Rencana Pertina Untuk Bangkitkan Petinju Muda Indonesia

Rencana Pertina Untuk Bangkitkan Petinju Muda Indonesia

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) periode 2020-2024 terpilih, Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak, telah menyiapkan sebuah rencana untuk mengembangkan potensi petinju muda Indonesia. Rencana tersebut ia siapkan melalui sebuah program khusus yang diberi nama BH 35 RK. Ini menjadi salah satu dari sekian program kerja dari Komaruddin Simanjuntak sejak terpilih lewat Musyawarah Nasional (Munas) Pertina pada 31 Desember 2020 lalu. “BH adalah tagline saya pada proses pemilihan Ketum PP Pertina yang artinya Bersatu Hati. Kalau semua kompak, tidak ada yang tidak bisa,” ungkapnya. Ia melanjutkan jika makna 35 adalah simbol harmonisasi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan PP Pertina. Jadi, Komaruddin mengajak semua pengurus pusat maupun daerah untuk Bersatu Hati membesarkan dan menuai prestasi olahraga tinju di Tanah Air. Sedangkan RK singkatan dari Raja KO. Komaruddin mengaku sedih melihat petinju Indonesia kalah dipukul Knock Out (KO). Makanya, dia bertekad untuk membalikkan keadaan itu. “Saya tidak ingin petinju Indonesia menjadi ‘ayam sayur’. Petinju Indonesia harus jadi Raja KO,” katanya. Untuk menjalankan program BH 35 RK, Komaruddin akan membuat program pembanding. Ia mengajak para pengurus untuk berpikir out of the box. Pertina Pusat berencana membuat desentralisasi tinju amatir dengan mempertimbangkan dua opsi wilayah, yakni Batam dan Jawa Barat. Akan tetapi, Komaruddin Simanjuntak lebih cenderung memilih Batam karena Jawa Barat sudah digunakan sebagai persiapan Pra-Olimpiade. Lebih lanjut, Komaruddin akan meminta tiap Pengprov (34 provinsi) mengirim empat calon atlet berbakat berusia 15-16 tahun yang nol pengalaman. Alhasil, PP Pertina bakal memiliki 136 nama calon petinju yang akan digembleng oleh pelatih asing dengan bantuan 6-8 pelatih lokal. Sebelum program latihan berjalan, proses penyaringan awal akan digelar. Seleksi bertahap meliputi faktor psikologi, keshatan, dan anatomi. “Misalkan dari 136 orang yang lulus 100, maka 36 orang akan kami pulangkan ke daerahnya masing-masing,” ujar Komaruddin. Dari 100 orang yang lulus tes psikologi akan disaring menjadi 50 orang lewat tes kesehatan lalu dilanjut ke tes anatomi sehingga mendapat 30 orang pilihan. “Nantinya, 30 orang inilah yang kami bina di kamp secara khusus. Mereka akan digembleng bagaimana menjadi seorang petinju dan akan dievaluasi setiap tiga bulan,” katanya. “Jika mereka berhasil menang KO (dalam uji tanding) maka pembinaan akan dilanjutkan ke program berikutnya. Jika cuma menang, apalagi kalah, otomatis akan dipulangkan, karena progam kami adalah mencari RK atau Raja KO,” pungkasnya.

Resmi Dilantik, Pengurus ISSI Banten Targetkan Cetak Atlet Handal

Resmi Dilantik, Pengurus ISSI Banten Targetkan Cetak Atlet Handal

Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Banten secara resmi telah mengukuhkan pengurusnya, Kamis, 7 Januari 2021 malam, di Hotel Horison Ultima Ratu. Andiara Aprilia Hikmat dipercaya menjadi pemimpinnya. Acara pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum ISSI, Raja Sapta Oktohari, bersama Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy. Selain keduanya, beberapa nama pesohor yang dipercaya untuk menjadi pemimpin ISSI Kabupaten/Kota turut hadir dalam acara. Salah satunya Osep Mulyawan Karis. Ia dipercaya untuk membesarkan ISSI di Kabupaten Lebak. “Alhamdulillah lagi-lagi saya diberikan amanah untuk memimpin sebuah organisasi. Semoga amanah dan dapat membawa pengaruh besar,” kata Osep, Jumat, 8 Januari 2021, dilansir dari BantenHits. Tak hanya itu, Osep yang memiliki segudang prestasi dalam dunia olahraga ini juga ternyata masuk dalam kepengurusan ISSI Banten sebagai Wakil Ketua Umum. “Tekadnya hanya satu membesarkan ISSI di Banten umumnya, Lebak khususnya. Mencetak atlet-atlet bersepeda yang handal,” tandasnya. “Semoga kehadiran ISSI dapat mendongkrak prestasi berolahraga khususnya olahraga sepeda di tanah jawara,” imbuhnya. Sementara Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy, mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus ISSI Banten. Ia berharap ISSI dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menguatkan prestasi olahraga bersepeda di Provinsi Banten. “Kami Pemprov Banten pada saat ini sedang membangun fasilitas kawasan olah raga (Sport Center), tahap pertama ini pembangunan stadion, mungkin kedepan saya akan mengusulkan khusus untuk balap sepeda,” pungkasnya.

Berkenalan Dengan Pingkan, Calon Atlet Wushu Masa Depan Indonesia

Berkenalan Dengan Pingkan, Calon Atlet Wushu Masa Depan Indonesia

Mungkin nama Pingkan Maretta Siregar masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, diusianya yang masih muda, Pingkan sudah mulai membuktikan jika ia layak untuk diperhitungkan sebagai atlet wushu masa depan Indonesia. Pingkan merupakan adik dari Seraf Naro Siregar yang merupakan juara dunia wushu China 2019 dan peraih medali emas SEA Games Filipina 2019. Tak heran, ia sangat didukung oleh keluarga untuk menekuni olahraga wushu. Sehari-hari, anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Tigor Parlindungan Siregar dan Nanik Agustin ini berlatih Sasana Yasanis Surabaya di bawah asuhan Kristanto G, Andre Valentinus G, Sherlie Hoediono, Budi Gunawan, dan Xiao HaiDong. Berkat bakat dan ketekunannya, beberapa waktu lalu ia sukses menyabet medali emas di Virtual Wushu Championship Seri II Kategori Nasional untuk nomor Taiji Jian A. “Prestasi yang saya raih ini tidak terlepas dari hasil kerja keras, pantang menyerah dan berusaha tidak merasakan lelah saat berlatih,” kata Pingkan, dilansir dari Nusantara TV. “Saya persembahkan medali emas VWC Seri II ini khusus kepada kedua orangtua yang mendukung dan membimbing saya sejauh ini walau di masa-masa terendah. Tak lupa juga saya mengucapkan terimakasih kepada semua pelatih yang membimbing tanpa lelah dan memberi nasehat serta masukan. Begitu juga dengan teman-teman yang selalu support saya dalam hal apapun itu,” tambahnya. Pingkan mengaku awal ia mengenal olahraga wushu pada tahun 2010 lalu. Kala itu, kedua orang tuanya yang menyuruh untuk berlatih bersama sang kakak yang tak lain adalah Seraf Naro. “Awalnya saya disuruh kedua orang tua ikut latihan bersama bang Seraf Naro. Eh…terakhir saya jadi senang,” ungkap Pingkan. Berbicara masalah target ke depan, Pingkan yang tercatat sebagai pelajar kelas 12 IPS di SMA Negeri 9 Surabaya mengaku masih konsentrasi di Virtual Wushu Championship Seri II dan Sirkuit Wushu 2021 yang menjadi seleksi terakhir menuju pelatnas junior. “Keinginan menyusul abang ke pelatnas pasti ada. Dan, saya juga ingin meraih prestasi sepertinya yang menjadi juara dunia dan juara SEA Games,” katanya. Kebanggaan juga diontarkan orang tua Pingkan atas prestasi yang telah dicapai anaknya tersebut. “Kami bangga Pingkan mampu meraih emas di VWC Seri II. Dan, saya berharap dia tidak cepat puas dan harus lebih terpacu untuk meraih prestasi pada event-even lain,” ujar sang ayah. Biodata Nama: Pingkan Maretta Siregar Tanggal Lahir: 16 Maret 2003 Tempat Lahir: Surabaya Klub: Yasanis Surabaya Idola: Lindswell Kwok dan Ma Jian Chao Prestasi – Emas Taiji Jian Virtual Wushu Championship Seri II 2020 – Emas Taiji Quan Porprov Jatim 2019 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Sarawak Wuwang Cup 2019 – Emas Taiji Jian Kejurnas Wushu Babel 2019 – Emas Taijin Jian dan Emas Taiji Quan Piala Raja Hamangkubuwono X 2018 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Kejurnas Yogyakarta 2018 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Piala Walikota Surabaya 2018 – Perunggu Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan Kejurnas 2017 – 1 Emas Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan BWC 2015 – Perunggu Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan Inti Bayangan OWC 2015 – Emas Taiji Jian BWOC 2014 – Emas Taiji Jian dan Perak Taiji Quan YOWC 2014

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia nampaknya sedang mempersiapkan untuk melakukan pembenahan ulang sistem pembinaan wushu. Salah satunya dengan mengadakan kembali Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II. Langkah ini diambil karena berkaca pada kesuksesan saat menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Series – 1 Khusus Taolu. Kali ini, PB Wushu Indonesia tidak hanya siap menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II namun juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI Pusat. Ada pun rencananya kejuaraan tersebut akan digelar pada 1-11 Desember 2020. “Di seri I telah menjaring 190 atlet junior dan di Seri II akan kembali dijaring 190 atlet potensial dari kategori A,B dan C. Mereka nantinya akan diseleksi kembali melalui Virtual Wushu Champipnships Indonesia 2021 untuk menjaring 50 atlet junior terbaik yang akan dipersiapkan tampil pada ajang event internasional,” ujar Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, dilansir dari JPNN, Kamis (26/11/2020). “Ini sesuai instruksi Pak Airlangga Hartarto yang ingin adanya program pembinaan atlet berjenjang dan berkesinambungan dalam upaya melahirkan pengganti juara dunia Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo ke depan,” sambungnya. Terbosan yang dilakukan PB Wushu Indonesia ini mendapat sambutan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah atlet dan sasana yang berpartisipasi. Pada Seri I tercatat 632 atlet dari 50 sasana wushu se-Indonesia sedangkan pada Seri II telah tercatat 1.000 atlet (804 atlet wushu nomor Taolu dan 166 atlet wushu tradisional) dari 83 sasana wushu. Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II kali ini memang terlihat istimewa. Selain mempertandingkan nomor tradisional untuk memberikan tempat kepada perguruan wushu, 12 atlet terbaik dari tiga sasana pada Seri I yakni Rajawali Sakti Jakarta, Laba-laba Sakti Jakarta dan Yasanis Surabaya akan berlaga dengan atlet sasana wushu dari Singapura, Brunai, Macau, dan Kazakhstan. “Kita memang sengaja mengundang atlet junior wushu negara lain untuk menambah jam terbang atlet junior terbaik di Virtual Wushu Championships Seri I. Sebab, sasana yang kita undang tercatat sebagai sasana yang banyak melahirkan atlet nasional di keempat negara tersebut,” jelasnya. Program Virtual Wushu Championships Indonesia yang diluncurkan PB Wushu Indonesia ini sekaligus menjadikan sasana sebagai ujung tombak pembinaan. Sebab, atlet-atlet junior dari berbagai sasana punya kesempatan untuk bisa menembus. “Lewat Virtual Wushu Championships Indonesia tak ada lagi ýang bisa ditutupi. Keberadaan atlet potensial yang ada di sasana besar atau kecil akan terpantau,” katanya. Lebih jauh Ngatino juga mengungkapkan pihaknya akan mencari format yang tepat untuk mempertandingkan nomor Sanda. “Nomor Sanda sedang dicarikan formatnya. Bisa saja akan digelar tahun depan tanpa penonton. Prinsipnya pertandingan tidak boleh terhenti karena pandemi Covid-19,” tutupnya.

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Dg Palabbi, secara resmi membuka kejuaraan Open Archery Championship, Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III, yang ditandai dengan pelepasan anak panah bertempat di Lapangan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, Jumat 20 November 2020. Menurut Rusli, pembinaan dan pengembangan olahraga bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata akan tetapi seluruh komponen bangsa mesti dilibatkan untuk mengurusnya seperti yang ditunjukkan oleh Perpani Sulawesi Tengah bersama KONI Sulteng yang terpanggil untuk memajukan olahraga panahan di Sulawesi Tengah. Adanya Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III diharapkan menjadi ajang uji coba yang tepat bagi para atlet panahan Sulawesi Tengah yang membutuhkan kompetisi agar bisa memperdalam dan meningkatkan kemampuan skill mereka. Karena berbicara olahraga panahan berarti berbicara konsentrasi dan mental yang harus lebih ditingkatkan karena panahan full dengan konsentrasi tingkat tinggi sehingga makin sering ikut kompetisi maka kemampuan atlet cenderung akan lebih meningkat. “Olehnya, saya menyambut baik dan mengapresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh komponen terkait yang menggelar kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan prestasi dan dapat menggali potensi atlet panahan muda Sulawesi Tengah agar dapat berprestasi pada tingkat nasional dan kita harapkan semoga kedepannya bisa mewakili Indonesia di kejuaraan internasional, sekaligus mensosialisasikan cabang olahraga panahan kepada masyarakat,” ujar Rusli, dilansir dari Kailipost.com. Tidak lupa ia memberikan apresiasi kepada para peserta karena tetap semangat mengikuti pembukaan Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III Open Archery Championship karena tetap semangat meskipun dibawah terik sinar matahari, serta tetap mengikuti protokoler kesehatan yakni menggunakan masker. Wakil Gubernur berharap keahlian para peserta dalam memanah lebih meningkat sehingga dapat mengikuti kompetisi ditingkat nasional bahkan tingkat dunia. Ia juga tak henti-hantinya mengingatkan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3 M), apalagi dalam waktu dekat, tanggal 9 Desember 2020 menyongsong pemilihan kepala daerah serentak tingkat provinsi serta tujuh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat berjalan demokratis, partisipatif dan aman dari Covid-19. Ketua KONI yang diwakili oleh Humaidi, mengakui panahan merupakan olahraga tertua yang telah ada sejak 50.000 tahun lalu, bahkan ahli arkeologi memperkirakan dari lukisan di gua-gua yang sudah berumur 500.000 tahun. Penggunaan panah oleh manusia pada waktu itu untuk melindungi dirinya dari binatang luar dan sebagai alat untuk mencari makan perjalanan panjang sampai pada zaman modern ini tentu tujuannya berbeda sebagai olahraga prestasi harapan dan cita-cita atlet adalah ingin tampil yang terbaik, hal tersebut seiring semangat olimpiade yang dicetuskan bapak Olimpiade modern, Baron Pierre de Coubertin pada tahun 1894 dengan moto: Citius berarti lebih cepat, Altius berarti lebih tinggi dan Fortius berarti lebih kuat.

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Kelas Dunia

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Golf Elit Dunia

Pegolf muda kebanggaan Indonesia, Kentaro Nanayama, secara resmi bergabung dengan salah satu klub golf elit, Purdue Golf Team, dari Purdue University, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). Tidak hanya itu, Kentaro sekaligus menerima beasiswa di kampus bergengsi tersebut. Bagi Kentaro, Purdue University adalah pilihan tepat karena merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat yang memiliki fasilitas golf sangat lengkap. “Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University,” ujar Kentaro. Purdue Golf Team mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus serta skill yang hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim. Siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School ini menambahkan, tim golf Purdue University juga diisi oleh atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota untuk menjadi lebih baik sehingga sukses memenangkan banyak penghargaan bagi kampus. “Saya yakin, Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan, menjadi pegolf kelas dunia,” ujarnya Kentaro, dilansir dari Bisnis.com. Kentaro mulai mengenal golf sejak usia tujuh dari ayahnya. Ia mulai berlatih setiap hari sejak menginjak grade 4 hingga 8, dan mencoba merasakan kompetisi dalam turnamen pada usia 11. Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team. “Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar. Kerja keras guru-guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaian luar biasa ini. Dan peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University,” katanya. Di JIS, Kentaro mendapat bimbingan secara langsung dari Garret Anderson, pelatih golf di SMA JIS, dan Jake Stockman, Athletics Coordinator di JIS. JIS memang mendukung atlet pelajar agar dapat meraih prestasi akademis dan olahraga. Bagi JIS, kesuksesan Kentaro diharapkan dapat menginspirasi para pelajar Indonesia agar mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga dan aktivitas apapun yang diminati. Sementara itu, Head of School JIS, Dr. Tarek Razik, mengaku banga karena salah satu muridnya bisa bergabung dengan salah satu klub golf kelas dunia. Ia pun berharap prestasi yang diraih oleh Kentaro ini dapat ditiru oleh para pelajar lain. “JIS sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia. Dengan komitmen besar dalam memajukan pendidikan Indonesia, JIS senantiasa mendorong para pelajar dan para pendidik untuk mencetak lebih banyak pelajar berprestasi yang siap menjadi pemimpin masa depan negeri ini, seperti Kentaro dan alumni JIS lainnya” ujar Dr. Tarek Razik. Kentaro pun tak lupa berbagi rahasia kesuksesannya tersebut. Ia mengaku hanya menikmati setiap pertandingan dan tidak menjadikannya sebuah beban. “Bagi saya, yang terpenting adalah menikmati setiap laga. Jika terlalu serius, permainan menjadi tidak menyenangkan lagi. Inilah bagian penting yang akan membentuk anak-anak muda menjadi apa yang mereka mau. Jika tak menyenangkan, tentu mereka tak akan melanjutkannya. Kini saya melihat semakin banyak anak muda bermain golf dengan teman-temannya. Semoga pencapaian yang saya raih juga dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” ungkapnya.

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Dalam rangka menjaring pecatur muda potensial, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan KONI Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar Turnamen Catur Kapolda CUP II di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Jumat (6/11/2020). Lebih dari 300 peserta yang merupakan pelajar mengikuti turnamen yang merupakan turnamen kedua setelah digelar pada tahun 2018 ini. “Ada 359 peserta dari pelajar dan 190 lagi tingkat Master dan Veteran. Setelah pertandingan sampai besok (7/10/2020), nanti kita kumpulkan juara dan dibina untuk mengikuti seleksi nasional,” ujar perwakilan Percasi Sumsel, Cotri Juliana Jab, dilansir dari Sumsel.idntimes.com. Cotri menjelaskan, meski kategori lain seperti master dan veteran turut diikutsertakan, turnamen Kapolda Cup ini difokuskan untuk mencari atlet potensial dari pelajar. “Paling dominan Alhamdulillah memang dari pelajar tingkat SD, SMP dan SMA. Karena kita itu tujuannya menjaring atlet-atlet masa depan,” kata dia. Cotri berharap kompetisi yang dilaksanakan secara rutin oleh Percasi Sumsel, bisa menghasilkan pecatur berprestasi. Menurutnya, catur merupakan olahraga rakyat dan tidak mahal, serta membantu kecerdasan untuk mengasah otak dalam mengatur strategi. “Pertandingan ini diikuti peserta dari Empat Lawang, Lahat, Muara Enim lalu Muba. Semoga Percasi Sumsel mendapatkan pecatur yang berpotensi,” tambahnya. Sementara itu, wakil Ketua Umum KONI Sumsel, Suparman Roman melanjutkan, antusiasme para peserta tergolong tinggi. Hal tersebut tercermin dari jumlah peserta yang cukup banyak membuktikan kejuaraan terbuka tersebut cukup diminati. Sehingga menurutnya, langkah awal penjaringan dinilai berhasil. “Pertanda baik, ternyata catur diminati di Sumsel khususnya Palembang. Kita mencari atlet karena di awal targetnya adalah pembibitan,” ujar Suparman.

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Motocross merupakan salah satu olahraga ekstrem yang hanya diminati kalangan tertentu. Olahraga ini sangat memicu adrenalin dengan tingkat resiko yang sangat tinggi. Tak heran jika motocross masih sangat jarang diminati kalangan usia dini. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Athar. Pemilik nama lengkap Muhammad Athar Al Ghifary ini merupakan seorang crosser muda asal Kabupaten Bandung Barat. Pada usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia lihai menunggangi mini motocross dan berhasil meraih prestasi di berbagai kompetisi motocross nasional. Diakui Athar, kecintaannya terhadap dunia motocross sudah ada sejak ia kecil. Awalnya, ia dikenalkan oleh sang ayah Hilman Laksana yang kini menjadi menejer Athar. “Aku suka motor trail dari umur empat (4) tahun. Ayah juga pembalap, aku seneng aja sama motor trail terus aku mau belajar,” ujar Athar. Bakat serta keinginan Athar untuk menekuni dunia motocross nampaknya turun dari sang ayah yang juga merupakan crosser. Hilman menceritakan bahwa sang anak terkadang masih suka takut terlebih Athar pernah terjatuh dan mengalami cedera. Namun, Hilman tak henti memberikan nasihat dan bimbingan pada Athar. Ia selalu memberi nasihat bahwa memiliki rasa takut itu wajar. Namun, harus bisa mengalahkan rasa takut itu sendiri. “Takut sih ada tapi saya pesankan ke dia harus bisa mengalahkan rasa takut itu, sekarang saja masih ada itu pen di tanganya akibat jatuh dari balapan sebelumnya,” tutur Hilman. Meski masih di usia anak-anak ia pernah mengikuti beberapa kejuaraan bergengsi motocross hingga ke Jawa Tengah dan Bali. “Waktu di Bali itu Kejuaraan Nasional Motocross 2018, kebetulan dia juara nasionalnya di kelas 50cc,” ujar Hilman yang terus mendampingi Athar yang saat ini tergabung dalam Tim Karunia Mandiri Sport Qiblattour VMX KONI KKB ini. Menurutnya, prestasi membanggakan yang diraih Athar tak diperoleh secara instan. Juara nasional yang kini diembannya merupakan hasil kerja keras panjang pemiliki nomor 23 ini selama 5 tahun terakhir. “Dia dari umur 3 tahun sudah balap sepeda BMX di sepeda dia juga podium terus. Alhamdulillah dari sana ada sponsor yang menawarkan sepeda motor (minitrail) hingga sekarang dibarengi dengan latihan dan usaha keras,” jelasnya. Bakat kerja keras dan ketekunannya dalam berlatih, Athar pernah menyabet gelar juara daerah pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat tahun 2016 silam. Sepanjang tahun 2016, Athar berulang kali meraih gelar juara motocross junior yang diikutinya. Pada 2017, Athar berhasil meraih juara 3 nasional dan kerap meraih juara 1 pada beberapa Kejurda yang diikutinya. Athar seperti tak memiliki rasa takut jika sudah berada di lintasan garuk tanah. Tak jarang ia suka bertanding dengan anak-anak yang usianya lebih tua. “Jadi musuhnya Athar sekarang itu kakak kelasnya ada yang dari Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, luar pulau ia berani melawan dari pebalap yang usianya diatasnya yang lebih berpengalaman,” ujar Hilman. Terakhir, Athar turun di ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI di Sirkuit Motocross Cambora, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (30/8). Lagi – lagi Ia mencuri perhatian, karena berhasil meraih prestasi di ajang olahraga ektrim ini. Pada ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI ia berhasil meraih juara di dua kelas yang diikutinya. Ia menjadi juara I di kelas Special Engine (SE) 65 cc Novice dan menjadi juara I di kelas SE 65 cc.

Bersepeda Aman, Lakukan Persiapan Ini Agar Tidak Celaka

Bersepeda aman

Sobat muda NYSN yang sering bersepeda melewati jalan raya harus tau caranya bersepeda dengan aman. Ini dimaksudkan agar sobat muda NYSN tidak mencelakai diri sendiri dan orang lain. Karena sebagai pengguna jalan kita juga harus patuhi rambu dan aturan di jalan juga sobat muda. Yuk kita simak persiapan dan aturan apa saja yang bisa sobat muda NYSN lakukan sebelum dan saat bersepeda. Lakukan hal berikut sebelum sobat muda NYSN bersepeda: 1. Atur posisi sadel Atur posisi sadel atau tempat duduk sepeda sehingga tingginya sesuai dengan ukuran tubuh sobat muda NYSN. Tinggi ideal seat post atau setang sadel adalah tidak terlalu tinggi mau pun tidak terlalu rendah saat sobat muda NYSN mengayuh pedal. Posisikan lutut tidak terlalu lurus mau pun menekuk pada saat mengayuh. Ini dimaksudkan agar power yang keluar saat sobat muda NYSN mengayuh jadi lebih maksimal. 2. Periksa kompenen sepeda Pastikan rem, ban sepeda, pedal, setang, gir dan semua komponen sepeda berjalan dengan sempurna. Sobat muda NYSN bisa memberikan chain lube apabila rantai terlihat berkarat. Begitu juga dengan gir depan-belakang dan huh roda depan-belakang. Karat bisa merusak komponen sepeda sobat. 3. Periksalah ban dan tekanan ban Periksalah ban dan tekanan ban sepeda sobat muda NYSN sebelum bersepeda. Ban adalah komponen yang langsung terkena dengan permukaan jalan yang berbagai macam. Selain berfungsi sebagai penerus laju gerak dari rantai ban sepeda juga berfungsi sebagai peredam guncangan. Tekanan ban yang baik seharusnya tidak terlalu keras mau pun terlalu kempes. Apabila terlalu keras handling setang bisa terlalu liar seakan-akan ban memantul karena terkena objek yang ada di jalan . Selain itu bikin duduk tidak nyaman. Sedangkan apabila terlalu kempes setang menjadi susah untuk dikendalikan. Sobat muda NYSN akan merasakan mengayuh menjadi lebih berat. Setelah melakukan persiapan sebelum bersepeda Sobat muda NYSN bisa melakukan langkah-langkah berikut saat bersepeda: 1. Gunakan pakaian yang terang agar terlihat oleh pengemudi lain. Apabila sobat muda NYSN bersepeda di sore atau malam hari sebaiknya menggunakan bantuan lampu sepeda yang bisa dipasang di setang, helm, atau seat post agar terlihat oleh pengendara kendaraan lain. Lebih bagus lagi apabila sobat muda NYSN memasang lampu berwarna putih di depan dan berwarna merah dibagian belakang. 2. Pakai helm sepeda. Bagi sobat muda NYSN yang sering bersepeda di jalan umum maka penting untuk ikut mematuhi aturan rambu lalu lintas. Gunakan helm sepeda yang sesuai ukuran kepala sobat. Posisikan helm agar menutupi kening dan tidak kendor sehingga turun-naik ke depan dan ke belakang. Atur tali helm agar berada dibagian depan dan telinga membentuk huruf “V”. Sobat muda NYSN bisa memposisikan buckle atau kuncian helm agar berada dibawah dagu. Tidak perlu terlalu ketat tapi masih ada jarak sekitar satu jari. Setelah itu apabila ukuran dan posisi helm sudah benar dan terkunci pastikan helm tidak bergerak terlalu banyak ke segala arah dengan cara menggoyang-goyangkan kepala sobat muda NYSN. 3. Usahakan buat sobat muda NYSN yang akan bersepeda melewati jalan raya untuk selalu berada di jalur paling kiri atau berada pada lajur khusus sepeda apabila ada. Bersepedalah dengan kecepatan sedang agar bisa mengantisipasi pesepeda lain dan juga kendaraan lain yang menggunakan jalan yang sama. Waspada apabila di depan ada tikungan bisa jadi ada kendaraan yang keluar dari jalan itu. Selain itu penting untuk mengetahui blind spot atau titik buta dimana kendaraan lain tidak bisa melihat kita. 4. Jangan lawan arah. Kalau perlu apabila sobat muda NYSN ingin menyebrang turunlah dari sepeda. Patuhi rambu lalu lintas di sepanjang perjalanan bersepeda. Jangan menggunakan telpon genggam atau mendengarkan musik yang bisa mengalihkan fokus sobat muda NYSN dari jalanan. Ingatlah untuk berkonsentrasi pada jalan. Selain tips diatas sobat muda NYSN yang bersepeda pada saat adaptasi kebiasaan baru juga sebaiknya mengikuti anjuran untuk tetap menggunakan masker, sarung tangan, baju atau jersey lengan panjang, kacamata, bandana untuk menutupi rambut, membawa hand sanitizer, serta handuk kecil. Apabila sobat muda NYSN bersepeda bersama teman-teman lebih baik membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2-4 orang. Setiap orang dalam kelompok tetap menjaga jarak minimal empat meter.

Makanan Sebelum dan Sesudah Bersepeda, Penting Biar Gak Kehabisan Tenaga

Makanan Sebelum dan Sesudah Bersepeda. Penting Biar Gak Kehabisan Tenaga. Sumber: pexels

Sobat muda NYSN pasti pernah merasakan lapar pada saat selesai bersepeda. Jelas saja karena bersepeda selama satu jam bisa membakar 588 kalori buat sobat muda NYSN yang mengayuh rata-rata 21 km/jam. Meskipun begitu ada baiknya sebelum dan sesudah bersepeda kita tidak mengkonsumi makanan sembarangan. Kita simak yuk sobat muda NYSN makan apa saja yang akan membantu kita memberikan energi saat sebelum bersepeda dan mengembalikan tenaga kita setelah selesai bersepeda. Pada saat bersepeda tubuh membakar glikogen sebagai sumber energi. Glikogen adalah simpanan karbohidrat di dalam hati dan otot yang harus dipulihkan kembali setelah bersepeda. Makanan-makanan yang mengandung karbohidrat akan mengembalikan glikogen di dalam tubuh. Sedangkan makanan yang mengandung protein akan membantu memperbaiki dan membentuk otot. Untuk menghindari dehidrasi dan menjaga keseimbangan elektrolit tubuh kita perlu makanan-minuman yang mengandung mineral. Berikut persiapan dan makanan yang bisa sobat muda NYSN makan sebelum bersepeda: 1. Sehari sebelum bersepeda ada baiknya sobat muda NYSN berhati-hati dengan jenis asupan dan waktu makan. Jangan makan besar lewat sore hari. Kalau sobat muda NYSN masih makan di malam hari, apalagi makanan pedas, bisa-bisa sakit perut di pagi hari. 2. Makanlah 2-3 jam sebelum bersepeda dengan karbohidrat sederhana seperti: • bubur • roti gandum • kurma • pisang atau alpukat • telur 3. Buat sobat muda NYSN yang terbiasa boleh minum kopi untuk membantu penyerapan karbohidrat. Tetapi bagi yang tidak terbiasa sebaiknya berhati-hati agar tidak sakit perut. Sobat mudan NYSN juga bisa meminum teh hijau sebagai alternatif kopi. 4. 15 menit sebelum bersepeda memakan sedikit karbohidrat dari energy bar dan pastikan sobat muda NYSN minum yang cukup. Makin tinggi intensitas sobat muda NYSN bersepeda maka makin cepat pula pembakaran karbohidrat dalam tubuh. Setelah kekurangan cairan dan melepas banyak energi tiba saatnya mengganti itu semua dengan asupan yang baik setelah 20-30 menit bersepeda. Berikut makanan yang baik dikonsumsi setelah bersepeda oleh sobat muda NYSN: 1. Telur rebus dan kentang panggang Telur mengandung asam amino yang mudah dicerna sehingga dapat memberikan protein yang diperlukan oleh tubuh. Kandungan karbohidrat yang ada pada kentang penting dalam proses mengganti glikogen yang terbuang saat sobat muda NYSN bersepeda. dalam tubuh 30 hingga 60 menit setelah bersepeda. Kandungan kalium yang ada pada kentang akan membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh yang keluar melalui keringat pada saat bersepeda. Kentang juga membantu meningkatkan kadar insulin yang berperan dalam pengembalian karbohidrat ke otot. 2. Ayam panggang dan nasi putih Daging ayam panggang, terutama bagian dada, merupakan sumber protein yang tinggi. Apabila sobat muda NYSN ingin mendapat sumber protein untuk otot maka daging ayam panggang bisa dijadikan pilihan. Selain itu kandungan karbohidrat pada nasi putih yang terdapat dalam nasi putih lebih mudah dipecah oleh tubuh dibandingkan karbohidrat kompleks. Hal ini menyebabkan kandungan gula darah dalam tubuh cepat meningkat. Nasi putih juga mengandung asam amino yang berperan dalam pembentukan otot. Kombinasi kedua makanan ini akan menyediakan protein dan karbohidrat untuk pemulihan tubuh setelah bersepeda. 3. Kacang-kacangan Kandungan asam lemak tak jenuh dalam kacang bermanfaat dalam membantu meminimalisir kolesterol buruk di dalam tubuh. Sobat muda NYSN yang suka makan cemilan dapat memakan kacang almond yang kaya akan kalsium atau kacang mede yang kaya akan kandungan besi dan kandungan lemak yang rendah . Sobat muda NYSN dapat memadukan kacang-kacangan ini dengan buah-buahan kering. 4. Susu cokelat Sobat muda NYSN bisa minum susu cokelat setelah bersepeda. Dalam satu gelas susu cokelat rendah lemak, terkandung rasio karbohidrat dan protein 4:1. Gula yang terdapat di dalam susu cokelat juga termasuk ke golongan karbohidrat sederhana yang mudah dipecah oleh sistem pencernaan. Selain kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi susu punya kandungan air yang cukup untuk rehidrasi tubuh setelah bersepeda. 5. Smoothies Sobat muda NYSN bisa membuat sendiri smoothies untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah bersepeda. Sobat muda NYSN bisa menggunakan buah-buahan segar berjenis berry, madu, air kelapa atau susu rendah lemak, serta tambahan protein seperti kacang atau whey protein powder. Buah-buahan segar dan madu akan memberikan karbohidrat sebagai suplai energi setelah bersepeda, sementara air kelapa mengandung zat elektrolit yang bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar ion dalam tubuh.

Empat Karateka Muda Asal Sulut Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia

Empat Karateka Muda Asal Sulut Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia

Prestasi membanggakan ditorehkan empat karateka muda asal Sulawesi Utara. Keempatnya berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Virtual Kata Online 2020. Adapun Kejuaraan itu melingkupi Asia dan dilaksanakan di Filipina beberapa waktu lalu. “Empat atlet asal Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berhasil mengukir prestasi luar biasa dengan membawa Indonesia menjadi juara pada kejuaraan dunia di Filipina, yang dilaksanakan secara virtual,” kata Pembina Tim Karate Sulawesi Utara, Ascke Benu, seperti dilansir dari Antara. Keempat karateka muda itu adalah Aileen Mardjuki, Jenifer Gigir, Kiara Tololiu, dan Abigael Thomas. Aileen Mardjuki berhasil meraih medali emas pada kelas ‘female level novice belt white’, Jenifer Gigir pada kelas ‘advance belt brown 10 years old’, Kiara Tololiu pada kelas ‘female intermediate belt blue 9 years old’, dan Abigael Thomas pada kelas ‘female advance belt brown 11 years old’. “Mereka adalah karateka muda yang sudah mampu berprestasi membawa nama Indonesia serta Sulawesi Utara di tingkat dunia,” ujar Ascke Benu. Lebih lanjut dikatakan Ascke, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap para atlet muda karate ini, untuk menghadapi kejuaraan lainnya. “Saya selaku pembina sangat bangga kepada adik-adik semua. Saya berharap dengan prestasi ini, adik-adik dapat lebih memacu prestasi dalam kejuaraan lainnya,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu official team, Hendrik Mardjuki mengatakan, prestasi yang diraih para atlet muda Sulawesi Utara ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah baik kabupaten dan provinsi. “Dukungan dari pemerintah juga sangat penting, dan kami rasakan selama anak didik kami mengikuti kejuaraan ini. Kami tentunya akan terus berupaya lebih maksimal untuk kejuaraan lainnya,” ujar Hendrik.

Menpora RI Apresiasi Virtual Wushu Championships 2020

Menpora RI Apresiasi Virtual Wushu Championships 2020

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mengapresiasi pelaksanaan Virtual Wushu Championship 2020 sebagai kreativitas sekaligus inovasi Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dalam melakukan pembinaan atlet di kala pandemi Covid-19. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PB Wushu Indonesia, ditengah kesibukan beliau masih memberikan perhatian dalam pembinaan dan pengembangan Wushu Indonesia. Ini terbukti malam ini memulai virtual wushu champhionship. Apresiasi pemerintah kepada keluarga wushu Indonesia, karena ditengah pandemi mampu menunjukkan kreativitas menggelar kompetisi secara virtual,” kata Menpora seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Menurut Zainudin, untuk menggelar sebuah kejuaraan secara internal di tengah pandemi tidak mudah. Terlebih, pandemi ini membuat banyak kegiatan maupun kejuaraan-kejuaraan olahraga yang tertunda, termasuk pemusatan latihan atlet. Para atlet pun terpaksa harus melakukan latihan secara mandiri agar tetap bugar. Dampaknya, para atlet pasti merasa jenuh karena terus berlatih tanpa adanya kejuaraan. Oleh sebab itu, Kemenpora RI mengapresiasi cabang olahraga yang menggelar kejuaraan secara internal di tengah pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi turnamen ini. Sasana berupaya melakukan latihan bagi atletnya. Tentu Kemenpora mendukung kreativitas cabang olahraga yang melakukan inovasi dan kreativitas. Perbaikan tata kelola yang dilakukan pengurus wushu juga kami apresiasi. Ini juga sejalan dengan kami yang di Kemenpora RI,” jelas Zainudin Menpora berharap, Virtual Wushu Championship 2020 bisa terselenggara dengan lancar dan sukses. Meskipun dilakukan secara virtual, Zainudin juga berharap makna dan semangat bertanding para atlet tidak berkurang. “Bertanding lah dengan semangat, dan sportif. Untuk pelatih, bimbing lah atlet-atlet ini dengan baik. Kepada juri yang bertugas, nilai lah dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Semoga kejuaraan ini berjalan dengan sukses dan lancar,” pesannya. Adapun kejuaraan yang berlangsung pada 10-17 Oktober ini diikuti sebanyak 632 atlet yang terdiri dari 319 atlet putra dan 313 atlet putri yang berasal dari 50 sasana di Indonesia dan mempertandingan nomor Taulo. Selain menyediakan Piala Airlangga Hartarto untuk juara umum, kejuaraan yang mempertandingkan kelas A, B dan C ini juga memperebutkan total 156 medali. Lebih lanjut, Virtual Wushu Championships 2020 bertujuan untuk mendata seluruh atlet junior. Harapannya, sasana bisa lebih aktif dalam hal pembinaan atlet muda sekaligus dijadikan ajang seleksi Kejuaraan Wushu Dunia dan Youth Olimpyc Games 2021. Sementara itu, Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto, berterima kasih atas dukungan dari Kemenpora juga atas kerja keras panitia yang sudah menyelenggarakan kejuaraan wushu kali ini. Ia menjelaskan bahwa Wushu, bagaimanapun, akan terus konsisten dalam pembinaan atlet. Meski suasana pandemi, pembinaan atlet dan latihan akan terus dilakukan. “Saya apresiasi kejuaraan ini. Juga untuk sasana yang ada di provinsi. Saya harap melalui kejuaraan ini dapat lahir atlet pada masa mendatang dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Airlangga. “Saya juga berharap, kedepannya atlet wushu tetap konsisten berprestasi dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dalam event-event internasional yang akan datang. Saya ucapkan selamat bertanding, semoga sukses. Kepada Menpora RI, terima kasih atas dukungan yang diberikan, dan semoga dapat bersinergi terus,” lanjutnya.

Atlet Sasana SBJ Pangkalpinang Siap Ikuti Popnas

Persiapan Menghadapi Popnas, Sasana SBJ Pangkalpinang Mulai Persiapkan Atlet

Meski Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga tinju masih akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang tepatnya pada bulan Agustus 2021, Sasana Tinju School Boxing Junior (SBJ) Pangkalpinang sudah mulai mempersiapkan para atletnya untuk tampil dan mengikuti seleksi. “Mereka sudah siap tampil dan seleksi,” ujar pelatih SBJ Pangkalpinang, Jon Fery, dilansir dari Bangkapos.com. SBJ Pangkalpinang memang hadir sebagai sarana untuk mengembangkan bakat bagi penggemar olahraga tinju sejak tahun 2018. Selain itu, SBJ Pangkalpinang juga mempersiapkan atlet tinju jangka panjang yang siap untuk membanggakan Indonesia khususnya Pangkalpinang di kancah Internasional. Adapun atlet Sasana Tinju SBJ Pangkalpinang yang dilatih oleh Jon Ferry dan didampingi oleh assisten pelatih Efendi saat ini memiliki 30 orang anggota yang rata-rata merupakan pelajar. Hal tersebut berkesinambungan dengan misi SBJ Pangkalpinang sebagai sarana untuk melatih, membina dan menjaring bibit atlet tinju pelajar putra/putri asal daerah. “SBJ sarana untuk melatih, membina dan menjaring bibit atlet tinju di Pangkalpinang,” ungkap Abi Rehan, Rabu (7/10). Selain itu, SBJ Pangkalpinang juga telah mendapat dukungan dari Dispora Babel. Dukungan yang dimaksud diantaranya yaitu bagi para atlet tinju berprestasi akan diajukan masuk dalam Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD).

Pertina Banyuwangi Ditantang Bangkitkan Kembali Kejayaan

Pertina Banyuwangi Ditantang Bangkitkan Kembali Kejayaan

Persatuan Tinju Nasional Amatir (Pertina) Kabupaten Banyuwangi mendapat tantangan dari Pengprov. Pertina Jawa Timur untuk mengembalikan kejayaan Banyuwangi sebagai pencetak atlet tinju muda berpotensi yang tidak hanya mampu berprestasi di level nasional tapi juga tingkat internasional. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pada era 1970 dan 1980 an, Kab. Banyuwangi dikenal sebagai penyumbang atlet-atlet tinju yang tangguh dan disegani dalam percaturan cabang olahraga di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional. Namun, saat ini fakta tersebut harus berbanding terbalik. Minat para generasi muda untuk terjun ke dunia tinju amatir sedangan mengalami penurunan. Seperti yang dikemukakan oleh Ketua Harian Pengprov Pertina Jatim, Mikdon H Tanaen. “Belakangan prestasi tinju amatir mengalami penurunan merupakan tantangan bagi jajaran baru Pertina Banyuwangi yang baru terpilih. Dengan semangat baru diharapkan mampu menyusun program mampu mampu menarik minat generasi muda berlatih tinju dan menjaring petinju potensial usia dini agar berprestasi hebat,” ujar Mikdon H Tanaen seperti dilansir Jatimtimes.com. Berdasarkan catatan Pengprov Pertina Jatim, Kab. Banyuwangi bersama Kota Surabaya, Malang, Blitar, Jember, Probolinggo serta Lumajang dikenal memiliki program pembinaan yang bagus dalam cabor tinju dan menyumbang petinju berpotensi bagi Pengprov. Jatim. Harapannya, apabila satu wilayah mengalami peningkatan prestasi, maka hal tersebut akan menjadi stimulan bagi kabupaten/kota lain untuk mengikuti prestasi yang diraih. “Ini merupakan modal bagus bagi petinju Jatim untuk berprestasi di tingkat nasional bahkan di level internasional,” imbuh Mikdon H Tanaen. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pertina Banyuwangi masa bakti 2020-2024, Joko Misbono mengungkapkan saat ini pihaknya fokus dalam melakukan konsolidasi organisasi dan penataan internal setelah terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Pertina Banyuwangi di kantor KONI Banyuwangi beberapa waktu lalu. Salah satu program yang disiapkan adalah menggelar sparing bersama sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas petinju muda Banyuwangi. ”Program yang lain adalah menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), mengikuti Kejurprov. Jatim dan tampil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang,” jelasnya. Saat ini ada tiga sasana tinju di Kab. Banyuwangi yang resmi tercatat menjadi anggota Pertina Banyuwangi yaitu; Mirah Boxing Champ, Sasana Minak Jinggo dan Sasana Laras Macan putih yang sampai saat ini aktif melakukan pembinaan bagi para petinju di wilayah Banyuwangi.

Jelang Porda Jabar 2022, Cabor Softball Kab. Bogor Fokus Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan

Jelang Porda Jabar 2022, Cabor Softball Kab. Bogor Fokus Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan.

Jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jabar tahun 2022 yang akan digelar di Tasikmalaya, Subang dan Bandung, Cabang Olahraga (Cabor) Softball Kabupaten Bogor mulai gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan para atlet untuk mencapai target satu medali emas di Porda Jabar 2022 nanti. Hal tersebut diungkapkan Kabid Organisasi Perbasasi Kabupaten Bogor, Leli Rahman. Menurut pria yang akrab disapa Rahman itu, olah raga softball perlu dikenal lebih luas oleh masyarakat khususnya Kabupaten Bogor agar lebih mudah mendapatkan bibit atlet berkualitas. “Saat ini persiapan kami fokus pada pembinaan para atlet, juga rutin lakukan sosialisasi dengan menggandeng guru olahraga. Agar softball ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bogor, sehingga kita bisa dengan mudah medapatkan bibit calon atlet berkualitas,” jelas Rahman dikutip dari rilis Diskominfo Kabupaten Bogor. Rahman melanjutkan, faktor wilayah Kabupaten Bogor yang tergolong sangat luas ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencari bibit calon atlet softball. Salah satu caranya yaitu strategi sosialisasi dengan melibatkan guru olah raga dari sekolah ditiap-tiap kecamatan untuk memperluas pembinaan. Namun, ditengah situasi pandemi seperti ini, seluruh kegiatan sosialisasi dilakukan melalui media daring. Sementara untuk pembinaan dan latihan tatap muka hanya dapat dilakukan satu minggu satu kali. Selebihnya dilakukan secara mandiri dengan didampingi oleh pelatih melalui daring. “Karena kini softball baru ada di dua kecamatan yakni di Kecamatan Cariu dan Gunungsindur. Meski dalam kondisi pandemi, kami tetap lakukan sosialisasi meskipun hanya melalui media daring,” ujar Rahman. Pihaknya berharap, melalui strategi itu, Cabor Softball Kabupaten Bogor mampu memenuhi target juara minimal satu mendali emas. Karena di Porda 2018 lalu, Cabor Softbal Kabupaten Bogor baru bisa meraih satu perunggu dan satu perak. “Untuk pembinaan kami fokus pada atlet yang sudah ada, dari 40 atlet hanya 15 atlet yang akan kami ikut sertakan di Porda Jabar 2022 mendatang. Latihan sementara ini kami lakukan di Gor Padjajaran, rencananya kami akan pinjam lapangan panahan Stadion Pakansari untuk latihan. Sudah ada komunikasi dengan KONI dan Dispora, agar kedepannya kita bisa rutin latihan disana,” jelas Rahman. Lebih lanjut, Rahman optimis bahwa cabang olahraga softball atlet Kabupaten Bogor dapat menghasilkan prestasi yang apik. “Kami optimis di Porda Jabar 2022 mendatang kami bisa meraih satu emas, tetap lakukan yang terbaik. Tingkatkan prestasi dan kualitas diri, kita pasti bisa mengharumkan Kabupaten Bogor. Terlebih atlet binaan kita murni dari Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

9 Karateka Muda Asal Riau Harumkan Indonesia

9 Karateka Muda Asal Riau Harumkan Indonesia

Pemerintah dan masyarakat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kep. Riau patut berbangga diri. Pasalnya, pasalnya sembilan orang karateka muda binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Bintan yang tergabung dalam Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Tanjungpinang, berhasil memborong medali pada Kejuaraan Dunia Karate Russian Open Tahun 2020. Kesembilan karateka muda tersebut ialah Azkha Dafina Aurellia, M. Amri Alfajrihan, Septriadi Ramadhani, Dhea Ilfitria Maharani, Devana Syakbanil, Dzakiyah Nur Fadillah, Lyana Dhea, Rainhard Hillarius dan Jalu Armando Shevariano. Pada kejuaraan yang berlangsung secara virtual itu, mereka mampu meraih 1 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu. Berkat raihan tersebut, Komandan Kodim 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa selaku Pembina Forki Tanjungpinang yang didampingi Sekum Forki Tanjungpinang, Lina Marlina, serta sempai Rio menyerahkan secara langsung medali dan penghargaan kepada kesembilan karateka muda tersebut di Makodim 0315/Bintan, Jalan Ahmad Yani Km 5 Tanjungpinang, Rabu (02/9/2020) siang. “Hari ini kita semua berbangga hari karena atlet-atlet karate muda kita telah berhasil meraih juara pada ajang bergengsi yakni Karate Russian Open Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual,” ucap Dandim dilansir dari laman Klikwarta.com. “Kami atas Keluarga Besar Kodim 0315/Bintan mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah mendapatkan Juara I, II dan III pada Karate Russian Open Tahun 2020,” pungkasnya. Lanjut Dandim, ia sangat bangga atas capaian ini dan berharap para atlet muda tersebut tidak cepat puas dan meraih lebih banyak prestasi lagi pada ajang berlevel internasional. “Saya selaku Pembina Forki Tanjungpinang sangat bangga kepada adik-adik semua. Saya berharap dengan ini adik-adik dapat lebih memacu prestasi lebih banyak lagi,” ungkapnya. Sementara itu, Lina Marlina selaku Sekum Forki Tanjungpinang mengucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0315/Bintan yang telah mendukung para atlit muda yang berprestasi tersebut salah satunya dengan mengizinkan untuk berlatih di Makodim 0315/Bintan. “Berkat bantuan dan dukungan Bapak Dandim, anak-anak dapat meraih prestasi ini karena anak-anak latihan di Kodim 0315/Bintan. Tentunya tak lepas juga dari dukungan dan doa seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang atas keberhasilan mengharumkan nama Kota Tanjungpinang dan Indonesia di Kancah Dunia Karate Internasional,” ujar Lina.

6 Pemanjat Tebing Junior Kalsel Lolos ke Tahap Seleksi Nasional

6 Pemanjat Tebing Junior Kalsel Lolos ke Tahap Seleksi Nasional

Sebanyak 6 pemanjat tebing junior dinyatakan lolos untuk mewakili Kalimantan Selatan ke Seleksi Nasional di Jakarta yang direncanakan digelar bulan ini. Nantinya, para atlet yang lolos Seleksi Nasional akan mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia yang diperkirakan berlangsung tahun depan. Keenam nama yang berhasil lolos ke Seleksi Nasional ini berhasil menjadi yang terbaik usai mengikuti seleksi yang diselenggarakan PP FPTI, di Venue Sport Climbing Gor Hasanudin HM, pada 29 Agustus 2020 lalu. Ketua Harian FPTI Provinsi Kalsel, Bandi Chairullah menjelaskan pada awalnya ada 8 nama yang mengikuti seleksi yang berasal dari kabupaten/kota diantaranya Tapin 3, Hulu Sungai Tengah 2, Tanah Laut 1, Banjarbaru 1 dan Banjar 1. Sementara kuota yang lolos hanya untuk 6 orang. “Namun dari semua atlet yang seleksi kemarin kita hanya menyediakan kuota 6 atlet saja, 3 putra dan 3 putri,” ucapnya Kamis (3/9/2020) seperti dikutip dari Klikkalsel.com. Bobot seleksi yang ditempuh para atlet adalah latihan fisik sekitar 20 persen, psikologi 30 persen dan tes pemanjatan 30 persen. Dari serangkaian tes tersebut, maka muncul 6 nama atlet terbaik yang berhak mewakili Kalimantan Selatan di Seleksi Nasional. Untuk atlet putra yang lolos, FPTI Tapin berhasil mendominasi dengan mengirimkan 3 nama. Sementara atlet putri terbagi rata dan berasal dari FPTI Banjarbaru, FPTI Hulu Sungai Tengah dan FPTI Tanah Laut. “Secara faktual data base hasil tes atlet yang bersangkutan, adalah murni sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.” ujar Bandi. Berikut Daftar Atlet Junior Kalimantan Selatan yang Lolos ke Seleksi Nasional: Putra: 1. Muhammad Firdan Andika – FPTI Tapin. 2. Muhammad Rezky Azhar – FPTI Tapin. 3. Moh. Reza Fernanda Abdi – FPTI Tapin. Putri: 1. Zeriflita Aura Rinjani – FPTI Banjarbaru. 2. Andika Nabila – FPTI Hulu Sungai Tengah. 3. Hudiya Lailan Nisfi – FPTI Tanah Laut.

Dua Olah Raga Otomotif Piala Menpora Diharapkan Jadi Ajang Pembinaan Atlet

Dua Olah Raga Otomotif Piala Menpora Diharapkan Jadi Ajang Pembinaan Atlet

Jabar Open Road Race Championship Subang (JORRCS) dan Jabar Open Motocross dan Grasstrack Championship Sumedang (JOMGCS) yang merupakan rangkaian dari Piala Menpora 2020 siap digelar akhir pekan ini (29-30/8/2020). Kedua ajang otomotif roda dua atau R2 tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dikutip dari kantor berita Antara, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyambut hangat rencana penyelenggaraan kedua ajang tersebut. Namun, Ia pun mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Protokol kesehatan harus dipatuhi. Jangan sampai menjadi cluster baru,” imbau Zainudin Amali. Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi IMI Jabar, Fachrul Sarman berharap agar penyelenggaraan kedua ajang ini mampu menjadi salah satu bentuk pembinaan atlet muda di Indonesia. “Melalui JORRCS & JOMGTXCS 2020, Insya Allah akan menjadi salah satu bentuk pembinaan atlet muda di Indonesia, khususnya di Jabar lewat kompetisi dengan kelas utama junior. Dilihat dari kelas-kelas ini, event bisa disebut sebagai “road to PON dan PORDA 2021”,” ujar Fachrul Sarman. JORRCS dan JOMGTXCS 2020 akan digelar sebanyak tiga putaran dan akan berlokasi di Subang dan Sumedang. Pemilihan kedua lokasi ini karena memiliki banyak komunitas balap road race, motocross, serta grasstrack sehingga mendukung untuk diadakannya sebuah kompetisi. Untuk kelas yang dipertandingkan, ORRCS menggelar kelas utama Senior Perorangan dan Beregu, Underbone 150cc. Kemudian kelas utama junior Perorangan & Beregu, serta Underbone 125cc. Sementara JOMGTX terdiri dari kelas utama MX Perorangan & Beregu, MX2, Kelas utama MX Junior Perorangan & Beregu, SE 125cc, kelas utama GTX Senior Perorangan & Beregu, Trail UP TO 155cc. Kelas utama Junior Perorangan dan Beregu junior, Trail up to 155cc.

PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Sukses Sentuh Lebih dari Satu Juta Masyarakat Indonesia Hidup Aktif dan Lebih Sehat

PRURide Indonesia 2020 - Dokumentasi pribadi para peserta

Jakarta, 24 Agustus 2020 – PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride, event sepeda virtual pertama dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) telah sukses digelar pada 20-23 Agustus 2020. Ajang tahunan ini merupakan salah satu perwujudan komitmen Prudential Indonesia selama 25 tahun mendampingi masyarakat untuk hidup lebih sehat dan sejahtera. Selama empat hari, 3.000 pecinta sepeda tidak hanya berhasil menantang dirinya namun juga mengumpulkan donasi sebesar Rp300.000.000 untuk para tenaga kesehatan yang masih terus berjuang melawan pandemi COVID-19.  Luskito Hambali, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia menjelaskan, “Fakta memperlihatkan bahwa pandemi COVID-19 tidak menghentikan semangat masyarakat Indonesia beradaptasi di era new normal. Contohnya dari survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yang mendapati lonjakan penggunaan sepeda hingga 10 kali lipat atau meningkat 1.000% saat PSBB di Jakarta. Seiring tren selama periode ini, rata-rata penjualan sepeda turut meningkat hingga 30%.” “Besarnya animo masyarakat terhadap bersepeda juga terlihat dari sambutan positif terhadap PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride. Mulanya kuota hanya disediakan untuk 2.000 peserta, namun terisi penuh kurang dari seminggu sejak pendaftaran dibuka hingga akhirnya kuota ditambah menjadi 3.000 dan habis selang dua minggu kemudian. Melalui event ini, peserta juga berhasil memacu lebih dari satu juta masyarakat Indonesia hidup aktif dan lebih sehat. Tentunya kami sangat senang dapat memfasilitasi tingginya gairah bersepeda masyarakat Indonesia demi kesehatan serta kebugaran tubuh yang lebih baik, dan membantu mereka dalam melawan pandemi,” tambah Luskito. Format virtual yang diusung menawarkan fleksibilitas dan kemudahan di tengah berbagai keterbatasan. Peserta dapat gowes kapan dan di mana saja senyamannya, baik dari rumah maupun melintasi rute sesuai kategori pilihan mereka–Gran Fondo (135 km) atau Medio Fondo (70 km)—dengan tetap memprioritaskan protokol keamanan dan kesehatan yang tidak henti dianjurkan oleh panitia.  Chaidir Akbar, experienced cyclist memaparkan, “Pandemi menyadarkan betapa berharganya kesehatan bagi masyarakat sehingga mereka menaruh perhatian ekstra agar tetap fit. Hal ini pula yang menggerakkan mereka untuk berupaya lebih, seperti dengan mengikuti PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride. Keseruan cycling event dalam format virtual ini terletak pada kemandirian para peserta. Mereka dituntut untuk menjadi kreatif menentukan jalur sesuai kategorinya, melatih endurance dengan tantangan yang dipilih, hingga time management agar dapat menyelesaikannya sesuai dengan target.” Antusiasme masyarakat juga tercatat dengan beragamnya wilayah asal dan usia para peserta. Bahkan lebih dari 2.000 peserta berasal dari luar Jakarta, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, hingga Papua. Peserta termuda PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride berusia 16 tahun sedangkan yang tertua berusia 70 tahun. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR, finisher kategori Gran Fondo bercerita, “Saya bersepeda selama dua hari dan membaginya menjadi 100 km serta 35 km. Saya sengaja memilih jalur flat agar dapat mengukur sejauh mana stamina saya karena ini merupakan pertama kalinya saya ikut ajang bersepeda jarak jauh. Saya sangat bangga pada diri saya yang mampu menyelesaikannya dengan total waktu tempuh 5 jam 43 menit.” Ia juga mengungkapkan bahwa PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride memberikan pengalaman yang mengesankan. “Ride ini ga cuma buat nyalurin kecintaan bersepeda dan meningkatkan skill kita, tapi juga bantu untuk terkoneksi dengan pesepeda lainnya sehingga bisa bertukar ilmu, motivasi hingga saling menginspirasi,” serunya. Seluruh peserta berhak mendapatkan SILVERIDER Jersey yang menyimbolkan 25 tahun kehadiran Prudential Indonesia. Khusus bagi para finisher, mereka berhak mendapatkan MedaLink pt. 1 sebagai simbol pembuktian dan apresiasi atas keberhasilan menaklukkan tantangan. Medali khusus ini memiliki bagian unik yang dapat saling terhubung dengan medali PRURide Indonesia 2021 mendatang, sebagai pengingat bahwa menjalani gaya hidup sehat dan aktif merupakan komitmen jangka panjang yang harus difokuskan. Keistimewaan lain yang mengiringi PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride adalah kesempatan bagi para peserta berbuat baik kepada sesama di masa pandemi, yang sejalan dengan komitmen “We DO Good” Prudential Indonesia. Tiap kilometer yang dilalui para peserta dikonversikan senilai Rp1.000 sebagai donasi bagi para tenaga kesehatan. Seluruh peserta PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride secara total menempuh 226.656,2 KM yang kemudian digenapkan oleh Community Investment Prudential Indonesia menjadi Rp300.000.000 untuk disalurkan ke sejumlah rumah sakit di Indonesia dalam bentuk Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap level 3 melalui Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). “Kesuksesan penyelenggaraan PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride kami harap dapat berkontribusi menjadikan Indonesia lebih kuat dan sehat. Semoga seluruh peserta dapat terinspirasi untuk lebih optimistis dan aktif menjalani era new normal tanpa melupakan pentingnya untuk tetap peduli terhadap sekitar, pantang menyerah dan selalu menjaga keamanan dan kesehatan dalam bersepeda, sehingga kita dapat bersama melewati masa sulit ini dan bertemu kembali di PRURide Indonesia 2021,” tutup Luskito.