Stadion Benteng Saat Ini Yang Hanya Menjadi Kenangan Akan Kebesarannya

Stadion Benteng siapa yang tidak kenal stadion satu ini, apalagi bagi kamu warga Tangerang. Salah satu stadion legendaris sepak bola Indonesia yang telah banyak mencetak pesepakbola hebat; Seperti Mukti Ali Raja, Firman Utina, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, dan Nova Zainal. Sejumlah nama pesepakbola pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Stadion Benteng. Menurut lansiran cnnindonesia.com, Stadion Benteng dahulu tempat klub sepakbola Tangerang, yaitu milik Persita. Namun, kini keadaan stadion begitu mengenaskan, bahkan benar-benar terlihat tak layak. Lebih dari setengah tribune penontonnya telah tertutupi alang-alang, banyak coretan di tembok, serta bau pesing tercium di seluruh sudut stadion. Bangunan di antara tribune selatan dan timur yang tak jua selesai dibangun. Pintu-pintu masuk stadion juga sudah tak terlihat lagi karena tertutup alang-alang yang tingginya melebihi tinggi pintu-pintu. Tak hanya itu, menelisik ke ruang ganti tak manusiawi, Besi-besi loket pembelian tiket penuh karat dan coretan. Serta bangunan kumuh di sekitar stadion dan pagar pembatas di tribune Timur sekarang identik jadi jemuran pakaian. Hanya tersisa lapangan stadion, fasilitas di Stadion Benteng yang masih terawat dan digunakan rutin setiap harinya sebagai tempat latihan penggawa Persita. Semua itu karena urunan dana dari para mantan pemain dan sedikit bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang membuat lapangan di Stadion Benteng masih layak dijadikan tempat latihan. Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, Ilham Jaya Kesuma, seorang pemain nasional mencoba mengingat kembali masa jaya bersama Persita di Stadion Benteng. Ilham datang ke Persita pada 1996. Dulu stadion Benteng dianggap simbol kejayaan Persita. Karier Ilham sebagai pemain nasional dimulai dari stadion Benteng tersebut. “Saya itu banyak pengalaman manis dan pahit sama Stadion Benteng. Pertama kali saya datang itu ke Tangerang ya ke Stadion Benteng, saya tinggal di sini. Saya tidur di samping, di bawah (tribune) ada kamar seperti mess gitu. Semua kegiatan fokus di lapangan. Jangankan AC, hanya ada kipas angin dan banyak nyamuknya,” ucap Ilham seperti yang dilansir CNN Indonesia. Pada tahun 2015, masalah pahit Stadion Benteng pun ada saat Tangerang dibagi menjadi dua yaitu Tangerang Kota dan Kabupaten. Stadion Benteng ada di dalam kota, tapi dimiliki oleh pihak kabupaten. Tak hanya sampai itu, keributan antar suporter Persita dan Persikota memperkeruh suasana stadion, hal tersebut terus menelan korban jiwa. Sampai akhirnya 2010, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa haram untuk semua kegiatan Persita di Stadion Benteng. Sejak saat itu, Ilham berkata fasilitas di Stadion Benteng terbengkalai. Hanya lapangan sepakbola saja yang masih sedikit lebih terurus sampai sekarang.

Final Party DBL North Sumatera Series: Methodist 2 dan Sutomo 1 Berpesta

Final party Honda Developmental Basketball League (DBL) North Sumatera Series, diakhiri dengan perolehan gelar juara dari tim basket putra SMA Methodist 2 Medan dan tim putri SMA Sutomo 1 Medan. Pertandingan tersebut memberikan kesan dramatis di tim putra maupun putri. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Diawali laga final putri Sutomo 1 lawan Wahidin, ribuan penonton memadati GOR tersebut. Aksi mereka merupakan final terketat sepanjang sejarah putri di Medan. Sutomo 1 akhirnya meraih gelar juara dengan kemenangan hanya satu bola lewat skor 51-49 dari sang juara bertahan. Sutomo 1 pun meraih gelar ketiganya  setelah 2011 dan 2015. Kuarter pertama, guard Wahidin, Pebriyanti tak mendapat ruang gerak dan  beberapa kali bolanya mampu dicuri pemain lawan. Sedangkan center, Laeticia akhirnya memecah kebuntuan lewat lay  upnya. Setelah enam menit, Yanti baru berhasil mencetak  skor pertamanya dan menyamakan skor 7-7. Tapi Cindy, Wydeline, dan Andrea dkk membuat Sutomo 1 kembali menjauh 17-8 di kuarter pertama. Di kuarter kedua Wahidin merajut ketertinggalan sembilan poin. Perlahan mereka mulai mengejar. Lemparan tiga angka tak ada guna mengejar ketertinggalan. Sutomo 1 masih unggul 25-18. Kuarter ketiga menjadi show Pebriyanti. Aksinya  memangkas jarak menjadi lima poin (20-25). Wahidin percaya bisa melampaui Sutomo 1. Lay up Yanti dan Laeticia membuat  skor imbang 33-33 di akhir kuarter ketiga. Terakhir, di kuarter penentu pun semakin mendebarkan. Kedua tim  saling kejar angka. saat sedang membara, sayang Wahidin harus  kehilangan tiga pemain terhebat, Selvie, Laeticia dan Fenny karena foul out. Kondisi ini pun dimanfaatkan Sutomo 1. unggul 49-48 lewat Wydeline. Dibalas kembali, satu lemparan bebas Dhevy yang masuk menyamakan skor Wahidin menjadi 49-49. Namun di sisa 15 detik, Andrea melakukan lay up penentu dan akhirnya sang juara bertahan harus kalah. Air mata mengakhiri pertandingan dramatis itu. Tangis haru langsung pecah, para pemain Sutomo 1 saling berpelukan. Di kubu Wahidin, air mata juga mengakhiri perjuangan menegangkan mereka sore itu dalam mempertahankan gelar. Sukses Sutomo 1 kian lengkap karena Wydeline, sang kapten meraih gelar Most Valuable Player (MVP) putri. Sementara itu tim basket putra Methodist 2 Medan akhirnya mendapat gelar juara Honda DBL pertama kali. Methodist 2 memenangkan pertarungan ketat kontra Wahidin dengan kemenangan tipis 60-59. “Akhirnya lega. Kutukan itu berakhir juga. Lima kali jadi runner up,  akhirnya kami juara,” kata Coach Methodist 2, Jenny Irawan menurut yang lansiran dblindonesia.com.

DBL Final LOOP 3×3 Competition: WR Supratman dan Wahidin A Sabet Gelar Juara

LOOP 3×3 Competition akhirnya tuntaskan partai finalnya di GOR Samudera Sport Club, Sabtu (26/8) kemarin. Gelar juara disabet oleh tim putra SMA WR Supratman 1 dan tim putri Wahidin A. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Final LOOP 3×3 tersebut cukup dramatis di kategori putra. SMA WR Supratman 1 harus menumbangkan Wahidin lewat overtime, dengan kemenangan 9-8. Sukses WR Supratman kian lengkap karena pemainnya Kelvin juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) LOOP 3×3 Competition. Kelvin pun berhak mengikuti LOOP 3×3 National Champion. Sementara di final putri, Wahidin A masih terlalu hebat bagi SMAN 15 (B). Tri Rahmayani dkk dari tim Wahidin A akhirnya menang dengan skor 7-3. Sama halnya dengan Kelvin, Tri Rahmayani juga berhasil menjadi MVP putri dan juga lolos ke LOOP 3×3 National Camp.

Ini Dia Most Valuable Player (MVP) DBL East Java Series 2017

Untuk menjadi sebuah tim basket ternyata bukan hanya membutuhkan kekompakan tim tapi tiap pemain juga dituntut memberikan performa terbaik. Seperti dua pemain ini nih, yang selalu jadi pemain andalan most valuable player (MVP) Honda DBL East Java Series 2017 karena bisa memberikan performa terbaiknya dalam tiap pertandingan. Yuk, simak siapa dia dan apa rahasianya sih bisa jadi most valuable player yang dilansir dari dblindonesia.com (28/08/2017). Fabian Ariel (SMA Gloria 1 Surabaya) Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), Fabian sudah menyukai basket. Pemain satu ini punya kekuatan fisik yang baik dan stabil hingga dipercaya menjadi andalan penyerang Gloria 1. Fabian begitu lihai dalam menggiring bola untuk mengawali serangan offense ke daerah lawan. Dulu Ia pernah jadi guard dan berhasil membawa timnya menjadi juara di Junior-Junior Basketball League (JRBL) tahun 2013. Tak hanya sampai disitu, lanjut hingga Ia ikut liga Honda DBL East Java Series 2016 dan 2017. Saat itu, Fabian menjadi salah satu pemain andalan coach Desandrew Pudyo, pelatih Gloria 1. Sampai ahirnya, ia sukses menjadi most valuable player Honda DBL East Java 2017. Prestasinya tersebut, diakui Fabian berkat latihan yang telah dilakukan. Selain berlatih bersama tim, Ia selalu meningkatkan skill dribble dan shootingnya sendiri. Sepanjang laganya, ia termasuk salah seorang player dengan basic shooting dan akurasi free-throw yang mencapai 75 persen. “Salah satu goals-ku adalah jadi pemain terbaik. Sementara ini beruntung sudah bisa masuk first team DBL,” lanjutnya. Adelaide Callista (SMA St Albertus Malang) Laide, sapaan akrab dari Adelaide Callista sudah memulai karirnya di dunia basket sejak kelas 3 SD, loh. Prestasi yang didapat tidak tanggung-tanggung. Tahun 2015 lalu, Laide berhasil mendapat juara 2 Popnas, dilanjutkan dengan juara 1 level 1 Fiba U18 di Bangkok, dan juara 2 Asean School Games. Selain itu, 4 tahun berturut-turut Laide juga ikut andil dalam kemenangan kejuaraan nasional (kejurnas) sejak tahun 2014. Prestasi di tahun ini, Ia terpilih seleksi Sea Games walau hanya samapi 15 besar saja. Hingga akhirnya Laide menjadi most valuable player Honda DBL East Java Series 2017 berkat akurasinya yang mencapai 50 persen untuk 3pt. Pengalaman terbaik yang ia rasakan saat bermain bersama orang luar negeri. Di sana, ia belajar bagaimana menghadapi musuh, mengontrol teman-teman saat main, dan tahu juga tekhnik main basket yang lebih luas.

Federasi Beladiri Wing Chun Indonesia Akan Gelar Tunamen Wing Chun Indonesia 2017 Di Bali Pada November mendatang

logo wing chun

Prestasi Indonesia dalam beladiri Wing Chun memang sudah tidak diragukan lagi. Indonesia sudah 2 kali meraih kemenangan dalam Kejuaraan Wing Chun Dunia, ‘Ip Man Ving Tsun Match’ yang diselenggarakan oleh Ving Tsun Athletic Association, Hong Kong. Pada tahun 2014. Dan pada tahun selanjutnya Indonesia berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 medali perak. Lalu Pada tahun 2016, Indonesia berhasil mengukir prestasi besar dengan meraih gelar Juara Umum, dengan perolehan medali emas terbanyak yaitu 9 medali emas, 8 medali perak dan 6 medali perunggu. Menurut rilis yang di terima oleh nysnmedia.com tanggal 22 Agustus 2017, tujuannya turnamen diantaranya untuk meneruskan prestasi penerus bangsa dalam beladiri Wing Chun, maka dibentuklah Federasi Wing Chun Indonesia yang resmi dengan akta notaris dan terdaftar di DEPKUMHAM, serta berdasarkan pada asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain untuk menaungi seluruh komunitas/perguruan/organisasi Wing Chun di Indonesia, Federasi Wing Chun Indonesia juga dibentuk untuk meningkatkan prestasi wing chun, di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Pada bulan Oktober 2016 lalu, Federasi Wing Chun Indonesia telah berkoordinasi dengan Perguruan Tradisional Ip Man (TIM) Wing Chun untuk menyelenggarakan Turnamen Wing Chun Indonesia 2016 di Solo, Jawa Tengah dengan Provinsi Kalimantan Barat sebagai gelar Juara Umum Nasional. Tahun 2017 kali ini, kembali Federasi Wing Chun Indonesia akan menyelenggarakan Tunamen Wing Chun Indonesia 2017 yang akan diselenggarakan di Bali, pada 18 November 2017 mendatang. Turnamen Wing Chun Indonesia (TWCI) merupakan kegiatan tahunan Federasi Wing Chun Indonesia yang bertujuan sebagai ajang peningkatan prestasi atlet wing chun Indonesia serta membangun semangat nasionalisme dibidang seni beladiri, khususnya Wing Chun. Selain itu, Turnamen Wing Chun Indonesia 2017 juga sebagai sarana untuk menentukan atlit nasional yang akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Internasional 2018 yang diselenggarakan oleh organisasi wing chun dunia.(red)

Keterbatasan Tidak Menghalangi Eman Sulaeman Membuat Dunia Berdecak Kagum di Ajang Homeless World Cup

Keterbatasan bukan halangan. Eman Sulaeman, Lahir sebagai difabel tapi tidak menyurutkan langkahnya sebagai kiper Indonesia pada Homeless World Cup 2016 di Glasgow, Skotlandia. Seperti yang dilansir detikSport, Eman sulaeman terlahir sebagai disabilitas. kaki kanannya hanya ada sampai pergelangan, sedangkan kaki kirinya sampai lutut. Semua keterbatasan itu, tidak memberhentikan langkah Eman di atas lapangan. Saat bermain sebagai kiper ia bertumpu dengan kaki kanannya, sementara tangan kiri ikut menahan badan ketika sedang menguasai bola. Eman dan rekan-rekannya membawa nama Indonesia di Homeless World Cup. Mereka  semua, memperjuangkan diri sebagai kalangan yang termajinalkan. Sedikitpun Eman tidak terlihat malu-malu. Beberapa kali ia berhasil menyelamatkan gawangnya dari tembakan bola lawan, lalu kembali melemparkan bola jauh-jauh keluar dari area timnya. Tak hanya itu, Eman juga bergerak sangat lincah, meski dengan dua kaki yang tak sempurna. “Kang Eman kayak peluru. Melesat ke sana-ke mari,” ujar Tiffani Imron, mahasiwa University of Strathclyde asal Surabaya menurut lansiran DetikSport. Sepakbola memang bukan hal baru bagi Eman. sejak kecil ia sudah bermain bola, bahkan bermain sebagai striker, sebelum akhirnya ia beralih menjadi kiper. Ia merasa senang menikmati atmosfer pertandingan kali itu dan bangga sekali bisa mewakili tim Indonesia sampai ke Skotlandia. Kegigihan Eman tersebut mengundang decak kagum masyarakat. Menurut lansiran dari detikSport, Beberapa media Inggris, seperti The Mirror, memuji ketangguhannya kendati memiliki keterbatasan fisik. Video dirinya melakukan penyelamatan beredar di situs jejaring sosial Facebook. Penonton yang menyaksikan aksi hebatnya langsung  ikut menyemangati. Eman, dan juga rekan-rekannya, ingin membuktikan bahwa dengan mereka bermain di Homeless World Cup bisa mengaburkan keterbatasan dan pandangan miring. Hingga akhirnya semua itu bisa dihadapi.  

Ini Hasil Akhir Basketball Competition Di Ajang Tahunan Saint john’s School BSD

saint-jhon-juara

Final basket competition high school yang di adakan di Sekolah Saint john’s school BSD Kota Tangerang Selatan telah melahirkan juara baru untuk setiap tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA). Final tersebut memakan waktu selama dua hari,dari tanggal 30-31 agustus 2017. Selain banyak juara per kategori yang di perebutkan juga waktu yang terbatas karena aktifitas sekolah saint jhon’s school tutup sampai jam 5. Berikut data tim sekolah tingkat SMP dan SMA di Tangerang yang menjadi juara di basketball competition yang di adakan di sekolah Saint john’s school. Kategori tim SMP putra adalah: Juara 1 : Kharisma Bangsa Juara 2 : SPH Lippo Village Juara 3 : SMP Kanaan Dan di kategori tim SMP putri Juara 1 : SPH Lippo Village Juara 2 : Santa Ursula BSD Juara 3 : SMPN 4 Tangerang Selatan Sedangkan kategori tim SMA putri di rebut oleh : Juara 1 : St. John’s Catholic School BSD Juara 2 : SMAN 7 Tangerang Selatan Dan di kategori tim SMA putra adalah : Juara 1 : Kharisma Bangsa Juara 2 : St. John’s Catholic School Juara 3 : SMAN 7 Tangerang Selatan (mrd/adt)

Berhasil Sedot 30 Partisipan Senior High School, St. John’s Catholic School Basketball Competition Masuki Babak Final

Senior High School Competition yang diadakan di St. John Catholic School, BSD

Sekolah yang terletak di Jalan Kencana Loka Raya No.8, Rw. Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Prov Banten ini Gelar turnamen basket antar sekolah. Beberapa diantara sekolah sejabodetabek yang ikut sebanyak 30 sekolah, kompetisi ini cukup rutin di lakukan biasanya dalam pertengahan bulan. Bagian publikasi di ajang kompetisi tahunan st jhon, Stefani mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa dalam bidang olahraga kita punya 3 agenda kegiatan. “Iya, tiap tahun acara ini kami lakukan secara rutin, ada 3 cabang olahraga yang di pertandingkan. Diantaranya adalah anggar, futsal, dan basketball. Dan dalam cabang basket sudah memasuki masa final.”ujar Stefani Stefani menambahkan bahwa setelah basket, senin depan akan di gelar kompetisi anggar dan futsal menyusul. “Selain basket, senin depan akan di gelar acara serupa tapi untuk cabang olahraga anggar, dan futsal menyusul.”tambah Stefani Dari pantauan nysnmedia.com, moment tradisi rutin St.Jhon dalam program tahunannya di khususkan hanya untuk tingkat SMA. Dalam pelaksanaan kompetisi basket berjalan dengan baik tanpa kendala.(adt)

Berhasil Lahirkan Bibit Berbakat, Wakil Ketua IKASI Banten Terus Mengkampanyekan Olahraga Anggar

Widi Dwi Anggono (Tengah) kepala IKASI (Ikatan Olahraga Anggar Seluruh Indonesia).

Olahraga anggar merupakan permainan olahraga aksi yang sudah populer di kalangan anak muda. Prajurit berpedang ala jaman romawi dengan pakaian jubah berbahan besi, anggar menjadi olahraga menggunakan pedang. Sosok Widi Dwi Anggono adalah pelatih, guru, juga mantan atlet nasional dari provinsi Banten. Yang mengenali anggar sejak tahun 2003 yang sekarang berusia 34 tahun. Dan saat ini menjabat sebagai ketua harian IKASI (Ikatan Olahraga Anggar Seluruh Indonesia) Tangsel. Karirnya kepelatihanya berawal dari mengambil jurusan keolahragaan specialist fencing/anggar di universitas negeri jakarta. “Saya kuliah di universitas negeri jakarta dan mengambil jurusan keolahragaan. Juga mengambil specialist di fencing/anggar,”ujar widi. Malang melintang mengajar pelatih anggar ini sempat berpindah pindah. Perjalanan karir melatih anggar bermula dari 2005 di Sekolah ST.Peter School di Kelapa Gading, ST. jhon School, Sinarmas World Academy, dan Nanyang School. Kemudian tahun 2007 ia pindah bekerja ke sekolah-sekolah di BSD Tangerang Selatan dan mengembangkan anggar di seputar Tangsel sampai dengan saat ini, dengan alasan agar lebih mudah memasyarakatkan olahraga anggar melalui sekolah. “Karena saya adalah guru olahraga sehingga memudahkan saya untuk mengembangkan anggar di sekolah tersebut. Salah satu murid anggar saya adalah “derby Romero” (artis kepompong) video klip Tuhan Tolonglah,”papar widi. Berikut peraihan prestasi yang telah diraih sang pelatih baik kejuaraan antar sekolah, pelajar dan PPLP, kejurda Banten, open tournament, sampai kejurnas. 1. ST.John School (114 medali selama 8thn) 2. Sinarmas World Academy (8 medali) Lebih lanjut juga memaparkan kepada nysnmedia.com bahwa kecintaannya terhadap anggar merupakan kebanggaan bagi dirinya. “Kecintaan saya terhadap anggar yang mendorong saya untuk menyisihkan waktu dan tenaga untuk memajukan dan memasyarakatan olahraga ini, hingga rasa bangga bila melihat anak didik kita menjadi juara,”lanjut Widi. Selain itu, atas kecintaanya terhadap olahraga anggar, di foto prawedding dengan sang istri juga mengusung konsep ala anggar. Dan putri cantikya bernama bernama Eunoia Sabela Alessandra juga memiliki arti bagian dari olahraga tersebut. Widi juga menambahakan “Sabela artinya Sabre, salah satu jenis senjata di anggar,”tutup Widi. (mrd/adt)

Tampil Memukau Di Setiap Laganya, Putra Rebut Gelar Jawara Basketball Lintas Sekolah

putra-aji-basket

Putra Aji Asbrani lahir di Sukoharjo 12 Juli 1999, pemain bernomor punggung 8 yang menjadi kapten tim SMAN 22 Jakarta ini memiliki skill memukau dalam permainan basketball yang berlangsung di GOR Soemantri Kuningan, Jakarta (23/08). Ini merupakan ajang baru pertama kali Putra Aji ikut dalam kompetisi dbl Honda. Dengan segudang prestasi dan pengalaman yang di dapatkan sebelum ia ikut kompetisi DBL ini, sangat Wajar bila sang pelatih Thezar Rafirin mempercayai Ban kapten di lenganya. Berikut perolehan juara yang telah di raih oleh Putra Aji Asbrani melalui ajang lintas sekolah: 1. Juara 1 budut cup 2. Juara 1 penabur cup 3. Juara 1 Cijantung cup 4. Juara 1 26 cup 5. Juara 1 104 cup 6. Juara 1 Dos-q cup 7. Juara 1 5 cup 8. Juara 1 80 cup 9. Juara 2 Angkasa1 cup 10. Juara 2 50 cup 11. Juara 2 54 cup 12. Juara 2 8 cup 13. Juara 3 Univ STMT 14. Juara 3 36 cup 15. Juara 3 CC cup Di final kemarin (26/8), Putra Aji kembali sukses dengan membawa tim basketballnya SMAN 22 jakarta merebut piala di kompetisi honda DBL 2017. Selain itu Putra Aji Asbrani sangat berharap Setelah lulus SMA, dapat masuk universitas impiannya dan memajukan basket nasional. “Saya berharap setelah lulus, saya bisa masuk ke universitas yang saya impikan yang tim basketballnya maju, dan bisa punya harapan bermain di IBL,”ujar Putra. Tak sampai di situ saja, setelah usai DBL Jakarta ini ia terpilih masuk tim DKI Jakarta, mewakili kejuaraan nasional di surabaya. Putra juga menambahkan, cita – cita terbesarnya ingin membanggakan orang tua, dan menjadi pemain timnas basket. “Cita cita saya ingin menjadi pemain basket nasional dan membahagiakan orang tua dan orang terdekat saya,”tutup Putra. (mrd/adt)

Bulutangkis Tunggal Putra, Jonatan Christie Berhasil Raih Emas

Jonatan Christie berhasil meraih medali emas bulutangkis dengan 21-19, 21-10. Tim tunggal putra SEA Games 2017 telah mengalahkan pemain Thailand Khosit Phetpradab di Axiata Hall, Kuala Lumpur, Selasa (29/8/2017). Menurut lansiran dari detikSport (29/08/2017), Jonatan sempat dapat perlawanan dari lawannya di gim pertama. Tapi setelah berimbang dalam kedudukan 9 sama, Jonatan mampu terus melampaui perolehan angka yang di dapat Khosit. Kemenangan Jonatan akhirnya dipastikan saat pengembalian dari Khosit dan shuttlecock hanya menghantam net. Jonatan pun menang dua gim langsung dalam durasi 37 menit. Hasil tersebut akhirnya membuat Jonatan mempersembahkan satu-satunya medali emas nomor perorangan cabang bulutangkis di SEA Games kali ini. Tentu, hal ini berarti ia menjadi wakil tunggal Indonesia di final.

Pemain Timnas Voli Putri Ini Rela Jualan Pisang Goreng Demi Menafkahi Hidupnya

Salah satu anggota tim nasional voli putri Indonesia di SEA Games 2017, Aprilia Manganang,  menceritakan masa kecilnya yang jauh dari kehidupan mewah. Menurut lansiran bolasport.com (10/08/2017), Spiker timnas voli putri Indonesia ini menceritakan kehidupan masa kecil yang sederhana. Ia mengaku pernah membantu orangtuanya berjualan pisang goreng. Dengan berjalan keliling di sekitar rumah, ia membantu sang Mama menjual pisang goreng. “Saya harus berjalan cukup jauh. Supaya dagangan cepat habis saya menjual dengan harga semurah mungkin, misalnya 5 pisang goreng harganya Rp 1000,” kata Aprilia Manganang. Ayah Aprilia Manganang, Akib Zabrud Manganang berprofesi sebagai penjual minyak tanah. Sedangkan Suryati Borilana, ibu Aprilia Manganang merupakan seorang pembantu rumah tangga di Sangihe. Dengan kondisi tersebut, maka tak heran Aprilia harus ikut membantu ekonomi keluarga. Aprilia Manganang memulai debut sebagai atlet voli sendiri pada saat di Livoli 2011 dan Proliga 2012. Sedangkan kini pemain timnas voli putri ini telah menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Kupas Tuntas Dilema Karir Para Pelatih Bulutangkis Indonesia, Mengabdi Di Indonesia Atau Berkarir Di Luar Negeri?

Perhelatan Indonesia Open beberapa waktu lalu ternyata dijadikan ajang unjuk kemampuan  para pelatih bulutangkis asal Indonesia untuk melihat seberapa tangguh atlet binaan mereka di luar negeri. Menurut lansiran dari metrotvnews.com (10/08/2017), Para pelatih bulutangkis seperti sebut saja Hendrawan, Rexy Mainaky, Mulyo Handoyo, Agus Dwi Santoso, dan beberapa mantan atlet bulutangkis Indonesia lainnya. Mereka kini ‘mengabdi’ ke negara lain. Contohnya seperti Mulyo Handoyo, ia memilih ikut membantu India dalam merevolusi olahraga bulutangkis di negeri Bollywood tersebut. Tak hanya itu, Agus Dwi Santoso juga ikut mencoba mengadu nasib ke Korea Selatan. Kemampuan Agus telah dirasakan oleh para pebulutangkis Negeri Gingseng tersebut. Gaji dan Prestasi Agus meninggalkan PB Djarum pada Mei 2016 karena sebuah alasan prinsip. Ia mencoba pertama datang ke negeri Vietnam, tapi lantaran tak ada gaji untuk pelatih, ia pun pergi dari negeri itu. Pada waktu yang nyaris berdekatan, Agus mendapatkan kabar Korea Selatan (korsel) sedang mencari pelatih. Setelah itu, kepala bidang PBSI, Basri Yusuf dan Rexy Mainaky meminta surat lamarannya untuk dikirimkan ke Pelatnas bulutangkis Korsel. Beruntung lamaran itu langsung direspons oleh pihak Korsel. Agus sendiri sempat dilanda rasa khawatir karena tiga bulan pertama gaji belum juga turun. Namun akhirnya ketika pada bulan keempat gajinya sudah dilunasi oleh pihak bulutangkis Korsel. “Selama hampir empat bulan saya sempat enggak menerima gaji. Saya baru mendapatkannya setelah empat bulan. Ternyata malah enggak sesuai dengan kontrak. Maksudnya, pihak Korea bukan hanya melunasi gaji saya selama empat bulan, tapi memberikan bonus Rp53 juta. Itu karena saya dinilai mampu mengangkat performa bulutangkis putri Korsel. Intinya mereka menghargai saya,” akui Agus seperti yang dilansir metrotvnews.com. Tak hanya bonus, belum genap enam bulan Agus diangkat sebagai pelatih kepala dengan membawahi sektor tunggal putra dan putri. Performa yang diangkat Agus bukan sembarang. Ia mampu membantu Korsel menang 3-2, mematahkan dominasi Tiongkok dalam enam gelaran terakhir Piala Sudirman. Lewat final dramatis di Gold Coast, Australia. Akhirnya saat ini Agus yang menjabat sebagai pelatih kepala, dan dibantu oleh dua pelatih lokal. Targetnya kali ini membawa Korsel bersinar dalam Kejuaraan Dunia BuluTangkis yang digelar Agustus tahun ini. Bagaimana PBSI Bersikap Akan Hal Ini? Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti menanggapi peran Agus dan beberapa mantan atlet bulutangkis. Bagi Susy, itu adalah hak pribadi masing-masing untuk memilih jalan menjadi pelatih di luar negeri. “Enggak apa-apa lah, mereka juga kan mencari pekerjaan. Mungkin mereka punya tawaran lebih tinggi di sana, artinya mereka kan bebas untuk bisa memilih. Negara mana yang mau dengan mereka. Jadi buat saya sih sah-sah aja,” terang Susy seperti dilansir metrotvnews.com Secara global kondisi tersebut justru bagus untuk persaingan bulutangkis di dunia. Karena saat ini ada beberapa pelatih asal Indonesia yang kini membela banyak negara. Dan juga para pelatih tersebut juga dianggap Susy memiliki potensi yang baik karena menjadikan bulutangkis sebagai mata penghasilan mereka. Sebagai bentuk dukungan, pihak PBSI ternyata telah menyiapkan sebuah program kepada pelatih-pelatih Tanah Air yang ingin melatih para atlet luar. Salah satunya dengan mengadakan coaching clinic kepada mereka, agar mendapatkan sertifikat. Di sana mempelajari di level mana berlatih atau mungkin dengan standar gaji berapa, serta bagaimana mereka nantinya di luar negeri akan membuat program dalam pelatihan. Pilih Mana Pengabdian Atau Harga? Seperti yang dilansir metrotvnews.com, Ia bukan tidak ingin membantu atlet Indonesia namun karena ia mengakui kalau jodohnya saat ini berada di Korsel. Agus pernah berjodoh dengan Indonesia dan ia telah melatih atlet tunggal putra Tanah Air. Termasuk mengantarkan Hendrawan merebut medali perak di Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia di Sevilla pada 2001. Selain itu ada tim Merah-Putih saat menjuarai Beregu Putra Asian Games 1998, serta Piala Thomas 2000 dan 2002. “Kalau negara memerlukan saya lagi, saya harus lihat dulu siapa yang memanggil saya. Pokoknya, harus dengan pihak resmi dari PBSI, bukan kata orang atau rumor dari pihak yang tak jelas,” terangnya. Menurut Agus yang dilansir metrotvnews.com, ada perbedaan yang mencolok dalam urusan ‘uang’ saat melatih di Indonesia dengan di luar negeri. Untuk Indonesia, Agus menyatakan itu bersifat pengabdian jadi tidak ada tawar menawar. Sedangkan untuk luar, Dia tak mengelak kalau akan mematok harga kepada klub atau negara lain jika ada yang berminat dilatih olehnya. ‘Terlewatkan dan Tidak Dimanfaatkan’ Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata juga ikut andil memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurut lansiran dari metrotvnews.com, Koh Chris ini melihat kalau para mantan atlet bulutangkis yang sukses melatih di luar negeri, bisa dibilang ‘terlewatkan dan tidak dimanfaatkan’ oleh PBSI. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari dua sisi yaitu orang lain membutuhkan mereka atau mereka pintar cari peluang. Christian juga menyatakan fenomena itu sudah lama sekali terjadi. Fenomena mantan atlet bulutangkis Indonesia rantau ke negeri orang untuk menyebarkan ilmu bukanlah hal baru.  Tepatnya ada tahun 1969, saat Tan Joe Hok salah satu legenda bulutangkis Indonesia merantau ke meksiko. Dengan kata lain, fenomena tersebut menurut Chris memiliki dua efek positif. Pertama, ini bisa menjadi pacuan buat pelatih-pelatih di dalam negeri agar terus semangat melatih dan jangan mau kalah. Kedua, tentu bisa membuat cabang bulutangkis pamor di dunia karena adanya persaingan yang sengit. Sebab kalau hanya negara Tiongkok atau Denmark yang hanya mendominasi bulutangkis, maka, pasti nanti cabang olah raga bulutangkis takkan bisa dimainkan di Olimpiade. Sumber : metrotvnews.com

Inspiratif, Kamu Wajib Belajar Dari Kisah Atlet Bulutangkis Kevin Sanjaya Yang Memulai Prestasinya Dari Nol

Saat ini Atlet Kevin Sanjaya Sukamuljo ramai diperbincangkan. Salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra dan Campuran Indonesia ini telah berhasil menorehkan prestasi hebat di kancah internasional. Di usia yang relatif muda, ia berhasil membuktikan bahwa bisa berprestasi. Satu hal yang bisa kita pelajari dari keberhasilan Kevin yaitu memulai semua dari nol. Kamu penasaran bagaimana bisa dari nol? Simak ini, yuk menurut lansiran dari life.idntimes.com!   Sejak kecil sudah mulai dikenalkan dengan bulu tangkis Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan dengan permainan bulu tangkis dengan diajak melihat permainan tersebut. Sang ayahlah, Sugiarto, yang memperkenalkan Kevin dengan olahraga tersebut. Tak hanya itu, di usia 3,5 tahun Kevin sudah mulai bermain-main dengan raket dan shuttlecock. Jadikan sebagai Hobi. Demi berlatih, Tempuh Banyuwangi – Jember setiap hari. Sejak saat itu, Kevin anak asal sudut kota banyuwangi ini menjadikan bulu tangkis sebagai hobi yang melekat dengan dirinya. Bersama sang kakak, tiap hari seusai sekolah langsung menempuh perjalanan jauh menuju Jember demi bisa berlatih dengan para pelatih terbaik di kotanya. Kevin menjalani latihan secara reguler di PB Putra 46, Jember. Punya impian: bergabung dengan PB Djarum Ternyata, sejak kecil Kevin telah memiliki impian terpendam yaitu bergabung dengan PB Djarum. Ia ingin menjadi salah satu atlet PB Djarum berkelas dunia. Mengetahui hal tersebut, sang ibu pun akhirnya mencari informasi tentang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis dan segera mendaftarkan sang anak. Ketiga cerita diatas adalah awal permulaan kevin sebagai atlet. Semua dimulai dari nol. Kini ia bisa sampai mencetak prestasi di kanca internasional.  

Lifter Indonesia Pertanyakan Dimana Perhatian Pemerintah Untuk SEA Games

Lifter Indonesia yang juga merupakan andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mempertanyakan perhatian pemerintah atas kegagalan dirinya dalam meraih medali emas di ajang SEA Games 2017. Menurut lansiran netralnews.com (29/08/2017), Pasalnya, Eko menganggap pemerintah  kurang memperhatikan persiapan cabang olahraga angkat besi. Padahal cabang olahraga ini di SEA Games tidak pernah putus menyumbang medali sejak tahun 2000. Sebagai Lifter Indonesia Eko Yuli telah tiga kali meraih medali di pentas Olimpiade, namun sekarang ia gagal dan hanya mampu meraih medali perak. Ia hanya mampu mengangkat beban seberat 306 kg, turun di kelas 62 kilogram. Medali emas sekarang menjadi milik atlet Vietnam, Trinh Van Vinh yang mencatat total angkatan 307 kg. Sementara atlet Myanmar, Myint Kyi, merebut medali perunggu dengan total angkatan 284 kg. Menanggapi kekalahannya tersebut, peraih perak Olimpiade 2016 itu mengakui persiapan sebelum SEA Games tidak optimal. Persiapan tim vietnam maupun myanmar lebih bagus, sedangkan persiapan tim Indonesia masih sekitar 90 persen. Dari persiapan tersebutlah, Eko amat menyayangkan pemerintah yang kurang memperhatikan persiapan latihan cabang angkat besi. “Selama persiapan, memang kami pernah ditengok di Bandung? Tidak tahu kan pemain kita bagaimana, makanan kami bagaimana. Kami semua pakai biaya sendiri dari PB yang menalangi. Jadi ya mau tidak mau, inilah hasilnya,” terang mantan juara dunia junior itu yang dilansir netralnews.com. “Dan hasil ini sudah melewati rekor-rekor di latihan. Kalau dibandingkan tahun lalu, ya memang ini lebih rendah tapi kalau untuk tahun ini, ini yang terbaik,” lanjutnya. Kegagalan tahun ini sekaligus memutus dominasi Eko dalam empat SEA Games yang telah ia ikuti.

Keluarga Besar Atlet basket, William Makin Tampil Lebih Percaya Diri

william-basket

Kapten tim basket putra dari SMAN 71 Jakarta, yang bernama lengkap Anthony William Lalisang atau yang akrab di panggil william merupakan salah satu atlet basket nasional yang berasal dari Klub pokeba Jakarta. Pemuda 16 tahun yang lahir di Jakarta 18 desember 2000 ini, mulai masuk kedunia basket sejak ia duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Anak dari bapak Yohanes dan ibu Karin Lalisang, William Mewarisi darah basket dari ibunya, Ibunya Karin Lalisang merupakan mantan atlet basket nasional. “Paman, kakek dan ibu saya seorang atlet, paman mantan atlet basket nasional, kakek mantan atlet tenis nasional sedangkan ibu mantan atlet basket juga,”ujar william. kemarin (26/8) di ajang Honda DBL West Java Series Jakarta, selain sukses membawa timnya menjadi runner up di ajang DBL series 2017, William juga berhasil menyabet nominasi kategori pemain terbaik di DBL Jakarta tahun ini. “Saya tidak menyangka, karena memang tidak ada target kesitu. Saya sama pelatih hanya ingin kasih yang terbaik dan menang setiap game. Karena bermain lepas ngga ada beban Tuhan kasih bonus juga ke saya selain masuk final mendapatkan gelar pemain terbaik,” lanjut william. Kejuaraan yang pernah di ikuti William dan berhasil membuahkan prestasi antara lain: 1. Kejurnas u14 2014 (emas) 2. Kejurnas u16 (emas) 3. Popwil 2016 (emas) 4. Asean school games 2017 (peringkat ke – 4 Runner up and first team dbl Jakarta series 2016) Terakhir, kemarin ia mendapatkan predikat pemain terbaik di DBL 2017, dengan torehan yang ia dapatkan sampai saat ini. Bukan tidak mungkin ia akan terus menciptakan prestasi yang lainya. Mungkin juga akan di boyong ke timnas senior basketball untuk mewakili Indonesia berlaga di tingkat internasional.(mrd/adt)

Bulutangkis Gagal Mengejar Target 3 Emas Pada SEA Games, Susi Minta Evaluasi

Hasil para pemain Indonesia pada putaran semifinal SEA Games 2017 tidak berhasil memenuhi target tiga emas di cabang Bulutangkis pada Senin (28/8). Pasalnya, harapan satu-satunya dari tunggal putra harus sirna. Susi Susanti, manajer tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2017 meminta raihan tim bulu tangkis Indonesia harus dievaluasi. Seperti yang dilansir wartaekonomi.co.id (28/08/2017), Susi menilai tiga partai semifinal Indonesia tidak seharusnya menelan kekalahan. Tiap pemain sudah punya peluang besar untuk menang namun justru lawan dapat membalikkan keadaan dan menang. Ia menyatakan semua itu patut dievaluasi. “Target tiga medali emas memang tidak tercapai. Ini patut dievaluasi, seharusnya di saat pertandingan penting seperti ini pemain tidak boleh hilang fokus dalam tekanan seperti apapun, harusnya diatas angin, bukan sebaliknya,” kata Susi dalam keterangannya yang dilansir dari wartaekonomi.co.id Susi mengatakan tim ganda putra kalah juga karena missed target, keberanian yang kurang sehingga saat ada tekanan dari lawan, tidak berkembang. Dan juga saat leading, tim dengan mudahnya buang poin. “Intinya atletnya harus mengubah mindset mereka sendiri apapun kondisi lapangan saat pertandingan,” tutur Susi. Dalam partai semifinal SEA Games 2017 , sedangkan empat wakil lainnya memperoleh perunggu melalui Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra). Dalam SEA Games 2017 sendiri, Indonesia menargetkan tiga emas, satu emas sudah didapat dari nomor beregu putra, dan di kategori perorangan hanya  Jonatan Christie yang masih memiliki peluang dengan melangkah ke partai final. Susi berharap Jonatan akan tampil baik dan merebut medali emas. “Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang dan lebih berani. Saya berharap Jonatan bisa mengatasi faktor non teknis ini,” kata Susi. Perolehan medali sampai kemarin raihan Indonesia dalam cabang olahraga bulu tangkis adalah satu emas dari beregu putra, dan empat perunggu yang masing -masing disumbangkan tim beregu putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

Inilah Juara Baru Honda DBL Jakarta Series 2017

pemenang-honda-dbl-2

Final basketball Honda DBL Jakarta Series 2017, di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Di kategori tim putra mempertemukan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 71 Jakarta, sedangkan untuk tim putri mempertemukan SMAN 8 Jakarta melawan SMAN 3 Jakarta di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Menurut pantauan tim nysnmedia.com di lapangan, Kuatnya pertahanan SMAN 8 membuat Valerie dan tim sulit beradu duel di udara. Beberapa kali bola muntahan didekap di tangan pemain SMAN 8. Jual beli serangan terjadi menjelang akhir kuarter pertama, hingga kuarter pertama usai, teladan tertinggal dengan skor 4-9. Pada Kuarter kedua tim kembali melancarkan serangan sengit, kejar – kejaran poin terus terjadi, Valerie sempat memangkas skor jadi 21-17, SMAN 8 unggul Memasuki kuarter ketiga, ketegangan makin menjadi. Teladan masih tertinggal 28-36, maka kemenangan SMAN 8 sangat terasa di depan mata. Dan benar saja hingga akhirnya peluit panjang dibunyikan, SMAN 8 unggul 47-40. Di sektor putra, dua tim dari Jakarta Timur bertemu. SMAN 71 kali pertama melawan SMAN 22 di ajang Honda DBL DKI Jakarta Series. Meski begitu, keduanya langsung bermain dengan agresif dan sportif. Arahan pelatih Tezara dapat diserap para pemain, SMAN 22 yang belum mencetak poin mengambil time out. Riverside menunjukkan kemampuannya. SMAN 22 memimpin dengan skor 17-15. Kuarter kedua dan ketiga menjadi ajang jual beli serangan kedua tim yang sama-sama mengandalkan sang kapten. Anthony sukses melakukan tembakan. Tak mau poinnya dikejar, Putra melakukan percobaan three point shoot dan berhasil. Hingga kuarter ke empat, Buzzer berbunyi, skor 58-55 membuat gelar juara untuk kali pertama diraih SMAN 22 Jakarta. (mrd/adt)

Berhasil Kalahkan Sang Juara Bertahan Kompetisi DBL, Addy Mulyadi Optimis Raih Kemenangan

pelatih-SMAN-71

Lanjutan final honda DBL west Java Series 2017 di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta(26/8), Anak asuh Addy Mulyadi kembali terkena kutukan untuk yang ketiga kalinya. Setelah tim putri mereka SMAN 71 jakarta yang pada kompetisi DBL tahun 2015 berhasil menjadi runner up, kini harus kandas saat laga pertama mereka melawan sman 34 jakarta pada babak penyisihan grup dengan skor 27 – 18. “Di kompetisi tahun 2015 lalu tim putri kita menjadi runner up, tahun kemarin giliran tim putra yang masuk runner up, tahun ini kita pasti bisa pasti bisa juara,”ujar coach Addy. Berbeda dengan tim putrinya yang harus tersingkir di babak penyisihan grup, Tim putra yang di gawanginya berhasil melaju ke babak final dengan mudah. Terbukti mereka bisa menyingkirkan lawan dengan skor telak. Selain itu, Pelatih SMAN 71 Jakarta addy Mulyadi mengaku sangat bangga timnya melaju ke babak final setelah mengalahkan sang juara bertahan kompetisi DBL yaitu SMAN 3 Jakarta. Pada babak perempat final melawan SMAN 3 Jakarta merupakan ajang balas dendam DBL tahun 2016 kemarin. Pasalnya mereka harus memupuskan harapan menjadi juara ke tangan SMAN 3 Jakarta. “Kita sudah mendapat pelajaran di tahun 2016 kemarin, dan kita sudah mengalahkan sang juara bertahan,” lanjut Addy. Berikut hasil sementara laga yang di lakoni SMAN 71 jakarta. SMAN 6 JAKARTA VS SMAN 71 JAKARTA ( 15 – 29 ) SMA BUKIT SION JAKARTA VS SMAN 71 JAKARTA ( 28 – 32 ) SMAN 71 JAKARTA VS SMAN 3 JAKARTA ( 26 – 20 ) SMAN 71 Jakarta VS SMA VIANNEY ( 47 – 29 ) SMAN 22 Jakarta VS SMAN 71 Jakarta ( 47 – 40 ). (mrd/adt)

Belum Genap 2 Tahun Mendalami Olahraga Panahan, Alda Ayu Amirah Lubah Sukses Torehkan Prestasi

alda-panahan

Olahraga panahan termasuk olahraga ketangkasan pemain, olahraga panahan juga sering dianggap sebagai olahraga statis, namun atlet pemanah atau pemanah kompetitif benar-benar membutuhkan sejumlah besar kekuatan, ketahanan, dan fokus untuk tampil optimal. Atlet cilik Alda Ayu Amirah Lubah, yang lahir di Pamulang, pada tanggal 18 Juli 2006 ini merupakan atlet panahan berprestasi berdarah campuran Poso – Betawi. Dia adalah anak bungsu dari 2 bersaudara dari pasangan Agam Pamungkas yang tak lain adalah mantan ketua DKTS (Dewan Kesenian Tangerang Selatan) dan Irawati. Berikut kejuaraan nasional yang pernah di ikuti Ayu ini, antara lain: Tangsel Archery Championship Cup, 2016-2017 – (Silver Medalion) Porseni Siswa Tangsel, Mei 2016 – (Gold Medalion) SDIT Al Azkar Chup 1 dan 2 – ( Silver Medalion) Tangsel Open Tournament, BSD 12 Juni 2017 – ( Gold Medalion) Indonesia Memanah 2, TMII,15-18 Desember 2016 – (Silver Medalion) PORSIQU JSIT Indonesia 2017, Jakarta 1-5 Mei 2017 Panahan Beregu Putri – (Delapan Besar) Banten Archery Open Tournamen, Serang, 18 Maret 2017 – ( Gold Medalion) Alda Ayu Amirah Lubah mulai menekuni olahraga panahan sejak ia masih berusia 10 Tahun. Berasal dari Tangsel Archery Club (tempat olahraga panahan) di bawah besutan pelatih Dandy, Ayu sukses mempersembahkan banyak prestasi. Selain olahraga panahan, Siswi cantik duduk di kelas 6 Damascus, SDIT Al Azkar Pamulang, ternyata mempunyai hobi mendengarkan musik, ia juga suka dengan menggambar untuk mengisi waktu senggang,” tutupnya.(mrd/adt)