Sambut Asian Games 2018, Siswa dan Guru Saint John’s Catholic School Ramaikan Pocari Sweat Run

Ramaikan Asian Games 2018, Event Pocari Sweat Run digelar di Saint John's Catholic School. (istimewa)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga se-Asia, pada Agustus-September 2018, Jakarta-Palembang. Guna menyambut gelaran itu, sejumlah siswa dan guru Saint John’s Catholic School turut berpartisipasi dalam event Pocari Sweat Run, Jumat (9/3), sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Asian Games 2018. “Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah anak-anak SMA akan makna Asian Games 2018,” ujar Nadia Jastiffani Nurdin, Brand Communication Executive PT Amerta Indah Otsuka. Terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962, setelah 56 tahun berlalu, Indonesia akhirnya dipercaya menjadi tuan rumah pesta olahraga multievent empat tahunan itu. Penyelenggaraan Asian Games 2018 digelar di dua kota yakni Jakarta dan Palembang. Pada event Pocari Sweat Run, sebanyak 30 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), terdiri dari 20 sekolah di Jakarta dan 10 sekolah di Palembang (Sumatera Selatan) turut memeriahkan event ini dengan cara berlari sejauh 18 kilometer 818 meter (18.818 K). Pada pelaksananan Pocari Sweat Run di Saint John’s Catholic School, turut dihadiri tiga orang pelari dari Tangerang Crazy Runner, yakni Wildan, Dennis dan Fery. Mereka turut memeriahkan acara dengan menemani para siswa dan guru Saint John’s Catholic School berlari dan bermain games. Dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa diharapkan mereka bisa menjadi duta bangsa Indonesia dalam membagikan semangat Asian Games 2018, dimana pelaksanaannya memasuki edisi ke-18. (Adt)

Saint John’s Catholic School Adakan Zumba Bersama

Zumba-Saint-Jhon

Selepas Ujian Akhir Semester (UAS), Saint John’s Catholic School hari ini mengadakan olahraga zumba bersama. Acara ini diadakan untuk seluruh siswa dan guru serta staf. Retty N. Hakim selaku Public Relation Manager Saint John’s Catholic School menuturkan tujuan diadakan acara ini. “Acara ini lebih ke have fun ya sebenarnya untuk menjaga kebugaran. Tadi pagi juga ada acara musik. Jadi, mungkin anak-anak yang tidak terlalu tertarik dengan musik bisa tergali dan terapresiasi lagi di gymnasticnya. Sehingga dua-duanya dapat, musik dan olahraganya,” tuturnya Acara olahraga ini diadakan setiap setahun sekali. Selain zumba, Saint John’s Catholic School juga pernah mengadakan capoeira bersama. Retty juga menambahkan murid-murid merasa senang dan juga guru dapat melakukan pelajaran tambahan untuk meningkatkan kreatifitas para siswa. “Mereka fun ya dan guru juga pakai acara ini untuk kreatifitas anak. Pernah saya lihat sehabis acara ini dan mereka disuruh membuat grup-grup kecil dan mereka membuat konsep olahraga mereka sendiri. Dan mereka bisa mencontoh dari gerakan-gerakan yang sudah dilakukan,”tambahnya Melalui acara ini, para siswa Saint John’s Catholic School diharapkan dapat belajar gerakan tubuh yang menyehatkan serta sebagai proses pendewasaan diri. “Anak-anak belajar mengenal gerakan-gerakan tubuh dan untuk kesehatan. Dan gerakan untuk zumba cewek agak berbeda karena gerakan-gerakan ini juga sebagai proses pendewasaan mereka juga,”ujar Retty N. Hakim (put)