Atlet Panahan Berkuda Usia 14 Tahun Ini Sabet Emas di Ajang Bergengsi Eropa

Rayyan Abdul Karim

Di usia yang baru 14 tahun, Rayyan Abdul Karim Ardianto menorehkan tinta emas untuk Indonesia di kancah olahraga ekstrem dunia. Bertanding di ajang bergengsi International Horseback Archery Championship 2025, Rayyan mencuri perhatian dunia usai menyabet medali emas, mengalahkan atlet-atlet top dari Inggris hingga Hungaria. Berlaga di Pomaz, Hungaria, pada 1–3 Agustus 2025, Rayyan yang membela Wening Academy Student, tampil di kategori Stars: HA4–HA6 Junior kelas Tower 90. Di hari pertama kompetisi, Rayyan sukses membungkam para pesaingnya dengan aksi memukau di atas kuda Hucul yang setia membawanya menuju podium tertinggi. Rayyan berhasil mengalahkan para peserta lainnya dari berbagai negara yang sebagian besar berusia lebih tua darinya. Ia berhasil memanah dengan akurat dan konsisten, menjadikannya sebagai peserta talen muda yang sangat diharapkan di masa depan. Prestasi Rayyan ini mendapat pujian dan penghargaan langsung dari ketua Federasi Panahan Indonesia, Otto Rajasa. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Rayyan. Ini menunjukkan bahwa pelatih dan program pelatihan kami benar-benar berfungsi,” kata Rajasa. Kemenangan Rayyan ini membuat Indonesia semakin dikenal di dunia olahraga panahan berkuda. Itu juga membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih prestasi dan sukses, dengan usia yang masih muda, Rayyan memiliki potensi besar untuk menjadi atlet panahan berkuda yang handal dan berprestasi di masa depan. Rayyan memang dikenal sebagai pemanah muda yang berbakat sejak awal. Ia telah menunjukkan kemampuannya di berbagai kompetisi dan pertandingan baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan prestasi ini, Indonesia mengharapkan Rayyan dapat menginspirasi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi di kancah internasional. Selamat kepada Rayyan Abdul Karim Ardianto atas prestasi nya! Semoga ini menjadi langkah awal dari banyak kemenangan dan prestasi lainnya di masa depan. Indonesia berharap kamu terus menjadi inspirasi untuk generasi muda atlet di negeri ini.

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Selesai sudah Kejuaraan Nasional Angkat Besi dan Junior Pupuk Indonesia 2025. Ada 74 rekor nasional berhasil dipecahkan. Pada ajang yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Senin (3/8/2025), 44 rekornas pecah di kelas remaja dan 30 rekornas pecah di kelas junior dari 20 kelas yang dipertandingkan. Total ada 150 atlet ikut dari 25 provinsi. Selain itu, pada Kejurnas kali ini, lifter-lifter pelatnas yang dipersiapkan menghadapi ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 Di Manama, Bahrain, juga tampil sebagai bintang tamu, diantaranya, M.Rijal Abdillah di Kelas 60kg, Immanuel Leonard Aipassa (65kg), serta Juara Asia Remaja Putri, Alya Maulida di kelas 77kg. “Banyaknya pemecahan Rekornas membuktikan bahwa, daerah-daerah betul betul mempersiapkan atlet remaja dan junior cukup serius,” kata Sekjen Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono dalam rilis kepada detikSport. Meski begitu, Djoko juga menyayangkan ada beberapa lifter jagoan di kategori remaja ini tidak didaftarkan oleh daerahnya masing-masing. Padahal, mereka diharapkan bisa menjadi pembanding bagi lifter-lifter Pelatnas AYG yang tampil di Kejurnas ini. “Seharusnya, pada Kejurnas setiap Pengprov harus menerjunkan atlet yang terbaik. Buat apa mereka dibina seolah-olah disembunyikan. Ini level Kejurnas, kenapa ada daerah yang hanya menunjuk perwakilan dari Pengcab untuk mengikuti Kejurnas. Sangat disayangkan,” sambung Djoko. Mengomentari hasil yang diraih oleh para lifter Pelatnas AYG 2025, Djoko Pramono mengaku belum puas. Performa mereka harus ditingkatkan lagi. “Mereka belum tampil maksimal. Saya harapkan mereka untuk lebih baik lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi AYG 2025. Rencananya, kami akan mengirimkan sebanyak 10 lifter yang berpotensi meraih medali,” papar Djoko. Sementara itu, di kategori Remaja, Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan perolehan 6 emas, Sumatera Utara berada di peringkat kedua dengan 5 emas, 3 perak, serta 1 perunggu, dan peringkat ketiga diraih Jawa Barat (3-3-3). Di kategori Yunior, peringkat pertama diraih Besi Jawa Timur (9-2-1), Jambi di posisi kedua (6-2-1), serta peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (5-3-1). Pada Kejurnas kali ini, gelar The Best Lifter Kategori Remaja jatuh kepada lifter putri asal Jawa Tengah, Lintang, yang tampil di kelas +63kg, sementara di bagian putra ada lifter asal Jawa Timur Samuel (71kg). Sedangkan di kategori Yunior, lifter putra asal Lampung, M.Husni (60kg) dinobatkan sebagai lifter terbaik. Di putri, Dewani Ramadhan (+63kg) jadi yang terbaik. Sumber: detiksport

SDUT Bumi Kartini Pertahankan Gelar, SD 3 Bulucangkring Jadi Juara Baru

Putri Lestari timnya mendapat guard of honour sebelum menaiki podium sebagai juara KU 10 pada MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Minggu 3 Agustus 2025.

KUDUS, 3 Agustus 2025 – Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025 – 2026 yang bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (3/8) berlangsung seru dan menegangkan. SDUT Bumi Kartini Jepara menunjukkan supremasi dengan mempertahankan gelar juara KU 12 kelima beruntun, usai mengalahkan SDN Jambean 02 Pati di final dengan skor 3-2. Sementara itu, SD 3 Bulungcangkring keluar sebagai juara baru usai membuat kejutan dengan mengalahkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain, yang berstatus dua kali juara pada MLSC Kudus Seri 2 2024 dan MLSC Kudus 2025.  Partai puncak KU 12 yang mempertemukan SDUT Bumi Kartini Jepara melawan SDN Jambean 02 Pati berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Sebagai juara bertahan, SDUT Bumi Kartini Jepara mendominasi permainan sepanjang pertandingan. Si kembar, Rara Zenita Fatin dan Rere Zenita Farza menjadi momok di jantung pertahanan SDN Jambean 02 Pati. Kendati demikian, disiplinnya barisan pertahanan SDN Jambean 02 Pati membuat jalannya pertandingan di babak pertama minim gol. Hanya tercipta satu gol di paruh pertama saat Rere melepaskan sontekan mendatar setelah melakukan kerjasama apik dengan Rara pada menit ke-7 dan membuat timnya unggul 1-0.  Unggul pada 15 menit pertama tidak membuat SDUT Bumi Kartini Jepara mengendurkan serangan. Hasilnya, mereka bisa kembali menambah dua gol di babak kedua yang diborong oleh Rara. Walau begitu, SDN Jambean 02 Pati juga berhasil mencetak dua gol balasan melalui situasi bola mati yang ditorehkan sang pemain andalan Hafiza Khairan Lubna Lista. Tetap unggul dengan kedudukan 3-2 sampai pertandingan berakhir membuat SDUT Bumi Kartini Jepara bisa mengunci gelar kelima beruntun mereka di MilkLife Soccer Challenge. Rara yang menjadi pahlawan kemenangan SDUT Bumi Kartini Jepara bersyukur karena bisa membawa sekolahnya kembali meraih podium tertinggi di MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 – 2026. Tak hanya itu, Ia juga sukses mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 43 gol. “Tadi menurut saya lawan bermain sangat baik, terutama dalam bertahan, tapi berkat kekompakan dan kesabaran untuk bisa mencetak gol akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Saya sangat senang bisa membantu tim menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge untuk kelima kalinya. Semoga saya bisa terus meraih lebih banyak lagi prestasi yang membuat orang tua bangga,” kata Rara.  Sementara itu, laga sengit juga terjadi di final KU 10 antara SD 3 Bulungcangkring kontra SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Striker SD 3 Bulungcangkring, Lutfia Indriana Putri menciptakan gol dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Meski kedua tim memperlihatkan agresivitas dalam menyerang setelah gol tersebut, keunggulan 1-0 untuk SD 3 Bulungcangkring bertahan hingga jeda babak pertama. Dalam situasi tertinggal, SD Muhammadiyah Birrul Walidain berusaha meningkatkan upaya mencetak gol balasan di paruh kedua. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan dan tertinggal 0-2. Gol tersebut diciptakan kapten SD 3 Bulungcangkring, Putri Lestari dengan melepaskan tembakan jarak jauh. Menolak menyerah, SD Muhammadiyah Birrul Walidain akhirnya bisa menciptakan gol balasan setelah mendapatkan hadiah penalti yang sanggup dimaksimalkan menjadi gol oleh Keisha Athira Imawan. Walau begitu, SD 3 Bulungcangkring sanggup mempertahankan keunggulan 2-1 hingga pertandingan berakhir. “Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di pertandingan final. Saya juga sempat grogi karena lawan bermain bagus dan lebih diunggulkan menjadi juara. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua,” ucap Putri yang juga merupakan Top Scorer KU 10 dengan 54 gol. Kualitas Pesepakbola Putri Kudus Kian Meningkat dan Merata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyambut positif kembali diselenggarakannya MilkLife Soccer Challenge. Diikuti oleh 1.370 siswi dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kudus dan sekitar, ia menilai bahwa animo peserta pada turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini ini masih sangat tinggi. Dirinya berharap agar kelak lahir pesepakbola putri profesional dari Kudus dan daerah sekitar. “Semoga putri-putri Kudus bisa menjadi pemain nasional dan kelak bertanding di level internasional. Tentu kita mendukung kegiatan ini dan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga agar menggerakkan para pelajar untuk rutin berolahraga. Karena olahraga juga membuat anak-anak semakin kuat secara otot dan perkembangan otak maupun motorik yang diharapkan nantinya menciptakan generasi emas,” kata Sam’ani. Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Kudus, Yayat Hidayat menilai bahwa kualitas para putri Kudus mengalami peningkatan dan merata baik dari KU 10 maupun KU 12. Selain itu, dari hasil pemantauan selama turnamen berlangsung 29 Juli – 3 Agustus, tak sedikit pula peserta baru yang menarik perhatian tim talent scouting. Ia beserta jajaran tim sudah mengantongi sebanyak 50 nama dari KU 10 dan 20 pesepakbola dari KU 12 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training yang bergulir secara rutin dan intensif selama tiga kali dalam sepekan. “Peserta pada MLSC Kudus Seri 1 2025 – 2026 mengalami peningkatan secara kualitas dan merata. Hal ini tentu menjadi angin segar karena ternyata masih banyak bibit-bibit potensial di Kudus yang baru muncul. Mereka akan kami latih secara rutin di Supersoccer Arena yang nantinya akan terpilih mewakili skuad Kudus pada MLSC All Stars 2026,” ucapnya antusias. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, Kudus masih menjadi lumbung potensial lahirnya talenta pesepakbola putri usia dini. Ia mengimbau agar para atlet semakin mengasah kemampuan dan lebih menekuni sepak bola dengan bergabung ke klub SSB. Sebab tak hanya MLSC, ada pula turnamen level usia lebih tinggi yakni HYDROPLUS Soccer League U-14 yang rutin diselenggarakan sepanjang tahun dari 2023, 2024 dan 2025, serta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16. “Kami harap semangat para pesepakbola putri masa depan tak hanya sampai di sini, tapi terus berkobar dengan bergabung ke SSB serta rutin mengikuti turnamen secara rutin dan berjenjang untuk mengukur kemampuan. Sampai nantinya mereka bisa menjadi skuad timnas putri dan kelak membela Indonesia di level internasional. Kami memanggil seluruh srikandi muda sepak bola di 10 kota penyelenggaraan MLSC untuk berpartisipasi dan bersama memajukan sepak bola putri Tanah Air,“ tutur Yoppy. Pada MLSC Kudus Seri 1 2025 – 2026 terdapat tiga SSB yang membuka pendaftaran secara langsung untuk para peserta, yakni SSB Arema Malang Cabang Semarang, Sultan Kudus United (SKU), dan SSB Lysandra Demak. Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 … Read more

Hadirkan Mana Iwabuchi, MilkLife Soccer Challenge Gelar Coaching Clinic untuk Para Pesepakbola Putri Belia

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyerahkan cinderamata berupa kain tradisional Indonesia kepada Mana Iwabuchi.

JAKARTA – Demi terus mengasah kemampuan talenta-talenta muda sepakbola putri Indonesia, MilkLife Soccer Challenge menggelar pelatihan bertajuk “Coaching Clinic with Mana Iwabuchi” pada Minggu 3 Agustus 2025, di Pancoran Soccer Field, Jakarta. Bekerja sama dengan The Pokémon Company, Mana Iwabuchi, mantan pemain Tim Nasional Sepakbola Wanita Jepang, didatangkan untuk berbagi pengalaman sekaligus transfer ilmu kepada lebih dari 100 peserta yang berasal dari Jakarta dan Tangerang. Mereka yang mengikuti Coaching Clinic with Mana Iwabuchi merupakan para pesepakbola putri berusia 8-12 tahun, termasuk yang pernah berpartisipasi dalam kejuaraan MilkLife Soccer Challenge sebelumnya di Jakarta dan Tangerang. Sebanyak 50 peserta dari Jakarta dan 51 peserta dari Tangerang mendapatkan kesempatan emas untuk belajar langsung dari salah satu pemain wanita terbaik dunia. Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, bahwa Coaching Clinic with Mana Iwabuchi merupakan salah satu cara untuk terus mengasah bakat dan kemampuan para pesepakbola putri Indonesia dengan menghadirkan figur yang dapat menjadi panutan dan menginspirasi. “Ini adalah kesempatan luar biasa bagi para talenta-talenta muda sepakbola putri kita untuk belajar dari yang terbaik, mengasah keterampilan mereka, dan semakin mencintai olahraga sepakbola. Mana Iwabuchi adalah figur yang sangat inspiratif dan bisa menjadi role model bagi mereka untuk terus berkembang di sepakbola. MilkLife Soccer Challenge berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan sepak bola wanita di Indonesia,” ungkap Teddy. Sebagai pesepakbola profesional, Mana Iwabuchi memiliki rekam jejak yang mengesankan. Mengawali karirnya dari klub Jepang Nippon TV Beleza dengan catatan impresif 64 penampilan dan 30 gol, ia kemudian melanglang buana ke berbagai klub elite Eropa seperti 1899 Hoffenheim, Bayern Munich, Aston Villa, Tottenham Hotspur, hingga Arsenal.  Pemain yang berposisi sebagai striker ini juga telah memperkuat Timnas Putri Jepang di berbagai kelompok usia dengan torehan total 46 gol. Ia pun menjadi bagian penting dari keberhasilan Timnas Jepang menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2011. Selama coaching clinic, Mana Iwabuchi mengaku kagum dengan semangat yang diperlihatkan para pesepakbola putri Indonesia. Ia optimistis, dengan terus konsisten berlatih dan bertanding, maka ke depannya sepakbola putri Indonesia akan mampu bersaing dan meraih prestasi di kancah dunia. “Saya sangat senang melihat adik-adik bersemangat untuk berlatih sepakbola bersama saya. Saya yakin, jika mereka terus punya semangat untuk tekun berlatih, mereka akan mampu meraih mimpi menjadi pesepakbola yang hebat dan berprestasi,” ujar Mana Iwabuchi. Pemain yang kenyang pengalaman bertanding di level Piala Asia, Olimpiade, dan Piala Dunia ini juga memberikan pesan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan agar setiap pemain, harus menikmati setiap momen dalam sepakbola, mulai dari berlatih hingga bertanding.  “Untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat, kita harus menikmati prosesnya. Menjalani latihan dengan gembira, sehingga kita akan konsisten. Kemudian saat bertanding, kita harus fokus, mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki di lapangan,” pesannya. Coaching Clinic With Mana Iwabuchi diawali dengan Ice Breaking & Warming Up yang dimaksudkan untuk membangun suasana yang menyenangkan dan mempersiapkan fisik peserta. Kemudian Technical Session, yakni sesi latihan intensif yang berfokus pada teknik dasar sepak bola. Dalam sesi ini, peserta akan dibagi menjadi empat grup. Setiap grup, dengan sekitar 16-25 pemain, secara bergiliran mengikuti empat pos pelatihan yang berbeda. Setiap pos akan dipandu oleh satu pelatih profesional dan fokus pada satu aspek kunci dalam sepak bola. Keempat pos tersebut dibagi menjadi dribbling, passing, ball control, dan shooting. Setelah itu, diadakan Mini Tournament yang menjadi kesempatan buat peserta untuk mengaplikasikan kemampuan masing-masing di lapangan. Sesi yang paling ditunggu para peserta adalah Meet & Greet bersama Mana Iwabuchi, di mana dalam sesi ini memungkinkan peserta untuk bertanya dan berinteraksi langsung. Peserta asal Tangerang, Aira Septiyani, mengaku gembira mendapat kesempatan untuk berlatih bersama Mana Iwabuchi. Bagi Aira, ini adalah pengalaman pertama bisa berinteraksi dan menimba ilmu dengan seorang pemain sepakbola profesional dari luar negeri. Ia mengaku pengalaman ini akan selalu ia kenang dan jadi penyemangat dalam menjalani mimpi untuk menjadi seorang atlet sepakbola. “Pastinya senang banget ya, bisa ketemu dan main bareng Mana Iwabuchi. Ini jadi motivasi buat saya, dan saya semakin yakin bisa menjadi atlet sepakbola dunia seperti dia,” ujar Aira gembira. Kegembiraan serupa diungkap Andara Alisya peserta asal Jakarta. Ia mengatakan, sebagai legenda sepakbola Jepang, ternyata Mana Iwabuchi adalah sosok yang ramah, sehingga membuat sesi coaching clinic berjalan dengan menyenangkan. Ia berharap program coaching clinic seperti ini bisa terus dilakukan agar semakin banyak kesempatan pemain sepakbola putri untuk menimba ilmu. “Saya sangat termotivasi dengan Mana Iwabuchi, dan pengen mengikuti jejak dia menjadi pemain sepakbola sampai ke Eropa. Mudah-mudahan latihan seperti ini bisa sering dilakukan jadi saya bisa terus belajar,” tutup Andara.

Indonesia Bangga! Tim Wushu Junior Bawa Pulang 12 Emas dan 30 Medali

Wushu Junior Asia 2025

Tim Wushu Junior Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 30 medali, terdiri atas 12 emas, 6 perak, dan 12 perunggu dalam ajang Kejuaraan Wushu Junior Asia 2025 yang digelar di Jianjian, China, pada 22–30 Juli. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir, di bawah China dan Hong Kong. China keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 17 medali emas dan 2 perunggu, sementara Hong Kong berada di peringkat kedua dengan 14 emas, 4 perak, dan 23 perunggu. Keberhasilan tim nasional Indonesia dinilai sebagai buah dari penerapan program pembinaan atlet muda secara berjenjang dan berkesinambungan. “Ini prestasi yang luar biasa. Semua ini bisa dicapai berkat komitmen dan dukungan dari pengurus dewan kehormatan dan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, untuk menjalankan program pembinaan. Kita sudah memiliki atlet-atlet muda yang diharapkan bisa menggantikan posisi seniornya kelak,” ujar Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Kompol (Purn) Setyo Wasisto, dalam keterangan persnya. Senada dengan itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Taolu PB WI, Herman Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada orang tua atlet yang telah memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka dalam berlatih. “Ini adalah kejuaraan tingkat Asia untuk kelas junior. Indonesia mendapatkan 12 emas, 6 perak dan 7 perunggu dari nomor Taolu. Sedangkan nomor sanda mendapatkan 5 perunggu,” jelas Herman, yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta. Ia menambahkan bahwa kontribusi orang tua dan tim pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan atlet. “Peran orang tua, pelatih dan timnya itu sangat besar,” tegasnya. Berikut daftar peraih medali dari Indonesia: Junior A Mikhael Nugroho Wibisono (1 emas, 1 perak) Thalia Marvelina Tanzil (2 emas, 1 perak) Vini Nur Azizah (1 emas, 1 perunggu) Junior B Richard Dean Kurnia (2 perunggu) Aaron Hanjaya Tios (1 emas, 1 perunggu) Clara Abigail (1 perak) Majidah Tangguh (1 perak, 1 perunggu) Junior C Zivan Abimanyu Ravendria (2 perak, 1 perunggu) Gavriel Bryan Wijaya (2 emas) Jenny Ngaserin (2 emas) Breene Jeffelin Susanto (3 emas) Sanda Junior Elang Wijaya Panjaitan (1 perunggu – 42kg) Elvina Marwa Joanda (1 perunggu – 52kg) Sania Silma Farida (1 perunggu – 56kg) Sanda Youth Kiemas Sakti Negara (1 perunggu – 52kg) Maulana Saddam Ra’uf (1 perunggu – 65kg). Sumber: Detik

PB PABSI gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di Bandung

Pembukaan Kejurnas Angkat Besi Remaja Junior 2025

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, pada 31 Juli–5 Agustus 2025. Kejurnas yang didukung PT Pupuk Indonesia Tbk ini diikuti 220 peserta, terdiri atas 150 atlet, 39 pelatih, dan 33 ofisial dari 25 provinsi. Ketua Panitia Penyelenggara Hadi Wihardja mengatakan Kejurnas ini menjadi ajang pemantauan atlet untuk persiapan menghadapi Asian Youth Games (AYG) 2025 yang akan digelar di Manama, Bahrain, pada 22–31 Oktober mendatang. “Selain itu, kami juga menyiapkan nominasi lifter untuk program Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) dan Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC),” kata Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. Kejurnas melombakan 20 kelas, terdiri atas 10 kelas kategori remaja dan 10 kelas kategori junior. Untuk kelompok remaja putri terdiri atas kelas 44 kg, 48 kg, 53 kg, 58 kg, dan +58 kg, sedangkan remaja putra 56 kg, 60 kg, 65 kg, 71 kg, dan +71 kg. Sementara itu, kategori junior putri mempertandingkan kelas 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, dan +63 kg, sedangkan junior putra 60 kg, 65 kg, 71 kg, 79 kg, dan +79 kg Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi PB PABSI yang memiliki agenda pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. “PB PABSI telah melakukan pembinaan yang sangat baik. Bendera Merah Putih selalu dikibarkan dan lagu Indonesia Raya berkumandang berkat prestasi atlet angkat besi Indonesia. Hal ini juga tak lepas dari dukungan PT Pupuk Indonesia,” ujar Marciano. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PABSI Mayjen TNI (Purn) Djoko Pramono, yang mewakili Ketua Umum Rosan Roeslani, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh PT Pupuk Indonesia dalam pembinaan olahraga angkat besi. “Tidak ada cabang olahraga lain yang menggelar Kejurnas tiga kali dalam setahun. Ini menunjukkan keseriusan PB PABSI dalam mencetak atlet berprestasi,” ujar Djoko. Ia juga mengungkapkan sejumlah prestasi atlet Indonesia dalam kejuaraan internasional beberapa bulan terakhir, di antaranya Rahmat Erwin Abdullah yang menjuarai kelas 73 kg Kejuaraan Asia 2025 dan Alyamaulida Kartika yang meraih emas di kelas 77 kg kategori remaja pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja dan Junior 2025. Pada kategori remaja, Kevin Andrian Ramadhan meraih perak clean & jerk dengan angkatan 127 kg pada kelas 56 kg, sementara Sarah menyabet tiga medali perak di kelas 63 kg masing-masing melalui snatch (93 kg), clean & jerk (120 kg), dan total angkatan (213 kg). Direktur SDM PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T. Kemala Intan mengatakan pihaknya siap mendukung keberlanjutan pembinaan atlet muda melalui kemitraan dengan PB PABSI. “Kami akan terus mendukung dan menciptakan ekosistem yang sehat untuk anak muda. Kami percaya atlet seperti Alya dan Rizky Juniansyah bisa menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya. Tina juga berharap para atlet muda memanfaatkan Kejurnas sebagai panggung untuk menunjukkan dedikasi dan semangat pantang menyerah demi masa depan yang lebih gemilang. Sumber: ANTARA

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.

JAKARTA, 31 Juli 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.  Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge tahun ini di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk semakin menggeluti sepak bola. Sehingga dengan MLSC yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebanyak dua seri di masing-masing kota, dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri dan membela Indonesia di pertandingan level dunia. “Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah yang memang secara konsisten digelar. Sehingga memotivasi mereka untuk mulai ikut kegiatan ekskul sepak bola atau bahkan menekuni dengan bergabung klub sepak bola. Kami mengajak seluruh peserta berpartisipasi pada MLSC dan mari kita bergandeng tangan memajukan sepak bola putri Tanah Air,” kata Teddy di sela Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 di Jakarta (31/7). Pada hari Kamis (31/7) MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 1 2025 juga tengah bergulir. Turnamen ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kudus dan sekitar. Teddy melanjutkan, penyelenggaraan MLSC periode ini meluas ke dua kota yakni Malang dan Bekasi, yang sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.  “Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri. Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.   Sekadar diketahui, Bekasi erat kaitannya dengan dua tim, yaitu Persikasi Bekasi dan FC Bekasi City (sebelumnya dikenal dengan nama Persipasi Bekasi). Persikasi Bekasi, berdiri pada tahun 1961, merupakan tim yang mewakili Kabupaten Bekasi. Sementara FC Bekasi City, tim yang berbasis di Kota Bekasi dan saat ini berkompetisi di Liga 2.  Sedangkan sepak bola di Malang memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yaitu MVB (Malangsche Voetbal Bond) berdiri pada 1928, sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933. Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953. PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini. Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12. Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan  Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.   Didiet Fadriana Abdulkadir, Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife menuturkan, komitmen pihaknya kembali mendukung turnamen ini karena antusiasme peserta yang terus meningkat, serta sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh para atlet. Demi memompa motivasi para srikandi muda, Milklife juga akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan untuk para juara di setiap penyelenggaraan. “Kami sangat mengapresiasi para peserta yang terus mengalami peningkatan di setiap seri maupun kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Terlebih beberapa dari mereka telah merasakan merumput di turnamen internasional dan ada pula yang tengah mengikuti seleksi timnas U-16. Artinya yang kami lakukan selama ini sudah berjalan sesuai dengan visi. Tentunya kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife diharapkan menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.  Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI menyambut bangga MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. Di samping itu pula, MLSC dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut. “Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini khususnya sepak bola putri secara nasional. Saya mewakili PSSI berterima kasih selama dua tahun terakhir pembinaan sepak bola wanita usia dini sampai senior berjalan lancar. Kami berharap MLSC menjadi talent pool putri berbakat yang nantinya akan berlaga di level profesional,” ujar Vivin. Clea Abelia atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge Jakarta menyatakan, turnamen ini sangat berperan besar terhadap karirnya sebagai pesepakbola. Selain meningkatkan kemampuan, jam terbangnya pun semakin tinggi. Terlebih lulusan SDN Kalisari 01 ini juga sempat ‘merumput’ pada turnamen internasional yang digadang sebagai terbesar di Asia, JSSL Singapore 7’s 2025 usai lolos kurasi dari tim talent scouting MLSC dan meraih gelar runner-up.  “MilkLife Soccer Challenge banyak ngasih pembelajaran dan pengalaman berharga buat aku. Dari turnamen ini aku jadi semakin mencintai dan menggeluti sepak bola. Apalagi sempat berangkat ke JSSL Singapore 7’s 2025 bertanding dengan atlet-atlet dari negara lain. Jadi buat yang ingin menjadi pesepakbola gak ada alasan untuk kalian gak ikut MLSC,” tutur Abel, sapaan akrabnya yang kini tergabung dalam Cipta Cendikia Football Academy, Bogor, Jawa Barat. Sepanjang mengikuti MilkLife Soccer Challenge, Clea Abelia menuai sejumlah prestasi diantaranya Top Scorer di MLSC Jakarta Seri 1 2024 untuk KU 12 dengan mengemas 17 gol, serta Top Scorer (27 gol) dan Best Player … Read more

DBL Academy Matangkan Persiapan Jelang ke Korea Selatan

DBL Academy Selection Team

DBL Academy Selection Team bakal mengikuti turnamen Seoul Youth International Basketball Series 2025 di Seoul, Korea Selatan. Agenda ini menjadi kegiatan tahunan DBL Academy. Tahun sebelumnya, DBL Academy Selection berlatih dan belajar di Tiongkok. Tahun ini Korea Selatan menjadi destinasi mereka untuk mengejar pengalaman bertanding. Skuad DBL Academy Selection adalah siswa terpilih yang berasal dari DBL Academy Surabaya dan Yogyakarta. Korea Selatan dipilih juga karena ada pertimbangan khusus. Mereka berada di ranking 53 FIBA. Di kawasan Asia, Korea Selatan berada di urutan sembilan. Seoul Youth International Basketball Series 2025 berlangsung mulai 1 sampai 6 Agustus mendatang. “Kegiatan ini memang rutin kami gelar setiap tahunnya. Kami pernah ke Australia buat berlatih dan bertanding. Tahun lalu ke Tiongkok. Tahun ini kami memilih Korea Selatan,” ungkap Hasan Fuadi, Supervisor DBL Academy. Hasan Fuadi lantas menambahkan, “Basket di Asia Timur itu bagus. Kami juga ingin mencoba sesuatu yang baru. Berkompetisi dan menimba ilmu di sana (Korea Selatan),” Bakal beradu dengan tim-tim yang berasal dari negara-negara maju, skuad DBL Academy Selection Team punya serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah menggelar pemusatan latihan sekaligus pembekalan jelang keberangkatan. “Sebelum berangkat kami punya beberapa agenda yang sudah dan bakal terlaksana. Seperti pemusatan latihan dan menggelar beberapa uji coba. Besok (Kamis, 30 Juli) seluruh tim bakal berkumpul di Surabaya untuk melakukan pembekalan terakhir sebelum berangkat lusa (Jumat, 31 Juli 2025),” terangnya. Salah satu menu pembekalan yang bakal dilahap penggawa DBL Academy Selection Team 2025 adalah soal Character Building. Membentuk mental dan karakter juara. Pasalnya yang mereka hadapi di Seoul Youth International Basketball Series 2025 bukan tim sembarangan. Program mengikuti turnamen di luar negeri memang rutin diselenggarakan oleh DBL Academy. Tujuannya sudah pasti untuk mengejar pengalaman sekaligus merasakan bertanding di level internasional. “Pastinya jelas meningkatkan kemampuan individu pemain. Apalagi kan tim-tim yang ikut nanti tim yang berasal dari negara-negara yang level basketnya lebih bagus ketimbang Indonesia,” cetusnya.

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Runner-up

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di final Piala AFF U23 2025 berkesudahan 0-1, The Golden Star Warriors raih trofi juara. Nguyen Cong Phuong jadi pahlawan kemenangan Timnas Vietnam U23. Bagi Timnas Vietnam U23, kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025) malam ini, menjadi trofi ke-3 secara beruntun yang mereka raih, yakni selepas edisi 2022 dan 2023. Piala AFF U23 2025 sekaligus menegaskan dominasi Vietnam U23 di ajang ini dalam 3 edisi terakhir. Pada periode tersebut The Golden Star selalu masuk final, lalu ditutup dengan gelar juara. Starting Line-up Indonesia U23 vs Vietnam U23 Indonesia U23 (4-3-3) Muhammad Ardiansyah (GK); Doni Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Frengky Missa; Dominikus Dion, Robi Darwis, Muhammad Ferarri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Rayhan Hannan Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: A. Buffon, H. Caraka, V. Dethan, D. Fasya, A. Fikri, T. Firmansyah, A. Indie, F. Juliansyah, A. Maulana, B. Scheunemann, C. Supriadi, Y. Yafi Vietnam U23 (3-6-1) Tran Trung Kien (GK); Phạm Ly Duc, Nguyen Hieu Minh, Nguyen Nhat Minh; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Phi Hoang, Nguyen Cong Phuong, Khuat Van Khang; Nguyen Dinh Bac Pelatih: Kim Sang-sik Cadangan: Cao Van Binh, Le Viktor, Le Van Thuan, Le Van Ha, Nguyen Duc Anh, Nguyen Thanh Dat, Nguyen Tan, Nguyen Quoc Viet, Nguyen Thai Sơn, Nguyen Ngọc My, Phạm Minh Phuc, Dang Tuan Phong

Borong 8 Medali Emas, Taekwondo Undip Juara Umum ATF UI 2025

ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025

Tim Taekwondo Universitas Diponegoro (Undip) meraih gelar juara umum di turnamen ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025. Dalam event yang berlangsung selama dua hari, (Jumat-Sabtu/26-27 Juli 2025), Tim Taekwondo Undip yang membawa 17 atlet mendulang 8 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Pelatih Taekwondo Undip, Devina Syahrani, mengaku bangga atas prestasi yang diraih timnya di tengah kesibukan kuliah. Apalagi persiapan mengikuti turnamen AFT UI 2025 tergolong singkat hanya sekitar satu bulan. “Sebagai pelatih saya senang dengan prestasi yang diraih di sini. Mereka sudah disiplin berlatih sambil kuliah dan saat masa libur mereka berjuang sekuat tenaga bertanding,” ungkapnya kepada LUDUS.id, seusai penutupan ATF UI 2025 di Balairung UI, Kota Depok. Tim Taekwondo Undip memboyong satu gelar prestius yaitu atlet terbaik senior putri yang diperoleh Tatya Augusta Putri Nasihin. Mahasiswi semester III Fakultas Hukum Undip ini juga meraih medali emas di nomor Under 53 Kg Senior Prestasi Putri. “Saya senang dan bersyukur, setelah berlatih keras akhirnya bisa meraih juara satu. Alhamdulillah saya masih diberikan penghargaan atlet terbaik senior putri. Semoga prestasi ini membuat saya semakin lebih baik dan juara umum bersama Tim Taekwondo Undip,” tuturnya. Prestasi membanggakan juga diraih oleh Naikolan Taekwondo sebagai Tim Terfavorit dalam ajang ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025. Naikolan Taekwondo menyabet empat medali emas dari empat atlet yang diturunkan. Empat atlet yang berhasil meraih medali emas tersebut adalah Stevano Salatian Junior Bano (cadet Putra Under 37 kg), Lucky Arif Boymau (Pra-cadet Putra Under 28 kg), Mario Alejandro Bano (Pra-cadet Putra Under 33 kg), dan Evalend Kanya Paulus (Pra-cadet Putri Under 22 kg). Pelatih Naikolan Taekwondo, Sabeum Roy Vandiron mengatakan, prestasi ini sangat spesial karena diraih ketika pertama kali turnamen di tingkat nasional. “Ini prestasi luar biasa yang akan menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet Dojang Naikolan,” ujarnya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi NTT, Fransisco Bessi, atas dukungan dan perhatiannya. Para atlet kebanggaan NTT meraih prestasi membanggakan. Di antaranya Bernadus Erasmus Nong Kristian yang meraih medali emas di nomor Kyorugi kelas Junior under 59 Kg. Agnes Baross meraih medali perak, serta Anjani Nubatonis dan Pirlo Kiak masing-masing meraih medali perunggu. Ajang ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025 ditutup Kepala Sekretariat Umum PBTI, Ricky Arinuryadi SH MM. Hadir juga Dekan FISIP Universitas Indonesia Prof Dr Semiarto Aji Purwanto. “Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada FISIP UI yang konsisten melaksanakannya event ini. Semoga ATF UI menjadi wadah generasi muda untuk berprestasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur taekwondo,” katanya. Pemenang ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025: Juara Umum Prestasi Taekwondo Undip Max Taekwondo Academy Smantiq Taekwondo Club Juara Umum Pemula Junos Klub Srikandi Taekwondo PPTI Tim Terfavorit Magna Taekwondo Naikolan Taekwondo Tim Terbaik Wirabuana Club MRT Taekwondo Academy Sumber: LUDUS.id

Persiapan World Archery Youth Championship 2025, 6 Atlet TC di Kudus

Enam atlet panahan Indonesia Junior U18

Enam atlet panahan Indonesia junior U18 menjalani training camp (TC) di Stadion Super Soccer Arena (SSA) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk persiapan World Archery Youth Championship 2025 di Winnipeg, Kanada. Keenam atlet panahan itu menjalani TC mulai hari ini, Senin (28/7/2025) hingga Kamis (14/8/2025). Sementara ajang World Archery Youth Championship 2025 akan dilangsungkan pada 17-24 Agustus 2025. Keenam atlet tersebut terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Yakni, Raz Azhar Azaqi (Banten), Hylmi Nauca Zaida (DIY), Malik Adzka Abdurrahman (Jateng), Fayola Jingga Naeva M (Jateng), Shafira Nurin Najwa (Jateng), Fathiyya Erista Maharani (Jateng). Kemudian ada dua pelatih yang mendampingi atlet. Keduanya yakni Denny (PB Perpani) dan Rahmat Sulistyawan (DIY). Pelatih Panahan Indonesia U18 Rahmat Sulistyawan mengatakan, enam atlet ini merupakan yang terbaik. Mereka memiliki track record di kejurnas junior yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. ”Kami sudah mulai berlatih hari ini untuk persiapan ke Kanada. Teknik dan fisik atlet terus kami asah. Untuk fisik saat ini lebih menjaga kebugaran karena waktu sudah mepet, kami tidak bisa meningkatkan kualitas fisik atlet melainkan hanya bisa menjaga fisik,” katanya, Senin (28/7/2025). Ia menambahkan, waktu latihan sudah disusun. Selama TC, nantinya atlet akan berlatih pagi hari dan sore hari. Perihal persaingan di ajang World Archery Youth Championship 2025 itu menurutnya merata. Kejuaraan itu bakal diikuti berbagai negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan negara lainnya. ”Pada kejuaraan junior seperti ini persaingannya merata. Tetapi biasanya negara Korea Selatan dan Turki permainannya bagus. Atlet dari dua negara itu dari kejuaraan ini bisa ke Olympic beberapa tahun yang lalu,” sambungnya. Ia meyakini anak didiknya dapat memberikan hasil terbaik di World Archery Youth Championship 2025. Dirinya berharap semua pihak dapat mendukung atlet panahan. Rencananya atlet panahan akan berada di Kanada pada 16 Agustus 2025 untuk melakukan latihan. Kemudian melakukan official training pada 17 Agustus 2025. ”Kami mulai bertanding 18 Agustus 2025,” imbuhnya. Sumber: Muria News

Salsabilla Rebut Perunggu di Kejuaraan Taekowondo Junior Asia 2025

Salsabilla Ramadhani

Atlet taekwondo putri Indonesia, Salsabilla Ramadhani merebut medali perunggu di Kejuaraan Taekwondo Junior Asia 2025 yang berlangsung di Kuching, Malaysia. “Prestasi Salsabilla tak hanya membanggakan secara medali, tetapi juga mengangkat citra Taekwondo Indonesia di mata dunia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Richard Tampubolon dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin. Bersaing di kategori junior putri, Salsabilla menunjukkan teknik dan semangat bertanding yang luar biasa. Ia berhasil melaju hingga babak semifinal dan berhasil mengalahkan Kang Yu Bin, atlet Korea yang menjuarai Asia Cadet 2022, untuk mengamankan podium ketiga dan mempersembahkan satu medali perunggu bagi Indonesia. Richard mengatakan, hal lain yang membanggakan dari prestasi tersebut yaitu Presiden World Taekwondo Chungwon Choue secara langsung memberikan penghargaan istimewa kepada Salsabilla atas keberhasilan dan sportivitasnya selama pertandingan. Dalam momen yang penuh kehormatan, Choue menemui Salsabilla seusai pertandingannya dan menyematkan pin eksklusif Olimpiade Paris 2024, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya di arena taekwondo internasional. “Kejadian itu menjadi momen langka dan bersejarah, menunjukkan pengakuan internasional terhadap potensi atlet muda Indonesia,” katanya. Richard berharap pencapaian Salsabilla dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet muda Indonesia untuk terus berlatih dan menggapai prestasi setinggi mungkin di kancah internasional.

BAJC 2025: Ubed Raih Emas!

Mohammad Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, meraih gelar juara tunggal putra Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 (BAJC 2025) setelah mengalahkan wakil China Liu Yang Ming Yu pada final di GOR Indoor Manahan, Solo, Minggu, 27 Juli 2025. Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, tampil apik sepanjang pertandingan dan menang atas Liu dua gim langsung 21-12, 21-17 dalam tempo 43 menit. Kemenangan ini menandai pencapaian terbaik Zaki di level Asia sekaligus mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia dalam turnamen bergengsi kelompok usia junior tersebut tahun ini. Ubed menjadi pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia ketiga yang pernah meraih emas Kejuaraan Asia Junior, setelah Taufik Hidayat (1997) dan Ardiansyah (2001). Ubed menjadi satu-satunya penyumbang gelar juara bagi Indonesia pada ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025. Satu wakil lain, ganda campuran, Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine gagal juara setelah takluk dari unggulan Cina, Chen Jun Ting/Cao Zi Han. Sementara itu, dari sektor ganda putra, pasangan asal Cina, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong lebih dulu memastikan gelar setelah menang telak atas wakil Korea Selatan, Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo. Lalu ganda putri, pasangan asal Cina, Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian juga menjadi juara setelah mengalahkan pasangan asal Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan. Cina juga dipastikan meraih gelar juara pada sektor tunggal putri setelah Yin Yi Qing mengalahkan Liu Si. Hasil Lengkap Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Perorangan: MD: Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong: 11-21, 12-21 MS: Moh. Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu: 21-12, 21-17 WD: Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan vs Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian: 12-21, 10-21 WS: Liu Si vs Yin Yi Qing: 13-21, 13-21 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han: 12-21, 13-21

BAJC 2025: Ikhsan/Rinjani Takluk di Final

Podium Ganda Campuran WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025.

Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine kalah di final Badminton Asia Junior Championships 2025 dari Chen Jun Ting/Zi Han Cao. Ikhsan/Rinjani kalah 12-21 dan 13-21 dari wakil Tiongkok itu. Ikhsan/Rinjani kesulitan mengimbangi permainan cepat Chen/Zi yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi. Ikhsan/Rinjani mengaku sudah bermain dengan nyaman, tapi mereka merasa perlu meningkatkan banyak hal untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi. “Tadi lawan bermain bagus dan cepat. Variasi bola atas mereka juga bahaya jadi kita terpaksa buka bola terus,” ujar Ikhsan. “Mereka sudah menang percaya diri karena sudah menang di ganda putra dan ganda putri. Untuk pola mainnya mereka sudah tau satu sama lain, jadi susah untuk menyerang, karena mereka langsung membatasi dan untuk Zi Han Cao juga cepat bagus mencari bolanya,” ungkap Rinjani. “Final ini secara feeling permainan saya sudah nyaman, hanya kami kalah pola saja. Sebelumnya pernah bertemu Zi Han Cao dengan partner lamanya,” beber Ikhsan. “Untuk evaluasi ke depannya dipersiapkan lagi dari fisik, teknik, mental, dan pola mainnya karena lawan-lawan nanti juga sudah kami tahu hanya ditambah Eropa saja,” papar Rinjani.

Albert Januarta Menjadi Juara Kejuaraan Dunia Biliar Junior 2025

Albert Januarta

Pebiliar dari Carabao Billiards Indonesia, Albert Januarta, berhasil meraih juara dalam World Pool Championship Junior 2025 setelah mengalahkan pemain biliar Jerman, Pius Baier, dengan skor 9-5 di babak final di Arab Saudi. “Hasil ini merupakan awal yang positif karena Albert (Januarta) telah membawa nama Indonesia ke tingkat internasional dengan baik,” tulis Hendra Kurniawan, CEO Carabao Billiards Indonesia, dalam akun media sosialnya yang diakses di Jakarta pada hari Sabtu. Albert menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang turnamen dengan berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara. Sebelum mencapai babak final, bakat muda biliar Indonesia tersebut telah menyingkirkan Abdulaziz Alaswad dari Arab Saudi dengan skor 7–1, Liao Hung-Yen dari Taiwan dengan skor 7-5, dan Ahmad Altattan dengan skor 7-1. Kurniawan menyatakan bahwa pencapaian luar biasa dari Albert menunjukkan bahwa usaha keras serta dukungan, terutama dari orang tua, telah membuahkan hasil yang memuaskan. Selanjutnya, pada bulan Agustus, pebiliar asal Kepulauan Riau ini akan berkunjung ke Amerika Serikat selama satu bulan untuk ikut serta dalam serangkaian turnamen di tingkat senior. Kurniawan juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (PB POBSI) yang dipimpin oleh Hary Tanoesudibjo atas dukungan penuh yang diberikan untuk semangat tim yang berjuang dalam turnamen internasional tersebut. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah menciptakan kesempatan bagi atlet biliar Indonesia untuk berkompetisi di tingkat dunia. “Saya merasa bangga bisa berkontribusi dalam mendukung regenerasi atlet biliar Indonesia,” tuturnya.

Ciptakan Bibit Unggul, KONI Kota Cirebon Apresiasi Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 2025

Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 2025

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 14/PWY Cup II Swimming Championship 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (25–27 Juli 2025), di Kolam Renang Tirta Wira Yudha Pilang, Jalan Pilang Raya, Kota Cirebon. Event ini mempertandingkan dua kategori utama: fun swimming dan kejuaraan antarklub renang se-Jawa Barat, dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kota dan kabupaten. Ketua KONI Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, yang akrab disapa Andru, menyambut positif penyelenggaraan event ini sebagai langkah nyata dalam menjaring dan membina atlet-atlet renang muda, khususnya di level pelajar. “Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang lomba, tapi juga wadah untuk menemukan talenta baru, meningkatkan prestasi, dan membangun fondasi pembibitan atlet renang Kota Cirebon,” ujar Andru, Sabtu (26/7/2025). Ia juga mengapresiasi capaian atlet-atlet lokal yang berhasil meraih posisi juara pertama dan ketiga dalam kompetisi tersebut, yang menurutnya menjadi bukti nyata keberhasilan proses pembinaan. “Hasil ini menunjukkan pentingnya event semacam ini. Kami berharap ke depannya makin banyak kegiatan olahraga seperti ini untuk mendukung regenerasi atlet,” tambahnya. Andru menekankan bahwa KONI tidak hanya menargetkan sukses di Porprov 2026, tetapi juga sudah menyusun strategi jangka panjang menuju Porprov 2030. “Atlet pelajar yang berlaga hari ini mungkin belum siap untuk Porprov 2026, tapi mereka adalah aset besar untuk 2030. Maka dari itu, masa empat tahun ini sangat krusial untuk pembinaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, KONI juga memberikan apresiasi kepada Danyon Arhanud 14/PWY dan Pengcab Akuatik Kota Cirebon atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan yang berjalan lancar dan meriah. Lebih lanjut, Andru menegaskan bahwa saat ini KONI berperan sebagai fasilitator, sedangkan cabang olahraga (cabor) harus menjadi motor utama dalam program pembinaan dan pengembangan atlet. “KONI berperan memfasilitasi, sementara cabor harus lebih aktif dan solid sebagai super team untuk membina atlet secara optimal,” tegasnya. Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran jika dibandingkan dengan kota besar lain seperti Bandung, Bogor, atau Bekasi yang memiliki dukungan dana hingga Rp50 miliar per tahun, Andru tetap optimis. “Kalau daerah lain bisa beli atlet, kita harus fokus membina. Dengan anggaran terbatas, kami tetap percaya diri bisa mencetak atlet berprestasi dari daerah sendiri,” tandasnya. Porprov 2026 disebut sebagai target antara, dengan 10 besar menjadi sasaran realistis KONI Kota Cirebon. Namun, fokus utama tetap diarahkan pada keberhasilan pembinaan jangka panjang menuju Porprov 2030. “Kami optimistis dengan sinergi antara KONI, cabor, dan Pemerintah Kota, pembinaan bisa terus ditingkatkan. Target 10 besar di Porprov 2026 harus dicapai secara kolektif,” pungkasnya. Sumber: Arah Pantura

Sirkuit Nasional B Babel 2025: Exist Pesta Gelar

Sirkuit Nasional B Bangka Belitung 2025

Tuntas sudah rangkaian final Sirkuit Nasional B Bangka Belitung 2025. Berikut hasil-hasil selengkapnya di partai puncak! Sirnas B Bangka Belitung 2025 digelar sedari Senin (21/7) sampai dengan Sabtu (26/7). Exist Badminton Club keluar sebagai juara umum dengan 7 gelar juara, disusul Djarum Kudus 2 gelar juara, dan Jaya Raya serta Champion Gading Jaya masing-masing 1 gelar juara pada seri yang berlangsung di GOR Abadi Tanjung Pandan tersebut. Untuk seri Sirnas selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 11 – 16 Agustus 2025 di kota Yogyakarta. Sirnas berlevel A tersebut akan berlangsung di GOR Amongraga. Daftar Juara Sirnas B Bangka Belitung 2025: TAPA: Gilbert Rafael Ozora [Exist] TAPI: Nafla Berly Syakira Al Habsy [PB Djarum] GPC: Raynanda L/Malika Nur Aqilah [Exist] GAPA: Lorenzio Juvian C/Syahdad Alfadilla [Exist] TPA: Richardo Regino Mozes Munde [Exist] TPI: Chintya C. Ayu Widayat [Exist] GPA: Athaya Affan Z/Raynanda Laksmana [Exist] UDPA: Tristan Geovanni Pardosi [Champion Gading Jaya] UDPI: Fayola Firzha Mahardi [Jaya Raya] GAPI: Hafizah Hasanah Z/Nafla Berly S Al Habsy [PB Djarum] GPI: Berlian Indah P/Malika Nur Aqilah [Exist]