya tidak mengejutkan karena Imam (sapaan Abdulah Imam) dan Rifky sudah punya pengalaman tampil di berbagai event nasional maupun internasional. Tapi juara di Kapolri Cup menambah keyakinan keduanya menjadi atlet andalan Banten di masa depan,” ucap Pelatih Menembak Banten, Raden Imam Susandhi Nugraha seperti dikutip dari Kabar-banten.com. Sementara itu, terkait prestasi dua penembak junior Banten, Sekretaris Umum Pengcab Perbakin Kota Cilegon, M. Ferry Muchdiana mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari dukungan orangtua kedua atlet tersebut. “Terakhir mereka tampil di Filipina awal tahun lalu. Di sana keduanya mendapat tambahan pengalaman tampil dan juga mental bertanding. Ke depan saya yakin Imam dan Rifky akan menjadi aset penembak andal bukan saja buat Kota Cilegon tapi juga Banten,” ucap Ferry. Oleh karena itu, prestasi di Kejurnas Kapolri Cup semakin menambah semangat Pengcab Perbakin Kota Cilegon dalam melakukan pembinaan nomor tembak reaksi. “Saat ini nomor tembak reaksi banyak peminatnya dan makin bertambah tiap tahunnya. Ke depan kami yakin akan menghasilkan atlet andal lain baik di kategori senior atau junior,” tuturnya.

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mungkin banyak dari Anda yang masih asing dengan nama M. Fakhri Akbar Siregar. Fakhri Siregar atau yang akrab dipanggil Abang ini merupakan seorang atlet tenis junior Indonesia yang saat ini menempati peringkat 1 Kelompok Umur (KU) 10 tahun nasional dari 274 petenis yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan data terakhir dari PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) tanggal 10 Mei 2020, tercatat nama M. Fakhri Akbar Siregar, petenis binaan Cibinong Tenis Club (CTC) asuhan Mei Sarwanto itu menduduki peringkat nomor 1. Anak ketiga dari pasangan Fahlan Siregar dan Citra Fajar Rininta ini sudah sering mengikuti turnamen tenis bahkan sejak ia masih kelas 1 SD. Keinginan Fakhri untuk menjadi petenis nampaknya memang sesuai dengan cita-citanya sejak kecil. “Aku ingin menjadi petenis dari kecil, dan aku ingin bermain di tingkat internasional,” ucap Fakhri dikutip dari Bogorsportnews.id. Sang ibu menambahkan, selama ini Fakhri selalu mengikuti dan mampu bersaing di berbagai turnamen tenis di KU 10 tahun yang ada di Tanah Air seperti di Jogjakarta, Bandung, Magelang dan Tegal. “Alhamdulilah Fakhri selalu masuk grand final dan sering jadi juara 1 di berbagai event tenis yang diikutinya selama ini,” ungkap Citra yang kerap mendampingi anaknya saat berlatih di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor. Bakat serta minat Fakhri untuk bermain tenis nampaknya berasal dari sang ayah dan juga kakeknya yang juga merupakan atlet tenis nasional. Tak heran jika atlet yang saat ini duduk di kelas V SDIP Daruul Janah, Cibinong , Kabupaten Bogor, tersebut sangat bersemangat jika tiba waktunya untuk berlatih bahkan di masa pandemi seperti saat ini. “Aku gak mau ketinggalan sama atlet tenis yang lain, jadi harus tetap latihan,” tegas Fakhri. Dengan ambisi dan semangat yang ia miliki saat ini, Fakhri merupakan harapan di masa depan bagi tenis Indonesia. Jalannya masih terbentang luas untuk terus berkembang dan tidak cepat puas.

Training Virtual Sejak Mei 2020, Sutan Diego Tetap Semangat

Sutan-Zico

Sejak 14 Mei 2020, Tim Nasional U-19 Indonesia di bawah manajer Shin Tae-yong sudah mengikuti training secara virtual bersama. Pandemi Covid-19 membuat timnas U-19 harus menyesuaikan diri supaya tetap fit dan berlatih secara maksimal. Di bulan Oktober 2020, laga Piala AFC U-19 yang diadakan di Uzbekistan sudah menunggu dan juga persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang harus tetap dilakukan. Dilansir dan situs resmi PSSI, Sutan Diego dan tim tetap bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan pelatih. “Kami terus berlatih hampir setiap hari bersama teman-teman Timnas U-19. Pelatih memberikan berbagai variasi menu latihan dan kami menikmatinya,” kata Sutan Zico. Sutan pun menambahkan, “Yang terpenting saat ini bagaimana semuanya menjaga kesehatan serta disiplin berlatih. Kami juga menjaga asupan makanan dengan begitu kondisi kita dapat terjaga,” Sesi virtual training ini berlangsung setiap hari dari jam 09.00 – 10.00 WIB dan diikuti oleh 44 pemain. Timnas U-19 berhasil menjadi juara Group K dan masuk dalam Pot 2 dalam pengundian bersama Jepang, Australia dan Tajikistan. Tim Garuda Muda berpotensi untuk bertemu satu di antara 4 negara yang masuk dalam Pot 1 yang terdiri dari tim tuan rumah Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan dan Qatar. Jika sesuai rencana, pengundian akan dilakukan pada tanggal 18 Juni 2020 mendatang di Kuala Lumpur.

Ikut BWF World Junior Championship Terakhir, Indah Jamil Ingin Juara

Indah Jamil

Barfoot & Thompson BWF World Junior Championship 2020 telah resmi ditunda penyelenggaraan nya namun tidak membuat redup semangat atlet junior ganda campuran Indonesia Indah Jamil. Bertanding di level junior untuk terakhir kali nya dan memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan persiapan menjadi modal utama bagi Indah memasang target juara. Dikutip dari situs resmi PBSI, Indah mengatakan, “Inginnya tahun ini bisa juara. Kan ini tahun terakhir juga buat saya. Pengen penutupan yang baik, insya Allah. Tapi tetap fokus step by step. Walaupun harus tertunda karena wabah ini, nggak apa-apa. Hitung-hitung persiapan saya lebih panjang”. Di ajang yang sama yang diadakan di Kanada tahun 2018, Indah yang berpasangan dengan Leo Rolly Carnando berhasil mempersembahkan satu emas untuk Indonesia. Tahun berikutnya 2019 di Rusia, mereka mendapatkan medali perak. Di tahun yang sama bulan July, Indah/Leo juara di Asia Junior Championship 2019 yang diadakan di Suzhou, China. Setelah Leo Rolly naik ke level senior, Indah berpasangan dengan Teges Satriaji Cahyo Hutomo. Pasangan Indah/Teges berhasil menjadi juara di Dutch Junior International 2020 yang diadakan pada bulan Febuari dan German Junior 2020 pada bulan Maret.

UEFA Foundation dan Arsenal Foundation membantu anak-anak di Indonesia

Yayasan UEFA untuk Anak-anak (UEFA Foundation for Children), bersama dengan Arsenal Foundation dan Save the Children berkolaborasi dalam sebuah proyek yang akan menguntungkan lebih dari 1.000 anak-anak di Jakarta serta merenovasi tujuh lapangan sepakbola.

UEFA Foundation for Children telah bekerja sama dengan Arsenal Foundation dan Save the Children untuk meningkatkan kondisi kehidupan anak-anak dan khususnya anak perempuan, di ibukota Indonesia, Jakarta. Ada jumlah besar anak-anak yang terpaksa mencari nafkah sejak usia muda sehingga tidak dapat masuk sekolah dan mendapat pendidikan. Sayangnya, beberapa diantara mereka mengalami kekerasan dan kondisi mereka berakhir dalam kemiskinan, dengan sedikit harapan untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik. Pembinaan seumur hidup Arsenal Foundation, dalam kerja sama dengan Save the Children, telah mengembangkan program yang disebut Coaching for Life. Disampaikan secara eksklusif melalui sesi latihan sepakbola dan di lapangan, program ini menggabungkan keahlian Save the Children dalam perlindungan anak-anak dan pembangunan resiliensi mereka. Program Pembinaan Seumur Hidup ini bertujuan untuk mendukung anak perempuan di Indonesia dengan membangun keberanian dan kekuatan batin mereka melalui modul pelatihan yang inovatif untuk membantu mereka membela hak-hak mereka dan memerangi tantangan yang mereka hadapi, seperti bekerja sejak usia muda untuk memenuhi kebutuhan mereka, keluarga mereka, serta risiko pernikahan anak dan kehamilan dini. Pelatih sepak bola dari Arsenal FC sedang dibawa untuk membimbing pelatih sepak bola lokal dengan melakukan beberapa sesi pelatihan gabungan. Bersama dengan anak-anak, mereka mengeksplorasi tema seperti emosi, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Program ini juga membantu merenovasi tujuh lapangan sepakbola dalam rangka menyediakan untuk anak-anak tempat yang aman untuk bermain. Untuk memastikan warisan jangka panjang, para pelatih Arsenal akan membimbing 35 pelatih di Jakarta, dan sekitar 1.500 orang tua dan pengasuh juga akan berpartisipasi dalam program ini, yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk mendukung kesejahteraan anak-anak mereka. ketrampilan hidup yang utama Leah Williamson dari Arsenal telah melihat secara langsung dampak positif yang dimiliki proyek tersebut terhadap anak perempuan di Jakarta. Bek internasional Inggris ini mengunjungi ibu kota Indonesia pada tahun 2019 untuk memberikan pelajaran utama bagi anak perempuan yang terlibat dalam merintis program pelatihan sepakbola ini. “Anak perempuan di Jakarta ini menginspirasi saya dan telah membuat saya sangat bangga menjadi seorang wanita dan panutan bagi anak perempuan,” katanya. “Saya telah berada di Arsenal sejak berusia sembilan tahun dan sudah paham mengenai peran dan fungsi kami di dalam komunitas. Itu ada dalam DNA kami (sudah melekat pada diri kami). Kami semua mengerti keistimewaan menggunakan kekuatan dan nama klub untuk berbuat baik. Jika diterapkan dengan cara yang benar-benar istimewa, itu dapat digunakan untuk mencapai hal-hal yang luar biasa, seperti mengembangkan kepercayaan diri, ketangguhan, dan keterampilan-keterampilan hidup utama lain dalam kehidupan. “Meskipun tumbuh dewasa di London, Yordania atau Jakarta, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang. Sungguh menakjubkan melihat bagaimana Pembinaan Seumur Hidup dibangun dalam kemitraan dengan Save the Children untuk menciptakan sesuatu yang begitu istimewa untuk menginspirasi para anak perempuan yang saya temui.” Sepak bola adalah alat yang ampuh Presiden UEFA Aleksander Čeferin memimpin dewan pengurus yayasan dan memuji pekerjaan yang dilakukan sejak 2015, dan bagaimana sepakbola terbukti menjadi kekuatan utama dalam kebaikan hubungan sosial. “Setelah memiliki kesempatan untuk terlibat secara pribadi dalam berbagai proyek, saya melihat bahwa sepakbola adalah alat yang sangat kuat,” kata presiden UEFA. “Meskipun di kamp-kamp pengungsi di seluruh dunia, pinggiran kota-kota Eropa yang bermasalah atau zona konflik yang terlupakan, semua kegiatan yang didukung oleh UEFA Foundation for Children telah memperkuat keinginan saya untuk melihat sepak bola Eropa mengambil perannya dalam pengembangan sosial kaum muda di seluruh dunia.” Satu juta anak Dalam lima tahun sejak UEFA Foundation for Children didirikan, sekitar satu juta anak telah mendapat manfaat dari palet kegiatannya yang luas di seluruh dunia, sementara itu Yayasan ini juga telah memberikan dukungan untuk proyek-proyek di 100 negara di lima benua. Melalui olahraga dan sepak bola khususnya, Yayasan ini membantu memberikan harapan kepada anak-anak dari latar belakang yang sulit untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka dalam hidup. 

Kejurnas Baseball 2020, Ajang Mengasah Kemampuan Para Pemain Usia Muda

Kejurnas-Baseball-U12

Dalam upaya untuk terus meregenerasi dan meningkatkan kualitas atlet-atlet usia muda, Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Baten, menggelar Kejuaraan Nasional Baseball yang pelaksanaanya dimulai per 14 Maret 2020 di Griya Alam Sutra. Ada tiga kategori usia yang akan dipertandingkan dalam kejurnas kali ini, yaitu U12, U15, dan U18. Namun ketiga kategori tersebut tidak akan dilangsungkan dalam waktu bersamaan. Untuk kategori U12, pertandingan akan berlangsung mulai 14 hingga 22 Maret mendatang. Sementara U15 dan U18 baru akan dilangsungkan pada 21 hingga 26 Juli 2020 mendatang. Selain untuk terus mengasah kemampuan para pemain usia muda, kejurnas kali ini juga dilangsungkan demi mematangkan persiapan para atlet jelang berlangsungnya WCBF girls u10 – 11 di narita jepang Juli, BFA U12 di Tinian Taiwan juli 2020, BFA U18 agt di miyazaki jepang, Kedatangan U15 taiwan juli, little leaque Aspac, East asia cup open age sept 2020 jakarta / clark PONY asia pasific juli dan bahkan beberapa atlet u18 akan memperkuat tim baseball Banten Pada PON XX 2020 di Papua Oktober mendatang. Karena kebanyakan atlet baseball yang akan mewakili Provinsi Banten di ajang PON XX Papua 2020 nanti, akan turun di kejurnas baseball 2020 kali ini. Ada enam tim yang akan ikut serta di kerjurnas baseball kali ini. Selain dua tim terkuat yang dimiliki Banten saat ini, juga terdapat satu tim asal DKI Jakarta, satu tim dari Jatim dan dua tim asal Jabar. ”Memang pengembangan usia dini ini menjadi salah satu fokus utama pengurus Pengprov Perbasasi Banten. Karena menurut research, seorang atlet berbakat baru akan bisa menunjukkan prestasinya setelah sedikitnya berlatih selama enam sampai tujuh tahun,” buka Wakil ketua Umum Pengprov Perbasasi Banten, Ibu Lisa Setiadarma. ”Itulah kenapa penting bagi kamu untuk juga menyertakan kategori U12 di kejurnas kali ini.” Buah dari keseriusan Pengprov Perbasasi Banten bisa dilihat dari deretan atlet yang tak pernah absen mengisi slot pemain Tim Nasional Baseball Indonesia. Beberapa diantaranya juga ikut membela Indonesia di ajang SEA Games Filipina 2019 kemarin. Bahkan, salah satu pitcher asal Banten, Ray Theodore Santoso, berhasil menyandang predikat sebagai pitcher muda terbaik di Indonesia. ”Sejak baseball mulai ada diBanten sejak 2004 melalui klub Lorenz, pada 2012 sudah mulai atlet nya memperkuat timnas U12 ada 5 anak, selanjutnya bergulir rutin atlet Banten terpilih di timnas timnas U12 5 anak di 2014, 4 anak U15 di 2019, U18 5-6 anak di 2018 dan bahkan seagames,” beber Eddy Sofyan. ”Contoh, Andersen Lim dan Ray Theodore Santoso bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang SEA Games setelah sebelumnya pernah timnas U12 dan U18. Jadi dengan dimulai dari usia dini, atlet akan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar,” imbuhnya. Meski kehadirannya belum terlalu lama, namun perkembangan tim baseball Provinsi Banten terbilang sangat cepat. Buktinya, tim asal Provinsi Banten sudah mampu merebut medali emas di ajang Kejurnas Baseball U15 2015 & U18 pada tahun 2017 silam, medali perak pada Kejurnas Baseball u18 di 2013 dan u12 di 2016, medali perunggu u18 2016 dan u12 2018 lalu. Di ajang Pra PON 2019 lalu, tim asal Banten juga sukses duduk di posisi tiga besar. ”Kita bangga bahwa Provinsi Banten baru berdiri sejak 2002, dan Perbasasi Banten bidang baseball baru aktif di 2006, tapi prestasi baseball Banten di Kejurnas sudah tidak diragukan lagi. Kami sudah diperhitungkan dalam 3 besar di level usia dini,” terang Lisa ”Kita belajar dari DKI yang sudah empat kali membawa pulang emas dari ajang PON, karena klub-klub di Jakarta yang ada banyak dan klub paling muda di sana berumur 25 tahun. Sedangkan di Banten klub baseball tertua adalah Lorenz baru 15 tahun.” Pada kejurnas kali ini, Untuk tim juara akan mendapat medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Ada sertifikat the best pitcher, MVP, the best slugger dan the best hitter.

Krisna Sulistia, Pemain Berusia 14 Tahun Anggota Terbaru Garuda Select

Profil Krisna Sulistia, Anggota Terbaru Garuda Select

Jakarta, 12 Maret 2020 – Nama Krisna Sulistia meroket pada Piala Soeratin U15 2019 lalu. Selain membawa timnya, Kalimantan Barat, melangkah ke final, Krisna juga berhasil merebut gelar pencetak gol terbanyak. Krisna mencetak total enam gol sepanjang turnamen. Penampilan apiknya membuat pemain dengan tinggi 178cm tersebut menarik minat pencari bakat Garuda Select, Wesley Awad. Pengidola Cristiano Ronaldo ini dijadwalkan terbang ke Inggris untuk bergabung bersama Garuda Select asuhan Dennis Wise dan Des Walker di Birmingham. Pengalaman ini tentu akan sangat berharga bagi pemain yang berasal dari SSB Djarum Kudus tersebut. Krisna mengaku bahwa dirinya sangat mencintai sepak bola. Ia berharap bisa menjadi pemain timnas di masa mendatang dan melanjutkan kiprah di luar negeri. “Saya mengenal sepak bola dari ayah saya. Saya sejak kecil sudah menonton dan bermain sepak bola. Saya jatuh cinta dengan olahraga ini,” ucap Krisna kepada Mola TV. Mendapat kesempatan bergabung dengan Garuda Select membuat Krisna merasa sangat senang. Ia yakin bahwa banyak pelajaran yang bisa ia ambil selama berlatih di Inggris. “Alhamdulilah saya merasa sangat senang. Karena itu, saya akan lebih giat belajar dan saya akan mencari ilmu di luar sana,” lanjut pemain berusia 14 tahun tersebut. Sebelum berangkat ke Birmingham, Krisna terlebih dahulu menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U16 hingga 20 Maret. Meski masih berusia muda, tidak tertutup kemungkinan Krisna langsung menjadi andalan Indonesia U16. Agenda penting tim asuhan Bima Sakti tahun ini adalah Piala Asia U16 2020 yang diselenggarakan di Bahrain pada tanggal 16 September hingga 3 Oktober. Biodata Singkat: Nama: Krisna Sulistia Tanggal Lahir: 31 Mei 2006 Tinggi: 178cm Sekolah: SMP 3 Kudus SSB: SSB Djarum Kudus Pemain Favorit: Cristiano Ronaldo Klub Favorit: Juventus Prestasi: – Juara GSI Tingkat Nasional – Runner-up Piala Soeratin U15 2019 – Top Scorer Piala Soeratin U15 2019 Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!