Bawa Nama Indonesia, Tim Garuda Baseball Softball Club (GBSC) U-10 Raih Runner Up Kejuaraan Asia Pacific 2018 di Filipina

Tim Bisbol Indonesia U-10 yang diwakili tim Garuda Baseball Softball Club (GBSC), meraih poisisi runner up di PONY Baseball and Softball Asia Pasific di Filipina. (istimewa)

Tanauan City- Menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang pada bulan Agustus, olahraga Indonesia mendapatkan kabar gembira. Tim Bisbol Indonesia usia 10 tahun kebawah (U-10) berhasil meraih juara kedua, pada turnamen bisbol Protect Our Nation Youth (PONY) Baseball and Softball Asia Pasific, di Tanauan City, Filipina, pada 31 Mei-2 Juni 2018. Meski lolos ke final, namun Tim Indonesia yang terdiri dari 14 atlet cilik tersebut gagal membendung serangan dari Filipina. Tim tuan rumah akhirnya keluar sebagai juara pertama dan mendapat satu tiket ke kejuaraan dunia bisbol usia 10 tahun, di Amerika Serikat, pada Agustus mendatang. Irsyad Prawiradilaga, pelatih kepala Tim Bisbol Indonesia U-10 mengatakan jika dirinya sangat bangga terhadap para prestasi atlet cilik Indonesia atas raihan yang dicapainya pada kejuaraan kali ini. “Perjuangan yang ditunjukan oleh atlet Indonesia sangat luar biasa, terutama pada pertandingan final. Mereka bermain dengan semangat juang yang tinggi meskipun lawannya adalah tim yang kuat,” tambah Irsyad. Tim Indonesia U-10 kali ini diwakili oleh Garuda Baseball Softball Club (GBSC), yang sukses jadi kampiun pada kejuaraan PONY wilayah Indonesia U-10 February lalu, dan mewakili Indonesia pada kejuaraan Asia Pasifik. Febry Darmansyah, Ketua Umum GBSC menjelaskan tim GBSC yang bertanding di Filipina merupakan tim masa depan Indonesia. “Semoga dengan prestasi menjadi juara kedua ini, dapat memacu mereka untuk lebih giat berlatih dan meraih hasil maksimal di kemudian hari,” tutur Febry. Pada akhir Juni nanti, tim Indonesia U-12, U-13 dan U-16 akan berlaga di Kejuaraan Asia Pacific, di Korea Selatan dan Filipina. Ketiga tim yang mewakili Indonesia juga berasal dari Garuda Baseball Softball Club (GSBC). (art)

Latihan Bersama Timnas Basket Putri Asian Games 2018, Klub Gading Muda Diakui Bina Pemain Muda Berbakat

Timnas putri Asian Games 2018 melakukan laga uji coba melawan Tim basket Putra Gading Muda usia 17 tahun (U-17) pekan lalu di Cirebon. (srikandicup.com)

Jakarta- Tim basket Putra usia 17 tahun (U-17) klub Gading Muda diundang melakoni latihan persahabatan, dengan Timnas basket putri pemusatan latihan (Pelatnas) Asian Games 2018, pada 1-3 Juni lalu, di GMC (Generasi Muda Cirebon) Arena, Cirebon, Jawa Barat. Pelatnas Timnas putri Asian Games 2018 telah dimulai sejak 23 April lalu. Mereka melakukan Pelatnas selama 47 hari secara intensif dan dipantau dan diseleksi secara ketat oleh tim kepelatihan. Pekan lalu, Timnas Putri melakukan turnamen segi empat melawan Tim Putra kelompok umur 17-18 tahun. Pesertanya adalah Indonesia Thunder Bandung, GMC Cirebon dan Klub Gading Muda. Jap Ricky Lesmana, pemilik Klub Gading Muda, mengaku senang anak didiknya bisa melakoni latihan persahabatan, dengan timnas basket putri yang diproyeksikan untuk ajang pesta olahraga terbesar di Asia, pada 18 Agustus – 2 September 2018. “Bagi kami, ajang ini sangat bagus. Kami memang sering diundang untuk melakukan ujicoba dengan Timnas Basket. Ini artinya, Gading Muda jadi salah satu klub yang diakui membina pemain muda berbakat,” ujar Ricky, Selasa (5/6). Gading Muda, klub basket yang berdiri sejak 2005 itu, konsisten mencetak bibit basket unggul yang memiliki karakter kuat. “Meski kami kalah dengan skor 79-67, tapi kami berikan yang terbaik. Dan timnas putri sangat bagus, karena mereka pemain pilihan. Semoga mereka memberikan yang terbaik di Asian Games,” tambah Ricky. (Adt)

Lika Liku Lisensi Kursus Pelatih di Indonesia

Lisensi D yang dimiliki seorang pelatih, merupakan bagian dari Introductory/Grassroots yang dimaksud dalam piramida AFC. (panditfootball.com)

Jakarta- Indonesia awalnya mengenali lisensi pelatih C Nasional, B Nasional, dan A Nasional. Tapi saat ini, lisensi tersebut sudah tidak berlaku lagi karena prosedur dan aturan kursus kepelatihan di setiap negara, langsung dipegang oleh konfederasi sepakbola benua masing-masing. Dilansir panditfootball.com, maka untuk Indonesia, aturan kursus kepelatihan mengacu pada aturan yang dikeluarkan konfederasi sepakbola Asia, AFC. Maka lisensi-lisensi pelatih yang berlaku Indonesia bukan lagi C Nasional, B Nasional, atau A Nasional, melainkan C AFC, B AFC, A AFC dan AFC Pro. AFC sebenarnya sudah memulai kursus-kursus kepelatihan sejak 1989. Tapi untuk tingkatan C, B, dan A, baru dimulai bertahap sejak 1994. Level AFC Pro baru mulai digelar per 2001. Semakin berkembangnya zaman, lisensi kepelatihan pun tak hanya sekadar menjadi pelatih klub sepakbola profesional, tapi memunculkan spesialiasi kepelatihan lainnya seperti pelatih kiper, pelatih fisik, dan pelatih futsal pada 2006. Bahkan pada 2008, mulai digelar kepelatihan sepakbola untuk penyandang disabilitas. Dengan perkembangan kepelatihan AFC di atas, maka AFC kini memiliki tingkatan sendiri, dalam level kepelatihan. AFC pun mengejawantahkan level kepelatihan AFC tersebut dengan “AFC Coaching Progression Pyramid”. Hal ini menjawab keraguan bagi mereka yang bercita-cita menjadi pelatih. Karena saat mencari informasi terkait proses merintis karier sebagai pelatih, maka jawaban yang tersedia yakni PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia, hanya menggelar lisensi C AFC sebagai level terendah kepelatihan. Sementara untuk persyaratan yang wajib dipenuhi dalam mengikuti kursus kepelatihan tersebut, sebagaimana yang dirilis AFC, wajib memiliki pengalaman bermain yang didukung oleh Curriculum Vitae. Termasuk adanya kursus kepelatihan lisensi D di Indonesia. Awalnya lisensi D seolah tidak ada dalam piramida AFC, dan punya risiko tak diakui. Tapi ternyata, setelah memahami, lisensi D tersebut merupakan bagian dari Introductory/Grassroots yang dimaksud dalam piramida AFC. Untuk Introductory/Grassroots ini, AFC tak mensyaratkan khusus seperti syarat mengikuti kursus C AFC, B AFC, dan seterusnya. AFC menyerahkan pada setiap anggota federasi sepakbolanya dalam mengembangkan pendidikan kepelatihan untuk akar rumput, atau usia muda di negaranya masing-masing. Lalu apakah lisensi D ini berlaku atau tidak? Ternyata ini bisa menjadi jawaban atas persyaratan C AFC di atas, terkait poin keenam yaitu mengenai “Coaching Capacity”. Apalagi penyelenggaraan kursus kepelatihan lisensi D pun memang dibawahi oleh PSSI. Kelak, nantinya PSSI yang bisa merekomendasikan pelatih yang berlisensi D tersebut pada AFC, sebagai syarat pengganti “Playing Experience”, jika ingin mengikuti kursus kepelatihan C AFC. Pada kursus kepelatihan lisensi D alias lisensi kepelatihan akar rumput (grassroots), karena diselenggarakan oleh masing-masing federasi negara, maka persyaratannya pun diatur oleh masing-masing federasi. Untuk di Indonesia, lisensi D ini biasanya bisa diselenggarakan lewat Asprov (asosiasi sepakbola tingkat provinsi) atau Askot (asosiasi sepakbola tingkat kota) daerah masing-masing. Hanya saja, jika mengikuti kursus kepelatihan lisensi D yang diselenggarakan Asprov atau Askot, terdapat salah satu persyaratan harus memiliki surat rekomendasi dari Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Persatuan Sepakbola (PS). Untuk mendapatkan ini, bagi orang awam, syarat ini berarti harus aktif setidaknya di SSB atau PS, yang terdaftar di Asprov atau Askot, baik sekedar bertugas membantu pelatih-pelatih di sana, atau hanya untuk mendapatkan rekomendasi. Kini, Villa 2000 Football Academy, bisa menyelenggarakan proses kursus kepelatihan lisensi D, tanpa harus menyerahkan surat rekomendasi dari SSB atau PS (bahkan hanya mengirimkan foto KTP saja), sehingga bagi yang tak punya pengalaman melatih pun, bisa mengikuti kursus ini. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti kursus kepelatihan di Villa 2000 lebih mahal dari yang diselenggarakan di Asprov atau Askot. Yang perlu menjadi catatan, berapapun biaya yang dikeluarkan untuk lisensi D, dijamin tak akan merugikan, karena partisipan lisensi D semua akan diloloskan. Hal ini tak seperti C AFC, B AFC, dan seterusnya, yang punya kemungkinan gagal mendapatkan lisensi. Untuk biaya mengikuti lisensi D ini, partisipan akan merogoh kocek mulai dari 3 juta sampai 4,5 juta rupiah. Materi yang dibahas pun seputar FIFA Laws of the Game dan cara melatih anak-anak usia dini, dimulai dari umur 6 tahun sampai 13 tahun. Durasi agenda pelatihan, minimal 6 hari (total minimal 30 jam pembelajaran teori dan praktik). Di hari terakhir pelatihan, walau semua calon pelatih dipastikan lulus, tetap harus mengikuti ujian teori dan ujian praktik. Saat ini, kursus kepelatihan lisensi D di Indonesia, sangat disesuaikan dengan kursus kepelatihan Lisensi C AFC, sehingga ketika mengikuti lisensi C AFC sudah familier. (art)

30 Peserta Kursus Lisensi D Nasional di Villa 2000 FC Tunjukkan Antusias Tinggi

Kursus pelatih lisensi D Nasional gelombang pertama 30 April-6 Mei, berlangsung di markas Villa 2000 FC, dan Blitz Tarigan bertindak (biru) sebagai pelatih. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Demi menciptakan pelatih berbakat dan berkualitas, Villa 2000 FC bekerja sama dengan PSSI, mengadakan kursus pelatih lisensi D Nasional di markas Villa 2000 FC, Pamulang, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diadakan dua gelombang, yakni gelombang pertama 30 April-6 Mei, dan gelombang kedua 8-15 Mei 2018, dengan Iwan Setiawan bertindak sebagai instruktur pelatih. Selain Iwan, Villa 2000 FC selain menjadi panitia penyelenggara, juga mengirimkan satu nama, yaitu Blitz Tarigan, yang bertugas asisten instruktur pelatih. “Total peserta ada 30 orang, dan ini sudah memenuhi kuota standar kursus pelatihan. Peserta datang dari berbagai daerah, dan dari luar Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” ungkap Blitz, usai hari pertama pelatihan, Senin (30/4). Lokasi Pamulang, sempat menjadi kendala bagi peserta yang memang jauh dari tempat tinggal. Villa 2000 FC tak menyediakan biaya tambahan untuk peserta yang jauh, tetapi merekomendasikan akomodasi penginapan. “Sejak awal, kami tak menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. Tapi, kami merekomendasikan tempat tinggal. Mereka yang jauh dari rumah, kami tempatkan di mess kami,” tukasnya. Nantinya, 30 peserta ditempa selama sepekan, dan dimulai pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB. Pada Senin (30/4) adalah menjadi hari pertama, gelombang pertama dilaksanakannya rangkaian kursus, dengan Blitz sebagai pelatih, dan Iwan sebagai pemateri utama. “Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan menciptakan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk bisa membina pemain usia dini, karena sepak bola untuk usia dini perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Iwan. Menurut mantan Pelatih Borneo FC ini, pembinaan sepak bola pada usia muda perlu mendapat perhatian serius, dan event kursus ini menjadi ajang sekaligus tempat menimba ilmu, bagi wajah baru pelatih usia dini. “Yang saya lihat, bahwa tingkat antusias dari para peserta ini sangat tinggi. Mereka bersemangat ketika materi di kelas maupun praktek di lapangan, dan itu modal yang dibutuhkan, yakni semangat mereka” tambah pria kelahiran Medan 5 Juli 1968. Meski beberapa peserta ada yang mulai dari nol dan bukan dari pemain sepak bola, bahkan tidak tahu menahu seputar dunia sepak bola, namun mereka bersemangat untuk belajar. Metode baru yang digunakan pemateri yakni Villanesia, yaitu metode yang membuat siswa atau peserta terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dan tak hanya mendengarkan atau mencatat, namun bisa langsung dipraktekkan di lapangan. “Tak sekedar belajar jadi instruktur yang berdiri di depan berbicara, tapi mereka turun langsung ke lapangan, untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan selama di kelas. Jadi keseharian mereka sudah bisa mengajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,” tutup pria 50 tahun tersebut. (Dre/Ham)

Rayakan Anniversary ke-15, Villa 2000 FC Menggelar Turnamen Trofeo

Klub Villa 2000 FC menggelar turnamen dengan tajuk Trofeo Anniversary Villa 2000 ke-15, merayakan ulang tahun Villa 2000 FC. (Villa 2000)

Tangerang Selatan- Dalam rangka merayakan ulang tahun Villa 2000 FC, klub yang berlokasi di kawasan Pamulang ini, menggelar turnamen dengan tajuk Trofeo Anniversary Villa 2000 ke-15. Bertempat di home base Villa 2000, peserta diikuti oleh empat klub, yakni Persepda, Kareeb FC, dan Villa 2000 FC yang mengirimkan dua tim (Villa 2000 FC reguler A dan B). “Kami memberi kesempatan bagi pemain yang jarang tampil di kompetisi resmi, meski rutin latihan. Jadi ini adalah ajang buat mereka”, ujar Arta Wijaya, selaku pelatih senior Villa 2000 dan inisiator perhelatan trofeo ini. Dalam ajang ini, para pemain Villa 2000 FC yang rata-rata usia antara 17-19 tahun, akan mendapatkan tropi piagam penghargaan untuk jangka panjang. Trofeo yang dilaksanakan pada Minggu (8/4) ini akhirnya dimenangkan oleh tim Persepda. Sementara tim Villa 2000 FC menempati posisi 2 dan 4. “Selain piala, pemain juga akan mendapatkan piagam penghargaan dari acara ini. Piagam ini berlaku untuk jangka panjang, misalnya melanjutkan sekolah, pindah klub lain, atau sebagai porto folio pemain,” pungkasnya. (Dre)

Villa 2000 Kalah 2-3 di Laga Uji Coba, Blitz Tarigan : Ingin Tandang ke Kandang Lawan

Villa 2000 (hitam) takluk dari tim Porda Bogor (merah) dengan skor 2-3, dalam laga uji coba pada Sabtu (7/4), di lapangan Villa 2000, Pamulang Selatan. (Ham/NYSN)

Pamulang- Klub Villa 2000 mengagendakan uji coba pada sabtu (7/4), melawan tim Porda Bogor, di lapangan Villa, Pamulang Selatan. Anak asuh Blitz Tarigan harus takluk dengan skor tipis 2-3. Dengan konsep trofeo, pertandingan dilakukan menjadi tiga babak, yang masing-masing babak berjalan selama 35 menit. Dan pelatih asal Medan ini menyiapkan dua tim. Pada babak pertama dan kedua, ia memainkan skuat yang akan turun di even Liga 3, sedangkan tim yang turun di babak ketiga, untuk Piala Soeratin. Tim pertama gagal mencetak angka, bahkan gawang Villa 2000 justru bobol dua kali. Sedangkan saat tim kedua merumput, meski jala mereka terkoyak sekali, namun sanggup mencetak dua gol balasan. Tak urung, Blitz sempat merasa kesal dengan peforma tim pertamanya. Lantaran mudah terpancing emosi dan terprovokasi, sehingga mengganggu konsentrasi mereka. Akibatnya, mereka tertinggal dua gol. Ia menilai ada beberapa faktor penyebab. Hal yang mempengaruhi itu yakni lawan yang usianya lebih tua dua tahun, sehingga punya pengalaman lebih, dan kondisi cuaca yang sangat terik siang itu, sehingga pemain tak fokus mengikuti skema yang diberikan pelatih. “Mereka emosi duluan gara-gara diusili lawan. Harusnya ya tetap fokus. Itu kan taktik lawan. Berbeda dengan peforma tim yang kedua tadi, lumayan terstruktur mainnya, dan bisa cetak dua gol,” ungkapnya. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini memberi catatan untuk tim pertama, agar mengurangi ego masing-masing individu, dan menjaga komunikasi antar lini, agar skema permainan berjalan baik. Sedangkan untuk tim kedua menurutnya problem penyelesaian akhir harus diperbaiki. Sebab tim ini sering mendapat peluang, namun pemain kerap blunder ketika mengeksekusi bola ke dalam gawang. “Harapannya, saat latihan berikutnya, mereka belajar apa yang kurang dari uji coba hari ini. Dan, kami ingin tiap minggu rutin uji coba. Tidak hanya di villa, sebaiknya juga away ke kandang lawan,” pungkasnya. (Ham)

Liga 3 Bergulir Juli, Villa 2000 Padati Jadwal Latihan Dengan Rutinitas Uji Tanding

Villa 2000 akan segera mengikuti Kompetisi Liga 3 regional DKI Jakarta yang akan berlangsung dan digelar pada bulan Juli 2018. (Ham/NYSN)

Tangerang- Kompetisi Liga 3 regional DKI Jakarta akan digelar Juli. Villa 2000, salah satu klub yang nantinya akan bergabung di Asprov DKI Jakarta, terus memantapkan persiapan. Blitz Tarigan selaku Pelatih, memimpin jalannya latihan pada jumat (6/4) di lapangan Villa 2000, di kawasan Pamulang Selatan. Blitz terus menekankan metode transisi, attacking dan finishing. “Sepak bola itu ada tiga; bertahan, menyerang, dan transisi. Jadi, fokus latihan sore ini adalah ketiganya”, ujar Blitz, pada Kamis (6/4). Menurutnya di Liga 3 DKI Jakarta nanti, persaingan antar tim sangat kuat. Dengan status juara bertahan, maka peluang tim lain untuk merebut posisi juara sangatlah terbuka. “Kami memang juara bertahan, tapi ya jangan jemawa. Tim yang akan mengikuti Liga 3 musim ini pasti makin kuat. Sulit untuk memprediksi siapa yang bakal juara,” tambahnya. Demi menjaga tensi atmosfir laga dan persaingan, Villa 2000 terus menjajal kemampuan, dengan melakukan uji tanding sebanyak mungkin. Uji coba demi uji coba terus dijajaki. Pada Sabtu (7/4), Villa 2000 akan kedatangan tim asal Bogor, yakni PORDA Bogor. Rencananya mereka akan melakukan laga pada pukul 10.00 WIB. Namun, ada kendala lain yang dirasakan Blitz saat ini. Dengan skuat yang mayoritas diisi pemain berstatus pelajar, efek sistem Full Day School, cukup berpengaruh dengan waktu latihan. “Jam latihan kami saat ini waktunya sangat terbatas. Sekolah sekarang ‘kan sampai sore pulangnya, jadi jam latihan pun cuma sebentar. Waktu mereka habis di sekolahan. Tapi ya mau gimana lagi, pendidikan juga kan penting” tutupnya. (Dre/Ham)

Tampil Superior, Tim Basket Putra U-14 Gading Muda Sabet Titel Juara

Tim Basket Putra U-14 Gading Muda menjuarai Kejuaraan Basket Pengkot Perbasi Jakarta Barat, usai mengalahkan Indonesia Falcons 50-35. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim Basket Putra Usia 14 Tahun (U-14) Gading Muda tampil superior di partai puncak Kejuaraan Basket Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi Jakarta Barat, Minggu (1/4). Mereka menuntaskan mimpi meraih gelar juara usai menghempaskan Tim Basket Indonesia Falcons.nysn Melakoni laga di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, skuat Gading Muda langsung ‘tancap gas’ di kuarter pertama. Hasilnya, mereka mampu memimpin 7 angka atas lawan pada tiga menit pertama. Berlanjut, 3 point shoot dari pemain bernomor punggung 8, Reumbrant Billyson Chandra, makin memperlebar jarak angka Gading Muda atas Indonesia Falcons, yang sukses menutup kuarter pertama dengan skor 13-5. Pada kuarter kedua, Gading Muda terus memberikan tekanan pada lawan, namun Indonesia Falcons tidak tinggal diam hingga mampu mengantongi 8 angka. Meski tambahan angka tersebut belum cukup untuk mengejar ketertinggalannya dari Gading Muda yang akhirnya mampu membungkus kuarter kedua dengan skor 23-13. Pertarungan ketat terjadi pada kuarter ketiga. Kedua tim saling menggencarkan serangan. Dan, aksi individu yang ditunjukkan Reumbrant mampu menambah dua angka hingga makin mempertegas dominasi Gading Muda. Setelah itu, Indonesia Falcons berhasil membalas dengan raihan 3 point shoot dari penampilan ciamik pemain bernomor punggung 13, Kevin Nathaniel Cahyadi. Lagi-lagi, kuarter ketiga tetap milik Gading Muda dengan skor 37-29. Dikuarter akhir, anak didik Christian itu masih berada di atas angin. Angka demi angka dicetak Reumbrant dkk. Fast break dari pemain bernomor punggung 4, Edgar Dharma Prasadha Suryadi memperkokoh raihan angka Gading Muda. Akhirnya, mereka memastikan diri menjadi kampiun setelah menyudahi perlawanan Indonesia Falcons dengan skor akhir 50-35. Christian, Pelatih Tim Basket Putra U-14 Gading Muda, mengaku shock dengan perubahan transisi yang dipakai tim lawan. Menurutnya, tim lawan berani gambling mengambil keputusan untuk melakukan full court. “Puji Tuhan, anak-anak masih bisa tenang untuk mengantisipasi full court. Tapi, yang belum dimiliki anak-anak adalah setelah lewat setengah lapangan kayaknya mereka masih ragu mau ngapain,” ujar Christian. “Tapi, saya akui karena anak-anak merasa kuda hutam, dan nothing to lose, ya sudah mereka fight dalam pertandingan tadi dengan apapun yang terjadi,” sambungnya. Ia melanjutkan, tidak ada instruksi khusus yang diberikan pada anak didiknya selama pertandingan. Namun, Christian mengaku mengarahkan mereka tetap fokus memberikan tekanan ke bigman. “Sebenarnya posisi awal itu anak-anak banyak peluang ke bigman, tapi bolanya nggak ngalir. Kami tekankan ke bigman, namun rotasi masuk ke dalam wilayah lawan susah,” tambah pria yang akrab disapa Kentung. Meski berhasil menjadi kampiun, namun secara keseluruhan, pria bertubuh gempal itu, mengaku belum puas terhadap penampilan anak asuhnya tersebut. “Dalam sepekan persiapan yakni 60 persen pola permainan tak jalan di pertandingan, juga dengan sistim bermain mereka. Itu yang harus kami evaluasi, dimana mereka murni menjaga zone, lalu transisi dari difensif ke ofensif,” lanjutnya. Untuk persiapan Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat DKI Jakarta, Christian mengatakan akan melakukan pembenahan terutama pada jam terbang. “Karena pertandingan ini bisa dibilang situasional, gamesnya anak-anak masih kurang. Jadi kalau mendapat pressure, bagaimana solusinya. Kemudian setelah passing terus mesti ngapain. Sebab, nanti di DKI hampir semua tim bagus-bagus karena mereka berasal dari peringkat satu dan dua dari masing-masing wilayah,” tukas Christian. (Adt)

Tim Putri U-12 Gading Muda Jadi Runner-Up, Pelatih : Ini Pencapaian Luar Biasa

Putri U-12 Gading Muda (hitam) meraih runner-up usai kalah dari Cakrasakti dengan skor 22-42, di partai final, Minggu (1/4). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim Putri U-12 Gading Muda gagal mewujudkan impian meraih gelar juara pada Kejuaraan Basket Usia 12 Tahun (U-12) Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi Jakarta Barat, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (1/4). Gading Muda harus puas menjadi runner-up setelah di partai pamungkas tak mampu membendung ketangguhan Tim Basket Cakrasakti, dengan skor 22-42. Di kuarter pertama, kedua tim bermain impresif. Sayang, Belva dkk hanya mampu mencetak satu angka, sedangkan Tim Cakrasakti berhasil mengoleksi 13 angka. Memasuki kuarter kedua, anak asuh Stanly Indarto itu masih belum berhasil keluar dari tekanan lawan. Cakrasakti akhirnya mampu menjaring 10 angka, dan menutup kuarter kedua dengan skor 23-4. Tak patah semangat, Gading Muda terus memberikan tekanan pada Hillary dkk. Namun, perjuangan pasukan hitam-kuning itu hanya mampu menambah 5 angka sebelum pertandingan di kuarter ketiga berakhir dengan skor 9-34. Pertarungan ketat justru terjadi di kuarter keempat. Kedua tim saling ‘jual-beli’ serangan. Hasilnya, Gading Muda berhasil meraup tambahan 13 angka. Meski begitu, belum mampu mengejar ketertinggalannya dari Cakrasakti. Hingga wasit meniup pertandingan usai, Cakrasakti tetap unggul dengan skor akhir 42-22. Sang arsitek Gading Muda, Indarto mengatakan menghadapi kejuaraan ini persiapan yang dilakukan timnya sangat minim. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi performa anak didiknya tersebut. “Secara umum kami memang gagal meraih juara. Tapi, dibilang gagal 100 persen juga tidak. Karena inikan anak-anak U-12, dan rata-rata mereka kelas 6 SD (Sekolah Dasar), dimana mereka menghadapi ujian di sekolah,” ujar Stanly usai pertandingan. “Tapi, dengan persiapan yang minim dan kami bisa masuk final, jujur saja ini diluar ekspektasi kami. Bisa sampai ke final itu pencapaian luar biasa,” sambungnya. Pada pertandingan kali ini, ia mengaku puas dengan penampilan beberapa skuatnya. Salah satunya adalah Belva. “Ada beberapa pemain yang bermain di atas ekspektasi saya. Tapi ada juga yang di bawah ekspektasi saya. Misalnya Belva. Kalau latihan jujur mainnya tidak seperti dipertandingan tadi. Mungkin karena dia pingin menang dan fighting spirit-nya juga sangat tinggi. Yang pasti kemampuannya di pertandingan ini keluar semua,” bebernya. Sang juru ramu tim menambahkan bila kompetisi belum berakhir. Pasalnya, menurut Stanly, timnya bakal berlaga di Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar wilayah. “Karena kami peringkat dua, tetap lolos untuk mewakilkan Jakarta Barat di event antar klub se-DKI, yang tiap wilayah diambil 2 tim. Lalu, tiap tim diadu untuk persiapan ke kejuaraan selanjutnya,” terangnya. “Untuk selanjutnya, kami akan evaluasi dari pertandingan hari ini. Fokus yang kami perbaiki soal difensif, kemudian ofensif untuk bermain secara tim. Individual juga makin kita asah,” ujar pria bertubuh gempal itu. (Adt)

Villa 2000 Konsisten Lakukan Uji Coba, Hingga Kepastian Bergulirnya Liga 3

Villa 2000 (putih) saat menghadapi Persitangsel Tangerang Selatan pada laga uji coba pada Sabtu (24-3). (Ham-NYSN)

Tangerang Selatan- Guna mematangkan persiapan kompetisi Liga 3, klub asal Pamulang Selatan, Villa 2000, terus melakukan uji coba dengan klub se-level maupun di atasnya. Uji coba Villa 2000 kali ini melawan dua klub sekota, yakni Persitangsel Tangerang Selatan dan POPDA Banten, pada Sabtu (25/3) sore. Memakai onsep trofeo, Villa 2000 melakukan dua pertandingan dengan menurunkan dua tim, yakni Villa 200 Liga 3 dan Villa 2000 Soeratin Cup. Di sesi pertama, Villa 2000 (Liga 3) ditahan imbang oleh POPDA Banten tanpa gol. Di sesi kedua kontra klub yang sama, justru anak asuh Blitz Tarigan kebobolan satu gol. Hal serupa, ternyata juga terjadi saat tim Villa 2000 (Soeratin Cup) tampil. Mereka harus mengakui keunggulan dari Persitangsel 0-1. Blitz lalu mengevaluasi soal mental anak asuhnya. Menurutnya, akibat terlena dengan uji coba pekan lalu yang tampil dominan, para pemain menganggap akan menang telak (lagi) laga akhir pekan ini. “Hari ini Villa 2000 mentalnya payah. Bukan payah karena lemah, justru merasa di atas. Mereka masih anak-anak, karena pekan lalu menang 10-0, mereka pikir hari ini akan terulang. Nyatanya tidak”, ujar mantan pemain Dumai Putra FC tersebut. Klub asal Tangerang Selatan ini juga masih menunggu kepastian soal penyelenggaraan Liga 3 yang hingga kini statusnya masih menunjukkan ketidakpastian. “Kita terus matangkan persiapan untuk semua event, termasuk Liga 3. Cuma, ya belum ada kepastian. Katanya sih bulan April, tapi tak tau diawal, tengah, atau akhir bulan. Ya tunggu sajalah”, tutupnya. (Dre)

Tak Bersinar Jadi Pemain, Blitz Tarigan Mantap Berkarir Melatih Akademi

Blitz Tarigan kini mendedikasikan hidupnya menjadi pelatih akademi SSB Villa 2000. (Ham/NYSN)

Pamulang- Blitz Tarigan sudah menekuni profesi sekaligus hobinya bermain sepak bola, sejak masih usia remaja hingga menjadi Karyawan Swasta. Berawal dari klub Dumai Putra (Riau) dirinya mencoba untuk melatih, karena mendapat dukungan dari warga di lingkungan kerja dan tempat tinggal. Hingga akhirnya menjalani mengikuti sekolah khusus menjadi pelatih dan mendapatkan Lisensi di tahun 1999 membuatnya semakin serius menjadi pelatih. “Dulu sering diminta melatih anak-anak sekitar komplek sama warga. Selain itu, melatih temen-temen karyawan di kantor, akhirnya ikut kursus dan resmi jadi pelatih dan mulai serius, begitu pensiun kerja dan main bola, saya berkarir jadi pelatih,” ungkapnya. Sebelum melatih, pria asli Medan ini sempat menjajal ikut seleksi bergabung PSMS Medan Junior. Sayang, impiannya kandas. Beberapa kali kembali ia mencoba, hanya kegagalan yang ia terima karena gagal lolos seleksi, sehingga membuat karirnya ‘terjun bebas’ bermain di klub Divisi 1 saat itu, yakni PS Teras di Dumai, Riau. Blitz sejatinya adalah seorang penjaga gawang, namun awal bermain ia memilih posisi bek kiri. Sayang, pada 1998 ia mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan membuatnya absen beberapa laga saat bermain di Turnamen Dumai. “Suka dukanya, karir saya sebagai pemain nggak sampai level atas mainnya. Paling tinggi ya cuma Divisi 1, kalau sekarang setara liga 2,” tukas pelatih yang membawa Villa 2000 U-21 sebagai jawara Liga 3 ini. Saat berkarir di Dumai, Riau, Walikota saat itu serius dengan sepakbola, dan mengontrak pelatih dari luar Riau, agar berprestasi. “Saat itu yang dipanggil adalah Iwan Setiawan (Borneo FC). Saat itu bang Iwan adalah Direktur Teknik klub Villa 2000. Bang Iwan ini alumni Diklat Medan, senior saya,” jelasnya. Beberapa kali mendampingi Iwan di Riau, Blitz justru mendapat tawaran melatih di Villa 200. “Saya malah ditawari bergabung ke Villa 2000, untuk terlibat bersama tim,” bilangnya soal awal karirnya bergabung di Villa 2000. Fokus melatih membuatnya mantap untuk mencari standar lisensi kepelatihan, agar menunjuang kinerjanya. Berbagai level kursus kepelatihan diikutinya. Hingga saat ini, Blitz memiliki lisensi sebagai Pelatih B AFC, dengan segudang pengalaman. “Sebaiknya, pemain jangan hanya fokus pada bermain sepak bola. Jika ada kesempatan, segera ikuti kursus untuk menjadi pelatih saat pensiun nanti. Selain bekal, lisensi pelatih juga menambah wawasan dalam ilmu sepakbola, “ tutupnya. (Ham) Biodata Nama : Blitz Tarigan Tempat/Tgl. Lahir : Medan, 5 Oktober 1969 Klub : Villa 2000 Posisi : Pelatih Tim U-21 & U-18 (Liga 3 dan Suratin Cup) Pengalaman Bermain 1985 : PSMS Medan Jr 1986 : Diklat Medan 1987 : PSSI Pelajar Asia Selection 1988 : PS Teras, PS MINAS (Riau) – Divisi I PSSI 1993 : Persemai Dumai (Riau) – Divisi I PSSI 1994-1999 : Dumai Putra (Riau) – Divisi I PSSI Pendidikan Kepelatihan 2001 : Youth Assistance Degree PSSI 2003 : APSI Refreshment Course – Mr Fujita (Japan) 2004 : C License PSSI 2005 : Certificate of Attendance – AFC Youth Workshop AFC Festival Pnom Penh, Cambodia 2008 : Certificate of Coaching – AS ROMA Just for Kick Ramon Turrone (Italy) 2008 : B License PSSI 2009 : Carlos Biliardo Coaching Clinic 2010 : PSSI “A” License Coaching Award 2010 : Certificate of Coaching – Cursos de Porteros Fundacion Marcet – Barcelona, Spain 2014 : C AFC Coaching Licensed 2017 : B AFC Coaching Licensed Pengalaman Kepelatihan 1998-2002 : PS Dumai Putra (Riau) 2003 : Dumai Putra (Riau) 2003-2004 : GK Coach Persemai Dumai (Riau) 2005 : GK Coach Timnas U-13 AFC Festival, Kamboja 2005 : GK Coach Timnas U-17 Piala AFF U17 – Thailand 2006 : GK Coach Timnas U-17 Pra Piala Asia U17 – Laos 2006-2008 : GK Coach Persiko Kotabaru (Kalsel) 2008 : Assistant Coach PSS Sleman 2008 : Head Coach PSAD Indonesia 2008 : Assistant Coach PON DKI PON Kaltim 2008 2008 : PS TNI AD 2009 : Persas Sabang (Aceh) 2009 : Director of Football Coaching Bakrie School of Management 2009-2010 : GK Coach Persisam Samarinda ISL 2010-2011 : Head Coach PON DKI Jakarta 2012 : Assistant Coach/Head Coach Deltras Sidoarjo : 2013-2015 : Assistant Coach Persija Jakarta 2015 : Assistant Coach Pelita Bandung Raya (PBR) Piala Presiden 2016 : Koordinator Villa 2000 Football Academy Prestasi Kepelatihan 2004 : Persemai Dumai Promosi ke Divisi I 2005 : Best Team Award AFC U-13 Festival (National Team), Kamboja 2006 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Juara Divisi III Nasional 2007 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Promosi ke Divisi II Nasional 2008 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Promosi ke Divisi I Nasional 2008 : Tim PON DKI 4 besar PON Kaltim 2008 2009 : Persisam Samarinda Juara Andi Mattalata Cup 2017 : Head Coach Villa 2000 U-21 Liga 3 (Champion)

Klub Gading Muda Konsisten Cetak Bibit Basket Unggul dan Berkarakter

Pemilik klub Basket Gading Muda sekaligus pelatih, Jap Ricky Lesmana, yang konsisten membina usia muda guna menjadi bibit pebasket handal masa depan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Berdiri sejak 2005, klub basket Gading Muda (GM) hingga kini tetap konsisten mencetak bibit basket unggul yang memiliki karakter kuat. Berawal dari mimpi seorang bernama Jap Ricky Lesmana untuk berpartisipasi maksimal dalam dunia basket Indonesia, kini Gading Muda telah memiliki banyak pebasket binaan. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai lebih dari 100 pebasket. “Gading Muda berdiri ditahun 2005-2006. Kebetulan setelah saya resign dari perkumpulan bola basket Buana Jaya, dimana klub basket ini ada dan cukup populer juga ditahun itu. Dahulu berdiri belum ada nama klub, dan kebetulan ketika itu saya sebagai pelatih sekaligus pemilik. Kemudian saya bertemu dengan pemilik Gading Muda sebelumnya. Mulai saat itu kami memutuskan untuk bekerjasama dan memakai nama Gading Muda untuk ikut kompetisi di wilayah Jakarta Barat,” ujar Ricky, sapaan Jap Ricky Lesmana, pemilik Gading Muda, saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (15/3). Mengikuti kompetisi di awal 2006, Gading Muda belum meraih hasil memuaskan. Setahun kemudian, hasil dari kerja keras itupun mulai berbuah manis, Gading Muda berhasil menjadi kampiun di kompetisi basket kelompok umur 16 tahun. “Kami berhak mewakili DKI Jakarta ke kejuaraan nasional (Kejurnas). Dan, pada 2008 awal menjadi kejurnas pertama kali untuk Gading Muda dan berhasil menjadi yang terbaik,” ungkapnya. “Waktu itu kami meminjam pemain seperti Andakara Prastawa Dhyaksa (W88 Aspac Jakarta), Daniel Timothy Wenas (Pelita Jaya), dan William Darma Saputra (Satria Muda). Darisitu, kami mulai menancapkan ‘kuku’ di bola basket, khususnya di Jakarta Barat,” papar Ricky. Ricky menjelaskan klubnya fokus melakukan pembinaan yang dimulai dari kelompok umur 5-6 tahun, hingga umur 18 tahun. “Visi dan misi kami yakni selain bermain bola basket dengan baik, mereka juga harus memiliki attitude (sikap) yang baik. Dan, terpenting bertanggung jawab, terutama dalam pendidikan. Sebab, pendidikan bagi kami nomor satu. Sedangkan untuk Gading Muda sudah harus bisa mencetak pemain dan pelatih yang terbaik serta memiliki karakter kuat untuk bola basket Indonesia,” tuturnya. Demi menghasilkan pemain berkualitas, Ricky mengkritisi minimnya gelaran kompetisi basket. Ia mengatakan tak semua daerah memiliki kompetisi basket yang baik, termasuk Jakarta Barat. “Kompetisi harus diperbaiki dan diperbanyak. Atlet bisa semakin maju. Klub-klub basket makin berkembang. Jam terbang sangat dibutuhkan oleh atlet,” urainya. Baginya, bibit basket di Tanah Air tak pernah kekurangan. Tugas berat adalah bagaimana mengolah dan melatih bibit yang sudah ada. “Kami sudah mencetak atlet berbakat. Seperti Darryl Sebastian Winata, yang bermain di kelompok umur 16 SEABA (Souteast Asia Basketball Association). Sebelumnya, ada Nathan Abraham yang ikut FIBA Asia di tahun 2015-2016,” papar Ricky. (Adt)

Antusiasme Tinggi Komunitas dan Masyarakat Pecinta Sepeda di Event Bike 4round The City

Komunitas dan pecinta sepeda meriahkan event bike 4round The City Novotel Tangerang. (dok)

Tangerang- Kota Tangerang memiliki keindahan serta penghijauan yang baik. Hal itu dimanfaatkan warganya untuk menikmati pagi. Salah satunya dengan aktifitas bersepeda. Antusias masyarakat pada kegiatan tersebut ternyata direspon positif oleh lingkungan dan pemerintah setempat, salah satunya dengan adanya lajur sepeda dan car free day setiap Minggu pagi. Melihat banyaknya masyarakat yang gemar bersepeda, Novotel Tangerang, turut menanamkan budaya bersepeda kepada masyarakat dengan event ‘Bike 4round The City’, pada 4 Maret 2018. Event yang diadakan dalam rangka hari jadi Novotel yang ke-4 itu mendapat perhatian khusus dari para pecinta sepeda, khususnya komunitas. Kurang lebih 50 peserta hadir membanjiri area lobi Novotel Tangerang di Minggu pagi. Kebanyakan mereka datang dari sekitar Tangerang, Jakarta, Bogor, hingga Surabaya. Bermodalkan sepeda jenis road bike dan MTB, para peserta siap menempuh jarak hampir 50 km dari titik start, Novotel Tangerang, menuju ke Taman Kota 2 BSD, hingga kembali ke Novotel Tangerang lagi. “Keasrian yang dimiliki Kota Tangerang kami manfaatkan untuk bersepeda bersama. Memang event ini hanya mengundang komunitas dan masyarakat sekitar pecinta sepeda, namun antusiasme mereka cukup besar. Ada yang memakai sepeda roadbike, MTB, bahkan sepeda lipat, tapi saya puas dan senang karena mereka semua bisa berhasil finish dengan selamat,” ujar Windiarto, General Manager Novotel Tangerang, beberapa waktu lalu. Rute yang dipilih melintasi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Tangerang Selatan membuat pemandangan yang dilihat para peserta pun beragam, mulai dari pemandangan kota, suasana asri dan sejuk, hingga tempat-tempat yang menjadi ikonik di daerah-daerah Tangerang. Tantangannya, para peserta harus melalui rute yang cukup panjang dan banyak tanjakan-tanjakan yang dapat menguras tenaga. Tak hanya dimanjakan keindahan di Kota Tangerang, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menerima doorprize berupa satu unit sepeda, mesin cuci, hingga voucher menginap di Novotel Tangerang. “Ke depannya kami akan mengadakan acara seperti ini setiap tahunnya, namun jauh lebih menarik dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Selain itu, rute perjalanan juga akan kami perpanjang,” tukas Windiarto. (Adt)

Uji Coba Kedua Menang Lagi, Villa 2000 Masih Banyak Kesalahan

Villa 2000 (oren) saat melakukan uji coba menghadapi tim Porpov Banteng di Pamulang Selatan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jelang bergulirnya Liga 3, Klub Villa 2000 rutin melakukan uji coba. Kali ini melawan Tim Porprov Banten, di home base Villa 2000, Pamulang Selatan, pada Jumat (9/3). Hasil akhir, klub Villa 2000 unggul tipis 2-1 dari Porprov Banten. Namun, Blitz Tarigan, yang menukangi Villa 2000 dalam ajang Soeratin Cup dan Liga 3 mengaku anak asuhnya masih butuh perbaikan. “Anak-anak sering buat kesalahan individu. Lawannya memang lebih senior, hal itu membuat para pemain berada dibawah tekanan. Tapi itu karena kita ingin menguji mental anak-anak”, ujar Blitz. Akhir pekan depan Villa 2000 juga mengagendakan laga persahabatan kontra klub selevel. “Kita akan perbaiki semuanya. Terutama, soal keputusan saat menguasai bola maupun melepas bola”, tutupnya. Sebelumnya, pada Jumat (2/3), Villa 2000 menggelar laga uji coba kontra Bogor FC di tempat yang sama. Bogor FC yang datang sebagai lawannya, harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-2. Dan pada Jumat (16/3), agenda berikutnya giliran tim U-18 Provinsi Banten menjadi lawan Villa 2000. Sebagai catatan, Tim yunior Banten itu kini dilatih oleh Zaenal Abidin, dan eks bek timnas 2000’an, Nasuha. (Dre)

Villa Lab Andalan Akademi Klub Sepakbola Tangerang Selatan

villa lab

Jakarta- Seperti pada klub-klub olahraga lainnya, khususnya sepak bola, ideal memiliki keorganisasian dan manajemen yang baik untuk menunjang klub dan para atlet. Villa 2000 FC salah satunya, klub akademi sepak bola asal Tangerang Selatan justru selangkah lebih maju dibanding klub professional karena memiliki laboratorium klinik kesehatan, yakni Villa Lab. Saat ini, Fathia Aulia yang ditunjuk sebagai Fisioterapi untuk menangani klub Villa 2000 FC. “Villa Lab itu adalah salah satu fasilitas dari Villa 2000 FC untuk menangani kasus cedera bagi para atlet maupun siswa”, kata Fathia. Kemudian, ia juga menambahkan bahwa Villa Lab ini bukan hanya sekadar menangani pemain yang cedera saja, tetapi memberikan program dari fisioterapi itu sendiri. “Selain menangani cedera, kita juga menjalankan beberapa program, yaitu antropometri. Antropometri itu pengukuran berat dan tinggi badan pada siswa atau murid di masa pertumbuhan. Hal tersebut kita bisa mengevaluasi anak ini dalam keadaan normal, sedang, ataupun kurang. Karena masa pertumbuhan mempengaruhi segala aktivitas siswa, terutama di lapangan”, sambung perempuan lulusan dari Universitas Indonesia itu. Villa Lab beroperasi sejak Februari 2014 untuk kepentingan intern dan mulai terbuka untuk umum pada tanggal 3 Maret 2014. Status dari Villa Lab ini meskipun berada di Training Ground Villa 2000 FA namun independen dan terlepas dari Klub. Klinik ini merupakan sebuah klinik spesialis penanganan cedera sepakbola bagi semua pesepakbola usia muda, tua, amatir maupun profesioanl. Pelayanan yang dapat dilakukan adalah Tes Potensi Cedera, Program Pencegahan Cedera Sepakbola, Perawatan Cedera Sepakbola dengan Football Physiotherapy dan Rehabilitasi cedera. Untuk mendukung pelayanan tersebut, di Villa Lab menyedeiakan beberapa fasilitas: Tens, laser, Ultrasound, Exercise Area (Indoor/Outdoor-football Pitch), Tim O8 s/d Senior untuk Return to Play (Integration to Football). (Dre)

Padatnya Jadwal Ujicoba Villa 2000 Jelang Liga 3 Bergulir

Pertandingan Villa 2000 (Hitam) vs Bogor FC (Kuning). (Dre-NYSN)

Jakarta- Sebelum bergulirnya liga, klub-klub di Indonesia terus mempersiapkan klubnya. Salah satunya Villa 2000, yang musim ini mengikuti ke liga 3 Indonesia. Pada Jumat (2/3), Villa 2000 menggelar laga uji coba dengan Bogor FC di Pamulang, Tangerang Selatan. Bogor FC yang datang sebagai lawannya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-2. Meskipun menang, pelatih Villa 2000, Blitz Tarigan tetap mengkritisi permainan anak asuhnya. “Secara umum sudah bagus dan anak-anak menjalankannya secara organisasi. Tapi, pada saat duel individu, terkadang kita masih kurang beran,” ujarnya. Kesalahan-kesalahan individu juga disesali oleh salah satu pemain Villa 2000, Oktavian Nasril. “Belum puas, karena masih banyak salah, dan itu kesalahan individu. Tapi secara tim kita bagus”, ujar lelaki kelahiran tahun 1999. Selain klub Villa 2000, ungkapan yang sama juga keluar dari suara pemain Bogor FC, Dion Mepahmi. Mesikpun belum puas dengan hasil akhir, ia tetap memuji permainan Villa 2000. “Dari skor sangat belum puas, tapi secara tim sudah lumayan. Villa 2000 bermain bagus sore ini. Kami harus banyak belajar apalagi kami tim baru”, ujar Dion, usai pertandingan. Usai meladeni Bogor FC, pada Jumat (9/3), anak-anak Pamulang akan menghadapi tim Porpov Banten juga di tempat yang sama. Lalu pada Jumat (16/3), giliran tim U-18 Provinsi Banten menjadi lawan berikutnya. (Dre)

Apresiasi Potensi Atlet, SKO Ragunan Pantau SSB Ke Tulehu di Maluku

SKO Ragunan melakukan pemantauan bibit muda di Kampung Bola Tulehu, Maluku. (net)

Jakarta- Pemerintah berperan aktif dalam melakukan pembinaan terhadap talenta muda. Hal itu dilakukan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, dengan memantau langsung terhadap 10 Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Asosiasi PSSI Provinsi Maluku dan 1 Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Maluku. Rudi Alaidin, Kepala Sub Bidang Pengembangan SKO Ragunan, menjelaskan program pemantau yang dilakukan bersama Asosiasi PSSI Provinsi Maluku merupakan bentuk apresiasi terhadap daerah yang memiliki potensi besar bibit sepak bola. Selain itu, lanjutnya, dipilihnya Maluku karena memiliki kontribusi bagi tim nasional (Timnas) Indonesia. Sebab, tambah Rudi, setelah era Abduh Lestaluhu (pesepak bola nasional), tak ada lagi perwakilan Indonesia Timur di SKO Ragunan. “Kendala lain yakni minimnya dana yang dimiliki daerah dan orang tua untuk mengirimkan anaknya mengikuti seleksi nasional SKO Ragunan di Jakarta. Ini juga salah satu alasan kami melakukan pemantauan secara langsung ke Maluku,” beber Rudi, akhir pekan lalu. Senada, Pura Darmawan, Kepala Bidang SKO Ragunan, mengatakan berdasarkan alasan tersebut pihaknya melalui Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Olahraga Ragunan memantau bibit muda di Maluku. “Calon atlet yang terpilih dari pemantauan ini dianggap mampu untuk ikut bersaing pada saat seleksi nasional SKO Ragunan April mendatang di Jakarta,” tukasnya. Pemantauan dilaksanakan selama 2 hari, yakni 3-4 Maret 2018 di lapangan Matawaru Tulehu, Maluku. Dari 10 SSB, terdapat 90 pemain yang datang dari berbagai daerah di wilayah Maluku serta 1 Diklat PPLP Maluku. (Adt)

Saint John’s Catholic School Adakan Zumba Bersama

Zumba-Saint-Jhon

Selepas Ujian Akhir Semester (UAS), Saint John’s Catholic School hari ini mengadakan olahraga zumba bersama. Acara ini diadakan untuk seluruh siswa dan guru serta staf. Retty N. Hakim selaku Public Relation Manager Saint John’s Catholic School menuturkan tujuan diadakan acara ini. “Acara ini lebih ke have fun ya sebenarnya untuk menjaga kebugaran. Tadi pagi juga ada acara musik. Jadi, mungkin anak-anak yang tidak terlalu tertarik dengan musik bisa tergali dan terapresiasi lagi di gymnasticnya. Sehingga dua-duanya dapat, musik dan olahraganya,” tuturnya Acara olahraga ini diadakan setiap setahun sekali. Selain zumba, Saint John’s Catholic School juga pernah mengadakan capoeira bersama. Retty juga menambahkan murid-murid merasa senang dan juga guru dapat melakukan pelajaran tambahan untuk meningkatkan kreatifitas para siswa. “Mereka fun ya dan guru juga pakai acara ini untuk kreatifitas anak. Pernah saya lihat sehabis acara ini dan mereka disuruh membuat grup-grup kecil dan mereka membuat konsep olahraga mereka sendiri. Dan mereka bisa mencontoh dari gerakan-gerakan yang sudah dilakukan,”tambahnya Melalui acara ini, para siswa Saint John’s Catholic School diharapkan dapat belajar gerakan tubuh yang menyehatkan serta sebagai proses pendewasaan diri. “Anak-anak belajar mengenal gerakan-gerakan tubuh dan untuk kesehatan. Dan gerakan untuk zumba cewek agak berbeda karena gerakan-gerakan ini juga sebagai proses pendewasaan mereka juga,”ujar Retty N. Hakim (put)

Lewat Tarung Derajat, Aldi Belajar Untuk Menaklukan Diri Sendiri

Aldi-Tarung-Derajat

Aldi Ferdiansyah atau yang akrab disapa Aldi merupakan atlet nasional pada cabang olahraga tarung derajat. Lewat tarung derajat, Aldi yang dahulu sering bertengkar untuk melampiaskan emosinya, kini telah tersalurkan dalam olahraga yang mengutamakan pertahanan fisik. “Awal mula itu dulu hobinya berantem, emosi terus sering ada masalah karena berantem. Lama-lama mikir, saya kok berantemnya gini doang. Terus saya diajak teman yang kebetulan dia ikut tarung derajat. Dari situ saya langsung masuk tarung derajat. Setelah masuk, rasa emosi dan keinginan untuk berantem atau nyari masalah itu berkurang dengan sendirinya. Lama kelamaan saya paham, bahwa saya belajar bela diri itu penting untuk menaklukan diri sendiri, tapi tidak untuk ditaklukan oleh orang lain.”tuturnya Atlet yang sudah mengikuti tarung derajat selama 6 tahun ini memang sudah mendapatkan beberapa medali seperti medali emas Bupati Pandeglang cup II dan Walikota Tangerang cup III, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten 2015 dan 2017, medali perak Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) 2015 dan medali perunggu di POPNas 2017. Sebagai seorang atlet, memang akan mengalami suka dan duka. Seperti Aldi yang merasakan seperti fasilitas dan perhatian pemerintah yang masih kurang. “Untuk tarung derajat, suka nya itu kekompakannya selalu dijunjung tinggi dan juga pendanaan. Tapi kalau dukanya masalah fasilitas latihannya dan juga peran dari pemerintah yang kurang,”ucapnya Cowok yang sekarang duduk dibangku kelas 3 SMA di SMAN 5 Tangerang ini mengaku banyak melakukan persiapan jika ingin bertanding apalagi tarung derajat butuh latihan fisik yang baik. “Persiapan yang saya lakukan seperti latihan fisik secara pribadi yaitu lari minimal 20 menit setelah sholat subuh, push up-sit up minimal 200 kali dalam sehari. Selain itu juga persiapan yang saya lakukan pelatihan mental dengan cara saya selalu latihan tarung didepan kaca dan ternyata itu berpengaruh sangat besar karena dari situlah muncul emosi yang tinggi dan kita juga membayangkan ada musuh dihadpan kita,”ujarnya Olahraga bela diri seperti ini memang tidak jarang para atlet mengalami cedera, Aldi pernah mengalami cedera dibagian hidung hingga membuat hidungnya berdarah. Meskipun begitu Aldi tidak pernah merasa trauma. “Saya pernah bertarung dan sudah gak ke kontrol lagi emosinya. Namanya pertarungan, menggunakan adu emosi, tinggal nunggu siapa yg kalah atau kecolongan saja. Akhirnya saya yang ternyata kecolongan, dia memukul hidung saya tapi saya gak ngerasa apa-apa. Pas saya lihat ternyata darah saya sudah ngocor lewatin mulut.” Tutupnya(put/adt)

Ingin Tampil Prima Pada Laga JSFL 2017, Tim SD Islam Azmia Lakukan Persiapan Khusus

SD-Azmia

Jakarta School Football League (JSFL) merupakan ajang kompetisi sepak bola antar sekolah di Jakarta. Salah satu peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah tim sepak bola SD Islam Azmia U-10 dan U-12. Coach Ahmad, selaku pelatih merasa terkejut, ketika diajak untuk mengikuti kompetisi internasional ini. “Saya juga kaget waktu diajak masuk di JSFL. Ada orang tua murid disini yang mengajar di Singapore Internasional School. Dia nawarin main di JSFL dan alhamdulilah U-12 dapat sponsor dan didaftarkan di JSFL. Makanya saya senang dengan U-12, cara bermainnya dan paham waktunya bercanda dan serius.”ujarnya kepada nysnmedia.com Bukan tanpa alasan, Tim sepak bola yang dibentuk pada bulan Oktober 2016 ini, pernah mendapatkan juara 1 dan 2 pada kompetisi yang diadakan di Mutiara Harapan Islamic School. Selain itu, Coach Ahmad pun mempersiapkan kondisi fisik dan pola khusus untuk menghadapi turnamen di JSFL 2017. “Ya, kita butuh persiapan yang lebih khusus lagi, karena lawannya juga berbeda dan banyak sekolah yang lebih bagus mainnya. Lawannya juga lebih susah, makanya kita focus persiapannya, dan lebih matang. Saya lebih menyorot ke persiapan fisik, posisi dan pola permainan, biar enak juga dilihat penonton dan pemain lain. Agar enak, bukan hanya asal ada bola ngumpul semua dan dikejar,”ucapnya Melihat bakat yang ada pada tim sepak bola SD Islam Azmia, Coach Ahmad pun berharap bisa membawa tim U-10 maupun U-12 ke ajang nasional dan internasional. “Saya melihat prestasi anak-anak ini bagus dan punya bakat semua. Dari segi skill juga bagus semua. Saya juga tengah mempersiapkan mereka untuk main ke liga. Saya pengen ikutin anak-anak ini pada kompetisi di Sekolah Sepak Bola (SSB). Karena saya ingin mereka bagus dan bukan hanya antar sekolah SD tapi lebih ke nasional,”harap Ahmad(put/adt)