Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Pecatur muda Indonesia, Medina Warda Aulia, menjadi salah satu atlet yang telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dua tahap. Setelah agenda vaksinisasi tersebut, pecatur putri yang memiliki gelar Woman Grand Master (WGM) ini akan menjadi wakil Asia pada kejuaraan dunia 2021 di Rusia. Ia pun siap tampil baik dan mengharumkan nama bangsa. Demikian disampaikan Medina saat menjalani vaksinasi tahap kedua di RS Olahraga Nasional, Jakarta, Senin (15/3). Ia menyebut, Rusia sebagai tuan rumah menjadi pesaing yang cukup berat. Selain itu, juga ada Tiongkok dan Amerika. “Saya kira ketiga negara itu menjadi pesaing ya. Mereka cukup kuat. Meski begitu, aku optimis dan bisa tampil maksimal. Semoga bisa delapan besar, bahkan lebih,” ujar pecatur berusia 23 tahun tersebut. Untuk memenuhi target itu, dara cantik asal Jawa Barat ini terus berlatih. Dia bersama tim pelatih tengah menganalisis permainan dan memahami karakter dari para calon lawannya. “Saat ini aku latihan terus. Aku juga masih lihat dari karakter lawan bagaimana cara mainnya. Juga menganalisis. Kalau bisa saat kita main, kita pakai posisi yang dia nggak suka,” ujar Medina. “Semoga nanti bisa tampil baik saat kejuaraan dunia berlangsung pada Juli mendatang. Mohon doa masyarakat Indonesia, agar bisa memgharumkan nama bangsa. Yang jelas aku siap dan ingin tampil maksimal,” sambungnya. Lebih lanjut, peraih emas pada SEA Games 2019 ini juga semakin percaya diri untuk meraih target tersebut. Apalagi, dia baru saja menjalani vaksinasi tahap kedua. Dia harap tidak ada kendala kedepannya. “Tadi juga baru selesai vaksin yang kedua. Tentu menambah rasa percaya diri. Vaksinasi tadi juga berjalan lancar. Sama seperti sebelumnya, registrasi, lalu penyuntikan vaksin. Semoga pandemi ini segera berlalu,” jelas Medina

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Ajang IIMS Virtual Phase 2 akan menghadirkan salah satu seri Baja Otomotif Superbolock (BOS) Junior Motorcross Championship 2021 yang diadakan untuk mencari dan melahirkan talenta muda di dunia motocross Indonesia. Direktur Utama BOS, Djoko Iman Santoso mengatakan melalui ajang ini mereka ingin memberikan wadah bagi pembinaan crosser muda Indonesia, untuk dapat mengukir prestasi dan menyiapkan diri sebagai bekal menghadapi event motocross international. “Jadi BOS Junior Motorcross Championship ini, memang merupakan cita-cita kami sejak lama. Gimana kita punya atlet atau crosser yang andal untuk berlaga dan berprestasi di ajang motorcross dunia kalau tidak dilatih sejak dini. Oleh Sebab itu, event motorcross ini kita fokuskan ke junior,” kata Iman dalam IIMS Virtual Phase 2, Jumat (19/3/2021). Iman menjelaskan ajang motorcross ini akan berlangsung dalam tiga round yakni round pertama tanggal 10 hingga 11 April 2021. Round kedua tanggal 17 hingga 18 Juli 2021 dan round ketiga tanggal 24 hingga 24 oktober 2021. Semuanya berlangsung di Hodden Valley Track Baja Otomotif Superblock, pulogadung, Jakarta Timur. Ajang ini nantinya akan memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki bakat di dunia motor “garuk tanah” untuk mengasah kemampuan di arena resmi yang kompetitif. BOS Junior Motorcross Championship 2021 ini membuka kesempatan kompetisi dari anak usia 4 tahun hiingga 21 tahun yang terbagi dalam 12 kelas. Penyelenggara membagi kelas crosser sesuai dengan usia peserta. Kelas yang ada diantaranya kelas 50 cc Novice untuk usia 4-7 tahun, 50 cc Junior untuk usia 8-11 tahun, 65 cc Novice 8-11 tahun, 65 cc Junior 9-12 tahun, 85 cc Novice 10-13 tahun, 85 cc Junior 11-14 tahun, 125 cc Novice 13-16 tahun, 125 Juniot 14-17 tahun dan MX2 Novice 17-21 tahun. Semua kelas ini tergabung dalam Main Class. Sementara untuk kategori Supporting Class ada tiga brand yang akan berlaga dengan pembagian kelas yakni OMR 155cc Novice Yamaha WR, OMR 150cc Novice Kawasaki KLX dan OMR 150 cc Novice Honda CRF. Kompetisi diyakini akan menjadi sebuah tontonan menarik bagi para pecinta motorcross nasional. Para peserta akan berlaga dan berkompetisi untuk menjadi jawara dalam upaya kompetitif merebut Piala Ketua Ikatan Motor Indonesia Pusat, Bambang Soesatyo. Sumber: mobilianews.com

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games 2021 sudah di depan mata. Untuk menyiapkan atlet, Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia (WI) pimpinan Airlangga Hartarto menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Wushu Taolu. Sirkuit Nasional Wushu Taolu yang didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan digelar dalam tiga seri yang akan digelar pada bulan Maret, Juli, dan Desember 2021. Ajang ini merupakan lanjutan virtual Wushu Championship khusus nomor Taolu dalam dua seri pada tahun 2020. “Sirkuit Nasional Wushu 2021 ini merupakan program kelanjutan dari Virtual Wushu Championship 2020 lalu. Ini merupakan strategi dalam menyiapkan program pembinaan berkesinambungan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi wushu Indonesia ke depan,” kata Sekjen PB WI, Ngatino di Jakarta, Selasa (16/3/2021). Pada Sirkuit Nasional Wushu Seri I yang digelar secara virtual, 22 – 27 Maret 2021 sebanyak 444 atlet terdiri dari 71 atlet senior (peserta PON dan Pelatnas), 111 atlet Junior A, 152 atlet Junior B, dan 110 atlet Junior C. Mereka berasal dari 10 Provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Jambi, Sumatera Utara. Sebanyak 373 atlet junior yang tampil di Sirkuit Nasional Wushu itu, kata Ngatino, merupakan atlet terbaik yang dijaring dari Virtual Wushu Championship 2020. Mereka nantinya akan memperebutkan tiket ke pelatnas junior yang akan ditetapkan setelah mengikuti tiga seri. “PB WI akan merekrut 25 persen dari jumlah 373 atlet yang tampil untuk mengisi pelatnas junior. Mereka akan ditentukan sesuai dengan poin dan hasil penilaian Tim Talents Couting (pencarian bakat) yang akan diterjunkan untuk memantau atlet junior yaglng tampil,” jelasnya. Selain menjaring atlet junior potensial, kata Ngatino, Sirkuit Nasional Wushu ini juga dijadikan sebagai ajang uji coba bagi atlet wushu yang akan tampil di PON Papua 2021. “PB WI sengaja melibatkan atlet senior dan atlet pelatnas di Sirkuit Wushu Nasional untuk menjaga kualitas pertandingan di PON Papua 2021 nanti. Mereka kan sudah lama tidak tampil karena pandemi Covid 19. Jadi, mereka yang lolos di PON bisa melihat kelemahan dan kekurangan sebelum tampil di Papua nanti. Begitu juga atlet pelatnas yang akan turun di SEA Games Hanoi 2021,” jelasnya. “Penampilan atlet PON dan atlet pelatnas ini juga bisa dilihat atlet junior yang akan menggantikan posisinya di ajang event internasional,” tambah Ngatino. Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri l akan dibuka secara resmi oleh Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto pada 22 Maret 2021. Lokasi pertandingan akan ditempatkan di 30 titik dimana untuk DKI Jakarta hanya 3 titik ditambah Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang menjadi tempat latihan pelatnas. Sementara jumlah pertandingan sebanyak 898 nomor terdiri dari 149 nomor senior dan 749 nomor junior. Sirkuit ini akan disiarkan secara live streaming @INAWUSHU Channel. Sumber: Liputan6.com

Prokes Jadi Prioritas, Kejurnas Baseball 2021 Siap Digelar

Prokes Jadi Prioritas, Kejurnas Baseball 2021 Siap Digelar

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball U-15 dan U-18 2021 akan berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes). Ajang yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) itu digelar di Lapangan Baseball Rawamangun, Jakarta, mulai 28 Maret mendatang. Kejurnas Baseball U-15 dan U-18 2021 ini diikuti oleh delapan provinsi. Ajang ini awalnya direncanakan dihelat pada 21-26 Juli 2020. Namun, pandemi virus corona membuat terpaksa diundur menjadi awal tahun 2021 ini. Demi mematuhi prokes, ajang ini akan digelar tanpa penonton. Selain itu, ada beberapa peraturan yang akan diterapkan. Diantaranya adalah seluruh atlet dan ofisial selalu menerapkan 3M, kemudian penyemprotan disinfektan secara berkala, dan swab antigen bagi para atlet, ofisial, dan panitia pada sehari sebelum, hari ke-3, hari ke-5, dan 3 hari setelah kepulangan. Adapun jadwal pertandingannya adalah sebagai berikut: Kategori usia U-18 akan berlangsung pada 28 Maret sampai 3 April. Kategori usia U-15 akan berlangsung pada 3 April sampai 8 April. Penyelenggaraan Kejurnas Baseball U-15 dan U-18 2021 di tengah maraknya virus corona bukan tanpa alasan. Perbasasi memiliki tujuan untuk mempersiapkan para atlet muda dalam menghadapi ajang sekelas Olimpiade 2032. Terlebih lagi, Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, dan Perbasasi ingin baseball bisa dipertandingkan. View this post on Instagram A post shared by BASEBALL INDONESIA (@baseballindonesia)

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

Enam pegolf muda asal Pulau Dewata berhasil meraih hasil luar biasa dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Akademi Golf Indonesia di Lapangan Imperial Golf Karawaci, Tangerang, 6-7 Maret lalu dengan masing-masing meraih gelar juara. Keenam pegolf muda tersebut yakni Kenneth Hanson (juara kategori B putra), Nathan Pangestu (juara II B putra), Axel Pangestu (juara C putra), Jayden Liem (best nett C putra), Abigail Rhea (juara C putri), dan Quinn Leticia (juara D putri). Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali, Jurry Soeryo Wiharko, menuturkan bahwa Bali tidak mengirimkan wakilnya untuk kategori A. “Kami tidak menurunkan pegolf junior kategori A, sehingga untuk kategori A juaranya bukan dari Bali,” jelasnya, dilansir dari Bali Post. Kesuksesan ini menurutnya sesuai dengan target yang diemban oleh PGI Bali. Diakuinya, penampilan pegolf junior Bali senantiasa menjunjung tinggi sportivitas yang ditopang dengan semangat juang yang tinggi. Apalagi, penampilan mereka kemarin turut disaksikan oleh Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, yang didampingi oleh Eddy Pantja yang juga pengurus PB PGI. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, memberikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh para juniornya. “Saya kira prestasi ini luar biasa, apalagi mereka bisa tampil di lapangan golf sekelas imperial, tentunya kejuaraan ini sangat bergengsi,” ujar Muntra. Ia melanjutkan, keberhasilan ini juga merupakan jerih payah antarpengurus PGI Bali termasuk para orangtua. Hal ini sekaligus berperan sebagai pemberi semangat dan motivasi bagi para pegolf muda lainnya. “Keberhasilan ini juga tak luput dari PGI Bali yang rutin menggelar turnamen bulanan khusus untuk atlet junior,” lanjutnya. Muntra menambahkan, olahraga golf mengandung unsur pendidikan kepada anak-anak, utamanya menanamkan sifat kejujuran dan sportivitas. Selain itu, program turnamen golf bulanan yang rutin dilakukan juga memberikan dampak positif pada pihak lain. “Turnamen golf junior yang digelar tiap bulan diselenggarakan secara berpindah-pindah, dan memberikan manfaat bagi pengelola lapangan golf di Bali,” pungkasnya

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Fadillah Arbi Aditama merupakan seorang rider muda asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Arbi akan mengikuti Kejuaraan Asia Talent Cup (ATC) yang akan digelar di Sirkuit Internasional Losail, Qatar mulai 19 Maret 2021. Ia sekaligus menjadi rider asal Purworejo pertama yang berlaga di Qatar. Remaja kelahiran 14 Juli 2005 itu akan berlaga di kelas 250cc bersama ketiga pebalap lain dari Pati, Yogyakarta dan Tangerang. “Alhamdulilah, persiapam  sudah cukup matang, mulai dari latihan fisik hingga mental. Insya Allah sanggup,” kata Arbi saat menghadap Bupati Purworejo, Agus Bastian, Rabu (3/3). Menurutnya yang menjad lawan terberat bukan dari pembalap lain, melainkan dirinya sendiri. Dia mengaku harus benar-benar dapat menjaga rasa percaya diri dengan baik, tidak over confident, yang justru akan merugikan ketika berlaga. “Target yang pasti ingin juara satu, tetapi karena ini merupakan tahun pertama saya mengikuti balap ATC, jadi harus step by step dulu. Saya optimis bisa memberikan yang terbaik,” imbuh Arbi didampingi kedua orang tuanya, Robi Yuda Kurniawan dan Anggi Putri Anggraeni. ATC merupakan kompetisi balap motor yang diperuntukan bagi pembalap muda di kawasan Asia dan Oceania. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dorna, yang juga menjalankan kompetisi MotoGP, dan Kejuaraan Dunia Superbike. “Saya akan mulai melakukan persiapan di Jakarta pada tanggal 6 Maret. Kemudian tanggal 14-16 Maret akan mengikuti tes terlebih dahulu di Qatar. Saya juga akan mengikuti dua seri balap ATC di Sirkuit Internasional Losail,  Qatar. Seri-seri selanjutnya akan berlangsung di Asia, seri terakhir akan digelar di Sirkuit Mandalika Indonesia,” lanjut Arbi yang tergabung dalam tim Astra Honda Racing Team. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo, Agus Bastian, berpesan agar Arbi bisa meraih prestasi yang membanggakan bagi Bangsa Indonesia dan Kabupaten Purworejo khususnya. “Kedepan, diharapkan Purworejo dapat melahirkan atlet-atlet olahraga yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, termasuk balap motor. Harap dipersiapkan fisik, mental dan tentunya istirahat harus diperhatikan jangan sampai sakit, jangan lupa protokol kesehatan karena masih pandemi,” kata Agus. Berikut berbagai kejuaraan yang pernah dimenangkan Arbi: Juara 4 kelas Mp6 Kejurda Kebumen (2016) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purworejo dan juara 2 kelas Mp6 (2017) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purbalingga dan juara 3 kelas CBR250r IRS Sentul (2018) Juara 1 Kejurda Boyolali dan juara umum pada kejuaraan AHRS tahun (2019)

Tiga Atlet Panahan BIFZA ASC Sumbang Medali Dari Ajang Internasional

Tiga Atlet Panahan BIFZA ASC Sumbang Medali Dari Ajang Internasional

Tiga atlet binaan klub panahan kota Batam, BIFZA ASC, berhasil meraih prestasi membanggakan pada kejuaraan panahan Kota Tinggi Open Remote Archery Tournament yang diselenggarakan sejak tanggal 26 sampai 28 Februari 2021 lalu. Ketiga atlet tersebut mampu menyabet satu medali emas dan dua medali perunggu dengan kategori berbeda-beda. Untuk kategori Compound Girl U-16, dua atlet BIFZA mendominasi gelar juara setelah Kelly Ardelia Henly meraih medali emas dan Tania Vergawita berhasil memperoleh medali perunggu. Untuk kategori Compound Girl U-16, dua atlet BIFZA mendominasi gelar juara setelah Kelly Ardelia Henly meraih medali emas dan Tania Vergawita berhasil memperoleh medali perunggu. Tidak hanya itu, atlet lainnya bernama Satria Nurwijaya juga berhasil menyabet medali perunggu untuk kategori Recurve Men Open. “Alhamdulillah para pemanah muda kami masih bisa berprestasi walau di tengah pandemi begini,” ujar Ketua Klub BIFZA ASC, Feri Nawa Pamungkas kepada TribunBatam.id, Selasa (2/3/2021). Feri mengungkapkan, kejuaraan panahan ini diselenggarakan oleh persatuan panahan Kota Tinggi Johor, Malaysia. Turnamen dilaksanakan secara daring atau online dan diikuti oleh beberapa negara lainnya. “Tournament remote ini turnamen online. Shooting di lapangan masing-masing dan hasilnya dimonitor online menggunakan sistem. Karena masih pandemi Covid-19, jadi tak ada kumpul-kumpul dalam jumlah besar,” jelas dia lagi. Selain untuk memotivasi para atlet agar terus berprestasi, Feri berharap turnamen ini dapat menjadi salah satu ajang pembinaan bagi para pemanah kategori pelaja. Mengingat, pembinaan atlet masih menjadi fokus utama pihaknya sejauh ini. “Perolehan medali ini merupakan salah satu hasil latihan rutin yang dilakukan setiap sore di lapangan panahan Temenggung Abdul Jamal,” tambah dia. Bahkan, dia ikut mengapresiasi dukungan para orangtua atlet untuk seluruh kegiatan panahan yang ada. “Banyak orang tua atlet berharap agar pemanah muda berbakat BIFZA ASC yang merupakan klub binaan BP Batam dapat memperoleh prestasi yang lebih tinggi lagi di event nasional dan internasional,” sebutnya.

Lima Karateka Muda Majalengka Raih Prestasi Pada Czech Open Karate Cup 2021

Lima Karateka Muda Indonesia Raih Prestasi Pada Czech Open Karate Cup 2021

Prestasi membanggakan kembali datang dari atlet muda Indonesia. Kali ini, kabar gembira datang dari cabang olahraga karate. 5 karateka muda asal Majalengka, Jawa Barat, berhasil menjuarai Czech Open Karate Cup 2021 yang digelar online. Kelima karateka itu tergabung dalam Indonesian Traditional Karate Federation (INATKF). Prestasi mereka menyabet medali perak hingga emas dalam kejuaraan internasional yang bertempat di Republik Ceko pada 20-22 Februari 2021. Kejuaraan yang digelar secara daring itu diikuti oleh 9 negara yakni Ceko, Rusia, Armenia, Kroasia, Austria, Slovenia, Rumania, India dan Indonesia. Lima karateka itu ialah Muhammad Abdullah Ramdhan (11), Mochammad Ridho (15), Rangga Bayoe Pramoedjie (25), Zalsa Lenaya (20) dan Agista Sinantya (15). “Muhammad Abdullah Ramdhan meraih 2 medali emas, Mochammad Ridho 1 emas, Rangga Bayoe 1 emas 1 perak, Zalsa Lenaya 1 emas dan Agista Sinantya dapat 1 medali perak,” kata Bupati Majalengka, Karna Sobahi, saat memberikan penghargaan kepada lima karateka itu di Pendopo Bupati Majalengka pada Selasa (2/3/2021). Karena mengaku sangat bangga kepada lima karateka muda tersebut yang mampu meraih prestasi internasional, di ajang Czech Open Karate Cup 2021, ditengah situasi pandemi COVID-19 saat ini. “Sungguh luar biasa bahwa dari Majalengka bisa berprestasi di kejuaraan internasional dan mendapatkan lima medali emas di kejuaraan di Ceko. Sebagai kepala daerah saya mengucapkan selamat atas prestasi yang diperoleh, mereka telah mengharumkan nama Kabupaten Majalengka,” kata dia. Czech Open Karate Cup sendiri merupakan ajang kejuaraan karate tradisional tingkat yang digelar secara virtual. Para kontingen dari berbagai negara harus mengirimkan video di tiap babaknya. “Yang dilombakan keindahan jurus atau Kata, jadi kita mengirimkan videonya dan dinilai oleh dewan juri di Ceko. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan ada lima emas dan dua perak,” ucap Eben Heizer Sembiring selaku Sekjen PB INATKF. Ia pun sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka atas prestasi atletinya di Czech Open Karate Cup 2021. Menurutnya keberhasilan lima karateka muda Majalengka dalam meraih medali di kejuaraan internasional menjadi tolak ukur bagi atlet-atlet karate tradisional untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya. “Ini tolak ukur awal yang baik bagi atlet-atlet di Majalengka dan nanti akan ada kejuaraan lagi di Polandia dan akan kita siapkan kesana. Kami yakin mereka mampu berprestasi,” kata dia.

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Insan olahraga tentu tak asing lagi mendengar nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Vika, seorang petembak muda senapan angin potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Vika menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bakal turun di Olimpiade Tokyo 2021. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Sekjen Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), Justin Judiswandarta. “Benar. Hanya satu atlet saja yang lolos ke Olimpiade. Sebenarnya kami juga sudah menjadwalkan untuk mengejar tambahan kuota,” ujar Justin Judiswandarta saat dikonfirmasi dilansir Antara. PB Perbakin, kata dia, tetap berusaha menambah kuota dengan mengirimkan atlet ke kejuaraan yang sudah dijadwalkan oleh Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF). Hanya saja kejuaraan kualifikasi itu dibatalkan karena pandemi Covid-19. “Dengan batalnya beberapa kejuaraan kualifikasi, praktis kita tidak bisa menambah atlet. Vika satu-satunya petembak yang tampil di Tokyo,” katanya menambahkan. Mantan Ketua Pengprov Perbakin Jawa Timur itu menjelaskan, upaya untuk menambah kuota tidak hanya melalui kejuaraan kualifikasi yang sudah dijadwalkan, namun juga dilalukan dengan cara lain seperti mengajukan wild card. Hanya saja, menurut Justian, upaya untuk mendapatkan wild card tidak dikabulkan oleh ISSF karena jatah yang ada diberikan kepada atlet menembak dari negara-negara yang sedang mengalami konflik. “Kebijakan ISSF memberikan jatah wild card kepada penembak dari negara yang konflik itu patut dimaklumi. Sebab, ISSF menjadikan cabang olahraga menembak bukan hanya mengejar prestasi tetapi sebagai sarana untuk kampanye perdamaian dunia,” kata Justian menegaskan. Vidya Rafika Rahmatan Thayiba merupakan atlet menembak muda yang bakal turun di nomor Air Rifle Match dan 3 position 50 meter putri kejuaraan empat tahunan yang pelaksanaannya mundur satu tahun dari jadwal semula. Tiket lolosnya Vika didapat saat turun di Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. Setelah itu rentetan prestasi terus raih termasuk raihan dua emas pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Biodata: Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Tempat, Tanggal Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi: SEA Games 2019 Filipina (1 medali emas Air Rifle Women, 1 medali emas AirRifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) SEASA 2019, Indonesia (2 medali emas) SEASA 2017, Malaysia (1 medali perak, 1 medali perunggu)

Jaring Atlet Berpotensi, Polda Sumbar Gelar Kejurda Menembak

Jaring Atlet Berpotensi, Polda Sumbar Gelar Kejurda Menembak

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar lomba Kejuaraan Daerah (Kejurda) menembak yang diikuti 16 klub dari Provinsi Sumbar dan Jambi yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumbar pada Rabu. Kejurda ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu guna menjaring atlet berpotensi daerah. Selain itu, menurut Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan kejuaraan daerah menembak tahun ini bertujuan sebagai ajang evaluasi bagi atlet sejauh mana peningkatan prestasi yang mereka raih. “Kita semua mengetahui bahwa latihan terbaik adalah bertanding,” tegas Toni Harmanto, dilansir dari Antara. Lebih lanjut, Kejurda ini digelar dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) 2021, Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) 2021 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2021. Ia mengatakan Pengprov Perbakin Sumbar sedang gencar-gencarnya melaksanakan pertandingan baik untuk bidang berburu, bidang reaksi maupun bidang tembak sasaran. Pihaknya akan menjaring atlet yang potensi dari berbagai kabupaten kota untuk dilakukan pembinaan dalam program Pengprov Perbakin Sumbar. “Untuk itu saya harapkan kepada seluruh atlet agar dapat termotivasi untuk lebih berprestasi secara maksimal,” kata dia. Toni Harmanto yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Perbakin Sumbar ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia turut berpesan kepada para juri serta petugas di lapangan ia meminta mereka selalu menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kejuaraan daerah menembak Piala Kapolda Tahun 2021 ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar. “Kepada seluruh atlet saya ucapkan “Selamat Bertanding”, ikuti seluruh aturan yang tertuang dalam petunjuk teknis dan raihlah prestasi setinggi-tingginya dengan selalu mengedepankan nilai kebersamaan dan sportivitas. tetap jaga keselamatan pribadi dan rekan-rekan selama pertandingan dilaksanakan,” pungkasnya.

Banyak Pegolf Junior Mentereng, PGI Bali Optimis Cetak Atlet Berprestasi

Banyak Pegolf Junior Mentereng, PGI Bali Optimis Cetak Atlet Berprestasi

Tiga pegolf junior asal Pulau Dewata yakni Kenneth Henson Sutianto, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, dan Margoz Kamengmau mampu meraih prestasi pada turnamen golf bertajuk Gobar Junior Golf yang berlangsung pada tanggal 30-31 Januari kemarin. Turnamen yang digelar di Lapangan Royal Golf Club West-North Course, Jakarta, tersebut, Kenneth mampu keluar sebagai juara 1 untuk kategori B. Sementara dua rekan lainnya, Abigail Rhea Soeryo Wiharko mampu keluar sebagai runner up pada kategori C dan Margoz Kamengmau tampil sebagai juara IV kategori C . Berkat torehan ketiganya, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Bali memberikan apresiasi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Pembinaan Golf Junior PGI Bali, Komang Darmawan. Menurut Komang, sudah banyak yang mulai terasah bakat dan talentanya hingga mampu mengukir prestasi di level nasional. “Kami akui saat ini banyak pegolf belia yang berusia sampai dengan 7 tahun yang mulai belajar pegang stick, dan memukul bola golf,” sebut Komang Darmawan, dilansir dari Bali Post. Oleh sebab itu, dirinya mengaku optimis Bali mampu menelurkan pegolf junior yang mampu berprestasi di kancah nasional. Ia pun bangga dengan geliat pembinaan pegolf junior di Pulau Bali yang cukup gencar. Hal ini terbukti tiap penyelenggaraan event bulanan, pesertanya mencapai 30-35 atlet. Bahkan, putra putri pekerja golf di Bali Handra banyak yang mulai menekuni olahraga ini. Untuk event selanjutnya, PGI Bali sedang bersiap untuk menggelar event bulanan junior. Semestinya, event tersebut berlangsung pada bulan Desember 2020. Karena adanya peraturan PSBB dan PPKM, maka diundur menjadi tanggal 30-31 Januari kemarin. Namun, lagi-lagi kembali harus di-reschedule karena berbarengan dengan Gobar Junior Golf di Jakarta. “Oleh karena jadwalnya berbarengan dengan event nasional di Jakarta, maka turnamen bulanan junior ditunda lagi menjadi hari Minggu (7/2/2020) di Sanur,” jelas Komang Darmawan. Lebih lanjut, Komang Darmawan menjelaskan hingga kini sudah terdaftar 27 pegolf yang masuk dalam kategori U-10 dan kategori usia 15-18 tahun.

Rencana Pertina Untuk Bangkitkan Petinju Muda Indonesia

Rencana Pertina Untuk Bangkitkan Petinju Muda Indonesia

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) periode 2020-2024 terpilih, Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak, telah menyiapkan sebuah rencana untuk mengembangkan potensi petinju muda Indonesia. Rencana tersebut ia siapkan melalui sebuah program khusus yang diberi nama BH 35 RK. Ini menjadi salah satu dari sekian program kerja dari Komaruddin Simanjuntak sejak terpilih lewat Musyawarah Nasional (Munas) Pertina pada 31 Desember 2020 lalu. “BH adalah tagline saya pada proses pemilihan Ketum PP Pertina yang artinya Bersatu Hati. Kalau semua kompak, tidak ada yang tidak bisa,” ungkapnya. Ia melanjutkan jika makna 35 adalah simbol harmonisasi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan PP Pertina. Jadi, Komaruddin mengajak semua pengurus pusat maupun daerah untuk Bersatu Hati membesarkan dan menuai prestasi olahraga tinju di Tanah Air. Sedangkan RK singkatan dari Raja KO. Komaruddin mengaku sedih melihat petinju Indonesia kalah dipukul Knock Out (KO). Makanya, dia bertekad untuk membalikkan keadaan itu. “Saya tidak ingin petinju Indonesia menjadi ‘ayam sayur’. Petinju Indonesia harus jadi Raja KO,” katanya. Untuk menjalankan program BH 35 RK, Komaruddin akan membuat program pembanding. Ia mengajak para pengurus untuk berpikir out of the box. Pertina Pusat berencana membuat desentralisasi tinju amatir dengan mempertimbangkan dua opsi wilayah, yakni Batam dan Jawa Barat. Akan tetapi, Komaruddin Simanjuntak lebih cenderung memilih Batam karena Jawa Barat sudah digunakan sebagai persiapan Pra-Olimpiade. Lebih lanjut, Komaruddin akan meminta tiap Pengprov (34 provinsi) mengirim empat calon atlet berbakat berusia 15-16 tahun yang nol pengalaman. Alhasil, PP Pertina bakal memiliki 136 nama calon petinju yang akan digembleng oleh pelatih asing dengan bantuan 6-8 pelatih lokal. Sebelum program latihan berjalan, proses penyaringan awal akan digelar. Seleksi bertahap meliputi faktor psikologi, keshatan, dan anatomi. “Misalkan dari 136 orang yang lulus 100, maka 36 orang akan kami pulangkan ke daerahnya masing-masing,” ujar Komaruddin. Dari 100 orang yang lulus tes psikologi akan disaring menjadi 50 orang lewat tes kesehatan lalu dilanjut ke tes anatomi sehingga mendapat 30 orang pilihan. “Nantinya, 30 orang inilah yang kami bina di kamp secara khusus. Mereka akan digembleng bagaimana menjadi seorang petinju dan akan dievaluasi setiap tiga bulan,” katanya. “Jika mereka berhasil menang KO (dalam uji tanding) maka pembinaan akan dilanjutkan ke program berikutnya. Jika cuma menang, apalagi kalah, otomatis akan dipulangkan, karena progam kami adalah mencari RK atau Raja KO,” pungkasnya.

Resmi Dilantik, Pengurus ISSI Banten Targetkan Cetak Atlet Handal

Resmi Dilantik, Pengurus ISSI Banten Targetkan Cetak Atlet Handal

Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Banten secara resmi telah mengukuhkan pengurusnya, Kamis, 7 Januari 2021 malam, di Hotel Horison Ultima Ratu. Andiara Aprilia Hikmat dipercaya menjadi pemimpinnya. Acara pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum ISSI, Raja Sapta Oktohari, bersama Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy. Selain keduanya, beberapa nama pesohor yang dipercaya untuk menjadi pemimpin ISSI Kabupaten/Kota turut hadir dalam acara. Salah satunya Osep Mulyawan Karis. Ia dipercaya untuk membesarkan ISSI di Kabupaten Lebak. “Alhamdulillah lagi-lagi saya diberikan amanah untuk memimpin sebuah organisasi. Semoga amanah dan dapat membawa pengaruh besar,” kata Osep, Jumat, 8 Januari 2021, dilansir dari BantenHits. Tak hanya itu, Osep yang memiliki segudang prestasi dalam dunia olahraga ini juga ternyata masuk dalam kepengurusan ISSI Banten sebagai Wakil Ketua Umum. “Tekadnya hanya satu membesarkan ISSI di Banten umumnya, Lebak khususnya. Mencetak atlet-atlet bersepeda yang handal,” tandasnya. “Semoga kehadiran ISSI dapat mendongkrak prestasi berolahraga khususnya olahraga sepeda di tanah jawara,” imbuhnya. Sementara Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy, mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus ISSI Banten. Ia berharap ISSI dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menguatkan prestasi olahraga bersepeda di Provinsi Banten. “Kami Pemprov Banten pada saat ini sedang membangun fasilitas kawasan olah raga (Sport Center), tahap pertama ini pembangunan stadion, mungkin kedepan saya akan mengusulkan khusus untuk balap sepeda,” pungkasnya.

Berkenalan Dengan Pingkan, Calon Atlet Wushu Masa Depan Indonesia

Berkenalan Dengan Pingkan, Calon Atlet Wushu Masa Depan Indonesia

Mungkin nama Pingkan Maretta Siregar masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, diusianya yang masih muda, Pingkan sudah mulai membuktikan jika ia layak untuk diperhitungkan sebagai atlet wushu masa depan Indonesia. Pingkan merupakan adik dari Seraf Naro Siregar yang merupakan juara dunia wushu China 2019 dan peraih medali emas SEA Games Filipina 2019. Tak heran, ia sangat didukung oleh keluarga untuk menekuni olahraga wushu. Sehari-hari, anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Tigor Parlindungan Siregar dan Nanik Agustin ini berlatih Sasana Yasanis Surabaya di bawah asuhan Kristanto G, Andre Valentinus G, Sherlie Hoediono, Budi Gunawan, dan Xiao HaiDong. Berkat bakat dan ketekunannya, beberapa waktu lalu ia sukses menyabet medali emas di Virtual Wushu Championship Seri II Kategori Nasional untuk nomor Taiji Jian A. “Prestasi yang saya raih ini tidak terlepas dari hasil kerja keras, pantang menyerah dan berusaha tidak merasakan lelah saat berlatih,” kata Pingkan, dilansir dari Nusantara TV. “Saya persembahkan medali emas VWC Seri II ini khusus kepada kedua orangtua yang mendukung dan membimbing saya sejauh ini walau di masa-masa terendah. Tak lupa juga saya mengucapkan terimakasih kepada semua pelatih yang membimbing tanpa lelah dan memberi nasehat serta masukan. Begitu juga dengan teman-teman yang selalu support saya dalam hal apapun itu,” tambahnya. Pingkan mengaku awal ia mengenal olahraga wushu pada tahun 2010 lalu. Kala itu, kedua orang tuanya yang menyuruh untuk berlatih bersama sang kakak yang tak lain adalah Seraf Naro. “Awalnya saya disuruh kedua orang tua ikut latihan bersama bang Seraf Naro. Eh…terakhir saya jadi senang,” ungkap Pingkan. Berbicara masalah target ke depan, Pingkan yang tercatat sebagai pelajar kelas 12 IPS di SMA Negeri 9 Surabaya mengaku masih konsentrasi di Virtual Wushu Championship Seri II dan Sirkuit Wushu 2021 yang menjadi seleksi terakhir menuju pelatnas junior. “Keinginan menyusul abang ke pelatnas pasti ada. Dan, saya juga ingin meraih prestasi sepertinya yang menjadi juara dunia dan juara SEA Games,” katanya. Kebanggaan juga diontarkan orang tua Pingkan atas prestasi yang telah dicapai anaknya tersebut. “Kami bangga Pingkan mampu meraih emas di VWC Seri II. Dan, saya berharap dia tidak cepat puas dan harus lebih terpacu untuk meraih prestasi pada event-even lain,” ujar sang ayah. Biodata Nama: Pingkan Maretta Siregar Tanggal Lahir: 16 Maret 2003 Tempat Lahir: Surabaya Klub: Yasanis Surabaya Idola: Lindswell Kwok dan Ma Jian Chao Prestasi – Emas Taiji Jian Virtual Wushu Championship Seri II 2020 – Emas Taiji Quan Porprov Jatim 2019 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Sarawak Wuwang Cup 2019 – Emas Taiji Jian Kejurnas Wushu Babel 2019 – Emas Taijin Jian dan Emas Taiji Quan Piala Raja Hamangkubuwono X 2018 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Kejurnas Yogyakarta 2018 – Emas Taiji Jian dan Emas Taiji Quan Piala Walikota Surabaya 2018 – Perunggu Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan Kejurnas 2017 – 1 Emas Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan BWC 2015 – Perunggu Taiji Jian dan Perunggu Taiji Quan Inti Bayangan OWC 2015 – Emas Taiji Jian BWOC 2014 – Emas Taiji Jian dan Perak Taiji Quan YOWC 2014

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia nampaknya sedang mempersiapkan untuk melakukan pembenahan ulang sistem pembinaan wushu. Salah satunya dengan mengadakan kembali Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II. Langkah ini diambil karena berkaca pada kesuksesan saat menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Series – 1 Khusus Taolu. Kali ini, PB Wushu Indonesia tidak hanya siap menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II namun juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI Pusat. Ada pun rencananya kejuaraan tersebut akan digelar pada 1-11 Desember 2020. “Di seri I telah menjaring 190 atlet junior dan di Seri II akan kembali dijaring 190 atlet potensial dari kategori A,B dan C. Mereka nantinya akan diseleksi kembali melalui Virtual Wushu Champipnships Indonesia 2021 untuk menjaring 50 atlet junior terbaik yang akan dipersiapkan tampil pada ajang event internasional,” ujar Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, dilansir dari JPNN, Kamis (26/11/2020). “Ini sesuai instruksi Pak Airlangga Hartarto yang ingin adanya program pembinaan atlet berjenjang dan berkesinambungan dalam upaya melahirkan pengganti juara dunia Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo ke depan,” sambungnya. Terbosan yang dilakukan PB Wushu Indonesia ini mendapat sambutan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah atlet dan sasana yang berpartisipasi. Pada Seri I tercatat 632 atlet dari 50 sasana wushu se-Indonesia sedangkan pada Seri II telah tercatat 1.000 atlet (804 atlet wushu nomor Taolu dan 166 atlet wushu tradisional) dari 83 sasana wushu. Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II kali ini memang terlihat istimewa. Selain mempertandingkan nomor tradisional untuk memberikan tempat kepada perguruan wushu, 12 atlet terbaik dari tiga sasana pada Seri I yakni Rajawali Sakti Jakarta, Laba-laba Sakti Jakarta dan Yasanis Surabaya akan berlaga dengan atlet sasana wushu dari Singapura, Brunai, Macau, dan Kazakhstan. “Kita memang sengaja mengundang atlet junior wushu negara lain untuk menambah jam terbang atlet junior terbaik di Virtual Wushu Championships Seri I. Sebab, sasana yang kita undang tercatat sebagai sasana yang banyak melahirkan atlet nasional di keempat negara tersebut,” jelasnya. Program Virtual Wushu Championships Indonesia yang diluncurkan PB Wushu Indonesia ini sekaligus menjadikan sasana sebagai ujung tombak pembinaan. Sebab, atlet-atlet junior dari berbagai sasana punya kesempatan untuk bisa menembus. “Lewat Virtual Wushu Championships Indonesia tak ada lagi Ă˝ang bisa ditutupi. Keberadaan atlet potensial yang ada di sasana besar atau kecil akan terpantau,” katanya. Lebih jauh Ngatino juga mengungkapkan pihaknya akan mencari format yang tepat untuk mempertandingkan nomor Sanda. “Nomor Sanda sedang dicarikan formatnya. Bisa saja akan digelar tahun depan tanpa penonton. Prinsipnya pertandingan tidak boleh terhenti karena pandemi Covid-19,” tutupnya.

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Dg Palabbi, secara resmi membuka kejuaraan Open Archery Championship, Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III, yang ditandai dengan pelepasan anak panah bertempat di Lapangan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, Jumat 20 November 2020. Menurut Rusli, pembinaan dan pengembangan olahraga bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata akan tetapi seluruh komponen bangsa mesti dilibatkan untuk mengurusnya seperti yang ditunjukkan oleh Perpani Sulawesi Tengah bersama KONI Sulteng yang terpanggil untuk memajukan olahraga panahan di Sulawesi Tengah. Adanya Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III diharapkan menjadi ajang uji coba yang tepat bagi para atlet panahan Sulawesi Tengah yang membutuhkan kompetisi agar bisa memperdalam dan meningkatkan kemampuan skill mereka. Karena berbicara olahraga panahan berarti berbicara konsentrasi dan mental yang harus lebih ditingkatkan karena panahan full dengan konsentrasi tingkat tinggi sehingga makin sering ikut kompetisi maka kemampuan atlet cenderung akan lebih meningkat. “Olehnya, saya menyambut baik dan mengapresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh komponen terkait yang menggelar kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan prestasi dan dapat menggali potensi atlet panahan muda Sulawesi Tengah agar dapat berprestasi pada tingkat nasional dan kita harapkan semoga kedepannya bisa mewakili Indonesia di kejuaraan internasional, sekaligus mensosialisasikan cabang olahraga panahan kepada masyarakat,” ujar Rusli, dilansir dari Kailipost.com. Tidak lupa ia memberikan apresiasi kepada para peserta karena tetap semangat mengikuti pembukaan Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III Open Archery Championship karena tetap semangat meskipun dibawah terik sinar matahari, serta tetap mengikuti protokoler kesehatan yakni menggunakan masker. Wakil Gubernur berharap keahlian para peserta dalam memanah lebih meningkat sehingga dapat mengikuti kompetisi ditingkat nasional bahkan tingkat dunia. Ia juga tak henti-hantinya mengingatkan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3 M), apalagi dalam waktu dekat, tanggal 9 Desember 2020 menyongsong pemilihan kepala daerah serentak tingkat provinsi serta tujuh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat berjalan demokratis, partisipatif dan aman dari Covid-19. Ketua KONI yang diwakili oleh Humaidi, mengakui panahan merupakan olahraga tertua yang telah ada sejak 50.000 tahun lalu, bahkan ahli arkeologi memperkirakan dari lukisan di gua-gua yang sudah berumur 500.000 tahun. Penggunaan panah oleh manusia pada waktu itu untuk melindungi dirinya dari binatang luar dan sebagai alat untuk mencari makan perjalanan panjang sampai pada zaman modern ini tentu tujuannya berbeda sebagai olahraga prestasi harapan dan cita-cita atlet adalah ingin tampil yang terbaik, hal tersebut seiring semangat olimpiade yang dicetuskan bapak Olimpiade modern, Baron Pierre de Coubertin pada tahun 1894 dengan moto: Citius berarti lebih cepat, Altius berarti lebih tinggi dan Fortius berarti lebih kuat.

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Kelas Dunia

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Golf Elit Dunia

Pegolf muda kebanggaan Indonesia, Kentaro Nanayama, secara resmi bergabung dengan salah satu klub golf elit, Purdue Golf Team, dari Purdue University, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). Tidak hanya itu, Kentaro sekaligus menerima beasiswa di kampus bergengsi tersebut. Bagi Kentaro, Purdue University adalah pilihan tepat karena merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat yang memiliki fasilitas golf sangat lengkap. “Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University,” ujar Kentaro. Purdue Golf Team mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus serta skill yang hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim. Siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School ini menambahkan, tim golf Purdue University juga diisi oleh atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota untuk menjadi lebih baik sehingga sukses memenangkan banyak penghargaan bagi kampus. “Saya yakin, Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan, menjadi pegolf kelas dunia,” ujarnya Kentaro, dilansir dari Bisnis.com. Kentaro mulai mengenal golf sejak usia tujuh dari ayahnya. Ia mulai berlatih setiap hari sejak menginjak grade 4 hingga 8, dan mencoba merasakan kompetisi dalam turnamen pada usia 11. Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team. “Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar. Kerja keras guru-guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaian luar biasa ini. Dan peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University,” katanya. Di JIS, Kentaro mendapat bimbingan secara langsung dari Garret Anderson, pelatih golf di SMA JIS, dan Jake Stockman, Athletics Coordinator di JIS. JIS memang mendukung atlet pelajar agar dapat meraih prestasi akademis dan olahraga. Bagi JIS, kesuksesan Kentaro diharapkan dapat menginspirasi para pelajar Indonesia agar mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga dan aktivitas apapun yang diminati. Sementara itu, Head of School JIS, Dr. Tarek Razik, mengaku banga karena salah satu muridnya bisa bergabung dengan salah satu klub golf kelas dunia. Ia pun berharap prestasi yang diraih oleh Kentaro ini dapat ditiru oleh para pelajar lain. “JIS sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia. Dengan komitmen besar dalam memajukan pendidikan Indonesia, JIS senantiasa mendorong para pelajar dan para pendidik untuk mencetak lebih banyak pelajar berprestasi yang siap menjadi pemimpin masa depan negeri ini, seperti Kentaro dan alumni JIS lainnya” ujar Dr. Tarek Razik. Kentaro pun tak lupa berbagi rahasia kesuksesannya tersebut. Ia mengaku hanya menikmati setiap pertandingan dan tidak menjadikannya sebuah beban. “Bagi saya, yang terpenting adalah menikmati setiap laga. Jika terlalu serius, permainan menjadi tidak menyenangkan lagi. Inilah bagian penting yang akan membentuk anak-anak muda menjadi apa yang mereka mau. Jika tak menyenangkan, tentu mereka tak akan melanjutkannya. Kini saya melihat semakin banyak anak muda bermain golf dengan teman-temannya. Semoga pencapaian yang saya raih juga dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” ungkapnya.

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Dalam rangka menjaring pecatur muda potensial, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan KONI Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar Turnamen Catur Kapolda CUP II di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Jumat (6/11/2020). Lebih dari 300 peserta yang merupakan pelajar mengikuti turnamen yang merupakan turnamen kedua setelah digelar pada tahun 2018 ini. “Ada 359 peserta dari pelajar dan 190 lagi tingkat Master dan Veteran. Setelah pertandingan sampai besok (7/10/2020), nanti kita kumpulkan juara dan dibina untuk mengikuti seleksi nasional,” ujar perwakilan Percasi Sumsel, Cotri Juliana Jab, dilansir dari Sumsel.idntimes.com. Cotri menjelaskan, meski kategori lain seperti master dan veteran turut diikutsertakan, turnamen Kapolda Cup ini difokuskan untuk mencari atlet potensial dari pelajar. “Paling dominan Alhamdulillah memang dari pelajar tingkat SD, SMP dan SMA. Karena kita itu tujuannya menjaring atlet-atlet masa depan,” kata dia. Cotri berharap kompetisi yang dilaksanakan secara rutin oleh Percasi Sumsel, bisa menghasilkan pecatur berprestasi. Menurutnya, catur merupakan olahraga rakyat dan tidak mahal, serta membantu kecerdasan untuk mengasah otak dalam mengatur strategi. “Pertandingan ini diikuti peserta dari Empat Lawang, Lahat, Muara Enim lalu Muba. Semoga Percasi Sumsel mendapatkan pecatur yang berpotensi,” tambahnya. Sementara itu, wakil Ketua Umum KONI Sumsel, Suparman Roman melanjutkan, antusiasme para peserta tergolong tinggi. Hal tersebut tercermin dari jumlah peserta yang cukup banyak membuktikan kejuaraan terbuka tersebut cukup diminati. Sehingga menurutnya, langkah awal penjaringan dinilai berhasil. “Pertanda baik, ternyata catur diminati di Sumsel khususnya Palembang. Kita mencari atlet karena di awal targetnya adalah pembibitan,” ujar Suparman.

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Motocross merupakan salah satu olahraga ekstrem yang hanya diminati kalangan tertentu. Olahraga ini sangat memicu adrenalin dengan tingkat resiko yang sangat tinggi. Tak heran jika motocross masih sangat jarang diminati kalangan usia dini. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Athar. Pemilik nama lengkap Muhammad Athar Al Ghifary ini merupakan seorang crosser muda asal Kabupaten Bandung Barat. Pada usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia lihai menunggangi mini motocross dan berhasil meraih prestasi di berbagai kompetisi motocross nasional. Diakui Athar, kecintaannya terhadap dunia motocross sudah ada sejak ia kecil. Awalnya, ia dikenalkan oleh sang ayah Hilman Laksana yang kini menjadi menejer Athar. “Aku suka motor trail dari umur empat (4) tahun. Ayah juga pembalap, aku seneng aja sama motor trail terus aku mau belajar,” ujar Athar. Bakat serta keinginan Athar untuk menekuni dunia motocross nampaknya turun dari sang ayah yang juga merupakan crosser. Hilman menceritakan bahwa sang anak terkadang masih suka takut terlebih Athar pernah terjatuh dan mengalami cedera. Namun, Hilman tak henti memberikan nasihat dan bimbingan pada Athar. Ia selalu memberi nasihat bahwa memiliki rasa takut itu wajar. Namun, harus bisa mengalahkan rasa takut itu sendiri. “Takut sih ada tapi saya pesankan ke dia harus bisa mengalahkan rasa takut itu, sekarang saja masih ada itu pen di tanganya akibat jatuh dari balapan sebelumnya,” tutur Hilman. Meski masih di usia anak-anak ia pernah mengikuti beberapa kejuaraan bergengsi motocross hingga ke Jawa Tengah dan Bali. “Waktu di Bali itu Kejuaraan Nasional Motocross 2018, kebetulan dia juara nasionalnya di kelas 50cc,” ujar Hilman yang terus mendampingi Athar yang saat ini tergabung dalam Tim Karunia Mandiri Sport Qiblattour VMX KONI KKB ini. Menurutnya, prestasi membanggakan yang diraih Athar tak diperoleh secara instan. Juara nasional yang kini diembannya merupakan hasil kerja keras panjang pemiliki nomor 23 ini selama 5 tahun terakhir. “Dia dari umur 3 tahun sudah balap sepeda BMX di sepeda dia juga podium terus. Alhamdulillah dari sana ada sponsor yang menawarkan sepeda motor (minitrail) hingga sekarang dibarengi dengan latihan dan usaha keras,” jelasnya. Bakat kerja keras dan ketekunannya dalam berlatih, Athar pernah menyabet gelar juara daerah pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat tahun 2016 silam. Sepanjang tahun 2016, Athar berulang kali meraih gelar juara motocross junior yang diikutinya. Pada 2017, Athar berhasil meraih juara 3 nasional dan kerap meraih juara 1 pada beberapa Kejurda yang diikutinya. Athar seperti tak memiliki rasa takut jika sudah berada di lintasan garuk tanah. Tak jarang ia suka bertanding dengan anak-anak yang usianya lebih tua. “Jadi musuhnya Athar sekarang itu kakak kelasnya ada yang dari Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, luar pulau ia berani melawan dari pebalap yang usianya diatasnya yang lebih berpengalaman,” ujar Hilman. Terakhir, Athar turun di ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI di Sirkuit Motocross Cambora, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (30/8). Lagi – lagi Ia mencuri perhatian, karena berhasil meraih prestasi di ajang olahraga ektrim ini. Pada ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI ia berhasil meraih juara di dua kelas yang diikutinya. Ia menjadi juara I di kelas Special Engine (SE) 65 cc Novice dan menjadi juara I di kelas SE 65 cc.

Bersepeda Aman, Lakukan Persiapan Ini Agar Tidak Celaka

Bersepeda aman

Sobat muda NYSN yang sering bersepeda melewati jalan raya harus tau caranya bersepeda dengan aman. Ini dimaksudkan agar sobat muda NYSN tidak mencelakai diri sendiri dan orang lain. Karena sebagai pengguna jalan kita juga harus patuhi rambu dan aturan di jalan juga sobat muda. Yuk kita simak persiapan dan aturan apa saja yang bisa sobat muda NYSN lakukan sebelum dan saat bersepeda. Lakukan hal berikut sebelum sobat muda NYSN bersepeda: 1. Atur posisi sadel Atur posisi sadel atau tempat duduk sepeda sehingga tingginya sesuai dengan ukuran tubuh sobat muda NYSN. Tinggi ideal seat post atau setang sadel adalah tidak terlalu tinggi mau pun tidak terlalu rendah saat sobat muda NYSN mengayuh pedal. Posisikan lutut tidak terlalu lurus mau pun menekuk pada saat mengayuh. Ini dimaksudkan agar power yang keluar saat sobat muda NYSN mengayuh jadi lebih maksimal. 2. Periksa kompenen sepeda Pastikan rem, ban sepeda, pedal, setang, gir dan semua komponen sepeda berjalan dengan sempurna. Sobat muda NYSN bisa memberikan chain lube apabila rantai terlihat berkarat. Begitu juga dengan gir depan-belakang dan huh roda depan-belakang. Karat bisa merusak komponen sepeda sobat. 3. Periksalah ban dan tekanan ban Periksalah ban dan tekanan ban sepeda sobat muda NYSN sebelum bersepeda. Ban adalah komponen yang langsung terkena dengan permukaan jalan yang berbagai macam. Selain berfungsi sebagai penerus laju gerak dari rantai ban sepeda juga berfungsi sebagai peredam guncangan. Tekanan ban yang baik seharusnya tidak terlalu keras mau pun terlalu kempes. Apabila terlalu keras handling setang bisa terlalu liar seakan-akan ban memantul karena terkena objek yang ada di jalan . Selain itu bikin duduk tidak nyaman. Sedangkan apabila terlalu kempes setang menjadi susah untuk dikendalikan. Sobat muda NYSN akan merasakan mengayuh menjadi lebih berat. Setelah melakukan persiapan sebelum bersepeda Sobat muda NYSN bisa melakukan langkah-langkah berikut saat bersepeda: 1. Gunakan pakaian yang terang agar terlihat oleh pengemudi lain. Apabila sobat muda NYSN bersepeda di sore atau malam hari sebaiknya menggunakan bantuan lampu sepeda yang bisa dipasang di setang, helm, atau seat post agar terlihat oleh pengendara kendaraan lain. Lebih bagus lagi apabila sobat muda NYSN memasang lampu berwarna putih di depan dan berwarna merah dibagian belakang. 2. Pakai helm sepeda. Bagi sobat muda NYSN yang sering bersepeda di jalan umum maka penting untuk ikut mematuhi aturan rambu lalu lintas. Gunakan helm sepeda yang sesuai ukuran kepala sobat. Posisikan helm agar menutupi kening dan tidak kendor sehingga turun-naik ke depan dan ke belakang. Atur tali helm agar berada dibagian depan dan telinga membentuk huruf “V”. Sobat muda NYSN bisa memposisikan buckle atau kuncian helm agar berada dibawah dagu. Tidak perlu terlalu ketat tapi masih ada jarak sekitar satu jari. Setelah itu apabila ukuran dan posisi helm sudah benar dan terkunci pastikan helm tidak bergerak terlalu banyak ke segala arah dengan cara menggoyang-goyangkan kepala sobat muda NYSN. 3. Usahakan buat sobat muda NYSN yang akan bersepeda melewati jalan raya untuk selalu berada di jalur paling kiri atau berada pada lajur khusus sepeda apabila ada. Bersepedalah dengan kecepatan sedang agar bisa mengantisipasi pesepeda lain dan juga kendaraan lain yang menggunakan jalan yang sama. Waspada apabila di depan ada tikungan bisa jadi ada kendaraan yang keluar dari jalan itu. Selain itu penting untuk mengetahui blind spot atau titik buta dimana kendaraan lain tidak bisa melihat kita. 4. Jangan lawan arah. Kalau perlu apabila sobat muda NYSN ingin menyebrang turunlah dari sepeda. Patuhi rambu lalu lintas di sepanjang perjalanan bersepeda. Jangan menggunakan telpon genggam atau mendengarkan musik yang bisa mengalihkan fokus sobat muda NYSN dari jalanan. Ingatlah untuk berkonsentrasi pada jalan. Selain tips diatas sobat muda NYSN yang bersepeda pada saat adaptasi kebiasaan baru juga sebaiknya mengikuti anjuran untuk tetap menggunakan masker, sarung tangan, baju atau jersey lengan panjang, kacamata, bandana untuk menutupi rambut, membawa hand sanitizer, serta handuk kecil. Apabila sobat muda NYSN bersepeda bersama teman-teman lebih baik membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2-4 orang. Setiap orang dalam kelompok tetap menjaga jarak minimal empat meter.