Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Veddriq Leonardo, menorehkan prestasi gemilang dalam ajang IFSC World Cup 2021 di Swiss, pada Jumat (2/7/2021) malam waktu setempat. Atlet 24 tahun tersebut sukses menaklukkan wall atau dinding panjang setinggi 15 meter dalam waktu 5,32 detik. Catatan tersebut jauh lebih baik daripada rivalnya di final, Dmitrii Timofeev (Rusia), yang kalah cepat sejak awal dan hanya menorehkan waktu 7,35 detik saja. Veddriq Leonardo mengaku sangat senang karena sukses berdiri di podium utama ajang panjat tebing sekelas IFSC World Cup 2021 lagi. “Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang terus mendukung saya,” ujar Veddriq usai lomba seperti dilansir dari Olympics.com. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas. Saya sangat antusias dengan hasil yang saya dapat dalam kompetisi besar seperti ini,” lanjutnya. Ini menjadi gelar juara dunia kedua dalam sebulan terakhir untuk atlet asal Kalimantan Barat setelah kemenangan di ajang Climbing World Cup 2021, Salt Lake City, Amerika Serikat, awal bulan Juni lalu. And that's it! Veddriq Leonardo wins it! 🇮🇩 Watch more sport climbing on https://t.co/RG08DMKMzK 🧗#VillarsWC #ClimbingSurOllon pic.twitter.com/ot8D7CyoBf — The Olympic Games (@Olympics) July 2, 2021 Saat itu, Veddriq mampu mengemas catatan waktu 5,208 detik untuk memastikan medali emas di Salt Lake City. Tidak hanya dari Veddriq, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali di ajang yang sama dari Kiromal Katibin. Kiromal Katibin tampil apik di small final hari Jumat kemarin dengan mencatatkan waktu 5,3 detik dan memastikan medali perunggu. Setelah Swiss, kejuaraan dunia panjat tebing masih menyisakan dua turnamen lagi yang akan berlangsung di Prancis dalam waktu dekat sebelum Olimpiade Tokyo resmi dibuka. Panjat tebing akan debut di Olimpiade Tokyo dengan satu nomor yang dipertandingkan, yakni combined antara tiga disiplin speed, bouldering and lead. Baik Veddriq Leonardo maupun Kiromal Katibin berharap mendapat kesempatan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024. “Saya dan Veddriq akan terus (berupaya) membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” ujarnya bulan Juni kemarin.

Sabet Dua Juara Sekaligus, Petembak Muda Ini Curi Perhatian

Sabet Dua Juara Sekaligus, Petembak Muda Ini Curi Perhatian

Prestasi membanggakan diukir Khansa R. Maani. Diusianya yang baru menginjak 12 tahun, ia mampu meraih prestasi membanggakan pada tournamen menembak Kapolda Sulut Cup yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara Ke–75. Tak tanggung-tanggung, Putri kedua pasangan Santo Maani dan Nadzira Alamri warga Kelurahan Motoboi Kecil ini, menyabet juara di dua kelas berbeda. Masing-masing, Juara I di Kelas 10 Meter Air Rifle Match Women dan Juara II di Kelas Multi Range 18 Meter, 27 Meter, 33 Meter dan 41 Meter Open. Penyerahan hadiah dan trophy kepada para pemenang lomba, dilaksanakan di Halaman Polda Sulut, tepat di Hari Bhayangkara ke-75, Kamis 1 Juli 2021, yang dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana. “Lomba menembak ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-75, sekaligus untuk menjalin sinergitas antar instansi dan mencari atlet berbakat dalam menembak,” ujar Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba. Sebelumnya, pada tahun 2020 silam, atlet asal Kota Kotamobagu yang tercatat sebagai siswi di SMP Negeri 2 Kotamobagu ini, meraih peringkat 6 dalam kejuaraan Nasional Kelas Air Riffel 10 Meter Match Women Youth. Santo Maani, selaku orang tua sekaligus pelatih Khansa yang saat ini mengantongi lisensi nasional menembak laras panjang dan pendek, berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait. Terpisah, saat dihubungi media ini Kepala Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) Kota Kotamobagu, Marham Anas Tungkagi, mengaku bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan atlet muda asal Kota Kotamobagu ini, sehingga nantinya tetap akan menjadi perhatian pemerintah. “Pada dasarnya Pemkot lewat Dispora sudah mengusulkan anggaran di tahun 2022 untuk semua cabang olahraga termasuk menembak/ Perbakin. Memang tahun ini belum ada, karena anggaran belum memadai ditambah dengan adanya refocusing untuk penanganan dampak pandemi. Namun pada intinya, semua cabor apalagi yang sudah ada prestasi adalah prioritas,” ungkap Anas.

Serius Bina Atlet Muda, Jawa Timur Siap Bangun Sirkuit Motocross Bertaraf Internasional

Serius Bina Atlet Muda, Jawa Timur Siap Bangun Sirkuit Motocross Bertaraf Internasional

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mendukung pembangunan sirkuit motocross yang akan dibangun di daerah Waru, perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Dibangun diatas lahan seluar 6 hektar, sirkuit yang terletak di kawasan Blackstone Otomotif Superblok (BOS) Surabaya ini akan menjadi salah satu tempat kegiatan otomotif terbaik dan terlengkap di wilayah Jawa Timur. “Sirkuit didesain memiliki panjang lintasan mencapai 1,4 Km dengan lebar lintasan minimal 10 meter. Sehingga bisa dijadikan salah satu tuan rumah penyelenggaraan MXGP di Indonesia. Menambah semarak pengembangan olahraga motocross, sekaligus pembinaan bibit unggul atlet motocross Indonesia,” ujar Ketua Ikatan Motor Indonesia, Bambang Soesatyo, usai meninjau lahan sirkuit motocross Senin (28/6/21). Pria yang juga menjabat sebagai ketua MPR ini menjelaskan perkembangan motocross di Indonesia semakin pesat. Banyak bibit muda yang memiliki kualitas hebat. Misalnya Ryan Ardiansyah, crosser muda berusia 7 tahun yang berhasil finish di urutan ke-8 dalam Kejuaraan AMA Supercross KTM Junior di San Diego California 2020. “Sebelumnya Diva Ismaya dan Delvintor Alfarizi juga menorehkan prestasi di Kuwait International Motocross 2019. Delvinator finish di posisi ke-3, sementara Diva Ismaya finish di posisi ke 4- Karenanya kita perlu memberikan dukungan dengan memperbanyak sarana sirkuit sekaligus penyelenggaraan kejuaraan, agar para crosser Indonesia bisa semakin meningkatkan prestasinya,” jelas pria yang akrab di sapa Bamsoet. Bamsoet menerangkan keberadaan sirkuit juga akan mendorong pengembangan automotive sport tourism di wilayah Jawa Timur. Sehingga semakin banyak turis berkunjung dan membelanjakan uangnya untuk menggerakan sektor ekonomi rakyat. “UNWTO (United Nations World Tourism Organizations) menyebutkan sport tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat. Bahkan pasca pandemi Covid-19, akan banyak masyarakat yang memilih berwisata di lokasi yang menyiapkan kegiatan olahraga. Potensi ini harus bisa diambil Surabaya melalui sirkuit motocross di kawasan BOS,” pungkas Bamsoet.

Sabet Dua Medali Emas, Ini Target Selanjutnya Kaniya

Sabet Dua Medali Emas, Ini Target Selanjutnya Kaniya

Nama Kaniya Rizki Noviarni melejit usai sukses meraih dua medali emas dari Dao Shu dan Gun Shu Senior Putri pada Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II yang digelar secara virtual. Usai meraih dua medali emas tersebut, Kaniya pun membeberkan target yang ingin ia capai selanjutnya. “Alhamdulillah terimakasih kepada orang tua, pelatih dan teman-teman yang selalu mendukung usaha aku. Aku bersyukur banget bisa ikut menyumbang medali 2 emas buat DKI. Melalui waktu yang aku korbanin bisa ngehasilin hasil yang baik dan akan lebih baik kedepannya. Buat temen-temen lain yang masih ada tanding, tetep semangat dan selamat bertanding,” ujar Kaniya, Jumat (25/6/2021). Kaniya menekuni olahraga wushu saat duduk di bangku kelas 3 SD pada tahun 2011. Dia berlatih di Sasana Wushu Yayasan Inti Bayangan di bawah asuhan Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai. “Ke depan, saya punya target bisa memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games maupun Asian Games,” tutupnya. Bersama Richard Dean Kurnia, Kaniya merupakan andalan tim DKI Jakarta pada sirkuit yang digelar PB WI pimpinan Airlangga Hartarto dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut. Keduanya sama-sama menyumbang dua medali emas. Richard meraih dua medali emas pada kategori Dao Shu Junior C Putra dan Chang Quan. Berkat sumbangan medali emas dari keduanya, tim DKI Jakarta kian kokoh memimpin klasemen sementara perolehan medali dengan mengoleksi 23 emas, 14 perak, dan 9 perunggu. Biodata Nama: Kaniya Rizki Noviarni Panggilan: Kaniya Lahir: 16 November 2002 Orang Tua: Ir. Raden Ismanadi (ayah) & Ir. Ida Montissori (ibu) Pendidikan: Semester 2 Universitas Bina Nusantara Jakarta Sasana: Yayasan Inti Bayangan Pelatih: Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai Idola: Zhao Hua (Tiongkok) dan Achmad Hualefi (Indonesia)

Ini Target Vidya Rafika di Olimpiade Tokyo

Ini Target Vidya Rafika di Olimpiade Tokyo

Atlet menembak putri Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, menjadi salah satu andalan tim Merah-Putih pada Olimpiade Tokyo 2021, yang akan berlangsung pada 23 Juli- 8 Agustus. PB Perbakin pun menjelaskan mengenai target yang diberikan kepada atlet berusia 20 tahun tersebut. Menurut PB Perbakin, target dari Vidya Rafika adalah mencapai babak final. Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PB Perbakin, Firtian Yudit Swandarta, mengatakan target tersebut sudah sesuai perhitungan setelah melihat skor yang dicatatkan Vidya dalam sesi latihan yang kerap menyamai skor petembak kelas dunia. “Perbakin menargetkan Vidya di Olimpiade itu adalah masuk di final. Karena final delapan besar ini nanti skornya menjadi 0 semua dan atlet yang sudah mempersiapkan dirinya dengan mental yang kuat itu yang akan menjadi juara di final nanti,” kata Firtian. “Perhitungan kami menembak ini olahraga terukur jadi kami bisa mengukur sejauh mana Vidya bisa masuk final. Karena skor dia itu sudah skor kelas dunia, jadi kesempatan dapat tiket ke final itu cukup besar,” sambung dia. Terkait dengan persiapan Vidya ke Tokyo, Firtian mengatakan para atlet telah didampingi psikolog demi menjaga kondisi mentalnya sehingga bisa tampil rileks saat bertanding di Olimpiade nanti. Ada beberapa pelatihan yang telah diberikan, salah satunya adalah imagery training yang merupakan teknik untuk membantu atlet memvisualisasikan kegiatan yang akan dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan mental bertanding. “Psikolog, memang setiap atlet selalu didampingi terutama untuk melakukan imagery training, membayangkan mereka sudah berada di Olimpiade. Fungsinya untuk mengurangi tekanan atlet,” kata dia. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mendukung dan berharap Vidya bisa sukses pada ajang olahraga internasional tersebut. “Memang di Olimpiade Tokyo ini kan kita juga sudah berhitung ya secara realistis. Nah, dari persiapan yang sudah dilakukan, kami optimis Vidya bisa sukses dan meraih hasil terbaik di Olimpiade nanti,” kata Menpora Amali, Selasa (15/6). Menpora Amali menilai, Vidya Rafika memiliki potensi yang sangat baik. Ini mengingat Vidya masih berusia 20 tahun, namun sudah tampil di kompetisi olahraga terbesar dunia. “Vidya ini kan usianya masih muda ya, dua puluh tahun. Sehingga harapannya kedepan bisa terus berprestasi dan apa yang ditargetkan kedepannya bisa tercapai,” jelasnya.

Kisah Inspiratif Petinju Wanita Indonesia Pertama yang Menjadi Finalis Kejuaraan Asia

Kisah Inspiratif Petinju Wanita Indonesia Pertama Peraih Perak Kejuaraan Asia

Sebuah pencapaian kembali diraih oleh atlet muda Indonesia. Kali ini datang dari atas ring tinju. Adalah Huswatun Hasanah yang mampu mengharumkan nama baik Indonesia di kancah internasional. Petinju berusia 23 tahun itu mencatat sejarah baru sebagai wanita pertama asal Indonesia yang berhasil bertanding di final ASBC Eltire Boxing Championship. Huswatun berhasil meraih medali perak kelas 60 kg pada pertandingan final ASBC Asian Elite Boxing Championship di Dubai, Uni Emirat Arab, pada akhir pekan lalu. Peraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta itu hanya kalah dari petinju Kazakhstan Rima Volossenko pada partai final yang digelar di Le Meredien, 30 Mei. Dia kalah Referee Stops Contest (RSC). Sebelum memijak partai puncak, petinju kelahiran 27 Januari tahun 1998 tersebut lebih dulu mengalahkan Shoira Zulkaynarova (Tajikistan) di babak semifinal dengan skor 3-2. Meskipun belum berhasil mempersembahkan gelar juara untuk Merah-Putih, medali perak Huswatun sangat bersejarah. Huswatun menjadi petinju wanita pertama Indonesia yang mampu menjadi finalis. Sebelumnya, catatan terbaik petinju wanita Indonesia di Kejuaraan Asia hanya mampu merebut medali perunggu atas nama Rumiris Simarmata (48 kg) dan Veronica Nicolas (50 kg). Sedangkan gelar juara terakhir kali diraih petinju putra Hendrik Simangunsong pada Kejuaraan Asia di Bangkok, Thaiand, 1992. Saat itu ia mengalahkan petinju Korea Selatan Choi Ki-soo di babak final kelas light midlleweight 71 kg. “Akhirnya setelah sekian tahun ada lagi petinju Indonesia yang menembus final Kejuaraan Asia dan ini wanita. Terakhir itu, Hendrik Simangunsong di Bangkok, tapi itu kan putra karena putri saat itu belum ada,” kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PP Pertina, Pahotma Sitompul, dilansir dari detikSport. Huswatun akan diproyeksikan menuju SEA Games 2021 di Vietnam bersama petinju lain yang terbagi dalam dua lokasi, Banten dan Batam. Pertina akan melakukan seleksi kepada sejumlah atlet tinju untuk mendapat 11 petinju terbaik di Jakarta pada 8-9 Juni. “Sekarang ini kan jumlahnya masih 200 persen. Jadi akan ada seleksi lagi untuk diambil 11 atlet terbaik yang terdiri dari 3 petinju putri dan 8 petinju putra,” ungkap pria yang karib disapa Ucok ini. Adapun kelas yang dipertandingkan untuk putri, yaitu 51 kg, 57 kg, 60 kg, sedangkan kelas putra terdiri dari kelas layang, 49 kg, 57 kg, 64 kg, 69 kg, 75 kg, 81 kg, 91 kg. “Saya berharap dengan hasil Huswatun di Kejuaraan Asia, di SEA Games kita mendapat hasil terbaik. Ekspetasi saya sangat tinggi karena Asia saja sudah bisa kita pegang,” Pahotma mengharapkan.

Persiapan Olimpiade, Fika Terbang ke Kroasia

Persiapan Olimpiade, Fika Terbang ke Kroasia

Petembak muda Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Fika, saat ini tengah mempersiapkan diri jelang keikutsertaannya di Olimpiade Tokyo pada 23 Juli- 8 Agustus mendatang. Guna mematangkan persiapannya tersebut, Fika dijadwalkan mengikuti uji coba di Kroasia pada Juni mendatang. Fika yang bakal turun di nomor 10 meter air rifle putri, tak punya target di Kroasia. Dia mengatakan ingin menambah pengalaman sebagai persiapan di Olimpiade Tokyo 2020. “Saya tidak mematok target medali untuk penampilan di Kroasia. Di sana saya ingin menambah jam terbang sehingga saya bisa lebih siap saat tampil di Olimpiade” ujar Fika, dalam siaran pers Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengutip Antara, Kamis (27/5/2021). Sementara itu Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P. Roeslani, dalam kunjungannya ke pelatnas menembak di Senayan, Jakarta, mengaku terkesan dengan Fika yang bisa lolos kualifikasi dalam usia yang masih muda. “Fika ini atlet muda Indonesia yang luar biasa. Dia lolos kualifikasi Olimpiade pada usia 18 tahun. Semoga ia bisa memberikan penampilan terbaik di Olimpiade Tokyo nanti,” kata Rosan. Fika sebelumnya meraih medali perunggu dalam kejuaraan dunia menembak ISSF World Cup 2021 di New Delhi, India pada 15-26 Maret lalu. Dia menempati posisi ketiga pada nomor beregu 50 meter rifle three positions bersama Audrey Zahra dan Monica Daryanti. Peraih medali emas SEA Games 2019 itu awalnya dijadwalkan mengikuti ISSF World Cup di Baku, Azerbaijan, 21 Juni-2 Juli. Namun panitia penyelenggara telah memutuskan untuk membatalkan kejuaraan yang menjadi turnamen kualifikasi terakhir Olimpiade Tokyo tersebut karena situasi pandemi COVID-19 di negara tersebut. Saat ini, Indonesia hampir dipastikan menurunkan 19 atlet dari enam cabang olahraga ke Olimpiade Tokyo 2020. Keenam cabang olahraga tersebut adalah panahan, menembak, atletik, dayung, bulu tangkis, dan angkat besi. Jumlah itu masih bisa bertambah karena kualifikasi Olimpiade masih berlangsung.

KOSN Karate SMA Tingkat Kota Tangerang Selatan Telah Sukses Diselenggarakan

Kegiatan Karate Dimasa Pandemi Tetap Berjalan Dengan Menjaga Protokol Kesehatan

KOSN Karate SMA Tingkat Kota Tangerang Seletan Telah Sukses Diselenggarakan di YPI Darussalam Ciputat 21 Mei 2021. Ajang Pertandingan Karate Yang Melibatkan Sekolah SMA SeKota Tangerang Selatan telang dilaksanakan secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan baik dari pengukuran suhu tubuh, tidak berkerumun, jaga jarak semua wajib pakai masker dan para peserta hanya didampingi oleh guru atau pelatih sekolah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina YPI Darussalam Bapak H.M. Salman Faris, SE Sekaligus Ketua Umum FORKI Tangsel dan juga Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Ketua Harian FORKI Tangsel Dadang Rahayu, SH.MH, Sekum FORKI Tangsel Dr. Ir. I Dewa Ketut Suharjana, Kabid Binpres FORKI Tangsel R. Sukma Aji Abimanyu, SH, Bidang Kepelatihan Erick Iskandar, Para Wasit Juri Wakil Ketua Perwasitan Agung Khutobi, Anggota Wasit dan Juga Bidang Pertanding Marwanto JR, dan Anggota Wasit Roy Kadafi, Selain itu Hadir Juga Dari Guru-guru MGMP Tangsel Bapak Masduki, Bapak Riki, Bapak Julius dan Anggota MGMP yang lain. Sebelum acara dimulai Ketua Umum FORKI Tangsel Bapak H.M. Salman Faris, SE memberikan sambutan sakaligus membuka KOSN Karate SMA Tingkat Kota SeKota Tangerang Selatan, Dilanjut penyerahan Setifikat Sertifikasi Pelatih Karate Propinsi Banten yang diselenggarakan Dispora Provinsi Banten tanggal 30 November s/d 4 Desember 2020 dan juga penyerahan Sertifikat Coaching Klinik Pelatih yang yang diselenggarakan KONI Kota Tangerang Selatan 6 – 7 November 2020. Adapun yang mendapat sertifikat Sertifikasi Pelatih Karate Provinsi Banten : 1. R. Sukma Aji Abimanyu, SH 2. Erick Iskandar 3. Marwanto JR 4. Agung Khutobi dan yang mendapat Sertifikat Coaching Klinik Pelatih yang diselenggarakan KONI Kota Tangerang Selatan : 1. R. Sukma Aji Abimanyu, SH 2. Agung Khutobi Selanjutnya adalah hasil KOSN Karate SMA Tingkat Kota SeKota Tangerang Selatan : Putri – Juara 1 Alaysa Sahidatul dari SMAN 2 Kota Tangerang Selatan – Juara 2 Sabrina Hafizah Dini dari SMAN 11 Kota Tangerang Selatan – Juara 3 Andine Amanda dari SMAN 4 Kota Tangerang Selatan Putra – Juara 1 Bambang Priyambodo dari SMAN 1 Kota Tangerang Selatan – Juara 2 Sohail Ali Adil Hakim dari SMAN 2 Kota Tangerang Selatan – Muhammad Raihan dari SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. Partandingan tersebut juga terlaksana dengan baik Sportif dan tidak ada kecurangan karena semua Pejabat FORKI juga menyaksikan juga para pelatih-pelatih senior juga melihat dengan cukup seksama bahwa pertandingan itu cukup netral dan tidak ada titip wasit dan sebagainya apalagi pelaksanaan dilaksanakan dimarkas FORKI Tangsel sendiri sehingga ditunggui langsung oleh Ketua Umum FORKI Kota Tangerang Selatan Bapak H.M. Salman Faris, SE. Hasil dari Kejuaraan tersebut akan dikirim pada KOSN Tingkat Provinsi Banten pada tanggal 29 Mei 2021 dan semoga duta dari Tangsel bisa berlanjut ke KOSN Tingkat Nasional.

Sirnas Wushu Taolu Seri I Lahirkan Juara Baru, Tandai Regenerasi Wushu Indonesia

Sirnas Wushu Taolu Seri I Lahirkan Juara Baru, Tandai Regenerasi Wushu Indonesia

Atlet wushu muda asal Jawa Barat, Tasya Ayu Puspa Dewi, sukses menjadi juara baru Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021 yang digelar secara virtual, Kamis (25/3/2021). Tasya sukses menyabet medali emas dengan mengalahkan seniornya Juwita Niza Wasni yang tercatat pernah menjadi juara dunia 2015. Ayu yang saat ini baru menginjak usia 20 tahun itu tampil lebih sempurna membawakan Jurus Selatan (Nan Quan). Dirinya sukses meraih emas dengan mengalahkan Juwita yang harus puas dengan medali perak. “Seneng pasti bisa meraih medali emas di Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021. Boleh dibilang saya memang beruntung karena kak Niza yang sudah banyak meraih gelar juara di ajang internasional lagi masa pemulihan dari cidera jadi tak bisa tampil maksimal,” kata Tasya yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Hermanto dan Lenny Wati Tatang itu. Atlet yang mengidolakan bintang kungfu asal China, Wang Di dan mantan atlet nasional Indonesia, Eric Losardi ini mengaku senang dengan digelarnya Sirkuit Nasional Taolu di bawah PB WI pimpinan Airlangga Hartarto dan didukung Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Terlebih, ajang ini dimanfaatkannya sebagai ajang uji coba untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. “Ya, senang pasti adanya Sirkuit Nasional Wushu Taolu karena sudah setahun tidak ada even akibat pandemi Covid 19,” ucapnya. “Di sini, saya bisa melihat perkembangan prestasi dan lawan-lawan yang bakal dihadapi pada PON Papua nanti,” sambung Tasya yang menargetkan mampu menyumbangkan medali emas untuk Kontingen PON Jawa Barat nanti. Dirinya mengaku berlatih olahraga wushu sejak berusia 9 tahun. Dia berlatih di Sasana Wushu Yayasan Harapan Kasih Bandung di bawah asuhan Andry Hertanton, Ginggi Safitri dan Yadi. “Saya senang dengan olahraga beladiri wushu karena gerakan sangat indah,” pungkas Tasya yang selalu berdoa sebelum tampil dan tetap semangat sesuai pesan kedua orang tuanya. Hermansyah Bio Data Nama: Tasya Ayu Puspa Dewi Panggilan: Tasya Lahir: Bandung, Jawa Barat, 15 Oktober 2000 Klub: Yayasan Harapan Kasih Bandung Prestasi: – 1 Emas Kejurnas Wushu Babak Kualifikasi PON Bangka 2019 – 3 Emas Kejuaraan Wushu Junior Semarang 2019 – 2 Perak Kejuaraan Wushu Junior Yogjakarta 2017 – 3 Emas Kejuaraan Wushu Junior A Bangka 2016

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Pecatur muda Indonesia, Medina Warda Aulia, menjadi salah satu atlet yang telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dua tahap. Setelah agenda vaksinisasi tersebut, pecatur putri yang memiliki gelar Woman Grand Master (WGM) ini akan menjadi wakil Asia pada kejuaraan dunia 2021 di Rusia. Ia pun siap tampil baik dan mengharumkan nama bangsa. Demikian disampaikan Medina saat menjalani vaksinasi tahap kedua di RS Olahraga Nasional, Jakarta, Senin (15/3). Ia menyebut, Rusia sebagai tuan rumah menjadi pesaing yang cukup berat. Selain itu, juga ada Tiongkok dan Amerika. “Saya kira ketiga negara itu menjadi pesaing ya. Mereka cukup kuat. Meski begitu, aku optimis dan bisa tampil maksimal. Semoga bisa delapan besar, bahkan lebih,” ujar pecatur berusia 23 tahun tersebut. Untuk memenuhi target itu, dara cantik asal Jawa Barat ini terus berlatih. Dia bersama tim pelatih tengah menganalisis permainan dan memahami karakter dari para calon lawannya. “Saat ini aku latihan terus. Aku juga masih lihat dari karakter lawan bagaimana cara mainnya. Juga menganalisis. Kalau bisa saat kita main, kita pakai posisi yang dia nggak suka,” ujar Medina. “Semoga nanti bisa tampil baik saat kejuaraan dunia berlangsung pada Juli mendatang. Mohon doa masyarakat Indonesia, agar bisa memgharumkan nama bangsa. Yang jelas aku siap dan ingin tampil maksimal,” sambungnya. Lebih lanjut, peraih emas pada SEA Games 2019 ini juga semakin percaya diri untuk meraih target tersebut. Apalagi, dia baru saja menjalani vaksinasi tahap kedua. Dia harap tidak ada kendala kedepannya. “Tadi juga baru selesai vaksin yang kedua. Tentu menambah rasa percaya diri. Vaksinasi tadi juga berjalan lancar. Sama seperti sebelumnya, registrasi, lalu penyuntikan vaksin. Semoga pandemi ini segera berlalu,” jelas Medina

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Ajang IIMS Virtual Phase 2 akan menghadirkan salah satu seri Baja Otomotif Superbolock (BOS) Junior Motorcross Championship 2021 yang diadakan untuk mencari dan melahirkan talenta muda di dunia motocross Indonesia. Direktur Utama BOS, Djoko Iman Santoso mengatakan melalui ajang ini mereka ingin memberikan wadah bagi pembinaan crosser muda Indonesia, untuk dapat mengukir prestasi dan menyiapkan diri sebagai bekal menghadapi event motocross international. “Jadi BOS Junior Motorcross Championship ini, memang merupakan cita-cita kami sejak lama. Gimana kita punya atlet atau crosser yang andal untuk berlaga dan berprestasi di ajang motorcross dunia kalau tidak dilatih sejak dini. Oleh Sebab itu, event motorcross ini kita fokuskan ke junior,” kata Iman dalam IIMS Virtual Phase 2, Jumat (19/3/2021). Iman menjelaskan ajang motorcross ini akan berlangsung dalam tiga round yakni round pertama tanggal 10 hingga 11 April 2021. Round kedua tanggal 17 hingga 18 Juli 2021 dan round ketiga tanggal 24 hingga 24 oktober 2021. Semuanya berlangsung di Hodden Valley Track Baja Otomotif Superblock, pulogadung, Jakarta Timur. Ajang ini nantinya akan memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki bakat di dunia motor “garuk tanah” untuk mengasah kemampuan di arena resmi yang kompetitif. BOS Junior Motorcross Championship 2021 ini membuka kesempatan kompetisi dari anak usia 4 tahun hiingga 21 tahun yang terbagi dalam 12 kelas. Penyelenggara membagi kelas crosser sesuai dengan usia peserta. Kelas yang ada diantaranya kelas 50 cc Novice untuk usia 4-7 tahun, 50 cc Junior untuk usia 8-11 tahun, 65 cc Novice 8-11 tahun, 65 cc Junior 9-12 tahun, 85 cc Novice 10-13 tahun, 85 cc Junior 11-14 tahun, 125 cc Novice 13-16 tahun, 125 Juniot 14-17 tahun dan MX2 Novice 17-21 tahun. Semua kelas ini tergabung dalam Main Class. Sementara untuk kategori Supporting Class ada tiga brand yang akan berlaga dengan pembagian kelas yakni OMR 155cc Novice Yamaha WR, OMR 150cc Novice Kawasaki KLX dan OMR 150 cc Novice Honda CRF. Kompetisi diyakini akan menjadi sebuah tontonan menarik bagi para pecinta motorcross nasional. Para peserta akan berlaga dan berkompetisi untuk menjadi jawara dalam upaya kompetitif merebut Piala Ketua Ikatan Motor Indonesia Pusat, Bambang Soesatyo. Sumber: mobilianews.com

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games 2021 sudah di depan mata. Untuk menyiapkan atlet, Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia (WI) pimpinan Airlangga Hartarto menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Wushu Taolu. Sirkuit Nasional Wushu Taolu yang didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan digelar dalam tiga seri yang akan digelar pada bulan Maret, Juli, dan Desember 2021. Ajang ini merupakan lanjutan virtual Wushu Championship khusus nomor Taolu dalam dua seri pada tahun 2020. “Sirkuit Nasional Wushu 2021 ini merupakan program kelanjutan dari Virtual Wushu Championship 2020 lalu. Ini merupakan strategi dalam menyiapkan program pembinaan berkesinambungan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi wushu Indonesia ke depan,” kata Sekjen PB WI, Ngatino di Jakarta, Selasa (16/3/2021). Pada Sirkuit Nasional Wushu Seri I yang digelar secara virtual, 22 – 27 Maret 2021 sebanyak 444 atlet terdiri dari 71 atlet senior (peserta PON dan Pelatnas), 111 atlet Junior A, 152 atlet Junior B, dan 110 atlet Junior C. Mereka berasal dari 10 Provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Jambi, Sumatera Utara. Sebanyak 373 atlet junior yang tampil di Sirkuit Nasional Wushu itu, kata Ngatino, merupakan atlet terbaik yang dijaring dari Virtual Wushu Championship 2020. Mereka nantinya akan memperebutkan tiket ke pelatnas junior yang akan ditetapkan setelah mengikuti tiga seri. “PB WI akan merekrut 25 persen dari jumlah 373 atlet yang tampil untuk mengisi pelatnas junior. Mereka akan ditentukan sesuai dengan poin dan hasil penilaian Tim Talents Couting (pencarian bakat) yang akan diterjunkan untuk memantau atlet junior yaglng tampil,” jelasnya. Selain menjaring atlet junior potensial, kata Ngatino, Sirkuit Nasional Wushu ini juga dijadikan sebagai ajang uji coba bagi atlet wushu yang akan tampil di PON Papua 2021. “PB WI sengaja melibatkan atlet senior dan atlet pelatnas di Sirkuit Wushu Nasional untuk menjaga kualitas pertandingan di PON Papua 2021 nanti. Mereka kan sudah lama tidak tampil karena pandemi Covid 19. Jadi, mereka yang lolos di PON bisa melihat kelemahan dan kekurangan sebelum tampil di Papua nanti. Begitu juga atlet pelatnas yang akan turun di SEA Games Hanoi 2021,” jelasnya. “Penampilan atlet PON dan atlet pelatnas ini juga bisa dilihat atlet junior yang akan menggantikan posisinya di ajang event internasional,” tambah Ngatino. Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri l akan dibuka secara resmi oleh Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto pada 22 Maret 2021. Lokasi pertandingan akan ditempatkan di 30 titik dimana untuk DKI Jakarta hanya 3 titik ditambah Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang menjadi tempat latihan pelatnas. Sementara jumlah pertandingan sebanyak 898 nomor terdiri dari 149 nomor senior dan 749 nomor junior. Sirkuit ini akan disiarkan secara live streaming @INAWUSHU Channel. Sumber: Liputan6.com

Prokes Jadi Prioritas, Kejurnas Baseball 2021 Siap Digelar

Prokes Jadi Prioritas, Kejurnas Baseball 2021 Siap Digelar

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball U-15 dan U-18 2021 akan berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes). Ajang yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) itu digelar di Lapangan Baseball Rawamangun, Jakarta, mulai 28 Maret mendatang. Kejurnas Baseball U-15 dan U-18 2021 ini diikuti oleh delapan provinsi. Ajang ini awalnya direncanakan dihelat pada 21-26 Juli 2020. Namun, pandemi virus corona membuat terpaksa diundur menjadi awal tahun 2021 ini. Demi mematuhi prokes, ajang ini akan digelar tanpa penonton. Selain itu, ada beberapa peraturan yang akan diterapkan. Diantaranya adalah seluruh atlet dan ofisial selalu menerapkan 3M, kemudian penyemprotan disinfektan secara berkala, dan swab antigen bagi para atlet, ofisial, dan panitia pada sehari sebelum, hari ke-3, hari ke-5, dan 3 hari setelah kepulangan. Adapun jadwal pertandingannya adalah sebagai berikut: Kategori usia U-18 akan berlangsung pada 28 Maret sampai 3 April. Kategori usia U-15 akan berlangsung pada 3 April sampai 8 April. Penyelenggaraan Kejurnas Baseball U-15 dan U-18 2021 di tengah maraknya virus corona bukan tanpa alasan. Perbasasi memiliki tujuan untuk mempersiapkan para atlet muda dalam menghadapi ajang sekelas Olimpiade 2032. Terlebih lagi, Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, dan Perbasasi ingin baseball bisa dipertandingkan. View this post on Instagram A post shared by BASEBALL INDONESIA (@baseballindonesia)

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

Enam pegolf muda asal Pulau Dewata berhasil meraih hasil luar biasa dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Akademi Golf Indonesia di Lapangan Imperial Golf Karawaci, Tangerang, 6-7 Maret lalu dengan masing-masing meraih gelar juara. Keenam pegolf muda tersebut yakni Kenneth Hanson (juara kategori B putra), Nathan Pangestu (juara II B putra), Axel Pangestu (juara C putra), Jayden Liem (best nett C putra), Abigail Rhea (juara C putri), dan Quinn Leticia (juara D putri). Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali, Jurry Soeryo Wiharko, menuturkan bahwa Bali tidak mengirimkan wakilnya untuk kategori A. “Kami tidak menurunkan pegolf junior kategori A, sehingga untuk kategori A juaranya bukan dari Bali,” jelasnya, dilansir dari Bali Post. Kesuksesan ini menurutnya sesuai dengan target yang diemban oleh PGI Bali. Diakuinya, penampilan pegolf junior Bali senantiasa menjunjung tinggi sportivitas yang ditopang dengan semangat juang yang tinggi. Apalagi, penampilan mereka kemarin turut disaksikan oleh Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, yang didampingi oleh Eddy Pantja yang juga pengurus PB PGI. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, memberikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh para juniornya. “Saya kira prestasi ini luar biasa, apalagi mereka bisa tampil di lapangan golf sekelas imperial, tentunya kejuaraan ini sangat bergengsi,” ujar Muntra. Ia melanjutkan, keberhasilan ini juga merupakan jerih payah antarpengurus PGI Bali termasuk para orangtua. Hal ini sekaligus berperan sebagai pemberi semangat dan motivasi bagi para pegolf muda lainnya. “Keberhasilan ini juga tak luput dari PGI Bali yang rutin menggelar turnamen bulanan khusus untuk atlet junior,” lanjutnya. Muntra menambahkan, olahraga golf mengandung unsur pendidikan kepada anak-anak, utamanya menanamkan sifat kejujuran dan sportivitas. Selain itu, program turnamen golf bulanan yang rutin dilakukan juga memberikan dampak positif pada pihak lain. “Turnamen golf junior yang digelar tiap bulan diselenggarakan secara berpindah-pindah, dan memberikan manfaat bagi pengelola lapangan golf di Bali,” pungkasnya

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Fadillah Arbi Aditama merupakan seorang rider muda asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Arbi akan mengikuti Kejuaraan Asia Talent Cup (ATC) yang akan digelar di Sirkuit Internasional Losail, Qatar mulai 19 Maret 2021. Ia sekaligus menjadi rider asal Purworejo pertama yang berlaga di Qatar. Remaja kelahiran 14 Juli 2005 itu akan berlaga di kelas 250cc bersama ketiga pebalap lain dari Pati, Yogyakarta dan Tangerang. “Alhamdulilah, persiapam  sudah cukup matang, mulai dari latihan fisik hingga mental. Insya Allah sanggup,” kata Arbi saat menghadap Bupati Purworejo, Agus Bastian, Rabu (3/3). Menurutnya yang menjad lawan terberat bukan dari pembalap lain, melainkan dirinya sendiri. Dia mengaku harus benar-benar dapat menjaga rasa percaya diri dengan baik, tidak over confident, yang justru akan merugikan ketika berlaga. “Target yang pasti ingin juara satu, tetapi karena ini merupakan tahun pertama saya mengikuti balap ATC, jadi harus step by step dulu. Saya optimis bisa memberikan yang terbaik,” imbuh Arbi didampingi kedua orang tuanya, Robi Yuda Kurniawan dan Anggi Putri Anggraeni. ATC merupakan kompetisi balap motor yang diperuntukan bagi pembalap muda di kawasan Asia dan Oceania. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dorna, yang juga menjalankan kompetisi MotoGP, dan Kejuaraan Dunia Superbike. “Saya akan mulai melakukan persiapan di Jakarta pada tanggal 6 Maret. Kemudian tanggal 14-16 Maret akan mengikuti tes terlebih dahulu di Qatar. Saya juga akan mengikuti dua seri balap ATC di Sirkuit Internasional Losail,  Qatar. Seri-seri selanjutnya akan berlangsung di Asia, seri terakhir akan digelar di Sirkuit Mandalika Indonesia,” lanjut Arbi yang tergabung dalam tim Astra Honda Racing Team. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo, Agus Bastian, berpesan agar Arbi bisa meraih prestasi yang membanggakan bagi Bangsa Indonesia dan Kabupaten Purworejo khususnya. “Kedepan, diharapkan Purworejo dapat melahirkan atlet-atlet olahraga yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, termasuk balap motor. Harap dipersiapkan fisik, mental dan tentunya istirahat harus diperhatikan jangan sampai sakit, jangan lupa protokol kesehatan karena masih pandemi,” kata Agus. Berikut berbagai kejuaraan yang pernah dimenangkan Arbi: Juara 4 kelas Mp6 Kejurda Kebumen (2016) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purworejo dan juara 2 kelas Mp6 (2017) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purbalingga dan juara 3 kelas CBR250r IRS Sentul (2018) Juara 1 Kejurda Boyolali dan juara umum pada kejuaraan AHRS tahun (2019)

Tiga Atlet Panahan BIFZA ASC Sumbang Medali Dari Ajang Internasional

Tiga Atlet Panahan BIFZA ASC Sumbang Medali Dari Ajang Internasional

Tiga atlet binaan klub panahan kota Batam, BIFZA ASC, berhasil meraih prestasi membanggakan pada kejuaraan panahan Kota Tinggi Open Remote Archery Tournament yang diselenggarakan sejak tanggal 26 sampai 28 Februari 2021 lalu. Ketiga atlet tersebut mampu menyabet satu medali emas dan dua medali perunggu dengan kategori berbeda-beda. Untuk kategori Compound Girl U-16, dua atlet BIFZA mendominasi gelar juara setelah Kelly Ardelia Henly meraih medali emas dan Tania Vergawita berhasil memperoleh medali perunggu. Untuk kategori Compound Girl U-16, dua atlet BIFZA mendominasi gelar juara setelah Kelly Ardelia Henly meraih medali emas dan Tania Vergawita berhasil memperoleh medali perunggu. Tidak hanya itu, atlet lainnya bernama Satria Nurwijaya juga berhasil menyabet medali perunggu untuk kategori Recurve Men Open. “Alhamdulillah para pemanah muda kami masih bisa berprestasi walau di tengah pandemi begini,” ujar Ketua Klub BIFZA ASC, Feri Nawa Pamungkas kepada TribunBatam.id, Selasa (2/3/2021). Feri mengungkapkan, kejuaraan panahan ini diselenggarakan oleh persatuan panahan Kota Tinggi Johor, Malaysia. Turnamen dilaksanakan secara daring atau online dan diikuti oleh beberapa negara lainnya. “Tournament remote ini turnamen online. Shooting di lapangan masing-masing dan hasilnya dimonitor online menggunakan sistem. Karena masih pandemi Covid-19, jadi tak ada kumpul-kumpul dalam jumlah besar,” jelas dia lagi. Selain untuk memotivasi para atlet agar terus berprestasi, Feri berharap turnamen ini dapat menjadi salah satu ajang pembinaan bagi para pemanah kategori pelaja. Mengingat, pembinaan atlet masih menjadi fokus utama pihaknya sejauh ini. “Perolehan medali ini merupakan salah satu hasil latihan rutin yang dilakukan setiap sore di lapangan panahan Temenggung Abdul Jamal,” tambah dia. Bahkan, dia ikut mengapresiasi dukungan para orangtua atlet untuk seluruh kegiatan panahan yang ada. “Banyak orang tua atlet berharap agar pemanah muda berbakat BIFZA ASC yang merupakan klub binaan BP Batam dapat memperoleh prestasi yang lebih tinggi lagi di event nasional dan internasional,” sebutnya.

Lima Karateka Muda Majalengka Raih Prestasi Pada Czech Open Karate Cup 2021

Lima Karateka Muda Indonesia Raih Prestasi Pada Czech Open Karate Cup 2021

Prestasi membanggakan kembali datang dari atlet muda Indonesia. Kali ini, kabar gembira datang dari cabang olahraga karate. 5 karateka muda asal Majalengka, Jawa Barat, berhasil menjuarai Czech Open Karate Cup 2021 yang digelar online. Kelima karateka itu tergabung dalam Indonesian Traditional Karate Federation (INATKF). Prestasi mereka menyabet medali perak hingga emas dalam kejuaraan internasional yang bertempat di Republik Ceko pada 20-22 Februari 2021. Kejuaraan yang digelar secara daring itu diikuti oleh 9 negara yakni Ceko, Rusia, Armenia, Kroasia, Austria, Slovenia, Rumania, India dan Indonesia. Lima karateka itu ialah Muhammad Abdullah Ramdhan (11), Mochammad Ridho (15), Rangga Bayoe Pramoedjie (25), Zalsa Lenaya (20) dan Agista Sinantya (15). “Muhammad Abdullah Ramdhan meraih 2 medali emas, Mochammad Ridho 1 emas, Rangga Bayoe 1 emas 1 perak, Zalsa Lenaya 1 emas dan Agista Sinantya dapat 1 medali perak,” kata Bupati Majalengka, Karna Sobahi, saat memberikan penghargaan kepada lima karateka itu di Pendopo Bupati Majalengka pada Selasa (2/3/2021). Karena mengaku sangat bangga kepada lima karateka muda tersebut yang mampu meraih prestasi internasional, di ajang Czech Open Karate Cup 2021, ditengah situasi pandemi COVID-19 saat ini. “Sungguh luar biasa bahwa dari Majalengka bisa berprestasi di kejuaraan internasional dan mendapatkan lima medali emas di kejuaraan di Ceko. Sebagai kepala daerah saya mengucapkan selamat atas prestasi yang diperoleh, mereka telah mengharumkan nama Kabupaten Majalengka,” kata dia. Czech Open Karate Cup sendiri merupakan ajang kejuaraan karate tradisional tingkat yang digelar secara virtual. Para kontingen dari berbagai negara harus mengirimkan video di tiap babaknya. “Yang dilombakan keindahan jurus atau Kata, jadi kita mengirimkan videonya dan dinilai oleh dewan juri di Ceko. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan ada lima emas dan dua perak,” ucap Eben Heizer Sembiring selaku Sekjen PB INATKF. Ia pun sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka atas prestasi atletinya di Czech Open Karate Cup 2021. Menurutnya keberhasilan lima karateka muda Majalengka dalam meraih medali di kejuaraan internasional menjadi tolak ukur bagi atlet-atlet karate tradisional untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya. “Ini tolak ukur awal yang baik bagi atlet-atlet di Majalengka dan nanti akan ada kejuaraan lagi di Polandia dan akan kita siapkan kesana. Kami yakin mereka mampu berprestasi,” kata dia.

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Insan olahraga tentu tak asing lagi mendengar nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Vika, seorang petembak muda senapan angin potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Vika menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bakal turun di Olimpiade Tokyo 2021. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Sekjen Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), Justin Judiswandarta. “Benar. Hanya satu atlet saja yang lolos ke Olimpiade. Sebenarnya kami juga sudah menjadwalkan untuk mengejar tambahan kuota,” ujar Justin Judiswandarta saat dikonfirmasi dilansir Antara. PB Perbakin, kata dia, tetap berusaha menambah kuota dengan mengirimkan atlet ke kejuaraan yang sudah dijadwalkan oleh Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF). Hanya saja kejuaraan kualifikasi itu dibatalkan karena pandemi Covid-19. “Dengan batalnya beberapa kejuaraan kualifikasi, praktis kita tidak bisa menambah atlet. Vika satu-satunya petembak yang tampil di Tokyo,” katanya menambahkan. Mantan Ketua Pengprov Perbakin Jawa Timur itu menjelaskan, upaya untuk menambah kuota tidak hanya melalui kejuaraan kualifikasi yang sudah dijadwalkan, namun juga dilalukan dengan cara lain seperti mengajukan wild card. Hanya saja, menurut Justian, upaya untuk mendapatkan wild card tidak dikabulkan oleh ISSF karena jatah yang ada diberikan kepada atlet menembak dari negara-negara yang sedang mengalami konflik. “Kebijakan ISSF memberikan jatah wild card kepada penembak dari negara yang konflik itu patut dimaklumi. Sebab, ISSF menjadikan cabang olahraga menembak bukan hanya mengejar prestasi tetapi sebagai sarana untuk kampanye perdamaian dunia,” kata Justian menegaskan. Vidya Rafika Rahmatan Thayiba merupakan atlet menembak muda yang bakal turun di nomor Air Rifle Match dan 3 position 50 meter putri kejuaraan empat tahunan yang pelaksanaannya mundur satu tahun dari jadwal semula. Tiket lolosnya Vika didapat saat turun di Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. Setelah itu rentetan prestasi terus raih termasuk raihan dua emas pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Biodata: Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Tempat, Tanggal Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi: SEA Games 2019 Filipina (1 medali emas Air Rifle Women, 1 medali emas AirRifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) SEASA 2019, Indonesia (2 medali emas) SEASA 2017, Malaysia (1 medali perak, 1 medali perunggu)

Jaring Atlet Berpotensi, Polda Sumbar Gelar Kejurda Menembak

Jaring Atlet Berpotensi, Polda Sumbar Gelar Kejurda Menembak

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar lomba Kejuaraan Daerah (Kejurda) menembak yang diikuti 16 klub dari Provinsi Sumbar dan Jambi yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumbar pada Rabu. Kejurda ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu guna menjaring atlet berpotensi daerah. Selain itu, menurut Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan kejuaraan daerah menembak tahun ini bertujuan sebagai ajang evaluasi bagi atlet sejauh mana peningkatan prestasi yang mereka raih. “Kita semua mengetahui bahwa latihan terbaik adalah bertanding,” tegas Toni Harmanto, dilansir dari Antara. Lebih lanjut, Kejurda ini digelar dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) 2021, Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) 2021 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2021. Ia mengatakan Pengprov Perbakin Sumbar sedang gencar-gencarnya melaksanakan pertandingan baik untuk bidang berburu, bidang reaksi maupun bidang tembak sasaran. Pihaknya akan menjaring atlet yang potensi dari berbagai kabupaten kota untuk dilakukan pembinaan dalam program Pengprov Perbakin Sumbar. “Untuk itu saya harapkan kepada seluruh atlet agar dapat termotivasi untuk lebih berprestasi secara maksimal,” kata dia. Toni Harmanto yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Perbakin Sumbar ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia turut berpesan kepada para juri serta petugas di lapangan ia meminta mereka selalu menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kejuaraan daerah menembak Piala Kapolda Tahun 2021 ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar. “Kepada seluruh atlet saya ucapkan “Selamat Bertanding”, ikuti seluruh aturan yang tertuang dalam petunjuk teknis dan raihlah prestasi setinggi-tingginya dengan selalu mengedepankan nilai kebersamaan dan sportivitas. tetap jaga keselamatan pribadi dan rekan-rekan selama pertandingan dilaksanakan,” pungkasnya.

Banyak Pegolf Junior Mentereng, PGI Bali Optimis Cetak Atlet Berprestasi

Banyak Pegolf Junior Mentereng, PGI Bali Optimis Cetak Atlet Berprestasi

Tiga pegolf junior asal Pulau Dewata yakni Kenneth Henson Sutianto, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, dan Margoz Kamengmau mampu meraih prestasi pada turnamen golf bertajuk Gobar Junior Golf yang berlangsung pada tanggal 30-31 Januari kemarin. Turnamen yang digelar di Lapangan Royal Golf Club West-North Course, Jakarta, tersebut, Kenneth mampu keluar sebagai juara 1 untuk kategori B. Sementara dua rekan lainnya, Abigail Rhea Soeryo Wiharko mampu keluar sebagai runner up pada kategori C dan Margoz Kamengmau tampil sebagai juara IV kategori C . Berkat torehan ketiganya, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Bali memberikan apresiasi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Pembinaan Golf Junior PGI Bali, Komang Darmawan. Menurut Komang, sudah banyak yang mulai terasah bakat dan talentanya hingga mampu mengukir prestasi di level nasional. “Kami akui saat ini banyak pegolf belia yang berusia sampai dengan 7 tahun yang mulai belajar pegang stick, dan memukul bola golf,” sebut Komang Darmawan, dilansir dari Bali Post. Oleh sebab itu, dirinya mengaku optimis Bali mampu menelurkan pegolf junior yang mampu berprestasi di kancah nasional. Ia pun bangga dengan geliat pembinaan pegolf junior di Pulau Bali yang cukup gencar. Hal ini terbukti tiap penyelenggaraan event bulanan, pesertanya mencapai 30-35 atlet. Bahkan, putra putri pekerja golf di Bali Handra banyak yang mulai menekuni olahraga ini. Untuk event selanjutnya, PGI Bali sedang bersiap untuk menggelar event bulanan junior. Semestinya, event tersebut berlangsung pada bulan Desember 2020. Karena adanya peraturan PSBB dan PPKM, maka diundur menjadi tanggal 30-31 Januari kemarin. Namun, lagi-lagi kembali harus di-reschedule karena berbarengan dengan Gobar Junior Golf di Jakarta. “Oleh karena jadwalnya berbarengan dengan event nasional di Jakarta, maka turnamen bulanan junior ditunda lagi menjadi hari Minggu (7/2/2020) di Sanur,” jelas Komang Darmawan. Lebih lanjut, Komang Darmawan menjelaskan hingga kini sudah terdaftar 27 pegolf yang masuk dalam kategori U-10 dan kategori usia 15-18 tahun.