Sosok Helsya, Kapten Termuda Timnas Wanita

Sosok Helsya, Kapten Termuda Timnas Wanita

Helsya Maeisyaroh kembali menjadi kapten timnas wanita Indonesia pada gelaran Piala AFF Wanita 2022. Ini menjadi kali kedua bagi Helsya untuk mengenakan badge kapten di laga internasional timnas wanita. Terpilihnya Helsya menjadi kapten tim melengkapi catatan pribadi Helsya yang masuk dalam daftar sebelas pemain pertama di kompetisi Piala Wanita AFF 2022. Helsya menjadi salah satu pemain muda yang dipercaya pelatih Rudy Eka untuk menjadi kapten saat usianya baru menginjak 17 tahun. “Memilih Helsya sebagai kapten bukan tanpa alasan. Selain memberikan jam terbang, hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah regenerasi kepemimpinan. Helsya sudah pernah tampil di Piala Wanita Asia, sudah ada pengalaman di level itu, jadi diharapkan jiwa kepemimpinannya terbentuk untuk timnas wanita ke depannya,” ujar Rudy Eka. Mendapat kepercayaan menjadi kapten di gelaran Piala Wanita AFF 2022 menjadi pengalaman paling berharga untuk Helsya. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) ini merasa bersyukur karena diberikan kepercayaan oleh pelatih Rudy Eka untuk menjadi pemimpin tim kala bertanding kontra Thailand dan Malaysia. “Bersyukur dan tidak menyangka saat saya mendapat kepercayaan dari pelatih memakai badge kapten dua kali secara berturut-turut. Selama berlatih dan memperkuat timnas, saya hanya fokus ke pertandingan, bukan tentang menjadi kapten atau tidak. Ini berarti saya punya tanggung jawab bersama teman-teman yang bertanding di lapangan,” ujar Helsya. Pengalaman memakai badge kapten secara dua kali berturut-turut di laga internasional level senior memang baru pertama kali Helsya rasakan. Namun memakai badge kapten saat pemusatan latihan sudah pernah ia rasakan saat tim tengah dalam persiapan menjalani kualifikasi Piala Wanita Asia bulan September lalu, tepatnya saat timnas wanita berhadapan dengan tim sepakbola putri Jawa Barat yang dipersiapkan untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu. “Rasanya berbeda ketika memakai badge kapten di level internasional. Entah kenapa, tapi rasanya tanggung jawab jadi lebih besar dari pada sekedar laga uji coba. Harus benar-benar mempersiapkan mental dan menjaga mental tim juga supaya tidak down ketika menghadapi pertandingan,” tambahnya. Di laga tersisa Helsya berharap kekuatan tim akan semakin kuat dalam menghadapi tim-tim di fase grup a. Apalagi lawan tersisa yang dihadapi adalah lawan yang familiar, seperti Australia dan Singapura yang pernah dihadapi pada Piala Wanita Asia 2022 serta Singapura yang telah berduel dengan Indonesia pada kualifikasi Piala Wanita Asia di Tajikistan pada September 2021 lalu. “Siapapun yang menjadi kaptennya harus bisa menjaga mental dan semangat tim. Karena menjadi kapten berarti mendapat kepercayaan lebih dari pelatih. Semoga timnas wanita bisa memberikan penampilan terbaik di Piala Wanita AFF tahun ini.” tutup Helsya. Di laga fase grup a, timnas wanita Indonesia akan menjalani tiga laga lagi yakni kontra Australia pada 8 Juli 2022, tuan rumah Filipina pada 10 Juli 2022 dan Singapura pada 12 Juli 2022. Sejauh ini, skuat Garuda Pertiwi telah membukukan 1 hasil imbang dan 1 kekalahan. Timnas wanita pun bertengger di peringkat 4 klasemen sementara dengan mengoleksi 1 poin.

Masniari Wolf tak mau terbebani masuk proyeksi Olimpiade

Masniari Wolf tak mau terbebani masuk proyeksi Olimpiade

Perenang keturunan Indonesia-Jerman, Masniari Wolf, mengaku tidak mau terbebani oleh proyeksi untuk tampil di Olimpiade Paris 2024 atau Olimpiade Los Angeles 2028 menyusul keberhasilannya membawa pulang emas pada SEA Games Vietnam bulan lalu. “Saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, tetapi ada banyak orang di tim nasional, sehingga mereka dapat mendukung saya dan mereka juga mencoba untuk pergi ke Olimpiade, dan tekanan tidak hanya ada pada saya,” ujar Masniari saat melakukan bincang media secara daring, Selasa. Atlet berusia 16 tahun itu berhasil meraih emas nomor 50 meter gaya punggung putri pada SEA Games Vietnam, menjadi penyumbang medali emas pertama cabang olahraga renang. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian medali emas renang putri Indonesia selama 11 tahun sejak Yessy Yosaputra berhasil merebut emas pada nomor 200m gaya punggung SEA Games 2011 Palembang. “Saat raih medali emas nomor 50 meter saya cukup terkejut karena bisa berenang secepat itu. Selanjutnya saya ingin tampil di Kejuaraan Dunia junior dan tentu ingin di nomor 100 meter gaya punggung sampai Olimpiade nanti,” ucap Masniari. Perenang yang memiliki darah Batak itu bercerita bahwa dia melakukan pelatihan sendiri bersama klubnya dan bertolak ke Vietnam langsung dari Jerman bersama ibunya untuk mengikuti SEA Games. Bergabungnya Masniari dengan timnas pada menit-menit terakhir tersebut menurut Manajer Tim Renang Indonesia, Wisnu Wardhana, dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk konfirmasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan panitia penyelenggara VISGOC. Wisnu mengatakan sebenarnya sudah melakukan kontak dengan Masniari sejak 2017 dan melakukan pertemuan pada 2019. Saat dunia dilanda pandemi COVID-19, Masniari terus berlatih dan catatannya hampir memecahkan rekornas, yang membuatnya lolos kualifikasi untuk masuk timnas. “Melalui proses panjang Masniari akhirnya bisa tampil di SEA Games dan meraih medali emas. Ini terobosan bagi renang Indonesia karena banyak diaspora Indonesia yang masih punya jiwa nasionalis,” kata Wisnu. “Setelah ini saya akan ke Jerman berharap bertemu pelatihnya langsung memprogramkan Masni untuk bisa masuk ke Olimpiade Paris.” lanjutnya. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Harlin Rahardjo, mengatakan federasi akan terus memberikan kesempatan kepada perenang-perenang muda untuk bisa lebih berkembang. “Masniari ini menjadi project kita untuk menuju Olimpiade 2024 dan 2028 karena kita tidak ingin jago kandang atau pun di SEA Games, walaupun di SEA Games kita masih ketinggalan dari Singapura dan Vietnam,” kata Harlin. “Namun, kita juga punya cita-cita untuk meloloskan atlet untuk Olimpiade yang bukan melalui wildcard atau universality. Semoga ini bisa terwujud di 2024 atau 2028,” ujarnya menambahkan.

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

Kontingen Indonesia berhasil memenuhi target untuk menempati posisi ketiga pada SEA Games 2021 Vietnam. Kontingen yang dipimpin Ferry Kono sebagai Chief de Mission (CdM) ini meraih total 69 medali emas, 91 perak, dan 81 perunggu pada SEA Games 2021 Vietnam. Tidak hanya itu, dari total 69 medali emas, ternyata 30 persen di antaranya diraih atlet yang berusia masih di bawah 23 tahun ke bawah. Ferry Kono pun bangga dengan torehan atlet Merah-Putih di Vietnam. “Dari 69 medali emas yang kita dapatkan, 21 di antaranya diraih oleh atlet muda atau 30 persen,” kata Ferry Kono. “Sementara gabungan atlet senior-junior memberikan 12 medali emas atau 17 persen. Sedangkan 36 medali emas lainnya atau 52 persen diberikan atlet senior,” lanjutnya. Lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) ini mengatakan dari sisi pembinaan, NOC Indonesia bersama pemerintah memang menginginkan induk organisasi cabang olahraga (PP/PB) memberikan kesempatan kepada atlet muda. Hal ini kemudian yang menjadi dasar mayoritas yang dikirim ke SEA Games didominasi atlet-atlet muda. “Atlet termuda yang mendapatkan medali emas itu perenang Flairene Candrea Wonomiharjo, 16 tahun, yang turun di nomor 100m gaya punggung putri,” kata Ferry. “Ada juga Masniari Wolf yang tampil 50m gaya punggung putri. Dia masih berusia 17 tahun. Sama seperti pemanah Arif Dwi Pangestu yang memberikan emas di nomor recurve perorangan putra,” lanjutnya. Di sisi lain, Ferry juga bangga dengan torehan atlet senior. Seperti misalnya Eko Yuli Irawan, lifter 33 tahun yang mampu membawa pulang medali emas di kelas 61kg putra. “Eko tak lagi muda, tetapi pengalaman membuat dia dapat menyumbang medali untuk Tim Indonesia. Kombinasi senior dan atlet muda ini juga kami harapkan bisa berjalan beriringan sehingga atlet muda termotivasi dengan baik dan atlet senior kita mampu membimbing atlet muda dengan pengalaman tersebut,” ujar Ferry. “Itu bisa menjadi modal yang baik bagi Indonesia di multi event olahraga ke depan, terutama dalam merealisasikan misi lima besar dunia melalui DBON,” tambahnya. PERAIH EMAS – ATLET MUDA Kickboxing – Low kick -52kg Putri – Amanda La Loupatty (22 Tahun) Gymnastic Artistic – All-Around Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Gymnastic Artistic – Floor Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Wushu – Taolu Taijiquan Putri – Alisha Mellynar (21) Wushu – Taolu Daoshu+Gunshu Putra – Seraf Naro Siregar (21) Wushu – Sanda 48kg putri – Juanita Malay (21) Aquatic Swimming – 50m gaya punggung putri – Masniari Wolf (17) Aquatic Swimming – 100m gaya punggung putri – Flairene Candrea Wonomiharjo (16) Esports – Free Fire Team – Victor Innosensius (21), Shahih Taskhir (22), Richard William Manurung (23), Nur Ivaldi Fajar (21), Ibnu Nasir Ramdani (21) Shooting – 10m Air Rifle Putri – Mubarokah Dewa Laila (23) Shooting – 10m Air Rifle Putra – Fathur Gustafian (23) Shooting – Mixed Team Air Rifle – Citra Dewi Resti (18), Fathur Gustafian (23) Archery – Recurve Perorangan Putra – Arif Pangestu Dwi (17) Archery – Recurve Perorangan Putri – Rezza Octavia (22) Taekwondo – Kyorugi 63kg putra – M Bassam Raihan (21) Chess – Team Rapid Putri – Medina Wards Aulia (23), Ummi Fisalbillah (22) Cycling – Road Individual Time Trial Putri – Ayustina Priatna Delia (21) Fin Swimming – 100m Bi Fins – Harvey Hubert Marcelo Hutasuhut (20) Badminton – Ganda Putra – Daniel Martin (21), Leo Rollycarnando (21) Weightlifting – 73kg Putra – Rahmat Erwin Abdullah (21) Boxing – 75kg – 81kg – Maikhel Roberrd Muskita (21)

SEA Games 2021. Leo/Daniel Menangkan Laga All Indonesian Final

Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memenangkan laga all Indonesian final pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Laga digelar di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5) sore. Mereka mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan skor 21-17, 21-19. Leo/Daniel mengucap syukur atas pencapaian ini. Mereka pun mempersembahkan medali emas untuk orang tuanya. “Puji Tuhan kita bisa juara di sini. Emas ini saya persembahkan untuk Mama saya yang dari kemarin menanti saya juara,” ucap Daniel. “Alhamdulillah sudah dikasih podium tertinggi di SEA Games. Ini untuk seluruh pendukung dan seluruh masyarakat Indonesia. Terus ini juga buat Mama saya yang tahun kemarin sudah tidak ada,” sambung Leo. “Sebenarnya kita tidak terlalu memikirkan teman-teman yang kita yang sudah juara, karena kita tahu pasti akan ada waktunya. Kita tidak mau terlalu terburu-buru, kita nikmati saja prosesnya,” ungkap Daniel. “Belum puas dengan pencapaian ini karena buat saya kalau sudah turun dari podium, semua dari nol lagi. Terus berusaha, terus kerja keras,” kata Leo. Dengan hasil ini bulutangkis Indonesia total meraih sembilan medali dengan rincian dua emas, dua perak dan lima perunggu.   Sumber: PBSI

SEA Games 2021. Apriyani/Fadia Naik Podium Tertinggi

Pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil naik ke podium tertinggi pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Mereka menyabet medali emas di nomor perorangan usai mengalahkan pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard dengan skor  21-17, 21-14. “Mengucap syukur kepada Allah SWT, kita diberikan kemenangan, diberikan juara tanpa ada cedera. Terima kasih untuk semua doa rakyat Indonesia untuk kita,” kata Apri setelah pertandingan yang berlangsunh di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5). “Kita di sini mau menyatukan hati, mau menyatukan pola permainan. Tanpa target apapun. Kita sama-sama belajar, bagaimana berkomunikasi, bagaimana bermain di lapangan. Kita sama-sama mau menaikkan level kita,” lanjutnya. Diungkapkan Apri/Fadia bahwa salah satu kunci sukses mereka menjadi juara di turnamen pertama ini adalah selalu mengeluarkan aura positif. “Saya selalu bilang ke Fadia, kita harus terus mengeluarkan aura positif di luar lapangan sehingga bisa masuk ke dalam lapangan. Itu juga yang saya lakukan di Olimpiade lalu. Semangat itu yang saya bawa ke Fadia,” tutur Apri. Sementara, Fadia merasa Apri selalu membrikan dukungan penuh baginya. Ia menganggap Apri sangat mempercayainya. “Pertama-tama grogi pasti ada pasangan sama kak Apri, tapi balik ke diri sendiri bahwa saya bisa, percaya diri. Kak Apri juga selalu yakinkan saya, itu yang buat saya yakin,” kata Fadia.

Debut SEA Games, Rezza Octavia Sambar Dua Emas

Debut SEA Games, Rezza Octavia Sambar Dua Emas

Penampilan gemilang tim panahan Indonesia di SEA Games 2021 kian cemerlang berkat kehadiran pendatang baru, pepanah putri, Rezza Octavia. Baru pertama kali tampil di kejuaraan multievent Asia Tenggara, Rezza langsung mempersembahkan medali emas dan bukan hanya satu. Berpartisipasi pada kejuaraan internasional multievent pertama di tingkat Asia Tenggara, Rezza Octavia mampu memukau penonton di SEA Games 2021 Vietnam. Dalam debutnya, Rezza langsung sukses mempersembahkan dua medali emas cabang olahraga panahan dari dua nomor recurve. Emas pertama Rezza Octavia bagi Kontingen Indonesia berasal dari nomor recurve beregu campuran. Mendampingi seniornya, Riau Ega Agata, Rezza ikut merasakan sukacita menjadi juara setelah sukses menekuk pasangan Malaysia dengan skor meyakinkan, 6-2, di Hanoi, Vietnam. Hadirin di Hanoi Sports Training and Competition Center kemudian menyaksikan Rezza Octavia memanah medali emas keduanya saat turun sebagai atlet individu. Ia memenangi nomor perseorangan putri dengan kemenangan telak 6-0 atas wakil Thailand. Rezza sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan dua medali emas sekaligus dalam kesempatan perdananya tampil di SEA Games. “Seneng banget. Ya, jangan cepat puas walaupun hasil sudah bagus. Fokus sama percaya diri aja. Karena keluarga dan seluruh tim sudah mendukung,” kata Rezza. Hingga Rabu (18/5), panahan Indonesia sudah menyumbang empat emas dan satu perak SEA Games 2021 dan berpeluang untuk menambah pundi-pundi medali mereka.

Regenerasi Mulai Berjalan, Atlet Muda Panahan Kian Menjanjikan

Regenerasi Mulai Berjalan, Atlet Muda Panahan Kian Menjanjikan

Hingga Rabu (18/5), panahan Indonesia sudah menyumbang empat emas dan satu perak SEA Games 2021. Bukan soal prestasi saja yang membuat pelatih panahan Nurfitriyana semringah, dia bangga karena regenerasi di tubuh panahan Indonesia mulai terlihat. Panahan sendiri masuk dalam program desain besar olahraga nasional (DBON) yang menargetkan prestasi di Olimpiade. Untuk itu, atlet-atlet muda sudah harus disiapkan. SEA Games 2021 yang menjadi sasaran antara, kini menjadi panggung tiga atlet muda panahan Indonesia. Kemunculan pemanah junior potensial dan berprestasi di ajang dua tahunan ini menunjukkan pembinaan di panahan mulai membuahkan hasil. “Kami punya pemanah junior, yakni Rezza Octavia, Pande Putu Gina Putri Arista, dan Bagas Aprianto yang muncul potensinya di SEA Games 2021 ini,” kata Nurfitriyana, Rabu (18/5). Nama Rezza Octavia performanya memang menjanjikan. Dia berhasil menyumbangkan medali emas nomor recurve peseorangan putri dan campuran berpasangan bersama Riau Ega Agatha. “Ini menunjukkan regenerasi terus berjalan di Panahan. Mereka nantinya yang akan menjadi penerus senior-seniornya kini,” tuturnya.

Amanda La Loupatty Tak Sangka Debut di SEA Games Raih Emas

Amanda La Loupatty Tak Sangka Debut di SEA Games Raih Emas

Amanda La Loupatty sukses meraih medali emas untuk Indonesia di SEA Games 2021 lewat cabang olahraga kickboxing. Dia sukses menjadi juara nomor low kick 52kg. Kemenangan direbut Amanda usai menaklukkan wakil Filipina, Claudine Veloso Decena Berlangsung di Bac Ninh Gymnasium, Jumat (13/5/2022) malam WIB, Amanda tampil dominan. Amanda membuat Claudina tak kuasa menahan serangannya, dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Dia pun tak menyangka debutnya di SEA Games bisa berakhir dengan amat manis. Prestasinya ini terbilang mengagumkan, mengingat ini adalah kali pertama Amanda berkecimpung di kickboxing. Sebelumnya, dia menjadi atlet di cabor wushu, sehingga hanya bisa berterima kasih kepada pelatihnya. “Puji syukur kepada Tuhan. Jujur saya tak menyangka bisa mendapatkan emas. Terima kasih kepada pelatih yang sudah bekerja keras untuk saya,” kata Amanda pada rilis resmi NOC Indonesia. Cabang olahraga yang baru dua kali berpartisipasi di SEA Games ini berhasil meraih prestasi dengan meraih 2 medali emas: Diandra Ariesta Pieter yang turun pada nomor Women’s Full Contact -56 kg dan Amanda La Loupatty yang berlaga pada nomor Women’s Low Kick -52 kg. Selain 2 medali emas, Kickboxing juga membawakan 1 medali perak dari Salmri Stendra Pattisamallo yang turun pada nomor Men’s Full Contact -51 kg, serta medali perunggu yang dipersembahkan oleh Nadya Nakhoir dari nomor Women’s Full Contact -48 kg. Raihan dua medali emas merupakan sebuah pencapaian mengingat kickboxing hanya menargetkan 1 medali emas. Hingga berita ini diturunkan pada pukul 16:00 WIB, tim Merah-Putih masih bertengger di posisi ketiga klasemen perolehan medali sementara dengan raihan 21 emas, 32 perak, dan 25 perunggu. Posisi pertama masih ditempati tuan rumah, Vietnam, disusul Thailand pada posisi kedua. Biodata: Nama lengkap: Amanda La Loupatty Tanggal lahir: 13 Agustus 2000 Berat badan: 52 kilogram Tinggi badan: 161 cm Prestasi: 1. Amanda Loupatty berhasil mendapatkan medali perak dari cabang olahraga Wushu Sanda – Kelas 52 Kg Putri Oktober 2021. 2. Dan saat ini mendapatkan medali emas pada SEA Games 2021, untuk cabang olahraga kickboxing.

SEA Games 2022. Emas Pertama Renang Dari Masniari Wolf

PRSI: Pemanggilan atlet pelatnas renang berdasar pada DBON

Tim renang Indonesia berhasil mendapatkan medali emas pertama dari nomor 50 M gaya punggung putri, yakni Masniari Wolf, pada ajang SEA Games ke 31 Vietnam. Selain satu emas, di hari kedua tim renang juga mengoleksi empat medali perunggu. Total Tim Renang Indonesia telah mengoleksi satu emas dan tujuh perunggu. Dalam final yang berlangsung di My Dinh Water Sport Stadium, Minggu 15 Mei 2022, Masniari turun di lintasan 3 melakukan start yang cukup bagus. Masniari akhirnya finish pertama dengan catatan 29,21 detik. Ini juga jadi rekor nasional baru, sebelumnya milik Sofie Kemala dengan catatan 29,47 detik. Masniari yang menjadi idola, dan baru berusia  16 tahun, merupakan perenang berdarah Batak-Jerman. Ibunya berasal dari Batak dengan marga Siahaan, dan ayahnya dari Jerman. “Senang sekali bisa dapat medali emas di ajang SEA Games. Tadi berenangnya cukup bagus sejak start. Emas ini untuk semua orang yang support aku, masyarakat Indonesia, pelatih, tim Indonesia. Juga Pak Anindya Bakrie yang menyempatkan diri video call,” ucap Masniari. Pada nomor ini, medali perunggu diraih A.A. Istri Kania Ratih, dengan catatan 29,59 detik. Medali perunggu lainnya disumbang Tim estafet 4×100 meter gaya bebas putri yakni Patricia Yosita, Angel Gabriel, Nurul Fajar Fitriati dan Ressa Kania Dewi dengan catatan 03:51,57 detik. Perenang putra Aflah Fadlan Prawira, juga mempersembahkan medali perunggu pada nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putra. Fadlan mencatat waktu 04:23,43 detik. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra, Glenn Victor Susanto meraih medali perunggu dengan catatan 24,30 detik. Sumber: PRSI

Jelang SEA Games 2021, Apriyani Siap Debut Bersama Fadia

Apriyani Rahayu & Siti Fadia Silva Ramadhanti

Setelah tertunda sejak Jerman Terbuka 2022 bulan Maret lalu karena Apri mengalami cedera betis, akhirnya pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti benar-benar akan menjalani debutnya. Tidak tanggung-tanggung, pasangan ini akan debut di Pesta Olahraga Terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam 2021 yang bergulir 16-22 Mei mendatang. Selain Apri/Fadia, Ribka Sugiarto juga menjalani debut bersama Febby Valencia Dwijayanti Gani di ajang ini. Apri, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii mengaku tidak sabar untuk berpasangan dengan juniornya itu. “Saya merasa excited akan bermain bersama pasangan baru yaitu dengan Fadia. Kami mau menunjukkan yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia jadi fokusnya tidak mau ke banyak hal, fokus ke situ saja,” ucap Apri. “Fadia adalah sosok yang semangat dan saya berharap kiranya dia bisa mempertahankan semangat itu untuk menjadi seorang juara,” tambah Apri. Disinggung mengenai cedera betisnya, Apri menegaskan bahwa ia sudah sembuh total. “Alhamdulillah cedera betis saya sudah sembuh total, sehingga persiapan kami sudah maksimal dan kami sudah siap bertanding,” tutur Apri. “Kalau ditanya fokusnya apa di pertandingan nanti, yang terpenting adalah komunikasi sebagai partner. Di dalam lapangan, di luar lapangan, dan saat evaluasi,” jelas Apri. Sementara, pelatih ganda putri Eng Hian atau yang akrab disapa Didi meyakini tidak ada turnamen pemanasan untuk pasangan racikan barunya, tidak akan mempengaruhi performa mereka. “Persiapan berjalan baik, tidak ada cedera apapun. Menurut saya, semua turnamen sama saja, sama pentingnya,” kata Didi. “Saya fokus memberikan latihan pembentukan pola permainan. Untuk hal-hal lain seperti kemistri atau non teknis yg lain nanti akan terlihat di pertandingan,” jelas Didi. “Ini turnamen pertama Apri/Fadia dan Ribka/Febby, saya akan lebih melihat ke pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan,” tutup Didi. SEA Games Vietnam 2021 sedianya digelar tahun 2021 lalu, tapi ditunda ke tahun 2022 ini karena pandemi virus Covid-19.

SEA Games 2021. Tim U-23 Indonesia Tenggelamkan Filipina 4-0

SEA Games 2021. Tim U-23 Indonesia Tenggelamkan Filipina 4-0 Tim U-23 Indonesia terus menunjukkan permainan terbaiknya setelah tampil gemilang dengan menenggelamkan Filipina 4-0. Empat gol Indonesia dilesakkan Muhammad Ridwan (17’), Rizky Ridho Ramadhani (44’), Egy Maulana Vikri (74’), dan Marselino Ferdinan (84’). “Alhamdulillah kita bisa menang besar. 4-0. Permainan juga terus membaik. Kerja sama juga terlihat rapi antarpemain. Satu lagi melawan Myanmar di babak penyisihan grup yang harus kita menangkan. Saya yakin dengan melihat penampilan tadi, kita bisa mengalahkan Myanmar dan memastikan lolos ke semifinal,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Iriawan pun meminta Shin Tae-yong untuk terus menjaga performa pemain sehingga tidak kendur di laga-laga selanjutnya. Sebab pada SEA Games 2021 ini, PSSI menargetkan medali emas. Indonesia baru 2 kali meraih gelar juara atau medali emas sepak bola putra SEA Games. Bersama Vietnam, jumlah itu merupakan yang paling sedikit di antara negara-negara yang pernah meraih gelar bergengsi di ajang multi-olahraga Asia Tenggara itu. Medali emas Indonesia tercipta di tahun 1987 dan 1991. “Saya optimistis kita bisa meraih medali emas. Mari kita bantu doa dan dukungan agar pemain tampil spartan dan bisa mengalahkan semua lawan-lawannya,” imbuh Iriawan. Indonesia masih menyisakan satu laga lagi melawan Myanmar, Minggu (15/5). Kemenangan melawan Myanmar juga tak kalah penting untuk meloloskan ke babak semifinal. Di Grup B persaingan juga masih ketat antara Malaysia, Singapura, dan Thailand.   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Timnas U-23 Siap Tempur Lawan Filipina

Pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa Tim U-23 Indonesia siap tempur melawan Filipina pada laga lanjutan grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Vietnam, Jumat (13/5). “Kami dalam kondisi bagus, semakin meningkat dan sudah siap melawan Filipina. Saya yakin para pemain dapat menampilkan penampilan terbaik mereka di pertandingan tersebut,” kata Shin Tae-yong. Garuda Muda saat ini masih berada di peringkat keempat dengan 3 poin dari dua kali bertanding. Fachruddin dan kawan-kawan tertinggal tiga poin dari Myanmar di peringkat pertama dan 1 poin dengan Vietnam serta Filipina di posisi kedua dan ketiga. Shin Tae-yong menyatakan agar mewaspadai postur tinggi tim lawan serta memanfaatkan situasi tim Filipina yang sudah memainkan tiga laga. “Kami harus lebih kuat main bodi dan intensitas main bodi harus lebih dari yang biasa. Kalau begitu, pasti akan bisa memberikan yang terbaik. Kami juga harus bisa memanfaatkan situasi terkini tim Filipina yang sudah memainkan tiga laga,” tambah Shin Tae-yong. Jalan lolos ke babak semifinal akan semakin terbuka bila Indonesia menang lawan Filipina. Untuk itu dibutuhkan kerja keras, kekompakan, berjuang maksimal dan fokus selama pertandingan berlangsung.   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Timnas U-23 Fokus Hadapi Filipina

SEA Games 2021. Timnas U-23 Fokus Hadapi Filipina   Gelandang sayap Tim U-23 Indonesia, Egy Maulana mengatakan bahwa saat ini kondisi tim dalam kondisi bagus jelang melawan Filipina, Jumat (13/5) besok.   Duel Indonesia versus Filipina akan dihelat di Stadion Viet Tri, Vietnam. Kemenangan menjadi harga mati bagi Garuda Muda bila ingin lolos ke babak semifinal SEA Games 2021.   “Kami fokus ke tim sendiri bagaimana agar kita dapat bermain sebaik mungkin dan mengalahkan Filipina. Kami harus bermain lebih fokus, jangan mengulangi kesalahan dan konsentrasi,” kata Egy.   Pada pertandingan melawan Timor Leste, Egy berhasil mencetak gol pada menit ke-16 untuk membawa Indonesia U-23 unggul 1-0 atas Timor Leste pada babak pertama.   “Bagi saya, itu adalah satu di antara taktik pelatih. Saya juga harus mengikutinya karena saya juga harus menjaga diri saya,” ujar Egy terkait pergantian dirinya di paruh babak kedua oleh pelatih Shin Tae-yong.   Shin Tae-yong mengganti Egy semata karena ingin menjaga tenaga sang pemain untuk melawan Filipina.   “Masih banyak pertandingan ke depan. Apalagi dalam dua partai terakhir di babak penyisihan, kami harus menang. Jadi, saya harus selalu bugar dan beberapa teman juga sudah mulai bugar karena mendapatkan istirahat karena ada yang bermain full dan tidak full,” tukas pemain asal FK Senica tersebut.   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Dayung Sumbang Empat Medali

Indonesia berhasil mendulang empat medali dari empat nomor cabang olahraga dayung pada Rabu (11/5) yang diadakan di Thuy Nguyen Hai Phong Aquatics Center. Pada race pertama kuartet Maslin Efrilia, Dewi Purwanti, Annisa Meilani Yahya, dan Putri Agni Anugrah memenangkan medali perak nomor wWomen’s Quadruple Sculls dengan catatan waktu 7 menit 23 detik. “Meski bukan emas kami sangat bangga, kami sudah melakukan yang terbaik, kami tetap bangga dengan prestasi ini,” kata Maslin Efrilia setelah lomba. Race kedua sangat kompetitif. Duet Kakan Rusmana dan Ardi Isadi finish pertama atas atlet, Thailand dan Vietnam. Catatan waktu yang dibukukan adalah 7 menit dan 1 detik. Berkomentar soal kemenangannya Kakan Rusmana merasa terkejut dan bersyukur dengan hasil ini. “Alhamdulillah, ini adalah medali emas pertama untuk tim dayung. Karena tim quadruple hampir saja menang. Terimakasih atas semua doa dan dukungannya. Kami ingin berterimakasih pada masyarakat Indonesia, NOC, Kemenpora, dan PODSI, terimakasih pada semua pelatih dan kru atas dukungannya pada SEA Games kali ini,” kata Kakan. Pada race ketiga game berjalan sengit. Memo dan Sulfianto memimpin tapi dibayangi oleh atlet dayung Thailand. Mereka berhasil jadi yang tercepat dengan catatan waktu 7 menit 22 detik. “Saya sangat senang. Saya harap rekan tim yang lain juga bisa menang dan mendapatkan medali emas,” kata Memo yang juga pernah berlaga di Olimpiade. Pada race keempat Indonesia kembali mendapatkan medali perak setelah kuartet Chelsea Corputty, Syiva Lisdiana, Aisah Nabila, dan Julianti menjadi yang tercepat kedua dengan catatan waktu 7 menit 16 detik. Meski tidak mendapat medali emas Syiva Lisdiana mengatakan timnya telah memberikan yang terbaik. “Kita telah memberikan yang terbaik, tapi inilah hasilnya. Mudah-mudahan pada race berikutnya kita bisa lebih baik,” kata Syiva. Meski terlihat kecewa Syiva memuji rekan satu tim dan mendorong untuk tampil lebih baik lagi. “Tentunya saya berharap semuanya bisa memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan kita bisa memimpin perolehan medali,” tutup Syiva.   Sumber: NOC

Anin Bakrie, Atlet Renang Adalah Pahlawan Yang Membawa Nama Baik Indonesia di SEA Games 2021

Ketua Umum PB PRSI, Anindya Novyan Bakrie melepas kontingen renang Indonesia yang akan bertanding di 31st SEA Games 2021 Vietnam. Acara yang berlangsung di Aryaduta, Rabu, 11 Mei 2022 ini berlangsung patriotik dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. Timnas renang berkekuatan 17 atlet dikomandoi Pelatih asal Australia Michael Piper dan Pelatih Kepala Albert Sutanto. Tim renang akan memulai lomba 14-19 Mei di My Dinh Water Sports Stadium. Dari 40 nomor renang yang dilombakan, Indonesia mengikuti 36 nomor pertandingan. Rencananya keberangkatan tim terbagi dua kloter yakni 11 dan 12 Mei. Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo telah melepas kontingen besar Indonesia yang berjumlah 776 orang terdiri 499 atlet, 214 offisial dan 63 pendamping. “Bersyukur selama 24 bulan terdampak pandemi bisa membentuk satu tim yang kuat supaya bisa kompetitif di Hanoi. Terima kasih juga kepada pemerintah yang membuat cabang renang masuk DBON. Untuk itu saya minta teman-teman berjuang keras untuk membuat prestasi lebih baik lagi dibandingkan di Filipina,” ujar Anindya Novyan Bakrie. “Di Filipina kita membuat sejarah saat polo air meraih medali emas mengalahkan dominasi negara lain. Kali ini berharap bisa lebih banyak lagi emas-emas dan medali lain supaya tujuannya memastikan Merah-Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang,” harap Anin. Anin juga menjelaskan dengan adanya G20 negara-negara besar dunia, menjadi tanda-tanda Indonesia menjadi pemimpin dunia. “Jadi buat para perenang, anda semua adalah pahlawan bukan hanya memperjuangkan Indonesia di medan perang, tapi pahlawan yang akan bawa nama baik Indonesia,” papar Anin. Pada SEA Games 2019 Filipina, Tim renang mengoleksi satu medali emas, enam medali perak dan tujuh medali perunggu. Berikut tim renang Indonesia : Tim Pelatih : Wisnu Wardhana (Manajer), Albert Sutanto (Pelatih Kepala), Dony B. Utomo, Marifa Herman Yus, Hendry Sutanto, Michael Piper (Australia). Putra : Aflah Fadlan Prawira (kapten), Glen Victor Sutanto, I Gede Siman Sudartawa, Gagarin Nathaniel Yus, Farrel Armandio Tangkas, Joe Aditya Kurniawan, Erick Ahmad Fathoni, Pande Made Iron Digjaya, Putri : Patricia Yosita (kapten), Ressa Kania Dewi, Azzahra Permatahani, A.A. Istri Kania Ratih, A.A. Vannesae Evato, Nurul Fajar, Flairene Chandrea, Angel Gabriele Yus, Masniari Wolf.   Sumber: PRSI

SEA Games 2021. Gebrakan Pecatur Indonesia Pada Hari Pertama

Hari pertama kompetisi catur di SEA Games ke 31 dibuka dengan gebrakan yang kuat dari tim Indonesia. Berlaga di Quang Ninh Exhibition Center Indonesia mempertemukan babak final all Indonesian antara IM Irene Kharisma Sukandar lawan WIM Dewi Ardhiani Anastasya Citra. Pada nomor individu putra GM Novendra Priasmoro mengalahkan FM Lik Zang Lye dari Malaysia, serta IM Mohamad Ervan mengalahkan IM Wynn Zaw Htun dari Myanmar. Sedangkan pada nomor individu putri Dewi Ardhiani Anastasya Citra mengalahkan Irene Kharisma Sukandar. Berbicara tentang penampilan hari pertama IM Mohamad Ervan mengatakan dua game yang telah dimainkan berjalan cukup baik. “Game pertama di sesi pagi cukup sulit tapi saya mampu mengatasinya. Untuk game kedua saya tidak mengambil resiko terlalu tinggi, fokus untuk besok, jadi main draw,” kata Ervan. “Besok saya akan diskusikan strategi dengan pelatih. Tapi karena kita menggunakan sistem Swiss jadi belum tau akan lawan siapa. Tapi saya punya waktu untuk bersiap,” kata pemain berusia 29 tahun itu. GM Novendra Priasmoro yang menang atas atlet tuan rumah percaya persiapan yg sudah dilakukan telah membuatnya tampil baik. “Game kedua sulit tali saya berhasil main tanpa beban. Saya rasa saya telah mempersiapkan diri dengan baik,” kata Novendra. Pada nomor individu putri Dewi Ardhiani mengatakan sedang beruntung ketika berhadapan dengan wakil Malaysia. “Semuanya saingan yang tangguh dan saya mengakui sedang beruntung pada game kedua. Saya akan mempersiapkan diri bersama pelatih untuk pertandingan besok. Jadi kita akan punya persiapan khusus,” kata Dewi. Senada dengan Dewi Ardhiani unggulan pertama Irine Kharisma juga setuju dengan pernyataannya. “Semua orang adalah ancaman. Mereka adalah perwakilan terbaik masing-masing negara. Mereka telah melalui kualifikasi untuk sampai disini. Jadi untuk tujuh putaran berikutnya saya tidak boleh lengah,” kata Irine. “Satu dari dua game yang dimenangkan sayangnya saya tidak bermain dengan baik. Tapi turnamen masih panjang apa pun bisa terjadi. Saya harus fokus, mengatur (strategi) kembali, dan mulai dengan lebih baik besok,” kata Irine.   Sumber: NOC

Timnas U-23 Paksa Timor Leste Angkat Koper dari SEA Games 2021.

QTim U-23 Indonesia menang 4-1 atas Timor Leste pada laga kedua Grup A cabang sepak bola SEA Games 2022 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam (10/5). Awal babak pertama, Marc Klok menjatuhkan Mouzinho Barreto De Lima di kotak penalti dan mendapat kartu kuning. Mouzinho sendiri selanjutnya yang jadi eksekutor dan melepas sepakan ke arah kanan, namun kiper Ernando Ari Sutaryadi cermat membaca arah bola dan menepisnya. Di menit ke-15′, Egy Maulana Vikri mencatatkan namanya di papan skor. Syahrian Abimanyu melepas umpan lambung ke sisi kanan gawang Timor Leste dan disambut sundulan dengan Rizky Ridho. Bek asal Persebaya Surabaya itu mengarahkan bola ke depan gawang dan disambut dengan tembakan voli tanpa cela dari Egy. Kemudian tiga gol lainnya dilesakkan Witan Sulaeman menit ke-52’, 76’, dan Fachruddin Wahyudi Aryanto 58′. Sedangkan satu-satunya gol Timor Leste dicetak Mouzinho menit ke-69’. Bagi Garuda ini adalah kemenangan perdana setelah di pertandingan pertama kalah 0-3 Vietnam (6/5). Sebaliknya bagi Timor Leste menjadi kekalahan ketiga dan dipastikan mereka tersingkir. Laga pertama mereka Jumat (6/5) lalu, skuad asuhan Fabio Magrao kalah 0-4 dari Filipina dan di laga kedua kalah 2-3 dari Myanmar (8/5). “Di awal laga tim memang belum menunjukkan permainan yang bagus. Tetapi, perlahan namun pasti kita mulai bangkit dan mencetak 4 gol. Saya berharap permainan tim terus meningkat saat melawan Filipina dan Myanmar,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Iriawan juga berharap cedera Alfeandra Dewangga tidak parah. Pemain asal PSIS itu ditarik Shin Tae-yong di pertengahan babak kedua dan digantikan Firza Andika. “Melawan Filipina dan Myanmar kita harus menang untuk memastikan tiket ke semifinal. Saya yakin peluang kita terbuka lebar kalau melihat grafik tim ini yang terus meningkat,” imbuh Iriawan. Indonesia akan kembali memainkan pertandingan ketiga melawan Filipina (13/5) dan terakhir akan menghadapi Myanmar (15/5).   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Presiden Joko Widodo: Raih Prestasi Setinggi-tingginya

Saat pelepasan kontingen Indonesia di Istana Negara (9/5) Presiden Joko Widodo berharap tim Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam tetap menorehkan prestasi dengan raihan medali sebanyak-banyaknya meski dilakukan perampingan jumlah kontingen dari SEA Games sebelumnya. “Saya ingin kontingen yang sekarang, yang tadi disampaikan oleh Menpora lebih ramping. Tetapi kita semuanya, masyarakat Indonesia ingin kontingen ini meraih prestasi yang setinggi-tingginya, meraih medali yang sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara kita, bangsa kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi. Presiden mengatakan, pada SEA Games Singapura 2015 Indonesia berada di peringkat ke-5, kemudian SEA Games Malaysia 2017 di peringkat ke-5, dan SEA Games Filipina 2019 berada di peringkat ke-4. Presiden Jokowi menargetkan Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada SEA Games di Singapura 2015 lalu, Indonesia meraih peringkat kelima. Kemudian saat penyelenggaraan SEA Games di Malaysia, Indonesia juga menempati posisi kelima. Sedangkan saat SEA Games 2019 di Filipina, Indonesia meraih peringkat keempat. “Kali ini kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita bisa masuk ke ranking ketiga, kedua, atau yang kesatu,” harap Jokowi. “Memang bukan hal yang mudah. Tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas. Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, kontingen SEA Games ke-31 di Vietnam pada hari ini saya berangkatkan,” kata Jokowi. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini pihaknya menerapkan paradgima baru dalam pembinaan prestasi olahraga terutama setelah lahirnya UU Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimana target utama pretasi olahraga adalah peringkat olimpiade sementara SEA Games dan Asian Games hanya sasaran antara. “Diharapkan dengan cara seperti ini, maka atlet yang diberangkatkan serta nomor pertandingan dari cabang olahraga yang diikuti benar-benar didasari dari track record catatan prestasi serta pertimbangan objektif lainnya. Bukan berdasarkan alasan subjektif,” ujar Menpora Amali.   Sumber: Kemenpora

Presiden Joko Widodo Melepas Tim Indonesia Menuju SEA Games 2021 

Senin (9/5) pagi Presiden Joko Widodo melepas Tim Indonesia menuju SEA Games 2021 Vietnam tahun 2022 di Istana Negara. Turut hadir Menpora Zainudin Amali para menteri kabinet, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, Ketua Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia SEA Games 2021 Vietnam Ferry J Kono serta para atlet tim SEA Games 2021. Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Menpora Amali mengawali dengan menyampaikan terimakasih atas nama kontingen Indonesia karena telah berkenan menerima dan melepas secara resmi kontingen Indonesia. Kemudian, Menpora Amali menyampaikan bahwa pengiriman kontingen Indonesia SEA Games Vietnam 2021 berbeda dengan pengiriman atlet pada SEA Games Filipina 2019 yang lalu. Sebab, saat ini telah dilakukan perubahan mendasar yakni perubahan paradigma dalam pembinaan prestasi olahraga nasional. “Mempedomani arahan bapak Presiden pada peringatan Haornas ke-37 tahun 2020 yang lalu kepada kami dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional. Maka, lahirlah Desain Besar Olahraga Nasional dan telah dikuatkan oleh Perpres nomor 86 tahun 2021 yang menjadikan target utama pembinaan prestasi olahraga nasional adalah peringkat Indonesia di tingkat dunia pada setiap olimpiade. Sedangkan Asian Games dan SEA Games ditempatkan hanya sebagai sasaran antara saja,” kata Menpora Amali Menurut Menpora Amali, dalam penentuan keikutsertaan kontingen Indonesia pada setiap multi event olahraga internasional didasarkan pada hasil rekomendasi tim review yang terdiri dari para akademisi, praktisi, perwakilan KONI dan perwakilan KOI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mochammad Asmawi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Diharapkan dengan cara seperti ini, maka atlet yang diberangkatkan serta nomor pertandingan dari cabang olahraga yang diikuti benar-benar didasari dari track record catatan prestasi serta pertimbangan objektif lainnya. Bukan berdasarkan alasan subjektif,” harapnya Pada SEA Games 2021 kontingen yang berangkat berjumlah 776 orang, terdiri dari atlet 499 orang, ofisial 214 orang, pendamping 63 orang dengan mengikuti 318 nomor pertandingan dari 31 cabang olahraga. Jumlah ini jauh berkurang bila dibandingkan dengan kontingen Indonesia yang dikirimkan ke SEA Games ke-30 di Filipina tahun 2019 yang lalu yaitu 1304 orang, terdiri dari atlet 841 orang, ofisial 300 orang dan pendamping 163 orang. “Walaupun jumlahnya berkurang tetapi diharapkan tetap dapat menjadi tolak ukur pembinaan prestasi olahraga nasional,” ujar Menpora Amali. Sementara itu, dalam arahannya, Presiden Jokowi berharap meski dilakukan perampingan kontingen. Namun tetap meraih prestasi yang tinggi dan medali sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara dan bangsa Indonesia. Presiden mengatakan, pada SEA Games Singapura 2015 Indonesia berada di peringkat ke-5, Kemudian SEA Games Malaysia 2017 di peringkat ke-5, dan SEA Games Filipina 2019 berada di peringkat ke-4. “Kali ini, kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita bisa masuk ke rangking yang ke-3, yang ke-2 atau yang ke-1. Memang, bukan hal yang mudah, tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas,” ujar Presiden Jokowi. Sumber: Kemenpora

Asnawi Mangkualam Perkuat Lini Pertahanan Timnas U-23

Pemain belakang Tim U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam sudah bergabung di Vietnam untuk SEA Games 2021. Sebelumnya dia absen di laga perdana karena tenaganya dibutuhkan Ansan Greeners di Liga 2 Korea Selatan. Pemain 22 tahun sudah ikut latihan pada Minggu (5/5) di lapangan komplek Stadion Viet Tri. Namun, dia masih harus berlatih terpisah untuk fokus pemulihan. “Tentunya senang bisa kembali bergabung dengan teman-teman disini,” kata Asnawi. “Saya berharap semua pemain mempersiapkan diri lagi untuk laga selanjutnya, karena tiga pertandingan sisa sangat penting di penyisihan grup karena kami wajib memenangkan untuk melaju ke babak berikutnya,” lanjutnya. Asnawi juga memberikan kabar terbaru setelah alami cedera serius di laga terakhir bersama Ansan Greeners. Dari tayangan video, terlihat kaki eks PSM Makassar itu tertekuk setelah jatuh dengan tumpuan yang kurang sempurna. “Kondisi alhamdulillah baik. Mungkin ada sedikit rasa ganjal bagian engkel dan masih proses pemulihan. Semoga secepatnya bisa kembali pulih dan bermain. Tapi harapannya sudah main laga berikutnya,” imbuh Asnawi Mangkualam. Untuk lawan Timor Leste esok hari, Asmawi mengimbau agar Tim U-23 tidak meremehkan lawan. Semua tim yang ikut SEA Games 2021 sudah pasti lakukan persiapan dengan baik jadi harus diwaspadai. “Tentunya semua tim yang main di SEA Games ini pasti bagus. Kita tak bisa anggap remeh lawan. Yang penting semua pemain fokus, bisa konsentrasi untuk bisa menangkan laga karena lawan Timor Leste penting karena harus tiga poin supaya bisa lebih baik lagi di sisa laga,” tukas pemain asal Makassar tersebut.   Sumber: PSSI