Albert Januarta, Pebiliar Muda Penuh Prestasi

Albert Januarta, Pebiliar Muda Penuh Prestasi

Meski usianya baru beranjak 12 tahun,Albert Januarta kerap dinilai sebagai pemain muda yang berbakat dan berpeluang menjadi andalan di masa depan. Berbagai prestasi pun pernah ia raih. Lahir di Tanjung Uban, Kepulauan Riau, pada 1 Januari 2009, Albert baru lulus dari sekolah dasar. Ia mulai belajar bermain biliar sekitar 2 tahun lalu. Sang ayah lah yang memperkenalkan olahraga biliar ke Alrbert sekaligus menjadi pelatihnya hingga saat ini. Albert memang lahir di tengah keluarga pebiliar. Tak heran, sehari-hari Albert berlatih di rumah biliar OBC Pool di Bintan Utara Kepulauan Riau yang menjadi tempat usaha dari orang tuanya. Ayah Albert, Ahuat, adalah atlet biliar dari Kepulauan Riau. Ia selalu memberi semangat dan mendukung Albert. Ia berharap Albert akan menjadi atlet nasional. Albert disiplin menyiapkan diri karena ayahnya selalu berpesan bahwa jalan menuju prestasi di tingkat nasional, apalagi internasional bukan hal yang mudah. Ia selalu berusaha untuk bisa membagi waktu antara sekolah dan latihan biliar. Ia berlatih setiap hari di OBC POOL. Pandemi covid-19 hampir dua tahun ini membuat ia mengurangi jam latihan. Tetapi dia tetap berlatih rutin minimal 5 jam per hari. “Selama pendemi ini saya latihan di OBC POOL Tanjung Uban, dilatih sama ayah dan kakak saya. Latihan sehari 5 jam dari jam 4 sore sampai jam 9 malam,” kata Albert Januarta dilansir Sindo News. Ia menambahkan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Menurut Albert, selain latihan fisik, istirahat yang teratur dan menjaga pola makan adalah hal yang tidak bisa dilupakan jika ingin beprestasi di bidang olahraga. “Dengan latihan teratur olahraga (joging) 2 kali seminggu dan tidur teratur serta dengan jaga pola makan. Menambah jam latihan, olahraga fisik ditingkatkan dan mengikuti turnamen nasional maupun Internasional,” ujar Albert. Latihan ketat dan mengatur pola hidup sehat bukan berarti membuat Albert tertinggal dalam urusan pelajaran di sekolah. Albert baru saja lulus dari sekolah dasar dan tahun ini akan melanjutkan ke salah satu SMP di Tanjung Uban. Di sekolah ia adalah siswa dengan prestasi akademik yang bagus. Ia memang bercita-cita menjadi atlet biliar nasional. Tetapi menurutnya bekal pendidikan tetap hal yang mutlak harus dimiliki. Ahuat berharap Albert juga akan semakin sering mengikuti berbagai turnamen. Pengalaman bertanding akan menjadi modal penting bagi Albert untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Salah satu turnamen yang akan diikuti dalam waktu dekat adalah turnamen internasional junior di Las Vegas, Amerika Serikat pada September mandatang. Baik Albert maupun sang ayah Ahuat mengharapkan adanya dukungan dari PB POBSI. “Saya mengharap dari PB POBSI mengperhatikan anak junior ini dan support dia,” Kata Ahuat. Albert menyampaikan harapan yang sama kepada PB POBSI. “Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas permainan saya dan men-support saya untuk mengikuti Turnamen Internasional Junior di Las Vegas Amerika Serikat September nanti,” kata Albert. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Achmad Fadil Nasution mengatakan, Albert Januarta cukup menjanjikan. Peluang berprestasi di kelomppk junior juga masih terbuka lebar. Tapi untuk bisa konsisten menjaga prestasi, Albert harus rutin mengikuti turnamen. “Sebenarnya untuk kelompok umur ini kita masih ada dua atlet lain yaitu Derin Asaku Sitorus dan Brian Axel Ferdian. Albert Januarta cukup menjanjikan untuk ke depan, khususnya kejuaraan dunia junior U-16 yang mana masih bisa diikuti sampai 3 tahun kedepan. Pada saat usia yang bersangkutan 15 tahun kita menjadi tuan rumah kejuaraan dunia U-16,” Kata Achmad Fadil Nasution. Berikut ini rangkaian prestasi Albert Januarta: Juara Open Handicap di Tanjung Pinang 8 November 2020 Bali Open: 32 besar 6-17 Desember 2020. Rama Billiard Jogja Open: 16 besar 17-27 Maret 2021. RK 87 Open di Padang: 8 besar 26-30 Januari 2021. Pocket Pool Open Pekanbaru: 32 besar 10-17 Januari 2021. Semifinalis pertandingan double di Kingdom Semarang 26 – 30 Mei 2021 Runner-up pertandingan handicap di Galaxy Surabaya 2 Juni 2021 Juara 3 9 ball handicap Bandung Open 1 – 13 Juni 2021 Juara 3 Handicap 5+ Rama Jogja 8-18 Juni 2021

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

PSSI memanggil sebanyak 30 pemain dalam pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia yang akan dimulai pada 23 Juni hingga 6 Juli mendatang. TC akan digelar di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mohamad Iriawan mengatakan bahwa Timnas Wanita juga menjadi fokus dan perhatian utama PSSI, selain Timnas yang lainnya. “Setelah menyelesaikan seleksi untuk Timnas U-16 pekan lalu, pekan ini kami akan menjalankan untuk Timnas Wanita. PSSI tentu mendukung penuh program latihan yang sudah direncanakan untuk skuad Garuda Pertiwi,” kata Iriawan. “Program tetap berjalan, namun angka Covid-19 sedang naik kembali, terutama di Jakarta, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Saya selalu mengingatkan semua pemain dan ofisial untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada TC ini,” tanbah Iriawan. TC ini akan digelar dengan sistem bubble. Tentu setiap pemain dan ofisial hanya diperkenankan untuk beraktivitas di hotel serta lapangan latihan. “Terimakasih kepada bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) yang sudah mendukung agar terlaksananya pemusatan latihan bulan ini. Pada TC kali ini kami memanggil 30 pemain untuk melakukan latihan selama kurang lebih dua pekan. Pemain yang didatangkan rata-rata adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan 23 tahun,” kata pelatih Timnas Wanita, Rudy Eka Priyambada. Rudy menambahkan komposisi pemain senior yang dipanggil untuk mengikuti TC memang tidak sebanyak pada pemanggilan sebelumnya. Hal ini didasari dari adanya regenerasi pemain serta perubahan komposisi tim untuk mengikuti beberapa kompetisi internasional ke depannya. Pada TC ini, tim pelatih akan fokus pada pembentukan kerangka Timnas Wanita ke depan. Sebelum adanya pemanggilan, tim pelatih maupun dokter timnas sudah melakukan monitor secara virtual kepada pada pemain, dengan mengingatkan pola-pola latihan di rumah secara mandiri dan mewajibkan pemain memberikan laporan terkait kegiatan latihan mereka. Para pemain dan ofisial akan mulai berkumpul di Hotel Ibis, Jakarta pada Rabu (23/6) seusai melakukan tes swab PCR di Rumah Sakit Royal Progress pada hari Selasa (22/6) untuk mereka yang tinggal di area Jabodetabek. Pada tahun 2021, Timnas Wanita rencananya akan mengikuti dua event yakni Piala AFF dan SEA Games 2021 Daftar nama 30 pemain di TC Timnas Wanita 23 Juni-6 Juli, Jakarta: 1. Ade Mustikiana Oktafiani – Asprov Babel 2. Amanda Florentinae – Asprov Kalteng 3. Azra Zifa Kayla – Asprov DKI Jakarta 4. Baiq Amiatuh Shalihah – Asprov NTB 5. Bunga Syifa – Asprov Jawa Tengah 6. Fani – Asprov Jawa Tengah 7. Firanda – Asprov Bangka Belitung 8. Hanipa Halimatusyadiah Suandi – Asprov Jawa Barat 9. Helsya Maeisyaroh – Asprov Jawa Barat 10. Indri Yuliyanti – Asprov Jawa Barat 11. Insyafadya Salsabillah – Asprov Jawa Timur 12. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Arema FC 13. Marsela Yuliana Awi – Asprov Papua 14. Nastasia Suci Ramadhani – Asprov Maluku Utara 15. Nurhayati – PS Sleman 16. Pani Tri Oktavianti Asprov – Jawa Barat 17. Reva Octaviani – Asprov Jawa Barat 18. Remini Chere Rumbewas – Asprov Papua 19. Riska Aprilia – PS Sleman 20. Rosdilah Siti Nurrohmah – Asprov Jawa Barat 21. RR Azizah Kusuma Dewi – Asprov DIY 22. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo – Arema FC 23. Safira Ika Putri Kartini – Arema FC 24. Sasi Kirana – Non Club 25. Shalika Aurelia Viandrisa – Non Club 26. Sheva Imut Furyzcha – Arema FC 27. Syafira Azzahra Ramadhanti – Arema FC 28. Viny Silfianus Sunaryo – Asprov DKI Jakarta 29. Yolanda Krismonica – Asprov Jawa Barat 30. Zahra Muzdalifah – Asprov DKI Jakarta

Jelang BK Porpov, Tim Kota Depok Tingkatkan Stamina dan Pola Permainan

Tim basket putri kota Depok persiapan BK porprov.

Tim Basket Putri Kota Depok menjadi salah satu tim yang ambil bagian dalam babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2021. BK tahun 2021 merupakan bagian dari rangkaian Porprov Jawa Barat XIV tahun 2022 di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Babak kualifikasi sendiri rencananya akan berlangsung pada 10-16 Juli mendatang. Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh Tim Basket Putri Kota Depok, mulai dari latihan fisik hingga pola permainan. Direktur Teknik Tim Putri Kota Depok, Ari Adiska mengatakan, Tim Putri Kota Depok sudah melakukan persiapan dan proses seleksi sejak Januari 2020 lalu. Namun, karena pandemi melanda, semua kegiatan latihan terpaksa dilakukan melalui aplikasi Zoom. Latihan virtual tersebut berlangsung hingga bulan Oktober lalu, setelah itu Tim Putri Kota Depok sudah kembali turun ke lapangan langsung. Hingga kini, tersisa kurang dari sebulan jelang BK Porpov, persiapan demi persiapan kian dimatangkan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Para pemain pun mengaku antusias jelang BK Porpov kali ini. Salah satu pebasket yang antusias adalah Vania Rivaputri. Vania merupakan salah satu andalan Tim Putri Kota Depok pada BK Porpov kali ini. Wanita kelahiran 21 Agustus 2004 silam itu bercerita tentang bagaimana awalnya ia bisa kenal dengan olahraga basket hingga target untuk BK Porpov. Berikut wawancara eksklusif NYSN Media dengan Vania Rivaputri, pebasket muda andalan Kota Depok: Bagaimana awalnya kamu bisa menyukai olahraga basket? Awalnya, saya penasaran sama basket itu waktu kelas 2 SD, gara-gara melihat kakak kelas suka main basket. Tapi waktu itu, di sekolah saya baru boleh ikut ekstra kulikuler basket saat kelas 3. Jadi pas kenaikan kelas 3 saya langsung ikut ekstra kulikuler basket. Awalnya memang hanya penasaran terus akhirnya jadi suka banget sama basket. Selama SD saya selalu menyempatkan untuk main setiap istirahat saking sukanya sama basket. Kapan kamu mulai mengikuti pertandingan atau kompetisi bola basket? Waktu kelas 4 SD, pada saat itu saya baru mulai mengikuti kompetisi yang ada di sekolah. Pada usia berapa akhirnya kamu memutuskan ingin menjadi atlet basket? Pada usia 13 tahun. Dalam seminggu berapa kali kamu berlatih basket? Minimal latihan 3 kali seminggu. Tapi untuk sekarang ini latihan setiap hari kecuali hari Minggu karena biasanya untuk istirahat. Persiapan kamu untuk BK Porpov? Selama ini kita sudah latihan kurang lebih setahun dari awal latian masih fokus ke footwork-nya terus berlanjut ke latian fisik terus individual skill, sampe ke pola permainan. dan sering sparing sama tim lainnya. Target BK Porpov? Juara pool dan lolos BK Porpov. Pemain basket idola (nasional maupun internasional) Stephen Curry Biodata Nama: Vania Lailiimtiyaz Rivaputri Panggilan: Vania Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 21 Agustus 2004 Posisi Bermain: Shooting Guard (SG) Prestasi: – Juara 2 Avia Cup (2016) – Juara 3 NBC 3×3 (2017) – Juara 2 NBC 3×3 (2018) – Juara 3 Alki Cup (2018) – Juara 3 Diprolution (2019)

Persiapan Menuju Piala Dunia U-20, PSSI Gelar Pemusatan Latihan

Persiapan Menuju Piala Dunia U-20, PSSI Gelar Pemusatan Latihan

PSSI selaku induk sepak bola Indonesia baru saja menetapkan tanggal digelarnya pemusatan latihan (TC) untuk timnas U-18 Indonesia. Rangkaian TC ini sebagai bagian persiapan menuju Piala Dunia U-20 yang akan digelar tahun 2023 mendatang. Rencananya PSSI akan mengadakan TC untuk timnas U-18 Indonesia pada 28 Juni – 15 Juli 2021 mendatang. Untuk TC timnas U-18 Indonesia akan berlangsung di Kota Jakarta. “Setelah menerima update road map dari pelatih Shin Tae-yong yang menginginkan TC Timnas U-18 dimulai akhir bulan ini. Untuk itu, PSSI akan menyiapkan teknis pelaksanaan TC seperti hotel, tempat latihan dan pemanggilan pemain,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi. “TC Timnas U-18 direncanakan hingga 15 Juli mendatang dan diikuti sebanyak 144 pemain. TC ini juga ada sistem promosi dan degradasi untuk pemain. Kami ingin membentuk tim yang solid agar bisa bersaing di Piala Dunia U-20 2023 mendatang, oleh karena itu persiapan dimulai dari bulan ini,” tambah Yunus Nusi. Seperti diketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Selain mempersiapkan hal-hal yang menyangkut teknis penyelenggaraan dengan baik, PSSI juga menyiapkan tim yang kuat agar dapat meraih prestasi di ajang bergengsi tersebut. Selain Timnas U-18, Timnas U-16 juga sudah menjalani seleksi pemain dari bulan April lalu. Timnas U-16 juga persiapan untuk mengikuti ajang Piala AFF U-15 dan Piala AFC U-16 2022 mendatang.

Peselancar Muda Indonesia Pastikan Tiket Tampil di Olimpiade Tokyo

Peselancar Muda Indonesia Pastikan Tiket Tampil di Olimpiade Tokyo

Indonesia berhasil menambah kontingen yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Kali ini, kabar baik datang dari cabang olahraga surfing untuk nomor shortboard putra. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh International Surfing Association (ISA). Adalah peselancar muda asal Bali, Rio Waida, yang dinyatakan lolos setelah dua peselancar Jepang Shun Murakami dan Hiroto Ohhara harus berebut satu slot tersisa Surf City El Salvador ISA World Surfing Games 2021. Adapun Rio tampil hingga perempat final. Meski lolos, Rio mengaku perjuangannya masih panjang dan tidak mudah. Ia berencana akan langsung mengebut persiapan setibanya di Bali. “Saya belajar banyak di kualifikasi Olimpiade di El Salvador, terutama mungkin mental saya. Lalu, saya juga lebih menguasai tingkatan ombak dan mempersiapkan yang sesuai dengan karakteristik ombak di Jepang yang tidak terlalu besar,” ujar Rio saat penyambutan kedatangan Tim Nasional Surfing Indonesia beberapa waktu lalu. Sementara itu, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) merasa bahagia dengan hasil yang diraih oleh atletnya tersebut. “Kita bahagia sekali, surfing pertama kali masuk Olympic dan Indonesia berhasil menempatkan satu atletnya dan kita juga sangat senang karena kita baru dilantik anggota KONI belum setahun. Surfing cabor yang perlu dapat perhatian,” ujar Ketua Umum PB PSOI, Arya Subyakto. Berdasarkan aturan kualifikasi olimpiade, satu negara hanya boleh diwakili dua peselancar. Sementara Jepang sudah memiliki satu wakil yakni Kanoa Igarashi yang lolos usai masuk Top 10 Liga Surfing Dunia WSL 2019. Dengan demikian, tiket milik Jepang yang sempat diamankan Murakami di World Surfing Games 2019 dialokasikan untuk Rio yang menjadi terbaik kedua di zona Asia. Sementara itu, surfing menjadi salah satu cabang olahraga debutan pada Olimpiade 2020 Tokyo, yang akan dihelat Juli mendatang tersebut. Ada dua medali yang akan diperebutkan masing-masing untuk kategori putra dan putri. Surfing Olimpiade Tokyo akan digelar di Pantai Shidashita yang terletak sekitar 64km dari Tokyo. Olimpiade Tokyo 2020 juga akan kembali menampilkan para atlet pengungsi. IOC telah mengumumkan 29 nama atlet yang tergabung dalam Tim Olimpiade Refugee untuk Tokyo 2020. Sebelumnya sebanyak 55 atlet yang merupakan pengungsi mengikuti seleksi Tim Olimpiade Refugee dengan mendapat beasiswa untuk berlatih dari negara barunya. Sebanyak 29 atlet yang terpilih merupakan peningkatan dari 10 atlet yang sebelumnya tampil pertama kali di Olimpiade Rio 2016. Mereka berasal dari Afghanistan, Kamerun, Kongo, Republik Kongo, Eritrea, Iran, Irak, Sudan Selatan, Suriah, dan Venezuela. Mereka akan bertanding di cabang olahraga renang, atletik, tinju, kano, balap sepeda, judo, karate, menembak, angkat besi, dan gulat. Salah satu atlet yang kembali lolos adalah Kimia Alizadeh. Ia adalah atlet putri Iran pertama yang memenangi medali olimpiade di usia 18 tahun.

Pratama Arhan Diincar Klub Korea Selatan

Pratama Arham Diincar Klub Korea Selatan

Bek kiri PSIS Semarang, Pratama Arhan diisukan diminati oleh salah satu klub asal Negeri Gingseng. Kabar tersebut didukung dengan berbagai postingan-postingan di media sosial asal Korea. Adapun Arhan memang tengah naik daun atas penampilan ciamiknya di Piala Menpora 2021. Klub yang dimaksud adalah Seongnam FC yang bermain di divisi K League 1. Berita tentang ketertarikan Seongnam FC rupanya sudah sampai ke klub Pratama Arhan saat ini. CEO klub  PSIS, A. S. Sukawijaya alias Yoyok Sukawi, angkat bicara. Menurutnya, Ia mengaku senang salah satu pemain muda terbaiknya di PSIS Semarang itu mendapat perhatian dari klub Korea. “Bagus dong, membanggakan. PSIS akan mendukung Arhan bermain di Korea Selatan. Kami terbuka untuk itu,” kata Yoyok Sukawi dilansir detikSport. Arhan is rumoured to transfer to K League 1 club Seongnam FC who are looking for another leftback option. He debuted for the national team last May. PSIS and Seongnam did not reach an agreement yet and a transfer can not be confirmed yet (CLvis) #PSSI #KitaGaruda #Bola #SepakBola pic.twitter.com/BoJlP2sJur — Korea football (inactive) (@CLvis91) June 17, 2021 Seongnam FC adalah klub yang pernah diperkuat Shin Tae-yong, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ada kemungkinan Shin Tae-yong yang merekomendasikan Arhan ke Seongnam. Sebelumnya, Pelatih Timnas Indonesia itu juga pernah merekomendasikan Asnawi Mangkualam ke Ansan Greeners, klub K League 2. Sejauh ini, Asnawi mampu tampil ciamik dan dianggap sebagai transfer sukses buat Ansan. Kesuksesan Asnawi disinyalir mulai membuka mata terhadap potensi pemain-pemain asal Indonesia. Apalagi Liga Korea (K League 1 dan K League 2) memang punya kuota khusus untuk pemain ASEAN. “Rumornya kan begitu ya. Untuk pembicaraan atau tawaran resmi belum ada. Sekarang enggak usah berandai-andai dulu. Yang jelas Arhan punya kontrak di PSIS sampai tahun 2024,” ucap Yoyok. Meski masih muda, Pratama Arhan yang memiliki lemparan dalam maut itu juga ikut dipanggil Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pemain berusia 20 tahun itu bahkan selalu tampil penuh bersama Timnas Indonesia melawan Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ini Target Vidya Rafika di Olimpiade Tokyo

Ini Target Vidya Rafika di Olimpiade Tokyo

Atlet menembak putri Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, menjadi salah satu andalan tim Merah-Putih pada Olimpiade Tokyo 2021, yang akan berlangsung pada 23 Juli- 8 Agustus. PB Perbakin pun menjelaskan mengenai target yang diberikan kepada atlet berusia 20 tahun tersebut. Menurut PB Perbakin, target dari Vidya Rafika adalah mencapai babak final. Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PB Perbakin, Firtian Yudit Swandarta, mengatakan target tersebut sudah sesuai perhitungan setelah melihat skor yang dicatatkan Vidya dalam sesi latihan yang kerap menyamai skor petembak kelas dunia. “Perbakin menargetkan Vidya di Olimpiade itu adalah masuk di final. Karena final delapan besar ini nanti skornya menjadi 0 semua dan atlet yang sudah mempersiapkan dirinya dengan mental yang kuat itu yang akan menjadi juara di final nanti,” kata Firtian. “Perhitungan kami menembak ini olahraga terukur jadi kami bisa mengukur sejauh mana Vidya bisa masuk final. Karena skor dia itu sudah skor kelas dunia, jadi kesempatan dapat tiket ke final itu cukup besar,” sambung dia. Terkait dengan persiapan Vidya ke Tokyo, Firtian mengatakan para atlet telah didampingi psikolog demi menjaga kondisi mentalnya sehingga bisa tampil rileks saat bertanding di Olimpiade nanti. Ada beberapa pelatihan yang telah diberikan, salah satunya adalah imagery training yang merupakan teknik untuk membantu atlet memvisualisasikan kegiatan yang akan dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan mental bertanding. “Psikolog, memang setiap atlet selalu didampingi terutama untuk melakukan imagery training, membayangkan mereka sudah berada di Olimpiade. Fungsinya untuk mengurangi tekanan atlet,” kata dia. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mendukung dan berharap Vidya bisa sukses pada ajang olahraga internasional tersebut. “Memang di Olimpiade Tokyo ini kan kita juga sudah berhitung ya secara realistis. Nah, dari persiapan yang sudah dilakukan, kami optimis Vidya bisa sukses dan meraih hasil terbaik di Olimpiade nanti,” kata Menpora Amali, Selasa (15/6). Menpora Amali menilai, Vidya Rafika memiliki potensi yang sangat baik. Ini mengingat Vidya masih berusia 20 tahun, namun sudah tampil di kompetisi olahraga terbesar dunia. “Vidya ini kan usianya masih muda ya, dua puluh tahun. Sehingga harapannya kedepan bisa terus berprestasi dan apa yang ditargetkan kedepannya bisa tercapai,” jelasnya.

Asa Fransiskus Jekson Ikuti Seleksi Timnas U-16

Asa Fransiskus Jekson Ikuti Seleksi Timnas U-16

Fransiskus Jekson Bofra tidak pernah menyangka dirinya bisa dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16 di Jakarta. Pemain yang akrab disapa Jekson ini terbang jauh dari wilayah timur Indonesia tepatnya dari kampung Fef, Kabupaten Tambrauw, Sorong, Papua Barat untuk bersaing dengan 39 pemain yang ikut pada sesi kedua seleksi Garuda Muda tahap kedua. Pemain berusia 15 tahun mulai menjadi salah satu dari enam pemain asal Papua dan Papua Barat yang dipanggil mengikuti seleksi. Dirinya sudah mengenal sepak bola sejak berusia tujuh tahun, atau ketika Jekson duduk di bangku kelas satu sekolah dasar (SD). Tidak pernah berlatih di sekolah sepak bola, Jekson kerap berlatih sendiri dengan teman-teman di kampung halamannya, dengan bermain sepakbola mini maupun futsal. “Saya sangat terharu dan bangga karena bisa dipanggil pelatih untuk bisa bergabung di seleksi Timnas U-16 ini. Walaupun belum ada nama-nama pasti yang akan lolos ke timnas, saya bangga sekali bisa mendapat pengalaman latihan bersama semuanya di sini,” ungkap Jekson. Dipanggil mengikuti seleksi di level timnas dan menjejakkan kaki di Jakarta memang menjadi pengalaman baru bagi Jekson. Dirinya mengaku kaget saat melihat 39 pemain lain ketika seleksi dimulai sejak hari pertama pada Sabtu (12/6) lalu. “Pertama kali ke sini, saya kaget melihat postur teman-teman seumuran saya yang tinggi-tinggi, sementara saya pendek. Disitu saya telepon bapak saya dan bilang kalau teman-teman di sini posturnya lebih besar dari saya. Tapi bapak saya mengatakan saya harus berjuang sesuai kemampuan, menunjukkan skill yang saya punya dan fokus selama seleksi,” ujar tambah Jekson sambil menitikkan air mata. Jekson sempat berkaca-kaca sampai akhirnya menitikkan air mata. Jekson sedikit menceritakan tentang keluarganya, dan kemudian mengingat pesan dari sang ayah yang terus memotivasi dirinya yang kini tengah jauh dari keluarga. “Saya anak keempat dari lima bersaudara dan saya satu-satunya anak laki-laki di keluarga yang bermain sepa kbola. Ibu saya sudah meninggal dan kami hanya tinggal dengan bapak. Bapak selalu berpesan, sampai disana (Jakarta) kamu harus giat untuk mengejar mimpi kamu. Itu yang selalu saya ingat,” lanjut Jekson Jekson memang bukan lahir dari keluarga yang bisa bermain sepak bola. Namun, mimpi dan perjuangan Jekson untuk bermain sepak bola dimulai ketika dirinya melihat permainan sang bintang idola Boaz Solossa, pesepakbola asal Papua yang juga merupakan pemain bintang Persipura dan pernah lama bermain bersama Timnas Indonesia. “Harapannya saya bisa menampilkan yang terbaik, latihan sungguh-sungguh dan mendapat ilmu dari seleksi serta latihan ini. Semoga setelah kembali dari sini saya bisa membagi pengalaman saya dengan saudara-saudara saya yang ada di kampung,” tutup Jekson. Hadirnya Jekson dan kelima anak-anak berbakat dari Papua semakin menambah persaingan ketat pada seleksi tahap kedua. “Kami tim pelatih sempat melakukan seleksi di Papua dan Papua Barat, yang artinya hal ini memberikan kesempatan untuk semua anak-anak terbaik di Indonesia untuk bisa ikut seleksi. Dari Sabang sampai Merauke kita berikan kesempatan untuk ikut seleksi agar bisa masuk Timnas U-16. Saya sangat bersyukur ternyata anak-anak dari Papua juga bagus-bagus dan semoga mereka bisa cepat beradaptasi dengan yang lain,” tutup Bima.

Unik, Rekor Pemain Termuda Euro 2020 Bisa Dipecahkan Dua Kali

Unik, Rekor Pemain Termuda Euro 2020 Bisa Dipecahkan Dua Kali

Belum genap satu pekan digelar, Euro 2020 sudah menyajikan banyak peristiwa hingga rekor-rekor baru yang tercipta. Salah satunya adalah setiap rekor pemain termuda di Euro yang baru saja dipecahkan oleh punggawa timnas Inggris, Jude Bellingham. Namun, tahukah Anda, jika rekor milik Jude tersebut masih berpotensi dipecahkan lagi oleh pemain lain? Jude Bellingham memecahkan rekor saat Inggris menghadapi Kroasia, hari Minggu (13/07) kemarin. Masuk pada menit ke-82 menggantikan Harry Kane, Jude resmi sebagai pemain termuda yang pernah bermain di putaran utama Euro, di usianya yang masih 17 tahun 349 hari. Namun, rekor pemain Borussia Dortmund ini bisa saja tergeser, apabila pemain timnas Polandia yang berposisi sebagai gelandang, Kacper Kozlowski bermain. Kacper Kozlowski bisa jadi pemain termuda bila melakukan debut, karena usianya lebih muda 4 bulan dari Bellingham. Sayang, pada laga perdana timnas Polandia melawan Slovakia (Senin, 14 Juni 2021), Kacper Kozlowski urung tampil. Meski demikian, Kacper masih bisa merebut tahta pemain termuda Euro 2020 apabila dimainkan saat melawan Spanyol pada laga pamungkas grup E (Minggu, 20 Juni 2021). Kacper sendiri lahir pada tanggal 16 Oktober 2003 di Koszalin, Polandia. Saat ini ia bermain untuk klub Pogon Szczecin. Selain Jude Bellingham dan Kacper Kozlowski, berikut deretan rekor-rekor pemain termuda yang pernah tercipta pada gelaran Euro. Jose Angel Iribar (Kiper Termuda) Untuk gelar kiper termuda masih dipegang oleh kiper asal Spanyol, Jose Angel Iribar. Iribar memegang rekor kiper termuda di usia 21 tahun 108 hari. Gelar kiper termuda itu dipecahkan di ajang Euro 1964 dan masih bertahan hingga saat ini. Dilansir dari uefa.com, tak hanya sampai di situ, Iribar masih jadi satu-satunya kiper yang bisa menjuari Euro di tahun yang sama dengan ketika dia melakukan debut. Johan Vonlanthen (Pencetak Gol Termuda) Pada Euro 2004 rekor pencetak gol termuda dipecahkan dua kali hanya dalam kurun waktu empat hari saja. Rekor pertama dipecahkan oleh legenda timnas Inggris, Wayne Rooney. Dilansir dari uefa.com, namun rekor itu hanya bertahan empat hari, setelah gelandang asal Swiss, Johan Vonlanthen mencetak gol di usia 18 tahun 141 hari. Gol itu dia ciptakan kala Swiss kalah dengan skor 3-1 dari timnas Prancis. Renato Sanches (Pemain Termuda yang Mampu Tampil di Partai Final) Dilansir dari uefa.com, Euro 2016 adalah momen paling indah bagi timnas Portugal, karena Portugal berhasil menjuarai ajang ini meski bukan termasuk tim unggulan juara pada saat itu. Momen manis ini juga jadi sangat indah bagi Cristiano Ronaldo, karena akhirnya bisa mempersembahkan gelar bergengsi pertama bagi negaranya. Selain Ronaldo, ada pemain Portugal lain juga yang bahagia, yaitu Renato Sanches yang memecahkan rekor pemain termuda yang penah tampil di partai final Euro, pada usianya yang masih 18 tahun 328 hari. Tak hanya sampai di situ, momen manis itu semakin lengkap karena dia bisa membantu Portugal untuk menjadi juara, setelah mengalahkan Prancis pada kala itu dan ia menjadi pemain termuda terbaik pada Euro 2016 versi UEFA. Pietro Anastasi (Pencetak Gol Termuda di Final Euro) Pada partai puncak Euro 1968, Italia menjadi juara setelah mengalahkan musuhnya, Yugoslavia dengan skor 2-0. Salah satu dari dua gol itu dicetak oleh pemain muda, Pietro Anastasi. Dilansir dari uefa.com, gol itu teramat spesial bagi Anastasi, karena berhasil menjadikan dia pemain termuda yang mencetak gol di partai final Euro, di usia 20 tahun 63 hari. Hingga kini rekor itu masih bertahan dan belum ada pemain lain yang memecahkannya.

PB PASI Puji Antuasiasme Peserta Seleksi di Bima

PB PASI Puji Antuasiasme Peserta Seleksi di Bima

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Senin (14/6) kemarin mulai menyeleksi atlet muda berpotensi di Lapangan Atletik Manggemaci, Bima, Nusa Tenggara Barat. Atlet muda ini nanti diharapkan bisa mendukung Indonesia di kancah dunia. Wakil Ketua Litbang PB PASI, Baja Sirait di lokasi seleksi mengatakan, mereka diperintahkan oleh Ketua Umum untuk melihat bibit unggul di sejumlah daerah potensi seluruh Indonesia, salah satunya di Bima. “Kami melihat ada beberapa potensi, terutama pada lari jarak pendek dan menengah di Bima,” katanya. Menurut Baja, ada beberapa poin yang dilihat di lokasi seleksi yakni berangkat dari sejarah bahwa di Bima atau NTB bisa memberikan kontribusi atlet untuk mengikuti jejak Fathurrahman dan Lalu Zohri yang telah mengharumkan negara di tingkat internasional “Yang kami lakukan ini bukan untuk saat ini, tapi pada masa depan,” tegasnya. Indonesia sambungnya, saat ini butuh anak-anak bangsa berpotensi, bukan saja dari kalangan yang dekat dengan ibu kota, tapi juga di daerah pelosok. Maka kehadirannya di Bima, agar bisa langsung melihat proses seleksi atlet. Terpenting supaya tidak lagi ada penyeleksian yang tidak diikuti oleh anak-anak bangsa di pelosok, padahal di ujung negeri ini juga memiliki potensi yang luar biasa. “Ada program dari Ketua Umum PB PASI yang menginginkan daerahdaerah pelosok seperti Marauke, Bima, pedalaman Sumatra agar menyumbangkan bibit unggul untuk mendukung Indonesia di kancah dunia,” terangnya. Mengenai potensi seleksi pada hari pertama tambah Baja, belum tergambar, karena nanti akan dilihat pada final yang akan dilaksanakan besok di Bima dan Mataram. “Tapi yang kami lihat juga, sungguh luar biasa antusias peserta mengikuti seleksi ini. Yakin dan percaya, nanti akan ada bibit unggul yang bisa ke pelatnas,” tambahnya. Sumber: Kahaba.net

Atlet Angkat Berat DKI Jakarta Sabet 2 Medali Emas dan 1 Medali Perak

Atlet Angkat Berat DKI Jakarta Sabet 2 Medali Emas dan 1 Medali Perak

Tim Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) DKI Jakarta sukses unjuk gigi pada event Invitasi Nasional Angkat Berat Remaja Junior Klasik 1 di Pringsewu, Lampung, 6-9 Juni 2021. Tampil tanpa target, Tim PABERSI DKI Jakarta sukses mengemas dua emas dan satu perak. Satu emas dipersembahkan Kintan Adelia C. Dia jadi terbaik pada kelas 84+ Junior Putri. Satu emas lainnya disumbangkan Andre. Dia mendapatkan emas dari kelas 83 Junior Putra. Sementara Jacqueline Donna Gani membawa pulang perak. Jacqueline Donna Gani berstatus runner-up di Kelas 63 Junior Putri. Raihan medali skuad PABERSI DKI Jakarta nyaris bertambah. Karena Sandy Yonathan menempati posisi keempat kelas 74 Junior Putra. Pencapaian ini disambut positif Kemalsyah Nasution selaku Ketua PABERSI DKI Jakarta. Ke depannya ia berharap olahraga angkat berat bisa semakin berkembang. “Kita berharap pembinaan prestasi mulai dari remaja agar ke depan semakin banyak atlet angkat berat yang go internasional dan mengharumkan NKRI,” Kemalsyah Nasution menuturkan. Sementara itu, Bendahara Umum PABERSI DKI Jakarta, Saviera menyebut hasil positif pada ajang Invitasi Nasional Angkat Berat Remaja Junior Klasik 1 merupakan persiapan sebelum menuju Kejuaraan Asia. “Dengan hasil kejuaraan ini, kami akan mempersiapkan para atlet muda ini menuju Kejuaraan Asia pada bulan Desember 2021 di lampung,” kata Saviera. “Semoga ada dukungan dari Disorda dan KONI DKI Jakarta perihal sarana peralatan latihan guna mendukung prestasi mereka,” tambahnya.

Atlet Dansa Gianyar Sabet 3 Emas di Ajang Festival International

Atlet Dansa Gianyar Sabet 3 Emas di Ajang Festival International

Tiga medali emas dan 1 medali perak berhasil diboyong oleh atlet dansa asal Kabupaten Gianyar, Bali, dalam ajang Negeri Sembilan Internasional Online Dancesport Challenge 2021. Even ini digelar secara virtual oleh Negeri Sembilan Dancesport Association Malaysia 1 sampai 8 Mei 2021. “Spirit kompetisi tetap terasa untuk menampilkan yang terbaik. Akhirnya, perjuangan dan kerja keras atlet dansa Gianyar membuahkan hasil yang manis. Atlet dansa berhasil meraih 3 medali emas dan satu medali perak,” kata Ketua Umum IODI Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Kamis, 10 Juni 2021. Atlet dansa yang meraih medali emas adalah pasangan AA Bagus Wahyu dan Ni Komang Galuh Widiswari yang sukses pada kategori junior U-16 Samba dan Rumba. Kadek Yoga Wiratama yang berpasangan dengan Ni Putu Ardiya Widasari pada kategori Pre Amateur Standar, dan I Made Rio Satya Mahendra yang berpasangan dengan Ida Ayu Cindia Prima Adellia di kategori Junior U-16 Standar. Sedangkan untuk medali perak diraih oleh Ni Kadek Sasya Aprillia pada kategori Solo Waltz U-12. Surya mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih atlet dansa yang tergabung dalam wadah IODI Kabupaten Gianyar. “Tidak sia-sia latihan yang telah dijalani selama ini,” katanya. Prestasi di tingkat internasional, menurut dia, menjadi bukti olahraga dansa sudah mulai dikenal di Kabupaten Gianyar. “Ke depan, IODI di samping harus mampu menghasilkan bibit-bibit atlet yang berkualitas, juga harus mendukung kemajuan program pemerintah serta mengembangkan minat generasi muda dalam cabang olahraga dancesport,” kata Surya. Adapun Sekretaris IODI Kabupaten Gianyar, I.A Sulasi mengatakan bahwa para atlet dansa tetap terus berlatih selama pandemi. Menurut dia, persiapan tetap penting sebagai pemanasan untuk menghadapi kejuaraan. “Dan terbukti, atlet Gianyar mampu meraih 3 medali emas dan 1 medali perak dalam ajang pada International Negeri Sembilan Online Sport Championship 2021,” pungkasnya.

5 Pemain Muda Potensial yang Siap Meroket di Euro 2020

5 Pemain Muda Potensial yang Siap Meroket di Euro 2020

Gelaran akbar sepak bola antar negara Eropa alias EURO 2021 atau Piala Eropa 2020 akan segera dihelat mulai Sabtu (12/6/2021). Total ada 24 negara akan bersaing memperebutkan gelar juara. Tak jarang, Euro menjadi panggung bagi para pemain muda potensial untuk menunjukkan kehebatan mereka bersama tim nasional. Berikut lima pemain muda calon bintang di Euro kali ini. 1. Pedri (Spanyol) Di tengah kegagalan Barcelona merebut gelar Liga Spanyol dan Liga Champions musim ini, Pedri jadi salah satu pemain yang menonjol dan jadi kabar positif dari perjalanan Blaugrana. Pedri baru pindah dari Las Palmas dan ternyata mampu menembus tim inti Barcelona. Pemain berusia 18 tahun ini total bermain dalam 52 laga untuk Barcelona di seluruh kompetisi. Jumlah tersebut terasa sangat spektakuler untuk pemain debutan berusia 18 tahun. Performa apik di Barcelona membuat Pedri juga punya kesempatan empat kali tampil bersama La Furia Roja tahun ini. Di Euro 2020, Pedri bisa jadi tampil mengejutkan dan jadi salah satu bintang muda di timnas Spanyol. 2. Jude Bellingham (Inggris) Nama Jude Bellingham mulai sering dibicarakan ketika memutuskan hijrah dari Birmingham ke Borussia Dortmund awal musim ini. Jude Bellingham menyita perhatian karena berani meninggalkan kampung halamannya di Inggris ketika masih berusia 16 tahun. Perjudian Jude Bellingham dan Borussia Dortmund sejauh ini bisa dikatakan berjalan mulus. Sebab, Jude Bellingham terlihat tidak kesulitan beradaptasi dan sukses menembus skuad utama Dortmund. Jude Bellingham berhasil tampil reguler dengan catatan 46 penampilan di semua kompetisi musim lalu. Jude juga menjadi pemain termuda dengan usia saat ini yakni 17 tahun 338 hari. Rekor pemain muda sebelumnya juga pernah dipegang senior Timnas Inggris, Wayne Rooney, ketika memperkuat Timnas Inggris pada 2003 silam. Saat itu usia Rooney baru 17 tahun 321 hari. 3. Kylian Mbappe (Prancis) Kemampuan Kylian Mbappe di atas lapangan hijau memang tak perlu diragukan lagi. Pemain yang kerap menempati posisi sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap tersebut telah mengoleksi segudang prestasi, baik bersama Timnas Perancis maupun di level klub. Mbappe sukses membawa Les Bleus menggondol juara Piala Eropa U-19 di level junior. Ia kemudian turut mengantar negaranya memboyong trofi Piala Dunia 2018 di Rusia, saat masih menginjak usia 19 tahun. Remaja kelahiran 1998 itu tercatat sebagai pemain termuda dalam sejarah Timnas Perancis yang sanggup mencetak gol di Piala Dunia. Mbappe juga dianugerahi penghargaan Pemain Muda Terbaik di ajang Piala Dunia 2018. 4. Kai Havertz (Jerman) Kai Havertz telah melejit jadi salah satu pemain muda paling bersinar di sepak bola Eropa. Keberhasilan bersama Bayer Leverkusen mengantar dirinya ke Chelsea musim lalu. Havertz langsung sukses jadi pahlawan The Blues untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Kai Havertz akan memulai debut di ajang internasional perdananya bersama Der Panzer di Euro 2020 (Euro 2021). Harapan besar bakal disematkan pada Havertz yang piawai ditempatkan di beberapa posisi ini. 5. Phil Foden (Inggris) Phil Foden adalah bintang muda lainnya di timnas Inggris. Merujuk pada performa bersama Manchester City sepanjang musim, Foden hampir pasti mendapat tempat di tim inti Inggris. Foden bisa bermain sebagai gelandang maupun penyerang sayap dan kemampuan ini bisa jadi nilai plus untuk Inggris. Foden punya peran penting di balik keberhasilan Man City merebut dua gelar musim lalu. Foden juga terpilih sebagai pemain muda terbaik Liga Inggris dan masuk skuad pilihan Liga Champions. Meski tim nasional Inggris banyak dihuni oleh pemain-pemain muda berbakat dan berasal dari klub-klub top Eropa, namun, negara dengan rata-rata usia skuad paling muda di Euro 2020 adalah Turki. The Crescent-Stars memiliki rata-rata usia skuad 24,9 tahun, sementara The Three Lions atau Timnas Inggris memiliki rata-rata usia skuad yakni 25,2 tahun. Pemain termuda dalam skuad Turki adalah Ridvan Yilmaz (20 tahun, kelahiran 21 Mei 2001) yang membela Besiktas. Pemain tertua mereka adalah Burak Yilmaz (35 tahun, kelahiran 15 Juli 1985), pemain dari skuad juara Liga Prancis 2020/21, Lille.

Jelang Olimpiade, Tim Dayung Indonesia Genjot Persiapan

Jelang Olimpiade, Tim Dayung Indonesia Genjot Persiapan

Tim dayung Indonesia terus mempersiapkan diri dan fokus untuk memantapkan kondisi fisik serta mental menjelang berangkat ke Olimpiade Tokyo yang rencananya akan digelar pada 23 Juli mendatang. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Edy Suyono saat menerima kunjungan Deputi Chef de Mission Tim Indonesia Zainal Asikin dan anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Indra Gamulya di pemusatan latihan nasional dayung di Pangalengan, Jawa Barat, Selasa (8/6). “Setelah pulang dari kualifikasi di Tokyo dan menjalani isolasi, kami langsung kembali fokus latihan, terutama untuk meningkatkan daya tahan. Kedua atlet dayung ini belum berpengalaman tampil dalam Olimpiade jadi kami harus mempersiapkan mereka,” kata Edy dalam keterangan tertulisnya, Rabu. Edy juga berterima kasih atas kunjungan dari perwakilan Chef de Mission dan Komite Olimpiade Indonesia karena menurutnya itu menunjukkan perhatian dan menjadi motivasi tambahan bagi atlet. Sementara itu, Anggota Komite Eksekutif KOI Indra Gamulya berpesan kepada para atlet agar terus berlatih dengan serius dan tidak mudah takabur. “Bagi kalian yang sudah meraih sukses di usia yang masih muda, jangan cepat berpuas diri. Tetaplah rendah hati dan hormati orang tua serta pelatih kalian karena merekalah yang memberikan dukungan penuh bagi kalian,” kata Indra. Indonesia lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo pada nomor lightweight double scull putri setelah duet atlet muda, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri menempati peringkat empat dalam kualifikasi rowing zona Asia/Oceania di Tokyo, 5-7 Mei lalu. Kepastian lolosnya Indonesia dinyatakan secara resmi oleh federasi dayung dunia lewat surat resmi kepada PODSI. Mutiara mengaku tidak pernah membayangkan bakal lolos ke Olimpiade Tokyo dan akan berjuang semaksimal mungkin. “Kami tidak pernah terbayang akan lolos karena masih muda. Selain itu, kami juga tidak ditargetkan untuk lolos. Tapi alhamdulillah berhasil. Target kami akan berusaha sebaik mungkin di Tokyo,” kata Mutiara.

Persiapan untuk Prestasi di Masa Depan, Kemenpora Cari Bibit Atlet di Konawe Utara

Persiapan untuk Prestasi di Masa Depan, Kemenpora Cari Bibit Atlet di Konawe Utara

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melaksanakan kegiatan pemanduan bakat di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan salah satu program kegiatan pencarian atlet berbakat dari Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Mewakili Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga, Kepala Sub Bidang Pengembangan Bakat, Yuslan Kisra mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan 400 pelajar. Masing-masing dari mereka berusia 12-14 tahun. “Kegiatan berlangsung selama dua hari. Ada sepuluh item tes yang akan dilakukan dalam pemanduan bakat ini dengan melibatkan puluhan instruktur dari guru olahraga serta unsur Dispora setempat,” kata Yuslan, Selasa (8/6/2021). Seluruh rangkaian proses kegiatan ini, lanjut Yuslan, telah disusun dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan. “Karena itu, kami mohon kerja sama semua pihak untuk mengikuti kegiatan ini sesuai yang telah ditetapkan,” jelas Yuslan. Sementara itu, Bupati Konawe Utara, Ruksamin saat membuka secara resmi proses pencarian bibit atlet junior di Aula Kantor Kecamatan Asera, Senin (7/6) mendukung penuh kegiatan tersebut. Bupati Ruksamin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora yang telah memilih daerahnya sebagai tempat pelaksanaan pemanduan bakat atlet. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemenpora tentunya atas pelaksanaan kegiatan ini. Program ini tentunya sangat sejalan dengan visi daerah kami, yakni sejahtera dan berdaya saing,” terang Ruksamin. Lebih lanjut, Ruksamin bilang, upaya daya saing dibidang olahraga didaerahnya bisa dilihat dari hasil pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya. Diajang tersebut, Konawe Utara unjuk gigi dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. “Tentunya kami sangat mendukung penuh kegiatan ini dan saya pastikan, jika ada anak yang terpantau memiliki potensi, saya sendiri yang akan mengawal proses pembibitannya. Tidak hanya itu, akan saya siapkan anggaran untuk pembinaan lebih lanjut,” pungkas Ruksamin.

Dipimpin Langsung Bima Sakti, Timnas Indonesia U-16 Mulai Seleksi Tahap Kedua

Dipimpin Langsung Bima Sakti, Timnas Indonesia U-16 Mulai Seleksi Tahap Kedua

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 memulai rangkaian seleksi tahap kedua di Lapangan D, Senayan, Jakarta, pada Senin (7/6). Sebanyak 34 pemain ikut serta pada sesi latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih Bima Sakti. Rangkaian seleksi tersebut akan berlangsung hingga Rabu (16/6) mendatang. Seleksi dimulai sejak pukul 06.00-08.30 WIB, ke-34 pemain yang didatangkan memulai rangkaian seleksi dengan melakukan pemanasan ringan. Adapun sesi pemanasan diawali dengan pembagian dua kelompok besar, dimana masing-masing kelompok harus melakukan jogging dan sesi di atas matras. “Terima kasih kepada Bapak Ketua Umum PSSI beserta jajaran yang sudah memberikan dukungan sehingga seleksi tahap kedua pembentukan Timnas U-16 ini dapat terlaksana. Hari ini kami sudah melaksanakan seleksi hari pertama dan para pemain yang didatangkan merupakan mereka yang sudah melewati seleksi tahap awal di daerah, dengan dibantu oleh 34 Asosiasi Provinsi (Asprov),” kata Bima Sakti. Setelah melakukan sesi pemanasan ringan, pemain pun dibagi menjadi tiga kelompok kecil, dimana masing-masing kelompok fokus pada koordinasi dan komunikasi antar pemain, sambil melakukan pemantapan teknik dasar seperti passing dan dribling. Tak hanya itu, para pemain yang mengikuti seleksi pun kemudian melakukan game kecil pada tiga kelompok kecil tersebut, sebelum akhirnya diakhiri dengan permainan setengah lapangan dan eksekusi tendangan dari titik penalti. “Alhamdulilah seleksi tahap kedua pembentukan Timnas U-16 sudah terlaksana hari ini. Saya sudah memberikan arahan kepada pelatih Timnas U-16 untuk benar-benar melakukan seleksi yang ketat pada tahap ini. Saya harap pemain yang nantinya lolos memiliki sikap disiplin dan pantang menyerah, bukan hanya skill saja yang bagus, tetapi juga sikap yang baik di dalam maupun luar lapangan,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Seleksi tahap kedua ini merupakan rangkaian seleksi terakhir sebelum pembentukan kerangka Timnas U-16. Sebelumnya pelatih Bima Sakti sudah melakukan seleksi tahap awal ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, diikuti seleksi tahap pertama yang digelar pada bulan April lalu. Pemain-pemain terbaik pada seleksi tahap pertama kemudian didatangkan kembali pada seleksi tahap kedua ini, diikuti beberapa pemain tambahan yang akan mengikuti sesi kedua seleksi tahap kedua pada pekan depan. Para pemain akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik selama lima hari di masing-masing sesi, yang akan digelar pada 7-11 Juni 2021 dan 12-16 Juni 2021.

Youth eSport Piala Menpora 2021 Sukses Digelar, Menpora Beri Apresiasi

Youth eSport Piala Menpora 2021 Sukses Digelar, Menpora Beri Apresiasi

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indoensia (Menpora RI), Zainudin Amali, memberikan apresiasi saat menutup Youth Esport Piala Menpora 2021 yang digelar Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Sabtu (5/6). Dalam sambutannya, Menpora Amali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia pelaksana, pengurus DPD AMPI Jawa Timur, DPP AMPI, PB Esports Indonesia serta para sponsor yang telah ikut mensukseskan acara tersebut. “Apresiasi dan terimakasih kepada AMPI Jatim dan seluruh panitia yang telah mengembang amanah dari Kemenpora, amanah dari sponsor dan kepecayaan publik terhadap anda semua. Saya atas nama pemerintah mengapresiasi dan terimakasih. Karena ini sudah berkahir, maka dengan senantiasa mengharapkan ridho dan rahmat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa dengan ucapan syukur alhamdulillah rabilamain Youth eSport Piala Menpora 2021 saya nyatakan ditutup,” kata Menpora Amali. Menpora Amali menilai eSport merupakan salah satu tempat penyaluran bakat bagi anak-anak muda ketimbang mereka melakukan hal-hal yang ada di jalur negatif. “Maka kemudian diwadahi dengan eSport Indonesia, saya juga akhirnya baru tahu tujuan pak Budi Gunawan (Ketum PB eSport Indonesia) sangat baik, sangat mulia sehingga anak-anak muda terwadahi. Dan perputaran uang kalau dhitung sleuruh dunia bukan bicara juta tapi milaiaran dollar di dalam olahraga ini,” ujar Menpora Amali. Selain itu, menurut Menpora Amali olahraga ini pesertanya dapat bertanding dari mana saja dan juaranya bisa siapa saja karena sangat menjunjung sportifitas dan fairness serta hasilnya tidak dapat diatur seperti olahraga yang dilakukan seperti olahraga lainnya. Hal itu terbukti saat 2019 lalu. Kala itu, Indonesia menjadi tuan rumah eSport Piala Presiden yang pesertanya 170 ribuan dari berbagai negara. “Olahraga ini olahraga yang menjung sportifitas fairness bukan karenan kita tuan rumah lalu kita juara. Hari ini kita buktikan penyelengaraan di Surabaya, Jawa Timur. Tapi yang lolos 4 besar tidak ada satupun tim dari Surabaya. Padahal pesertanya paling banyak di Surabaya,” jelasnya. Dengan demikian, Menpora Amali meyakini panitia penyelenggara serius mengurus kegiatan tersebut. Dia pun berharap penyelenggara terutama AMPI Jawa Timur untuk merawat hubungan hubungan dan komunikasi dengan para sponsor yang telah terlibat dalam acara ini. “Tanpa bantaun sponsor tIdak akan ada kegiatan ini. Dijaga kepercayaan sponsor, supaya kalau tahun depan AMPI Jawa Timur masih mau melaksanakan lagi karena sudah kredibel, trust sudah dapat. Maka pasti sponsor memberi lagi turnamen eSports ini,” jelasnya. Menurutnya, turnamen eSports kedepan tidak harus menggunakan nama Menpora dan dipersilakan menggunakan title kejuaraan lainnya. “Menpora hanya di awal saja silakan bawa nama title yang lain. Yang penting kesuksesan Youth Epsort Tournament 2021 yang sudah anda lakukan itu bisa menjadi benchmark untuk AMPI di daerah lainnya,” harapnya. Menpora Amali pun menyampaikan terimakasih atas partisipasi 14 ribuan tim yang telah mengikuti acara ini. “Saya ucapkan terimakasih atas partisipasi Anda. Tanpa kehadiran anda Youth eSport Piala Menpora 2021 ini tidak akan berarti apa-apa dan kepada yang sudah masuk 4 besar atau final saya ucapkan selamat,” tukasnya. Sementara itu, Ketua DPD AMPI Jawa Timur Pranaya Yudha Mahardika mengatakan acara ini digelar sejak tanggal 17 April 2021 dan diikuti 14 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Total hadiah senilai 200 juta dan Piala Menpora. “Youth eSport Piala Menpora alhamdulillah diikuti oleh 14 ribu pendaftar. Ini adalah suatu yang luar biasa yang mana sebelumnya kami tidak menyangka bahwa peminat dari eSport di Indonesia secara nasional bisa sebanyak ini dalam waktu yang singkat kami susun kepanitiaan dan kami iklankan,” ujarnya. Menurut dia, 14 ribu tim tersebut telah bertanding hingga menyisahkan 4 tim dalam laga final. 4 tim yang masuk 4 besar antara lain dari Jakarta sebanyak 2 tim, Bandung 1 tim dan 1 tim dari Malang Jawa Timur. “Alhamdulillah semua sudah selsai dan kami sudah melengkapi seluruh juara yang ada di Youth eSport Piala Menpora 2021. Kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya terutama kepada pak Menpora RI beserta seluruh jajaran,” jelasnya. Sementara itu, Dewan Pembina AMPI Jatim, M. Sarmuji turut merasa bangga karena turnamen e-sport berjalan lancar. Apalagi antusiasme masyarakat juga terbilang besar, terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 70 ribu orang. “Turnamen eSport yang diselenggarakan oleh AMPI ini adalah pekerjaan gila. Bayangkan 14.000 tim atau 70.000 orang mengikuti pertandingan tentu bukan pekerjaan mudah untuk mengelolanya. Dibutuhkan dukungan manajerial yang rapi. Belum lagi waktu penyelenggaraan yang cukup panjang karena jumlah peserta yang luar biasa banyak membutuhkan energi yang sangat besar,” katanya. Pada grand final Youth eSport Piala Menpora 2021, Tim Victim dinyatakan sebagai juara usai menyudahi perlawanan DNPro dengan skor 2-0 dalam permainan best of three tersebut. Grand Final ini diikuti oleh empat peserta, yakni Victim eSport dan Kings eSport dari Jakarta, Next Level eSport dari Bandung, serta DNPro dari Malang. Hadir dalam penutupan Youth eSport Piala Menpora 2021antara lain, Deputi bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Kadispora Jawa Timur Supratomo, Dewan Pembina DPD AMPI Jawa Timur, Sarmuji, perwakilan PB eSports Indonesia, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak, Dewan Kehormatan AMPI Dave Laksono dan Ketum DPP AMPI Dito Ariotedjo.

Kisah Inspiratif Petinju Wanita Indonesia Pertama yang Menjadi Finalis Kejuaraan Asia

Kisah Inspiratif Petinju Wanita Indonesia Pertama Peraih Perak Kejuaraan Asia

Sebuah pencapaian kembali diraih oleh atlet muda Indonesia. Kali ini datang dari atas ring tinju. Adalah Huswatun Hasanah yang mampu mengharumkan nama baik Indonesia di kancah internasional. Petinju berusia 23 tahun itu mencatat sejarah baru sebagai wanita pertama asal Indonesia yang berhasil bertanding di final ASBC Eltire Boxing Championship. Huswatun berhasil meraih medali perak kelas 60 kg pada pertandingan final ASBC Asian Elite Boxing Championship di Dubai, Uni Emirat Arab, pada akhir pekan lalu. Peraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta itu hanya kalah dari petinju Kazakhstan Rima Volossenko pada partai final yang digelar di Le Meredien, 30 Mei. Dia kalah Referee Stops Contest (RSC). Sebelum memijak partai puncak, petinju kelahiran 27 Januari tahun 1998 tersebut lebih dulu mengalahkan Shoira Zulkaynarova (Tajikistan) di babak semifinal dengan skor 3-2. Meskipun belum berhasil mempersembahkan gelar juara untuk Merah-Putih, medali perak Huswatun sangat bersejarah. Huswatun menjadi petinju wanita pertama Indonesia yang mampu menjadi finalis. Sebelumnya, catatan terbaik petinju wanita Indonesia di Kejuaraan Asia hanya mampu merebut medali perunggu atas nama Rumiris Simarmata (48 kg) dan Veronica Nicolas (50 kg). Sedangkan gelar juara terakhir kali diraih petinju putra Hendrik Simangunsong pada Kejuaraan Asia di Bangkok, Thaiand, 1992. Saat itu ia mengalahkan petinju Korea Selatan Choi Ki-soo di babak final kelas light midlleweight 71 kg. “Akhirnya setelah sekian tahun ada lagi petinju Indonesia yang menembus final Kejuaraan Asia dan ini wanita. Terakhir itu, Hendrik Simangunsong di Bangkok, tapi itu kan putra karena putri saat itu belum ada,” kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PP Pertina, Pahotma Sitompul, dilansir dari detikSport. Huswatun akan diproyeksikan menuju SEA Games 2021 di Vietnam bersama petinju lain yang terbagi dalam dua lokasi, Banten dan Batam. Pertina akan melakukan seleksi kepada sejumlah atlet tinju untuk mendapat 11 petinju terbaik di Jakarta pada 8-9 Juni. “Sekarang ini kan jumlahnya masih 200 persen. Jadi akan ada seleksi lagi untuk diambil 11 atlet terbaik yang terdiri dari 3 petinju putri dan 8 petinju putra,” ungkap pria yang karib disapa Ucok ini. Adapun kelas yang dipertandingkan untuk putri, yaitu 51 kg, 57 kg, 60 kg, sedangkan kelas putra terdiri dari kelas layang, 49 kg, 57 kg, 64 kg, 69 kg, 75 kg, 81 kg, 91 kg. “Saya berharap dengan hasil Huswatun di Kejuaraan Asia, di SEA Games kita mendapat hasil terbaik. Ekspetasi saya sangat tinggi karena Asia saja sudah bisa kita pegang,” Pahotma mengharapkan.

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Pada Tahun 2021

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Priska Pada Tahun 2021

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, mengaku dirinya tak ingin terburu-buru naik kelas ke level pemain profesional. Namun, Priska sudah memiliki target pribadi yang ingin ia capai hingga akhir tahun 2021. Salah satu target dari petenis berusia 18 tahun tersebut adalah menembus top 10 junior. Selain itu, ia ingin fokus di Tur Eropa Junior 2021 sepanjang bulan Juni mendatang. Peraih medali perunggu SEA Games 2019 di Filipina tersebut mengaku tak ingin terburu-buru naik kelas ke level profesional seperti yang dilakukan rekan-rekan seangkatannya. Baginya, setiap atlet memiliki jalan karier yang berbeda dan dia sendiri memilih untuk fokus dulu di level junior. Priska juga menambahkan bahwa dirinya tidak risau jika disebut terlambat melakukan transisi ke jenjang profesional. “Setiap petenis punya jalan masing-masing. Dan saat pandemi ini, pilihan turnamen profesional yang tersedia memang lebih terbatas,” ujar Priska dalam rilis Pelti. Priska saat ini tengah fokus mengikuti Tur Eropa Junior 2021 yang akan berlangsung sepanjang bulan Juni dengan mendatangi berbagai kejuaraan elite dunia, termasuk grand slam. Saat ini Priska sedang berada di Prancis untuk melakukan persiapan menuju French Open Junior yang akan berlangsung pada 6-12 Juni. Kemudian, Priska dijadwalkan untuk mengikuti kejuaraan Wimbledon Junior 2021. Selain turnamen grand slam, petenis peringkat ke-17 dunia ini juga bakal berlaga di ajang tenis Grade 1 di Roethampton, Inggris. “Targetku masuk Top 10 ITF Junior akhir tahun ini,” kata Priska penuh keyakinan. Baginya, menembus top 10 junior akan lebih memudahkan jalan transisi menuju level profesional tahun depan. Pasalnya, sesuai aturan Women’s ITF World Tennis Tour, posisi tersebut akan memudahkan Priska mendapatkan fasilitas Junior Exempt. Yakni, fasilitas untuk menembus turnamen profesional dengan minimal total hadiah 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp 360 juta.

Kisah Kadek Agung yang Hampir Berhenti Bermain Sepak Bola Karena Kecelakaan

Kisah Kadek Agung yang Hampir Berhenti Bermain Sepakbola Karena Kecelakaan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia mampu tampil luar biasa saat melawan Thailand pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (3/6/2021) malam WIB. Sempat tertinggal dua kali dari Thailand, dua kali pula Timnas Indonesia mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Salah satu pemain yang mampu tampil luar biasa adalah Kadek Agung. Ia bahkan mencetak gol penyeimbang kedudukan saat tertinggal 1-0. Bersama Evan Dimas, Kadek menjadi sosok sentral dibalik permainan spartan timnas saat melawan Thailand. Namun, mungkin beberapa dari Anda masih banyak yang masih asing dengan sosoknya. Kadek merupakan pesepakbola muda asal Pulau Dewata. Lahir di Luwus, Tabanan. Ia mengaku sudah menyukai sepak bola sejak masih kecil. “Sejak kecil saya sudah belajar bermain sepak bola. Bagi saya sepak bola adalah segalanya. Bapak sering ajak menonton sepak bola dan lingkungan rumah juga olahraga yang populer adalah sepak bola. Hal inilah yang membuat saya suka dengan sepak bola,” kenangnya. Dibalik karirnya saat ini, ternyata ada cerita kurang menyenangkan. Dalam suatu kesempatan, dirinya ada kesempatan mengikuti seleksi kabupaten dan kota untuk Timnas U-19 era Indra Sjafri. Namun, saat sepulang dari sekolah, Kadek mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkannya mengalami cedera parah dan mengharuskannya untuk istirahat total selama satu tahun. “Iya, waktu itu tahun 2014 saya mengalami kecelakaan sepeda motor, harus ada operasi tempurung kaki kiri yang retak, jadi istirahat satu tahun, beberapa waktu tidak sadar, saat dekat rumah tiba-tiba saya sudah tidak ingat lagi dan terbangun sudah di rumah sakit. Begitu tersadar, sudah banyak jahitan dan retak di tangan serta di dagu. Semua operasi pada waktu itu,” ceritanya. Dirinya saat itu sempat terpikir bahwa karirnya di lapangan hijau sudah tamat. Namun semua pikiran itu dilawannya. Motivasi bangkit dari situasi terpuruk, semangat tinggi demi impiannya sejak kecil. Dia dari awal memang bertekad bulat untuk menjadi seorang pemain lapangan hijau yang handal. “Orang tua waktu itu sudah menangis karena mereka tahu jika cita-cita saya ingin menjadi pemain sepak bola. Namun saya tidak putus asa, saya semangatkan diri sendiri, dan dengan tekad yang kuat, saya sembuh dan sedikit demi sedikit kembali bisa berlatih sepak bola. Butuh waktu satu tahun bagi saya untuk tidak bisa bermain sepak bola dan berjuang pulih kembali,” katanya. Sejak itu, fokusnya adalah bermain bola. Setahun tidak bermain sepak bola, tiba-tiba kesempatan bergabung dengan Bali United Youth tiba. Berkat doa orang tua dan keinginan kuatnya, kini I Kadek Agung bukan hanya menjadi bagian klub Bali United yang menjadi kebanggaan warga Bali tempat kelahirannya. Di dalam timnas Indonesia saat ini, dirinya pun sangat serius dan tak pernah main-main dalam menjalani setiap latihan yang diberikan oleh pelatih. Tak heran hasilnya bisa terbukti. Kadek kini menjadi bagian dari skuad Garuda membawa satu hal membanggakan, yaitu berkat golnya ke gawang Thailand, sekaligus pelecut dan bangkitnya semangat bertanding kawan-kawannya untuk terus bertarung hingga wasit meniupkan pluit tanda berakhirnya laga. “Melawan Thailand kemarin memang tidak mudah, walau kita kemasukan gol lebih dahulu, kita mempunyai daya juang tinggi, jadi kita berusaha untuk mendapatkan poin, dengan kerja keras dan penampilan tim yang maksimal di atas lapangan, kami bisa meraih hasil itu. Vietnam adalah lawan berikutnya, saya kira mereka mungkin akan tampil ngotot juga, tapi kita disini juga memiliki daya juang dan semangat yang tinggi, sesudah meraih satu poin lawan Thailand. Itu mungkin menjadi modal dan saya berharap bisa terus tampil baik serta teman-teman semakin kompak untuk bisa meraih tiga poin,” tutupnya. Kini, Kadek Agung mungkin menjadi salah satu pemain harapan para seluruh insan sepak bola di Indonesia untuk membawa timnas bisa berprestasi di masa mendatang. Biodata: Nama Lengkap: I Kadek Agung Widnyana Putra Tempat Tanggal Lahir: Tabanan, 25 Juni 1998 Posisi: Gelandang Klub: Bali United Karir Klub Junior: 2013–2014 (SSB Putra Tresna) 2015–2017 (Bali United Youth) Karir Klub Senior: 2018 – sekarang (Bali United) Tim Nasional: 2019 Indonesia U-23 2021 Indonesia Senior