Lawan Laos, Kartu Truf Timnas U-23 Itu Bernama Evan Dimas Darmono

Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono, saat Timnas U-23 takluk 1-2 dari Palestina, pada Rabu (15/8). (INASGOC)

Jakarta- Takluk 1-2 dari Palestina U-23, pada Rabu (15/8), di laga kedua penyisihan Grup A Asian Games 2018, Timnas U-23 ternyata menyimpan strategi khusus. Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Garuda Muda, Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono. Evan sejatinya dikenal sebagai pengumpan jitu saat bermain. Ternyata, anggota klub Selangor FA ini handal sebagai pemain bertahan. Hal ini ia tunjukkan saat Timnas U-23 mengalahkan Taiwan dengan skor 4-0, pada Minggu (12/8). Evan memang tak mencetak gol atau menyumbang assists. Namun, pemuda 23 tahun dibawah manajemen Munial Sport Group ini, mendukung timnya mencatatkan clean sheet alias tak kebobolan. Bermain 67 menit, Evan mencetak total 4 tekel, dan 3 diantaranya sukses. Presentasi kesuksesan tekelnya mencapai 75 persen. Catatan tekel Evan, lebih tinggi daripada torehan tekel keempat bek Garuda Muda. Hansamu Yama, misalnya, melakukan 3 kali tekel, namun hanya 2 diantaranya berujung sukses. Torehan tekel Evan cukup produktif, lantaran label pengumpan sudah lekat dengan dirinya, dibanding peran menahan serangan lawan. Selain itu, Evan juga menorehkan satu kali intersep dan clearences dalam partai itu. Lalu bagaimana dengan statistik Evan sebagai pengoper bola? Pemain asal Jawa Timur itu melepaskan 43 umpan sukses dari total 49 passes. Ia menjadi pemain keempat dengan umpan terbanyak. Pemain terbanyak melepaskan umpan adalah Ricky Fajrin. Bek Bali United tersebut mencatat 65 umpan sukses dari total 67. Evan kini ‘dipromosikan’ menjadi central midfielder, yang memainkan fungsi deep lying playmaker, dalam skema dua gelandang bertahan sejajar. Milla menilai Evan tak flamboyan, lantaran ia mampu mengemban tugas layaknya gelandang petarung, sekaligus pemain lini tengah yang serba bisa. Namun, Evan masih terbelit ‘penyakit’ akibat kebiasaannya melakukan drive (menerobos berikade lawan sembari menggiring bola) muncul di waktu yang tidak tepat. Padahal dirinya adalah gelandang sentral, yang bertugas memastikan progresi bola berjalan bersih, agar Timnas U-23 tak mudah kehilangan bola. Milla menyadari, penyakit Evan ini tak menguntungkan jika terus terlihat di Asian Games 2018. Saat meladeni Taiwan, Pelatih Spanyol ini menggantinya dengan Hargianto. Dua tujuan ingin dicapai Milla dari pergantian ini. Pertama, memastikan lini tengah Timnas U-23 lebih stabil. Kedua, memaksimalkan sepakan jarak jauh spesialiasi Hargianto sebagai opsi membongkar pertahanan Taiwan. Dua tujuan Milla tercapai. Hargianto berhasil “menenangkan” lini tengah yang terlalu agresif, ketika Evan masih ada di atas lapangan. Bahkan Hagi, sapaanya, mencetak gol dari tendangan canon ball di luar kotak penalti. Dan diantara 20 pemain yang menghuni skuat Timnas U-23 di Asian Games 2018, ada dua nama berpengalaman membobol gawang Laos, calon lawan pada Jumat (17/8). Garuda Muda akan berhadapan dengan Laos U-23 dalam laga ketiga Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Laos kerap bertemu di level junior atau kelompok usia di bawah 16 tahun dan 19 tahun. Pada Piala AFF U-19 2016, skuat muda Merah Putih yang berada di bawah asuhan Eduard Tjong, bertemu dengan Laos di fase grup. Laga yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, dimenangkan Timnas U-19 dengan skor 3-1, berkat gelontoran gol-gol yang dicetak Pandi Lestaluhu, Saddil Ramdani, dan M Rafli Mursalim. Saddil kini tercatat sebagai pilar Timnas U-23 di Asian Games 2018. Pemain asal Persela Lamongan itu selalu tampil dari bangku cadangan dalam dua laga terakhir saat menghadapi Taiwan dan Palestina. Rafli yang dua tahun lalu mencetak gol ke gawang Laos, juga tercatat sebagai pemain pelapis skuat U-23. Jebolan Liga Santri Nusantara 2016 itu, baru tersingkir menjelang Asian Games 2018 berputar. Pemain lain yang pernah mencetak gol ke gawang Laos dan masuk dalam skuat pilihan Milla adalah Evan. Berbeda dengan Saddil yang mencetak gol ke gawang Laos di level junior, Evan memproduksi gol di ajang Piala AFF 2014. (Dre)

Cetak Rekor Enam Gol di Laga Perdana, Timnas Putri Bantai Maladewa dan Pimpin Klasemen Sementara

Gelandang Timnas Putri Indonesia, Zahra Muzdalifah, melakukan selebrasi, usai mencetak gol ke gawang Maladewa. Indonesia akhirnya unggul 6-0, pada laga perdana penyisihan Grup A Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/8).

Palembang- Pelatih Timnas putri Indonesia, Satia Bagdja Ijatna bersyukur timnya melibas Maladewa 6-0 pada pertandingan pembuka Grup A Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/8). Hasil produkif itu membuka jalan srikandi Indonesia lolos ke fase berikutnya. Timnas Putri sudah unggul tiga gol saat babak pertama usai. Gol timnas putri masing-masing dicetak Zahra Muzdalifah (10′), ZP Mayang (16′), dan Sada Yudith (16′). Di babak kedua, gol timnas dibuka oleh gol kedua ZP Mayang (55′). Tambahan dua gol lainnya dicetak Sari Jesella (61′), dan gol kedua Zahra (72′). Satia mengatakan, Timnas Putri sempat bermain terburu-buru di awal pertandingan. Namun, melihat kualitas lawan, tim srikandi merah putih berani bermain lebih terbuka. “Alhamdulillah, kita bisa menang untuk modal ke depan. Terima kasih untuk pemain yang telah bekerja keras,” kata Satia dalam jumpa pers usai pertandingan. Kemenangan ini disambut sukacita oleh kubu Indonesia meski ada satu kritik yang diarahkan pada para pemain terkait banyaknya peluang yang terbuang. Indonesia dianggap bisa menang dengan skor lebih besar andaikan Mayang dkk. bisa lebih tenang dalam memanfaatkan kans yang ada. “Walaupun menang dengan skor 6-0, tapi masih ada beberapa evaluasi. Terutama soal pemain yang terkesan masih buru-buru sebelum akhirnya tercipta gol pertama, di sini pemain terlihat percaya diri dan tenang dalam bermain,” beber Satia. Sementara itu, Pelatih timnas putri Maladewa Athif Mohamed mengaku, secara keseluruhan anak asuhnya sudah bermain baik. Namun tingginya semangat pemain Indonesia yang menjadi tuan rumah, membuat Maladewa tidak bisa berkembang. “Kami ucapkan selamat kepada Indonesia yang memenangkan pertandingan ini,” kata Athif. Sedangkan, gelandang timnas, Muzdalifah Zahra menilai Indoesia berhasil mencetak sejarah, “Ini pertama kalinya bagi kami, menang di Asian Gaes. Semoga, lebih mudah bagi kami untuk lolos,” kata Zahra. Taiwan yang takluk 1-2 dari Korsel, pada pertandingan pertama, menjadi lawan berikutnya Garuda Pertiwi. Hal serupa juga disampaikan penjaga gawang Timnas Putri asal Wamena, Norffince Boma. Fince, sapaannya, menjadi starter pada laga ini. Baginya, lawan di pertandingan perdana ini sebetulnya cukup kuat, terutama untuk level sepak bola wanita. “Meski kami menang besar, Maladewa bisa dibilang lumayan kuat. Beberapa kali mereka memberikan tekanan yang cekup serius. Tapi dengan kerjasama tim yang baik, kami bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkap gadis kelahiran 26 April 1995 itu. Mengantungi kemenangan dengan skor besar jadi hal positif bagi Zahra Muzdalifah dkk. Sebab, mereka tergabung di grup yang sebetulnya cukup menyulitkan, dengan adanya Korea Selatan (Korsel). Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, di atas Korsel yang menang 2-1 atas Taiwan. Pada partai selanjutnya, Srikandi Merah putih akan menghadapi Timnas Putri Taiwan, Minggu (19/8). Dan berikutnya Garuda Pertiwi akan menghadapi lawan berat, menantang Korsel, pada Selasa (21/8), di lokasi yang sama. (Ham) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No     Tim          MP   Gol   Poin 1. Indonesia        1     6:0     3 2. Korea Selatan  1     2:1     3 3. Taiwan            1     1:2     0 4. Maladewa        1     0:6     0 Hasil Kamis (16/8) Grup A Korea Selatan 2-1 Taiwan Indonesia 6-0 Maladewa Jadwal Grup A Minggu (19/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 15.00 WIB Maladewa vs Korea Selatan 18.30 WIB Taiwan vs Indonesia Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Lakukan Debut di Asian Games 2018, Beban Mental Pebasket 16 Tahun Adelaide Callista Wongsohardjo

Pebasket 16 Tahun asal Malang, Adelaide Callista Wongsohardjo (12), mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana sekalgus ajang debutnya di event Asian Games XVIII/2018. (mainbasket.com)

Jakarta- Adelaide Callista Wongsohardjo patut bangga diberi kesempatan masuk dalam skuat tim nasional (Timnas) basket putri Indonesia Asian Games XVIII/2018. Bahkan, gadis kelahiran Malang 12 Oktober 2001, diberi kepercayaan sang juru racik tim Arif Gunarto memulai debut perdananya saat berjumpa Korea Bersatu. Gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) itu, ia hadapi di Hall Basket Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, pada Rabu (15/8). Sayang, Adelaide dan kolega harus mengakui ketangguhan tim Korea, dengan skor 40-108. Pengalaman bermain di Asian Games 2018 tentu bakal menjadi pelajaran yang berharga baginya. Tak setiap edisi, timnas basket putri Indonesia bisa tampil pada ajang empat tahunan itu. Usai laga, MVP atau pemain terbaik kompetisi DBL 2017 ini mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana. “Agak grogi gitu, tapi senang dikasih kesempatan bertanding lawan Korea,” ujar Laide–sapaan akrabnya, ditemui di Mixed Zone. Sebagai pemain termuda, apakah memiliki beban mental? “Iya, sih, harus mengimbangi pemain-pemain senior. Misalnya defense harus baik, tidak banyak salah,” jawab pemain binaan klub Bimasakti Malang itu. Diakui, dirinya mendapatkan pelajaran berharga kala berjumpa punggawa Negeri Ginseng itu. Apalagi, pada laga itu, Laide masih belum menyumbang poin bagi Indonesia. “Ya finishing-nya harus banyak lagi. Karena kami masih kurang di finishing, terus fundamental juga kurang. Ke depannya lebih berani lagi, dan kurangi kesalahan-kesalahan serta lebih semangat,” ungkap siswi SMAK St Albertus, Malang, Jawa Timur. Untuk selanjutnya, dara dengan tinggi 173 cm juga belum tahu bermain di klub profesional pada Srikandi Cup, atau tidak. Namun, ia membidik target untuk bermain di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. “Setelah Asian Games 2018, masih ingin fokus sekolah, dan belajar. Mungkin target yang ingin dikejar itu PON,” pungkasnya. Sementara itu, Wahyu Gunarto, Manajer Timnas Basket Putri Indonesia menyebut pihaknya ingin Asian Games 2018 meninggalkan warisan kepada generasi muda. “Apalagi tidak setiap kesempatan Indonesia bisa tampil, sehingga ini merupakan waktu yang tepat memberikan pengalaman kepada pemain junior,” cetus Wahyu. (Adt)

Gagal Maksimalkan Rotasi Pemain, Timnas U-23 Wajib Menebusnya di Dua Laga Sisa

Bek Timnas U-23, Ricky Fajrin (15) tengah mendapat instruksi dari tim pelatih, Bima Sakti dan Luis Milla, saat melawan Palestina U-23, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Rabu (15/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 harus merasakan kegetiran setelah dikalahkan tim negeri sahabat dari Timur Tengah, Palestina, di laga kedua penyisihan Grup A Cabang Sepakbola Putra Asian Games 2018. Harapan besar sebetulnya muncul, usai Garuda Muda menekuk Taiwan U-23 dengan skor 4-0, di hari perdana merumput. Namun, di partai kedua, saat berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8), Palestina menaklukkan Indonesia dengan skor 2-1. Secara permainan, dalam 45 babak pertama, Indonesia memberikan prospek. Tertinggal melalui penalti akibat handball tak perlu yang dilakukan Zulfiandi, Indonesia membalas melalui Irfan Jaya. Dengan membandingkan dua laga (versus Taiwan dan Palestina), maka pilihan rotasi memunculkan resiko. Resiko itu adalah skuat kontra Palestina ternyata tak memberikan dampak, sebagaimana rotasi yang dilakukan untuk memberikan kesempatan pada sejumlah pemain. Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas, memasang empat pemain berbeda, turun sebagai starter pada laga Palestina. Muhammad Hargianto, Septian David Maulana, Gavin Kwan Adsit, dan Bagas Adi Nugroho, adalah nama baru dalam line-up awal Milla. Kegagalan rotasi mulai tampak, ketika Milla menggantikan Septian David dengan Ilham Udin Armayn, di menit ke-38. Padahal, kedudukan masih imbang 1-1. Rupanya kehadiran Septian David, ternyata belum seirama, dengan Febri Hariyadi dan Irfan. Absennya Alberto ‘Beto’ Goncalves juga menimbun masalah di lini depan. Kreasi serangan dan tugas memecah konsentrasi lini pertahanan Palestina, mendadak macet. Stefano Lilipaly seolah berlari sendirian di area kota penalti lawan. Keputusan Milla menggeser Ricky Fajrin pada posisi full bek kiri, setelah di laga perdana menghadapi Taiwan, tampil cukup apik sebagai palang pintu berduet dengan Hansamu Yama, justru menjadi kontraproduktif. Alhasil, Milla akhirnya harus menarik Bagas, yang mengisi pos palang pintu, pada menit ke-54, dengan full bek asal Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa. Peran Ricky pun dikembalikan pada posisi awalnya, sebagai palang pintu. Tertinggal 1-2 memaksa Milla memainkan Saddil Ramdani, yang menjadi pembeda pada laga pertama. Masuk menggantikan Irfan, masih belum menjadi momen bagi Saddil, untuk memberikan warna baru. Perbedaan lain yang mengejutkan Indonesia adalah skuat Palestina punya kemampuan mempertahankan bola. Statistik Labbola mencatat, jika melawan Taiwan, Indonesia unggul penguasaan bola dengan 69 persen disertai 83 persen umpan sukses, maka menghadapi Palestina situasi jauh berbeda. Indonesia tetap menguasai bola dengan 53 persen, namun umpan sukses justru menurun menjadi 74 persen. Sebaliknya, Palestina melakukan 76 persen umpan sukses. Dari sisi serangan, Indonesia malah tumpul, lantaran dari total enam tembakan yang dlesakkan, hanya ada satu yang mengarah ke gawang. Sedangkan, Palestina melepaskan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Terlepas dari level dua lawan yang akan dihadapi di sisa grup, yakni menghadapi Hong Kong dan Laos, namun kemampuan untuk beradaptasi dengan instruksi pelatih dalam tuntutan rotasi, sejatinya merupakan hal yang penting untuk Garuda Muda. Meski kalah, peluang merah putih muda masih terbuka lebar. Memang, sejauh ini Indonesia turun ke peringkat ketiga, menyusul kemenangan besar Hongkong atas Taiwan dengan skor 4-0. Timnas berada di peringkat ketiga dengan nilai 3, sementara Hongkong di posisi runner up dengan nilai 6. Sementara Palestina yang menang atas Timnas Indonesia berada di peringkat pertama dengan nilai 7. Timnas memiliki peluang besar untuk lolos, asalkan bisa mengatasi Laos dalam pertandingan Jumat (17/8) nanti, dan mengalahkan Hongkong, pada Senin (20/8). Jika menang di dua pertandingan ini, nilai Timnas Indonesia menjadi 9. Apapun hasil pertandingan yang diraih tim lain di Grup A, Timnas akan lolos. Sebab pertandingan yang paling menentukan, sebenarnya terjadi kala bentrok melawan Hongkong, di pertandingan terakhir. (Dre/Ham) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim              MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23      3      4:2     7 2. Hong Kong U-23   2      7:1     6 3. Indonesia U-23     2      5:2     3 4. Taiwan U-23         3      0:6     1 5. Laos U-23            2      2:5     0 Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia Senin (20/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Taiwan vs Laos 19.00 WIB Indonesia vs Hongkong

Kalah Telak 108-40, Srikandi Merah Putih Dapat Pelajaran Berharga Dari Tim Korea Bersatu

Shooting Guard Timnas Basket putri Indonesia, Nathania Claresta Orville (21) berusaha melewati hadangan Tim putri Korea Bersatu, dan takluk 108-40, di penyisihan Grup X basket putri Asian Games XVIII/2018. (Riz/NYSN)

Jakarta- Tim putri gabungan Korea Selatan dan Korea Utara (Korea Bersatu) memberikan pelajaran berharga bagi srikandi Merah Putih. di laga perdana penyisihan Grup X cabang olahraga basket putri Asian Games XVIII/2018. Melakoni laga di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Rabu (15/8), anak didik Arif Gunarto itu kalah telak 40-108. Hasil ini, membuat Indonesia berada posisi keempat, di bawah Korea Bersatu, Taiwan dan Kazkhstan. Karena dipertandingan sebelumnya, Taiwan sukses meraih kemenangan atas Kazakhstan 72-42, sedangkan India belum memainkan laga. Berlaga dihadapan publik Jakarta, Korea Bersatu tampil dominan sejak awal laga. Tim yang dimotori Yunghui Lim itu memanen angka demi angka atas tuan rumah. Indonesia harus mengakui ketangguhan lawan dikuarter pertama dengan skor terpaut jauh 8-25. Alih-alih memangkas jarak poin atas lawan, Korea Bersatu justru makin produktif dengan memundi 33 poin, sedangkan Indonesia hanya 12 poin. Henny Sutjiono dan kolega dipaksa menyerah di kuarter dua dengan skor 20-58 dari Korea Bersatu. Usai jeda, Indonesia berusaha mengimbangi permainan lawan. Namun, Korea Bersatu yang telah mendapatkan momentum makin percaya diri melesakkan bola ke dalam keranjang tuan rumah. Kuarter tiga ditutup dengan sempurna oleh Korea Bersatu 79-29. Situasi tetap tak berubah di kuarter empat. Korea Bersatu terus mengancam daerah pertahanan Indonesia. Bermain secara cepat dan efektif membuat Gabriel Sophia tak bisa berbuat banyak. Raihan poin Korea Berstau tak terbendung. Indonesia harus mengakhiri pertandingan dengan skor terpaut jauh 40-108. “Meskipun kalah kami tetap fight. Sebelumnya memang pernah sparing melawan mereka saat try out. Memang mereka bermain cepat. Kami berusaha mengantisipasi, tapi memang rotasi yang dijalankan juga tidak efektif. Kami terlalu banyak membuang bola. Harusnya banyak shooting, ini malah banyak melakukan turn over,” ujar Gabriel. Pemain berusia 26 tahun itu, mengakui mendapatkan pelajaran berharga saat berjumpa dengan Korea Bersatu. “Pelajarannya untuk eksekusi bola masih kurang, mungkin karena pertandingan pertama jadi masih deg-degan. Berikutnya harus tetap fight dan optimis untuk laga selanjutnya,” lanjutnya. Pada laga itu, Suk Yong Ro mengjadi pencetak angka terbanyak dengan 22 poin, diikuti Hye Yon Kim yang mengoleksi 14 poin. Sementara di kubu tuan rumah, Natasha Debby Christaline menjadi pemain yang mencetak angka terbanyak yakni 17 poin, dan Gabriel Sophia dengan 8 poin. “Secara keseluruhan kami tidak puas dengan hasil ini. Debby tadi performanya sangat baik. Catatannya, kalau sudah kalah strategi dan fisik maka semua bersatu dalam tim untuk saling membantu,” terangnya. Sedangkan Arif menegaskan bahwa timnya bermaterikan pemain muda sehingga mereka masih terus belajar utnuk mengasah skill dan mental tanding. “Mungkin pertandingan pertama jadi agak grogi. Apalagi banyak pemain muda-muda. Selanjutnya, kami akan memperbaiki difense dan shooting. Tadi juga turn over terlalu banyak,” terangnya. “Selanjutnya kami fokus untuk menghadapi Kazakhstan, yang punya skuat tinggi-tinggi, dan kami akan memakai strategi bermain cepat dan memperkuat difense. Tapi, untuk pertandingan, ya kami fokus satu-satu dulu,” pungkas Arif. (Adt)

Timnas Ngotot Gunakan ‘False Nine’, Palestina Redam Spirit Garuda Dengan Skor Tipis 2-1

Striker Palestina U-23, Oday Dabbagh (20), saat melakukan eksekusi penalti pada babak pertama. Pertandingan akhirnya dimenangkan Timnas Palestina dengan skor tipis 2-1 atas Timnas U-23, pada laga penyisihan Grup A. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kalah 1-2 dari Palestina U-23 pada fase Grup A Asian Games XVIII/2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Kekalahan itu mengulangi hasil pada 2013, kala Indonesia takluk dengan skor sama 1-2, dari Palestina, pada ajang Islamic Solidarity Games, di Palembang, Sumsel. Kekalahan ini memaksa posisi Timnas U-23 terlempar dari dua besar, sebab Hong Kong mengantungi kemenangan 4-0 melawan Taiwan, pada laga sebelumnya. Pimpinan klasemen sementara dipegang Palestina, dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan kini ada di posisi ke-3 klasemen sementara, meski mengatungi jumlah pertandingan lebih banyak ketimbang Palestina. Laga selanjutnya, Indonesia akan melawan Laos U-23, pada Jumat (17/8). Menghadapi Palestina U-23, Indonesia yang mencoba tampil dengan taktik ‘false nine’, lebih dulu tertinggal oleh gol Oday Dabbagh di menit ke-16. Tapi, Indonesia menyamakan kedudukan di menit ke-23 melalui gol Irfan Jaya. Hingga selesainya babak pertama, skor masih sama kuat 1-1. Palestina mencetak gol keduanya pada awal babak kedua. Gol Mohamed Darwish di menit ke-51, dan membuat Palestina unggul 2-1. Indonesia berusaha keras untuk menyamakan skor di sisa waktu. Tapi, hingga peluit panjang berbunyi, gol yang dicari Indonesia tak tercipta. Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas mengaku, Palestina tampil lebih baik pada laga hari ini. “Sampai fase sebelum penalti, Palestina bermain baik. Baru setelah penalti terjadi, kami gantian yang bermain baik dan mampu menyakakan kedudukan,” ujar Milla paska pertandingan. Pada babak kedua, Indonesia sempat bermain dengan 10 pemain. Irfan harus keluar sementara karena mendapatkan penanganan cedera. “Saat kami bermain dengan 10 pemain, Palestina bisa memanfaatkan peluang dan mencetak gol. Dua hari lagi akan ada pertandingan (melawan Laos) dan kami alihkan fokus ke laga itu,” tandasnya. Sementara penjaga gawang Timnas U-23, Andritany Ardiyasa membeberkan komentarnya soal partai kontra Palestina. Ia merasa masih optimis untuk mampu lolos dari fase grup dan memenangkan dua pertandingan tersisa. “Hari ini tidak ada yang bermain buruk, kalah maupun menang, ya sama saja karena kualitas Palestina berada diatas kami satu tingkat. Hari ini kalah bukan dari kesalahan satu atau dua pemain, namun dari satu tim,” tegas pemain asal Persija Jakarta tersebut. Sedangkan Kapten Timnas U-23, Hansamu Yama, mengungkapkan perasaannya usai menelan kekalahan dari Palestina. Komentar Yama diungkapkan dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV di pinggir lapangan. “Bisa dilihat kedua tim saling menyerang. Kami juga punya banyak peluang. Untuk ke depannya, kami akan maksimal lagi,” jelas Yama. Soal komposisi pemain yang berbeda dari laga pertama? “Ya namanya stategi. Palestina juga tim kuat. Kami melakukan rotasi pemain, itu strategi. Insya Allah, kami akan berjuang maksimal di laga berikutnya, melawan Laos dan Hong Kong,” pungkasnya. (Ham/Dre) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim           MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23     3      4:2      7 2. Hong Kong U-23  2      7:1      6 3. Indonesia U-23    2      5:2      3 4. Taiwan U-23        3      0:6      1 5. Laos U-23           2      2:5      0 Hasil Rabu (15/8) Grup A Hongkong 4-0 Taiwan Indonesia 1-2 Palestina Grup E Kirgistan 1-3 Malaysia Korea Selatan 6-0 Bahrain Grup F Arab Saudi 0-0 Iran Korea Utara 1-1 Myanmar Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia

Sosok Si Kembar Lena-Leni Andalan Cabor Sepak Takraw

Sudah tahukah kamu dengan dua perempuan kembar ini? Lena dan Leni digadang-gadang menjadi sosok unik dalam perwakilan kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018. Tak hanya unik karena kembar, tapi kemampuannya dalam cabang olahraga sepak takraw juga jadi andalan. Lansiran dari tempo.co (15/08/2018), sosok keduanya kemarin ikut latihan bersama pelatnas lain di  Stadion Ranau Jakabaring, Palembang, Selasa 14 Agustus 2018. Di stadion itu sendiri, terdapat 24 orang yang berlatih teknik sepak sila, cungkil dan sepak kuda. Lena dan Leni yang mengenakan bandana putih dikepalanya, makin membuat susah dibedakan saat dari dekat. Sepak cungkil yang dimiliki kedua perempuan ini sangat tajam. Mereka pernah mendapatkan dua perunggu pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Tak hanya itu, pada ajang PON 2016, dua anak kembar ini mendapatkan satu emas Ketika diajak bicara, mereka saling menimpali dan saling melengkapi jawaban. “Kami saudara kembar yang lahir di Indramayu, Jawa Barat, 7 Juni 1989,” ujar mereka saling menimpali, seusai latihan. Sepak cungkilan kedua pemain kembar ini tajam, bahkan kemampuan dua wanita berambut kriting itu pernah menyumbang dua perunggu bagi Indonesi pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, tiga emas PON 2016, satu emas king’s cup 2016 di Thailand, dan perak -pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Diakui oleh Lena-Leni, prestasinya tersebut berawal dari keikutsertaan mereka di olahraga voli. Ketika sekolah dasar, Lena-Leni sama-sama rutin latihan bola voli. Saat SMP menjadi andalan di sekolahnya. Bahkan mereka sempat menjadi atlet voli dalam pertandingan setingkat provinsi Jawa Barat. Menurut dua sosok anak kembar ini, bermain voli, main bola kaki hingga bulu tangkis itu menyenangkan. Semua permainan bola tersebut, dikenalkan oleh sang ayah yang berprofesi sebagai petani dan juga pemain bola tingkat kabupaten sebagai kiper. Ayahnya mengenalkan Lena-Leni pada bola kaki, bulu tangkis, voli, hingga sepak takraw. Semua olahraga tersebut menurut dua anak kembar ini membuat bahagia, karena lari-lari dan loncat. Cabang olahraga sepak takraw baru ditekuni saat di sekolah menengah atas (SMA). Ada alasan dan cerita unik tersendiri nih kenapa Lena-leni menekuni sepak takraw di SMA. Jadi, Lena berkata sambil tertawa, “Kami fokus saja latihan takraw biar jadi atlet dan sekolah gratis,” Dahulu, kondisi ekonomi yang lemah membuat mereka saat masih SMP harus juga bekerja mencuci piring di kantin sekolah. Semua itu dilakukan untuk uang saku. Kini, dari hasil kerja keras dan segudang prestasi yang telah ditorehkan, dua kembar ini sudah bisa menaikkan haji kedua orangtuanya. Perjuangan Lena-Leni, sosok kembar ini belum usai, mereka berdua harus bekerja keras demi mengejar prestasi di Asian Games 2018. Pertandingan sepak takraw sendiri akan dimulai pada 19 Agustus. Semoga cabor sepak takraw bisa raih emas!     (tempo.co)

Timnas Basket Putra Indonesia Langsung Tumbang 65-104 di Laga Perdana Kontra Korsel

Point Guard Timnas Basket Indonesia, Andakara Prastawa Dhyaksa (putih), dikepung peman Korea Selatan, dalam laga perdana penyisihan Grup A cabor Bola Basket Asian Games 2018, yang berkesudahan 104-65 bagi kemenangan tim negeri Ginseng. (Pras/NYSN)

Jakarta- Keseruan tersaji di babak penyisihan grup A cabang basket putra Asian Games 2018 pada laga Indonesia kontra Korea Selatan, di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). Mendapat dukungan penuh publik, Timnas putra Merah Putih justru gagal meraih hasil positif. Andakara Prastawa Dhyaksa dan kolega harus mengakui ketangguhan para pemain asal Negeri Ginseng dengan skor lebar, 65-104. Korea langsung mengambil inisiatif serangan usai wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. Dimotori Ricardo Preston Ratliffe, Korea lebih dulu unggul 28-18 di kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, Korea makin ‘ganas’ tembakan demi tembakan dari para pemain membuahkan poin. Indonesia makin jauh tertinggal. Memundi 25 poin, Korea mengunci kuarter kedua dengan skor 53-31. Usai jeda, Indonesia berusaha terus memberikan tekanan pada Korea. Meski mampu memanen poin, namun itu belum cukup memperkecil margin angka skuat Garuda atas Korea. Para pemain Indonesia berupaya keras untuk lepas dari bayang-bayang dominasi Korea. Namun, pertahanan Korea juga tergolong tangguh karena beberapa kali mampu mencuri bola pemain tuan rumah. Indonesia mengakhiri kuarter ketiga, dengan tertinggal 45-80. Anak asuh Fictor Gideon Roring belum menyerah di kuarter keempat. Tapi, Korea sudah mengunci kemenangan, dengan poin yang sulit terkejar oleh punggawa Garuda. Kuarter keempat pun berkesudahan 65-104 untuk Korea. “Hasil ini sesuai prediksi. Korea tim kuat dan punya line up pemain di dalam dan luar yang kuat. Shooter mereka itu nomor satu di Asia. Bisa dibilang, dua kelas di atas Indonesia,” ujar juru racik tim kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 18 Desember 1972 itu. Pada pertandingan kali ini, menurut Fictor, difense menjadi fokus evaluasi anak didiknya. “Difense harus diperkuat, karena tadi terlalu mudah. Tapi harus diakui memang lawan lebih tangguh,” urainya. Di kubu Indonesia, Andakara menyumbang 20 poin, dan Jamarr Andre Johnson 16 poin, serta Valentino Wuwungan dengan 6 poin. Sementara, pemain Korea Ricardo Preston Ratliffe menjadi pencetak poin terbanyak dengan 30 poin, diikuti Sunhyung Kim dan Junbeom Jeon dengan 13 poin. “Sebenarnya kami main enak-enak saja. Mungkin kurang ngalir bolanya. Kalau untuk ofensif kami tidak ada masalah, mungkin difensif saja yang kewalahan,” ungkap Andakara usai laga. Menghadapi laga selanjutnya, pemain berusia 25 tahun itu mengaku optimis timnya bisa meraih hasil positif. “Melawan Thailand dan Mongolia kami optimis. Karena masih ada waktu untuk istirahat, dan kami akan tonton video mereka tanding. Sehingga kami bisa lebih fokus lagi,” tutup point guard lulusan SMAN 3 Jakarta itu. (Adt)

Tampil di Asian Games, Palestina Selalu Kesulitan Saat Melawan Tim Asia Tenggara

Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)

Jakarta- Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014. Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970. Merah putih juga lolos ke fase 16 besar di Asian Games 2014. Prestasi terbaik yang pernah diukir tim garuda adalah saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga, setelah kalah 4-5 dari Myanmar. Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu, pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang, usai menekuk India 4-1. Lalu, Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. harus takluk 0-5 dari Kuwait. Berbeda dengan tim merah putih, meraba kekuatan Palestina dari tahun ke tahun, mereka tak sekali pun meraih kemenangan jika menantang kontestan dari Asia Tenggara. Di Asian Games 2002, Palestina tergabung dengan tiga tim besar sekelas Jepang, Bahrain, dan Uzbekistan. Palestina tak mampu meraih poin dan menjadi juru kunci Grup D Asian Games 2002. Berlanjut pada 2006, Palestina kembali menjadi juru kunci Grup C yang berisi Thailand, Kuwait dan Kirgistan. Kala itu, Palestina dipaksa menyerah dari Thailand, dengan skor tipis 1-0 Stadion Al-Rayyan, Qatar. Ini jadi tahun tersuram bagi Palestina, yang selalu kalah dan tak mencetak satu gol pun. Asian Games 2010, Palestina kembali gaagal di fase grup. Menjadi peringkat ketiga diantara Korea Utara, Korea Selatan, dan Jordania, jadi prestasi terbaik Palestina kala itu. Lalu, Asian Games 2014 menjadi titik balik kebangkitan. Meski kalah dari Singapura dengan skor 1-2, di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan, Palestina sukses tampil sebagai juara Grup C kala itu. Namun, aksi Palestina terhenti di babak 16 besar, setelah ditekuk Jepang dengan skor akhir 0-4. Di babak fase grup Asian Games 2018, 25 tim cabor sepak bola tengah berusaha untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Tim-tim di Grup A sudah bertanding sejak tanggal 10 Agustus. Sementara itu, tim-tim di grup lain baru bertanding mulai 14 Agustus. Regulasi laga si kulit bundar di ajang multi event ini pun sudah diketuk. Di babak fase grup, pihak panitia penyelenggara telah menentukan aturan yang dipakai andai ada dua tim atau lebih, memiliki jumlah poin sama di klasemen akhir. Selisih gol menjadi penentu paling utama, bila terdapat poin yang sama. Faktor kedua, yakni keunggulan sisi produktivitas tim yang bersangkutan, bila selisih golnya sama. Bila ada tim yang masih sama juga jumlahnya, maka format head to head antar kedua tim, yang menjadi pertimbangan. Babak fase grup Asian Games 2018 cabang sepak bola rencananya akan bergulir hingga 20 Agustus. Setelah itu, fase knock-out dimulai pada 23 Agustus. (Dre) Peforma Palestina Berhadapan Tim asal Asia Tenggara di ajang Asian Games  28 November 2006 Palestina 0-1 Thailand 21 September 2014 Palestina 1-2 Singapura

Obral Strategi False Nine Lawan Palestina, Timnas U-23 Wajib Penuhi Banyak Syarat

Timnas U-23 kemungkinan akan menerapkan strategi false nine melawan Palestina pada laga kedua Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (15/8). (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23 Luis Milla berpeluang memakai strategi berbeda menghadapi Palestina dalam lanjutan penyisihan Grup A Asian Games 2018 yang akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Selain merotasi beberapa pemain, pelatih asal Spanyol itu ingin menjajal strategi false nine kontra Palestina. “Ini turnamen yang sangat ketat dan waktu pemulihan kondisi sedikit. Jadi, seperti pertandingan sebelumnya termasuk SEA Games 2017, kemungkinan komposisi pemain akan diubah,” kata asisten pelatih Bima Sakti seperti dikutip Antara, Selasa (14/8). “Ada kemungkinan menggunakan pemain dengan peran sebagai false nine,” sambungnya. Mantan pemain primavera Indonesia itu memastikan skuat Garuda Muda dalam keadaan bugar jelang laga, termasuk kondisi pemain asal Mitra Kukar, Septian David Maulana yang sempat mengalami masalah di ototnya. Skuat Indonesia, kemungkinan akan menerapkan strategi yang berbeda saat menghadapi Palestina. Salah satunya perubahan komposisi lini depan Merah Putih yang sebelumnya bertumpu kepada Beto Goncalves. Artinya, Beto, bakal disimpan. Sebagai gantinya, tim pelatih akan menurunkan pemain bertipikal ‘false nine’ sebagai ujung tombak lawan Palestina. False nine sejatinya bukanlah sebatas posisi bermain, melainkan sebuah peran. ‘Si nomor 9 yang palsu ini’ seolah-olah bermain sebagai ujung tombak, namun ia bergerak lebih leluasa ke belakang, atau ke sisi sayap untuk membuka celah kepada pemain lainnya. Ilham Udin Armaiyn, Septian David Maulana serta Saddil Ramdani, berpotensi sebagai opsi mengisi peran ‘pembohong’ yang ingin diterapkan Milla. Namun, faktanya, tidak semua tim sebetulnya mampu menggunakan false 9, karena memang tak semua penyerang atau gelandang, bisa mengambil keputusan untuk memainkan peran false 9 dengan baik. Pemain ini setidaknya, harus memiliki kemampuan mencari ruang yang baik. Selain itu sang pemain juga harus punya kemampuan mengolah bola yang baik, karena false 9 juga akan menjadi pengatur serangan ketika dia telah menguasai bola. Sistem false 9 juga menyaratkan tim memiliki lini kedua yang baik, yang mampu menerobos masuk ke kotak penalti, kala sang striker melakukan “gerakan tipuan”. Indonesia berpeluang mengudeta puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Palestina. Sebaliknya, Palestina memantapkan posisinya di tempat teratas jika mampu meraih poin atas Indonesia. Saat ini Palestina berhak memuncaki klasemen dengan raihan empat poin usai menang 2-1 atas Kamboja dan imbang 0-0 lawan Taiwan. Indonesia menguntit di posisi kedua dengan tiga poin, hasil kemenangan 4-0 atas Taiwan. Dari daftar pemain yang ada, terdapat tiga pemain Palestina yang kini tercatat bermain di klub Eropa. Pertama adalah Michel Milad Termanini, pemain 20 tahun itu kini bermain di klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Swedia, AFC Eskilstuna. Dalam dua pertandingan yang telah dijalani Palestina, Termanini adalah andalan di lini belakang. Pemain kedua yang berkiprah di klub Eropa adalah Omar Al Sharif. Al Sharif adalah pemain yang berposisi sebagai bek dan kini tercatat sebagai pemain SV Arminia Hannover. Klub tersebut kini berkiprah di kompetisi kasta kelima Liga Jerman atau yang dikenal Niedersachsenliga. Selanjutnya, ada Mohamed Darwish yang juga memperkuat Arminia Hannover. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Darwish biasa bermain sebagai seorang gelandang. Berdasarkan data performa mereka dalam dua laga sebelumnya, Termanini menjadi pemain yang paling sering bermain di antara ketiganya. Tercatat, pemain bernomor punggung 4 itu sudah bermain selama 180 menit dalam dua laga. Sedangkan Al Sharif bermain sebagai pemain pengganti selama 24 menit saat melawan Cina Taipei dan 90 menit ketika menghadapi Laos. Sementara Darwish, baru dimainkan saat melawan Laos sebagai pemain pengganti dengan durasi 31 menit. (Ham) Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim           Main  Gol  Poin 1. Palestina U-23     2     2-1    4 2. Indonesia U-23    1     4-0    3 3. Hong Kong U-23  1     3-1    3 4. Taiwan U-23        2     0-4    1 5. Laos U-23           2     2-5    0

Tinjau Situasi Venue dan MPC, Wapres Jusuf Kalla : Indonesia Sudah Sangat Siap Gelar Asian Games 2018

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didampingi Ketua Inasgoc Erick Thohir, meninjau Media Center Asian Games 2018 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (14/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), mengatakan Indonesia sangat siap menggelar Asian Games XVIII/2018. Hal itu ditegaskan Wapres JK melihat persiapan akhir venue Asian Games XVIII/2018, sekaligus meninjau MPC (Media Press Center), di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). “Setelah tadi melihat kondisi GBK dan beberapa venue yang saya datangi, begitu juga dengan press center ini, saya melihat Indonesia sudah sangat siap menggelar Asian Games 2018,” ujar Wapres JK. Bahkan, menurut pria asal Sulawesi Selatan itu, tidak ada keluhan saat ia meninjau wisma atlet di Kemayoran. “Di athlete village, tidak ada keluhan. Semua sudah benar-benar siap,” lanjutnya. Disisi lain, suami dari Mufidah itu tak lupa meminta masyarakat Indonesia memberikan dukungan terhadap perhelatan akbar ini. Sekitar 7.000 wartawan lokal dan asing dari berbagai media cetak, online serta broadcasting akan meliput Asian Games 2018 “Masyarakat Indonesia harus memberi dukungan untuk pesta multievent negara-negara se-Asia edisi ke-18 ini, dengan menjaga kebersihan dan keramahan. Harus murah senyum pada tamu negara-negara peserta,” cetus pria 76 tahun itu. Sementara itu, Kirab obor Asian Games 2018 akan berakhir di Ibu Kota Jakarta pada Rabu (15/8), setelah hampir satu bulan berkelana, mulai dari 15 Juli 2018 di India untuk kemudian disatukan dengan api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di Yogyakarta, dan menyambangi setiap sudut Nusantara. Kota Jakarta yang menjadi persinggahan terakhir api obor Asian Games sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Sebab, kembalinya api obor Asian Games ke kota ini menjadi nostalgia yang emosional setelah 1962. Indonesia yang baru berumur 17 tahun kala itu menjadi tuan rumah pesta multievent se-Asia itu. Di Jakarta, obor Asian Games akan diarak mengelilingi 5 Kota dan 1 Kabupaten Administratif di Provinsi Jakarta. Jakarta Timur menjadi pertama yang disinggahi kirab obor pada 15 Agustus. Kirab obor akan dimulai di Lippo Mall Kramat Jati pada pukul 07.00 WIB. Kirab ini lalu diarak menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menyusuri Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan. Pemda DKI Jakarta akan menyemarakkan bersama masyarakat umum dan pelajar di 5 wilayah dan Kepulauan Seribu,” ujar Gufron, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Selasa (14/8). “Dan tiap wilayah Jakarta, ada setidaknya 5 ribu pelajar, sehingga total seluruh wilayah kami kerahkan 25 ribu orang. Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pun mendukung untuk kesuksesan torch relay ini,” lanjutnya di Media Press Center, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta,. Usai menyambangi Jakarta Timur dan Selatan, pada 16 Agustus pawai obor mengelilingi Jakarta Pusat, yang dimulai dari Masjid Akbar Kemayoran ke Monas, dan Jakarta Barat dari kawasan wisata Kota Tua dan RPTRA Kalijodo hingga ke Jakarta Utara. Lalu pada 17 Agustus, obor menuju Pulau Untung Jawa, dan finish di Monas dan Istana Negara. “Di Monas, sudah disiapkan mini cauldron. Dan pada 18 Agustus obor bergerak menuju ke Pintu 10 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),” terang Herty Purba, Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018. Sedangkan torch relay pada 18 Agustus ditandai dengan pencapaian total jarak 18 kilometer (km) di bulan 8 oleh 2018 pelari. Ini juga jadi rute terpanjang, juga rekor torch bearer terbanyak dengan kekuatan mencapai 50 orang lebih, serta mengambil rute, Jalan Thamrin – Sudirman hingga singgah ke Gedung DPR/MPR. “Total dari 110 titik rute dan kurang lebih 1,100 km perjalanan dari Jakarta Timur, Selatan, Pusat, Barat, Utara dan Kepulauan Seribu, kirab obor diisi deretan tokoh masyarakat, public figure, pejabat, hingga atlet legendari. Dan nanti siapa yang menyalakan api ke cauldron utama di GBK itu masih rahasia,” pungkas Herty. (Adt)

Statistik Tampil Cemerlang, Gelandang Senior Timnas U-23 Ini Enjoy Jadi Striker

Pemain Timnas U-23, Stefano Lilipaly (merah) mencetak gol akrobatik, saat Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (tribunnews.com)

Jakarta- Gelandang senior Timnas U-23, Stefano Lilipaly mengaku senang bisa mencetak dua gol bagi kemenangan di Asian Games 2018. Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8). Ia mencetak dua gol, salah satunya dengan tendangan salto spektakuler, dan juga menciptakan satu assist Lilipaly membayar tuntas kepercayaan Luis Milla yang memainkan dirinya sejak menit pertama. Bermain di lini tengah, Lilipaly bahu-membahu bersama Zulfian, Evan Dimas, Febri Hariyadi, dan Irfan Jaya untuk mengalirkan bola-bola matang ke AlBerto ‘Beto’ Goncalves yang diplot sebagai ujung tombak. Gol salto Lilipaly yang tercipta di menit ke-75, berawal dari umpan Rezaldi Hehanusa di sisi kanan. Kendati ditempel bek Taiwan, Lilipaly mampu menuntaskan umpan tersebut lewat aksi akrobatik, yang membuat si kulit bundar meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang kiper Timnas U-23 Taiwan, Pan Wenchieh. Sebelumnya, Lilipaly juga menyumbang gol pertama bagi Indonesia di menit ke-67. Memanfaatkan sepakan bebas Evan Dimas, Lilipaly melepaskan sundulan akurat dari dalam kotak penalti. Bola lantas mengarah ke sudut kanan bawah gawang dan tak kuasa dibendung Wenchieh. Lilipaly yang saat ini berusia 28 tahun adalah satu dari tiga pemain senior yang dibawa Milla di Asian Games 2018. Selain dirinya, pelatih asal Spanyol itu juga memanggil kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, dan striker Sriwijaya FC, Beto. Nama terakhir menyumbang satu gol di laga melawan Taiwan. Sementara pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto menutup pesta gol Indonesia di injury time. “Saya senang bisa cetak gol dan bantu kemenangan tim di pertandingan ini. Ini hasil kerja keras semua pemain. Tapi paling penting kita dapat tiga poin malam ini. Terima kasih suporter Indonesia,” ujar Lilipaly, selepas pertandingan. Fano (panggilan akrab Stefano) juga tak mempermasalahkan dengan posisinya yang beberapa kali ditempatkan sebagai striker. “Tidak masalah, saya suka menjadi gelandang serang dan sayap. Terserah pelatih,” tambahnya. Dua gol Fano membuka peluang Indonesia di Grup A. Saat ini Skuat Garuda Muda berada di posisi kedua dengan koleksi tiga poin. Selisih satu poin dengan Palestina di puncak klasemen dengan poin empat. Dilansir dari Labbola, Lilipaly mencetak dua gol dari total 4 tembakan. Sebetulnya, total tembakan Lilipaly sama dengan Beto yang jadi tumpuan Indonesia di lini depan. Beto, pemain naturalisasi asal Brasil itu melepaskan 3 tembakan tepat ke gawang (satu tembakan berhasil menjadi gol) dan satu shots off target. Namun, Lilipaly lebih tajam karena dia berhasil mencetak 2 gol dari 2 tembakan tepat sasaran. Sementara itu dua tembakan lain yang dilepaskan Lilipaly gagal mengenai sasaran. Selain tembakan, kelebihan lain dari Lilipaly adalah umpan sukses. Pemain Bali United ini melepaskan 15 umpan sukses dari total 19. Tingkat kesuksesannya mencapai 78 persen. Dengan penampilan Lilipaly ini, setidaknya keputusan Milla cukup tepat untuk memainkannya pada Asian Games 2018. Lilipaly baru dipanggil dalam pemusatan latihan terakhir yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu. (Ham)

Cetak Gol Salto, Lilipaly Bawa Indonesia Posisi Runner Up di Laga Perdana Asian Games 2018

Striker Timnas U-23, Stefano Lilipaly (10) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-23 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (INASGOC)

Jakarta- Timnas U-23 memetik kemenangan perdana pada fase penyisihan Grup A pada cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018. Menghadapi Taiwan, Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 4-0 pada laga yang digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). Empat gol kemenangan Tim Merah Putih muda dicetak oleh Stefano Lilipaly (66′ dan 76′), Alberto Goncalves (71′), dan Muhammad Hargianto (90+3). Walau menang degan skor telak, Indonesia ternyata belum berhasil meraih puncak klasemen sementara Grup A. Hansamu Yama dkk masih bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A, dengan koleksi tiga poin hasil dari satu laga yang dilakoni. Sedangkan Palestina masih nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan empat poin hasil dari dua laga. Sebelumnya, Palestina meraih satu kemenangan saat menghadapi Laos (2-1) dan satu hasil imbang, kala bertanding menghadapi Taiwan (0-0). Sementara itu, peringkat ketiga Grup A diduduki oleh Hong Kong U-23 yang meraih tiga poin. Kendati memiliki raihan poin yang sama dengan Indonesia, Hong Kong kalah dari segi produktivitas gol. Usai takluk dari Indonesia, Taiwan harus mendekam di peringkat empat dengan koleksi satu poin hasil dari dua laga yang dilakoni. Sedangkan posisi buncit Grup A dihuni oleh Timnas U-23 Laos yang belum berhasil meraih poin sama sekali. Dari dua laga yang dilakoni, Laos menelan kekalahan dua kali, yakni saat tumbang dari Hong Kong (1-3) dan takluk dari Palestina (1-2). Sementara itu, skuat asuhan Luis Milla akan menjalani laga kedua menghadapi Timnas U-23 Palestina. Laga akan digelar pada Rabu (15/8) di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Jawa Barat. Melihat skornya, hasil gemilang ini merupakan start terbaik kedua yang pernah dilakukan Tim Merah Putih sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Kemenangan 4-0 atas Taiwan pada Minggu kemarin hanya kalah dari kesuksesan Indonesia melibas Timor Timur 7-0 pada pertandingan pertama Asian Games 2014. Selain dua edisi terbaru, Indonesia juga tampil pada Asian Games 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, dan 2006. Pada 1951, partai awal Indonesia berujung dengan kekalahan 0-3 dari India. Karena saat itu sistem pertandingan masih menggunakan sistem gugur, Indonesia pun langsung tersingkir. Tiga tahun kemudian di Asian Games 1954, Indonesia yang tergabung di Grup C, mengawali langkah usai mengalahkan Jepang 5-3. Indonesia mampu mencapai peringkat empat di akhir turnamen. Di Asian Games 1958, Tim Merah Putih sukses melangkah hingga peringkat ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasi di Asian Games. Empat tahun kemudian di Asian Games 1962, Indonesia mengalahkan Vietnam Selatan 1-0 pada pertandingan pertama di Grup A. Tetapi, Vietnam Selatan justru kemudian lolos ke babak berikutnya, sedangkan Indonesia tersingkir di fase grup. Pada Asian Games 1966, saat Indonesia mencapai perempat final, hasil partai pertama timnas di Grup C adalah kemenangan 3-0 atas Singapura. Berselang empat tahun, saat Indonesia kembali mencapai perempat final Asian Games 1970, Iswadi Idris dkk. ditahan Iran 2-2 di perjumpaan pertama di Grup C. Kemudian start timnas Indonesia di Asian Games 1986 adalah sukses menahan Qatar 1-1 di Grup C. Pada Asian Games 2006, Tim Merah Hitam langsung dihajar Irak 0-6 pada pertandingan pertama Grup B, dan akhirnya langkahnya terhenti di fase grup. (Dre/Ham) Hasil Asian Games 2018 Grup A, Minggu (12/8) Palestina 2-1 Laos Indonesia 4-0 Taiwan Hasil Grup A sebelumnya Taiwan vs Palestina: 0-0 Laos vs Hong Kong: 1-3. Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim          Main  Gol   Poin 1. Palestina U-23     2      2-1     4 2. Indonesia U-23    1      4-0     3 3. Hong Kong U-23  1      3-1     3 4. Taiwan U-23        2      0-4     1 5. Laos U-23           2      2-5     0

Matangkan Strategi dan Mental, Timnas Sofbol Realistis di Asian Games 2018

Kapten Timnas Sofbol Putri Asian Games XVIII/2018, Cresida Mariska Dwiyanti dan kolega berusaha realistis, dalam menghadapi ajang Asian Games XVIII/2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kurang dari 9 hari pelaksanaan Asian Games XVIII/2018, tim nasional (Timnas) sofbol Indonesia fokus mematangkan strategi dan mental tanding. Kapten Timnas Sofbol, Cresida Mariska Dwiyanti, memastikan hal itu, di Lapangan Baseball dan Softball Senayan, Jakarta, Kamis (9/8). “Saat ini fokus kami adalah strategi dan kesiapan mental bertanding. Kalau untuk fisik dan power, sudah maksimal,” ujar Sisi-panggilan akarabnya. Peraih Golden Glove Award – Nike Camp 2002, University California of Riverside di Amerika Serikat (AS) itu mengaku berusaha realistis menghadapi persaingan di pentas Asia. “Di kawasan Asia, kami akan menghadapi 5 negara yang merupakan raksasa dunia untuk sofbol, seperti Jepang, Taiwan, China, Korea dan Philipina. Untuk Philipina mereka memiliki pemain naturalisasi dari Amerika Serikat,” lanjut wanita cantik kelahiran Jakarta 12 Maret 1988. “Dan untuk Asian Games 2018, target kami bersaing dengan Korea dan Philipina. Kalau untuk Jepang, Taiwan, China, kami masih kalah kelas. Mungkin step by step dulu,” tambah atlet yang bersama tim DKI meraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, Kalimantan Timur itu. Menyoal beberapa kendala yang dihadapi jelang perhelatan multievent terkait peralatan yang hingga kini belum diterima para atlet, Cresida mengungkapkan bila hal itu dijadikan motivasi untuk meraih hasil terbaik pada ajang Asian Games nanti. “Kami selalu berpikir positif. Yang pasti kendala yang ada justru kami jadikan motivasi. Apalagi kami tidak dibebankan target, dan Asian Games ini sebenarnya sebagai sasaran antara untuk SEA Games 2019, Manila, Philipina,” terang pemain di posisi shortstop (SS), yang kini juga sudah mulai melatih ini. “Pada SEA Games 2017 Singapura kami tidak dapat medali. Maka untuk SEA Games 2017 target kami finalis,” tukas peraih gelar The Best Slugger dan Most Valuable Player (MVP) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball dan Softball Junior 2003, di Yogyakarta itu. (Adt)

20 Tim Terbaik Lolos, LIMA Basketball Nationals 2018 Bergulir di Surabaya

LIMA Basketball Nationals 2018 akan berlangsung 9-16 Agustus 2018 di Universitas Airlangga, Surabaya, sekaligus menjadi event puncak kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 siap digelar. Perhelatan akbar ini akan menutup rangkaian kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa di musim keenam LIMA Basketball. GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Jawa Timur, menjadi tuan rumah pergelaran yang akan dihelat 9-16 Agustus 2018 ini. Sebanyak 20 tim terbaik dari Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC) siap beradu di fase selanjutnya, yaitu nasional. Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Season 6 sebelumnya melewati fase conference. Lima region sukses menggelar kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa ini sejak Juni hingga Agustus 2018. Jakarta Raya menjadi region pembuka dalam pergelaran yang bertajuk LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC). Region Sumatra dan Jawa Barat secara bersamaan turut menghelat ajang ini. LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) di Medan dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference (WJC) di Bandung menjadi persinggahan setelah GJC. Region keempat yang disinggahi yaitu Jawa Tengah dan DIY dalam perhelatan LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) yang digelar di Yogyakarta. Terakhir, LIMA menyambangi Surabaya dalam ajang LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference (EJC). Dari lima wilayah tersebut, LIMA Basketball season 6 ini terdapat 51 perguruan tinggi aktif berpartisipasi. Tercatat 61 tim putra dan 40 tim putri ambil bagian dalam perhelatan ini. Stidaknya, 1.070 student athlete ikut serta dalam pergelaran bola basket antarmahasiswa terbesar di Indonesia ini. Technical meeting (TM) untuk membahas administrasi, sistem kompetisi dan pertandingan, serta hal-hal yang berkaitan soal LIMA Basketball Nationals 2018 ini digelar di Ruang Aula Kahuripan Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, pada Rabu (8/8). Pertemuan ini dipimpin oleh Azwar Muhlis, selaku manager Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Achmad Nuryadi dan Lukmannul Hakim selaku tim technical delegates. Pengundian pul LIMA Basketball Nationals 2018 hanya dilakukan untuk sektor putra. Keputusan tersebut dilakukan atas hasil pemungutan suara seluruh perwakilan tim dalam memilih sistem pembagian pul. Sebelumnya, LIMA menyusun pembagian Pul berdasarkan nilai koefisien conference, yakni nilai keikutsertaan tiap region sejak musim ketiga LIMA. Namun, LIMA tidak menutup segala masukan dari para peserta. LIMA Basketball Nationals 2018 ini akan menampilkan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri, hasil pemilahan dari tiap wilayah. Berbeda dengan sektor putra, untuk putri, yang hanya terdiri dari dua pul, proses pengundian tak dilakukan. Pembagian pul telah dilakukan oleh LIMA berdasarkan nilai koefisien setiap conference. “Tahun ini, untuk pertama kalinya LIMA Basketball Nationals memakai nilai koefisien conference untuk pembagian pul. Tujuannya agar semua tim memiliki jam terbang yang lebih. Namun, kami menerima masukan untuk pengundian pul. Akhirnya, voting kami lakukan. Di nasional ini semua tim sama kuat,” ungkap Azwar usai proses TM. (Adt) Hasil Undian pul sektor putra LIMA Basketball Nationals 2018 Pul A Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Negeri Jakarta Pul B Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung Universitas Airlangga Surabaya Universitas Padjadjaran Bandung Pul C Universitas Surabaya Institut Perbanas Jakarta Universitas Parahyangan Bandung Pul D Universitas Atma Jaya Yogyakarta Universitas Prima Indonesia Medan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Hasil Undian pul sektor putri LIMA Basketball Nationals 2018 Pul X Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Surabaya Universitas Airlangga Surabaya Universitas Negeri Malang Pul Y Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Tarumanegara Jakarta Universitas Katolik Parahyangan Bandung Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Gempa Guncang Lombok, Lalu Muhammad Zohri Tegar Berlatih Meski Ingin Pulang

Lalu Muhammad Zohri (berpeci putih) mendapat hadiah berupa umroh gratis dari ustadz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institute, usai menjadi juara dunia atletik U-20, di Finlandia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter (SR) dengan kedalaman 15 kilometer yang berpusat di darat 18 kilometer barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibatkan jatuhya korban jiwa dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) kelahiran Lombok, NTB, 1 Juli 2000, Lalu Muhammad Zohri sempat terbersit untuk pulang ke kampung halamannya di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Setelah mendapat kabar gempa itu saya sempat kepikiran dan langsung mau pulang. Saya ditelepon kakak dan teman sambil menangis. Mereka bilang masjid dan rumah-rumah sudah rata semua akibat gempa. Tapi Alhamdulilah rumah saya tak mengalami kerusakan,” ujar juara dunia atletik U-20, pada Rabu (8/8), di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Meski mengalami kesedihan mendalam akibat musibah gempa yang menimpa kampung halamannya, namun tugas negara sudah menanti remaja yang akrab disapa Badok itu. Ia bakal mewakili Merah Putih di ajang Asian Games XVIII/2018, pada 18 Agustus – 2September mendatang. “Tapi ini ‘kan mau Asian Games. Takutnya malah bikin Indonesia kalah. Mungkin setelah Asian Games, saya segera pulang. Apalagi kakak, juga kasih semangat dan support agar tetap fokus ke Asian Games,” lanjut saudara kandung dari Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti itu. Zohri mendapat suntikan semangat dari pemuka agama ustadz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institute. Ia hadir di Stadion Madya Senayan menepati janji memberikan hadiah berupa umroh gratis bagi Zohri, Eni Nuraeni (pelatih), dan Idan Fauzan Richsan (atlet lompat galah). “Saya datang sebagai putra bangsa dan ingin menepati janji saya untuk memberi hadiah umroh bagi Zohri, pelatih Zohri, dan Idan. Terlebih sebentar lagi ada Asian Games. Tentu perjuangan yang tidak biasa. Momen ini semoga bisa menjadi penambah semangat untuk semua atlet,” tutur Ustadz Adi. Tak hanya itu, Ustadz Adi menjanjikan akan memberikan hadiah bagi peraih medali di ajang Asian Games mendatang. “Untuk yang muslim saya akan hadiahkan umroh, dan untuk yang non muslim saya berikan apresiasi sebesar Rp 30 juta,” ungkapnya. “Terpenting guna menghadapi Asian Games nanti adalah mempersiapkan diri terutam fisik, intelektual, dan spiritual. Perhatikan lawan serta lintasan yang dilalui. Semoga dengan kekuatan spiritual akan memberikan ketenangan sehingga memiliki fokus lebih baik,” tuturnya. Kembali, Zohri mengaku bersyukur dengan apresiasi yang diberikan semua pihak, atas prestasi ia dan rekan-rekannya. “Saya sangat bersyukur sekali, apalagi dapat hadiah umroh gratis lagi. Bagi saya ini sangat luar biasa,” tutup Zohri. (Adt)

Lepas Kontingen Asian Games 2018, Presiden Jokowi Yakin Indonesia Melebihi Target Emas

Presiden Joko Widodo secara resmi melepas kontingen Indonesia untuk Asian Games XVII/2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/8). (Kemenpora)

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Games XVIII/2018, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/8) sore. Orang nomor satu di Indonesia itu meyakini skuat Merah Putih mampu melebihi perolehan emas yang ditargetkan pemerintah. Selain 1.388 atlet dan official, hadir dalam kesempatan itu Puan Maharani (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan/Menko PMK), Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora), Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/Menpupera), Erick Thohir (Ketua Komite Olimpiade Indonesia/KOI dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018/INASGOC), dan Komisari Jenderal Polisi Syafruddin (CdM Kontingen Indonesia). “Saya tahu saudara-saudara atlet yang didukung pelatih dan ofisial yang berlatih sangat keras dalam waktu yang lama. Saya meyakini Insya Allah ema sebanyak-banyaknya didapatkan,” ujar mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu. Presiden Jokowi menyebut pemerintah menargetkan Indonesia masuk 10 besar dengan minimal 16 medali emas. “Target 16 medali emas adalah minimal. Artinya kalau tambah banyak boleh, tapi kalau kurang satu tidak boleh. Jadi jelas ya,” lanjut suami dari Iriana Joko Widodo itu. Saya telah melihat beberapa cabang olahraga yakni jetsi, layar, skateboard, dayung, pencak silat. Saya kira latihan yang cukup panjang ada hasil yang baik,” tambahnya. “Saya meniitipkan kebanggaan negeri ini ada di saudara-saudara seluruh atlet yang akan berlaga dan yakinlah 263 juta masyarakat Indonesia mendoakan semuanya untuk berkumandangnya lagu Indonesia Raya, usai saudara bertanding. Jaga nama baik negara,” cetus pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni, 57 tahun silam itu. Sementara itu, Imam meminta seluruh masyarakat Indonesia mendukung para atlet demi mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia. “Sebuah proses panjang yang di dalamnya terdapat tetesan keringat, darah dan air mata. Semua demi satu tujuan melahirkan prestasi monumental bangsa,” terang menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Ia menyebut Asian Games 2018 merupakan momentum kebangkitan olahraga di Tanah Air. Pria berusia 44 tahun itu meyakini bahwa tak ada hasil yang mengikari usaha, kerja keras, serta keikhlasan. “Dukung dan doakan selalu pahlawan olahraga Indonesia, putra putri terbaik bangsa ini sebagai pelengkap ikhtiar batin yang kita lakukan untuk meninggikan Merah Putih serta mengumandangkan lagu kebanggaan Indonesia Raya dari seluruh arena pertandingan yang ada, demi harkat, martabat dan kebanggaan sebagai bangsa,” tutup Imam. (Adt)

Ada Anomali Mengejutkan Dari Hasil Kejuaraan Dunia dan Emas Bulutangkis Asian Games

Ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meski gagal membawa gelar juara pada kejuaraa dunia 2018 di China, diharapkan mampu meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Indonesia. (djarumbadminton.com)

Jakarta– Kegagalan tim bulutangkis Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018 pekan lalu, mencuatkan sejumlah pertanyaan, apakah skuat Merah Putih sanggup merebut emas di ajang Asian Games 2018 ? Kini, justru fakta menarik mulai terungkap. Walau gagal merebut satu gelar pun di Kejuaraan Dunia, tapi nyatanya Indonesia justru berhasil merengkuh medali emas di ajang Asian Games, saat tahun yang bersamaan dengan digelarnya turnamen berlabel BWF World Championships itu. Fakta ini setidaknya tersaji pada 3 edisi Asian Games sebelumnya, yakni pada 2014, 2010 dan 2006 silam. Tercatat, pada 2014, 2010 dan 2006, Indonesia juga gagal merebut satu pun gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis, namun berhasil merebut medali emas Asian Games di tahun yang sama. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Indonesia sukses mengawinkan emas bulutangkis, di sektor ganda putra dan ganda putri. Dobel Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan duet Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, sama-sama mengukir medali emas, meski sebulan sebelumnya, gagal meraih gelar Kejuaraan Dunia 2014 di Copenhagen, Denmark. Hal serupa juga dialami pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2010, dan tunggal putra Taufik Hidayat, pada 2006. Kegagalan di Kejuaraan Dunia seolah menghadirkan motivasi berlipat di pentas pesta olahraga terbesar bangsa Asia itu. Sejak 2005, Kejuaraan Dunia Bulutangkis berganti format dengan digelar setiap tahun, kecuali pada tahun diberlangsungnya Olimpiade. Hal ini pula yang menjadikan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Bulutangkis, selalu berlangsung dan tampil bersamaan waktunya, dengan tahun diselenggarakan ajang multi event Asian Games, sejak 2006 lalu. Ganda putra Indonesia yang juga unggulan pertama Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo rontok di perempatfinal. Jepang dan China akhirnya mengoleksi dua gelar juara, sedangkan satu titel diraih Spanyol, melalui Carolina Marin. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susi Susanti mengatakan, hasil yang didapat di Kejuaraan Dunia tak mengubah target di Asian Games 2018. Indonesia menargetkan dua emas cabor bulutangkis, dari sektor ganda putra (Kevin/Marcus) dan campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir). “Tak ada perubahan target di Asian Games. Kami melihat peluang yang ada, dan selalu mengevaluasi perjalanan mereka dari Januari-Agustus ini,” kata Susi pada Senin (6/8). “Kami memang bukan membebani atlet, tapi ya ini situasinya realistis saja. Peluang ada di sektor ganda,” tambah Susi. Usai Kejuaraan Dunia di Nanjing, China, atlet Indonesia sudah ditunggu Asian Games 2018. Cabor bulutangkis dipertandingkan pada 19 Agustus. “Harus lebih siap lagi, karena kalau dibilang alarm, setiap pertadingan kalau kalah tentu ada alaramnya untuk mengingatkan. Tapi, bukan berarti habis,” pungkasnya. (Adt)

Berbekal Medali Kejuaraan Asia, Atlet Panjat Tebing 19 Tahun Rajiah Sallsabillah Yakin Sumbang Emas Asian Games 2018

Atlet panjat tebing 19 tahun nomor kecepatan (speed) kelahiran Banten 30 April, Rajiah Salsabillah yakin sumbang medali emas Asian Games XVIII/2018. (FPTI)

Jakarta- Kurang dari sepuluh hari pelaksanaan Asia Games XVIII/2018, persiapan atlet makin matang. Mereka terus mempertajam skill dan mental tanding. Salah satunya yang dilakukan atlet putri panjat tebing pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Rajiah Sallsabillah. Dara kelahiran Banten 30 April 1999 ini makin giat berlatih demi tekad menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Bukan tanpa alasan ia membentang asa di pesta multievent empat tahunan itu. Segudang prestasi ia torehkan. Memulai debutnya di kejuaraan nasional (Kejurnas) Surabaya Cup 2015, ia menempati peringkat 11. Di tahun yang sama, ia tampil di Kejurnas Yogyakarta. Sayang, peringkatnya melorot ke urutan 16. Tak patah arang, Rajiah kembali menempa kemampuannya pada kejuaraan di wilayah Jakarta Utara. Kali ini ia membuktikan kualitasnya sebagai atlet panjat tebing nomor kecepatan (speed) yang mumpuni. Hasilnya, dua medali emas dari nomor speed klasik umum putri dan speed klasik youth A putri, sukses disabet. Setahun kemudian, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta itu kembali mengukir prestasi. Tepatnya di kejuaraan Sawah Lunto Wall Climbing, Sumatra Barat (Sumbar), ia menjadi kampiun di nomor speed klasik perorangan putri. Prestasinya berlanjut di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) dengan mengunci medali emas di nomor speed klasik perorangan putri, masih di tahun yang sama. Berjaya di tingkat nasional, Rajiah mencoba peruntungan di level internasional. Remaja lulusan SMKN 9 Tangerang, Banten itu berlaga di ajang Asian Championship 2017 di Iran. Turun gelanggang di nomor speed world record relay tim putri, Rajiah berhasil mengantongi medali perak. Ia juga mengikuti kejuaraan di Xiamen dan Wujiang, China serta di Moskow, Rusia. Di Rusia, Rajiah berada di peringkat keenam. Lalu, dari kejuaraan dunia di Moskow, ia mengikuti kejuaraan dunia di Chongqing dan Tai’an, China. “Di Chongqing peringkat 10 dan Tai’an peringkat delapan,” ujar atlet asal Banten itu, dikutip situs resmi FPTI, Selasa (7/8). Rajiah mengaku dari semua event yang diikuti terutama di pentas internasional, event di Iran memiliki kesan tersendiri baginya. “Karena dapat medali pertama (di event iternasional),” cetusnya. Perkenalan Rajiah dengan panjat tebing dimulai saat usinya masih 14 tahun. Adalah sang kakak yang juga seorang atlet memperkenalkan dirinya pada olahraga ekstrem itu pada 2013. Dan, sang kakak yang kerap membawa piala usai kejuaraan makin membuat Rajiah jatuh hati pada panjat tebing. “Awal suka panjat tebing karena senang lihat kakak. Tiap lomba pasti bawa piala. Terus pingin coba kayak kakak dan pulang bawa piala,” pungkas atlet yang tengah mengambil studi Sistem informasi ini. (Adt)