Berkekuatan 938 Atlet dan 365 Official, Kontingen Indonesia Asian Games 2018 Resmi Dikukuhkan

Kontingen Indonesia Asian Games XVIII/2018 resmi dikukuhkan oleh Puan Maharani (Menko PMK), di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (5/8). (Adt/NYSN)

Jakarta- Kontingen Indonesia Asian Games XVIII/2018 resmi dikukuhkan Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (5/8). Dalam kesempatan itu juga dilakukan Penandatanganan Pakta Integritas CdM (Chief de Mission) Asian Games VIII/2018. Di pesta multievent empat tahunan itu, kontingen Indonesia berkekuatan 1.383 orang, teridiri dari 938 atlet, 365 official, dan 80 headquarter. Namun, jumlah atlet yang hadir pada pengukuhan itu hanya sepertiga dari jumlah keseluruhan, karena sebagian atlet masih mengadakan training camp dan tary out di luar kota atau luar negeri. Para atlet akan bertanding pada 465 nomor dari 40 cabang olahraga (cabor). Jumlah nomor dan cabor itu meningkat dibanding Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, yang mementaskan 39 nomor dari 36 cabor. Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik U-20, terpilih menjadi salah satu dari tiga perwakilan pembaca janji atlet. Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin, yang menjadi Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Asian Games XVIII/2018, mengatakan seluruh kontingen Indonesia sudah siap dalam mengemban tugas untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. “Kontingen Indonesia siap mengharumkan nama Indonesia meraih kemenangan serta merebut juara, di Asian Games 2018. Kami mohon doa restu semua masyarakat Indonesia, agar capaian Indonesia optimal,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) itu dalam sambutanya. Sementara Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) sekaligus Ketua Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), menyebut jumlah kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara-negara peserta lainnya. “Sudah menjadi tradisi bagi KOI dimana sebelum kontingen dilepas oleh negara untuk berjuangan di Asian Games maka KOI melakukan pengukuhan dan penandatanganan pakta integritas,” terang pria kelahiran Jakarta, 48 tahun silam itu. Sedangkan Puan menyebut bahwa acara ini merupakan momen yang membanggakan karena bisa mengukuhkan duta olahraga nasional, para duta bangsa, dan para pahlawan olahraga Indonesia yang nantinya akan berlaga di Asian Games 2018 demi kebanggaan bangsa dan negara. “Saya juga menyampaikan selamat kepada seluruh tim Indonesia, para atlet, para pelatih dan seluruh official untuk bisa mewakili bangsa dan negara pada pagelaran Asian Games 2018,” tutur Puan. “Ini adalah tanggung jawab dan seluruh tim patut berbangga, sebab telah menunjukkan dedikasi dan prestasinya, sehingga kalianlah yang memang patut dan pantas mewakili Merah Putih bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukas cucu Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno itu. Di saat yang sama, Erick mengatakan persiapan acara pembukaan pesta multievent negara-negara Asia edisi ke-18 mendekati fase akhir. “Persiapan pembukaan sudah hampir final. Semua pengisi acara sudah berlatih termasuk penari yang sudah bersiap selama beberapa bulan terakhir,” ujar Erick, pada Minggu (5/8). Pihaknya kni tengah memastikan lancarnya pasokan listrik, air serta jaringan wi-fi. “Tinggal memastikan soal listrik, air dan wi-fi. Soal lain yakni transportasi dan keamanan juga sudah siap. Ini demi memberikan rasa nyaman kepada semua orang yang nantinya hadir menyaksikan acara pembukaan Asian Games 2018,” tambah pendiri Mahaka Group itu. Sementara, soal defile kontingen Indonesia pada acara pembukaan, Erick menyebut akan diikuti sekitar 1000 atlet serta official. Meski begitu, ia belum bisa memastikan siapa yang nantinya akan membawa bendera Merah Putih saat defile berlangsung. “Untuk nama pembawa bendera Merah Putih masih akan dibicarakan secara internal terlebih dahulu,” terang anak pasangan Teddy Thohir (ayah) dan Edna Thohir (ibu) itu. Dan, acara pembukaan Asian Games XVIII/2018 bakal berlangsung pada Sabtu (18/8), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta. (Adt)

Dua Bulan Jelang Perhelatan Asian Para Games 2018, Sekitar 3.038 Atlet Disabilitas Sudah Terdaftar

Raja Sapta Oktohari (Ketua INASGOC), Tarek Souei (CEO of APC), Adiati Noerdin (3rd Vice Chairman of INAPGOC) saat memberikan Press Conference The 6th Coordination Commission Meeting, di Hotel Grand Melia, Jakarta, Sabtu (4/8). (Adt/NYSN)

Jakarta- Dua bulan jelang pesta olahraga atlet-atlet penyandang disabilitas di negara Asia (Asian Para Games 2018), sekitar 3.038 atlet sudah resmi mendaftarkan diri. Hal itu dikatakan Raja Sapta Oktohari, Ketua Panitia Pelaksanan Asian Para Games (INAPGOC) 2018. Ia menyampaikan dalam event Press Conference 6th Coordination Commission Meeting, di Jakarta, Sabtu (4/8). Dalam kesempatan itu, juga hadir Tarek Souei (CEO of Asian Paralympic Committee/APC), dan Adiati Noerdin (3rd Vice Chairman of INAPGOC). “Registrasi saat ini sudah terdaftar 3.038 atlet, dan 1.847 official serta 433 media asing. Selain itu, untuk kedatangan para atlet akan menggunakan terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan dukungan jalur khusus dan ambulift untuk memperlancar proses akreditasi dan pemindahan atlet disabilitas,” ujar Okto, sapaan akrabnya. Pria kelahiran Jakarta, 19 Oktober 1975 itu menyebut akan terdapat sekitar 1.400 atlet yang menggunakan kursi roda (wheelchair), dan mereka nantinya akan langsung dijemput setibanya dari pesawat. “Para atlet dan official juga sudah mulai melakukan pengurusan visa di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di negara masing-masing,” lanjutnya. Okto menambahkan terkait publikasi media marketing akan ada strategi publikasi dan media sosial yang lebih masif dan interaktif pada September mendatang. “Ini sesuai arahan pemerintah agar kami gencarkan pada saat Asian Games 2018 selesai. Begitu juga dengan publikasi profile para atlet disabilitas untuk meningkatkan pengetahuan publik tentang Asian Para Games 2018,” terang putra dari Oesman Sapta Odang itu. “Kami siap melakukan eksposure besar-besar tak hanya soal Asian Para Games, tapi juga kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah dan ramah terhadap penyandang disabilitas,” tegas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2011-2014 itu. Sementara itu, Adiati menjelaskan Asian Para Games 2018 memberikan inspirasi terutama bagi para disabilits jika mereka mempunyai kesempatan yang sama dengan atlet lainnya. “Ini sangat menginspirasi bagi orang-orang yang berkebutuhan khusus dan mereka memiliki kesempatan yang sama seperti yang lainya,” tukas Adiati. (Adt)

Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia, Kevin/Marcus Alihkan Fokus Ke Asian Games 2018

Ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, sukses menekuk dobel nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. (tribunnews.com)

Jakarta– Pupus asa duet Merah Putih, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, untuk meraih gelar juara dunia 2018. Duo Minions harus mengubur impiannya tersebut usai tersingkir di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018). Mereka takluk dari ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. Laga yang berlangsung Jumat (3/8) di Nanjing Olympic Sports Centre, China, pasangan nomor satu dunia ini tampil di bawah level permainan terbaiknya. Selain itu, juara All England 2017 & 2018 ini kerap melakukan kesalahan sendiri. Hasil ini serupa dengan raihan tahun lalu, yang juga terhenti di babak perempatfinal. “Lawan pertahannnya rapat, bolanya berat dan enggak gampang dismes, jadi lebih enak untuk lawan. Selain pertahanan yang bagus, Kamura/Sonoda serangannya juga bagus. Ketemu mereka memang selalu ramai. Semoga kami bisa meraih hasil yang lebih baik di Asian Games 2018,” ungkap Marcus usai laga dalam rilis resmi PBSI. Kevin/Marcus bakal menjadi salah satu andalan Indonesia dalam meraih medali emas pada Asian Games 2018, yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September. “Memang lawannya bagus, tak gampang dimatikan. Kami sudah tahu dari awal kalau lawan mereka pasti tidak akan gampang,” tambah Kevin. Kekalahan itu sekaligus membuat rekor head to head Kevin/Marcus dengan Kamura/Sonoda menjadi imbang 4-4. Indonesia juga tak memiliki wakil lagi di sektor ganda putra. Dengan hasil ini, Kevin/Marcus, yang mengoleksi sepuluh gelar juara super series itu, belum bisa meraih titel di turnamen mayor. (Adt)

Demi Target Masuk 10 Besar Asian Games 2018, Indonesia Buru 16 Medali Emas

Bersaing dengan 45 negara yang mengikuti Asian Games 2018, Indonesia masih berharap besar pada cabang Olimpiade seperti bulutangkis dan angkat besi. (antarafoto.com)

Jakarta- Demi mengejar target masuk peringkat 10 besar di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia (Asian Games) pada 18 Agustus – 2 September 2018, kontingen Merah Putih memburu 16 medali emas. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Menilik hasil Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, skuad Garuda finish diposisi 17, dengan raihan 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Sedangkan peringkat 10 dihuni Qatar (10 emas, 4 perak), kemudian ada Taiwan diurutan sembilan (10 emas, 18 perak, 23 perunggu). Lalu diposisi delapan ditempati India (11 emas, 10 perak, 36 perunggu), serta Korea Utara diposisi tujuh (11 emas, 11 perak, 14 perunggu), dan Thailand bertengger diperingkat enam (12 emas, 7 perak, 28 perunggu). Sedangkan lima besar masing-masing diisi China (151 emas, 108 perak, 83 perunggu), Korea Selatan (79 emas, 71 perak, 84 perunggu), Jepang (47 emas, 76 perak, 77 perunggu), Kazakhstan (28 emas, 23 perak, 33 perunggu), serta Iran (21 emas, 18 perak, 18 perunggu). Bersaing dengan 45 negara yang mengikuti Asian Games 2018, Indonesia masih berharap besar pada cabang Olimpiade seperti bulutangkis dan angkat besi. Diluar cabang Olimpiade, harapan dibebankan pada cabang pencak silat, jetski, bridge, panjat tebing serta paralayang. Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), mengatakan sejauh ini prediksi dan kalkulasi penyebaran medali pada cabang-cabang harapan masih sesuai progres. “Memang cabang-cabang seperti pencak silat, jetski, bridge, panjat tebing serta paralayang yang kami harapkan bisa memberikan kontribusi medali untuk mencapai target masuk 10 besar Asian Games 2018,” ujar Mulyana, di Jakarta, Jumat (3/8). Dengan pelaksanaan Asian Games yang hanya tinggal hitungan hari, fokus pemerintah dalam hal ini Kemenpora, ungkap Mulyana, adalah menjaga kondisi atlet dari cedera, doping, serta terkait penyelesaian masalah keuangan. “Saat ini yang menjadi concern yakni menjaga atlet tidak cedera maupun terkena doping. Begitu juga dengan penyelesaian masalah keuangan. Jangan sampai masalah itu nantinya mengganggu bahkan membubarkan target kontingen Indonesia,” tambah pria yang pernah menjadi Satgas Asian Games 2010, Guangzhou, China itu. (Adt)

Batal Bagikan Tiket Gratis Modern Pentathlon, Pemkab Tangerang Akhirnya Ajukan Syarat

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (duduk) saat mengunjungi venue Asian Games 2018 cabang olahraga modern pentathlon di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (tribunnews.com)

Tangerang– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akhirnya membatalkan gratis tiket menonton cabang olahraga (Cabor) Modern Pentathlon Asian Games 2018, di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang memutuskan tiket gratis kini dibatasi untuk 100 orang. 100 orang warga kabupaten Tangerang yang bisa menyaksikan pertandingan Asian Games 2018, juga harus menunjukkan bukti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) asli sebagai warga kabupaten Tangerang. “Tiket tidak bisa gratis, keputusan yang akhirnya harus kami terima. Jadi, ya kita lakukan pemberlakuan syarat,” kata Plt Bupati Tangerang, Komarudin, usai membuka pelaksanaan gerak jalan Asian Games 2018 di Tigaraksa, Kamis (2/8). “Masyarakat harus memiliki KTP atau Kartu Keluarga Tangerang, untuk bisa mendapatkan tiket yang kami sediakan sebanyak 100 tiket (gratis),” lanjutnya. Pembatalan tiket gratis tersebut karena adanya kekhawatiran terkait tingginya animo masyarakat, yang dapat mengganggu jalannya pertandingan di ajang akbar se-Asia tersebut. Sebelumnya, pemda setempat memberikan pernyataan berencana akan menggratiskan tiket masuk Modern Pentathlon, bagi masyarakat Tangerang untuk bisa menyaksikan ajang internasional Asian Games 2018 tersebut. Yayasan Adria Pratama Mulya (APM), yang jadi tempat berlangsungnya Modern Pentathlon itu, memiliki kapasitas 300 – 800 penonton. Ketua Harian APM, Triwatty Marciano menuturkan, pihak pengelola venue sejak awal mengharapkan tak diberikan tiket gratis kepada masyarakat. “Saya minta tidak gratis, karena khawatir penonton akan membeludak kalau gratis, mengingat kapasitas yang kami miliki,” tegasnya. Harga tiket Asian Games 2018 untuk Modern Pentathlon pun dibanderol sebesar Rp150 ribu, yang dapat dibeli melalui situs resmi Asian Games 2018 dan juga beberapa situs perbelanjaan online lainnya. Modern Pentathlon akan memperebutan dua medali emas di Asian Games 2018. Modern pentathlon merupakan gabungan dari lima disiplin olahraga, yaitu berkuda, anggar, renang, menembak dan lari. Sistem pemberian poin setiap nomor juga berbeda. Pada lomba berkuda, peserta akan berlomba di nomor jumping melewati berbagai rintangan. Pada nomor anggar, setiap atlet akan saling bertarung dan harus mencetak poin terbanyak dalam satu menit. Lalu nomor renang gaya bebas 200 meter. Semakin cepat dari batas waktu standar yang diberikan, maka makin banyak pula poin yang diraih. Dan terakhir adalah Laser Run atau gabungan dari lari sejauh 3 KM dan diselingi adu kecepatan menembak di jarak 10 m rifle. Cabang dengan yang mempertandingkan lima disiplin ini akan dipertandingkan (gametime) pada 31 Agustus dan 1 September 2018. Dari enam atlet pelatnas modern Pentathlon, nantinya dipilih empat atlet, dua putra dan dua putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Keenam atlet itu, yakni Yusri, Frada Saleh Harahap, dan M Taufik di sektor putra. Kemudian Dea Salsabila, Adrianida Irma Saleh serta Maharani Azhri Wahyuningtyas di sektor putri. (Art)

Palestina Masuk Grup A, Timnas U-23 Batal Uji Coba Dan Terancam Tak Lolos Penyisihan Asian Games 2018

Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Sehingga perjalanan di Asian Games 2018 dimulai lebih cepat yakni pada 10 Agustus. (goal.com)

Jakarta- Striker Timnas U-23, Alberto Goncalves, menyayangkan pembatalan uji coba melawan Timor Leste U-23. Dia menilai pertandingan itu sangat penting untuk persiapan terakhir menuju Asian Games 2018. Sebelumnya, Timnas U-23 dijadwalkan berlatih tanding kontra Timor Leste U-23 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 10 Agustus. Namun, duel itu justru batal digelar karena adanya pengundian ulang (redraw), yang berpengaruh pada jadwal pertandingan di Asian Games. Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Ini membuat Timnas U-23 memulai perjalanannya di Asian Games 2018 lebih cepat yakni pada 10 Agustus 2018. “Uji coba lawan Timor Leste batal karena berdasarkan hasil drawing terbaru Asian Games jadi dimulai lebih awal yaitu pada tanggal 10 Agustus untuk cabang sepak bola,” kata Kepala Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo, Rabu (24/7). Sebelumnya, pasukan Luis Milla dijadwalkan melakukan laga perdana versus Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, pada 14 Agustus. “Kecewa sekali, karena kami butuh uji coba biar tahu kekompakan tim sebelum Asian Games,” ujar pemain yang akrab dipanggil Beto, pada Kamis (26/7). Pasukan Luis Milla kini hanya memiliki satu laga uji coba terakhir, yakni melawan Bali United. Duel versus tim berjuluk Serdadu Tridatu itu akan digelar secara terbuka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (31/7). Meski menjalani satu laga uji coba saja, Beto menilai itu sangat bermanfaat untuk timnya. Ia berharap Timnas Indonesia U-23 bisa semakin kompak. “Harusnya minimal dua uji coba (tanding), tapi kalau cuma satu lawan Bali United saja, okelah bagus karena Bali United tim kuat, dan kami di Asean Games juga akan menghadapi tim kuat,” imbuh Beto. Hadrinya Palestina di Grup A sejatinya menambah rumit posisi Timnas U-23 sebagai tuan rumah. Dari ranking FIFA, tim merah putih berada di posisi kedua dari bawah di Grup A Asian Games 2018. Padahal, hanya dua tim yang lolos dari fase grup. Artinya, Indonesia harus mempecundangi dua negara dengan ranking FIFA yang lebih tinggi. Palestina sebenarnya belum lama jadi anggota FIFA. Pertama kali sepakbola mereka diakui pada 1998 lalu. Palestina memilih bertanding di konfederasi sepakbola Asia (AFC). Palestina adalah tim kuat, dan mencapai babak 16 Besar di AFC U-23 pada 2017, di Qatar. Enam sampai tujuh pemain mereka pun aktif berkompetisi di Eropa. (Dre) Ranking FIFA Negara Grup A Asian Games 2018  1. Palestina Ranking FIFA ke-99, dengan 347 poin 2. Taiwan Ranking FIFA ke-123, dengan 247 poin 3. Hongkong Ranking FIFA ke-142, dengan 195 poin 4. Indonesia Ranking FIFA ke-164, dengan 111 poin 5. Laos Ranking FIFA ke-178, dengan 82 poin

Drawing Ulang Cabor Sepak Bola Asian Games 2018 di Kuala Lumpur, INASGOC : Keputusan Ada Di OCA

Undian ulang cabor sepak bola Asian Games 2018 diwacanakan usai Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu, di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. (malaymail.com)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) memastikan undian ulang pada cabang olahraga sepak bola akan dilakukan Rabu (25/7). Namun undian hanya dilakukan terhadap dua negara, yakni Uni Emirat Arab dan Palestina, yang protes karena tak masuk dalam undian pertama. “Besok akan digelar drawingnya. Di AFC (Federasi Sepak Bola Asia) House di Kuala Lumpur, Malaysia,” ujar Deputi 2 INASGOC Bidang Games Operation, Harry Warganegara, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/7). Undian ulang memang diwacanakan setelah Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. INASGOC sempat menolak permintaan ini, namun akhirnya drawing ulang tetap dilaksanakan. Dua opsi muncul, yakni pertama undian ulang secara keseluruhan 26 negara yang ikut. Kedua, undian hanya dilakukan terhadap dua Uni Emirat Arab dan Palestina saja, atau oleh INASGOC disebut proposed partial redraw. “Jadinya, kami proposed partial redraw. Hanya 2 NOC (national olympic comittee) itu saja yang di-drawing,” ujar Harry. Dengan masuknya UEA dan Palestina, total negara yang akan bertanding di cabang sepak bola Asian Games 2018 berjumlah 26 negara. Dari drawing terakhir, 24 negara telah dibagi ke dalam enam grup, yang masing-masing terdiri dari empat negara. Indonesia berada di Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Hal senada juga diungkap, Sekjen INASGOC, Eris Heriyanto. “Rencananya kami undi dua negara itu saja. Soal format undian sudah dibahas oleh INASGOC, PSSI dan AFC pada Senin (23/7). Tapi, sampai sekarang belum ada titik jelas, seperti apa opsi yang akan diambil,” ujar Eris, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/7). Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 63 tahun silam itu, menegaskan Komite Olimpiade Asia (OCA) sebenarnya yang menjadi penentu soal ini. “Keputusannya ada di OCA. AFC cuma bantu. Dan, OCA akan datang besok (Rabu, 25/7) membahas masalah ini,” tukas purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu. (Adt)

Palestina dan UAE Protes, Drawing Ulang Sepak Bola Putra Asian Games 2018 Dilakukan Senin

Logo Asian Games 2018

Jakarta– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) meminta Indonesia melakukan redraw atau undian ulang, pembagian grup penyisihan sepak bola putra Asian Games 2018. Dilansir BolaSport.com dari media Thailand, Bangkok Post, proses drawing ulang ini, berlangsung di Jakarta pada Senin (23/7). AFC telah menginformasikan ke semua asosiasi anggotanya yang mengikuti sepak bola Asian Games 2018, termasuk Federasi Sepak Bola Thailand (FAT). Sebelumnya, undian untuk turnamen diadakan di Jakarta pada 5 Juli 2018. Saat itu, cabang olahraga ini diikuti 24 tim yang akan terlibat persaingan memperebutkan emas. Namun, hasil drawing itu ’tergores’ oleh protes dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Palestina. Kedua negara itu tak dimaksukkan dalam pelaksanaan undian awal, setelah mereka tak masuk drawing. Akhirnya, keputusan melakukan pengundian ulang pun dilaksanakan dengan 26 peserta. Tim-tim tersebut diunggulkan ke dalam empat pot berdasarkan penampilan mereka pada Asian Games 2014. Tuan rumah Indonesia secara otomatis akan masuk dalam pot 1 dan menjadi tim yang ada di Grup A. Sedangkan dari delapan tim yang lolos ke perempat final Asian Games 2014, hanya Yordania yang absen tahun ini. Pada 2014, Korea Selatan meraih emas setelah pada final menumbangkan Korea Utara. Irak merebut peruggu setelah menang atas Thailand pada perebutan posisi tiga. Sepak bola putra Asian Games 2018 akan mempertandingkan Timnas U-23 dengan tambahan tiga pemain senior. Empat stadion jadi arena pertandingan untuk fase penyisihan sampai final. Arena itu antara lain: Stadion Pakansari, Cibinong di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi. Lalu, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan Stadion si Jalak Harupat, Sorean, Kabupaten Bandung. Semua stadion itu berada di Provinsi Jawa Barat. (Ham)

Soekarno, Blitar dan Asian Games

Kota Blitar menjadi salah satu dari 53 daerah di Indonesia yang akan disinggahi oleh Torch Relay atau Kirab Obor Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Blitar- Soekarno, Blitar, dan Asian Games. Tiga kata itu tak dapat dipisahkan. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia (RI) yang menjabat pada periode 1945 – 1967. Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901, ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Dan, setelah wafat pada 21 Juni 1970, Soekarno atau akrab disapa Bung Karno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur (Jatim). Makam mantan orang nomor satu di Republik ini terletak di sebelah utara kota Blitar, tepatnya di Jalan Ir. Soekarno, yang berada di daerah Bendogerit, Kecamatan Sananwetan. Semasa hidup, Bung Karno tak hanya berurusan dengan politik, juga memiliki perhatian pada olahraga. Ditangannya, olahraga menjelma menjadi kekuatan mahadahsyat yang melambungkan bangsa. Diboikot Komite Olimpiade Internasional (KOI) di pesta olahraga multievent dunia, Olimpiade, tak membuat Bung Karno gentar. Apalagi kelimpungan dan menjadi tak percaya diri. Ganefo pun digelar di Jakarta pada 10-22 November 1963 sebagai tandingan. Tak diundangnya Indonesia pada Olimpiade Tokyo 1964 adalah sanksi yang harus diterima menyusul tak diundangnya Israel dan Taiwan saat menggelar Asian Games 1962 di Jakarta. Pesta olahraga multievent antar-bangsa Asia digelar 24 Agustus-4 September 1962. Mengusung semboyan Onward! No Retreat (MajuTerus! Pantang Mundur) dengan melibatkan 2.200 atlet dari 51 negara kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa (Timur), Ganefo layak disebut olimpiade tandingan. Dunia pun terperangah. Sama terperangahnya dunia saat Indonesia menggelar Asian Games IV 1962. Kini, setelah 56 tahun, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah pesta akbar negara se-Asia itu, pada 18 Agustus – 2 September 2018. Rangkaian pelaksanaan multievent empat tahunan itu dimulai dari kirab obor (torch relay) yang telah dimulai pada 15 Juli 2018 dari kota New Delhi, India, dan disatukan dengan ‘api abadi’ yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah (Jateng). Berawal dari Yogyakarta, obor akan dibawa mengelilingi Indonesia. Dan, Kota Blitar, Jawa Timur, jadi satu kota yang dilintasi Obor Asian Games 2018. Obor dijadwalkan tiba di Blitar, pada Jumat (20/7). Heru Puji Mardianto, sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) kota Blitar, mengatakan bila Kota Blitar jadi kota pertama di Jawa Timur yang disinggahi Obor Asian Games 2018. Obor Asian Games ini nantinya akan segera dibawa ke makam Bung Karno, yang ada di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar. “Di Makam Bung Karno akan ada acara penyambutan,” jelas Heru, Kamis (19/7). Usai upacara penyambutan, dua pelari akan membawa obor Asian Games 2018 ke kantor Wali Kota di Jalan Merdeka Kota Blitar. “Setelah dari MBK akan ada dua pelari yang membawa obor ke kantor Wali Kota. Di sana akan transit sebentar untuk kemudian obor dibawa ke Malang,” tukas Heru. (Adt) Berikut jadwal pawai obor Asian Games 2018 di Kota Blitar : Jam 07.00 – 08.30 WIB Rombongan berangkat dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang Jam 08.30 – 08.35 WIB Rombongan memasuki Kota Blitar berhenti di area City Walk dilanjutkan pelari membawa obor ke area dalam Makam Bung Karno Jam 08.35 – 09.00 WIB Serah terima obor di area Makam Bung Karno Jam 09.00 – 09.10 WIB Pelari membawa obor kembali ke City Walk dan dilanjutkan naik mobil menuju kantor Wali Kota Blitar dengan rute Jalan Ir Soekarno – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Ahmad Yani – Jalan Merdeka Jam 09.10 – 13.00 WIB Serah terima obor di Kantor Wali Kota Blitar dan acara seremonial Jam 13.00 WIB Rombongan pembawa obor melanjutkan perjalanan ke Kota Malang dengan rute Kantor Wali Kota Blitar Jalan Merdeka – Jalan Wilis – Jalan Pandan – Jalan Lawu – Jalan Anjasmoro – Jalan Sudanco Supriyadi (batas kota)

Kunci Tiket Perempat Final Singapore Open 2018, Ihsan Maulana Main Lebih Rileks

Ihsan Maulana Mustofa menjadi pemain Indonesia ke tujuh yang lolos ke babak perempat final kejuaraan Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. (Humas PBSI)

Jakarta- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, maju ke babak perempat final turnamen Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500, yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, 17-22 Juli. Tiket putaran delapan besar berhasil digenggam Ihsan usai mengandaskan perlawanan sengit dari wakil Malaysia, Daren Liew, pada pertandingan babak kedua, Kamis (19/7). Laga yang digelar di lapangan 4 Singapore Indoor Stadium tersebut, Ihsan menang dengan skor 23-21, 21-16. Ihsan menjadi pemain ketujuh dari skuat Indonesia, yang lolos ke perempat final. Sebelumnya, satu pemain tunggal putri, dua pasangan ganda putra, dan tiga pasangan ganda campuran, sudah lebih dulu melangkah ke babak delapan besar. Daren Liew berhasil meraih poin pertama pada gim kesatu, tetapi poin ini langsung disamakan oleh Ihsan. Setelah itu, Ihsan pun mampu berbalik unggul dengan skor 5-3. Liew kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 sebelum akhirnya berbalik unggul dengan skor 10-7. Saling mengejar skor tak sampai di situ saja karena Ihsan yang belum menyerah mampu menyamakan kedudukan lagi menjadi 10-10. Akan tetapi, satu poin yang diraih Liew berikutnya memastikan dia menutup paruh awal gim kesatu dalam keadaan unggul 11-10. Selepas jeda, keunggulan Liew melebar hingga 18-14. Meski demikian, Ihsan tak lantas angkat tangan. Sebaliknya, dia justru meningkatkan tempo permainannya. Alhasil, Ihsan mampu memaksakan terjadinya adu setting sebelum akhirnya berhasil memenangi gim kesatu. Gim kedua berjalan tak kalah seru dengan gim kesatu, lantaran kedua pemain masih mengusung permainan menyerang dengan tempo tinggi. Ihsan yang sempat tertinggal 0-3 mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Saling mengejar skor kembali terjadi dan pertandingan menjadi semakin menegangkan. Setidaknya ada delapan kali aksi saling kejar poinm pada gim kedua. Namun, Ihsan mampu unggul kembali dengan skor 15-14. Liew masih bisa menambah dua poin lagi, tetapi laju Ihsan sudah tidak bisa dibendung. Dia pun memenangkan pertandingan dengan selisih lima poin, atas wakil Malaysia itu. “Alhamdulilah, bisa menang lagi. Kalau ditanya permainan tadi, di babak pertama kemarin lebih menegangkan karena lawan rekan sendiri. Tapi hari ini, saya mainnya lebih santai aja. Meski di game pertama sempat tertinggal terus. Justru saya lebih bisa dan tenang, malah mikir ke strategi aja sih,” terangnya. “Kalau di tanya seberapa pentingnya masuk bisa ke perempat final, ya pasti sangat penting sih. Karena di sini, saya ingin mencari poin sebanyak-banyaknya agar bisa mendongkrak kembali rangking saya,” ujar pemuda kelahiran Tasikmalaya 18 November 1995. Di babak permpat final yang akan berlangsung, Jumat (20/7), peringkat 52 ranking BWF ini menunggu pemenang wakil Vietnam Tien Minh Nguyen, melawan Parupalli Kashshyap (India). “Besok lebih tahan aja dan main bagus aja sih,” tutupnya. (Adt) Hasil 16 besar Singapura Open pada Kamis (19/7) Tunggal Putra Ihsan Maulana Mustofa vs Daren Liew (Malaysia) 23-21 dan 21-16 Tunggal Putri Yulia Yosephin Susanto vs Rituparna Das (India) 15-21, 21-13, dan 21-16 Ganda Putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (unggulan kelima) vs Peter Briggs/Tom Wolfenden (Inggris) 21-8 dan 21-9 Angga Pratama/Rian Agung Saputro vs Aaron Chia/ Wooi Yik Soh (Malaysia) 21-19, 18-21, dan 22-20 Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan pertama) vs Danny Bawa Chrisnanta/Wong 21-9 dan 21-13 Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Mark Lamfuss/Isabel Herttrich 13-21, 21-14, dan 21-15 Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Marvin Emil Seidel/Linda Efler 17-21, 21-17, dan 24-22

Tolak Siswa Tinggal Kelas, Liga Basket Antarpelajar DBL 2018 Dimulai Jumat Besok

Mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete, Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) kembali bergulir mulai Jumat (20/7). (dblindonesia.com)

Jakarta- Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Developmental Basketball League (DBL), kembali bergulir. DBL 2018 akan dimulai di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangkaian Honda DBL East Java Series North Region, yang mulai digelar pada Jumat (20/7). Memasuki musim ke-15, DBL kali ini akan lebih istimewa ketimbang gelaran sebelumnya. Honda DBL akan memberi piagam penghargaan dari Presiden Joko Widodo, untuk masing-masing juara provinsi. Sumbangsih DBL untuk perkembangan tim nasional (timnas) basket Indonesia tergolong cukup baik. Pada Asian Games 2018, banyak pemain timnas basket Indonesia yang merupakan jebolan DBL. Banyaknya pemain jebolan DBL di timnas tak terlepas dari tingginya partisipasi atlet siswa pada setiap tahunnya. Dari daftar pemain yang dirilis timnas basket putri Indonesia, sebanyak 60 persen pemain adalah alumni Honda DBL, sedangkan pada sektor putra mencapai 40 persen. Tahun ini, liga akan diselenggarakan di 30 kota di 22 provinsi. Pada 2018, DBL akan mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete. DBL tetap fokus pada komitmen supaya atlet tak saja berprestasi di bidang basket saja. Mereka wajib berprestasi di bidang akademis agar seimbang. “Awal pendaftaran, kami tekankan dengan penyaringan nilai rapor. Peserta yang tidak naik kelas, dilarang ikut liga,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia. Setelah Surabaya, empat kota lain bakal menyusul pada bulan yang sama, yakni di Padang (27 Juli), Banjarmasin (27 Juli), Aceh (30 Juli), serta dan Honda DBL East Java Series 2018 – South Region (31 Juli). (Adt)

Tanpa Perlawanan Berarti, Skuad Putri Udinus Libas UAD 69-5

Berjersey putih, Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, taklukkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan skor telak 69-5, dalam LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018, Rabu (18/7).

Yogyakarta- Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, membungkam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dalam laga hari pertama LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Regional of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018, Rabu (18/7). Dalam laga di Pul Y itu, Udinus menang telak dengan skor 69-5. Dalam tiga kuarter, UAD tak dapat keluar dari tekanan Udinus. Sejak kuarter pertama hingga ketiga, permainan didominasi oleh permainan tim berkostum putih tersebut. Alhasil, UAD kesulitan menerobos ketatnya pertahanan sang lawan. Udinus menang setelah melibas UAD dengan skor telak, yakni 27-0, 46-0, dan 54-0 hingga kuarter ketiga. Di kuarter keempat, UAD akhirnya keluar dari kebuntuannya. Lima poin berhasil masuk ke koleksi UAD, dan bertahan hingga akhir laga. Namun, perolehan skor UAD itu masih jauh untuk menandingi Udinus. Akhirnya, tim asuhan Yan Novi Indriati mantap mengakhiri laga dengan skor 69-5. “Tadi kami belum menampilkan permainan yang maksimal, karena defense tim UAD tidak terlalu kuat. Masih ada hal yang harus kami evaluasi lagi sebelum partai berikutnya yang akan lebih berat dari ini,” kata asisten pelatih Udinus, Vickry Rekardho. Menurut Vickry, tim terberat bagi Udinus di klasemen Pul Y adalah UNY dan UNS. Ia akan memastikan timnya agar siap bertanding dengan kedua tim tersebut. “Yang jelas kondisi fisik kami harus tetap terjaga agar bisa menghadapi UNY dan UNS,” pungkas Vickry. (Dre)

LIMA Basketball Digelar di DIY Yogyakarta, 13 Tim Putra dan 10 Tim Putri Siap Bersaing

LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 pada 18-25 Juli, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, akan menjadi event keempat LIMA Basketball Season 6. (LIMA)

Jakarta- Pelaksanaan LIMA Basketball di DIY Yogyakarta disambut dengan antusiasme yang tinggi dari tim peserta. Sebanyak 13 tim putra dan 10 tim putri telah memastikan diri untuk ikut berlaga di LIMA Basketball region Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Ke-13 tim putra yang memastikan diri berlaga adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Semarang dan Universitas Dipenogoro. Lalu ada Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada. Seementara sektor putri akan diikuti 10 tim. Yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Dipenogoro, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya LIMA sudah sukses menggelar LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference. LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018 jadi event keempat LIMA Basketball Season 6. Kompetisi bola basket antarmahasiswa se-Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta ini akan digelar pada 18-25 Juli 2018. Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menjadi arena penyelenggaraan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 musim keenam ini. Musim ini kali ketiga UII bagi menjadi venue LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018. Ajang ini merupakan buah kerja sama LIMA dan UII sebagai pembinaan dan pengembangan soft skill mahasiswa. “Selalu menggembirakan melihat antusiasme besar pergelaran LIMA, seperti yang terlihat di LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta 2018 ini. Antusiasme besar ini telah menjadi awal bagus menuju keberhasilan pergelaran,” ucap Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa. Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII menyampaikan pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII, merupakan wujud komitmen UII, mendukung kegiatan positif bagi mahasiswa di bidang olahraga. Hal ini sejalan dengan program UII di bidang pembinaan bakat dan minat olahraga mahasiswa seperti Penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi Bidang Olahraga dan Seni dan pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa bidang olahraga. Selain itu pengiriman delegasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional. UII sangat mengapresiasi kerja sama dengan LIMA ini untuk bersama mendukung upaya mencetak bibit unggul atlet Indonesia. Momen pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC ini memberikan mahasiswa kesempatan berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui aktivitas positif cabang basket. Pada musim keenam, LIMA hadir di region Jakarta Raya, region Jawa Barat, region Sumatra, region Jawa Tengah & Yogyakarta, dan region Jawa Timur. Pelaksanaan di region Sumatra, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference 2018, hadir berkat kerja sama sponsorship baru antara LIMA dengan Go-Jek. Pelaksanaan LIMA Basketball region Sumatra telah berlangsung pada 6-13 Juli 2018. Yogyakarta menjadi kota keempat perhelatan LIMA Basketball. Paska Yogyakarta, LIMA akan hadir di Surabaya pada 30 Juli-6 Agustus 2018. Tim-tim terbaik dari tiap region, dengan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri akan kembali bersaing di LIMA Basketball Nationals. Surabaya menjadi kota pelaksanaan LIMA Basketball Nationals pada 9-16 Agustus. Ini merupakan puncak pelaksanaan LIMA Basketball Season 6 2018. Paska event LIMA Basketball usai, Liga Mahasiswa akan menggelar LIMA Volleyball, yang akan dimulai di Jakarta, pada 12-20 Agustus, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu. (Dre)

Draft Rookie IBL 2018/2019 Dari Kompetisi LIMA Diterapkan, Begini Sistemnya

Satria Muda Pertamina (puith) mengalahkan Pelita Jaya dalam laga final Indonesia Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. IBL kini mulai menerapkan sistem draft pemain baru dari kompetisi Liga Mahasiswa (LIMA). (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesian Basketball League (IBL) akhirnya resmi menjalin kerjasama dengan Liga Mahasiswa (LIMA), untuk draft pemain baru lokal, musim 2018/2019. Kerjasama ini akan berlangsung selama tiga musim. Nantinya, pemain LIMA bisa langsung diambil oleh kontestan IBL. Rencananya, draft pemain lokal akan berlangsung bulan Oktober 2018. Lalu pendaftaran pemain akan dilakukan setelah tanggal 17 Agustus 2018. Saat itu, semua pemain LIMA bisa mendaftarkan diri untuk ikut dalam draft. Direktur IBL, Hasan Gozali menuturkan, karena kerjasama ini baru pertama kali, banyak hal yang masih dalam tahap penyempurnaan. Misalnya pemantauan bakat-bakat basket yang bermain di LIMA. Sebab, hingga saat ini, sarana untuk memantau pemain masih kurang, seperti situs yang menyediakan statistik. “Untuk masalah itu, kami berencana menggelar IBL Camp. Di event ini, kami akan undang semua kontestan IBL untuk melihat pemain yang akan diambil sebagai rookie (ruki). Selain itu, untuk membantu memilih pemain, rencananya kami juga mendatangkan pelatih dari luar negeri,” ucapnya, pada Selasa (17/7). Draft pemain lokal ini bertujuan, agar semua pemain yang masuk ke liga profesional melalui satu pintu. Tapi, IBL juga membuat persyaratan yaitu pemain tersebut harus berusia minimal 19 tahun, dan sudah bermain di LIMA selama dua musim. Jadi, pemain ruki IBL kemungkinan sudah berada di fase-fase akhir kuliah. Sementara itu, untuk tahun ini, IBL masih membuka kesempatan kepada klub-klub untuk memasukkan pemain diluar draft. Syaratnya, pemain harus berusia di atas 21 tahun, dan didaftarkan oleh Pengprov Perbasi yang menaunginya. Sebelumnya, pada Januari 2018 lalu, Hasan sempat membeberkan sistem draft pemain lokal IBL 2018/2019 dilakukan. Pertama, pemain lokal yang berhak masuk daftar draft adalah mereka yang berkompetisi di LIMA, dan telah mendaftarkan diri ke IBL untuk didraft. Kedua, di dalam pemilihan pemain draft, rencananya pihak IBL menerapkan dua putaran, sama seperti draft pemain asing. Sehingga kalau ada 10 tim IBL, berarti ada 20 pemain yang terpilih. Dan, sama seperti di liga bola basket Amerika Serikat NBA, para pemain yang tak dipilih oleh klub di draft, akan masuk kelompok “undrafted”. “Para pemain undrafted ini bisa saja direkrut oleh tim-tim yang tertarik. Namun, rincian semua ini masih akan dibahas lagi,” tutur Hasan saat itu. Sejatinya, sistem draft pemain lokal, pernah diterapkan di Liga Bola Basket Indonesia pada 2006. Salah satu pemain draft kala itu adalah Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu yang direkrut oleh Satria Muda. Pria yang mengisi posisi big man itu, masih membela Satria Muda sampai saat ini. Saat ini, LIMA sudah berjalan tiga dari enam seri yang direncanakan. Empat seri yang sudah berlangsung adalah Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra. Selanjutnya yang akan berjalan yaitu seri Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta LIMA Nasional. (Art)

Beri Peluang Jadi Pebasket Profesional, IBL dan Liga Mahasiswa Sinergi Jaring Rookie 2018-2019

Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa (kiri) dan Hasan Gozali, Direktur IBL, kini bersinergi menjaring mahasiswa atlet berprestasi guna berkarir menjadi pebasket profesional mulai musim 2018/2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menyemarakkan kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air, Indonesia Basketball League (IBL) terus mencari dan membentuk bintang-bintang baru. Salah satunya dengan menjaring para talenta muda dengan kemampuan mumpuni, untuk bergabung dengan IBL. Hasan Gozali, Direktur IBL, mengatakan pihaknya menjalin sinergi dengan Liga Mahasiswa (LIMA) menyeleksi para mahasiswa yang berlaga di kompetisi LIMA untuk dijaring masuk dalam draft rookie IBL. “Kami akan menjaring pemain yang kemudian akan disaring hingga 40 pemain untuk di draft,” ujar Hasan, di Kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (17/7). Nantinya, sebut Hasan, calon pemain harus bersedia mengikuti combine yang akan diadakan di Jakarta pada 2-9 September 2018. “Mereka akan mendapatkan pelatihan dari instruktur FIBA serta beberapa pelatih lokal,” tambahnya. Namun, untuk lolos draft rookie IBL, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi para pemain yang berasal dari LIMA. Diantaranya berusia minimal 19 tahun dan telah mengikuti kompetisi LIMA minimal dua musim. Selain itu, draft rookie membuka peluang bagi pemain di luar LIMA dengan syarat minimal berusia 21 tahun, serta minimal pernah ikut kompetisi yang diselenggarakan oleh Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Sementara, bagi peserta yang berasal dari LIMA dapat mendaftar melalui LIMA. Dan, dari luar jalur LIMA, para peserta bisa mendaftar melalui Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi, di daerah masing-masing. Untuk pendaftaran draft rookie dimulai selama satu bulan sejak 17 Juli, dan terakhir pada 17 Agustus 2018. Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa, mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerjasama dengan IBL. Menurutnya, kerjasama ini memberi kondisi ideal sebagai wadah pembinaan mahasiswa atlet. “Draft akan memberikan kesempatan yang baik kepada para mahasiswa atlet bola basket yang tampil cemerlang dalam kompetisi LIMA guna melanjutkan karier di dunia olahraga profesional,” tukas Ryan. George Fernando Dendeng, Perwakilan PB Perbasi, menegaskan banyak potensi yang dimiliki dari kompetisi LIMA, yang secara rutin bergulir. “Ini kesempatan besar bagi mereka untuk bisa masuk ke IBL. Kelak tak ada lagi kekurangan pemain yang berkualitas dan nantinya mereka memilih jalur profesional,” pungkas George. (Adt)

Tampil di Nomor Sprint 100 Meter Asian Games 2018, Ini ‘Gilanya’ Catatan Waktu Para Pesaing Zohri

Catatan waktu 10,18 dari atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (merah), di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, ternyata kalah jauh dari rekor Asian Games 2014 milik sprinter asal Qatar, Femi Ogunade. (thejakartpost.com)

Jakarta- Torehan spektakuler sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, membuka peluang Indonesia di Asian Games 2018. Namun, Indonesia punya banyak pesaing, jika berkaca pada Asian Games edisi sebelumnya dan SEA Games 2017. Zohri, yang baru berusia 18 tahun meraih catatan waktu impresif saat finish di urutan pertama 100 meter putra Kejuaraan Dunia, yakni 10.18. Namun, catatan waktunya itu masih kalah jauh, jika dibandingkan dengan sprinter asal Qatar, Femi Ogunade, yang menjuarai Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 9.93. Tak hanya memboyong medali emas, tapi juga mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua ada sprinter asal China, Su Bingtian dengan catatan waktu 10.10. Kemudian diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mengamankan medali perunggu dengan waktu 10.15. Dari statistik ini, dapat dilihat Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. Di level Asia Tenggara, catatan waktu pria yang disapa Badok ini, mampu bersaing dengan pelari lainnya. Bukan tanpa alasan, pada SEA Games 2017 lalu, peraih medali emas cabang lari 100 meter asal Malaysia, Khairul Hafiz Jantan, cukup finish dengan waktu 10.38 mengamankan posisi pertama. Setelahnya ada Eric Shauwn Cray dari Filipina dan Kritsada Namsuwun dari Thailand, yang finish di waktu yang bersamaan, yakni 10.43. Indonesia pernah mempunyai sejarah bagus di level Asia Tenggara. Pada SEA Games 2009, sprinter Suryo Agung Wibowo berhasil mencatatkan rekor di nomor 100 meter putra, dengan catatan waktu 10.17. Catatan Suryo lebih cepat 0.01 detik, dibandingkan dengan Zohri. Dan hingga kini, belum ada atlet lari Asia Tenggara, yang mampu melebihi rekor tersebut. Prestasi yang diraih oleh Zohri, membawa angin segar di dunia atletik Indonesia. Bukan tak mungkin, dia masih bisa mempertajam catatan waktunya tesebut pada sisa waktu satu bulan ke depan sebelum Asian Games 2018 bergulir. Cabang olahraga atletik rencananya akan diperlombakan di Stadion Gelora Bung Karno, mulai 25 Agustus 2018. (art)

Samsung dan INASGOC Siapkan Dian Sastro dan Mikha Tambayong Jadi Pembawa Obor Asian Games 2018

Dua artis papan atas Indonesia, Dian Sastrowardoyo dan Mikha Tambayong, terpilih sebagai duta pembawa obor Asian Games 2018, usai mendapatkan kepercayaan terlibat dalam tahapan kejuaraan multi event empat tahunan ini. (Dre/NYSN)

Jakarta- Penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal sebulan lagi. Pesta olahraga terbesar di Asia tersebut akan dibuka pada 18 Agustus 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dua artis papan atas Indonesia, Dian Sastrowardoyo dan Mikha Tambayong, sudah tak sabar membawa obor Asian Games 2018, setelah mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam tahapan kejuaraan multi event empat tahunan ini. “Bangga banget mendapatkan kesempatan ini. Persiapan juga sudah saya lakukan. Saya kira tak akan ada kendala karena selama ini juga sudah melakukan persiapan ikut marathon,” kata Dian, di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Menurut dia, untuk mempersiapkan diri menjadi salah satu pembawa obor Asian Games, dirinya terus berlatih terutama latihan beban serta fitnes untuk menambahkan daya tahan tubuh. “Ini pas banget. Saya akui jika saya bukan atlet. Ibu-ibu lagi. Tapi, ini menjadi semangat dan motivasi untuk lebih baik,” ujarnya tersenyum. Begitu juga dengan Mikha. Artis berusia 24 tahun ini mengaku juga tak sabar untuk segera turun ke jalan meski saat ini dirinya sedang sibuk syuting film di luar negeri. Mikha mengaku benar-benar bersiap diri untuk menghadapi kirab obor Asian Games 2018. “Sejak dulu saya antusias berolahraga. Dengan mendapatkan kepercayaan ini saya lebih bersemangat. Untuk persiapan minimal saya jogging,” tukas Mikha. Dian dan Mikha merupakan duta dari Samsung. Selain itu juga ada nama artis Chicco Jerikho dan Hamish Daud. Perusahaan asal Korea Selatan ini merupakan salah satu sponsor Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Dengan terlibat langsung dalam kiran obor maupun Asian Games 2018, Kang Hyun-lee mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta membakar semangat untuk mensukseskan kejuaraan empat tahunan ini. “Samsung bangga menjadi mitra Asian Games 2018 dan Duta Samsung mendapat kepercayaan membawa obor. Samsung memilih mereka, karena mereka tak henti-henti mengoptimalkan teknologi,” kata Vice President Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun-lee. Partisipasi dan dukungan inovasi teknologi Samsung menunjukkan perwujudan dan sinergi nyata untuk bekerja sama mendukung suksesnya Asian Games 2018. Juga, tim pembawa obor melalui berbagai produk inovasi teknologi Samsung. Seperti ratusan televisi di wisma atlet (athlete village) untuk memberikan informasi dan hiburan, dan ketersediaan ribuan smartphone untuk komunikasi dan reportase para koordinator sukarelawan Asian Games 2018. Sedangkan Sekjen INASGOC, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Erris Heryanto, menyambut baik keterlibatan Samsung dalam kirab obor maupun Asian Games 2018. Hal ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal untuk mensukseskan kegiatan ini. “Semoga dengan melibatkan banyak pihak termasuk Samsung, sebagai official sponsor semua kegiatan mulai dari kirab obor bisa berjalan dengan sukses,” katanya. Sesuai dengan rencana, kirab obor akan berlangsung satu bulan penuh, dan melintasi beberapa kota di Indonesia. Kirab Obor Asian Games 2018 dimulai dari pengambilan api di India tgl 15 Juli 2018, pengambilan api abadi dari Mrapen 18 Juli 2018, disatukan di Konser Prambanan pada hari yang sama. Keesokan harinya obor akan dibawa berlari keliling Indonesia, hingga total melewati 18 provinsi dan 53 kota di Indonesia. Kota pertama yang menjadi kepercayaan menjadi tuan rumah adalah Yogyakarta, 17-19 Juli 2018. Keempat duta pembawa obor api abadi ditempatkan di empat tempat berbeda, yakni Mikha Tambayong di Palembang (Sumatera Selatan), Dian Sastrowardoyo di Solo (Jawa Tengah), Hamish Daud di Bali, dan Chicco Jerikho di Bogor (Jawa Barat). (Dre)

Atlet 18 Tahun Raih 5 emas SEA Age Group Swimming Championship 2018, Adinda Jadi Perenang Terbaik Wanita

Atlet asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, menjadi perenang wanita terbaik kategori U 16-18 tahun dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. (istimewa)

Manila- Ajang bertajuk 42nd SEA Age Group Swimming Championship 6-8 Juli 2018 yang berlangsung di Manila, Filipina, memunculkan perenang-perenang muda, harapan masa depan Indonesia. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, sanggup menyumbang 5 emas, juga menciptakan satu rekornas dan rekor SEA Age Group. Adinda memang tengah dipersiapkan menuju Asian Games 2018, serta Olimpiade Remaja 2018 di Argentina. Empat perenang muda Indonesia yang sudah lolos limit-A Youth Olympic Games atau Olimpiade Remaja di Argentina 2018, juga tampil memuaskan. Mereka adalah duo putri Adinda dan Azzahra Permatahani (16 tahun), serta duo putra, Azel Zelmi dan Farrel Armandio Tangkas. Farrel tampil gemilang saat memecahkan rekor nasional 200 meter gaya punggung, milik perenang senior Siman Sudartawa, yang sudah bertahan 7 tahun lalu. Farrel mencatat waktu 2 menit 02,31 detik, sedangkan rekornas Siman tercipta di SEA Games Palembang 2011, yakni 2 menit 02,44 detik. Diprediksi, Farrel berpotensi besar meraih medali di SEA Games 2019 Filipina. Di hari terakhir, Adinda menyumbang 2 emas, pada Minggu (8/7). Medali emas pertamanya didapat dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, dengan catatan waktu tercepat 2 menit 15,71 detik. Ia Mengalahkan perenang Vietnam, Mai Thi Linh 2:18,67 detik dan rekannya Azzahra, yang mendapat perunggu dengan waktu 2:19,24 detik. Emas kedua Adinda, diraih lewat nomor 800 meter gaya bebas putri, dengan catatan 9 menit 00,04 detik. Total Adinda mendapatkan lima emas, setelah sebelumnya ia menyabet emas di nomor 200 dan 400 meter gaya bebas, serta rekornas nomor 100 meter gaya kupu-kupu 1:01,35 detik. Adinda pun terpilih sebagai perenang terbaik wanita kategori U 16-18 tahun, dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. Perenang Masa Depan Pada kelompok usia 13 tahun kebawah memunculkan perenang masa depan, Agung Sulaksono Putra Alamsyah (13 tahun), yang menembus dominasi Vietnam. Di hari terakhir, Agung menyumbang emas di nomor 100 meter gaya bebas dengan catatan 56,51 detik. Kedua Tong Yu Jing (Malaysia) 56,56 detik dan ketiga Randal Neo (Singapura) 56,66 detik. Total Agung sudah mengoleksi 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu. “Ayah selalu berpesan untuk disiplin, dan fokus dalam berlatih,” ucap Agung dari Jawa Timur. Perenang muda lainnya di kategori putri yakni Komang Adinda Nugraha (13 tahun), yang bisa menebus penasarannya. Komang akhirnya meraih emas di hari terakhir pada nomor 50 meter gaya punggung dengan catatan 31,18 detik. Total selama di Filipina, Komang membawa pulang 1 emas dan 3 perunggu. Di SEA Age pertamanya tahun lalu di Brunei, Komang hanya mampu mengoleksi 3 perak dan 1 perunggu. “Kuncinya giat berlatih dan berlatih. Masih panjang perjalanan saya, doakan bisa membawa nama Indonesia harum di dunia internasional,” jelasnya. Satu perunggu Komang di dapat pada nomor beregu yakni estafet 4×100 meter gaya ganti putri. Komang dengan gaya punggung, Adelia (dada), Azzahra Permatahani (kupu) dan Adinda Larasati (bebas) mencatat waktu 4:24,59 detik. Di kategori putra juga dapat perunggu di nomor estafet 4×100 meter gaya ganti. Tim Indonesia beranggotakan AA Gede Oka Satria (punggung), Kamal Pasya (dada), Azel Zelmi (kupu) dan Agung Putro (bebas) mencatat waktu 3:59,20 detik. Di hari ketiga beberapa perenang yang memperoleh medali perak diantaranya Dwiki Anugrah di nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun (27,34 detik), Adinda Larasati Dewi nomor 100 meter gaya bebas (58,02 detik), Azzahra Permatahania nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:35,56 detik). Sedangkan perenang yang memperoleh perunggu adalah Sofie Kemala nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun putri (30,58 detik), Luh Putu Satya Putri nomor 50 M usia 14-15 tahun (31,56 detik), Panda Made Iron Digjaya di nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:20,59 detik), serta Azel Zelmi nomor 200 meter gaya kupu-kupu U 16-18 tahun (2:05,43 detik). Lalu, Albertus Andhika Bangun 200 M gaya kupu U 14-15 tahun (2:08,56 detik), Vanessa Sanjoyo 200 meter gaya kupu putri U 14-15 tahun (2:25,19 detik), Agung Putro nomor 1500 meter gaya bebas U 13 tahun (17:11,72 detik), Ernest Fabian Wijaya nomor 1500 meter gaya bebas U 14-15 tahun (16:42,16 detik). Tim Indonesia tahun ini, tak diperkuat dua perenang yang terpilih yakni Erick Ahmad Fathoni, dan perenang keturunan Indonesia-Amerika Serikat, Kaikea Putra Boyum Crews, yang tengah latihan dan bertanding di Amerika Serikat. Keduanya tak tampil, karena jadwal SEA Age Group berubah, dari semula bulan Oktober/November, maju menjadi Juli. (Ham)

Tak Hanya Diputar di Pulau Jawa, LIMA Basketball 2018 Kembali ke Medan

Event kompetisi bola basket antarmahasiswa LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) 2018 region Sumatra, mulai berlangsung pekan ini mulai 6-13 Juli. (LIMA)

Medan- Liga Mahasiswa (LIMA) menggelar cabang olahraga bola basket di Medan pada 2016. Namun, tahun lalu, LIMA absen di Sumatra. Di musim keenam ini, LIMA menggelar kembali cabang basket dengan titel LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) 2018. Kompetisi kali ini akan digelar di GOR Universitas Prima Indonesia (Unpri) Kampus 3, Medan, Sumatra Utara, mulai 6-13 Juli. Sehari setelah konferensi pers, technical meeting (TM) digelar pada Kamis (5/7), di Gedung Unpri Kampus 3. Pembahasan administrasi, regulasi kompetisi dan peraturan permainan dipimpin Azwar Muhlis, Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA. Kompetisi akan digelar dengan sistem setengah kompetisi berisi tujuh tim putra. Tanpa pembagian grup, pengundian juga ditiadakan. Laga tim putri pun tak ada karena kurangnya peserta. Ketujuh tim adalah Universitas Prima Indonesia (Unpri), Universitas Eka Prasetya, UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Akademi Sekretari Manajemen (ASM) Cendana, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan, dan STMIK TIME. (Ham)

Paska Berlangsung di Jakarta, LIMA Basketball 2018 Pekan Ini Sambangi Bandung

Kegiatan technical meeting (TM) LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conferece (WJC) 2018 region Jawa Barat yang mulai berlangsung pekan ini mulai 6-13 Juli. (LIMA)

Bandung- Cabang olahraga bola basket disajikan Liga Mahasiswa (LIMA) sejak musim pertamanya. Pada musim keenamnya ini, LIMA menggelar LIMA Basketball fase conference di lima regional, yaitu Jakarta Raya, Jawa Barat, Sumatra, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Region Jakarta Raya telah sukses menghelat LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) pada 26 Juni – 2 Juli lalu. Saat ini, LIMA menyambangi region Jawa Barat dalam ajang bola basket antar mahasiswa dengan titel LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conferece (WJC) 2018. Kompetisi bola basket antarmahasiswa Jawa Barat ini berlangsung di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, pada 6-13 Juli. Sepuluh tim putra dan lima tim putri memastikan keikutsertaannya dalam LIMA Basketball: Blibli.com WJC 2018 ini. David Leopold Marthen, staf Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, memimpin kegiatan technical meeting (TM) yang digelar di Ruang Citra Hotel Citradream, Bandung, pada Jumat (5/7). TM digelar dengan agenda pembahasan administrasi kompetisi, regulasi kompetisi dan laws of the game. Dalam kesempatan itu, David menerangkan untuk pertandingan ini, pengundian pul tak dilakukan. Penentuan klasemen berdasarkan nilai koefisien setiap universitas yang telah diakumulasikan, sejak musim ketiga hingga keenam ini. (Ham) Klasemen LIMA Basketball: Blibli.com WJC 2018: Putra Pul A: Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Telkom University STIE Kesatuan Bogor Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Pul B: Universitas Widyatama (Utama) Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Universitas Padjadjaran (Unpad) Universitas Komputer Indonesia (Unikom) STIE Ekuitas Putri Pul X: Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Telkom University Universitas Padjadjaran (Unpad) STIE Kesatuan Bogor