Singkirkan Korea Selatan 3-1, Tim Beregu Putri Indonesia Tembus Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018

Dobel Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menekuk ganda Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan (21-18 21-17), pada fase perempat final, dan membawa merah putih lolos ke babak semifinal bulu tangkis beregu putri Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim putri Indonesia lolos ke semifinal bulu tangkis beregu, usai menekuk Korea Selatan 3-1 di Istora Senayan, Jakarta pada Senin (20/8). Kemenangan tim Merah Putih ditentukan di partai keempat dari dobel Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta. Duet Della dan Rziki sukses menghentikan perlawanan Baek Ha Na/Kim Hye Rin dalam permainan dua set, 21-19, 21-15. Indonesia nyaris memastikan tiket ke empat besar saat Fitriani turun di partai ketiga melawan Lee Se Yeon. Sempat kehilangan satu set, Fitriani mampu merebut gim kedua. Sayangnya, kerja keras pebulu tangis peringkat 40 dunia ini kandas di set penentuan (14-21, 21-8, 18-21). Dua poin kemenangan lain, dipersembahkan tunggal Gregoria Mariska Tunjung dan ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Gregoria yang turun di partai pertama mengalahkan Sung Ji Hyun (21-13 8-21 21-18). Sedangkan Greysia/Apriyani mengandaskan Lee So Hee/Shin Seung Chan (21-18 21-17). “Kemenangan Gregoria di partai pertama, memberi pengaruh positif buat saya dan kak Greys (Greysia Polii), sehingga kami jadi lebih yakin,” kata Apriyani usai laga seperti dikutip dari laman PBSI. Berdasarkan hasil undian bulu tangkis beregu Asian Games 2018 yang dihelat pada Kamis (16/8), tim putri Indonesia ada di pool atas bersama Hong Kong, Jepang, India, dan Korea Selatan. Setelah mengatasi Hong Kong dan Korea Selatan, Indonesia bakal bertemu Jepang yang mengalahkan India 3-1, di perempat final. Adapun cabang bulu tangkis beregu Asian Games 2018, baik tim putra dan tim putri, mulai dipertandingkan sejak Sabtu (19/8), hingga Rabu (22/8). (Adt) Hasil Perempat Final Melawan Korea Selatan 3-1 Partai Pertama Gregoria Mariska Tunjung vs Sung Ji Hyun : 21-13 8-21 21-18 Partai Kedua Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Lee So Hee/Shin Seung Chan : 21-18 21-17 Partai Ketiga Fitriani vs Lee Se Yeon : 14-21, 21-8, 18-21 Partai Keempat Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Baek Ha Na/Kim Hye Rin : 21-19, 21-15. Parta Kelima Ruseli Hartawan vs An Se Young (tidak dimainkan)

Kalah di Clean and Jerk, Sri Wahyuni Urung Raih Emas Asian Games 2018 Cabor Angkat Besi

Gagal melakukan angkata Clean and Jerk dengan baik, Lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani, urung menyumbang medali emas Asian Games 2018 cabor angkat besi, di kelas 48 kilogram putri. (Pras/NYSN)

Jakarta- Lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani, gagal mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 angkat besi kelas 48 kilogram putri. Dalam lomba di Hall A2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8), atlet 24 tahun itu hanya merebut perak, usai kalah bersaing dengan atlet Korea Utara, Ri Song Gum. Sri mengangat beban seberat 195 kilogram (snatch 88 kilogram dan clean and jerk seberat 107 kilogram). Sedangkan Song Gum melakukan angkata total 199 kilogram (snatch 87 kilogram dan clean and jerk 112 kilogram). Posisi ketiga ditempati Thailand, Thunya Sukchaoen, dengan total angkata 189 kilogram. Atlet Indonesia lainnya di kelas ini, Putri Yolanda, berada di posisi ke-10 dengan angkatan 162 kilogram. Dalam angkatan snatch, Sri berhasil mengangkat beban seberat 88 kilogram pada angkatan pertama, disusul beban 85 kilogram pada angkatan kedua, dan 88 kilogram pada angkatan ketiga. Ia sempat unggul, karena Ri Song Gum mampu mengangkat 86 dan 87 kilogram, tapi gagal pada angkatan 90 kilogram. Namun, pada Clean and Jerk, atlet andalan PB PABBSI ini hanya bisa mengangkat beban 107 kilogram pada percobaan pertama, dan gagal dengan angkatan 112 kilogram pada percobaan kedua. Pesaingnya dari Korea Utara berhasil mengangkat beban seberat 115 kilogram pada percobaan pertamanya. Perak dari lifter kelahiran Bandung, Jawa Barat, 13 Agustus 1994, menambah daftar pundi-pundi medali kontingan Indonesia, sehingga total mengumpulkan 4 emas, 2 perak, dan satu perunggu dalam Asian Games ini. (Ham)

Mahasiswi Universitas Semarang Jadi Wanita Ketiga Peraih Emas Asian Games 2018 Kontingen Indonesia

Atlet Balap Sepeda Indonesia, Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill, pada Asian Games 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin (20/8). Tiara meraih emas pada nomor tersebut (Dok. CDM Asian Games 2018)

Jakarta- Tiara Andini Prastika adalah salah satu atlet putri dari cabang olahraga balap sepeda, yang menyumbangkan emas ketiga bagi Indonesia paska tampil di Final Run Women Elite Downhill di Asian Games 2018. Ia menduduki peringkat pertama dengan catatan waktu 2:33.056, mengalahkan atlet Thailand Vipavee Deekaballes di posisi kedua dengan waktu 2:42.654. Gadis kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 22 Maret 1996 ini, berada di peringkat 16 Union Cycliste Internationale (UCI), atau lazim dikenal sebagai ranking dunia cabang balap sepeda. Atlet berusia 22 tahun itu pernah menjadi unggulan pertama pada Kejuaraan Asia MTB 2018 di Cebu, Filipina, 4-6 Mei lalu. Sumbangan emas Tiara menjadi yang ketiga bagi Indonesia. Medali emas pertama didapat oleh Defia Rosmaniar, atlet taekwondo putri asal Bogor ini, berhasil mengalahkan Marjan Salahshouri (Iran). Defia yang turun di final nomor tunggal putri poomsae, ungul dengan poin 8,690. Kemudian, Emas kedua dipersembahkan oleh atlet putri wushu, Lindswell Kwok. Lindswell meraup poin 9,75 dan mengalahkan Hongkong dan Filipina yang masing-masing dapat poin 9,71 dan 9,68. Dilansir www.cyclingarchives.com, pada 2017, Tiara juga berhasil merebut posisi pertama di kejuaraan Sleman Downhill, Lubuklinggau Downhill dan Ternadi Downhill. Tiara sudah pernah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia, salah satunya saat menjadi juara Pertama, Putri – Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat pada 2012. Pada 2013, Mahasiswi Universitas Semarang ini dua kali mendapatkan juara pertama, yaitu pada turnamen Porprov Jawa Tengah Banyumas 2013, Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Lalu gelar kampiun berikutnya, ia sabet di event Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat, pada 2013. Pada 20 Agustus 2018, Tiara, menambah total medali emas Asian Games 2018 yang diraih oleh Indonesia. Dia merupakan peraih medali emas ketiga, usai memenangkan nomor downhill putri, dengan mencatatkan waktu 2 menit 33, 056 detik. (Ham)

Balap Sepeda Nomor Downhill Kawinkan Medali Emas, Indonesia Sementara Naik Ke Peringkat Tiga

Atlet balap sepeda gunung, Khoiful Mukhib dan Tiara Andini Prastika, mengawinkan medali emas putra dan putri Asian Games 2018, usai menjadi yang tercepat masing-masing di nomor Downhill. (bisnis.com)

Jakarta- Setelah Taekwondo dan Wushu, kini giliran Balap Sepeda Indonesia berkibar. Kali ini, pasukan Raja Sapta Oktohari meraup dua medali emas pada hari pertama perlombaan balap sepeda Asian Games 2018. Torehan dua emas, dari target empat emas Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), masih dalam jangkauan. Kontingen Indonesia di Asian Games 2018 memperoleh medali emasnya yang ketiga, dari pembalap sepeda gunung putri, Tiara Andini Prastika, di Subang, Jawa Barat, Senin (20/8). Tiara tampil di Final Run Women Elite Downhill, dengan raihan waktu 2 menit 33,056 detik. Ia menang 9,598 detik atas pembalap Thailand, Vipavee Deekaballes. Pembalap putri Indonesia lainnya, Nining Porwaningsih, merebut perunggu. Munculnya Tiara sebagai peraih medali emas Asian Games 2018 bukanlah kejutan. Pasalnya, atlet berusia 22 tahun itu menempati posisi ke-16 dunia saat ini. Di Kejuaraan Asia tahun ini, dia juga mampu menempati posisi ketiga. Sementara pada Kejuaraan Dunia tahun lalu, dara kelahiran Semarang 2 Maret 1996 ini, finis di posisi ke-14. Sebelum Tiara, atlet wushu Lindswell Kwok merebut emas kedua Indonesia di Asian Games 2018 pada Senin ini. Sehari sebelumnya, Defie Rosmaniar mempersembahkan emas perdana dari taekwondo. Sukses Tiara, diikuti Khoiful Mukhib, yang turun di nomor downhill putra. Atlet asal DIY ini mengawinkan medali emas putra dan putri dengan mencatat waktu 2 menit 16.687 detik. Pria kelahiran 15 Desember 1990 ini, mengalahkan Ciang Shengsan asal Taiwan yang 1.497 detik lebih lambat dan meraih perak. Medali perunggu diraih oleh Suebsakun Sukchanya, dari Thailand dengan 1.762 detik lebih lambat dari peraih emas. Dengan dua medali emas dari nomor downhill tersebut, Kontingen Indonesia menyodok ke peringkat ketiga klasemen perolehan medali sementara dengan mengoleksi empat emas, satu perak, dan satu perunggu. (Ham)

Lindswell Kwok Rebut Emas Kedua Dari Wushu, Lalu Ingin Pensiun Membela Indonesia

Usai meraih emas di nomor Taijiquan-Taijijian putri Asian Games 2018, atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, berencana pensiun dari olahraga yang membawanya menjadi peraih empat medali emas Sea GAMES berturut-turut, sejak 2011-2017. (Pras/NYSN)

Jakarta- Atlet Putri wushu Indonesia, Lindswell Kwok, meraih medali emas di Asian Games 2018. Ia menjadi yang terbaik di nomor Taijiquan-Taijijian putri, dalam pertandingan di Hall B JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8). Dalam lomba nomor seni itu, Lindswell menjadi yang terbaik dengan meraih poin 9.75. Atlet Hong Kong, Juanita Mok Eun Ying, merebut perak dengan nilai 9,71. Sedangkan perunggu direbut atlet Filipina, Chrystenzen Wong Agatha, dengan nilai 9,68. Aksi Lindswell di arena disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Setelah berlaga, ia pun mendapat ucapan selamat langsung dari Jokowi. Emas ini menjadi yang kedua yang diraih Indonesia pada Asian Games 2018. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan emas cabang taekwondo lewat Defia Rosmaniar. Namun, keputusan besar diambil Lindswell. Ia berencana pensiun usai mengantungi emas Asian Games 2018. “Sudah cukup. Mau rest dulu. Belum tahu mau ngapain,” kata dara kelahiran Medan, 24 September 1991, usai memastikan medali emas Wushu nomor Taijijian dan Taijiquan, pada Senin (20/8). Pernyataan itu terbilang mengejutkan mengingat usia Lindswell masih berusia 26 tahun. Dan performa apiknya, secara rutin masih terus mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga. Dalam kariernya di Wushu, Lindswell mengoleksi lima medali emas dalam gelaran Kejuaraan Dunia sejak 2009. Di level SEA Games, ia merupakan peraih medali emas sejak 2011 di Jakarta, 2013 Myanmar, 2015 Singapura, dan 2017 Malaysia. “Saya itu sudah terjun ke wushu sejak kecil. Jadi, tidak tahu jika tidak di dunia wushu harus bagaimana dan memang tak bisa lepas begitu saja,” ucap Lindswell. “Yang jelas, setiap kali lihat orang tanding atau latihan juga ingin. Kalau untuk benar-benar berhenti tidak mungkin sementara ini rest dulu,” ujarnya. Soal regenerasi di Wushu Indonesia, Lindswell percaya para juniornya perlahan bakal berkembang, salah satunya termotivasi dengan raihan dirinya sejauh ini. “Sekarang mungkin belum kelihatan. Semoga dengan prestasi sekarang, anak-anak bisa terpacu,” ucap atlet andalan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). “Saya juga dulu seperti itu, awalnya tidak niat, ya sudah latihan aja. Begitu melihat senior-senior bisa juara dunia, perak juara dunia, lalu angkat nama Indonesia lewat wushu, saya akhirnya jadi semangat,” pungkas Lindswell. (Pras)

Fakta, Ini Dia Atlet Softball Termuda Di Ajang Asian Games 2018

Permainan sofbol atau yang lebih dikenal softball pada dasarnya merupakan permainan yang membutuhkan dua pemain dalam tiap pertandingan, yaitu tim pemain penyerang dan tim bertahan. Untuk tim bertahan, tentu mempunyai strategi mempertahankan base. Sedangkan tim pemain penyerang atau pitcher memiliki peran penting dalam permainan dengan strategi penyerangannya. Dari melihat keseluruhan tim yang bermain sebagai pitcher atau pelempar pada Asian Games 2018, ternyata ditemukan atlet Softball termuda loh.. Ya, permainan softball memang sudah mulai dipertandingkan hari ini di ajang Asian Games 2018. Apakah kamu tau fakta mengenai di tim nasional softball putri Indonesia ada satu pemain termuda? Hasil ini didapat dari melihat keseluruhan tim yang bermain sebagai pitcher atau pelempar pada Asian Games 2018. Yuk kita kenal lebih lanjut, siapa dia.. Atlet termuda itu bernama Adhisty Deynira Nuranjani, ia lahir pada 27 September 2001. Berarti atlet ini baru berusia 16 tahun loh. Bayangkan baru usia 16 tahun, tapi sudah jadi atlet softball yang bermain pada ajang perhelatan olahraga Se-Asia, keren bukan? Adhisty yang berasal dari club Reds Bull mengenakan nomor punggung 26 dan masuk pada inning ke tiga saat bertanding lawan Tiongkok hari ini, Minggu (19/08/2018). Adhisty masuk sebagai starter menggantikan Lidia Krey. Namun sayang sekali nih, sobat muda NYSN, pergantian pitcher pun tak bisa menghindarkan Indonesia dari kekalahan telak dengan Tiongkok. Timnas softball putri Indonesia kalah telak 0-14 di laga perdana ini. Hal ini pun berimbas menjadi “Mercy Rule”. Untuk informasi buat kamu, mercy rule itu keadaan saat pertandingan harus dihentikan karena masuk Inning ke empat dan salah satu tim tertinggal lebih dari atau sama 14 poin. Ya, dilansir dari antaranews.com bahwa laga ini tergolong berat bagi timnas Indonesia, karena Tiongkok sendiri masuk pada peringkat 12 dunia. Selain itu, Timnas Indonesia kalah pada postur tubuh dan kecepatan. Sehingga tak bisa menahan laju pukulan keras dari pemain timnas China. (liputan6.com, antaranews.com)

Postur Kalah Jauh Dan Telat Panas, Timnas Basket Putri Tunduk Dari Kazakhstan

Dengan tinggi 167 cm, Shooting Guard Timnas basket putri Indonesia, Christine Aldora Tjundawan (13), berduel melawan forward Kazakhstan, Oxana Ossipenko (19) yang berpostur 186 cm, pada babak penyisihan Grup X bola basket putri, Asian Games 2018, Minggu (19/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas basket putri Indonesia kembali menelan kekalahan pada babak penyisihan Asian Games 2018 yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Meladeni Kazakhstan yang tergabung dalam Grup X, timnas putri Merah Putih takluk dengan skor 73-85. Dengan hasil ini, Natasha Debby Christaline dkk sudah mengoleksi dua kekalahan. Selumnya pada laga pembuka, Indonesia kalah dari Korea Bersatu dengan skor yang lebih telak, 40-108. Pada pertandingan melawan Kazakhstan, Indonesia, sempat bermain baik. Namun, kesalahan demi kesalahan yang terus dilakukan anak asuh Arif Gunarto itu, membuat kesempatan untuk mengimbangi permainan kubu lawan hilang. Bahkan, tanda-tanda kekalahan Indonesia mulai terlihat sejak kuarter kedua, ketika Tamara Yagodkina mencetak dua poin bagi Kazakhstan melalui aksi lay-up. Melalui aksi Yagodkina , Kazakhstan memimpin skor 25-22. Setelah itu, Indonesia makin sulit keluar dari tekanan lawan. Postur tubuh yang tak seimbang, kian menyulitkan Indonesia mendulang poin. Saat laga mencapai half-time, Indonesia tertinggal 31-43. Selepas jeda, permainan Srikandi Indonesia tak kunjung membaik. Buruknya akurasi tembakan dan kegagalan memenangi rebound membuat jarak poin dengan Kazakhstan semakin melebar. Di akhir kuarter ketiga, Indonesia tertinggal 44-66 dari Kazakhstan. Memasuki kuarter keempat, para Srikandi Merah Putih mencoba untuk bangkit. Berulang kali tembakan tiga poin yang dilepas Debby menemui sasaran. Akan tetapi, upaya keras tersebut belum bisa mengubah keadaan. Technical foul yang diberikan wasit pada pemain Kazakhstan juga tak memberi keuntungan bagi Indonesia. Ketika wasit meniup peluit panjang, Indonesia dipastikan menjadi pihak yang kalah. Andre Yuwadi, selaku asisten pelatih mengatakan jika anak asuhnya telat panas saat menghadapi Kazakhstan. “Anak-anak bermain bagus dari kuarter pertama sampai akhir, tapi kami telat panas,” ujar Andre, usai laga, Senin (19/8). Kekalahan ini membuat Indonesia tercecer di dasar klasemen Grup X Asian Games 2018. “Untuk skill, kami di atas mereka, tapi karena postur mereka tinggi-tinggi, itu jadi kendalanya. Di pertandingan selanjutnya, semoga mental anak-anak lebih baik,” ucap Andre. Selanjutnya, Indonesia kembali mendapatkan lawan tangguh, yakni pemuncak klasemen sementara, Taiwan, pada Selasa (21/8). Sebagai perbandingan, postur skuat Kazakhstan yang terendah adalah Elmira Abikeyeva (2) dan Oxana Bagmet (6), dengan tinggi 170 cm. Sementara yang tertinggi, Nadezhda Kondrakova (15) dengan tinggi 192 cm. Dan sembilan pemain lainnya rata-rata memiliki tinggi diatas 180 cm. Sedangkan di kubu Indonesia, sebagian besar berpostur 170 cm, kecuali Center Indonesa, Gabriel Sophia (22), yang memiliki tinggi 184 cm. Andre pun menilai, Taiwan lawan yang sulit ditaklukkan. Jadi, menurut dia, timnas basket putri Indonesia laga yang amat berpeluang bisa memetik kemenangan, ada dilaga terakhir penyisihan Grup X Asian games 2018, kontra India. “Di antara dua laga tersisa, yang paling relevan untuk meraih kemenangan, adalah melawan India,” pungkasnya. (Dre)

Dibantai Empat Gol Tanpa Balas Oleh Taiwan, Timnas Putri Tunggu Jalur Ranking Tiga

Gelandang Timnas putri Indonesia, Zahra Muzdaliffa (11) berebut bola dengan bek Taiwan, Yahue Chen (5), pada laga kedua Grup A, babak penyisihan sepak bola putri Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). (INASGOC)

Palembang- Timnas putri Indonesia gagal meneruskan tren positifnya. Pada laga kedua babak penyisihan Grup A sepak bola putri Asian Games 2018, srikandi Indonesia takluk 0-4 dari Taiwan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). Padahal, di laga pertama pada Kamis (16/8), Indonesia menumbangkan Maladewa 6-0. Indonesia kebobolan cepat saat pertandingan baru memasuki menit keempat. Pemain Taiwan, Yu Hsiu-chin, sudah merobek gawang Indonesia yang dikawal Norrfince Boma. Unggul cepat, membuat Taiwan semakin percaya diri dalam menyerang barisan pertahanan Indonesia.Hasilnya, Taiwan menambah keunggulan 2-0, di menit ke-16, lewat Hsin Hsuan Pao. Indonesia yang terus ditekan, kembali harus rela gawangnya dibobol di menit ke-31 oleh Pi Han Chan. Selang delapan menit, Taiwan menyudahi perlawanan Garuda Pertiwi –julukan Timnas Putri- setelah Hsuan Pao mencetak brace, sekaligus memastikan kemenangan timnya dengan skor telak 4-0. Postur lawan yang lebih unggul membuat barisan pertahanan Indonesia kesulitan mengatasi serangan bola-bola atas. Pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja Ijatna mengakui, para pemainnya kalah dari segi postur, sehingga kerap kedodoran dalam duel udara. “Sejak awal, kami tahu, Taiwan bakal sering melepas crossing. Kami sering berlatih mengantisipasi serangan semacam itu, tapi perbedaan postur, ya sangat berpengaruh,” ucap Satia, dalam konferensi pers pasca-laga. Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi tiga klasemen sementara, dengan poin tiga dari dua partai yang dilewati. Di duel terakhir yang menentukan, Rani Mulyasari dkk harus menghadapi tim kuat asal negeri ginseng, Korea Selatan, pada Selasa (21/8). Meski belum pasti kalah, langkah ini membuat Indonesia tak bisa lolos langsung ke 16 besar. Namun, jalur peringkat tiga terbaik, bisa menjadi alternatif. (Dre) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No       Tim         MP   Gol   Poin 1. Korea Selatan   2    10:1    6 2. Taiwan             2     5:2     3 3. Indonesia         2     6:4     3 4. Maladewa         2     0:14   0 Hasil Grup A Sepak Bola Wanita Asian Games 2018, Minggu (19/8) Maladewa 0-8 Korea Selatan Taiwan 4-0 Indonesia Jadwal Grup A Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Salah Baca Bendera Penanda, Siman Sudartawa Gagal Total Raih Medali Cabor Renang Hari Pertama

Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa (ungu), akhirnya gagal mempersembahkan medali, hari pertama cabor renang Asian Games 2018, pada Minggu (19/8), di di Stadion Aquatik, Senayan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas renang Indonesia berpartisipasi pada empat, dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada cabang olahraga (cabor) renang Asian Games 2018 di Stadion Aquatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (20/8). Namun, Timnas renang Indonesia gagal menyumbangkan satu pun medali. Dimulai saat Dewi Ressa Kania, memilih untuk tak mengikuti nomor gaya bebas 1.500 putri. Ressa terpantau dengan status DNS (did not start). Fitriyati Nurul Fajar pun gagal mengangkat nama Indonesia di nomor gaya punggung 200 meter putri. Catatan waktu 2:19, 38 detik, hanya membuatnya mengakhiri lomba di peringkat ketujuh. I Gede Siman Sudartawa yang memikul ekspektasi tinggi, untuk menyumbang medali pun, akhirnya juga gagal unjuk kebolehan. Kesalahannya saat berlomba dalam nomor gaya punggung 100 meter putra, membuat Siman menyelesaikan lomba di posisi buncit. Tampil di final nomor andalannya, Siman memulai perlombaan di balok start nomor urut satu. Namun, kejadian mengejutkan terjadi, saat para perenang lainnya kembali berputar untuk menuju titik start. Siman, yang sempat berada di posisi keempat, tampak terlihat berhenti sejenak, yang mengakibatkan dia tertinggal dari perenang lain. “Tadi itu, bendera lima meternya benar-benar tidak kelihatan. Yang seharusnya (melakukan) split salto, ini malah aku hempaskan (tangan lagi),” jelas Siman, di Stadion Akuatik, Minggu (19/8) malam. Bendera lima meter yang dimaksud Siman adalah bendera yang membentang di atas dua sisi kolam renang. Akibat ketidakmampuannya melihat bendera penanda itu, Siman harus finis di posisi buncit. Jiayu Xu menjadi perenang asal China yang merebut medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra. Lalu, diikuti oleh Ryosuke Irie (Jepang) dan Juho Lee (Korea Selatan) di tempat kedua dan ketiga. Siman bakal kembali tampil pada Senin (20/8), di nomor 50 meter gaya punggung. Dia berharap bisa lebih fokus lagi di nomor tersebut. “Lebih fokus lagi. Hari ini sih kayanya kurang fokus. Bendera lima meter kurang kelihatan,” tambah atlet adalan PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) ini. Harapan terakhir Indonesia di cabor renang pada hari pembuka ini, ada di nomor estafet gaya bebas 4×100 meter putra. Indonesia yang diwakili empat atlet, Sagita Putri Krisdewanti, Adinda Larasati Dewi, Patricia Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, urung berprestasi. Tim Indonesia hanya mengakhiri lomba di peringkat ketujuh. (Ham)

Pebulutangkis 19 Tahun Asal Garut Jadi Penentu, Indonesia Kunci Tiket Perempat Final Kontra Korea

Tunggal pertama tim beregu putri Indonsia, Gregoria Mariska Tunjung, menang atas pebulutangkis asal Hongkong, Cheung Ngan Yi, dalam duel tiga set, 19-21, 21-8, dan 21-18, di partai 16 besar beregu putri bulutangkis Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia memastikan tiket perempat final bulutangkis beregu Asian Games XVIII/2018, dan berduel dengan unggulan empat, Korea Selatan. Negeri Ginseng itu langsung ke perempat final karena mendapatkan bye di babak 16 besar. Fitriani, pemain tunggal yang turun di partai ketiga, menjadi penentu kemenangan atas Hongkong dengan skor 3-0, di babak 16 besar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Sebelum memastikan kemenangan, pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu harus melewati pertarungan melelahkan saat berjumpa dengan Yip Pui Yin. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu menang rubber game, 18-21, 21-13, dan 21-10. “Di game pertama poinnya ketat. Di akhir game saya kecolongan. Mau mematikan lawan, tapi malah mati sendiri. Saya juga berusaha mengeluarkan permainan terbaik. Banyak ngolah bola. Apalagi lawan fisiknya juga sudah mulai menurun, mungkin dadanya sesak,” ujar Fitriani usai laga. “Pelatih juga mengingatkan ke saya jangan sampai terpengaruh. Alhamdullilah bisa sumbang kemenangan untuk Indonesia,” lanjutnya. Sebelumnya, kemenangan Indonesia atas Hongkong disumbang tunggal pertama, Gregoria Mariska Tunjung. Pebulutangkis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu menuntaskan tugasnya dengan baik paska menumbangkan Cheung Ngan Yi, dengan duel sengit rubber game, 19-21, 21-8, dan 21-18. Indonesia memimpin 1-0 atas Hongkong. “Saat gim pertama saya kalah angin. Selain itu, saya juga merasa adaptasinya terlalu lama, terlalu santai. Dan sebelum bertanding rasanya tegang banget. Ini pertama kalinya main sebagai tunggal pertama, jadi tuan rumah, serta turnamen besar,” terang anak didik Minarti Timur itu. Gregoria tampil sebagai tunggal pertama karena peringkatnya lebih baik dari Fitriani. “Cheung adalah pemain yang temponya cepat dan menyerang. Saya tahu permainan dia lewat video pertandingan. Cheung kalau diajak reli cepet capek juga mainnya,” tambah pemain yang menghuni Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta sejak 2013 itu. Sementara itu, duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga sukses menambah angka bagi kubu Indonesia menjadi 2-0. Mereka mengatasi dobel Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying, dalam duel straight game, 21-14 dan 21-11. “Lawan lumayan bagus dan ada kendala angin di lapangan. Tapi, kami fokus pada permainan di lapangan saja,” ujar Apriyani. Greysia menambahkan pada pertandingan tadi dirinya bersama Apriyani ingin cepat mengakhiri permainan, namun justru hal itu yang membuat mereka melakukan kesalahan sendiri. “Tapi dari situ kami bisa coba pukulan dan coba lapangan lagi. Jadi kami selalu ambil positifnya,” jelas pemain berusia 31 tahun itu. (Adt) Hasil Babak 16 Besar Bulutangkis Beregu Asian Games 2018: Putra 1. Nepal vs Pakistan 3-1 2. Malaysia vs Jepang 3-0 3. Hongkong vs Mongolia (walkover) 4. Korea vs Thailand 3-1 5. Maladewa vs India 0-3 Putri 1. Pakistan vs China Taipeh 0-3 2. Maladewa vs Nepal 3-2 3. Hongkong vs Indonesia 0-3

Persembahkan Emas Perdana, Defia Penuhi Target PB TI Raih Medali

Defia Rosmaniar sukses merebut medali emas pertama bagi kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. Defia merebut medali emas di poomsae taekwondo, Minggu (19/8). (sindonews.com)

Jakarta- Defia Rosmaniar merebut medali emas pertama bagi kontingeng Indonesia, di Asian Games 2018. Defia merebut medali emas di poomsae taekwondo, Minggu (19/8). Di final, Defia mengalahkan Marjan Salah shouri dari Iran. Ini merupakan medali kedua Indonesia di Asian Games 2018. Sebelumnya, Edgar Xavier Marvelo menjadi peraih medali pertama bagi tim Indonesia di Asian Games 2018 ini, ia meraih perak nomor changquan putra. Bertarung di komplek Jakarta Convention Center (JCC), atlet kelahiran Bogor 25 Mei 1995 ini, menang dalam dua babak. Babak pertama Defia mengumpulkan 8,620 dan Marjan mendapatkan nilai 8,760. Kemudian di babak kedua, Defia meraih 8,760 dan lawan mendapatkan 8,470. Presiden RI, Joko Widodo turut menyaksikan langsung perjuangan Defia. Usai berhasil memastikan emas, Defia pun bertemu dengan Presiden Jokowi, untuk mendapatkan ucapan selamat. Defia terlihat menangis saat bertemu dengan Presiden Jokowi. Dengan perolehan emas ini, maka target dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) terpenuhi. Sebab, taekwondo menargetkan satu emas di Asian Games 2018. Sementara itu Sampai pukul 16.00, update perolehan medali terbanyak masih dikumpulkan China disusul Taiwan. China untuk sementara berada di posisi 1 klasemen perolehan medali sementara Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang. China mengumpulkan 1 medali emas dari wushu, 1 medali perak dari menembak. Diposisi kedua Taiwan mengumpulkan 1 emas dari menembak, 2 perunggu wushu dan taekwondo. Sedangkan Indonesia, berhasil meraih 1 medali perak pada cabang wushu. Posisi empat klasemen diduduki India dengan meraih 1 perunggu menembak. Lalu, posisi 4 lainnya yaitu Filipina, Thailand dan Vitenam yang mendapat 1 perunggu dari taekwondo. Korea dan Malaysia juga mendapat 1 perunggu dari taekwondo. (Adt)

Diantara Pembukaan Asian Games 2018 dan Olimpiade 2012, Ada Apa?

Sobat Muda NYSN pasti semalam berdecak kagum dan bangga kan dengan kemeriahan Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Tak hanya menimbulkan kesan bangga, acara pembukaan yang telah menjadi sorotan  se-Asia ini juga menampilkan satu hal yang menarik bahkan telah sampai jadi trending topic. Hm, kamu pasti sudah tau bukan? Pada video intro opening ceremony Asian Games 2018 menampilkan aksi Presiden Joko Widodo menggunakan motor gede (moge). Dalam video ditunjukkan adegan Presiden Jokowi menuju ke Stadion Utama Gelora Bung Karno menggunakan moge karena mobil kepresidenannya terjebat macet. Tak hanya sampai disitu, ada juga adegan orang nomor satu se Indonesia itu melakukan aksi lompatan dengan motor. Hingga akhirnya, Jokowi digambarkan telah tiba di SUGBK dan masuk ke area parkir. Sang Presiden pun tiba di SUGBK dan disambut dengan kemeriahan puluhan ribu penonton di stadion. Aksi tersebut pun menuai kekaguman orang Indonesia maupun luar negeri. Seperti yang dilansir dari kompas.com, Seorang pengusaha asal Australia, James yang menyaksikan pembukaan berkata bahwa Jokowi menggunakan sepeda motor adalah momen terfavoritnya. dan James menambahkan, dilansir kompas.com, bahwa video intro Asian Games 2018 itu mempunyai benang merah dengan upacara pembukaan Olimpiade 2012. Mengapa begitu? Pasalnya, sobat muda tau gak, kalau video intro opening Olimpiade 2012 juga menampikan aksi tokoh penting. Dimana waktu itu, saat London 2012, Daniel Craig yang merupakan pemeran James Bond beradu peran dengan Sang Ratu Elizabeth II. Dalam cuplikan video, Craig dan Sang Ratu naik helikopter dari Buckingham Palace menuju ke Stadion Olimpiade London. Setelah helikopter tepat berada di atas stadion, Sang Ratu dan Daniel Craig pun melakukan aksi lompatan terjun payung dari helikopter. Hingga akhirnya, Ratu Elizabeth didampingi suami masuk ke venue stadion Olimpiade dan duduk di tribune kehormatan. Kesamaan akan “rasa” cerita dari video intro tersebut ternyata karena keberadaan seorang Scott Givens. Dia lah penyebab mengapa video intro Asian Games 2018 itu mempunyai benang merah dengan upacara pembukaan Olimpiade 2012. Sobat Muda NYSN, Givens adalah pemimpin perusahaan FiveCurrents yang bergerak di dunia entertaiment, khususnya seperti pengelolaan live event. Sepanjang karier, Scott Givens telah berhasil menangani lebih dari 400 event-event besar. Sejumlah acara pembukaan olimpiade dengan total 12 ajang musim panas maupun dingin sudah banyak berhasil ditangani. Mulai dari Salt Lake 2002 hingga Rio de Janeiro 2016. Pada Olimpiade 2012 di London, FiveCurrents merupakan production company di opening ceremony. Enam tahun setelah acara tersebut, Givens bertindak sebagai Executive Producer di Upacara Pembukaan Asian Games 2018. Enam tahun berselang, barulah Givens didaulat sebagai Executive Producer dari upacara pembukaan Asian Games 2018. Pada upacara yang berlangsung pada Sabtu (18/08/2018) Scott berkata bahwa upacara tersebut menampikan sejarah dengan cerita berbeda, memunculkan juga unsur-unsur yang alami sebagai elemen, seperti bumi, angin, dan api yang merupakan dari budaya Indonesia. Tak hanya itu, ada juga tarian budaya yang menjadi magnet di penampilan pembukaan. Oh iya, informasi tambahan buat kamu, kalau panggung Upacara Pembukaan Asian Games 2018 memiliki berat 600 ton dengan ukuran panjang 120 meter, lebar 30 meter, serta tinggi 26 meter. Panggung tersebut menampilkan pemandangan gunung dan tumbuh-tumbuhan sebagai ciri khas Indonesia. Sungguh menarik dan bikin kamu makin terkagum-kagum lagi, bukan? Kalau begitu, jadi makin Bangga yaa jadi Bangsa Indonesia.   (kompas.com)

Jika Lolos 16 Besar Lewat Jalur Ranking Tiga Terbaik, Timnas U-23 Bakal Ditunggu China

Jika Timnas U-23 lolos 16 besar dari jalur ranking tiga terbaik, maka skenario lawan yang akan dihadapi adalah juara Grup C. Saat ini, China berada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. (Pras/NYSN)

Jakarta- Sepak Bola Asian Games 2018 sudah berputar sejak 10 Agustus lalu. Ada 25 tim yang berpartisipasi dalam ajang multievent di Asia ini. Semua peserta dibagi ke dalam enam grup. Grup A yang diisi tuan rumah Indonesia, menjadi yang terbanyak penghuninya. Selain Indonesia, ada Hong Kong, Taiwan, Laos, dan Palestina. Sementara masing-masing grup lainnya diisi empat tim. Status Tim yang berhak lolos ke babak 16 besar, adalah juara dan runner-up grup, plus empat tim dari posisi tiga terbaik. Untuk penghuni peringkat ketiga terbaik di tiap klasemen, perhitungannya tak jauh berbeda dengan dua tim terbaik tiap grup. Persoalan terjadi, jika ternyata ada dua atau lebih tim, memiliki poin sama dalam satu grup. Maka kriteria tim yang dinyatakan lolos, dihitung melalui selisih gol, dan produktivitas tim. Andai masih sama, diberlakukan perhitungan selisih gol dari seluruh pertandingan yang sudah dimainkan di grup. Bila masih sama juga, harus dilakukan adu tendangan penalti, dengan syarat tim bersangkutan berada dalam satu lapangan dan sedang bertanding. Penentuan lainnya, yakni melalui skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima, saat penyisihan grup. Terakhir adalah penentuan berdasarkan pot, saat dilakukan drawing. Tim yang berada di pot atas saat drawing, bakal mendapat lampu hijau untuk lolos. Lalu bagaimana penentuan empat tim di posisi tiga terbaik? Penentuan dilihat dari tim mana saja yang menempati posisi ketiga di klasemen grup. Namun, tim yang berada dalam satu grup yang jumlahnya lebih banyak dari grup lain, ada mekanisme lain. Grup A yang dihuni lima tim, maka penentuan tim peringkat ketiganya, akan menghilangkan hasil laga pertandingan dengan penghuni dasar klasemen grup, yang mereka huni. Hal ini ditempuh, agar jumlah pertandingannya, bisa dihitung sama dengan peringkat ketiga grup lainnya. Terakhir, empat peringkat tiga terbaik ditetapkan, melalui jumlah poin yang dikoleksi tim, selisih gol, jumlah gol yang dicetak, kriteria fair play (skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah) dan juga ditentukan berdasarkan pot tertinggi. Dari seluruh tim Grup A, baru Palestina yang resmi merampungkan empat partai pertandingan. Empat tim lain menyisakan laga pamungkas pada Senin (20/8). Indonesia akan berhadapan dengan Hong Kong pada laga pamungkas. Kemenangan pada laga tersebut akan memastikan posisi Indonesia sebagai juara grup atau tidak. Jika menjadi juara Grup A, Hansamu Yama dan kolega, akan berhadapan dengan salah satu tim peringkat ketiga terbaik, dari Grup C, D, atau E. Andaipun seri, Indonesia menyimpan peluang lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Hanya saja, lawan mereka akan lebih sulit pada babak 16 besar. Salah satu potensi terbesar jika Garuda Muda lolos melalui jalur ranking tiga terbaik ini, adalah skenario menantang juara Grup C. Saat ini, China ada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. China sangat produktif dengan mencetak 9 gol, dan belum kebobolan hingga laga kedua, pada Kamis (16/8) lalu. (Ham) Group C Klasemen Grup C No         Tim                    MP   Gol   Poin 1  China U23                     2     9:0     6 2  Suriah U23                    2     1:3    3 3  Uni Emirat Arab U23      2      4:2    3 4  Timor Leste U23            2     1:10   0 Klasemen Timnas U-23 di Grup A No      Tim           MP   Gol  Poin 1 Palestina U23     4     5:3    9 2 Hong Kong U23  3     8:2    7 3 Indonesia U23    3     8:2    6 4 Taiwan U23        3     0:8    1 5 Laos U23           3     2:8    0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos

Kiostix Sulit Diakses, INASGOC Gandeng Blibli Jual Tiket Asian Games 2018

Kacaunya proses penjualan tiket online Asian Games 2018 di KiosTiX, membuat Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC) mengambil tindakan cepat, dan mengalihkannya ke situs e-commerce Blibli.com. (Alinea.id)

Jakarta- Kacaunya proses penjualan tiket online Asian Games 2018 di KiosTiX membuat Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC) mengambil tindakan cepat. INASGOC memutuskan untuk mengalihkan penjualan tiket online yang semula dilakukan di KiosTiX, ke situs e-commerce Blibli.com. Langkah ini diambil demi mengatasi berbagai masalah yang dialami pembeli tiket Asian Games 2018 di KiosTiX. Kiostix sebagai mitra penjualan tiket Asian Game ke-18, baik tiket upacara pembukaan, penutupan, ataupun pertandingan, menghadapi persoalan. Direktur Media dan Public Relations Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) Danny Buldansyah mengatakan, hal tersebut disebabkan kendala yang dialami oleh KiosTix.com, situs yang sebelumnya dipercaya menangani distribusi tiket. “Intinya bahwa karena KiosTix sistemnya ada kendala, jadi mereka bekerja sama dengan Blibli. Jadi mudah-mudahan kalau sistemnya sudah naik maka sudah bisa beli lewat Blibli,” kata Danny, pada Jumat (17/8). Sementara itu, Erick Thohir, selaku Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menyatakan bahwa aksi cepat penambahan jalur distribusi penjualan tiket ini, dilakukan untuk memberi akses lebih luas dan mudah bagi masyarakat, yang ingin menikmati secara langsung perhelatan olahraga terbesar kedua di dunia ini. “Kami sebagai panitia berkomitmen penuh untuk terus memberikan yang terbaik demi kesuksesan Asian Games 2018 dan selalu berupaya maksimal dalam mencari solusi pada setiap masalah yang muncul,” ujar Erick dalam rilisnya, pada Jumat (17/8). Direktur Utama KiosTix Ade Sulistioputra mengatakan, kendala akses dihadapi calon pembeli tiket di situs kiostix.com menyusul lonjakan permintaan yang tinggi terhadap pembelian tike. Bahkan, Sejak Rabu (15/8), situs ini sudah mulai sulit diakses oleh calon pembeli tiket laga sepak bola putra, saat Indonesia melawan Palestina. “Kami harap penambahan sejumlah titik distribusi dapat menjawab persoalan lalu lintas data yang tinggi karena antusiasme masyarakat juga tinggi,” ujar Ade. INASGOC memastikan pembelian tiket Asian Games 2018 melalui dua jalur distribusi menyusul kehadiran Blibli.com, sebagai salah satu agen penjual. (Adt)

Bidik 30 Medali Emas, Asian Games 2018 Jadi Pemanasan Jepang Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Chef de Mission (CdM) Kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita, saat berbicara pada sesi jumpa wartawan, di Media Press Center (MPC), Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/8). (bolapsort.com)

Jakarta- Kontingen Jepang menargetkan meraih 30 medali emas pada penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018. Event olahraga empat tahunan ini sekaligus dijadikan ajang ujicoba Jepang menuju tuan rumah Olimpiade 2020, Tokyo. “Kami berharap mencapai target posisi ke-3 di Asian Games 2018, dengan target 30 medali emas. Sebenarnya target kami bukan disini (Asian Games), tapi Olimpiade 2020, di Tokyo,” ujar Yasuhiro Yamashita, Chef de Mission (CdM) Kontingen Jepang, di Media Press Center (MPC), Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/8). Pada Asian Games XVII/2014, Incheon, Korea Selatan (Korsel), Jepang finish diurutan ke tiga dalam daftar peraih medali dengann 200 medali, terdiri dari 47 emas, 77 perak, dan 76 perunggu. Jepang berada di bawah China sebagai Juara, dengan 151 emas, 109 perak, dan 85 perunggu. Diikuti Korsel 79 emas, 70 perak, dan 79 perunggu. Menurut Yamashita, terdapat beberapa cabang olahraga yang secara tradisional merupakan keunggulan Jepang pada Asian Games ini seperti judo, gulat, senam dan renang. “Kami juga memiliki potensi di cabang tenis meja, karate, sofbol, badminton, juga bisbol,” lanjutnya. Peraih emas cabang judo pada Olimopiade 1984, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) itu, menegaskan Asian Games 2018 ini menjadi ajang ujicoba menuju Olimpiade 2020, saat Jepang bertindak sebagai tuan rumah. “Jika kami meraih hasil terbaik di Asian Games ini maka itu sangat bagus dan kami siap untuk Olimpiade 2020. Tapi, jika nanti hasilnya kurang memuaskan, maka akan menjadi bahan evaluasi untuk persiapan Olimpiade 2020,” terangnya. Ia hanya berharap para atlet Negeri Sakura bisa menampilkan performa terbaik dalam cabaang olahraga terutama yang menjadi unggulan. “Bila mereka mampu melakukannya disini (Asian Games), itu artinya kami punya tim yang menjanjikan untuk dua tahun ke depan,” cetus Yamashita. (Adt)

Superior, Universitas Pelita Harapan (UPH) Empat Kali Juara LIMA Basketball Nationals

Tim Putra Universitas Pelita Harapan (UPH/Merah) Banten, kembali menjadi kampiun LIMA Basketball Nationals 2018. Selama empat tahun berturut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 telah rampung. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan lima regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC). Perhelatan akbar yang digelar di GOR Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, bergulir 9-16 Agustus 2018. Sebanyak 12 tim putra dan 8 tim putri saling beradu dalam ajang bola basket nasional antarmahasiswa ini. Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten masih menjadi yang terkuat di sektor putra LIMA Basketball Nationals. Seperti laga ulangan final GJC tahun ini, UPH sukses menaklukkan Universitas Esa Unggul (UEU) di final nasional ini. Selama empat tahun berturut-turut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. Di sektor putri, gantian Universitas Esa Unggul (UEU) yamg superior dan kembali mempertahankan status kampiun. UEU finis di puncak LIMA Basketball Nationals usai menekuk UPH di final. Selama tiga musim, The Swans, julukan UEU, mempertahankan takhta juaranya. Kejutan disajikan peringkat ketiga sektor putra, Institut Perbanas. Absen selama tiga tahun di fase nasional, Perbanas comeback dengan finis di posisi ketiga. Peringkat ketiga GJC itu sukses menundukkan juara EJC, Universitas Surabaya (Ubaya), pada laga perebutan peringkat ketiga. Selain itu, LIMA juga memberi gelar top block, top steal, top rebound, top assist, top scorer, best management, dan juga MVP. LIMA pun turut mengapresiasi para student athlete, yang memiliki prestasi cemerlang. Status gelar all academic player, khusus disematkan untuk student athlete yang juga mengukir Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018 Putri Juara Putri Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 2 Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 3 Universitas Surabaya Putra Juara Putra Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 2 Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 3 Institut Perbanas Jakarta Gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018 Top Assist Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Christian Pascal (Univ. Padjadjaran Bandung) Top Rebound Lea Elvensia W Kahol (Univ. Surabaya) Agus Salim (Univ. Esa Unggul Jakarta) Top Block Ni Komang Sitha Dewi Marino (Univ. Pelita Harapan, Banteng) Agung Eko Prabowo (Univ. Surabaya) Top Steal Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Muhammad Basith (Institut Perbanas Jakarta) Top Scorer Lea Elvensia W. Kahol (Univ. Surabaya) Dandung O’Neal Pamungkas (Univ. Atmajaya Yogyakarta) Best Management Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung Institut Perbanas, Jakarta All Academic Player Zulfa Nur Umniyah – Univ. Pendidikan Indonesia, Bandung – 3,91 Alfi – Univ. Ahmad Dahlan, Yogyakarta – 3,90 MVP Jane Charissa Adelaide Purwandoyo – Univ. Esa Unggul Jakarta Yesaya Alesandro Saudale – Univ. Pelita Harapan, Banten

Menang di HUT RI 73, Dua Gol Striker Naturalisasi Bantu Indonesia Jaga Peluang

Cukur Laos 3-0 dalam laga penyisihan Grup A Asian Games 2018, dua gol Timnas U-23 diborong pemain naturalisasi Alberto "Beto" Goncalves (9) pada ment ke-13 dan 47, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 sukses mengalahkan Laos 3-0 dalam pertandingan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (17/8). Indonesia akan lolos ke babak 16 besar, bila mampu mengalahkan Hong Kong pada laga terakhir pada Senin (20/8). Indonesia tampil dominan di laga ini. Dua gol diborong pemain naturalisasi Alberto “Beto” Goncalves pada ment ke-13 dan 47. Gol lainnya diceploskan Ricky Fajrin pada menit ke-75. Dengan hasil ini, Indonesia mengemas nilai 6 dari tiga laga. Dua gol yang dicetak oleh Beto, membuat pemain Sriwijaya FC itu masuk jajaran pencetak gol terbanyak sementara di Asian Games 2018. Beto sejauh ini sudah mencetak tiga gol untuk Timnas U-23. Selain Beto, ada nama Stefano Lilipaly yang masuk daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 2 gol. Tiga gol yang telah dicetak Beto membuat pemain naturalisasi ini sama dengan torehan pemain Hong Kong, Tan Chun Lok, dan striker Malaysia, Safawi Rasid. Jumlah gol yang ditorehkan Beto bersama Timnas U-23 hanya kalah dari pemain Korea Selatan, Hwang Ui-jo, yang mengoleksi 4 gol. Tim asuhan Luis Milla itu menempati posisi ketiga klasemen, tertinggal satu poin dari Hong Kong di urutan kedua. Sementara Palestina statusnya lolos ke babak 16 besar karena sudah mengemas 8 poin, dari 4 laga. Gelandang Timnas U-23, Evan Dimas sukses menyabet tite sebagai raja operan dalam laga. Dilansir BolaSport.com dari data Labbola, Evan memang menjadi pemain yang paling banyak melepas passing. Bermain sejauh 81 menit, gelandang Selangor FA itu sukses melepas 88 operan. Namun hanya 78 operan bola yang berhasil, sepuluh lainnya tak tepat sasaran. Catatan ini seolah merupakan titik kembalinya Evan dalam skuat timnas U-23. Dari dua laga sebelumnya yang dilakoni Indonesia, sosok Evan yang dikenal sebagai pembagi bola tak tampak. Pada partai pertama melawan Taiwan, Evan yang dimainkan 67 menit hanya melepas 49 passing. Sementara pada laga kedua melawan Palestina, Evan absen. Namun, Evan sangat berkontribusi dalam permainan Indonesia menantang Laos. Selain sukses menjadi raja passing, eks Bhayangkara FC juga tercatat melepas tiga tembakan. (Ham) Hasil Jumat (18/8) Grup A Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi Palestina 1-1 Hong Kong Indonesia 3-0 Laos Klasemen Timnas U-23 di Grup A No   Tim               MP     Gol     Poin 1 Palestina U23       4      5:3      9 2 Hong Kong U23    3      8:2      7 3 Indonesia U23      3      8:2      6 4 Taiwan U23          3      0:8      1 5 Laos U23             3      2:8      0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos Daftar Top Skorer Sementara Asian Games 2018 4 gol Hwang Ui-jo (Korea Selatan) 3 gol Tan Chun Lok (Hong Kong) Alberto Gonçalves (Indonesia) Safawi Rasid (Malaysia) 2 gol Stefano Lilipaly (Indonesia) Gao Zhunyi (Tiongkok) Wei Shihao (Tiongkok) Zhang Yuning (Tiongkok) Jordi Tarrés (Hong Kong) Yuto Iwasaki (Jepang) Ernist Batyrkanov (Kirgizstan) Abdulrahman Gharib (Arab Saudi) Supachai Jaided (Thailand) Zayed Al-Ameri (Uni Emirat Arab)

Beregu Indonesia Hadapi Lawan Berat, PBSI Minta Kerja Keras Sejak Awal

Anthony Sinisuka Ginting, salah satu andalan skuat tim bulutangkis beregu putra Indonesia Asian Games XVIII/2018 harus berjuang keras sejak awal. Sebab, mereka dihadapkan tantangan berat. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meminta tim beregu putra dan putri Asian Games XVIII/2018 harus berjuang keras sejak awal. Sebab, mereka dihadapkan tantangan berat. Hal itu dikatakan Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI menanggapi hasil undian beregu cabang bulutangkis, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/8) malam. “Kita tidak bisa mengeluhkan hasil drawing. Itu adalah fakta yang harus dipersiapkan. Yang penting tim berjuang keras sejak awal,” ujar Budiharto. Tim putra Indonesia berada di pool bawah bersama tim India, Maladewa, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan (Korsel). Indonesia yang menempati unggulan dua mendapat jatah bye di laga perdana. “Hasil tim putra, ini perjuangan berat untuk semuanya. Karena tim-tim bagus terkumpul di pool bawah. Untuk babak pertama kalau digambarkan, Jepang bertemu Malaysia, Korsel berhadapan dengan Thailand. Empat tim tersebut terkumpul dan hanya satu yang ke semifinal,” lanjutnya. Jika di babak kedua berhasil melewati hadangan pemenang antara India dan Maladewa, Indonesia bakal menghadapi lawan berat di semifinal. “Kami menunggu pemenang antara Maladewa dan India. Memang perjuangan berat nantinya di semifinal. Siapa pun yang melewati India. Tim yang dihadapi relatif kuat,” tambahnya. Sementara, tim putri Indonesia menempati pool atas bersama Hongkong, Korsel, India, dan Jepang. Srikandi Merah Putih memulai laga pembuka menantang Hongkong. Jika berhasil melewati Hongkong, Fitriani dan kolega di perempat final bakal berjumpa dengan Korsel yang mendapatkan bye di babak pertama. Dan jika langkah mereka terus berlanjut, maka mereka akan bertarung dengan pemenang antara Jepan dan India. Baik Jepang maupun India, turut mendapatkan bye di babak pertama. “Kalau tim putri, kami tahu karena tidak seeded. Hasil undian itu realitas yang harus dihadapi. Kami berada di pool atas. Pertama, kami sudah harus berjuang menghadapi Hongkong. Jika lolos bertemu Korsel. Jadi ini yang harus dihadapi,” tukas Budiharto. (Adt) Skuat Beregu Bulutangkis Indonesia Asian Games 2018 : Putra : 1. Jonatan Christie 2. Anthony Sinisuka Ginting 3. Ihsan Maulana Mustofa 4. Kevin Sanjaya Sukamuljo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Fajar Alfian 7. Muhammad Rian Ardianto 8. Mohammad Ahsan 9. Tontowi Ahmad 10. Ricky Karanda Suwardi Putri : 1. Fitriani 2. Gregoria Mariska Tunjung 3. Ruselli Hartawan 4. Greysia Polii 5. Apriyani Rahayu 6. Della Destiara Haris 7. Rizki Amelia Pradipta 8. Ni Ketut Mahadewi Istarani 9. Liliyana Natsir 10. Debby Susanto