Perebutan Puncak Klasemen di Pekan Ke-8 JSFL

Mentari Intercultural School Jakarta (hitam) tampil dalam ajang JSFL 2018. (net)

Jakarta- Pekan ke 8 dalam turnamen JSFL (Jakarta School Football League) kembali digelar. Seperti biasa, kejuaraan sepakbola ini digelar dari usia U-8 sampai U-19. Persaingan kelompok dibawah 8 tahun Divisi A, tim Al-Azhar Kembangan menduduki peringkat pertama dengan poin 21. Beralih ke posisi B, puncak klasemen ditempati oleh MISJ (Mentari Intercultural School Jakarta) A dengan poin 14. Sedangkan divisi C, JJC (the Jakarta Japanese Club) mengantongi poin 15 dan disusul oleh Insan Cendekia Madani dengan poin 13. Divisi D, AIS (Australian Independent School) dan GSPM (Global Sevilla Pulo Mas) bersaing ketat untuk menempati puncak klasemen. Aksi ketat juga terjadi di laga U-10. Masing-masing divisi A sampai E diduduki oleh BSJ (British School Jakarta) B, BSJ S, ACS Jakarta, NIS (Netherland Intercommunity School), dan Sekolah Victory Plus. Sedangkan di divisi F, Kinderfield dan BIntan Asia saling berebut posisi pertama dengan sama-sama mengantongi poin 15. Kategori usia dibawah 12 tahun, persaingan menarik terjadi di divisi D, karena tiga tim bersaing untuk menempati posisi puncak dengan sama-sama mengantongi poin 9. Perkembangan di U-14, puncak klasemen di divisi A dan B sama-sama mengantongi poin 15, berbeda dengan divisi C yang unggul satu poin, yakni 16 untuk JJC (the Jakarta Japanese Club). Sedangkan U-16, Madania menempati posisi pertama yang bersaing dengan Dragons. Madania memuncaki klasemen karena menang selisih gol sebanyak 9 gol. Peringkat ketiga diikuti oleh SIS (Singapore Intercultural School) United dengan poin 9 yang juga berpeluang karena hanya berselisih satu poin saja. Kelas U-19, SA Lavenue kokoh dipuncak dengan 12 poin, berbeda 3 poin atas rival dibawahnya. Partai di pekan ke-9 JSFL 2018 akan kembali digelar pada 10 Maret 2018 di Lapangan British School Jakarta. (Dre)

Ingin Tampil Prima Pada Laga JSFL 2017, Tim SD Islam Azmia Lakukan Persiapan Khusus

SD-Azmia

Jakarta School Football League (JSFL) merupakan ajang kompetisi sepak bola antar sekolah di Jakarta. Salah satu peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah tim sepak bola SD Islam Azmia U-10 dan U-12. Coach Ahmad, selaku pelatih merasa terkejut, ketika diajak untuk mengikuti kompetisi internasional ini. “Saya juga kaget waktu diajak masuk di JSFL. Ada orang tua murid disini yang mengajar di Singapore Internasional School. Dia nawarin main di JSFL dan alhamdulilah U-12 dapat sponsor dan didaftarkan di JSFL. Makanya saya senang dengan U-12, cara bermainnya dan paham waktunya bercanda dan serius.”ujarnya kepada nysnmedia.com Bukan tanpa alasan, Tim sepak bola yang dibentuk pada bulan Oktober 2016 ini, pernah mendapatkan juara 1 dan 2 pada kompetisi yang diadakan di Mutiara Harapan Islamic School. Selain itu, Coach Ahmad pun mempersiapkan kondisi fisik dan pola khusus untuk menghadapi turnamen di JSFL 2017. “Ya, kita butuh persiapan yang lebih khusus lagi, karena lawannya juga berbeda dan banyak sekolah yang lebih bagus mainnya. Lawannya juga lebih susah, makanya kita focus persiapannya, dan lebih matang. Saya lebih menyorot ke persiapan fisik, posisi dan pola permainan, biar enak juga dilihat penonton dan pemain lain. Agar enak, bukan hanya asal ada bola ngumpul semua dan dikejar,”ucapnya Melihat bakat yang ada pada tim sepak bola SD Islam Azmia, Coach Ahmad pun berharap bisa membawa tim U-10 maupun U-12 ke ajang nasional dan internasional. “Saya melihat prestasi anak-anak ini bagus dan punya bakat semua. Dari segi skill juga bagus semua. Saya juga tengah mempersiapkan mereka untuk main ke liga. Saya pengen ikutin anak-anak ini pada kompetisi di Sekolah Sepak Bola (SSB). Karena saya ingin mereka bagus dan bukan hanya antar sekolah SD tapi lebih ke nasional,”harap Ahmad(put/adt)

Ribuan Pemain Sepakbola JSFL Tumpah Ruah Di Lapangan British School

Para calon peserta dari beberapa sekolah yang menghadiri sistem Grading untuk persiapan JSFL 2018 pekan lalu (11/11/17). Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Ribuan lebih para peserta berbondong-bondong mendatangi lapangan British School, Tangerang Selatan, untuk melakukan seleksi grading yang di adakan oleh comite sepakbola JSFL (11/11) Menurut Kirk Evans, Ketua Komite JSFA, moment ini terlaksana tak lepas dari sosok komite terdahulu, yang konsisten menangani, dan secara professional hingga semua dapat terlaksana dengan baik. “Sosok komite terdahulu sangat menginspirasi kami, berorientasi kepada realisasi program, dan bergerak secara sosial merupakan misi kami untuk menambah minat masyarakat terhadap olahraga sepakbola,” tutur Kirk Kirk juga menambahkan, bahwa moment seperti ini sudah berjalan selama 13 tahun yang lalu. “Program yang di ikuti oleh sekolah Ini sudah berjalan kurang lebih 13 tahun. Sedangkan sistem seperti ini sudah berlangsung selama10 tahun, karena sebelumnya juga pernah ada orang dari british international school yang menjadi bagian dari komite, awalnya sih ada orang tua murid yang menanyakan “Kok anak saya selalu main bola di sekolah, tapi tidak ada kompetisinya”, lalu di buatlah ajang seperti ini,” tambah Kirk Kirk juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu hingga acara sepakbola JSFL ini terlaksana hingga tuntas nanti. “Acara ini berlangsung berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama panitia, dan tak kalah penting adalah dorongan dari sponsor kami, yaitu coca cola, dan yang lainnya, tanpa sponsor kami tak mungkin bisa membuat sebesar ini,” tutup Kirk (red)

JSFL 2018 Menggelar Sistem Grading Untuk Menerapkan Sistem “Fair Play”

Para calon peserta JSFL 2018 yang sedang melalui proses Grading yang digelar di British School pekan kemarin, 11/11/17. Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Seleksi atau tahapan grading yang di lakukan oleh panitia Ajang JSFL 2018 menjadi perhatian penting bagi pelaksana acara, bagaimana tidak, pentingnya pengelompokan skill bertujuan untuk menggelar acara yang adil apabila ditinjau dari kekuatan masing-masing tim. Lebih lanjut, grading juga bertujuan untuk mengenal skill kemampuan, lalu di kelompokan secara matang, dan di pertandingkan dengan lawan yang setimpal. Guna menggelar kegiatan fair play tersebut, koordinator pelaksana ajang JSFL 2018, Pak Raden, mengatakan memakai pola yang dijalankan berkiblat dari ajang liga inggris. “Kami memakai sistem yang sama dengan liga inggris, memakai sistem home away, apalagi pertandingannya bukan hanya di lapangan British School saja, tetapi juga sejabodetabek,” ujar Pak Raden Sementara itu, menurut data yang di himpun terdapat peserta kurang lebih 40 sekolah untuk ajang U-8, dan 70 tim dari kategori U-10 yang tengah melakukan grading (red)

Sepuluh Lapangan Siap Menampung Ajang JSFL 2018

Sepuluh-Lapangan-Siap-Menampung-Ajang-JSFL-20172

Persiapan matang tentunya menjadi acuan agenda yang di susun dapat terlaksana dengan sucses, dari perencanaan yang matang, dan tak lepas dengan cuaca buruk yang akan di hadapi. Jakarta School Football Leagu (JSFL) merupakan sebuah ajang bergengsi dimana comite sekolah British School menggelar sebuah misi gerakan olahraga melalui sepakbola untuk anak usia dini dan kali ini di buka secara umum. Jeane McCombie selaku Operation Manager JSFL memaparkan maksud dan tujuan menggelar agenda olahraga tersebut, diantaranya menguji fisik dan stamina para peserta JSFL 2018. “Kami disini lebih kepada membuat event yang berkelanjutan, agar anak-anak Indonesia mampu bersaing dengan anak negara maju. Lebih kepada fisik dan mentalitas, supaya terbiasa saja, dan tidak drop melihat anak-anak negara lain yang sudah lebih dulu masuk liga dunia,” ujar Jeane. Wanita energik ini juga menambahkan bahwa pihaknya sudah siap dengan sarana dan prasarananya. “Kurang lebih 10 lapangan dengan ukuran standart JSFL, siap menampung semua sekolah yang mendaftar. Artinya kami sudah mempersiapkan secara matang untuk event ini,” tutup Jeane 11/11/2017. (red)

Rules Of The Game Yang Digunakan JSFL Berkiblat Kepada FIFA

Kirik-evans-selaku-ketua-comite-JSFA-2018

Moment grading yang di lakukan oleh komite JSFA di lapangan sekolah British School di warnai kemeriahan sorak sorai suara para pendukung sekolah yang sedang bermain, terlebih orang tua dari masing-masing pemain, turut menyemangati anaknya untuk bermain bagus. Kirk Evans mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa panduan rules of the game pertandingan mengacu kepada FIFA. “Di JSFL Kami dibawah FIFA. Dan akan selalu mengikuti aturan FIFA atau Rules Regulation FIFA,” papar Kirk Kirk juga menambahkan transparansi menjadi kunci sukses di tiap kegiatan yang di laksanakan. “Disini kami open book, untuk orang keuangan langsung di lakukan dari pihak sekolah British International School, mereka part time untuk audit. Karena uang pendaftaran masuk ke rekening BIS, dengan istilah open book. Tidak ada yang disembunyikan atau nothing to hide,” tambah Kirk Sementara itu untuk moment grading ini pihak pelaksana melibatkan personil kurang lebih berjumlah 60 orang. “Personil yang terlibat diluar JSFL sekitar 20 orang, dan kalau ditambahkan dengan wasit, yang personilnya kurang lebih 40 orang. Dan disetiap venue atau lapangan harus ada perawat/nurse & ambulance. Jadi total personil termasuk nurse kurang lebih bisa 60 personil,” tutupnya (red)

Buka Pendaftaran Hingga Akhir Oktober, Ajang Sepakbola Pelajar JSFL 2017 Siap Di Gelar

pertandingan-JSFL

JSFL adalah liga sepak bola bagi siswa yang mewakili sekolah mereka, baik di dalam dan di luar lapangan sekolah masing-masing. Namun, dalam event ini semua peserta, pendukung maupun orangtua diharapkan mampu memahami aturan-aturan yang berlaku. JSFL akan dilaksanakan Januari 2018 mendatang. Para peserta pun, sudah bisa mendaftar hingga akhir Oktober. “Sepanjang musim kami mewajibkan semua pemain, pelatih, dan penonton untuk mematuhi peraturan serta menjunjung tinggi etos liga, yang didasarkan pada sportifitas, fair play dan rasa hormat untuk orang lain. Liga mengharuskan semua sekolah yang berpartisipasi untuk menyetujui dan mematuhi ‘Pedoman Perilaku’, yang mendasari harapan kami dari setiap orang yang terlibat,” papar Jeane. Pengurus JSFA, Jeane McCombie juga menambahkan bahwa ajang tahunan ini, sangat dinanti-nantikan oleh sekolah se-Jabodetabek. Demi melancarkan event ini berlangsung, Jeane akan memperketat rules bagi para pemain. “Kami akan mengadakan techincal meeting untuk semua coach dengan tujuan bisa memahami peraturan seperti apa dan meminta pelatih untuk membawa dokumen semua pemain. Untuk menghindari kecurangan umur atau pemain cabutan,” ujarnya. Lanjutnya, panitia selalu mendapatkan kecurangan-kecurangan di tiap tim yang bermain. “Tiap tahun menemukan kecurangan dari tim, meski tidak banyak. Tapi tetap kami ingin fair. Di satu sisi, orangtua ambisius untuk selalu menang dengan cara apapun. Jadi, kita sebagai organizer tau bagaimana untuk selektif,” jelasnya. (pah/adt)

Ada Tujuh Kelompok Usia Yang Akan Dihelat JSFL Pada Oktober Mendatang

sepakbola-JSFL

Ajang tournament sepakbola untuk usia-usia dini, memang sangat diperlukan dengan tujuan dapat menemukan bibit-bibit berbakat yang nantinya dapat menjadi pemain Nasional dan membela timnas Indonesia. Berbeda dengan ajang yang lain, JSFL di peruntukan untuk sekolah dengan standart “A PLUS” Internasional, namun di tahun ini akan lebih terbuka untuk umum dan sekolah negeri lainnya. Pengurus JSFA, Jeane mcCombie menjelaskan kepada nysnmedia.com, dalam JSFL nanti nantinya akan ada tujuh kelompok usia yang di pertandingkan. Mulai dari yang rendah U-8 dan yang paling tinggi U-19. “Di bawah 8 tahun, 10 tahun, anak perempuan di bawah 11 tahun, di bawah 12 tahun, di bawah 14 tahun, anak perempuan dibawah 14 tahun, di bawah 16 tahun dan di bawah 19 tahun, anak perempuan di bawah 19 tahun,” ujar Jane. Tim “All Girls” – JSFA berencana untuk menjalankan divisi “All Girls” di tingkat U11, U14, dan U19 yang mengikuti tim yang sesuai. JSFA sendiri bersedia mempertimbangkan untuk mengizinkan fleksibilitas dengan batasan usia untuk anak perempuan namun masing-masing dan setiap kasus di luar persyaratan usia normal yang ditunjukkan di atas harus dirujuk ke Komite untuk dipertimbangkan. “Anak perempuan dapat bermain di tim Boys (campuran) di semua kelompok umur dan diizinkan bermain 1 tahun ke bawah, misalnya anak perempuan dibawah 8 tahun, maka anak tersebut harus lahir pada atau setelah tanggal 1 September 2008,” terang Jane. Tentunya, dari tujuh kelompok usia yang dipertandingkan. Waktu pertandingan yang dimainkan pun berbeda-beda. Dan, tidak ada batasan pergantian pemain. “Untuk U-8 dimainkan 4 x 10menit, U10-U12- U11 Girls-U14 Girls dimainkan 4 x 12menit, U14-U16-U19-U19 Girls 4 x 15menit. Tentunya, akan ada periode istirahat yang memadai antar setiap kuartal. Namun jedanya harus singkat untuk memastikan bahwa program di setiap tempat dapat selesai dalam waktu yang ditentukan. Pemain tidak diperkenankan berpindah tim, baik naik atau turun, atau dalam kelompok usia yang berbeda. Pemain hanya boleh bermain di tim mereka yang terdaftar,” jelasnya. (pah/adt)

Bekali Jiwa Sportifitas Sejak Dini, PJ Fun Festival 2017 Di jadikan Ajang Ketangkasan

pj-funfestival-2017

SD (Sekolah Dasar) Pembangunan Jaya kembali menyelenggarakan PJ Fun Festival 2017 bertema ‘Asah Bakat dan Junjung Sportivitas Untuk Meraih Prestasi’ dengan berbagai macam kegiatan, seperti lomba sepak bola mini tingkat TK dan SD, mewarnai dan juga ketangkasan. Kegiatan yang diikuti oleh 455 siswa TK dan SD di wilayah Jabodetabek ini berlangsung hingga Sabtu (7/10) di SD-SMP Pembangunan Jaya Bintaro Jaya. Dalam sambutannya, Principal Yayasan Pendidikan Jaya (YPJ) Indira Sunito mengucapkan rasa terima kasih kepada para guru pendamping dari sekolah lain yang turut berpartisipasi dalam PJ Fun Festival ke-17. Selain itu, wanita yang sebelumnya aktif di Labschool ini juga memaparkan kepada ratusan peserta yang berada di hadapannya untuk menanamkan kejujuran agar menjadi anak yang hebat di masa yang akan datang. “Dengan adanya pertandingan ini, sejak dini anak-anak diajarkan berlatih dan bekerja secara tim serta siap menerima kekalahan. Harus menjunjung tinggi sportifitas,” ujarnya. Selain silahturahmi, ia berharap yang terpenting adalah membangun konsep yang baik sejak kecil dan saling memberikan informasi yang baik. Sementara Ketua Panitia PJ Fun Festival 2017, Dimas Sasongko dalam sambutannya mengatakan, para peserta yang masih duduk di TK dan SD mampu mengasah bakat mereka. Bahkan, nantinya bisa mencapai level internasional dan membela Timnas Indonesia. “Terdapat 19 tim TK yang akan berlaga di ketangkasan dan mini soccer dan tim SD 21 tim termasuk putra dan putri yang akan bertanding. Saya berharap para peserta tidak berjuang hanya sampai disini. Namun dapat berlaga hingga menjadi timnas Indonesia,” tutur Dimas. (pah/adt)